RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 30 Juni 2012

SENTUHLAH HATINYA AGAR AKU MENGENALNYA


Merasakan kekosongan dalam hati,
Ditempat yang sepi aku bertanya-tanya,Lahir dari siapa aku ini,
Dulu aku berlari tak tauh arah kemana harus ku pergi,
Ingn menemukan sebuah jati diri,
Namun apa semuanya,belum ku temukan juga rasa ini..
Oh,Tuhan kadang aku mengeluh padamu,
Adilkah ini,
Sedikit saja ku ingn sentuhan,
Yang membuat ku berada dalam Indahnya keluarga,
Kan ku dapat Nasehat agar aku kuat,marah disaat aku putus asa,,
Doa doa nya yg menentramkan jiwa,
Meskpun aku merasa tenang dan damai dimanapun aku berhenti,
Sebentar saja ku ingn berkumpul dgn mereka,Meski hanya lewat mimpi.
Tuhan,
Mengapa aku terlahir dan menentukan semuanya sndiri,
Aku capek,aku tertunduksaat aku tak bisa apa2,
Untk apakah aku didunia,
Kalaupun aku tak bs mengenalny,
Sedikit pun,aku belum pernah bahagia bersama mereka,
Luka ku,tetesan air mataku,kesedihan ku menjadi satu..
Dimana aku menampung,
Perasaan ini saja lebur tak menentu,
Oh,Tuhan..
Rangkul lah aku,
Agar tegar dalam pikiranku,
Melepas semua kepenatan q,
Meski aku tak mengenal sosok dan jiwa mereka,
Bantulah aku membahagiakan mereka di surga dan di dunia,
Aku memohon kepadamu Tuhan,
Pintaku dalam doaku sembuhkanlah ibundaku,
Agar aku bs mendgar kata hatinya,
Terima kash Tuhan,cintamu dan ksh sayang mu..surga dunia ku,
Ku berharap bila aku tak bisa membhagiakan nya,
Berilah kebhagiaan dgn kash sayang mu,
Sentuhlah hatinya agar dia brsujud padamu,
Tenangkanlah jiwanya agar dia lbh mendekat kan mu..
Hanya engkau lah Tuhan yg sanggup mengerti aku,

By_Djuwita.Hati
Semarang

KAMU KESEPIAN??


dalam tangisku kau ada untuk ku ♣♣
mendengarkan keluh kesah dan kepedihan ku ♣♣
dalam tawaku kau pun ada utk ku ♣♣
temaniku,tertawa bersamaku ♣♣
kau adalah sahabat sejatiku ♣♣
walau kita belum pernah bertemu ♣♣
walau bayangan mu hanyalah semu ♣♣
namun,kasih sayang yg kau curahkan nyata aku rasakan itu ♣♣
tak terasa kedekatan kita ♣♣
telah tumbuh rasa rindu didada ♣♣
bila tak jumpa walau hanya maya ♣♣
resah gelisahpun terasa ♣♣
duhai sahabatku ♣♣
semoga jalinan persahabatan kita kan terus bersatu ♣♣
tak akan goyah oleh apapun itu ♣♣
meski salah paham yg sering mengganggu ♣♣
semoga semua itu tak akan jadi bomerang ♣♣
yg kan hancurkan persahabatan kau dan aku ♣♣
....Amiiiiin.... ♣♣ ]]☆

Oleh : Bengkong Raisoh Lurus
Yogyakarta

KATAKAN JIKA KAU MERASAKAN NYA


q memendam rasa pd diri nya yg tak kn mungkin untuk kumiliki
apakah kau meraskn rasa yg sama dgn diri ku
bidadari cinta
katakan
pujangga kn menuntun mu
ikuti kata hati mu

Oleh : Dtm Sang Penghianatkehidupan
Tanjungbalai,Sumatera Utara
diwarnet 30 juni 2012
21.00

DIRGAHAYU POLRI KE 66



Derap demokrasi ,deras reformasi
meluncur pesat merentas batas,
disegala lini menata diri menuju kedewasaan,
kembali ke hakikinya pengabdian,
bagimu rakyat Indonesia,
bermuara setiap getar pengabdian prajurit Bhayangkara,
meski masih saja berliku,
disana sini masih bertemu dengan ego pribadi,
tak siap mereformasi diri,
meski jembatan kebersamaan
tiap saat dikumandangkan
menanamkan akar kepercayaan masyarakat,
mengajak berjalan bergandengan keyakinan,
agar tentram rakyatku, damai negeriku
berbenah sambil terus mengatur derap,
agar rakyat Indonesia sadar hak dan kewajibannya,
jadi polisi atas diri sendiri,
Tata tentram kerta raharja,
gemah ripah loh jinawi..
inilah warna Polri karena tekad pengabdian,
terus berbenah menata diri dan organisasi,
membentuk Bhayangkara sejati, abdi masyarakat setia
hari ini, 1 Juli 2012,
DIRGAHAYU POLRIKU KE 66,
etaplah konsisten sebagai pengawal kamtibmas,
pendekar keadilan, garba terdepan penegak hukum
mengayomi rakyat Indonesia tercinta,
menuju masyarakat Madani,
Jayalah Bhayangkaraku
jayalah Polriku........
bagimu kusiapkan Jiwa Raga dan segenap Pengabdiabnku,...

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar.----
----Makassar, Sabtu 30 Juni 2012. Mantera buat Polriku.--------

TANPAMU


Hari hariku kini ku lewati tanpa dirimu lagi
Semua terasa hampa seolah hidup ini mati
Malam malamku tak seindah dulu saat bersamamu
Tanpamu terasa sepi
Tanpamu terasa mati
Tanpamu tak ada lagi mimpi yang indah.

Oleh : Sri Bandung,

LUKA DAN DERITA


Luka ini terlalu dalam dan terlalu sakit ku rasakan
Derita yang kau beri untukku smakin mnyiksaku
Sakit rasanya bila ingat apa yang telah kau lakukan padaku
Luka dan derita ini akan ku bawa sampai ku mati.

Oleh : SRI
Bandung.

Jumat, 29 Juni 2012

HARGAI AKU


ku rangkul engkau di peluk hati
ku sayangi engkau sampai ku mati
tidak kah engkau sadari
berpikir bahwa aku tlah lama menanti

ku gemari setiap yang engkau ingini
ku berani untuk setiap kesulitan yang engkau hadapi
tidak kah engkau sedari
berpikir bahwa aku selalu tulus mengerti

penantianku, ku harap berarti
kesabaranku, ku harap membawa arti
ketulusanku, ku harap engkau mau membuka hati
keinginanku, ku harap kau memiliki nurani

tolong ..
hargai ketulusan yang ku beri


Dtm Sang Penghianatkehidupan
28 juni 2012
dismk n1 perikanan
Tanjungbalai,Sumatera Utara

PERNIKAHAN


Cinta ibarat KUPU-KUPU
Makin kau kejar, makin ia menghindar
tapi bila kau biarkan ia terbang.
ia akan menghampirimu disaat kau tak menduganya.
cinta bisa membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti.
tapi cinta itu hanya istimewa, apabila kau berikan pada seseorang yang
layak menerimanya…….
jadi….tenang tenang saja jangan terburu-buru
hingga kau bisa memilih yang terbaik .
untuk kalian yang ……RAGU – RAGU DENGAN

PERNIKAHAN
Cinta bukanlah perkara menjadi “ORANG SEMPURNA”nya seseorang.
justru perkara menemukan seseorang yang bisa membantumu menjadikan dirimu sempurna.


Oleh : Gusti Winarni
Tanjungbalai,Sumatera Utara

DATANGLAH....


Datanglah,
tak usah katakan apapun,
lihat kedalam rongga,
pakailah kaca mata bathin,
jangan juga berkabar dahulu,
supaya tak ada yang menanti sekaligus kehilangan,
tapi jangan lupa,
bawakan berkas rindu yang pernah kutitipkan,
agar ada waktuku
menghijaukan kembali rindu itu,
dipadang yang terbuka,
barangkali disanalah rumpunnya,
jika boleh,
tolong kembalikan kunci kunci jiwa,
yang masih tertinggal dalam dirimu,
sebab hingga saat ini,
hatiku masih terkunci,
tak mampu kubuka sendiri,
dalam sepi.....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar---
-----Batua dalam sunyi yang beku, rabu 26 Juni 2012.-----------

CALON ISTRIKU, ADIK KELASKU


Cerita ku dengan nya.
Awalnya biasa saja tiada yang istimewa awal bertemu.
Dikala pagi Kami sering bertemu.
Melewati tangga lantai 2.
Menuju kelas masing masing.
Senyuman kecil selalu terlontar.
sapa yang merdu menjadi kesan .
Ia aku mencintainya.
hanya saja waktu belum tersurat
untuk bersama.
seperti akar yang masih terbenam dibwh tanah.
Selepas ku lulus lama tak ku jumpa dgn nya.
Entahlah apa telah menjadi cerita.
Mungkin jua telah hilang selamanya.
Namun ternyata Suratan cintapun hadir di hdp kami kembali.
Ya seperti senja hadir pelanginya.
Cintapun menyatu bagai logam baja tak terpisah.
Namun ku coba yakin kan Kepada nya.
Agar nanti kami bisa bersama
diatas Kursi pelaminan yang sering kami bicarakan.
Cintaku Terakhir kuharap ia.
Yang telah menangkap hatiku dari seribu bunga bunga sakura.

Rian Ardiansyah
&
Yeni Mardiah mita sari

Dari : Troy
Palembang

KACAU


Kenapa....
karena status apa gak pantas hati ini lagi...
menahankannya sakit...

aku siap menerima resiko apapun itu...
asal aku bersamamu...
aku nyaman bersamamu....

hati ini dah terlanjur terpaut padamu...
always about you...

karena dosa..
aq dituntut untuk berubah...
dan berada disampingmu...
aku merasa terbimbing untuk menjadi yang terbaik...
apa salah.....??

Oleh : Kartini Mouuts Ajjch
Kisaran,Sumatera Utara

AJAL KEMATIAN


Apakah kau tau.
Hidupmu hanya 1 hari satu malam.
Bertemu pagi dan petang
Dan senja dan larut malam.
24 jam detak jantung memberi cerita kehidupan.
Ketika ajal menjelang datang.
Apa yang akan kau lakukan selain menahan pedih
Sakaratul maut.
seluruh harta benda melambaikan tangan.
Jabatan serta pangkat pun hanya diam.
Kini bernaung menyelamatkan hanya pahalamu yang kau lakukan.
Suara bintang meraung atas pergimu selamanya.
Ya kain kafan putih tanpa helai benang yang kan ikut
diliang lahat.
Adzan berkumandang melepas kepergian mu kawan.
Seperti adzan ketika kau lahir kemarin
dan sama seperti engkau kembali.
7 langkah pengantar kau dengar di dlm kesunyian kegelapan.
Lalu malaikat hadir mengucap salam.
Bertanya padamu siapa Tuhan mu ?
siapa nabi mu ?
Dimana kiblat mu ?
Dan apa alkitab sucimu ?
Amal salehlah yang kan menyelamatkan mu
dari siksa kufur.

Oleh : TR0Y
Palembang

NACHODA TERTINGGAL DIDERMAGA


Dengan bahasaku centang prenang,
kusumbat jeritan hati padam,
biarkan semua lalu lalang,
untuk apa menjahit luka,
membiarkan adalah cinta
mengapa sorakkan gagalnya jiwa,
padahal nyali putih ketakutan,
wahai sang pembisik abadi,
saatnya membakar rumput disemak belukar,
kini
datanglah membaringkan harap,
dititian tangga awal lagi,
kemana hendak berlayar,
saat nachoda tertinggal didermaga

---by Mikael rajawane sang Mahesa timur Raya--
---Larantuka, 27 Juni 2012----

PERGILAH, JANGAN DATANG LAGI


Aku tak membutuhkan rangkaian kata
maapmu lagi,
sudah kuhapus semua pesona jingga,
sebab bisamu cuma menghina,
pada diri yang jelas dipihakmu,
kini hancurlah bersama ego,
bakar hanguskan bersama nafsu,
sebab tirani yang meraja dijiwa,
berkuasa
selama diberi mahkota,
kenapa lupa masa ingusan,
bahkan dihitung pun tidak,
sebab hinanya lahirmu,
anak desa ,
kenapa sekarang pongahkan muka,
kau kira hidup sudah kau dapatkan,
percuma,
sebab sekalipun tak pernah sujud disatu lipatan waktu,
padahal cuma lima kali sehari...
jangan bawa guci air mata lagi,
semudah membuang ludah kau hinakan diri,
aku mual dipagi buta,
menatap congkakmu....


----by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari timur raya--
----Larantuka, kamis 27 Juni 2012. untukmu gadis desa.-

GONTA GANTI NACHODA


Sekarang,
pasti nikmatmu setinggi langit,
barang baru,
ingin kucatat berapa lama mengikat,
pada tunduk yang polos,
darinya
selama hidanganmu nikmat,
siapa yang tak menjilat,
tapi kita bisa saksikan awan bergerak kemana,
esok saat mendung datang,
masih mampukah bertahan dipohon asem,
meski tak seimbang timbanganmu,
masa sekian jam mampu mengalahkan sekian windu,
dimana hati nurani kau simpan,
saat bergumul dengan kereta senja,
begitulah jiwa,
terbiasa berganti nachoda,
sesaat saja....
dilupakan bahtera ,
padahal ingin mengantarmu kembali ke ujud manusia...


---by Mikhael Rajawane sang Mahesa timur Raya----
---Larantuka, kamis siang 27 Juni 2012. Untukmu gadis desa.

DATANGLAH KETEMPAT AWAL BERTEMU


Datanglah ketempat awal,
ketika bejana terbuka tak sengaja,
siapa yang mulai,
kini siapa yang mengakhiri,
setengah tak percaya nyatanya ya,
bagaimana mungkin ria ria jika terpaksa,
berapa lama sanggub menerjang curiga,
sejak awal,
lahirkan selisih jauh beda,
mengapa terus saja nista,
dijalan dunia,
hati tak rela sebab tak pernah bisa terima,
jika kaki mungilmu menapak nista,
kembalilah insan keujud seadanya,
kutunggu hadirmu setiap waktu,
bawakan penyesalan dan air mata taubat
disisiku.....


-----by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari Timur raya.---
-----Larantuka, 28 Juni 2012. Untukmu insan alih rupa .----

CATATAN DI AKKARENA


Jika pasir menolak bibir ombak,
bagaimana mungkin pantai melandai,
sedang bunga kamboja patah dahannya,
Akkarena, teriakku lepas
ada berjuta catatan berhamburan disana
mulai dari gerimis menangis hingga malam tiba,
mobil itu saksinya ,
bahkan ada juga kecupan mesra penuh kasih sayang,
semuanya apa adanya,
jika itu yang kau cari,
ya,ya...jagung bakar itu
santapan penuh sensasi,
membawa guncangan sekujur jiwa,
maafkan semuanya, Akkarena
pelukanmu terurai dicerai beraikan fitnah,
syak wasangka tak wajar,
darinya.....

-----by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari Timur Raya------------
-----Larantuka, NTT, Kamis 28 Juni 2012. Untukmu pemilik catatan.-

KUSIAPKAN JALAN MENUJU BAHTERA


Mari,
bersamaku menjemput kejujuran,
kosongkan praduga beningkan jiwa seadanya,
apa kita lupa,
jalan mana kita datang,
kemana kaki kita langkahkan,
ataukah semua nostalgia beku dipenghujung syak wasangka liar
apa yang kau minta,
apa yang kuberi,
apa yang kuminta,
apa yang kau beri
dimana mana angkara murka siap menerkam mangsanya,
tidak semudah membalikkan telapak tangan,
melupakan semuanya
lalu kenapa mesti dinodai dengan compang campingnya harga diri,
setelah perjuangan meninggalkan camp nista,
sekian lama dijajah rasa bersalah disana
gontai kakimu, kupapah
lunglai langkahmu kujaga,
kubiarkan kau nikmati lara kedewasaan,
bukan pembiaran, atau aku cari kesempatan
meski kutau aku bukan tulang rusukmu,
kusiapkan jalan bagimu menuju bahtera,
sebab sayangku apa adanya....

-----by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari Timur Raya.-----
-----Larantuka, NTT, 28 Juni 2012.untukmu penjaga hati.------

KEMBALILAH KEWUJUD INSANI


Jika puas mengiriskan lara bertumpuk setinggi asa,
naik turunnya detak jantung iramakan ketidakpastian,
lakukanlah
tapi demi kesetaraan, akuilah
hadirku mencatatkan prasasti meski kau ingkari
sejauh ini,
malah kau sengaja menebar luka ganti ucapan terimakasih,
begitukah layaknya,
seperti tak pernah ada sisi baiknya,
hingga semua jelaga menghitamkan sukma,
sejuta tanya mengapa,
sudah tak berguna,
sebab marahmu melebihi geramnya lahar merapi,
apa yang terjadi
apa salahku,
mari kita urai anyaman rasa,
kusumpahkan tak ada sisi tersembunyi dihati,
niat putih kembalikan wujud insani,
cuma itu
kenapa aku dimusuhi......


-----by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari Timur Raya.------------------
-----Larantuka, NTT, jumat dinihari, 29 Juni 2012. untukmu penjaga hati.-

TRAUMA, RASA TIDAK PERCAYA


Semudah itu lapaskan caci maki sumpah serapah,
terbakar seluruh jiwa oleh pagutan bibir berbisa,
sungguh aneh,
tak kumengerti alur cerita,
apalagi akhirnya,
kalau aku diam,
kau kira benar apa adanya seperti berita,
jika ku angkat bicara,
malah kau bumi hanguskan semua yang ada,
yang aku tak mengerti,
buru buru kau cari mangsa,
hanya pelepas dahaga atau pemanas kopi pagi,
tapi sudah kau gadaikan semuanya,
itulah yang meluka,
menghunjamkan dendam kesumat membara,
jika aku diam,
seperti yang kukatakan,
ghoib menyiapkan karmapala setingkat dua lipat sakitnya,
itu yang aku tak rela,
sebab putihnya sayangku atas ketidaktauanmu,
tapi terus saja kau pupuk rasa tidak percaya,
seakan semuanya seperti yang kau duga,
betapa sedihnya.....

-----by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari Timur Raya-----
-----Larantuka, NTT, 28 Juni 2012. untukmu pemilik rasa.----

DENGAN TATAPAN MERAYU


♂♥♀ Kupandang Bulan Itu

♂♥♀ Bintang~Bintang Berkedip Setuju

♂♥♀ Kusampaikan Salam Rinduku

♂♥♀ Untukmu Pujaan Hatiku
♂♥♀ Salam Sayang selalu

Oleh : Bengkong Raisoh Lurus
Yogyakarta

RAYUAN INDAH


begitu indah di pandang mata
kau menari di antara seribu dewa
dengan senyuman yang indah
kau rayu aku tuk menari bersama


Oleh : Chairul Younks Panjaitan
Tanjungbalai.Sumatera Utara

PESONA


nyanyianmu sejukkan hatiku
wajahmu kilaukan sukmaku
belaianmu mempesonaku
langkahmu detakkan jantungku

Oleh : Chairul Younks Panjaitan
Tanjungbalai.Sumatera Utara

Rabu, 27 Juni 2012

LELAKI HIDUNG BELANG


Parlente
sikap lugas kantong lepas
tajam mata menikam belahan dada
nafas berkejaran dengan birahi
setengah abad telah terlewati begini
bersimbah keringat
berpacu dengan ego insan Adam,
terkulai puas, setelah tersalur hasrat bejat
dengan pongah, lembaran merah terjulur
lebih dari hitungan jari jumlahnya,
merasa bangga telah menaklukkan daun muda,
terucap janji seribu mahkota,
palsu tipu daya berujung nestapa,
merasa menang ditipuan iblis laknat neraka,
demi nikmat sesaat, lupa kodrat
sekejap haus hilang mabukpun kepayang,
berlaksa rencana alasan disiapkan serapinya,
agar tetap gagah sebagai donjuan,
duh...lelaki hidung belang,
tengoklah ketelaga sukma,
bercak noda dimana mana,
ketika menoleh kediri,
aku terperanjat kaku :
wajahnya serupa wajahku,
kembar jantung tak pelak lagi,
betapa nistanya......

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar--
-----Makassar sapo terulang, Minggu siang , 24 Juni 2012.-----

SIAPA YANG SALAH


Hallo,
kita ketemu diawan
jam sekian kamar biasa, ya...
suara halus itu merasuk dijiwa,
siapa takut, persiapanpun dibalut
ditata alasan dirumah,
disusun jawaban untuk setiap pertanyaan,
dibantu liciknya iblis laknat neraka,
pucuk dicinta ulampun tiba,
kereta berpacu tanpa perhentian,
terkulai puas tersaput lelah,
siapa yang salah,
simolek pemuas syahwat,
atau lelaki pencari nikmat sesaat...
noda dan dosa adalah imbalan,
tapi sucikah lelaki yang tersenyum puas,
seketika aku terperanjat,
dicermin besar kejujuran,
akulah yang datang itu....
ah...bukan bagianku tuk menghakimi,
sebab timbangan sejati ada di Tangan NYA,
kusesali diri,
mengapa ini berulang kali terjadi,
dalam hidup ini......

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muaham / putra Fajar-
-----Makassar sapo terulang , Minggu sore, 24 Juni 2012.-------

MENJEMPUT SUNYI MENEPIS SEPI


Setelah tekad bulat
pergilah menjemput sunyi
dijalan mesti wanti wanti kanan kiri
bergelayutan sepi
semuanya ingin turut,
bagaimana mesti kurunut sesal
jika sejak awal pakem tak jelas,
bagaimana mungkin ditengah jalan kurajut niat,
jerat awan terus merambat,
entah harus bagaimana kucatat hasrat,
jika terus saja sukma menjerit,
maju atau tetap disini,
kuatirku melebihi akal,
siapa gerangan perduli kata,
saat semua silang sengketa,
terpuruk ku batas senja,
merana,
tertawalah senyaring bisa,
sebab sejatinya dusta,
pada jiwa....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar-
-----Makassar sapo terulang, minggu malam 24 Juni 2012.----

MERINTIH DITERJANG GERAM


Kubaringkan pasrahku
dihamparan bumi yang kau tanduskan,
begitu perih dilema
merajam dingin kalbu
sungguh tak berharap tunas hijau
saat kau sodorkan geram
berhamburan bening dari telaga
hingga beku,
meski kucoba pejamkan rasa,
masih saja tak lena,
lalu bagaimana lagi kukirim maaf
jika terus saja kau anyam dendam,
relung hati dipenuhi kemarahan,
bahkan rintihan lelah,
cuma laiknya pelengkap sandiwara,
padahal yang kutau adalah dua sukma,
merintih diterjang geram,
inikah akhirnya,
segala cerita.....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / Putra Fajar--
-----Makassar sapo terulang,. Senin sore 25 Juni 2012.---------

JIWA YANG SUNGSANG


Sungguh tak mampu kupahami,
cara pandang,
sudut pandang,
cara menilai,
lalu menyimpulkan tambah kurang,
mengapa selalu saja hasilnya ;
berbalikan sipenyebab jadi akibat,
sipenerima akibat jadi penyebab,
begitu mendasar ,
bahkan seluruh nadi terisi bara,
menghanguskan siapa saja,
duh, Pelukis Langit
jiwa seringkih itu , rapuh
mesti menanggungkan bala karma,
mengapa tak KAU ijinkan kutepikan niat,
malah terbenam dilumpur dunia,
aku tak tega,
menatap hanyutnya ke hulu.....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar--
-----Makassar sapo terulang, Senin sore, 25 Juni 2012.---------

SETELAH SILANG SENGKETA


Setelah pertengkaran ini,
mau apa lagi,
setauku,
ini stasiun kesekian,
tak pernah henti,
aku didepan ,
kau kedepan,
aku kebelakang ,
kau disana,
aku turun,
kau pun turun
tanpa sadar,
semua orang menonton gratis,
babak "goro-goro " yang kita lakonkan
lalu, mana lanjutan skenarionya
sudah lupa adegan berikutnya,
bagaimana ini,
padahal terlanjur,
kita sudah menjadi orang lain....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / Putra Fajar--
-----Makassar sapo terulang, Senin malam 25 Juni 2012.------

KATAKAN PADAKU


Katakan padaku
jalan menuju kejujuran,
jika mata angin saja kita tak tau
katakan padaku
jalan meninggalkan catatan
jika seluruh tubuh penuh coretan
katakan padaku
jalan melupakan bayangan
jika seluruh atmosfir adalah lukisan
katakan padaku
jalan menghalau galau
jika sepanjang trotoar
ditumbuhi geram,gelisah dan resah
katakan padaku apa saja
agar terpuaskan jiwa dahaga
apapun resikonya,
jangan katakan padaku apapun,
sebelum aku meninggalkan kenyataan
ya..barangkali inilah alur karma,
dalam hidup dan kehidupan,
jangan juga katakan itu.....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar.---
-----Makassar senin tengah malam, 25 Juni 2012.----------------
--( serat jiwa buatmu yang tak sempat mendengarkan apapun -
--yang sesungguhnya ingin kukatakan , sebelum kenyataan )-----

BATU KARANG MERINDU ( serat jiwa buatmu , insan yang pernah singgah diberanda depan sanubari )


Dalam diam yang beku,
ritme kebisuan adalah tembang samudra,
tarian sakral jagad raya,
meninggalkan bayang bayang terurai,
tiap kali bibir ombak menyulam berita,
mengalunkan nyanyikan selaksa pilu,
entah sudah berapa lama,
bahkan langit lupa mencatatnya,
bertindih lapis nadanya,
merambat jadi permadani laut biru,
tak berujung,
dari hari ke hari gumpalan resah,
tertata sendiri dipustaka jiwa,
gelisah melahirkan galau,
hendak kemana dibawa,
rindu yang kehilangan alamatnya,
rindu yang serindu rindunya
merambah disukma,
tapi samudra bukan teman bicara,
batu karang pun semakin beku,
menjalani karmanya....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar.--
-----Makassar sapo terulang , Senin sunyi, 25 Juni 2012.--------

KUTITIPKAN RESAHKU LEWAT MENTARI


Katakan padaku,
tak pernahkah sampai resahku,
tiap kali kutitipkan lewat mentari,
dan saksinya :
awan berarak menata rasa,
jika benar telah luntur aksara dikalbu,
mengapa akar jiwa terus merambat,
meski melata mencari arah,
tapi kurasa
jelas sekali alamatnya,
ah...aku tau,
semua cuma sandiwara,
sambil berdendang saat berenang,
karena ketulusan,
apa adanya
aku pun lupa warna apa saja,
lukisan perih yang telah kau titipkan,
mungkin karena laraku tak pernah tiba dialamatnya,
terus saja kau menyayatkan duka,
bagaimana mesti kusikapi semua ini,
jika kau
tak pernah mau mengerti......

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar.----
-----Makassar dini hari, rabu 27 Juni 2012. dari pustaka jiwa.-----

IKUT DIBARISAN, TAK MASUK DALAM HITUNGAN


Pintar sekali angin membuyarkan harapanku
supaya geram lalu karam,
agar galau lalu terhalau,
ikut dibarisan,
tak masuk dalam hitungan
Tega sekali nada menyayatkan sembilunya,
kandas kelubuk hati terdalam,
sehingga luka diatas luka,
lalu kebas rasa,
hidup tapi terasa mati
terpaksa meronta
meski binasa,
kutebus dengan segenap jiwa
mengapa harus begini,.
ada didaftar nama
tapi tak ada tempat baginya,
tak masuk logika,
tapi nyata........

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar-----
-----Makassar dini hari perih, rabu 26 Juni 2012. Ratapanku.-----

SINGGAH MENJEMPUT RINDU


Batu karang
tak pernah meminta hadirkan jiwa
padahal tumpukan rindu mendayu,
pupus
dikaramkan deru samudra
cuma bisa bertahan sebisanya
diatas puing puing remuk redamnya hati
jika inilah alur kodrati,
siapa mampu menghindarinya
jika boleh merancang jenjang
kan kupeluk raga dengan sepenuh jiwa
tapi itupun tak mungkin terengkuh,
sebab takdir merampas sanubari,
lalu yang nyata, tersisa
sepanjang lipatan waktu,disisa usia
terpaku disini,
menganyam sunyi merajut sepi
harus bagaimana lagi,
menyikapi pakem ini,
duh Gusti Pangeran Pemilik Rindu yang Hakiki,
jika boleh,
berilah kesempatan melukis angan
agar rindu ini sampai di alamatnya,
kan kutunggu tak berbatas waktu,
bersama rindu milikku....

----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar--------
----Makassar selasa sunyi, 26 Juni 2012. untukmu alamat rinduku-

"APARAT" BANGSA INDONESIA


Ini bukan puisi apalagi syair malam yang sahdu.
Tidak ini surat kecil ku atas jeritan masyarakat menjadi tinta dan ku tulis menjadi 1 ringkas mini.
Apakah pernah engkau baca di Depan kantor aparat aparat Negara.
24 jam melayani masyarakat.
Waw begitu indah dan kemanusiaan penuh kosa.
Namun jangan dulu.
Ada ujung nya.
Tapi tak terbaca ABSTRAK.
Yang punya uang saja kami layani segera.
Yang tak punya urusan anda.
Polisi ataukah preman Negara ringkas saya membentak.
Gaji besar masih saja kurang.
Benar sekali dalam kutipan novelis saya.
POLISI-POL-PENUH ISI-TETAP DI ISI.
Serakah...
Pantas saja masyarakat banyak membenci.
1 saya ringkas.
Satalantas.
Damai ditempat 20 ribu.
Tak ada sim asal ada uang merah lewat.
Pangkat anda saja saya beli mau apa tidak.
Mau ?
Kerumah saya saja.



Penulis:TR0Y.
Palembang
Bukan puisi/syair.
Cerpen/novelist.

Jurnalist mini

"APARAT" BANGSA INDONESIA


Ini bukan puisi apalagi syair malam yang sahdu.
... Tidak ini surat kecil ku atas jeritan masyarakat menjadi tinta dan ku tulis menjadi 1 ringkas mini.
Apakah pernah engkau baca di Depan kantor aparat aparat Negara.
24 jam melayani masyarakat.
Waw begitu indah dan kemanusiaan penuh kosa.
Namun jangan dulu.
Ada ujung nya.
Tapi tak terbaca ABSTRAK.
Yang punya uang saja kami layani segera.
Yang tak punya urusan anda.
Polisi ataukah preman Negara ringkas saya membentak.
Gaji besar masih saja kurang.
Benar sekali dalam kutipan novelis saya.
POLISI-POL-PENUH ISI-TETAP DI ISI.
Serakah...
Pantas saja masyarakat banyak membenci.
1 saya ringkas.
Satalantas.
Damai ditempat 20 ribu.
Tak ada sim asal ada uang merah lewat.
Pangkat anda saja saya beli mau apa tidak.
Mau ?
Kerumah saya saja.



Penulis:TR0Y.
Palembang
Bukan puisi/syair.
Cerpen/novelist.

Jurnalist mini

KUN FA YA KUN


Tuhan,mencintaimu tidak lah melelahkan ku,
Mendekatkan mu Lebih menghilangkan kekecewaanku,
Ku berjalan sendiri mengarungi sepi,Ku dibutakan arah namun cahayamu sbg penerang dalam langkahku.
Tuhan,betapa banyak pilihan yang menyambangiku..
Hingga ku tak bisa berbuat apa2,
Dalam sujud ku,ditengah malam aku menemui mu,
Berharap penuh keyakinan,
“subhanallah“
Hanya,lewat tutur kataku didalam doa menyebutmu.
Engkau,sungguh maha pengasih lagi penyayang.
Pintu maaf selalu engkau bukakan,
“Kun fa ya kun“
jadilah,maka terjadilah
Sungguh,Bhagia mencintaimu..
Jiwa ini merindu,tatkala aku menangis di pangkuan sujud mu
Air mata ini,tak sanggup aku mengusap nya..
Kering akan kesejukan lambaian kasihmu,
Wajah ini,ceria saat engkau taburkan benih2 kasih diantara hamba2 lain engkau ciptakan..
Tuhan,sakitku dalam penyesalan telah melalaikan mu..
Dada ini ,sesak bila mengingatmu,
Namun,q diam seribu doa,
Tak beranjak untk menemuimu,
Astagfirullahaladzim,
Sadar kan aku,
Dari duniawi tak bertepi,
Hentikan langkahku,untk berlari
Gandenglah tanganku,sejenak untk berbagi dgn ciptaan mu.
Rangkulah aku,untk berkumpul dgn sahabt2 yg mencintaimu,
“kun fa yakun“
Bila waktu tlah menjadi sepi,
Engkau,telah mempersiapkan Rumah indah penuh cinta,berkumpul dgn para sahabt,
Keluarga yg sungguh hati mencintaimu,,juga akan mempertemukanq
Amin.

by.Djuwita_Hati
Semarang

APAKAH AKU PILIHANMU SESUNGGUHNYA


Duhai kasih,,
Tahukah engkau,
Jika waktu begitu lama untuk kita bertemu,
Sanggupkah engkau menjaga hati,
Sampai waktu mempertemukan kita kembali.
Kan ku dapati makna dari ujian yg sll kita lewati.
Indah pada waktunya
Kebahagiaan dalam kebersamaan,
Kecemburuan karna kasih sayang,
Kerinduan yg menumbuh karena kesabaran,
Keikhlasan dalm menerima kekurangan,
Dan kan kau dapati tulusnya hati ini ingn hdp bersamamu dalam ayat2 cinta dan segala doa yg terucap..
Hingga air mata kebahagiaan mendingnkan segala suasana,
Sudikah jalan yg memang harus kita tempuh,
Liku-Liku kehidupan terasa menjadi warna warni,
Janganlah engkau berlari,
Meninggalkanq sendiri,
Hapus air mataku dgn sentuhan tangan mu,
Bimbinglah diriku,dari kelalaianku,
Tatap lah aku,bila engkau bosan,
Bisikkan nada pelan bicaramu,Apa masalahmu..
Kan ku dengar ceritamu,ku tundukan kepalaku,
Tiada yang sempurna wanita didunia ini,
Tiada yg istimewa dalam diri ini,
Menjauh bila kau rayu,mendekat bila engkau bosan,,
Aku bukan lah wanita romantis,namun Bisa menjadi penengah di dalam masalahmu,
Pengobat rasa lelahmu,
Teman dalam kesendirian mu,
Bersabar menunggu kepulangan mu,
Sampai engkau tiba dan ucapkan salam,
Sembari mencium keningku.:@

by.Djuwita_Hati
Semarang

PENGORBANAN


Demi cinta
demi orang2 yg ku syng
aku rela mnderita
biar ku triris pedih
asal ku lihat mreka bhagia..

Oleh : Sri Ajah
Bandung

PATAH HATI


Jika berkabut sejak pagi,
kenapa pula berpayung sutra,
jika berkata sejak dini,
pastilah beta tidak sengsara

Sudah dilukis apa adanya,
masih juga tidak serupa,
beta sudah habis segala galanya,
masih saja nona tak percaya

Bersama angin kapas melayang,
jatuh dilaut hilang disamudra,
sepenuh hati beta pun sayang,
mengapa nona mempermainkannya

Jangan melaut dihari senja,
pasang naik apa jadinya,
jangan disambut kalau tak suka,
patah hati beta jadinya

-----by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari Timur Raya-----
-----Tanah Berbukit, Larantuka, NTT, Minggu 24 Juni 2012.---

PERGI TANPA PESAN


Tinggi layangan beta ulurkan,
tersangkut tali diujung penggalah,
tinggi harapan beta gantungkan,
tersangkut hati ditempat yang salah

Sejak semula rantingnya patah,
terus jua beta sambungkan,
sejak semula betalah yang salah,
tapi mengapa nona permainkan

Beta datang dari timur raya,
mencari hidup dikota nona,
beta tulus sayang pa ngana
mengapa nona tidak bicara

Nelayan pergi mencari ikan,
ikan dijaring bawa ke pekan,
jiwa dan raga beta serahkan,
nona pergi tak ada pesan....

-----by Mikhael Rajawane sang Mahesa dari Timur Raya.-----
-----Tanah berbukit, Larantuka, NTT, Minggu 24 Juni 2012----

RESAH


Bayu mulai merayap sepi
Bulan redup di balik awan kelam
Bintang enggan tampakan ...cahaya nya
Deru dan gelisa menghantam di dada

Duhai sang pemilik raga
Mengapa resah ini tak mampuh meredam hawa di jiwa
Menerawang jauh di balik awan kelabu mimpi
Kembalikan...biarkan raga ini lena dalam rengkuhan_Mu


Oleh: Anie Inayah
Subang

KEYAKINAN HATI


garis tangan begitu jelas
tapi sungguh tak terbayang itu hanya sementara
kehidupan sungguh tak sejalan
tapi benar itu sebuah ke pastian

bangkit tegar bangkit bebas
menuju hari yang begitu jelas
masa depan luas tebentang
ke yakinan hati yang menjadi penyinarnya

hidup ini indah
maka laksanakanlah dengan ketulusan

Oleh : Diba Barat
Tanjungbalai,Sumatera Utara

TRIMA KASIH SANG MANTAN



Ku temukan jawab atas do'a yang ku panjat,
ku dapat penganti setelah hilangmu,
ku temukan pengobat atas sakit yang kau beri,
dan ku dapat kebahagian yang berlimpah,
setelah sakit yang berkepanjagan darimu,
terimah kasih sang mantan,karnamulah hidupku sekarang lebih baik,
bahkan jauh lebih baik.....

by.putri melaci
Surabaya

WAJAH-WAJAH CINTA


WAJAH-WAJAH CINTA ITU Sembunyilah....
senyum itu cinta.
Tersenyumlah...
sunyi itu cinta.
Sembunyi dalam senyum...
Kembali aku melihat wajahmu,
diantara wajah-wajah yang tak pernah ada dalam kisah yang ada dalam hidup ini.
Kembali aku menatap wajahmu,
diantara paras-paras yang tak pernah ada dalam kasih yang ada dalam hidup ini.
Teringat dalam tawamu....
Pergilah wajah-wajah yang pernah ada dalam kisah yang ada dalam hidup ini.
Pergilah paras-paras yang pernah ada dalam kasih yang ada dalam hidup ini.Hadirlah....
tawa itu cinta.
tertawalah...
riuh itucinta.
Hadir dalam tawa...
Kembali aku melihat wajahmu,
diantara cinta-cinta yang tak pernah ada dalam kisah yang ada dalam rindu ini.
Kembali aku melihat wajahmu,
diantara kasih-kasih yang tak pernah ada dalam kasih yang ada dalam rindu ini.
Terbayang dalam senyummu....
Datanglah cinta-cinta yang pernah ada dalam kisah yang ada dalam rindu ini.
Datanglah kasih-kasih yang pernah ada dalam kasih yang ada dalam rindu ini.

Teringatlah....
senyum dan tawa itu cinta.

Kau Dan Aku juga mereka dalam cinta yang pernah ada.
Di hati ini.
Oleh : Andy Harry Andy'Art
di Jogyakarta.

AKU


Aq bagaikan sepotong kayu yg hanyut dibawa arus...
Aq g'tau kemana air kan m'bawa q b'akhir..!
Aq hanya ikut,,dan ikut kemana air mengalir.
Aq bukan perahu yg bisa menungkah arus..
Aq bukan perahu yg bisa menemukan dermaga tuk b'tambat..
Aq hanya sepotong kayu yg tidak punya kemudi.,yg tidak bisa menentukan arah q sendiri.
Aq terus hanyut....dan hanyut...g'tau dimana kan t'dampar.

.....Oleh manusi sebatang kara....
...¤Dharma Sitorus¤...
25.06.2012.23.22
Kisaran,Sumatera Utara

Sabtu, 23 Juni 2012

HUJAN DEBU DIKOTA IMPIAN


Berlabuh dikaki langit.
Tersungkur sendirian didalam penantian.
Dimana destinasi di kota impian.
Telah dihujani debu yang kusam.
Tiada lagi cahya mentari disini.
Mendekap lara berselubung derita.
Hanya bermunajat pada yang esa.
Dari segala penderitaan.
Dan berlalu pergi disunting kamboja.
Tinggal kenangan pada syair berdarah.

By : zharif
Surabaya

PASRAH


Hanya bisa terdiam
Tertegun akan kata2 mu
Syair-syair indah itu kau tujuka padaku
Namun ...hanya sebatas kata

Tidak akan meminta lebih
Apalagi harus mengemis
Walau ku tau rasa hati mu padaku
Namun ...ku tak mau bermasalah

Cukup beban yang ada ..
Jangan kau tambahi lagi
Biar kan aku begini adanya
Tetap menjadi diri sendiri

Ku tau kau sayang padaku ..
Namun ku tau ....
Kau juga tak mampu berbuat apa
Sudahlah ....biar kan begini adanya .

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara

Part 2.“TUHAN ENGKAU PETUNJUK JALANKU.“


Yang akhirnya,
Terbesit aku melanjutkan SPK/SMK Di,jawa tengah tepatnya.Paman,bibi dan keponakan mengantarku.Saat itu aku hanya mengitu jalan nya waktu saja.mau jadi apakah aku nanti.Dalam benak ku,hidup itu keras tidak bisa ditawar,bila mundur dan putus asa akan smakin tertinggal,bila maju melawan sgala rintangan haruslah kuat karna smakin cobaan trus,meng...hadang.
Ya,saat itu aku mencoba mendaftar di Keperawatan sekolah daerah Militer diMagelang,kebetulan sepupu laki2 brada disana.Namun,apa daya tangan tak sampai.Tidak semudah membalikan tangan,kalau tidak ada yg membawa,kemungkinan kecil sulit.Aku,baru keluar dari Smp,masih polosnya diriku.Namun,test pun berlangsung panitia menyatakan no.siswa 64.dan pada saat berlangsung,di sebelah kanan ku tiba2 memberitahu ku.“hay,kamu identitas no.berapa??
tanya nya.

N0.64.memang ada apa??
Jawab aku,tak terbesit sedik pun dalam otak ku.Apa maksd dia.

Harus nya no.kamu 65,panitia baru saja memberikan penjelasan bhwa ada kesalahan..Tanya dia lagi.)

Aku hanya,mengangguk langsung aku ganti menjadi 65.tanpa berfikir panjang.
Karna,logikaku.Ini ujian tulis,jika memang benar mungkin akan trjadi penggandaan no.yg sama akhrny timbul masalah pikirku.sudahlah Hanya Tuhan satu2nya jalanku.

1Mggu,kemudian.Aku datang ke tempat Test,tempatnya Magelang.Aku,lhat N0.urutan 64 lulus namun aku kecewa ternyata bukan namaku.Ya,Tuhan sebenarnya aku ingn masuk disitu.Dan aku bingung harus sekolah dimana,sdangkan aku daftar diSMK jurusan kecantikan sudah aku tolak karna pengumuman lebih dlu diSMK.ya..pasrah dalam benakku.

Beberapa jam kemudian,pangglan kekantor.Salah satu kapten,di kesehatan memberitahuku.“Dek,km bisa transfer di SEMARANG,namun bukan milik militer.Hanya,umum.Testny sama“
Akhrnya,langsung aku dgn keluarga menuju ke SEMARANG.dgn perasaan sdh tidak habis pikir uang juga tidak sedikit yg telah ku habiskan hnya untk pendaftaran,dan kos dll.

Akhrnya,keputusan aku lolos.dan positif mnruskan disemarang.(BERSAMBUNG)

Oleh : Djuwita Hati
Madiun

Part3,“TUHAN ENGKAU PETUNJUK JALANKU“


Dan dari situlah,aku mencoba berfikir positir agar aku tidak terlarut dalam kesedihan yang mendalam,pupus sudah untk masuk diSPK KESDAM,Semuanya pun tidak bisa dinilai dgn uang,berjuta2,sepandainya2 manusia membantu kita untk mewujudkan keinginan Masih ada Tuhan yg sanggup merubah semua,yah.dari situlah aku tidak ada sdikitpun terfikir apapun aku nilai dgn uang.Karna,otak kita jika sebentar saja mencoba dgn jalan itu,akan menjadikan seorang pengecut dan aku percya bahawa Tuhan selalu memberi petunjuk jika kita selalu berusaha berdoa dijalanya

Oleh : Djuwita Hati
Madiun