RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 31 Agustus 2012

DI SISA HARAPAN


Tidak akan ku bertanya lagi ..
biar lah sapa itu ter tiup angin ..
Mungkin tak ada guna lagi ,
biar lah sang bayu segera berlalu menjauh dan berlalu ., .
Tak akan ku berati ..
dan tak akan ku tangisi ..

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara

TITIAN BIMBANG


Merangkum mimpi dalam kabut biru
Meringkuk rindu yang membeku
Kembarakupun berlalu melewati selangsa waktu
Mengarungi luasnya delaga biru cintaku
Terantuk cadas menjadi duka
Terombang ambing ombak lalu terluka
Menepi pada badai berderai tangis air mata
Menyurutkan langkah karena menyerah…

Oleh : Hanz Putri ~hz~
Mojokerto

BERILAH RUANG


Duhai,
hentilah dari lelap yang kalap
meski badai menyongsong asamu,
jangan patahkan jembatan bathin ,
tetaplah berenang ketepian harap,
kerna pantai menjanjikan pelangi dari bias mentari pagi,
tinggalkanlah ketiadaan yang meremas hatimu,
berpalinglah pada kenyataan sepahit apapun itu...
meski tetap dalam bait yang lirih,
berilah ruang buat semainya kuncup yang baru,
biarkan mentari menyongsong cerahmu,
sebab esok penuh harapan...

-----by Perlazank Menthaze.-----
-----(J) Kota penghentian , Jumat siang 31.08.2012 .15.37.-----

HILANG DARI BERANDAKU


Ketika gelisah
dan rasa tersingkirkan memenuhi ruang dada,
kemana mesti kubawa langkah jiwa
Setiap sudut kotamu terasa sesak
dan setiap trotoar mentertawakan kekalahanku
Aku tersingkir dari berdiriku yang goyah diberanda hatimu,
berlaksa duka lara menggayut didada
Meski telah kucoba untuk terus pergi sejauh mungkin,
tapi bayanganmu terus saja menguntitku tak hendak sirna,
aku tak kuasa menepiskan lambaian rindu yang terbakar itu.
Dengan sisa ketegaran yang kusut,
kuberkas asaku dalam diam
kulangkahkan kakiku menuju Batavia,
kuberharap disana kutemukan apa yang hilang dari berandaku...
selamat tinggal kota kenangan...
bersama catatan yang kan kubawa
kemanapun aku pergi...

-----by Perlazank Menthaze.------
-----(M)Tanah rantau, Jumat siang, 31.08.2012 . 13.03.----

AKU TAK BISA LARI DARI BAYANGMU


Jika aku mampu,
telah kusingkirkan jerat rindu yang terus meliliti asaku,
sungguh aku tak kuasa,
sejujurnya aku terjerembab dan terus terbelenggu disana,
karena kutak mampu mengeja nuansa yang lain,
aku pasrah pada gerah yang terus mensesah.
Aku menjerit pada geram yang terkekang.
Aku meratap dalam diam yang kental.
Kemana hati mesti kubawa,
jika terus saja kau bersemayam disana.
Letih laraku bertumpuk perih yang bertindih.
Berilah aku waktu untuk berlalu dari cengkramanmu,
menepiskan semua catatan yang pernah kita suratkan...

-----by Perlazank Menthaze.-------
-----(M) Tanah rantau, Jumat 31.08.2012. 13.20.---

BATAVIA KOTA PENGHENTIAN


Batavia...
oh batavia...sepanjang jalan ini,
aku hanyut kesilam yang usang,
bertumpuk catatan tak bisa kulupakan,
bahkan laju taksi tak mampu mendahului laju nostalgia itu,
sepanjang jalan tol ini,
pernah kuurai tawa,ceria, perih dan air mata...
pada derap kelam malam yang menggelamkan sadarku merajut nista...
aah, betapa kini tinggal guratan perih,
nostalgia hitam ibukota......

---by Perlazank Menthaze.---
---(J) Kota penghentian, Jumat ssore 31.08.2012 . 15:55.---

DIALOG DALAM RUANG


ada selenting pitam mencekam...
ada khayal yg terus dn terus saja berdialog dlm kegelapan khayal yg slalu meradang-radang di satu tempat..
dlmnya lisan aku berucap yg terus menyenandungkan kemelut yg tlah menancap kuat..ingin ku beratas tapi ada resah yg berkelebat seakan ingin memungut kemelut yg terkubur dibayang belukar.. tak kusangka dlm cengkaman mengancam nalar..
tak kusangka nalar mengucur dlm gersang dan garang..

Oleh : Ganda Gali Rangga

JALAN HIDUPKU


Tuhanku,
Gusti Pangeran Welas Asih
dengan segala keterbatasan tentang kasih dan kinasih
telah kujalani karmaku bertelanjang kaki
dan dengan compang campingnya prilaku
terus jua kusamak segala cuaca dipanggung kehidupan
hujan panas siang dan malam tak ada bedanya
padahal kedua kakiku mulai gemetaran
pun tetap kualuri pakem diri
terombang ambing asaku Tuhan,
diperolokkan dalam kepapaan peruntungan,
lalu semua alasan itu melemparkan sadarku kepinggiran nista
berlumuran lumpur disekujur nyali,
seringkali membuatku tak berani menyebut nama MU
lalu keputusasaan meliliti seluruh keberadaanku,
terlena aku pada rayuan henti dilembah kehampaan,
segala galau, lara dan ketakutan nisby
menghantui jalan hidupku,
Ampun Tuhanku,
Gusti Pangeran Welas Asih,
aku yang sarat noda masih pantaskah menengadahkan muka
mempertanyakan Kasih MU dalam hidupku,
bahkan meragukan Pakem MU atas diriku....

-----by Mikhael Rajawane.-----
-----Tanah rantau(M), Kamis malam, 30.08.2012 . 20:20.----

DERITA BATHIN


Kurasa
sama sekali tak ada upaya yang signifikan
agar nuansa cair dibentangan rona
yang ada malah pembiaran
terus saja mewarna tak perdulikan rintihan karenanya
pada sisi yang begitu melena
berujung perang bathin yang dingin
dialfa yang kita sengaja
siapa yang memulai dan siapa yang mestinya mengakhiri
rancu dilipatan waktu yang membeku
aku merasa kalian semua sudah terbiasa
meletakkan dilema dipojok sekenanya
sedangkan beban yang menghimpitku tak hendak lega
kuterima jua apa adanya,
dalam diam yang pahit
tertatih kutapaki derita bathin ini
memunguti hari hari yang berceceran
dalam hidupku......

-----by Mikhael Rajawane.------
-----Tanah rantau(M), Kamis malam 30.08.2012 . 20:00.------

SENI


Ada jejak yang tertinggal mungkin kerana khilafku
bukan kerana pula s
alahmu ku abaikan
maafkan semua diluar kemampuanku
hanya saja didasari rasa sejalan dengan jiwa seni yang melekat
maka ku akan berusaha tak mengabaikanmu
mari kita sambung tali temali yang sempat kusut
kan ku uraikan sedapat ku bisa

By : Kiki Soraya
i Cikarang, Jawa Barat
25 Agustus 2012 22:30

SEMILIR ANGIN SENJA


Kutapaki jejak langkah agar melekat dan ku dapat mengingatnya kembali
Hampir sepeminuman teh kureguk habis sudah waktu terbuang
Nyatanya tak menghasilkan
Hanya mengeja dan mengeja
Berilah ku sepenggal waktumu
Agar ku dapat mengerti


Oleh : Kiki Soraya (Kinanthie Soraya Jasmine)
Cikarang, Jawa Barat
Depan Rumah ✧ K ✧ S ✧ J ✧ 25-08-2012. 15:58

JANGAN


Jangan ajak aku melacurkan diri,
pada pengabdian yang kuyakini sejak dicandi baru
jangan ajak aku onanikan jabatanku,
sebab titipan ini amanat bukan warisan,
jangan jadikan aku punggawa
pada adegan jual diri,
apalagi menjual madu dimulut berbau baygon racun kecoa
jangan tawarkan kemewahan beraroma pemerasan,
sebab miskinku bukan gelandangan jalanan
jangan suguhkan padaku anggur memabukkan,
dari gelas berkeringat darah kaumku dibawah
jangan ninabobokkan aku dengan kecup dan ciuman kemesraan
dari kepapaan dan busung lapar kaum proletar,
aku sudah cukup kaya, mewah dan bahagia
meski penzoliman adalah bantal kasurku.....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra fajar.------
-----Makassar sapo terulang, Kamis siang 30.08.2012. 13.30.-----

MUSANG BERBULU AYAM


Aku berdiri goyah
pada sisa ketegaran yang mulai gemetar
sebab sudut sudut kegelapan kini malah semakin ketengah,
sementara lentera ditanganku mulai redup
kehabisan cahaya diterkam badai
hoiiiii..apa masih ada yang mendengar caci makiku
mencoba berenang sungsang dari sistem
menilik satu persatu rahasia dibalik rahasia,
alangkah banyak suara yang cuma angin sorga
menina bobokkan pecundang dan rakyat kebanyakan,
dengan semboyan, jargon sampai lembaran berharga
tergadailah harga diri bahkan suara nurani,
aku terperangkap dikawanan musang berbulu ayam
sementara pesta akan dimulai,
para pengantin berpose sana sini jual diri
aku muak dan mual pada helaan nafas tersedak,
jika aku bergerak,
lentera ditanganku pasti kan padam,
gelap segulita malam....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra fajar.-----
-----Makassar sapo terulang, Kamis siang 30.08.2012. 12:30.----

MENGAPA


Aku masih punya rasa malu
saat dera menghantam sendi pengabdian
pada tataran pangkat, jabatan dan penghargaan
jika harus mengemis ,mengais kasihan diujung iba
kupilih senyum dan diam dalam doa
ya..resikonya : beku
lambat laun , mati suri dan terlupakan
lalu berjuta mata memandang tak rela,
pada altar kebebasan yang dikebiri, diam diam dan berjemaah
aku heran : kenapa semua ikut diam,
maka kujeritkan pada Sang Pawang,
rebah serata tanah diharibaan ujung keset MU, ya Gusti
mampukan aku tetap percaya dalam gamang yang ngambang
pada janji suci yang KAU dan aku sepakati,
sesaat sebelum aku keluar dari rahim ibuku,
berkelana didunia MU, menjalankan amanat Bhayangkara sejati...
panggung semesta jagad raya, hitam putihnya hakikat
beri aku tuntunan agar bibirku ikhlas menjawab :
saat ibuku bertanya :..kenapa kau tidak naik pangkat anakku...??

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra fajar.----
-----Makassar sapo terulang, Kamis sore 30.08.2012 . 17:17.----

KEHAMPAAN



Aku henti
pada jarak aman yang kau persyaratkan
meski raguku mengambang diwajah
tapi kuyakinkan pada nyatanya hari ini
entahlah esok,
lalu akan kemana batas batas ini akan kita luruskan,
agar setidaknya ada catatan yang layak kita berlakukan
atas segala rasa, karsa maupun sengketa
sebab tak ingin kubuat tugu
pada tumpang tindihnya perasaan
saat kita berusaha menggapai hayalan
dalam kehampaan kalbu,
tiap tiap lengang bertandang
menyambangi jalan penuh liku kehidupan,
sebelum kita sudahi kebersamaan,
dengan merentangkan jarak, waktu dan ruang..

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra fajar.----
---Makassar sapo terulang, Kamis malam 30.08.2012 . 23:00.---

PINJAMI AKU KUNCI


Meski telah berulangkali
kucatatkan dikertas yang melebar disepanjang tarikan nafasku,
tapi ruang kecil didadaku terus saja menghampa tak berbatas..
dengan sesal yang selalu terlambat
kupunguti lagi butir butir yang menghampakan kalbu,
tapi menjadi tidak indah lagi
sebab kehampaan yang baru sudah menyusul ...
andai kau miliki kunci
menuju jalan menghanyutkan kehampaan ini,
berilah padaku unjuk rasa,
agar kutuju ujung itu...

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra fajar.----
---Makassar sapo terulang, Kamis malam 30.08.2012 . 23:05.---

DASAR JIWA LUKA


Senyap
sepeninggal pergimu membawa sepenggal asaku
dari susah payahnya menggadaikan jejak diri,
tak terasa asbakku penuh puntungan sigaret,
bersanding tiga gelas kopi tinggal ampas
masih juga aku tak bisa merenda robeknya rasa,
menautkan heranku pada kenyataan,
sebab tak satu jua tanda tanda,
untuk kujadikan patokan
mencukupkan tanyaku pada nyeri yang terus bertumpuk
hakekat yang hampa
dari dasar jiwa luka
disayat peristiwa demi peristiwa
dihelaan nafas yang tersengal,
pahitnya sebuah pernyataan racun mematikan
dipenghujung mimpi dalam terjagaku
menata bathin selaras kata kata,
begitu muskilnya.....

-----by Perlazank Menthaze.------
-----(M)Tanah rantau, Kamis 30.08.2012 . 16:50.----

MENGANTARKANMU KEGERBANG HARAPAN


Ada nuansa tak berawan lagi,
ketika kau hadir ditempat dulu kusiapkan buatmu,
setelah sengketa rasa menghanyutkan kebersamaan kita,
jujur : kutemukan kembali serat jiwa dirantau yang asing bagiku
sebab sejak pertama kusapa kotamu,
aku tak hendak menyemai sengketa berbuah lara,
kulukis adaku dalam warna yang semestinya,
tanpa sandiwara apalagi prasangka,
meski aku tak mungkin mewujud dari mimpimu,
tugasku mengantarmu kegerbang harapan
hidup dengan layak dalam kepenuhan cinta dan kasih sayang
harapku, awan tak segera mendung lagi
meski badai kan menerpa kebersamaan ini,
berilah aku waktu menjati dirikan jiwa,
pada kejujuran dan ikhlasnya insan,
menjalani kehidupan.....

-----by Perlazank Menthaze.------
-----(M)Tanah rantau, Kamis 30.08.2012 . 14:07.----

SAHABATKU DARI NAZARET


Terima kasih telah menyalamiku,
pada sapa yang menggantung kerna ragu yang biru,
aku sudah terbiasa menelan sinisme sebelah mata,
sebab bahasaku sederhana , apa adanya,
silahkan kau eja....
tapi sebelum jauh mengukir adaku,
tanyakan pada angkasa tentang catatan putra fajar,
ratapan suara hati, serat jiwa yang mengulum lara
menjalani pakem sang Mahesa Gusti Pangeran Welas Asih,
pada keteduhan yang nyata ketika kusujud dibawah Salib NYA,
Yesus dari Nazaret, sobat setiaku itu
tak pernah memandangku sebelah mata, apalagi curiga
maka kepada NYA kubawa semua gundah gulana,
sebelum esok aku menutup mata,
jika kau ada waktu :
mampirlah diberanda NYA, di Bukit Kalvari Golgota
didasar hati kita yang kering penuh noda
insan yang selalu jumawa.....

----by Perlazank Menthaze.---
----(M) Tnaha rantau, Kamis Magrib 30.08.2012 . 18.32.—

Kamis, 30 Agustus 2012

DAWAI MALAM


kan luluhlantakan segala wahana ...
akan kukorak tabir lalu berhamburanlah serentak isi pikiran kepala...
entahlh bgt suramnya gelagat wajah yg tak asing dimata..
ah lisanku kau buat mulai mengeram..
suara dalam mulai membingar ..
kau yg mulai mendengarkn dngn sambutan dibalas dngn guncangan jeritan kesumat malam.....

Oleh : Ganda Gali Rangga

MALAM KERINDUANKU


Terasa mulai gelap..

terlukis hitam dan sinar bulan yang nampak temaram
Merenung menanti mentari yang sedang terlelap
Menekan tubuhku yang mulai terasa penat

Kulukis wajahmu dalam bait puisiku
Dengan senyum merekah indah menatap hatiku
Keindahanmu tiada habisnya di dalam mimpiku
Menyejukkan mimpi dan harap nafas hidupku

Tak dapat ku hadir di sisimu malam ini

Tapi mataku masih memandang tanpa lelah potretmu yang terpampang di hadapanku
Inginku berada di dekatmu memelukmu dengan kedamaian dalam dinginnya malam

mungkin karna itu puisiku tertulis dihatimu
Pada taman surgawi yang ku harap kau buka untukku
Dan disaksikan bunga cinta yang tumbuh bermekaran
Menghiasi taman sang pelantun malam yang terkurung oleh rindu

Lalu....

Malam kian menuju larut..
untuk menjelma menjadi fajar pagi...
malam akan kutemui lagi...
kerinduan akanmu pun akan tercipta lagi

selagi nafasku masih terhembus..
selagi mataku masih melihat..

selagi jantungku masih berdetak..
selagi nadiku masih berfungsi...

Oleh : Joe Imam Mencari Putih-Nya

WARNA


Kilau warnamu sebenarnya sudah pas dengan gayamu
mengapa kau sapu ke
mbali dengan warna asing
apakah kau merasa minder dengan warna yang kau miliki sekarang
jika itu menjadi bebanmu
tanggalkan dan buang saja
gantilah segera dengan ciri khasmu
untuk apa memiliki warna yang bukan memang bukan khas dirimu
ku yakin yang kau dapat hanya cibiran


Oleh: Revi Yankovich
Yakarta

ILUSI PETANG HARI


Terlihat Gagah langkahmu melintasi depan mataku
teliha
t mendongak sedikit angkuh tak berperasaan
hanya memandang kecil disekitar
kau pikir produksi otakmu sudah baik
ternyata tak lebih layaknya katak dalam tempurung
bisakah dipertegas langkahmu itu dengan ketukan indah
dan tolong rendahkan pandanganmu
tanpa orang kecil kau bukan apa apa

Oleh: Revi Yankovich
Jakarta
21 Agustus 2012

LISANKU


Arah langkah semakin dibelokan fikiran membucah
Resah tak tentu
Menelaah satu problema pun terasa janggal buat dicerna?
Mau di apakan keping hati ini
Dicampakan atau dirajam dalam dasar sepi
Selip lisan terkadang jadi buah satu hal yang tak diinginkan ....
Semua tetap berkumpul di lingkaran bahasa suci Qalbu ini............
Maafkan aku yang tak sempurna

Oleh : - Revi Yankovich -
Jakarta
Selasa Dini hari 31 Agustus 2012. 01:23

Selasa, 28 Agustus 2012

CINTA - HATI - INSPIRASI


Cinta...
Bukanlah sebuah mimpi...
Ia hadir dari dalam diri...
Melahirkan satu harapan dihati...

Bukan tentang apa yang didapati...
Melainkan tentang apa yang mampu diberi...
Lalu larut menjadi sesuatu yang difahami.

Terasa dekat walau jauh berada...
Terasa ada walaupun ia tiada.

Cinta...
Bukanlah sekedar puisi...
Melainkan suara hati...
Yang memberi Inspirasi.

Padaku...
Padamu...
Pada kita.

By : Wahyu Sumut Kembara
Selasa, 27 Agustus 2012. ( Mengajuk kenangan )
Kota Tanjungbalai - Sumatera Utara.

PENYESALAN


tak begitu faham,walau mengatakan iya sebenarnya hati terdiam..merangkai sketsa-sketsa ilham yang kau tunjukan tadi malam.
raga rebah dalam nyaman,tapi pikiran terbang pada bayang yang temaram..telah berganti pagi beranjak siang,hati masih tertinggal dalam buai mimpi sepanjang zaman.
maafkan aku tak bertahan,begitu tergoda kebahagiaan..hati penuh umpatan,penyesalan yang akan terjadi di masa depan.
ini ku akhiri sampai disini..sekarang walau mampu,ku sudah tak mau.

Oleh : Corush Arai
Bandung

PENYESALAN


tak begitu faham,walau mengatakan iya sebenarnya hati terdiam..merangkai sketsa-sketsa ilham yang kau tunjukan tadi malam.
raga rebah dalam nyaman,tapi pikiran terbang pada bayang yang temaram..telah berganti pagi beranjak siang,hati masih tertinggal dalam buai mimpi sepanjang zaman.
maafkan aku tak bertahan,begitu tergoda kebahagiaan..hati penuh umpatan,penyesalan yang akan terjadi di masa depan.
ini ku akhiri sampai disini..sekarang walau mampu,ku sudah tak mau.

Oleh : Corush Arai
Cimahi

PEMBELAJARAN UNTUKKU


Sudah tak ku nikmati lagi semilir angin
Banyak onakm dan duri menusuk tubuh ku
Sakit dan nyeri ku rasakan
Namun langkah ku tak boleh henti

Jatuh dan bangun ku
Tersentak oleh suara yang membahana
Tak mungkin ku lawan
Ketika angkara murka membara

Kubiar kan diri tersakiti
Untuk memuaskan keegoisan
Namun semakin menjelajah
Tanpa ada lagi rasa dan asa

Menjadi suatu pembelajaran
Ketika hati semakin terluka
Kuingin bangkit dan berlari
Untuk menjauh dari angkara murka.

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara

ANGANKU


di anganku ...
disetiap lembaran2ku ada kisah yg tak menentu..
dn jg dilenganku masih tergenggam sang penahku yang terus dn terus mengelana inginnya menghujam...
haruskh terus ku dn ia terbuai ....?
aku tak tau kadang sejenak lisanku t...
erhenti dn segelas hangatnya kopi ku tenggak kembali...
AH hanya sekedar untk melebur ,meredam atas kemelut yg memanggut dinoktah singgasana pikiranku....
lalu desir2 angin pun perlahan berhembus...
diam2 aku lalu ku buka lebar hanya untk melihat wajahmu , dlm sadar aku gemetar,
seandainya kau dapat mengetahui dlm pikiranku ini yg ada ku slalu menunggu denting bunyi tlpn genggamku yg trs kutunggu..
jelaslah sayang ,sampai detik ini pikiranku ini tetap terus berkelana jauh ksn..

Oleh : Ganda Gali Rangga

KEPADA


Kepada Angin senja ingin ku utarakan maksud hati
ku tahu tak akan bertaut hari ini
akankah esok
biarlah ku harus menunggu disini

Kepada awan berarak tadi sudah kurangkai bait-baitku
ternyata semua tersapu oleh sang bayu
oh harus ku susun kembali
meski tak seindah seperti yang kurangkai disenja hari
aku tak akan berputus asa

kembalilah jika itu harus
kumpulkan kembali keberanianmu layaknya ksatria
ku akan bangga kepadamu meski harus disertai bulir kristal air mata

Karya : Kiki Soraya
Pondok Kelapa 28-08-2012

KATAKAN PADA REMBULAN


Katakan pada rembulan galaumu,
agar awan dapat mencatat lara yang membentang sepanjang asa,
sementara itu biarkan langit menuntun bathinmu
menjalani kehidupan dari satu ketiadaan kepada pasrah yang sesungguhnya...
sebab itulah pakem yang semestinya kita lakonkan ,
tak perlu kau beberkan resahmu pada trotoar dan jalanan sepi kotamu,
apalagi pada dinding yang kaku dan bisu..
meski dengan tertatih, tetaplah melangkah kedepan tuju,
agar tak berlumut jalan yang mendaki...
katakanlah dengan bahasa sukma
meskipun tak ada kata kata dalam bahasa dunia,
sebab kefanaan adalah milik dunia..
kenapa kita harus ketakutan
atas awan yang belum tentu menghujani kehidupan kita..
ayo, jalanlah tanpa harus menoleh dengan prasangka
apalagi menyalahkan gulita yang menghadirkan malam...
sebab sesuai janjinya
esok akan dikimnya mentari
membayar kecewamu pada rahasia malam...

----by Perlazank Menthaze.----
----(M)Tanah rantau, Rabu 28.08.2012 . 2012.-----

Senin, 27 Agustus 2012

LOVE


ketika keindahan mulai memudar
dan rasa cinta telah hilang
disitulah perasaan memegang peranan
yang akan melestarikan semuanya

Oleh : Chairul Younks Panjaitan
Tanjungbalai,Sumatera Utara

SENGKETA KITA


Addikku ragil,
dua belas purnama telah lintas disendiriku,
menjalani peruntungan tanpa basa basi kita,
kereguk lelahku, kutelan pahitnya jalan hidup
ketika usia mulai uzur pada lelah berbaur sedih,
berbatas sengketa jiwa tak hendak reda,
semula kuharap kau pahami suara jiwa,
sayangnya pendar mata bathinmu terhalang kilauan dunia fana,
maka pada batas asaku kupilih tak lagi bersuara,
berdiri diam dalam lara yang membeku,
sejak itu makin tersisih adaku diberandamu,
bahkan disela sela waktu yang bergulir tak lagi mengemuka kita,
aku merindukan silang suara kita yang dulu kental,
tentang perjalanan hidup kita anak desa bermodalkan tekad,
telah kurintis jalan panjang menuju ibu kota,
meski henti disengketa kita,
kini jarak, waktu dan ruang telah meregangkan kita
entah kapan kita akhiri....

-----by Perlazank Menthaze.------
-----(M)Tanah rantau, senin 27.08.2012 .23:41.-----

PATAH


Akhirnya
pada hitungan yang belum jua genap,
berakhir juga kebersamaan kita pada sengketa rasa,
padamu telah kuberikan apa yang kumiliki,
bahkan mundurku telah menggapai tapal akhir,
mesti bagaimana lagi merenda asa,
agar kau tau simpulku telah kutambatkan pada bidukmu,
meski tetali yang kusambungkan usang dan lapuk,
sebab kaulah harapku merenda hidupku,
sedalam tenggelamku pada janji janjimu,
kini sedalam itu pula tenggelamku dalam pilu,
bahkan hampir tak mampu kuarungi hidup,
sebab patah yang hancur,
pada kecewa yang tak terukur,
menatap bayangmu menjauh dari hidupku,
dalam lara yang beku aku terpaku,
melepas pergimu......

-----by Perlazank Menthaze.-------
-----(M)Tanah rantau, 27.08.2012 . 16:55.---

MELAJU


Beri aku alasan untuk percaya padamu bahwa kau akan pergi
ku melihat bayangan mu disana jadi ku tahu mereka semua salah
Cahaya rembulan pada bumi lembut kecoklatan
Ini membuat ku tahu di mana engkau meletakkan catatan rindumu
Walau Mereka membawa mu jauh dari ku, tapi sekarang aku akan mengambilnya pulang

apakah aku akan tinggal selamanya di sini dengan mu
mungkin aku memang mencintaimu
Kata-kata lembut yang terucap darimu memberi ku ketenangan
Bahkan dalam kematian cinta kita terus akan melaju
Biarlah
Mereka tidak tahu engkau tidak bisa meninggalkan aku
Mereka tidak akan mendengar engkau bernyanyi untuk ku

Oleh : ~ Kinanthie Soraya Jasmine ~
Cikarang, Jawa BaraT

DUSTA DIATAS DUSTA


Katakan padaku,
rahasia menata rasa jika berada didua kutub berbeda,
saat memalingkan muka menatap kepolosan jiwa,
menyulam kata dilidah yang sama,
belum lagi menjadwalkan giliran mana,
untuk hati yang mendua atau bahkan lebih nista,
sudah pasti dusta diatas dusta,
serapi itu sembunyikan petaka dibalik harapan hampa,
membangun istana diatas debu kemunafikan,
apalah jadinya...

-----by Perlazank Menthaze.------
-----(M)Tanah rantau, Minggu malam, 26.08.2012 . 22:22.----

MENABUR DUSTA, MENUAI PETAKA


Kekasih,
lentera ditanganku kehabisan daya,
cahayanya pudar diterkam kelam saat malam,
badai yang kau bawakan terlampau deras menghempas,
gemetar seluruh tubuhku diterjang lakonmu,
rebah panji panji kehidupan tak berdaya,
pupus tata krama, kering didasar kalbu
yang terbaca : kebebasan semata mata
sangkamu : anak mata harus dibayar dengan anak mata,
pada hidup yang cuma sekali,
sekarang saja gelisahmu isyaratkan hilangnya ketentraman jiwa,
bagaimana kedepannya....
duhai kekasih,
apa yang kau cari dalam hidup sesingkat ini,
berhentilah menabur dusta,
jika tak ingin menuai petaka....

-----by Perlazank Menthaze.-----
-----(M)Tanah rantau, Minggu malam 26.08.2012 . 22:45.----

BERSAMA SENJA INI



Bersama senja ini,



Kutapaki pesona temaram sinar lembut mentari

Terlukis guratan hatimu mengukir makna

Untuk menjelaskan sebaris kata....



Kata yang kau lepaskan..

Bebas laksana rajawali yang melayang jauh

Tinggi...

Dan Anggun..

Layaknya api malam menyibakkan kabut pagi...



Dibayang tatapmu, kulihat selarik senyum

Lambaian kasih yang tegar dan tiada gentar menyapa

Pesonamu..



Sekilas ku lihat temaram senja pun mulai menjadi gelap..

Kau pun beranjak pergi bersama mentari yang terlepas dari langit.

Kemudian sepi mulai bertahta untuk malam yang dingin...

Oleh : Joe Imam Mencari Putih-Nya

Sabtu, 25 Agustus 2012

LEMBAYUNG SENJA


semburat rona
lembayung jingga
senja..
selalu ada cerita tentang dirimu
yang telah menyeretku
dalam hitungan detikmu
tak berjeda
kala kau datang
lirih kupanggil namamu
achh..
masih saja ku mengharapmu
kau
tetap kan berada di sana

: kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama...

Oleh : Denting Kemuning
Jakarta

MALAM INI


Masih berdiam diri tak satupun tembang bernafaskan keindahan kus
imak
bukan berarti ku tak perduli kuhanya dapat melihat
dan ku hanya bisa tersenyum
walau sedikit memaksa tak dapat kupungkiri jiwaku terbawa alunannya

Seiring berpendarnya cahaya bulan di langit malam
ku ingin menggores lagi tanpa satu jiwa terbawa
biar hanya aku saja yang melagukannya
dan tak banyak pintaku padamu dengarlah sampai penatku berakhir

Oleh:~ Kinanthie Soraya Jasmine ~
Cikarang, Jawa Barat
25 Agustus 2012 21:58

KEMBALIKAN SENYUM DI HATINYA


pelan langkahku menengok kamarmu
kau masih terlelap tidur sudah satu purnama nafasmu kau gadai
menepi menelisik aliran darah
jantung berdetak lemah
lelah

kutarik selimutmu dan kubetulkan lagi saat adzan subuh sayup sayup memanggil

"Ash Shalaatu Khairum Minan Naum"
"Ash Shalaatu Khairum Minan Naum"

dingin
kudukku berdesir kubangkit melangkah
dan ku kecup dahimu selembut sutra

bangunlah
bangunlah

dengarkan dengan hati jangan kalah
kembalikan jiwamu duhai kembara
kembalikan

agar raga yang telah berbau tanah ini bisa mengepak sayap2 detak bergerak
hingga denyut nadi
menggerakkan mesin jiwa yang terlanjur merana

yaa Robbil izzati
Engkau Maha Syifa
Engkau Maha Penyembuh yang bisa mengembalikan atma
yang sudah menyebar kemana-mana
menjadi satu jiwa
bersatu dalam raga dan menyematkan senyum di bibirnya

subuh ini pekan ke empat

apalagi sepatah kata
satu hurufpun tak lagi dapat kau eja

di sepanjang waktu ku berdoa , “Tuhan” kembalikan cahaya mata dan senyumnya

kutangkup hangat, kuusapkan telapak tangan
berdiri
melangkah menjemput hari dan menantimu kembali


Oleh : PUTRA PENGEMBARA
Jakarta

BAIT UNTUKMU CINTA PERTAMAKU


Ku tak sedang memaksa hati bersyair rayu...
Hati pun tak ingin mengenang sesuatu dan menjadi layu...
Pernahkah mentari meminta mendung menutupi diri...!!!
Sedang sinarnya senantiasa ingin gagah menerangi.

Aku mengenangmu dalam sebait kata...
Bertumpu bermega rasa dan berjuta warna...
Terkenang indah lalu menangis...
Terbayang getir pahit lalu ku tersenyum.

Kita memang tak lagi bersama...
Namun perrpisahan telah ajarkan aku 'tuk tetap setia...
Kita memang tak lagi pernah bersua...
Tapi kenangan lama berganti menjadi do'a.

Kau tetap yang terkasih tiada cela...
Walau dosa pasti tetap ada.

Kau pertama tiada terganti...
Walau akhir aku tak tau pasti.

Kenanglah kenang... bila hadirku dalam do'a...
Lalu lupakanlah bila itu dapat membantu...
Bahagia untukmu... Bahagia untukku... Bahagia mari kita raih bersama.

By : Wahyu Sumut Kembara
Minggu, 26 Agustus 2012. (Jendela Masa Lalu)
Tanjungbalai - Sumatera Utara.

CELOTEH


celoteh
di sini rindu

ku lihat bayangmu di seberang jalan yang ku lalui
hari itu kau kekasih hati yang ku puja
memilih jalan berbeda

di bawah temaram cahaya bintang
bayangmu hilang di telan malam

apa yang kau tinggalkan
dalam jejakmu
segumpal rindu dalam dadaku

menemani dingin angin malam
peluk tubuh ku
melumat waktu yang terus berjalan

kembalilah esok
saat fajar enggan bertirai malam
aku duduk di tepian senja telaga
kesunyian

di sini.

Oleh : Secawan Candu

MENUAI PILU


Pada tataran rasa
begitu sulit menimbang pilihan
sebab kata sudah tak senada pecah dimelodinya
hingar bingar nuansa malah hadirkan sepi yang gamang
meski sudah kulucuti semua nostalgia,
bahkan kuhindari jalan jalan memory kota ini,
dan kuundang bianglala meriahkan nista,
diujung hampa aku terkapar,
kosong yang benar benar kosong
kuberkas dan kubawa pulang,
adalah pilihan yang teramat ganjil kuhadapi
menuai pilu atau lari dari kenyataan,
tangga awal atau pijakan akhirkah semua ini,
semakin tak kumengerti,
menyimpulkan malam ini.....

-----by Mikhael Rajawane.-----
-----Tanah rantau (M) Minggu dinihari, 26.08.2012 . 01:35.-----

DUHAI PELANTUN JEJAK


Ampun
kaukah itu duhai pelantun jejak
hardikanmu petir yang membelah kota mati
membangunkan zombi yang tidur seusia Cleopatra
tengoklah : dimana mana nyata cakaran kukunya
bahkan tembus menghitamkan putihnya jiwamu senyatanya,
ada apa, kenapa ,
haruskah jurus pamungkas itu tergelar
pada sesal yang tak jua kan kelar,
bahkan mungkin merambati dinding sukma,
ikut terbakar seluruh tata krama
hanyut terseret emosi jiwa, sengaja tak sengaja
duhai, aku menggigil tak percaya
maafkan aku telah lancang ikut dimedan perangmu,
berharap : tak berkabut hati yang kalut
agar awan tak gampang membaca siasat,
kuhaturkan tetaplah ingat....
duhai, maafkan lancangku memasang portal
berharap penutupnya tidak fatal....

-----by Mikhael Rajawane.------
-----Tanah rantau (M), Minggu dinihari, 26.08.2012 . 02:00.--
Batal Suka • • Bagikan • beberapa detik yang lalu •

ARTI KEHADIRANKU


Jika tak ada prasasti
bagaimana membaca budi leluhur pendiri negeri
jika tak bertemu daun lontar
bagaimana mengeja leluhur kaum pintar
jika ditilik ketitik koma,
pastilah banyak salah tulisnya,
bijaksananya insani menyisikan alfa, tonjolkan kelebihannya
kita adalah bagian daripada semua,
mari membuat prasasti, mengukir lontar
sebisanya khilaf kita hindari,
maafkan diri bukan juri,
sebab catatanku tak lebih berarti
semata mata kuingin unjug rembug
agar berwarna hadirku,
dalam ketulusan jiwamu....

-----by Mikhael Rajawane.-----
-----Tanah rantau (M) Minggu dinihari, 26.08.2012 .02:36.-----

RANJAU KEHIDUPAN


Kekasih,
tengoklah aku hanyut terbalut kalut
pada resah yang tercecer disepanjang alamat yang kita salin
cuma lantaran tak pandai kutampi rasa,
pada ranumnya sunyi berbuah sepi,
juga aku telah lalai memilah milah iba,
karena kukira disana bisa kulukis ulang potretmu,
padahal semua ternyata hanya illusiku saja,
kau bahkan tak bersungguh sungguh menuntun rinduku,
sebab ditenggorokanmu subur kebohongan,
lidahmu julurkan kelicikan....
semakin merimbuni hutan keegoan,
akh...bagaimana lagi mesti kugelar kata, bahasa apalagi kalimat
jika berlapis lapis dendammu hanguskan fatwa,
malah dengan jumawa kau lakonkan tarian topeng,
dengan bersenjatakan raga kau belah pohon kehidupan
sepertinya dengan begitu, perhitungan akan henti
padahal sejatinya : baru saja kau tanam ranjau kehidupan
dijalan pilihan yang pasti kan kau lalui jua,
aku henti pada kesimpulan nisby,
untuk apa lagi......

-----by Perlazank Menthaze.------
-----(M)Tanah rantau, Minggu dinihari, 26.08.2012 . 03:30.---

KAU


Tahukah kau susahnya melupakanmu..
Yang terbaik yang pernah singgah dihidupku..
Tapi kulepaskan begitu saja
Kau menghilang karena cintamu padaku..
Kau mencintaiku yg bukan milikmu lagi..
Kau yg harus merelakanku pergi ..
Kau yg begitu tegar..
Atau hanya ingin terlihat tegar

Oleh : Balon Tambuse
Tanjungbalai,Sumatera Utara

STEMS FROM MY ALPHABET


aku memutuskan untuk mencintaimu tersebut dengan segala kekurangan,
maka mencintaimu bukanlah kesempatan bagi diriku ,tapi ini adalah pilihan terbaik dariku..
~~~~ ini bermula dari aksaraku~~~~
Memintal kata di rajutan maya dunia fana na
n semu awalnya ^ _ ^,
kubawa kata samar tapi sebening qalam penyampai makna yg bertalu katanya ^ _ ^,
inilah dibalik rahasia ketulusanku akhrnya ..
maka Awalilah dgn keikhlasanmu maka dengan Doaku ku meminta kpd penghuni langit bumi seisinya mendampingi dan menemani hingga izrail merenggut kita nanti diakhir nanti ku meminta agar tetap disatukan hatimu dgn hatiku
dan kurekat dgn madu jannatul ma'wa
saat ridhoNYA jatuh meluruh penuh ...
sungguh sampai saat ini bahtera hati ini Masih Ada Tempat Di pelabuhan Hatimu....


Oleh : Ganda Gali Rangga

SAKSI LARA


Jangan kuras habis laramu,
lalu melarungnya dialutan kehidupan...
sebab disana ada bahagia
menetas dari kembangkembang laramu itu,
biarkanlah ia tetap ada
dibilik sunyi yang terkunci,
agar kelak dapat menjadi prasasti atas tawa yang dibuahkannya,
meskipun jalan panjang tak seorangpun yang tau keloknya,
tapi pasti pakemnya
ada pada Sang Pangeran Welas Asih...
aku adalah saksi atas lara yang abadi,
pada tataran sunyi....

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra Fajar.---
---Makassar sapo terulang, Jumat sore 24.08.2012 . 14:00.---