RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 26 Januari 2013

CANGKUL PAK TANI



Sahabat semua yang selalu diberi Petunjuk Allah SWT, saat ini begitu banyak kelompok-kelompok yang ‘mengaku’ sebagai PEJUANG ISLAM atau MUJAHID dalam berbagai bentuk, ada Ormas, Parpol, Orsos, Majelis, Perusahaan dan OTB ( organisasi tanpa bentuk ), ada yang bergerak diatas ada juga yang ‘dibawah tanah’ mereka melakukan ‘PEMAKSAAN PEMAHAMAN AJARAN’, siapapun yang tidak sepaham dengan pemahaman mereka, maka dia layak ‘DICURIGAI’ dan layak dijadikan ‘MUSUH’, dibid’ahkan dan dikafirkan, lalu dituduh sebagai ‘ AGEN ‘ Thoghut.

Wuih….., sadis bener ya Islam kalo seperti itu, siapa yang mau deket dengan Islam kalo seperti itu ?

Bukankah Islam itu RAHMATAN LIL ‘ALAMIN ?, menebar KASIH SAYANG kepada SELURUH UMMAT, artinya layakkah kita mengaku sebagai MUSLIM, jika dengan orang-orang disekitar kita ( keluarga dan tetangga ) saja, tidak kenal, terancam, tersakiti, tak mampu mengurus dan mendidik, tak tersantuni, bahkan merasa terbodohkan dan terkafirkan oleh keberadaan kita ?

Bagaimana mungkin Allah akan mengkaruniakan sebuah Kesuksesan dan DAULAH/kekuasaan kepada kita dengan cara berjuang seperti itu, lha wong yang didepan mata kita saja gak mampu mengurus malah merasa tidak aman dan terancam ?

Bukankah Allah saja TIDAK PERNAH MEMAKSAKAN Ajarannya untuk diikuti dan dijalankan, lha kok kita maksa-maksa orang harus ikut pemahaman kita, kita itu lho siapa ? Tuhan ? Tuhan saja gak seperti itu kan ? berjuang pake AKAL ojo gawe OKOL , yang smartlah…..ya gak ?

Kisah klasik dibawah ini semoga menjadi pelajaran buat kita, agar tidak suka menuduh dan berprasangka buruk kepada Saudara kita…………….. http://www.facebook.com/notes/motivator-ideologis/cangkul-pak-tani/234648636671492

=======================================================

Alangkah geramnya Pak Tani mendapati cangkul miliknya raib dari gudang, padahal pagi itu dia akan pergi ke sawah, karena sudah tiba waktunya bertanam.



“Tak diragukan lagi, pasti Pak Beruk yang mencuri cangkulku! Dia memang iri pada kita,” ungkap Pak Tani berapi-api pada istrinya. Tak sanggup menahan kekecewaan, Pak Tani mulai pasang muka masam pada tetangganya itu.



Pak Beruk pun jadi salah tingkah. Dia mencoba menyapa, tapi Pak Tani berpaling muka. Tidak ada sapaan balasan yang menyenangkan hati. “Sapaannya itu bertujuan mengejek. Saya tahu itu,” ujar Pak Tani.



Setelah setiap salamnya tak dipedulikan pak Tani, Pak Beruk mulai memberikan senyuman, Tapi Pak Tani malah melengos saja. “Dia sengaja mencibir saya yang tak bisa lagi ke sawah,” alasan Pak Tani.



Tak tahu lagi harus bagaimana, Pak Beruk memilih diam saja. Dia pikir Pak Tani butuh waktu menenangkan diri. Jadi, mendiamkan mungkin pilihan terbaik.



Namun, malah diartikan lain oleh Pak Tani , “Tuh, dia diam-diam saja. Itu pertanda benar dia pelakunya. Tak salah lagi! orang jahat memang jadi serbasalah.”



Kalap karena ditelan badai prasangka, Pak Tani melakukan tindakan ceroboh. Diam-diam dia meracuni beruk (monyet pemanjat kelapa) milik pak Beruk tetangganya itu.



Pagi harinya, dari rumah sebelah terdengar teriakan histeris dan tangisan keras. Pak Beruk sekeluarga bertangisan melihat beruk andalan mereka untuk mencari nafkah telah terbujur kaku. Padahal Pak Beruk tak punya sawah ladang atau keterampilan selain memetik kelapa dengan bantuan si Beruk monyet kesayangannya, masa depan keluarganya tengah terancam.



Sementara itu, Pak Tani malah terhibur dan tersenyum, “Syukurin! Rasain sakitnya dianiaya tetangga!” Sambil terkekeh kekeh dia mulai merapikan tumpukan jerami di samping rumahnya.



Tapi... Aduh! Ternyata dia justru mendapatkan cangkulnya di sana.



--------------------



“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan prasangka, (karena) sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.”(QS. al-Hujurat:12)



Dikisahkan ketika Rosulullah SAW tengah berbincang dengan beberapa sahabat, tiba-tiba melintas seekor anjing hitam penuh kadas dengan kaki pincang berjalan terseok-seok, matanyapun hanya sebelah tertuju pada sebongkah sampah,



tak lama Rosul bertanya "wahai sahabatku apa yang terlintas dibenak kalian setelah melihat anjing itu..?"



para sahabat masing masing berkomentar dengan presepsi berbeda,.."ya Rosul kami melihat tidak ada kebaikan pada anjing itu,..matanya cuma satu"..."makananannya kotor dari sisa-sisa pembuangan".."bulunya hitam penuh kadas tiada pesona"...salah satu shabat berkata "jalannya pincang ya...Rosul"...



kemudian Rosul bertanya kembali.."adakah kebaikan pada anjing itu..?"...para sahabat menjawab "hanya Rosul dan Allah yang tahu.."..lalu Rosul berkata lagi.."aku melihat gigi anjing itu putih bersih, dan anjing adalah hewan penjaga yang baik, dalam beberapa rumah yang lainnya anjing memiliki sifat taat terhadap majikannya".



Ya, buruk dalam pandangan kita tapi belum tentu buruk juga bagi orang lain, selalu ada kebaikan dibalik keburukan jika kita melihatnya dengan hati yang jernih.



MULIA kita dengan MEMBERI, ABADIKAN yang TERSISA dengan SEDEKAH
Kiriman : Uhkti Nisa
Oleh : Rumah Yatim Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar