RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 26 Februari 2014

Kumpulan Syair Dion - MENCURI BADAI

MENCURI BADAI
Oleh : dion syaif saen


aku menemukan badai bergegas menyust kedalam buaian dan pelik
mencekik, menggoda, serta mengacuhkanku.
terkidung nyanyian bisu, lama tertelungkup
aku dibinasakan pada badai dari Surga

pemujaku pergi
perias berhenti membagi bunga
sebab musim sudah berubah kebuah
entah lembaran surat mana kubaca semalam
dari kepingan kepingan air matanya
merisau, mendesak, menggugurkan laman laman biru

semalam mencuriku ketempat ramai
desir, menggegasku, dari wujud yang tak kukenali
aku ditembaki dengan mata kelopaknya yang basah
aku disemayamkan dalam kekaisaran Bumi tapi aku ragu semua telah direkayasa
subuh aku berhenti menaiki bulan, sebab dia juga kadang enggan
semantik ricok-recok pemanggil angin, dan mengundang laut menggemuru
berdiri dibatu karang dengan telanjang
mengusir camar-camar, dan menombak ikan-ikan yang bergerak kebebatuan

tabahlah malam, tibalah seruan, datanglah hujan angin
menembus bengal-bengal manusia yang seadanya mentasbihkan
yang sepele mengggapai mimpi. yang diam sekuping tidur
dalam mimpi mimpi buruknya, sebab binasalah kehidupan
dalam takjup seadanya, dan dibiarkan angsa berpatuk dengan angin
membiarkan savana diinjak dan diberaki
dipaksa bulan untuk purnama
disuruh anak anak memakaikan gaun pemuja disakral jemawah perempuan
berkulum bibir bibir merahnya yang serasi

bersumpahlah malam yang mencuri kita
dikelemahan benci, ditelungkupkan dagunya
menatap kuning mata kesucian penakluk hati
sejak bunda dirusuk sepi
sejak awan menggelayut
saat mereka melipat surat-suratku
dan menuduh kelamin dan perjalanan itu sumir dan meracau

aku menemukan badai bergegas menyust kedalam buaian dan pelik
mencekik, menggoda, serta mengacuhkanku.
terkidung nyanyian bisu, lama tertelungkup
aku dibinasakan pada badai dari Surga

pemujaku pergi
perias berhenti membagi bunga
sebab musim sudah berubah kebuah
entah lembaran surat mana kubaca semalam
dari kepingan kepingan air matanya
merisau, mendesak, menggugurkan laman laman biru


----------------------------------------------------


Zaman ini sudah edan, Bahkan orang bertindak saja sudah tak bisa jujur,harus berpura-pura mengasihani diri sendiri.
Respati dibuat tersentak,alis matanya terangkat,

Dan orang tua melanjutkan kalimatnya"semakin banyak orang tak mengenal dirinya sendiri, tak sadar benar dan salah, tak tahu mana cinta mana benci ragu ragu dalam bersikap, dan cendrung menilai orang lain.

------------------------------------------------------


SUKU DAN KATA YANG MUSLIHAT
Oleh : dion syaif saen


seperti ingatanku
sebelum kutiup sepuluh lembar kurir anak anak suling
gaunku patah, lembayun buruk rupa berjidat
ada kencing diperutnya yang bunting
bagai pemadat
kurus kering dan keriting ditepi tembok berculah badak yang culas

sama seperti busur tak bermata
mendadak lumpuh, da menjadi lunak
tanda kucing mencari tikus, lalat bermesraan
lembut sungkan bagai merak, sisa ekornya memajang ampuhnya kesombongan
lantas siapa yang kupertanyakan?
kaukah yang bergeliat pesona
atau memaerkan pusar besar yang bergulung bagai kecubung?
atau kepala kepalan besar, yang mudah kurayu dan dianulir semua kesaksian?
atau rambut semar, dan ikat kepang yang menjual senyumannya?

seperti bayangan dan ingatanku
kutemui anak jadah si sito srengnge yang dia abdikan dalam lukisan katanya
atau sibuah hati pesihir muslihat, yang kencing berdiri
atau juga mungkin, sanak yang kini berubah kisanak? yang bertameng
namun sibuntal berkencan dengan meniduri putin puting materialistik
yang juga diam diraba dan diremas buah ranumnya

persis disuatu hari dan bulan , ingatanku pulih kembali
kujelajah nalar dan merunut kenari yang berbulu mata lentik
menyaksikan kening dan jidat jidat yang berkhotbah
melihat mata lelaki yang juga sama dengan lelaki pengecut yang bersembunyi
sama seperti perkutut yang kentut lalu sembunyi
ahh" dikau peringai bualan busuk mencabutku, dan berserabut
tercabut, dan terkepung oleh ingatan-ingatan anak manusia yang pernah kau benci

sama dengan mata picis dan picing yang berbeda
sama dalam laku, dari suku tertentu, dan kata yang muslihat



---------------------------------

kakak seniman yah?
bukan
kakak aktivis yah
juga bukan
terus,,hemm saya tahu biasa pakai tas dan selalu bergairah setiap hari
pasti kakak salahs atu LSM yah?
ahh kau ada ada saja menilai,,,,,

terus kaka apa dong....dia bertanya manja
saya bukan seniman, namun lebih memilih menjadi bagian diantara dan disebut seprti itu, dibanding yang lain..!
kenapa?,,dia nyorocos lagi.
sebab seniman lebih pengecut"
astaga!" sambil ditutup mulutnya dengan jemarinya yang mungil
kenapa kau kaget,,?
bukankah seniman begitu jujur?
yah lebih jujur dari yang kau sebutkan"
terus kenapa kakak bilang Lebih pengecut kalau jujurjaki pale? dia mulai menggoda
yah," dia menangis dengan jujur, dia berkata dengan menyesuaikan, meski dalam situasi yang palsu," tidak seperti mereka, yang berkabut dan abu abu


------------------------------

SECANGKIR LUDAH - LUDAH BERHALA

Oleh : dion syaif saen


kau marah?

tidak...

lalu?

hanya saja

hanya saja apa?

namamu heroik, terlalu puji ale"

salahkah?

tidak"!

terus harus kulebur kebencian, keinginan, kejujuran dengan bungkam?

tidak juga!"

lalu selama aku hidup, apakah yang menjadi kemuslihatan?

banyak"!

diantaranya?

kau sudah tahu!"

tidak,"

kau sudah kenal

tidak"

kau sudah mulai sama sepertiku"
lantas siapa yang kau maksud?
dia ada diselilingmu'

aku...."( diam membingkai kisah, dalam kayu jati yang halus bermotif)

perlukah kuhadiahkan disudut gerai rambutmu dengan mahkota mutiara?
tanpa kuseka bulan yang pecah, oleh ranting ranting sifat
ada danau disengarai ujung jalan berbatu dan bertanah merah
anak angsa memajang lehernya kembali minta diajari terbang
namun picisan naluri anai anai mengajaknya lari kehutan, berandai disana ada sepasang Kadal yang hendak mencengkram sayapnya

dongeng pinta sibuyung
ingin mendengar serak suara ibunya
seharian mengasihi bumi dan hamba TuhanNya
menambat hati suaminya, untuk selalu menyanginya
tanpa tahu disana ada rias rias baru yang di ceritakan
bahwa sepasang angsa bergairah lagi ingin kawin diatas rumput

banyak kemuliaan, banyak retas retas buai perpisahan
dan buah kelenjar keterikatan yang telah pernah ada
dikisahkan dalam cerita anak manusia
saling mengasihi, dua sifat yangberbeda,,lalu diam menutup malam dengan luka

bergairahlah perempuan saat perutnya dielus ada jaban bayi yang bergerak lincah
buah kenikmatan yang sakral, dan memicing matanya
saat tubuhnya dtindih lutuh dan kecup liar seorang laki-laki yang mengibaskan bibirnya diseluruh kujur tubuhnya.

larik larik di ujung jemari, merusuk membutir sebab tertumpah kebencian
ada etika yang salah, ada perumpaan yang menggumam sekedar, lalu tertelungkup
antara kematian berujung di lidah lidah dan mata pisau sorot dari tuan dan empuh, serta mereka yang mengenal batu nisanku. aku masih ada dikerumunan, dari lubuk hati yang pendemdam, antara nalar yang berpersepsi kerdil.

akulah Bumi dan lauatan merah menggelora
akulah kesumat kecewa yang terlantar
dari badik badik kemuliaan sampai kepengecutan yang berakal

akulah bulan yang memisahkan cahayanya, meski dulu aku menuduh bulan pucat dan menipuku. gusiku berdarah, gairah bibirku masih merekayasa bibir lain yang pernah kulumat pasrah, sambil kubisikkan memcing ditelinganya,"kita nikmati separuhnya"
kau bukan ritual kusanjung,
kau adalah mata pisau, dan bedil yang mencekam berdarah dingin
mereka berfantasi taksalah, kepang perawan aku mudah jatuh dipelupuk dan betisnya yang berbulu. aku tahu mereka merias pujian secanteng gundik kepalsuan
sapalah Bumiku yang bertanah gembur dan merah

ada sajak liar yang membiusku
aku namakan sepekan bersama Tuan" nasib sudah melebur menjadi alur
sisanya cerita manis dan kenangan biru.

andai saja kau tak malu, berteduh denganku, simpanlah kemungkinan
dalam catatan, dan lipatan kertas surat surat yang pernah kau baca dari tinta daun kemuning, dan tetaplah bersamaku.

dongeng picisan, mulai banyak menamakan dirinya
safir dirubah dan digubah kafir
lekaslah keberanda, disana aku menikmati sepotong kisah
dan secangkir ludah-ludah berhala

sampai juling dan sumbing bibir-bibir msulihat membayar cerita kuno
dan sejarah tergelapaknya badik berubah menjadi tumbuhan liar yang tak berasal

akulah cecar mawar, demi timpalnya kemanusiaan
sahut siburung gagak pertanda kematian
dari arah jiwa, dan rekayasa ummat, yang berbudaya sekali menipu
terhadap diri sendiri, atau timpalnya naluri dasar dasar berpikir
yang juga bodong, dan melempar pandanagannya ditepi danau yang payoh
setelungkup dagunya. barulah terasa


-------------------------------


ANAK KECIL ITU " INGIN MEMBUNUHKU "
dion syaif saen


perempuan masih makan sirih
lelaki tampan mengggauli sisa perawan yang berhijab
mana mungkin kutelaa satu satu sorot mata yang sempurna
aku takut melebur sama lelaki berduit, menggemgam jemari kulit mulus
ada wejangan dini hari, cerita suling berlubang enam
menaiku anak tangga dan nada berkisahlah seorang parawi
seorang perempuan yang pandai, namun tak punya tutup katup mulut yang cempreng

toh masih berkisah sekitar wilayah sisi lain perempuan
biru matanya
cerdas keningnya, bagai burung perkutut selalu disiuli lelaki bujang dan bersuami
gaunnya merah berkilat, membakar amarah pria jomblo bahkan yang sudah bercerai
menangislah seoarang perempuan" tersungkur sadar, menumpahkan keluhnya
menambat Kasih Tuhan, yang tiada terperih, ada geliat kebencian, dan sesal tiada akhir, bagai mutiaranya lepas di rebut diatas ranjang kesenangan kaum pria yang berduit, kelihatan wajahnya bersih, atau mungkin berpura pura mengibuli atas nama Cinta, dan kemudian berselisih sepi dengan istrinya.

aku menegenal banyak sisi perempuan yang bergairah, bahkan sampai yang tak bisa apa-apa,,tat kala cumbuan menerkammnya, dia memejamkan mata, menerka dan merekayasa alasan untuk menolak, tak ada daya untukmu, tat kala busung dada dan rumus jitu lelaki menggapai bukitmu yang bertepi sepi jua,,kau bergairah meminta kini
untuk segera jemarinya menggilir kebentuk yang lain.

aku mengagumi perempuan
aku begitu empati
simpatik, saat dia tersenyum, dan kesempurnaannya dengan mata yang berbeda dengan mata lelaki, bibirnya yang dipoles merah dan ranum. pinggulnya yang bahenol, mengabari kaum-kaum singar dan bengal dari sekaum lelaki yang bersekongkol.
setiap mengedipkan matanya, satu cairan berhamburan
saat desahnya, seribu anak anak air suci menabur sia -sia
saat mengunci selaputnya. sejuta pesona kenikmatan menumpah, bergulung bagai ombak tiada henti. sampai sekuat karang keimanan, sisa pepasir yang berserakan diantara tubuh-tubuh yang disektekan.

lalu,,lantas perempuan marah saat membaca ini?
atau membentuk kekuatan menyerangku,,? dengan tuduhan,
atau fitnah yang kejiwaan?
sambil menyusun rencana seperti perempuan yang satu kukenal, membuat pernyataan senonoh dan norak? atau sep[erti perempuan yang berikutnya, membunuh subyektifitas,dan privasiku? sambil menggemggam batu cadas dan culas
melemparkan ke-kemaluanku? atau mengabari sedunia,,tentangku?

lantas apakah semua membenciku, saat geram membacanya? atau sesaat saja melihat tulisan ini,,lalu membuat persepsi berbeda dengan perempuan berikutnya yang saya kenal mulia, dan santun, mampu memahami, walau tak secerdas, kaidah kaidah perempuan yang bersahaja dalam balutan yang bergairah, tanpa kenari yang menghiburnya? atau salah menuangkan pilihan mata membacanya,,,lalu kemudian pergi meninggalkan dengan kebencian dipostingan ini? satu lagi perempuan tertipu"

aku tahu, subyektifitas itu ada
terkirim kabar dari surat pembaca
bahwa, aku dihiasi kelenjar kelemahan yang hidup tanpa arti, dan belum bisa dipertanggung jawabkan,,lama aku terdiam.
semerbak parfum menembus lubang lubang keseluruh darahku
namun kutepis kabar angsa yang menggerakkan sayapnya perlahan bisa terbang
agar bisa menyeberangi kekuatan badai didanau tipuan yang mereka buat

lalu tiba tiba seorang anak kecil menghmapiriku
kakak" lalu siapa perempuan yang begitu menambatkanmu disisi lain kemuliaan seorang perempuan yang kau tuliskan begitu sumir dan aku tak mampu menterjemahkan dengan apapun,,hanya dengan menangis,dan marah ingin membunuhmu"


------------------------------

PESAN UNTUK JAGAD
Oleh : dion syaif saen


kelak jika aku pergi, jangan menolehkanku, dan letakkan matamu diujung pisah
agar aku bisa terbebas dari tuntutan rindu dan kenangan.

saat air mata menegurku, maka jangan butirkan segeralah menyekanya
sebab aku terlalu cengeng dan takut sebuah perpisahan yang abadi.

jangan menangis, tersenyumlah
antarkan aku diatas pusara Tuhan yang akan menuntunku bersamaNya
dan jangan sekali lagi,,,menangis
sebab akan menjerumuskanku pada ujung neraka yang kekal

tinggalkan lara
hiasilah dengan senyum, dan jangan menyesali sesuatu yang pernah kutiriskan
jadilah kekuatan untuk mereka yang mencintaiku. dan agar juga cepat melupakanku
agar luka hati, dan kehilangan tidak terlalu lama.

jika kupinta maukah kau?
membacakan syair syair cinta yang kucatat pada setiap lembaran yang romantis?

aku mulai takut, dengan sesuatu yang akan membuatku sendiri sepi
aku mulai ragu dengan air mata, dan tangis kepergian
tersenyumlah untuk jagat dan mereka yang pernah menghiasi hari-hariku
berbagilah Cinta dan ajaklah mereka untuk kembali pergi dan jangan menoleh ketempat ku yang sisa melati, mawar dan sejuta kenangan yang tertimbun

tersenyumlah untukku

-------------------------------


Pesta-pun dimulai, lentera malam diawali dengan kembang api
ritual tradisi dikaki gunung dekat Hutan dibakarkan dengan kemneyan syahdu, memadu kemelut duri duri kemustahilan, serta kerasukan Roh-roh yang berseliwrang, mengitari jiwa anak manusia.

satu persatu Topeng", dibungkus daun talas, dan diletakkan secara berjejer diatas temayan, agar lebih kelihatan lebih msitis, didekatnya dikeliling kain merah dan kuing,,dan duatas kain putih. selangkah lagi, para kurawa dan pendatang dari berjubel Negeri dan kampung mencari mentor dan para pemahat handalnya, menandai topeng topeng mereka akan di pakaikan. siapa sebenarnya pemahat apik yang berwibawa dan mampu menjadi jawara dan menaiki sisi anak tangga disebuah tempat penyimpanan topeng topeng sebelumnya. tahun kemarin di jwawarai oleh seorang kerabat dari Kampung seberang danau, melewati jembatan penyeberangan, atau naik ojek, sudah sampai,,sekarang diperhalatan kali ini siapa gerangan yah" perbincangan salah satu warga, yang setiap tahun hanya menonton, dan hanya bisa mencela, lalu diam diam kentut saja seberangan.

topeng topeng dirias, ada berbagai bentuk, semacam watak-watak dan tabiat yang memesan. sesaat para pendamping (pemahat Topeng ) serta pemiliknya, masing -masing duduk bersila, sambil membacakan mantra masing-masing.

"Pesta Topeng tradisi tahuanan, mulai digelar. Konon ada banyak kejadian saat Topeng dirias dan dipakaikan, para pemiliknya kadang lupa diri. dan menjadi pribadi lain," suasana makin ramai, pengunjung berdatangan, ada yang duduk, berdiri, dan jongkok dipinggiran berbentuk bundaran. janur dan berbgai kain warna warni dibentang. belepotan MC apa adanya membuka Opera Topeng kayu yang teritual secara Mistik dan penuh khidmat.

satu persatu peserta memajang diri dengan topengnya, sebagai pelumas, ada juga beberapa peserta tradisi topeng kayu, membelinya dengan ahrga yang setara dengan mobil mewah,ada juga sampai standart saja. Bulam malam mengisi cahayanya, alam menerpa angin, menyeka rambut dan nilam-nilam pusaran bumi yang berpesta. karunia alam memesona, cuaca begitu mendukung malam ini, semoga hujan tak membuyarkan kegembiraan pemuja topeng malam, ini, biar kusaksikan topeng mana yang beranjak retak dan pecah, atau menjadi pucat, ataukah menjuara pentas ini, yang sebelumnya juga tanpa sadar saya pernah memprotesnya ke Kepala Dusun dekat ngarai dan perbatasan hutan kampung tetangga sebelah. " berbincang kembali dengan temannya yang matanya kini terhuyun kesalah satu peserta, membiarkan do"ding memangu dungu, bicara sendiri, ahh" belum menarik untukku, tunggu peserta paforitku, mereka mengadu peserta bagai menyabun ayam kampung yang bertaji tajam, berapa taruhannya? saya akan menang malam ini dengan peserta pilihanku yang berada dekat janur sudut kanan yang berdiri dekat seorang Jagoan mantra." iya....sahut temannya, Tunggu sampai peserta yang satu yang lagi menatap tajam, kegairahan malam, dekat cahaya bulan. Ok" mari kita sama -sama menyimak pesta ini. " sambil duduk manis diantara kerumunan penonton yang kakinya berdebu.


Karya : Dion Syaif Saen

Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - MALAM BERDO'A

Question : What makes you so interested in poetry?
Answer : More or less I become to love poetry because it is beautiful language
arranged systematically with specific pattern in it.(siamir marulafau :2013).

In primitive societies, poetry dominantly became a medium of language used by illiterate societies with specific communicative medium when they spoke to one with another in their daily life.They urged beautiful language according to what they mean as a means of communication when they conveyed their ideas to someone, whom they talked.This has been proved by the writer as long as he read the historical development of poetry in the history of poetry from primitive period to modern period.

sm/27022014




SMILING WORLD
By : siamir marulafau


The only think i worry about is the world, not to smile any
... to those,who are being cruel for man of all
Not to think of each
Selfish be more and more found wherever You go
No body cares at all

If the world smile
People smile too
No worry makes man be unhappy since the world with eyes
... helps each other

Everything would be all right at the end of lives
Supposed no body betray one with another
Supposed no one kills each other
Kindness, solidarity would be accompanied of all

sm/24022014



MALAM BERDOA
Oleh :siamir marulafau


Malamku mengurai mimpi
Mimpi kunantikan di larut malam
.. di kala rembulan memuntahkan cahaya
Cahaya rembulan menyisir awan
...dengan hujan rintik-rintik

Impian kugapai jauh dikenang
..di kala rembulan memancarkan sinar malam
Terasa gelap terang benderang
Melukiskan wajah umat berseri sepanjang
...malam tak kesiangan

Malamku sepertinya membelai kasih
Di saat kugapai hasrat
Bersemedi di atas syajadah
Merenung
Berzikir
Berdoa sambil meneteskan airmata

ya, Tuhan...
Ampunilah dosa-doasaku
Selamatkan umat-Mu dalam bencana alam
...meluapkan rasa sendu pilu sepanjang
napas mendesah di atas bumi-Mu

sm/24022014



SURATAN SENI
Oleh :siamir marulafau


Seniku tariku mengurai jiwaku
Suratan Illahi dalam kalbu
Menyisir senjaku tergapai dalam anganku
Bersemayam dalam hidupku

Seniku tariku mengupas harapanku
Berbekal sampai hari tuaku
Melukiskan impianku
Tergapai sungguh sampai akhir hayatku

sm/27/02/2014




MENGAPA KAU MENGINTAIKU?
Oleh : siamir marulafau


Kau bagaikan kupu-kupu dalam bayangan
Terbang melambaikan tangan
menghempaskan sayap ke dalam lara

Sukmaku penasaran tak tentu arah
tergiur akan warna sayapmu kemerah-merahan
melukiskan harapan di balik awan
Sungguh menakjubkan pandangan

Sampai mati aku pun melupakan tidak
Hasrat kugapai dengan isyarat bahwa kau
singgah sekejap ke tanah gersang di kala aku
meniupkan seruling seiring burung-burung
terbang ke udara menantikan rindumu tak
kunjung habisnya sampai lautan kuseberang
kering sekering tanah pegunungan dengan letusan
yang amat dahsyat

sm/24/02/2014




ANY BODY CAN ANSWER MY POEM?
siamir marulafau


Why should English be considered as a window of the world?
Why should English be spoken to all over the world?
Why should English be learned before and after?
Why should English be regarded as a mother of tongue?
Why should English be thought as international language?

For those who study will be benefit
For those who learn will gain knowledge
For those who write will be completely saved
For those who read will be completely in mind

sm/25/02/2014




WHAT WE HOPE IS NOT LIKE BEFORE
By:siamir marulafau


It looks like what I hope
Not like before as long as i try best
Seems like after success comes
But i use to do effort for the sake of all

Sympathy be there before and after
But it does not like that as long as i guess so
Let God determines everything we hope
Just the same what we think
But not at all

Surely i guess so
Surely i keep in mind before and after
Times to times to keep always
As long as soul be with us completely

sm/25/02/2014



SINAR YANG TAK PUDAR
Oleh :siamir marulafau


Meskipun kau anggap diriku
bagaikan mentari mencuapkan
sinar menerangi seluruh impianmu
tapi kuselalu setia padamu seiring
langit kugapai dalam renungan
cintamu

Walaupun kau bergegas tidak
sepanjang aku melingkar dalam jiwamu
sampai aku hanyut terkapar dalam
relung namun kutetap bersemadi di balik
kerinduan bahwa kau harapan baruku
sampai akhir zaman meskipun ijab
kuurai tidak tapi untaian tali hatiku
membahana sepanjang masa

Tapi kutetap teguh dalam prinsip
menentukan sikap sampai kau sadar
bahwa bahteraku berlayar tanpa badai
meskipun hanya sekecil pincalan
bermuatan dua tiga seperti kau bayangkan
namun kuberlabuh ke tepian sampai
selamat

sm/25022014




FAILURE
siamir marulafau


Failure is my stepping stone to get success
Where i burst out of running to do some efforts
For the sake of lives
Since the world is sometimes cruel for all men

From now and then i should be aware of life
Life is changeable
No body guesses what is it about
No body knows what it is meant by

Since then i must think over and over
For those remembering failure makes annoyed
For i should be patient as long as my soul touches
... the earth
As long as my mind be with the nature of all

sm/26/02/2014



SEPERTINYA KABUR
Oleh :siamir marulafau


AKU MAU MATI ESOK LUSA SEPERTINYA AKSARAKU TERTINGGAL DALAM DUNIA MAYA YANG GELAP GULITA,SELAMAT TINGGAL

sm/26/02/2014




MENGAPA DUNIAKU GELAP?
Oleh :siamir marulafau


Sepertinya dunia disambar halilintar
Dunia gelap gulita
Kobra tak bermata bergentayangan
Kiblat tak terarah

Kehamilan tumbuh bagaikan cendawan
BKKBN penasaran
PLN tinggal diam
Bisnis Genset menjamur di pasaran
Untung diraih perduli amat
Rakyat kepanasan

Rakyat menderita
Rakyat mengutuk sampai terkapar di pojok kota
Kota Medan gelap gulita
Penyair menggerutu jua

Syair terhenti di perjalanan
Napas satu dua tiga
Kegelapan menyayat lara
Dunia menangis karena ulah

Ular membelit janji rakyat diabaikan
Betanya-tanya, mengapa aku gelap?
Gelapmu sementara 2, atau 3 X kumatikan
Biar tahu rasa, siapa penguasa?

sm/26022014




BEAUTIFUL DREAM
siamir marulafau


My dream seems
to be welcome
for i know a flower
of lives

My dream is so beautiful
to be remembered
for so long as far as
my soul be there
to breath

My dream is so nice
to be reminded
for a while since
it brings happiness

sm/27/02/2014



WONDERFUL SMILE
siamir marulafau


Wonderful so much for the world to smile while i were in far distance to go away since no body cares, no body loves until disgust will be coming
What shall i do for the end?Not to kill because of sin and i really come to realize
it will be more perfect to pray

sm/27/02/2014





MENGAPA KAU MENGGODAKU?
Oleh :siamir marulafau

Sepertinya kau mengintai pandanganku yang berkesudahan tidak kau jelajahi di sebuah pedesaan seiring sinar pengetahuan kugapai dalam dunia kelam penuh dengan hiasan dunia membahana pada relung setiap insan

Tapi kutak menghiraukan bujukan rayuanmu membuat tiang layarku patah di tengah lautan sampai bahteraku terdampar di karang panjang tak bertepi

Sungguh yakin akan dikau sadar dengan layarku yang koyak akibat terjangan angin badai mengoyakkan harapanku di kala aku terdampar di tepi pantai tak bertuan

Niscaya akan kugapai kembali harapan masa lalu meskipun kau merayuku berjuta rasa
sampai kuterdiam dengan melemparkan senyum di arah menyentuh relung

sm/02032014







WHY DO YOU SMILE AT ME?
siamir marulafau


Your smiling is my crying
For i know you are the one of all i think
Though you are so far from my side
Never i forget as long as my life

Because of you i become more and more
...successful from the beginning up to the end
For i know you are still in mind
Though the world not smile as you guess
But i dare say you belongs to my feeling though

Surely you may not betray me
To say so for any reason to think as before
To state what i want since truth is my friend
To say so for a while
To say so for the truth

Truth is my life related to success
To find is not easy as we think
For those become success of all

sm/27/02/2014




MENGGALI LOBANG
Oleh :siamir marulafau


Ular kobra tak bermata menelusuri lobang-lobang kehidupan
di kala dunia gelap gulita sering sinar berbayang tidak terkapar di atas karang
menggeliat sepanjang masa seiring rembulan menitip senyum sampai ke langit yang ke 7 dengan desah napas mengebu-gebu

sm/27/02/2014




CENGRAMA>Puisi Dua Koma 7
Oleh : Siamir Marulafau

Puisi Dua Koma 7
mengurai cengkrama, persahabatan

sm/02032014
Siamir Marulafau berbagi foto Roswita Ningsih.
DI KALA AKU TERKESIMA
Oleh :siamir marulafau

Aksara syairku sepertinya sebanyak daun
di pegunungan sebiru danau dalam beningnya
seindah panorama dalam sukma
membias ke seluruh jiwaku di kala berehat sejenak

Sungguh indah danau dengan deburan air bening
memercik ke seluruh jiwa
Sungguh mempesona hatiku nan kukenang
masa laluku di kala kuingat usiaku di masa muda

Sepertinya pohon-pohon melambaikan tangan
tersenyum atas terurainya aksaraku tak henti-hetinya
di kala goresan tintaku mengupas keindahan alam
ciptaan Tuahanku sekejap

Masya Allah...
sm/02032014



WAJAH YANG TAK SIRNA
Oleh :siamir marulafau


Bagaimana masa laluku terlupakan sementara sinar wajahmu membayang selalu di kala aku termenung di bawah pohon mahoni mengenang dikau
Tak mungkin sinar itu kuhempaskan dengan napas senjaku yang semakin lama semakin berumur di kala kusendirian mengulurkan tangan kananku di atas batu nisan kau semayamkan dalam sukmaku di dunia fana yang kelam

sm/02/032014



TAK TERGIUR
Oleh :siamir marulafau


Secantik apa pun wajahmu seperti bunga ros tak akan kutergiur di kala kau tak menegurku karena aku sudah cukup kupandang kau dengan senyuman membias dari ujung kaki sampai ujung rambutmu tapi kau membuang muka selalu denganku bagaikan tong sampah di ujung jalan kau melirikku

sm/01032014



LARAKU DI SEBERANG LAUTAN
Oleh ::siamir marulafau


Laraku terkapar di atas awan tak bertiang
Seiring kerinduan kugapai dalam taman
Bersemi di setiap sanggar istana
Sukma mengupas kasih di atas daun hanyut
...di seberang lautan

Laraku terkesima dengan untaian kata
... na harapan tertelan zaman
Bersemi di setiap pojok kota
Mengurai rasa damai dalam dunia maya kelam

Laraku membahana dalam relung berkepanjangan
...sepanjang dunia tersenyum dengan rangkaian melati
berkembang dengan musim bersahabat seiring aroma
...bagaikan perfum surga menusuk jiwa raga yang
haus akan kasih sayang sampai dunia bergoncang
...hancur lebur tinggal pusarnya dalam dunia maya
sekejap sampai akhir zaman

sm/28022014




MY LONELY POEM
siamir marulafau


My Poem wanderes as lonely as cloud
It goes down and up the hill
While the leaves dance with all i want
For the life i run by

My poem explores the bottom of the sea
It goes further, not to the beach
Meanwhile it goes bathing for clean
Since the poem is short and completely

It invites love for natural friendship
It smiles to those, who read
That is my philosophy
More or less, thanks so much for all i mean

sm/28/02/2014



TIKUS KELAPARAN
Oleh :siamir marulafau


Biarkanlah tikus-tikus itu
mencari makan asalkan
periukmu jangan digulingkan
sampai terguling ke ujung dunia
tanpa penantian

Biarkanlah tikus-tikus itu
berlari di atas loteng
asalkan jangan membuat keributan
sepanjang kerajaanmu tak
digubris dengan suara
mendesah sampai tidurmu
nyenyak tidak

Sepanjang tikus menggrogoti
pikiranmu
Campakkanlan mereka ke tepi sungai
terjal tak berbatas meskipun kedekapan
...sejengkal tapi tikus itu sadar akan
nantinya dunia bukan milik mereka

sm/29022014



KEWAJIBAN
Oleh : siamir marulafau


Sepintar apa pun kau
masih belum dapat menggenggam bulan
Bulan hanya tersenyum dengan sinarnya
menerangi cahaya hidupmu

Namum kau lupa selalu akan kewajibanmu
Yang menciptakan bulan adalah Tuhanmu
Tapi kau sepertinya perduli tidak akan cahaya
menyinari segala harapanmu walaupun
hanya sepintas hidupmu bernaung di bumi
...Tuhan yang kelam sampai napasmu mendesah
tidak

Yakinlah...
Pasti Tuhan marah akan dikau
menyepelekan sholat 5 waktu sehari semalam
sebelum ajal menjemput

sm/29/02/2014



KOPI PAHIT YANG BAROKAH
Oleh :siamir marulafau


Meskipun bentuk wujudnya kopi pahit
Tak akan selalu pahit
Kekentalan dapat mengubah segalanya
kekentalan kopinya enak dirasa seiring
kopinya dicampur dengan gula
Seiring hidupnya penuh dengan gula
Semut-semut dari berbagai lapisan berdatangan

Ibaratnya kopi tak akan ada manisnya tanpa gula
Ibarat perempuan tanpa di make-up tak akan
...ada cantiknya
Ibarat malam tak berbintang tak akan ada cahayanya
Semua akan mengubah segalanya
Moga kopinya tersemai dalam jiwa

sm/02902014



GAIRAH
Oleh :siamir marulafau


Kutatap wajahmu
mencuapkan hasrat
mendekam dalam lara
sepertinya bisul yang
tak pecah menyengat
keperihan di segala saraf

Kutatap wajahmu
bagaikan bulan purnama
menyinari kerinduan
mengubah segalanya
menghempaskan rasa
kebencian

Kutatap wajahmu
spertinya kumemandang
hamparan lautan luas
mengiris sukma tak
henti-hentinya
mempesona hati yang diam
mengupas rasa suka

sm/29022014




KOPI PAHIT YANG MEMUASKAN
Oleh :siamir marulafau


Siapa pun yang membuat kopi pahitnya akan kuminum sepuas-puasnya asalkan kopinya jangan dibuat sembarang seiring gulanya berjatuhan jangan tak sampai menghempaskan dunia maya

sm/29022014




TERSENTUH
oleh :siamir marulafau


Kapan kau tak tersanjung dalam laraku
Sepanjang bumi Tuhan bergulir jadi abu
Rintihan sukmaku bersemayam selalu
Harapanku terbelah tidak dalam anganku

Meskipun kau berada tidak di sampingku
Namum kasihmu terurai selalu dengan
...untaian aksara membiru di atas awan
kelabu menandakan bahwa kau dan aku
berstau padu walaupun kau membenciku
selalu

Tapi akupun mengubah sikapku
Moga kau sadar akan dirimu menuduh aku
...sebagai kepompong tak menentu
dalam mengisap madu

Untaian kata mesraku menyelimuti
...seluruh impianmu walaupun kau terkapar
dalam kerinduan tak menentu tapi arahannya
..tahu sudah sejak lahirku

Bertanya tak perlu
Yakinlah...
Aku selalu mendapingimu sepanjang napasku
mendesah di atas salju sebagai penyejuk
dalam relung sampai kau mengingatku

sm/28022014



KEHIDUPAN YANG ABADI
Oleh :siamir marulafau


Sebodoh apa pun manusia
akan tahu alam terwujud ciptaan Tuhan

Menggapai hasrat menitih buih
Derap langkah menuju ke tepian

Satu pun makhluk mengurai akal
Pikiran sirna belaka

Pikir itu pelita hati
Insan membayang kekuasaan Illahi

Hidup sementra dipikiri
Hidup selamanya bakal menanti

sm/29022014




KOPI PAHIT
Oleh : siamir marulafau


Kopi pahit kau suguhkan mengurai lara
berkepanjangan sepertinya dunia tersenyum
meskipun kopinya pahit namun tak sepahit
empedu mengupas tali persaudaraan

Namun demikian kopi pahit ditelan sudah
seiring dunia pertemanan menuangkan sinar
dalam cangkir di mana kopi pahit mengubah
sagalanya

sm/28/02/2014



SIRNA
Oleh :siamir marulafau

Siapa bilang aksaraku sirna
Aksara mengurai ikatan
Menggunting dalam lipatan tidak
Mengupas kerinduan selalu

Membayang di wajah sudah
Tali terputus tidak
Akan kubiarkan tak mungkin dalam sekejap
Sirna di hamparan lautan jangan

Tuturnya aksara terlantumkan di bumi Tuhan
Syair di jalanan menderu bagaikan angin
Mendesah bagaikan pernapasan
Mengukir jiwa bersemayam

Mengurai terhenti tidak dalam sukma
Karena syair buat umat
Syair dipertaruhkan bukan
Syair buah pikiran

Syairku
Aksaraku
Puitisku
Mengubah segalanya,sirna tidak

sm/28/022014



SINAR MEMUKAU
Oleh :siamir marulafau


Pancaran sinar di hamparan lautan biru membahana dalam relung sepertinya dunia bersahabat dengan jiwa umat di kala duduk termenung di unjung jembatan sebuah pulau sepanjang dunia maya terhempas tidak dalam anganan anak dara sampai akhir zaman

sm/27022014




Kopi Pahit >Puisi Dua Koma 7
Oleh : Siamir Marulafau


Kopinya tak sepahit empedu
Mengupas tali persaudaraan

sm/28/02/2014



CINCIN PENGIKAT
Oleh :siamir marulafau


CINCINMU TAK SEBERAPA MELUKISKAN DUNIA
SAMPAI TERHEMPAS DALAM KEINDAHAN
SEIRING JARI-JARI MEMBELAI RASA KASIH YANG
TERLUPAKAN TIDAK SEBAGAI IKATAN BATIN
DUNIA AKHIRAT

PERCAYALAH...
CINCIN PERMATA KAU ELUSKAN DI JARI MANISMU
SEMANIS SENYUMKU BERGELORA DALAM JIWAMU
SEMANIS MADU KUTELAN DENGAN IMPIAN KUGAPAI
WALAUPUN NILAINYA TAK SEBERAPA

TAPI AROMANYA MELUKISKAN HASRAT BERKEPANJANGAN
SAMPAI JARIMU DAN JARIKU BERSATU DALAM IKATAN

SM/29022014




CINTAKU DI BALIK PULAU
Oleh :siamir marulafau


Sejauh mana pun kau berada
Kutetap mengenang dikau karena
Di helai napasmu ada napasku
Sepertinya wajahmu terbayang sudah
Meskipun kau berada di balik pulau
Sungguh tak kugapai dalam impian

Namun demikian kasih kutempuh
di pantai Losarai sepertinya teruarai
dengan pasir pantai membahana
pada setiap impian masa lalu
seiring sinar menjelma dalam kerinduan
sampai aku termenung di atas karang
pantai berkepanjangan

Sungguhkah itu ?
Impianku terdampar dengan bahtera
tanpa tiang di kala badai menerjang
kerinduan tak terhingga sampai kuterkapar
dengan deburan ombak pantai ke tepian
seiring kau dan aku mencuapkan sinar
persahabatan sampai akhir zaman

sm/02032014



KOPI PAHIT YANG KENTAL
oleh :siamir marulafau


Apa pun ceritanya
kopi pahitmu kutelan
meskipun kopinya
kelat kental tapi
tersentuh dalam lara
seiring kutelan dengan
rasa dahaga

Meskipun kopi pahitnya
kental tapi tak sekental
jiwaku terurai dalam
napasmu di kala kau
mengenangku

Sebaliknya kekentalan
kopimu mengubah makna
hidupku dari pahit menjadi
manis sepanjang nasehatmu
mendesah dalam napasku
sampai kuterkapar di langit
yang biru

sm/03032014

TERSEKAT RINDU

Melalang buana jiwa yang sepi
meredup dibawah sinar rembulan

disini masih tersisa rindu
dikuntum bunga yang merekah

namun harus terkulai
dalam beliung yang menjamah


Oleh : Syaipoel Bahri Panjaitan
Kisaran, Sumatera Utara

KUNANG - KUNANG

ia datang
bagai mimpi dengan sepasang sayap kecilnya dan bersinar di antara rimbunnya alang-alang di pinggir telaga yang dingin

Ia menjadi pengganti cahaya bulan di musim dingin malam ini

dan di kala titik-titik air mulai kembali membasahi langkahku

Ia pun mulai terbang

terbang dan mulai melemaskan sepasang sayap lusuhnya di sangkar mungilnya

mungkin dapat ku nikmati lagi,
atau mungkin takan lagi

Oleh : COnan Cukupph Sahh

Minggu, 23 Februari 2014

RESAH


Pintu resah menguak dalam sunyi..secarik kabar yang terhembus di angin lalu menoreh pilu.tersudut aku di ruang tak bertepi, namun serasa terhimpit tiada daya aku meronta.
Jauhnya dikau untuk ku rengkuh, melemahkan sayapku untuk terbang ke pelukmu.setetes demi setetes kasihmu yang dulu membasuh dekil hidupku, kembali menjenguk hampa jiwa ku.
Usah kau pergi
Usah beranjak
Tetaplah di situ menunggu aku beringsut mendekat
Mungkin terlewat beberapa saat sebelum lilin meredup
Namun hangat masih akan terasa biasnya meski tinggal sisa. .
Usah kau pergi
Usah beranjak. .
Hulurkan tanganmu untuk menyongsongku. .


Oleh : Rizal Riz Syahadi
Sidoarjo, Jawa Timur

Jumat, 14 Februari 2014

PENGARUH TEATER BARAT MODERN TERHADAP PERKEMBANGAN TEATER INDONESIA


Kalau kita membahas karya Hendirk Ibsen, maka kita tidak terlepas dari unsur, bentuk serta gaya pengarang itu sendiri.Contohnya :Ibsen, dramawan Norwegia ini tidak mempergunakan gaya penulisan klasik atau konfensi penulisan Shakespeare.Ini dapat dilihat baik dalam penggunaan bahasa maupun dalam penempatan pemeran.Ibsen lebih cenderung menggunakan bahasa yang sederhana(Ordinary language), tidak berbentuk lirik atau blank verse,dan pemerannya juga tidak akan selalu berasal dari keturunan raja-raja atau orang-orang berstatus aristokrat tetapi selalu berasal dari rakyat biasa(Common people).Hal demikian dapat dilihat dalam karyanya "A Doll's House", Nora dan Helmer adalah toko yang berasal dari keluarga yang biasa saja.Sistim penempatan unsur, bahagian penting serta gaya penulisan Ibsen ini sangat mempengaruhi perkembangan penulis naskah drama Indonesia, terutama sekali dalam penalaran ide-ide atau tema cerita juga turut mempengaruhi perkembangan teater di Indonesia, seperti Teguh Karya,seorang penulis naskah drama dan aktor Indonesia yang terkenal.Beliau juga mengagumi hasil karya Hendrik Ibsen"Ghost" yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kemudian dipentaskan di Indonesia.

Pengaruh perkembangan teater di Eropah terhadap teater Indonesia bukan hanya berakar dari perkembangan teater yang dikelolah oleh Ibsen dan Strinberg tetapi juga bermula dari pengarang lainnya, seperti Samuel Beckett,Albert Caamus,Arthur Adamov, Eugene Ionesco, Luigi Pirandello,Andre Breton, Harold Pinter, dan yang paling berpengaruh diantara mereka ialah Albert Camus dan Samuel Beckett. Denag kata lain, perkembangan teater modern setelah perang dunia di Eropah menimbulkan dampak positif terhadap teater Indonesia.Penulis naskah drama di Indnesia mulai mencoba menterjemahkan beberapa karya sastra (Play) seperti"Waiting For Godot" karya Samuel Beckett oleh W.S. Rendra, dan karya Albert Camus"Gali Gula" ke dalam bahasa Indonesia yang kemudian di pentaskan di Indonesia.

Dramawan Indonesia bukan hanya saja tertarik pada unsur latar, dan bahagian penting dari aspek peran tersebut tetapi mereka tertarik pada jalannya cerita yang realitas serta peran-peran para aktor-aktor yang cukup serius menggambarkan kehidupan manusia yang kaos dan kacau, terutama sekali eksistensi manusia yang merasa bahwa kehidupan ini kosong.Manusia yang terbuang dari masyarakat dan agamanya serta manusia yang sangat individualis.Hal demikian dapat dilhat dalam"Waiting For Godot" bahwa Samuel Beckett juga setuju dikatakan bahwa kehidupan pelakunya adalah tidak bertujuan, tidak tentu arah,"(Atas tema lakon ini) Beckett mengatakan:Bukan keputusasaan, melainkan pengharapan.Godot adalah kehidupan tidak bertujuan, tetapi selalu dengan unsur pengharapan (Horizon No.5 :1984).Bertitik tolak dari apa yang dikatakan oleh Samuel Beckett di atas tadi, jelas bahwa kehidupan manusia yang modren dalam era globalisasi tidak mempunyai tujuan, artinya tidak berarti dan selalu lari dari tujuan semula sebagai akibat dari kemajuan teknologi.Pengarang Indonesia, seperti Iwan Simatupang dalam hal ini juga terpengaruh dengan pola penulisan serta pemikiran yang sedemikian rupa.Sebagian besar diuangkan kedalam karyanya "Ziarah" bagaimana salah satu unsur yang menonjol dalam karya itu, ialah soal kejatuhan pelukis dari tingkat ke-4 sebuah hotel yang tidak mati, malahan bersetubuh di jalanan dengan seorang gadis cantik (Umar Yunus,1981 :197).Ini berarti bahwa Iwan Simatupang lebih peka merekam masalah eksistensi manusia modern. Dalam pikirannya, manusia tidak mempunyai eksistensi yang logis.Salah satu kelemahan yang dia rasa di sini ialah tidak pernah memperlihatkan kenyataan sosio-budaya pada berbagai suku bangsa. Ini menunjukkan eksistensi manusia semakin kacau.

Sebagai kesimpulan dari uraian di atas, jelas bahwa perkembangan teater barat modern dominan berkembang dari masa ke masa sesuai dengan perkembangan sosial budaya, kemajuan manusia berpikir serta pola pikir nanusia yang cerdas seperti dalam karya Ibsen"A Doll's House" mengungkapkan emanisipasi wanita yang ingin bebas dalam kehidupan dunia yang realitas, dan yang lebih penting lagi bahwa kehidupan manusia yang tergambar di dalam beberapa karya sastra(play) serta peran dilakonkan di atas pentas mempengaruhi perkembangan teater Indonesia karena cerita atau tema lakon yang dilakonkan menggambarkan kehidupan manusia yang kaos selain dari gaya dan sistim penulisan naskah (play) yang ditulis oleh dramawan barat modern.Dengan kata lain, pengaruh perkembangan teater barat modern ini bukan hanya saja berpengaruh pada perkembangan teater dan para penulis naskah drama Indonesia bahkan pengaruhnya juga berkembang di kalangan penulis-penulis noevl Indonesia, seperti NH. Dini juga tertarik pada pola pikir ini.Sebagai buktinya, penulis novel ini telah berhasil menterjemahkan sebuah karya sastra Albert Camus berjudul "The Plague" kedalam bahasa Indonesia dengan judul"Sampar".

Daftar Pustaka :

Adhy Asmara,dr,1977.Apresiasi Drama.Jakarta: Penerbit C.V.Nurcahaya.
Adam Hall,1964.Writing Essay about Literature. New York : Random House,Inc.
Brockett,G.Oscar, 1964.The Theatre an Introduction. Reinhart&Winston,Inc.
Collis,R.G.1972.From An Ancient To A Modern Theatre.The University of Manitoba Press.
Jacob Sumaryo,Drs, 1984. Memahami Kesusasteraan. Bandung :penerbit Alumni.
Junus,Umar, 1981. Mitos dan Komunikasi.Jakrta : Penerbit Sinar Harapan.
Marulafau,siamir,1988.Introduction to Drama.Medan : Fakultas Sastra

Oleh : siamir marulafau

Kumpulan Tembang Kata Wak Brong-NYANYIAN HATI


Ku petik gitar pejamkan mata...
Agar jelas ku dengar nyanyian hatimu...
Tembang cinta walau tampa suara... Namun jelas ...teruslah kau bernyanyi kan ku dengar itu pasti..,
selamat malam bungaku...ku yakin kau kan terus mekar dan berseri tuk slamanya ....


-----------------


Terbuai aku dalam lamun di dingin malam... Tentangmu..! Ya...semua tentang apa yang tlah kita jalani bersama... begitu indah kadang tawa dan canda.


-----------------


Wahai bidadari malam...temani aku dalam tidurku... Agar dapat ku tepis keresahan demi keresahan yang menyesakkan jiwa dan ragaku...temani aku ..agar ku slalu tersenyum dalam keseharianku juga tidurku...
Selamat malam semua, juga cintaku



-----------------



Senja berganti malam.... Smoga hari depan akan lebih baik dari hari ini.... Don't forget ... Mencoba walau tak mampu..
Don't say NOT before you try...OK...Stay smilling


By : Wak Brong
Batam,Riau

14 FEBRUARI 2004-2014 (untuk PUTRI ANNISA KALITHASANIE anakku)

nak,..
denting waktu terus melaju
membawa usiamu bertambah satu
tak terasa penat lelah kita terus di buru
dan aku hampir di perlupa rindu
pada desir pertengahan february ungu

nak,...
selamat ulang tahun
maafkan aku sebagai ayahmu
kalau belum mampu belikan mainan yang sepecial
atau juga hiburan yang menyenangkan
aku hanya bisa hadirkan serangkai do'a
semoga kelak kau menjadi anak yang berguna

nak,...
sewindu sudah jarak kita berpisah
dan ini february yang ke delapan
aku tak juga temukan dirimu
sebagai ayah aku selalu menyimpan rasa rindu
untuk segera bertemu denganmu
duhai bidadari kecilku

o,nak...
dari batas pesisir
ku kirim salam pada angin yang mendesir
kuselami sepi tanpa canda tawamu
kulewati ulang tahunmu bersama kabut sendu
di sini di batas cawan kemumu

nak..
sekali lagi kucuapkan selamat ulang tahun
semoga selalu ada bahagi yang mengerling di bawah mata kakimu
yang begitu sejuk sesejuk air telaga di bola matamu

o,anakku
maafkan ayah,maafkan?!
jika di hari istimewamu
aku tak datang menemuimu
semoga kau bisa mengerti akan perjalanan hidup
dan semoga kau bisa pahami secuil waktu
yang telah menggiring kita menjadi jauh

maafkan aku,nak?!


Oleh : Kakek Jomblo Tampan
KJT,2014


RENYUH

Sadar q renyuh
punah musnah tak bisa terbayang
Tuai ini kah deru badai dgn gelombangnya
Serasa sesak tak berkata
Hanya menatap jauh
Kpn ini berakhir
Sisi indah dunia q remuk
Dan hanya buram tesirat
Kuat kah
Pondasi ini menahan beribu badai dan gelombangnya
Mampu tuk redam ketidaksalahan yang tidak aku tanam


Oleh : Ichigo Mewmew
Tanjungbalai,Sumatera Utara

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung-GUBUK BAMBU BAHAGIA

# GUBUK BAMBU BAHAGIA #

Gubuk Bambu memberi Cerita,
Kisah tentang Suka dan Duka,
Mengukir indahnya Rumah Tangga,
Mensukuri Apa yang kita punya,
Penuh Kasih di dalam Asmara.

Tak pernah terdengar Keluhan,
Dari senyum Bibir mu yang Mempesona,
Yang membuat Hati ini kian Tertawan,
Kepada Hatimu yang begitu Mulia,
Walau Bersama ku kau Menelan penderitaan.

Ingin rasanya ku melihatmu selalu Bahagia,
Dapat memberi semua apa yang ku punya,
Agar senyummu dapat ku lihat Manja,
Hilangkan semua Cerita Sensara,
Yang mungkin kau Pendam di dalam Dada.

Kadang kala aku Termenung,
Melihat mu hanya beralaskan Tikar biasa,
Namun kau dapat Tidur dengan rasa Senang,
Walau kadang Tepisan Hujan Membasahi Juga,
Basahi dirimu Insan yang ku Sayang.

Terima kasih ya Allah sang Penguasa,
Gubuk Bambu menjadi tempat penuh Bahagia,
Kepada ku Insan yang kau Cipta,
Di dalam Indahnya Rumah Tangga,
Bersama dirinya yang berhati Suci Mulia.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 14:02:2014)


------------------



# HASRAT DAN DOA #


Ku bertanya pada suara Jiwa,
Masihkah Cinta tercipta sempurna,
Yang merayu Manja di depan Mata,
Bisikan Cinta di Relung Sukma,
Penuh Pesona dalam cerita Asmara.

Namun Malam semangkin Sunyi,
Resah Gelisah tak dapat sembunyi,
Dari setiab Mimpi2 yang menemani,
Di antara cerita hidup yang ku Lakoni,
Dalam mencari makna Cinta sejati.

Di saat ku melihat Mentari Pagi,
Bagai taklagi bersinar menerangi,
Tatapan Mata ku yang bagai tak Berarti,
Menghitung hari bersama Ilusi,
Adakah Cinta Suci dapat ku Miliki lagi.

Kala ku terpandang Cerita Kasih,
Terpana aku di dalam Pesona,
Namun hanya menjadi pejalanan Lirih,
Ketiadaan selalu berubah kecewa,
Yang membuat Hidup bagai Meniti Buih2.

Dalam sepi ku panjatkan Doa,
Di Remang malam ku coba Bermanja,
Berharap hadirnya Untaian Rantai2 Cinta,
Mengikat ku erat dalam menuju Rumah Tangga.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 14:02:2014)


------------------

# BERI AKU SEDIKIT WAKTU #

Ada kata tersembunyi,
Lahir di dalam Sanubari,
Tentang Cinta yang lama Menanti,
Menanti Bersemi sepanjang Hari,
Bersamamu Insan yang ku Sayangi.

Namun semua bagai Sia2,
Mendekat mu saja aku tak bisa,
Sedangkan Cinta ini lama Mendera,
Menyiksa Raga Perihnya di Dada,
Seakan Hari2 tiada Artinya.

Sekian Waktu ku ingin bersamamu,
Namun kau selalu meninggalkan ku,
Membuatku Terpaku sendiri Membisu,
Menantap Bayangmu yang kian Berlalu,
Menjauh dari pandangan Mataku.

Andai ku dapat memintamu,
Mendengarkan semua Rasa Rinduku,
Yang sekian lama Mengganggu,
Ungkapkan Cinta Tulus kasih Sayangku,
Agar terobati Hari2 ku yang Sendu Kelabu.

Percayalah padaku,
Beri aku sedikit Waktu,
Untuk ungkapkan semua isi Ruang Hatiku,
agar engkau tau hanya kaulah Cinta ku,
Yang ku Rindu di Sepanjang Hayatku.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 16:02:2014)


------------------



# BAK SALJU DI TENGAH LAUTAN #


Tiada lagi Indahnya hari,
putik2 berguguran kini,
Bunga2 pun tak ingin Berssemi,
Kupu2 tak lagi Menari,
untuk menghisap Madu putik Sari.

Entah apa yang telah menjadi Petaka,
Kemesraan hilang seketika,
Bersama pudarnya Gelora Cinta,
Yang telah terbina bersama,
Dalam indahnya cerita asmara.

Mungkin sudah menjadi takdir diri,
Semua tak dapat ku pahami,
Sedang Janji2 yang telah terpungkiri,
Kau tinggalkan aku sendiri di sini,
Manjakan Hati yang tersakiti.

Bak Salju di tengah Lautan,
Terombang ambing tampa tujuan,
Dan hilang mencair tampa Kesan,
Bagai rasa ini yang terkecewakan,
Menjadi Mimpi di dalam Kenangan.

Dengarlah salam terakhir ku,
Jaga dirimu semanjang Waktu,
Dan aku bukan lagi Jadi Penjagamu,
Karena semua telah menjadi Pintamu,
Dalam meniti hari2 dan Waktu.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 29:02:2014)

Kumpulan Pusi Drs. Mustahari sembiring-PUISI ALAM SEMESTA

PUISI ALAM SEMESTA
( Satria Piningit telah tiba )
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Salam pekat jarak pandang melekat,
kelabu coklat beraroma belerang hangus
negeriku dibrangus,kotaku morat marit
rakyat melarat,semakin sekarat sekarat karatnya
peringatan atau pertanda, ataukah kiamat ?

Ini Puisinya Alam dari Sang Maha Puisi
Firman bersayap multi ganda, semua tersirat disana
pembersihan alam raya sekaligus siaran berita
Satria Piningit telah tiba,
seperti dituliskan eyang Leluhur Djojoboyo
eyang Ki Sabda Palon mengaminkan berita dukanya
dibeberkan Babad Tanah Jawa dikawal Prabu Siliwangi tanah Pajajaran
trah Majapahit dibesarkan dibhumi Pajajaran,menyatu dijiwanya
terpenjara dibawah gunung Kahuripan tanpa belerang
dikawal tiga beringin tua, tiga sendang mendamaikan Nusantara
sekali lagi, ini tanda Satria Piningit telah tiba
putra fajar saksi hidupnya, amin.

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,jumat,14/02/2014=11:11wib

----------------------

MENENUN HATI WELAS ASIH
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-

Jika ada waktu tersisa,
ajari aku menganyam awan
agar kutenun hati welas asih
bekal perjalanan jiwa di-hakiki-nya kehidupan
setelah hidup dilipat, ditutup untuk selamanya
dalam keagunganNYA : jarak - waktu - ruang terlampaui

Dari singkatnya waktu tersisa,
sisihkan usia menimbang harkat insani
mengirimkan tilik sandi kedasar paling jujur hati nurani
berapa besar kerinduan berbagi dari kurangnya diri ?
berapa luas hati nurani memaafkan sembilu lukai sanubari ?
berapa ikhlas syukur terucap dari nikmat hidup penuh berkat ?
jangan serakah menumpuk asesoris dunia, sia-sia sampah belaka
saat jemputan datang tak ada buah tangan, tinggallah semuanya

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,selasa,11/02/2014=07:47wib


----------------------


UPACARA PENYAMBUTAN DARI ALAM SEMESTA
( Satria Piningit telah tiba )


Perenungan nyata dilema alam semesta,
sajak bencana, puisi cinta, prosa Sang Pencipta
babak awal isyarat datangnya Surya Baru dinusantara
penggenapan sandi leluhur
tak ingin negeriku hancur lebur
kita harus akur

Ini baru isyarat awal,
tilik sandi leluhur kabarkan puluhan kali dahsyatnya
saat alam semesta menyambut kedatanganya,
gunung-gunung bersorak, alam raya bergoyang ; gempa
samudra raya dendangkan gelombang pasang
delapan penjuru angin siulkan badai semesta
jangan cemas, ini pertanda kedatanganya
sang pemimpin SATRIA PININGIT dengan RATU ADILNYA
mengembalikan kejayaan Nusantara

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku, sabtu,15/02/2014=22:42wib


----------------------

TENGADAH MALAM
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Tengadahku membelah malam
merayapi jalan menanjak tinggi ditiang bumi,s
mencari MU Gusti Pangeran Welas Asih,
ijinkan kupinjam welas asih MU untuk sejukkan bara duka,
bumi menggelinjang sebab ulah manusia,
menggunduli hijaunya hutan belantara,
mengaduk aduk perut bumi ,
tertawa menang dan ditinggal tak perduli

Tengadahku membelah malam,
memohonkan ampunan dan welas Asih MU
janganlah balaskan kejahatan dengan hukuman ngeri
satu insan ditanggungkan rakyat negeri
ampuni kami Gusti, hamba tak tau diri
bukannya bersyukur malah perkaya diri sendiri
layakkan kami Tuhanku,
jalani hidup damai dibumi,

# Pondok bambu istanaku,sabtu,15/02/2014=19:19wib


----------------------

GELAP NURANI MATI HATI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Waktu, tempat dan situasi tak mampu merubahmu
tetap saja tebar pesona
tawarkan madu dibibir berbisa
wajah cantik menawan beraroma dusta ,
aku kecewa

Kumpulkan pundi-pundi, percantik hiasi diri
lampiaskan birahi dendam kesumat pada lelaki
tak perduli harga diri
gelap nurani mati hati

Maafkan, kubatasi diri
kuhapus keberadaanmu dipustaka sahabat hati
petakan diri jalani secara pribadi
blokir permanen atau amputasi
anggab saja tak pernah ada yang terjadi

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,21/02/2014=12:12wib



----------------------

PASRAH BERSERAH MENGIKUTI JALAN TAKDIR
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Bawa gelisahmu ketahajud tengah malam,
uraikan dalam lantunan cinta pada sang Maha Cinta,
basuhlah dengan airmata ,lunturkan galau disekujur jiwa.....

Hidup menawarkan keseimbangan,
angkara murka memutar balik fakta
tiap jiwa dicemari noda
kehilangan aura ciptaan termulya

Drama kehidupan menggelar : ketimpangan, tragedi moral,- penzoliman, jurang sosial, kolonialis instansi, kesukuan isme-isme, -
virus kemunafikan, seks bebas, pendewaan harta benda, neo -
hukum rimba , dimaha panggung dunia
semua terseret dilingkaran tak berujung
henti sejenak diujung doa khusukmu
mengikuti jalan takdir
pasrah berserah pada Sang Sutradara

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Jumat,21/02/2014=09:9wib


----------------------

LAHIR DIMASA DEPAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Apapun sudah kukatakan,
dalam diam dan tatapan tembus dimensi
lugu, apa adanya, terbaca vulgar
belangan aku diberitahu alam : sikap itu tiketku ke neraka
ketika akan berontak, bayu mencolekku : percuma !!
katanya : lahirmu terlalu cepat dan salah tempat !

Dalam geram aku terus saja kerasukan
teriakanku pecah ditenggorokan
haruskah kupungkiri kenyataan ?
tetap bertahan hingga titik darah penghabisan,
atau berselingkuh, moral dan harga diri kugadaikan ?
jika boleh, kupilih mundur, lahir dimasa depan...

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,rabu,19/02/2014=10:50wib



----------------------

JALAN TIRAKAT MEWUJUDKAN HAKEKAT
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Sekuat tenaga kuupayakan tetap berdiri,
meski deru debu membelah angan dan cita-citaku
menyapu bersih semua tanah kering jalan kedepan
bahkan hampir tak ada lagi tempat berpijak
semuanya labil : ' ambruk ambruk gedang '
tinggallah aku layaknya badut
pahlawan kesiangan

Sekarang sudah senja
temaram jalanan memaksaku tertatih
dalam letih kusematkan harapan menggantung
berharap kelak ada satria niat membaca gelagat
meneruskan jalan tirakat mewujudkan hakekat
kita satu dalam kasih, berdamai dibumi sesama insane

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Rabu,19/02/2014=08:49wib

----------------------

SIAPA PUNYA HATI NURANI, WASPADA DAN BENTENGI DIRI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Segenggam harga diri tercecer dipinggiran trotoar kota,
menyemak belantara manusia
menyatu bising hiruk pikuk penghuninya
menjadi warga ibu kota
siapa lu siapa gue
terlambat menyadarinya

Segenggam harga diri tak ada yang perduli
sikaya makin kaya si miskin tambah melarat
berbondong bondong tawarkan rencana, indah teorynya
sudah bisa dibaca ; habis manis anda tak guna
lebih parah setelah jadi ; raja tega, sodok sana serobot sini
modal harus kembali, soal moral kita bicarakan nanti
gejala apa ini, vulgar sekali
siapa punya hati nurani, waspada dan bentengi diri

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Selasa,18/02/2014=09:29wib


----------------------




RIWAYAT ANAK DESA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Ketika memunguti anak tangga dari desaku
embun pagi masih akrab dipucuk ilalang
semburat merah ditimur adalah sahabat pagiku
menyusuri jalan setapak sunyi
sama sekali tak terbaca isyarat
lelah sekarang ini

Ketika tapa brata dibumi candi baru
lempengan kejujuran mulai terkendala
didera prasangka polosnya tata krama
tanggungkan hukuman tumbal angkatan ikhlas saja
mungkin belum saatnya berkata apa adanya, tabu
silang sengketa, radikal, pembangkang sederet sebutan miring
berbuah lelah tak sudah,
beginilah jadinya

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Selasa,18/02/2014=08:28wib



----------------------


MENGANYAM KALIMAT DILEMBARAN JIWA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Jika kau ingin melihat kuletakkan kata,
baiklah sekarang kulipat kalimat,
kukemasi seluruh tanda baca,
kuuurai huruf per huruf,
kejurang terdalam sukma kulemparkan semua,
supaya kau lega
melenggangkan prosa, menarikan puisi, teriakkan gurindam
didadaku

Jika kau ingin periksa pustaka jiwaku kosong,
semua pintu telah kubuka termasuk rongga sukma
carilah titik saja atau sebutir koma sudah tak ada
aku memilih diam dalam suku kata
mempersilahkan narasimu lega
dipojok apa adanya kunanti isyarat
kapan boleh kita mulai menganyam kalimat sederhana
dilembaran kosong jiwaku

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku, Senin,17/02/2013=11:11wib



----------------------


ELANG PATAH SAYAP
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
( Kudedikasikan untuk sahabatku JAKA MALELA )


Menukiklah wahai sang elang,
rela ikhlaskan diri dituntun kelana jiwa,
meski perih luka didada,
ujung pengembaraan adalah serupa,
semua pun akan merasakannya,
tinggal dimana meletakkan kenangannya
perihmu menusuk jantungku...

Menukiklah wahai sang elang,
hempaskan beban diatas Asma NYA
meski sarang,cangkang telah tiada
dijanjikan NYA indah pada waktu NYA

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Senin,17/02/2014=08:00wib —



----------------------

PONDASI MEMBANGUN NUSANTARA JAYA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Muskilnya menterjemahkan sajak MU Tuhan,
bait-bait gemuruh gunung syair bencana
nyanyian awan tarian hujan hanyutkan negeri
segini saja sudah ngeri
bagaimana jika ditambah lagi ?

Tak mampu kuprosakan puisi MU
tentang negeriku,tentang peminpinku,tentang tikus-tikus kurcaci
bagaimana kubahasakan semua ini ?

Jika ini awal terbitnya mentari harapan nan sejati,
maka mampukanlah kami mengurai magna bencana ini
jadi pondasi membangun nusantara jaya
mengusung SATRIA PININGIT ketahta mulya
jangan biarkan berurai air mata apalagi kehilangan nyawa

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Minggu,16/02/2014=19:19wib



----------------------

JAUHI LINGKAR API
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Mengurai benang kusut risauku terpaut
berapa banyak lagi ratap
sebab lahar masih terus meluap
bahkan sederetan letusan sudah mengantri
menyingkirlah segera sodaraku ditiang langit
jangan remehkan isyarat leluhur
sebelum tubuh terkubur
jauhi lingkar api

Petuah leluhur pendiri negeri, kini dimulai
episode amukti api sudah terjadi
betapa ngeri pembersihan ini
siapa mengerti hendaklah berjaga diri

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku, Minggu,16/02/2014=18:18wib



----------------------



INI AKU TUHAN, MANUSIA PENDOSA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-


Seminggu jarak kutempuh dengan ragam laku
bertumpu rasa lelah melilit sengsara diraga
lolongan kegaduhan adalah galau insani
ingin merenda hidup lebih manusiawi
kedagingan yang meraja
jiwaku beku

Kini kudatang dalam kusut masai
berharap teduhnya siraman firmanMU
tenangkan samudra hidup
jembatan menuju keabadian
kelak saat jemputan melamar
ketika lonceng gereja memanggil
ini aku Tuhan, manusia penuh dengan noda dan dosa
tahirkan dosaku, layakkan jiwaku,mampukan kujadi abdiMU

‪#‎Pondok‬ bambu istanaku,Minggu,16/02/2014=09:00wib


Kumpulan Puisi Siamir Marulafau-DOAKU PADA KELUD

DOAKU PADA KELUD
Oleh :siamir marulafau


Sepertinya bumi bersahabat tidak
Alam kabut mengurai duka
Sang kelud memuntahkan isi perutnya
Insan berdoa selalu mengurai kecerahan

ya, Tuhan...
Hentikanlah bencana di bumi ini
Insan berharap akan reda semburan
Mengurai duka berkepanjangan

ya, Tuhan..
Lahar kelud bagaikan neraka tidak
Insan berdoa selalu mengurai kecerahan
Moga kelud gunung tetap diam

Semburan debu beralih embun menguap
Menyegarkan lara beralih suka
Doa tersemai setiap saat
Kelud gunung setia, indah permai pada
..setiap insan
Bumi Tuhan mengupas sejarah

Manusia bumi bertanya dalam dada
Apa salahku?
Apa dosaku?Semburan menghempaskan harapan
Dunia mengkerut muka sebab insan
banyak dosa

Mohon ampun pada Tuhan
Tuhan maha penyayang,penyegar lara
Moga kelud diam tetap pada tempatnya
Moga Tuhan paring barokah

sm/14022014


-----------------


MEMORI TAK TERLUPAKAN
Oleh :siamir marulafau


Di kala usia menyisir senja berkepanjangan sepertinya kenangan berbayang di wajah nan terlupakan tidak sepanjang hayat

Rasanya kerinduan terbang di atas awan jika kasih mengurai dalam dada di saat belaian asmara membahana dalam jiwa

Tapi aku tetap pasrah pada Tuhan,pencipta seluruh alam seiring dunia tersenyum dengan daun-daun berguguran tertanam di tanah diam
Apa kutakan nan maksud hati memeluk gunung apa daya tangan sampai sementara airmata berlinang siang malam di kala kasih terbayang mengurai dalam impian walaupun hanya sekejap dirasa

bertahun sudah senja mengupas kerinduan tak terhingga sampai jasa menangis tanpa airmata bila kasih dikenang pada masa lalu
Meskipun beribu bintang di langit namun kasihmu terabaikan tidak sepanjang bunga mekar di taman menguapkan hasrat dunia fana yang kelam

Tapi senantiasa aku tega tidak melupakan kasihmu meskipun bumi Tuhan hancur lebur sampai akhir zaman karena kau dan aku bersatu padu dalam lara dengan hiasan permata bunda dalam raga dan jiwa

sm/14022014



-----------------


IMSI MENGURAI KASIH
Oleh:siamir marulafau


Sepertinya nama kusemai dalam lara
Sepertinya nama kurenung setiap saat
Wadahku kutanamkan dalam jiwa
Setiap tahun kubina dengan ikhlas

Siapa bilang IMSI mengurai kasih tidak?
Berguna bagi nusa bangsa
Kuperjuangkan sampai akhirat
Seiring wadahku dikenal di penjuru dunia

Dunia tersenyum mengulurkan tangan
Sepanjang IMSI berdiri tegak ke pangkalan
Ketua baru terlantik terpercaya
Memancarkan sinar ke segala arah

Mengupas SDM buat umat
Sukses selalu dalam jiwa sampai nama tersirat
... ke tepian
IMSI berwajah ramah
Kucing melompat bersahabat mengurai kasih
... nan setia sepanjang masa

sm/20/02/2014


-----------------


APA ITU ZIKIR ?
Oleh :siamir marulafau


Zikir mengalun dalam relung
membahana sepanjang waktu
Daun-daun bergoyang terhempas angin
Di kala napas mendesah dengan alunan zikir

Zikir bukan sembarang zikir
Menyebut asmanya Allah
Iman subur dalam dada
bersyukur nikmat pada Tuhan

Sekali zikir mengurai iman
Menambah ketakwaan di dunia fana
Seiring asma-Nya Allah terucap
Dunia tersenyum sampai alam bazah

sm/20022014


-----------------


UNTAIAN DALAM BIBIRMU
Oleh :siamir marulafau


Sepanjang untaian puisi terukir dengan bibirmu berwarna merah jingga senantiasa langit mengupas rasa kasih nan mesra di udara Tuhan seiring daun-daun mengulurkan tangan mengucapkan rasa haru karena keindahan dunia membahana dalam dada

Sesungguhnya kecantikan adalah hiasan dunia sebatas napas mendesah dalam raga
Sebatas jiwa bersemayam dalam kasih terlupakan tidak sampai akhir zaman

sm/20/02/2014


-----------------


BIBIR MERAH MENGUNDANG HASRAT
Oleh : siamir marulafau


Bibirmu seindah surga
Menyisir lara berkepanjangan
Mentari menyinar ke tepian
Hasrat menggiur ke pangkalan

Birahi memuncak ke pegunungan
Surga menanti bersemayam
Desah nafas menderu bagaikan Topan
Siang malam rembulan memancar

Mata berkedip kesedapan
Mensyukuri nikmat dunia
Sepanjang raga mengembara di atas awan
Kepompong bersahabat dengan bunga

Wajah berseri karena citra
Cinta bersemai dalam raga di saat cacing
..menggeliat dalam tanah
Sekujur tubuh kepanasan

Mengupas cinta karena hasrat
Suara melengking berderai basah
Suara sayup menjenguk lara
Hati penasaran karena cinta

sm/20/02/2014


-----------------


TAMAN YANG INDAH
Oleh :siamir marulafau


Bunga-bunga berkembang sepertinya
membelai jiwaku dalam kerinduan akan kehadiran-MU
Kuselalu merindukan-MU
Siang malam kusujud di hadapan-Mu
Sepertinya napasku mengurai rasa suka akan nikmat-Mu

Di kala aku berdiri melirik keindahan alam kau semai
dalam setiap jiwa membahana sepanjang dunia tenggelam tidak
Walaupun aku hidup sementara dalam alam fana kekal tidak

sm/20/02/2014


-----------------

SINABUNG MENJALIN KASIH
Oleh :siamir marulafau


Senja kau lukiskan dalam hidupku
Kenyataan sudah mengurai dalam sukma
Seiring mataku meneteskan airmata
Sepanjang derita mengupas kebahagiaan

Impianku tersemai dalam duka
Sepanjang Sinabung meluapkan asap
debu berkepanjangan
Hati nurani memukai pada alam

Insan berhati salju mengurai kasih sayang
Manusia saling kasih mengasihi
penawar obat duka bagi umat,menderita
... sepanjang masa

Ya, Tuhan ...
Hentikanlah deburan asap ini
Moga insan berbahagia pada tempatnya
Seru sekalian alam, moga Tuhan paring barokah

sm/19022014


-----------------


MUNGKINKAH KAU RINDU LAGI?
Oleh :siamir marulafau


Hatimu seluas tanah lapang
kujelajahi dalam dunia maya kelam
Tak sebanding dengan kisah cinta
kita semai bersama dalam angan

Hatimu tak sebeku salju di pegunungan
mengurai rasa kerinduan
mencairkan rinduku bertahun sudah
di kala aku dan kau berdekap tidak

Sungguh merindu nan hati risau
Sepertinya kau tak akan kembali dalam
dunia kutempuh

Sepertinya kau muncul tak akan
kembali lagi mengkisahkan penderitaanmu

Tapi sungguh kunantikan kehadirnmu
walaupun hanya sekejap mata memandang
dalam jiwaku

sm/19022014


-----------------

BERKELANA
Oleh : siamir marulafau

Sepanjang hayat kutak tahu siapa kau
Sepanjang petualangan anganan berbayang tidak
Siapa yang tahu dalam berkelana?
Seorang pun tak tahu siapa aku?

Dalam hati kuberkelana
Siapa yang tahu?
Namamu terlukis hanya dalam impian kugapai selalu
Meskipun bayanganmu berdekap tidak dalam jiwaku
Tapi aku mendoakanmu selalu

Senyumanku menyisir langitmu
Seindah lekuk tubuhmu
berbayang di wajah nan jadi bulu perindu bahwa kau
..yang kurindu selalu

Meskipun dunia luas menggapaimu namun laramu
bersemayam selalu dalam relungku, betapa tidak?
karena kau obat penawar sendu menghampiri diriku

sm/19022014


-----------------

MERANGKAI HIDUP
Oleh :siamir marulafau


Sungguh baiknya merangkai hidup sepertinya ranting pohon dengan daun-daunya tersusun indah seiring jiwa tentram dalam menghadapi segala kesusahan

sm/18022014


-----------------


PANDANGAN MENGUBAH JIWAKU
Oleh :siamir marulafau


Pandanganku mengupas rasa
piluku sepertinya aku terbang
di atas awan dengan sayap
mengurai segala harapan masa
depan

Mungkinkah itu?
Rasa-rasanya ada sesuatu dalam kalbu
tapi tak dapat kucetuskan begitu saja
Sepertinya hidupku ditelan awan
berkepanjangan sepanjang hidupku
mengembara di atas awan kelabu

Sungguh aku tak tahu
mengapa nasibku begitu?
Sungguhkah aku mengubahnya
Tapi aku tak tahu
Tuhan selalu bersamaku
Di mana pun aku mengadu
tak akan ada selain Tuhanku

Mengubah nasibku jadi bubur
Entah apa kupikir dalam diriku?
Sepertinya jiwaku tertanam dalam
keindahan alam-Mu

ya, Tuhanku maafkanlah segala
kesalahanku, segala dosaku
Sungguh aku memandang-Mu selalu
meskipun tak berdekap dengan ragaku
Namun jiwaku pada-Mu selalu

sm/18022014



-----------------


PENDIDIKAN ITU APA ?
Oleh :siamir marulafau


Langit biru kutempuh
sepertinya jauh dalam anganan
sementara bumi kupijak
menususk kaki selalu
Mengapa aku bertanya selalu
dalam diriku?

Generasi bangasaku cantik
amat dalam dunia kelam
tapi pendidikanku merosok
dengan moral bejat
Sama siapa aku mengadu?

Kutak mungkin mengadukan
perihalku pada rumput bergoyang
Kusenantiasa berpikir apa salahku
Aku bisa terkutuk taat tidak
pada guruku, orangtuaku
melahirkanku di dunia
Sadar sungguh kutak tahu tiada guru
hidupku gelap terus menerus
ibarat langit tak berbintag tiada
sinar menyinari kalbuku

Oh, Tuhanku...
Berikanlah kesegaran pada diriku
Sadar sungguh pendidikan
mengubah segalanya dalam
diriku, mengubah masa gelap
jadi terang benderang dalam jiwaku

Oh, Tuhanku...
menuntut ilmu penting sangat
bagiku, hamba-Mu beraamal
atas ilmu kutuntut selama hidupku

Dengan pendidikan bangsaku
bertambah maju, generasiku
berhasil dalam segala unsur
pendidikan bukan bisnis,bukan
pameran tapi mengubah segalanya
dalam hidup karena hidup hanya
sekali kutempuh sebelum ajal
memanggil hamba-Mu

sm/18022014



-----------------


IMPIAN YANG TAK KUNJUNG DATANG
Oleh :siamir marulafau


Rupanya kau bukan lagi sesosok bayangan dalam jiwaku
Rupamu mengubah segala impianku
Sinar matamu membakar hasratku sampai aku hangus menjadi arang tak berabu
Sungai gangga mampu tidak menyegarkan tubuhku dengan bara api kau suguhkan
dalam impian masa lalu

Kelihatannya harapan hancur berkeping bagaikan gunung meletus
Meskipun bujuk rayu kau lukiskan di atas langit-langit gedung baru namun laraku
terobat tidak dengan senyum dan rayuan maut kau dendangkan pada malam
rembulan beraroma syahdu

Tapi aku yakin kasihku sirna selalu sepanjang dunia kau tebus tidak
karena kau mengurai janji mulus tak kunjung datang di batang pohon kita semai
bersama di sebuah ladang di belakang rumahmu

Anggaplah itu sebagai bagaian hidup tertata tidak dalam taman firdaus kita impikan
tak kunjung datang menggapai hasrat dunia yang sirna selalu

sm/22022014



-----------------


MAMPIR SEJENAK
Oleh :siamir marulafau


Pasir putih kuimpikan
mengurai kerinduan
berkepanjangan di kala
aku berjalan sendirian
tanpa ada bayangan
di sinar mentari panas
sepanas lahar gunung
meletus

meskipun perjalananku ini
menjadi kisah bagi hidupku
terlupakan tidak sepanjang
masa bila usia senja
menggapai hasrat panjang
di dunia yang kelam

sm/22022014

-----------------

CINTA YANG BAKAL PUTUS
Oleh :siamir marulafau


Sepertinya aksara syairku bertebaran di atas awan kelabu
Tak ada lagi larik yang mengukir impian
Impian sirna selalu diterpa badai berkepanjangan
Kadang hanyut di muara sungai ditelan pasir putih

Di atasnyalah aku melukis akasara sau persatu
terciptalah larik-larik menggema dalam jiwa
Satu pun larik mengatakan deburan cinta tidak
Karena cintaku ditelan warna berbeda

Meskipun cinta terukir dalam lara namun suka dan duka
membias dalam sukma
Sepertinya cinta dan kasih itu hanya tergapai dalam bayangan
Membuat tali cinta seakan-akan putus tapi kerap menaburkan
...kerinduan yang amat dalam

sm/24/022014

Selasa, 11 Februari 2014

PERSAHABATAN

persahabat hanyalah hitam di selimuti oleh
putih..
dan putih beralaskan kegelapan...
dan berakhir kedalam kecaman kesombongan..
akan ke'egoisan membara... Ingat lah “Jagalah namamu, jangan sampai
disebut pengkhianat bangsa.

”.
Dan saya bukan kompromis. Saya hanyalah
korban dari cerita kisah ini'

By Wira Ara Sudibyo
Di kota sang peroklamator
Tanjungbalai,Sumatera Utara

LIRIH‬

tahukah kamu
aku s'lalu bahagia saat senja datang
.....
hingga malam kan menjemput
agar cepat bagi ku tuk memejamkan mata ini dan memimpikan mu....

antara hadir mu
yang ada dan tiada....
ada seberkas rindu yang s'lalu ku simpan untuk mu.....
ada sederet puisi indah yang t'lah ku rangkaikan untuk mu....
mungkin kamu tak kan pernah sadar...
atau mungkin,...
aku yang terlalu bodoh saat bersama mu
......
hingga tak mampu bagi ku menahan mu di sini
walau hanya sepintas mendengarkan alunan lagu yang sering kita nyanyikan...
antara kau dan aku......

kini aku pun sadar...
betapa kamu sangat berarti...
saat kau kini telah tiada,
tak besama dengan ku di sini....
dan mungkin t'lah melupakan kenangan kita bersama,......

tetapi,
aku masih berharap...
tuk mendapatkan satu kesempatan lagi....
kesempatan untuk membuat mu bahagia....,
di sini,...,
walau hanya sesaat
sebelum semuanya terbang dan menghilang bagai debu.....

by : c├śNan

Kumpulan Puisi Siamir Marulafau-DURI DALAM JIWAKU



RINDU DI BALIK KERUDUNG
Oleh : siamir marulafau


Rindumu tak bagaikan bulan purnama
Rindumu kugapai sekejap bagaikan pelangi
Dalam pelukan sirna selalu
Meskipun awan memudar namun laraku
...mengupas kebencian tidak sepanjang
aku berpacu dalam waktu sebelum
kuterhempas di ujung dunia sementara
rinduku bebayang dibalik kerudung
yang rindu walaupun hanya sebatas
dunia maya kelam kutempuh

sm/09022014


--------------------


DURI DALAM JIWAKU
Oleh :siamir marulafau


Duri yang kau tebarkan menusuk pundakku seiring kutak berkutik dalam impian masa lalu
Sungguh kau tega menaburkan garam dalam jiwaku sampai aku terkapar kepahitan dalam jiwaku sepertinya aku terendam di dasar laut tak bertuan

Apa salahku ?
Apa dosaku?Sepertinya kau mneggelora dalam jiwaku yang tak kunjung padam kuingat selalu sampai akhir hayatku bahwa kaulah satu-satunya pelita hatiku sampai aku tertanam di tanah diam yang kelabu

sm/10022014


--------------------



APA YANG HARUS KUKATAKAN?
Oleh :siamir marulafau


Bila hati penasaran
Angan melambung ke udara
Bila mata senang memandang rasanya dunia tersenyum
...bagaikan malaikat
Bila pandangan tajam,mau ke mana lara diarahkan?

Itu bukan suatu kebohongan
Dunia kecantikan milik semua umat
...asalkan pada tempatnya
Senyummu mengurai persahabatan
...berharga amat pada dunia sekitarnya

Sungguh menawan kau mengeluskan kasih mesra
Terbayang berlipat indahnya di Aras-Nya Allah
Masya Allah, dunia tersenyum di kala keindahan
...menaburkan salam
Umat dunia saling tegur sapa

sm/12022014


--------------------



PENYESALAN
Oleh : siamir marulafau


Taburkanlah kasih cintamu di atas pusaraku sementara di masa hidupku kau tak perdulikan apa kataku tapi belaian asmaraku sirna selalu sampai akhir zaman kuberteduh di tanah diam tak menentu

Sungguh penyesalan berguna tidak sepertinya pelukan dalam jiwaku tertanam dengan tanah liat menggeliat sepanjang bumi Tuhan bergoncang tidak dalam ayat-Nya

Lukiskanlah suka dukamu di batu nisanku bila kelak aku tertanam di tanah diam tanpa tiang gelap gulita dengan tiada bintang penerang sampai akhir zaman

sm/12022014



--------------------



AKU BUKAN MAWAR YANG BERDURI
Oleh :siamir marulafau


Meskipun kau tahu bahwa aku milikmu
Tapi pelukan hangatku tak pernah kau sambut
Aku senantiasa sendu akan dikau sepanjang
...tirai terbuka untukmu seiring dikau
menggapai hasratku dengan membasuh
seluruh impianmu

Memang mawar yang kugapai terhempas tidak
Sepanjang impianku menelusuri taman indah
Sekuntum bunga bersemedi di bawah pohon mahoni
Sadar sungguh bahwa itu adalah milikku tapi rasanya
tak kecewa karena seluruh harapanmu kau
rebahkan dalam sukma yang tak putus dikenang

Sungguh tahu kau akan suka tidak bila terluka
dengan duri karena perfumnya tapi duri yang
kusemayamkan dalam kulit bukan sembarang duri
Duri akan menyengat kasih sampai aku
terkapar di atas sehelai daun selembut salju
Kau akan tahu bahwa aku adalah milikmu yang sejati
walaupun hanya sebatas dunia maya yang kelam

sm/12022014


--------------------



SYAIRMU MENYISIR DUKA
Oleh :siamir marulafau


Syairmu melambangkan kematian
Melambangkan keheningan di tanah yang diam
Mencetuskan harapan tak berujung
Menenangkan jiwa yang terkapar

Syairmu bahagian suka dukaku
Duka yang luka terpendam sepanjang masa
Kukenang kadang di kala rembulan malam bersinar
Daun-daun mengupas rasa duka

Sinar rembulan menerpa harapan di kala
..rasa sendu bergelimang dalam dada
Rasanya dunia hanya permainan
Namun demikian kutak putus asa,Tuhan segalanya

Syairmu mengurai duka
Duka berkepanjangan menari di atas daun
Daun keladi bersemayam di lorong-lorong bukit
Hati nan pahit tertelan tidak sampai kuterkapar
...di ujung dunia

Tapi syairmu di Pariaman berdendang ke tepian
Menantikan impian,harapan bergumul dalam usaha
Seiring puisi menyisir puasa
Syairku tertelan dikau terasa mendekap dalam dada

sm/14022014


--------------------




PUISI SELUAS LARA
Oleh :siamir marulafau


Puisi kau taburkan
Menyusuri lorong sudah
Seluas lara dalam harapan
Aksaranya membias ke tepian

Rembulan menyisir tabir
Kenangan terlupakan tidak
Menggeliat sepanjang masa
Di balik kerinduan syairku
..menggema di atas awan

Belalang menenggek di ujung
..rumput menantikan bulan
Suara merdu meneteskan
...airmata seiring aksara puisi
semakin menjalang
Meskipun syairku sederhana
Tapi intinya memukau rasa
sampai napasku tersendak
dalam impian, petanda bahwa
kau dan syairku bersahabat

sm/14022014


--------------------




HENINGNYA AIRMATA
Oleh :siamir marulafau


Aku pun sebenarnya tak akan membiarkan airmatamu meruang tapi dunia tersenyum sudah menyegarkan hatimu sampai aku terkapar dalam kesendirianku meskipun kau memelukku dan mendekap dalam jiwaku namun seruanmu kutak sambut dalam relung sampai kau terhempas di awan yang kelabu

sm/13022014

--------------------




SETUJU ATAU TIDAK?
Oleh :siamir marulafau


Siapa saja yang bisa menghacker nomor akun fbku?
Kan kukasih imbalan sebesar-besarnya
Tapi diungkapkan tak bisa
Mengapa, para hacker katagori bajingan

Setuju atau tidaknya anda akan telibat
Setuju atau tidaknya anda akan berpikir selanjutnya
Kalau tidak setuju akan hilang kesempatan
Bila setuju kamu terlibat dalam kasusnya

Nomor akun fbku mulai dari bintang tiga sampai
bintang enam sampai fbku terkapar di atas awan
Apa untungnya?
Untungnya tak seberapa tapi moralnya becus tidak

Siapa yang bisa menghacker nomor akun fbku?
Kan kukasih dolar berjuta-juta
Tapi kalau tak bisa akunnya ditemukan bacalah
..puisi-puisi yang kutulis supaya kau tak akan
kecewa meskipun kau mencoba brulang-ulang

sm/13022014

--------------------




PERTOLONGAN
Oleh :siamir marulafau


Sepertinya jasaku berubah tidak akan dikau di kala kau membutuhkan uluran tangan kananku meskipun kau memintanya dengan suara merdu menderu di atas langit yang ke 7

Sungguh pertolonganmu tergapai dalam jiwaku di kala aku menyisir jurang-jurang kehidupan sulit amat dalam dunia fana kelam

Sungguh hatimu selembut sutra merangkaikan sehelai benang menjadi kain pembalut rasa pilu nan kugapai dalam hidup seiring jasa pertolonganmu terlupakan tidak dalam jiwaku sampai ajalku tutup di tanah diam berkepanjangan

sm/13022014

--------------------



MENGAPA KAU TEGA MENIKAH ?
Oleh :siamir marulafau


Sepertinya ucapanku berjalan di atas langit
...tanpa tiang berbayang masa lalu di kala bahteraku
menyisir pantai seiring tiang layarku patah diterpa
badai berkepanjang di hamparan lautan dengan
harapan sirna

Sungguh tega nan hatimu mengucapkan akad nikah
...di saat layar bahteraku koyak diterpa angin
ke muara sungai sampai aku terkapar ke tepian

Namun demikian kesabaran hati selalu
menyisir senjaku di kala aku menghening akan nasib
dunia kekal tidak
Apa salahku?
Apa dosaku atas ketegaan sukma memburu rusa
dalam impian ?

Mutiara yang kita semai bersama sirna ditelan masa
Seiirng impian masa lalu berkesudahan tidak
sampai akhir zaman di kala puisi prosa lirisku melirik
akan ucapanmu yang mulus bagaikan sutra permata biru
dalam jiwaku sampai tiang bahteraku terhempas
di hamparan lautan tak bertuan

sm/14022014

Sabtu, 08 Februari 2014

INDAH

" Kerlap-kerlip lampu kapal para nelayan yang tengah memamerkan indahnya permukaan laut nan luas didepan mata
Disambut desiran ombak yang menyapa hamparan pantai seakan terasa hangat karena pancaran purnama yang kukuh diatas sana
Dengan taburan mutiara kecil yang menggantung mesra dicakrawala semakin mempercantik wajah malam
Disini...dibawah langit yang terbentang luas hingga seberang lautan tanpa batas
Aku berdiri menadahkan kepala melihat indahnya paduan warna gelap dengan jutaan kilau bintang-bintang
Berharap waktu akan berhenti pada detik ini, agar aku lebih lama menikmati ramahnya semesta menyambut senyum INDAH-ku "

-Perahu Kertas-
14.01.2014
13.35
Tanjungbalai,Sumatera Utara

PEREMPUANKU "YANG BEMATA ELANG"

o perempuan,

dulu,
jika langkah kakiku bergetar
kau selalu tuntun jiwaku agar tak gusar
untuk sebrangi semua rinduku yang membara debar
agar hatiku tak sasar
menuju pintu rumah cintamu yang beraroma mawar

o perempuan,

kini,
hatiku sudah terlalu penuh menahan rindu
tubuhku semakin meggeletar membaca waktu
bulir bulir cinta terus berlalu
terkikis bisu di puncak rembulan kelabu
dan,..
di malam-malam itu aku selalu menangis
mengenang wajahmu yang manis
jari-jemarimu masih kurasakan syahdu
meraba detak jantungku kala sendu

o perempuan,

masih ada sepintas kenang
di benakku yang terkekang
saat kita susuri jalan setapak berbatas kandang
aku selalu menatap matamu yang setajam elang
kemudian kau serahkan segala senyum mungilmu
kelubuk hatiku yang paling dalam
sebagai ikatan cinta dua manusia yang tak ingin terpisah

namun,
kini kau telah tiada
terlelap seyap di bawah kamboja renta
dengan aroma udara hampa
ooo,..ingin rasannya aku kesana
sambil kugendong segunung rinduku
agar kau tau bahwa aku masih mecintaimu
tapi,kau telah tiada
ragamu semakin berkalang tanah

ooo?!!!,...perempuan ya perempuan
apakah matamu masih setajam elang
apakah aroma mawarmu masih ada untukku
apakah senyum mungilmu masih manis seperti dulu
apakah di sana kau masih tetap setia
dan selalu menjaga untuk tidak mendua
karena aku disini masih setia
menjaga rasa cinta
hingga kita kembali bersama
di sebuah sendang indah yang bernama syurga

dan,....aku percaya,pasti?!!!

ROEMAH BAMBOE,2014
Oleh : Kakek Jomblo Tampan
Padang