RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 27 Juni 2014

Kumpulan Puisi Ayit Ray - TAMAN SEPI


PERTARUNGAN MILIK MEREKA

Sebab
Sebuah ilusi telah mempermainkan mata dan menggelapkan hati
Ilusi ambisi membangun negri
Yang telah ditancapkan dibumi NKRI

Semoga bukan hanya angan
Tidak berakhir dalam lembaran
Setelah jadi maupun tidak
Mimpi tetaplah mimpi yang harus dilakoni

Tidak mudah dan tidak gampang
Seperti saat berorasi lantang
Dilapangan keras harus nendang
Penonton akan senang
Kita semua bukan jadi pecundang
Ditanah para pejuang
Atau hanya melihat mereka menang
Setelah itu menjadi tikus yang malang

Tuan ingin rakyat senang
Tapi tua menjadikan kami budak berwajah tampang

Inilah negeriku
Menang kalah adalah mereka
Nyatanya kita masih berjuang sendiri
Mencari sesuap nasi.

_________
Sugidi prayitno (Ayit Ray)
19 Juni 2014 Bekasi
18:38 WIB
Image by Yusikom





DOLY NASIBMU KINI


Doly doly
Aku ingin engkau kembali dalam warna dan kisah yang berbeda
Dan kusapa mucikari baik hati
Yang dulu temani kala hujan sepi
Kiini menjadi lorong tak berujung arti

Dima mucikari penyambung birahi
Kala istri tak mampu buat onat berdiri

Doly doly
Lorong sempit
Sesempit pemikiran para pemangku kepentingan

Bu risma baik hati
Birahi terus tercipta meski telah tertutup sepi

Mucikari kan mencari
Tempat becek bersembunyi

Terus dan terus

Sampai matahari tak mampu sinari pagi.
_____
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
18 Juni 2014 Bekasi
22:45 WIB




CINTA KARENA LUKA

Yang menangis jangan marah padaku
Yang berduka jangan caci aku
Peluk saja aku kecup kening merahku

Jika marahmu dukamu
Semua lukamu karenaku
Belum juga mengendap dalam hatimu

Namun semua membuatmu lebih berarti
Maka jangan pernah letih untuk bercumbu
dengan dekilnya kisah cintaku padamu

Marilah terbang tanpa sayap
titipkan saja sayapnya pada kerinduan akan luka yang aku gores padamu
Jangan letih mencinta.

______
Sugidi prayitno (Ayit Ray)
05/04/2014
-----------------------------

Selamat tinggal malam
Selamat tinggal Facebook
Pertemuan kita terlalu lama
Ada bosan untuk terus bercumbu

Meski jemari ingin rasa terus berbagi
Tapi apa daya jenuh diambang mati
Ada waktunya saya bersembunyi dari rentetan puisi yang usang dan berdebu untuk dibaca para ahli

Malam engan untukku rangkul mesrah dengan sayang meski mani mengalir deras dari pundak syahwat

Namun Pagi telah menunggu untukku ludahi.

_______
Sugidi prayitno (Ayit Ray)
21 juni 2014



TAMAN SEPI

Gugur bunga ungu
Ditaman sepi tempat melepas penat
Kupu-kupu dan belalang mengintip
Dari balik batang bunga

Dua tahun silam
Memori terekam
Dendang anak perawan
Ditengah lamunan

Kini ditaman sepi
Dendang anak perawan tak terdengar
Begitu sepi untuk diulang
Tawa yang hilang
Empat sembilan teman
Telah hidup dengan pasangan

Ditaman sepi
Ingin mengulang
Bunga ungu yang menyapa penat
Kupu-kupu dan belalang yang mengusik ketenangan.
Mulai mengusik rindu.

_______
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
23 Juni 2014




TOPENG HITAM


Siapa dibelakang
Saat Jogja bergelora
Baku hantam bak meriam
Bangunkan mata menerka

Ini tanah!
Tempat orang diam siap menikam

Merambat tegak
Dipagar kebenaran
Ditanah jogja
Suara lantang akan kejalan

Ratusan ribuan pasukan
Didikan omar bakri siap bergerak
Jika benar salah di tikam

Hadang!
ini bukan tanah percobaan
Saat dua pilihan ada jawaban
Pantas baku hantam digunakan

Atau kita hanya diam
Pantasnya kita lawan!.

______
Sugidi prayitno(Ayit Ray)
24 Juni 2014 Bekasi
21:48 WIB




MENJEMPUT SAUR

Mata masih enggan mengintip gelap
Rintih kecil mulai angkat raga berdiri
Bayang rempah menggoda lidah untuk menjemput

Ada sedikit bumbu yang terlewat
Bumbu tiada dua didunia
Saat seperti ini hanya itu selera ada
Ada membayangkan nyanyian dapur begitu merdu

Ada kalanya sepi merintih tangis
Seandainya....seandainya....andai saja masih bisa menikmati bersamanya

Oseng kangkung goreng teri sedikit sambel terasi tersaji dimeja untuk disantap bekal energi sampai senja beri salam mari

Seandainya saur ini bersamamu ibu.

_______
Sugidi prayitno(Ayit Ray)
30 Juni 2014 Bekasi





RINDU KITA


Bicara tentang rindu
Semakin banyak beban
Untuk kita emban

Bisa aku katakan padamu bahwa
Lembah hati terlalu dalam
Lengkung pipi begitu dangkal
Mungkin itu alasan yang tepat jika rinduku padamu aku tulis diatas air

Tak ada habisnya arungi langkah yang panjang dan daun hijau kering jadi alasan yang tepat untuk menyimpan rindu.

Kuingin kau ada di setiap doa
Meski kau kapalkan rindumu beribu mil
Hanya untukku,aku rasa akan semakin mengikis keropos batin.

Sampai tiba waktunya jangan bosan bercumbu padaku sebab kita adalah kerumitan cinta yang telah tercipta oleh Tuhan untuk kita nikmati cara menyederhanakannya.

_______
Sugidi prayitno (Ayit Ray)
01 Juli 2014 Bekasi02:32 WIB




SUNGGUH


Sungguh aku lihat engkau di balik salib dan lonceng, bersama gerombolan orang berdoa meminta pada Tuhanmu.

Aku tak mendengar keluh kesahmu, sepertinya dalam hatimu berucap cinta untukku.

Entah, apa yang engkau minta
Apa sama seperti aku minta pada Tuhanku

Orang tua berbaju hitam putih dengan buku ditangannya itu yang disebut pendeta.

Langkahnya begitu berat untuk menghampiri ribuan doa
Karena usia telah memakan punggungnya dan putih memenuhi semua rambut.

Sungguh kita berbeda
Namun cinta telah terukir begitu indah pada dinding-dinding hati antara kita.

Sungguh kita berbeda,
Mungkinkah cinta yang telah mengalahkan semua ini.

Adakah aku dalam doamu,hingga begitu besarnya rasa cintamu padaku.

________
Sugidi prayitno (Ayit Ray)
12 Juli 2014 antara-kamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar