RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 10 Juli 2014

Kumpulan Puisi Ayit Ray - MENEBAS MALAM


BASMAH FAJR

Kini Puasamu
Ditemani Debu dan meriam.

Singa dari Kanaan,
Senyum ditanah pejuang
Tanah yang dijanjikan Tuhan

Aku rindu,
Jika senyummu hilang.

Semoga hari kemenangan nanti adalah milikmu,Singa dari Kanaan.

Kita disini menjadi saksi senyum kemenanganmu.

________
Sugidi p(Ayit Ray)
04 Juli 2014 Bekasi



CURIGAMU PADAKU!

Dia adalah teman yang ada diberanda
Yang telah Mengenal hitamnya arang kehidupan.
Dia adalah teman sekataku
Misteri senyap yang terbang menjelma menjadi apa saja.

Kadang aku sebut
Dia adalah siluman kata.

Mungkin adik kecilku bicara lirih dengan karang bahwa dia adalah aku.

Mari kita belajar diam pada curiga
Dan bermain kata di beranda
Biar mereka tau bahwa kita adalah kawan kawan yang tak perlu tau siapa aku dan kamu.

Setelah kita senang dengan kegaduhan
Masuk keluar grup adalah kesukaan
Lanjutkan mimpi untuk buat mereka garang.

Akanku masukan setelah mereka tenang
Obrak-obrik dengan kata lantang
Terus sampai mereka bilang kamu adalah aku.

__________
Sugidi p(Ayit Ray)
02 Juli 2014 Bekasi





MENEBAS MALAM

Sepi Menebas malam.
amis darah segar dipelataran kumbang,
sang jantan gagah berani terpenggal mati

Tergeletak.
Pintu-pintu terbuka,mengejar arah
semak,pedang mengarah diam.

Jerit sayang.
membelah gelap,runcing tergenggam amuk menyeruduk sepi

Tawa menang.
masih tersimpan oleh sepi

_________
Sugidi p(Ayit Ray)
03 Juli 2014 Bekasi




KANVAS BOLONG 1

Dalam gelap malam,
Aku mencintaimu tanpa engkau tau.
Meski sakit,namun itu bagian dari rasa cintaku

Aku sering menggores imaji ragamu
Yang enggan mengenal dan mengerti
Inginku bersamamu.

Dalam sendiri.
Batin terus bergejolak,berganti menari diangan maya.

Mengucap Salam terbata,
belum juga mampu menyapa.

Aku mencintaimu tanpa engkau tau.
Meski sakit,namun itu bagian dari rasa cintaku.

Biarkan kesendirian adalah imaji agar dapat bersanding dengan kelembutan hati,sampai aku sadar bahwa cinta telah aku paku di kanvas hidupku.

Sampai nanti,kala malam berganti pagi
Semoga ada wajahmu di hangat mentari

Menyapaku pelan namun pasti.




KOPI ARANG

aku yang ingin menelan dingin
didalam dekapan mentari
Menelan apa yang terjadi nanti,

Mungkin rohku telah tercabut mati
tapi rasa didalam kopi arangku
tetap membara walau hanya sekejap.

Mungkin keajaiban hujan turun
Memadamkan baraku namun tidak
Aku hanya ingin menelan dingin
Untuk memberkahi panas diluar bara arangku.

Akun harus sanggup, mendekap dingin di dalam dekap mentari.

Aku harus sanggup, sebab inginku
Terus mendekap.

Namun aku hanyalah arang yang kecil di tumpukan bara api.

KehendakNYA turunkan keajaiban hujan diluar inginku ternyata lebih dari nalar.

Ternyata aku hanyalah kopi arang yang membara .

_________
Sugidi p(Ayit Ray)
07 Juli 2014 Bekasi jln.Beringin 8 No.2




KI MANTRA

Orang memanggilku ki mantra, lahir dari negeri awan, akanku bangun istana di negeri bayang.

Yang bermahkota di negeri bayang menyebutku Bishamonten sebab akanku bangun istana di setiap jengkal tanah.

Malapetaka kusulap, menjadi permata, dinegeri yang menyebutku hina, pembunuh bahkan ada yang menyebutku pecundang.

Akan kutumpas para asura, di setiap jalan menuju lembah, tempat segala nikmat para jelata berpesta.

Tidak ada yang tidak mungkin, di negeri orang saat jenuh bermain mata dan hanyut dalam cerita.

Namun Permainan sulapku lebih menggoda, lantang bahkan tak ada yang bisa mengusik rakyat berbicara senang.

Kalau bukan saat ini, kapan lagi kusulap negeri bayang, menjadi apa saja yang rakyat mau!.

______
Sugidi prayitno (Ayit Ray)
30 Juni 2014 Bekasi jln.Beringin 8 No.7
22:40 WIB





MENGINTIP SAUR

Kebumen dalam saur
senyum hingga rindu
Bersatu dalam satu ilu

Dekap tubuh
Dingin di kotamu
Bersama anak gadis
Senyumnya indah menggulung subuh

Mengintip saur dari balik jendela
Bangkitkan butir embun
Di pelatatan sepi
Untuk menyapa pagi

Semangat sampai nanti
Sampai kemenangan menghampiri.

___________
Sugidi p(Ayit Ray)
07 Juli 2014 03:15 WIB





LAPAR!

Menutup sore.
Mengakhiri malam
Berjalan diantara gerombol orang

Menatap wajah para pendusta
Mengulang dalam tanya.

Mungkin bukan waktu yang salah mengajari untuk tetap berjalan diatas pemahan orang.

Dengan lensa kehidupan.
Bahkan aku tak paham arti liku orang yang langkahnya tertitah.

Sehingga sulit diterima.
Atau dia yang telah mengajari kebingungan untuk memaksa satu pemahaman

Karena kita adalah lapar,dipadang tandus yang haus oleh paksa rakus-orang suci.

Biarkan kita berjalan diantara gerombol orang tanpa harus melihat arah yang menjerumuskan langkah

Kita adalah lapar.
Lapar oleh sebab
bahkan menjelma zombie diatas diri sendiri

Atas dasar pemahaman dan kebingungan.

Mereka Mati!

_______
Sugidi p(Ayit Ray)
05 juli 2014 Bekasi





KANVAS BOLONG: Bukan Ingin Melarat !


Disana jalan
Ada makan yang nikmat
dan segar untuk disantap
Kolek pemilu raja dan mahkota madu

Semua bicara nikmat
Bicara segar tanpa keparat
Keparat bangsat yang lama di umpat
Di umpat di tendang
Kini redup oleh hujat

Jalan mana
Katanya uang 20.000.000.000 .000,-
Telah melayang untuk pesta
Ujang masih belum sekolah
Unggul masih nete di ketiak ibunya

Jalan mana
Pesta hujat
Para kasta naik tahta
Negeri sebah tersenyum
Manyun girang uang dihambur perang

Jalan mana
Agar kita tak melarat !

___________
Sugidi p(Ayit Ray)
09 Juli 2014 Bekasi




AKU MALU !


Di Tanah Airku besok pemilu
Di tanah air yang aku perjuangkan
Kini jadi rebutan orang-orang baik yang terlalu baik untuk diributkan.

Paman sam tersenyum, dengan emas dan minyak kita
Namun kita merasa bangga
Jelata jilati limbahnya

Di tanah airku yang aku perjuangkan
Kini semakin pintar bersandiwara
Apalagi yang berdasi duduk manis di kursi, dengan mantra sakti ubah mimpi sekejap ilusi.

Jelata teriak "hebat..hebat "
bukankah itu sandiwara mantra yang hebat.

Kini orang-orang perang pilihan
Orang-orang bilang ini hebat
Punyaku lebih hebat.

Tanahku terkotori caci maki
Hanya karena beda misi beda pilih

Aku malu jika tanah airku yang aku perjuangkan terlihat hina
Di mata dunia yang di kenal santun.

Berhentilah aku MALU.

kita tak perlu mengotori tanah air yang aku perjuangkan.

Bukankah kita ingin hebat
Dengan pilihan tepat
Untuk Memimpin tanah air.

Apa yang diributkan aku MALU.

PILIHLAH JIKA ITU PILIHANMU.

_________
sugidi p(Ayit Ray)
08 Juli 2014 Bekasi 20:00 WIB





UNTUK CINTA YANG BEDA


Beribu kenangan indah tercipta di bawah altar ini, kita!

Untukmu cinta begitu indah,mungkin!
Esok jemari tak lagi kau genggam
Dan kening meronamu tak aku kecup

Nikmati malam yang indah ini,dengan perjamuan terakhir kita

simponi gerimis
Dentum hati mengendap cinta
Kita masih ada cinta

Untuk semua
Walau kita berbeda
Kita adalah cinta.

______
Sugidi prayitno (Ayit Ray)
12 Juli 2014 antara-kamu



RASA DI HATI


Cinta karena beda
Hanya ini yang kita punya
Keyakinan dan iman
Akan makna jalinan rindu dalam satu ikatan

Esok aku akan merindu
Saat menemani doa-doa sucimu
Di ujung malam tanpa bintang
Engkau akan tersenyum

______
Sugidi prayitno (Ayit Ray)
12 Juli 2014 antara-kamu




TUKIY EM


Tiba-tiba engkau hadir, dengan bocah mungil di pangkuanmu, mengajak aku menulis kenangan yang telah aku lupa dua puluh tahun silam. Gila, engkau yang dulu kunanti kini seperti inginkanku kembali bertukar mani.

(Kota_Patriot Bekasi 2014/17Juli)




ASSALAMUALAIKUM KEBUMEN


Garis malam
Melintas menembus batas
Batas gelap terang nan benderang
Gelap datangnya terang pada diam
Terpesona tebalnya kabut, yang kini masihku rangkul, bias perihnya, mengisi rindu, rindu menjadi debu, debu yang terbang kedalam pelukmu.

Assalamualaikum kebumen
Masihkah sama saatku tinggal dua tiga tahun, tentang warna dan wajah cerita, dalam gurat malam.

Assalamualaikum kebumen
Kuingin berjumpa dan bercumbu denganmu, sampai kau bosan padaku.

____________
Sugidi prayitno (Ayit Ray)
14 Juli 2014





SECUIL BULAN TUKIY EM


Hanya secuil, ya hanya secuil bulan yang kau pinta, kuberi padamu. Itu saja aku harus merayu Tuhan agar mau memberi padaku. Malikat tersenyum manis dan berat saat mengantar bulan secuil padaku, kenapa tidak semua!

Apa lagi bidadari senja, guling di taman surga, melihat ulahmu.

Masihkah diam dan tak bersyukur sedangkan Tuhan dan malaikat sudah sekongkol denganku untuk menuruti inginmu.

(Kota_Patriot Bekasi 2014/18Juli)




HILA! BUJANG DURJANA

Sumbu-sumbu malam di nyalakan
Api kecil membakar gelap
Terlihat kucing angsa berdandan tenang

Bawahkan bunga layu pada pangkuan
Dari gelap sumbu melingkar arang
Lenyapkan getir yang merasuk sekarat
Juwita mulai menari di ikat kawat

Hila! Hila! Hila!
Juwita melayang hilang perawan, mahkota rajang mekar merah, pada bujang durjana.

Terus menari, juwita menggerang, putar sumbu padam pada ranum pentil juwita.

Tak kunjung datang bujang durjana, putaran seribu mantra semakin menghiasi balai nirwana.

Hila! Hila! Hila!
Engram benih haram di lapis jahanam, juwita kesakitan nikmat keparat.

Bajingan, bujang durjana jilati liang kesucian.

______
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
2014/19Juli 13:13 Bekasi





TUKIY EM SINGA DARI KANAAN MENANGIS


Ceritakan pada anak-anakmu kelak tentang, tragedi yang telah mengikis rongga nadi, menumpahkan ilu dan senyum para šyuhadā.

Apa lagi yang kita bisa beri.
Hanya bisa beristigasah lirih untuk mereka, tak ada yang benar jika mencari salah, tak ada yang salah jika mencari benar, semua benar salah, hanya milik Sang Skenario Hidup.

Atau kita mau mengkambing hitamkan situasi, tidak! Atau memang kita tak merasakan tragedi, tapi kita merasa perih! Hanya menerka dan menjadi pengamat kondisi, pura-pura sedih atau sedih sudah mendidih!

Ceritakan pada anak-anakmu
Tentang kelamnya langit Singa dari kanaan.

_______
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
2014/18Juli 22:30 Bekasi





SAJAK MUDIK

Angin yang telah kau tiup
Dingin tak lagi kurasa
Lelah dan letih adalah teman
Semua orang ingin pulang
Memeluk rindu halaman

Gelap terasingi
Bising simponi
Menderu, ingin bertemu!
Kau dan debu yang tersendiri

Di atas roda cerita
Semoga terus berputar
Roda-roda rindu
Berpacu pada sehelai merdu
Yang telah menanti di balik sinar pintu

Aku adalah mudik!

_________
Sugidi prayitno (Ayit Rat)
Antara Bekasi-Kebumen 2014/23Juli




JIKA KAU MENGERTI


Apakah kamu cemburu, jika aku bercumbu dengan waktu, menjilati nafsu pada celah subuh.

Ketika aku tak kuasa menahan beban, menompang rasa yang mendera, membuang jauh ingin, mengikhlaskan sayapmu mengepak keangkasa raya.

Apakah kamu cemburu, melihat aku terlentang dengan mani yang masih menempel di selimut putih, terkapar tak berdaya karena ingin telahku buang.

Kamu akan diam, ketika melihatku bersetubuh dengan bayangmu, dengan keringat amis yang mengalir di rahim sang waktu, tentang inginku mimilikimu.

________
sugidi prayitno (Ayit Ray)
2014/08/01 kebumen 20:42




JARAK RINDU


Hai jarak rindu
Seperti bunga dan kupu
Bagaimana bisa aku layu
Cara menguliti rindu

Kalimat sapa terlihat kaku
Bergetar dan berkeringat di peluk ilu
Entah apa, sampai aku seperti batu
Saat mengeja bahasa tubuhmu
Engkau miliknya dan aku milik waktu

Hai jarak rindu
Pada kelok bertemu
Diamlah agar aku tau
Bahwa aku lupa padamu
Tentang rindu itu

_________
sugidi prayitno (Ayit Ray)
2014/08/02 kebumen 18:42




TIANG TANPA BENDERA


Merah di atas putih
Langit jakarta berwarna kelam
Upacara bendera tanpa sang saka
Memberi makna di bawah sumpah
Para kesatria

Merah putih telah mengalir di darah
Bergerak seperti terjangan gelombang pada karang

Ketika wajah tertindas merengek
Satukan hati untuk mereka
Kita sama bagaikan air samudra

________
Halte sarinah_Jakarta 2014/15/08
Sugidi prayitno (Ayit Ray)




MERDEKA KATAMU

ya kita merdeka tuan
merdeka dalam hitung matematika.

merdeka tuan!

banyak arti
banyak makna

merdeka dari bangsa pemerkosa yang melahirkan benih jahanam di rahim nusantara.

merdeka nyonya!

merdeka, bukannya kita telah di kebiri, tanpa tau laras masih terlena, terjaga limbah di surga, kesuburan menjadi cerita bahkan makmur hanya kata.

merdeka tante!

merdeka tanpa telanjang dan mengemis mani bajingan di ranjang kesenangan.

merdeka mimpi untuk semua
pelacur dan rakyat jelata.

___________
Bundaran HI_Jakarta2014/14/08 02:32
Sugidi prayitno (Ayit Ray)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar