RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 24 Agustus 2014

Kumpulan Puisi Ayit Ray - LAILA


LAILA

Diharum mori jazamu
Tertulis namamu laila
Tinggalkan dunia dengan cinta dipadang sahara

Mata air tak lagi dinanti
Berjalan sendiri arungi lembah mimpi

Oh..laila
Kupanggil digunduk tanahmu
Kubuang kembang
Kusingkirkan sesaji
dan kubaca mantra sakti
Untukmu laila

Meski dingin tak lagi kurasa
Maka kuraba dengan doa mantra

Taman nirwana untukmu
kenangan dan cerita

___________
sugidi prayitno ( Ayit Ray)
kota_gersang 2014/22/08





SESAL


Menjadi bayang
di tengah siang
Gemuruhnya ingin berjumpa
Rasanya ingin memadu madu, seperti dulu.

Engkau pergi tinggalkanku seorang diri
lewati malam tanpa hangat

Lewati apa saja bersama bayang
Putramu memanggilmu ayah

Memang engkau ayah bagi dia dan ini salah yang harus kutebus dengan rindu

Maafkan sesalku
Tinggalkan sepi dalam umur tak lagi muda

______
Sugidi prayitno (Ayit Ray)
Kota_gersang 2014/22/08





KELANA SUNYI


Sudahi saja dunia puisimu ray, untuk apa merangkai kata yang berimaji rasa.
Sedangkan dia tak butuh lagi teka-teki puisi darimu
Sumbang, diujung belati tak terasah, menguliti malam.
Wahai! Perempuan senja hujan
Apa, dendangmu begitu indah hingga ray terkapar mayat diranjang bayangmu?
Atau, kau siram ray dengan manimu, lumuri wajah dengan kemaluanmu
Hingga ray tak lagi berimaji padamu, wahai! Perempuan senja hujan.
Gejolakmu membunuhnya

________
sugidi p (ayit ray)
kota_gersang 2014/22/08





BUNGA GODA KUMBANG

Tiba-tiba kau menjadi bunga
Manis senyummu
Goda kumbang menghisap
Ya! Kau bunga jalan
Rapih berhias manis surgawi
Diremang sudut sepi
Asyik tawar setangkaimu
Kumbang tak ragu
Meski dalamnya layu
Meski dalamnya tak mau
Bunga jalan inginkan uang
Lembaran demi apa saja
Bahagia sedihkah
Kumbang tak peduli
Asal manis terhisap
Lembaran dicari kembali
Sepertinya tak kan usai
Sebab warisan ini
Mandat abadi

________
sugidi p(ayit ray)
kota_mimpi 2014/24/08




JANGAN LUPA!

Kembang pete tanda cinta yang tercekik.

Budak jempol aku padamu
Oh..laila, surga mungkin telah kau nikmat, namun keparat masih menari telanjang atas namamu "HAM".

Oh..kembang pete.
Tak usah sekolah, cinta kau dapat, jadi pejabat tinggi yang merakyat.

Oh..laila harum tegak adilmu masih kucium.

__________
sugidi prayitno ( ayit ray)
‪#‎IndonesiaMenolakLupa‬
2014/08/26 kota_tua




AWAN SENJA KINANTHI


Jangan bersedih putriku
Langitmu hiasi harimu
Meski mendung dan panas
Namun kau beri aku teduh

Cepatlah besar putriku
Ingin rasa, aku menggendongmu
Memelukmu dengan sayang
Memanjamu dengan cinta

Aku masih disini
Mendengar tangis air matamu
Setiap malam kau hadir
Dengan tawa mungil tanpa gores dosa

Aku akan kembali

________
Sugidi p (Ayit Ray)
Jakarta_16 september 2014



LAYANG-LAYANG PUTUS

Mari berkhianat
Lumpuhkan sahwat
Kencangkan ikat pinggang
Lari kencang
Terobos barisan bangsat

Yang lupa bertambah
Yang gila menggila
Lupa semakin beringas
Beringas menindas loyalitas
Tiada batas
Balas ucap bedebah rakyat

Balas budi tiada arti
Cekik melarat
Dalam tawa
dia yang berkuasa
Senang tiada tara

Terulang lagi
Peristiwa penjajah
Sebagai umpan kekuasaan
Melarat, hanya menangis

Dia bilang, negeri ini hanya milik mereka!

______
Sugidi p
Jakarta_16 september 2014



SALMIA

Masihku ingat wajahmu
Kala hujan engkau berlari
Teriakkan sayang pada alam
Tarian memutar searah bumi
Rambut tangan dan kaki
Seirama daun bergoyang
Terlena aku pada luwes gerakmu
Hingga tak mampu bibir mengucap
Aku sayang padamu

Salmia, sampai kapan
Aku mencintaimu

___________________________
Sugidi prayitno (Ayit Ray)
Jakarta_20 september 2014




ADA YANG LEBIH INDAH

Aku seperti air dalam genangan
Yang terselip diantara celah sempit
Untuk berkhayal tidak mudah
Walau harus berlari telanjang
Seperti anak kecil merindukan hujan

Saat lelah datang sebagai teman setia
Yang hadir tanpa kenal waktu
Terkadang harus diam
Dengan mereka yang berpasangan

Namun ada cerita dibelakang
Yang lebih indah dijabarkan
Dalam hitung matematika
Seperti rasa dan nafsu
Yang mengikis persendian

Kubiarkan
Bulan bersinar
Tanpa ada yang menikmati

_____________
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
Cengkareng 23 November 2013





TANPAMU RINDU

Seandainya hujan
Mampu ku tampung
Rintiknya akanku bawah
Sebagai rindu tanpamu

Kuserahkan rintik
kugenggam sakit
Meski tubuhmu semu
Dan membiru

Adalah Rindu kejam
Yang ku jalani di penantian panjang
Dengan do'a, mimpi yang terbuang
Kuhampiri bayangmu, meski kau tak tau
Bahwa aku merindu kelembutan jiwamu

__________
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
Cengkareng Negalsari 05/12/2013




TERPAKSA WANGI SENJA
:ayu


Satukan jiwa yang tak ada rasa
Kau bangun istana di atas luka
Wàlau indah terpandang sempurna
Namun batin terkikis, amarah bara

Aku ingin dia tau
Namun hanya diam batu
Ingin lari entah kemana
Diri tertahan dalam rimba

Lepas! Aku dalam ikat
Yang tak lagi kau rawat
Terlentang merana tanpa harum bunga
Jazad tubuh kau siram dengan cuka

Kemana lari
Air mata tak mampu aku tampung
Hanya do'a sembah
Pada Sang Pemberi Rasa
Semoga yang terbaik itu ada

________________
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
Jakarta 24 september 2014





MASIH SALMIA


Saat pertama kali kau datang
Wajahmu bulan lima belas
Anggun dan menawan
Tak jemu kupandang

Hinggaku beranikan diri
Menyodorkan tangan padamu
Dengan lembut tangan manis
Dan bibir terbata sebut nama
Hatiku bergetar, keringat tumpah
Rasa terbalas nama dan rupa

Salmia, namamu
Nama yang selaluku ingat
Nama yang telah terukir di dalam hati

Meski waktu beri jeda pada kita
Namun itu buat lega tak terkira

Sebagai cerita di tumpuk
Dalam lembar buku aksara
Yang kuberi judul 'Salmia'

__________
Sugidi prayitno ( Ayit Ray)
2014/09/23 jakarta_kebon kacang




DELAMAN DUA EMPAT

Satu dan lima
Kosong dan sembilan
Dua dan empat
Perjalanan cerita tanpa koma
Kusimpan dalam doa
Berselimut sayap mega
Menembus awan kata
Aku diam
Aku berjalan
Ada Harap
Tersimpan
Dilembar putih
Untukku gores seindah mungkin
Bidadari dan malaikat
Setia menemani luka
Kini dan selamanya
Dua dan empat

______
Sugidi prayitno [Ayit Ray]
Jakarta_kota tua





WANITA MANA

Wanita mana, yang mau bersetubuh dengan dzikir dan do'a dariku saat aku jauh

Lamat tubuh mengering, bersarang dekil, mengayuh pedal asa, wanita mana yang mau membasuh lamat, saat raga mulai terbakan bara

Ayun jerit merontah perih
Tiada lagi iba kasih bersarang di hati
Membalas pesan tak lagi seindah pagi

Hanya do'a dan pasrah
Saat usaha terkayuh jauh
Padanya wanita

_______
Sugidi prayitno (Ayit Ray)
23 september 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar