RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 27 Oktober 2014

Kumpulan Puisi A.J. Bella - BELUM HABIS


BELUM HABIS

Kuantar
Pada pagi
Yang menyelimuti sunyi
Menggapai mimpi
Menulis aksara alam
Mengeja aksara kalam
Membaca di setiap tutur kata
Bahasa rindu
Menjadi rangkaian satu;
Kini tubuhku
Tergeletat
Pada jalan yang berdebu

Di ujung
Segala resah
Belum habis
Membungkus
Raga yang teramat lemah
Untuk pagi dan sunyiku

A.j. Bella
Oktober 2014




RASA SAKITMU

Tentang kecewa
Pada janji
Mengguncang bumi
Di belahan istana

Anak kecil masih lapar
Pengemis masih terlunta
Gelandangan dan pelacur
Hanya bersetubuh dengan kata.

Biarkan mereka mati;
Jika aku tidak bisa berbuat banyak untuk mereka.

Rasa sakitmu
Untuk mereka
Hanya ilu
Bukan rasa yang mereka rasakan.

Di belahan istana
Kini kursi telah terisi
Dan janji telah menunggu di gerbang mimpi.

A.J.Bella Sedayu Sukma
Oktober 2014





ONLY TIME AND LONELY WITHOUT YOURSELF

01:23am .......
02:28am ..................
02:33am ...........................
02:33am ..........................................
02:42am ...................................................
02:45am ..........................................
02:50am ............................
02:55am .......
02:58am ..................
03:33am ...........................
03:33am ..........................................
03:42am ...................................................
03:45am ..........................................
03:50am ............................
04:23am .......
04:28am ..................
04:33am ...........................
04:33am ..........................................
04:42am ...................................................
04:45am ..........................................
04:50am ............................
04:55am .......
04:58am ..................
04:33am ...........................
04:33am ..........................................
04:42am ...................................................
04:45am ..........................................
04:50am ............................
A.J.Bella
Oktober 2014

Selasa, 21 Oktober 2014

Kumpulan Tembang kata Rudi Tambuti Sitorus - ANGAN


Didalam angan2 ku menatap kedepan.
Terlintas di pandangan ku sesuatu yang sangat indah dan menawan.
Tapi sungguh sayang keindahan itu terlihat abu-abu.
Tergetar hati ini ingin mencapai kesana, dengan tekat sepenuh hati apapun yang akan terjadi aku harus bisa dan sampai kesana. APAPUN HALANGAN DAN RINTANGAN AKU HARUS KESANA DAN MENGGAPAINYA...!!!

--------------------------------------

Ad yg bertanya apa itu seni, dan mengapa aq tidak pandai melukis, atau kesenian yg lainnya...???
Bagi ku seni itu adalah hasil dari sebuah pemikiran...
Jd, tdk ad satu orang pun yg di dunia ini tidak pandai berseni...
Krn seni ini ad di setiap tetesan darah yang mengalir di dalam tubuh.
Cuma saja, seni ini emang harus sering untuk di latih... ALA BISA, KARENA BIASA...



--------------------------

3 hal yang menjadi alur jalan dan pedoman hidup ku...
1. Lihat kedepan
2. Lihat keatas
3. Lihat kebawah...


Oleh : Rudi Tabuti Sitorus
Tanjungbalai, Sumatera Utara




MENGAPA ADA PERBEDAAN


Mengapa ada perbedaan di kehidupan ini..????
Ada yang putih, dan ada pula yang hitam.
Ada pria dan ad wanita.
Ada suku batak, suku jawa, dan suku2 lainnya.
Ad yang miskin dan ada pula yang kaya.
Ada yang berkuasa dan ada pula rakyat jelata.
Tapi tahukah kita semua, atas perbedaan-perbedaan itulah yang dapat menyatukan kita..
Seperti semboyan negara indonesia tercinta.

BHINEKA TUNGGAL IKA
Berbeda-beda namun tetap satu jua..


------------------------------

Jadikanlah SESUATU itu SESUATU...
Krn, apabila SESUATU itu terhenti, maka SESUATU itu lah yg akan memberikan dorongan untuk maju kembali...

-----------------------------


Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Pada zaman sekarang, pemuda bukan lagi di tuntut untuk memperjuangkan sumpah pemuda tersebut, melainkan pemuda di tuntut untuk mengisi apa yang telah si perjuangkan oleh para pemuda pada zaman itu..
Salah satu nya adalah melalui SENI..
Salah satu wadah atau tempatnya tak lain adalah RUANG PEKERJA SENI.. tumpahkan lah semua bakat- bakat yang kita miliki.
Sehingga kita dapat ikut berperan dalam mengisi atas lahirnya SUMPAH PEMUDA tersebut.

Oleh : RUDI R. SITORUS





* KEGAGALAN *

Aku pernah berlari untuk mengejar anganku, namun aku terjatuh...
Aku pernah bermimpi menggapai matahari, namun apa daya aku terbangun,....
Aku pernah mengejar pelangi, namun apa mau dikata letak pelangi itu entah dimana....
“Kegagalan memang batu sandungan yang cukup menyakitkan, tapi bukan juga hal yang dapat menghapus keberhasilan"
Jadikan lah kegagalan sebagai tameng untuk kita melangkah maju kedepan, sehingga kesuksesan dimasa yang akan datang berada di genggaman tangan kota.....




Oleh : Rudi Tabuti Sitorus
Tanjungbalai, Sumatera Utara


---------------------


Kalau tuan dan nona hendak pergi
Ketahui lah dulu dimana tempat nya
Kalau tuan dan nona mempunyai jiwa seni
Ruang Pekerja Seni lah wadah nya..

Anak- anak bermain berlari
Jatuh ketanah, tergores lah kakinya
Siapa yang tidak kenal dengan Ruang Pekerja Seni
Ahmed El Hasby lah Presidennya

Anak dara tersipu malu
Tersipu malu karena dirayu
Tuan dan nona, Inilah karyaku
Mana karyamu...???

Oleh : RUDI ROSSANDI SITORUS





REMBULAN MALAM


Sang mentari....
Sembunyi di indah nya pantai
Di halangi oleh tingginya gunung- gunung.
Maka, gelap lah alam semesta ni....

Terbitlah sang rembulan....
Rembulan malam yang sangat menawan..
Pancaran sinar sang rembulan menambah- syahdunya suasana malam...
Angin malam pun terasa menusuk ke rongga yang paling dalam...
Suasana hening tiada lagi terasa mencekam...

Wahai sang rembulan malam...
Akan kah kau tau apa yang saat ini kurasakan???
Semoga kita berjumpa lagi di kesempatan yang mendatang...

By : RUDI ROSSANDI SITORUS


Sabtu, 18 Oktober 2014

Kumpulan Tembang Kata Dede Andriani - KITA DAN IBADAH


apa lagi yg sbnarnya kau tunggu?
apa menunggu waktu?
kenapa?
ada apa denganmu?
apa kau trauma?
apakah bosan?
bagaimana kau bisa meyakinkan seorang insan dgan sikap mu yg tak transparan
apa?
apa yg sbnarnya kau tunggu?


----------------------------------------
hati ini sedang menuju jalan kebaikan
insyallah...

-------------------------------------

kita bahkan tdk tau ap yg akan trjdi di masa dpan kita
masa muda dgn kekonyolan???
udah gk zaman nya lagi deh kayak ny
skarang nie masa nya ank muda yang mnambah ilmu...
bkan nya mnambah malu
skrg nie masa nya anak muda yg bahagiain org tua
bkan nyusahin orang tua
skrg nie masa nya ank muda yg beribadah
bkan ber kilah...
hmm... yukkk lah guys..
mencari amal di masa muda
Allah lebih sayang pada ank muda yg rajin beribadah...

Oleh : Dede Andriani


----------------------------------

senyum tak berarti bahagia
sedih tak berarti duka
sampai kapan hidup mu pnuh dgn sandiwara?
hidup dgn fatamorgana?


Oleh : Dede Andriani

Jumat, 17 Oktober 2014

Kumpulan Tembang Kata Ichal Amri : SKETSA MENDUNG DI LANGIT DUKA


'Boleh kusimpan mendung ini?'
'Untuk apa?'
Untuk meletakkan perasaan-perasaan yang tak punya tujuan.

------------------------------------

kucinta kakimu, karena langkahnya melintasi bumi, menembus angin melewati air, hingga akhirnya: menemukan aku

-----------------------

mari berbincang tentang waktu,
atau usia hujan.
sebab esok dan seterusnya.
aku akan mencintaimu
lebih lama dari mereka.

-------------------------------------------

Telusurilah tubuh rapuhku, kau akan menemukan padang savana,
merdu rerumputan,
juga kincir angin,
dalam bayangan

---------------------------------------------

entah kematianku atau kematianmu
yang datang lebih dulu,
cinta akan tetap hidup setelah itu


---------------------------

Kita adalah kebahagiaan yang Tuhan ciptakan namun tertunda.
Aku begitu ingin mencintaimu dengan sangat-sangat istimewa, Tapi, Tuhan menyederhanakannya.
Percayalah, pada saatnya nanti "kembali" adalah pilihan kita satu-satunya


-----------------------------

Ceritamu yang di bab mana yang tak kusediakan telinga dan pundakku ? Bahkan jika itu cerita tentangmu dan dia, aku hanya bisa tersenyum dan berpura-pura ikut bahagia.
Rindu itu sesederhana ketika kamu menunda makan untuk menunggu kabarku jika aku sudah makan.



^^GAPURA^^

sebuah gapura di ujung jalan ini,
menyimpan kecemasan kita.
Sesuatu akan terlepas, seperti balon yg ditakdirkan untuk pecah
kubayangkan,

Bayanganmu memanjang ke arah gapura.
tempat segalanya pernah tiba,
untuk menjadi tiada.



Oleh : Ichal Amri
Tanjungbalai, Sumatera Utara

Jumat, 03 Oktober 2014

Kumpulan Puisi Selendang Dayu - JEJAK CAMAR



JEJAK CAMAR

Senja kembali perkasa,
cahaya perlahan mengeping sirna,
sementara tangan-tangan malam mulai menjemput,
hapuskan sgala lintas kepakan camar.

Jarak yg bergulir...
mungkin jg terguling,
disela siang dan malam,
yg ikrarkan tak pernah berujung,
....mungkin tak bosan!
....atau memang enggan untk beralasan.

Salahkah jika ingin menatap?
hanya menatap yg tak beratap,
diluar bayang yg menjemukan,
disaat malam yg merejam,....kejam,...
tak lg terukir jejak-jejak sang camar,
yg biasa singgah atau sekedar melintas,
dilintas awal yg tak terlintas,
ditarian atap tak beratap,...
....sang camar tak lg berjejak!

-Selendang Dayu-





JEJAK SIBUNGA SEPATU PUTIH


separuh langkah sibunga sepatu putih,
menapaki jejak-jejak berduri,
walau perih dan letih kedua kaki,
serta mencakar cabik kedalam nurani,
namun sibunga putih,...tetap tak peduli,..!

...ini hanyalah biasan setitik cahaya,
dari tengadah menadah kepada Illaahi,
tolehlah sejenak walau dipandang mimpi,...bahkah benci..!
"cahaya suci datang dari nurani,dalam dekapan ibu sejati,...didalam lindungan sang illaahirrobbi,dari semua onak atau duri"

nurani berisi kasih,
nurani berisi sayang,
yg menjelma menjadi sentausa,
nurani tak berisi cinta,
nurani hanya terbalut cinta,
yang menjelma menjadi luka,

untuk apa menjejak duri,
bila sejati tlah diketahui,
perih dan letih sirna dan pergi,
wahai sibunga sepatu putih,
ini hanya biasan kecil,
dari cahaya yg kau cari,
...maka kembalilah pada nurani yg tetap suci..!

salaam,
-Selendang Dayu-




SURAT SUDAH DILIPAT

Terkata sangka diadudomba,
dari jiwa tak merdeka,
terbuai serakah didalam pongah,
dari manusia menjadi entah,

hati tak lagi menjadi,
naga tak lagi berkata,
sesal menyatu bual,
hasrat jadi pengikat,

hidup menjadi bayang,
tubuh menjadi lumpuh,
bangkai hidup didalam bingkai,

...sebab ikrar hanyalah koar,
malang nasibmu kawan,
sebab surat sudah dilipat!

salaam,
-Selendang Dayu-





- TI-TIK –


Setitik amarah menutup titik,
setitik titik yang tertitik,
titik titik yang menggelitik,
rintik rintik mulai menjentik,
sedetik, tetapkan titik.

salaam,
-Selendang Dayu-




-TITIAN RINDU-

pongahku kepada waktu,
bayang diri tak menjadi tentu,
jengahku kepada hari,
biakkan hasrat yg tak perduli,

ini menjadi duri,
tatkala mata menatap diri,
hatiku janganlah mati,!
janjiku kuikrar kembali,
ditautan mimpi kembali suci,

resah membalut hati,
siksa mengikat diri,
padamu kembali wahai Illaahi,
tak ada tempat berpegang abadi,
kuatkan iman dalam meniti,

tak ingin siksa membungkus diri,
takpun hendak lukai hati,
sujudku satu Illaahi Rabbi,
lewat syair sunyi dalam puisi,

sujudku harap maujudmu,
hanya satu dalam berpadu,
kuatkan iman dalam kalbuku,
hamba yang bersimpuh didalam rindu,
memohon ampunanMu yg Maha kurindu.

salaam,
-Selendang Dayu-





KADANG2 SALAH,HAMBA MOHON PETUNJUK-MU


takbirMu alurkan rindu,
sibakkan 7 dan banyak pintu,
aku yg terjaga,
dari peluh yang berjelaga,
dahagakupun serasa sirna,
dari diri yang pasti kan nista,
hingga kupercik banyak mutiara bahagia,
sebab dunia yg pasti tak syurga,

langkah terbelok arah,
lelah coba gairah,
kupasrah takkan menyerah,
dari hidup yg kadang salah,
slalu mencoba untuk berbenah,
sebab lelah didalam lumrah,

hati yg terlena,
dari nurani yg ter,-dilupa,
dari bius sang durjana,
dari dunia bermata 3,

bangkai yg bergetar,
mencoba berdiri dan bertegar,
Engkau yang Maha Besar!
tumbuhkan diri untuk berpilar,
sembah ampunMu,...Allaaaahuakbar!

salaam,
Selendang Dayu





ANGKA YANG BERUCAP


sudah kuhitung yg tak terhitung,
rupa nyata didepan mata,
telah kusentuh bayang-bayang,
hingga angka tak lagi berkata,

bersama angka teman berkata,
dalam saktinya bercerita,

angka 0 alaskan rupa,
angka 1 tetap menyatu,
angka ke 2 tetap bersama,
angka 3 rupa-nya nyata,
angka 4 mulai bersinar,
angka 5 ingin bahagia,
angka 6 sayang membentang,
angka 7 tersakiti,
angka 8 mulai berdiri,
angka 9 raja dijumlah,
angka 0 tak dapat dihitung

nb.
pencarian angka sembilan:
1+3+5+7=16
=1+6=7
2+4+6+8=20
=2+0=2
jumlahkan kedua hasil penjumlahan=7+2=9
lalu kalikanlah angka 9 dengan jumlah berapapun yg diinginkan,
contoh:2x9=18
=1+8=9 dan seterusnya.
Maka tetap berjumlah 9,
...Maka 9 adalah "RAJA DIJUMLAH"
...slamat mencoba!
salaam berkarya,
By.-Selendan Dayu-





- WAKTU YANG BERLALU –


Aku tak ingin menghitung waktu,
walau bayang kerap menghantu,
sesakkan kalbu yg mulai menjemu,

hanyalah ingin bersisi waktu,
agar hantu tak menjadi batu,
harapan diri tetap bersatu,
dalam sujudku kepadaMu.

air itu,...
pun matahari itu,...
terhempas bayu yang menipu,

kuharap sujud bersisi waktu,
dibatas akhir yg membisu,

dibatas syair yg mengalir,
dibatas akhir yg terlahir,
dibatas akhir yg tak berakhir,

salaam,
-Selendang Dayu-




-TINTA PUTIH-

Ada yg terlipat disurat itu,
hingga kata berbeda makna,
ada yg tak terlihat disitu,
yg tampak tak beralenea,

Kertas putih itu,..!
ku ulang dengan tulisan rapih,
agar jelas smua alenea,
koma,juga tanda baca yang lainnya,

Kertas putih,
alas yang putih
tinta putih,
hati putih,

Membuka sanubari...!

Mula-i janji,
sejati...!
salaam,
- Selendang Dayu -




-DiNAMIKA SELARASNYA DINAMIKA-

diam tak melukai,...
hening dipelukan benin,
mata tak percaya mayapada,
denyut diraga terkata sama,

aku,taklah berpunya,
hamba juga adalah mereka,
aku dia rupanya kita,
dia kita rupanya mereka,

tak bicara,
tak bersuara,
tak ada surga dalam dada,
tak nyanapun segera tiba,
lewati masa-masanya rasa,
dinamika menjadi surga!

salaam selaras,
-Selendang Dayu-





-SELOKA CAWAN BERBATAS MERAH-

gaung seloka dibatas merah,
getarkan cawan-cawan sejarah,
merah tak bergetah,
tumpah lalu punah,

seloka batas berganti jenaka,
dalam rupa tabiatnya manusia,
pandai berkisah halalkan siksa,
dikelebatan bayangan suka,

tak sulit,
tak juga siksa,
jika itu rupa adanya,
jalinlah kata dalam bicara,
tautkan batas yang merupa,

ini juga gaung seloka,
tak ada reka tak pula sandiwara,
batas merah tetap berguna,
tautkan diri dalam saudara,

dunia juga bicara,
dunia nyata dalam rupanya,
dunia didalam cawan manusia,
dunia pun tetap berkata...

aku hanyalah sementara!

salaam selaras,
-Selendang Dayu-





-SELENDANG WARNA-


selendang laras dinamika rupa,
selaras damai berjalin kasih,
berbeda fikir indahnya makna,
direlung kasih dinamika yang meronna bunga,

selaras berjalin selendang jiwa,
dirupa fikir salah bermakna,
selendang laras menjalin warna,
dirupa bunga warna ceria,
selendang laras taklah meluka,
selaras fahami keadaannya...

salaam selaras,
-Selendang Dayu-




- KELANA –


ketika nopember melayang bayang,
pembatas merah akankah kau tiba,
anganan sukma diam beraga,
dalam kepangan atma yang terbelah,
lemah rasa,atma dan raga,...

nopember haru mulai menyaru,
ada pilu,ada juga rindu,
mungkinkah ini pembatas jemu?
tak tau, tapi ku tak ragu,
sekalipun bayang tak pantas semu,

jalan panjang tak menjadi simpang,
disejadah nafas semua kubentang,
smua pialang,juga sang malang,
agar berlari menahtah bintang,

ini hanya dibalik kisi,
kisi bersisi lembaran jati,
awal tertetes,akhir terbelah,
seonggok jiwa dalam kelana,
tak guna tau atau berkata,
kelana jati menjadi dinamika...

salaam selaras,
-Selendang Dayu-





-BUNGANYA BUNGA-

Tak ada bunga yang tak rupa,
Rupa bunga tetaplah indah,
bunga berganti dimakan masa,
bunga gugur penyubur tanah,
walau bunga termakan usia,
rupa dunia hanyalah raga,
akhlak mulia tetap belia,
dalam syurga yang sebenarnya...

-salam selaras,
Selendang Dayu




-2 SISI MENGIRING WAKTU-

menampi yang bisa,
walau hanya yang biasa,
membasuh para naga durjana,
merasuki dalamnya kepala,
hingga sampai kenegri cina,
bintang sejati tetap setia, yang menunggu diatasnya,

gundah gulana teman tertawa,
sebab bersisi riang gembira,
sekalipun waktu yang bergulir,
dengan tetap tak mau tau ......dan khawatir,

nyata indahnya,
indah nyatanya,
didalam dunia tetap berdua,
tetap berdua didalam dunia,
berjalan bersisian,
dari sakit ingatkan sehat,
dari sehat ingatkan sakit,
dari sedih ingatkan senang,
dari senang ingatkan sedih,
tak ada gundah didalam gembira,
tak ada gembira didalam gundah,
takkan ingat ketika lupa,
takkan lupa ketika ingat,
2 sisi tetaplah bersama...

basuh diri dari naga2 durjana,
yang membuat lena tetaplah menyiksa,
hingga selaras bersisian...
kamu-aku,
kita-mereka,
...semua tetaplah bersaudara!

(persembahan kepada Indonesia baru-saudara sebangsa manusia dan setanah air didunia)

-salaam selaras,
Selendang Dayu




CERMIN DIRI

Naga durjana tak sedikitpun sakti,
walau mampu menyembur api,
juga alam atau rajawali yang katanya sakti,
Semua hanyalah cerminan diri,
yang harus mampu kita lewati,
dalam kelana sebagai makhluk insani,

Wahai kelana maknawi!
buat apa menyembur api,
jika ego menyesatkan diri,
apalagi berkata sebagai rajawali,
sebab kita hanyalah makhluk insani,
dalam guliran waktu berbenah diri,
bukan naga sakti ataupun rajawali sakti,
tak ada saling melukai,
apalagi menyakiti,
juga tak ada kebanggaan diri...
salaam dinamika selaras,
-Selendang Dayu-




-SECARIK LUSUH PENJEMPUT RINDU-

malam ini,...
hanya bait yang kubisa,
demi masa sudahi luka,
dengan sedikit getir yang khawatir,
sebisanya bisa dari yang ku bisa,
teruntuk mawar dibatas merah,
tentang sedih gugurnya bunga...

gugur bunga usahlah luka,
gugur bunga tegarkan sukma,
gugur bunga lengkapi diri,
gugur bunga kuatkan mimpi,
gugur bunga kuatkan hati,...
gugur bunga bangkitkan diri,...
...sebab....
gugur bunga,....
kembalinya ketaman hati!

...dahulu kutitip secarik lusuh,
bila ingin menjemput rindu,
panjatkan doa secarik lusuh,
bertemulah bunga ditaman hati,

duhai bunga janganlah bersedih!
tautlah hati pada Illaahi,
jika rindu bunga dihati,
songsonglah bunga didalam diri,
yang mengendara lalukan mimpi...

(teruntukmu sobat diujung bayang)
-salaam,
Selendang Dayu




" D I A "


Dia pernah ada,...!
didalam rentang panjang yang gulita,
bermata merah penuh amarah,
berbatang tubuh yang penuh luka,
bak singa raja dimata,
tak perduli penguasa ataupun dewa...
Membabi buta...!
gila!...meng-hina...!
tumbuh bersama fatwa kecewa...
menghinakan suri juga tauladan,
...diatas udara yang tak bersaudara...

...kini senja mulai meminang,
usai cerita singa belantan,
merah berganti berwarna tanah,
tak kuasa,lagi mendewa,
tubuh yang luka tandakan hina,
rupa kecewa rupanya makna,
raja dimata berjejak sesal,
membabi buta tinggallah meraba,
mencoba rajut rias tauladan,
nikmati udara satu yang bersaudara!
dalam nista tak berdayanya...
...sebab Dia telah tiada...!

-salaam selaras,
Selendang Dayu




"AKU" YANG MEMBATU


Hening,..!
Bening,....menyimpuh...!
satu...!

....yang berkisah dibalik kisah,
tentang jiwa2 tak lagi melemah...
pudar...
menyirna...
jiwa-jiwa setadi lemah,
sukma yang terbelah mulai berpadu...

ada rindu,
ada suka,
dirasa bahagia yang kian meraga...
Alhamdulillaahiwasyukurillaah...!

....Namun,...berkisah pula setelahnya!
rumput bergoyang menjadi batu,
dirasa tegak menggagah langit,
dalam jubahnya naif bertegak,
dirasa buih kuasai samudra,
embun tertutup ke-Aku-an,
menjadi batu yang menipu...

...apakah diri akan tertipu...?
haha...tertipu diri yang meng-AKU,

-salaam selaras,
Selendang Dayu




DOGMA DOGMA SENGSARA


Diwajah pertiwi
Pemuda masih ketawa ketiwi
Menari sesuka hati
Bercanda sampai lupa diri
Akhirnya mereka mati
Di telanjangi di negeri sendiri

Negeri kaya
Tapi rakyatnya tak percaya
Korupsi lebih baik binasa
Dari pada janji
Tak pernah terbukti
Sampai ajal menggrogoti

Dogma negeri kaya
Membuat anak lupa
Malas menimba harta
Meminta dan meminta

Oh....bangsa
Dimana akhir cerita
Anak cucu pemuda
semakin sengsara

Kini hanya mimpi
Untuk mensyukuri nikmat Illahi
Pasrah tapi takan menyerah
Negeri kaya akan terus ada dalam dada
Sampai pemuda menaklukan dunia.

Den Bagus Lucas Atmadja
Kolong Kata_28 Oktober 2014





-DIAM BERKELAM-

Berjuta bait dalam diam,
kau suguh berkemasan pilu,
...dalam diammu....
direntang jala,arung lautmu,
kau patri mati sendiri bungkammu...
Haru dipercintaanmu,
dalam hidup sesalkan rindu,

Hidup laju taklah bayangan,
masa silam eratkan pegangan,
jika silam jadi anganan,
akhirnya mimpi sirnakan zaman,

Duhai hati yang mengharu,
didalam jiwa yang mengelu,
usah sesal rindu yang lalu,
mata nyata hidup melaju,
usah mengharu dalam bungkammu,
nyanyikan tembang terangnya malam...
mari beriang akhirkan zaman...!

-salaam,
Selendang Dayu






- Rindu Menjadi Layu –


Ini hanya setitik gugah,
wahai insan yang menahan rindu,
mengapa raga jadi penahan rasa,
jika rindu ingin bertemu,
usah sakiti mata dan juga sukma,
mata menyembab sukma tercecah,
terhadang gengsi,pun takut yang meraga,
tak menyalah jika hati kau buat gembira,
...ucapkan sapa dengan aksara,
dia hanya menunggu kata...
bukan bungkaman dalam cerita,
bukan tarian didalam sukma...

....Tegas sedih dimata itu...
....terlihat rindu dari matamu!
bendera putih....buanglah jauh...!
tak ada gengsi... yang senangkan hati...

(buat juara penahan rindu)
-salaam selaras,
Selendang Dayu





- IRAMANYA ALAM SEMESTA Dan JAGAT RAYA –

Hari ini laut tak sbebiru biasanya,
mungkin karna angin yang menguak laut, membuncahkan seluruh isinya hingga keruh,
juga mengencangkan dinding2 langit yang mulai merasa dalam gigil dan jenuhnya,
disaluran2 serta jalanan yang terhadang,
hingga lemah melambat,
mungkin disinilah letak perannya api sejati yang menghangatkan dalam suamnya yang memang nikmat,
juga cahaya yang bukan bias dari api,namun sejatinya kebenaran,...
....sejatinya sumber pengetahuan,dari api,air,angin juga tanahnya yang menopang air...
agar semua kembali selaras dalam penyatuan dan kesuburannya...

-salam selaras,
Selendang Dayu




TAK BERSAMA DUNIA

Apa cerita dunia hari ini?
seharian aku tak bersama mata,
tak juga bersama telinga,
seharian penuh,aku hanyut didalam air,
hanya sesekali menyembul,
namun angin telah lama pula menunggu,
seketika ia langsung membalutku,melelapkanku,
dengan belaian2 syurgawinya,...
terkadang aku merasa nyaman...!
karna tak tau dunia...

Aku tak tau cerita dunia hari ini!
karna aku tak bersama mata,...
aku tak bersama telinga,... sedang rasa dalam kembara,
....mengembara dalam dimensi yang hampa,
....tak bernyawa!

aku tak lupa..!
tapi aku tak tau dunia hari ini...
sebab nyaman diruang hampa..!

...
nyawa hanya sebuah cerita,
cerita dunia menuju syurga...
kembara indah berkah Yang Maha Kuasa,
jangan pernah berputus asa,
ini hanya kelana maya,
ketika terbuai nikmat dalam pelukanNYA...!

-salaam,
Selendang Dayu





- HITAM KOPI SELENDANG DAYU –

Kembali kureguk nikmat kopi hitam-ku,
bersandar dipinggiran trotoar lusuh,
trotoar lusuh tepian laut...

...penuh dengan sunyi,
bising-ku hanyalah damai...
yaa....setidaknya cawan2 merah itu mulai menjauh...
hanyut sendiri dibahteranya.
bahtera merah yang siratkan darah,
sebab dayung yang me-merah bara...

Maaf tuan!
maafkan pula puan...!
aku pelayan tuan dan puan...!
biar aku rehat sejenak !
biar kujemput matahariku,
biarkan kujaga cawan yang putih,
agar embun tetap mengisi,
...agar waktu tak lagi membunuh,

...Aku,....
ditepiku....
pinggiran trotoar dan kopi hitamku...!

salaam damai selaras,
-Selendang Dayu-

Kumpulan Puisi Ayit Ray - DIBATAS SENJA AKU MENANTIMU


1 OKTOBER 1996

Aku mencintaimu
Namamu masih ada di hati
Bila kau ingat
Masa silam
Coba kau tunjuk bintang
Yang indah hiasi malam
Ada cahaya yang redup
Yang dulu pernah bersinar
Karenamu
Kini, aku masih mendambamu
Jika kau mengerti
Tentang dirimu yang selalu dihati
Takkan pernah bisa aku miliki
_____________
Sugidi Prayitno
12 November 2010





DI BATAS SENJA AKU MENANTIMU

Air mata tumpah membasahi bumi
Saat melihatmu bahagia dengannya
Cincin manis dengan ukiran Ray
Masih terpasang indah

Masihkah ada cinta untukku
Saat kau bahagia dengannya
Masihkah ada rindu kau pendam
Hanya kau yang tau
Cintamu bukan untukku

Aku masih menanti
Di batas senja
Dalam pelabuhan rasa
Untukmu cinta.

______
Sugidi prayitno
23 November 2010




DI SERAMBI DOA
:asrama keramat


Di bawah atap tembok debu
Asap kukus menggenggam rindu
Beralas papan bambu
Tangan mungil meracik candu

Menanti malam, menanti tenang
Cahaya timur, terang di tepi jurang
Kepul rindu wangi surga
Bertemu dalam putih rasa

Saling sapa canda
Cerita kita
Tentang lapar haus dan dahaga
Menjadi santapan tak terlupa

Semoga, di serambi doa kita bertemu
Dalam kepul candu
Meski tak seperti dulu
Ceritamu yang hilang di telan waktu

______________
Sugidi Prayitno
Jakarta 01 Oktober 2014




SAJAK SEMAK

Rihrantakho di batas bilang
Nyanyian geludug
Mahaetha rupuning
Bersajak hening

Ku yang gila!
Kuumbar watak beringas
Tapakku tanpa jejak
Sajakku tak bernafas
Kulihat burung jalak
Terbang mengitari mati

Datang! Dengan cangkul iar
Tanah keras terangkat pasrah
Memendam mati
Yang berteman sunyi
Bersabarlah pada malaikat
Pada gada rantai dan bara

Tersenyumlah! Pada dunia, yang mengurung indah dengan sempurna.

________
Sugidi Prayitno
08 April 2010






TIGA OKTOBER DUA RIBU SEPULUH

Aku melukis wajahmu
Pada dinding kamar
Wajah yang belum aku lupa
Wajahmu tersayang

Agar kau datang
Saat malam di pembaringan
Meski hanya bayang
Setidaknya selalu ada
Untuk menemani jiwa yang terluka

______
Sugidi Prayitno
Kebumen 03 Oktober 2010





SUARA ITU

Tentang malam dan suara yang mengisi kesendirian, tersalip harap kumiliki, saat kunanti ia datang dalam dekap sayang.

Tubuhku tertutup butir asa, akan restu yang semakin tenggelamkanku pada kenyataan, bahwa pintanya, inginkanku bersanding pada jarak langkah.

Seperti angin yang hembusnya kencang menerkam tubuhku akan rapuh cinta yang ada.

Inginkanku, seperti air dalam putaran waktu dan aku di dalamnya.

________
Sugidi prayitno ( Ayit Ray )
Jakarta_28 September 2014






NAMAMU MALAM

Jika kau kembali
Akan ada cahaya untukmu
Cahaya cinta yang hilang
Dari keterasingan

Memelukmu adalah harapan
Meski kecewa, ku dapat
Setidaknya telah aku jaga
Cahaya yang dulu kita bina

Setelah kau bergi
Aku masih ada
Dalam sudut malam
Seperti pintamu

Untukmu
Cahaya yang telah lama hilang
Tiga Oktober Dua Ribu Sepuluh
Namu "Malam"

______
Sugidi prayitno
Kebumen 03 Oktober 2010





SINGGASANA HATI

Kasih;
Kubawah padamu bunga bangkai
Akan kuantar ke singgasana hati
Seharum kasturi para jejaka
Seindah cahaya senja

Kasih;
Bila sehelai wangi kau terlewat
kucipok lentik jidad
Serta pipi tembem
Kutampar dengan Bismillah.

Kasih;
Sebagai rasa sayangku
Apa masih kurang
Kubawah bunga bangkai
Yang tumbuh subur
Di pekarangan rumah bi siom
Kasih;
Seberapa pintamu, padaku
Hanya ini yang bisa kubawah
Sebagai rasa cintaku padamu.

Sugidi prayitno (Ayit Ray)
Jakarta_ 30 Oktober 2014





PENANTIAN

Penantian;
Kursi tepi jalan dan sinoptik
Pedagang dan pembeli;
Di antara mereka, aku
Tanpa bicara
Diam, menatap angka;
Yang berganti
Tak mau berhenti.

Penantian;
Mobil dan motor
Lampau merah, hijau, dan kuning
Berganti menari;
Aku dan sebatang Kawung
Tak lupa secangkir Kahve
Masih setia
Mengamati
Laju mobil dan motor;
Yang berganti
Tak mau berhenti.

Penantian;
Terus berjalan
Pada pagi hingga pagi
Di sini di tengah kota;
Penantian
Semakin panjang
Untuk cintaku korbankan.

Sugidi prayitno (Ayit Ray)
Jakarta 29 Oktober 2014





RUANG SEMPIT

Dalam ruang sempit
Tubuh semakin terjepit
Dalam ruang sempit
Hidup semakin sulit

Dalam ruang sempit
Yang hidup merintih sakit
Mati menjerit
Terkubur sejengkal parit

Kita hidup di ruang sempit
Sebab tanah di rampok kawanan bandit
Nyatanya kita masih mengemis
Pada pertiwi, pada negeri, pada mereka yang merampok NKRI.

Dongeng negeri kaya
Hanya rekayasa, para maling
Yang menjadikan kita boneka
Dan bangga mengatakan, merdeka!

Sugidi prayitno ( Ayit Ray)
Jakarta_ 01 November 2014





KAU, TAK PERLU MENANGIS

Sisi gelap rahim
Masih berselimut kabut
Kau, tak perlu menangis
Meski ibu menikah berulang kali.

Sugidi Prayitno
Jakarta_31Oktober 2014





KASIH SEPI

Selamat datang kasih
Kasih yang tercipta
Dari rasa sepi
Membuang gelisah
Menepi sendiri;

Selamat datang kasih
Setia menemani sujud
Mengantar do'a
Di pergulatan rasa

Tak ada lagi sosok
Yang mengoyak
Kumampu berdiri
Dengan kasih sepi.

Sugidi prayitno (Ayit Ray)
Jakarta_ 01November 2014





KASIH SEPI

Selamat datang kasih
Kasih yang tercipta
Dari rasa sepi
Membuang gelisah
Menepi sendiri;

Selamat datang kasih
Setia menemani sujud
Mengantar do'a
Di pergulatan rasa
Tak ada lagi sosok
Yang mengoyak
Kumampu berdiri
Dengan kasih sepi.

Sugidi prayitno (Ayit Ray)
Jakarta_ 01November 2014




SEMUA TENTANG DIA
:masih luka


Yang nampak, luka sayat
Gores rakus borjuis
Tanpa bumi, tanpa langit
Menenggak air mata embun
Dari mereka, atas nama kita
Hanya fatamorgana

Langkah diam, dalam do'a
Bersaut mengamini
Apa saja tidak lagi berarti
Mimpi sudah terbeli
Dari mereka, atas nama kita

Terampas sudah
Bumi dan langit
Tempat raga merebahkan luka
Tempat jiwa bersemayam nastapa

Apa lagi, yang bisa kau rampas
Sedangkan bumi dan langit
Bukan lagi tempat bermimpi
Untuk kami hanya seupa nasi
Sudah cukup sebagai ganti
Dari mimpi yang sudah kau curi

Sugidi Prayitno ( Ayit Ray)
Kaum kusam_ 08 November 2014




SETELAH HUJAN
:bella


Kau boleh peluk dan kecup bibirku
Setelah hujan, kau boleh menangis
Menggerayang masa silam
Peristiwa yang telah memisahkan
Hitam dan putihnya cinta;

Setelah hujan, kau boleh tatap mataku
Mata yang masih menyimpan namamu

Setelah hujan
Kau tak ada lagi
Pergi tinggalkanku seorang diri.

_____
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
Jakarta_05 November 2014





TIGA DAN EMPAT
:bella


Tiga, jalan merayap pulang
Beriringan menerkam hitam
Di lalui tanpa henti
Sepanjang jalan pulang;
Bujang masihku sandang
Lengkap dengan kemenyan
Dupa serta sesaji, di pelataran mimpi
Tubuhmu kudekap sayang
Berteman gerimis dingin dan laju roda

Empat, tembang kenangan
Membayang dalam ingatan
Ini yang sulit kulupa
Tembang-tembang mengiringi

Malam tiada henti, di pembaringan
Kuputar dan kuulang lagu kenangan
Sampai kuterlelap dan pagi menyapa
Tiga dan empat.

____
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
Jakarta_05 November 2014




AKU PADAMU

Segenap jiwa
Tak mampu kurebah
Untukmu sayang
Bahasa jiwa
Yang tak pernah sama
Kuutarakan semua rasa
Apa adanya
Dan seperti ini
Kelembutan yang tak sempurna
Biar nampak
Gelora mega
Biar jelas lekuk senja
Aku padamu

___
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
Tanah Durna_23 November 2014




GAJI BURUH DIKENTIT
Karya : Ayit Ray


Lihat ditanahku
Gaji buruh sebulan habis
Siang malam pagi
Tak henti bernyanyi
Tak kau syukuri
Nikmat rezeki
Masih saja menuntut lebih

Lihat ditanahku
Gaji cukup membeli terasi
Masih terus mengejar mimpi
Tak mengeluh, meski sakit terikat duri

Disini
Tak ada habis
Menggerogoti
Dinding-dinding pabrik
Sampai lapuk lidah mengkerut
Ditanahku ribuan buruh
Terkekang nasib
Bersikap pasrah namun berontak
Terus berjuang syukuri nikmat
Yang di dapat hingga akhir hayat

______
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
Jakarta 10 Desember 2014





Negeri para dewa berselimut do'a
Karya : Ayit Ray


Air mata belum habis
Setelah derita panjang mendera bangsa
Kini saudaraku terperangkap
Dalam bumi yang marah
Pada tanah yang murka
100 nyawa belum tentu berdosa
Harus menanggung derita
Sampai kapan
Rakyat kecil tak tau apa
Menjerit dalam tumpuk tanah
Untukmu saudaraku
Kuantar doa
Dari balik air mata
Semoga Tuhan mengganti tangis
Menjadi intan disetiap tetes ilu.

___
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
Jakarta Dua Belas Desember 2014





BURUH PABRIK
Karya : Ayit Ray


Bila ada penguasa marah pada buruh
Protes pada keringat buruh
Nurani marah
Dimana buruh menangis
Dan air mata tak mampu tertampung.
Anak-anaknya menangis
Makan tempe
Seharga motor
Motor seharga mobil
Mobil seharga gunung
Gunung seharga bumi
Rumah hanya kontrakan
Sebidang tanah nyaris terjual.

Bila ada penguasa marah pada buruh
Protes pada keringat buruh
Pabrik-pabrik ditutup
Penguasa, pengusaha
Diam berkemas terbang

Tuhan, dimana rasa syukur
Yang telah hilang,
Demi kepentingan golongan
Tak lagi bisa melihat
Bahwa tangis tak lagi di dengar.

_____
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
Jakarta 10 Desember 2014





RUPIAH
Ayit Ray


Sampah saku
Uang saku
Oh..negeriku
Semakin aking
Garing njengking
Terjadi apa
Miris ngenes sumeng meneng
:bagaimana nasib kutang
Tergarang bara
Mengkerut meritut si burung jalan

Lihat birokrasi korupsi masih saja nguntit
Ngintip njimit ah: maling buncit
Sial otak dongkol bau jengkol
Kura-kura sakit bisul

Oh...negeriku
Lihat uangku tak ada lagi arti
Yang kita banggakan
Di saku di dompet di mana-mana
Tapi ini yang terjadi
Jangan biarkan masuk penggilingan

___
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
Jakarta 16 Desember '14




DEBU KHAYAL SEPERTI CINTA
Ayit Ray

Aku pulang tengah malam
Pada derap langkah pincangku
Rokok masihku hisap berkawan setia
Tanpa cinta, jalanku teronggah lara

Tak mungkin peduli, ragaku kumal
Kuli jalan tanpa henti kusandang
Debu selimut badan
Wanita cantik bergunjing
Kearah jalan pulang

Keluar nafsu ingin kumuliki
Bersanding dengan dekilnya raga
Bersama khayal kosong
Yang tak mungkin:
Aku miliki.

__
Sugidi Prayitno (Ayit Ray)
Bekasi 17 Desember 2014


Kumpulan Puisi Yusaku Kudo - PEJUANG CINTA



KUPILIH DIRINYA (Y) KARNA DIRIMU (S)
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Kemana dan dimana..
Ku mencari sebidang pundak ku bersandar
Ku menagis dalam kesendirian
Album biru di tanganku
Penuh dgan kenangan,berdebu dan usang.

Bidukku kian mengundang
Namun,tetes rintik di atapku membasahi peraduan senja yang tertinggal olehmu.
Daengarlah ayah..
Degarlah!!
Bahagiakah engkau disana dgan deritaku dan ibuku?
Engkau tinggalkan.

Ku mencarimu!!!menantimu
hadirmu..
Masa itu ku nanti,di saat bibirmu bicara..
Inikah anakku?.
Maafku meninggalkanmu..

Lihatlah..disana ayah
Anak2 yang bahagia dgan ayahnya
Hari yang berganti..
Semakin rindu aku padamu
Tanpa sekatapun ku degar suaramu
Dari lahirku kau meninggalkanku

Kini...
Mengutus sang malaikat
Dirinya
Sosoknyaa
Penawar kerinduanku..
Ayah
Aku tau kasih sayangnya,aku kenal dirinya..
Kuharap hadirnya tanpa hadirmu
Maaf bilaku memilih dirinya..
Kupilih dia karna dirimu






SUARA..
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Masih sendiri..
Dalam merenungi hari yang kian berganti
Masih tanpamu..selalu tanpamu.
Meraih bintang tangan ini tak sampai..bulan di sudut malam menemaniku
Disini..
Dan masih tanpa dirimu!

Disini..dibumi ini tempatku berpijak
Kumerenung menagis menyimpan sejuta kenang tentangmu.
Suara....
Apakah masih ku dengar?
Suara...
Bisakah engkau mendengarku?
Apa kabar kekasihku

Esok hari yang ku songsong
Akankah dia masih bersamaku?
Dihatinya ku menunggu dan masih bertahan.
Suara..
Panggillah dia untukku
Suara..
Bisikkan aku disini dan masih bertahan..





PEJUANG CINTA!!!!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Dalam memburu cinta
Hai kawan..
Jaganlah cuma bermain kata-kata
Semua percuma..
Pecuma tiada akan bermakna
Jika dirimu di sini berdiam diri

Ini saatnya kawan dikau
Menemukan dan mendapatkan
Wanitamu...bidadarimu
Ini kawan...
Masa dimana saatnya katakan cinta
Duduk bukan sifat pejuang cinta.

Jangan di tunggu.
Jagan terlalu lama
Dan jangan lama-lama
Katakanlah...
Wahai pejuang ucapkanlah
apa!..siapa dirimu yang sesungguhnya

Jangan terlalu lama..
Memendam cinta sakit di jiwa
Lepaskan...
Busur itu bukan untuk di kenang
Panah itu bukan untuk menyakiti
Panah cinta musti kau lepas
Padanya...hatinya

Bagian itulah yang kamu perlukan
Pejuang cinta
Masihkan engkau berdiam..?
Memainkan sandiwara kata?
Gombal...!!!




AKU DAN AYAH !!!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Engkaulah do'a di setiap nafasku
menjagaku didalm hidupku
Mengajrkan diriku
Selalu..jadi yang terbaik
Inginmu

Engkau tak merasakan pegal dlam bahumu.
Tak merasa lelah untukku
Sebagai topangan hidup anakmu
Memberikanku kebahagian
Yang terindah bagiku
Ayah..


Diriku ini hanya memanggilmu..
Ayah..!!!
Disaat gelap datang
Disaat ku kehilangan arah pulang
Diriku hanya mengingat dirimu..
Ayah..!!!
Di saat diriku sudah jauh darimu
Jauh dari dekapmu
Dan jagamu..

Bahagiaku kadang deritamu
Ku ingat jasamu ayah
Budi baktiku padamu
Tak ku buat diirmu kecewa
Aku hanya memanggilmu..
Ayah!!!
Bila diriku rindu..
Bila aku terbuntu..
Aku hanya mengingatmu..
Ayah.!!!
Di kala mata ini mulai menutup
Ku ingin hadirmu di mimpiku!!





SABDA DALAM DO'A DAN NAMA
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Tahta tiada dalam rasa cinta
Rindu...
akan memanggilmu kembali
Dalam setiap jiwa,
sesungguhnyatelah bersumpah
Setiaku hanya padamu
Bilakah adanya cinta dalam jiwa
Harum wewangian alam semesta puspa nestapa!
Segala gundah nan di rasa
Hanyah dia
Hanya dirinya
Kukan memuja sungguh kepadanya.
Sesaat ketika cinta itu memanggilmu
Dia..
Mempertemukanmu..

Cinta telah memanggil..
Hangatkan nafasku
Cinta telah memanggil..
Tersandungnya kerinduan
Rindu...rindu..padamu
Rindu...rindu..suaramu
Kupanggil namamu dalam sabda do'a ku

Melayang di langitmu
Mengepak sayap malaikat
Seakan tenggelap dalam lautan kasih dan cintamu

Namamu dalam sabda do'aku
Kalbu yang dlam rindu
Meleburkan rasa,asa jadi satu
Tarian bidadari teriring syahdunya

Sabda dalam do'a
Rindu...rindu..
Rindu namamu dan dirimu






BERSAMA DALAM CINTA
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Dalam separuh langkah saat ini
Membawa malangnya jiwa
Bagaikan keringnya ketandusan dunia.
Tersaksinya,
Hidupku tiada cinta

Ku kehilangan,arah tumpuan
Mencari hati akan cinta ini
Sampai ku menemukan kasih sejati
Jalan ini begitu panjang
Walau tanpa letihku
Ku menantimu, mencarimu
Sosok seorng pemberi cinta.

Kini...
Ku menemukan dirimu
Disaat langkah ini mulai rapuh
Di saat keputus asaan merajamku
Rasa lelah..
Kebosanan
Menunggu segenggap cinta darimu
Dan..
Ku sudah bersama
Tak kulepas..merangkul jiwa yang hampir mati
Hingga masa itu datang
Padaku...
Padamu...
Kita bersama untuk selamanya..




MENGAPA…!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Mengapaa?
Hari ini begitu mendung
Dimanakah matahari yang bersembunyi
Mengapaa?
Ada bintang dan bulan di siang hari
Memberi pertanda yang sngat tak ku duga.

Mengapaa?
Angin bernyanyi,menggetarkan hati ini
Suara siapa di jujung sana yang membuatku tak bisa tertidur
Kenapa dan mengapa hati ini bergetar?
Kedatangan siapakah yang ku tunggu

Tarian dedaunan mengajakku
Membisikkan nada nada suara
Mengapaa?
Riak tiu sama derasnya debaran ombak di dadaku. Mengatakan bahwa ada seseorng yang akan menghampiriku
Mengapaa?
Jarak ini sangat amat jauh
Sehingga begitu susahku menggapainya
Mengapaaa?
Dan mengapaa?.




BIDADARI KERINDUAN !
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


merenung sang anak
Dalam gelapnya tertatih di kelamnya kabut.
Tiada menyangka begini akhir dari cerita..
Dirimu yang menjadi bintang
Kini tertutup awan mendung di ujung mata.
Engkau yang jdi inspirasiku
Kini tertunduk membelakangiku..
Tanpa melihatku
Tanpa mendengarku
Kupanggil dirimu dalam mimpiku

Dalam peraduan sepi
Sebelum lelap kantukku mengajakku
Foto potretmu ku peluk..
Kubisikkan nama kiranya kau hadir
Kubawa bersama lelapku di kepiluan.
Kemana..? Entah dimana
Siapa dan pada siapa ku bertanya
Malaikat enggan memberi jawab
Pada anak pesakitan
Nina bobo ohh nina bobo
Buaian balada anak kecil
Mencoba menghibur diri..
Namun,tiada luput dr ingat dan bayang wajahmu,getar suaramu
Hilang di tiup angin penari
Tak kutau kabarmu!
Tak kudegar tentangmu!
Lagi..dan kembali
Do'aku masih bersamamu..

Renunganku kian dalam,jauh melayang
Seakan kerinduan hati menggrogoti sekujur tubuh
Derai hujan di bantalku
Bersama lelapnya tidurku
Berharap ku bangun esok hari
Engkau duduk di sampingku!
Dirimu!!
Takkan hilang di hatiku.






KASIHKU DAN SAHABATKU !
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Menyesal...
Ya..rasa sesal ku kembali
Di kota mati jiwa yang mati
Mati akan rasa, cinta,kasih
Penuh airmata.
Kenyataan itu pahit..
Kutanam kasih untukmu
Kusemai pedihnya luka hati
kau dustai kesetiaan yang ku titip padamu..

Bukankah sumpah telah kau lontar?!
Bukankah janji sudah kau ikatkan?!
Yang kau ucap dari bibirmu
Menunggu ku kembali
Sungguh syang dirimu berdusta
Engkau yang ku cintai
Terlena dibuai dlam pelukan sahabatku.

Kasih..?
Untuk apaa diriku kembali?
hanya untuk sbuah luka pilu
Menyaksikanmu di pelukan orng lain.
Mencumbu bulan dlam tubuhmu
Kini ku kembali
Kubawa luka bersama air mata
Kota ini takkan ku kenang lagii

Diri ini bagai sebtang pohon mati
Rapuh..hancur jatuh kebumi
Dgan kekejaman cintanya.
Sesal..



MENUNGGU !!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Bidadariku..
Lagu ini ku dendangkan
Syahdu suara..
Gemulai tarian gelombag
Penghapus rindu yang hening di kesunyian..merelakanku pergi

Pupuskan keraguan dalam hati
Walau pulau memisah waktu lamaku untuk bersua
Kasih...kujauh di seberang
Yakinlah dan yainkan setiaku padamu
Kutanam berjuta kesetiaan..

Jagan pernah menyiram debu di kesorean.
Kasihku bukan tuk di tangisi
Simpanlah airmatamu
Untuk pertemuan di ujung waktu
Bidadariku..
Di sana kau menanti untukku
Kau tau ku slalu rindu
Suatu saat,masa pasti kembali
Untukmu slamanya

Hari hari yang ku lalui
Gelisah ku rindu
Trus...dan terus ku menunggu
Menunggumu
Untukku...




KUTITIP PERTIWIKU !!!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Ku titip pertiwiku
Sejenak ku melangkah
Membawa lantunan syair kehidupan
Balada-balada ke egoisan
Kemunafikan..

Kini...
Wahay saudara muda
Banggakah kamu melihat pertiwimu
Kehancuran oleh tanganmu
Amanah...
Dan titipan itu
Akankah kau abaikan
Atau hanya tinggal titipan.?

Ku titip pertiwiku
Yang menggawangi indahnya hidupku
Olehmu dan di tanganmu
ku sematkan amanahku..
Air mata sudah cukup terlihat
Olehku dri sedihnya pertiwiku..

Pertiwiku..
Hiduplah seribu tahun..
Untuk anak cucuku!





MURKAMU PERTIWIKU !!!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Kembali..
Langit di bumi pertiwiku
Berduka..
Sedihh..
Tangisan pertiwi begitu menyesakkan..

Awan mengepul menutupi belahan pertiwiku..
Kobaran amarah naga merah
Meluluh lantahkan..menyelimuti tanah darahku..
Apakah ini hukuman?.
Karma?
Buat kami hambamu yang tidak ingat padamu?
Letusan gegunungan....
kekeringan yang berkepanjangan..
Banjir yang seakan menghapus dosa2 ummatmu..

Kembali....dan kembali
Engkau beri ujian kehidupan
Demi kesadaran para insan ciptamu
Tapi..apakah kami bersyukur?
Ampuni kami
Jiwa jiwa yang salah
Jgan hukum kami dengan tetesan air mata.

Karna sesunggunya ke khufuran kami
Murkamu yang maha dahsyat
Sdah cukup air mata di pertiwiku.
Padamu..
Tak kuasanya kami
Murkamu di pertiwiku
Pintaku dan mohonku..




TANGISAN LILIN
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)

Engkau bulan purnama
Diri ini mengumbara dalam belantara kasih
Beri sinar dalam langkahku
Juahkan kekeliruan dalam jalanku

Purnamaa
Cukup jelasku memandang
Besar karunia padamu
Ku ibarat bintang kecil terselimuti awan kelam dlam pekatnya malam.
Umpama Tangisan lilin
Yang membakar jasad sendiri
Menyulut jalanan berduri..
Dan akhirnya ku hancur sendiri
Jadi abu yang tiada arti
Oleh rindu

Degan seberkas cahayamu
Kau datang memberi terang di hidupku
Hingga ku mampu menantang,
Menghapi dunia
Ohkkkk..bulan purnama
Beri terangmu,jagan pergi,
Pergi meninggalkanku sediri
menyusuri liku-liku jalan ini

syahdu kasihmu,..
naungan persinggahanku
Pigur dan sosokmu
jadikan semangat dlam hidupku
Pancaran sinarmu
Kenyamanan jiwaku..
Sinaran abadi...
Sinaran kasihmu..

#(tentang sosok pigur ayaah)





RINDU YANG BERHARAP
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Duduk bersila pinggiran senja Tiada terasa gelap pun jatuh diujung malam
menuju taman embun yang dingin. sang matahari pergi mencipta sepi.
Meninggalkan sejuta kenang di masamu

Kini..
Hari hariku yang dulu bersamu
Pergi disapu riaknya gelombang di pantai
Pupus oleh awan berarak,meninggalkan bekas rindu,harap padamu
Dan kini..
Tiada lagi kesempataNku bersamamu
Dalm menemaniku di ujung usiaku

Dingin malam memelukku
Sunyi,bulan enggan memberi sinar
Dalam ayunan langkahku
Sesekali mengagetkan tubuh yang rapuh.
Malam kian menjauh..
Larut...kian larut
Namun,kumasih disini menunggumu




LAMBAIAN TANGAN SAHABAT !
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Dalam untai kembang serumpun
Ku pahat suatu nama,takkan terpisah..
Namun,takdirku berkata..
Untai kata ku lepas!
Mengurai air mata ke ihklasan
Di tuntun kerinduan ku antar dirimu kembali!
Ku pasti merindu!

Sedih!!!?
Iyaa...sedih
perpisahan!?
Smua insan pasti merasakan.
Slamat jalan truntuk bagimu
Karibku..
Ku kenang dikau walau tiada lg bersama.

Lembayung mengiris!
Sepio menyisir urai ujung di rambutku.
Lambai tangan seorng karib
Mengiris kalbu dalam kepergianmu
Tak kuasa,menahan hujan bercucur
Sekian lama dalm kebersamaan,
Dirimu kini jauh di sana.

Karib..
Bersamamu ku tuntun do'a
Bahagia,..sesampai bahteramu di sana.
Tak lupa..dan takkan ku lupa
Mengenangmu,bulan kan sempurna
Bersamamu,alam bercerita
Sahabat karibku!
Suratmu
Disini ku tunggu!!





DEMI MASA…!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Demi masa...
Aku bukan budakmu
Tubuhku bukan tempatmu memuja
Tubuhku bukan untuk kau siksa,
Dera..
Sesungguhnya..
Jiwa,hatiku sakit

Demi masa..
Kau gelar keserakahan
Kau iming-iming kesenangan
Membaringkan tilam nafsu dunia
Demi kepuasan,kau korbankan
Jiwa jiwa suci

Jalan yang kau bawa, menapaki jejak ke maksiatan.
Jauh dari kesadaran.
Menyambangi jiwa jiwa setan.
Murkaa!!!

Demi masa...
Aku bukan budakmu
Yang hidup di bawah ke fakiran dan ke khafiranmu.

Demi masa...
Sesungguhnya untuk kau bertaubat
Datang padaNYA
Mohonkan ampunnya..


HUJAN DAN RINDU !!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Hujan turun,
basahi jengkal tubuhku.
Temani sepi kesendirian
Rindu yang menggundah.
Ku panggil dalm pilu tak bersuara
Ku Ingatmu dan
semua kenaNgmu
Seperti mimpi..sekilas kau menghilang..
Kini...
Ku jalani hidup dlam kesendirian
Ayah...
Andai waktu berganti..
Jgan kau pergii tinggalkanku,
Pintaku pada tuhanku.
Sekrang dan lusa,
Hanya ku dapat mengenangmu
Untukku sendiri
Tiada lagi cerita,
Sepi yang ku landa tanpamu.
Hujan ini,
Derai di mataku
Detak ini,
Suara jantungku..
Memanggilmu...





AYAH !!!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Dulu...
Begitu besar satu harapmu
Hadirku di duniamu..
Dulu...
Tangisku kau nanti di rumahmu
Dalm pangkuanmu kau buai
Tubuh kecil mungil lemah.
Ini anakku!
Sabdamu...
Tiada ku mengenal
Tiadaku merasa..
Begitu cepat waktumu bagiku.
Kau tinggal..
Bayi kecil lemah menangis..
Kegamangan tanpamu..
Ayah di hari hariku...
Belum puasku..dirimu
Ku panggil "Ayah".
Saat kau pergi
Pergii selamanya.!!
Ayah...





CELOTEHKU !
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Senja adalh luka...
Indah,begitu menghanyutkan
Namun,sesaat..
Hilang,redup meninggalkan kerinduan...
Menjemput malam membuai mimpi mimpi duniawi..
Wahay insan merana
Lelapkan tidurmu dalm mimpi indahmu..
Esok fajar akan mengajakmu
Becanda bersama dunia
Menjajak ketidak adilan hidup.
Pada siapa bepegang,ku tak tau.
Ahkkkkk.....terasa hambar.
Ada rasa bila tiada cinta.
Ada cinta bila tiada rasa.
Bilakah,
Ku berhenti bermimPi?..
Ahkkkkkkkkk
Adilkah bagiku?..
Miris hatiku!
Dalm celoteh kehidupan..
________and_______




CINTA YANG HILANG !!
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Jendela di kesunyian malam
Enggan tertutup melarutkanku dlm lamunan mimpi semalam.
Melihatmu,mempertontonkan kemesraan,cumbuan cinta semusim.
Ku terbantinG..
Ku gundah...
Pada siapa..? Dengan siapa kamu semalam.

Rintik gemerlam bintang.
Kau tabur benih ke sengsaraan,
Kecemburuan..
Dan kemarahan..
Ketakutan asramaku menghilang.
Ditelan gelapnya malam,reruntuhan hancurnya kesetiaan.
Mimpipun pulang..
Bersama cinta yang telah hilang!!





KEMBALIKAN TUHAN
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Tuhan...
Tunjuki jalanmu..
Dalam cinta,hidup dan bahagia
Dalam kesendirian..
Ku tak kuasa begitu ku tak sanggup
Coba,dera kerinduan..
Menggoda jiwa tuk menangis..
Kasih yang kau beri...
Cinta yang kau suguhi..
Kini...pergi ntah dimana.

Sungguh dia yang ku cinta.
Sungguh dia yang ku sayang.
Dalam hidup bagiku ber arti.
Ku memohon..
Meminta..hanya padamu.
Kembalikan padaku..
Kembalikan padaku..
Dalam keutuhan kasihnya.

Tuhan..
Tunjukkan rimba ku bertemu
Tunjukkan jalan dimana ku mengikuti
Relakanku bahagia
Relakanku bersamanya.
Walau semenit,namun itulah bahagiaku..
Pulangkan!
Kembalikan!
Olehmu dia padaku!..




CINTA, RINDU DAN RAHASIA
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Insan...dunia
Pernahkan dikau bermimpi?
Seketika untuk di tempatku?
Dlam keberadaanku?..
Membayangkan pahit sbuah rindu.
Ntah siapa yang tahu..
Mungkin tuhan...
Mungkin juga dirimu!

Mungkin...
Jua kau merasakan..
Hidup yang di tinggal rindu.
Tak mampu ku terpa,
Tiada naluri...
Tiada pertimbangan.
Hening malam membangunkan.
Jiawa menguatkan
Dalam kepayahan.
Andai jujur kau pahami
Rasa ini...
Hati ini...
Adalah dirimu.

Dan tiadaku menjauhi.
Jalananku masih panjang
Membawakan peran hidup tuk di pandang.
Ku putuskan..
Barbagi...
Dan tak memberi..
Untuk rahasia..
Slama hidup dalam cinta..
Kekuasaanku tak mampu,
Menghalangnya..
Cinta bertulangkan dusta..
Kawan..
Kisah ini masih panjang..
Rahasia dunia..
Menghujatku!...
Berat...
Insan...dunia
Pernahkah dikau mimpikan?
Banyak cerita cinta
Namun palsu...





SERMILA...
By:A.M Rizal ASril(yusaku kudo)


Ku terima selebaran cintamu.
Undangan di pestamu.
Yang kau tulis berwarna merah.
bersama kata terakhirmu!
"Jangan harapkan diriku"
Hancur bersama derai hujan
Di ujung mataku!
SHERMILAAAAAAA!!!!
Tiada kumenduga!
Akhir cintaku redup bersama
Senja di langit
Angin termurung dalm kelam cinta.

Taburan bintang..
Melebihi kasih di hati
Kita lalui di bawah kaki langit
Cibir dan caci dunia
Mereka cemburu.
Namun,berakhir bersama undanganmu.

Pasir membentang luas
Melebihi kenangan sayang
Melupakan! Tak semudah itu.
Siiksa dlam batin..
Merana..
Shermila kau putus cintaku
Dlm sebuah tinta merah!





HAROK MANIH MADU !
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Den tanam bungo cinto
Tlah den samai rindu malam nan sunyi.
Den tintang rusuahnyo hati,
Dek nyanyian rindu.
adakah bilo namuah paduli?

Dari hati tlah tumbuah bungo cinto
Layua dek cahyo mentari pagi
Usahlah diak!
Usahlah mungkia jo janji
Denai ka tetap surang diri!

Sayang!
Dek harok jo palarai rindu
Bak cando luko nan di baluik bidadari.
Tapi apo?..
Padiahnyo luko cando sambilu
Bansaik,ka taserok badan derita cinto.
Den baharok manih jo manih nyo madu.
Manga racun cinto ka dapek.
Racun cinto ka denai minum.
Kejam adiak!
Kejam!




SELAGI KAU SETIA
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Kasih..
Melupakan masalalu itu sulit.
Memulai hidup baru dganmu
Dambaan smua insan,sepertiku
Selagi setia,ku cukup setia
Berusaha memahamimu
Ku mencoba..ku setia selagi kau tak berpura..
Sepenuh hati dalm raga janjiku
Dirimu takkan ku persiakan.
Lautan tak bertepi,
Gunung yang tinggi,
Cinta yang tulus sebenarnya.
Beri manusia putus asa..ku tak merana!

satu pintaku! Kasih
Jgan lg mengulang,
Ceritakan masa Lalumu itu
Tak mau ku dengar.
Karna,ku juga pernah melalui,
Bermain cinta di kecewa.
Bilakah kuturut rasa itu.
Rusak hidupku!

Mulakan hidup baru dgnku
Cinta dan mimpi yang baru
Janjiku separuh jiwaku
Dikau tak ku persia
Percayalah kasih!!




AKHIR DESEMBER !
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)

Akhir Desember..
Memahat cinta,dalam keHeningan
Bisikan Angin menjadi
Saksi kerahasiaan cinta..
Di Atas Masa dan Rasa,
Dalam amukan Laut Kidung.
Ku bermunajat atasmu..

Kemurungan..
BerWajah Murung.
Mengikat Kealfaan Malam,
Bak senandung laut luas..
Menelanku di bumi tuhanku
Menaburiku Bebauan
Bunga Mawar.

Akhir Desember
Menjadi Kerinduan akhir
Sebelum ku temukan kembali
Dirmu di jantung hatiku!
Perjuanganku..
Pertemuanku..
Disana!.
Asamaraku berakhir
Padamu..
Di hujung rinduku!..





KE ALFAAN MALAM.
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Dearai rintik..
Gemersing nyiiur terpaan angin sepoi malm..
Kesunyian..menemani kepakuanku
Sosok yang ku damba!!
Menjelmalah pada rintik malm ini.
Mengisi kekosongan..
Gelatik yang mengenang diam-diam,pada tangkai camar.
Menidurkan,gelap dri cahaya bulan.

Sosok yang ku damba!
ku masih terduduk manis
Di saat senja menggodaku dari peraduan..
Mengiintip malaikat malm..
Menyuruhku beranjak..
Namun,diamku untuk mengeNangmu..
Disini..
Hatiku..
Dan senja dunia..

Ngiang suaramu dikala itu..
Seakan bercanda dalm otakku..
Nyanyian,tawamu..
Mengajak jantungku menari bersamamu.
Bersamamu..ku titip rindu di awan merah merona..
Kennangaku!
Ada jeda,dalam rindu.
Yang sengaja aku lupakan kehamgataNnya..
Esok masih kembali!..





KASIH DI HUJUNG RINDU
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Degup jantung menyeruku
Dalam kejauhan deganmu
Kekuasaan menunggku tiadaku mampu.
Rasanya ini semakiin menderuku.
Ke bosanan kah dirimu padaku!
Apakah waktumu yang kian jemu?
Adakah namaku di benakmu?
Yang seperti namamu ku tulis
Dalam hatiku.
Telah membelengguku
Desis meNcumbuku..
Kian merayu..
Memeluk mengikat jiwaku..
Dalam penghujung rinduku.

Kasih...
Kemana dulu layar yang sudah kau kibarkan?
Tiadakah kau tau sirpihan di hati..
Suatu saat ku bawa pergi
Kini...
Kau gulung kembali layar..
Dalm ke tidak mampuanku..
kau biarkanku..
Sendiri..
Dihujung rindu ini..
Ku ingin memelukmu..
Bertemu dirimu...





IBU, KUTEMUI AYAH BERPULANG DIJANTUNGMU
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Aku pernah mengingat..
Aku pernah melihat..
masa itu,.masa sajak tarian
Tarian anak jalanan,lincah
Jadi sorot tajam di matamu ibu.
Kupangdil dirimu,
Sesak dalam kekosongan
Mengingatkanku..
Pada ayahku ibu..

Kau bilang,dirinya sama sepertiku
Kau bilang,wajahnya reingkarnasi dri wajahku.
Ya...pada jantung-jantung yang jengah.
Aku melihat...
Ribuan kegundahan..
Kecemasan..
Yang tersembunyi darimu ibu..
Cermin matamu mengisahkan gagahnya dirinya.
Mengenang kisah beramanya..
Di degup jantungmu ibu..getar !!!
Detak jantung ayahku!

Ibu....
Yang ku tau pagi...
Jagamu dri tidurmu..
Memenuhi smua kebutuhanku..
Mengantrkanku di ujung perjuanganku.
Melindungiku..
Menjagaku..
Dalam kesendirianmu..
Yatimku kau perjuangkan untuk dewasaku,
Namun, aku masih temukan AYAH
Pada sosokmu...IBU..
Trimakasihku!




MAAFKU, SELAMAT JALAN AYAH
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Pohon kemuning berpelepah
Akan segera ku tanam.
Suatu saat,kelak!
Jadi peneduh bagimu.
Meskipun seberkas jasa.
Teduh,bersemayam di sini.
Biarkan diri ini ayah.
Tafakur,bila rindu padamu.

Ku ingin kau tau.
Aku sangat kehilangan,
Walu itu tak terucapkan.
Bagian semangatku kau bawa.
Ucap santunmu nasehatmu adalah warisanku.
Petuah begitu sederhana.
Ku catat,ku simpan di jiwa
Mencoba menjalankan cita2mu.

Sesalku...
Tiada dapatku menungguimu.
Saat-saat terakhirmu.
Namun,tak kecewaku
Mendgar kau pergi degan senyum di bibirmu..rona keikhlasan di wajahmu.
Ku bangga jd anakmu!

Ayah...
Aku berjaji dlam hatiku
Kusalu kirimkan bekal do'a untukmu.
Setiap sujudku,engkau hadir terbayang.
Kau slalu bersamaku.
Bimbing diri ini ayah.
Walau dari sana.dimna tempatmu kekal abadi.

Sesungguhnya..
Ku menangis sangatlah begitu lama
Ku pendam,di depanmu..
Biar dirimu pergi dengan bangga.
Ketenangan.
Walau sejujurnya dalam diri.
Belum puasku memanggilmu"ayah".
Baktiku padamu belum kau tau.
Kuyakin maafmu padaku.
Hujan yang turun.mengucur deras.
Basahi bUmi pusaramu.
Tabahku..dan engkau sudah sampai disana..
Maafku ayah atas ke luputanku.
Padami kami anakmu.
Dgan sinaran sorga.
Teriring do'a selamt jalan,
Padamu..!!
Ayah tercinta.





SAMANJAK AYAH TIADO
By:A.M Rizal Asril(yusaku kudo)


Ayah ampunkan denai yah
Hamtabaeh ayah jo suratan
Kini...
Ayah bajalan ya oi..
Hilang bakraso samangat diri
Ayah tiggakan den.

Yahh...
Tinggal pusaro nan den tangisi
Sasalan hati di puncak kebisuan
Aia mato ndakkan kunjuang habih
Manganang dirimuu.
Barek langkah yah.
Bilo tiado ayah di sisi den..
Mandeh ka di tingga juo..
Padam paloto,kami nak bakawan.
Kamano ka denai kadukan yah.
Bila hati ka rindu.

Ayahhh...oi ayahh
Kamano kini ka denai cari.
Paubek rindu di hati.
Gamang langkah nak bajalan.
Di kegelapan..kejamnyo dunia
Rindupun hati yah!
Kamao denai kadukan.
Jamuah lah juo.
Walu di dalam mimpi.
Tiado kata,siang jo malam
Ayah ka denai rindu.
Datanglah ayah..
Datanglah...
Walau di dalam rasian..
Liek anakmu...
Liek la ayah..
Manangih surang diri.!

Kumpulan Puisi Topan Kejora - DAYUNG PATAH


DAYUNG PATAH (I)


Selemparan parah dekat serak kecipak air
Mengusik asin dan tawar pesona kembara
Ke tepian hala, bagai dodoi beratus tahun
Berai ketika gurindam menggoda pantun
Selaksa dayung patah tertibak mantra
Tatkala kita mengepangnya dalam syair

-------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@september_2014.





DAYUNG PATAH (II)


pada jejak yang kutinggalkan di riak
dalam tamasya waktu aku tak tampak
mengombakkan simfoni: pasang dan surut
jarak kelu mengapungkan takut

pernah berkaca saat cuaca teduh
sementara debaranmu jauh beribu jauh
melantunkan denyut maknawi: nabi dan sufi
lirih tersedu keinginan suci

sedang berbagai kemungkinan jawaban
tampak membusuk saat mencecah daratan
disalak seloka dan gurindam : dayung patah
mengepung hatimu bertabuh engah

----------------------------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@september_2014.





DAYUNG PATAH (III)


Maafkanlah bilaku tak sempurna melukismu
Tapi kesedihan ini telah pun purna
Menjurai sampai: kutahu asinnya airmata
Juga makna temaram bulan di keningmu Ibu

Dan sungai yang mengalirkan waktu
Tak cukup untukku mengapungkan indahmu
Di sini, doa bungsu terpanggang matahari
Hingga dayung patah: diluluri gerimis pagi

--------------------------------------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@september_2014.




BUNTAT EMBUN
*geliga embun.


Lahir di kemurnian
Seri pengasih sekalian alam

Dialah pemanis awal berkurun
Yang menenggelamkan duka dunia

Lalu mengikat kasih
Untuk tidak saling memiliki

Memerangi jasad yang rakus
Dengan peluh airmata purba!

“Lantas siapa gerangan
Yang tak tertawan?”

Bila hadirnya selalu saja
Menawan

Tawar, tawarlah seribu nyeri
Di masnawi yang sejukkan hati

-----------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@tuahsakti_2014.





TUAH SAKTI

inayah
disepuh
bayu selayang
jadi kesebatian
seri gunung
dan pantai
lengkapi
mimpi
di bumi

nafas budi
mengundang
ciuman panjang
mengokang
berpasang
riang
amsal warna
dukacita
masyech

-------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@buntatembun_2014.





Yuk "memed" dan sobat RPS, cekidoooooooot.... moga berkenan..

GASAL

Dinda oh dinda
Datangku dari entah
Tapi matamu mau saja ditatah
Mungkin sebab bau mawar di tangan rummi
Menjadi renyai pelangi beralas mimpi
Kemudian berkait debar pikat
Lalu pecah renung digilir ganjil

Dinda oh dinda
Mimpi adalah permainan hati
Bersama serombongan riuh ilusi
Boleh jadi marka
Sebentang rahasia kebesaran-Nya
Pada keinginanmu meremas purnama
Hingga berharap teguh sepanjang saujana

Dinda oh dinda
Andaipun berai mengapa menampung geram
Sampai talkin waktu datang membungkam
Dalam kebat benang putih atau hitam
Dan menambat pulang bagi kepergian
Adakah sendawamu di sana, duh dinda?
Menyempil di antara cahaya ganjil-Nya

--------------------------------------------
Topan Wahyudi Asri;
Borneo – Indonesia,
@hurun_ien_2014.





Assalamualaikum.... mana Mr.Memed ni ya? Ini, mau tumpang posting puisi lagi... Ai, apalah saya ini... segala kekurangan jua milik saya. Moga teman-teman RPS berkenan...

PEGAGA

Ketika semarak liar menebarkan cinta,
maka kaubeli takdir untuk tiada.
Duhai, kata sayang menjadi pasrah,
dan waktu cuma jadi bangkai angka
boleh jadi tuah, khasiat menjual dirinya
lalu semua kenangan muncrat menganga.
Coba kautulis sajak berdentingan cahaya
bak mantera: “jadi maka jadilah!”
Bukan kata kosong semata.

Mari kuajak kau tamasya ke semesta luka,
menyambangi apa itu sepi, nyeri dan ngeri!
Menyakiti diri, tapi bukan diri sendiri,
kita selami doa dan airmata.
Apa yang patut dijaga, mesti dibela
sampai tubuhmu rontok tiada berdaya.
Ketahui, untuk apa lelaki dan perempuan,
langit bumi, gelap terang ada:
“agar kau mengerti.”

---------------------------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@cecahberulam_2014.




Assalamualaikum... mana bang memed ni? ini, nitip satu lagi puisi sederhana. Moga sahabat RPS berkenan...

RAJAWALI


Ada runcing berkilatan
mata menujah berkelindan
menunjukkan kau bukan kebanyakan
demikian tuah Tuhan buat kalian

Dulu guruku berkisah, rajawali belumsakti
jika tidak melepaskan simpul mati
sampai masanya cengkeram siap melukai
dengan rentang sayap bebas menari
dari tebing tinggi. Duhai penyemat maknawi
lihatlah kedalam diri sendiri!

Tapi biarlah, jika ada mempersenda
bahwa naga lebih tinggi kasta
lebih digdaya! Serupa semburan api
dari moncongmu yang membakar cuaca.
Sementara biarlah kupeluk gigil
bak rajawali yang terluka.

---------------------------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@tanjungbajau_2014.




SELFIE


Suka-suka di lensa menganga. Basa-basi
Sekedar belajar memahami tanda. Ulah sendiri
---------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@narsis_2014.




JALA


Saujana pada keinginan
Umpan pengalaman – keberuntungan
Jerih kau tuturkan
Di kebisuan.

----------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@ikhtiar_2014.




KUCING YANG HILANG KETAJAMAN PENCIUMAN


Bukan pura-pura, dia hilang ketajaman penciuman
hingga sering lupa jalan pulang
Berhari-hari tuannya bimbang dalam penantian
karena kucing itu tak kunjung datang
siang malam, santapan untuknya pun tak berkurang
memang, tak terdengar dan terlihat kelebat
serta tabiat manjanya beberapa hari ini
Aku yakin, betapa sang pemilik pasti susah hati
perihal yang menimpa peliharaan jinaknya itu
yang konon memang handal menakut-nakuti
atau menangkap kecoa, cicak dan tikus

Mahluk yang memiliki mata lebih jernih serta tajam
daripada tuannya itu memiliki warna belang tiga
seperti jenis lokal lainnya; dia bukan kucing rumahan
suka memanjat pohon atau biasa terlihat di atas bumbungan
susah memang dibedakan jika tengah membaur
di pasar bersama kucing-kucing liar

Binatang kesayangan seorang nabi kata nenekku
jika demikian, kucing hatinya pasti suci murni
dan barangsiapa memperlakukannya dengan baik
mungkin kelak mendapat ganjaran wangi surgawi
entahlah, guruku pernah berkata:
apapun perbuatan bakal mendapat balasan serupa
pada waktunya

Ah, tentang kucing yang jarang pulang atau hilang
bukanlah hal aneh dan hangat untuk diperbincangkan
bukankah semua perkara dunia bisa saja lenyap pada waktunya
seperti gelap terang, bahkan sekalipun tentang kesetiaan
saat maut bertandang dari arah tak disangka-sangka
niscaya terkuaklah segala rahasia meliputinya

Hari ini, kudapati wajah tuannya girang bukan kepalang
sambil mengelus belangtiga manjanya itu di beranda
tapi, belaiannya tak sedikitpun menoleh ikan suguhan tuan

--------------------------
Topan Wahyudi Asri,
Borneo – Indonesia;
@mulaijemu_2014.




TIGA BAGIAN BUATMU

Setelah syahadatku
berkah buatmu: Ibu, Ibu, Ibu!

-------------------------
TWA, 221214;
Borneo – Indonesia.

Kumpulan Puisi Den Bagus Lucas Atmadja - LANGIT OKTOBER



UNTUKMU PAK

Hak pilih di cabut
Tapi aku senang
Tak buang waktu
Untuk mengotori pemilu

Dosa, lima tahun
Akan hilang
Pilihan bijak
Akan jelas terarah

Asal jangan di salah gunakan

Bertubi aku kenyang
Demokrasi tak seperti
Yang kita harapkan
Kotor! Kotor pak!

Banyak curang
Banyak kepentingan
Aku pilih Tak Langsung

_____________
Den Bagus Lucas Atmadja
28 September 2014








LANGIT OKTOBER

Di bawah langit siang bulan oktober
Wajah dustra masih menyelimuti luka
Rakyat masih bicara lirih
Tentang wakil yang baru di lantik

Di atap senayan
Ada harapan
Meski secuil yang di dapat

____
Den Bagus Lucas Atmadja
01 Oktober 2014





CELURUT

Celurut anak tikus
Baru masuk rumah rakyat
Senang dan girang
Mengendus cela
Cela nafsu
Nafsu bengis

Di lumbung kita menabung
Di gunung kita menanam
Di sini kita di rampok
Di rampok celurut

_______
Den Bagus Lucas Atmadja
02 Oktober 2014






KORENG

Dendang cakar mengaung
Taring tumpul terpaku sakit
Membalut tubuh
Sakit bukan kepalang

Teriak lestari!
(den)





UNTUKMU PAK

Hak pilih di cabut
Tapi aku senang
Tak buang waktu
Untuk mengotori pemilu

Dosa, lima tahun
Akan hilang
Pilihan bijak
Akan jelas terarah

Asal jangan di salah gunakan

Bertubi aku kenyang
Demokrasi tak seperti
Yang kita harapkan
Kotor! Kotor pak!

Banyak curang
Banyak kepentingan
Aku pilih Tak Langsung

_____________
Den Bagus Lucas Atmadja
28 September 2014





HORMAT MEMBISU

sekian lama aku terkurung dalam kerangkeng besi, suaraku tak lagi lantang dan renyah. ingin kembali bersajak, ada yang sembunyi di balik manis bidadari untuk aku agar aku biar aku. DIAM!

aku tak bisa diam, ini benar, mana salahmu Tuhanku saja tak menghukum lantang suaraku.

ah! peduli! aparat
di bayar pajak senang, aku yang menncari dari akal dan keringat sendiri masih lebih bijak, mungkin!

____
DBLA 'salam santun kawan DUMAY'
bisu MERDEDA





NONG GADIS


ada titip cinta untukmu
Dari abang bajo
Nong gadis
Cintanya abang bajo
Sampai tak terkira
Terimalah dia
lelaki yang baik untukmu
Jangan kau tolak
Belum tentu besok
Cintanya abang bajo untukmu

_____
Den Bagus Lucas Atmadja
03 10 14




DI LORONG LANGIT OKTOBER

gadis jalan mengemis
yang ibunya juga pengemis
wajah terpaksa
wajah tanpa dosa
haknya di rampas
pejabat, yang dia pilih
dengan sebungkus nasi

air mata
nyanyian jiwa
air mata melepas duka

gadis kecil dan ibunya
hidup dari keterasingan
di jalan, di lorong langit oktobrer
mereka cerminan bobbroknya moral demokrasi, pancasila lebih berarti

selama meskin
di rampas haknya
jiwanya akan mati
terkurung jauh pada kemewahan

demokrasi hanya milik segelintir orang, pancasila adalah milik kita.
kita adalah rakyat Indonesia

____
Den Bagus Lucas Atmadja
Selasa Siang 07:10;2014





SEBUAH ARUS SEPI

Dalam
Dahaga rasaku
Keheningan menyambutku
Membawaku tenggelam jauh
Kedasar yang aku tak tau kemana

Ini
Melebihi angin
Yang memutar kencang
Baling-baling nelayan di bibir pantai

Aku terbawah jauh
Dalam sang waktu
Yang tak lagi
Aku rasakan sepinya
Malam tanpa suara alam

____
Den Bagus Lucas Atmadja
Selasa Malam 06:10;14





SELAMAT MALAM


Selamat malam kotaku
Kau tulis puisi tanpaku tau
Oleh gadis, cinta dan hatiku
Dia menyapa dengan kata saying

Aku merinding
Bulu berdiri
Seolah
Kau istriku yang minta jatah nasi

Selamat malam cinta
aku jauh darimu
Seperti bahasa muda
I miss U

____
Den Bagus Lucas Atmadja
malam selasa 06:10;14





BAYANG-BAYANG


coba kau hitung
berapa kali kau peluk bibirku
dan berbisik; aku sayang padamu
malam telah lama menanti gelap
tapi hanya dalam hitungan angka
dua belas putaran, malam datang.

aku, mencoba mencicipi cinta
yang lain namun tak bisa
karena cinta tak bisa di jala

aku hitung dari sepuluh
namun terasa seperempat abad
aku mencintaimu

bayang-bayang
kau peluk aku
kau tatap aku
kau inginkan aku

bayang-bayang
dirimu ada di sepanjang langkah
langkah yang sengaja salah
agar kau tau; aku sayang kamu

______
Den Bagus Lucas Atmadja
Selasa Malam 07:10;2014





SAAT AKU ADALAH DIA


aku yang ada
dan pernah bersama
saat aku adalah dia
untuk membuka
siapa aku siapa kamu
kurangkai
sebuah cerita
di atas batas waktu
untuku pahami siapa kamu
ternyata dirimu sulit
untukku lupa
kau yang terindah
yang pernah singgah
dalam hati

saat aku adalah dia
semoga tak ada batas di antara kita
meski hati tak mudah terbaca
setidaknya dirimu telah mewarnai hari dalam hidupku

saat aku adalah dia
aku mencoba berkaca
pada jarak rindu
dirimu lebih dari yang kumau
dari cinta yang sederhana
cinta yang tanpa kata
engkaulah bunga
meski tak lagi wangi

saat aku adalah dia
aku mencintaimu

______
08 Oktober 2014
Den Bagus Lucas Atmadja




EMAK


dalam sorot matamu
tersimpan harapan pada pertiwi
saat kursi di rebutkan
saling sikut saling licik hal biasa
yang terjadi pada rumah rakyat

emak, sederhanamu cerminan bahagia hidup yang emak jalani
air mataku tumpah untukmu
luntur segala ambisi dunia
oleh jiwa sepertimu

kuantar doa untumu
untuk kemuliaan sisa hidup
semoga esok mentari
setia menghangatkan jiwa
memberi senyum pada pertiwi
tercurah segala rasa dan harap yang indah

untukmu emak.
08 Oktober 2014
Den Bagus Lucas Atmadja



SEMANGAT PEMUDA


Sumpah Pemuda
Telah tumbuh
Dalam dada
Sanubari makna

Sumpah Pemuda
Pahlawan telah
Gugur di medan laga
Memperjuangkan kita

Sumpah Pemuda
Ini hari telah berganti
Bukan koaran mulut
Yang tiada arti

Pahlawan telah tumbuh
Pada diri
Untuk apa
Untuk kita

Namun
Semangat telah luntur
Tersekat ambisi
Saat kursi
Telah kau raih

Den Bagus Lucas Atmadja
28 Oktober 2014




YANG DILANDA CINTA


Kau bicara cinta
Kau agungkan cinta
Kau selalu ingat akan cinta
Tapi selalu lupa cinta dariNYA


Kau lebih senang
mengumbar cinta pada beranda
Daripada mengumbar cinta dariNYA


Mengembara pada sepi untuk melampiaskan nafsu
Seolah Tuhan tidak tau


Dimana letak sahwatmu
Kau yang selalu ingin orang tau
Bagai kata yang sempura
Dalam meramu bahasa manja


Engkau menampar malam siang dan rona jingga warna cinta
saat lupa pada noda
Memohon pada Sang pencipta rasa
Untuk sempurnakan cinta


Malukah dirimu !
Yang tak punya malu bercumbu
Memohon saat terjatuh dalam lembah nista tertawa dengan kalimat lupa


Tuhan maha penyayang
Tapi apakah terus terulang
Hingga ragamu tersisa tulang


Sadarlah cinta
Hidup adalah kalimat cinta
Untukmu rangkul sebagai Tahta
Di setiap nafas berbicara.


________

DEN BAGUS LUCAS ATMADJA
03 JUNI 2014 DEPOK,PONDOK DUTA 1




DISEBUT PEMUAS


Setelah sekian lama diam
Pada tempat mengais uang
Dari receh sampai gepok
Kini kembali bertukar barang

Menjadi pintar, melebihi aib
Berserah di lorong-lorong
Pinggir jalan, sampai kontrakan
Demi mereka, atas nama perutnya

Segala cara takan berhenti
Jiwa-jiwa militan, para pemuas
Walau nampak kotor
Di mata orang-orang suci
Mereka takan mengeluh pada TuhanNYa

Den Bagus Lucas Atmadja
29 November 2014





OPINI KECIL


Dari warung
Dari gubug
Dari ujung
Dari sampai bingung
Tete keluyuran
Siang malam
Pagi malam
Malam-malam
Sampai kelaparan

Dari pagi
Dari siang
Dari petang
Dari malam
Dari busung lapar
Sampai kekenyangan
Tete di umbar keluyuran

Opini kecil
Untuk bermimpi
Sampai lupa diri
Den Bagus Lucas Atmadja
28 November 2014





JAKARTA 1998


gugup gemita syahdu alam raya
mengambang membelenggu
kaku berkutur penuh lantang
tanah basah berlumur jiwa satria
tak mampu angan tanpa sadar
mengangkat carang bersarang pada telak, suaranya hilang.

bersama
ranting-ranting basah bernada sumbang
setegang onat menancap dahang
sahajanya karma bertopeng arang
terangkatnya muna pada jiwa ketahta
semak gersang mati di tanah lungka.

entah kemana arah angin membawahnya
kini hanya nama dan kisah, tercatat dalam lembar buram masa kelam.

___
Den Bagus Lucas Atmadja
Ladang Sampah ( pt-qw-wpqr)




BUKAN KEHENDAK MENJUAL DIRI
Karya : Den Bagus Lucas Atmadja


Jika tak ada lagi
Jangan salahkan
Jika liar dan mengambil suami orang
Karena negara sudah tak peduli.

Hanya

Janji

Janji

Dan janji

Sampai kami muak
Dengan janji dan dibiarkan begitu saja.

Bukan kehendak menjual diri
Tapi karena desakan ekonomi.

Anak kami makan
Perut kami makan
Tak ada lagi alasan
Membuang kami
Dari ladang sampah.

Jika anak-anak kami mati
Karena tak ada lagi tempat
Tuk jual diri
Demi seupa nasi.

Dimana hati nurani
Yang katanya beradab
Jika kami terus begini
Mengotori NKRI.

Mungkin
Jika kami mati
Bersama do'a suci
Masalah kami selesai terkubur bersama mimpi.

Mimpi kami
Ingin mencari Halal
Tuk menghidupi anak-anak kami.

____
Den Bagus Lucas Atmadja
Ladang Sampah 09 November '14




TAK PERNAH ADA

Kadang aku seperti angin
Bahkan seperti iblis
Yang datang pergi dan berlalu
Atau kadang tak bisa disamakan dengan kalimat manja dan kakunya lidah.

Saat percaya
Ada satu titik untuk menilai cinta
Dari rupa tampang dan segala bentuk
Pada akhirnya tenggelamkan duka
Karena aku tak pernah ada untuk semua itu.

Yang aku tau
Aku bukan pengagum rupa.

__
Den Bagus Lucas Atmadja
Ladang Sampah 05 Desember '14


Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembiring - KUJALANI TAKDIRKU


MUKA HADAP MUKA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Untukmu yang bersembunyi dibalik senyuman palsu
kunyatakan rasa apa adanya
kututurkan fakta semestinya
pahit manis kusiapkan tempat sama didada
mengapa selalu saja merancang sengketa
memasang barikade membiarkan luka tetap menganga

Aku pun tau siapa aku
tak perlu menggelar tipu daya semacam itu
bukankah sejak awal telah kusebut jati diriku
jangan mengurungku dibalik rayuan nafsu
Mari terbuka muka hadap muka katakan apa adanya
kan kutelan sepahit apapun rasanya

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Senin, 29/09/2014 = 09:09 wib





KUJALANI TAKDIRKU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Aku pun baru tahu
rindu yang kutitipkan menumpuk dipojok hatimu
bersusun tindih berjamur dan lapuk dimakan waktu
tak pernah mendapat tempat yang layak
terasing berdebu diselimuti ragu
nyaris tak pernah terbuka sampulnya

Pantaslah setega itu jatuhkan sangsi bagiku
semakin kelam syakwasangka selimuti jiwa
tiap pembelaan berujung sia sia tak guna
posisiku kurang mengena hatimu pun tak pernah terbuka

Kujalani takdirku meski tak seirama suara jiwa
walau begitu tak usah ragu tak ada dendam dihatiku

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Minggu, 28/09/2014 = 21:12 wib






TERMINAL TUJUAN PERHENTIAN TERAKHIR
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Mengingatku
senja turun merubah warna
pun sudut pandang nan beda
seiring perubahan catatan dipustaka jiwa
terpapar jejak hitam putih dijalan mendaki
begitukah takdir tersurat, keraguan ngambang didada

Lazimnya senja pun ikut beri sinyal
saatnya berhitung dengan kejujuran penuh
menata ulang magna dan hakekat lalu berbuat
perbanyak amal semaikan persaudaraan dan taburlah cinta kasih

Terminal tujuan mestinya bisa ditaksir perhentian terakhir
berpedoman Kitab Suci, disana tak serupa disini

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Minggu, 28/09/2014 = 12:12 wib





APA KAN KAU BUAT
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Jika kau jadi aku
ada sumpah mengikat jiwa mengalir sepanjang aorta
santiaji santi kharma seturut tatanan semata
pendekar keadilan adalah pengabdian
ditumbalkan serupa pahlawan kesiangan
apa kan kau buat ??

Kebersamaan kata pemikat indah bunyinya
anak desa polos jalankan suara nurani
jadi umpan pancing ditutupi retorika
setelah tau, apa kan kau buat ???

Sekarang mati suri banthalaparwa hening berserah
saat manunggal roh jiwa pun Bathara Jagad Semesta

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Selasa, 30/09/2014 =11:11 wib





MARI SINGGAH DIHALTE KEJUJURAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Mari singgah dihalte kejujuran
mampirlah meluruskan waktu
tak perlu membawa buah tangan atau semacamnya
disini tak dibutuhkan assesoris dunia
kebajikan satu satunya alat multi guna
dibawa jiwa dari dunia manusia

Pernah kuragukan semua kenyataan
tak terjangkau logika
atau tipisnya akal sebelum dibuka
serupa iman lahir dari keyakinan tak terbantahkan

Jika suatu ketika kita sua dalam pesona tanpa prasangka
akan kuceritakan kisah hidupku serupa novel berseri kujalani

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Rabu,01/10/2014 = 15:00 wib




SAMUDRA NURANI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Apa kita masih bisa bertukar kata
jika tiap alinea disemai curiga
bahkan disana sini terpasang syakwasangka
semakin panjang jalan menuju satu wacana
padahal musim isyaratkan kemarau sepanjang dasawarsa
maka semakin kabur jalan menuju kesana

Aku tak pernah percaya pada apa nyata
sebab pikirku masa iya begitu rupa
seganas ganas harimau sumatra tak pula ia lupa sesamanya
itulah awal petaka aku hanyut disana

Kini kukabarkan berita tentang luasnya samudra nurani
tempat melarung kecewa mengakhiri segala sangkalan jiwa

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Selasa, 01/10/2014 = 10:00 wib






MENUAI BUAH DISEMAI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Jangan menjamakkan maksut
jika hati kusut
tetaplah mewujut
meski semrawut
tak ada tempat memutihkan hati kecuali bersujut
ketika semua tanya tak mendapat jawab semestinya

Berhentilah bermimpikan sorga
lunaskan hutang dibumi
sangkal diri
pedomani Kitab Suci
Aku sudah berhenti memintal maksut pun merajut mimpi
kini giliran menuai apapun buah kusemai

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Rabu, 01/10/2014 = 19:59 wib





SEIRING WAKTU KUTATA ULANG NURANIKU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Dengan bahasa sama kukabarkan rasa
peristiwa demi peristiwa mengkristalkan duka
tak sempat kuceritakan kemarin
ketika kita masih bersitatap
pun ketika aku harus duluan pulang ke hati nurani
luput kukabarkan luka tikamanmu salah sasaran

Meski lukanya perih tapi lebih pedih ceritanya
apalagi ketika cerca terlontar kosa kata
menggerus habis harkat martabat
nestapaku berkarat tak terwakili sejuta kalimat

Seiring waktu kutata ulang hati nuraniku
jika kubalaskan serupa denganmu maka apalah aku

‪#‎Pondokbambuistanaku‬,Sabtu, 04/10/2014 = 22:22 wib
— bersama Ken Dedes Jawa dan 18 lainnya.





MENITI KALBU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Aku kehilangan nyali menyapamu diterang siang
sebab nyata busana kita bercorak beda
meski sejujurnya aku merindu diujung pilu
mengenangkan nostalgia dicandi baru
barangkali catatan silam itu cuma milikku semata
biar kusimpan didasar hati hingga kini tak hendak lekang

Begitulah kawan terlalu banyak telah berubah
bukan cuma kata menyekat jiwa tapi juga rasa
entah bagaimana kututurkan kristal kecewaku agar wajar
hingga kuanyam sajak ini tetap sungsang bahasanya

Jika dulu bersusun tindih aral melintang membuatku terlentang
kini kujadikan penjalin meniti kalbu menuju titik berserah pasrah

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Minggu, 05/10/2014 = 18:18 wib
— bersama Neysha dan 19 lainnya.





SKETSA KUANGGAP PESONA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Secermat itu kau anyam tutur kata
aku telah tergadai diujung harapan hampa
sebab kukira irama meluncur seturut nada
padahal disana sini kau cantumkan tanda baca pun tanda tanya
aku tak pernah curiga pada sketsa kuanggab pesona
kau menyelinap setelah menikung di basa basi semata

Jujur aku tidak cermat mengeja rangkaian kata
simpati mendahului jejak logikaku
begitu saja kutitipkan segalanya tak bersisa
dalam diam meronta hatiku beku menahan pilu

Sajak ini serat jiwa lara serupa luka disiram cuka
kutitipkan ditiang senja semoga sempat kau baca

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Minggu, 05/10/2014 = 19:19 wib
— bersama Dewi Ahayy dan 19 lainnya.





MEMUASKAN CAHAYA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Ingin kukabarkan cuaca
meski senja telah jauh ngembara
mari silahkan dieja
kata demi kata bahasa beraroma analisa
telah lunas terbayar sejak mula
ketika semua disita untuk memuaskan cahaya

Aku tak kan ingkar meski jalanku melingkar lingkar
sekalipun diam tetap terbenam
hingga habis soal terjawab nilai tetap berasap
giliran lelah mengerogoti ruas kehidupan

Sekarang terhidang petang jangan menafsir ulang
kelak berbalas petaka ketika kata beruas jelaga

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Minggu, 05/10/2014 = 22:00 wib
-----o kau waktu aku





MEMUASKAN CAHAYA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Ingin kukabarkan cuaca
meski senja telah jauh ngembara
mari silahkan dieja
kata demi kata bahasa beraroma analisa
telah lunas terbayar sejak mula
ketika semua disita untuk memuaskan cahaya

Aku tak kan ingkar meski jalanku melingkar lingkar
sekalipun diam tetap terbenam
hingga habis soal terjawab nilai tetap berasap
giliran lelah mengerogoti ruas kehidupan

Sekarang terhidang petang jangan menafsir ulang
kelak berbalas petaka ketika kata beruas jelaga

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Minggu, 05/10/2014 = 22:00 wib




MENARA KEBERSAMAAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Maafkan jika masih kudekap janji
dahulu terucap tanpa takaran kadaluarsa
jarak boleh merenggang waktu mungkin menyiku
menara kebersamaan itu tegak disanubari
miring condong kemana tuan menatap
aku terperangkap ruang disana
Biarlah tinggal tetap begini pemahamanku tentang janji
barangkali tiap sudut negeri menganggabku anak tiri
takkan lagi kusesali kenapa begini
tapi juga jangan minta kulupakan semua ini

Garis alur beserta ceritanya kulalui dengan keyakinan pasti
jika tidak disini kuamini suatu saat hitungan menjadi pasti

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Senin, 06/10/2014 = 09:09 wib





INILAH KABARKU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Bagaimana lagi kukabarkan semua ini
aku terdampar di kota tua berpenghuni para dewa
bangunan berpagar tembok tinggi mengitari tiap jiwa
ramai tak berpenghuni aku terasing sebatang kara
tiap mata memandangku curiga penuh tanda tanya
dipunggungku tertulis pesakitan abadi tanpa ampunan

Putusan inkragh tak pernah ada tak pernah kuterima
tapi dosa kutanggung tanpa ampunan bahkan diwariskan
hak pribadi telah lama dilucuti sejak dini hari
sekarang aku anumerta sebelum wafat sesungguhnya

Inilah kabarku kukirimkan dari dunia orang pinggiran
bacalah ketika jiwa seluas samudra sebelum gulita mengusir senja

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Kamis, 09/10/2014 = 12:00 wib






PEMBUNUHAN KARAKTER TERENCANA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Hampir semua harapanku kandas
sisanya cuma harapan hampa
susah payah kupunguti yang tercecer
mendorongku bertahan hidup
tak apalah, aku anak desa,begini pun sudah hebat lah itu,pikirku
itupun kini telah dirampas paksa

Terlanjur aku tau semua ini rekayasa
hasil karya para durjana
tak habis pikirku apalagi logika
mengapa kau ikut menjadi teamnya

Tragedi ini bertajuk pembunuhan karakter terencana
laporan selengkapnya telah kuhaturkan pada Yang Maha Kuasa

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Rabu, 08/10/2014 = 15:15 wib





PENZOLIMAN PRIBADI MEMPERALAT INSTITUSI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Selamat pagi kawan,
maaf jika sekarang dimana mana berceceran kata kata
menyampahi beranda tuan tiap harinya
ketika berteriak dikata memberontak
ketika bertutur lantang dibilang membangkang
dalam diam kusuarakan monodialog jiwa

Kini tuan telah sukses memetik bintang
masih tersisakah waktu menoleh teman sejalan
korban penzoliman pribadi memperalat institusi
terpasung tradisi dikerdilkan, hingga kini tidak hidup tidak mati

Abaikan saja serat jiwa ini jika tuan tidak mau perduli
kepada leluhur pendiri Tribrata resume perkara telah kuhaturkan

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Jumat, 24/10/2014 = 23:23 wib





TERPASUNG EGO SANG PENGUASA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Ada suara merintih dibalik fakta
melolong ratapkan pilu jiwa
deritanya membatu karang
putih hati putih tulang
tak terbaca
terlupakan sesame

Air mata kering ditelaga jiwa
siapa peduli jalan cerita ?
dadanya retak retak cacat dera
nasib anak desa !

Hari sudah senja para punggawa bercengkrama keluarga
ia sibuk cari pagi makan siang terpasung ego sang penguasa

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Minggu, 12/10/2014 = 08:08 wib
— bersama Sinurat Jeans dan 19 lainnya.



BERSABAR HINGGA BUBAR,
MENUNGGU HINGGA KEHABISAN WAKTU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Berpengharapan pada sesama
berujung kecewa
bisa bisa kita bersengketa
padahal kuseduhkan secangkir kebenaran
meramunya sesuai nota pesanan
mengapa hamba tuan korbankan

Tak lagi berharap pada sesama
dituduh jumawa
bersabar hingga bubar menunggu hingga kehabisan waktu
kini semua membatu

Kumohon jangan tempatkan aku dibarisan kerja rodi
jangan juga tawari aku janji seribu mimpi

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Senin, 13/10/2014 = 08:48 wib




KERETA SENJA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Bagaimana mungkin ku menumpang kereta senja,
jika tiket aku tak punya,
pada antrian panjang namaku hilang
sepuluh kalender pupus dipenantian kosong
selalu kucoba menjemput kesempatan
tapi loket telah ditutup sebelum senja

Sekarang aku di peron tak tau harus bagaimana
hendak pulang hari sudah petang malam kan menjelang
terus menunggu, apa yang kutunggu
masih adakah kereta lewat di peron senja

Aku bimbang dipersimpangan perang bathinku
beginikah akhir perjuangan itu, tergiring kejalan buntu

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Minggu, 12/10/2014 = 22:00 wib
— bersama Satria Ginting dan 19 lainnya.




K O M A
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Koma,
pangkal tak berujung menggantung sukma
raga menapak bumi jiwa ngembara didunia orang mati
serupa tak bisa berbuat apa apa
tak berdaya lemah se lemah lemahnya
kini menyata di diri

Jika ini tuan maksudkan, maksimal tuan sudah dapatkan
kini hentikan memahat awan bersekutu dengan syetan
singkirkan lelaku serupa batu sandungan
mari tabung kebajikan melangkah seiring sejalan

Tak satupun abadi apa tuan cari dibumi tak henti
insan datang pergi asah hati nurani bekal hidup hakiki

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Sabtu, 18/10/2014 = 09:29 wib



PENGABDIAN SEPENUH HATI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Kekasih sekian lama kutunggu hadirmu
semula semangat hingga luntur kata tersemat
masih saja belum ada berita
malah kudengar kini kau dipingit
dicekoki seribu dusta cerita lama
penantianku hampir membatu

Cinta ini diuji , semata mata atau suara hati
pernah terbersit dihati kutinggalkan saja semua ini
suara kejujuran memanggil tuk terus mengabdi
jangan menyerah laiknya setengah hati

Kuserahkan kepadaMU Gusti Pangeran Welas Asih warna diri
aku mengabdi sepenuh hati meski semua jalan dipasangi kawat berduri

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Sabtu, 18/10/2014 = 20:20 wib




RAJA BUTA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Esok raja buta menduduki singgasana,
sang penyelang penggenapan sastra ,loka
tangan kanan disesah bayangan tangan kiri dituntun siluman
memerintah tanpa kepala berdiri tanpa bayangan
dibelakangnya berbaris insan pewaris dendam
wajah negeriku semakin legam

Raja buta memerintah semaikan kecewa
rakyat pecah terbelah semakin menderita
alam tak memihak langit menolak kepalsuannya
awas, jangan gadaikan tanah air beta

Episode ini harus terjadi penggenapan janji suci pendiri negeri
fajar baru matahari terbit kita nantikan Satria Piningit

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Minggu, 19/10/2014 = 20:20 wib





GELISAHKU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Aku kehausan ditengah kolam
meranggaslah nurani dimakan kemarau ini
palawija mati kemiri durian kelapa tak mau berbuah lagi
alam murka siapa durhaka
negeriku rantai khatulistiwa laksana syurga dirundung bencana
ini ulah siapa

Sedekah bumi sudah digenapi jika boleh kurangi sesah ini
siapa sanggub perankan tokoh penyangga bencana bumi
ah, tuan berkoar lantang rupanya tuan punya ladang
jalankan peran seirama lantunan gendang

Jika semua harus terjadi, pakem diri kita syukuri
mari melepas semua kaca mata, membuka hati seluas samudra
‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Selasa, 21/10/2014 = 12:12 wib





PENGGENAPAN SABDA ALAM
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Hari pertama penggenapan sabda alam
sangkakala ditiup dibarat daya
kumandang tembang serukan gurindam
dia hadir selaku penyelang adalah juga sang pilihan
tumpah ruah eporia cerminkan kenyataan sungsang
kata katanya isyaratkan kekuatiran mendalam

Niat hati tegak berdiri bangun negeri sejatinya suci
kaki tangan tak berfungsi berlaku seenaknya sendiri
saat eporia berubah benci apa terjadi
kitalah yang mengingkari hati nurani

Sang pilihan 'lengser keprabon' berlebel raja buta selesai perannya
episode berlalu mengantarkan nusantara kegerbang kejayaannya

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Selasa, 21/10/2014 = 10:10 wib





SOSOK TANPA BAYANGAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Untukmu sosok tanpa bayangan
kau tinggalkan senja terbengkalai
ketika nadi berdetak cepat
padahal sebelumnya telah disepakati satu kata
tiba tiba menghilang diawal senja
pergi tanpa berita

Katakan saja apa adanya
meski akan tinggalkan luka
sekalipun cuma sebaris kalimat pemanis muka
kita sepakati kata penutup cerita

Untukmu sosok tanpa bayangan kutitip pesan
jika masih ada waktu, pulanglah lunasi perhitunganmu

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Selasa, 21/10/2014 = 15:15 wib




TIAP INSAN PUNYA PERAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham

.
Pandanglah aku sebagai sahabat,
redakan kesumat didada kuhaturkan beribu maaf
hapus curiga muara syakwasangka pangkal perselisihan
tuntaskan perhitungan terimalah hadirku
tinggalkan bayang bayang kelam masa silam
mari melangkah kedepan kita satukan barisan

Tiap insan punya peran mengapa mesti bersinggungan
aku butuh kau, kau butuh dia, dia butuh aku
hidup cuma seperjalanan mari tanamkan kebajikan
tak ada yang abadi, yang tersisa cuma catatan dijiwa

Apapun kiblatmu, doa kita bermuara disatu titik Yang Maha Esa
mari menyimpul harap menghaturkan pinta suburkan persahabatan

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Selasa, 21/10/2014 = 21:21 wib




'UIS GARA' PENGHAPUS AIR MATA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Telah kau kembalikan 'uis gara '
terhenyak disaat anganku melambung
patah terkulai asa terhempas penolakan
seribu tanya tak pernah temukan jawabnya
harus bagaimana lagi kumaknai kejujuran
inilah adaku kuurai sepanjang jalan menuju gundaling

Kulipat rapi 'uis gara' itu dilembaran kecewa
pucuk pucuk pinus pun layu disepanjang jalan kenangan
awan dipelupuk mata akhirnya tiris basahi fakta
aku telah tertinggal tak berdaya

Biarlah 'uis gara' menghapus air mata
inilah fakta yang harus kujalani

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Rabu, 22/10/2014 = 20:20 wib
NB : Uis Gara : Sejenis selendang, kain adat disuku KARO.





EPORIA RAJA BUTA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Tak ada yang terjaga
saat dibawanya umat ke pintu neraka
seharian eporia lupakan Tuhannya
semua terlena
semua mengekor jalan buta
cuma sepenggalah lamanya

Isyarat ini sudah tertulis nyata sebelumnya
siapa punya mata membacanya
siapa bertelinga mendengarnya
kecuali ikut buta

Sajak ini penggalan isyarat leluhur sebelum penyair lahir kedunia
kusuarakan tanpa tendensi apa apa

‪#‎Pondokbambuistanaku‬, Kamis, 23/10/2014 = 19:19 wib




TAK SEMPAT KUTITIP BERITA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Begitu saja jarak waktu dan ruang berhimpitan
tanpa sekat tanpa pembatas
dan aku hilang didalamnya
seperti hanyut digelombang sunyi
semakin senyap seperti terlelap
tak pula ada yang perduli

Jangan tanya dimana rimbanya
semua menyata tanpa rencana
tak sempat kutitip berita
kupahami sebagai jawab doa

Jika sekarang aku datang lantaran jiwa meradang
memaksaku diam sediam diamnya menyiksa jiwa raga

‪#‎Belantaraalastua‬, Kamis, 06/11/2014 : 10:50 wib