RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 29 November 2014

Kumpulan Tembang Kata OZ - DESA KAMI


DESA KAMI

sepuluh tahun lalu sudah
ketika wakil rakyat datang ke desa kami
ia menjanjikan penerangan di desa kami yang terpencil
yah
itu sepuluh tahun lalu
dan hingga kini kami masih menggunakan lampu minyak

lima tahun lalu ada seorang lagi datang ke desa
dan berjanji akan jernihnya air di desa kami
yah
Itu lima tahun lalu
dan kini kami masih menikmati mata air yang keruh di kaki bukit

tahun ini pasti ada yang datang lagi!


----------------------------


terlalu pagi tuk berkelahi dengan waktu
si kecil dan gitar tua peninggalan ayahnya
menyenandungkan lagu penyayat hati di pagi yang mendung
suaranya merdu ku rasa
begitu tenang dan lembut
ada yang bergejolak dalam dirinya
seolah ingin berkata satu hal
tapi ia tak mampu menjelaskan
ia ingin sekolah tapi ia tak punya biaya
ia terus berdendang hingga langit merah jambu
ada rasa lelah tapi ia menahan
ia pengamen kecil

-------------

BAK HUJAN

Ini bukan sajak pemberontakan
bukan teriakan keji pada pemimpin yang bedebah
yang duduk nyaman di kursi berputar
katanya demokrasi
tapi bertindak otoriter
hingga di balas dengan anarki
apa ini !!
Inikah restorasi?
Awas, awas
Pembual tersenyum sinis bagai sampah
pecundang !
tertawa terbahak dalam duka nestapa kaum jelata
ini bukan pemberontakan
ini teriakan pilu
dari mereka yang salah memilihmu
bukan pemberontakan


Karya : Oz

Kumpulan Tembang kata Muhammad Rawindra Syah Khan - PLEASE FORGIVE ME


Aku selalu ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
aku selalu ingin menjadi sesuatu yg mungkin bisa kau rindu
karena hidup ku selalu merapuh tanpa dirimu

Aku ingin menjadi sesuatu yg selalu bisa membuat mu bahagia
aku ingin kau tahu bahwa diriku selalu memujamu
tanpa kehadiran dirimu diriku sepi dan waktu yang seakan merantai hati

Kau seperti nyanyian dalam hatiku
yg memanggil rindu ku pada dirimu
seperti syair dalam nadiku dan mengalir dalam jiwaku

Hanya dirimu yg bisa membuatku tenang
tanpa dirimu aku merasa hilang
dan sepi, dan sepi
--------------------------



If I was able to restore the past, maybe I'll change the mistake I have ever done to you, but yet I am just a man who is never perfect, and at this time I am only able to pronounce words when I am sorry to know that all that has been late, but I am going to continue to learn to change attitudes and mistakes of the past and the future, I am still going to pray that in the future you will get the better of me and once again from the bottom of my heart and from body and soul, I just want to apologize for my behavior and error I have done to you ...... (PLEASE FORGIVE mE).


Oleh : Muhammad Rawindra Syah Khan

Kumpulan Puisi Aidah Lembayungsenja - KEINDAHAN MALAM


KEINDAHAN MALAM
Karya : Aidah Lembayungsenja


Hening
Bening
Mengaca
Membaca
Sebuah roda kehidupan
Merebah dipekatnya malam
Bermuhasabah dikeheningan nan sunyi
Agar hidup yang penuh misteri tiada tersembunyi
Membuka semua indah namaNya
Mentartilkan AsmaNya
Bersenandung bersama malamNya

Hongkong,27112014





KAMBOJA DI NISAN HATIMU
:Aidah Lembayungsenja


Kamboja menemani di nisan samping peristirahatan terakhirmu
Aku terpaku begitu setia ia
Mewangi membaur ditanah merah itu
Buaian kidung kematian
Olah lisan menuju nisan
Jangan biarkan ia kemarau
Ambil kesejukan dibawahnya

Derap langkah menuju gerbang senja
Insan manalagi yang akan mengelak

Nisan bertulis nama
Isyarat kau kembali keperaduan hakiki
Salam perpisahan sebuah pertemuan
Akan kita lalui dimana kehidupab terus berjalan
Nisan bukan suatu barang yang ditakutkan

Hampiri diri untuk bercermin
Aku ini siapa
Tiada rupa tiada benda yang dibawa
Ini semua bekal kita menuju Sang Khaliq
Mampukah kita berserah sedang sombong diri mengubur sifat tanahmu
Untukku biarlah abadi namaku di nisan tak bernama itu

Hongkong,29 11 2014

Kamis, 27 November 2014

Kumpulan Puisi Mukarrom - UNTUKNYA


UNTUKNYA
Karya : Mukarrom


Jika ini benar
pasti ada disana
jika ini tak benar
aku ingin jalan untuknya
birkan ia berlalu
ia hanya kenangan masa lalu
teringat kadang
benci datang
tapi sayang
ia masih ku sayang
‪#‎merindu_untuknya‬





MENTARI BELUM TENGGELAM
oleh: morjal


Birkan ia berlalu
ia hanya masa lalu
tatap ke depan
di sana ada jalan
mentari belum tenggelam
harapan akan selalu ada
meski nantinya telah malm
rembulan hadir dgn cahayanya
sang pencipta tak memberi kita jalan gelap
hanya kita yang memilih jaln yang salah
kembali dan coba tatap
persimpangan mana tempat kita salah





MAAF
Karya : Mukarrom


Kau datang dgn janji palsumu
mudahnya aku percaya
kau datang dgn janji palsumu
tapi sayang...
Keyakinanku telah gugur
maafkn aku...
Meskipun kau memeinta
mungkin aku akan berpikir 2 kali untuk mempercayainya
‪#‎trauma‬

Senin, 24 November 2014

Kumpulan Pusi Kiki Soraya - KELU


KELU

Mungkin aksara kita kini, tiada beradu padu
adakah resah ini, kembali dapat mencumbu rayu
dikala lafadz kita benar-benar terasa kelu?

~ Kiki Soraya ~ Jakarta, 19 Juli 2014 03:24 WIB






BILAKAH


kendatipun rasa sayangku terlanjur berkeping
ada keinginan untuk ku tata kembali
layangkan beribu harap, bilakah terjadi kembali seperti tatanan yang pernah ku genggam itu?
serpihan rasa nan berserak terasa melelahkan, buncahkan benak ke penjuru raga
kerana setitik asapun dirasa tak cukup?

Kiki Soraya Jakarta, 26 Oktober 2014 20:03 WIB


-----------------

Untuk sesaat, tiada rangkaian kalimat yang ku semat
Biarkan ia memuai hingga lega-kan rongga-rongga benak
Biarkan ia kembali kepada induk kalimat yang mengikat, dan hangati kembali tatanan itu ke-esokan harinya.

K ~ S ~ J
16 Desember 2014 22:49 WIB

------------


Bukan megahnya tatanan aksara yang terangkai terang bagai bintang gemintang dapat menggugah netra memandang lekat
Bukan pula lihai jemarimu memaksakan keindahan tatanan yang ingin menarik diri ini agar tersenyum?
Lalu apa inginku?
Sederhanakan aksaramu?
Agar ku tahu kejujuranmu dalam merangkai kalimat itu bukan: plagiat.

K ~ S ~ J
Pondok Kelapa, 20 Desember 2014 19:45 WIB


---------------


1
Sketsa usang enggan terunggah, jika hatinya tak jua: tergugah.
2
Padamkan hasratmu untuk kali ini, agar ku kembali: sendiri.

K ~ S ~ J
20 Desember 2014

Kumpulan Pusi Emmy Metamorfosa‎ - SEHABIS SORE


SEHABIS SORE
Karya : Emmy Metamorfosa


Lembayung kuning berbaur jingga
Utusan senja
Panji malam yang akan segera tiba






MANTANKU ANAK MEDAN
Karya : Emmy Metamorfosa


DIA YG NGAKU NYA ANAK MEDAN
WALAU CUMA MEDAN PINGGIRAN

DIA YG PUNYA PRINSIP TAK TERGOYAHKAN
RELA MATI DEMI KAWAN
WALAU RUMAH TANGGA JADI TARUHAN
WALAU PUTRA TUNGGAL TERLANTARKAN

DIA YG MERASA ANAK MEDAN
MODAL PERGAULAN YAKIN JAYA MASA DEPAN
PERGAULAN JALANAN JADI HARAPAN

DIA YG MERASA TAMPAN
TAK PERLU LAMA MENGGANTI PASANGAN
DAN TERBUKTI DIRIKU TIADA TERGGANTIKAN

DIA SEKARANG RASAKAN
BAGAI MAYAT BERJALAN DI LORONG GRAHA PESAKITAN
MERASA KESEPIAN DI TENGAH KERAMAIAN
BERKERABAT DENGAN PARA BEGUNDAL
KU TAK INGIN BALAS DENDAM
KU TAK MUNGKIN MAIN TANGAN
SEPERTI YG DIA AJARKAN

KU HANYA INGIN DIA MENGUNYAH KESALAHAN
KUNYAH TERUS TANPA BISA DIA TELAN
KARENA KU TIADA BISA MEMAAFKAN
DIA SI ANAK MEDAN
YANG RELA HANCUR DEMI KAWAN

goresan amatiran; Nov 2014




KU KULI

Ku kerja demi uang
Uang untuk makan

Bayarlah tenagaku
Jangan beli harga diriku
Atur waktuku
Jangan renggut hari hariku
Tunjukkan kewajibanku
Jangan belenggu kehidupanku

Nov;2014


Karya : Emmy Metamorfosa
Kisaran, Sumatera Utara,





.........................KAMPUNGKU....................

Pemandangan...,
Tugas menggambar yang selalu bu guru berikan
Kuas dan pewarna sudah ku bancurkan
Mulai ku layang kan lamunan

Kampungku
Tiada gunung biru dengan matari kuning di tengahnya
Tiada sungai dan sampan kecil di atasnya
Tiada sawang kuning hijau membentang
Tiada pantai landai dengan nyiur melambai

Kampungku
Yang ada rumah rumah tumbuh bak cendawan
Jalan jalan dengan beratus persimpangan
Tiap gang berjejel para pendatang

Kicau kacer hilang,berganti "tin tin"kendaraan
Pelimbahan menggenang debu beterbangan
Yaaahhhhh....
Kuasku kering di tangan
Kanvasku diam dalam tatapan

Kampungku
Tiada yang bisa ku lukiskan

Karya : Emmy Metamorfosa
Kisaran, Sumatera Utara,




MALAM KU


Bukan rinai seruling mengiris kalbu
hanya lengkingan Lae tenggen di lapo ujung simpang

Bukan sesengguk pungguk di puncak dahan
hanya derum motor tak kenal rambu tak tau aturan

Bukan bintang gemerlap di langit beribu
hanya awan gelap memaksaku menutup pintu

Malam,yah..malam malam ku
Selalu begitu,selalu dan begitu
Serasa vonis tanpa palu
Merindu pada siapapun aku tak tau

Malam,malam malam ku
Yah hanya begitu selalu

gORESAN aMATIRAN
Kisaran;Nov 2014


--------------------


Gedung megah bertingkat
Penuh ruang bersekat sekat
Langkah tertambat,badan terikat
Pikiran pun tumpat

Banyak rasa tak terungkap
Tak banyak kata bisa tersurat
Tapi apa mau di ucap
Disini ku mencari,disini ku mendapat
Sekepal nasi untuk ku suap

gORESAN aMATIRAN;Kisaran;awal Des 2014





BERSAMANYA
Karya : Emmy Metamorfosa


Mampukah aku jadi pelangi siang nya
Bisakah aku jadi bintang malam nya
Jadikanlah aku kunang kunang dikesepianya




ANTARA ADA DAN TIADA


Antara ada dan tiada
"asa"di dalam jiwa
Laksana pajar dan senja
Sekali gairah sekali pasrah

Jenuh bertabir gelak tawa

Antara ada dan tiada
Harapan danrencana

Raga melayang bersayap usia
Hari berganti besok,besok menjelma lusa
Entah apa selanjutnya
Entahlah................


------------------

Remaja putri berjilbab
Mesra bergandeng remaja putra
Masuk hotel tak lama keluar
Short time!

Maafkan aku Baginda Nabi
Karena tak pande berjilbab
Dari remaja hingga begini tua
Karena ku takut terkoyak
Dimuka"



----o KEMARUK

entah dari mana
Asal Bahasa tersebut

entah ketika gimana akan muncul serasa gak jelas apa mengapa nya...........

TAPI..........
sedang di GANDRUNGI saat2 ini

ITU YANG PASTI

----------------


Pengintai yang indah
Mengendap ngendap dibalik pelepah kelapa
Kala ku terjaga dia mengintip di sudut jendela
Pangeran malam

gORESAN aMATIRAN
Kisaran;Des 2014

Jumat, 21 November 2014

Kumpulan Puisi Azhari Str - TANGKAP HATI - TANGKAP HATI


TANGKAP HATI – TANGKAP HATI (1)

Dor dor dor
Aku aku kamu kamu
Aku aku, kamu kamu
Aku aku kamu kamu
Kita-kita, kita-kita (3x)
Jadi mawas
Mawas-mawas, mawas-mawas!
Jadi mawas dgn kita..
Hati-hati, hati-hati!
Tangkap-tangkap tangkap-tangkap
Tangkap hati, tangkap hati
(kita jadi mawas dgn kita)

*dkat akhir 10/14 (az- masih, pasca pesta rakyat )



TANGKAP HATI – TANGKAP HATI (2)

Tangkap-tangkap, tangkap-tangkap
Tangkap hati, tangkap hati
Jadi kita, jadi kita
Jadi hati, jadi hati
Jadi cinta bagi kita
Jadi cinta bagi dia
Jadi cinta bagi kami
Jadi cinta bagi dia
Jadi cinta bagi Dia (Nya)
Jadi cinta bagi bumi
ibu pertiwi, bumi ini...

(dekat akhir 10/14, pasca pesta rakyat )
Jadi cinta bagi


Oleh : Azhari Str
Tanjungbalai,Sumatera Utara

Kumpulan Puisi Samsul Hadi - GADIS TUA BERKERUDUNG KELAM


Generasi yang terlupakan#
kami bersuara kau tanggapi dgn senyum terpaksa,
kami bercerita kau anggap itumah cerita biasa,
kau penguasa yg tak paham keiginan jiwa,
kami generasi bukan igin d puji,di dengarkan namun d mengerti ttng suara jerit jiwa.
Kami kau elakan seolah tak ada celah buat kami untuk negara.
Sumpah pemuda hy momok belaka.

Beri kami sedikit kesempatan untuk merubah indonesia tercinta#saam pemuda indon


--------------------------------


Cahaya di ujung jiwa.
Setiap diam menjelma kosong
segala rasa menjelma asa
cita-cita tersangkut terpotong
tertindas janji-janji lama

ketika semuanya sirna
bias jiwa menyala
membakar penghalang cahaya
hingga ujung jiwa tgar dan memilih untuk tetap mencinta ,

gadis tua berkerudung kelam*

Oleh : Samsul Hadi
Selong, Nusa Tenggara Barat




NEGERI PARA PEMIMPI
oleh samsul hadi lombok.


Negeriku negeri subur makmur
negeriku negeri kaya akan mimpi
laut hutan dan tambang besar
memberi mimpi yg besar kpd sang perindu kesejahteraan walau dlm hati,
negeriku negeri mimpi,
negeriku negeri yg senang akan hal yg baru,
negeriku bangsanya bercorak seperti mimpi di sianf bolong,
negeriku potret surga fakta neraka dlm jiwa,
negeriku bermimpilah bermimpilah bersama

Kumpulan Puisi Mardiana Ukhti - OLEH SEBAB ITU AKU MENCACIMU


OLEH SEBAB ITU AKU MENCACIMU

Cukup sudah!
telah kau serabut akarku, kau gunduli sehelai demi sehelai
lalu kau tegakkan tanpa sandaran.
Bukan gugur daun-daun oleh sebab aku mencacimu
tapi lihatlah
kau biarkan aku mengais setitik air ditanah tandus
yang telah kau kuras habis
tak bersisa!

Borneo,20.11.14
Oleh: mardianaukhti@gmail.com

----------------------

Suara kami hilang begitu saja
ditelan oleh perselingkuhan
antara jabatan dan keserakahan itu kata ''Arini Hidajati''

kembali terngiang-ngiang ditelingaku
jelas sekali pelan menusuk hati kecilku
ataukah itu karena''kami'' hanya ''Rakyat Kecil''?!

Aih! betapa beratnya menyimpan ketidakadilan yang kita lihat.

Borneo, 18.11.14
Oleh: mardianaukhti@gmail.com

Senin, 17 November 2014

Kumpulan Pusi Adipati Anzar - GORESAN RASA


~GORESAN RASA~

sejimpit ingin ku
lelah panjang menanti tampi

debu bercampur remah
ku pilih yang lekat
di kulit telapak keriput dan tanah gersang

penanak nasi retak
mengusung ikrar selubung jiwa ku menyibak tirai tirai
buktikan mimpi bukan tidur lagi

----------------o

17nov2014
KOTA KISARAN 03.45


-------------------


tapak kaki ku kapalan
betis keras mengembang
celingak celinguk berjalan jauh

terik hujan embun dan angin
setia kerap menemani jenuh juga juga merangkul rajin walau yang bukan pangkal pandai ku

keringat tumpah berlebihan
haus lapar kian terasa

senja ku tak terasa sudah kini

ku salam BERANDA mu
RUANG PEKERJA SENI
izinkan DAKU
REHAT dan MENIKMATI


-------------------------


>>> GAJAH GAJAH LIAR
beradu hempas

tak sekedar PELANDUK TUNGGANG LANGGANG

tapi SEMUA BERANTAKAN





"HIDUP ANU"


DUNIA masih tiada henti
sudah entah berapa PUSING dari TUJUH KELILING

ALAM memancar kian GEMERLAP
BURUNG dan GUNUNG tercengkeram LIAR SYAHWAT

-kisaran kota 17.37-


-------------------

kicau kecil burung
tak lagi menyambut pagi

serak kering nanyian alam meliris sumbang sambutkan akan hadirnya sang mentari
terkabar penghuni negeri
menyeberang samudera jauh

RINDU KU bertemu dimata terpejam
saat ku buka pandang pun hilang


kisaran ASAHAN
25nov2014 01.30






JERIT BUNGKAM
Karya : Adipati Anzara


sang jelata papa

lakukan lah
dan usah berhenti......

meski hati ku luka
meski jiwa ku lara

kepuasan itu
jika harus terpenuhi oleh ku

dan andai kali ini
agar sesal tidak suatu waktu nanti.........


------------------------------

.....mencapai
k e t i n g g i a n
tidaklah mudah
sebab
berpijak ditumpuan kokoh pun terasa bagai melayang
namun
kerugian semakin besar jika gagal dikarenakan tak kuasa mengawal perasaan
02. 17


----------------------


saat diketika itu dulu

galah panjang dan patok lele bagian indah keseharian kita

tak perduli kau wanita
tidak perdulikan aku pria
kita berkeringat dan tertawa
karena kita kuda tunggangnya

sekarang itu masing-masing menjauh dan pergi

tapi di ingatan ku
masih jelas seperti apa ingus mu menyapu atas bibir hingga pipi

olehnya pula
rindu ku terasa mengepit malam ini di temani gerimis

bising menghibur seng berlobang


----------------------------


kenapa kita
berada pada JENUH yang seandainya BETAH.....

dewasa ku awet di gelagat belia

aku lengang dikeramaian
hingar bingar ku pongah di senandung sunyi

kini ku berada disaat lalu


# kedai nangka
seharusnya berlalau
29nov2014 17.00

Oleh : Adipati Anzara
Kisaran,Sumatera Utara





"ADA DITAMBAH KAH"


adipati anzara
05nov2014 03.45
mutiara KISARAN
**

desakan WAKTU yang
memaksa ku tambah gundah

satu per satu
ku penggal sebisanya mengkupas mungkin demi mungkin

henyakkan sangka ke seandai hingga di keajaiban tiada tara

masa kan kandas.....

buntelan proco gaun, pekakas dapur, lampin dan kopiah pirang

tak jua nampak arah
hijrah kemana

bocah taruna ku
bernyanyi temani si kakak nina

aku dan cinta ku
berpandang hampa
kehabisan jawab bahkan Tanya





AMPUN ITU MASIH
oleh: Adipati Anzara
kisaran 09nov2014 11,23
-----o

jari tak sanggup menghitung
walau itu seramai kita
waktu tak berani berjanji
andai pun dia tak ingkar pasti

namun.......
saat tak ingin
jika tuk berlama-lama

lembah itu
memang gelap dan dalam
dan cinta mu ada digelimangnya

kuatkan hati
tuk memapah langkah mu
percayalah...
senyum masih menyambut mu
di pinggir tebing sadar tuk tempat bersandar


----------------------


....entah berapa banyak
TANYA di sangka dari sejumlah ada

jika itu walau diranah bila
bukankah kelak bertanda jawab

namun itulah
tersembunyi dijauhnya jalan ini
menyimpan harapan

DIA beri terasa pasti.....
# jiwa tersapa nurani



-------------------------

"DISINI KETIKA ITU DATANG"
oleh: Adipati Anzara
09nov2014 02.30 WIB


terjamah risau dilarut malam
ego nya hasrat belasah ingat ku

rentan....
menggelepar.....
kecamuk tak terlerai.....
tersengal dihayal tak beralas


-----------------

JAWAB KU TANYA MU
kisaran larut
16des2014


takarlah
tak mau ku......
agar seberapa ingin
terlihat sejelasnya

tanyakan jawab
bisik hati mu.....
benarkan entah
atau ucapkan yang lain



------------------------

tikus got gelisah
tak tentu arah......
kelewar
pun singgah gak bilang2
aku tak mau ketinggalan turut serta dengan terkesima
hingga mata berkedip seakan lupa......
--------o tersapu aroma dan lekuk indah mu yang entah itu sengaja atau bukan terpersembahkan dihadap pandang sini
sekelebat nalar ku serasa minta
kesekira bisa ajak lah aku....
atau datanglah kelak kapan ke bilik inbox...
jika pun tidak layangkan lewat multimedia dari sana...
terawang ini kini
dirangkul binal desakan ragam sangka berangan
aku semakin kuat menunggu seiring menambah gerimis malam ini......


-----------------------

......jutaan angan
kerap penuhi hayal
tersusun indah diTalam Sajian

bumi dan isinya
terukir manis dilembaran kata
bahkan kulit langit
ikut lengkapi paparan

begitulah.....
kini Zaman melangkah Cepat
kayak Mie Instant yang serba cepat

siram dan hangatkan
kemudian Santap

segitunya terlihat
yang terlalu mudah lelah lunglai

beranggap tawaran
terwujudkan telat.....




---------------


kusadari.....
kata Selamat HARI IBU yang ku-sampaikan
terlalu banyak disegenap SIKAP dan LAKU DIRI ini TAK SEINDAH ITU
"AMPUNKAN daku OH IBU....."

d
a
n
.
.
.
.

(diantara ini semua, juga bagian sesungguh menyiangi ruang sadar dibongkahan Rasa)


Minggu, 16 November 2014

Kumpulan Tembang Kata Rany Maharani - IKHLAS


Jangan kamu berpikir apa yg kamu dapatkan,sebelum kamu berpikir apa yg sudah kamu berikan

---------------------

Berkaryalah dengan appa yang orang suka .jangan dengan yang kamu suka.


Oleh : Rany Mahrani
Kisaran, Sumatera Utara






HARI HARI KU

Disaat keheningan malam kutersentak dari tidurku seperti ada yang memanggil nama propesiku. Kuayunlangkah penuh dengan sejuta tanya.aku terharu ketika melihat sepasang bola melepaskan kristal bening dengan seraut wajah penuh pengharapan.
Kusalam dan sapa penuh santun,kurangkul dan kupapah menuju tempat untuk mewujudkan segala oimpian dan harapannya.Disana kujawab semua keinginan itu,sampai ahirnya sepasang bola itu memancarkan cahaya kebahagiaan senyum penuh makna yang dalam disaat mendengar suara lengkingan penuh arti "SALAM AKU TELAH DATANG SESUAI DENGAN JANJIKU ,TERIMA KASIH PADA JIWA PENOLONGKU"



Oleh : Rany Mahrani
Kisaran, Sumatera Utara

Kumpulan Sajak Cinta Tok Laut - ANJING MAJIKANKU


SAJAK SAJAK CINTA TOK LAUT

Anjing majikanku cukup patuh
Siap mengawal sampai subuh
Kencing ditilam berak diranjang
Baunya menyengit bukan kepalang
Namun majikanku cukup sayang
Karena bisa membuat monyet-monyet takut dikandang
Anjing majikanku disukai banyak orang
Sebab gonggongannya terdengar dari ujug kampung sampai pedesa'an
Yang ingin mencuri harus pamitan
Bisa aman asal diberi daging rusa jantan
Anjing majikanku memang populer
Karna majikannya juga orang teler
Anjing majikanku memang sedikit cantik
Karena hobbynya juga suka mengelitik
Anjing majikanku memang nyentrik
Karena setiap hari sering disuntik
Agar tahan dikritik

Pelantaran Gudang belacan,2014


-----------------------------

Nyonya-nyonya menor dengan dua handphone ditangan
Melenggangkan krincing gelang emas murni curian
Mencoba melirik lelaki bersorban yang istirahat diperaduan
Sttt...
jangan menatapnya dengan mata tajam
Sebab tak saatnya hijrah sekarang
Hm...
Nyonya menor memang aduhai
Punya laki dua tuwasan
Tak 'kan kau temukan dilembaran koran
Sebab artikelnya salah editan

------------------------------
Seorang bocah bertutur kepadaku disebuah pelantaran gudang belacan ;

Bapakku memang seorang penata yang kreatif
Setiap enam jam sekali beliau pasti merobah peralatan dirumah kami
Kadang tempat bawang ia tukar ketempat garasi mobil
Kadang meja ia tukar ketempat tidur
Kadang tempat celana dalam ia tukar keruang tamu

Pernah aku bertanya ;
Pak....
Laci tempat uang ini koq nggak pernah dipindah-pindah

Lalu beliau menjawab;
Itu tak boleh dipindah dan dibuka
Kecuali jika aku mangkat nanti

Aku terdiam dan berkata-kata dalam hati ;
Hm...rupanya bapakku selain penata yang baik...beliau juga punya hobby mengkoleksi semua jenis uang...dari recehan sampai ratusan....dari mantra sampai ramuan...





Wajahmu kulihat terpajang di jidat para petinggi
Menjadi langkah nyonya nyonya menor yang ber haq tinggi
Napsu para birahi memuncak menatapmu dengan arus bertegangan tinggi
Bersiul menggoda dengan sinandung sufi

Hm...
Kong...jangan begitu napsu...
Yang marah belum tentu bisu
Kemarin kulihat dia menikmati susu
Sttttt.....hm...
-------------------------

Didalam buku harianku
Kusimpan deru ombak pantai
Yang dari kemarin gelisah
Menjenguk daftar isinya

---------------

Ketika aku mampir dipadepokanmu
Ada hasrat dalam hati ingin membangunkan semadimu
Hoi hulubalang....
Kalau tamasyamu masih jauh ...
Izinkan aku melukismu sekedar bukti aku tlah berkunjung kepadepokanmu
Dan sebagai bukti nanti setelah kepulanganku
Hm....
Mungkin tafsir lukisanku keliru
Kamu semadi membangun tiang pancang dunia
Atau berzikir memuja Ilhiyat-Nya..
Hm...


Oleh : Tok Laut
Tanjungbalai,Sumatera Utara



Kugambar bulan diarus air
Tangkahan berang
Ku'ukir mentari diteriknya siang
Bianglala merajuk
Kujaring bayu figelombang
Badai topan amarah
Kudekap asa diatas dilema
Lembaran hati berguguran
Ah...puisi ini begitu menakutkan

---------------------------

Pendar renjana beringsut rasuk sukma
Erlola menyeruput manisnya nista
Jangan lambaikan amarah
Aku masih rindu tikar kumuh yang kau gelar diberanda



-------------------------------
Asa'mu kan patah tak ber'arah
Darahmu yang sentak'kan nadi
Adalah luluhlantak emosi jiwa
Yang kan mengapung bagai bahtera hilang kemudi
Jeruk telah bertabur bunga
Pias ringkih rangka sebentar lagi akan bersemayam dalam nada
Akan brrpaling wajahmu dari jagad roh bumi maya
Klinik tak sempat kau lewati
Rentak suara paduka tak'kan pernah lagi menyala
Saat itu akan kau dengar bisikku dalam senandung lagu diakhir nafasmu






cinta bak seganas ombak melulur tanah
merebah pantai kehamparan buih
menikam hati kepusar bumi
gelora haru biru menahan prahara rindu
terkesima dalam linangan air mata
menetes bak embun dikekang ranting kasih
yang serapuh hampanya jiwa

gerai rambut tak lagi diterpa angin
karna beliung tertahan di dahan kering
gerah mendekam dada
bergetar dibelantara jiwa
mengurai mimpi yang semalam
disinar fajar hati yang terhenti bersinar

--------------------------


rindu gerogoti jiwa ditiap detik
bayangi napas citaku
tak pernah ada baju cemas meski upuk senja mulai tiba
embun adalah adalah naluri air mata alam
akan terus mensajakkan lagu kasih yang kutulis
dari kejauhan kucium aroma wangimu
akan menghias semerbaknya alam maya
kutatap wajah ranting yang melukis elegy pagi firasatku
tumbuh bagaikan bunga langka dari sorga
yang akan memberi kesejukan dan damai tiada tara
kalian adalah motivasi untuk semua realitas hidup
terima kasih atas sajak juangmu membela pamflet cinta kita
Teruslah berlari putra-putra sang pajarku
nikmati jam sembilan pagimu hingga panjangnya rentang senja
akan membelai penuh warna
kasih tak terhingga bagi titisan simpul kasihku nanti
puisi inilah hartaku tuk melebihi jelang doaku untukmu




ANYALLAH BAYA


Degup jantung malam getarkan tubuh kotaku yg telanjang
Birahi bising jalanan cumbui lugunya persimpangan
Tuntaslah peraduan titi tabayang bersama napsu pantai yang gersang
Terkulai lega pada pelabuhan tikar pandan
Pada kamis malam yg malang

Duh perempuan perempuan kebaya
Yang meliuk liar diatas tenda beca pak tua
Kau memang kulihat terus bergegas
Memasuki pintu gerbang tanpa hiasan bunga kenanga
Renjis rampai tepak tembaga
Merajuk meninggalkan tangisnya
Duh perempuan perempuan setengah baya
Ribuan andung sinandung ibu ibu tua
Memang sedang koor mendendangkan tembang paduka " anyallah baya "

Dari ; SAJAK SAJAK CINTA TOK LAUT





PINTU GERBANG

Celah jendela qalbu yang terbuka pada rumah puisi
Nampakkan potretmu yang kemarin kusuguhi mimpi
Tangisi cumbu kita yang kemarin mati suri
Disini tak ada lagi liris senandung sufi menjadi dendang direntak tari
Tenggelamkah semadiku kearus api
Yang senantiasa menyulut perang suci
Aku didua gerbangmu hari ini

TOK LAUT





SOROT MATA PUISI TOK LAUT


Jelang hari jadi tanah paduka (tanjungbalai ) 27 Desember 2014

Maha karya budaya melayu yang terpahat erat adalah referensi ketajaman rohani. Spiritual dan eksistensi budaya adalah puncak estetika nenek moyang kita. Bangunan ornamen melayu adalah syimbol phylosofis yang kini hampir sirna dan yang masih tersisa;
Bale
Tepak sirih
gurindam
Pantun
dan hikayatnya adalah inspirasi yang tak pernah kering ditimba, bagaikan pemikiran universal dan bijaksana "Sultan Alaidin Syah Johan " yang bergelar " Al Qahar " ( sang penakluk) telah meniti lorong lorong penuh makna menapaki petunjuk paripurna dari kerajaan Iskandar Muda berbekal ajaran suci Islam kita.

Dari ujung tanjung kami datang
Menyusun sembah serumpun salam
Menjunjung tepak adat dan resam
Singgah juga kepekan gambang

Salam kepada yang Maha
Adalah gaung puji
Ikhtiar untukmu para tuan dan puan

Dipulau marwah ini adalah temalu negri melayu
Salam kepada datuk segala hang
Segala tuah dengan sumpahnya
Salam kepada tubuh segala ruh
Segala jimat dan petuahnya

Ribuan tuah jadi aksara
Bercerita kepada laut
Bersembang disajak
Mengatur layar mengubah sega

Kita pancang marwah kepada nurani
Melayu takkan hilang dibumi
Bersemat bersama jiwa gurindam hakiki
Berbaju hikayat dan budi
Meski kotaku seperti bulan yang terluka'
Kami para pekerja seni tetap membawa perban membalut liangnya'
Dan mengagungkanmu dijelang hari jadimu

BALAYAR SATUJUAN
BATAMBAT SATANGKAHAN

Jabatku
TOK LAUT & Community


-------------------------

Tugas "neo korteks" adalah " berpikir, berbicara, melihat dan mencipta. Otak ini merupakan tempat kecerdasan anda.

Di otak ini pulalah bersemayam kecerdasan yang lebih tinggi, intuisi....

Intuisi adalah kemampuan menerima informasi yang tidak dapat diterima oleh panca indra .

Yok berkunjung kekamar puisi metafisis ... mungkin disana ada informasi itu hehe ...

KAMAR PUISI METAFISIS

Khalil gibran pernah berkata;
Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku
Pertama kali aku melihatnya lemah
Kedua kali aku melihatnya ia berjoget dihadapan orang lumpuh
Ketiga sampai ketujuh katanya kita melihat berkali kali tanpa membagi bagi...





JEJAK LANGKAH " SULTAN ALAYDIN SYAH JOHAN
PENDIRI
KOTA ANJUNGBALAI 27 Desember 1620 - 27 Desember 2014
____________________________________________________ TOK LAUT


Jelang hari jadi tanah paduka (tanjungbalai ) 27 Desember 2014
____________________________________________________

Maha karya budaya melayu yang terpahat erat adalah referensi ketajaman rohani. Spiritual dan eksistensi budaya adalah puncak estetika nenek moyang kita. Bangunan ornamen melayu adalah syimbol phylosofis yang kini hampir sirna dan yang masih tersisa;
Bale
Tepak sirih
gurindam
Pantun
dan hikayatnya adalah inspirasi yang tak pernah kering ditimba, bagaikan pemikiran universal dan bijaksana "Sultan Alaidin Syah Johan " yang bergelar " Al Qahar " ( sang penakluk) telah meniti lorong lorong penuh makna menapaki petunjuk paripurna dari kerajaan Iskandar Muda berbekal ajaran suci Islam kita.

Dari ujung tanjung kami datang
Menyusun sembah serumpun salam
Menjunjung tepak adat dan resam
Singgah juga kepekan gambang

Salam kepada yang Maha
Adalah gaung puji
Ikhtiar untukmu para tuan dan puan

Dipulau marwah ini adalah temalu negri melayu
Salam kepada datuk segala hang
Segala tuah dengan sumpahnya
Salam kepada tubuh segala ruh
Segala jimat dan petuahnya

Ribuan tuah jadi aksara
Bercerita kepada laut
Bersembang disajak
Mengatur layar mengubah sega

Kita pancang marwah kepada nurani
Melayu takkan hilang dibumi
Bersemat bersama jiwa gurindam hakiki
Berbaju hikayat dan budi

Meski kotaku seperti bulan yang terluka'
Kami para pekerja seni tetap membawa perban membalut liangnya'
Dan mengagungkanmu dijelang hari jadimu

BALAYAR SATUJUAN
BATAMBAT SATANGKAHAN

Jabatku
TOK LAUT & Community


--------------------------

Pujangga/politikus AMIR SYAKIB ARSELAN pernah bertutur 'bahwa ; Selama ada hidup maka ia merupakan arena perjuangan untuk memperebutkan kekekalan hidup itu. Dan syarat kemenangan perjuangan harus terbina diatas kebensran dan haq, sehingga terhimpun didalamnya dua kekuatan raksasa' yakni kekustan mareial ( maddyah) dan kekuatan moral ( adabyah )

Dari paparan diatas jelaslah bahwa menciptakan keseimbangan itu sebenarnya bukanlah kerja ringan' tidak pula mudah'membutuhkan waktu'memrrlukan usaha terus menerus dan memssuki proses.

Kacamata kita saat ini kita arahkan sejenak kepada komunitas " pekerja seni " khususnya di kota tanjungbalai atau ruang lingkup sumatera utara' bahkan kalau perlu skala nasional. Kita melihat bahwa keseimbangan antara kebutuhan hidup lahir dan batin para pekerja seni belum seimbang. Sebahagian besar komunitas pekerja seni masih disebut sebagai kerja batin, realitas hidup sebagai pekerja seni belum mampu menghidupkan ekonomi keluarga 'meski dari sebahagian kecil ada yg mampu menempati ruang dan waktu keseimbangan itu. Rendra dizamannya juga pernah bertutur bahwa "tidak sedikit para pekerja seni yang memilih pekerjaan untuk menutupi kehidupan sehari hari dan menjadiksn kesenian proyek kebutuhan batin saja.

Renungan ;
Berkecimpung dalam dunia seni amat membutuhkan motivasi dan tidak boleh larut oleh suasana, hanyut oleh keadaan, sebaliknya tidak berusaha mengolah keadaan.

Kita sedang dalam perjalanan, dengan demikian segala sesuatu yang menjadi tantangan tidak harus membuat kita surut kebelakang dan kecut untuk mengolah keadaan.

Tak ada panen raya bagi komunitas seniman' meski pesta akbar sekalipun akan digelar.

POLITIK ADALAH SENI MELIHAT PELUANG
TOK LAUT


--------------

Ma ..senja hampir tiba ...
Begitu muda siang kita ...
Tangan hari menggenggam mentari bak bulan dibintang fajar
Rebahlah dipangkuan kami hai gugusan bima sakti

Kami ingin menompangkan kasih diteduh simpul hatimu
Yang kan payungi senja kami nanti
Istana hati kami begitu rapuh tanpa bidadari

Ma ... tolong cabuti ubanku yang mulai memutih

Yakinlah ... sajak rambutku ini begitu putih
melebihi cahaya mimpimu

Tentang bunga langka yang jatuh dari sorgawi ini
Aku tinggal meng"amin" kan doamu

Ma ... esok masih ada pagi ...
Duhamu bergegaslah mengejar sajadah hatimu ...
Alunkan puisi hati kita diberbisik pinta kita
Ma ... aku mengurai mimpi kita dulu ya...
Diperaduan malam dan tahajjud cinta ...
Ma ...

Rabu, 12 November 2014

Kumpulan Puisi Dede Andriani - AKU TAK BISA APA - APA


AKU TAK BISA APA APA


Disaat kau membisu
Aku tak bisa apa apa
Disaat kau terbujur kaku
Aku tak bisa apa apa
Disaat kau tak bisa lagi apa apa
Aku juga tak bisa apa apa

Aku tak bisa menolong mu
Apalagi untuk membantu mu
Karena aku tak bisa apa apa

Aku tak bisa apa apa
Disaat darah mu telah beku
Aku tak bisa apa apa
Disaat tubuh mu tlah kaku

Maafkan aku...
Karena aku tak bisa apa apa





WALAU SEDETIK


Bagaikan terbakar api
Bagaikan terhempas dan hancur berkeping keping
Air mata tak bisa terbendung
Terus... Dan terus mengalir
Melihat kau tak berdaya

Kau yang biasanya menjagaku
Dengan jasmani mu yg gagah
Kini tiada lagi ku lihat
Yang ku lihat hanyalah jasad yang terbujur kaku
Dengan darah yang beku

Mata yang tertutup
Bibir yang terkatup
Kini tak mampu lagi kau buka
Walau hanya sedetik....





WAKTU


Waktu memang bisa merubah segalanya
Tapi waktu juga bisa menetapkan segalanya
Waktu bisa menyimpan segalanya
Tapi waktu juga bisa mengungkapkan segalanya

Mungkin waktu tak bisa bicara
Tapi waktu bisa berkata
Mungkin waktu tak bisa melihat
Tapi waktu bisa merasakan

Waktu adalah waktu
Yang selalu tau dan mengerti
Apa yang terjadi dalam hidup ini...





DENGAN PUISI

Dengan puisi aku bertanya
Kapan aku bisa mendapatkan mu
Dengan puisi aku menangis
Aku takkan pernah mendapatkan mu
Dengan puisi aku mengenang
Itu hanya sebuah cita cita

Dengan puisi aku tersenyum
Melihat kau bahagia
Dengan puisi aku tertawa
Keabadian yang tak bisa ku dapat
Dengan puisi aku berdoa
Semoga kekal selamanya...





HARAPAN HAMPA


Knpa kau hdir dan mnggoreskan tinta hitam di kertas kosong ku?
Kenapa kau tulis crita...
Seakan kau punya tulisan indah
Knpa kau ukir tulisan mu seindah mungkin
Pdhal itu tk brarti ap2
Ap karena hanya ingin mencoreng saja?
Atau ingin singgah sbentar saja?
Atau mungkin...
Kau ingin melukis... Dgan tanpa warna

Kau lelaki gagah
Kau seorang lelaki yg sdah mngenalkan ku...
Bagaimana kau harus mngetahui sikap mu...

Martabat mu...
Jabatan mu...
Dan juga pangkat mu....
Mgkin sudah mnutup mata bathin mu..
Utk tdk bnar2 tulus mngenal sseorang

Aku kagum...
Saat kamu ingin berteman dgan ku
Yg bukan siapa2
Dan Yg bukan ap2

Tapi pada saat nie juga..
Kau tlah menyadarkan aku..
Dan telah mengenalkan aku
Betapa sakit nya jadi driku
Sblum aku jadi "siapa"

--------------------------

memori ku..
sayang ku...

masih terlintas di benak ku..
tentang masa lalu yang tak kan prnah kmbali lagi
jika di kenang
andai di ingat
masih di simpan
memori yang tanpa virus utk mnghncurkan nya
sangat terjaga
bahkan terjaga...
tidak akan rusak
tdak akan lecet sdikitpun
bahkan tak akan hilang
ckup sdtik untuk memutar kmbali memori itu
btuh seumur hdup untuk mlupakan nya
janji-Nya itu pasti
janji-Nya itu tak prnah mleset
janji-Nya itu tak prnah ingkar
janji-Nya itu akan tepat pada waktu nya
pada hari..tanggal..bulan..tahun..jam...menit..bahkan detik
smuanya tepat dan akurat

pada saat itu pula..
memori itu berakhir dgan sad ending
dgan ktiadaan pmlik memori nya

air mata... jangan di tanya
rasa sedih.. itu pasti
rasa tk ingin brpisah.. itu ada
nada tersedu sedu.. sangat jelas
jejak tertatih... sangat tampak
bahkan sampai lemah tak berdaya..


----------------------

mungkin memang ku cinta
mungkin memang ku sesali
pernah tak hiraukan rasamu
dulu..
aku hanya ingkari
kata hatiku saja
tapi mengapa kini
cinta datang terlambat ....



Karya : Dede Andriani
Tanjungbalai,Sumatera Utara






SEDETIK


aku baru saja mengenal mu
wahai seorang pria
aku baru saja mengetahui mu
wahai kaum adam

berawal dari ujung jari yg berkisah singkat
seakan tak munafik untuk mengetahuimu
siapa kamu?
aku cukup tau
bagaimana kamu?
belum cukup ku tau
apa profesi mu?
aku tau..

begitu juga dengan mu untuk tau tntang diriku

kabar mu..
stiap hari bagaikan kicauan brung yg tak kenal waktu
suaramu...
slalu trdengar dri bisikan elektronik yg slalu menghubungkan aku dn kamu

seakan tak menutup kemungkinan
rasa bunga ingin mekar mengikuti perasaan itu ada...
bahkan senyuman mentari bila terlihat
akan indah bagaika melihat warna pelangi

aku rindu kamu..
kamu yg bru aku kenal
kamu yg baru aku tau

butuh waktu untuk mmpercayai nya





SEKEJAP


begitu mudah untuk mu
datang dan singgah utk brteduh di hati ku
dlam rintikan derai hujan yg turun
ku lindungi drimu dgn ksih syg yg ku punya
kasih syang yg sudah lama bergelut dalam linangan air mata

kau tlah mnemukan kunci hati yg tlah lama tertutup
kau tlah tmukan itu
kau dtg..
kau singgahi..
kau temui..
kau coba akrab..
menyapa...
melihat..
mendengarkan kisah silam ny

namun...
sekelip mata kau pun pergi
pergi mninggalkan hati ku
yg tlah kau buka...
pergi mninggalkan crita dn knangan yg ad di dlm nya
prgi... tiada bekas sama sekali
bekas jejak mu pun tk trlihat

ap sbnrnya yg kau ingin kan
dri aku yg bukn siapa2 nie
ap sbnrnya yg kau ingin kan
dri aku yg bru sja kau knal

apa?
apa?


--------------------

Ya Allah...
Hanya dengan takdir dan kuasa Mu
Hamba bisa mnjadi sseorg yg tlah Engkau rncana kan..
Ridhoi lah stiap langkah hamba
Lindungi lah hamba dri org2 yg ingin mendzolimi hamba
Lindungi pula kedua org tua dn kluarga hamba ya Allah
Ya Allah ...
Brikan lah hamba ksempatan agar hamba bisa membanggakan kdua org tua hamba...




"MENGENANG"
Karya : Dede Andriani

Di temani dgan sbungkus cemilan ringan dan sgelas air putih
Ku coba membuka lembar kisah silam yg pnuh dgn kenangan indah
Dgan canda dan tawa
Smpai tak terasa barisan gigi mulai muncul pada mulut masing masing...


Kisah itu hanya bisa di kenang
Tak bisa untuk di ulang
Karena waktu... Tak mampu lagi mnemani ku kembali pada kisah itu

Waktu hanya bisa mnemani ku untuk berjalan dan menatap ke depan

Stelah waktu itu berlalu
Kita hanya bisa ber andai andai
Dan Tak sadar sesekali penyesalan pun singgah...

Mngenang masa lalu
Memang lah penuh dgan kngan mnis dn pahit...

Dan merancang masa dpan adlah hal terbaik untuk kehidupan
Walaupun akhirnya Allah juga yg mnentukan...

Senin, 10 November 2014

Kumpulan Tembang Kata - 07 DESEMBER


ketika bayang telah hilang.
Kata kurangkai dalam gelap nya malam.
Menembus awan hitam fikiran ku seakan jauh melayang.
Kata demi kata ku rangkai.
Mencoba mencari setitik cahaya terang dalam gelap nya malam.

-------------------------------

kemarin hidupku bagai dialam badai, Mengarungi sepi hari tanpa mu.
mega cahaya begitu gelap seperti ditutupi awan hitam, Petir menyambar hingga membuat kacau fikiran ku.
hingga akhir nya aku trdampar ditepian pantai yg tk berpenghuni.
sepi trus menghantui bagai mimpi buruk yg brkepanjangan, Ini kah hidup? Atau kah aku tlah mati dalam hidup?
hanya tuhan lh yg tau apa yg terbaik dalam hidup ini.

Oleh:Gani Metallic




07 DESEMBER
oleh;Gani_Metallic


{Malam ini ku ajak kau bersama ku, Tuk temani sepi tidur ku.
Hanya dirimu dirimu yang membuat ku tenang di malam ini

wajah mu bercahaya bagai sinar rembulan yang terang,jangan pernah pergi dari ku,biarkan kita melebur satu dalam cinta

dirimu hanya satu tak ada yang lain dihati ini,
semua rasa ini hanya untukmu bidadariku

rebah lah aku dan jangan pernah lepaskan pelukan ini,keluarkan lah irama cinta dari bibir manis mu,hingga kita berdua basah bermandikan cinta}


Kumpulan Tembang Kata Ridwan Wan - KARKA


KARKA


Aku meragukan bahagia Mu
busur Ku hilang
anak panah Ku patah
kemanala Ku tancapkan khabar

Agin tak-lagi berhembus
air tak-lagi mengalir
malam tak-lagi bergerak
kemanala Ku pesankan salam
Raga menggenggam Mawar
layu berputus asa
Jiwa Rapur meragukan bahagia Mu


( ridwan.wan )



T A S I K


Dekat terasa muara kasih
tapi tepianya tak tampak Ku

tangkahan membalus luka runtuh
di usia penantian
kenangngan takterlupakan melekat di pikiran
mengalir di darah
Aku tersiksa

Ku buang kenangan jauh keawan
tapi kembali turun menjadi hujan
Ku tanam jauh...........
tapi tumbuh dan bertunas

( ridwan.wan )






B O H O N G


Berbohonglah pada Ku walau sesaat
Berbohonglah Kau Mencintai Ku
Berbohonglah Kau sayang pada Ku

Agar Jiwa ini tenang
Agar gelisah ini diam
Sadar Ku tundukkan kepala
takmampu melihat Jingga Mu

Sadar Aku mendapat yang palsu
karena Aku hanyalah Pungguk rindukan Bulan




H A

Jangan siram hati Ku dengan kalimah Surga dan Neraka
itu sudah sering terdengar oleh Ku dari sebelum Kau

Jangan jelaskan pada Ku tentang Iblis dan Malaykat
itupun udah Ku tau dari Orang sebelum Kau

Jangan jelaskan Pada Ku tentang Chinta dan Benci
Aku udah Rasakan
Langit takkan runtuh karena takbertiang


Ajarkan aku Makan tanpa Ikan dan Sayur
Ajarkan Aku hidup tanpa Uang
Ajarkan Aku menahan Lapar

( ridwan.wan )





PASHTUN


Kau
bak-Mentari
yang
taktertatap

Tapi
Kau Pesona
menghidupkan Bulan

Kau
bak-Bara
yang
tak-Tergenggam

Tapi
Kau membakar Baja
menjadi Pedang


( ridwan.wan )




BAHTERA

Sesamudera Kasih Ku persembahkan
pada Mu yang setia
Selaksa warna ku taburkan
pada Mu yang menunggu
Kau tambat Jiwa ini
dalam sayang
hingga tak-bermimpi
mencari yang lain
Ku siulkan lagu kasih
agar takterasa merindu
Ku lagukan lagu cinta
agar takterasa Kau nan jauh
Mengalir rindu Ku
ke lubuk hati
Di mana Ku temui
penawar rindu ini
biarlah Ku hapus sendiri
derai air mata ini
biarlah
biarlah
asal Kau bahagia


( Yenny Nuraini )

Kumpulan Puisi Zharif Vmars Xingeriszeus - HILANGNYA BUNGA IMPIAN


HILANGNYA BUNGA IMPIAN


seiring lamunan sepi.
nyanyian nada sendu nan lirih.
masih jua menantikan eloknya.
dalam khazanah cinta penuh bahagia.
sendiri bermukim diatas kesunyian.
hati bertanya dimana sang puspa impian.
kiranya sang bayu membisikan.
insan ini dah lama tertinggal.
mungkin disuatu masa nanti.
bilakah kan balik menemani.
namun kilaunya dah tak nampak.
gugurlah airmata ini bersama gerimis.
hanya mampu lafazkan selamat tinggal.
meski tanpa suara memikul beban lara.
apakah ini telah digariskan.
rela menerima dengan keikhlasan.
walaupun terbaring keseorangan.
untuk selama - lamanya.
terasa sakitnya tu disini.

by : zharif
surabaya






MEMIKAT CAHAYA

dalam kembara memikat cahaya.
melangkah dibawah mega kelam.
tak jua hujan menyiram jiwa.
hingga terkulai disela lembayung senja.
tiadalah nak bersenda gurau di alam fana.
kerana masih ada setitik sinar.
menuntun langkah ke hadapan ilahi.
disanalah kehidupan yang kekal abadi.
surgawi indah hanya sementara.
pasti layu bak puspa kekeringan.
tunaikanlah ibadah dengan keikhlasan.
demi mencapai cahaya surga yang' hakiki.
segala akhirnya kembali.....

by : zharif
Surabaya



HANYA INSAN BIASA

aku bukanlah sastrawan sejati.
bukan pula pujangga hebat.
aku hanyalah insan biasa.
merangkai kata serta menulis ini.
sekedar meluah rasa hati dan jiwa.
biarpun tiada indah kalimat.
namun kuterus berupaya.
ditemani kertas dan pena.
bersandarku didada senja.
di malam sunyi berfantasi.
hingga karam dilautan mimpi.

by : zharif
surabaya





DINDING YANG RAPUH

hingga kini masih ada lara.
terpendam dalam lubuk jiwa.
hilang arah tujuan tiada nakhoda.
terhimpit zaman tertindas penguasa.
tangisan hati menghiba.
dalam rindu keadilan.
berbaring diantara dinding yang rapuh.
bersandar diujung senja kelabu.
taman kasih sayang jadi pusara.
manis madu menjadi racun berbisa.
hanya punya segenggam asa.
sebagai cerita dimasa hadapan.
dalam penat mencari bunga kehidupan.
demi sinambungan jiwa dan raga.

by :zharif
surabaya





MENANTI SINARAN SUCI

cahaya purnama dibalik mega.
seakan sembunyikan senyuman.
dan langkah ini menanti surya.
dalam kesenyapan bercanda sendirian.
namun kecundang meraba jiwa.
kiranya awan suram membayang.
dijalan silam tercipta sejarah.
musnah impian tinggal kenangan.
hamparan ini penuh noda.
apakah pengubat segalanya.
dimanakah sinar persinggahan.
sampai bila harus begini.
walau tak mengecap duniawi.
kerana itu bak nyanyian semenit.
kembali ke jalan illahi rabbi.
disitulah keabadian yang sejati.
berjanji tunaikan semuanya.
dengan hati dialunan dzikir.

by : zharif
surabaya




SENDIRI


rela dimamah kesepian.
tercakar lena sebuah ilusi.
dibawah langit semalam.
merajut hari-hari sunyi.
menangis ketawapun sendiri.
bagaikan tersisih dari kehidupan.

yang dirasai bayu dingin membelai.
pohon asa ini telah rebah.
membenanya kembalipun sendiri.
biarpun dikanan kiri penuh onak duri.

setitis jernih kasih menghapus layu.
telah lama dirindu dan ditunggu.
bilakah semuanya terhenti.
putik berkembang indah.
harum mewarnai keseorangan.

kerikil menjadi mustika.
tiadalah mungkin terjadi.
tinggalah sepi dihujung jalan.
taman kencana ini tiada lagi.
selamanya sendiri dan sendiri.

by : zharif
surabaya




MISTERI DISEBALIK SENYUMAN

sinaran apakah yang terpancar dimatamu.
terang cahaya lalu kesuraman.
senyuman apakah yang tersungging di bibirmu.
seakan indah namun penuh lara.

mungkinkah itu nyata atau sekedar ilusi.
semuanya telah menjadi misteri.
kini tiada lagi nampak disini.
terkubur oleh bumi selamanya.
bersama taburan harum kamboja.

segala rintangan telah terlewati.
keikhlasan serta kesucian hati terbawa mati.
selamat jalan,damailah disisiNya.

semoga bersua dipintu surga.
nur asmara ini telah padam.
do'a kudus terlafaz tak henti.

by : zharif
surabaya




SENJA DIKELOPAK BUNGA LAYU


tertatih melayar bahtera kehidupan.
ketika berkembang hanyut dan terlena.
kilauan surgawi yang menjanjikan.
digenggam ternyata kosong belaka.

fajar menyingsing lalu berganti siang.
senja pun merayap raga yang lemah.
kini tertunduk dalam ketidak berdayaan.
sesalan abadi berwajah penuh airmata.

tersedar seketika tetapi bungapun telah layu.
meski raga tiada termampu.
masih ada jalan menuju kesucian.
bila mata terpejam dalam keimanan.
sejarah kelam bercahaya indah diakhirnya.

by : zharif
surabaya




DELIMA KENANGAN


hapuslah airmata kepedihan.
tersenyumlah walau terasa sakitnya.
delima kenangan pudarlah cahaya.
yang tinggal hampas keindahan.
kering dan layu ditaman impian.
biar dipandang hina hakikatnya nyata.
benih yang disirami dilanda kekeringan.
sepahit apapun sejarah silam.
jadikanlah sebuah pengajaran.
demi perjalanan kehidupan.
serta bertawakal dan berserah.
hamparan kasih sayang menjelma.
bersujudlah kepada Tuhan yang maha esa.
gerimis kesejukan pastikan tiba.
membasah dingin dihati dan jiwa.

by : zharif
surabaya




BUNGA KENCANA


dahulu senyumnya begitu menawan.
kasihnya tak lekang dimamah masa.
cinta dan sayang pengajaran utama.
teguh berdiri dibadai kehidupan.
ketawa serta airmata sudah dirasakan.
sekian lama menaungi dengan kelembutan.
bak bunga kencana tiada ternilai tuturnya.
hingga akhir hayat basah wangi puspa.
begitu indah saat merajut bahagia.
menyulam kenangan yang tak terulang.
kusematkan tanda hormat untuk selamanya.

by : zharif
surabaya





PURNAMA YANG REBAH


sujud diantara senja dan malam.
ketika jiwa ini terasa penat.
bermunajat diparuh mega hitam.
tatkala hati dalam keresahan.
purnama yang rebah diujung fajar.
titis embun menyambut senyum luka.
bilakah asa ini berkembang indah.
tanyakan pada Tuhan Yang Maha Esa.
secercah sinaran suci membelah awan.
masihkah keraguan menggelayut fikiran.
mungkin suatu hari nantinya.
mahligai indah memeluk raga.
dengan cinta kasih dan sayang.

by : Zharif
surabaya




ADAKAH KASIH YANG SEJATI

diremang cahaya bulan.
seiras wajah nampak bersedih.
ketika bahtera hidupnya terdampar.
dipantai gersang tiada bertepi.

adakah cinta yang sejati.
yang pernah dijanjikan.
mendulang kasih setia.
mungkinkah berulang kembali.
semua tak seindah dulu lagi.
peristiwa ini menyayat hati.
hanya airmata suci menemani.
tetapi Tuhan mengerti perasaan ini.

do'a kudus terlafaz dari kalbu.
semoga tak berulang lagi.
yang lalu biarlah berlalu.
menatap masa depan yang lebih baik.
nanti putikpun basah berbunga wangi.

by : zharif
surabaya




" alunan hati melara "

diranjang ilalang terbaring renta.
dengan netra yang sayu menatap awan.
kini dihujung masa tak terdaya.
mengais sisa-sisa kejayaan.

tiada lagi harapan terkubur jua.
dengan alunan hati menangis tersedu.
surgawi yang dulu digenggam.
telah hancur luluh diparuh waktu.

nostalgia terluka menjadi sesalan.
dan kini berputar kembali awalan.
namun jiwa terlanjur lemah.
destinasi ini masihlah panjang.

menanti gerimis membasah lara.
menuju kehidupan yang abadi.

by : zharif
Surabaya





" melati yang hilang "


telah lama tak tercium harumnya.
tak nampak pula warna putihnya.
apakah melati telah menghilang.
kerana dinanti - nanti mekarnya.
kelembutannya dirindui tiap saat.
angin senyap tak menghembuskan berita.
ilalang terdiam tiada melambai.
candrapun enggan memancarkan cahaya.
bintang-bintang kesuraman.
mendayu sepi tertunduk sendiri.
terus mencari dimana berada.
masihkah ada harapan bersua.
bagai pungguk rindukan purnama.

lenyapnya bagai ditelan bumi.
laksana embun terhapus mentari pagi.
dalam kepasrahan yang tak rela.
berharap ditemui meski diujung hayat.
hingga tersambutlah jemari ini.
namun semua bersatu dalam khayalan.

by :zharif
surabaya





" segaris sinar dalam kembara"


bilakah berakhir langkah lara ini.
insan yang hina tak berpunya.
tersisih dari khalayak ramai.
dihadapan hanya onak dan duri.
dipandangpun sebelah mata.

dalam hempasan malam dingin.
dilingkaran do'a kudus berurai airmata.
senyuman syukur bahagia terlontar.
kerana tersadar ini pengujian duniawi.
usah terlena kilauan yang sekejap.

dalam balutan kepasrahan serta keikhlasan.
bertauhid selalu walau apapun jua yang terjadi.
bersihkanlah dari segala noda.

segaris sinar terpancar dalam kembara.
sebagai penerang meniti kehidupan.
dan semaikan putik kebajikan.
nanti berbunga indah penuh warna.

by zharif
surabaya





" kasih sayang tak berbatas "

hanya untaian rasa haru dan airmata.
tanpa terlontar kalimat yang indah.
sekian lama mengarungi bahtera kehidupan.
memupuk putik dihalaman kasih.
berkembang mulia tanpa balasan.
rasa sayang serta cinta yang tiada berbatas.
ada surga ditelapak kaki.
terus berjuang hingga akhir hayat.
masa demi masa telah dilalui.
dengan keikhlasan serta kesyukuran.
walau onak duri menghadang dihadapan.
dengan jiwa dan hati yang teguh bak baja.
rela menerjangnya berdarah-darah.
dekaplah ia rawatlah hingga renta.
genggam angin semalam.
tersimpan bersama do'a sucinya.

by : zharif
surabaya

Minggu, 09 November 2014

Kumpulan Tembang Kata Cacan Sambas - MENATAP MASA DEPAN



"MENATAP MASA DEPAN"

Melangkah demi satu langkah..
Derap langkah kaki selalu menjelajah..
Pikiran dan hati kdang tergoyah..
Tapi mimpi berkata jangan menyerah..

Ku berjalan di atas lintang dunia,
ku menatap dibawah sinar dunia,
terkadang cobaan melintas di sktar kta,
tapi hati berkata tak ada yang sia-sia..

Pengorbananpun dilalui meskipun terkucurnya darah..
Kesungguhanpun membuat kita menjadi resah..
Terkadang detak jantung slalu bergulir cepat..
Tapi mata berkata lakukanlah yg terbaik..

Biarlah masa lalu membelah jiwa, anganku hnya sbatas mata..
Biarlah masa lalu merobek pita, tapi masa dpan membuka jiwa..
Gerbang ksuksesan didpan mata..
Meniti khdupan yg slalu berputar..
Tuhan tahu kalau kita pintar..

"Kejujuran akan menjadi pendamping kta..dan kesuksesan akan menjadi khdupan kita"




UNTUK PAHLAWANKU

Demi negeri
Kau korbankan waktumu
Demi bangsa
Rela kau pertaruhkan nyawamu
Maut menghadang di depan
Kau bilang itu tantangan

Nampak raut wajahmu
Tak segelintir rasa takut
Semangat membara di jiwamu
Taklukkan mereka penghalang negeri

Hari-harimu diwarnai
Pembunuhan, pembantaian
Dihiasi bunga-bunga api
Mengalir sungai darah di sekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu
Muncul dari tubuhmu
Namun tak dapat
Runtuhkan tebing semangat juangmu

Bambu runcing yang setia menemanimu
Kaki telanjang tak beralas
Pakaian dengan seribu wangi
Basah di badan kering di badan
Kini menghantarkan Indonesia
Ke alam kemerdekaan




"KORUPTOR"

Lihatlah kami wahai engkau ksatria
Kau menggenggam senjata laras beruang
Tertawamu seakan menjadi ciri atas kehebatanmu
Kehebatan keserakahan atas dirimu

Hai engkau kucing penjilat
Kaulah ksatria itu
engkaulah manusia pemakan segala
sampai Hak martabat kamipun kau santap

Dengarlah rintihan kami
Yang jera melihat aksi hebatmu
Yang kian membenci dengan kesombonganmu
Yang kemudian hilang rasa hormat ini atas ragamu

Kaulah KORUPTOR sejati
Niat baikmu terlupakan oleh insting nakalmu
Niat burukmu kau luapkan demi semesta
Meludah kau di atas serambi harga diri kami

Kau koruptor sejati
Kami bangga atas tingkahmu
Yang membuat kami geram
Kau koruptor sejati,...
Kami tunggu kau di Bui...

Semampai gemuruh badai
Berayun-ayun bersama panorama senja
Gelombang ombak berdansa dengan siulan angin utara
Menyatu dengan jiwa sang pencipta



Oleh : Cacan Sambas
Tanjungbalai,Sumatera Utara




TANPA AYAH DAN IBU


Aku hanyalah anak kecil,,
Yang haus akan kasih sayang orang tua..
Yang haus akan sentuhan tangan orang tua..
Yang selalu aku nantikan kedatangannya dalam kehidupan yang keras ini,,
Meski aku tahu itu tak mungkin..

Ya Allah..
Mengapa Kau ambil mereka?
Mengapa Kau ambil mereka
Disaat aku Masih membutuhkan mereka
Sehingga kasih sayang mereka waktu itu tak bisa kurasakan..
Dan, kini mereka telah tiada..
Takkan pernah lagi aku merasakan kasih sayang mereka..

Ya Allah,,
Aku ikhlas menjalani semua ini..
Menjalani hidup tanpa kasih sayang mereka..
Tapi,,
Kabulkanlah satu pintaku ini,,
Pertemukanlah aku dengan kedua orang tuaku,,
Kelak di Surgamu,,
Karena aku,,
Begitu merindukannya...





"AYAH"


Takut rasanya saat mengingat masalalu bersamamu
Setiap kuingat.. air mata ini selalu tak mampu kubendung
Tangis ini karena kerinduanku padamu
Rindu akan kasih sayangmu
Rindu akan tutur katamu
Rindu akan semua yang ada pada dirimu

Tapi apalah dayaku
Semua telah berlalu
Kini hanya bisa kukenang jasa kebaikanmu
Dan menuruti semua nasihatmu

Ayah..
Do'aku akan selalu mengiringi perjalananmu
Semoga tuhan membalas kebaikanmu selama ini
Aku selalu menyayangimu
"Selamat Hari Ayah Nasional" 12 Nov 2014




"MULIANYA HARI JUMAT"


Berjuta likuan jalan yang membawa keresahan
Ketika diri terpaku di bawah terik mentari kelelahan
Ada harapan tatkala mata tertuju pada sebuah kedamaian
Masjid indah tempat pengabdian seluruh insane

Merindukan ketenangan jiwa di hari jumat yang mulia
Penuh warna jingga mengukir cinta
Mengguratkan sukma kepada Allah yang Maha Kuasa
Yang memanggil dengan asma kalimah kebesaran-Nya

Hati seakan tersapu angin kesejukan
Mengemban tugas dari sebuah kewajiban
Sungguh indah seperti genggaman tangan kita dalam kebersamaan
Jangan pernah terlepas lagi menuju kemenangan

Begitu lembutnya melukis cinta, memahat damai dalam jiwa
Mari turunkan kedua sayapmu yang perkasa
Bersujudlah sejenak kepada Allah yang Maha Pencipta
Yang telah menganugerahkan kepadamu sayap- sayap yang sempurna




RINTIHAN ANAK NEGERIKU


Apakah jadinya negeri ini??
Kala manusia korbankan jati dir.i gadis-gadis jadi komoditi
anak-anak dijadikan aset
Penguasa sibuk dengan citra diri dan kita hanya bisa berteriak tanpa ada yang mendengar
Apakah jadinya negeri ini??
Amanah RAKYAT digantikan amanah. PASAR sajak melambung tinggi
Harga sembako tak terkendali
pendidikan menjadi barang komersil
Semua harga merangkak naik membuat kita semakin terpuruk terjebak diantara jurang kemiskinan dan kebodohan mencekik kita pelan-pelan
Dimanakah kau wahai para petinggi?? Tidakkah kau dengar jeritan hati ini ?
Dan apakah jadinya negeri ini??
Saat bumi tak lagi dijaga
sampah memenuhi seisi kota
langit biru tak terlihat lagi dan berubah menjadi sesakkan hati air bersih sulit untuk didapatkan
rindangnya pohon berganti megahnya gedung
bisakah kita memberikan sedikit ruang untuk bumi bernapas??
Mungkin inilah yang terjadi, kala kemiskinan menghantui, kala rasa lapar kuasai diri,
Kala keserakahan menggerogoti diri, kala kebodohan meliputi diri, kala penguasa sibuk citrakan diri, kala keadilan selangka permata, kala kita tak peduli sesama, kala kututup buku harianku ku hanya bisa berteriak tanpa ada yang mendengar kala dunia tak seperti dulu lagi.
Negeriku ini, berdiam diri disebuah pusaran entri jahanam.





"HUJAN"


Hujan kembali datang dengan berjuta keindahan.
Selalu khas aroma yang terasa hingga kini..
Tersirat banyak cerita ketika hujan turun.
Sungguh suatu anugrah yang tak ternilai.
Udara berganti menjadi sejuk yang tersamar..
Langit kembali kelabu dengan riuh pilu.
Gemuruh suara petir tersambar dari kejauhan.
Semakin menguatkan kita untuk tetap bertahan.
Rinai hujan semakin mendera setiap sudut pandang.
Jatuh perlahan lalu hilang termakan ingatan.
Begitu anggun dengan sejuta pesona.
Laksana bidadari yang turun dari langit.
Hujan memang selalu datang dengan penuh kejutan.
Di saat semua tenang tak menghawatirkan.
Seperti misteri dalam kehidupan yang terabaikan.
Hanya terjawab ketika proses itu terlewatkan.
Rasa syukur di setiap bilik hati harus di lantunkan.
untuk Dia yang Maha Menciptakan hujan.
Buang semua keluh ketika hujan singgah.
Karena hujan tak pernah berkeluh ketika akan turun.

Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembiring - ARTI DIRI


ARTI DIRI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Pada sapa nanar
kurekam rasa terguncang
ngambang terkatung katung didada
memenuhi samudra welas asih
tapi buntu tak temukan muaranya
tak terperikan nyeri disukma

Kemana ku suarakan rintih pedih
warna duka irama dada
tak pelak hilang nada
apalah arti ku ada

Lantunan bait bait kitab suci sadarkan diri
beri arti nyata diri cuma insan asal sebutir debu

‪#‎Billymoonistanaku‬, Sabtu, 08/11/2014 = 19:19 wib





KETIADAAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Jika asa meniada
Nuansa pun menyertainya
Bianglala ikut hanyut begitu saja
Tiang waktu berlari menjauhi diri
Kutemukan diri tak bernyali
Tertambat tradisi fana duniawi
Kenyataan ini ketiadaan tak terperi
Mestikah lari sembunyikan nurani
Atau berteriak lantang kata hati
Sebijak apakah diri
Menggantang asap duniawi
Perjalanan ini ibadah insani
Tiap orang mesti mawas diri
Pegang teguh jati diri hakiki manusia sejati
Mari mengarungi samudra pribadi
Seirama kan nasihat kitab suci

‪#‎Billymoonistanaku‬, jumat,07/11/2014 - 21:21wib





KETIADAAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Jika asa meniada
Nuansa pun menyertainya
Bianglala ikut hanyut begitu saja
Tiang waktu berlari menjauhi diri
Kutemukan diri tak bernyali
Tertambat tradisi fana duniawi
Kenyataan ini ketiadaan tak terperi
Mestikah lari sembunyikan nurani
Atau berteriak lantang kata hati
Sebijak apakah diri
Menggantang asap duniawi
Perjalanan ini ibadah insani
Tiap orang mesti mawas diri
Pegang teguh jati diri hakiki manusia sejati
Mari mengarungi samudra pribadi
Seirama kan nasihat kitab suci

‪#‎Billymoonistanaku‬, jumat,07/11/2014 - 21:21wib





SIMPHONI DIRI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.

Meskipun kucoba meramu rasa
berbaur dengan hampa didada
dari kebekuan nurani
luka hati nyeri
simphoni tak hendak berlalu apalagi sirna
menghantui diri jadi dilemma

Jika masih tersisa waktu tunggu
ingin kusimpul bahasa bisu
kita yang terus saja tak mau tau
berdusta dan bersahabat dengan ragu
Inilah kenyataan dari rangkaian tatanan
tak seorangpun mampu mengelakkan

‪#‎Billymoonistanaku‬, Senin, 10/11/2014 = 10:10 wib





MEMATUNG MENJADI TUGU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Aku yang kerap memanggil tak pernah kau toleh
adalah sosok tanpa bayangan
dibalik bukit kekecewaan
kurekam sikap dan juga hasrat patah
menunggu kata dipenghujung berita
apapun kenyataannya

Masih mampu kuhela hasrat
meski hati semakin berat
tetap kugenggam janji
tunaikan niat suci

Aku yang kerap memanggil tak lagi bersuara
adalah sosok yang mematung menjadi tugu

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggu, 09/11/2014 = 21:21 wib





SAAT IRAMA TAK SENADA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Masih mampu kupahami notasi
saat irama tak senada
gemuruh galau sepanjang tarikan nafas
tingkap tingkap hati nyeri
tertikam kata dibalik sandiwara
kita tak pernah puas

Tak ada ulasan saat diam merajai nurani
satu persatu tersingkap ketidakpedulian
lalu kesendirian hidangkan sunyi
kolom kolom jadi kerdil tak ada harapan

Kita tak pernah bijak tentukan pilihan
hingga bertumpuk penyesalan

‪#‎Billymoonistanaku‬, Senin, 10/11/2014 = 14:14 wib





MENGHALAU BIMBANG
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Apalagi yang kau minta dariku,
batas batas telah kulampui menjangkau ketidakmampuan
bahkan terjal telah landai dihadapanku
tak kukenal musim pun batasan
seakan melupa pada sesah dan dera
kusanggupi menjalaninya

Dari subuh hingga petang kini subuh lagi
dimana ku harus henti
nasihati hati
letih tak terperi

Menunggu sebuah penantian tak berujung
mampukah diri menghalau bimbang ?

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasa, 11/11/2014 = 11:11 wib





COBALAH BIJAK BERUCAP
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Cobalah bijak berucap
meneggang asa diujung retaknya sengketa
setidaknya kita pernah seberharapan
jalan tertatih bahkan tunduk merayap
pun kenangan masih terangkai timur rasa
semuanya masih lengkap tertancap

Seberapa besarkah kalimat harus dirubahmaknakan
agar semua tetap berwujud aslinya
sengaja tak sengaja semua menggelengkan kepala
ingkari kenyataan pungkiri perjanjian

Masih pantaskan memajang kecongkakan diberanda muka
jika kita cuma boneka pemantas nuansa semata

‪#‎Billymoonistanaku‬, Senin, 10/11/2014 = 20:20 wib





TUHAN,
MAMPIRLAH DITERAS HATIKU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Tuhan,
mampirlah sejenak diteras hatiku
di dini hari kehidupan sebelum fajar mengahalau malam
jika berkenan bawa juga jawab atas doa doaku
ingin kudiskusikan dimensi diluar logika
sambil mempertanyakan sederetan daftar indens milikku

Tuhan,
konon kita segambar, serupa tapi tak sama
bolehlah bisikkan padaku rahasia hidup dan kehidupan
tentang datang lalu pergi dan tak pernah kembali lagi

Tuhan, Kaulah Sang Dalang Agung, pakem ada ditanganMU
bisakah kita diskusikan kembali skenario dan peran tentangku ?

‪#‎Billymoonistanaku‬, Kamis, 13/11/2014 = 09:09 wib
— bersama Bajongga Silaban dan 19 lainnya.





PRAJURIT TRIBRATA,
BERMODAL HATI NURANI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Berhitung tentang diri
adalah rangkaian ketidakpastian normatif men-tradisi
gabungan kinerja kesempatan pun kebutuhan institusi
konsepsi nomenklatur tradisi agung tersusun rapi
modal beratraksi atur sana atur sini sebut diri pemimpin negeri
institusi milik pribadi, gaya manajemen : ' pokoknya...' demang baru negeri ini

Apalah awak ini anak desa dari Diski
berjuang diatas kaki sendiri percaya diri bermodal hati nurani
lulus akademi bersumpah jadi Prajurit Tribrata sejati
bela negeri malah ditumbalkan karena tak bisa dibikin mati

Aku sudah capek terserah tuan mau diapakan diri ini
satu ku haqkulyakini diatas langit ada langit, Gusti Pangeran Maha Tinggi

‪#‎Billymoonistanaku‬, Jumat, 14/11/2014 = 10:10 Wib
— bersama Darman Sinuraya dan 19 lainnya.



HIDUP TIDAK, KEMATIANNYA DITUNDA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Aku tertinggal jauh dibarisan tak masuk hitungan,
terlupakan serupa gubuk sawah sehabis panen
semua daya upaya telah terkuras habis
terjebak di arogan nya penguasa durjana
membolak balikkan fakta menggadaikan bawahannya
duhai, hamba menjadi tumbal keangkuhan kuasanya

Bagaimana harus kutulis riwayat perih ini
luka jiwa tak ada obatnya
hidup tidak, kematiannya ditunda
hancur sehancur hancurnya, frustrasi kata penutupnya

Meski belum dipenghujung jalan tapi senja membatas usia
cita cita anak desa patah dibirokrasi dajjal sang penguasa

‪#‎Billymoonistanaku‬, Kamis, 13/11/2014 = 22:02 wib





TAK BERNAMA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Jangan sebut namaku lagi
jika senja tetap merangkak ke malam
apalagi tirai awan mulai terjebak rasa
menggantungkan nuansa tak panas tak pula dingin
untuk apa memahat salju disiang tak berpenghuni
mengkeruhkan samudra rasa

Jangan panggil namaku lagi
meski pekat merajai malam
sebab saat bersamaan telah pudar fatamorgana
kembali pada Sang Penentu

Pada gilirannya kita tak akan punya nama lagi
kenyataan itu pasti kenapa mengotori diri dibumi
‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggu, 16/11/2014 = 07:27 wib




JALAN DIRI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Sekian senja kupunguti rindu
berbatas harap sunyi nan teramat beku
kau membisu
bakar kalbu

Aku meratapi kenangan tertinggal
jalan jiwa penuh sesal
tapi waktu tak bersahabat
disemainya kalut
tersisa kristal duka bertunas lara
masih pantaskah kunanti berita

Bantu aku melonggarkan ikatan
setidaknya mengobati luka
agar hati ikhlas terima
jalan diri kodrat insane

‪#‎Billymoonistanaku‬, Senin, 17/11/2014 = 10:10 wib




HATI RINDUKAN PURNAMA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Mengenangmu seperti menantikan purnama
pucuk dicinta purnama pun tiba
menjadi sentimentil bahkan cendrung cengeng
hingga batas malam purnama pun menghilang

Sekian kata terucap memerahkan awan
satu persatu meleleh tiris kepangkuan
basah sembab hati nurani merintih perih
rindukan kata patah tak bermakna
telah tertinggal luka tumpang tindih
sayatan rindu kan purnama

Tetap kan kunantikan purnama
semburatnya bawa kabar berita
entah dimana pun kini nuansa
bertemu tatap diindahnya purnama

‪#‎Billymoonistanaku‬, Senin, 17/11/2014 = 08:08 wib




KAU BUAT SERUPA PENGGALAH SEMATA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Kadang aku tak percaya gelagat
masa iya semua goresan luntur tak berbekas
setidaknya garis kenyataan diraga serupa tato asa masih tersisa
sungguhkah tak ada sedikitpun kenangannya

Setidaknya rentang waktu pernah dijalani bersama
meski dengan bersisian terayun langkah jiwa
aku renta tak mampu mengumpulkan fakta
menjadi rapuh dimakan usia
bahkan kerap jadi bulan bulanan semata
kau buat serupa penggalah semata

Aku tak pernah menyimpan dendam apalagi kesumat
meski cacat cela bekas luka jiwa menggores diraut muka
telah lama kusimpan dan kulipat
sebab lelakon kita cuma sementara belaka berlaku didunia

‪#‎Billymoonistanaku‬,Minggu, 16/11/2014 : 18:18 wib





MENGAPA TAK PERNAH HENTI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Mengapa tak pernah henti,
terus mengejar mimpi
merajut tahapan ingkar demi ingkar
menyemai berjuta syakwasangka, hati pun terbakar

Pada halte kekinian
ketika raga renta termakan usia
segumpal harap mandul di kenyataan
terbengkalai lah cita cita anak desa
terjajah arogansi penguasa institusi
mengapa tak pernah henti

Gamang kureka ujung nyata
berjuta rekayasa warnai fakta
diamku bukan kekalahan tapi kepasrahan
semakin tak kupahami rahasia kehidupan

‪#‎Billymoonistanaku‬, rabu, 19/11/2014 = 10:10 wib




KUBAWA KECEWAKU MENYEBERANGI KEHIDUPAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Musim merindu
tak tau waktu
jujur tak mampu kuhela
remukkan dada

Kerap kuhalau, sudahlah
untuk apa terus meratapi peran
menganyam nyeri disukma, tak bisa kuterima
terjebak dilema tak kasat mata
peran ditokohkan tak sejalan
menyisakan resah

Akankah tetap kubawa kecewaku menyeberangi kehidupan
tanpa pernah terlunasi semestinya
juga tak pernah bertemu ujung pangkalnya
hingga ajal mengakhiri perjalanan

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasa, 18/11/2014 = 21:21 wib




JANGAN TANYA MENGAPA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Barangkali sudah tak sempat kuukir niat,
berhitung seturut layaknya peradatan bumi,
dalam keterbatasan serba pekat
hampir semua senjataku telah dilucuti

Jangan tanya kenapa
tak ada bukti segitiga
dialam nyata jalan pengabdian terlunta lunta
tak pernah ada titik koma
negeri ini luar biasa
tiap penguasa mahir dasa muka

Tak pernah usai kupahami
semerah apa dosaku pada negeri
tagihan ini tak berdasar sama sekali
kawan, bantu aku mengurai tirai hati nurani

‪#‎Belantaraibukota‬, Sabtu, 22/11/2014 = 11:11 wib




LAPANGKAN HATI JALANI KODRAT INSANI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Entah masih adakah gunanya serat jiwa kutulis
menuturkan kata yang tak pernah terucap
sebab semua masih tersimpan manis
terbiarkan pada bilik nan gelap

Seingatku tak pernah kututurkan benci kecuali nasihat
meski kau nyalakan bara didada menutupi seribu dusta
bukan aku tak tau, kupilih diam hindari sengketa
dipenghujung waktu tersisa kau hidangkan khianat
cerai berai tetali jiwa terlantar diantara kita
inilah nyata yang pernah kita buat

Jarak waktu dan nuansa kan menguji suara jiwa
simpanlah catatan anyam jadi symphoni diri
saat berdiri disudut berbeda tak perlu bersengketa
lapangkan hati jalani kodrat insane

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggu, 23/11/2014 = 07:47 wib





BERHENTILAH MENAKAR CUACA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Berhentilah menakar cuaca
senja dan awan kerap berkolaborasi melukis gelap
memasang tirai kabut melingkupi surya
mengantarkan lelap

Kita pun sibuk menimbun bekal
melupakan hakekat terpikat dunia
kerapkali tersihir kemilau asesoris nan fana
atau tersisih diberatnya beban dipikul
ketika peran tak seindah fatamorgana
hari hari membeku jalan hidup mendaki tak beraspal

Berhentilah menakar keberuntungan
mengejar nafsu tak kan terpuaskan
tengok sekelilingmu semuanya cuma cuma diberikan
mengucap syukurlah atas kemurahan Tuhan

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabu, 26/11/2014 = 07:43 wib





AKU SEJURAI PEMBAWA OBOR
Karya Drs Mustahari Sembiring sang Muham.


Aku,
adalah senja terbengkalai
ketika idealisme bertumburan dengan fakta

Aku,
adalah senja terbengkalai
mencoba menegakkan benang basah

Aku,
rumpun kecewa didunia nyata
ketika kebenaran tak mendapatkan tempat semestinya
Aku,
sejurai mencari untaian tercerai berai
bersekutulah duhai pembawa obor
terangi nusantara

‪#‎Billymoonistanaku‬,Selasa, 25/11/2014 = 13:51 wib






MENGENANGMU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Mengenangmu sejurus tarian bayu,
mengantar sunyi dibebukitan hati
kemarau memilukan menanti
sudut sudut membeku

Hendak melupakan setiap rangkaian catatan,
tekad nan tak pernah terkabulkan
hingga tiba musim penghujan
seberkas lamunan tak terabaikan
menyuburkan sunyi diberanda hati
tinggalkan prasasti

Mengenangmu sepanjang tarian nurani
kujadikan semangat memacu diri
bahkan saat menutup memory nanti
mewarnai jati diri

‪#‎Billymoonistanaku‬,Senin, 24/11/2014 = 19:49 wib




MARI MENGINDAHKAN CATATAN DIDUNIA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.

Telah kulakukan sepatutsebisanya
niat ingsun mewarnai samudra
berbekal putih hati putih jiwa
rupanya pencerahanku terlalu sederhana

Akan kau catat hadirku
sejajar detak jantung debarkan nafas
begitu terbiasanya hingga serasa tiada
kusinggahi tiap waktu
tak satu memori pun terbiarkan membias
apalagi terbuang sia sia

Episode pengembaraan di bumi ada ujungnya
meski simpul kita tak sama walau tak beda
Kitab Suci mencatatnya, sekuler hidup dialam baqa
mari mengindahkan catatan bersama didunia
‪#‎Billymoonistanaku‬, Jumat, 28/11/2014 = 21:21 wib




SELAMAT PAGI TUHAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Selamat pagi Tuhan,
ijinkan kudatang bawa beban
kecewa putus asa dan hidup penuh luka
didunia penuh tipu daya

Selamat pagi Tuhan,
kerap kumeradang kumerasa hidupku penuh derita
sendiri menapaki derita dunia fana
doa dan ratapanku tak sampaikah dihadapan MU
mengapa KAU biarkan dunia mempermainkan
seringkali kusesali nasibku jalan hidup pemberianMU

Selamat pagi Tuhan,
pagi ini kusapa KasihMU diantara merdunya lagu
rebahkan diri dialtar gerejaMU
sadarkan ampunkan lalu mampukan serta layakkan aku

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggu, 30/11/2014 = 08:38 wib




SEPI,,,,
Karya Drs Mustahari Sembiring
Medio nof 1979 smansa binjai


E ntah mengapa,alampun sepi
daun daun bisu kaku
tidak ada gairah kali ini
N un jauh disana
gunung hijau memacak tegak
gelombang lautpun diam tentram
bumi seakan mati
D alam renungku
ingin ku ungkapkan sesuatu
tapi sepi sekitarku membelenggu
pasrahku diam dalam menyerah
A kan kuteriakkan deritaku
cuma air mata tergambar
kemana lagi aku mengadu...?
N ostalgiapun membahana dikepala
kuingin lari dari sini
tinggalkan segala sepi hati
G emuruh petir menggelegar dihati
buyar angan tidak bersisa
tinggalkan aku sendiri ditemani sepi
M engapa, ,,,,mengapa semua harus terjadi.?
I ngin kuteriakkan buatmu
S eluruh gemuruh duka didada
N amun kutau cuma kesia siaan
A ku cuma pasrah dlm kehampaan
W alau kadang kala kau kan lihat senyum dan tawaku
A ku cuma paksakan itu semua
T iada yang dapat aku banggakan pada diriku
Y ah,,,,, inilah barangkali hidupku


""""""""""""""""
Ditulis kembali oleh
Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku
Siantar city medio nof 2014
1979-2014




DIHALTE SENJA KUTITIP BERITA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Kemana kukembalikan catatan perjalanan
berserak tergeletak retak retak
sisakan seonggok kenangan
dihati tak lapuk

Tak sedikitpun jejak mampu kulacak
terakhir kau kabarkan sejuta dusta
hatiku berontak
untuk apa memerahkan noda
menyuburkan jelaga menghitamkan rupa
kini sadarlah aku, hadirku cuma pelengkap penderita

Tak ingin kuganggu jalan hidupmu, itu pilihanmu
tapi juga tak ingin kusimpan nostalgia biru
terbengkalai tanpa kata penutup
dihalte senja semua cerita akan kutitip

‪#‎Billymoonistanaku‬, Sabtu, 29/11/2014 = 19:19 wib






TERBAKAR AMARAH
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Pagi terbakar amarah
nuansa teduh runtuh
detak jantung kencang
suasana tegang

Batas kesabaran maksimal terlampaui
nyali melambung tinggi
seonggok benci labuhkan sakit hati
serasa diri tak dihargai
atas nama negeri bertindak seenaknya sendiri
kewajiban kupenuhi kutuntut hakku kini

Setelah kayu terbakar tersisa arang
kita sempat bersitegang demi masalah bisa hilang
kedepan konflik ini janganlah terulang
jadi korban keluarga pun malang

‪#‎Billymoonistanaku‬, Sabtu, 29/11/2014 = 14:14 wib




RATAPAN GUNUNG SINABUNG
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Ulurkan tanganmu
letakkan diubun ubun gunung Sinabung
dengarkan apa katanya sekian lama
inilah tugasku menyuburkan Tanah Karo simalem

Sendengkan telingamu
dibibir gunung Sinabung berbisik parau dalam kelelahan
dengarkan nyanyian penyuburan dan pelestarian
seluruh tubuhnya penuh luka tertikam ulah manusia
ratapan perih menatap sengketa pun porak poranda adat istiadat
anak manusia pongah durjana berbuat sesukanya

Inilah kami Tuhan, sipendosa tak mtau bersyukur
mampukan kami berdialog dengan sesama ciptaanMU
ampunkan kami selaraskan kehendakMU
layakkan putra karo memiliki tanah karo subur makmur

‪#‎Billymoonistanaku‬, Senin, 01/12/2014 = 10:01 wib
— bersama Elly Friska Soerbakti II dan 19 lainnya.





WAJAH NUSANTARA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Untukmu sang pengembara
catatan perjalanan lukiskan luka terbiarkan
memanjang kaku hitamnya nafas kehidupan
jadi prasasti coreng moreng wajah nusantara

Anak anak negeri yatim piatu
jadi pengemis dinegerinya sendiri
jangan tanya bekal, makan hari inipun berhitung
wajahnya pucat pasi
diketuknya jiwa dari pintu ke pintu
berharap temukan belas kasihan jika beruntung

Tengoklah tumpukan sampah penuhi kota ini
wajah wajah culas durhakai sumpahnya sendiri
duhai leluhur pendiri negeri mengapa biarkan semua terjadi
lihatlah air mata ibu pertiwi banjiri negeri

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggu, 30/11/2014 = 20:10 wib