RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 26 Januari 2015

Kumpulan Puisi Airi Cha - ILALANG



"ILALANG"
Karya : Airi Cha



Angin yang menerpa atas hujan semalam, memporak daun hingga terkulai. Begitu hebat menghempas badainya. Keindahan padang tampak hijau, liuk ilalang seirama angin, tak lagi terlihat karna guyur hujan mematahkan helai helai daun.
Ilalang tak lagi kering, namun basah mengakibat ilalang mematah.
Mentari seakan sembunyi, awan menyertainya.
Semilir angin bukan lagi tembang sunyi padang ilalang, melainkan syair syair kala ilalang mulai menguning kemudian mengering. Kisahmu ilalang usai sampai disini.

Medan, 161214

--------------------------------------


Pandangku jatuh dicemara belajar tumbuh. Daun melambai tertiup semilir angin senja. Hati merajut tanya diri, bagaimana hidupmu cemara ? Sudah berapa ribu detik kau nikmati hidup dalam kefanaan ini ?
Sementara aku sang pendosa, tersibuk menikmati hidup. Bermandi dosa dengan senyum bangga akan fana.
Beribu detik terlampaui, hidupku hidupku hidupku. Celaka aku dosa ini telah melebur.
Melupa sang kekasih, ya kekasih mari senja ini kita bercumbu dipantai saja bersama cemara yang bertumbuh. Dengan hatiku serta rasaMu rasa yang satu. Sertakan juga deburan ombak dan semilir angin.
Hari ini cumbui aku, biarkan aku terlena dihamparan pasir pasir menyamak dosaku, membilas kealpaanku ombak datang menepi.
Aku dan alam ini ingin selaras bertasbih dengan Mu.
Biarkan pendosa ini melarut, hingga aku tiada lagi.

Oleh : Airi Cha
Banda Aceh, 160115





"MUNGKIN"

Mungkin kau bukan mawar tetapi setengah kumbang
Dan pandang berpasang mata
Tiada menginginkanmu ada ditengah taman
Tersisih dari hidup yang tak kau pinta
Tetapi itu janji meniti yang kau mau
Kau bukan mawar atau setengah kumbang
Kenali dirimu
Menjadi mawar harum atau kumbang tangguh
Setidaknya takdir bukan untuk dinikmati
Dimana sebahagian dapat kau rubah
Menjadi takdirmu sendiri
Dirimu bukanlah mawar tetapi tidak juga kumbang

Medan,270115.....




"PELANGI HATIKU"


Aku memiliki pohon hati
Cabang ranting dan daunya
Penuh warna warni
Hitam dengan kelamnya
Putih beserta kesucianya
Berpadu merah kuning hijau
Laksana pelangi dilangit biru
Masihkah kau ingin mencoraknya

Medan,310115....
MENITI AWANG-AWANG





"WAKTU"


Hari ini
Aku masih bercanda
Bersama sang waktu yang bergulir
Merajut mimpi dalam asa
Pada hidup yang kupunya
Hingga jantung ini tak lagi berdetak
Rohku terlepas dan jasadku
Terbujur kaku tiada bernyawa
Dan aku tiada lagi

"Dini hari,010215.....

Pertunjukan keliling Sumatera dari Teater Keliling dimulai dari kota Palembang, Kamis (20/11) di Gedung Graha Budaya, Taman Budaya Jakabaring, Palembang.




SIMPANG TIGA PERTOKOAN


Lelaki itu berdiri disudut jalan
Simpang tiga pertokoan
Mata sayunya menatap nanar
Mungkin tentang esok
Mungkin hari ini
Mungkin juga tidak keduanya
Tatapnya tepat menusuk ulu hatiku
Langkahku terhenti
Saat berserobot pandang denganya
Dan hatiku bergetar
Seketika dapat merasa apa yang kau rasa
Aku sama dengan dirimu
Hanya takdir saja yang membedakan

Medan, 040215





"RAJUT"


Telusur rindu diemperan hati
Mengais ngais tuk temui jejak kasih
Agar tersulam kalbu
Sayang
Benang kusut tak terajut
Karna bayang hatimu tersamar
Dibalik kelambu tak tersibak

Relung tertusuk tajamnya
Namun motip hatimu
Tak sempat tersulam emas
Tercari cari celah hatimu
sisi mana bisa tersematkan

Kembali keemperan hatimu
Menunggu menunggu dan menunggu
Sampai kelambumu tersibak
Dan liatlah sipengait ini

Medan,020215....





TEGUR

Kemarin Engkau menyapaku
Lewat setangkai mawar kehidupan
Aku tersentuh duri dan menyadarkanku
Sombongnya aku atas hidup
Pada nikmat dalam kefanaan
Kemarin Engkau menyapaku
Aku tersadar
Aku hampa tak bermaya
Semua kepunyaan Nya
Kemarin aku dengan kesombonganku
Kesombongan yang bukan miliku

Medan, 140215.




MENGARTIKAN CINTAMU

Kau mengemas asmara dalam balutan cinta semu
Membingkainya dalam semalam
Membiarkanya bertahta diantara nafsu dan dusta
Figura cintamu membentuk kenikmatan sementara
Terpampang terpajang lalu terbuang

Cintamu tak ubah bagai gincu merah
Melekat dibibir merekah
Memudar kala dilumat nafsu membara
Bagaimana lagi aku mengartikan dirimu
Cintamu adalah istana pasir ditepi pantai
Melebur luruh terbawa buih buih ombak

Kau adalah pecinta semalam
Menabur aroma pengundang birahi
Memaksa nafsu mengauli diri
Kau melupa untuk memakai hati
Aku tak tau bagaimana mengartikan lagi
Dirimu nyaman mengemas cinta
Dalam kubangan lumpur dosa
Menikmatinya dengan bangga
Dalam rasa sebagai penabur cinta

Medan, 150215.





"PELANGI HATIKU"


Aku memiliki pohon hati
Cabang ranting dan daunya
Penuh warna warni
Hitam dengan kelamnya
Putih beserta kesucianya
Berpadu merah kuning hijau
Laksana pelangi dilangit biru
Masihkah kau ingin mencoraknya

Medan,310115....





KUDETA BABU

Iyeeeeemmmm
Ya nyah
Tolong ambilkan air

Iyeeeeemmmm
Ya nyah
Sekalian bawakan buah

Iyeeeeemmmm
Ya iya nyah
Jangan lupa air cuci tanganya

Iyeeeeemmmm
Iya nyonyaaaaaaaa
Iyem cuma punya dua tangan
Cuma punya dua kaki
Punya rasa capek punya punya rasa letih
Yang terpenting Iyem manusia
Juga punya hati pengen dihargai

Mbok ya nyonya belajar mandiri
Yang ringan ringan kerjakan sendiri
Sekali kali nyonya juga harus pakai hati

Iyeeeeemmmm
Guduuubbbrrrraaaakkk
Nyah nyah nyonyaaaaaaa
Kok pingsan nyah

Medan,170215.




ADA AKU WALAU BUKAN BUNDAMU


Nak mari sini
Biar kupeluk sehangat bunda mendekapmu
Walau kau bukan lahir dari rahimku
Namun aku juga bisa membagi kasihku

Nak mari duduk dipangkuanku
Kan kukisahkan kidung tentang hidupmu
Jangan katakan tuhan tak berpihak
Tataplah esok dengan keyakinan dihatimu
Lalu singkirkan segala duka dan duri dalam babak babak hidupmu

Nak genggam erat tanganku jangan lepaskan
Aku akan bersamamu mengarungi samudera kehidupan
Sampai bahteramu bersandar dipelabuhan

Nak jangan menangis lagi
Ada aku walau bukan bundamu
Medan, 221213.




ARTI CINTA

Bagaimana mengartikan cinta
Tiada kutahu
Bagiku hanyalah
Padanya kulihat dan rasakan syurga
Lahanku menyemai bibit bibit kasih penuh keihklasan
Hingga masa waktu memisahkan
Bagiku itu cinta

Medan, 150215.




KAKTUS


Kaktus melambungkanku
Anganku melayang pada padang tandus
Ditanah bebatu penuh debu
Berdiri tegak sedikit terkesan congkak
Duri durimu tercagak bak ujung ujung jarum
Tersusun indah laksana barisan para punggawa

Kaktus
Jika diibaratkan seorang dara
Kau adalah mahluk langka
Tak sembarang lelaki mampu menjamah
Butuh keberanian didalam darah

Kaktus
Kau satu dari sekian tumbuhan
Dipadang kering kau mampu menyimpan air
Sanggup bertahan menantang

Kaktus
Tuhan menciptamu sebagai pelambang
Agar insan manusia dapat belajar
Mengeja hidup dari tumbuhmu

Medan, 190215.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar