RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 30 Maret 2015

Kumpulan Puisi Emmy Metamorfosaa - KASTA (KERIKIL DI TENGAH PERMATA)



ISTANA KANDANG DOMBA
Karya : Emmy Metamorfosaa



Bilakah keadaan ini berubah
Bilakah aku tak lagi harus bekerja
Hingga tercukup masa
Untukku membina istana laksana graham

Hati terasa nian lara
kala kusaji air hangat berbubuh gula
Tiada siapa sudi menjamah
Tersebab istanaku bak kandang domba





KASTA
----------
KERIKIL DI TENGAH PERMATA
Karya : Emmy Metamorfosaa



Kerikil kecil menggelinding
bergulir ke butiran permata
Walau tanpa pendar dan warna
bahagia tersambut salam dan sapa

Kerikil ditengah permata
Bersahaja tanpa poles dan asah
Mencoba berbagi cerita dan tawa

Kerikil di tengah permata
tak sengaja tersalah kata dalam canda
Terganjar marah dan murka

Krikil di tengah permata
menepi menjauh diri
tertegun,tercenung,merenung
Samar terdengar berujar
Kasta itu nyata

gORESAN aMATIRAN
2015




...........................BURUNG TETANGGAKU....................
Karya : Emmy Metamorfosaa

Burung penghuni rumah batu
Ku benci kicau burung itu
Bukan burung setan siluman bukan juga burung hantu
Suaranya rame burungnya satu
Serentak diam seketika mati lampu
Heeii..!Walet dungu....
Matikan kasetmu!!!

goresan amatiran
310315




...............................KECEWA...............................
Karya : Emmy Metamorfosaa


Ku sambut benih cintamu
Dilahan kasihku yang luas tak berbatas
Tersiram mesrah,terpupuk rindu
Sesekali tertiup angin cemburu
Bersemi tunas pucuk harapan
Semakin kasih semakin saying

Kenyataan.,
Hujan batal menyiram
Mata air urung menyembur

Kiranya benalu tersemai sudah
Kusalah menyambut benih
Ku lahan yang merugi

Merambatlah di tempat lain
tiada kasih buatmu lagi
Parasit elok penebar aroma
Aroma hasrat dan gelora
Silah bila masih ingin bertahan
Siap terbiar sepi dan kering




...........................................GERIMIS SUTRA............................
Karya : Emmy Metamorfosaa


Gerimis sutra menjelang senja
Tergiring tiupan bayu
Mengelus lengan kekeringan

Gerimis sutra
Mewakili hatiku yang kian teriris
Dengan butiran airmu,dengan bayu pengiringmu
Mengisi kelamnya senja yang tiada merona

Gerimis sutra
Bertiuplah kepadanya
Denganbutiran airmu
Dengan bayu pengiring
Perlihatkan padanya pucuk pucuk mangga
yang hijau cerah
Tanyakan padanya apa harapan itu ada?

Kumpulan Puisi Mukarrom - SYUKURILAH


SYUKURILAH
Karya : Mukarrom


Sampai kata pada ujung cerita
ungkapkan bahasa jiwa yang telah lama ada
syukur karena napas yang kian lama bersama
entah kapan denyutan dada ini tiada
yang pasti tunduk tawakal pada sang esa
berapa syukur terbyar atas nikmat yang terasa
mungkin balasan hanya ridhonya
tak pantas meminta walau secuil




SEMOGA
Karya : Mukarrom


Apakah aku yg salah
atau mumtngkin dikau yg tak sadar. . ?
Pertaxaan itu tk pernh ku temukan jawbn.a krna kebisuanmu selama ini. Knp dikau tak mau bicara sejujurnya. Dikau semakin garang aku liat. Dikau sudah di luar batas jawan.
Dikau bukan sbhbtku lg, kamu tlh berbda krg. Mf jika aku tdk dapat merangkulmu lagi.
‪#‎untk_shbt_lamaku‬. . . .aku harap kamu segera mexadari semuanya, bhwa kemaksiatan itu hx natamorgana.



------------------------------------


Kamu campakkan aku
lalu kamu buang ibrat sampah
kata pepatah masalalu
habis manis sepah di buang
kau robek hati ini
lalu kau tulusuk nadiku dgn tombak tajam
mengapa kau tak menangis
malah bahagia
kau nyayikan lagu setia pd korban kebiadabanmu
setelah sebulan lamanya kamu buang juga mereka
kemaren ku dgr, bhwa
kau ditampar dn di tendang
bagiku itu blm cukup atas byaran sakit beberapa hati yg terluka karnamu
bosan, alasan palsu, inilah, itulah
hanya alasan dustamu saja
sampai kpn kau akn berhenti
takkn selamanya egomu akn menang

Oleh : Mukarrom

Sabtu, 14 Maret 2015

Kumpulan Puisi Devin Suryawijaya - KEHAMPAAN DAN FATAMORGANA



"Kehampaan & Fatamorgana"
Karya : Devin Suryawijaya


Di kehampaan gulita dalam kebutaan rasa
Hatiku meraba tiap dinding cerita yang berliku
Dalam lelah langkahku terkapar terbedaya.. ilusi

Merindukan setitik cahaya harapan hati
Rindu.. Rindu.. tak tahu apa yang kurindu
atau siapa yang kurindu..

Kelontang Dahaga jiwaku pantulkan fatamorgana...
Sebuah hastrat hayal imajinasi dilubuk hati
Sebuah Angan sederhana namun sukar teraih
Namun Semua hanya ilusi yang kini kutemui

Rabu, 11 Maret 2015

Kumpulan Puisi Rocky Topan Butar Butar - PUISI KASMARAN


PUISI KASMARAN
Karya : Rocky Topan Butar Butar


......
Hi hi hi hi.....
Auww....
Ah....
Dan dosa pun tau menaut


--------------------

Tiada kutemu kata nan riang
Selain rindu betalu deru
Bila tersisih tiada terpandang
Elok tepiskan dendang rinduku

Tiada tempat hendak berkeluh
Kututup mata asal meraba
Kusadar tiada kata bersuluh
Berilah ma'af bila tak suka

Adalah sebait rindu padanya
Tak terobat lepas samudera
Hanya membentang hayal semata
Entah hingga dapat bersua

Kepada Esa aku tengadah
Yakin bersandar bisu ragaku
Ketika usia renta melemah
Baik terakhir bukan milikku

Kepada maut aku bertatap
Lambai bertanda segera datang
Meski hati belum bertetap
Biar ruh ku kelak yang meradang

Kumplan Puisi Zharif Vmars Xingeriszeus - SESALAN DI HUJUNG RANTING RAPUH


" Sesalan dihujung ranting rapuh "


Dalam titisan hujan malam nan senyap.
Hanyutlah angan diderai airmata.
Masa yang telah lama hilang.
Tiada apa yang dapat tertuang.
Kini di hari senja bak ranting kekeringan.
Penyesalan abadi teramat pedih menikam.
Sewaktu berkembang hanya kehampaan.
Kini berbuah layu sepahit empedu bisa.
Disudut zaman terpuruk penuh kecundang.
Tengadah memandang langit hitam tanpa bintang.
Pelahan terucap do'a kudus sesalan.
Berharap cahaya suci dari tuhan yang maha esa.
Untuk kembali berdiri menjulang harapan.

By : zharif
Surabaya



Kumpulan Tembang Kata Adipati Anzara - BEGITULAH


begitulah......


dimana dan kapan pun
semua untuk sebuah
k e u n t u n g a n

SALAM SORE
buat RUANG PEKERJA SENI

*kota kisaran
tak cerah tapi gerah


--------------------


entah berapa
hingga tak terhitungku
pernak pernik kusisip diketika pejaman usungkan nyali
......ingin membuai-mu

saat bongkahan raga menua ini belalakkan bola mata
gentar pun serasa campakkan indah yang kususun

andai berani itu
kau bantu aku,......


--------------------

ujung jemari malam
legam dikulit waktu
tiupkan angin larut
membelai kelopak kusut

detak detak hati
pertanyakan harap
digumul lembaran bimbang
semakin terlilit sepi

ada tiga tanya kurangkum
mencoba kurangi beban
agar sedikit gerbang
halaman mu menunggu

rentangkanlah
ajari aku

23maret2015
larut ke 04.04 WIB
Oleh : Adipati Anzara

Kumplan Puisi Airi Cha - SEBUAH AKHIR


SEBUAH AKHIR

Kau mengundang aura dendam
Pada pucukpucuk rebung belum tersiang
Miang mengerenyam
Membangkitkan kesumat jiwa
Prahara tersaji dalam episodepisod kepiluan

Ratapan hujatan dan caci maki
Pengiring kidung di antara dendam tak tunai
Hanya tersisa air mata duka
Di antara borok luka mengangga

Tiada kepuasan di episode akhir
Hanya menyisakan genangan semerah saga
Tak jua mengakhiri cerita
Bahkan episode berlanjut
Dalam babak kelam sendu

Medan, 060315.





MENEMBUS GELAP


Gelap ini tidak menipuku
Hanya menyamarkan pandangku
Untuk sementara waktu
Lama kelamaan aku terbiasa

Dalam gelap aku bercumbu tanpa bayang
Menangis tanpa suara
Menghiba dengan rasa
Tanpa pamrih mengharap pahala

Dalam gelap
Mata dan hatiku terasah
Hingga aku binasa

Medan, 030315.




AMANAT TAK BERJUDUL


Merdekaaa
Bagi mereka penjajahpenjajah berdasi
Yang menjajahku dan anak negri
Kami hidup tapi seperti mati
Dimana sumpah suci
Memikul amanat tuk berbakti
Bagi Nusa dan Negri
Kami makan nasi basi
Karna beras tak terbeli
Dan kamu penguasa negri
Sumpah janjimu sama busuknya
Seperti nasi aking
Sebagai santapan bagi ganjal perut sejengkal
Itupun kami sudah bersyukur pada Ilahi
Merasa malu dan tau diri
Untuk tak mengingkari nikmat yang diberi

Medan, 020315.


Minggu, 08 Maret 2015

Kumpulan Puisi Dede Andriani - KUPENUHI PINTAMU HAMBA-KU


HIDUP...


Disela-sela kesibukan yang menghantui,
Aku terus berpacu dengan waktu yang tidak pernah mengampuni,
Terkadang mencari dispensasi untuk bisa kembali sejenak kemasa lalu,
tapi sia-sia,semuanya akan sirna tidak sedetikpun bisa terulangi.

Diwaktu malam kupandang rembulan yang ditutup awan,
namun tidak ada tanda hujan akan membasahi bumi yang di iringi angin sebagai penyejuk raga,
Entah mengapa hatiku resah dan gundah dengan alam semesta yang penuh haru-hara,
Aku ingat akan DIA yang akan selalu memberikan yang terbaik kepada hambaNYA.
Pagi hari tatkala mata mulai beraksi untuk menatap dunia luar,
Selalu saja ada kilauan yang membuatku terlelap untuk setia dengan mimpi,
Susah dan berat untuk memberikan pandangan indah kepada kedua penglihatan ini,
Usaha, upaya dan doa selalu ada tapi kecolonganlah menjadi awalnya pagi.

Hidup ini susah untuk dirubah jika tidak ada kemauan dan iktiar yang diambil sebagai pedoman,
Hidup ini berat jika tidak dilalui dengan Tawakkal dan Tawadhu’
Hidup ini sedih jika tidak di iringi kepercayaan akan apa yang telah ditentukan
Hidup ini akan selalu melarat jika tidak di hiasi dengan syukur atas apa yang telah dimiliki.





“kupenuhi pintamu hambaKU”.

Bismillahirrahm ¬ anirrahim..
Ya Rabbi...Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku.
~Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
~Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
.~Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
~Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk meneladani sifat-sifat Agung-Mu.
~Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
~Seorang pria yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar berotak cerdas.
~Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
~Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga
menasehati ketika aku berbuat salah.
~Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
~Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
~Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada disebelahnya.
~Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
~Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
~Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
~Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta:
~Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga.
~Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
~Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari luar diriku.
~Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
~Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya danbukan hal buruk saja.
~Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU ¬ dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan
"Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna"
.Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan...

Sabtu, 07 Maret 2015

Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembiring _ PINJAMI AKU KATA KUNCI


PINJAMI AKU KATA KUNCI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Dibalik semua kata tanpa nada
suara hati tertera
terbang mengangkasa tak terjadwal kemana
pintu terbuka tertinggal menganga
mengundang praduga
syakwasangka tanpa pigura

Entah untuk apa semua dilakoni
berawal lenturkan ketegangan dikepala
tumpah terkuras asa dan rasa
seringkali diwarnai luka cemburu buta
bagaimana menghentikan laju ini
pinjami aku kata kunci

‪#‎Belantarabatavialajujiwa‬, Senin, 02\02\2015 =16:16 wib





TERBELIT NOTA LEMBARAN BERANGKA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Kita terpukau kata
terbelit nota lembaran berangka
seberapa banyak kau punya
beradu sorot mata bersinar saga
terbakar nyali setiap insan buta
mengapa kita bersandiwara

Batang hati patah kerontang taman nurani menjelaga
wajah sangar banyak bicara mulut bebusa
diwarnainya tiap tiang penyangga
menjerit ketakutan pencari magna
anak rantau dipanggung malapetaka
aduh tuan, kasihanilah beta

‪#‎Billymoonistanaku‬, Senin, 02\02\2015 = 12:12 wib




KANDAS
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Merentangkan rasa mendatangkan curiga,
Tiba waktu bertanya,
Dimana meletakkan syakwasangka,
Berbenturan tiap kata terucap,
Kandas kan segala logika,
Terpulang pada kejujuran tersia,
Disisi mana meletakkan perih terluka

Tak guna mengumpulkan upaya bela
Cuma menambah lara
Kita tertambat terombang disana
Menyesali kata demi kata
Entah kapan lagi gelombang pasang
Beranjak dari kandas terlepas
Semoga masih cukup waktu tersisa
Kibarkan panji panji jiwa
Nyatakan sejatinya diri
Putih hati nurani

‪#‎Billymoonistanaku‬,Sabtu, 28/02/2015 : 19.19 wib






MEMBAHASAKAN SUARA JIWA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Aku tidak sesekali mendakwa
manapula menghakimi tanpa tata krama
aku cuma mencatat suara jiwa
membahasakan aksi kuterima
jika terbaca sumbang liar bahkan meradang
itu karena merdekaku terkekang

Dari lembah keterasingan raga kusuarakan kata hati
tak berniat membenci apalagi caci maki
akulah yang paling tau kata hatiku
sekusut apapun benang kehidupan kuemban
kan kurajut jadi titian
mungkin sesekali terpapar samar diberandaku

‪#‎Belantarakehidupanbatavia‬,Selasa, 03\03\2015





ISYARAT ALAM
SERIBU KEMBANG
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Seribu sri rejeki merekah
mengukir senyum diwajah
indah cerah
isyarat alam terbuka cakra gerbang nirwana
sudah saatnya
tercurah melimpah ruah
Seribu sri rejeki harumkan taman kabarkan kelegaan
saat dinanti terhidang kini
didepan mata bahkan telah diraba
tiap insan berlomba menggapainya
diberikan tanpa takaran
inikah jawab atas mimpi diatas mimpi
Duh Gusti Pangeran Welas Asih puji syukur terima kasih
mampukan kami mengelola maha rezeki ini berguna bagi sesama
‪#‎Billymoonistanaku‬,Minggu, 08\03\2015 = 16:16 wib





MENOREHKAN LUKA BERBUAH NESTAPA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Terjebak hiruk pikuk rasa
membebek ucapkan sejuta kata setia
seenteng lidah meliurkan angin surga
menjajakan kata manis dibibir berbisa
layaknya berpantun pada cakrawala
tak mau tau magna terkandung disana

Sesungguhnya kita menyelingkuhi diri sendiri kerapkali
mengemas keadaan menjadi alasan pembenaran
menata kalimat memantaskan penampilan
suara nurani pun tak didengarkan lagi
simpul kepalsuan makin tampak diujung kebersamaan
menorehkan luka berbuah nestapa

Hidup dan kehidupan adalah kaca benggala
mari terus bercermin melihat centang prenangnya wajah kita

‪#‎Billymoonistanaku‬, Kamis,05\03\2015 = 22:22 wib




SATRIA PININGIT
BOCAH ANGON GEMBALA NUSANTARA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Ini suara sang muham,
sahabat bocah angon, tergelar wong seberang
sendengkan telinga buka mata hati
saatnya telah tiba ditangannya kunci gudang harta pusaka
tak habis sewindu memoles nusantara
tiang pancang kemilau emas dimana mana
mata uang sedunia berserak diujung kasutnya
sebutan triliyun akrab diujung lidah
tak seberapa,itu baru milik keluarga besar paduka
nyai Bagelen poyang Sakti mandraguna, leluhurnya
cikal bakal Mataram penguasa Tanah Jawa
bocah angon ternyata Putra Mahkota

Ini suara sang muham,
wong seberang sahabat bocah angon
tujuh tahun lamanya dipingit ditanah sunda
bocah angon gelandangan dhuafa tanpa harta
ditolak sanak diingkari saudara ditinggal menduda
dunia kegelapan mengincar kematiannya kapan saja
bocah angon dilindungi seribu empat puluh lima para sakti
tak binasa sebab ia gembala nusantara
dilereng bukit Kahuripan dibentengi beringin tiga
lebak cawean kawah candra dimuka mata air tak pernah kering
ditempa menuntun kita menuju Indonesia Jaya
saksi mata wong seberang sekeluarga angkat bicara
siapa bertelinga cermati berita

Ini suara sang muham,
sahabat bocah angon tersurat wong seberang
rencana rapi ditata modal awal segera diserah terimakan
Pajajaran Baru dibangun diatas tanah sunda
syarat mutlak poyang sakti Prabu Siliwangi bersabda
tiga bulan sebelum pembuahan paduka menitipkan jiwa
Putra Mahkota Mataram titisan Penguasa tanah Sunda
tugas mulya meng-islahkan sunda dengan jawa telah berjaya
perang Bubat telah ditebus, seserahan telah dikembalikan

Ini suara sang muham,
sahabat bocah angon, wong seberang dari Sumatra
kujang emas sanding keris berluh tiga belas tanda mata
angkara murka menjamur dimana mana itu tanda tanda
batu akik berjaya pertanda kerasnya hati para punggawa
katanya : kita akan melawan sambil tertawa
merangkul kawan menyadarkan musuh pengikut raja buta
bersama membangun Indonesia Raya

Ini suara sang muham,
bocah angon itu Putra Mahkota
atas kehendak Yang Maha Esa milik dua Kerajaan Perkasa
telah selesai pingitan, sekarang menganyam kebesaran
memantaskan jamrud khatulistiwa nusantara sejahtera
saatnya segera tiba, Satria Piningit sang bocah angon mulai bekerja
keluar dari pertapaan Sakti Mandraguna Pemersatu Nusantara
tugasnya mewujudkan Sumpah Palapa
mari mengaminkan setiap kata terucap
Indonesia Raya gemah ripah loh jinawi

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggu, 08\03\2015 = 20;02 Wib





INGIN KUKEMBALIKAN BUTIR BUTIR RINDU
KAU TABUR DI HATIKU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Betapa inginku merengkuh rindu
setelah jarak merentangkan waktu
ketika semua lagu bernada sumbang bahkan tak berirama
sungguh telah meranggas taman hati
terbakar teriknya hidup dan kehidupan
tersisih bahkan nyaris terbuang hilang

Hidup tetap mesti kuanyam meski dengan peluh dan air mata
menempa jiwa mengasah mata hati
berserah berharap yakinkan diri tak ada kata mustahil
Jika kelak masih diberi waktu menjenguk nostalgia
ingin kukembalikan butir butir rindu kau tabur dihatiku
agar tak menghalangi tulang rusuk bertemu pangkalnya

Melunasi terhutangnya asa meski diujung kadaluarsa ringankan jiwa
tak usah ada sengketa bukankah kita cuma melakonkan peran dari NYA

‪#‎Billymoonistanaku‬, Jumat siang, 13\03\2015 = 12:12 wib





AGAR MUSIM SENANTIASA BERAROMA SYURGA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.
( Kado khusus buat Sahabat Hati DJEMI TOMUKA )


Segeralah mempigura suara jiwa
sebelum goro goro memutarbalikkan fakta rasa,karsa
bahkan sanggub mempikunkan jiwa.

Pakailah kasih ditiap dimensi nostalgia terpigura
sepanjang nadanya cantumkan ketulusan apa adanya
berilah tanggung jawab atas dasar kesetaraan
lengkapkan asam manis garamnya berlandaskan keyakinan mutlak
bertemunya tulang rusuk dengan pangkalnya

Pajang dengan agung napak tilas orkesta cinta ini ditiang asmara
biarkan hitam putih melatarbelakangi lajunya bahtera
kelak kan terpancar diwajah rembulan dan matahari milikmu

Duh Gusti Pangeran Welas Asih Maha Cinta
indahkanlah semerbak bunga ditaman milik sang kelana
kokoh bahtera rangkaian suka duka nestapa tawa ceria
agar musim senantiasa beraroma syurga

‪#‎Trunojoyojumakegeluhen‬, Kamis, 12\03\2015 = 15:00 wib




JIKA TUHAN BERKEHENDAK TAK ADA KEMUSTAHILAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Aku telah berkali kali memetik kecewa
memunguti nestapa sepanjang lintasan bersama
sengaja kau tabur tak pedulikan rasa
ditempat lain menebar tawa ceria
menyuburkan sengketa jiwa
demi sejumput harta

Aku pun telah pasrah berserah pada suratan
tak pernah berharap kembalian
melintasi penzoliman demi penzoliman
kumaknai sebagai pelangi kehidupan
mengantar langkah melampaui perjalanan
selayaknya hidup perlu perjuangan

Senja telah hadirkan panca warna pemakluman
jika Tuhan berkehendak tak ada kemustahilan

‪#‎Billymoonistanaku‬, Senin pagi, 16\03\2015 = 09:09 wib




TERIMA KASIHKU TAK BERTEPI
SYUKURKU TAK TERUKUR
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Nota tertinggal sepanjang garis kebersamaan mengkristal
masih seperti sedia kala,
hitam putih pahit manis endapan rasa
mengukir senyum tapi juga kerap dihujani air mata
tertata rapi dalam sebait doa
bekalku menyongsong matahari

Wahai, taukah kau semuanya kini telah malih rupa
nestapa ditabur sepanjang helaan nafasku kini bersemi
seindah bunga bakung seharum sejuta mawar
berkat melimpah ruah menganak sungai
bahkan menghitungnya pun aku tak mampu
sebab matahari dalam pelukan

Duhai Gusti Pangeran Welas Asih pemilik matahari sarwa Abadi
terima kasihku tak bertepi syukurku tak terukur

‪#‎Billymoonistanaku‬, Jumat malam, 20\03\2015 = 23:23 wib





SIAPAKAH AKU,
JALAN INI MEMANG TAKDIRKU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Siapakah aku
laksana musyafir mendamba kedamaian
memunguti kebenaran dijalan penuh ketidakbenaran
menuai cerca buah penzoliman sesama
dipandang sebelah mata lantaran di cap penuh dosa
terhukum sepanjang jalan pengabdian

Siapakah aku
dikebiri dipasung pelaku institusi
jangan pula berlari berdiri pun setengah mati
semua pintu terkunci tanpa solusi
bukan zombi, dalam hidup sesungguhnya mati
duhai katakanlah apa sesungguhnya terjadi

Siapakah aku
jelang senja bertabur bintang dicakrawala
melatiku membusuk ditapal batas
kenangku ngambang janji kebersamaan di candi baru
april kelabu ternyata tak pernah berlalu
tuan tak bersalah, jalan ini memang takdirku

Siapakah aku
sang muham putra karo punya nyali
dipenghujung candradimuka jiwa kuterima mahkota kemenangan
satya lencana kebenaran disematkan didada
nazarku Tri Brata Catur Prasetya ditegak sucikan
tugas mulya prajurit Bhayangkara lakukan semestinya

‪#‎Billymoonistanaku‬, Sabtu pagi, 28\03\2015 = 10:10 wib




KETIKA RINDU BERGULUNG DIDADA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Jangan katakan rindu bergulung didada
jika lupa terus saja kau bawa
bahkan runut pribahasa telah melapuk
menumpuk pilu diujung mata
mengapa tak jua mau terjaga
hari sudah senja

Diujung jalan ini kutunggu sisa janji
tak ingin kubawa mati
segeralah bergegas berkemas
barangkali masih ada tempat tersedia
kita diskusikan derap bersama
menata jiwa dibatas nyata

Jangan katakan apapun hasil hitung menghitung masa lalu
tak ingin kuterbelenggu dihitamnya nostalgia kelabu

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggu pagi, 22\03\2015 = 09:09 wib






SUARA KEBENARAN
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Ini suara kebenaran
penyambung berita peminpin negeri kejujuran
yang inginkan rakyat sejahtera
yang inginkan rakyat sejahtera
yang inginkan rakyat sejahtera
yang inginkan rakyat merdeka

Dua tiga purnama kedepan keadaan penuh ketidakpastian
duit sebakul tak bisa beli beras
apotik menghianati sumpah obat palsu tumpah ruah
garam dapur tenggelam harapan hidup makin redup
harga naik insan acuh sudah tak panik
hati mengeras melebihi batu akik

Duhai awan hitam ini tak terhindari mari mawas diri
belilah apa mampu dibeli sebelum semua sulit dicari

‪#‎Billymoonistanaku‬, Kamis putih, 02032015 = 12:12 wib




CERMATI ISYARAT ALAM
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Kawan coba cermati isyarat alam,
Uga Siliwangi atau Sabda Suci Ronggo Warsito tentang hari ini
satu persatu digenapi
tahta pun sudah dipegang raja buta,
nestapa ditebar dimana mana rapi terencana
komulatif kecewa akan melahirkan goro goro tiada tara

Kata leluhur kita mesti semakin waspada
tindakan paduka memicu sengketa nusantara
sungguh bencana ini tak terhindari
kemana nanti kita menyelamatkan diri jika terjadi
ke Tanah Pasundan kita berlari
Pajajaran Baru kita nanti nanti

Jangan hanyut dimoleknya pencitraan diri
siapkan diri menjalani tirani sipembalas dendam nurani

‪#‎Cikeaslembahperjuangan‬, Selasa malam, 31032015 = 23:00 wib





DAMPAK LOGIS PERSAINGAN POSISI
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Masih pantaskah memesan melati
tiap senja hadirkan ketidakpastian
bertumpuk tanda tanya tak pernah terjawab semestinya
menganakkan kecewa demi kecewa
tak dinyana inilah warnanya
potret pengabdian anak negeri
Mencermati jati diri tragis tak terperi
entah untuk apa lagi menapaki terjalnya jalan mendaki
terlampau jauh tertinggal diri
tak pernah mengerti mengapa ini terjadi
tempat bertanya pun tak ada sama sekali
inikah dampak logis persaingan posisi

Dalam lamunanku menatap bertaburannya bintang
kujalani nasib diri dan berserah pada Sutradara Pencipta Lakon Insani

‪#‎Cikeaslembahperjuangan‬, Selasa, 31032015 = 21:00 wib





MENGGENDONG CERITA TAK USAI BABAKNYA
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.


Sekian lama bersama
menggendong cerita tak usai babaknya
tak jua mampu pungkiri nyata diri
terperangkap suara nurani
begitu sulit memungkiri rasa
padahal sadar berujung problema

Bukannya tak pernah berupaya meretas nyata
pada sadar tersisa
tak bisa temukan alasan atas alfa disengaja
dari jujur terukur antara jiwa
tetap tak mampu berucap apa adanya
meski sengketa kerap terlahir disukma
Pada titik balik narasi nurani sarat emosi lahir pinta sejati
andai pun mesti henti sampai disini, silaturahmi jangan disudahi

‪#‎Cikeaslembahperjuangan‬, 31032015 = 20:00 wib





KUPIKUL SALIB KEHIDUPANKU
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham


Jernihkan malamku Gusti Pangeran
rancang bangun jiwa nuju cahaya
perlengkapi diri jubah hati nurani
berbagi kasih
ikut menanggungjawapi
perduli sesuai kuat diri

Tuturi jalanku Gusti Pangeran
menapaktilasi jalan nuju syugawi
Jumat agung kunanti
berkaca dilubuk hati, siapalah aku ini
dilayakkan terima tropy dijadikan warga syurgawi
oleh seorang manusia berdosa oleh seorang pula insan diselamatkan

Siapkan tubuh roh dan jiwaku Gusti Pangeran
memikul salib kehidupanku seturut kehendak MU

‪#‎Billymoonistanaku‬, Kamis sengsara, 02032015 =21:00 wib

Kumpu;an Puisi Zack-Lee Shank Pembunuh-Ragu - MERATAP DIAM


Meratap diam


Bilapun aku menangis
Adakah engkau peduli
Makna kepedihan
Yang tertera di ufuk waktu yang kutemukan
Karna apa....?
Aku terlalu kaku pada puja rayu
Hingga kepedihan menurutmu
Bukanlah sesuatu yang kumiliki dan manusiawi pada jiwaku
Mungkin
Butuh waktu untuk aku dan dirimu
Dalam persepsi kita yang tanpa temu
Jika diam
Mungkin kau menganggapku tiada perhatian dan perasaan
Jika aku lantang
Kau pasti akan berkata
Aku terlalu mendikte dirimu
Dan dibutakan kecemburuan
Karna yang kau fikir, cinta miliki kebebasan
Tapi kau tak berfikir
Cemburu sering melupakan kenyataan!

Kebumen 27 februari 2015





Rasa hati


Jika diperkenankan
Aku hanya ingin merajut mahligai kebahagiaan
Dalam wujud tilam
Yang selimuti hatimu di sisi petang
Mungkin saat ini
Yang kau miliki
Adalah sebaris rasa sakit hati
Yang kita temukan dalam perjalanan diri
Aku tak mungkin bisa lakukan apapun
Tanpa kau pernah menyadari
Jika apapun yang telah ku beri adalah sejati
Dan apapun yang kita temukan adalah sebentuk fase
Untuk kita memperbaiki masing masing pribadi
Agar kelak di kemudian hari
Perbedaan kita mampu buahkan arti

Kebumen 02 maret 2015





Kumat

Ingin kureguk bergegas gelas arak
Berharap jiwaku Diam Tanpa riak
Aku memang durjana
Lalu kenapa ?
Kau akan memberikan sejuta hujatan ?
Arahkan tepat pada jantungku
Biar aku terkapar bersama racunmu
Dan biarkan aku mati bersama cintamu
Karna waktu mengajarku
Betapa sakit saat mencintaimu

Bogor 06 maret 2015




Masih untukmu


Karna orang yang mencintaimupun
Belum tentu mengertimu
Tapi orang yang selalu mengertimu
Pasti memiliki seluruh waktu untuk mencintaimu
Dan bila saja ada setitik ragu
Itu hanya sebuah ketakutan semu
Tentang bagaimana ia bisa bernafas tanpamu
Dan bagaimana caranya ia mampu hidup menatap bahagia tanpa lukamu

Bogor 06 maret 2015




BERHARAP BISA MAKNAI DEWASA

Di suatu meja
Engkau mencoba menjamu cintamu dengan selaksa rasa
Diantaranya angan, ketidak puasan, tentang esok
Dan segala sesuatu yang kau anggap cita
Kau memang berhak untuk bahagia
Tapi akupun tak bisa menghentikan hasrat jiwaku untuk bisa buatmu bahagia
Mungkin satu hal yang sia sia jika kau tak menginginkannya
Tapi bukan satu hal yang tercela bukan?
Jika aku tetap menikmatinya sebagai rasa
Jika boleh memberikan sedikit kata
"Untuk apa kita mencari bahagia"
Sedangkan apa yang kita rasa dan itu telah mampu membuat kita bahagia berusaha untuk kita melupakannya ?
Apa bahagia itu sebuah cita
Atau sebuah cerita yang tak kau tau dan kau rasa
Hingga kau begitu berambisi untuk mendapatkannya
Maaf!
Aku tak dewasa
Tapi aku tak pernah lupa
Bahagia yang pernah terlewat diantara kita
Dan kita menikmatinya

Bogor 05 maret 2015




Resah pikirku


Jika kau ingin mengambil cintamu dariku
Renggutlah yang ada dijiwaku
Jangan sisakan
Karna aku tak ingin merasakan lagi
Rasa kehilangan
Yang ku Tau bisa merenggut hati dan perasaanku
Dan bila itu tak cukup menurutmu
Mengapa kau tak menCoba membunuhku
Agar tak ada lagi cinta
Yang hingga kini meracuniku
Atau mungkin kau tak puas
Dengan segala kisah piluku
Hingga kau ingin menciptakan kisah baru yang mungkin lebih syahdu dan mampu keringkan telaga mataku!

Gunung geulies cisarua 03 maret 2015




Cinta dan Waktu


Kau mungkin saja mampu membuka hati untuk cinta selainku
Tapi tetap saja
Cintaku padamu tak bisa tergantikan oleh cinta lain yang mungkin saja menyapamu
Karna cintaku tlah menjadi nafas
Yang tanpa sadar mengantarkan kehidupan kepadamu
Meski ketika itu
Kita mungkin tersedak dan bahkan tergores pilu
Tapi cinta itulah yang mengajarkanku dan dirimu
Jika perbedaan itu perlu
Agar rona cintaku dan cintamu
Benar benar menjadi hakikat
Yang mewarnai perjalanan waktu

Bekasi 07 maret 2015





ASA


Aku berharap kita masih miliki waktu
Yang bisa kita nikmati
Bersama bahagia yang tersisa
Dan mungkin terlewat diantara putaran masa
Bukan untuk saat ini
Tapi untuk yang akan datang
Dan untuk suatu ketika
Manakala perasaanmu
Menemukan titik terjenuh dari hidupmu
Karna apa...?
Dalam sebuah bahagia
Aku hanya repihan rasa
Dan pada sebuah cita
Aku adalah sebentuk kegagalan paling nyata
Dan jika ini sebuah asa
Semoga pada suatu ketika kau merasa
Akulah yang pantas kau cinta

Sumpiuh 10 maret 2015





Waktu

Jika mendung kelabu itu
Memaksamu tenggelam dan berlalu
Dari tinggi langit hatiku
Aku hanya akan mengadu kepada waktu
Karna selama ini hanya waktu yang tak meninggalkanku
Meski perih
Walau pilu
Ia selalu saja memelukku
Dan bahkan ketika aku merasakan kehilanganmu
Ia tetap menjagaku
Dan dialah yang membesarkan cintaku padamu

Sumpiuh 09 maret 2015





Atas nama bahagia

Jika kau bosan memberikan rasa cintamu untukku
Kau boleh memilih untuk membuang rasa cinta yang kau miliki terhadapku
Mungkin akan terasa menyakitiku
Tapi lantas apa pedulimu?
Bukankah kau yang menentukan masa depanmu?
Dimana sesuatu yang belum kau temu adalah anggapan bahagia bagimu
Mungkin bila tanpaku
Bahagia itu menjadi milikmu
Walau menyakitiku
Dan semakin kau mampu lakukan itu
Aku semakin tau
Akulah yang mampu menghadirkan bahagia itu
Hingga kau takut tak mampu meraih itu

Sumpiuh 08 maret 2015




Bila harus tanpamu

Aku mulai terhanyut dalam perasaan
Yang menggiringku dalam alur kepedihan
Aku masih ingin bersama dirimu
Dalam rupa kuyu
Dalam pelukan waktu yang ku tau berlalu
Kenapa dengan dirimu ....?
Adakah bahasa ku tak mampu kau pahami dalam sadarmu
Atau kau tengah mencoba mengujiku
Agar engkau tau seberapa kuat aku tanpamu
Maaf ,
Aku rapuh jika dihadapkan pada pilihan antara kehilanganmu
Atau memilih jalanku tanpamu
Karna apapun itu
Aku ingin jalani bersamamu

Sumpiuh 11 maret 2015






NDABLEG


Sekalipun kau membunuhku
Itu tak akan mengurangi rasa cintaku padamu
Apalagi bila sekedar kau lukai perasaanku
Itu terlalu indah menurutku
Karna aku sendiri telah merasakan sakit
Sebelum kau sembuhkan lukaku
Apakah itu tak pernah kau tahu
Aku memang liar
Dan kau lah yang mengikatku dengan cintamu
Aku memang jalang
Sebagaimana kau menemukanku disisi waktu
Hingga belai lembutmu melelapkanku
Bukankah wajar jika aku tak ingin kehilanganmu ....?

Sumpiuh 14 maret 2015




Lagu Cintaku


Genggam tanganku kasihku!
Lalu tatap lekat" putik mata ini
benarkah yang kau miliki atasku seputih mata ini ?
Andaikan putih mata,
biarkan aku buta dari tatapan duga.
Genggam seerat mungkin jemari ini cintaku !
Biarkan ia mnjadi lagu atas putih tulangku.
Jangan biarkan ada air mata ketika kau menatapku.
Walaupun nanti jazadku terbujur kaku.
Jangan sekalipun hadir penyesalan .
Sekalipun ada yg belum kau ungkapkan.
Karna yg kutau !
Cinta susah untuk dijabarkan nalar
sebab yang kumengerti !
Cinta sering diiringi malu dalam pengucapan.

Denpasar 1 desember 2011





Ada apa dan mengapa ?

Aku hanya seorang pendusta
Yang mencari pembenaran kata kata
Pada tiap aksara yang kupunya
Aku memang seorang yang pengecut
Yang mencoba berbesar hati
Pada sesuatu yang belum terjadi esok hari
Dan aku adalah pola tanpa rupa yang tergambar samar
Pada bias rona masa
Kenapa ?
Aku berfikir jujur sekarang bukan lagi sesuatu yang istimewa
Mengapa ?
Karna tanpa melawannya
Aku pasrah untuk terluka
Ada apa ?
Pada suatu ketika
Aku akan buktikan
Bahwa sesuatu yang kau anggap tak sempurna
Adalah sesuatu yang membuatmu bangga
Dan bisa buatmu bahagia

Minggu 22 maret 2015 kebumen




OPINI PERASAAN
Karya : Zack-Lee Shank Pembunuh-Ragu


Jika aku diam
aku yakin kau menganggap aku melakukan apa yang kau tuduhkan
Dan bila aku teriak lantang
kaupun beranggapan
Aku menunjukkan arogansiku sebagai seorang laki laki tanpa perasaan
Kau mungkin butuhkanku bukan sebagai seorang kawan, kekasih, atau seseorang yang kau rindukan
Tapi musuh yang mampu mematikan
Dan bahkan bisa membungkam dirimu dengan ataupun tanpa perasaan
Maaf .... !
aku hanya mengikuti perasaan
dimana yang kau rasakan
itu pun kurasakan

kebumen 01 april 2015

Kumpulan Pusi Siamir Marulafau - MENANTI



DIRECTION

If the love will be there
The pity of man should be there

It would be possible to end
And forget the conflict

The pain will not be on man's lives
If the love will be grown up

It comes from the bottom of man's heart
The innocent of all will be in peace

The life would be in harmony
That what we like as direction

sm/26/02/2015,copyright@siamir




MISSING
By :siamir marulafau


It is a fully regret of missing people
Even children, who are innocent
They have no home as well as protectors
All are lost
All are damaged by fire
To whom do they come to visit for sheltering?
No food to eat
Everything is felt dull
Who would be volunteers to help?
Most of them had been victimized
Their parents were lost
To whom do they come to cry for mercy?
They are purified with innocent soul
Everything is absurd

sm/25/02/2015,copyright@siamir





SEUTAS TALI
Oleh :samir marulafau


tali kupegang tak utuh lagi
di kala kutarik tercabik cabik
putusnya tali merangkai putusnya harapan
jiwa tak tenteram
hati pun ikut tak tentram
mau ke mana kupergi?
tak seorangpun merangkul jiwaku
pada embun pagi kuteteskan di ubun ubunku
sia sia belaka hanya terkapar di jalan tak ada ujung
semuanya buntu, tak bergairah
tali pun ikut memutus

sm/01/03/2015@siamir


TAK BERSINAR LAGI
Oleh :siamir marulafau


kembang dikau semai bertunas di langit biru cerah
surga mengurai petualangan dalam jiwa
di kala nafasmu tak bersatu lagi dengan nafasku
bayangan wajahmu pun tak membias di atas daun keladi dalam impianku

tapi sungguh tega jiwamu menerawang di atas awan tak berpilar
di saat putriku menyandung namamu
hanya tinggal nama terukir di atas daun kering
berjatuhan di atas tanah gersang
retak retak sekejap dengan harapan yang tak berujung

sungguh harapan sirna di telan melati ungu di pagi hari yang kelam
di saat piluku membakar jiwaku dengan setetes noda kau ukir
...di atas kain kanvas tak bermakna
sungguh tega dikau merangkai kembang masa lalu sampai tak bermakna
di kala dikau tak mengukir cinta kasih pada putriku

namamu tak tersemai di atas ranting kembang sepanjang
namamu yang sirna menduakan harapan dalam jiwa akan tak terpatrik lagi
...dalam impian masa depan
indahnya bintang di malam rembulan purnama tak akan menyinar lagi
di kala langit sudah gelap segelap gua hira yang tak terbayangkan

...
aku hanya mengukir cincin permataku di atas harapan yang sirna
sungguh dunia mengubah jiwa yang menelan perasaan
tertanam dalam jiwa sepanjang langit dan bumi besatu tidak sampai akhir
...zaman

sm/28/02/2015@siamir





NO PITY AND MERCY


No sand to stop tears
No wind to block my crying
For the innocent children
For their anxiety
For peace and humanity
For harmony,where are you?
Some of them were buried
Some of them have broken hands
The sun has not lightning
For this world is felt dull
Deserted lands become more drying
No home to stay for
No hope to be imagined
Where should they go?
The lost generations will not be blooming
The starving becomes more increased
No body cares...
No mercy and pity would be expected
Human heart has been closed
No eyes sometimes for watching
Where are they?
The rich has no attention to help
What should be done?
The peace needs to stop crying
The peace needs to stop killing
War should be ended
Before the death are growing
Lives would be in harmony,anyhow
We hope so ...

sm/27/02/2015,copyright@siamir





STONES


Crazy for the stones
Not Crazy for knowledge
I used to count for my fingers
Because of valuable stones
It were shining
As if the stones would give hope
What is it?
The shining stones
Every night and day to think about stones
Almost thousand people are involved
But the stones stand still
As long as the stones not fade away
It was only imitation
Wherever i go to fetch the stones
It stand still with no words to urge
Be sure of not sparing time
Be ware of the period
Thousand years ago
Before we were born
It was standing still and shining
Like the sun shines
While its lightning was still in lighting

sm/02032015,copyright@siamir





MUNGKIKAH?
Oleh :siamir marulafau


aku menyulam mimpi dengan dikau
di kala dera malamku mentap wajahmu

sungguh rembulan menikam sanubariku
di kala impianku akan rindu

rinduku tak berembun
jika dikau tak menitipkan seulas senyum

impianku terhempas ...
jika nafasmu tak tertanam dalam relungku
percayalah...
kuhanya menitip sebahagian mimpiku
di kala galauku tak sirna

rinduku...
kalau hatiku sedang rindu
akankah kumengadu pada dikau?

tak akan mungkin jika hanya seulas senyum
sampai senjaku terkapar di tanah gersang kelabu

sm/03022015@siamir





DUNIA TIRUAN
Oleh :siamir mraulafau

Malamku indah
awan putih
hanya berbayang
di kelopak mata

Tak sanggup lagi
merangkulnya
sepanjang nafasku
tak menerawang
di langit ke 7

Tapi Tuhanku
selalu menggema
sujudlah dikau
sebelum kubaringkan
di tanah diam

Bedoalah dikau
jika surga-Ku digapai
indah seindah
impianmu jika dikau
sabar, kufur nikmat
tidak dalam renungan

...
Wahai insan...
Dunia adalah tiruan
Dunia adalah imitasi
...sekejap dalam jiwa

sm/03022015@siamir





MENANTI

Oleh :siamir marulafau

meskipun talinya putus
lara dalam jiwa sungguh mengukir kenangan masa lalu
sepanjang dunia tak bergulir
sementara sanubariku tergantung di pilar pilar
walaupun talinya tak akan dapat disambung
tapi apa dayaku?
maksud hati nan memeluk gunung
apa daya tangan tak sampai
di kala aksara puisiku melantun di udara Tuhan
akan terurai sepanjang masa
sampai dikau tertegun di suatu masa
jika nafasku tak akan lagi bersemayam dalam nafasmu
kendatipun prasastiku dikau ukir dengan indah seindah surga dikau impikan
kuselalu menantikan akan dikau kelak sampai akhir zaman

sm/02032015@siaamir





BLOOMING


Whatever you say will not make me frustrated
As long as the leaves are blooming
As long as the world belongs to us
So far the land i explore for the journey
I have never found it difficult to plant the trees
Whereas the fruits are nice to taste
Though my gardens are narrow to grow
It never makes people bore to enjoy the grapes
Where as the apples trees are not mine merely
But those who pick them up should enjoy
Let them be free to do
Whatever they like as long as they could do
One thing i worry about is to take them without message
Is it true or not
Depends on how she or he utter words
In case of grasping one's possession, to ask whose?
That's that what human tradition
More or least should be kept in the trees before coming down

sm/02/03/2015,copyright@siamir





SIKSAAN
Oleh :siamir marulafau


dunia menggelepur
dunia menipu bagaikan imitasi
harta bertaburan
amalan disepelekan
zakat harta sirna ditelan pasir
pelangi hidup tak bercahaya
sinar pun redup selalu
kebakhilan makin menjadi
hak Allah ditiadakan
siapa salah?
jika nafas tak mendengung lagi...
penyesalan tak berguna
harapan surga sirna
neraka menanti
siksaan pun akan menjemput
ular ular melilit, membelit
mengucpkan selamta datang, tuan
mengapa dikau lalai?

harta tiada guna
amalan mengukir bahagia
mengapa dikau tak infaq?
mengapa dikau bakhil?
sujudmu menerawang di langit hitam
do'amu terhitung tidak di aras-Ku,Allah
siksaan, azab selamanya
moga2 tulang tulangmu tak akan rapuh
...karena azab
kulit dan jazadmu akan jadi arang
hangus terbakar selamnya

sm/03/03/2015@siamir





GROWING


What makes me so happy is that the peace
If its face would be coming to secure lives
Every body needs it
The lives would be in cool
If the peace would be coming down to normalize
Whereas this world looks like angles smiling
Whereas children would be growing
No drought...
No frustrated
No fear with no conflict
That's what to be in lives likes a mirror for a while

sm/07032015,copyright@siamir




OPINI DALAM ANALOGI
Oleh :siamir marulafau


Di dunia ini kita harus berhati-hati dalam pengucapan dan jangan salah menyalahkan dan juga jangan saling benar membenarkan tanpa memerlukan pikiran dan perasaan.Mengapa demikian ?Karena banyak masyarakat atau segolongan menyalahkan kemajuan teknologi pada masa sekarang ini.Contohnya : Kemajuan dalam menciptakan elektronik seperti selular atau hand phone,dan media elektronik lainnya seperti laptop sementara disinyalir bahwa dengan adanya kemajuan penemuan teknologi informasi seperti ini telah banyak merusak akhlak manusia terutama generasi muda.Penyair Dalam Lingkaran Cinta berpendapat bahwa bukan teknologi informasinya yang salah tapi manusianya.Ini kembali pada diri pribadi masing masing.Karena kehidupan di dunia ini telah diberi rambu-rambu oleh Tuhan pada ayat-ayat-Nya dengan catatan bahwa manusia diciptakan untuk apa?Dari mana dan mau ke mana?Tuhan telah memberikan dua jalan yang harus dipilih, yaitu jalan menuju ke surga dan jalan menuju ke neraka.Pilih yang mana?Maka dengan demikian, manusia diberi pikiran untuk menimbang segala aspek yang dihadapinya,dan harus berpikir yang lebih baik untuk dirinya.Manusia juga diajak menjadi manusia yang ULIL ALBAB(Manusia yang berpikir menggunakan akal yang sehat).Seorang ahli filsafat bernama Rene Descarter mengatakan bahwa "Aku berpikir karena aku ada"(Cogito Urgu Sum=I think therefore i exist).Jika tak berpikir berarti bukan manusia sempurna dan sama halnya dengan seekor kambing yang tak berpikir tapi punya otak.Untuk lebih menyempurnakan pola berpikir secara analogi maka Tuhan juga memberikan perasaan yang lebih mendalam untuk menyaring pekerjaan otak manusia yang sangat dibedakan dengan seekor binatang.Sementara binatang memiliki naluri dan instink yang lebih tajam dari pada manusia tapi pikiran tak ada yang tak serupa dengan manusia.Seandainya binatang dapat berpikir seperti manusia maka tak ada manusia yang bisa tinggal di muka bumi ini.Contoh yang lebih otentik lagi adalah seorang yang gila.Orang gila adalah manusia menderita gangguan jiwa sehingga otaknya tidak jalan dan tak bisa berpikir seperti manusia yang normal.Katagori manusia seperti ini sama halnya dengan seekor binatang(Sigmund Freud). Maka dalam hal ini kenormalan pemikiran harus dapat dipergunakan dengan perasaan yang lebih tajam sebagai senjata untuk hidup di dunia yang fana.Makasih.

sm/05/03/2015@siamir




MEMUTAR
Oleh 'siamir marulafau

semua aksara puisiku terbawa angin melayang dalam imajinasi memutar pada setiap sanubari

sm/24/03/2015@siami





MAHA SEGALANYA
Oleh :siamir marulafau


aku tak mengatakan kau benar
aku juga tak mengatakan dikau tak benar
kau juga tak mengatakan aku benar
sementara dikau pun tak mengatakan aku tak benar
jadi mana yang benar?
siapa yang benar?
akan kau tahu yang benar jika dikau menelusuri apa yang benar
yang benar belum tentu benar
yang salah belum tentu salah
jadi siapa yang salah?
apa yang diperkirakan benar belum tentu benar
apa yang diperkirakan salah belum tentu salah
siapa yang bisa menentukan benar atau salah?
kecuali siapa?
yang tahu benar dan yang salah
sebagai maha penglihat, pendengar
sebagai maha penyayang
sebagai maha segalanya atas zat dan asma-Nya

sm/04032015@siamir





LONTONG
Oleh :siamir mrulafau


Karaktermu bagaikan lontong
Omonganmu jua bagaikan lontong
Nafasmu pun terasa macam lontong
Setiap pagi kumakan lontong
Tapi tak seperti lontong kusadap
Lontong berkuah mengukir janji mulusmu
...semulus kuah lontong kulahap
Negaraku jadi lontong...
Karena janjimu pedas sepedas lontong
Lontong, lontong, lontong
Kutak percaya akan dikau sampai
...lontong habis kulahap di kala banjir
...menghanyutkan lontong

sm/04/03/2015@siamir





AZAB DAN SENGSARA
Oleh :siamir marulafau


sekujur tubuh terbalut kain kafan
memutih di tanah diam
cacing cacing menyapa
mau ke mana di kau tuan?
kutertidur selamanya?
untuk apa dikau jadi penghuni di tanah ini?
sudah kebalkah kulitmu?
mungkar nangkir juga turut menyapa
penghuni di sini orang suci
tak tamak
tak bakhil
tak mencuri
tak bezina
tak korupsi
tetesan air matmu tak berguna
meskipun sebanyak buih di lautan
meskipun sebanyak air terjun mengalir ke pegunungan
tak berarti
tak berguna
penyesalan tak berguna
apa kerjamu di dunia?
ini alam barzah
ini alam kubur tak akan subur insan jika berdosa
tak akan ada ampunan jika berdosa
siksaan akan datang jika tak bisa menjawab
azab kubur berjalan terus sampai akhir zaman
tiada maaf bagimu tuan
siapa namamu?
siapa imamu?
apa kitabmu
di mana kiblatmu?
....kata Tuhan,,,,,,kata Tuhan,,,,kata Tuhan

sm/04/03/2015@siamir





KIPAS
Oleh :siamir marulafau


hidup bagaikan kipas angin
berputar terus menerus
jika diputar memutar
di seluruh penjuru
jika tak dihentikan
hidup terasa dingin
jika dimatikan
terasa panas
apakah hidup berputar
...terus menerus?
apa yang harus kubuat?
jika hidup tak berputar
berputar, berputar, berputar
sampai seratus kali
asalkan jiwaku tak
...akan berputar pada-Mu

sm/09/03/2015@siamir





SEKILAS BAYANGAN
Oleh :siamir marulafau


meskipun jiwaku terhempas
dengan angin kipas dikau sembur
di penantian

jiwa laraku tak akan berpaling sebelum dan sesudahnya
sepanjang duniaku tak berkulir ke dalam tanah diam tak berpilar
kuyakin di suatu masa dikau akan mengukir kasih dan cinta tak berkira
di kala kumerangkai sekuntum bunga ros di lembah sungai yang
air terjunnya bercucuran dalam kalbu

mengalir sampai akhir zaman
petanda dikau dan aku bersatu padu dalam impian sepanjang bunga rosnya terangkul tidak dengan kepompong tak bermata

sm/09/03/2015@siamir




MENJULUK BULAN
Oleh :siamir marulafau


sepertinya aku menjuluk bulan
menggenggam mentari
di kala bersinar
kusemayamkan dalam jiwa sepanjang
...sinarmu membias dalam dada
kutak akan terbang bagaikan burung
...lepas dari sangkarnya
meskipun dikau tak akan bersua selamanya
tapi ikatan tali kita genggam senantiasa tak
...akan memutus sampai akhir zaman

sm/21/03/2015@siamir




KETAHUAN
Oleh :siamir marulafau


bohongmu menjulung langit
senyummu menikam lara
simpatiku terjatuh di atas pohon
daun daun berterbangan
menyingsing awan
rapuh dalam harapan
melapuk di atas dahan
eksekusimu tak keruan
pengecut dalam tindakan
siapa salah?
terbongkar kedok jika terlaksana
jabatan melayang di udara
insan simpatik tak akan mengikat
karena bohongmu di atas atap
pengecut ,red....

sm/27/03/2015@siamir





TERKOYAK
Oleh :siamir marulafau


kutak sanggup lagi menggenggam mentari
di kala laut di negeriku memanas
mencuapkan buih sampai ke pantai yang tak berpilar

butir butir pasir pun tak sanggup lagi terbang
meskipun anginnya kencang
tak akan terhempas dilanda duka politik berkepanjangan

seiring manusia pojok memojokkan dalam dunia fana
demi kekuasaan yang tak habis habisnya
dikoyak sampai tinta di atas kain kanvas tak akan terbaca lagi

meskipun gelombang laut menggulung jiwa
insan tak akan puas mencabik cabik kursi sampai bergulir
di jalan tak bertuan

wahai insan...
sadarlah ....
dunia semakin menggila
akan jabatan demi perut sejengkal
rela dan tega menginjak injak telapak kakiku
...kutancapkan di atas bumi Tuhan
di saat dikau porak porandakan harapan masa lalu
sangat kecewa...

sm/26/03/2015@siamir





TERBAKAR
Oleh :siamir marulafau


tak akan sanggup lagi kubakar dunia dengan minyak
bertumpahan di negeri tak bertuan
naik turun, naik turun saja pun kepayahan
nilai rupiah menggema di seberang sana
di kala minyak bensin membakar kantong rakyat
perut kempes kelaparan
apa tidak?
dunia semakin menggila
dengan harga melambung tinggi setinggi angkasa
siapa yang disalahkan?
jika berani menantang
akan kusiram pakai minyak
terbakar, terbakar, terbakar

sm/28/03/2015




APA YANG DIPEGANG?
Oleh :siamir marulafau


Apa yang menjadi pegangan hidup?
Tak akan hidup jika tak dipegang
Apakah dilihat lihat saja?
Tak akan hidup jika tak dipegang
Apakah betul hidup harus dipegang?
Jika dilihat saja pun sudah hidup
Apalagi tak dilihat
Mesikpun tak dipegang
Akan senantiasa hidup jika pikiran dan perasaanmu hidup

Sadarlah...
Wahai insan
Hidupkanlah jiwamu sebelum nafasmu menerawang
Jika nafas tak mendengung
Semuanya tak akan hidup
Dipegang pegang tak akan hidup
Dilihat lihat pun tak akan juga hidup
Yang hidup amalanmu....

sm/29032015@siamir





JEMBATAN HIDUP
Oleh :siamir marulafau


jembatan hidupku ambruk
jika tak ada pilar penyangka
meskipun pondasinya dengan besi tuang
tak akan bergoyang selamanya
jika insan memupuk rasa cinta
kasih sesamanya antara umat
tanamkanlah ...
rasa kasih yang tak akan sirna selama nafas mendengung
jika tertanam di tanah diam
apa yang dibuat?
hanyalah deburan air sungai menyapa
sambil bernyanyi
selamat tinggal dunia kasih
moga akan bertemu di kala mentari terbit

sm/29032015@siamir





FATWA
Oleh :siamir marulafau


jika kubertemu dengan Tuhanku
konobatkan diriku dalam asama-Mu
di kala zhikirku mendengung
Tuhan pun akan tersenyum
pintu langit akan tak tertutup
sementara pintu neraka tertutup
pintu surga pun terbuka...
melebar seluas lautan
siapa mau masuk?
imannya diikatkan...
diperkuat dengan tali keimanan
maksiat dijauhkan
suruhan dikerjangan dengan ridho
tergapai sebelum dan sesudahnya

sm/29/03/2015@siamir





ULAR
Oleh :siamir marulafau


manis manis mulut
semanis madu
kau ukirkan di atas kepala rakyatku
janji janjimu merapuh di atas pohon
di kala buahnya pahit
berjatuhan di atas tanah gersang
tak seekor pun burung gagak memakannya
karena ulahmu ...
negeriku jadi sengsara
tak ada lagi air segar mendinginkan amarah
karena sudah kekenyangan akan janjimu
tak becus, tak keruan...
karena hasrat bergelora menikam lara
tak akan simpati pada manusia berkepala dua

sm/29/03/2015@siamir





KACAU
Oleh :siamir marulafau


Penddikan sekarang nampaknya bagaikan sebatang pohon yang daunnya daunnya rimbun tapi batangnya keropos, akarnya dimakan rayap dan rantingnya melapuk.(PDLC/01/04/2015@siamir)





DERITA


aku ini Tuhan...
akan kucabut nyawamu
sampai dikau menggelupur
menjerit dan meraung kesakitan :
jika dikau tak shalat
jika dikau tak puasa
jika dikau tak bersedekah
jika dikau tak berzikir
jika dikau tak baiat
jika dikau bermaksiat selalu
dan tak ingat akan Tuhan-Mu

sm/01042015@siamir






KESUNGGUHAN
Oleh :siamir marulafau

sungguh tak kupermainkan
bagaikan bola di tangan kananku
tapi kuhanya mencoba
sampai mana teruarainya cinta kasihmu
sementara kasihku menetes di ubun ubunmu
bagaikan embun di pagi hari
meskipun sinar mentari menerpa
tak akan kering selamanya sampai dikau
tak akan lagi bersua
mengira bahwa akulah seekor kepompong yang setia

sm/01042015@siamir





WHAT TO SAY?


no more tears
would be coming down
as much as the bullets
are killing man's soul
while the death body
is flying
though the sun is shining
but the heart is far away
no negotiation
of the cruelty would be
there before and after
no one left to be seen
since the peace is
so far away but hoping
so much to be soothed
that's the principle
no more pride
with no more rhythm
of my poem to solute
because of seriousness
of the war...
meanwhile the man
would be in the dust
because of hot emotion
to kill with no feeling
of humanity...
so as to sing
while in am in the
deserted land not in the
fresh water fall
but what to say is only
tears to sum up the question
because of misunderstanding
between one with another
that's the hatred of the war
'where is the peace?'
'poetry for the peace' is
the only answer of all
rather than others
so as to say :
if you want to say
not to post except with no
intention or message
that's what to be hoped
at the end of web site

sm/01/04/2015,





SITUS ISLAM
Oleh :siamir marulafau


meskipun situs islam putus
tali islam tak akan putus
tak akan memutus sampai akhir zaman
di kala pikiran jahil dalam wadah
dunia akan tersenyum berulang ulang

petanda hati beku bagaikan es
membeku di dasar laut tak bertuan
mengapa hatimu beku?
Jika hatimu mencair tak akan melorot sampai
ke ujung kaki
apa yang salah?

syahadatku pun jua tak akan memutus
kuberlindung pada Tuhanku
berbaur pada kaumku
islam bersatu...

situs islam tak akan terdampar di atas langit
meskipun awan gelap
meskipun duguyur hujan
situs tetap situs membahana dalam dada

islam bersatu...
situs islam syiar
menyiar dalam jiwa
merangkai pikiran dalam hak

jika situs islam terabaikan
dunia akan gelap
jahiliyah berkembang bagaikan kumbang
mengisap darah
mematikan dalam gerakan
umat akan murka
Tuhan melaknat

sm/03/04/2015@siamir





WHY SHOULD BE KILLED?


No war seems not to be an evil
Since the world is too large to spread conflict

While the man is less humanity
Though it smiles for thousand times

But the cruelty is running still
Because of collapsed morality

If the man would realize
Who is he ?

No one is brave to kill
No one likes to damage

But what should be done before and after?
Depend on the quality of mind

That's that what human beings image
It sounds well to negotiate
Why not?
If the man is in the same areal

Supposed to have a longing with the peace
Peace, peace, peace
Are mostly to be dreamed effectively

sm/03/04/2015,copyright
@siamir

Kumpulan Puisi Endang Misnawaty - GORESAN DIARY KU



GORESAN DIARYKU


Coretan buram dibuku diaryku yg kumuh
lembaran demi lembaran semakin buram
Deretan huruf tak beraturan
Meliuk bagai penari panggung yg gairah
Tanganku gemetar,,,
Ketika kutulis barisan huruf demi huruf
Menorehkan namamu
Kerinduan yg semakin pudar
Digilas masa yg semakin panjang
Aku terjengah ketika waktu semakin malam
Lolong anjing dikejauhan semakin menggema
Mendirikan bulu roma yg ketakutan
Rindu rindu yg semakin membeku
Musnahkan hati dan perasaanku
Hilang rasa bagai lentera yg semakin padam
Tubuhku menggigil kedinginan
Ketika hujan mengguyur tubuhku yg semakin lemah
Biarkan air mataku menitik
Agar mereka tak tau jika aku menangis pilu
Menyatu dengan derai air hujan
Kembara disisimu kasih
Kini,,,,,,,
Menuliskan catatan buram
Tentang dirimu
Semakin pudar ditelan waktu
Semakin hilang dan tak tersentuh
Kau yg pertama dan terakhir dlm hidupku
Terukir disanubariku
Tersimpan rapi disudut hatiku yg terdalam
Meski kini semua tinggal kenangan

"""""""""""
By Endang Misnawaty II
Digubuk tua rumahku
26/2/2015 20:37




Lelah

Siangku bagai terpanggang
Lelah bagai pengembara
Saat kau hadir menyapa
Nestapa semakin nyata
Aku disini dengan hati yang berkecamuk
Diujung sana kau berceloteh tentang indahnya cinta
Cinta kita yang berakhir diujung perpisahan
Karena tradisi dan agama
Tak pernah kau menyerah
Seakan kehidupan akan nyata
Sedang kudisini semakin lelah
Berpacu dengan kenangan yg tak pernah pupus
Kenangan indah bersamamu
Tapi itu dulu......
Sedang disana...
Kau selalu berharap kehidupan akan nyata
Bersamaku menjalani hari indahmu
Semakin kau merayu
Semakin aku terpojok diujung lorong
Lorong gelap yang sangat pengap
Aku semakin sepi disini
Dengan kenangan indah yang tak pernah pupus
Sedang kau disana
Selalu berharap hidup denganku
Dengan kenangan manis kita dulu
Semakin kau sapa
Semakin sakit kurasa
Aku menangis hingga suara parah
Memohon dengan harap
Agar bayangmu enyah dari hidupku
Tapi kau selalu tersenyum
Selalu memberi harapan kehidupan
Dengan kasihmu,,,
Kau selalu membayangi kehidupanku
Aku semakin sekarat
Dengan cinta dan kasih sayangmu yang tak pernah pudar
Selalu dan selalu
Menyapa dan memanjakan aku
Hingga aku terjebak dalam lorong gelap yang pekat
Aku lelah kak,,,,,
Selalu menghindar dari kehidupanmu
Tapi kau selalu datang dan datang lagi
Dalam hidup dan kehidupanku
Izinkan kupamit kak...
Aku terlalu lelah untuk menghindar lagi,,,

"""""""""""
By Endang Misnawaty II
Di gubuk tua rumahku
Siantar city 5/3/2013 15:22


-------------------


Biarkan kasih ini bersemi setiap waktu
Bersama tembang cinta yg selalu kita dendangkan
Dalam sepinya malam yg gelap
Berteman cahaya bintang dan rembulan yg gemerlap
Karna mereka kan menemani kita dlm sepinya malam
Berteman doa doa malam yang sakral
Agar hatiku dan hatimu
Selalu terpaut dalam doa yang sama

b u n y i
s e m b u n y i
Oleh : Endang Misnawaty II





Bintang malam...

Cahaya mentari tlah tenggelam
Kini kutemukan senja yg begitu teduh
Berteman khayalan yg membubung tinggi
Aku terlena dibuai waktu...
Kasih,,,,,
Jika ada rindu yang bergelayut diantara bintang gumintang
Itu adalah rinduku untukmu
Yang kuselipkan dibalik asa rasa rinduku yg terbuai indah
Bersamamu kuingin raih bintang bintang dilangit tinggi
Kusimpan rapi utk kupersembahkan dihari ultahku
Agar ku selalu ingat jika dirimulah peraih bintang dihatiku
Kan kupandangi cahayanya yg temaram dikamarku
Kan kubawa sebagai pelita dilorong gelap yang kulalui
Kasih,,,,
Jika ada asa yg tertunda itu adalah asaku
Bercengkrama ditaman hati yg penuh bunga cinta
Yg akan kupetik satu untukmu
Agar harumnya selalu menyertai langkahmu
Hari ini ada secuil rindu yg berkecamuk
Direlung hati yg semakin buram
Karena pena cintaku hampir kering dimakan waktu
Karena waktuku terus berpacu direlung hati mu
Kasih,,,,
Aku tersenyum untuk secuil cinta
Yg kau persembahkan untukku
Aku menangis untuk sejumput kasih sayang
Yg kau curahkan untukku
Semua masih tersimpan rapi direlung hatiku yg semakin garing
Meski mentari selalu menyinari
Meski hujan selalu mengguyur
Tapi cinta sucimu tetap abadi tersimpan dikisi hati yg terdalam...
Untukmu dan selalu untukmu..
"""""""""

By Endang Misnawaty II
digubuk tua rumahku
Siantar city 20/4/2015 16:31

Selasa, 03 Maret 2015

Kumpulan Puisi Lumbang Kayung - JANGAN LAGI DIKENANG


# JANGAN LAGI DI KENANG #

Aku bagai Setetes Embun,
Menetes di setiab Helai Daun2,
Membasahi kekeringan,
Coba memberikan Harapan,
Untuk mu akan ku Janji kan.

Jangan lagi di Kenang2,
Kepedihan biar saja terbuang,
Itu bukan untuk di pajang2,
Nanti menjadi Terbayang Bayang,
Yang akan membuat Impian mu hilang,
Dalam Luka Lara yang panjang.

Relakan Cinta nya pergi,
Kini dia telah mempunyai Seorang Istri,
Yang harus dia Sayangi,
Bukan untuk kau Sesali,
Juga bukan untuk kau Tangisi.

Ijinkan aku menghapus Air Mata mu,
Aku kini kian Lelab menunggu,
Larut di dalam Penderitaan mu,
Karena Tangisan mu adalah Derita ku,
Walau aku hanya Seorang Sahabat mu,
Yang tak dapat melihat Kepedihan mu.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 01:03:2015)





# MENANTI MU #


Ingin ku tulis nama mu,
Di dinding Bukit Bebatu,
Tentang Lautan yang Biru,
Tentang diri mu dan aku,
Biar diri mu tau bahwa aku Rindu.

Kisah Indah yang tak dapat ku lupakan,
Tentang suatu Pertemuan,
Perjalanan Cinta dan Kemesraan,
Namun semua hanya tinggal Kenangan,
Yang kini masih dapat ku rasakan.

Entah di mana kini Rupa,
Entah di mana kini Suara,
Yang mengundang segala rasa,
Gelora Cinta yang pernah melanda,
Bagi ku diri mu adalah belahan Jiwa.

Aku kini masih sendiri,
Bersama Jiwa yang terus menanti,
Menanti diri mu kembali dapat menemani,
Menghapus rasa Sepi ini,
Yang kini kian Lelah ku Jalani.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 02:03:2015)





# PERSADA NUSANTARA #


Belayan Surya Mentari,
Manjakan kehangatan Pagi,
Bangun kan ku dari Mimpi2,
Pertanda hari2 menagih Janji,
Demi memenuhi Hasrat dimuka Bumi.

Ku teguk Segelas Kopi,
Dengan sepotong Ubi,
Ku tatap Pacul yang sudah menanti,
Untuk membersihkan Hamparan Padi2,
Yang menjadi Harapan ku di hari esok nanti,
Dan demi sesuab Nasi.

Camar2 yang terbang,
Bernyanyi dan bermain di atas Gelombang,
Siang berlalu Senjapun Menjelang,
Pertanda Sang Nelayan segera Pulang,
Kembali dari Lautan yang Luas terbentang.

Sungguh Subur Tanah ku,
Begitu kayanya Lautan ku,
Tapi aku masih merasa Ragu,
Atas kedatangan mu bersama mereka2 itu,
Yang Bermata Coklat dan Biru,
Mungkin ingin Merampas Harta Persada Nusantara ku.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 03:03:2015)





# SALAH SIAPA #


Tersimpan satu Kenangan,
Yang hampir terlupakan,
Kini datang menjadi ingatan,
Kata2 Janji yang pernah terucapkan,
Bagaikan Pantai dan Lautan.

Kini diri nya kembali datang,
Setelah lama menghilang,
Yang membuat Hati ku senang,
Kadang kala Bimbang,
Tentang Cinta yang terlarang.

Bunga Cinta pun Mekar kembali,
Bersemi bak Mawar Berduri,
Namun mungkin kah dapat ku dekati,
Atau kah aku harus menjauh pergi,
Sebelum Cinta ini kembali menyakiti.

Ku tau ku Lelah berteman Sepi,
Ku tau ku Cinta ini takkan di Restui,
Namun telah tertanam di Hati,
Janji Suci yang tak dapat ku pungkiri,
Walau menjadi perjalanan Cinta tersembunyi.

Salah kah dirinya,
Salah kah kedua Orang tua nya yang kaya,
Salah kah aku yang Hina,
Salah kah takdir yang melahirkan Cinta,
Aku tak tau ini salah siapa.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 07:03:2015)





# NYATAKAH CINTA MU #


Mengertilah aku,
Lantunan mu,
Ungkap kan rasa Rindu,
Tapi semua itu Semu,
Dan aku terkadang Ragu,
Rindu mu itu bukan lah untuk ku.

Kau Dendang kan Cinta,
Tentang kita berdua,
Hingga aku Terpana,
Aku Terlena,
Seakan itu nyata,
Membawa Hayal ku ke Alam Nirwana.

Kau bagai Warna,
Tiada Rupa,
Namun indah di Mata,
Sedang aku yang ingin Setia.
Seakan kian tersiksa,
Karena aku juga ingin rasakan Cinta.

Marilah Angan,
Jangan biarkan aku kesepian.
Jangan biarkan aku di dalam kerinduan,
Aku ingin ke Bahagiaan,
Walau hanya di dalam Bayangan.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 04:03:2015)





# CINTA #


Cinta yang pernah ku miliki,
Kini pergi dan tak pernah kembali,
Tinggal kan ku sendiri bersama Sepi,
Menyiksa Batin di Jiwa ku ini,
Dan entah kapan berakhir nya nanti.

Cinta yang pernah ku miliki,
Tiada pernah Berbunga lagi,
Tiada kata Asmara penghibur Hati,
Semua hanya menjadi sebuah Mimpi,
Menemani Lelah di dalam tidur ku nanti.

Cinta yang pernah ku miliki,
Terbakar di Bara Api,
Lebur tiada berarti,
Beku di Jiwa yang hampir Mati,
Dan terpuruk di Lembah nan Sunyi.

Cinta yang pernah ku miliki,
Kapan kah engkau kembali,
Bangun kan ku dari Lamunan ini,
Bangunka Asa yang hampir Mati,
Dan pergi menjauh dari Lembah nan Sunyi,
Bersama Cinta yang pernah ku miliki.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 08:03:2015)




# KUNANG KUNANG #

Siang ku nantikan Petang,
Malam pun tiba tak Berbintang,
Kemudian Bayangan ku ini Hilang,
Bersama Cahaya kecil terang melayang,
Itu Cahaya Seekor Kunang2,
Pelahaan melayang terbang.

Aku ingin berdiri,
Berjalan dan Berlari,
Dan melayang tinggi,
Mengikuti ke mana engkau pergi,
Hingga kita lelah sendiri.

Dan aku terhenti,
Kunang2 tak sendiri,
Namun aku dapat menyadari,
Ke Indahan kan terus menerangi,
Bayang2 ku di Malam ini,

Ku tau Kunang2 tak selamanya menemani,
Kunang2 akan segera pergi,
Hanya Dinginnya Malam yang Menyelimuti,
Namun biarlah sekedar ku Nikmati,
Walau hanya menghapus sepinya Kesetiaan ini.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 10:03:2015)





# HANYUT DI ARUS IMPIAN MU #

Hanyut terbawa Arus Deras,
Tersandung dan terhempas,
Terkandas,
Di Bebatuan Cadas,
Lemas dan terhempas.

Ku coba tuk membangun kan,
Lelah yang tak tertahan,
Di Debar ke Resahan,
Aku Terbuai menatap Awan,
Masih adakah seberkas Impian.

Memang Langit tak lagi Mendung,
Masih terdengar kicau burung2,
Begitu Merdu Bersenandung,
Sambung menyambung,
Namun di pikir yang masih Bingung,
Mungkin kah dapat ku daki tinggi nya Gunung?.

Aku harus dapat Berdiri,
Melangkah kan Kaki ini,
Walau tak dapat Berlari,
Tingginya Gunung Harus ku Daki,
Sebelum hanyut kembali,
Di Deras nya Arus Impian ini.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 09:03:2015)





# DI USIA SENJA #

Di Usia yang mulai Senja,
Bukan berarti ku harus meminta2,
Tetab ku kan lapang kan Dada,
Untuk dapat bekerja,
Demi kebutuhan yang memaksa.

Biar pun Senja menjelma,
Biar Malam memejam kan Mata,
Aku kan tetab Ikhlas menerima,
Apa yang akan melanda Jiwa,
Karena semua itu atas kehendak yang Maha Kuasa.

Waktu pun berlalu menemani Langkah ku,
Hembusan Nafas kadang kala tak menentu,
Di antara Musim yang terus berlalu,
Aku kan tetab terus Memacu,
Mencumbui ke Muliaan jalan Hidup ku.

Terima Kasih Tuhan,
Atas ke Sehatan yang telah kau berikan,
Dan Doa2 kan selalu ku panjat kan,
Di setiab langkah menempuh Kehidupan,
Hingga nanti Mata Lelah ini Engkau pejam kan,
Menuju Sorga yang telah Engka Janjikan.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 09:03:2015)




# DI TINGGAL SENJA #

Senja telah tiba,
Gelisahpun menjelma,
Riuh yang ternoda,
Menatap datang nya Malam tiba,
Hening ku di dalam diam tampa kata.

Entah kemana Canda,
Tawa pun hilang seketika,
Tanpa teman Bicara,
Diam mencari Makna,
Ada kah hilang nya Lara?.

Ku tatap Bayangan ku,
Hitam membisu,
Namun setia menemani ku,
Tampa ada Ragu,
Juga Cemburu.

Malam kan segera Datang,
Mungkin kah bersama Bintang2,
Yang membawa KemilauTerang,
Menghibur Hati ku yang Bimbang,
Dengan penuh Kasih Sayang,

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 12:03:2015)





# SALAH KAH #

Impian ini kian melemah,
Kemudi ku telah patah,
Dan aku kehilangan arah,
Entah mana yang benar dan salah,
Aku hanya berserah dan Tabah.

Suara Mengiba,
Suara Murka,
Aku diam saja,
Dan tak tau berbuat apa,
Hati ku seakan Sirna.

Seakan jera kini rasanya,
Berbuat baik tiada gunanya,
Malah menambah Sensara,
Menderita dan Kecewa,
Hidup ini pun bagai Teraniyaya.

Kini tiada lagi Cinta,
Hilang sudah sebuah rasa,
Langkah Hitam pun Bermata,
Hanya Segelas Anggur menambah Pesona,
Untuk hilang Duka Nestapa.

Maaf bila aku tiada percaya,
Telah hilang sebuah tanya,
Karena di Hati telah tertanam Kecewa,
Yang tak ingin Sirna,
Di antara ramai Mata yang melihatnya.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 12:03:2015)




# SIRNA #

Lama sudah kita berjalan,
Di ke indahan Taman,
Di antara Bunga2 nan harum menawan,
Di dalam Kemesraan,
Kini semua tinggal kenangan.

Luasnya Lautan Samudra,
Tingginya Gunung Himalaya,
Telah membaur di dalam Cahaya Asmara,
Tentang kisah Cinta kita berdua,
Kini telah menjadi Sirna.

Aku tak dapat melepaskan,
Tak mudah untuk ku melupakan,
Walau mengundang kepedihan,
Membawa Lara yang tak dapat ku tahan,
Dan menjelma di dalam Ingatan.

Sirna kini indahnya Cahaya Cinta,
Sirna kini hangat nya Kemesraan,
Kebahagiaan yang telah ku Impikan,
Hilang hanya karena kesalah pahaman,
Yang tak pernah dapat kau maaf kan.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 11:03:2015)





# BERTEMAN KAN DINGIN MALAM #

Dingin nya Malam,
Di bawah sinar Temaram,
Aku larut dan tenggelam,
Terbuai di dalam Kelam,
Di tikam bayangan masa silam.

Ingin rasanya pergi,
Meninggal kan Sepi,
Dan tak ingin kembali,
Untuk mengobati Perih nya Hati,
Dalam menelusuri dingin Malam ini.

Tak dapat ku tinggal kan,
Kisah yang pernah ku rasakan,
Dalam Kemesraan,
Penuh Gejolak Percintaan,
Yang kini masih ku Rindukan.

Mungkin sudah Takdirnya diri,
Berselimutkan Embun di Malam ini,
Dan tiada siapa pun yang peduli,
Tentang Resah yang ku alami,
Sebelum lelah memejam kan Mata ku ini.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 14:03:2015)





# BOCAH BOCAH DAN MENTARI PAGI#


Sinar Surya Mentari Pagi,
Kicau Burung2 bernyanyi,
Bangun kan ku dari Mimpi2,
Setelah Lelah menjejaki Hari,
Dalam mencari kebutuhan hidup ini.

Embun menetes di setiab Helai Daun2,
Mengalir perlahan di celah Bebatuan,
Bagaikan irama dendang Kenangan,
Yang tak pernah hilang dalam ingatan,
Di sepanjang Langkah kehidupan.

Bocah2 yang bermain Riang,
Di tengah Padang Rerumputan dan Ilalang,
Ia menatap Awan sambil berdendang,
Layang2an nya pun terbang melayang,
Di terpa Angin yang datang.

Oh indahnya Pagi ini,
Burung2 pun Riang bernyanyi,
Bocah2 yang bermain dan Berlari,
Layang2an yang terbang tinggi,
Memberi arti Semangat di dalam Jiwa ini.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 15:03:2015)





# HARUS BAGAI MANA #


Tersirat satu makna,
Terucap sebuah kata,
Menglun kan irama Cinta,
Dalam menggapai Hangatnya Asmara,
Lalu tercampak kan tiada berguna.

Di saat aku terkenang,
Lamunan ini di penuhi Bayang2,
Terbang tinggi melayang,
Jatuh di terpa Angin yang datang,
Dan tenggelam di Air tenang.

Haus dan Dahaga tak kunjung sudah,
Air di Gelas jatuh tertumpah,
Jiwa kecewa pun semangkin lelah,
Menanti Mendung yang tak kunjung singgah,
Basahi Asa yang kian melemah.

Ingin rasa nya berlalu pergi,
Namun ku masih di sini,
Ingin rasa nya ku tetab di sini,
Tapi ku takut di Lumuti sepi,
Dan aku pun tak tau harus bagai mana lagi,
Bayang2 itu selalu menemami,
Menyelimuti Lamunan kekecewaan ini.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 20:03:2015)





# SUBUH MENJELANG PAGI #

Ku ayun kan Langkah ku,
Tinggal kan desa tempat ku,
Di Pagi Buta ku berlalu,
Tampa tiada yang tau,
Karena ini Perjalan hidup ku.

Rerumputan yang masih terasa basah,
Tak membatasi setiab langkah,
Aku harus dapat Tabah,
Hingga nanti Kaki ini Lelah,
Terhenti dan untuk kembali melangkah.

Tak henti ku sapu Keringat di Dahi,
Tak henti Mata ku ini mencari,
Apa yang dapat ku kerjakan Hari ini,
Dalam mengais Rezeki,
Dan untuk sesuab Nasi.

Ku tunggu putaran roda hidup ku,
Ku tempuh langkah perjalnan ku,
Walau tajam nya kata selalu menghinaku,
Aku tak kan mau tau,
Asalkan nasi yang ku makan Rejeki Halal mu.

Terima Kasih Tuhan,
Ku tau hidup ini adalah perjuangan,
Perjuangan semua ingsan,
Insan yang telah engkau Ciptakan,
Untuk memenuhi Asa di dalam kehidupan.

By : LUmbang KAyung (Asahan 17:03:2015)





# TELAGA DAN ANGSA #


Ku menatap telaga,
Indah mempesona,
Kebeningan Air nya,
Memberi Bayangan nyata,
Kepada sepasang Angsa.

Ku Basahi Wajah ini,
Ku renungi Angsa yang kesana kemari,
Tak peduli aku yang mengamati,
Kemesraan yang begitu berarti,
Dan sepasang Angsa itu tak ingin pergi.

Ingin rasa ku ikut bersama,
Berenang dengan mesranya,
Tinggaal kan Lara yang ada,
Tinggal kan sepi yang melanda,
Di jiwa yang kehilangan Cinta.

Ku hembus kan Nafas kecewa,
Dalam menanti cerita cinta,
Supaya sepi tak lagi melanda,
Bagaikan sepasang Angsa,
Yang berenang dengan Mesra.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 29:03:2015)





# NGANTUK DAN NYAMUK #


Ngantuk,
Kepala pun mangguk2,
Rasa ini pun mengamuk,
Bak Gajah yang kian Gemuk,
Lagi di keroyoki Nyamuk.

Aku ingin terlelab,
Dalam tidur yang tak hanya sekejab,
Jangan ada lagi semut2 yang merayab,
Bersama Nyamuk2 yang terus menghisab,
Yang datang dari Tanah yang Lembab.

Mimpi2,
Mimpi itu lagi,
Tidak menyenangi,
Tidak menakuti,
Aku bingun kenapa masih di sini lagi.

Esok hari masih lama,
Nyamuk2 kian menggila,
Mengigit Tubuh ku yang terbuka,
Tak perduli esok ku harus bekerja,
Iringi perjalanan ini hingga datang nya Senja.

Semut2 yang merayapi,
Nyamuk2 yang menggigiti,
Dan Mimpi2 yang itu lagi,
Tak pernah menghibur diri ini,
Sehingga ku tak sanggub memejam kan Mata lagi,
Di Malam ini.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 28:03:2015)





# MERENUNGI DIRI #


Bukan ku enggan menuliskan kata,
Bukan pula ku asik bermanja,
Hanya ada gelisah di Dada,
Yang selalu melanda renungan Jiwa,
Bila nanti Harapan ini berubah makna.

Bak Rembulan menyinari Malam,
Bersama Sinar temaram,
Mengukir Bayangan di Batu Pualam,
Tersenyum di Hati yang dalam,
Dan nantinya akan tenggelam di dalam Kelam.

Mata Hati telah pun terbuka,
Namun ku masih meraba,
Endah di mana Suara menyapa,
Entah siapa yang mengundang Cinta,
Sedang aku coba bertanya pada kesetiaan yang ada.

Aku hanya ingin Cinta ini nyata,
Tertawa bercanda bersama,
Mengukir indah nya Asmara,
Di dalam cerita Dilema Romantika,
Yang menjadi ke inginan setiab Insan Manusia.

Biar lah aku tetab di sini,
Diam merenungi diri,
Menanti Cahaya Abadi,
Yang akan menerangi Gelab nya kekecewaan Hati,
Hingga nanti sepi tak menyiksa Batin ini lagi.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 27:03:2015)





# DERITA JIWA #

Hembusan Angin berlalu,
Mengusik lembut tubuh ku,
Burung2 yang berkicau merdu,
Menghibur sepi nya Hati ku,
Di antara Rimbunan Pohon yang menjadi saksi bisu.

Ku sandar kan Tubuh ini,
Menatap Mentari yang meninggal kan Pagi,
Dan ku renungi kesendirian ini,
Sepi hampa tiada berarti,
Seakan Jiwa ini telah pergi.

Teringat Asa yang hilang,
Hati ini pun menjadi terkenang,
Tentang hilang nya Kasih Sayang,
Yang pernah membawa ku terbang melayang,
Namun kini menjadi kepedihan yang tak terbilang.

Lamunan ku tak juga sirna,
Kebahagiaan tak lagi ku rasa,
Hanya kecewa yang mendera Jiwa,
Membawa Duka dan Lara nya Cinta,
Di antara tetesan Air Mata.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 24:03:2015)





# CERMIN KU RETAK DAN BERDEBU #

Seberkas Cahaya kini menyapa,
Bias kan Bayang yang selalu Setia,
Hingga kini aku terpana,
Rasa Gembira pun datang bersama,
Menjelma di dalam Relung Sukma.

Namun Cermin ku Retak Berdebu,
Baju ku lusuh dan berbau,
Kata2 kerab menghina ku,
Dan Mata mereka tajam melirik ku,
Seakan ingin kuliti Tubuh ku.

Andai kelak Bahasa ku Sirna,
Itu bukan salah siapa2,
Itu karena hidub ku yang Sensara,
Walau Cahaya mu telah menyapa,
Yang membawa angan ku ke Alam Nirwana.

Terbang lah engkau tinggi melintasi Awan,
Kata kan pesan ku kepada Tuhan,
Aku bukan lah pantas untuk di samakan,
Kepada diri mu yang telah memberi Harapan,
Harapan yang tak mungkin dapat ku wujut kan.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 22:03:2015)





# MUNGKIN KAH MENJADI NYATA #

Indah nya Bintang2,
Rembulan yang bersinar terang,
Yang membuat Angan ku melayang,
Dan Impian ku menghilang,
Larut bersama bimbang.

Namun aku bukan lah lemah,
Aku tak mudah menyerah,
Walau Sayab ku telah patah,
Walau Nafas ku ter engah engah,
Di dalam langkah yang kian lemah.

Kini mulai ku dengar kata Cinta,
Mengusik di Relung Sukma,
Membuka kan Mata yang hampir Buta,
Seakan Lelah ini semangkin Sirna,
Dalam menanti cerita Asmara.

Tapi mungkin kah ini nyata,
Atau hanya Maya belaka,
Yang kelak menambah Sensara,
Menambah beban Derita,
Yang telah lama ku rasa.

Terima kasih Bunga yang kau beri,
Terima kasih Cinta yang kau Saji,
Aku hanya dapat berharab ini bukan lah Mimpi,
Yang kelak melahir kan sebuah Janji,
Dan menjadi penghibur Sepinya rasa Hati ini.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 22:03:2015)




# MENANTI HUJAN REDA #

Kini Hujan membasahi bumi,
Mentari pun tak terlihat lagi,
Burung2 tak lagi bernyanyi,
Bocah2 tertidur bersama Mimpi,
Sedang aku merenungi hari ini.

Ku usap keringat di Tubuh ini,
Ku usap tetesan Hujan yang membasahi,
Masih ada setumpuk harapan yang menanti,
Pekerjaan yang harus ku selesaikan di hari ini,
Demi memenuhi hasrat di Hati.

Hujan tak jua kunjung reda,
Resah kian membara di Dada,
Dan sebentar lagi Langit Senja,
Setumpuk harapan kan segera sirna,
Yang tersisa hanya Bait Doa2.

Terima kasih ya Illahi,
Hujan ini Rahmat yang kau beri,
Sedang kesabaran telah tertanam di Hati,
Hujan tak kan menjadi penyesalan diri,
Walau serpihan Rejeki tak dapat ku miliki di hari ini.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 21:03:2015)





# SELAMAT PAGI MENTARI #


Mentari telah buka kan Mata ini,
Aku terjaga dari Mimpi2,
Di sambut Embun2 Pagi,
Bersama Kicau Burung2 bernyanyi,
Bangun kan ku bersama Sang Mentari.

Ku coba sekedar untuk memejam kan mata,
Hayal ku hadir seketika,
Menyapa Asa yang datang menggoda,
Sehingga Gairah bersemangat di Dada,
Mengudang Cerita yang menanti ku di Sana.

Ku basahi Tubuh ini,
Ku tatap Cermin yang setia menanti,
Wajah lesu pun Ceria kembali,
Secerah Mentari Pagi,
Yang membangun kan ku dari Mimpi2.

Selamat Pagi Mentari,
Hari ini Perjalan hidup kembali bersemi,
Se indah Warna2 Pelangi,
Seceria Burung2 bernyanyi,
Yang mengiringi langkah Kaki ku ini.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 31:03:2015)





# BAGAI NYAWA KEMBALI KE BADAN #


Lama sudah ku pendam kegelisahan,
Merajut sebuah Harapan,
Di dalam penantian,
Yang penuh Gejolak Kerinduan,
Air Mata bagai mengering dalam Tangisan.

Siang bagaikan Malam,
Malam Membias Kelam,
Aku larut dan tenggelam,
Karam di Lautan dalam,
Yang Melukis Catatan Kusam.

Mimpi pun ku nannti,
Berharab Bayang mu datang menemani,
Membawa Asa ini kembali,
Bersama Cinta yang Abadi,
Di dalam Janji yang tersepakati.

Kini diri mu kembali ku temukan,
Membawa Rindu yang lama ku Nantikan,
Dan Hilang sudah Perih nya Penderitaan,
Luka Lara yang sangat menyakitkan,
Bagaikan Nyawa kembali ke Badan.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 02:04:2015)





# TINGGAL KAN DERITA MU #


Kian lemah Langkah ku,
Kian Pupus harapan ku,
Mendung yang Kelabu,
Seperti hentikan perjalanan ku,
Dalam Melebur Hati mu yang Beku.

Ke mana canda mu yang dulu,
Ke mana lagu mu yang merdu,
Adakah Gerimis mengurai Tangis mu,
Adakah kekecewaan itu menghukum mu,
Itu bukan salah mu
.
Kembalilah kepada Asa,
Tinggal kan semua Derita,
Hidub ini hanya sementara,
Bukan menjadi cerita Air Mata Duka,
Duka mu yang kini melanda.

Lihat lah Sahabat ku,
Malam kan berlalu,
Mentari Pagi pasti kan menunggu,
Menerangi kepedihan mu,
Bersama Canda Tawa Cinta ku.

Singkirkan pederitaan,
Hapus Air Mata yang tak berkesudahan,
Di sini masih ada Jalan,
Jalan menuju Kebahagiaan,
Yang pernah engkau rasakan.

By : LUmbang KAyung bersama Yuen wijaya (Tanjung Balai 31:03:2015)






# BAGAI NYAWA KEMBALI KE BADAN #


Lama sudah ku pendam kegelisahan,
Merajut sebuah Harapan,
Di dalam penantian,
Yang penuh Gejolak Kerinduan,
Air Mata bagai mengering dalam Tangisan.

Siang bagaikan Malam,
Malam Membias Kelam,
Aku larut dan tenggelam,
Karam di Lautan dalam,
Yang Melukis Catatan Kusam.

Mimpi pun ku nannti,
Berharab Bayang mu datang menemani,
Membawa Asa ini kembali,
Bersama Cinta yang Abadi,
Di dalam Janji yang tersepakati.

Kini diri mu kembali ku temukan,
Membawa Rindu yang lama ku Nantikan,
Dan Hilang sudah Perih nya Penderitaan,
Luka Lara yang sangat menyakitkan,
Bagaikan Nyawa kembali ke Badan.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 02:04:2015)




# WARNA WARNI SAHABAT #

Ketika menggelegar kata Murka,
Mendengar kabar Dunia,
Tentang Duka sebuah Negara,
Di antara bising nya suara Senjata,
Dan si kecil pun menangis di sisi Jasat Ibunya.

Ketika terdengar suara tawa,
Terlintas kabar Gembira,
Yang penuh Pesona,
Mengecap indah nya Asmara,
Di dalam membina Rumah Tangga Bahagia.

Ketika kesedihan menemani,
Duka Cinta yang menyakiti,
Tentang Lara kerinduan Hati,
Di jiwa yang hampir Mati,
Dan merenungi di dalam sunyi.

Ketika terlintasa ke indahan,
Tentang Bunga2 di Taman,
Tentang Pelangi dan Awan2,
Yang menghiasi Lereng2 Pegunungan,
Di dalam sebuah Kekaguman.

Ketika teringat akan ke Imanan,
Menjadi sebuah kesabaran,
Menyesali semua kesalahan,
Datang dari sebuah kesilapan,
Yang akan di pertanggung jawabkan kepada Tuhan.

Inilah Cerita kita Kawan,
Warna Warni dari setiab Goresan,
Dalam menjalani Dilema seorang Insan,
Yang menjadi Rangkaian kebersamaan,
Dalam Syair dan Pantun Kehidupan.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 08:04:2015)





# KEKECEWAAN #


Di saat ku melihat Angkasa,
Ku ingin buktikan dengan nyata,
Adakah ke kehidupan di sana,
Atau hanya Cerita saja,
Tentang Langik dan MahluK Nya.

Di saat ku tatap Mega,
Entah mengapa ku tak pernah merasa,
Untuk dapat terbang bersama,
Karena Mega kan Sirna juga,
Tinggal kan ku bersama Gelab Gulita.

Namun di saat ku menatap Lautan,
Ku melihat sebuah Impian,
Yang dapat ku rasa kan,
Walau di dalam keheningan,
Bersama Sinar Rembulan.

Dan kini ku merasa ragu,
Ke cewa diri yang tak menentu,
Bagai berjalan di Alam semu,
Mengulangi semua yang telah berlalu,
Yang cukub menjadi penderitaan ku.

Langit ku masih Biru,
awan2 pasti berlalu,
Hanya Lamunanb yang membawa Rindu,
Di dalam segores Syair Kelabu,
Penderitaan dahulu yang kini Masih ku Cumbu.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 10:04:2015)