RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 30 April 2015

Kumpulan Puisi Zharif Vmars Xingeriszeus - LUKISAN HAMPA


" Lukisan hampa "


Telah lama kugoreskan kuas diatas kanvas.
Dengan seribu warna penuh makna.
Namun yang terlukiskan hanya hampa.
Ketiadaan menjadi bayang-bayang.
Apakah ini hakikat kehidupan.
Menembusi tujuh dimensi.
Meretas sebuah reality.
Yang digambar dalam fikiran.
Selagi mampu kan kulukiskan lagi.
Meski tiada sempurna diakhirnya.
Meski terpandang hina.
Itulah jati diri yang sejati.

By : zharif
Surabaya






" Setitis embun diujung ranting "


Bilakah putik berbunga indah.
Jikalau kemarau berpanjangan.
Setiap detik mengharap gerimis.
Kiranya mega hitam tiada menghampiri.
Surya membakar ilalang membara.
Belukarpun terlahap tak bersisa.
Setitis embun diujung ranting.
Terhapus dan lenyap seketika.
Sirna harapan ditanah gersang.
Dimanakah kesejukan yang diimpikan.
Segalanya telah menjadi kisah lama.
Kesuburan terganti oleh kekeringan.
Tersebab kerana insan yang lengah.
Hanya memburu gemerlap dunia.
Tak hiraukan alam yang merana.
Sampai titik akhir menghapus kehidupan.

By : zharif
Surabaya






" Pak tua dalam tempurung malam "


Angin dingin membelai kulit renta.
Langkahnya gontai pelahan menyusur zaman.
Hingga sampai ditepian senja nan memerah.
Netra yang sayu menitiskan airmata.
Jemari gemetaran wajah menatap alam kesuraman.
Sebatang kara arungi kehidupan fana.
Walau tapak kaki penuh luka.
Meski tiada pernah merasai bahgia.
Pak tua selalu bersyukur disetiap masa.
Dalam tempurung malam menanti purnama.
Satu harapan nur ilahi rabbi bercahaya.
Nyata bukanlah ilusi sesaat.
Dengan lafaz suci kalimah tauhid terucapkan.
Hingga jasad tak berdaya dalam pusara.

By : zharif
Surabaya






" Destinasi "

Tujuh purnama mengambang dalam penantian.
Dimalam gelita bercahaya hanya pelita.
Resah hati becanda dengan kesunyian.
Rindukan damai dijiwa tiada sesak didada.
Rebahlah angan diantara angin dan awan.
Nyanyian ini terasa pilu diambang derita.
Raga ini begitu penat menahan sengsara.
Betapa pelik penuh liku diperjalanan.
Biarpun onak duri belukar dihadapan.
Keikhlasan dan keteguhan teruslah membara.
Destinasi ini untuk kehidupan yang kekal.
Abadi pada hari yang telah ditentukan.


By : zharif
Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar