RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 08 Juli 2015

Kumpulan Puisi Sugidi Prayitno - MAKSIAT


//
:sugidi prayitno


Lakumu senandung karma musim hujan, mengisi jutaan mata dengan pantat dan penat,,
Dikengerian banjir mengairi onat
Kesal, mual, bersetubuh khayal.

Tak perlu!
Simpan saja bajumu!
Lalu, tak usah selambar kain tutupi buah, serta tubuh.

Tak perlu!
Onatku selangkanganmu
Berhenti peduli bermoral
Diumbar rasa-rasa semakin nanar

, lihatlah, kita gagal berkali-kali

Lihatlah! Kita gagal menjadi normal, hancur berkeping tanpa kesadaran menuju kosong kehampaan, perempuan-perempuan sakit, berkeliaran disejengkal perjalanan.
Tanpa bosan, dengan bangga
Acungkan dada pada kelam pengguni surga: ini surga dunia dan kau tak perlu berlama bermain khayal? tinggal keluar jalan, duduk, lalu amati tubuh-tubuh perempuan, dikengerian pecah, onatmu menjeritsakittttt.

Sudahkah kalian rasa! Bagaimana onatmu menuding,
panjang besar kau sebut, 'MAKSIAT!’

Haruskah kita (lelaki) tak perlu mengenal dosa di antara dua kengerian: telanjang dan perempuan.

Perempuan menunduk malu?
Simpan saja malumu itu,
Pendosa mata!
Katakanlah lagi binal….
Agar bisa ku rasa (lelaki) perlahan si kecil tercabik siksa..

dalam tawaku…
Engkau perempuan sakit.
_______
st.kebayoran
05 Juli 2015
18:56





ABORSI


Tangan mungil
Melebur
Menuju titik buram kegelapan

Terbang
Bersama luka
Mencabik malu
Merogoh jantung paru serta empedu

Bangsat!
Sudahkah dengar
Pekik tangis
Kematian.

Mungil telentang
Diantara sapa kesunyian
Ditelan senja
Diujung magrib
Bisakah kau panggil ibu!

_______
st.kebayoran
01 Juli 2015
19:53





MIMBAR


Tuhan, kenapa kehidupan ini
Tak kau daur ulang?
Saat ingin bersetubuh denganMu
Sebagai pendosa, kotor, penghianat!

Aku telentang
Dimimbar penuh lamat
Saat bisik takdir masih mendengung
Mengisi getar kematian.

Cara apa lagi
Agar bisa bersetubuh denganMu
Sedangkan kesucian hanya milikMu.
Hinakah! Aku dihadapMu

Sungguh tak mengerti
Misteri selalu tertutup rapat
Agar belajar, mengenal
Dan bersetubuh denganMu.

_____
sugidi prayitno
01 Juli 2015
04:00




WAKIL RAKYAT BERWAJAH TENGIK
:sugidi prayitno


Aku menikmati angin sore
Bersama melodi
Sampai aku terdiam
Pada baris jas berdasi

Satu pertanyaan dalam angan
Apakah mereka merasakan perih?
Jika jas berdasi berisi artis sinetron dan pelawak.

Apa bisa? Keadilan negeri ini Tegak!
Setegak kisah sinetron dan semewah ia bersandiwara pada kemiskinan yang mulai sakit!

Ehmmmmm
Nafas mulai beratttt
Kita yang memilih
Kita yang menyalahkan

Biarlah! Jika rakyat senang
Biarlah! Jika rakyat ikut bersandiwara
Biarlah! Aku menikmati angin dan melodi, sampai aku muak dengan keadilan negeri ini.

Biarlah! Bayi-bayi haram keluar dari rahim kerena terpaksa tak ada pilihan, asal rakyat senang dengan pembodohan hingga mimik enggan berkomentar.

____
2015, jalan terus




Selamat Jalan Zidniy
:Sugidi Prayitno


Kurangkul tubuh penuh darah
Tak berbentuk
Kucium cecer tulang
Kupungut dalam amis air mata

Diamuk besi
Tubuh tak ada arti
Tinggal baju tinggal nama

Zidniy
Zidniy
Zidniy

Pulanglah nak
Ibu menantimu di surga
Ceritamu kuabadikan dalam rasa
Semoga Tuhan merestui perjalanan pulangmu, menuju keabadian.

________
Tj.priuk 25 Juli 2015 23:45
Sugidi Prayitno u/ Zidniy





Zidniy Bocah Ingusan
:Sugidi Prayitno


Kepak kaki
Berenang dahi
Berjalan tumpu jari
Seperti domba berebut lari

Tanpa letih singa mengunyah kopi
Burung beranak menyusui
Sedang kemarau telah menanti
Tanah basah berselimut belati

Penguasa sibuk merias negeri
Tragedi sebentar lagi menanti
Para rakyat menggali mati
Demi hidup lebih berarti
Dari kejam serentetan jeruji

Zidniy bocah ingusan
Seperti harapan tak dirindukan
Tergeletak dijalan
Berebut liang, berebut kenangan

_______
tj.priuk 25 Juli 2015
Sugidi Prayitno





Potret Diri Di Dunia Sepi
:Sugidi Prayitno


God, temani aku hingga malam pekat
Disaat tubuhku mulai sekarat
Nadi mulai kusayat
Temali kugantung di lamat

God, ingin rasa berdiam pada sepi
Terkurung dan tak lagi berbunyi
Meski kuat diterpa hati
Lambat mengendap selalu berdiri

God, rasa jalan begitu panjang
Berkelok tak ada tiang
Hanya jurang serta karang
Menanti kuditepi liang

God, kamar mulai tergambar terang
Kurapal ayat, sampai malaikat datang
Jemput aku pulang
Merangkul jazad ku yang malang

______
Tj.priuk 25 Juli 2015
Sugidi Prayitno








Tidak ada komentar:

Posting Komentar