RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 13 Juli 2015

Kumpulan Puisi Tok Laut - KETIKA KITA MELAJU MENJADI TUA



Renungan Sang Penyair
KETIKA KITA MELAJU MENJADI TUA


Ketika kita melaju menjadi tua ' kadangkala gejolak perasaan itu berada pada titik klimak yang mendua , perasaan yang satu merujuk bahwa kita seakan diasingkan oleh sekitar kita, perasaan yang kedua ' kita seolah tidak sezaman lagi dengan mereka. Mungkin fenomena alam dan lingkungan cukup berpengaruh mensejajarkan energy itu untuk tumbuh tidak seimbang. Hari-hari memang terasa hambar dan lebam, prasangka menjulang tinggi ke angkasa, praduga dekat dan sering menggoda, namun kita juga kadang merasa pada keheningan yang statis dalam sebuah tanda tanya yang tetap bahagia.

Senandung kesepian dari hari kehari semakin terasa, orang –orang disekeliling kita seolah terasa lebih memerlukan orang lain menjadi tempat berbagi ceria, kesunyian dan kesederhanaan kemampuan untuk mengitari realitas hidup harus dipertahankan dalam kidung senja yang temaram. Lamunan kita sering terlontar ke nostalgia ke zaman kanak-kanak yang penuh keceriaan, namun kadang kita harus tertegun, sebab orang tua kita pun dulunya ada yang cukup beruntung dalam membesarkan kita dan ada pula yang kurang beruntung melalui hidup mereka ketika membesarkan kita semua, namun apapun ceritanya dan disisi mana posisi mereka pada saat itu ' mereka telah tercatat sebagai dua sosok pahlawan besar dalam kehidupan kita , karna mereka berhasil meng hantar kita kepelabuhan penuh makna bersama sejarahnya masing masing.

Saat ini ' ketika usia kita melaju menjadi tua ' kadang ada yang berada diposisi yang membuat hati terhempas ke batu terjal mengiris luka sebab permintaan dari mereka ( anak anak kita ) tak dapat kita penuhi, dan ada pula yang yang cukup beruntung ' hingga posisinya dapat berperan sebagai seorang baginda atau raja, karna ia seorang sakti buat anak anaknya ( mampu mengabulkan apa yang dipinta kepadanya ' dari sepatu kulit buaya hingga impian kursi cantik singgasana ).

Begitu jugalah bentuk perasaan yang dilalui mereka ( orang tua kita dulu ) sewaktu mengemban kita sebagai anaknya…….nostalgia kita mundur kebelakang menelusuri tingkah laku kita terhadap orang tua kita ( kadang kita mendesak sesuatu yang diluar kemampuan mereka….ya…Tuhan…..betapa pedihnya perasaan mereka kala itu….) , dan ada pula yang selalu tersenyum jika ia kembali bernostalgia' karna ia dulu adalah pangeran yang senantiasa diemban dan disuguhi oleh sang raja.

.Kalaulah boleh realitas hidup ini mundur kebelakang dan bisa dimulai kembalai, mungkin perjalanan itu tidak membebani pikiran dan jiwa kita lagi.
Hari ini kita mungkin terpaksa merokok setengah batang ji sam su bekas berbuka tadi sore, namun ada juga yang hari ini menikmati hidangan dengan penuh kepuasan yang ditutup bersama cerutu made in holland, Namun inilah hidup, penuh fenomena dan warna ......sahabat ...... marilah kita yakini hidup ini hanya sebuah persepsi dan ilusinasi, kesimpulan itu bukan karena terpaksa tetapi berkaca dari pengalaman yang telah dilewati.

( KITA ADALAH APA YANG KITA PIKIRKAN )

Selamat Sahur ' semoga PUASA KITA ADALAH SEBUAH KESEPAKATAN yang menjadikannya jalan menuju firdausz yang nyaman untuk kita semua

Wassalam
TOK LAUT





Catatan Pinggir Sang Penyair


ramadhan kita hamil tua
yang akan melahirkan kesucian kita semua
namun apakah kesucian itu berumur panjang
hingga mampu mengarungi jalan panjang
yang penuh liku dan persimpangan

TOK LAUT




Renungan Malam
SAJAK BURUNG HANTU


kabarnya kau sudah bersahabat dengan burung hantu
dengan alasan karna matanya besar dan bisa memandang meski dalam kegelapan

kabarnya kau bangga betul berteman dengan burung hantu
karna kamu berasal dari satu sarang

kabarnya kau senang betul dengan gaya dan gerak burung hantu
karna jika ia memandang kebelakang sama seperti melihat kedepan

kabarnya kau juga suka kelayapan malam
terbang dan hinggap dipepohonan rindang
dan menyantap tikus binaan tuan

oh burung hantu ...... sahabatku kini teman sejalanmu ...
doa burung pipit tetap bersamamu
TOK LAUT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar