RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 29 Agustus 2015

Kumpulan Puisi Sugidi Prayitno - TITIK DUA


TITIK DUA (..)
Sugidi Prayitno


Sudah terlalu lama aku menunggu cinta lahir dari rahim seorang ibu.
Lalu bagaimana aku harus belajar mencintainya, jika aku lupa cara menjaga hatinya, terlebih jika cinta sangatlah asing, seolah-olah aku nyaris tak mengenalinya.

Inilah cinta yang mana aku hidup dan
berdiri. Dimana hanya sedikit orang yang mencoba mengerti.

Bahkan sudah terlalu rumit untuk mengartikan keberadaan cinta yang kunanti, banyak yang merasa tak perlu
Untuk memikirkannya, tetapi selalu saja membuat beban seolah terombak begitu jauh kedasar rasa.

kadang aku harus bercumbu dengan pena dan kertas sampai aku lupa kehadiran cinta yang telah lama aku nanti. Namun itu semua sungguh tak berarti, jika aku harus menerima kenyataan, cinta yang aku tunggu telah lahir dan harus aku rawat.

Sebab menjadi orang baik dan mampu berdiri sendiri tanpa cinta adalah bencana, walau bencana itu seringkali terasa legit dan membawaku ke dalam dunia yang penuh kesenangan semata..

Aku tak akan pernah mengerti arah cinta kan berlabuh. Yang aku tau, aku harus terus belajar menjaga cinta agar tak terluka, titik dua (..)

_____
Bekasi
Malam, 17 Agustus 2015



NEGERI YANG BERHENTI BERCERITA
:sugidi prayitno


Anak-anak mati kelaparan
Di negeri yang akan merayakan kemerdekaannya/ pengangguran mulai menghiasi pinggir jalan/ apa lagi kemiskinan mulai jadi alasan para pejabat berpesta/ ini negeri bukan ladang kepentingan/ ini negeri dari jerih payah darah/ krisis diambang mata/ krisis mulai terasa/ krisis seperti bom/ meledak kapan saja/ tanpa tau air mata.

Senyum anak-anak tak pernah bisa terganti/ mereka adalah harapan disaat negeri mulai mati/ disaat negeri harus menerima kenyataan akan bencana/ mereka akan terus tersenyum.untukmu aku dan mimpi.

Negeri yang mulai berhenti bercerita
Negeri yang hilang jati diri
Negeri yang dulu dibanggakan
Kini tinggal cerita, untuk generasi sakit

___
sugidi Prayitno
----------------------------------------





KONSEP PERTAMA CINTA
:sugidi prayitno


Hari ini untuk pagi dan pelangi
Embun kayu dan batu
Tak Sempurna cinta
Apa lagi surya
Tak Sempurna
Cinta kebohongan dusta muna
Akhirnya pisah
Sedih dikala sendiri
Tak Sempurna cinta
Angin daun dan mimpi
Hanya ilusi
Tak harap iba
Apa lagi cinta
Libas jalan sunyi
Sendiri
Yang kan terjadi
Biarlah terjadi
Tanpa atas nama salah
Jalan tak peduli
Kaki tak peduli
Tak kan ada yang peduli
Sesal hanyalah iblis yang setia
Jalan masih panjang
Tak harus Sempurna
Hari ini saja sedihmu berlabuh
Lalu tambatkan tali pada dermaga
Esok berlayarlah arungi luas lautmu
Aku disisi doa-doa untukmu

_______
Kebumen 2015
Sugidi Prayitno






NEGERI YANG BERHENTI BERCERITA
:sugidi prayitno


Anak-anak mati kelaparan
Di negeri yang akan merayakan kemerdekaannya/ pengangguran mulai menghiasi pinggir jalan/ apa lagi kemiskinan mulai jadi alasan para pejabat berpesta/ ini negeri bukan ladang kepentingan/ ini negeri dari jerih payah darah/ krisis diambang mata/ krisis mulai terasa/ krisis seperti bom/ meledak kapan saja/ tanpa tau air mata.

Senyum anak-anak tak pernah bisa terganti/ mereka adalah harapan disaat negeri mulai mati/ disaat negeri harus menerima kenyataan akan bencana/ mereka akan terus tersenyum.untukmu aku dan mimpi.

Negeri yang mulai berhenti bercerita
Negeri yang hilang jati diri
Negeri yang dulu dibanggakan
Kini tinggal cerita, untuk generasi sakit

___
sugidi Prayitno

Minggu, 23 Agustus 2015

Kumpulan Puisi Topan Kejora - KHABAR


Khabar

dari penggalan pesan bernadamu
tersirat dan tersurat fahamlah daku
terkurung hasratku yang gagu
lemas daku di dodoi rindu berkurun

tapi ukhuwah ini cukuplah bagiku
karena memang tak mesti berharap lebih
kepada rentak kepada riak yang berarak
selain pada Dzat yang mengolah gerak
agar ke manapun harap berlabuh
selamatlah ia di persinggahan teduh

sembari mengangguk bak burung balam
tiap tuturmu selalu setia kugenggam
sebab mustahil aku seberangi lautmu
dengan layar lapuk siapalah aku
sedang riuhmu di nirwana
bayangmu di dataran mayapada
sapamu tersirat di mimpi tak bernama
sedang aku tak henti terpana
tak sekilanpun melupakanmu juwita

biarlah tempias rindu menjadi antologi
yang kurangkai bermanterakan suci
untuk jarak yang ditinggalkan dekat
kupersingkat dengan dua rakaat
dalam hakikat janjimu ku ikat
pada tirakat gemuruhku pun terobat

-------------------------------------------------
TWA,
Kalimantan Barat - Indonesia ; 2015.




Kumpulan Puisi Pengendara Langit - KENANGAN FEBRUARI DI PUTIH ABU - ABU



KENANGAN FEBRUARI DI PUTIH ABU-ABU
OLEH : Pengendara langit


Februari adalah fragmen perjumpaan yang menjadi musim semi yang berbunga di hati kita berdua. Kita adalah remaja berseragam putih abu-abu yang baru menjejakkan hati mengenal cinta, menjadi petualang muda yang berharap tak mati sia-sia oleh asmara yang kita ciptakan sendiri.
Putih abu-abu yang pernah kita pakai dulu setiap jengkal putih nya ada beberapa coretan dan tanda tangan sahabat-sahabat kita, kita rayakan pada perjumpaan terakhir, menjadi tanda kita pernah berjuang sama-sama menghadapi mate-matika, fisika, kimia, dan akuntansi yang setiap jadwalnya sangat kita takuti. Apalagi guru perempuan tua cerewet yang setiap kedatangannya selalu menanyakan tugas pada masing-masing kita. Menjengkelkan sekali pada waktu itu,
Kita selalu menggerutu pada bapak berkacamata yang mengajar fisika juga pada bapak yang buncit perutnya mengajar matematika
Tapi berbeda denganmu, kau tenang seolah tak ada beban apapun, dibanding dengan beberapa kami yang hampir taksuka pelajaran itu. Kau juara masa itu, idola semua remaja dikelas kita.
Bagiku, aku adalah laki laki yang paling beruntung, Karena bisa mendapatkan sebuah hati miliik bidadari di kelas yang yang menjadi kenagan yang aku kisahkan sekarang.
Kala itu kau menjadi semangat yang terus membara membakar gigihnya cita-cita, menjadi embun yang menyejukkan, udara yang menyegarkan dan cinta yang membuatku teguh menatap masa depan
Ingatkah, sewaktu upacara kita sesekali tak luput saling mencuri tatap, matamu yang hitam dengan senyum yang teramat manis menjadi pengantar pagi yang kuterima setiap hari, Dan rugi sekali bagiku tak menikmati senyum itu barangkali sehari.
Selepas upacara di pagi yang teduh ku beri aku sepucuk kerta, Jangan kau baca disini, simpan dan baca setelah pulang nanti (katamu)
‘’Dari seseorang yang mencintaimu
Untuk orang yang paling ku sayangi, sejauh aku mengenalmu, memahami dan mengerti segala perasaanmu, aku tau bahwa tulus benar kau mencintaiku, aku berharap besar bahwa kelak kita akan melangkah bersama menggapai segala cita-cita yang kita ceritakan berdua, aku selalu berdoa agar tuhan mengabulkan segala pinta ku tentang yang kelak aku akan menjadi makmum yang mengamini doa-doa yang kau panjatkan,berharap kau bisa jadi pemimpin bagi hidupku sampai pada pada anak cucu kita. Semoga cinta kita selalu abadi, (perempuan yang menyayangimu)
betapa gembira membaca surat itu, belum pernah kurasakan sebelumnya perasaan dan degup jantung yang heboh semacam ini sebelumnya.
Tiga tahun berlalu kita mengukir cerita itu, tak ada yang berubah kecuali perasaan yang semakin deras mengalirnya, kukuh harapannya, namun semakin takut kehilangan semuanya.
Benar sekali yang aku takutkan, 4 thun setelah perpisahan sekolah yang kita saling menangis lalu berjanji untuk tidak saling melupakan walau nanti kau pergi pada sebuah kota yang hingar dan riuh suasananya demi menggapai segala ingin dan cita-cita bagimu, lalu tak lupa juga ku ingat bahwa katamu kelak kau akan datang hanya untukku demi segala yang pernah kita ceritakan menjadi nyata.
Tapi hingga saat ini beberapa tahu berlalu tak juga ada kabar apapun tetangmu, barangkali kau lupa atau hingar dikotamu menutup segala ingatan tentang kita, atau pula kau sudah entah kemana dan punya cerita yang lebih baik yang nyata bukan hanya sekedar harapan belaka seperti yang kita punya.
Putih abu-abu yang kupakai ketika masa kita dulu masih kusimpan rapi hingga kini, menjadi kenangan yang tak hanya sekedar diingat, namun dapat kulihat nyata. Barangkali jika kau tak ingat sekalipun atau memang sengaja kau melupakan segalanya tetap saja aku masih sama seperti kala itu, laki laki yang selalu ingin selangkah berdiri didepanmu dan kau menjadi makmum mengamini segala doa.

( agustus 15’’ Pengendara Langit)





SELEPAS PEMAKAMAN
(wanita yang mengenang lelakinya)


Pagi pukul 11, adalah pagi yang basah oleh air mata, Seluruh tangis menggema disini, Dipemakamanmu,
Bukan berarti tangis ini lantang kami suarakan seolah kami tak ikhlas melepasmu, tapi ini mengalir deras entah dari mana, tak terbendung. Barang kali air mata ini mencoba membasuh mata betapa melihatmu dimakamkan adalah kehilangan yang menjadi perih
Kau sahabat dekat yang setia sehingga semua orang tau benar bagaimana cara mengingatmu, Kau itu pria gagah yang sekali pernah kutemui, lalu kau bercerita bagaimana cita-citamu ingin menggenggam dunia, kau ingin menjadi raja lantas akulah satu-satunya wanita yang menjadi permaisurinya. Kau kawan baik bagi semua teman-temanmu, yang ku tau kau menebar senyum pada semua, pribadi riang yang membawa gembira, sahabat baik yang tak pernah ingkar janjinya, lantas bagaimana kami lupa karena kau adalah orang yang gampang dikenang
Memang benar bahwa dunia tak punya hati, baru kemarin kau riuh bercerita bagaimana kelak kau dan aku akan membawa cinta yang katamu kita akan duduk bersanding dihadapan penghulu dan disaksikan orang-orang yang akan mengucap –Sahnya pernikahan kita.
Namun hari ini doa yang pernah kita amini tak lagi menjadi nyata seperti yang kita idamkan beberapa bulan lalu. Aku tak pernah ingin menuggu hingga lupa, karena tetap ingin ku ingat ketika kau pernah katakan “sayang mari kita hidup bersama punya anak-anak soleh-soleha yan sudah kita buat nama-namanya untuk mereka sampai rambut kita putih menua lalu kita akan mati sama-sama”
Tapi hari ini nyata bahwa Tuhan lebih menyangimu dari besarnya sayang ku, sungguh tak mungkin aku menentang takdir dari Yang menciptakan kita, barangkali kau sudah disiapkan rumah yang damai disana yang entah bila aku akan menyusulmu digiliran pemakamanku berikutya. Semoga damai jiwamu, dan kuabadikan hari ini sebagai tragedi sedalam pemakaman.
Kukenang sampai kelak aku lupa namaku sendiri

(19 agustus 15’’ Pengendara Langit)






PRIHAL KEPULANGAN

Lima tahun lalu,
Tepat pada sore yang teduh di tempat yang sudah kita janjikan betemu
Perempatan menuju stasiun keberangkatan kepergianku
Hari itu menjadi saksi yang basah karena airmata
Yang pilu karena kita menanam rindu untuk beberapa lama takkan bertemu
Yang suci karena janji menjdi peneguh cita-cita
Hari itu, masih teramat kuat ku ingat
Ketika sempat kau ucap,
“Bahwa kepulanganku sesuatu yang pasti akan kau tunggu Tak peduli setahun, lima tahun atau mungkin seabad sekalipun Atau mungkin sampai tanah bertuah kita runtuh lalu menjadi nama dan sejarah Atau sampai ketika rambut kita putih menua,‘’walaupun aku pergi, jiwa mu akan selalu dekat dengan jiwaku,Tak peduli seberapa jauh laut dan jarak yang menjadi penghalang bagi kita, (Katamu) ku tak boleh bersedih dan berputus asa, karena cinta bukan membawa tangis dan duka tapi harapan yang akan membawa kita pada bahagia. Semoga tuhan menjaga ku, Kau dan Jiwa yang menyatukan kita. Kau akan menunggu dan menjaga sesuatu yang istimewa sampai pada masanya aku pulang’’
Sumpah yang kali itu teramat sakral serupa tiang yang terus menyangga harapan ,Seperti hujan yang menyuburkan kemarau. Hingga prihal kepulanganku adalah kewajiban yang harus kutepati,
Lima tahun setelah itu, yaitu hari ini,
Setasiun yang waktu itu menjadi tempat perpisahan kita masih terlihat sama seperti waktu itu, juga perempatan tempat bertemu terakhir kali.
Hari ini menjadi hari yang mati, sama seperti melihatmu pergi dari dunia ini.
Seabad yang kau janjikan untuk menunggu ternyata hanya sekedar sesuatu yang tak layak untuk diingat, tapi menjadi kenangan yang mustahil dilupakan
Kepulangan ini menjadi hal yang sia-sia, melihatmu bersanding menggenggam tangan laki-laki dengan seorang bocah yang kau gendong adalalah sesuatu yang mengharukan lebih daripada melihat kematian
Tak ada lagi yang bisa ditangisi, karna hari ini tangis tak lagi bisa menjadi penerjemah perasaan yang tak lagi punya bahasa, mata yang tak lagi punya air mata. Raga yang hampir lupa pada nyawanya
Padahal, telah kuhafal lafaz suci kabul terima nikahnya atas namamu lengkap dengan mas kawinnya
Juga telah kusiapkan sebuah rumah lengkap dengan dapur dan beranda yang kelak akan menjadi tempat kita berumah tangga, untuk anak-cucu kita
Semuanya sia-sia serupa seperti asap yang mengepul perlahan hilang diudara, menjadi kisah yang tak lagi mungkin akan kubaca.
Sampai hari ini masih teguh kupegang janji dan cinta padamu, namun menjadi haram meridukanmu
Hampir mati aku menanggung kemalangan yang menimpa ini
Namun bukan berarti aku harus mati lalu kau juga ikut tangisi setelah kematian ku nanti
Betapa kita pernah bercerita bahwa cinta bukan saling melemahkan tapi adalah harapan yang akan menjadi sebuah nyawa bagi kehidupan
Kali ini tak boleh ada air mata yang jatuh,
hati yang pilu,
Karena itu teramat mahal harus kau lunasi yang bahkan mencicilpun kau tak sanggup
Sebenarnya, kau teramat pantas dilupakan
Tapi bagiku, segala kenangan adalah pelajaran

SILO BONTO, 17 JULI 2015 (PENGENDARA LANGIT)





LANSKAP PERPISAHAN

Kita yang dipertemukan pada sebuah perkuliahan, seolah menjadi sepasang boneka berbaju pengantin putih. kata orang-orang kita sangat serasi menjadi sepasang mempelai. Tak jarang mereka bergumam canda menanyakan undangan tentang meminangmu.
Tidak kah mereka tau, ada tangis yang tercipta dibalik sepasang mata. Menyamar menjadi sebuah senyum yang musti berpura-pura bahagia.
Kita menciptakan episode pertemuan yang tak tamat sesuai yang kita lafalkan, tak sama perannya seperti yang dinaskahkan. Padahal hari itu kita sudah menulisnya pada titah-titah sumpah yang teramat pantang kita mengingkarinya.
Tak ada seorangpun yang tau bahwa kita sungguh luka, orang-orang hanya berseliweran seolah menjadi musik instrumen pengiring lagu pilu yang kita nyanyikan, mereka tak pernah tau bahwa tiket-tiket bioskop yang pernah kita kumpulkan, atau foto yang pernah kita abadikan. Kini menjadi sajian perih yang selalu kita cicipi ketika kita melihatnya, memeluk luka yang perih ketika mengenangnya.
Siapakah yang akan menghapus air mata kita? yang kita jadikan pembasuh darah yang keluar dari hati kita berdua. Sementara waktu hampir dituntaskan belum juga kering luka kita, belum juga lupa riwayat yang tertulis dari dua pasang mata yang harusnya menjadi mempelai serasi namun terpisahkan oleh sebuah kedaan yang diciptakan orang tua kita.
Tak mungkin kita menentang mereka yang memilihkan pasangan untuk masing-masing kita, pasangan yang mengukung harapan kita berdua, menjadi kebekuan yang menyala setiap saat mengajak kita kabur dari segala kepalsuan.
Sementara kepiluan semakin merenjana, menjadi lanskap perpisahan, menyulut pasrah didalam dada. Biarlah kita yang tau bahwa kita adalah sepasang mempelai yang tak disatukan, kita bukukan sebagai riwayat perkuliahan, sama-sama kita kennang sampai izrail mencabut nywanya sendiri.

(Pengendara Langit)

Kamis, 20 Agustus 2015

Kumpulan Puisi Endang Misnawaty - MENTARI KU


Mentari ku

Kujalani,,,,
Hari demi hari dgn perasaan kosong
Ingin kumenangis menjerit tapi suaraku parau
Berteriak,,,,,
Rasanya percuma
karena semua org sdh saling teriak
Semua sdh menyuarakan isi hatinya dgn kepongahan
Tanpa mengerti jika semua org sdh menutup telinga
Semua org sdh jemu,,,
Saat ini yg dibutuhkan hanya kedamaian dan ketenangan
Tanpa harus saling teriak memaki dan menghardik..!
Saat ini.....
Aku menangis utk satu revolusi mental dinegeriku
Semua jadi serba kacau
Semua saling menyalahkan....!
Tanpa mau membenahi diri masing masing
Agar kekacauan sirna dan berganti jadi kedamaian
Tapi semua mustahil.....
Tanpa mau menyadari diri masing masing
Kotaku juga kian kelam
Kota yg sangat kubanggakan
Kini berubah jadi ajang politik
Disana sini saling demo utk mempertahankan keyakinannya
Duh gusti....
Jangan biarkan aku larut dalam kemelud ini
Biarkan aku berjalan dgn caraku
Dengan senyum dan keyakinanku
Kan kurengkuh semua jadi satu
Agar kotaku kembali damai dalam ketenangannya

""""""""""""""
By Endang Misnawaty II
Di gubuk tua rumahku
Siantar city kotaku 12/8/2015 9:09

Minggu, 09 Agustus 2015

Kumpulan Puisi Emmy Metamorfosaa - WASIT


WASIT

Tiada guna berfihak
Pada dua gajah berantuk
Kelinci hanya akan mati ditengahnya
Bangkainya kan terbiar mengurai

Sabar ku dengarkan jangrik mengerik
Walau sesungguhnya berisik
Resahnya kusambut walau kusendiri kalut
Apa jadinya, ku kini kambing berbulu hitam

Goresan amatiran
Kisaran'07-08-15



-----------------------



Ku bukan kucing
Ku cuma seekor singa
Yang terlalu banyak memangsa geram
Hingga rahangku sariawan
Dan tak ingin disembuh

190815
Goresan amatiran



----------------------------------------

Besok kuakan menjadi fower rengger
Beruban!!,eh,berubah~~
Jangan tanyakan tentang apa apa
Apalagi tentang siapa dan kenapa
Jawabannya hanya "entah"
Cukup sendokku yang ikut campur dalam larutan gula dan kopi
Ku ingin mencari emas di arus diam tak bermuara


---------------------------------------------


Gerak galaksi kian berat dan terseok
Terlebih mentari yang sengak itu memaksa awan
mengembalikan air yang telah diterimanya dicurah kembali sebagai hujan
Dengan berbagai kondisi sebagai alasan
Fenomena dua kutub bumi yang gagal

Kumpulan puisi Zack Lee Aulia - BELENGGU WAKTU


BELENGGU WAKTU


Mengapa kau masih bertanya siapa diriku
Sedangkan waktuku yang berlalu
Itu bersamamu
Dan segala kisah kita yang kini sirna,
Itu semua hilang seiring bayangmu

Mengapa kau masih bertanya kenapa aku masih tetap nencintaimu
Meskipun kini kau tlah berlalu dari hidupku
Karna apa?
Cinta itu tak mengenal waktu
Bilapun cintamu padaku terbentur jemu

Itu tak berarti mampu hancurkan cintaku padamu
Dan bila itu terjadi
Maka aku hanya ingin putih tulangku

07 agustus 2015





SISI MANUSIAWI


Menangislah sekelas kerasnya
Karna menangis itu bukan menunjukkan kita lemah
Namun menangis adalah sesuatu yang manusiawi
Yang mengajarkan kita tentang kejujuran
Setidaknya jujur pada hati dan diri kita sendiri
Siapa yang menganggap menangis bukan dewa penolong
Dari keadaan yang telah terjadi
Apa mereka mengerti
Jika air mata itu bukan ajimat sakti
Tapi tanpa air mata
Apakah kita bisa dianggap miliki hati?
Dan ketika tak lagi ada air mata
Apakah benar kita telah mampu miliki seluruh mimpi
Dan semua itu bisa terwujud sebagai sebuah bahagia yang pasti?
" Semoga air mataku yang kemarin sempat luruh kebumi
Bisa membuatmu paham dan mengerti
Jika kau satu dan tak terganti "






SEPENGGAL LARA

Sesuatu yang bernama cinta itu telah kubunuh mati
Jasadnya aku tinggalkan diantara puing puing kenanggan
Diantara sisa sisa peradaban bernama perasaan
Karna apa?
Cinta terlalu egois
Mengikatkan kecemburuan di tiap jengkal tubuhku
Dan dia selalu mencambuk hatiku dengan duga
Aku tak tahan
Aku kehilangan akal dan pemikiran
Aku berontak, aku teriak
Aku patahkan angan tentang kebahagiaan yang pernah kita impikan
Dan aku hunjamkan kenyataan
Tepat di antara dada dalam perasaan
Ia roboh dan aku biarkan dia binasa
Karna kau lebih suka melihat cita
Dan aku memilih terluka
Bagiku luka hari ini
Lebih bisa menjadi dewasa
Pada esok dan selanjutnya
Sebelum cinta yang kujaga merenggut nyawa pada episode kita selanjutnya

Joglo 26 agustus 2015





Lagu Diantara senjaku

Apa kabarmu matahariku?
Apakah kini kau tengah terlelap diantara rindumu padaku?
Matahariku.
Setelah kepergianmu,
Gelap rinduku
Dan ketiika kau benar tenggelam,
Aku hanya bisa mengucap pelan, "MATAHARIKU"
Kutunggu fajarmu datang
Beriku terang
Rinduku hilang

Bekasi 21 September 2013





YANG BISA KU KUKATAKAN

Memang aku liar
Memang aku sedikit jalang
Aku tak akan membantah
Dengan dalil dalil yang memang aku tak paham
Dan aku takan berusaha membuat alibi agar aku dianggap benar
Bagiku salah ataupun benar itu hanya sebentuk prilaku/perbuatan
Dan yang berhak menilai salah ataupun benar
Bukan kita sesama insan
Melainkan sang kuasa pencipta alam
Dan apakah kita sadar jika jalan hidup kita telah ditentukan
Bahkan sebelum kita dilahirkan
Meski diberikan pilihan

Joglo 26 agustus 2015
Jakarta barat





KABAR SENJA

Seperti biasa
Senja masih menjelma bersama merah saga biang lala
Ada sejumput harap disana
Tentang esok, tentang lusa
Yang akan datang
Tentang bahagia
Yang kita tebarkan sebagai cita
Semoga, apa yang kau harap
Sama halnya dengan mimpi yang masih ku punya
Bukan untuk merengkuhmu dalam bahagia itu
Tapi
Menatapmu bersama bahagia itu
Memang terluka
Tapi itu biasa
Satu hal yang luar biasa
Aku bisa melihatmu bahagia
Meski dengannya
Karna mencintaimu telah menjadi nyawa
Dan matikan cintaku padamu
Aku tiada
Semoga kau tau aku telah menjadikan bahagiamu do'a
Dan bahagiaku
Kan dinikmati secukupnya

Sumpiuh 25 agustus 2015





Romansa

Jika bahagia yg coba kucipta
Tak mampu buatmu nyaman dalam rasa
Haruskah aku bertaruh nyawa
Agar kau percaya jika rasa yg selama ini ada
Tak pernah jauh dari hasrat tentang kita
Sebuah cerita yg bermuara pada sebuah norma
Dan kita menjadikanya sajian nikmat masa
Tanpa pernah kita tanya
Apa yg membuat kita tetap menikmatinya,
Apa kau menganggap aku miliki semuanya dan berharap menjadi kelopak sempurna bahagia?
Atau bahkan kau menganggap aku sebuah jiwa durjana dan kau inginkanku menjadi sempurna
Hingga kau berharap bisa menggantungkan cita
Diantara luka yang kupunya
Bagiku, kau adalah sebuah kenyataan pahit,
Namun ,aku nikmati itu semua,
Sebab, pada suatu ketika aku pernah berharap pada putaran masa
Agar apa yg kurasakan bisa sesuai dengan apa yg diinginkanya.
Tapi apa?
Kenyataan terlalu perkasa
Untuk kukalahkan menjadi rasa biasa
Hingga ahirnya
Cinta yg kuharap bisa bertahta
Sepertinya harus rela meregang nyawa
Demi sebuah kenyataan dan aku tau itu NORMA
Masihkah kau ingin bertanya?
Sementara aku letih ceritakan luka!


Jumat, 07 Agustus 2015

Kumpulam Puisi Drs. Mustahari Sembiring - PEKATNYA KENANGAN


KONTRAK GAIB
Karya MS sang muham


Aku percaya pada nyata
saat semua terbaca
jalan diri diujung senja, awal kabar surya
Jika masih kau ingat kita bertukar soal
meski keyakinan berlebihan takaran
sekarang kau terpuruk dikubang sama

Jarak dan waktu memicu lupa
tapi sabda terucap masih basah dilidah berasap
nyatanya tak mampu kau lepas jerat nafsu
mengubur waktu disumur sembilu
kontrak gaib tak berbatas kadaluarsa

‪#‎Billymoonistanaku‬, Augustus 04/2015 = 11:11 wib





PEKATNYA KENANGAN
Karya MS sang muham


Pada pekatnya kenang
raut kerap membayang
lintasan asa diranah rasa

Aku tak percaya pada melupa
tak kan semudah itu
lunturkan kenang

Sungguh, aku menyadari berdiriku
sisi maya takdir
atau bahkan catatan buruk kehidupan
maafkan hadirku

‪#‎Billymoonistanaku‬, Augtustus 01/2015 = 12:12 wib





MEMBASUH HATI
Karya MS Sang muham


Aku yang terguyur derita
Basah kuyup air mata
Tinggal sebatang hati

Tak ada tempat berteduh
Segalanya terbiarkan
Tertinggal sebatang kara

Aku juga telah berlari sekuatnya
Menghindari jurang hati
Pada sisi kelam keseimbangan jiwa
Kurangkai hasrat diujung rasa
Semoga tak kecewa

Cikeasperjuangan,July 30/2015 = 19:19 wib





MENGUMPULKAN KENANG
Karya MS sang muham


Aku sedang mengumpulkan kenang
menjilidnya sewarna rasa
biar tetap tertata di pustaka jiwa

Banyak naskah tercecer bahkan tak kupahami
dialog terpenggal penggal kurun waktu
suatu saat bolehkah kuminta nostalgia itu darimu

Jalan takdir menuntun kaki kita membuat jarak
apapun titik kritisnya pada episode silam
bukankah kita cuma melakonkan peran tersuratkan
semestinya dilandasi kejujuran keikhlasan
maukah kau memaafkan khilafku sebelum sinetron dicukupkan

‪#‎Billymoonistanaku, Augts 09/2015 = 10:50 wib





WAKTU
Karya MS sang muham


Waktu,
terlalu banyak berhutang padaku
janji tak tertunaikan

Waktu,
anugrah tak ternilai sepaket jiwa raga
kelak ditimbang dialam keabadian

Waktu,
tiket sekali jalan tak mungkin diulang
taburi kebajikan seturut perbuatan, sisa waktumu
transit didunia sementara jangan tersia
bekal dikeabadian dimana jarak, ruang dan waktu tak berdimensi

‪#‎Billymoonistanaku, Minggu pagi, Augts 09/2015 = 09:09 wib





RODA KEHIDUPAN
Karya MS sang muham


Kita pernah meramu asa
silam terkaram dilembaran nostalgia
bagaimana bisa ku memungkirinya

Jika kini warna tak lagi senada itupun logika
jejak jejak yang kita ukir sungguh digaris maya
untuk apa mencari pecundang jika kita sebaris disana

Hidup tak semestinya menakar apa terbaca
lalu tak perduli menebar berita tak punya rasa
bukankah hari masih terurai dimuka
roda roda kehidupan sarat berita

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasa, August 12/2015 = 12:12 wib





JATI DIRI
Karya MS sang muham


Hari ini kuhadirkan jati diri
dalam pekik suara hati
ijinkan kutapaki jalan ini

Kita pernah bertutur salam
meski telah karam ditelan malam
tapi adegan demi adegan tak bisa terlewatkan

Aku pernah kau beri tempat berdiri
meski cuma dibalik bayang bayang kelam
sisi hitam kehidupan
nyata itu tak mungkin terhapuskan

‪#‎Billymonistanaku‬, Selasa, Agust 12/2015 = 08:38 wib





INILAH AKU, SANG MUHAM
Karya MS sang muham


Aku kini diujung ngeri
saat sejuta anak mata menikam dada
bertanya siapa beta

Bahkan hadirku membawa nyeri
hingga diretas diujung hari
maka kuhadir membawa sunyi

Inilah aku kawan
sang muham dalam catatan
merindu kedamaian
berharap cinta diujung putus asa

‪#‎Billymoonistanaku‬,Selasa, Agust 12/2015 = 08 : 08 wib






RESAH KAU TEBAR
Karya MS sang muham

Resah kau tebarkan nyeri
kering ladang jiwa terbengkalai
runtuh pada sisi terabaikan

Mulailah bersenandung
burung gagak berkoar garang
nadi hati kian terkekang

Kukembalikan ke Khalik Abadi
mengulurkan asa apa adanya
setia jujur dan sabar
kelak terbaca tiap suku kata
siapa kita sesungguhnya

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabu pagi, Agust 12/2015 = 09:09 wib





MENGAPA
Karya MS sang muham


Kubentangkan persahabatan putih
seturut warna suara hati
mengapa dizolimi

Kurentangkan kisah hidup dan kehidupan
seturut jalan diri karma nurani
mengapa dinodai

Kutandangkan nyata diri tak bawa sengketa hati
seturut santun anak negeri
mengapa disakiti
pula meruahkan nafsu insani
aku tak punya silang hati

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabu, Augts 12/2015 = 08:08 wib





MUSYAFIR KELANA
Karya MS sang muham

Terpenjara diruang rindu
dinding hati membeku
pucuk asa melayu

Terhukum diruang hampa rasa
nyanyi kalbu rintih lirih
embun menetes disudut mata

Musyafir kelana dirimba ibukota
kesepian ditengah keramaian
tak jejak menapaki jalan diri
diterkam sunyi nyeri tiap senja menutup hari

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabu, Agts 19/2015 = 07:47 wib





MENGENANGMU
Karya MS Sang muham


Mengenang riwayat lusuh
Nuansa mendadak sunyi
Dipagut nestapa

Batas rindu terlampaui
Saat senggang terhidang
Sudut hati berembun

Betapapun upayaku menjangkau bayang
Tetap pupus diujung tanya
Hingga lelah menerkam sukma lara
Berakhir dibatas cahaya
Hingga kusadari tak ada artinya lagi
Halte telah lama ditinggal pergi

‪#‎lebakcawenetanahpasundan‬,Selasa, Agts 18/2015 = 14:14 wib





MERENTANG HATI
Karya MS sang muham

Merentang hati
mengambang kenangan
membekas dilubuk sukma

Mengembara jiwa
menyusuri lorong lorong sunyi kalbu
mencari jejak tak pernah berkabar

Catatan kalbu kerap datang bertandang
tinggalkan lara yang tak hendak hilang
bagaimana mesti kurangkai kalimat pengharapan
barangkali kelak masih ada waktu merangkai senyum

‪#‎Lebakcawenetanahpasundan‬, Selasa, Agts 18/2015 = 09:39 wib





NOSTALGIA TERCECER
Karya MS sang muham


Bagaimana mengikis nostalgia tercecer
jika nyalanya masih mendominasi hati
mewarna didinding nurani

Jengkal demi jengkal langkah kaki telusuri jati diri
masih tak mampu lucuti catatan rahasia jiwa
hitam putih silam terbenam milik bersama

Jika puisi ini sempat terbaca sedalam telaga
ingin kuingatkan nazar tertunda
sejuta kata terucap henti diujung bibir berbisa
maukah kau menarik kembali catatan tercecer dilorong hati

‪#‎Lebakcawenetanahpasundan‬, Senin, Agts 17/2015 = 22:22 wib





MERDEKA MERDEKA MERDEKA SEJAHTERA
Karya MS sang muham


Merdeka
ketika anak anak pelosok desa bergizi secukupnya
duduk belajar dibangku tanpa biaya
Merdeka merdeka
ketika sandang pangan kesehatan layak tercukupi
usia produktif terwadahi UMR jamin hidup manusiawi

Merdeka merdeka merdeka
ketika birokrasi musyawarah mufakat seturut hak azasi
gotong royong bahu membahu bangun negeri bumi NKRI
nusantara aman tentram tata hidup adem ayem rakyat terayomi

Merdeka merdeka merdeka sejahtera
ketika punggawa negara sabar jujur setia tegakkan Pancasila
elemen bangsa bersatu padu dalam kebhinekaan
nusantara gemah ripah loh jinawi hidup rukun masyarakat madani

Merdeka
merdeka
merdeka
sejahtera sararea Pajajaran baru milik bangsa

‪#‎Lebakcawenetanahpasundan‬, Senin,Augts 17/2015 = 12:12 wib




MERANGKAKI JALAN DIRI
Karya MS sang muham


Aku tetap tertinggal
mengejar bayangan dilorong penuh tanda tanya
tertatih tatih di peruntungan penuh mistery

Jangan pula tuk berlari berjalan pun jatuh bangun
satu persatu jalan diri kurangkaki
penghujung hari kutemukan jawaban tak pasti

Kini letih lelah bersusun tindih
dimana kuistirahatkan hati nan lara
sepanjang lorong kutapaki cuma berteman sunyi
berkarat niat tetap kujaga berharap kelak temukan damai abadi

‪#‎Lebakcawenetanahpasundan‬, Minggumalam,Augts 16/2015 = 22:22 wib





RINDU TERCECER
Karya MS sang muham


Sekarang aku henti disini
berakhir diujung sunyi berkabut
memunguti rindu tercecer sepanjang trotoar hati

Sejuta tanya kusimpan rapi dipustaka jiwa
kubawa menyusuri lorong sepi tanpa rambu rambu
andai bersua maukah kau menjawab resahku

Tak pernah kusesali pertemuan
meski tersisa sengketa tak berkesudahan
kuyakini jalan takdir merentang jarak
ijinkan kukembalikan rindu yang kau titipkan

‪#‎Lebakcawenetanahpasundan‬,Minggu, Augts 16/2015 = 16:56 wib




RENTANG WAKTU
Karya MS sang muham

Aku terkesima
rentang waktu lukisan nyata
disana ada namaku dan namamu

Kita bisa berkelit dengan kata lupa
terkubur atau bahkan terlantarkan serupa perca
tapi alam telah mencatat cerita pun peristiwa

Aku pun sadar tak mungkin bertandang kesilam terlampaui
ijinkan kupunguti kata terlanjur menyakiti melukai
sepenuh hati berharap dibukakan pintu maaf
sejujurnya dari semula kubawakan hati putih

‪#‎Billymoonistanaku‬, Sabtu malam, Augts 15/2015 = 21:21 wib






PERGI TANPA PESAN
Karya MS sang muham


Tinggi layangan abang ulurkan
tersangkut tali diujung penggalah
tinggi harapan abang gantungkan
tersangkut hati ditempat yang salah
Sejak semula rantingnya patah
terus juga abang sambungkan
sejak semula abanglah yang salah
tapi mengapa adik permainkan

Abang datang dari Sumatra
mencari hidup diibukota
setulus hati kusayangi dia
tapi katanya: kita berteman saja

Nelayan pergi mencari ikan
ikan dijaring bawa ke pekan
jiwa dan raga abang serahkan
dia pergi tanpa pesan

‪#‎Billymoonistanaku, Senin pagi, Agts 24/2015 = 08:08 wib





NOSTALGIA MERAH JINGGA
Karya MS sang muham


Dari kisah tumbuhlah kasih
dari pisah datanglah sedih
itulah aku mencintaimu mengikuti alur takdir

Saat hati bergetar terketuk pelangi berbias cinta
kasih berbenih rindu hati diam dalam pilu
ketika mata tak melihat tangan tak menyentuh
hati merintih dibelenggu kehampaan

Ada kesempatan untuk merenung
aku telah jauh hanyut
bersengketa dengan diriku sendiri
aku telah dipermainkan perasaanku pahitnya masa lalu

‪#‎Billymoonistanaku, Senin, Agts 24/2015 = 07:07 wib





PATAH HATI
Karya MS sang muham

Jika berkabut sejak pagi,
kenapa pula berpayung sutra,
jika berkata sejak dini,
pastilah abang tidak sengsara

Sudah dilukis apa adanya,
masih juga tidak serupa,
sudah habis segala daya upaya
masih saja tak dipercaya

Ditiup angin kapas melayang,
jatuh dilaut hilang disamudra,
sepenuh hati abang pun sayang,
mengapa tuan mempermainkannya

Jangan melaut dihari senja,
pasang naik apa jadinya,
jangan disambut kalau tak suka,
patah hati abang jadinya

‪#‎Billymoonistanaku, Jumat sore, Agts 21/2015 = 17:17 wib




KETIKA LANGIT INGKAR JANJI
Karya MS sang muham


Begitu sulit mengeja susunan kalimat diatas nada
siapa mewasiti peristiwa hingga seperti ini jadinya
belum tiba distasiun kata sudah buyar diterpa fakta

Mengapa langit memalingkan janjinya
atas sumpah diatas kepala
sejujurnya telah ternoda jalannya drama

Kata hati meraja disikap dan tingkah laku
begitu tidak perdulikah semua
atas tumpukan demi tumpukan derita
mulut terkunci serupa ingkar janji nurani
kenapa begini.....

‪#‎Billymoonistanaku, Jumat sore, Agts 21/2015 = 16:16 wib





BERTEPUK SEBELAH TANGAN
Karya MS sang muham


Kalaupun hijau daun semangka
masih mungkin kuning buahnya
kalaupun pahit hidup didunia
masih mungkin indah pada waktunya

Pohon pinang tak ada cabangnya
tapi tumbuh dimana-mana
pilihan hati dialah orangnya
tapi sayang sudah ada yang punya

Pantai Akkarena putih pasirnya
tempat insan memadu kasih disana
Sepenuh hati kusayangi dia
tapi katanya : kita berteman saja

Lurus jalan menuju bandara
berputar ketimur disimpang tiga
malang nian nasib beta
bertepuk sebelah tangan rupanya

‪#‎Billymoonistanaku, Jumat, Agts 21/2015 = 11:11 wib





BIAR KUSIAPKAN LAPANG HATI
MENANTI JAWAB TAK PASTI
Karya MS sang muham

Aku cuma setitik embun
terhanyut dialunan elegi rindumu
bahkan ketika camar menghempaskan sayap mencipta jarak
aku masih tak mampu memunguti kesadaranku
dicluster mimpi

Ijinkan aku pulang menjenguk diri
melucuti nostalgia biru
biar kusiapkan lapang hati
menanti jawab tak pasti
bahkan penolakan diri

Aku pun mahfum takkan mampu menyingkirkan getar sayu
biar kusimpan tiap nyeri goresan lara dipustaka jiwa

‪#‎Billymoonistanaku, Agst 25/2015 = 08:38 wib
— bersama Citra Dewi Cinta dan 45 lainnya.





SUARA NURANI
Karya MS sang muham

Merancang sunyi
menyemai resah disudut gelisah
sisakan lelah

Dalam kesendirian menyiangi jalan diri
semburat kenangan mengembun dipipi
berbaur suka duka deras menghempas
kadang tersandung terjerembab kalap
saat riang senyum mengambang
kini senja datang menerawang
persiapan pulang

Duh Gusti Pangeran cukupkah bekal lelanaku dikeabadian
ijinkan kutata waktu tersisa menyemai kebajikan berbuah kasih

‪#‎Billymoonistanaku, Selasa pagi, Agts 25/2015 = 08:08 wib





BIANGLALA DIGORESANKU
Karya MS sang muham

Sajak ini untukmu
kau yang menatap bianglala digoresanku
terus mengikuti tiap langkahku tapi cuma diam
lalu ketika semburat cahya menyergap kau tergagap
melukis adaku dibatas angan anganmu, sekejap
kemudian terus melupa

Tiap kali kuketuk sudut hayalmu
ngambang hasrat pupus dilanda jarak
sejuta andai kita rajut ditempat kita menyendiri
entah apa yang terpikir, buyar
pesona yang kita genggam tetap utuh
mungkin itu yang tetap membuat berdiriku teguh
disisi luar hatimu

Kita yang terus saja menggenggam erat harga diri
telah membiarkan rasa dan asa kering dilembah nurani

‪#‎Billymoonistanaku, Senin malam, Agts 24/2015 = 20:20 wib
Top of Form
Bottom of Form