RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 05 Januari 2016

Kumpulan Tembang Kata Yoppi Prabudi - BUNGA TERAKHIR


^^^
1 bulan tidak bersamamu bagaikan...
30 hari tanpamu.
‪#‎peace‬...#




BUNGA TERAKHIR


Ketika kulihat bunga ditaman
Ketika kusapa bunga nan indah
Yang siap menyambut mentari pagi
Dengan sentuhan kalbu peri

Bunga yang t’lah kupetik
Dan tak mungkin kucabik
Dengan tajamnya mata sembilu
Yang dapat menimbulkan pilu

Kuingin bungaku selalu..
Indah disetiap ruang
Kokoh diterpa angin
Dan diselimuti benang-benang kasih

Dengan setumpuk harapan
Naluriku berbisik..
Semoga bunga yang kupetik
Menjadi bunga terakhir
Yang s’lalu kumiliki

Oleh : YOPI PRABUDI
Medan,Sumatera Utara




KEHIDUPAN

Deru angin yang memancarkan pesona
Bocah kecil yang s’lalu bahagia
Disaat matahari menebarkan kilaunya
Disaat hujan meneteskan airnya

Oh.. kehidupan
Akankah kau tetap…
Berjalan seperti roda pedati
Akankah kau masih…
Bergerak seperti arloji
Atau.. kau seperti batu yang ditanamkan
Atau mungkin kau seperti paku yang ditancapkan

Tapi.. aku yakin !
Kau pasti lebih arif disetiap sisi
Dan aku yakin dapat berjalan bersamamu
Aku juga yakin dapat bahagia bersamamu

by : YOPI PRABUDI
Madan,Sumatera Utara




PELUKAN TERAKHIR


Kala kerikil tajam menusuk kakiku
Kekala sembilu pedang menghampiri jiwaku
Saat aku terjaga dari lamunan
Sesaat aku terpaku digma kehidupan

Ketika senandung lirih kita petikan
Seperti hari yang terperih dikehidupan
Walau kita coba berteriak ! Menjerit..!
Yang diakhiri dengan air mata
Dan memiliki jutaan hikmah

Dari relung kalbuku dan atas nama cinta..
Aku harus meninggalkanmu dan
Kau harus melupakanku

BY : YOPI PRABUDI
Medan,Sumatera Utara




CERMIN HATI


Ketika waktu mulai mencoba
Seutas benang kasih yang kian terajut
Oleh ketulusan relung hati

Dibalik sebuah lentera kecil yang mungil
‘Kan kucoba mengepakkan sepasang sayap
Seiring dogma yang berdigma dibahtera
Seakan nan tertumpah diantara prahara

Dalam do’a berjuta hikmah
S’lalu ku besitkan semoga bungaku
Kian harum diwarnai mentari
Semakin abadi ditemani rembulan
Kian mekar diselimuti siang
S’makin gemerlap disinari malam

Dengan cakrawala fatamorgana yang tak bersisi
Diantara jendela fenomena seluruh insani
Kurangkaikan sebuah mutiara hati
Yang s’lalu berpijar oleh kemegahan hari
Tanpa seorang pecundang cinta sejati

BY : YOPI PRABUDI
Medan,Sumatera Utara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar