RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 28 Februari 2016

Kumpulan Puisi Gulo barker - HUJAN SEDANG MENCARIMU


AKU GULO BUKAN CINTA
:gulo barker


Kamu buta tidak bisa membedakan mana gulo mana cinta, aku hanya kuli serabut yang masih bergelut dengan keringat untuk merubah hidup lebih baik, jangan tanya soal harta maupun jabatan. Duit sehari habis sehari, siapkah hidup bersanding denganku. Jika siap janganlah mengeluh tentang siapa diriku.
Aku tidak menjanjikan apa-apa padamu tentang dunia. Tapi aku percaya dengan berusaha keras hidup lebih memiliki arti.

____
Gulo barker
Jl.kenangan no 10





BUKAN LUBANG
:gulo barker


Aku tak menjanjikan apa pun tentang dunia, tentang kebahagiaan, tentang surga. Aku tak pernah. Tak kan pernah aku janjikan padamu tentang janji-janji manis dari mulutku, karena aku sadar aku bukan siapa-siapa untuk mendapatkan cinta lalu bersanding selamanya.

Nikmati syukuri dan bekerja, tiada lagi tersisa dari apa yang aku buat lebih seperti kisah sinetron, cinta bagiku adalah kemunafikan tanpa dasar apa pun jika nafsu yang menjadi dasar. Jika angan yang menjadi pijakan, jika mimpi-mimpi menjadi bahan khayalan.

Ketahuilah wahai cinta, jodoh itu unik bukan masalah siap tidaknya, bukan pula ketidak mampuan kita menjalani hari dengannya tanpa masalah.

Dia akan datang pada waktu dan rasa yang salah, saling memperbaiki mengisi dan membuat hari bukan hari-hari yang kau bayangkan.

____
Gulo barker
Jl.kenangan no 10




HUJAN SEDANG MENCARIMU
:gulo barker


Hujan telah lama mencari cinta, membanjiri mata, menggenang dalam peraduan jingga.

Hujan telah lama menangis: cintanya hilang, entah kealam mana dia berlabuh diam, hingga tak henti hujan merayap disetiap penjuru negeri.

Kini hanyalah hujan, merembes dalam perut bumi, kemudian menguap disekujur tubuh waktu.

_____
Gulo barker
Jl.kenangan no 10





AKU CARI DALAM SEPI
:gulo barker


Biar aku simpan untuk sesorang rasa ini, sampai nanti dan selamnya. Ingin aku katakan, tapi bukan waktunya.bahwa iman seseorang harus di jaga seperti aku menjagamu dalam doa-doa sujud.

Untuk seseorang yang namanya tertulis jauh sebelum aku lahir. Entah siapa? Entah seperti apa? Biarlah tubuhku selalu mendoakan namamu. Nama tanpa susunan huruf.

Biarlah aku mencintaimu dalam sepi tanpa sosok nyata hanya doa perwujudan sempurna sebagi satu rasa yang harus aku pertahankan sampai waktu benar-benar datang mengamini.

Waktu dimana Allah akan mempertemukan aku dan kamu dalam janji suci. Biarlah aku mencintaimu dalam doa-doa sujudku tanpa wujud kamu yang sebenernya.

Bukannya aku pasrah akan jodoh, aku tetap berusaha dengan caraku, aku tetap berusaha mencarinya. Sampi Allah mengamini engakulah takdir pendamping hidupku untuk menuntunku keJanah Nya.

_____
Gulo barker
jl.kenangan no 10





Anak-anak kolong
:gulo barker

Di luar masih banyak anak yang belum beruntung sepertimu, menggelandang tanpa kenal lelah, kolong-kolong jadi tempat berteduh dari hangat dingin alam. Di luar masih begitu banyak anak-anak tanpa perhatian lebih dari cukup.

Kini kita hanya diam seolah tak peduli sampai mana jiwa-jiwa agamis yang mendengung keras disetiap surau majelis, yang dengan lantang menyuarakan keadilan kemakmuran. Semua hanya sampai pada telinga keluar dengan sendiri tak lagi peduli. Hanya diri yang terus dinikmati dalam kemewahan duniawi.

Aku terus mendengung apa dayaku berbuat lebih, apa dayaku berbuat untuk mereka. Hanya bisa menulis, menulis dan menulis potret-potret buram anak jalanan.

Sampai salamku padamu ya Kawan..jika masih ada masaku jaya setidaknya sedikit cerita akan lebih berarti lebih dari sekedar cukup.

Untuk mu Anak-anak NKRI

_____
Gulo barker
Jl.kenangan no 10









JANGAN BURU-BURU
:gulo barker


Jangan buru buru, biarlah waktu yang menentukan tidak atau iya kan dirimu bersanding dengannya(cinta) berusaha menenemukan cinta di waktu yang salah biar tau dimana semua rasa benar-benar terisi, jangan buru-buru nikmati masa pacaranmu nikmati semua yang telah kau tata sedemikian rapih seperti mimpi-mimpimu. Tapi! Ingat, masih ada waktu yang akan menentukan.

Percayalah. Menemukan seseorang di waktu yang salah adalah hal terindah di dalam kehidupanmu nanti.

____
Gulo barker
Jl.senopati untung no 32

Jumat, 26 Februari 2016

Kumpulan Puisi Endang Misnawaty - KAU



Kau

KAu hadir bagai pencuri dihatiku
Memiliki dirimu dalam hidupku
Adalah hal yg sangat membahagiakan
Meski,,,,,
Dirimu adalah hal yg tidak mungkin
Kau adalah mimpi yg tak kunjung tidur
Kau adalah fatamorgana
Kau adalah khayalan yg bisa buat aku tersenyum indah
Kau adalah semangat dalam hidupku
Kau adalah darah yg menyusuri semua nadi nadiku
Kau adalah penghuni relung hatiku yg paling dalam
Kau,,,,,
Selalu hadir dalam ketiadaan
Selalu mancul dalam kehampaan yg hakiki
Rengkuh lembutmu sentiasa aku rasakan
Nyanyian cintamu selalu aku dengarkan
Dalam keheningan yg abadi
Bersama bayangmu,,,,
Aku sentiasa bisa tersenyum menyambut mentari pagi
Aku bisa tertawa menikmati dunia
Aku bisa menyapamu dalam semilirnya angin yg lembut
Kau adalah hidup dalam hidupku
Meski kau cuma khayal semata
Kumohon jangan tinggalkan aku
Dalam bayang bayang gelap yg aku takut melaluinya
Karna kau adalah pelita kecil yg menerangi setiap langkahku
Dimalam yg tak berbintang,,,

:::::::::::
By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku
Siantar city kotaku yg indah 24, 2, 2016. 8:40





DALAM PUISI ADA KAMU


Dalam puisi ada kamu
Meski kamu selalu melupakan aku
Dalam puisi kutebus rinduku
Meski tak tuntas tapi aku cukup puas
Dalam puisi aku bercerita
Tentang Indahnya cinta dan sakitnya rindu
Dalam puisi selalu kusebut namamu
Agar tetap bersemayam dalam hatiku
Dalam puisi aku menangis
Meski cuma meringis
Dalam puisi ku selalu berdoa
Agar bayangmu hadir dalam hidupku
Meski cuma bayang semata
Cukup utk membalut duka
Dalam puisi aku bernyanyi
Meski suaraku parau dan merintih
Dalam puisi,,,
Semua menari nari dalam kenangan indah kita
Dalam puisi kuingat nyanyian lagu cinta kita
Agar selalu bersama hingga hari tua
Tapi harapan tinggal harapan
Semua sirna,,,
Karena tradisi, suku dan agama,
Dan perintah orang tua
Dalam puisi kuingat perpisahan kita
Dalam derai air mata kepedihan
Dalam tangis yg tertahan
Dalam lambaian tangan perpisahan
Semua tinggal kenangan
Kenangan manis untuk dikenang
Untukmu selalu rindu yg terindah
Selalu dan selamanya
""""""""""

By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku 23, 2, 2016. 10:50
Siantar city kotaku yg indah





BIARKAN


Biarkan aku sembunyi
Dari degup jantungku yg bergemuruh kencang karena rindu
Meski mentari tersenyum indah lihat tingkahku yg tersipu malu
Dan semilir angin yg membelai wajahku yg semerah dadu
Biarkan,,,,,, biarkan
Biarkan Hari hari begitu indah dengan sapamu yg lembut merayu
Mendayu bagai kelopak mawar yg sedang merekah indah
Katakan pada burung yg terbang diangkasa luas
Jika saat ini aku sedang jtuh cinta
Accchhhhh,,,,,,
Terasa begitu indah menyapa hatiku yg gundah gulana
Terasa begitu sakit memendan rindu hingga hatiku terhimpit
Hingga mataku semakin sipit
Semua karena rasa yg begitu indah
Mengetuk dan menyeruak tanpa paksa
Hari hari yg begitu sepi
Hingga hatiku laksana mati
Menanti kepastian yg belum pasti
Oooiiiiiiii,,,,,,
Dimana rasa rindu yg bergemuruh didada
Dimana rasa cinta yg menyesak rasa
Semua saling menunjukkan rasa
Senyum indahmu yg tersungging dibibir
Laksana hamparan gurun pasir luas
Merindukan air bagai fatamorgana
Duh gusti,,,,,,
Sembunyikan aku dari rasa cinta yg indah
Agar abadi selamanya
Dan biarkan rasa rindu ini selalu menyusup didada
Karena cinta adalah anugerah

::::::::::::::::::::::
By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku
Siantar city kotaku yg indah
23, 2, 2016 13:22





Dalam Puisi Ada Doaku

Disetiap doa dan harapanku
Selalu ku berharap indah
Semua kulalui karena cinta dan kasih sayang
Tapi kadang,,,,
Cinta dan kasih sayang berbalas terbalik
Tapi semua akan aku syukuri sebagai nikmatMu ya Allah
Semakin banyak kau beri cobaan
Semakin kuat dan tegar aku menghadapinya
Karena kuyakin,,,
Allah tidak memberi cobaan yg aku tidak mampu memikulnya
Semua itu karena Allah sayang padaku
Aku masih bisa tersenyum menyambut mentari pagi
Aku masih bisa tertawa bersama semua sahabatku
Aku masih bisa melangkah menghirup udaramu
Aku masih bisa melanglang buana menikmati indahnya ciptaanmu
Semua masih bisa aku nikmati dgn rasa syukur
Meski saat ini aku terpuruk dgn masalahku
Tapi aku yakin semua indah pada waktunya
Dipagi yg indah ini,,,
Aku berharap semua insanmu peroleh kebahagiaan
Semua lepas dari masalahnya
Semua bisa tertawa indah dan tersenyum ceria
Meski kadang ada yg berpura pura
Memungkiri masalahnya utk mengelabui org lain
Meski itu sangat menyakitkan baginya
Hidup dalan kepura puraan dan kebohongan
Tapi itu terlepas dari pribadinya yg tdk ingin bebas dari rasa bersyukur
Karena kuyakin semua insanmu memiliki masalah masing masing
Yg org lain tidak ingin mengetahuinya
Karena tidak ada insan yg sempurna di hadapanMU ya Allah
Tapi semua berperan dalam lakonnya masing masing
Karena dunia ini KAU ciptakan sebagai panggung sandiwara
Memerankan lakon nya masing masing
Pagi ini aku berharap,,,,
Biar kan aku terus tersenyum menyambut mentari pagimu
Biarkan aku bernyanyi bersama mekarnya bunga bunga dihalaman hatiku
Biarkan aku terus memiliki cinta dan kasih sayang dihatiku
Dan biarkan aku terus memiliki kenangaan yg indah bersamanya
Biarkan,,,, biarkan,,,,
Kenangan indah itu tetap tumbuh subur dihatiku
Selalu dan selamanya

""""""""""""
By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku 23, 2, 2016. 7:33
Siantar city kotaku yg indah




DISAAT DAKU TUA


Anakku
Disaat daku tua,,,,
Bukan lagi diriku yg dulu
Maklumilah diriku
Bersabarlah dalam menghadapiku

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran dibajuku
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikat tali sepatuku
Disaat daku lupa meletakkan sesuatu
Ingatlah,,,,,
Saat saat bagaimana daku mengajarimu membimbingmu untuk melakukannya

Disaat daku dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yg membosankanmu
Bersabarlah mendengarkanku
Jangan memotong ucapanku
Dimasa kecilmu
Daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita
Yang sdh kuceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi

Disaat kubutuh untuk memandikanku janganlah menyalahkanku
Ingatlah dimasa kecilmu bagaimana aku dgn berbagai cara membujukmu untuk mandi

Disaat aku kebingungan menghadapi hal hal baru dan teknologi moderen
Janganlah mentertawakanku,,,,
Renungkanlah bagai mana aku dengan sabarnya menjawab setiap MENGAPA yg kau ajukan saat itu

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk melangkah
Ulurkanlah tanganmu yg muda dan kuat untuk memapahku
Bagaimana dimasa kecilmu aku membantumu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan

Disaat aku melupakan topik pembicaraan kita
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya
Sebenarnya,,,,
Topik pembicaraan bukanlah hal penting bagiku
Asalkan kau berada disisiku untuk mendengarkanku
Aku sudah bahagia,,

Disaat kau melihat diriku menua
Janganlah bersedih,,,
Maklumilah diriku
Dukunglah aku bagaikan aku terhadapmu
Disaat kau mulai belajar tentang kehidupan

:::::::::::::::
Ditulis kembali
Oleh Endang Misnawaty
25, 2, 2016 8:41
Siantar





Luka


Kemana kan kubawa luka hati ini
Luka yg mencabik cabik ulu hatiku
Luka yg memporak porandakan hidupku
Luka yg mengiris nadi nadiku
Luka yg menoreh dan menganga
Hingga kumenangis menyesali diri yg hina dihadapanmu ya Allah
Kemana ku akan pergi,,,,
Membawa duka dan harapan yg sirna
Membaka cinta yg tak sampai
Membawa rindu yg kian mencekam
Membawa bayangan indah masa lalu yg kelam
Kemana,,,,, kemana...?
Lelah kumenyusuri jalan panjang yg tak berujung
Jalan yg selalu membawa aku kesimpang jalan
Tempat kita dulu pernah bertemu
Dan berjanji akan selamanya bersama
Dalam suka dan duka yg berkepanjangan
Tapi semua sirna,,,,,
Harapan indah kandaslah sudah
Kita terlalu patuh pada norma agama
Kita berpisah dipersimpangan jalan
Dengan gengaman yg masih terasa
Dengan air mata kepedihan
Dan kata kata yg sulit terucap
Kita saling melambai
Kau keujung sana...
Dan aku keujung lainnya..
Kita saling menempati tahta
Yang sulit bertemu selamanya
Tapi bisa melihat jelas arah dan tujuannya
Dimana mentari terbit dan tenggelam
Itulah tempat kita sekarang
Meski cinta tak harus selamanya memiliki
Tapi kita saling menyayangi

""""""""""""
By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku
25, 2, 2016. 7:59
Siantar city kotaku yg indah

Sabtu, 20 Februari 2016

Kumpulan Tembang Kata Maigot - I LOVE YOU


Alunan mlam kelam.membuat suasana jd diam.oh angin mlam.tlg sampaikan slam .pada rindu yg telah lama terpendam.qu akhiri dngan mengucap WASSALAM.


-------------------


Qu mhon tlg lupakan diri ini jika kau mampu.tp jngan berpura..pura hanya di kernakan nafsu.aq tau kau slalu merindu.itu smua kerna I LOVE YU.

By : Maigot

Sabtu, 13 Februari 2016

Kumpulan Puisi Andreant Hanif - GEMURUH HALIMUN MALAM


SIMPONY RINDU SANG PUJANGGA
Karya : Andreant Hanif


ku tulis satu kata
walau tanpa makna
walau tanpa tanda baca
satu kata "TITIK"



HAMPA
karya : Andreant hanif


Bias cahaya di tengah makam




GEMURUH HALIMUN MALAM
karya : Andreant hanif


Dingin menyapa kulit ku
semilir angin memanggil jiwaku sang pangeran malam ajak ku bercanda
tak jua mampu meredam gemurh jiwaku

aku, kau dan jaman telah menyatu
walau hempasan waktu
meremukkan nadi hidup
aq bertahan.....
mungkin krn rasa ego ku
atau karena emosi ku

sang waktu
ratu sang zaman
akan menjawab nya.




JANGAN PANGGIL AKU SIPINCANG
OLEH : Andreant hanif


Siang itu,, panas matahari kota ini serasa membakar tubuh setiap orang yang kena terpa.
wajah wajah yang meringis kepanasan terlihat pada setiap pengguna jalan.
aku parkirkan sepeda motor ku di depan kios loundry ku. dengan agak terburu aku menyeberang jalan karena sesak buang air kecil ingin kekamar mandi di sebuah perguruan tinggi swasta islam yang biasa di pakai oleh umum. dasar,walau terburu kaki ku serasa sulit di gerakkan berjalan karena memang mengalami kelainan.
"woi, hati hati lah nyebrang" sebuah bentakan dari pengendara mobil.
" maaf bg, buru buru, maaf ya bang" kilah ku mencoba mendinginkan hati sang pengendara mobil.
"buru buru boleh bang, tapi lihat kiri kanan dong, dasar pincang" bentak sang pengendara sambil berlalu.
deg!!!! kuping ku mendesing hati ku panas.
sesak sedari tadi mengganggu hilang seketika. aku kemali kekios ku.

aku bertanya dalam hati. " apa salah nya pincang? apa salah nya? satu aib kah? atau dosa?" gemuruh emosi membuncah.

aku dulu tak pincang sebelum mobil container merampas kaki kiri ku. kecelakaan itu mengubah segalanya. kecelakaan itu membuat aku istrahat cantik di rumah sakit selama 2 tahun. Pekerjaan ku hilang, tabungan ku ludes, harta ku habis membiayai perobatan.

aku yang dulu nya super aktif berubah drasti menjadi terbatas.
aku memang pincang, tapi otakku tidak, semangat ku tidak. semangat berjuang ku tak pernah padam.
aku pernah normal, menjadi atlit beladiri pencak silat peswara, atlit lari, dan mendapat piagam serta medali dari olah raga itu.
sekarang aku pincang, tapi aku tdk menyusahkan orang lain, aku bisa kerja dan berpenghasilan sama dan bahkan melampau orang yang normal berjalan. aku punya usaha yang mampu mempekerjakan orang lain, mempunyai istri yang sholeha dan bekerja sebagai PNS. mempunyai dua orang putri yang cantik.

aku pernah normal dan sekarang pincang. dan aku terima kepincangan ku. aku mendapat dua hadiah dari yang kuasa. normal dan pincang.

aku yakin, bila di berikan kepincangan, tidak ada satu pun yang terima. kalau pun mengalami kepincangan, aku yakin, yang menerima nya akan berusaha menjual harta benda nya untuk kembali normal bahkan bisa berputus asa.

bukan salah ku kalau aku picang. itu hadiah dari yang kuasa agar aku lebih mensyukuri nikmat yang lupa aku syukur dahulu.

jadi ku mohon jangan panggil aku SIPINCANG, karena aku bisa terluka dan aku bisa murka.
syukuri nikmat kedua kaki berjalan normal. jangan bersyukur seperti ku sesudah Allah mencabut nikmat sebelah kaki mu.





HATI YANG BERHATI
Oleh : Andreant hanif


Duduk di kursi tua
tempat ku biasa rehat kan tubuh yg kian hari kian tua..
terkadang rapuh...
melampaui usia...

aku tersenyum, bukan karena aku gembira..
aku tersenyum menyembunyikan luka
aku tersipu menutup duka...

lihat disini, jauh kedalam sanubari.....
sekeping hati hancur bederai
meronta dan coba berlari
dari sebuah kisah yang hampir terlalui...

kau,,kau,juga kau
tidak akan tau
apa yg terjadi dengan HATI ku
yg berHATI rapuh
serapuh kain buruk yg usang ribuan tahun berlalu


Jumat, 12 Februari 2016

Kumpulan Puisi Romy Sastra - MUKYASAFAH DI HUJUNG PERJALANAN ITU


**..BERMALAM DI KLENTENG TUA..**


Demi kesuburan dan kedamaian
sang dewi menitiskan air kasih
dari klenteng budhis tertinggi
aroma mewangi
di lorong lorong angin
dari peribadatan sang reinkarnasi.

Pelangi jingga melingkari
di langit jakarta senja ini
petak sembilan
di payungi dewi kwan im

Para pengemis lara
menunggu murahnya senyuman
sang budhis
mendung berlapis
alam berjubah putih keabuan
pertanda rintik rintik kan menitis

pada kejayaan tao
para dewa dewi melukis senyuman
dari balik klenteng tua itu
sang pengemis
meminta belas kasih
dari sang pemuja
kesejahteraan dunia reinkarnasi.

Oohh..
Budhis budhis
penebar keharmonisan insani
dari nirwana kau tanam cinta
untuk sesama..
berbagilah kepada mereka di sana
yang mengulurkan tangan
bagi yang membutuhkan...
semoga siklus reinkarnasimu
berjaya nanti...

Gong xi fa cai.
HR RoS
Jakarta 7-2-2016, 18,377





::: Kasih sayang bundA :::


Tangisan darah daging bunda
telah lahir ke dunia
memulai sebagai khalifah yang masih fitrah.

Titik titik peluh mencucur di tubuh
anakku,
lenamu syahdu di pangkuan ibu
kasih sayangku dekap
dalam melodi nina bobo tidurmu

Anakku,
cepatlah besar nak..
dikau pelipur lara ayah bunda

buah hati,
kaulah harapan yang dinanti
cepatlah besar nak..
berlari dan teruslah berlari
mengejar obsesi.

Kala malam,
berselimut dalam dekapan bunda
bila malam terjaga dalam lelapmu
dahaga menyapa
kau meraba air fitrah bunda
dengan tangisan manja
dikau menghiba
ku peluk dikau dengan cinta

masa siang berkawan hari
kau teman ceria hati.

cepatlah besar nak...
bunda doakan hidupmu bahagia

Dikala ayah bundamu sudah tiada
dikaulah pelanjut tirani keluarga nanti,
berbaktilah.

HR RoS
Jakarta, 8-12-2015, 22,22





***** Mukyasafah
di hujung perjalanan itU *****


Yaaaa... Huuuu.....
satu tarikan itu
nafasku bergulung dalam tanjakkan iman.

seketika,
aku telah berada di puncak pendakian thursina
tongkat alif itu,
memandang teguh tauhidnya.

Jiwaku bergulung dalam misykat misykat bashir
irama sami' mengalun nyaring bak lonceng berbunyi
langit pat ku lipat
hening ke ruang angkasa jiwa

Aku penjarakan nafsu nafsuku
tetap saja ia memberontak
menggoda perjalanan malam itu
seakan berjubah wibawa arjuna dan srikandi diri.

ku bakar jubah wibawa nafsuku
dengan bara tauhid
sirnalah ia.

Imanku memandu ke sagara hijau tenggelam ke dalam kacahaya rasa.

Tarikh nafasku leburkan diri
ke kasta kasta mikraj nurun

berpijak di suatu makam, tak terpijak
berlalu ke makam berikutnya
semakin terfana
fanaku asyik, syauk menyapa cinta

tatkala kyasaf tirai itu
membentang terang.
kelambunya berkilauan manik manik nan megah berpayet indah tak berwarna.

Menyapa kekasih dalam tirai cinta
salamun kaulam mirrabbirrahim
bersatunya sang pencinta
kepada maha cinta

memadu dalam perjalanan
satu malam
mabuk dalam kenduri sufi
beristana mihrab mihrab cinta
di alam ahadiyatNya.

HR RoS
Jakarta, 09-12-2015, 09,20





-----Tertanya dalam hibA ------


Ku dapati satu cahaya harapan didalam perjalanan hidupku..
cahaya harapan itu
tak menerangi jalanku.

gelisahku kini,
seakan berpegang tongkat rapuh

Aku sudah tertatih berjalan menyulam kasih dalam sepi.

Debu debu jalanan berkabut
ku lintasi ke arah muara tinta memadah talenta sastra.

aku kini melukis tanya.....
dikala sedih menimpa tubuhku
ramuan rindu itu kenapa bisu..??

tak menyapa

semestinya......

Uuuuhhh...

Ketika camar bermuram durja dipantai muara kasih..
seruling rinduku di pelayaran samudera maya selalu membangunkan lelah di keheningan lara sukmamu.

Duhaiii.....

awan yang berarak senja
bawalah daku ke samudera jauh
biarku hidup dalam masa senja ini yang tak lagi menoktah rindu.

Aku kini....
mencoba membiasakan hidup tak lagi bernyanyi di pantai rindu dengan camar camar itu..


Aku biasakan sepi menyulam hari tanpa kicauan camar itu lagi.
biarlah kini...
bermadah dalam sunyi
melukis senja dengan tinta yang telah pudar warnanya.

biarlah.

HR RoS.
Jakarta-11-12-2015. 17,35





KEMBANG IDAMAN MENGINTIMIDASI TAMAN YANG TAK SEMESTI.


Kebun kasih semusim berbunga
tangkai layu bunga berputik
seketika daun gugur runtuh di sakwasangka bayu yang tak menentu.

padahal tiada hujan apalagi panas terik
kenapa teruk membuncah gundah
membakar hati sendiri.

kenapa pemandangan di jelapang padi tanah yang luas kasih nan subur, seketika padi berhias jerami..??

kenapa kompromi seni memacu obsesi diri
hanya membingkai beranda pujangga dalam jalinan karya, taķ dipahami.
jalan terjal kau buat sendiri
berbuah analisa curiga..?

padahal, luah obsesi tintaku
tidak menoktah story hati
tak terkisah dengan nyanyian sesama seni pujangga.

Figura figura tak berkaca
kertas madah lusuh pudar warnanya.

ketika noktah mengikrar setia
berharap cinta selalu bersemi
tak jua dimengerti.

bila setia berguguran di tikam intimidasi.. apalah daya diri ini.
karena karya dan diriku bukanlah penebar pesona
malah selalu terhina semakin di fitnah.

Pada suatu ikrar tak lagi di yakini
ayat ayat illahi tak jua di percayai...?
apalah daya sang kidung malam
tak lenakan lelap malamku.

lolongan bunian malam
menikam rasa takut
kala malam tak lagi ada kedamaian purnama dibalik awan layu
yang ada hanya selimut dingin
kejora pun malu mengintip lirih.

Jiwa jiwa yang rela
menyulam malam,
mendekam dilabirin iman
bersenandung dalam bilik doa
ya allah, pelitakan jugalah ya allah cahaya iman dalam cinta.

doa itu,
hapuskanlah memori luka
janganlah luka itu berdarah lagi.
palingkan wajah wajah intimidasi
dari sakwasangka yang tak semesti.

Aku selalu mencoba menyibak awan
biar padang bulan melukis kedamaian

aku akan tetap mencabar janji suci
menoktah pelangi kasih
berharap mentari menyapa pagi
damailah jiwa ini

bila gubahan tintaku
tak jua di mengerti...
jubah kasihku telah pasrah teriris kecewa.

Bila apresiasi tintaku tak dipahami juga dengan seksama,
kau masih saja mencoreng madah disebalik tanya..
tetap di curiga seakan hipokrit rasa.

biarlah,
dan sekali lagi aku pasrah...
berlalulah sejauh mungkin yang kau mau...
ku hargai satu kuncup kan mengatup

AKU RELA KEMBANG ITU TAK KAN MEKAR LAGI.

HR RoS
Jakarta, 12-12- 2015, 22,32.





?
AURORA CINTA TELAH MEMUDAR
,,,


Aurora cinta yang dulu megah
berkilau di kelopak atmosfir jiwa
tergerus pada iklim.

perlahan,
cahayanya kan memudar
di rotasi peredaran galaxi langit menghujani bulir di balik selimut awan.

Sedangkan,
lilin lilin kecil itu
yang biasa menerangi selimut pelita malamku...
dikala rindu menepi ke bibir tinta
tak lagi mampu menerangi di lingkup ruang hatiku.

Pada suatu hati
yang tak lagi bercerita tentang cinta
kini telah mendung
seperti gerhana rasa dalam madah madah tinta
telah bergejolak menghias di setiap hari.

Pada jalinan simpul sumpah benang emas mengikat atas nama tuhan
tak lagi bisa di pertahankan.
akankah jiwa ini terkutuk oleh nyanyian merpati putih yang selalu bertengger di sayap sayap pelangi pagi.

uuhhh entahlah..
termisteri dalam takdir.

Air laut yang pasang surut
adalah irama samudera mendebur pantai.
ketika pelayaran dewa ruci mengikrar sebuah janji
tuk arungi samudera
rela hidup dan mati.
kini telah bersekoci fatamorgana
bersauh laju di riak yang telah pasrah.

Terkadang bertanya diri kedalam doa
hiduplah seperti batu karang,
kokoh silih berganti di hempas gelombang.

nyatanya ia juga bisa rapuh di hempas hujan airmata langit rasa
kepingan batu karang yang terkoyak
tenggelam ke samudera yang terdalam.

dan takkan mungkin bangkit lagi.

HR RoS
Jakarta, 14-12-2015, 09,25





.....Hitam putih
Dendam abadi....


Azali,

Sebuah perencanaan illahi
tatkala sabda di tutur
dua kekasih takjub sujud dalam keharuan dan pertanyaan.

sang malaikat di tanya manut
Idjajil protes tak nunut.

Dosa pertama kali terjadi
dalam fakta illahi ialah pembangkang.

takala allah menciptakan insan kamil sebagai khalifahNya
Idjajil tak terima,
terkutuklah.

sang khalifah di hinakan
di bisikan nafsu
terjadilah dosa kedua.

Malangnya nasib adam dan hawa
tercampak ke dunia
dalam kurun waktu yang panjang
bertemunya adam dan hawa dikala fajar
berpelukan dalam tangis kerinduan yang mengharukan.

Disana di mulailah tirani kehidupan
rumah pertama dibangun yaitu baitullah.
terlahir bibit habil dan qabil pembunuhan diantara mereka berdua dari iri dengki dosa ketiga dan dosa pertama di dunia terjadi.
Idjajil si dendam abadi skenariokan kebencian itu.

Berlalunya waktu hingga di kehidupan syits
tirani peradaban terkotak antara anwas dan anwar.
oleh kelicikan idjajil kembali
meminjam benih syits
berjayanya kisah khayangan dan mayapada.

Kehidupan terus berlari
di setiap sendi sendi mengintip kemungkaran yang berkompetisi
hingga pada suatu zaman ke zaman berikutnya.

Kini,

diambang penantian sebuah pertarungan abadi dendam hitam putih.

antara imam mahdi dan dajjal adalah idjajil itu sendiri kan kembali.
waspadalah...
ia ada di sekeliling kita
bahkan melaju didalam peredaraan darah kita.

Berpeganglah kepada satu tongkat, La illaha ilallah....
tawakallah kepada allah..!
siapapun anda.

hingga kemenangan disana kan kau raih.
kembalilah ke predikat fitrah insan kamil
hingga jannah menanti memanggil
dengan kesenangan abadi.
Amin..

HR RoS
Jakarta 21-12-2015, 09,40





"DAWAI LUKA SANG SENIMAN"


Ku telusuri jalan ini
nyanyikan irama kehidupan
dalam lamunan kekasih
kasih yang tak sampai
ku petik guitar
kudendangkan lagu
lagu memori
antara engkau dan aku.

Aku bukanlah borjou perkotaan
di lorong lorong kemewahan

aku sang seniman jalanan
bernyanyi mengejar mimpi
mimpi mimpi yang tersembunyi

Kala kaki melangkah
terhenti tuk kembali
jawaban apa kan ku beri.

denting dawai ku petik
menitip tembang luka
dalam goresan purnama meredup terbingkai dalam cinta tuna wisma.

Kasih yang tak sampai
maafkanlah aku.

Biarkan jalan ini jadi saksi
luka yang tak terobati
dalam nasib lukaku dan hidupku.

HR RoS
jakarta, 19-12-2015, 09, 58





---- WIJAYA KUSUMA ----


Kembang kuncup nan indah
misteri di pelataran hari
kembang kuncup wijaya kusuma
bersembunyi di balik terik
mekar dalam kesunyian malam.

Wangi seindah tangkai melati
termisteri mistik oleh darah priyayi
mekar ranum pembawah berkah.

kembang cangkok wijaya kusuma
perpaduan dua nama
lambang aksara bermakna
berbilang nur dan cahaya
diantara dua tokoh perisai bangsa, sukarno dan hatta.

Wijaya kusuma,
teratai bangsa
di sanjung di pelataran mewah
berbunga berputik bagi sipemuja mistik.

HR RoS
Jakarta, 19-12-2015, 07, 37





PURNAMA REDUP DI LANGIT SABAH


Di siang hari
kisi kisi mentari
melaju redup
tertutup awan

mendung berkoloni badai
badai menyibak iklim
iklim yang tak mau berdamai
diseantero bumi
riak mendebur
memecah gelombang
di kesunyian pantai.

Kisah kasih ini
mengusik gita hariku
pantai tak berhujung di buai resah
resah berselimut malam di pantai sabah.

Malam ini,
purnama redup dilangit sabah
ku tarik tintaku
meluah sastera
membuka cakrawala malam
dengan pelita sastera asmara

semoga malam ini damai
lena berselimut cinta

Esok lusa
bersinarlah sang surya
tampakkan cahayamu

ketika malammu bertamu
kejora, pelitakan kelam itu

semoga purnama indah
menghias di malam lusa
bersinar di langit sabah
semogalah...

HR RoS
Jakarta, 18-12-2015, 20,15





HARI HARI YANG TELAH DINGIN

Ku tarik nafas
ku lepas perlahan
bergulung gelombang asap
menguap

Pagi yang dingin
dikaki bukit menoreh
dalam hembusan salju
memeluk rindu...
rindu rindu yang telah membeku.

Dingin,
dimana selimut hari
kau titipkan
ku berlari mengejar bayangan mimpi semalam
dalam lelap berunggun
tak terasa nyala itu telah padam.

Kini,
tak ku temui
sesosok bayangan kelam itu dalam lamunanku di bukit menoreh ini.

Madah ilusi
berselimut hawa dingin
dalam pelukan kekasih.

HR RoS.
Jakarta, 17-12-2015, 08,37





((( PERJALANAN SIKLUS MUSIM )))


Pada suatu siklus
yang telah menyapa iklim
siklus dari perjalanan semusim
musim dari keniscayaan rotasi takdir.

Ketika musim semi menghias
berbunga berputik berbuah ranum
siklus berganti
daun terlepas berguguran
dari selimut salju.

Dingin,
telah dingin lamunan di balik bukit cemara
kicauan burungpun bernyanyi enggan
enggan bersiul di ranting dahan
sayap kuyup berlumuran hujan
dingin tak tertahankan.

Semusim telah berlalu memandu rindu
dalam aksara tinta bermadah cinta memamah sukma
dari takdir illahi,
mengukur kearifan jiwa
memaknai rasa sepenuh hati.

Jadilah ia moment bermakna
untuk sebuah kedewasaan diri menyulam masa usia senja.
dalam bahtera masa masa bercinta

ku bingkai cerita indah ini menjadi sejarah
tersusun dalam figura kaca maya
ku genggam jemari indahmu
salam sejahteraku mengikat jemari,
berpeluk cium mesra
di keindahan madah madah sastra dari jakarta menitipkan rasa cinta.

HR RoS
Jakarta, 17-12-2015, 07,20





Mengenang 22 desember hari ibu
---Telah jauh darimu ibU---


Satu tangkai kembang rindu
ku persembahkan di akhir tahun ini.
dalam keheningan malam,
aku sujudkan tubuhku ke hadirat bisu
aku memanggil dalam iringi doa
ya allah... sampaikan rindu ini kepada ibuku.

Ibuuuuu.....

Telah jauh kaki ini ku langkahkan
perih sedih bumi ku pijak
namun nasibku tak jua berubah

diri ini telah bermandi peluh
mengais asa berkelana dilorong masa dan waktu
yang tertinggal kini lamunan pilu.

kini aku tersadar ibu,,
Jauh lebih perih deritamu

yang pernah kau cabari dulu membesarkan anak anakmu.

Oh, Ibu...

Kala malam mata ini berurai sebak
mengingatkan masa pahitnya deritamu mencari sesuap nasi untuk kami.
dalam kelam menengadah doa
aku bersujud,
ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku ya allah.

Ibu,

Di hari kenangan ini
aku menangis rindu dalam setumpuk pilu tercucur kedalam nafasku.

berbahagialah engkau selalu
di usia senjamu yang telah ranum itu.

ku tahu,
andaikan gunung kinabalu itu jadi intan berlian
tak kan bisa membalas jasamu ibu.

Satu kesempatan
ku titip puisi di malam ini
semoga airmataku berhenti menitis.
ku titip salam rinduku padamu ibu
maafkan atas semua silap anakmu.
Oh ibuku.

HR RoS
Jakarta 21-12-2015, 21,52





......
(.... Selamat tinggal memori....)


.
360 hari telah terlewati
cerita tahun ini kan berakhir

kan ku bingkai tahun depan
dengan suasana yang berbeda
meski ia masih misteri.

Dasawarsa cinta dan hidup ini telah di jalani
pahit manis sudah dirasakan
cabaran demi cabaran
telah di hadapi.
dan telah mendewasakan kita
dari arti sebuah makna kehidupan.

kini,
mimpi mimpi indah itu telah usai
telah jauh berlalu pergi.

kan ku terima
walau ia tak kan kembali lagi

meski sisa sisa cinta ini
masih ada
dan kupelihara
sepanjang hidupku
biarlah ku bingkai bayangan semu itu
menari bersama hayal
meski kisah itu tak lagi biasa

Doaku,
berbahagialah bersama realitimu
semoga kau ceria selalu

pada suatu ketika purnama kan bersinar kembali..
kutunggu kehadiran nyanyian itu membangunkan tidur nyenyakku memetik bintang di balik layar purnama yang telah terkembang menemani malamku.

HR RoS.





menyambut maulid nabi 2015.
*** RINDU KAMI YA RASUL ***


Purnama bersama bintang
mengitari galaxi biru

malam ini kututup mataku rapat rapat, syahwatku bungkam.

getarkan alunan shalawat nabi
peluhku mencucur di tubuh
kemilaukan cryistal manik manik di langit tinggi
bertempat di arsy jiwa ini.

Hatiku mengejar purnama
Purnama itu menatap sukma
sukmaku terpukau
menyaksikan sang kekasih
hadir di sagara cahaya berjubah hijau.

Jiwa jiwa yang tenang
telah rindu,
mengenang lahirnya figur sang bintang
bintang yang menyinari malam.

bibit jagad mayapada telah lahir ke dunia
di utus sebagai penyempurna akhlak manusia
rahmatan lil alamin.

Rindu kami ya rasul,

dimalam maulid ini
ku buka rahasia cinta
bershalawat dengan sunahmu
di majelis rasulullah.

Rasul itu,
hadir bersemayam dalam rasaku
di utus oleh rasa yang sejati.

Musthafa,
Kau pembaharu akidah
dari zaman jahiliyah
hingga dunia berpurnama agama.

bermula dari azali sifatnya illahi
berkiprah sampai kehujung dunia
hingga akhirat nanti.

Ya rasul, rinduku akan syafaatmu.

HR RoS
Jakarta, 23-12-2015, 20,51





*************** BULAN SABIT ITU TELAH PURNAMA****************


Seraut wajah yang dulu ceria
ikon maya yang mempesona

Dulu ia selalu bercerita
dalam secarik larik bermadah
pandai menyusun syair bertalent tinta membingkai story cerpen nan indah.

Kini,
seraut wajah nan indah itu telah layu.. tersiksa sakit.
derita di badan tak kunjung sembuh
dalam cerianya hanya sesaat saja
mengisi hidupnya
berkawan hari meraih impi.

selalu seketika pilu
terdampar bersandar di bilik pesakitan (hospital)
seakan derita abadi dibadan
yang tak mau beranjak pergi.
ya allah.

ku tak tega rasanya.

purnama itu kini telah redup
melukis bulan sabit di layar malam mengumpal langit di balik awan
kini, cabaran imanmu di pertaruhkan.

Lihatlah, padahal malam ini berpurnama indah
meliriklah di balik jeruji bilik peraduanmu.
tataplah pelitanya sesaat saja..!!!
kan kau temukan aku disana bersandar dibawah pohon cinta.

wahai alunan bunian malam janganlah memanggil misteri

oh jangkrik malam,
jangan kau undang kepiluan rindu dalam dekapan pilu.

Ku susun luahanku malam ini
sebagai bukti
aku selalu ada untukmu.
halaulah sebak duka didadamu itu
yang selalu membuncah lara
aku masih setia dalam nokhtah
meski realiti cinta ini
ada dalam misteri illahi.

tawakal dan bersabarlah...
menghadapi kisi kisi kehidupan ini.
Ingat,
tirani hidupmu berlanjut ke mereka yang masih remaja.
Jangan kau undang kepiluan dimasa bahagianya.
mama...
semangatlah dalam cabaran sakitmu itulah rintihan bisu mereka semuanya
berharap, mama sehatlah segera.

HR RoS
Jakarta, 25-12-2015, 23,00





(( HARMONI LEMBARAN MIMPI ))


Tatkala kidung malam membungkam bisu
lembaran malam ku putar
dentingkan jam dinding, tiingg.

Ku buka lipatan sajadah malam
dalam malam ku bersujud tahajjud
ku dekap ke mihrab iman
roda nafasku berjalan
sampai di penghujung jalan.

telah pasrah lelah
dalam lelapku bertasbih
semoga harmoni mimpiku
menghalau lembah sunyi.

Lelapku bermakna dalam genggaman illahi rabbi
puja pujiku selimut tidurku
bersemayam dalam awasnya Dia.

ku izinkan tubuhku linglung lunglai
menggapai maha daya cinta

pujiku asyik,
tercipta di keheningan religi malamku
malamku nikmat
asyik
bercinta bersamaNya.

HR RoS





---- DASAWARSA USIAKU -----


Empat dasawarsa usia
telah kujejaki dunia
2016 diambang selamat datang
selamat tinggal kenangan 2015.

lembaran demi lembaran diri
telah membentang semenjak lahir
hingga di kepagian hari.

Saat ini,
masih ku petik akan kasih dari maha pengasih.

Perjalanan diri mengintai hari
cabaran demi cabaran ku bingkai kedalam mimpi
kan ku jadikan sebuah history.

mimpi demi mimpi itu telah usai
ku terbangun dari lelapku
yang ku tatap hanya hayalan malam
asa obsesi diri tetap kan jadikan memori.

Kini,
gita usia telah berada dihujung tanduk
masa senja telah merona jingga
bekal itu untuk selimut kubur
tak jua diraih.

Story memori telah jauh berlalu pergi
dan tak akan mungkin kembali lagi.

Ya

satu yang diharap dengan sebuah kesetian hidup yaitu amal ibadah
untuk pelipur lara di akhirat nanti.

realita asaku
setialah menempuh senja
sampai menutup mata.

HR RoS
Jakarta, 27-12-2015. 23,03





,,,,PADA SUATU SENJA DI DERMAGA TELUK BAYUR,,,,


Di dermaga rindu
tangisku pecah
tinggalkan ranah bunda
aku sedih di tikam senja
kala itu.

ketika lambaian nahkoda melaju pergi
aku telah ketinggalan kapal itu.
dari jauh ku tatap,
sayup sayup bendera menari iringi kepergian kapal melaju
ke samudera biru.

aku terpana,
gejolak jiwa kelana ingin meretas samudera,
seketika pilu.

aku terpaku,
ranah bunda memanggilku.
Jiwaku tertahan diantara simalakama
terus berlalu ataukah akan pulang kembali,
sedih menikam kalbu.

Nyiur melambai di pesisir pantai
seakan iringi kepergian nahkoda itu.
camar bersiul mencicit perit
merayu memanggil kelana, kembalilah ketanah bunda.
biarkanlah takdir itu berlalu pergi, bisik lirih di senja jingga
sapa si burung camar.. oi gadih minang nan denai cinto...

Pada suatu senja di teluk bayur permai

saksi sejarah perjalanan yang tertunda
ketika asa cinta yang dulu pernah di ungkai
terbangkalai sudah, tak tahu rimbanya sampai saat ini.

Teluk bayur di pesisir pantai barat sumatera
saksi sejarah dermaga tua dari zaman penjajah
dalam era peradaban cinta siti nurbaya.

Dermaga itu kini,
jadi saksi memori rindu.
sebuah rindu itu,
yang kini tak lagi ku jumpai.

memori yang sudah berlalu itu telah membisu
dengan tinta ini
bermadah di kertas putih
ku puisikan sebuah memori.

Dalam lamunan di kesendirian
sisa sisa cerita yang tak sudah itu melukis kembali.
ketika masa remaja mengikat kasih
pergi tinggalkan pantai barat sumatera melaju ketanah jawa.

Kini,
memori itu telah membisu
tinggalkan sejarah yang tak bermakna.

selamat tinggal teluk bayur permai.

HR RoS
Jakarta, 29-12-2015, 11,40





BINGKAI BINGKAI SAHABAT YANG INDAH.


Ku renungi...
pelangi senja
kala ini,
ia melingkari mayapada.
ku amati...
dengan seksama
warna jingga senja itu
damainya sebuah rasa
bersemayam dalam sukmaku.

ku bertanya...
pada warna pelangi......?
dari mana rona rona itu,
tampil bisa berkoloni indah..??

meski kehadirannya semu
tapi ia menitip pesan cinta
kepada embun.

Pertemuannya mengurai lembayung
dalam tetesan daun keladi.
pelangi berlalu,
embun tetap berkawan diatas keladi dengan syahdu.
walau ia seketika akan terjatuh.
tapi embun itu
akan menyirami bumi dengan tetesan cinta.

Duuhh,
ketika dunia maya menyatukan kita
entah dari belahan mana kita berada
satu tatapan membawah berkah
bersatu, bersahabat
membingkai sukma
dalam kearifan jiwa
ia adalah ibadah.

Desah senja melukis rasa
ku puisikan kedalam tinta
ketika resah membungkam luah
dimanakah ruhani puisi di pusarakan
tak lagi di manakan.

Satu pesan cinta
lewat jendela puisi senja ini
genggamlah rasa toleransi,
satu cinta...
satu kasih...
bersemi ke lubuk hati
dalam figura kasih sayang
sesama insan hamba tuhan.

sekali lagi,
ia adalah ibadah untuk kita nanti.

Yuukk kita berbimbing tangan.

HR RoS
Jakarta dalam damai senja untuk semua.
30-12-2015. 16,32





MENGGAPAI BINTANG DI BALIK AWAN


Hidup bak berjalan diatas lumpur
mengejar kembang teratai
yang tumbuh diatas air.
Semakin melangkah
kakiku semakin terkulai lelah.

teratai itu tumbuh indah....
sayangnya,
akarnya itu tak berpegangan ke dasar tanah.
ketika banjir melanda,
teratai itu,
ikut pula berenang kemuara.

Aku bak musafir di sahara tandus
haus,
obsesiku telah terkikis tergerus nasib.

satu yang tersisa kini,
ialah keyakinan iman
menggapai bintang bintang malam.
meski malam ini tak berembulan purnamanya redup dibalik awan.

kini,
aku terhempas di lingkaran kebimbangan masa depan.

jalan mana yang akan ku tempuh semuanya arah itu buntu.

Jakarta dalam malam yang mendung,

HR RoS
30-12-2015.





KABUT RINDU, DARI BUAH HATI
DI KAKI GUNUNG LAWU ITU....


Bias bias embun kering di dedaunan
kala senja menyapa
alam tertutup kabut mencekam
berselimut bayangan kelam.

Nun yang jauh disana
di kaki gunung lawu, gubuk itu
yang selalu ku tinggalkan
pada nokhtah mengitari jejak hari
di lorong lorong kota termamah asa
Aku bersenandung senja lewat maya.

Ohh awan yang berarak
di cakrawala tinggi
ku titip sibuah hati
dalam wilayah brawijaya
dengan madah pujangga
ku tembangi kearifan rasa
dalam aturan budaya sang prabu
di gunung leluhur itu.

Di kaki bukit yang asri
sibuah hati ku tinggalkan
dalam jalinan cinta
menjelang dua dekade
kau kini sudah remaja.

Putra itu,
kala siang bermain berlari
mengisi hari menutup sepi
pada senja menyapa
dikau bermuram durja,
bertanya sendiri jauh kedalam jiwa
di manakah ayahku kini berada
yang tak kunjung kembali...?

Ketika fikirmu tak terlerai
bulir membuncah di pipi
mengalir ke sudut bibir
uuuhhh...
matamu terkatup lirih
kemana kan kucari ayah bunda yang jarang ada di rumah ini...?

Ayah....
dikau penuntun menerangi pelita jiwa kembalilah..
terangi rumah ini dengan cahaya cintamu.

Seringkali padi itu berbuah
di tepian jalan mendaki
di tangga tangga sawah itu
tersusun indah

Gontai langkahku
kala pulang sekolah
aku selalu terhenti menatap pelangi
kala senja menghias
di kaki gunung lawu itu

padi itu selalu menguning
silih berganti di tuai petani
kau tak jua kembali
tinggalkan seribu kota itu
yang telah kau lewati
kembalilah ke desa dodokan ini.

Kembalilah pelita jiwa
oh ayahku..
temani aku sekali lagi
biar ku dekap kau erat erat di rumah ini..

Dari rintihan si putra
di balik nada telp
kala senja menyapa ayah bunda.

HR RoS
Jakarta, 6-2-2016. 12,45





DARAH DUKA BOCAH,
DUNIA TAK BERTELINGA
TAK BERMATA.......


Duka lara nestapa miris
hancur berantakan bermandi darah
SADIS.

Ada apakah gerangan tragedi ini
berjuta jiwa telah terbantai
dari manusia manusia bengis.

Ya Allah...

Aku menengadah jauh ke labirin jiwa
ku rangkai syair puisi hiba
beribu tanya,,,??
dimanakah kedamaian dunia itu kini dicampakkan..

Jeritan itu tak lagi di dengar
pasir pasir di pinggir jalan berbisik
wahai ilalang tegarlah berdiri
meski bom waktu membakar padangmu.

Geruduk si bengis peluru mortil
berkenderaan berlapis baja
hanya membantai anak anak kecoa.

Kau meniup abu di tungku api
yang tak membara
apa makna pembantaian itu..??
hidup ini hanya sebuah kepentingan usia seumur jagung saja
bukalah matamu
dengarkan jeritan tangis mereka.

Genosida kau budayakan di tanah tanah berdarah
tanah yang rela di lumuri noda.

Ya Tuhan,

Sudahilah pertempuran itu
damaikan bumi ini
biarkan kami berlari
mengejar impian cintaMu.

ataukah Engkau lenyapkan sajalah
bumi ini seketika
hingga darah bocah tak berdosa itu
tak tercecer kemana mana
Ya Allah...

HR RoS
Jakarta, 11-1-2016. 21,16





,, PERTENGAHAN JANUARI YANG KELABU ,,


Seribu satu cerita telah ku torehkan
bersamamu menyulam rindu

Kini,
siklus tahun telah berganti
semusim rindu telah berlalu
kembang yang dulu indah mekar mewangi
kini telah layu.

kenangan itu telah membeku
melukis sejarah yang berbeda
di penghujung cerita
pertengahan januari ini
kisahku telah kelabu
kau pergi meninggalkan gita gita cinta yang membara.

Semusim saja kembang itu mekar
belumlah berputik
kelopak berguguran
jatuh ke bumi

Di pertengahan januari ini
kau pahat bibirmu menyapa rindu biarlah,
aku terima meskiku tak rela.

Ikrarku menyulam kasih takkan
kulanggar seumur hidupku.

kau larung kisah kedalam sunyi
ku bawah rindu menganyam bisu.

Kutadah bulir yang menitis
ke telapak tangan rela
biarlah pelangi
menari
menghias rasa
jikalau
kisah ini
kan berakhir.

HR RoS
Jakarta 12-1-2016. 20,6





" ROMANSA CINTA
YANG TELAH SIRNA"


Ku petik sekuntum kembang
yang biasa mengembang
subur di beranda senja hari

Rona senja dari kejauhan yang selalu kau titipkan di jelapang padi
berselfie lewat jendela maya ini
kini tak lagi menampakkan diri.

Wajah cantik nan ayu itu
kini menghilang
seakan sinar ayunya telah padam membungkam.

Romansa cinta yang dulu
selalu kau dendangkan
kini berwujud sepi.

Kenapa mesti sunyi
dan kenapa juga mesti terluka..??
padahal belati ego tak kupakai membunuh naluri

kau diam seribu bahasa
membiarkan romansa rindu
berlabuh di dermaga bisu.

Kembang senja mekarlah...!
meski kemarau hari mengamit hati
sehingga kau biarkan taman itu gersang tak lagi burung burung kecil itu bernyanyi.

Belailah dadaku dalam canda maya
biarkan kehangatan berkoloni dalam dekapan cinta.

Janganlah masa bisu tersia sia
tak lagi membuncah kasih.

Seakan kau menanam tebu di tepi bibir
manisnya belum di telan
pohonnya kau biarkan mati

Kini,

Romansa rinduku telah dimamah senja
Layu sudah..

HR RoS
Jakarta, 13-1-2016. 16,00





DEBU DEBU YANG BERTERBANGAN


Pada mimpi mimpi yang telah usai
dalam makna tidur yang tak terurai
angan lelapku
kembali ke bualan
tak termaknakan.

Debu debu yang berterbangan
melekat hinggap kesana kemari
hadirmu tak di hiraukan
pergimu lenyap dibawah angin lalu
kau bias tak lagi bisa di ketemukan.

Debu debu yang berterbangan
kau dari siklus yang berarti
jadi sisa sisa pembakar sampah
dalam koloni masa yang tak tersentuh
menjadi benalu tak berarti
bias di marjinalkan.

Tapi kau debu yang berterbangan
kenyataanmu fitrah bagi sang hamba tatkala banyu tak mencucur ke pancuran

kau debu sang noda pembasuh noda
bagi yang bertayamum

ketika banyu yang berguna
untuk berwudu' itu telah sirna
kau debu kan jadi berarti

sebagai saksi
sebuah kesucian kami
menghadap
Illahi Rabbi..

HR RoS
Jakarta 14-1-2016. 08,31





,,,, GORESAN MALAM JUMAT ""


Tinta madahku hayalan
melukis malam dalam kelam
aku di hantui bayangan bunian

Pada malam ku majenun menghitung tasbih
ketika tahlil menjelma
lamunan religiku membuncah

Ternyata malam ini
pertarungan religi
dan cabaran nafsu
menguncang pilihanku.

Ku tinggalkan pantasi kekirian
meraih kenduri asyik keillahian.

Malam ini,
bangkitnya para jiwa jiwa yang bertasbih menatap tuhannya
terbangunnya sukma yang telah tertidur di selimut hari kala siang mengejar mimpi duniawi.

Malam ini,
desah bibir berkomat kamit
mengamit minda
menatap ke cahaya rasa cinta
para hamba hamba
sang pencinta tuhannya.

HR RoS
Goresan malam jumat
Jakarta, 15-1-2016. 00.00 wib





...LAMUNAN SENJA
MENANTI PURNAMA...


Membalut luka yang tak berdarah
di keremangan hati
merengkuh senja menggapai purnama
di balik jendela rumah ini.

Ku tutup jendela amarah
biar noda yang ber abu tak berterbangan memasuki aksara puisi ini

Puisi indah bermadah resah
aku melukis bait bait cinta
bersimphoni lagu tembangan lama
meski syairku tak beraturan
mengalun nada merenda sukma.

Syair syair yang setengah jadi
tinggi rendah nyanyikan aksara jiwa
aku hanyut dalam gelombang yang menghadang
telah tenggelam di tikam bayangan

Oh, riak yang berarak
sedari lukisan pantaimu menyibak
karang
terkaparnya bunga bunga yang malang di tikam gelombang.

wahai koloni awan malam
singkapkan tirai malammu biar purnama hadir bersahaja menyapa samudera.

Deru debu yang menggilas
rona langit
biaslah bersama pelangi senja itu

semoga madah ini
melukis cinta
meski
malam
Ini
berkabut
rindu
yang
gelisah.........

HR RoS
Jakarta, 17-1-2016. 16,06





TUNAS TUNAS MENTARI

Seribu satu cerita telah ku renda
mengalun nada kisah dalam perjalanan diri

Tunas tunas mentari pagi
semarakkan fantasi warna alam

pelangi pagi menghias di balik jendela
lembayungkan embun suci

kisi kisi terik
pelitakan kehidupan
kala siang tunasmu berpadu
membakar gersang di seantero
membulir peluh.

Ketika tunas mentari perlahan pergi
meninggalkan bayangan diri
bayangan itu melaju memanjang jauh

Wahai alam yang berselimut awan
kapankah mimpi bualan bisa menjadi kenyataan
ingin ku genggam pelita cinta itu
walau ia hanya dalam mimpi sesaat saja

Ku sulam rindu
merengkuh noktah kasih
meskipun di dalam kebisuan
berharap kisah di akhir cerita
menjadi pelita

bersemilah kau
tunas tunas kasih itu selamanya.

HR RoS
Jakarta, 18-1-2016, 11,45





---AKU BERSELINGKUH,
DENGAN SASTRA----


Telah lama ku bungkam cinta
pada aksara rongga dada
menyulam rasa
mengitari rasa dunia seni kata.

Pada ego diri membingkai seni
meluah rasio imaginasikan jiwa

ku lebur lamunan
ku larung hayal ke atmosfir jingga
jingga pelangi cinta bermadah

Aku telah lama terpikat sastra
semenjak darah tertumpah kedunia
pada kala itu
lukisan tintaku mengantung di labirin misteri diri

Berkaca rasa diri ini pada dunia
aku tertegun tertunduk dalam lamunan
seketika ku berselingkuh bersama hayalan
pada malam malam yang sunyi
kala siang menyapa hati
aku seketika asyik bercinta
melirik larik
tintakan syair syair gila

Seringkali ku abaikan pesona malam yang realita
aku lari berselingkuh melalui puisi
ku bingkai realitas sastra itu

meski tak semua ku paham makna aksara sastra
aku bercumbu dengan madah
terlintas begitu saja

Berselingkuh dengan sastra
memanglah berbeda.

HR RoS
Jakarta, 19-1-2016. 08,31





.. GERIMIS DI BULAN JANUARI ..


Rintik rintik hujan
di bulan januari
sebuah awal memori

ku lukis awan kelam
dalam kertas putih

ku tulis namamu
di crayon tinta
bersama pelangi

meski lembarannya hari
kian berganti.

Curah siklus menitis
basahi taman lestari
di bulan januari
sebuah awal gerimis

Pancaroba makna rasa
semakin tak terduga
terkadang aksaranya
sulit di pahami.

Oh, malam yang sunyi
selimutkan aku bersama dinginmu
seiring rintik bulan januari ini

Aku bercerita kala malam
dengan angan
adakah story itu bisa di wujudkan

Karena cuaca semakin esktrim
semoga aku sanggup berpayung daun pisang dalam cabaran perjalanan kasih sayang.

januari 2016
di malam yang gerimis.
HR RoS..





-- MAKNA SEBUAH KISAH –


Kearifan cinta mewaspadai rasa adalah makna yang tak terhingga,
kecemburuan yang menyesak
di balik lirik adalah maruah langit yang sempurna.

Ketika semburat larik
membuncah kata
tak dimakanai aksara dengan seksama
hingga hadiah kebahagian adalah fatamorgana.

Bila analisis arti telah klimaks
tak sempurna memahami lirik
tinta kan memudar menjadi bayangan pelangi yang akan menjauh pergi ke sudut senja.

oohh,
Pucuk pucuk cemara kan berguguran jatuh ke bumi
seperti angan melayang tak karuan jadi paranoid diri

jauh mata memandang kosong
bayangan seketika hilang dari tatapan jiwa kan melompong.

Berdiri di jejak yang pasti
biarkanlah azali menjadi misteri
satu kekuatan yang tersisa
adalah potret potret sejarah
jadi cindera mata terpigura
kedalam bingkai kisah selaksa.

HR RoS
Jakarta, 20-1-2016. 08,26





"" DI TERMINAL SEPI KU TERLUKA ""


Pada penantian yang lelah
kereta itu telah berlalu
lewati terminal pagi
aku termangu pada sebuah kenyataan
yang telah di tinggalkan oleh penantian
yang membosankan.

semburat debu melukis di wajahku
pada pagi nan ayu
siklus cuaca cerah berubah mendung
di cakrawala hati yang gundah.

telah lelah menunggu sesuatu yang tak tertunggu
aku bergumam,
ku pegang erat jemariku
ku terhempas
pada lamunan pagi yang mendung
pegangan jemariku itu
akhirnya terlepas
genggamanku bias.

Kini,
dalam lelah ku duduk sendiri di kepagian ini
biarlah kereta itu berlalu
tinggalkanku di sudut duka

duh,
berurai airmata kecewa
di pinggir jalan yang sepi
ku usap bulir itu perlahan
menghapus kisah pagi seakan tak pernah ada yang terjadi.

Kereta itu telah berlalu sejauh mungkin
tak akan mungkin kembali lagi
keterminal ini.

HR RoS
Jakarta 21-1-2016. 09,50





-------- I B U ---------


Ku dapat kabarmu
dari adinda
kau kini tergeletak payah
dipembaringan tidurmu

ada apa gerangan ini ya tuhan
bak petir menyambar di siang hari
airmata langit seketika menitis
seiring tangisku membuncah
mengiris bathin di lorong hati.

Ya Rabb..
pertemukan aku dengan ibuku selagi nyawanya masih bersahabat di badan.

Pada tinta petang ini
aku menyusun berita syair lara
yang ke sekian kalinya mengudara
ku kabarkan pada seorang ibu
yang melahirkanku.

Ibuuuuuuuu..........

Tataplah dunia ini dengan nafas cinta yang masih tersisa itu
berdoalah selalu...
terpisah jarak di lingkar samudera
antara tanah jawa dan sumatera
kan ku arungi sagara itu
melintasi cakrawala berkabut
dalam tatapan yang sendu
senja yang akan meredup

baru tadi aku mendengar suaramu ibu
di hujung telphon bernada lirih
di larung sunyi menyapa bilik ini
suara terbata bata memanggil
Romy.. pulanglah nak..??!!
ibu sudah payah kini.

Seketika suara itu perlahan redup
sekejapku bak anak yang dungu
tak menentu
apa yang harus ku perbuat..
aku berlari kepada suatu tempat
berlari dan terus berlari
mengejar bayangan itu
yang melintasi sekejap

terpaku lelah
pada pelarian yang tak terarah
pada peluh dan airmata mencucur kusujud sektika di sebuah mushala.. ya allah.... ya allah.... ya allah......
...........
...........

HR RoS
‪#‎BERDUKA‬#
Jakarta 21-1-2016, 16,00





--- FATAMORGANA RINDU ---


Lembayung kasih
telah tertutup mendung
rintik rintik hati menitis berkepanjangan
semakin mencekam sunyi
dalam alunan memori.

Ku labuhkan tatapanku ke kertas lusuh
Memadah bayangan fatamorgana rindu
ku tulis dengan tinta rasa memamah sukma lara.

Oh rindu,
dikau tak lagi nyanyikan nada merdu
kala dulu menyapa dengan mesra
nada nada kasih yang dulu
telah terbungkus pilu
kemana kan kucari bayangan semu untuk menjadi realitaku.

Semburat luka semakin menganga
tak ku kenali lagi darah yang mengalir
luka di sayat sembilu
tak lagi kurasa bulir yang biasa menitis kala sedih menyapa hatiku.

Rasa itu telah hambar
di tikam fatamorgana rindu
yang kian beku
mimpi semalam telah usai
pergi bersama kepalsuan kasih

kini
ku tatap masa yang tersisa ini
mengadu dalam doa
berbahagialah rindu rindu yang dulu
yang pernah ku semai
kedalam noktah cinta bersamanya
meski kini noktah itu telah gersang berkabut bayang yang tak lagi bermentari.

HR RoS.





"" KU TITIP PESAN CINTA TERAKHIR ""


Menatap wajahmu yang ayu
di balik langit langit kamar ini
aku menitip pesan cinta
ku labuhkan bersama bayangan mimpi

Aku kini masih bernafas
menghela warna dunia,
malahayati cinta
di sisa sisa hidupku ini
bertamulah walaupun hanya sesaat saja.

Kasih..
kaki ini telah lelah melangkah
tanganku telah kaku melingkari tubuhku
aku yang dulu pernah menggenggam erat tanganmu.

Bibir ini telah kelu,
aku menitip sebuah pesan cinta
lewat aksara jendela angin
di bilik pembaringan ini
semoga kidung relaku
terhantar ke berandamu itu,
berputiklah kau bunga cantik janganlah layu.

Kasih,
biarlah ku pergi bersama maha sepi
tinggalkan cerita, mahadaya dunia cinta
tubuhku ini semakin melemah.

isyarat nafas ku melafazkan cinta
berbahagialah engkau hendaknya
sepeninggalku
pergi untuk selamanya..
pergi ke alam keheningan tak berbatas tak berhujung
padam tenggelam,
sunyi berbalut kekal selamanya.

Selamat tinggal dunia cinta
izinkan aku mencari cinta abadi
bersemayam dalam haribaan illahi.

HR RoS
Jakarta' 11-1-2016, 12,50.





..GEJOLAK RINDU DI MUSIM SALJU..


Semusim rindu
hadir menyapamu
ku tunggu dikau dibalik jendela rumahku.

Disini,
ku rawat putik putik bunga cinta
yang telah merekah.
aku menanti dikau kekasih
ditaman asmara ini.

Kasih,
lihatlah di ranting cemara itu
bertengger merpati putih dalam ayunan bayu
menyulam rindu.
dia bersiul mengikrar kata
tak akan mengingkari janji.

Bunga cemara itu
menghias salju dalam ayunan rindu
adakah gelora rindumu untukku..?
bergejolak di kejauhan.

Telah ku labuhkan cinta
di dermaga peraduan kasih malam ini.

Kasih,
datanglah sesaat saja dalam lamunanku
dekaplah tubuhku
biar ku rasakan kehangatan geloramu malam ini.

Kecuplah bibirku
meski beradu dalam mimpi
mimpi mimpi indah bersamamu.

ku titip setia kasih dalam nokhtah cinta untukmu selamanya.
I miss you.....

HR RoS
Jakarta, 9-1-2016, 20,22





..GENOSIDA UMAT DI BUMI SYIRIA ..


Airmata itu tidak lagi bening
tapi sudah darah,
tubuh itu sudah kering
tidak lagi bernyawa,
tanah itu telah tandus
sudah di bumi hanguskan.

haus lapar sampai pada kematian
dan obat obatan semua di boikot.

pemimpin disana tidak lagi punya jiwa
tapi sudah serigala.

Pembunuhan,
kejam brutal biadab tak lagi manusiawi.

Homo homini lupus...
manusia adalah serigala bagi manusia yang lainnya.

Ya Allah.....

kerukunan itu telah musnah
karena perbedaan ideologi
antara suni dah syiah,
dimanakah kedamaian itu kini
oh suriah...?

Kompleks kepentingan telah merajalela
hipokrit dunia ketiga menikam dari belakang..
efek politik keserakahan dunia
bak binatang buas di hutan belantara
siapa yang kuat dia berkuasa.

Oh, pemimpin perserikatan bangsa bangsa..???
dimana telingamu itu kini,
seakan tuli.
kenapa lembaga itu lemah tak berdaya, seakan buta.
pelayananmu itu hanya seremonial saja
tak menyentuh ke ranah perdamaian.

kau robohkan saja gedung putih itu
karena tak lagi berfungsi dengan semestinya.

Kini,
jeritan umat di suriah pilu
kehidupannya terhempas kejurang yang terdalam
menakutkan.

GENOSIDA, pembantaian dimana mana yang tak lagi punya nurani
tak berprikemanusiaan,
hanya karena sebuah jabatan
tak kau fikirkan balasan tuhan.

politik binatang telah membutakan akidah
adakah engkau dajjal dajjal itu..??
Menangis sang utusan itu kini
dimakam suci
ia yang tak bisa berbuat apa apa lagi.
padahal ia telah menitipkan hukum risalah illahi yang harus dipedomani.

Berdamailah kau kini,
Wahai suni dah syiah.

HR RoS
Jakarta, 08-01-2016. 21,06





---LUKISAN MALAM---


Malam ini,
ku raih secarik kertas putih
lukiskan aksara malam
diam dalam kelam.

menyusun bisikan bathin
ke kawah rasa
terluah dalam kesendirian
meskipun hamparan malam
berkabut bisu dalam tatapan.

Pada malam yang sunyi
mendung melingkari galaxi
butir butir kejora itu
yang biasa menampakan pelitanya
telah hilang dibalik cakrawala.

Lukisan malam yang tak bergambar
merupa rasa ke dalam tinta
syairkan wajah kejora redup
malam telah temaram
kian kelam,
tak berpurnama
mendung sudah.

HR RoS.





... SETANGKAI KEMBANG RINDU...


Seribu satu cerita telah ku luahkan
memetik sebuah kisah
yang takkan mungkin ku lupakan.

Pada setangkai kelopak yang merekah
aku menitip aroma wangi
dalam sekuntum bunga.

Baru saja kemaren
simphoni rindu itu ku dendangkan
kini,
nada rindu itu telah sumbang
pada sebuah keadaan
yang sulit di mengerti karena berjauhan.

Bila cintaku adalah deritamu
maka campakkanlah aku ke samudera biru.
biar riak gelombang menenggelamkan perahuku.

Bila lukamu menitis sebak derai airmata
jadikanlah ia embun tuk membasuh
Laramu.

Setangkai kembang rindu
kau bungkam ke dalam lamunan sepi,
janganlah kau anggap wanginya
sebuah kepalsuan bingkai kekasih.

HR RoS.





MEKARNYA TERATAI DI TELAGA ITU


Mekarnya si kembang teratai
yang hidupmu dialiran tak beriak
ketika gelombang menghadang
kau berhanyut....
kan tetap hidup.

Teratai indah tumbuh di telaga warna
ku tatap pelangi pagi
menghias hadirnya sang mentari
teratai nan indah itu
tetap asri diatas telaga sunyi.

..
HR RoS





SKETSA TETESAN DARAH CINTA


Dari pertemuan sebuah rasa
membuncah asyik,
membulir makraj makraj cinta.

Ketika fitrah bersabda dalam qolam,
sari rasa bersemayam bersama sulbi
tetesan darah cinta
berkoloni kedalam garbah.

Bersatunya wadi, madi, mani, manigkem.
dikontak oleh rahmatan Nur Murhammad
jadikan si jabang bayi.

Satu langkah kau berada kedalam syurga
asyik menyapa cinta didalam garbah bertasbih.

Menitis kedunia
menjadi khalifah
sebagai regenerasi cinta.

apakah akan jadi baik atau celakakah...?

HR RoS
jakarta, 4-1-2016. 08,28





MEMORI DAN REALITI KEKINIAN


Semarak
seremonial
memori
telah berlalu pergi.

Di depan mata
saat ini,

aku terhantui
nyanyian tembang misteri
membayang seakan tiba tiba menghampiri.

Ia mengamit jiwa mengapit sukma
diminda rasa.

ku sandarkan laraku sejenak
kedalam hayal lelahku.
kularung bersama kelam, diam.

Pada diri ini,
aku berkaca kepada nostalgia
yang pernah menghukumku dalam kegagalan masa meraih asa.

di moment sujudku
ku petik doa dalam religi imanku,

lara itu,
semoga kau tidak membunuhku dengan sia sia di kemudian hari
dalam masa sisa sisa hidupku nanti.

HR RoS.
Jakarta,1-1-2016. 22,47





testimoni mayaku ditahun 2015.
MAAFKAN ATAS SILAPKU
OH, SAHABATKU SEMUA.


Denting jam berputar seiring waktu bergulir
perjalanan hari yang telah kita lewati siang dan malam.
ku tulis tinta ini kedalam bingkai puisi
menyapa sahabat semua........

Di penghujung tahun 2015 ini
dalam pergantian menuju tahun 2016.
aku menghulurkan tangan kepada sahabat semua,
maafkan atas silap dan kesalahanku kawan,
antara sengaja ataupun tidak.
diantara paham dan tidak pandainya memahami aksara kata yang dianggap.

Sekiranya umurku panjang menyongsong di tahun 2016 nanti
aku ingin dan ingin selalu jadi insan yang lebih baik lagi.

Harapanku di tahun ini,
ingin selalu bersamamu menatap dunia
merangkul cita dalam gita maya.

semogalah bermakna dalam moment2 bersamamu.
meskipun tubuhku tak merangkul bahumu.
tak menggenggam erat tanganmu.

Dalam sastra aku menyapa,
mewakili peluk mesramu semua.
walaupun berada jauh di sudut jakarta ini.
semoga pertemuan kita selama ini menjadi ibadah hendaknya amin..

SELAMAT TAHUN BARU 2016
SELAMAT TINGGAL MEMORI 2015.
HR RoS
Menyapa dari Jakarta,
31-12-2015, 06,47





--- SEMUA TENTANGKU ---


Berkaca diri
pada bayangan silam
menatap hayal
dalam kelam

aku majenun
paranoid
dalam gugusan
cahaya yang temaram

aku telah dihantui
oleh goresan
yang menikam
kala gundah
membuncah lara

sulaman yang selalu dirobek
selalu ku tenun kembali
dengan tabah
menjadi gaun gaun cinta

semua tentangku
aku terima
meski telah lelah
kan ku cabari ke egoan diri
dalam gentingnya
tali buaian kasih

jalan itu telah berlumpur
pada jejak
yang telah goyah
arah mana
kan ku lalui lagi
jalan itu kini
semua telah ternodai

karena pertemuan itu
sudah tak semesti

titian kasih
telah terurai
benang merah
di arah yang tak sama

Ahh...
satu kisah
dalam makna
lingkaran cinta
yang telah
menjadi
sia sia.

HR RoS
jakarta, 24-1-2016. 03,42





MENGENANG TIGA DEKADE YANG BERLALU DI TEPIAN MANDI KESUKAANKU.


Gemercik alur ilir air mengalir
mendung sebak di hulu pertanda hujan akan memandu..
tertunai sudah hajat pilu
selepas tengok ibu
dikampung halaman yang kurindu.

Oh awan yang kelabu di puncak bukit wisata bayang sani indah
hujankan koloni itu
basahi seantero mega

Lamunan mundur jauh
ke tiga dekade
yang berlalu

ku ingat tatapan diatas batu itu
masa mungil dulu
kala senja kan menepi
aku loncat loncatan
bersama rakan rakan
yang sudah berpisah
di kota kota yang berbeda
entah dimana dikau kini.

Kini ku torehkan sebuah madah history
di tepi pemandian senja ini

ku sapa
dimanakah gerangan engkau kini
berada wahai kawan kawan dan
handai tolan spermainan setepian.

aku sapa lewat goresan angan adakah gemercik alur ilir air mengalir ini kita buncah kembali dalam riak tawa bersama
kala pulang sekolah.

Aduh hai history
tiga dekade yang berlalu
di tepian mandi ranah bundo
nagari kubang nan denai cinto..
hahaaaaaiiiiiii.... takana juo.

HR RoS
Batu lenong, 27-1-2016.





TERLARUNG SEBAK KEDALAM RIAK


Ketika perjalanan teriris bulir
mencoba merayu bunda dalam letih
duh,
sudah terlukis di dinding history
di kancah diri memeluk sebak di hati.
Ketika permatamu pergi
pergi dan pergi menjauh tinggalkan beranda rumah ini
di tengah hari
crystal membuncah tak tertahankan di sudut hati.

Ya illahi...

Aku larung doa yang rela
ke haribaan musafir yang semakin terkikis di tanah yang tandus..
hamba ingin setetes embun
ampunan kasih-Mu ya rabb.

Perjalanan itu semakin menepi
ke ruang senja
aku memohon ya allah
Izinkan aku kelak berjumpa
ketanah bunda kembali
dalam opera permata yang selalu menghalau sedih jadi ceria.

Meski jiwa dan hidupnya
bertabur derita
yang disimpan dalam
peti rahasia hati
yang tak boleh sesuatupun
yang kan mengetahui
selain aku dengan-Nya

Sehatlah bunda.

HR RoS
Dalam perjalanan jalan raya painan - Padang, 29-1-2016. 14,28





GORESAN BAYANGAN MEMORI DIRI ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Menulis abjad dengan tinta
yang tak berwarna
aksarakan rasa yang tak berwujud
bermukim kedalam lembaran jiwa

Ku gubah memori ke dalam puisi
mengenang masa masa bahagia walau ia selalu berhias kecewa.

Duh diri,
kenapa dikau menangisi story yang tak semesti
padahal bayangan kasih
tak kan mungkin kau pegang
dalam dekapan satu hati

Diri,
tataplah wajah belas kasihmu
di dinding kaca kau menangis
kan kau sadari arti hidup ini.
tak kan mungkin
mimpi mimpi itu kau raih kini
karena ia semu dalam tidurmu

Di rona bibir memandu rindu
tak kan lagi kasih itu menyulam kenangan
kenapa bulir ini seringkali menitis
kala menatap wajah diri
biarlah ku usap airmataku
di telunjuk bisu
karena memori itu semakin menjauh
dan jauh berlalu tak menentu.

Aku selalu menyepi ketika malam menyulam kelam
seringkali bermenung sendiri
dan bertanya kepada diri,
kemanakah bahagia itu berlari
yang semakin jauh menghilang bersama memori.

Goresan ini adalah puisi
yang sulit ku nikmati
karena ia adalah goresan lara
yang semakin lara.

HR RoS
Jakarta, 30-1-2016, 20,47





""""DOA DOA CINTA
DI HUJUNG MALAM"""""


Sunyi dalam keheningan lirih
menapaki jejak jejak langkah
sang utusan itu
bermandi peluh dalam tasbih
ku buka nisan kuburku
telah terlelap dalam kalbu

Pekat kelam tak berpelita
aku ingin meraba sesuatu
secercah cahaya cinta
naluri kamil,
temani aku malam ini
sinari jiwaku dalam doa doa dihujung malam malam sunyi.

Hening bak lonceng berbunyi
dalam senyap
ku dengar bisik bisik dilorong hati
sami'an membuncah di alam kesunyian.

Jiwaku bertanya pada kelam
dimanakah engkau ya tuhan.
ya tuhan,
aku bertanya pada kekuasaan
dimanakah surga itu kau sembunyikan

padahal
iblis iblis telah ku penjarakan
nafsu nafsu ku bungkam.

Tampakkanlah wajah miyskat di dinding kaca itu
di balik tirai kasyafMu pada sukmaku
biar ku hantar cintaku ke hadiratMu.
berharap, cintaku kau setubuhi berpagut rindu
pada malam yang lena asyik
dalam doa doa cinta
di penghujung malam itu.

HR RoS
Jakarta 31-1-2016. 20,31





RASA YANG KEDINGINAN DI CAKRAWALA PAGI.


Pada awan yang berarak pagi ini
turunkan hujan basahi seantero alam.

ku titip pesan
pada gumpalan mega yang berkoloni

Oh iklim,
sudahilah sebak mendung hari ini
izinkan ku tanam,
kembang mawar berduri itu kembali
tumbuh di taman lestari
di beranda hati ini.

Oh angin,
pada sepoinya mamiri
ku titip lirih rindu
lenakan tubuhku
biar kurasakan nikmatnya kasih
di beranda muka buku ini.

Pada setangkai kembang yang telah ranum
kala mentari yang selalu menyinari.. bersemilah.
meski tangkai itu gundah oleh badai memori
dan setangkai kembang itu pernah patah
ku kan tetap menadah
dengan tangan rela
ku dekap dikau
ke dada cinta yang setia.

Jalan hari,
kian berganti iramakan nada simphoni
di ketetapan rotasi berputar silih berganti
adakah buaian cabaran itu sanggup hidup dalam lingkup misteri
diantara kau dia dan aku.

HR RoS
Jakarta, 1-2-2016. 12,51





MENDUNG HARI
YANG TAK KUNJUNG PERGI.


Ketika mendung tak kunjung berlalu
selaksa rindu bungkam
di beranda sore itu

ku sapa dikau lewat jendela maya
menuntaskan rindu
di hujung senja ini
meski tergumam bisu
aku titipkan nada nyanyian
lewat burung burung camar
di senja yang semakin berlalu

Oh hujan,
biasmu menyisakan embun
dikeremangan pelangi merona
kerudung malam
tak kan berjubah rembulan
pada malam ini.

karena,
Koloni musim belumlah berganti.

HR RoS
Jakarta, 1-2-2016, 17,18



......TAKBIR BUYA
TAISAK DI HARI RAYO......


Jauh jauh tabangnyo siburung bangau
namun hinggoknyo
yo ka kubangan juo
jauh jauh bujang marantau
namun pulangnyo lai kakampung halaman kito.

Karatau madang di hulu
babuah bungo balun
marantaulah bujang dahulu
di rumah paguno balun

Lah jauh tabangnyo perjalanan
putera daerah mancari ilmu
lah tarang nagari di sabalah
lah silau mato mamandang nagari urang
nagari kito basilang sangketo
antah bilo katarangnyo.

Tadanga saluang kubalo
di rambang patang
sayuik sayuik ganto padati
bansaik di badan
lah jadi pamenan diri.

baurai tangieh kadado
nasib sidagang malang
galeh takambang hujan tibo
sumarak bayang sani
dibalai induak induak
barabuik patang
manjalang sanjo hari.

manangieh tapian bundo
anak nan ketek lah digadangkan
lah gadang dak kunjung pulang
lah cadiek sibujang diasuh angku katik
babalieklah kabayang sani
ramikan nagari kito.

Kini lah masonyo anak nan paguno
mambangun kampuang jo nagari
bia dak sio sio jabatan di sandang
selagi masih berfungsi
mambuek anak kamanakan bangga kini.

Yuuukk...

Jadikan koto baru tanah religi
bayang pado umumnyo
itu baru ku jempol salut kami.

Dangalah rintihan
kami menadah hibo
Gemparkan mesjid jihad itu nanti
dengan orasi dakwah islami

mesjid kito lah asri
di jalan raya bayang
di bangun jo amal jariyah petani
tapi mesjid itu kosong
dengan cahaya pengetahuan ulama..
ulama itu dimano kini...??

Ooo buya..
babalieklah kanagari
doa kami menyertai kesehatanmu.

Katiko tanah merah tabantang
di nan langang
sasah mayit tibo kudian
indak katadanga lai rintihan misteri
ka mesjid jihad itu nanti
maratok surang di kayu gadang
takana jaso bundo alun di tunaikan.

Pitaruahkan anak kamanakan
sarato umaik jo nagari
mahimbau jo hibo hati
babalieklah kanagari kito
bangun kampung halaman
basamo samo kembali
nan lah ditinggakan sedari dulu.

Buya...

Kami tunggu kesaksian khutbah
di mesjid jihad koto baru bayang
di hari rayo nanti.
sang putera daerah berkumpul
prof DR Ahmad Kosasih
berharap khutbah takbir
balinang aieh mato di ranah bundo
bia talarai isak nan salamoko.

Salam santun dan hormat kami
dari anak kamanakan sarato umaik jo nagari.

HR RoS
Jakarta, 3-2-2016, 10,32





Mengenang negeri tanah kelahiranku
Dalam...
TONGKAT TONGKAT NEGERI YANG KIAN RAPUH.....


Ranting patah tunas tunas berganti
daun daun berguguran
tak menyalahi angin

Ketika ilalang berpayung terik
tanah tandus
akar ilalang itu tetap mencakar
bertahan hidup
meski batang kerontang
dia tetap tumbuh subur
di tengah padang gersang.

Bila jantung negeri berkumandang azan
pada maghrib
surau surau di penuhi oleh si pengheja hijaiyah.

Bila mamak mamak kami
berkompetisi duniawi di tanah kekasih
batas batas toleransi telah di kebiri
Oh negeri seribu janji
dititipkan amanah dari dang tuanku
negeri kubang bertuah masih bersahaja
menyimpan banyak cerita
sedari dulu hingga nanti.

Negeri kubang terbentuk
dari peradaban adat
kini kian tergerus oleh lemahnya
komunikasi antar sesama.

Padahal adat berdiri oleh budaya
gotong royong
sandi yang tak lekang oleh panas
yang tak lapuk oleh hujan.
ketika harkat tersekat
martabat tergadai
jadilah korong terkotak
dari sang pengemban amanah yang tak tertunai.

Kubang, tegarlah...
janganlah tergerus oleh arus

Regenerasi bersatulah
dalam satu bingkai ukhuwah
negeri kubang,
bisa menjadi teladan
dalam adat kenegarian
ranah bundo kanduang
LIMPAPEH RUMAH NAN GADANG

Setangkai angrek puisi senja
dari jakarta
menyapa tanah bunda
di sumatera, kubang bayang
yang tercinta.

HR RoS
Jakarta, 3-2-2016. 17,15





DI BAWAH POHON KAMBOJA TUA ITU
RINTIHAN KU LIRIH.....................


Bulan sabit telah menggantung
di balik pohon kamboja itu
tanah merah masih belum di gali.

Perjalanan diri
telah berada di hujung tanduk
aku menyadari....
untuk menempuh hujung jalan haruslah melalui pangkal jalan
pangkal jalan yang terdekat itu
adalah diri sendiri.

Ketika dahan beringin itu patah
ku ingin tunas tunasnya berganti
dan ketika daun daunnya berguguran..
ku ingin putik berbunga tak menjadi layu.

Oohh misteri...
jangan kau bayangi aku
dengan el maut....
izinkan aku untuk hidup seribu tahun lagi
bila el maut kan bertamu
kembang setaman
dan air doa kasih
telah di persiapkan ke tanah merah yang siap siaga menanti.

Ohh misteri...
bukan ku memanggilmu pada sebelum takdir,
aku masih punya cinta
untuk sang kekasih
jangan kau ulit aku
dengan mimpi mimpi misteri itu.

Di bawah kamboja tua itu
aku terpaku sendu..
adakah amal ibadah ku dekap
untuk selimut tidur panjangku
disana nanti..
ya illahi,
izinkan hamba melafazkan
seribu istighfar
di setiap lengahku
di dalam jiwa ini..

biar tak sia sia hamba
di hidupkan kembali
akan di rundung duka
yang tak berkesudahan
di
sana
nanti
untuk
selamanya.

HR RoS
Jakarta di malam jumat.
5-2-2016, 00,00




_____ LA TANZA DIRI _____


Tertunduk daku dalam lamunan
membingkai sepi sebait puisi
melintasi cakrawala hati
dalam tanjakan iman
mengukir aksara kata sebaris jalan
jalan jalan tuhan yang di ridhoi.

Pada sebuah janji
yang pernah terikrar
dalam pergulatan arena kekasih
menyulam aksara cinta
tersusun sudah

kini,
ikrarku ternoda
ke dalam kasta terendah
lemahnya haluan hidupku
menuai asa dalam gita cita
menatap mentari.

La tanza diri,
kan ku dekap jiwa ini ke dalam doa

oh, misteri azali illahi..??
tampakkanlah wajah wajah indah
yang realiti dalam firdaus kasih
seperti nohktah cinta
antara romy dan juli.

HR RoS
Jakarta, 9-2-2016. 13,15.





..LAMUNAN MENYULAM HUJAN..


Rintik rintik hujan dihalaman rumahku
sekuntum kembang layu kedinginan
berselimut kabut
dingin dalam taman kesepian

Oh hujan,
redahlah bulir bulir langit itu
jejak jejakku telah basah
langkahku terhenti
arah mana yang akan kulalui kini.

Oh awan,
bukakanlah tabir mentari itu
biar ku nikmati
pada kisi kisi terik
yang akan menyinari
kearifan alam ini.

Mendung,
aku masih disini
di gubuk tua
mengintip cakrawala
di balik jendela
adakah rona senja ini
berpayung pelangi

Malam,
biarkan aku damai
dalam jubah jubah malammu
menyulam tasbih
di lingkaran sajaddah cinta
bercumbu mesra
ke labirin cinta maha kekasih.

HR RoS
Jakarta, 9-2-2016, 16,02




$$-- SIMISKIN BERCINTA --$$



Simiskin bertanya,
kemana akan di bawah pokok cinta
yang telah berbunga ungu ini
arah tujuan rindu telah kelabu.
oh mendung,
mendung rindu yang tak lagi menentu.

Kasih,
telah tinggi aku pacu semangat berlari mengitari hari
untuk mencari sesuap nasi
mengejar obsesi
meraih impi
namun nasib tak jua berpisah
dari badan diri.

Masa bahagia itu pernah singgah
menyapa beranda asaku sekejap
dan sayangnya seketika sirna.

aku kini bertanya dalam hiba
ketika cinta tak rela berdiri
di jalan yang licin
berlalulah dari arah itu..!

Di sana...
jalan berpita merah
berpermadani indah terbentang
menuju istana nohktah megah
hidup dalam kasta yang mewah bersamanya
aku berdoa rela untukmu.

aku akan menjadi saksi lirih
menyulam angan kedalam kelam
membiarkan rasa yang tersisa ini
kelu kedalam bisu.

biarlah aku jadi penonton
dari bilik sunyi
menatap paranoid kasih yang tersisih.

Biarkan ku dekap anganku yang rapuh
merestui kebahagaianmu itu
berbahagialah hendaknya disana.

kasih.
hapuskanlah cerita cinta
yang pernah mengisi ruang hati ini
kala bersamamu dulu.
aku rela,
dengan telapak tangan sepuluh jari
aku menyerahkan takdir
dalam kasih yang tak sampai
kedalam keraifan cinta yang pasrah.

Gubahan rasa yang terakhir ini
dengan tinta merah ku madah
mengusap deraian airmata
yang membasahi duka hidup
yang kian menganga.

doaku,...
berbahagialah dikau disana bersamanya.

HR RoS
Jakarta, 10-2-2016. 12,45




Anekdot..
"--Petani dan si burung pipit --''


Pada suatu pagi
para petani desa bersenda gurau di kedai kopi

selepas sarapan pagi itu terjadilah dialog aktifitas diantara mereka.

salah seorang petani mengajak kawannya untuk bangkit dari tempat duduknya.

berseru..
kita ke sawah yuk..??
sahut pak tani, ke kawannya yang di sebelahnya.

Kawannya menjawab
malas ah, kata kawannya.

kenapa emangnya...?
pak tani balik bertanya.

Kawannya tadi memberikan alasan yang sangat di plomatis

Kalau kita jadi petani
sudah pupuk mahal
obat padi harganya selangit
mirisnya lagi sering gagal panen.

Ketika panen juga nantinya
harga padi dan beras di beli murah sama pengusaha.
parahnya lagi, beras juga di impor dari luar negeri menyaingi harga pasaran dari petani.
ga di jual padi dan beras itu nanti tak bisa menutup hutang biaya usaha pertanian itu. uuuhh.. deliknya sikawan itu.

Petani itu balas menjawab..
ya..
kau banyak teori nampaknya kawan
alasanmu saja tak mau berusaha
dasar rakyat pemalas kau ini.
coba kamu fikir, kalau tak kesawah kita kita ini.
tak lagi bertani, mau makan apa kau dan keluargamu nanti..??

Kawan itu bergumam lirih,
uhh.. dasar kau tak paham program pemerintah selama ini pak tani,
ya pak tani.

tahu gak kau pak tani..?
Program pak menteri sekarang ini impor beras dari thailand.
beras di beli murah di jual mahal. beras dalam negeri harganya di politisi. deliknya, persiapan beras dalam negeri tak mencukupi.
Padahal negeri ini surplus lumbung hasil tani..

sang tengkulak pecundang berkilah dari sudut kedai itu. uuhhh..
debat tingkat rakyat sok pintar.

Hehem,
termasuk si penulis anekdot ini

coba fikir baik baik kata si tengkulak..
Kalau kau tak kesawah!
paceklik kemiskinan akan semakin pahit, kehidupan ini akan menjerit
pemerintah akan semakin terjepit.

Ah.. kata si petani
dasar kau tengkulak...
kau tahu cari untung saja sebagai pedagang, sebenarnya kaulah biang kerok semua masalah harga selama ini.

Uhh,, enak saja kau berkata jawab tengkulak.
Aku hanya pembeli dan penjual saja hanya jembatan antara kau dan pemerintah..
wajarlah aku dapat ke untungan.

pagi itu sudah beranjak pergi, tak terasa matahari sudah mulai meninggi.
debat para petani itu tak kunjung jua selesai.

Pipit, si burung sawah mengintip debat petani di kedai kopi
dari ranting pohon di kebun yang tak berapa jauh dari kedai itu.
siburung pipit mencicit lirih miris, seakan berbisik dalam cicitnya. berharap sedih mendukung petani,
ke sawahlah pak tani..! harapnya.

Aku sipipit ini, sama halnya dengan simungil kalian dirumah yang lagi doyan makan..
jangan kau hiraukan birokrasi diatas.
optimislah kesawah..!
tataplah selalu mentari pagi itu disanalah kehidupan.

Aku si pipit sawah
sipencuri biji padi yang menguning menumpang hidup dengan petani.

aku sama halnya dengan si burung hantu yang disana..
dan si burung hantu itu jauh lebih berbahaya lagi, satu lumbung dimangsanya.
parahnya lagi,
bahkan lumbung pun dijualnya.

HR RoS
Jakarta,29-11-2015, 08,05l





Puisi..
** Aku tak sehina yang kau duga **


Ku akui...
kau sangat berarti
karena diriku tak pantas kau cintai

meski terperap dalam harap
ingin damai bersama kekasih..

duh, cinta itu
tak seindah yang ku bayangkan.

cabaranku terkikis oleh keraguanmu
aku sang kelana tinta
sadar,
hanya bermajas majas duka

tintaku adalah sang musyafir syair jiwa
berkongsi ke alam maya sebagai seniman yang ketinggalan kereta.
Tintaku bukan tebar pesona kepada bunga bunga yang indah

Ia melukis kongsi
dalam bingkai satu dunia satu jiwa berkoloni dalam ukhuwah manusiawi
membuat peradaban sejarah tinta
meski ia bias di telan mimpi.

berharap,
Setia hati memahami seni
tak melukis kontradiksi
pahamilah sebuah luah tinta
dalam kearifan budi yang bersahaja.

Presepsi hati,
Aku tak sehina yang kau duga
hidupku bermaruah
genggamanku erat melekat
meski genggamanku
bak batu karang yang selalu menghadang
dia juga bisa lebur oleh deburan

Kasih,
aku memang tak sempurna
memadah nohktah cinta
berkaca diri dengan rasa
aku bukanlah pemimpi hati

aku kan selalu tegar berdiri,
dalam batas batas jejak langkah
tak tergerus oleh badai
tak hancur di gulung ombak
selagi langkah kakiku dipahami.

Meski ku pasrah dijajah
tapi aku tak rela kesetiaanku di hina

biarlah kini,

Hari hari kosongku
bersenandung sastra
untuk mengisi lembaran putih
jadikan memori
meluah obsesi yang telah jauh pergi meninggalkanku.

kini,
aku mencoba merajut sepi

Berkelana dengan rasa

berkawan dengan tinta

hidup dengan realiti

berkasih dengan satu hati

bercinta sampai mati.

HR RoS
jakarta, 26-11-2015, 09,45.





Puisi,
"""""" TONGKAT TUA
YANG TELAH RAPUH """""""


Ayaaahh....

perjalanan panjang itu telah kau lalui
berhentilah melangkah
duduk manislah dirumah

Getir pahit manisnya sebuah kehidupan
jalan berliku menanjak menurun
terjal tandus dan berbatu kau tempuh

kau terus melangkah di teriknya mentari
untuk sebuah asa pelita tirani
nasi yang kami makan
dari peluh darahmu kami di besarkan.

Kau ayahku,
impian tinggi yang menggebu
untuk buah hati
seperti kau bercermin dengan masa lalu
meringis sedih di setiap letih
masa lalu yang telah bias
telah berlalu jauh meninggalkanmu
hilang di telan masa, gagal di rundung duka.

Kini,
putik putik yang berbunga telah berbuah
kau masih saja tertatih payah dan lelah

miris,
dikala senja menyapa
dada kau penuh menyeruak sebak
duduk di sudut rumah beranda tua
berpangku tongkat rapuh
di olok olok cucu yang lugu.

Ah, sedih...

nasi putih itu tak lagi berkuah
teh manis itu tak lagi kau rasa
hanya asap putih itu mainan sepimu
kau linting dari jari jemarimu yang keriput.

Ayaaahhh.....

kau kini tak lagi tersenyum dengan dunia
bila malam tiba
air mata bercucuran
berbisik lirih menghiba
ya allah..
sejahterakan jugalah anakku dimanapun ia berada.

Getar getar doamu
membangunkan sang penjaga malam mengintip rintihan
kau menitip doa kedalam misteri
memanggil seorang anak yang tak pernah pulang.

Uuuhh,
seorang anak merantau yang tak pernah kembali lagi
usia senja itu telah meratap dalam cinta
meski ia kecewa
ayah, kau tetap sabar dalam doa.

duhaiii,
Mahkotaku yang telah hilang
entah kemana perginya
tak tahu kini dimana rimbanya
pulanglah nak........!
ayah menantimu
di beranda senja ini.

HR RoS
Jakarta, 13,11,2015, 08,42




***TOPENG TOPENG DEWA


Intrik birahi kapitalis
mencengkram dunia

politikus dungu bermain catur
pengamat ilmuan
seremonial teori saja

Sang penguasa
jadi penonton sayembara

selir selir tahta
seakan bertopeng dewa
semua berkoar benar
padahal hipokrit yang memalukan

Sang pecundang pengkhianat
bak pahlawan kesiangan
padahal ia intrik intrik politik
gerilya berbahaya
untuk sebuah bangsa.

Barak barak partai
menyusun konspirasi tingkat tinggi
bak sikecil belajar main petak umpet.

Gita cinta tanah air itu
hanya seni suara saja
seperti pertunjukan opera
pepesan kosong belaka.

Bung....
dimana realiti janji itu...?
katanya,
amanah itu di pundak dewa mensejahterahkan rakyat.

anak negeri ini lapar bung
hasil tani dan kebun tiada harga lagi

negeri ini kaya
kenapa kolonialis yang berjaya

putera bangsa ini pintar bung
tapi kenapa bisa di bodohin

uuuhhhh...
emang dasarnya bodoh.

Coba pelajari sejarah
sang tokoh silam berjuang untuk bangsanya

kini,
tuan tuan telah berjaya
berjuang untuk rumah tanggamu saja
itupun jalan yang salah
kau korupsi di mana mana

Sang tokoh pahlawan itu kini
berduka di haribaan-Nya..
di nisan tua.

HR RoS
Jakarta, 25-11-2015, 08,50






"' Telah pasrah bermandi duka "'


Gerimis malam
menyisakan embun
dipagi ini

Ku basuh wajah lusuhku
dengan seuntaian syair resah
bertanya,
adakah kasihmu itu
masih ternokhtah cinta...?

Di jendela hati ini
berlari tintaku
menulis diatas kertas putih
memadah luah
rasa yang telah pasrah.

Aku telah rela,
biarlah layu
kembang cantik itu
di tanah cinta ini
jika tak sanggup
melawan virus benalu
yang selalu membunuh
kesuburan pohon rindu.

Pucuk pucuk pinus berembus
lenakan jiwa yang telah kaku
sigagak tua itu
berkoar mencari mangsa
menceracau bersiulan dungu
mengundang hadirnya
hembusan sang bayu.

Bayu rayu itu
memamah kepalsuan godaan
dari balik bukit penggoda cinta
tanah tanah tandus
berserakan ranting ranting
yang telah patah.

Daun daun telah berguguran
berjatuhan dibakar terik
dalam kepanasan dan kehujanan
tetap siburung gagak bertengger
mengintai mangsa yang semakin teruk

Pasrahku telah rela
meski bermandi duka.

HR RoS
Jakarta. 3-12-2015. 08,05





puisi,
" RINDU RINDU YANG TELAH RETAK MESKI IA SETIA,,


Tak pandai menari lantai berjungkit
ketika gemulai tarian
tak selaras dengan nyanyian
jemari dan songket
terlilit selendang ungu
kan terjatuh malu.

Kidung kidung rindu
mengalun merdu
merdu merindu di buai angin lalu

kidung itu tak lagi bernada cinta
nadanya bisu membungkam kalbu

aksara cinta berbalut tinta
telah gelisah terluah di kertas madah
langkah kakiku
bak musyafir kehilangan arah
dahaga di tengah samudera

ah rasa,
tercabar diminda tanya
padahal musyafir cinta itu
masih setia dalam perjalanannya.

Tinta jiwa ini
telah melukis misteri
terlukis di bingkai setengah jadi

wajah wajah rindu
seperti berkaca di cermin retak
merupa tak lagi membentuk indah
tertutup butir butir kaca yang berserak
seakan rindu rindu itu tak lagi nampak.

Bertanya dalam diam
jawabannya membungkam
hanya makna yang bisa ku eja
di setiap rindu rindu yang ku tunggu

Rindu yang telah ranum
merona
menghela
di sela nafas nafas cinta
yang telah resah

dalam tanya
aku menjawab,

aku masih seperti yang dulu
menunggumu sampai akhir hayatku
aku tak memelihara kembang lain
di taman hati
aku akan selalu
menggenggam nohktah kasih
dalam bingkai setia
bersama dirimu
setia sampai mati.

HR RoS
Jakarta, 09-11-2015, 07,47





☆☆
___ NUSANTARA
TELAH BERISTANA HANTU ___☆☆



Bumi cerah,
tapi berwajah mendung
Suram,
sang surya seakan malu
menampakan terik di tanah ini
menyinari alam mayapada
nusantara berkabut di dinding hari
berkoloni misteri

Jerebu,
kau kini nafasku

kau ajarkan aku melihat mentari
di kegegelapan pertiwi
apakah kiasan itu kini
pertanda makna yang tersirat
mata hati insani telah buta
memandang cahaya illahi
karena gelapnya kearifan budi
yang menghias religi dan nurani

entahlah..... aku juga tertanya.???

Yang jelas kini,
nusantara tertutup kabut
dari bisnis yang serakah

ku tengadahkan tatapan
ke ruang angkasa
melirik ke dinding bukit
melayang pandang ke samudera biru
perkantoran menjulang tinggi
ladang sawah terhampar

jauh mata memandang,
semuanya....

RUANG ITU TELAH GELAP.......

potret itu kini
bak peninggalan inca tak berpenghuni
nusantara berkabut misteri
seperti beristana hantu di setiap hari.

Nusantara ini kaya
kini penghuninya lara
berkabut
di cipta oleh tangan tangan serakah.

kekuasaan di beli,
oknum birokrasi seperti bermain petak umpet.

bangsat sialan persetan,
sumpah serapah anak bangsa
di negeri sebelah
tak lagi di dengar oleh penguasa

disini ditanah ini
ia telah merintih santun,
aku ini laraa....???
tak jua di dengar oleh para dewa
yang bersolek di istana alenka

Wahai para punggawa bangsa
kau berserakan di mana mana
perisai pertiwi dari sabang sampai merauke
bangkitlah..

uuuuuuuhhhhhhh.......
ketika pesta seremonial
berbaris sesaat
komando sigap
punggawa loreng itu di lepas
dari barak berkendaraan tank baja berpuluh ribu di keramaian kota.

Bila nasib nusantara berpesta derita
terjajah oleh keserakahan segelintir pengusaha
sipunggawa loreng bersembunyi dimana.????

Wacana intrik komando bela negara
santer di dengungkan.
mau di bawah kemana potensi intrik itu
lihat di depan mata musuh nyata telah menyesakan dada tak kau gubris.

Hai loreng...!!!
kau perisai negeri
ketika ibu pertiwi terbakar
airmata anak bangsa menitis
kau seakan buta dan tuli
hanya di lepas seratus lebih saja

Mmmm
para ahli peneliti belajar sebagai eksperimen
tak jua menuntun jalan terangi kegelapan
hanya solusi ke ilmuan basa basi.
Di mana tanggung jawabmu kini....???
Wahai..... (................)

yang duduk di kursi empuk
di dalam istana megah
menatap bisu ke dinding putih
terpukau indahnya lentera mewah
figura potret wayang itu
mengintip mencibir
yang duduk santun yang telah dungu

mana amanah di dadamu itu..??
janji kemakmuran dalam orasi pemilu
dulu kau dengung dengungkan
mmmmm,
kini jabatan itu telah kau sandang
kinerja pontang panting bergeleriya hanya intrik wibawa saja.

Olalaaa..
Aku cerobong tinta dalam seni
penyambung lidah derita rakyatnya

berorasi,

mengetuk nurani yang telah dungu
bangkitlah kau putra putri pertiwi
yang telah berkompetisi
untuk menjerat si pedebah negeri ini.

HR RoS
jakarta, 23-10-2015, 15, 02





= BIAS TERLALU PAGI..............

Ku kenal dirimu....
jauh sebelumnya kita mengenal dunia maya
aku mengenalmu hanya sebatas sahabat.

Ku kenal dirimu......
memang kita pernah dekat.
aku mengenalmu
hanya sebatas nasehat nasehat.

Kini lembaran lembaran hari
dalalm gurauan memori itu terhenti
dikala mendungnya pagi ini,
bias karena cuaca tak bersahabat.
mendung menghias hujan,
sang mentari mengintip malu
di ufuk awan.

Sekarang gerimisku mulai meluruh
jatuh dalam irama sendu.
dalam lamunan persahabatan ini,
ku labuhkan perasaan
ke dalam makna.
untuk memetik hikmah
dalam wacana yg tak berirama.

Kini, tulisan ini hanya sekedar mengantar untaian bayangan,
berharap......
mentari yg malu itu menyapa kembali.
selamat siang........
Siang ini menyapa, hadapi senja yg akan berujung malam.

Semoga bias bias pagi
kan berganti ceria seketika
berhias pelangi senja
cerah bersama kejora
malam ini...

Salam tuk sahabatku
dimana saja berada....
yang terstory pualam
semoga berbahagia.

aku menyulam malam bersama kelam
semoga jubah malam ini
berpurnama indah di ufuk sana.

HR RoS





= BIAS TERLALU PAGI..............


Ku kenal dirimu....
jauh sebelumnya kita mengenal dunia maya
aku mengenalmu hanya sebatas sahabat.

Ku kenal dirimu......
memang kita pernah dekat.
aku mengenalmu
hanya sebatas nasehat nasehat.

Kini lembaran lembaran hari
dalalm gurauan memori itu terhenti
dikala mendungnya pagi ini,
bias karena cuaca tak bersahabat.
mendung menghias hujan,
sang mentari mengintip malu
di ufuk awan.

Sekarang gerimisku mulai meluruh
jatuh dalam irama sendu.
dalam lamunan persahabatan ini,
ku labuhkan perasaan
ke dalam makna.
untuk memetik hikmah
dalam wacana yg tak berirama.

Kini, tulisan ini hanya sekedar mengantar untaian bayangan,
berharap......
mentari yg malu itu menyapa kembali.
selamat siang........
Siang ini menyapa, hadapi senja yg akan berujung malam.

Semoga bias bias pagi
kan berganti ceria seketika
berhias pelangi senja
cerah bersama kejora
malam ini...

Salam tuk sahabatku
dimana saja berada....
yang terstory pualam
semoga berbahagia.

aku menyulam malam bersama kelam
semoga jubah malam ini
berpurnama indah di ufuk sana.

HR RoS





"SERPIHAN MIMPI YANG TAK DIMAKNAKAN............................

Semalam aku bermimpi
dari lelap yang sekejap
tak ku maknakan kiasan tidur
di remang sunyi
telah lelah diri di minda tanya.

Wahai kuntum asmara
yang di ulit resah
semakin mendesah sedih
di kau kian berduka
pada lembaran lembaran rindu
yang semakin pilu
asmaradana cinta melukai hasratku
pada mimpi yang tak di mengerti.

Oh kabut,
kau melukis temaram
berjubah koloni awan
Syairku telah majenun
pada goresan yang semakin dungu.

Di belantara cinta maya
serpihan daun daun itu
telah berguguran di rimba
yang tak bertuan
pada dahan ranting yang kian kering
yang akan di tuai badai
berguguran jatuh ke bumi.

Oh angin,
gugurkan ranting ranting kering itu
di hujung dahan itu perlahan
berharap tunas kering berganti
dengan seuntai akar syair berdaun
hijaukan bumi ini kembali,
biar mimpi semalam itu larung
ke dalam angan
berharap berbuah impian pada kenyataan yang terkisahkan.

HR RoS
Jakarta, 14-2-2016. 14,30.




Anekdot,
_________(( KURA KURA DAN BUAYA))_________


_ Kura kura

Hei buaya...
kau buas tapi pemalas
Kau besar taringmu runcing
kejarlah daku kalau kau mampu
aku ini tak jauh darimu di bawah dadamu.

_Buaya terjaga dari lamunan

Heeiii,
siapa itu yang menantangku berlari..??
tak ku jumpai kau suara yang angkuh
kata kau dekat dariku, di bawah dadaku.?
tapi kau tak mau menampakkan wujudmu.

_Kura kura,

ting tong... brrrrrr
kau yang angkuh buaya mentang mentang badanmu besar ngomong seenaknya.

Buaya semakin kecut lirih, tuit tuit tuit...
bodo amat siapakah dirimu
melayani si pengecut tak berwujud.

Kura kura tertawa,
huahahahahahahaaa

haii buaya, aku sikura kura
setelaga denganmu,
pantaslah kau tak melihatku
aku bersuara di balik batu

kata kau itu buas,
terkamlah aku..!!
yang taringmu akan aku patahkan nanti.

_Buaya

mmmm,, mentang mentang kau berkulit baja
berlindung di balik batu
kalau kau berani kita bertanding didarat keluarlah..!!!

Kita berjemur di darat menantang matahari
siapa diantara kita yang lebih kuat.
Kura kura melayani tantangan buaya
berjemur menantang terik...
jadilah ia bersayembara ke angkuhan.

Tak berapa lama si buaya tertidur
dan si kura kura kabur

perut buaya terasa lapar berjemur
buaya terbangun
dalam benak buaya,
si kura kura hendak di mangsa.

Akhirnya buaya melongoh tertipu
wah, dasar kau si kura
kau curang pembohong yang payah

Si buaya akhirnya tertawa sendiri
di pantai yang sepi
berkoar, akulah pemenang pertandingan.

Kura kura mengintip di bibir telaga
ekor si buaya menjulang panjang
di gigit si kura kura.

Aduuhhh,
ekorku kejepit
sakiiiiiiiiitt........

sikura kura lari terbirit birit. Mmmm

akhirnya si pemenangnya sayembara itu pembaca yang setia
penulisnya hanya lelah. Tanks..

HR RoS
Jakarta, 8-10-2015, 11,25





-------GORESAN SENJA-------

Ketika sore menjelang
aku menatap bayangan
dalam tatapan ilusi
bayangan itu
sudah kian menepi

Ku dekap tatapan bayangan
seakan dia menjauh pergi

aku berdiri di tapal batas
mencoba berlari
mengejar senja
ku tatap bianglala warna
menyulam kedamaian cinta

Mungkinkah bianglala itu
membulir lembayung rindu
di hujung senja ini
aku tak tahu

Oh jelita,,
kau yang ku nanti
tak jua menampakkan diri
ketika cinta
impikan bahagia
tak mesti selalu berbunga

Meskipun aku selalu
menoreh luka
setidaknya aku
ingin tahu
cabaran setia
dari ketulusan minda cintamu

Aku mesti sadar
aku tak sempurna
terimalah kado syair senja ini
meski luahannya
hanya goresan mimpi.

HR RoS





((((( DAUN DAUN MUDA
YANG BERGUGURAN )))))


Tanah tanah tandus
tergerus siklus zaman
pohon pohon tua bertunas
kembang berputik jadi idaman hati.

Ketika budi dan religi di kebiri
dandanan cantik bersolek penghias diri

wajah wajah nan ayu berlenggok
bak bidadari bidadari dari khayangan
nasib terhempas jadi penghibur
wanita malam

Segelas anggur
di tangan serigala serigala yang haus
bermata elang di balik rerimbunan
mencengkram mangsa dengan rakus
melirik mangsa kemayu jadikan pujaan hati untuk penghibur selir semalam.

Jelantik cantik berkicau
berbisik bersiul kecil
bermanja lirih
godain aku abg
mmm....
sangkar sangkar kerlip
bak kejora di hujung malam
menambah suasana riang.

House musik riuh menggugah syahwat
pasangan berlalu satu persatu
memandu kasih di bilik wangi
hilang dari kerumunan dugem
mencari tempat persembunyian
dalam cinta satu malam.
Malam malam panjang
dalam keramaian di pinggir jalan
dugem diawal malam
menambah asyiknya pesta cabe cabean
malam kian larut
berhias lampu jalanan
beraroma mistik mewangi
dari dukun dukun langganan.

malam bertaburan bintang
daun daun muda berguguran
jadi prostitusi jalanan

Pesta itu usai
cinta satu malam melenakan
daun daun muda terdampar di tengah jalan
kembang kembang muda itu
berputik layu
tinggalkan kenangan

Jakarta dalam suasana tengah malam.
HR RoS
11-11-2015, 11,51





Surat terakhir..
~~ AKHIR SEBUAH CINTA......


Ku goreskan tinta merah
dengan linangan airmata sedih
yang berkaca kaca
aku tumpahkan kekecewaanku
lewat tinta terakhir ini
meski ku tahu
tak mungkin kertas membungkus api.

Kau yang dulu
pernah mengikrar janji setia
aku terlena di buai belai manjamu
kini kau campakkan aku di sudut duka

jauh sudah cinta ini kau renggut
kau rampas di dalam keterlenaanku
setelah kau puas
kini kau berlalu.

Pernah dulu
kau selalu mencari titik kesalahaanku
kau temukan dariku setitik noda
yaitu ketidaktahuanku tentangmu
kau jadikan itu senjata untuk menghakimiku
bak setitik nila rusak gulai sebelanga.

Pedihnya luka yang kau torehkan
ke jantungku masih bisa aku tahan
bahkan kau coreng arang di keningku
masih mampu malu itu ku pejam.
kni kau berlalu
dengan kekasihmu yang baru
aku rela mendoakanmu
semoga kau berbahagia bersamanya.

Surat terakhir ini
adalah akhir sebuah cinta
ku hantarkan kepadamu
tutuplah rapat rapat cerita dan
kenangan indah bersamamu dulu
biarkan aku berlalu dengan seteguk rindu yang pernah dahaga dalam pelukanmu
kini kau rampas kisah itu
kau larung kedalam bisu
ku akui itu memang kebodohan
aku dengan diriku
tak mengenalmu lebih jauh.

Kini,
jangan pernah kau datang lagi
kedalam hidupku
kalau itu hanya persinggahan sementara untuk menghiasi anganku
biarlah ku tutup rapat rapat kenangan itu
kan aku abadikan kedalam history hidupku.
dan aku berjanji
tak ingin mencari penganti dirimu lagi
setia ini,
ku genggam sampai mati
walau hidup bersama bayanganmu
karena cinta setengah hati
telah kau bagi.

Satu pintaku
pahamilah setia ini
meski aku tak sempurna
menghadiahkan cinta ke arena hatimu

Pilihlah jalan hidupmu
doaku menyertaimu
akhir sebuah cinta
akhir sebuah cerita
berbahagialah bersamanya
selamat tinggal kekasih
selamat tinggal kenangan.

HR RoS
Jakarta.
tertulis 10-11-2015. 08,53.





Puisi pahlawan untuk Tan Malaka.
___ PERISAI YANG TERLUPAKAN___

Suliki pandan gadang
tumpah darah itu
cikal bakal sejarah sang pejuang
untuk kemerdekaan bangsa
mengusir kolonial penjajah.

Suratan mengiringi semangat gerilya seorang pejuang pemuda dalam sejarah
jauh berkelana dari tanah bunda
antara asia dan eropa

Tan malaka,.
Bergelirya tanpa kenal lelah
sang diplomasi strategi
bak garuda terbang tinggi
menyelinap di angkasa

Pejuang bangsa
dari masa ke gegelapan menuju terang
dari kebodohan zaman
pelitakan generasi
di setiap negeri yang di singgahi
dengan pendidikan alam.

Perisai yang terhujat
dilupakan
tiang tiang pendiri kemerdekaan
tokoh sejarah sang pengelana
di intimidasi dari organisasi
di cari cari kolonialis.

Di negeri sendiri dilupakan
di hormati di setiap langkah kakinya

Tan malaka,

aset bangsa yang telah tiada
kiprahnya sejajar dengan pejuang
tokoh tokoh dunia
setara dengan nelson mandela
dan che aquevera.

gugur di kaki gunung wilis
sayangnya tak di hormati
tanah misteri sang tokoh di kebiri
di marjinalkan dari sejarah
terfitnah dari ke tokohan bangsa

Tunggul nisan tua tak bernama
sendu hiba di pusara
sunyi dari keramaian zaman
dahaga dari penghormatan...

Tan malaka
pejuang yang terlupakan dalam sejarah.

HR RoS
Jakarta,12-11-2015. 10,10





.MIMPI BERMALAM DI BAITULLAH.


Perjalanan malam
mengunjungi kaabah
larut dalam stanza suci
berdoa mengekang birahi
nafsu nafsu yang mengitari diri
menghimpun di dalam ritual ibadah.

Pertemuan suci di majelis diri
asyik fana tersungkur di dalam diam
kalam diam menyapa jiwa
jiwa hadir bermahkota cahaya

Makam makam suci aku ziarahi
kalam mimpi memandu tasbih
mendaki ke martabat alam diri
bermakrifat kemartabat alam tujuh
bertamu ke baitullah

baitullah rumahnya allah.

Kerangka tiang rapuh
dari Din yang menipis
hancur di sapu bayu
dari nafsu nafsu itu
yang menguntum ego
keangkuhan diri.

Baitullah kokoh dari bangunan ibrahim
panji janji yang berkibar di lambang suci
pada umat umat yang bertahta
dalam keyakinan sekelompok saja
seakan berkoar menanti akhir zaman

Pada panji panji itu
mentakbir sama sama merasa benar sendiri
mengundang huru hara di tanah haram
mengetuk pintu ghaib
bangun dari pertapaan
pertapaan tuhan sang imam agung
imam mahdi.

Imam mahdi datang dengan takbir
menjawab salam orang orang suci
akhir zaman akan bertamu
kencangkan sabuk pengaman dengan religi
bertauhid diri
semoga tak tertipu dengan
kepalsuan panji panji itu.

Bermalam di baitullah
dalam fenomena mimpi yang misteri.

HR RoS
Jakarta.. 09-10-2015. 09,06





___ DEBU DEBU NIRMALA ___

Bunga bunga nan indah
bermekaran di kala senja
pada bintang bintang malam
yang bertangkai di ranting cemara
dedaunan yang berbisik
melirik manik lembayung kejora
yang mengintip di balik awan.

Warna warna jingga
kemilaunya pelangi di senja itu
mengharu biru
kepada megahnya nirmala

Nirmala suci
indah tak bernoda
bak salju menumpang rindu
mengembun diatas bunga bunga yang mekar dikala subuh.

Nirmala debu yang membeku
meski kau debu yang berterbangan
melekat di sahara terhina
kau tetap kuas kanvas penyuci jiwa

kau debu nirmala
bermusyafir ke kasta fitrah
penghantar doa doaku ke sudut sukma.

Debu nirmala suci
untuk bertayamum
jejaki sajadah religi.

Nirmala hati
aku akan menumpang ke jalan realiti
di mana aku akan bertengger
rela berpeluh sendu
menganyam kasta kasta nan suci.

Nirmala debu itu
berkoloni di singgasana hati
kala malam berotasi pagi
pagi berotasi senja
menengadah doa ke dalam sukmaku

Pada realiti cinta
berguru kepada story kisah
setianya janji sang kekasih
mengikrar romeo and juliet
hidup dan mati bersama.

Bak arjun memandu pengembara
ikhlasnya bunga dahlia indah
berkawan setia dalam keniscayaan cinta.

HR RoS
Jakarta. 17-2-2016, 09,47


---------------------

Berbicara
dalam
diam
Jawabannya
bungkam..

Bungkam
dalam
sepi
hasilnya
sunyi.

Sunyi
dalam
hampa
bias
tak
bermakna
alamatnya
kematian.....

***......***

madahku
telah
teruk
di
Hujung
tanduk.

HR RoS........................?
‪#‎dalamedisitemaram‬.





~~~~>>>> HR RASUNA SAID.


Sang pencerah emansipasi wanita
pejuang bangsa melawan penjajah dengan tinta
dari talenta Hawa untuk sebuah anak bangsa
jiwamu terperangkap hiba kepada generasi muda.

Rasuna,
Kau sama seperti kartini
perjuanganmu
yang tak dipahami di bangku study
Perjuanganmu
bergerak di dalam bui.

Sang srikandi dari seberang
kau seperti kartini
habis gelap terbitlah terang
anak ulama yang maju ke medan perang

Rasuna,
Perjuanganmu dari penjara suci
hingga ke penjara penjajah bangsa ini
Kau singsingkan lengan angkat senjata
Kerudung di kepalamu tetap bermahkota halimah.

Aku bangga sebagai pejuang
berasal dari sumatera
adakah rasuna said berikutnya
di tanah ranah bunda
entahlah.

kau Hajjah rangkayo Rasuna Said puteri ulama
yang menorehkan sejarah
untuk kemerdekaan bangsa indonesia.

HR RoS
Jakarta 8-8-2015





_______MERDEKALAH NEGERIKU -->>>


Penjajahan dimuka bumi semakin menjadi
Seperti bom waktu di setiap hari
berdalih kebenaran demi kepentingan
untuk sebuah tujuan dan keserakahan.

Tertumpah darah dengan mesin senjata
yang dirakit oleh para penjajah
dari zaman Belanda hingga teknologi maya

Bendera itu telah dikibarkan
sangsaka di sematkan
sebagai saksi perjuangan.

Kau tunas tunas bangsa
orasi nafas sang fajar itu tunaikan
singsingkan lenganmu
rapatkan barisan
rebut dan isi kemerdekaan.

Penjajahaan di negeri ini setiap hari
dari keserakahan sesama
kemerdekaan itu adalah fitrah
yang harus dijaga walau nyawa taruhannya.

Panji panji yang berkibar di negeri ini
hormatilah,
biarkan ia berkibar sebagai ksatria
demi sebuah kejayaan berbangsa bernegara
untuk negeri Indonesia tercinta.

Merdeka,!!!!

HR RoS
Puisi persembahan 17 agustus.
Jakarta 8-8-2015





___ HANG TUAH YANG BERTUAH..........


Pendekar malaya sang laksamana
bertuah bertapa sebagai pandawa
dari gunung ledang
menembus kasta malaka
taklukan punggawa
jawara tanah jawa.

Hang tuah,

sang pendekar pengelana
membawah sejarah malaka
daribperadaban nusantara lama
hingga kini
kau dilupakan begitu saja.

Hang tuah perisai istana
terfitnah cinta oleh sang raja

Hang tuah,
cabaran itu kau balas dengan budi
kau raih mimpi dengan senjata sakti

sumpahmu,
tanah melayu jayalah di muka bumi ini
dari dulu sampai nanti...

HR RoS.





_______ BUYA HAMKA


Putra sang ulama
tokoh sejarah bangsa
dari negeri maninjau yang indah
dipenjara suci tawalib kau melangkah

Buya,
orasi dan dakwah dengan ayat suci
pemikir pentafsir di balik terali

Tengelamnya kapal van der wijck kau gubah
novel yang melegenda ke mancanegara
Karirmu tersandera oleh penguasa
kau ulama pejuang dari sumatera

Kini ku rindumu buya
zaman telah merdeka tapi masih terjajah
tintamu tak lagi berwarna
tongkat yang bertuah tersimpan dimana
Sebagai temanmu tuk melangkah.

Zaman yang telah ke hilangan arah
buya buya kini telah duduk dikursi mewah
dia tak lagi amanah,
jiwa agamanya telah tersandera
oleh cinta dunia.

Buya,
Aku hantar puisi sederhana
sebagai generasi yang setia kepada sejarah

Aku menyapamu dalam doa
berbahagialah buya dalam mihrab illahiah

selamat jalan Buya Hamka.

HR RoS





______Detik detik naskah itu......

Ini leherku bung aku tidak gentar
bung karno berkoar
suara itu menggelegar
suasana kian genting

para pemuda itu diam
tangannya gemetar
demokrasi bak serangan fajar
darurat tapi optimis

Kala itu ribuan para pemuda pemudi tumpah sebagai pagar betis
untuk sebuah proklamasi

Antara rengasdengklok dan pengangsaan
di istana kecil kakek tionghoa
Sayuti malik menulis naskah
di kursi tua meja sederhana
belakang rumah

Naskah itu dibawah ke jakarta
menjelang fajar
dikawal oleh Nippon dan pemuda
untuk kemerdekaan bangsa Indonesia

Naskah mengandung nilai mistik
akal emosi nurani dan spritual
tersirat makna filsafat religic

Di pengangsaan
tangan cekatan suara santun
teks dibacakan
Jumat jam 10 pagi proklamasi di kumandangkan
sebagai saksi sejarah di bulan ramadhan

MERDEKA,

Pengorbanan dari tetesan darah nyawa harta benda dan segalanya mengusir penjajah
untuk Indonesia merdeka.

Merdeka
bukanlah hadiah Nippon dan Nica
tapi jerih payah perjuangan semua lapisan anak bangsa
mempertahankan tanah ibu pertiwi
dari penjajah negeri ini..

Zaman kini telah berganti ke teknologi
Isilah kemerdekaan itu tanpa korupsi !!!!!!

HR RoS
Jakarta 17-8-2015. 7,15
Dirgahayu ke 70 tahun negeriku





_____________S O E K A R N O______ >>>


Putera sang fajar menggelegar
lahir di saat letusan gunung kelud menyambar
kau orator yang ke sohor
semangatmu
membakar nyali bangsamu
untuk berkoar
merdeka....!!!!!

Bung karno,
pesanmu dulu
Ku titipkan negeri ini padamu
dari lelah asa meraih kemerdekaan bangsa
kami akan menjaga
dan mempertahankannya.

Bung,
kau penyambung lidah rakyat itu
perjuanganmu bak teriris sembilu
perih dijajah serdadu

The world of Indonesian
Indonesian of java

kakek tua itu berpetuah
semoga indonesia menjadi mercusuar dunia

Bung,
jasamu tak kami lupa
sejengkal tanah adalah darah

bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya

Bung Karno,
kau buluh perindu
memacu semangat
di setiap generasi itu. HR RoS

Jakkarta 14-8-2015, 09:50
puisi ultah kemerdekaan.





( ______ SANG VETERAN__>>

Beranda fiksi dengan untaian puisi
sastra bunga bunga senja dikabut mentari
bunga yang telah kuncup
berharap mekarkan kembali
semoga berputik diranting yang tersisih.

Karangan bunga itu
berhias dimakam pejuang
kembang setaman layu dibatu nisan
sang pahlawan
telah gugur dimedan perang
isi kemerdekaan ini
santunilah ia dengan tunjangan.

Bunga bunga senja yang tersisih telah renta
oleh nafas nafas tua yang kian gelisah
ditaman makan pahlawan
kau sang veteran sebagai saksi zaman.

Kini kau berada dalam kesunyian
ku cucur doa doa kemarau di tengah malam
kembang kuncup layu di rerumputan

Terik membakar hari
oleh generasi yang tak lagi peduli

Kau tirani bunga yang berputik
isilah kemerdekaan ini dengan prestasi

Revolusi,
kau zaman zaman yang berkeliaran
di tengah roda roda pemerintahan.

walau seribu tahun ia bersemayam
Ziarahilah mereka yang dilanda kesepian.

Suara2 merdeka itu
menyapa ditiang bendera
kau generasi pelanjut tirani
menangislah di nisan tua
duduk bersila
hadiahkanlah doa doa
berdiri dengan hormat heningkan cipta.

puisi ini menyapa,
bersama karangan bunga indah
dari dunia maya
aku persembahkan untuk pahlawan bangsa
di kala tabur bunga di nisan tua
titipkanlah secercah senyum
untuk mereka.

HR RoS
Jakarta 10-8-2015
Ultah 17-8-1945.





~~~~>>>> HR RASUNA SAID.

Sang pencerah emansipasi wanita
pejuang bangsa melawan penjajah dengan tinta
dari talenta Hawa untuk sebuah anak bangsa
jiwamu terperangkap hiba kepada generasi muda.

Rasuna,
Kau sama seperti kartini
perjuanganmu
yang tak dipahami di bangku study
Perjuanganmu
bergerak di dalam bui.

Sang srikandi dari seberang
kau seperti kartini
habis gelap terbitlah terang
anak ulama yang maju ke medan perang

Rasuna,
Perjuanganmu dari penjara suci
hingga ke penjara penjajah bangsa ini

Kau singsingkan lengan angkat senjata
Kerudung di kepalamu tetap bermahkota halimah.

Aku bangga sebagai pejuang
berasal dari sumatera
adakah rasuna said berikutnya
di tanah ranah bunda
entahlah.

kau Hajjah rangkayo Rasuna Said puteri ulama
yang menorehkan sejarah
untuk kemerdekaan bangsa indonesia.

HR RoS
Jakarta 8-8-2015





_______MERDEKALAH NEGERIKU -->>>

Penjajahan dimuka bumi semakin menjadi
Seperti bom waktu di setiap hari
berdalih kebenaran demi kepentingan
untuk sebuah tujuan dan keserakahan.

Tertumpah darah dengan mesin senjata
yang dirakit oleh para penjajah
dari zaman Belanda hingga teknologi maya

Bendera itu telah dikibarkan
sangsaka di sematkan
sebagai saksi perjuangan.

Kau tunas tunas bangsa
orasi nafas sang fajar itu tunaikan
singsingkan lenganmu
rapatkan barisan
rebut dan isi kemerdekaan.

Penjajahaan di negeri ini setiap hari
dari keserakahan sesama
kemerdekaan itu adalah fitrah
yang harus dijaga walau nyawa taruhannya.

Panji panji yang berkibar di negeri ini
hormatilah,
biarkan ia berkibar sebagai ksatria
demi sebuah kejayaan berbangsa bernegara
untuk negeri Indonesia tercinta.

Merdeka,!!!!

HR RoS
Puisi persembahan 17 agustus.
Jakarta 8-8-2015





___ HANG TUAH YANG BERTUAH..........

Pendekar malaya sang laksamana
bertuah bertapa sebagai pandawa
dari gunung ledang
menembus kasta malaka
taklukan punggawa
jawara tanah jawa.

Hang tuah,

sang pendekar pengelana
membawah sejarah malaka
daribperadaban nusantara lama
hingga kini
kau dilupakan begitu saja.

Hang tuah perisai istana
terfitnah cinta oleh sang raja

Hang tuah,
cabaran itu kau balas dengan budi
kau raih mimpi dengan senjata sakti

sumpahmu,
tanah melayu jayalah di muka bumi ini
dari dulu sampai nanti...

HR RoS.





___ Hang tuah yang beruntung..........


Swordsman Malaya Laksamana
bertuah bertapa sebagai pandawa
Dari Gunung Ledang
menembus kasta malaka
taklukan punggawa
jawara tanah jawa.


Hang Tuah,


sang pendekar pengelana
membawah sejarah malaka
daribperadaban nusantara lama
Hingga sekarang
kau dilupakan begitu saja.


Hang tuah shields istana
terfitnah cinta oleh sang raja


Hang Tuah,
Tantangan itu kamu balas dengan budi
kau raih mimpi dengan senjata sakti

sumpahmu,
tanah melayu jayalah di muka bumi ini
dari dulu sampai nanti...

HR RoS.





_______ BUYA HAMKA

Putra sang ulama
tokoh sejarah bangsa
dari negeri maninjau yang indah
dipenjara suci tawalib kau melangkah

Buya,
orasi dan dakwah dengan ayat suci
pemikir pentafsir di balik terali

Tengelamnya kapal van der wijck kau gubah
novel yang melegenda ke mancanegara
Karirmu tersandera oleh penguasa
kau ulama pejuang dari sumatera
Kini ku rindumu buya
zaman telah merdeka tapi masih terjajah
tintamu tak lagi berwarna
tongkat yang bertuah tersimpan dimana
Sebagai temanmu tuk melangkah.
Zaman yang telah ke hilangan arah
buya buya kini telah duduk dikursi mewah
dia tak lagi amanah,
jiwa agamanya telah tersandera
oleh cinta dunia.
Buya,
Aku hantar puisi sederhana
sebagai generasi yang setia kepada sejarah
Aku menyapamu dalam doa
berbahagialah buya dalam mihrab illahiah
selamat jalan Buya Hamka.
HR RoS





- ROMUSA ANYAR DAN PANARUKAN-

Babad alas demi sebuah napak tilas
dari sang penjajah yang berhati culas
nafas nafas tua muda yang mendesah
diantara hujung cambuk dan senjata

Romusa,
kerja paksa di tangan penjajah
dari anyar sampai panarukan surabaya
untuk mencari rempah rempah
dan akses politik dandels napoleon
Jepang dan belanda.

Anyar panarukan,
riwayatmu kini telah buram
sejarah itu kian kelam oleh zaman
nyaris di lupakan.

Tenaga darah
dan puluhan ribu nyawa di pertaruhkan
hargailah sebuah perjuangan dan pengorbanan itu wahai tuan tuan
untuk mengisi kemerdekaan zaman.

Di moment kemerdekaan ini
tanah pertiwi lestarikan dengan kesuburan
makmurkan generasi kami dengan pendidkan.

aku menitip puisi di senja ini
dengan syair yang optimis pertahankanlah
sebuah kejayaan bangsa
dari tangan penjajah
Berkibarlah merah putih di persada ini
untukmu wahai ibu pertiwi.

Jakarta- 9-8-2015.
puisi dalam persembahan
ulang tahun kemerdekaan 17-8-1945





puisi
mengenang 10 november hari pahlawan
## TERIMA KASIH PAHLAWANKU##


Padamu wahai pahlawan
aku mengenangmu
ketika dulu
kau kibarkan panji panji di hujung bambu
kau bersuara lantang
MERDEKA.

Kau terjun ke medan tempur
rafalkan mantera mantera sakti
sebagai perisai diri
bertelanjang dada angkat senjata
orasi takbir penyemangat jihad
maju ke medan juang
dengan otot kawat bertulang besi.

Dari negeri yang bernama nusantara
ketika itu
sang punggawa tetua tanah jawa
menitip pesan
negeri ini jangan sampai lengah
kelak tahta Juliana
melebarkan sayapnya ke nusantara
pertahankan sejengkal tanah ini
dari penjajahan belanda.

Padamu wahai pahlawan
benteng benteng kemerdekaan
ceceran darahmu telah mengering
kering menjadi debu
debu debu itu
pupuk pupuk organik tanah airku.

Kini

Jasa jasamu wahai pahlawan
tinggal kenangan
pusaramu di taman makam itu
merintih sedih tak bersuara

nisan nisan yang berjejeran
di taburi kembang setaman
di sirami embun pagi
nisanmu pahlawan
bak arca merana
bermenung dalam kesedihan.

Pahlawanku,
bukankah negeri ini telah merdeka
tapi kenapa masih terjajah
oleh para bedebah itu....?

Padamu wahai pahlawan
ku titip salam
setulus doa di keharibaan tuhan
semoga kau damai pahlawanku
gugur sebagai jihad

Dikau putera puteri terbaik bangsa
jasamu akan aku kenang selalu
menitip lembaran lembaran kenangan
di beranda sore itu.

HR RoS
Jakarta, 09-11-2015. 17,22





___O P T I M I S................


Dalam lamunan
ku hayalkan tentang diri
aku berteriak dalam ruangan
di alam kosong
desahku lirih mencibir bayangan itu
teriakin kebodohanku.

Dalam sadar ku buka fikiran ini
fikirkan tentang jalan hidupku
untuk menerobos onak belukar
kegundahan diri selama ini
gundah dalam bayang bayang ilusi.

Kini ku sadar
memegang teguh jalan hidupku
menjalani realita hidup dari-Nya
nafas nafas optimis ku iringi
mengabdi ke jalan illahi
gapai ridho-Nya.

Canda tawaku selama ini
gelapkan hatiku
dalam kebenaran illahi
aku melalaikan diri
hingga aku pecundang dalam lelah.

Kini ku tatap masa depanku
menutup bayangan kelam
aku menyusun pertanyaan sastra
menulis dalam syair
walau terkurung dalam tanda tanya
di ruang penuh misteri
tetap jawabannya
aku akan menganyam realiti
untuk meraih impian
membentuk kepribadian

Dalam pelita malam
aku bersujud dalam kesunyian
di keremangan kelam
mengadukan kesilapan diri
menghalau kegundahan.

Dalam doa
menengadah mencari cinta-Nya
berharap di cintai-Nya
dan mencintai yang di sampingku juga
mendekap
tanpa melukai kasih sayang dia.

Dalam goresan optimis ini
semoga karya ini tak sia sia
memaknakan cinta
oh diri, mengertilah.............

HR RoS
Jakarta, 20-2-2016, 04,16





DAULAT TUANKU RAJA RAJA SENUSANTARA DARI TINTA MAYA MENYAPA..

Hayalku membubung tinggi
jauh kebalik awan senja ini
pada sebuah tahta
di negeri antah berantah
negeri yang di pertuan agung
oleh tirani history.

Pada sebuah amanah
dari rumput rumput di balik tembok istana
indahnya tirai permaisuri berkilau kaca
figura klasik menarik di dinding istana
potret potret tetuah raja tersenyum gagah di bingkai berlukis mewah

Kelambu berpayet manik eksotis
beraroma kesturi
sang permaisuri bersolek
bak bidadari bidadari
dalam bunga mekar dikala senja

Panji panji berkibar di seantero negeri
lambang patriot icon jati diri istana
singgasana melukis aksara sangskerta
pada relief relief kejayaan tempo dulu
lamunan tuanku yang berbudi
melaju ke balik awan
memikirkan nasib hidup rakyatnya
yang kian tersisih.

Sang yang di pertuan agung
daulat tuanku,

rumput rumput taman hati
di beranda istana itu menari indah
seperti kembang mekar yang belum jadi
tak tersentuh si kumbang janti

rumput rumput ilalang meradang
menyambut titis embun
dari sapa telapak kaki sang penguasa
burung burung kenari berkicau elok
iramakan melodi cinta
dalam alunan kesadaran rindu
dari perjamuan tahta tuanku.

Pada negeri seribu budi
memandu indahnya kemesraan teguran sapa surgawi
yang hidup di padang ilalang
gersang selama ini
cucurkanlah rasa cinta buat kami
meski tak kau bawah emas berlian
melekat di tubuhmu tak kau bagi.

Paduka cinta,....
yang kami inginkan kini
senyum mesra dari paduka raja
bertaut menyapa bersama kami
berkelanalah jauh ke beranda marjinal
dari megahnya istana itu.

Dalam diksi melodi syair senja ini
fiksikan hayalku ke istana Johor dan kelantan di malaya sana
aku persembahkan kekagumanku
dalam madah seuntai syair rela
menyapamu dari jakarta
untuk sang mahkota
di mana saja bertahta.

HR RoS
Jakarta. 21-2-2016. 16,55





~~~~ Persimpangan dua hati ~~~


Jalan ini..
persimpangan dua hati
melangkah,
sama sama memegang tongkat ego diri
di pendakian mihrab cinta
yang selalu tertatih

akankah nokhta cinta kandas bersama mimpi..??
entahlah.....

Cabaran cinta melukis minda
jiwa terpasung semakin terluka
cinta ini tak lagi dimaknai
sampai kini aku tak mengerti kesalahan diri

Bercermin diri di kaca retak
wajah ini nampak buruk berserak
bersolek rupa
tak lagi membingkai indah
selera makan tak lagi terasa nikmat

tangis berurai sebak di dada
akankah sejarah ini
akan menjadi sampah yang tak bermakna... uuuuuhhhh.... luka

Bertanya pada mimpi
terjaga lelap di malam buta
masihkah warna hatimu berpelangi
yang senja ini
kian menepi menelan hari

Kini asa cinta itu telah
di hujung tanduk
sebak di hati
menitis luka yang tak berdarah
aku lelah mengais realiti rasa cinta bersama kekasih
tetap jua nokhta cinta itu kan ternoda.

Kasih...
bergurulah kepada semut merah beriring jalan
yang dia bijaksana bergandeng tangan
seiya sekata dalam suka dan duka
beban asa dipikulnya bersama.

Uuuuuhhhh...
untuk apa bersatu
bila satu atap tak serumah berlain rasa
berpayung berdua kehujanan berlain hati

Dalam cabaran malam yang kian kelam
malam itu tak lagi berpurnama
rasa yang semakin lirih tak lagi di maknakan
bianglala di ufuk senja kian memudar
mengertilah dikau kekasih....

akankah aku hidup dijalan yang buntu...??
bias bersama mimpi mimpi.

HR RoS
Jakarta, 16-10-2015, 01,18





AKU KELU DENGAN RASA ITU

Belajar aku memahami diam
diam memendam rasa yang percuma

terlalu jauh garis pantai ini ku lalui
jurang jurang terjal membayangi langkahku
langkahku hentikan
di balik batu karang berpasir putih ini

Sendiri dalam diam
memandangi kesunyian
aku kirim kabarku lewat pelangi pagi ini
semoga kedamaian itu
bersahaja di beranda jiwamu
memahami langkahku..

Ku nyalakan pelita dunia
lewat tinta
sinari pagi menghalau pelangi
semoga kicauan kicauan camar
berbisik menghibur sepi pagi ini

Surya,
kan menyinari alam yang mendung itu
biar kehidupan dunia bersahaja dalam cinta
meski dalam diam aku menuai rasa kecewa

yaaaa,,

Pada suatu masa
siklus pelangi pagi berganti surya
berlalu jauh kedermaga senja

aku masih tetap berdiri disini
sambutlah gita hari
mengiringi simponi hati
meskipun aku tak memandu
ke samudera biru itu.

Tatapan harap tetap terperap
dalam riak yang selalu berarak
cabaran itu tetap ku dekap
untuk
menbuktikan kesejatianku merengkuhmu.

HR RoS
Jakarta, 06-11-2015, 08,23




-- TAHAJJUD CINTA TANPA DOA—


Sajaddah tahajjud terbentang
duduk taffakur
di bawah lindungan ka'bah
aku membawah rindu
jauh ke ruang jiwa.

Sunyi sepi berkawan hening
ku pusarakan warna nafsu
ke dinding kaca
sehinngga lenyap tak bercahaya...

Ku panggil siburung merak
kepakkan sayapnya..
menyusun yaa huu kedalam nafas itu
unang aning unong
ku kumpulkan ke dalam sami'
bhasyir bertamu ke lahayattan qalbu.

Malam malam indah bersama sunyi
tenggelam menyatukan diri
asyik fana ke rasa illahi
misykat misykat cristal
membulir tak tersentuh
bak kejora di tengah purnama
terhampar di padang sahara jiwa.

Khair khair berbisik dalam sami'
khair khair bhasyiran bermusyahadah
tersusun dalam tirai mahabbah cinta
lembut halus melebihi seribu sutera.

Kacahaya menyapa tahajjud
terpanah indahnya kelambu kasih
bahagianya bagi hamba yang selalu bersujud.

dibawah lindungan ka'bah cinta
ada di wajah maujudullah
bersama tongkat alif
menengadah purnama
ada di malam malam indah bersama-Nya

Tahajjud tanpa doa dunia
meneguk dahaga firdaus
membawah cinta tuk sang kekasih
dalam pangkuan
yang tak mau di tinggal pergi.

HR RoS.
Jakarta, 24-2-2016. 16,24





........HARAPANKU ITU GAGALKU.......


Ingat masa kecilku,
tersimpan cerita pahit sebuah kenangan
berselang waktu yang sudah jauh berlalu
menelaah masa masa kecil dulu
ketika dimanja manja orang tua.

Dibalik manja itu,
tersimpan raut resah gelisahku dan kedua orang tuaku.
dalam keterbatasan hidup susah yg selalu menghimpit diri
kala itu, aku canggung berhias tangis
semua gagal dalam hidangan hidupku.

Yah,,, entah mengapa pagi ini
jauh diperantauan disebuah sudut kota
ku luahkan perasaan ini.
aku sekedar mengenang,
telah jauh kutinggalkan sejarah itu.
seribu duka telah berlalu, kini seribu tanggung jawab menghampiriku.

Di kaki ini,, asa yg kuraih
dijalan yg berkerikil dan berduri
tak jua menghadirkan mimpi mimpi indah.
kucoba tuk selalu tersenyum, tapi airmataku selalu berlinang malu.
aku telah melangkah disetiap kota dan berpijak dipulau yang berbeda
berharap meraih asa tuk sebuah cinta dan kepada mereka serta berbagi untuk orang tua
tak jua asa itu merekah...

Aku ingin akhiri perantauan dikota ini
tinggalkan mimipi mimpi itu
Aku ingin untuk bersamanya kembali.
walau yg kubawah dari sana sebuah senyuman durja.
berlalu kini, telah lama kampung halaman itu kutinggalkan.
tak apalah.....
setidaknya aku telah berada di tanah tumpah darahku kembali,
menyulam asa kecil yang tertunda
disana.

Aku mencoba untuk tegar menerima tadkdir illahi
terima kasih tuhan
telah menghadiahkan suratan takdir dalam opera hidup ini.

HR RoS





HARMONI SENJA PADA GARIS KHATULISTIWA......


Pada kemilau diatas mega
samudera biru membentang
sejauh mata memandang
alur hulu ke hilir di sela dedaunan
hijaunya pesona alam nusantara.

Aku sibak tatapan itu
jauh ke hujung angan
gemuruh ombak memecah karang
pasir pasir berbisik di bibir pantai
menyapa camar bersiul dalam alunan riak yang mendecak.

Dahsyatnya sebuah keagungan
dalam simphoni harmoni senja
mendekap dalam kearifan alam nusantara di ring road khatulistiwa.

Pada peradaban nusantara,
mimpi mimpi menjelma kedalam tahta
dari magis rimba pertapaan
sang punggawa bertapa untuk sebuah keutuhan kedigdayaan
demi sebuah kejayaan jawara
mengukuhkan sebuah kekuasaan
di titik bathin.
berjayalah sebuah budaya lama
lestarikan peninggalan itu
dalam kearifan indahnya mayapada.

Alam asri museumkan di hati kita
lestarikan kuntum mekar
di bumi kathulistiwa ini
antara melayu Indonesia
Singapura Brunai dan Malaysia.

Selamat sore dari jakarta.

HR RoS
Jakarta, 23-2-2016. 15,30





____ DETIK DETIK AJAL ITU ____


Unsur tubuh berselimut cahaya
cahaya yang mengikat
diantara malaikat malaikat yang menjaga
enam puluh tiga malaikat rahasia
rahasia kematian umur rasulullah.

Ketika israil datang memanggil
cahaya itu di tarik di genggam balik
balik ke illahi rabbi

Tubuh pasrah tiada berdaya
bulan sabit memerah di langit bashirah
pergulatan iman di pertaruhkan
dahsyatnya proses kematian

Bidadari bidadari cantik sipenggoda
mengaku dari syurga
membawah secawan madu pelepas dahaga

Cabaran iman maha dahsyat
diantara kematian yang baik ataukah tersesat

detik detik ajal roh tunggal risau
jiwa mendelik ke ranah tauhid
menunggu datang sang utusan khalik
sakit menggigau dan galau

Akankah ajal terfitrah dari kematian ilmunya
terhidayah dengan amal ibadah??

ataukah tersesat tercabut dari akar akarnya
terhempas lara tak tahu meganya istana
iman dungu tak tahu jalan pulangnya.

HR RoS
Jakarta, 4-10-2015, 16-10





#### bias bias yang tersisa ####

Bodohnya aku
yang tak memahami bisu
makna rupa tak lagi mampu ku terka.

Menatap ke dada langit
jauhnya nirwana cinta
melukis di kertas basah
tak bertinta
seni akan menjadi bias
cerita jadi bualan belaka.

Ku ketuk dinding telinga
mendengarkan bisikan jiwa
jiwa ini telah paranoid
memilah milah bahasa rasa.

Aku telah berpayah mendaki fikir
berjalan di cabaran hati
menghalau onak duri
membebaskan belenggu dungu.

Kesetiaan itu tak lagi bermakna
cinta terkurung duka
lelah mati suri ke dalam mimpi.

Berdiriku telah lunglai
berjalan sudah gontai
perjalanan ini tak jua usai.

aku yang biasa tegar
kini terjatuh tak berbaju
terhina oleh susunan kata.

pasrah bertelanjang dada
mati terkubur ke pusara mimpi
sunyi ke belantara diri.

meski mindaku buruk rupa
setiaku tak kan pernah sirna
walau berakhir hidupku ke hujung nyawa
ikrarku tetap setia.

HR RoS
Jakarta, 19-10-2015. 18,15





OBSESI YANG KETINGGALAN KERETA...

Aku selalu menatap kertas kertas kosong
yang belum tergores
halamannya yang masih bening
belum ternoda oleh korupsi luah hati.

Pijar pijar hati,
menengadah rasa keambang senja diri
adakah pelita bianglala tak semu di senja ini..?

Debar debar cinta menari di ufuk pagi
lentera surya menyinari kisi kisi pelangi
lembayungkan warna di telaga hati

aku mengejar impian jati diri
dengan madah tinta yang tak formal

Uuuuuhhhh....
kereta itu telah jauh berlalu
melaju bersama orang orang yang bersahaja
aku termangu di tinggal kereta itu
terdampar bermenung di bantalan relnya saja.

Aku melirik asyik ke cerobong atap
koloni asap silih berganti membubung tinggi
jalan yang telah berkabut
menutupi tatapan masa depan dijalan itu.

Kini,
aku menunggu kereta berikutnya
semoga saja ia melaju
lewati stasiun pemberhentian itu.

berharap dengan sarat penumpang yang telah bergantungan
masihkah aku di terima oleh sipir
jadi penumpang yang tak resmi...?

Kereta yang lalu
telah jauh meninggalkanku

kereta kedua berkemudi mimpi
tetap ku tunggu
aku setia menanti
meski ku ketinggalan kereta di pagi itu.

HR RoS
Jakarta, 20-10-2015, 10,25




PENGEMBARAANKU TERSESAT...

Lorong waktu ku tempuh
pada jejak jejak nafas itu
langkahku kaku
rafalan mantera terbalik
dengan aksara yang terlupa

Mencoba menghening cipta
meng eja yang terlupa
Qulhu balik ya balikha fineda iya
aku mengejar kesaktian mandraguna
pada ayat ayat tuhan
demi mengusir setan.

Tafakhur hening dalam fanaku
pada ego terpukaunya kepada warna
ku lipat cinta ku buang makna
ku dekap prabu prabu nafsu
bertahta di anadzir tubuh
antara lawwamah supiyah amarah mutmainah
berkoloni menjadi diri yang terperi
aku perintahkan menembus gelap
aku ikuti,
pengembaraanku tersesat.

Mencoba berbalik arah
ku rafalkan kembali
asma pembuka arasy
makrifatku terarah

Ternyata semua itu
godaan perjalanan religiku
pada lembaran lembaran bathin
yang terkunci.

HR RoS
‪#‎dalamejaangodaan‬#
Jakarta, 26-2-2016. 16,16




------>> CUT NYAK DIEN ----->>>


Kau bak kembang wijaya kusuma
tumbuh mekar di hujung sumatera
perisai ibu pertiwi dari imperialis
sang darah biru dari lampadang
berjuang dengan rencong
bergerliya menembus hutan belantara
bersama suami tercinta memimpin pasukan melawan penjajah.

Cut nyak dien,

tanah pertiwi kala dulu mewangi
harum semerbak ke benua eropa
cut nyak dien,
kau pertahankan sejengkal tanah
dari penjajah
darah darah jihad berserakan
telah berguguran di medan perang
cut nyak dien,
kau masih mampu merangkak
padahal matamu telah buta
tulangmu telah rapuh
semangat juangmu tetap berkobar
memimpin pasukan ke medan tempur
Cut nyak dien,
desahan peluh mencucur haus dan lapar tak kau hiraukan
pada lembaran zaman
aku menitip pesan ke nisan
dikaki gunung puyuh
telah merdeka negeri ini
sejengkal tanah itu
tubuh yang ternanam satu abad lebih
diam dalam misteri sedih.

Cut nyak dien
ibu sang perbu...
negeri ini masih terjajah oleh kolonial dari putera putri bangsa sendiri
wahai isteri teuku
dalam syair sederhana ini
aku rindumu oh pahlawan negeriku.

antara lampadang dan sumedang
1848 - 1908 rentang waktu itu
pejuang pelaku sejarah yang telah berlalu, mati satu tumbuh seribu
tapi tak semulia cut nyak dien itu.

HR RoS
Jakarta, 27-2-2016. 22,27





_____ LA TANZA DIRI _____


Tertunduk daku dalam lamunan
membingkai sepi sebait puisi
melintasi cakrawala hati
dalam tanjakan iman
mengukir aksara kata sebaris jalan
jalan jalan tuhan yang di ridhoi.

Pada sebuah janji
yang pernah terikrar
dalam pergulatan arena kekasih
menyulam lembaran cinta
tersusun sudah

kini,
ikrarku ternoda
ke dalam kasta terendah
lemahnya haluan hidupku
menuai asa dalam gita cita
menatap mentari.

La tanza diri,
kan ku dekap jiwa ini ke dalam doa

oh, misteri azali illahi..??
tampakkanlah wajah wajah indah itu
yang realiti dalam firdaus kasih
seperti nohktah cinta
antara romy dan juli.

HR RoS
Jakarta, 9-2-2016. 13,15.





* Sayembara di negeri mutiara hitam*


Sumber daya alam yang perawan
kini terkoyak oleh manusia manusia syetan

Sosok yang berwibawa patriotik
berlagak perisai anak negeri
aaaahhh... padahal
tak lebih dari serigala malam pemangsa anak anak ayam.

Berpuluh tahun tanah mutiara hitam dkeruk
kolonial kapitalis berkoloni dengan kolonial sekelompok anak negeri.

Keuntungan perusahan bak siluman malam di perebutkan
nasib bumi mutiara hitam tak di hiraukan
di perkosa bak perawan jalanan
seperti serigala serigala yang kelaparan
lebih lapar dari keroncongan anak negeri mutiara hitam itu sendiri.

buminya itu sudah terkoyak
kedokmu sebagai serigala pemangsa sudah terkuak
malu, kau lempar batu sembunyikan tanganmu
senjata bak makan tuan
bola panas kan bergulir ke sasaran.

Thomas Horbbes pernah berkata
homo homini lupus
manusia adalah serigala bagi manusia yang lainnya
itu terbukti.

Sang patriotik itu kini
jadi pecundang
seakan merasa tak bersalah
bergeleriya pasang kuda kuda untuk membela marwah
padahal sudah jelas serakah
papa berebut minta saham..

uuuhhh...memalukan.

Mutiara dunia,
kau membuat yang beriman lemah
mutiara dunia,
kau membuat yang sudah makan kelaparan.

Bung,
anak negeri ini sudah busung lapar bung
kau juga ikut jadi busung laparkah..?

ooh, no.

Amanah suci di pundakmu
tunaikanlah...!
lenyapkan hipokrit diri
berjubah di safarimu.

HR RoS
Jakarta, 8-12-2015. 00,55





...NEGERI DAGELAN
DI PENTAS DEMOKRASI...


Orasi janji janji dagelan mimpi
merasa dirinya
para putera puteri terbaik bangsa
pembawah risalah tirani kejayaan sang tetuah
padahal monster monster pemakan darah.

Kereta api melaju tanpa hambatan
cerobong asap membubung tinggi jauh ke balik awan
asap lenyap seakan tak berpolusi.

rel itu telah lurus
sistem sudah maksimal
tapi kenapa sang masinis kereta seakan dungu di kursi goyang
seperti tak tahu rambu rambu
kereta bangsa ini kan anjlok
menghantam kelangsungan
kehidupan rakyatnya.

kehidupan rakyatnya kini
sudah lelah, lapar, gundah
di hantui ketakutan masa depan.

Lihatlah di sudut sudut kampung itu
derita telah berurai sebak duka
tak tertengok sedikit jua oleh masinis kereta bangsa
hasil keringatnya
yang tak berharga nilai jual lagi.

mereka bertahan dengan cara alami tak korupsi.

Masa berganti
semusim telah terlewati.

kuda sembrani berlari kencang
arungi perjalanan malam
mencari padang bulan di tengah kelam....
sijoki asyik melirik mendengarkan jangkrik bernyanyi
di keramaian malam
simponi nada luka tak di hiraukan.
hingga sijoki tertanya dalam lelah kebingungan,
lembah apa ini..?
damai tapi gersang.

tanahnya subur
benih di tanam tapi kenapa benih itu subur berputik berbuah ranum hasilnya tak melepaskan dahaga?

Orasi janjimu dulu
wahai para bedebah
kini kau berpesta pora
mmmm...
tetap janjimu itu bak manusia setengah dewa.

orasimu memukau sukmaku
hingga ku percaya
kami sokong engkau ketempat terpuji.

Uuuhhhh....
tetap saja kalau sudah berjaya
manusia yang setengah dewa itu kongkalingkong berebut jatah papa berebut saham.

negeri kami berkenduri dagelan pesta demokrasi semusim telah berjalan
bedebah itu semakin euoporia dengan jamuan mewah
simiskin tetap saja susah.

Tiang tiang pancang berdarah
di tiang tiang bendera
oleh para pahlawan itu
masih segar dalam sejarah

menangis jiwa para pejuang
di nisan tua
mengenang nasib bangsa
ketika terjajah kolonial

kini..
kolonial itu
adalah putera puteri bangsanya sendiri
tanah bunda di tangan para bedebah....... semakin menggila.

HR RoS
Jakarta, 7-12-2015. 10,38





Puisi
----- Figura rindu senjA-----


Relief relief tinta
melukis megah
sastra senja
memadah rasa

Teruntuk yang merindu
berpacu kian melaju
membuncahnya irama kasih
dalam kidung seruling bambu

Dikala senja kian menepi
senandungkan warna
menatap pelangi
pelangi melingkari iklim

reliefkan misteri
diantara mendung dan cahaya

Stalaktit stalakmit
seakan menari bersolek
di dalam goa bersama bidadari

pancaran cahaya senja
menggugah jiwa
persembahan kearifan
alam yang sempurna

Melirik nan cantik
dalam figura kaca
lamunan terantuk lirik
seakan figura itu
kekasih yang di rindu

rindu akan kekasih itu.

HR RoS
Jakarta, 22-11-2015, 17,50ï





--- Asa yang kian reduP---


--Pesona senja
perlahan redup
redup menikam kelam

pelita diri
kian temaram

Asa berangsur pergi
perlahan padam
di hempas cabaran kehidupan

Aku serasa
telah mengurung diri
bersama
angan

Oh tuhan,

pintaku..??
kali ini,
jangan ambil nyawaku
sebelum tobat ini ku lakukan

Izinkan hamba merengkuh cinta
di malam malam indah
bersama diri

beradu
dalam lenanya kekasih

Engkaulah kekasih itu ya illahi..

HR RoS.