RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 06 Maret 2016

Kumpulan Puisi Emmy Metamorfossa - INI AKU


Kucing gentar


ku cuma kucing
seketika tubuhku merinding
tatkala para punggawa beradu tanding
walau
bukan tanding cakar dan taring
tapi ku takut ku nyaris pingsan
pejam dan bungkam di belakang
menyimak mereka beradu wawasan
harimau, singa dan macan
bagiku mereka sama sama mengaumkan yang benar
meski cukup buatku menggeletar

‪#‎dimesssepi‬#
290216





Ini aku
-----------


aku tidak pernah
dan memang tak ingin
menutupi akan siapa aku
dari pandangan kamu kamu

namun,
tak juga kuharus
bertelanjang ria
di hadapan kamu kamu

ku ingin mengenalmu
ku ingin kamu mengenalku
dengan sendirinya
seiring waktu

ku datang mengemis ilmu
ku mohon berbagi tau
padaku yang dungu
yang tak seberuntung kamu kamu

‪#‎dimesssepi‬#
020316




CERMIN
Emmy Metamorfosaa
Jilbab dan kran air
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Beberapa kali ku dengar dering
telepon. Silih berganti dari kamar yang satu ke kamar satu lagi. Hingga kamar yang berhadapan dengan kamarku. Berdering terus, hingga telingaku mulai berasa bising. Dapat ku bayangkan orang menelpon pastilah merasa geram.
Akhirnya," J grek, ya hallo,, oh iya mbak, oke oke" telepon ditutup setengah dibanting" gredek". Lalu terdengar dialog dua arah pria dan wanita usia muda. Sejak sore pun sudah ku dengar suara yang apalah apalah. Dalam percakapan mereka ku dengar,
" Ayo cepat.. mau ada razia sebentar lagi dek.. aparatnya udah mau nyampe".
" Tapi aku mau mandi, kran air udah ku buka.. " seiring suara pintu kamar mandi dibuka.
" Udah nggak usah, tutup lagi krannya"
"Iya - iya tapi... "
"Tapi apa? "
"Jilbabku mana sayang? Masa sih kita jalan aku nggak pake jilbab...
"Ya pake dong.. namanya juga muslimah.. "
"Cepat pake asal asal aza, razianya keburu nyampek.. "
"Sekiranya ditanggkap orang tua kita dipanggil ya yank.."
" Iya biasanya sih.. tapi tenang.. orang tuamu kan lagi nggak di rumah, lagi umroh kan?"
" Iya sih..
Tak lama, "kertek" suara kunci diputar pintu pun terbuka dan mereka keluar. Sempat ku intip dari pintuku yang terbuka sedikit. Terburu buru nyaris jatuh di anak tangga yang curam. Tanpa basa basi kunci dilempar ke meja loby, lari ke parkir, menyambar sepeda motor dan ngeeng.. Sudah di luar.
Saat bersamaan rombongan aparatpun sampai, mereka berdua tertawa girang, melaju dan bersorak,.. Alhamdullilahh... berhasil yee.. sambil mengangkat sebelah tangan.
Aku hanya tertegun di bingkai jendela. Sampai mereka hilang dari pandangan.
Ku hela napas panjang, sebagai karyawan hotel maksiat berselubung kemunafikkan adalah pemandangan keseharian kami. Ku ayun langkah kembali kekamarku.
Yaaah setidaknya kalian tidak lupa menutup kran air.
" Kelestarian alam lebih berharga dari masa depan kalian"

‪#‎dimesssepi‬#
060116





Aura
,,,,,,,,,,,


Mantra saktimu
Seuntai kalimat sakral
Menyihir tirai netraku tersibak
Meredam degub di bilik raga
Merona paras layu tersipu
Seraut wajah telukis seketika
Dibingkai samar asa dan bimbang
Sepenggal janji menerima
Diterima sebagai janji setia

Namun aroma dupa kasmaran
Melayang tipis seakan habis
Kutatap kembali bingkai asa dan bimbang
Bertanyaku pada alam bawah sadar
Ini akhir ataukah awal?
Mantra sakralmu tak lagi magis
Kata cinta hilang aura

‪#‎dimesssepi‬#
050316





Petandang dan Mutiara Kota
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Sambut petandang senyumu bergulir
Walau di hati cibirmu terukir
Sedang Sitandang iklas menyambang

Sejunjung apresiasi murni dari lubuk hati, buah tangan yang kalian salah arti
Tak sejinjingpun ambisi, tak segenggampun obsesi
Kota asri bertabur seni, kiranya telah menawan sanubari
Labuhan jiwa di tertundanya mimpi
Iklas bahagia di sempat kaki menapaki
Mengapa langkah Sitandang ingin kalian kebiri

Para Mutiara Kota,
Petandang halau jika tak kenan hati

‪#‎dimesssepi‬#
060316





Syair Hayalan Ku
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


pasi rembulan
tak kutemukan
di hamparan langit
yang sedang menebar rinai

pasi rembulan
ternyata menumpang teduh diwajahmu
yang terpulas lelah menungguku
sayang.. maafkan aku,
hujan tadi menghadang pulangku
dia ingin mendekapmu dalam dinginnya
dan meninggalkan jejaknya
di kedua matamu

sayang, pasi rembulan masih diwajahmu
biar dia tetap di situ
biar terangi hatiku
yang seharian rindu
--------------------------

"mungkinkah syair itu tetuju buatku kelak"
‪#‎dimesssepi‬#
050316





Lelah
..........


lelah ku membujuk angin
kian rajuk umpama badai
larung aku dalam pusaran
tenggelamkan ku
dalam lautan bisu

‪#‎dimesssepi‬#
100316





Gerhana Hariku
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Seteru Candra dan Surya
Sambutan alam pada hari baruku
Lukisan sesak dan sebak hatiku

Semesta puji dalam heningku
Bersama puja para pemuja
di Nusa Dewa

Embunmu membasuh lara jiwaku
Semesta Alam
Rahayu
__/\__

‪#‎dimesssepi‬#
090316





Kembang Api Ingat Kan Sadar
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Kembang api..
mengapa ingatan tak sepertimu
melesat
meledak
bercahaya
bersinar berpendar
lalu hilang
bahkan asappun tak berbayang

Ingatan
hanya laksana segelas kopi
menyisakan jelaga di tepian
mewariskan manis di kelatnya hitam
lukiskan noda
walau telah terbasuh terbilas

Terang pendar kembang api
pantulkan bayang di tapak danau
bening berkilau tatakan gelas
sadarkanku pada rupa dan kelas

‪#‎dimesssepi‬#
070316




Daun
..........


kala tangkai lunglai
tubuhnya melayang
meliuk bak tarian
hinggap di rekah mahkota
memecah rindu terdendam
bayu menyapa tangkai
merekapun luruh bersamaan
beralas hijau rerumputan
sebagai raga lelah
bertabur guguran mahkota indah

"menghayal dunia luar"
‪#‎dimesssepi‬#
180316






Pagi
,,,,,,,,,,

Selalu sinar itu terobos
dinding kaca kamarku
ranjangpun tak lagi bertuan
Sebab hari ingin dilayani

‪#‎dimesssepi‬#
170316





Hangat
,,,,,,,,,,,,,,,,,


kenapa kau datang
saat ku tak mendambakanmu lagi
kau memaksa, memelukku, mendekapku bahkan menyusup
hingga ke serat bantal dan spreyku

hangat..
beraninya kau menyelinap
dari celah pori kamarku yang kian pengap
dan kau betah walau telah ku buka pintu untuk mengusirmu

hangat.. pergilah
biarkan semilir menggantikanmu
biar dia yang mencumbuiku
harungilah samudra di luar sana
kencani para pekerja malam
hadirlah pada seduhan kopi
atau butir butir jagung bakar
dan bersemayam di balik jaket jaket usang

hangat..
enyahlah dariku
sebelum ku maksamu
dengan memutar baling baling listrik itu
karena kini bagiku
kau hanyalah sebentuk "sumuk"

150316
‪#‎dimesssepi‬#





Hayal dan Pastiku
.................................


Bagiku, ini lah surga itu
Tidak dengan bidadarinya
Bukan dengan sungai rasa rasanya
Tapi dengan damai alam semesta
Dengan kasih pada sesama
Dalam peluk orang tercinta
Di bingkai alam nyata
Bukan di sebrang kematian
Sebab disebrang kematian
Ragaku hanyalah humus dan hara
Ruh ku berbaur bersama sinar surya
Darah dan keringatku hanya setetes mineral
Berenkarnasi sebagai flora
Menganyam kabut menjadi embun
Tumbuh tersaji sebagai rezeki generasi
Kembali menyatu dalam raga anak cucu
Sejatinya diriku

‪#‎dimessepi‬#
130316





Puisiku
,,,,,,,,,,,,,,,,

puisi itu setia
setia dan sepi
ia sentiasa terima
susah sedih
senang dan suka
puisi itu teman sejati
tak kan beranjak walau seinci
kala yang lain menepi

jangan cemburu pada puisiku
jangan terganggu akan syairku
hanya padanya aku mengadu
kala dirimu tiada saat ku rindu
jangan hapus goresan tanganku
sebab namamu abadi disitu
menunggal puisi dengan jiwaku

‪#‎dimesssepi‬#
110316









Pilih Mati Suri
.........................


Debu cemburu calari kulitku
Kata kata serpihan kaca
Menusuk hentikan denyut nadi
Jenuh gigilkan tubuhku ringkih

Meditasi, mungkin mati suri
Surut sejenak tindak kupilih
Tak perlu tawarkan mediasi
Solusipun tak ingin ku punguti

Mungkin ku akan kembali
Setelah jasadku kemambang di lubuk sepi

Jangan tercari nanti
Terheran saja kini
Kala semangatku dianggap ambisi
Sejimpit saran dianggap jampi jampi

Mungkin ku akan kembali
Setelah tamanmu bermekaran mewangi

‪#‎dimessepi‬#
230316



-----------------------------------


Selamat Hari Puisi
Selamat Berpuisi
Melukiskan isi hati
Atau menggores imajinasi
Teruslah berpuisi
Tentang senang maupun sedih
Luahkan, kemas berseni
Dari hanya ujar ujar tak berarti





-----------------------------------


Selamat Hari Puisi
Selamat Berpuisi
Melukiskan isi hati
Atau menggores imajinasi
Teruslah berpuisi
Tentang senang maupun sedih
Luahkan, kemas berseni
Dari hanya ujar ujar tak berarti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar