RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 06 Maret 2016

Kumpulan Puisi Riri Eka Putri - AKU YANG TERSISIH



****AKU YANG TERSISIH ****
Karya : Riri Eka Putri


Aku...??
Adalah serangkai jiwa yg lara, yg mmbntuk senyum ketabahan, biarpun hanya lara yg kudapat aku masih mampu tersenyum, aku terlalu rapi merangkai semua nya , semua ku buku kan disini untuk ku hadiahkan nanti saat kita semua harus kembali

Andai dapat ku tulis semua cerita ini, rasanya tak cukup meski dg tinta emas sekalipun, walau dg seribu syair nyanyian langit sekali pun, gemuruh jiwa ini tak tertampak, hanya butiran bening yg terendap dlm dada, namun puisi ini bagi ku kata hati. Tanpa harus ada bts logika

Aku telah terbiasa sunyi ,karena sunyi adalah hari yg telah biasa ku daki, menjejak menggapai masalalu , hidup ku terbatas ruang gerak dan waktu, teman ku yg paling setia adalah barisan goresan ini ,aku sdah terbiasa tersisih.





***MERPATI KU PERGI TAK KEMBALI***
Karya : Riri Eka Putri


Seperti biasa ku telusuri jalan ini, menunggu merpati putih membawa kabar dari mu, ku rengkuh kesendirian di pantai ini, pantai kenangan cinta kita ku ukir nama mu di pasir putih

Ku coba menatap koloni awan di langit, awan tak pernah meninggalkan langit biru, deburan ombak mulai mengusik , riak air yg menepi buih nya seolah hapus jejak mu.

Kau tak kunjung kembali, dia mencoba lenakan angan mu di benua tak bernama,kau temui cinta nya, oh rasa jaga hati nya untuk ku, wahai pujangga ku apa kau masih mengenal ku?

Entah masih ada harapan esok hari, merpati putih aku menunggu kau kembali, ku dekap rasa ini, hati mulai berbisik, masalalu mulai menari di sudut mimpi ku, keraguan mulai menyapa

Merpati putih aku menanti kau kembali . hari ini akan kah harus menunggu kabar dari mu? Atau kembali ke masa lalu....entah lah....masalalu terus saja menari menggapai ku....





BISIKAN JIWA
Karya : Riri Eka Putri


Ketika malam menawar kan pagi
Berbisik semilir menupang sepi
Jemari kian gemetar bibir kian kelu

Dermaga jiwa sunyi di pelantara
Dlm ruang dan waktu ku tepis pilu

Nyanyian burung malam
Antarkan ilusi menunggu janji
Menemani dlm naungan

Kemana hendak berlabuh perjalanan ini
Berlari ku menggapai Ridho itu
Dlm kelam nya jalan kian ku tempuh





WAKTU
Karya : Riri Eka Putri


Kau tau sakit nya Rindu??
Kau tau perih nya pilu?

Apa kau tau betapa besar cinta ku?
Tidak.......
Kau tak kan pernah mengerti aku

Tapi.....
Kenapa kau selalu lena kan angan ku?
Membuat ku cemburu
Dlm setiap bait aksara mu?

Waktu......
Jgn biar kan rindu meredam perih
Cinta ku
Jgn bisikan ttg cinta itu

Waktu....
Bawa aku berlalu pergi
Jauh kan dari
Cerita semu ini





***LARA HATI***
Karya : Riri Eka Putri


Kala mentari tak sehangat hari kemaren
Saat embun enggan singgah di dedaunan
Terlintas tanya di hati berbisik lirih
Mengkoyak luka
Mungkin kah rembulan juga kan pergi?

Bertanya lara di dlm sepi
Mungkinkah kasih makin tersisih
Duhai jiwa......
Terombang kini dlm fatamorgana bisu
Bagai panggung tanpa penonton

Kenapa mesti terselip pedang
Di setiap sayap syair cinta ini

Kasih........
Kemana hendak ku paut kan rindu
Tak ada tempat buat ku bertamu
Jiwa ini lelah......

Akan kah hati ini semakin dingin?
Entah lah....
Oh jiwa......
Belajarlah untuk sebuah TAKDIR.





***AKU TAk SEMBUNYI***


Bantu aku untuk terbiasa dg semua ini
Sembunyi di balik kemesraan mu
Bantu aku tidak melebur dlm bias mu

Aku cemburu??
Aku tau itu

Walaw hati tetap terpaut
Namun rasa itu tak bisa ku sembunyi kan

Cerita kita untuk masa depan
Bukan untuk kehancuran
Namun jiwa ini sungguh telah kau dustai

Aku tau itu

Aku di sini
Tidak bersembunyi
Aku berdiri bukan untuk menggapai mu

Berlalulah bersama harapan mu
Jgn salah kan aku
Biar lah sepi menertawai ku

Duhai jiwa......
Kenapa mesti menunggu rembulan di sini
Tidak kah kita memandang langit yg sama?

Duhai hati....
Tidak kah pernah engkau terkeping
Kenapa musti ingin terkeping lagi?

Oh jiwa....
Seteguk embun itu kah yg kau tunggu?
Tidak kah siraman hujan hilangkan dahaga mu?

Taman ini telah indah...berpagar duri
Peri peri kecil cantik bermain riang di sini
Bersama kupu kupu cinta nya

Jgn sampai kau terluka nanti
Bila berharap bermain di taman ini

Ilalang tetap lah gersang
Embun ku tak kan bisa kau reguk




KAPAL KU BERPENDAYUNG EMAS


Dalam kelam lembaran ini, ingin ku koyak semua rasa....memutar waktu menuai mimpi yg berlalu...
Dekapan mu lepas di awal bahagia ku
Daun daun itu berjatuhan sebelum waktunya....pendayung ku hilang tak ber arah kemanakah deburan ombak ini membawaku pergi
Aku gamang sendiri dipadang pasir, batu karang itu begitu terjal untuk ku gapai.
Oh.....Asa ku larut di ujung pantai diantara padang ilalang berbisa
Gelapku semakin mencekam, harap ku seakan sirna Bisikan itu membawaku larut dlm pilu
Andaikan waktu ini bisa ku putar balik
Ku hanya ingin kembali ke masa kecil ku
Namun hidangan cinta mu membangkitkan segala Asa ku yg hilang, dan kapal ku kembali berpendayung emas
Mimpi indah itu kini telah ku rajut menjadi sulaman.





***TITIP RINDU***


Ku sisir malam bersama kelam
Ku lukis kelam tanpa rembulan
Hanya untuk mencumbu bayangan mu
Andai kau tau hati ku
Hanya kerinduan dlm nyanyian sunyi.

Bayangan wajah mu semakin mendekat
Menepi di ilusi hati
Ku coba menggapai
Namun tangan ku tak sampai

Kini.......
Hanya pada sebait puisi ku titip Rindu
Ku sematkan cinta di penghujung waktu
Dlm bias kelam kau semakin menghilang

Aku terpana dlm titian asmara
Cinta yg semakin semu
Di batas khatulistiwa
Hati tergores dan perih
Hilang bersama bias malam

Wahai hati....
Kenapa tak jua kau pahami
Ttg Rindu yg kian membelenggu
Tentang cinta yg semakin menjerat ku
Akan kah ini akan menjadi kisah bisu




***DAWAI CINTA***


Ku tepis nada dlm getaran Dawai cinta
Kau erat kan belenggu semakin ku malu
Mencoba berlari dan ku tepis waktu
Dawai cinta ini memeluk erat jiwa ku

Aku yg terbelenggu dlm setiap bait ku
Dan ku coba menepis rindu
Rindu pun membelenggu
Jalan mana yg harus ku tempuh.

Denting Dawai cinta
Bercumbulah hanya dg ilusi
Diri ku yg terpaut kini
Mencoba melepas semua belenggu itu

Jgn biar kan denting itu mengusik
Biarkan aku pergi
Menghalau mimpi di lembah sunyi




***MASA LALU***


Gerimis terus saja menetesi jalan ini
Ku tetap berjalan bersama puing puing Rindu. Berselimut kelam ku tempuh hari .
Langkah ini kian gontai bulir ini sesakan dada.
Jalan ini.......
Jalan kenangan tumpukan dosa dosa
Mampu kah gerimis ini hanyutkan semua dosa yg mmbekas....
Akan kah......
Aku sanggup...???
Menjadi air yg jernih dlm bekas yg berdebu?
Menggapai mutira Ridho NYA

ENTAH LAH......





***$AHABAT***


Sahabat....
Izin kan aku mnjadi orang terdekat mu
Diri ini tak ada yg bisa di banggakan
Izin kan ku genggam tangan mu
Namun diri ini tak mempunyai kekayaan
Apa pun.

SAHABAT....
Rengkuh jiwa ini menuju Ridho NYA
Sungguh ku ingin kembali mengharap cinta NYA. Setelah menjauh dari kehinaan yg ku tempuh.

SAHABAT...
Izin kan aku mencintai mu karena NYA
Namun diri ini tak punya apa apa
Dosa ini bagaikan butir pasir di pantai

SAHABAT.....
Jika syurga itu bukan milik ku....
Ajari aku untuk menggapai nya
Andai nanti tak kau temui diri ku di syurga
Cari aku di serambi depan dn belakang nya

SAHABAT.....
Tanyakan aku pada NYA....
Jemput diri ku di neraka
Jadikan aku sahabat Dunia akhirat mu.





***SENJA BERKABUT***


Di ujung petang ku berdiri
Menatap segumpalan awan yg mulai kelam
Hati terkikis sudah, terbesit tanya dan airmata kemana hendak ku paut rasa

TUHAN.......
Izin kan bulir bening ini menetes
Menahan perih ujian MU
Sampai terang itu kembali

Kini.....
Cicitan merdu tak seirama lg dg nyanyian alam , koloni awan semakin tak bisa ku terjemah kan
Sanggupkah petang ku menemui senja
Kemana hendak ku titip asa
Sedangkan ilalang itu semakin berbisa





***$ULAMAN ASA***


Ketika sang waktu bicara seketika lidah ini kelu,wajah wajah tanpa dosa itu tertunduk diam seribu bahasa
Jalan yg di lalui semakin tajam dan licin
Menatap hampa dlm ruang dn waktu.
Menunggu sapa peluruh rindu

Duhai jiwa.....
Menangislah untuk suatu masa
Jgn biarkan jiwa terlena

Aku...
Berdiri disini....
Jalani segala rasa yg selalu singgah
Mengobati luka perih sendiri
Mengulas senyuman menuai kasih

Sulaman ku yg dulu indah
Koyak bersama ego nya waktu
Ku coba renda kembali
Semakin ku tuai perih.

Oh jiwa....
Kemana hendak berlabuh...
Oh Hati....kemana hendak kau reguk asa..
Entah lah..





*** RESAH***


Kenapa harus ada air mata ??
Keterpurukan mu tak ber alasan, kenapa hrus malu menggapai terang mu lihatlah.....betapa indahnya hidup ini.....biarkan pagi mu menyapa petang

Masa kelam yg menghantui mu itu hanya permainan dlm perjalananmu....walau tertatih kini.....teruslah lah melangkah gembok itu sudah terkuak

Semu di hati mu hilangkanlah
Songsonglah kehariban mu
Waktu akan terus menghantui langkahmu mengkoyak segala harap

Hidup ini perjuangan yg tak berujung
Jadilah Matahari.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar