RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 06 Maret 2016

Kumpulan Puisi Romy Sastra - BAYU KAU NAFAS SYURGA ITU


puisi
((( BAYU KAU NAFAS SYURGA ITU)))


Semilir ilir mengukir syair
tatapan syahdu
dendangkan kidung bisu

siulan bernada cinta dari liang rongga
melelapkan kenari yang lagi bernyanyi

Bayu, kau nafas syurga itu
tercipta dari rasa taman mutmainah
bila padang gersang
akan subur dari nada nada siul senja
bertakbir menatap langit
berkumpul sujud di rumah qulhu

Nafas syurga itu
dari langit langit rongga menyeru
melipat dunia dari nafsu tercela
berkoloni ke mata hati
lalu melaju ke gunung thursina
diantara dua rongga goa
di ka'abahtullah

Bayu, kau nafas itu
bila mamiri menyejukkan hati
jikalau berkoloni kabut kau merusak alam ini

bayu nafas kehidupan yang melaju pergi
bertamu silih berganti
datang dan kembali

nafas kehidupan di kawal israil dan israfil
sang pencabut yang mengigil
ketika sang bayu sudah sampai
di penghujung jalan itu
berakhir sudah opera cinta dunia.

HR RoS
Jakarta, 11-9-2015, 14,23





LENTERA SENJA.....


Lentera senja perlahan mulai menyala
pada kerlip fajar menyulam awan
angkasa raya berotasi pada lembaran waktu
angin malam berembus perlahan.
oh...
kidung takbir yang membubung tinggi ke peraduan insani
pada pucuk pucuk yang bermekaran di taman impian
tertumpang embun kasih sekejap
akan bersemayamnya
manik manik lentera jalanan
bersama kunang kunang malam.

Takbir kumandang adzan
telah memandu ke mihrab tuhan
terik telah padam ke ufuk maghribi
gelora cinta illahiah berkemas ke
sajaddah jamaah ka'bah..

Satu tarikan nafas itu
memuja kehadirat tuhan
lafaz ayat ayat suci
terbukanya tirai kekasih
bercinta dalam halbumminallah.

HR RoS..





puisi
<::::::: SEMALAM DI BAITUL MAKMUR :::::::>


Getar getar tasbih mengelilingi arasy
dalam perjalanan malam
menanjak keruang angkasa jiwa
berdiri di samudera biru
menatap bayangan kalbu.

Malam malam indah bersama diriku
dalam kegelapan itu
aku memandu
melaju dengan rasulku

Di perjalanan itu
bak kilat menerobos pekat

ku ucapkan salam
salamun kaulam mirrabbirrahim

Baitul makmur masjidil
sang khalifah illahi
tempat bersandarnya ibrahim

Aku dapatkan baitul makmur
tersembunyi di dalam diri
bersinggasana di keheningan ubun

semalam di baitul makmur
kenalilah jalan sang utusan
sang para pecinta
utusan risalah illahiah

jalan jalan misykat kaca tak tersentuh
bersemayam dalam nurullah
ketika siburung merak berkelana ke samudera jiwa
membawa tasbih tasbih cinta
kau tak akan tersesat jalan
tujuan jalan jalan tuhan
dalam perjalanan malam
menuju istana keabadian.

HR RoS
Jakarta, 12-9-2015, 08,56





puisi
((( BAYU KAU NAFAS SYURGA ITU)))


Semilir ilir mengukir syair
tatapan syahdu
dendangkan kidung bisu

siulan bernada cinta dari liang rongga
melelapkan kenari yang lagi bernyanyi

Bayu, kau nafas syurga itu
tercipta dari rasa taman mutmainah
bila padang gersang
akan subur dari nada nada siul senja
bertakbir menatap langit
berkumpul sujud di rumah qulhu

Nafas syurga itu
dari langit langit rongga menyeru
melipat dunia dari nafsu tercela
berkoloni ke mata hati
lalu melaju ke gunung thursina
diantara dua rongga goa
di ka'abahtullah

Bayu, kau nafas itu
bila mamiri menyejukkan hati
jikalau berkoloni kabut kau merusak alam ini

bayu nafas kehidupan yang melaju pergi
bertamu silih berganti
datang dan kembali

nafas kehidupan di kawal israil dan israfil
sang pencabut yang mengigil
ketika sang bayu sudah sampai
di penghujung jalan itu
berakhir sudah opera cinta dunia.

HR RoS
Jakarta, 11-9-2015, 14,23





Monolog..
--JEJAK BAYANG TAK BERBEKAS—


Bayangan diri mengitari arah hari
aku kejar tak terkejar
aku berhenti dia terhenti
ternanti tak tertunggu.. uuhhhh..
aku tiarap,
bayangan itu seakan mendekat.

Aku kepal sebuah batu
ku lempar ketelaga sunyi
riak bergelombang asyik menari
berdiam diri sesaat
memandang gelombang tenang.

Dikala api unggun padam
asap mengebul lenyap tak menentu
hilang rupa bias kepada sisa
rasaku menggugah hiba
lara ke hujung sirna
dikala tatapan menyapa
jejak kedipan tak berubah.. ahhhh.

Bibirku mengucap dalam bisu
komat kamit
bak sang majenun kaku
nyanyian nuri berkicau menghibur tuan
tuan tersanjung
dengan bahasa yang tak di mengerti
telah sama sama dungu.

Ilustrasiku paranoid
menceracau dalam diam sepanjang hari
diantara takut dan malu
tak lagi dipahami.

Jejak jejak bayang tak berbekas
telah bias
menyapa antara ada dan tiada.

HR RoS
Jakarta, 1-3-2016. 10,31





..........KANDAS...........


Lunglai tertatih berjalan lirih
dari setitik harap terperap kasih
menyentuh bayangan tak tergenggam
tersesali tak terfikirkan.

Hujan tak bertepi
kandas diawal jalan
ku telah melukis tinta kasih
tak mampu menuai seribu janji
satu ikrarpun lenyap di kegelapan.

Kini,
aku tertanya di dalam hati
akankah sisi hatimu telah terbagi
karena tak lagi wartamu di titipkan oleh merpati siang ini
yang selalu singgah membawa kembang cinta ketaman rindu.

Di persimpangan jalan ini
akankah kasih ini kandas di rerumputan jalanan yang tak bertuan.

Deru debu telah melulur peluh
basahi sekujur tubuh
padahal.... kau yang selalu ku tunggu di shelter ini
kini kau tak pernah hadir menyapaku
apakah jalan itu telah berliku berbelok arah ke jalan buntu....
atau keruang sesuatu....?

Bila kembang kantil tak lagi beraroma wangi
aku senyapkan diri kedalam mimpi
relakan aku berkawan sepi
mengisi sisa sisa hidupku kini.

Mmm
kasih tertatih perih
maruah tertuduh hipokrit cinta
padahal,
operaku tidak mencipta pesona
melainkan tuntunan budi
kedalam relief relief religi
dan itu sebuah potret jati diri
sebagai nilai ibadah.

Aku tak semudah yang kau kira
dan tak sehina yang kau duga

Pada goresan lara tertanya dalam hiba
aku titip puisi di lembaran ini
dan aku ucapkan sekali lagi
aku masih disini
mencintaimu kasih.

HR RoS
Jakarta, 1-3-2016.. 09,55





Puisi,
>CATATAN HATI YANG KIAN MIRIS<


Rasa seakan menjerit
susah menjahit kembang yang terkoyak duri
benang kusut tak terurai
tak ku temukan hujungnya
benang sulaman di dalam hati

Rasa bak meniti titian lapuk
gamang bercermin diri
tak kelihatan bentuk rupa
di telaga tenang dan dangkal yang menenggelamkan

Bayu terasa menerpa kalbu
tak kulihat hadirnya bayangan itu
halus lembut seperti salju
menyentuh dinding bulu romaku

Tertatih mengenal diri
meluah potensi yang tersisih
berharap
pentingnya sebuah pengertian
dari cabaran harga diri

Mencoba meyakinkan purnama yang terangnya dari lubuk hati
untuk mau di mengerti
demi menerangi lautan mimpi
karena ku takut dengan sebuah ketergantungan hayalan
takut terlelap tak bangun lagi

Lelah,

tak adanya sebuah kearifan diri
untuk mengawal motivasi
dari perjalanan hidup ini
yang sangat melelahkan

Hingga kini,
menu menu kehidupan itu
tak lagi di maknakan
membuat aku takut tercampak
ke jurang kegagalan
sehingga pelita itu kan padam.

HR RoS
jakarta, 12-10-2015, 20, 50





Cerpen,
>>>> SEMALAM DI MALAYSIA>>>>


Kata orang mimpi itu bunga tidur, setelah ku hayati gak juga.
ternyata mimpi sebuah petunjuk dari yang maha kuasa.
mimpi bunga tidur terjadi dari pergolakan keseharian kita ini, ketika tidur jiwa tak berpegang ke kalimah illahi, maka godaan godaan datang menghampiri.

Sebut saja namaku jejaka
jejaka putra sumatera berkelana ke tanah jawa semenjak remaja, sang jejaka mengembara dari lorong kota ke kota lainnya
hanya berbekal jajakan dagangan kecil dari pintu ke pintu, tawarkan sesuatu yang ia jual.

Kadang dari pasar pagi ke pasar malam mmm hanya mencari sesuap nasi.
bermimpi obsesi jadi orang berarti sekurang2nya untuk kelangsungan rumah tangganya nanti.

Berlalunya waktu,
jejaka menemukan tambatan hati, disalah satu kota jakarta.
akhirnya menikah di tanah kelahirannya di pulau jawa.
berbuah cinta melahirkan dua orang putra
putra jejaka sekarang sudah remaja.

Dulu jejaka punya cita cita, ingin sekolah ke universiti, aral kesehatan menjegal impian
hingga studynya broken oleh keadaan
kesehatan yang tak mengizinkannya kala itu.
kini jejaka punya misi, cita citanya dulu di serahkan ke putera sulung, yang kini masih di bangku SMA.
Impian si jejaka ingin di realitikan oleh putra sulungnya.
semoga putera sulung jadi siswa teladan di sekolahnya.

Kini jejaka payah hidupnya susah
niaga berantakan, sekarang jadi pengangguran
makan & minum ditanggung oleh istri yang rela.
sang istri selalu setia tabah bermanja melayaninya. Hehem
kadangkala di hiasi juga dengan pertengkaran pertengkaran kecil dalam rumah tangga.
dan itu ku anggap saja sebagai seni kehidupan rumah tangga, kadangkala aku sering minta maaf sebagai pereda tangisnya ketika konflik konflik kecil melanda.

Mmmm
kini jejaka menatap cinta ketiga yang berada jauh di samudera biru, negeri kinabalu
negeri yang belum pernah ku temui
cinta itu pun juga belum pernah bertemu.

Sebut saja namanya jelita
si jelita juga mempunyai kisah dalam perjalanan hidupnya.
kehidupannya yang penuh misteri, berwatak srikandi tapi berhati lembut.
kehidupannya di liputi kemelut dari cabaran hidup, teruk sakit membuat langkahnya sulit.
masa depan keluarga ada ditangannya
aku bangga dengannya dari cerita cerita hidupnya.

Jelita,
Aku kini sudah tua.
ingin berlayar melancong ke negeri sabah
mencoba semalam di malaysia.
bercerita bertamu ke sebuah negeri impian
negeri perantauan yang menjanjikan bagi kehidupan orang orang rantau yang tak beruntung di negeri kampung halamannya.

Mmm
apakah jejaka juga bermimpi ingin seperti itu
entahlahh..???
ketika takdir menentukan langkah apa boleh buat.
berharap sampai disana bertemu dengan jelita, bercerita sejenak di sebuah home stay mungil, kutatap wajah jelita bercerita asa yang selama ini terlukis di maya.

Malaysia negeri sehati sejiwa
negeri yang ramah orangnya taat beribadah
aku terpesona kelembutan sikapnya
mimpi dengan jelita akhirnya bersua.

Ku genggam jemarinya, ku ucapkan kata cinta
I love you, I miss you.. jelita senyum mesra..
aku lihat wajahnya, di kelopak matanya ada tetesan bening mengalir, ku tanya dan tangannya yang masih ku genggam, kenapa kau menangis?? dia berucap lirih.. abaangg?? lalu diam,
dan setelah itu jelita menatapku,, dia berucap kembali dengan penuh keyakinan...
Ku usap airmatanya di sela tangis jelita, Ia mengatakan I love you, I miss you juga abg.
aku terharu...
mmm ketika itu aku tertawa sejadi jadinya, hahahahahahahahaaaa
hingga aku di cubitnya, aauuuuwwww
sakit, biarin jawabannya.

Ku cuba menenangkan dirinya dalam pelukanku
dan ku ucapkan sebuah kata,
jelita?? life in opera ini memang indah jelita
ya abgku jawabnya, dan cinta satu malam ini memang indah abg. mmm ku kecup bibirnya dia pasrah............

ku lukis story dalam cerpen sederhana ini
hatiku geli, kenapa story ini terjadi.

Jejaka menemukan cinta ketiga semalam di malaysia. wasallam...

HR RoS
Jakarta, 18-9-2015, 16,29 Ijo





''''PUCUK PUCUK BIAS''''


Pada pucuk pucuk muda bertenggernya
siembun pagi akan bias oleh terik
di balik jendela
butir butir nan cantik mengikat pesona
pada jentik hama menumpang kasih
berenang berkoloni embrio menitip cinta tiranikan sidrakula

Semusim siklus telah terlewati
pohon pohon kerontang telah subur dari musim hujan yang tak kunjung reda.
siburung murai
telah berkicau pada pagi hari
sangkakala terompet mencicit asyik di hujung parung
terpaku dungu menatap mekarnya sikembang cantik di taman mimpi
wahai siburung malang tertatih kasih dalam dinginnya suasana pagi
berlalulah kau dari tatapan itu
terbang tinggilah jauh pada angkasaraya
bersemilah disana.

Kembang cantik bermahkota duri
tak tersentuh oleh merpati yang termenung
tatapannya bias tertikam ilusi kosong tak terjangkau

Esensi kasih layu tak tertunai
sang merpati lara menjadi bangkai
merpati terbanglah tinggi jauh ke balik awan.
lenyapkanlah lara kelorong kosmik
janganlah gugur diatas pucuk pucuk bias
tenggelamlah ke dalam samudera hayalan tak berbekas.

HR RoS
Jakarta. 3-3-2016, 10,18





PELANGI IMANKU MENGGODA
DI MEDAN TAUHID........................


Aku tanjaki lumbung pusaraku
menapaki jejak jejak tasawuf sufi
dalam perjalanan makam makam
kasta kasta imanku
aku bersimpuh tertunduk malu
oleh hadirnya pelangi pelangi nafsu
pelangi itu mengikuti langkah imanku ke medan tauhid.

Aku mengembara.....
pengembaraanku......

Zikir af'al hadirkan akhlakku
Zikir asma' hadirkan makna hikmah
Zikir hatiku, hadirnya cahaya bathin
Zikir rasaku, hadirnya awas rabbku.

Lelah dalam asyik
seketika pelangi imanku nyeletuk
sudahlah, janganlah berpayah...!!
kalau kau mau mahkota cinta
aku hantarkan kau ke surga dunia

uuuhhhh....

kasihan kau bersusah payah
cupu manik astagina itu
tak kau dapatkan di sana kawan

kalau kau mau itu,
campakkan dulu sang pelangiku
maka imanmu akan menembus
tirai kacahaya itu
disanalah tirtamaya kau di suguhkan
kan kau dapatkan.

Kacahaya tirtamaya itu
bermakrifatkan rasi-Nya
mauttu qoblal antal mauttu
matikan dirimu sebelum engkau mati.

HR RoS
Jakarta, 2-3-2016, 16:02





......... KEMATIANKU FARDU AIN........>


Ketika jejak Alif ku sibak
berkelana di mi'kraj rasa
bila silaku terpaku
aku menyapa ke sesuatu yang ku rindu
ada di dalam diriku.

Fardu ain diantara kifayah
aku bermandi berwudu' bathin
ku lafaz mantera nawaitu sendiri
aku terbungkus dalam tajalli sholat jati asholatu daimullah
aku mati didalam diri
terbungkus kafan kalimahtullah.

aku rela tak berdoa
ku bawah hanya cinta

Sesak membubung jauh ke kalbu
Sesungguhnya dia dekat sekali denganku
dijalan kematian dalam hayat
tergurat cahaya yang mengkilat

Hening,
sami' bak lonceng berbunyi
ku rapatkan jejak ke gunung tursina
Aku terperi,
Aku tersembunyi,
Aku terdiri,
Aku mati mencari yang sebenarnya diri.

Di dalam kasyaf mata hati
berharap wajah illahi dalam syahadat diri.

Kifayah itu
mati sebenarnya mati
di mandi
di bungkus kafani
di sholati
di kuburi.

Selesai sudah dalam rangka kefanaan dunia
yang penuh dengan kepalsuan cinta.

HR RoS





RINTIHAN ZAMAN RODA KEHIDUPAN....


Coretan tinta maya
guratkan kanvas rasa
melukis pigura jiwa

Siklus gersang ke musim hujan
roda kehidupan tetap berjalan
namun tetap saja menyedihkan.

Tuhan,

hamba sujudkan jiwa raga ini
kembali kepada-Mu
bukanku meminta materi
melainkan semata mata hanya mengabdi.

Disana dan disini.....

lolongan kepedihan anak bangsa
tak lagi bersuara
seakan telah terbiasa dengan derita
pada gerimis hari tiba tiba menyapa
apakah, pertanda sendi sendi kehidupan anak bangsa ini telah lara
mengetuk dada hiba menitiskan derai airmata pada wajah langit.

Kosmik langit berputar menurut edaran yang tak bertubrukan
pada gerhana matahari di galaxi poros angkasa menitipkan sebuah kearifan tuhan untuk menyapa mayapada
berkacalah....!

Kenapa di sini di bumi ini
kearifan alam tak terjaga
padahal kau khalifah untuk menjaganya
justru alam ini tergerus oleh bencana dimana mana.

Rintihan zaman pada roda kehidupan
jurang jurang terjal yang di hantui
oleh kemiskinan yang tak berkesudahan
miskin dari moral dan iman.

yang disana
berkuasa dalam tahta
tak lagi bisa dipercaya
sandiwara sandiwara dunia semakin menggila
politik ego bak bom waktu berkibar di panji panji janji.

Benarkah itu sebuah pertanda
petuah ramalan jangka jayabaya
menyapa bumi nusantara setelahnya.
entahalah....??

bertanya kepada diri
tegarlah kau wahai hati
kehidupan ini kan berlanjut
ada masanya terhenti
ibarat jam dinding berputar
mengiringi waktu.

Telah aku jalani empat dekade masa berlalu
aku dan takdirku tetap saja menjadi sebuah misteri
yang akan menitipkan pesimisku ke arena fatalis... uuuhhhhh.. nasib.

HR RoS
Jakarta, 7-3-2016, 08:33





TINTA GEMBALA SENJA


Tarian lentik belalang cantik
di tengah padang rumput
tertumpang di pucuk daun
tunas tunas berganti
sutera kepompong melepas kupu kupu
guratan madah diksiku memandu rasa rindu, sedu sedan mengubur pilu
aku menanti malam berpelita rembulan jauh di balik awan.

Senja ini,
kaki langit menghias pelangi
membulir lembayung merona banyu
gembala gembala senja memelas domba
serulingkan terompet menuai perindu
nun yang jauh disana
termangu di hujung senja kala.

Menatap dalam tatapan kosong
membuncah gulana
lara yang tak ketulungan
kapankah angan ini megah bak padang ilalang kokoh dalam kegersangan,
pasrahku dalam do'a
mengetuk suratan berbuah manis
subur di balik tinta ini.

Wahai sang gembala senja
memadah diksi di halaman maya
bangkitlah dari lamunan itu
fajar telah merona jingga di ufuk sana
jangkrik senja bersahutan menyapa kelam
pertanda rotasi alam akan berganti.

Gembala tinta
kembalilah ke pondok santri
di penjara suci
songsong pelita obor yang menerangi diri ditangan tuanku kaji
berlari kecillah ke surau
mengejar pelita illahi
biar resah itu
perlahan menjauh pergi.

HR RoS
Jakarta, 6-3-2016, 17:53





OBSESI IMPIAN SITI
DI KALA SENJA HARI


Siti, itu namamu
ku kenal dirimu di sebuah jalan di sore itu
kau seperti orang kebingungan mencari sesuatu,
sesuatu itu seperti susah sangat kau jumpai
berkeliling dengan mobil kesayanganmu mengelilingi perkampungan disana bersama keponakanmu sebut saja namanya Apen.

Ketika itu aku menyapamu, tak kau hiraukan. pantaslah sekiranya karena waktu itu kita belum saling mengenal.
sore itu akan berlalu menyapa senja, yang kau temukan akhirnya kau jumpai juga, hahaha
padahal aku selalu mengikutimu tapi tak kau sadari, kau bermusik ria didalam kereta sambil berselfie. sesekali kau berselancar ke dinding maya menyapa rakan rakanmu yang jauh di semenanjung sana.

Senja itu kian menepi, yang kau cari itu hanya seekor domba, hahahahaaaa...
aku tertawa terbawah arus ceriamu kala itu
Ya seekor domba sebagai persembahan kenduri arwah almarhum ayah yang hendak kau potong esok hari.
bukti kau merindukan ayah walau ia sudah tiada pertanda kau balas budi ayah dengan doa sebagai anak yang berbakti.

Siti,
Lama sudah ku mengenalmu cabaran demi cabaran telah ku lalui, hingga pada suatu masa ketika itu aku menawarkan sebuah pelita hati terangi kisi kisi hidupmu
serta setangkai bunga indah ku tawarkan lewat maya dijalan itu.
mmm,
Ketika itu tak lantas kau menerimanya
kau teliti siapa aku, kau pelajari latar belakangku, hingga akhirnya kau menemukan aku.
Kau sambut pelita itu dan kau genggam dengan mesra.
bersama setangkai bunga cinta yang ku persembahkan itu kini telah subur ditamanmu
pelita itu menerangi seantero rasamu..
setangkai bunga itu kini mekar dihatimu dan telah berputik.

Sayangnya pelita itu goyang kini, di terpa bayu
mengusik beranda hatimu
pelita itu kian temaran dalam gelapnya malam
dan sayangnya lagi, setangkai bunga yang berputik itu akan layu dengan bayu jerebu bisu, jerebu dari bara emosi maruah rasa di cabaran maya.

Siti,
kini ku tadah embun di pagi hari tuk sirami jerebu emosi ego diri
nyatanya tak mampu juga ku padamkan.
dijalan itu aku menemuimu kembali
dan dijalan itu inginku kau nyatakan jugalah kesungguhan kesetian cinta yang abadi dan kisah yang mungkinkah akan terealiti, akankah mmm
entahlah,

Dan apakah akan berakhir sudah sebuah kisah cinta tinggalkan memori memori dijalan ini, entahlah juga.
Jikalau engkau bertanya tentang hatiku,
dimana posisi hatiku berada saat ini
aku menjawab dengan senyuman...
kau ada di hatiku dan aku ada dihatimu dan itu bersemi dalam benaku.
apakah akan aku akhiri memori di jalan ini jawabanku tidak,,,,!!!!

Siti,
Kau akhir dari sebuah petualangan itu.
meski hidup kita jauh berbeda
kau dihujung samudera biru di wilayah gunung kinabalu
sedangkan aku tercecer diantara lorong lorong waktu di tengah kota ini
kota yang menjadi setumpuk harapan
dan kota ini juga sebuah kegagalan hidupku yang akan menyapa obsesiku dikala nanti.

Duh,
Sanggupkah cerita mimpi ini terealiti dalam nokhtah walau itu tak beralamat..????

Meski kakiku terikat rantai besi
dan rantai itu hanya sekali kali bisa kubuka.

siti, ku ingin cindera nokhtah kan berbuah berputik menjadi pelanjut tirani history mimpi yang terealiti.
Ah, malam malam yang panjang aku selalu larut dalam bayangan kasih sayang
akankah kisah ini sebuah misteri saja dalam kisah cinta yang akan terhempas lara..???
entahlah.

Aku menyapamu dalam madah obsesi mimpi dikala senja umur yang sudah menghampiri.

ku tunggu kau dijalan ini tuk kembali
torehkan sahaja cinta berjubah bijaksana
untuk menghiasi hidupmu sampai tua

semoga kearifan rasamu kian ter arah
menuju cinta yang tak pernah sudah
setiaku memandu kehujung waktu
sampai akhir hayatku. Wasallam.

HR RoS
Jakarta, 7-9-2015, 02,00





AURORA CINTA YANG
MEMUDAR.....................

Aurora cinta yang dulu pernah megah
berkilau di kelopak atmosfir senja
kini tergerus pada iklim
perlahan,
cahayanya akan memudar di rotasi pelangi
dalam peredaraan galaxi langit
menghujani bulir bias dibalik selimut awan.

Sedangkan,
pada lilin lilin kecilku itu
pelitanya yang biasa menerangi malamku
dikala rindu menepi ke bibir tinta
tak lagi madah guratan cinta menerangi
di lingkup ruang hatiku.

Pada suatu hati
yang tak lagi bercerita tentang cinta
kini aura iklim telah mendung
seperti gerhana rasa
dalam madah madah tinta
bergejolak menghias sebak
lelah di nokhta kasih setiap hari.

Pada jalinan simpul sumpah benang emas
mengikat atas nama tuhan
tak lagi bisa di pertahankan
akankah jiwa ini terkutuk
terpasung oleh nyanyian
kicauan merpati putih lirih
yang selalu bertengger di ranting mati
bersiul di balik dinding sunyi
yang selalu terbang sepi menyendiri
terbang melayang
melingkari sayap sayap pelangi cinta
uuuhhhh...
entahlah kini,
termisteri dalam takdir.

Pandanglah air laut yang pasang surut
adalah irama samudera mendebur pantai
ketika pelayaran dewa ruci
mengikrar sebuah janji
tuk arungi samudera
rela hidup dan mati diayun sagara
aku telah bersikoci fatamorgana
bersauh laju di riak yang telah pasrah
terdampar di benua tak bernama.

Kasih...
terkadang bertanya diri kedalam doa
hiduplah seperti batu karang
kokoh silih berganti di hempas gelombang.

Nyatanya ia juga bisa rapuh
di guyur hujan airmata langit
kepingan batu karang terkoyak
tersusun ke bibir pantai
dan tenggelam ke samudera yang terdalam
dan tak mungkin bangkit lagi.

uuuhhhhh...
biarlah semua itu terjadi
aku rela
aurora cinta itu lenyap ke hujung mimpi.

HR RoS





AURORA CINTA YANG
MEMUDAR.....................


Aurora cinta yang dulu pernah megah
berkilau di kelopak atmosfir senja
kini tergerus pada iklim
perlahan,
cahayanya akan memudar di rotasi pelangi
dalam peredaraan galaxi langit
menghujani bulir bias dibalik selimut awan.

Sedangkan,
pada lilin lilin kecilku itu
pelitanya yang biasa menerangi malamku
dikala rindu menepi ke bibir tinta
tak lagi madah guratan cinta menerangi
di lingkup ruang hatiku.

Pada suatu hati
yang tak lagi bercerita tentang cinta
kini aura iklim telah mendung
seperti gerhana rasa
dalam madah madah tinta
bergejolak menghias sebak
lelah di nokhta kasih setiap hari.

Pada jalinan simpul sumpah benang emas
mengikat atas nama tuhan
tak lagi bisa di pertahankan
akankah jiwa ini terkutuk
terpasung oleh nyanyian
kicauan merpati putih lirih
yang selalu bertengger di ranting mati
bersiul di balik dinding sunyi
yang selalu terbang sepi menyendiri
terbang melayang
melingkari sayap sayap pelangi cinta
uuuhhhh...
entahlah kini,
termisteri dalam takdir.

Pandanglah air laut yang pasang surut
adalah irama samudera mendebur pantai
ketika pelayaran dewa ruci
mengikrar sebuah janji
tuk arungi samudera
rela hidup dan mati diayun sagara
aku telah bersikoci fatamorgana
bersauh laju di riak yang telah pasrah
terdampar di benua tak bernama.

Kasih...
terkadang bertanya diri kedalam doa
hiduplah seperti batu karang
kokoh silih berganti di hempas gelombang.

Nyatanya ia juga bisa rapuh
di guyur hujan airmata langit
kepingan batu karang terkoyak
tersusun ke bibir pantai
dan tenggelam ke samudera yang terdalam
dan tak mungkin bangkit lagi.

uuuhhhhh...
biarlah semua itu terjadi
aku rela
aurora cinta itu lenyap ke hujung mimpi.

HR RoS





DARI HATI MENGINTIP NURANI


Duduk tafakur
menghitung jalan rotasi jari
ketika riyaddoh menggenggam tasbih
hening berkawan lafaz
tenggelam kedalam sunyi
dari hati mengintip nurani.

Duduk bersila
langit langit pat ku lipat
merapat mengekang syahwat

cahaya cahaya pengoda menyapa cinta
religi cinta illahi
cabarin kemilau semu
semu dari nafsu nafsu itu.

Nafas nafas bergulir santun
keluar masuk mencipta hikmah
hikmah penawar resah

Asyik
laju kalam memandu ke dinding mihrab hati
hentakan dalam diam,
bak kuda sembrani
terbang membumbung tinggi.

dalam perjalanan hati mencapai makam
makam
alam diri.

dari hati mengintip nurani
nurani diri berjubah budi
dari rahman rahim kekasih
bak kemilau lembayung teduh
bening indah memukau silau
sejuk tak tersentuh menyatu.

Dalam diri
asyik khusyuk membulir rindu
rindu kepada sang kekasih itu.

HR RoS
Jakarta, 04,11,2015, 18,43





Puisi,
## DIRI MENCARI HAKIKAT DIRI##


Martabat alam di tingkat makam
makam diri dalam pendakian
martabat alam tujuh dan sembilan
sang kekasih dalam kesunyian

Ketika malam mengadu rindu
di dalam pertapaan bermantera rasa
bertamu di dinding dinding cahaya
cahaya cahaya sang pengoda

Berlalu meninggalkan pertapaan
kaki ku langkahkan jauh ke dalam diri
berada di titik mata hati
aku terpesona melihat kekasih

Dalam diam ku tatap apakah ini tuhan
dia hadir berwarna warni,
aku tinggalkan kehadiran itu berlalu pergi.

Kekasih itu
tak berwujud
Tak berwarna
bukan huruf
bukan cahaya
Dia dzat laisa kamiselihi

Menyelimuti.

menembus lorong kosmik jiwa
berlayar di angkasaraya rasa
mencari sesuatu yang di puji
diri mencari hakikat diri
ia bersemayam di mihrab cinta
cinta sang kekasih itu.

HR RoS
Jakarta 17-9-205, 08, 20





--- HATI YANG TELAH DINGIN ---

Bayu yang biasa menghembus rindu
selimut malamku telah berjelaga kelam
hawa dingin kian membeku
dingin semakin dingin menusuk tulangku
malam ini tak berpurnama
terik menyapa pagi
lenyap dirundung gerhana
taman galaxi sunyi tak berbintang
aku raba embun di dada cinta
bias tak terasa.

Rintik gerimis malam
menitis crystal bening
rinaikan hujan membasuh luka
yang tergores dari sembilu maya
sang lelap masih bermain mimpi
padahal diawal malam sudah tenggelam
aku baru saja memulai kisah
menanam teratai indah
dipelataran telaga hati
teratai yang tumbuh hidup tak berpegang rapuh di sapu banyu.

Teratai putih berurat tak berakar
kembang cantik penghias telaga
tumbuh subur berorganik alami
tapi sayangnya di petik
harus bermandi luka.

Pagiku berselimut kabut
bertongkat tinta menulis sastra memadah diksi syair syair cinta
untuk pengobat luka yang tak berdarah
uuuhhhh.. sembuhlah kau luka
terluka yang tak bermakna.

Impian hati yang telah dingin
lelah menatap canda
akankah kisah ini berakhir
di lintasan maya.
entahlahhh...
biarlah sebak ini menghias lara
aku akan tetap disini menantimu
untuk SETIA
sampai pertemuan mimpi
menyambut kasih ke dunia nyata.
bermimpi bermimpi dan bermimpi
menokhta misteri menjadi nyata.

HR RoS
Jakarta, 8-3-2016, 13:25





# TESTIMONI RELIGI MATA HATIKU ##


Aku awali langkah sadarku dengan ibadah
berharap istighfarku diterima
aku berjalan dilorong lorong goa rasa
karena panggilan cinta berdasarkan ilmunya
aku rapatkan semua barisan kedalam iman.

Meski kamilku telah ternoda
oleh warna dunia
ajsamku berdebu nafsu
aku tercipta dari unsur kehinaan
tapi ajsamku itu melahirkan hikmah
dari duta sang arwah.
D
U
T
A
Duta arwah itu melahirkan hidupnya alam diri
sebuah pergesekan anazir empat bayanganku.
bayangan itu berupa nafsu
yang menjelma sebagai sahabat misteri.

Sahabat misteri itu,
lawwamah, sufiah, amarah dan mutmainahku.
ia tercipta dari nama yang indah
konsep illahiah yang sempurna.
yaitu wahadiyatku berkembang sebagai pelaksana arwah / ruh,
wahadiyat rohku naik berkelana kepada wahdat.

Disana aku temukan rasulku
bersemayam dalam mata hati
karena saksiku, saksi itu syahadat
tersaksi karena terangnya wahdat itu
wahdat itu sebagai sumber lil 'alamin.
aku fana.... mata hatiku haru, religiku menggigil.

Cintaku fana,
lorong hatiku tak kutemukan lagi,
yang ada maha.

insan kamilku
tersaksi didalam megah arasy-Nya
alam jatidiri
yaitu di alam ahadiyat.
Dia yang tak menyerupai, bukan warna, bukan huruf, tak berbentuk.
mengawasi, menyelimuti sangat indah nikmat sekali.

Dia tersaksi oleh religi mata hati,
duh diri,,
kembalilah jiwa jiwa yang tenang itu dengan cinta kepadaNya.!!!!
tanpa berharap surgaNya.
biarlah cintaNya itu memahabbah surgaNya
alhamdulillah,
aku terhempas kedalam maha.
aku esok ingin kembali lagi ya Rabb...
izinkanlah nafasku bertasbih selalu,
pada masa aku memandu mikrajku
bertemu di keheningan itu.

HR RoS





__RENUNGAN MALAMKU....

Pada rona senja
aku menengadahkan wajah ini
dalam mihrab cinta,
berbungkus kesibukan asa dalam langkah siang tak kutemukan kedamaian tujuan diri.
wajah wajah pengoda merayu hasratku
melupakan tugas rohani kewajiban itu.

Malam ini,
dalam lembaran malam sejuk tipis
dingin menusuk tulangku.
di beranda seorang diri,
bersandar pada kelam
aku bernyanyi pada gemercik semilir angin
menyentuh dedaunan di bibir dahan yang melambai perlahan.

Tetesan air pancuran
di aliran kolam depan rumahku
menitis tak jemu,
seakan membisikkan lirik malam yang syahdu.
dalam renungan malamku
aku menatap pada langit langit rumah ini
terima kasih tuhan,
engkau telah mendamaikan hatiku di peraduan sepiku asyik menunaikan religi.

Malam,
dalam mihrab alam diri
aku tafakur mengukur perjalanan yang telah jauh laju itu di tempuh,
adakah perjalanan itu lelah lebih lelah dari yang pasrah....
adakah kosong yang lebih kosong dari tiada,
adakah sunyi yang lebih sunyi dari kematian itu..?
aku sendiri memadah takut
pesimis dan ngeri.

Diri,
kemanakah kan di bawah penyesalan itu nanti...??
entahlah.

Ku ingin berbenah
dalam renungan malam
aku menatap illahi
memohon kedamaian dalam perjalanan hidup ini
dalam renungan sesaat
asyik memandu kalbu ke maha kekasih.

HR RoS
Jakarta, 18-3-2016, 20:46





MENYAMBUT WAKTU,


Ditepian senja
aku berdiri di jalan ini
menatap warna sang surya
yang kian berlalu pergi.

Pada lentera malam,
perlahan cahayanya melirik temaram menghias kelam.

Aku yang menunggu rindu
pada lafaz suci berkumandang
di siantero negeri,
sejenak aku tenggelam dalam alunan adzan
betapa syahdunya takbir tuhan.

Dalam perputaran waktu
ketika terik hilang,
masa telah di sambut malam yang berkabut
berkabut embun yang sejuk,
sesejuk rinduku pada-Mu.

HR RoS





SIMPATI PARIS CEMOOH TRAGIS

Kepada satu keyakinan
setiap yang punya jiwa
bertuhan

dalam tubuh satu adam
memandu nafsu nafsu syetan
hawa suci di kebiri
dari otak otak hewan duniawi

Paris di guncang petasan
satu dunia berempati
ketika timur tengah terjajah
bom setiap hari menguncang
ratusan ribu telah begelimpangan
seakan satu dunia tuli dan bisu.

uuuuhhhhh..
di mana keadilan itu..???

Adakah ini pertanda
risalah makna management illahiah berbicara...?

ketika yang lemah dihancurkan
yang megah di gulingkan
sang tokoh dunia kafir
berpesta seremonial
ia orasi tertawa kemenangan.

Duh,
kausalis alam berbicara dalam zaman
dalam setiap peradaban.

lambang akidah bertumpu ke dada ibrahim
para utusan risalah tuhan
menyelaraskan akidah illahi untuk alam
dari zaman ke zaman
sampai akhir zaman
semua al mukminin bil ikhwan..

Apalah yang kau inginkan
wahai kesombongan...???
dunia dan hidup bak sebatang rokok
seketika akan padam.

Panji panji aliran mengkultus doktrin
padahal doktrin kebenarannya itu
adalah kenistaan
seakan bertopeng paradigma kesucian.

Wahai penghuni bumi
kembalilah ke fitrah nurani
sucikan hati raihlah tuntunan illahi..!

dalil dalil sang utusan
janganlah di perdebatkan
berpeganglah ke dalam setiap bimbingan
para utusan utusan itu
mengamanahkan
tentang ajaran kearifan alam
untuk sendi sendi kehidupan.


lawan dajjal dajjal diri
yang berkoloni dalam doktrin sesat
sesat menyesatkan.

PARIS,

kau simpati itu
tragismu sehujung kuku

kau di cemooh
dari bumi bumi yang telah di hanguskan
di hanguskan oleh sekutu sekutu kemunafikan
mereka mati tumbuh seribu
turki berdarah, syiria genosida..
palestina tertindas,
seakan dunia masa bodo saja.

HR RoS
Jakarta, 18-11-2015, 11,20





...HARAPANKU ITU KECEWAKU...
OH,,

Kau yang disana berdiri di hujung hari
menatap dalam tatapan jingga,
aku yang selalu menantimu tersisih dalam rindu
menanti khabar mayamu
yang selalu menari disetiap hati.
jinggamu sulit aku baca,
karena kau bermain dalam temaram
kau yang selalu bernyanyi bersama dengan camar camar pantai itu.

Aku datang, baru terkisah diujung waktu
berdiri di pantai yang akan terkikis
menjelang sore ini aku bernyanyi
menyibak bayang bayangmu berharap menghampiriku.

Aku selalu menatap sosok potretmu
Wibawa wajahmu melukis indah dalam bola matamu.
jingga yang akan menghias di temaram itu
berharap membawah kedamaian cinta.

kini kenapa...?????
Dan kenapa di awal malam ini kau rubah irama cinta menjadi gulita..??
apakah karena kau gamang dipertengahan malamku, bahwa hidupku memang kelam.
aku yang berharap dari temarammu
mampu menyinari harapan hidupku,
nyatanya kau memang gamang berhadapan dipenghujung malam itu.
kau takut tersesat karena gulita hidupku pekat,
memang butiran sayap kunang kunangku tak bisa juga menerangimu.

Aku yang terkisah kini dalam harap
dan terdampar dalam kecewaku,
berharap secercah asa menyapa hidupku kelak.
semoga kelam malam ini berlalulah.!!
izinkan aku tuhan menyongsong pagi ini
menatap mentari
terangi hidupku
disini..
dirumah ini.

HR RoS





((( Bertahan di suatu cobaan )))


Mencoba bertahan di suatu cabaran
ketika tabir terkatup
bungkam melawan arah

Satu sikap kebodohan
yang tak semesti di semaikan
belajar dari sejarah
membuat hidup semakin bermakna dewasa.

Resa dan gelisah telah berputik rela
buah buah ranum telah berguguran
jatuh kebumi tak lagi bisa dimakan.

Aku datang sekali lagi
menghampiri sunyi,

bertanya..?
apakah janji janji yang ternohkta dalam rasa
akankah masih setia dan tabah dalam cinta..??

dan aku bertanya juga kepada garis tangan
lekuk garis melingkar lurus
ada tergurat retak melukis misteri
terkesima dalam tanya
bingung tak ada jawaban
yang bisa di pahami.

Aku genggam telapak tangan kembali
ku tutup rapat rapat
minda yang mencabar selalu berulam tikam
ku telusuri jalan berduri
ranting ranting berserak
aku ikat dengan temali
ku jadikan untuk menyapu pilu.

Bertanya kepada takdir
jawabannya telah terealiti
bertanya kepada azali
semua misteri.

Bertahan kepada sebuah cobaan
yang tersisa keyakinan.

akankah kisah ini berakhir indah pada waktunya..?
mmm, terserah... dan entahlah..

HR RoS
Jakarta, 03-11-2015, 08,40





^^^ Aku Kau dan Puisi itU ^^^


Aku,
seperti kepingan retak
kepingan pecahan kaca yang berserak
di lirik rupa diri sebatas seni
figura yang tak menarik
tetap di bingkai
meski gambarnya tak cantik.

Langkahku telah tertatih
bersama tinta yang sulit dimengerti
aku belajar diksi bersolek syair
dengan kertas lusuh

memadah rasa,.
bukanlah sebagai penulis ulung
torehan tintaku seakan gombalis
pribadiku bercerita dalam luah
bukanlah memadah rayu
melainkan,
irama sukmaku yang mendayu.

Kau...
objek itu,
bukanlah bayangan semu
realita suratku,
bertaut dalam bingkai kaca maya
berdirilah...!
sebagai penonton yang syahdu.

kau dan aku
berkoloni...
dalam kearifan cinta seni puisi
ku ingin,
fahamilah aku..!
semestinya
berbahagialah kita hendaknya.

Puisiku itu...
adalah aksara diksi tinta
memadah rasa
bak alunan gending mendayu
melenakan kepekaan kalbu
syahdu,
di beranda muka buku.
Ku larung sastra pada senja ini
melukis pelangi dengan berdinding hari.

senja ini,
mataku melirik di keindahan setangkai bunga cantik
ku petik,
ku jadikan mahkota hati
bunga itu kini layu sebelum berkembang.

Memanglah,
aku memilih jalan yang berbeda
dalam filsafat cinta
tetap, setiaku mengukir noktah
kedalam istana jiwa

Ku puisikan berbagai memoriku
ke dalam story story yang telah terjadi
sebagai saksi history cinta yang tak terjamah,

meskipun jalan hidupku
telah remang untuk ku tempuh
meraih gita cinta yang indah
bersama kekasih.

HR RoS
Jakarta, 4-12-2015. 17,57





- DESTINASI PERJALANAN DIRI –


Ketika perjalanan diri telah berada di bibir pantai kehidupan ini
destinasi hidup adalah pengabdian
menuju pada kematian.

Samudera biru membentang tak berhujung
nun yang jauh disana
berkoloni antara arasy dan kosmik
tak bertempat mengitari cakrawala misteri
menyatu dalam satu kesatuan tujuan yaitu tuhan.

Destinasi diri,
adalah mencari jatidiri itu sendiri
meskipun perjalanan itu terhapit oleh gunung daratan lautan dan gelombang
kehidupan ini tetap akan berlayar menuju kepada sebuah pemberhentian.

menoleh kepada sebuah irama hidup
adalah warna warni pigura kaca
menyeliputi bayangan semu
semua konsekwensi warna
akan terealiti pada pos terminal
di kehidupan nanti.

Diri ini akan tetap mengharungi samudera lahul mahfudz
tersadar ataupun tidak tetap di raih,
untuk menepati janji azali
tatkala tanya jawab di alam rahim ibuku
aku dulu berikrar setia pada-Nya
akan tetap mencari destinasi yang sejati itu ialah pengabdian kekasih,
yaitu illahiku.

HR RoS





********** FATAMORGANAKU ##

Terasing oleh sebuah kenangan
aku masih disini,, menyendiri,
menunggumu kau hadir lagi.
aku hanya diam merenung, memikirkan yang telah pergi.
Aku gagal mengisi hari hari indahnya,
dengan puisi cinta hati yang setia
kau pamit tinggalkan sepi disini..

Aku yang mengagumi sosokmu,
aku berhias kanvaskan syair hati,
kenapa tak kau pahami cerita sukaku..?
kau biarkan ceritaku berbuah fana belaka.

Cinta yang kuhidangkan tak dilayani
kau biarkan terlantar di jalan sepi.
hari berganti waktu terus berjalan,
gontai langkah hatiku selalu ku jelang,
semua keadaanmu telah ku maklumi
kasih, dimana kau kini.........??????

Kau biarkan senandung puisiku selalu mencarimu,
ditembok maya ini aku selalu menanti
kau yang telah pergi tak pernah kembali lagi.
disemua bekas puisiku aku linangi,
karena yang aku cinta
hanya manis dalam hati sendiri saja.
sedangkan hadirmu aja tak di mengerti,
bagaimana bayanganmu
menyapu linangan ini.

Aku menyukaimu tanpa ku sadar,
terkisah denganmu sesaat
membuat aku penat.
Ya Rabb...
hapuskanlah rasa ini, rasa yang berlabuh di dermaga ilusi.
telah ku ratapi kebodohanku
aku mencinta sosok dia, hanya bayangan fatamorgana saja.

Memang aku ratapi pertemuan itu
terkisah seperti dalam mimpi saja.
dan kini ku basuh tangis ini
dalam sisa sisa embun pagi,
untuk redupkan senja memerah

Malaysia itu,
di kinabalu sana
kota belud sabah
jiwaku terkisah dengannya
akankah impianku menjadi nyata
ataukah akan menjadi fatamorgana
entahlah.....

HR RoS





********** FATAMORGANAKU ##


Terasing oleh sebuah kenangan
aku masih disini,, menyendiri,
menunggumu kau hadir lagi.
aku hanya diam merenung, memikirkan yang telah pergi.
Aku gagal mengisi hari hari indahnya,
dengan puisi cinta hati yang setia
kau pamit tinggalkan sepi disini..

Aku yang mengagumi sosokmu,
aku berhias kanvaskan syair hati,
kenapa tak kau pahami cerita sukaku..?
kau biarkan ceritaku berbuah fana belaka.

Cinta yang kuhidangkan tak dilayani
kau biarkan terlantar di jalan sepi.
hari berganti waktu terus berjalan,
gontai langkah hatiku selalu ku jelang,
semua keadaanmu telah ku maklumi
kasih, dimana kau kini.........??????

Kau biarkan senandung puisiku selalu mencarimu,
ditembok maya ini aku selalu menanti
kau yang telah pergi tak pernah kembali lagi.
disemua bekas puisiku aku linangi,
karena yang aku cinta
hanya manis dalam hati sendiri saja.
sedangkan hadirmu aja tak di mengerti,
bagaimana bayanganmu
menyapu linangan ini.

Aku menyukaimu tanpa ku sadar,
terkisah denganmu sesaat
membuat aku penat.
Ya Rabb...
hapuskanlah rasa ini, rasa yang berlabuh di dermaga ilusi.
telah ku ratapi kebodohanku
aku mencinta sosok dia, hanya bayangan fatamorgana saja.

Memang aku ratapi pertemuan itu
terkisah seperti dalam mimpi saja.
dan kini ku basuh tangis ini
dalam sisa sisa embun pagi,
untuk redupkan senja memerah

Malaysia itu,
di kinabalu sana
kota belud sabah
jiwaku terkisah dengannya
akankah impianku menjadi nyata
ataukah akan menjadi fatamorgana
entahlah.....

HR RoS





.......................... PARANOIDKU,

Dulu..
saat bersamamu,
aku tersanjung dengan hidangan rayuan.
tersenyum dalam belaian,, terlena dalam dekapan manisnya gombalmu.
fikirku kala itu, aku akan bahagia bersamamu,
setelah kujalani semuanya semu dan ternyata hidanganmu palsu.

Kini....
kau campakkan aku,
paranoid menghias hidupku.
Ceria aku kini terasa sepi dalam keramaian
dan ketika aku berkawan sepi terasa ramai dalam ilusi kesunyian.
aku telah gagal disegala aspek asa karena kebodohanku.

Aku kini...
selalu mencoba untuk tersenyum meskipun senyuman itu palsu.
ku berjalan,
kabut kabut masa silam mengikutiku.
dan ku coba berlari
mengejar mimpi mimpi yang tertunda
selalu terjatuh di jurang yang sama.

Kecewaku...
terdiam bak membatu
aku tangisi takdirku rasanya malu.
jiwaku semakin tercabik dalam lara
peganganku patah dalam keputusasaan.
dalam malam aku selalu berdoa,
duh matahari hatiku, sinarilah kelam menyelimuti ruangku.
duh kisah silam, belailah pedihnya luka ini
biar secercah lembayung jingga
menghiasi arena hidupku.

Seberkas kenangan yg suram yang selalu membaju iringi setiap langkahku.
aku rapuh berdiri di dinding harapan
wewangian warna bahagia sulit
ku dapatkan lagi.
aku semakin sedih, pedihnya luka ini.
tak sadar maniak maniak airmata ini menetes
aku tak mampu membendung gumamman pilu
biarlah aku bawah menangis sejadi jadinya
ketika tangisku reda
semua akan berakhir sudah luka itu.

Duduk tersandar menatap angan
gemulai dibangku yang rapuh
menatap kedalam doa,
Tuhan....
energikanlah semangatku kembali,
kepada-Mu hamba berserah diri
dari rentetan kegagalan yg selalu aku alami.
semoga aku bisa bangkit meniti jembatan
perjalanan hidupku dalam sebuah tanggung jawab masa depan,
semoga ya Rabku,,
luka ini sembuh.....

HR RoS





'........ SURAT CINTA UNTUK TUHAN........'


Kalung tasbih mengelilingi altar pertapaan
melingkar berputar diatas sajadah
aku berkomat kamit beristighfar
datang ke mihrabmu ya allah.

Surat cinta ku tulis lewat rasa
mewakili rasa setiaku sepanjang hayat
aku berjalan dalam laskar iman
mendaki ke dinding tauhid

Surat cinta

dan dia adalah doa
ya allah,
kerinduanku menyapa di malam buta
yang tanpa penerang, gelap gulita

Aku mencari bayangan diri
di sela sela titik titik cahaya
cahaya nafsu semu berlalu
Jiwaku mesra, singgasana sudah dihadapannya

Surat cinta yang fana
syairnya tak bersuara

Ya allah,
ismudz dzat-Mu ku lafadz tanpaku kaku
dalam fana itu
aku rindu
kekasih itu bertamu.

Surat cinta diterima
ya anta ana, .. ana anta
kalung tasbih di altarku terkapar
lapaz terhenti ku mati
ternyata kekasih itu telah menyelimuti

Ya Illahi...
aku sadar kini
cintamu maha

ya tuhan,
aku yang selalu lalai lupa dari perintah
aku sang pendosa bercita cita mengharap surgamu
ku tahu itu tak pantas bagiku,
selain hanya karena wilayah rahmatmu mengizinkanku kesana.

padahal engkau sang cinta
bercinta dengan-Mu itu wah..
indah.

HR RoS
Jakarta 24-8-2015, 10,05 wib





Cerpen,
_IKRAR CINTA PETUALANGAN SANG GOMBALIS TERHENTI DENGAN ROSE RED_

Awal tahun yang lalu, aku mengenalmu dan memulai sesuatu yang baru yang sebenarnya aku tak mau dengan hal perkara itu.
sesuatu yang baru itu ialah dunia maya dunia aspek remaja.
Belajar dari kedunguan waktu yang sudah setengah umur, menatap keingintahuan dunia baru itu.
keingin tahuan itu semakin menjadi hingga ku buka juga lembaran itu lembaran maya yang namanya facebook.
Ouw, awal ku buka. aku terkesima dengan isi dunia itu padahal dunia itu hanya sebuah hiburan saja, akan tetapi sungguh multi efek ada didalamnya.

Ketika hayal usilku menyapa ke nostalgia masa lalu, masa lalu yang dulu jadi seorang pengombal.
ku teliti lembaran baru itu satu persatu
ku kenali deretan nama nama di halaman pertemanan kucoba intip dibalik jendela maya wajah wajah yang dulu pernah mengisi hidupku. telah aku temui mereka sebagian kecil antara sahabat masa kecil dan masa remaja antara sahabat dan mantan cinta yang sudah puluhan tahun tak bersua.
Puluhan tahun itu telah berlalu di facebook inilah ku temukan mereka satu persatu.
wajah wajah yang dulu lugu kini telah menjadi ibu ibu.
Memang mereka semua telah menjadi ibu bahkan hampir punya cucu hehe..

seiring waktu bakat kecilku ter asah lagi majas cintaku yang dulu tak bernokhta kini melukis kembali berbagai syair syair sederhana karena hanya menyalurkan hobiku saja.
tabiat sang gombalisku selalu melukis dan menulis rindu yang tak bertujuan di facebook maya.
dengan kisah kisah nostalgia masa lalu.
syair syair itu bertamu di lembaran lembaran muka buku yang hanya sebuah sisa sisa luahan sang gombalis ketika masa study dulu.

Mmmm,, katakanlah sang gombalis itu aku...
cerita luahan gombalis nostalgia masa lalu itu perlahan tertutup dengan bimbingan sebuah kesadaran oleh sang waktu yang mendewasakan diriku oleh sesuatu itu yaitu rose red.

aku mengenalnya dalam sapa canda, hingga tak terasa virus gombal itu masih ada. Ya namanya gombal tetap saja gombal. Uuuuuhhh..
rose red,
yang dia belum pernah bertemu hingga saat ini.
yang sesuatu itu dia adalah sang rose red bunga yang santun berpagar duri. bunga itu mekar dalam buaian kehidupan, bunga itu bak srikandi dalam pagar berduri mengejar mimpi mimpi hati yang dia idamkan.

Bunga itu selalu menari di taman pelangi senja, lena di hembusan bayu asmaranya, padahal hanya hembusan sekedar angin lalu saja.
bunga itu mekar dalam tuntunan seorang pengajar dan terpelajar dan dia kokoh kekar dalam berjuang memenuhi tuntutan kehidupan yang berpacu dengan waktu.
aku sang gombalis terpesona dan kagum dengan perjuangan hidupnya yang keras bagaikan batu.
Aku sang gombalis salut,
ketika suatu masa bunga itu kucanda haiiiiii.... kusapa dari balik jendela jakarta lewat maya.
padahal sang bunga itu mesra di genggam oleh irama irama merayu sang kumbang pecundang pecundang gombalis semu.
Ketika masa itu bunga itu layu terhempas oleh rayu rayu bayu semu,
sang pelangi menari diufuk mentari dikala senja hari, menggelitik sapa mesra yayang
harapan semu sang bunga terhempas oleh kepalsuan canda canda cinta mereka
hingga sakit parah menyapa.

padahal sifat sang gombalis tak jauh bedanya dengan pelangi senja itu.

Suatu Ketika puncak sakit yang sangat kritis dari problem hidup kesehatan dan cinta
sang bunga layu diberanda jiwanya.
kumbang kumbang yang biasa ramai menyapa seketika berlalu menjauh seiring lara terhempasnya sang bunga di hospital.
kumbang kumbang semu itu meniupkan bayu rindu yang tak lagi menentu berlalu mencari bunga baru.
aku mengintip selalu story love and history life sang bunga itu.
Hingga song melodi sakitnya tuh disini digubah lewat guitar dihantar lewat maya, lipshing nyanyian itu berulang kali ku putar. seakan ada nada keluh kesah dari laranya cinta yang dia rasa selama ini. berbuah kecewa dengan pelangi senja yang warnanya telah temaram itu.
seakan lipshing lagu sakitnya tu disini yang dia nyanyikan adalah potret irama hati dan emosi menjadi lipshing realiti yang merdu sekali.

Nyanyi itu menyentuh rasaku tuk menyapa sang bunga yang sedang lara,
ku ingin mengobati luka sakitnya tuh diisni itu dengan senyuman sastra indah tuk meringankan beban kecewa yang dia petik selama bercinta di maya.
karena boring asanya telah menyapa hidup sang bunga tak pernah nyata, aku terharu dan hiba hingga bulir bulir suka dan cinta menyapa dari jakarta.
aku coba menawarkan obat song sakitnya tuh disini itu dengan kado cinta yang setia sampai saat ini dan selamanya.

Boring jiwanya itu ku hias kembali semangati taman yang akan berguguran
ku sirami ku hias kembali dengan warna baru
padahal,
dengan sebuah cinta yang payah juga.
hehem, semakin kompleks derita rose red itu.
sang gombalis juga tak tahu diri, yang sudah beristana nokhta. kenapa rasanya masih selalu mengombal hingga kini dan sampai nanti, ya sudahlah rehatlah untuk mengombal, uuhh.
tapi sayang, kaki sang gombalis terikat rantai di balik jeriji sebuah bilik hati yang halal di setiap hari.
rayuan sang gombalis selalu memuji kecantikan rose red itu dengan rasa sastra sastra indah menyapa dari jakarta.
hingga terkisah dengannya, tapi aneh tak pernah nyata hingga kini.
mmmm....
Aneh memang, kisah ini terjadi dan bersemi walau tak realiti..
meski cabaran selalu menyapa melukai bunga, maruah sang bunga yang dia rasa setiap begaduh selalu pilu menghadapi rentetan cerita maya tertuduh menuduh hingga berakhir kecewa.
tapi sang bunga selalu kokoh berdiri teguh seakan tak mau kalah dan salah, anehnya lagi ia selalu setia.
tuhan, aku bersyukur menemukan bunga yang mulia ini.
walau kisah ini selalu pasang surut dari cabaran pemahaman dua hati yang berbeda berjauhan di benua tak bernama itu. aku kian terharu dengan perjalanan kisah yang pasang surut ini.
storynya yang sering berlalu dan kembali tapi lajunya tak pernah jauh.
semakin ia hendak berlalu semakin ia merindu, sang gombalis manis manis merayu supaya bersatu kembali.
padahal sang gombalis itu memang juga merindu tapi rindunya yang payah.
aku diantara ia dan mereka selalu terhakimi kecemburan yang tak pernah sudah, hingga sang gombalis bertambah kedewasaannya dari nasehat nasehat rose red menuntun cerita bermakna setia. berjanji sang gombalis tak lagi melukai hatinya.

Ketika aku menemukan hakikat rasanya
dengan sadar aku berikrar
sebuah keabadian cinta terluah yang tak lagi bermain cinta setelah ini.
terkisah walaupun tak terkisah dengan sang bunga itu. Ikrar itu sudah membatu dari sang penulis misterius yang gombalis itu.

Sungguh ikrar itu akhir dari petualangan cintanya.

Hidup diantara dua cinta menghias hari
sang gombalis telah berjanji takkan bercinta lagi selain ia dan realitanya. Semoga sifat gombalis ini terkikis dari kebaikan nasehat nasehat yang bermakna dari bunga setia itu.
Semuanya masih misterius
sekilas rasa terluah di malam buta ku lukis dalam cerpen story Me dengan majas pendek dan sederhana ini.
semoga terpahami dengan perjalanan yang kian misteri.
Wassalam, akhir kalam, fajar malam yang akan temaram
esok lusa di sambung dalam bingkai maya yang berbeda dalam cerita sederhana sang sastra menyapa.

HR RoS
Jakarta 31-8-2015. 00,00 wib.




puisi,
,,,,,,,OBSESI YANG TERHENTI,,,,,,,


Cerahnya mentari secerah hatiku
ku pandangi lingga warna di ufuk pulau
nelayan berjemur menatap riak laut
sedih di tunggul sauh
perahu terpasung dibibir pantai takut badai.

Ku lukis syair ini
dengan jemari yang gemulai
Ilusi majas hati kian buram
langkah ini lelah tinta telah memudar

Pelayaran itu terpaksa ku arungi
di tengah samudera tinta
badai berkoloni jerebu
aku tersasar kehilangan arah

Kalut tak menentu
pelayaran ke pulau harapan terbengkalai
pendayungku hilang
di telan gelombang

Mimpi itu usai
obsesi ku terhenti
di sebuah pulau yang bertujuan
aku karam bersama sekoci
hilang di tengah lautan
yang takkan bisa di ketemukan lagi.

Jakarta 10-9,2015, 08,13





SEBUTIR PASIR...


Sebutir pasir terpijak merintih
kemana kan kau bawah langkah kaki itu,
jejak jejak di bibir pantai tergerus ombak
berlalunya kenangan sesaat
dalam pertemuan selintas angan.

Berlalulah sejauh mungkin
kakimu kau langkahkan ke sebuah haluan
hingga lenyapkan
history kita kedalam mimpi.

O la laa....
nyanyian siulan gumamamku
menghalau sepi
selamat tinggal kekasih
di pantai ini kisah berawal
di pantai ini juga kasih berakhir.

HR RoS




««««« SENYAPMU GELISAHKU»»»»»


Awal perkenalan itu
adalah kecerobohanku
canda itu membuatku layu
karena operanya kasih
tak berpentas mewah
aku tak akan pernah berjumpa dalam dekapanmu
selain kisah ini berawal dari maya, bercerita indah dalam bingkai kisah
mungkinkah akan berakhir sebagai sejarah saja.. entahlah....

Kau sebatas angan tak berkenyataan
hayalku cuma penghias lelap tak terwujudkan
gelisahku selalu mengiringi dalam bayangan
senyapmu kini menciptakan gelisahku
biarlah kasihku tak kau balas
bila kasih ini hanya sebatas mimpi.

Kau yang jauh diseberang sana
tak memiliki cinta yang sesungguhnya,
kau yang berada di negeri sabah
teronggok lara disana dalam lamunan sepi
tak berkemudi cinta,
aku disini terpasung rindu
memimpikan asa tak akan pernah bertemu.

Aku gelisah itu kini,
merintih merindukanmu
cintaku akan kaku nanti,
tak lagi kanvaskan syairku.
bibirku kelu tak lagi memanggilmu
hatiku mulai malu menjerit sapa bayanganmu.
bila kisah itu tak terealiti
biarlah ku abadaikan cinta hakiki ini,
berakhir kedalam sujud rabbku
dan mengabdi ke cinta suci itu. hukhukhuk......

HR RoS





TAFAKUR,
MENUTUP JENDELA RUMAHKU..


Tatkala mata ini tertutup rapat
kegelapan diri membuncah resah
dengan meresapi dalam kelam yang pekat
kan terbukanya tirai tirai cahaya kasih-Nya.

Ketika layar terkembang membentang
sagara biru hadir bersamaan memandu
hadir dengan sendirinya di ruang sukmaku
riak cahaya-Nya seperti air mengalir mendidih
mengalir ke muara diri dan sagara jiwa ini,
oohh..
disanalah kan di dapatkan Ia bertahta.

Seyogyanya memang kasih-Nya
seperti air mengalir yang tiada henti
ketika kasihnya terhenti,
maka maha kelam
akan membungkus badan
bersemayam badan di pembaringan.

Sering seringlah menutup jendela rumah diri
biar di dapatkan secercah cahaya illahi di dalam jiwa ini
semoga jalan keabadian terbentang di kemudian nanti.

Ketika rumah ini tertutup rapat
hingga menyesak tak terkuak,
matilah mencari cinta-Nya
hingga mihrab jannah di kasihi-Nya.

Antara ruhhul dan nurrun ala nurrin berkoloni bersemi ya di jiwa ini,
Saksikanlah...
disanalah firdaus itu bersemayam.
kan tersiramnya nar diri dengan nurrin illahi.

HR RoS
Jakarta, 25-3-2016. 14:44





++ MONOLOG CINTA SAHABAT MAYA..

Sayapku terbang sore ini,
menemani sahabat maya
semangat hati yang tumbuh kepada sesama
melahirkan lentera gita cinta.
cinta yang terbangun,
janganlah sampai terluka.

Seiring kasih yang tumbuh
janganlah salah memahami arti
kasihku disini, untuk berbagi
tidak menciptakan lara hati.
hati yang lara,
karena tak pandai memahami arti mimpi.

Rinduku menyirami sahabat maya
yang disana, berwajah seribu.
aku melontarkan segugus cinta, kepada sesama tak pernah jemu.
semoga sahabat mayaku,
tak merasa,
kalau rinduku ratapan palsu.

uhhhh...
Satu kisah telah terlewati,
setahun sudah, artikanlah...!!
wahai sang pengamat para pujangga?
tintaku menari melukiskan gerimis
geirimis hati sore ini
semoga gersang tandus dalam lara
berlalulah.!!!
aku mencumbu dengan balut puisi,
merangkai satu cerita kontra
semoga kau dan aku bisa tertawa.
huahahahaaa....

Disini...
aku mencumbu rindu
menyapa sahabat maya,
menghampiri dengan senyum mesra.
aku jatuh cinta denganmu
melalui bayangan rasa tinta
dengan syair puisi ini
aku bernyanyi,
untuk sahabatku yang disana
dimanapun dikau berada.

Cintaku yang terpendam sunyi
kepada sahabat sahabat hati
aku melukis indah dalam syair,
dengan monolog cinta sahabat maya.
sebagai ukiran seni hati
menghias hidup menjelang senja ini..

Aku Kau dan Dia serta mereka disana.. berbahagialah.

HR RoS.





**BERCUMBU DENGAN MAHA CINTA..


Pada segelas anggur aku teguk mabuk
bercumbu dengan rindu,
pada segelas kopi
aku tunduk tawwadu'
dalam wejangan guru ilmu diri.

Dalam tafakurku,
gersang kutatap padang ilalang
daun melambai bak tirai tersingkap.
ilalang kutebang,
padang menyeruak terang bak dibibir pantai,
Seonggok tunggul diatas tandus
haus berharap titisan rahmat illahi.

Aku bodoh di tepi qolam rahasia hati
sehingga tiada yang bisa aku terka
pada manisnya cinta di pertemuan itu.
ketika kasih mencucur tabir
aku terbelalak waw, terpukau.
panorama inderaku lenyap
hening sadar di dalam awas
tubuhku gemetar,
tatkala cahaya menatap kacahaya cinta
berseminya kebenaran tuhan.

Aku berlari tak terkejarnya pelangi
padahal IA telah berjingga dalam rahmat hati.
aku menatap berdiri,
Dia sudah ada di sampingku ini
aku bernyanyi, Dia ada dalam syairku..
La mutakalliman ilallah.
aku tertunduk diam
sedari awal Dia sudah menggengamku.

Aku malu, Dia tersenyum
berlalu meninggalkanku
perginya dekat sekali tak jauh dari sisiku.

HR RoS
Jakarta, 23-3-2016, 16:03





* DI KOTA ITU
PENJARA SUCIKU...( bukit tinggi )


Sahabatku...
Pernah aku lewat kota itu
kota yang tertanam indah bunga bunga asri dijalan santri
kota yang menciptakan pengetahuan generasi religi.
kita dulu pernah satu meja
menempa diri disini di asrama penjara suci.

Dalam lamunan senjaku,
kini satu hati tersentak rindu, rindu yang teramat sangat,
rindu akan arti sebuah sahabat.
ohhh....
dimana kau kini ya sahabat sahabatku..?
sahabat yang sehati segumam
segurauan dalam suka dan duka,
di penjara itu
kita menempa asa ke inginan orang tua
jadi anak yang berguna.

Sahabatku,
asa kita dulu yang pernah kita cita citakan
di kala impian bersama sama menjelang tidur
kini telah di raih sayangnya kita terkotak terpisah jauh.
takdir telah menentukan jati diri kita,
meraih cita cita dan cinta untuk rumah tangga di masing masing kita,
kini sudah dalam genggaman lamunan itu.

Ohh, sahabatku....
aku selalu ingat kamu karena kurindu...
bila ada waktu,
yuk kita merangkai reuni melepaskan kerinduan yg tertumpuk disudut jiwa ini.
aku ingin menangis bersamamu dalam pelukan cinta nostalgia.

Sahabat,
aku ingin berbagi cerita tentang pendidikan kenangan di asrama penjara putih itu lagi.
reuni, bila itu terjadi aku ingin memeluk erat kawan kawanku semua satu persatu,
sehingga rasa rindu yang selalu terkurung didalam rumahku selama ini terlepas.
seperti lepasnya dahaga di khafilah sahara.

penjara itu adalah penjara suci bertembok putih beratap religi.
aku kini,
mengetuk dinding mayamu kawan,
adakah kalian semua sama seperti aku..?
yang merindui kembali dipenjara suci itu..?
oh, aku yang merinduimu...
indahnya sebuah study di penjara suci itu.

HR RoS





MALAMKU DI SUDUT KOTA..


Telah pergi purnama itu
meninggalkan malamku
maniac maniac kejora pun tertutup awan

Aku kelam,

Mencoba menghitung hari di dalam sunyi
telah berapa banyak tinta ku goreskan
mengoreskan diksi hati yang kian tersisih
sedih melukis lembaran lembaran semu
yang tak lagi menentu.

alamku yang tak lagi bercahaya,

Gelap.
setengah lilin tersisa ku nyalakan
aku menyelesaikan sebait diksi
rasa yang masih terperap
menatap kedalam hayal
bersandar ke punggung malam
fajarkanlah secercah cahaya itu oh awan
hingga sisa sisa malamku tak larut
dalam kedukaan.

HR RoS.





IMPIAN YANG KIAN PASRAH


Aku,

tersadar pada kelemahanku
rasanya tak mampu menatap cakrawala
karena jingganya warna cinta itu.

Engkau,

yang berada di hujung harap
telah gersangnya pucuk pucuk
rindu yang semakin layu.

Kini,

kenapa roda kereta hatiku
seakan tak berputar lagi
sepertinya jiwaku telah luruh,
oh biduk senja yang lagi melaju
kenapa terhenti dengan riak
apakah karena pendayungku yang kian rapuh.?

Biarlah,

langit itu mendung bergemuruh
yang akan basahi gersangnya bumi cinta
perlahan gersang itu mengembun
suburkan taman rindu yang gundah
di sini.

HR RoS.





(( DERITA BORNEO,
DAN SWARNADWIPA ITU KINI ))


Swarnadwipa lara
Borneo pun tersiksa
duh,
rupa bumi itu kini
gersang,
bak hiroshima dan nagasaki.

Negeri swarnadwipa tanah emas
borneo kayu wangi hutannya nafas dunia
nasibmu kini telah tandus,
terjajah oleh kolonialis
pengusaha monster duniawi yang serakah.

Nusantara ini
seperti negeri diatas angin
diapit belahan benua dan samudera
tanah syurgawi yang menjelma

Polusi negeri ini telah miris
co2nya menyesakan dada
duh tanah pertiwi itu,
daratan sabah
semenanjung malaysia
brunei dan singapura
berkenduri atmosfir kumuh.

Atmosfir berkabut buruk
kenduri asap teruk bak azab menghantui,
jauh tatapan itu kelangit biru
mata seakan tertutup debu
jerebu itu telah menjadi nasib nafasku.

Ini negeri diatas angin
telah termisteri seperti penunggu makhluk jadi jadian.
ketika halilintar menggelegar
kilatan menyambar tak berhujan
bak rahwana turun dari khayangan
menerkam mayapada.

Atmosfir bersiklus sadis
tanah syailendra dan kutai kartanegara
terjajah..

Oleh keserakahan sikaya.

HR RoS
jakarta, 01-11-2015





IMPIAN YANG KIAN PASRAH


Aku,

tersadar pada kelemahanku
rasanya tak mampu menatap cakrawala
karena jingganya warna cinta itu.

Engkau,

yang berada di hujung harap
telah gersangnya pucuk pucuk
rindu yang semakin layu.

Kini,

kenapa roda kereta hatiku
seakan tak berputar lagi
sepertinya jiwaku telah luruh,
oh biduk senja yang lagi melaju
kenapa terhenti dengan riak
apakah karena pendayungku yang kian rapuh.?

Biarlah,

langit itu mendung bergemuruh
yang akan basahi gersangnya bumi cinta
perlahan gersang itu mengembun
suburkan taman rindu yang gundah
di sini.

HR RoS.





## AKU TERSISIH DARI KASTAMU...

Kawan..
Sadarku menulis ini,
aku luahkan segala perasaan bersama tinta airmata luka
aku yg tersisih terjepit getirnya hidup
bersamamu, tawaku lirih.
karena terpaksa iringi irama canda itu.

Kawan....
Lentera mewah yg menghias hidupmu ditaman kasih
telah terbingkai hiasan bahagia dalam bahtera nokhta cinta yang kian bersemi
aku tersisih dari kasta warna hidupmu
pergaulan hidupmu yang berpelita terang
bak selebritis berwajah borjou.
tak sama dengan hidupku yang selalu payah,
aku bak sebatang lilin seketika akan padam
penghibur di meja canda itupun terpaksa.

Kawan,
Aku lepaskan kecerianku bersamamu hanya sekedar menutup rona pilunya luka.

Sahabatku yang mewah..
hidupmu bertahta ria yang serba ada
aku bak sipungguk terhimpit pilu

deritaku dibuang nasib ketanah tandus
telaga warnaku tak kunjung bermata air
karena dari dulu aku tak punya sumbernya.
aku terbiasa menyepi dari dulu
karena lara tak punya apa apa
diri ini tertirani dari derita bayang bayang orang tua, meski bahagiaku terpaksa...
penutup hiba dari sang permata bunda.

Kawanku,
aku selalu tersisih darimu
kasta hidup kita memang beda kawan.
kau orang yang serba ada,
aku orang yg tak punya apa apa yg bisa dibanggakan.

Dalam susah ini, aku berdoa...
semoga tuhan selalu memimbing hidupku
Ketanah harapan cinta berumahtangga
cinta itulah yg membuatku tegar kembali
mengiringi candamu
untuk bisa tersenyum indah bersamamu
wahai kawan kawanku yang telah sempurna
berbahagialah dikau
di kasta terindahmu itu.

HR RoS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar