RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 07 April 2016

Kumpulan Puisai Romy Sastra - AKU BUKANLAH HIPOKRIT CINTA



,,, AKU BUKANLAH HIPOKRIT CINTA ,,,

Kasih tersisih sedih
antara benci dan rindu
terpisah jarak mendekam pilu
kuntum kuntum bunga mawar berguguran
mendiami taman.

Oh, kembang itu telah kuncup
tak lagi berhias kasih
ranting rantingnya menyisakan duri
memupuk suburkan patah hati.

Kini,
aku terkurung di lingkaran sepi
menatap bayangan diri
sedih menghela di hujung nafas
ironi,
perpisahan kasih meretas ke hujung tanduk.

Kembang cantik teratai putih
menari di telaga senja
ketika kasih tak lagi berputik
akankah berlalunya bias bias cinta
di taman ini.

Bila kembang kantil tak lagi beraroma wangi
senyap diri kedalam mimpi
relakanlah aku berkawan sepi
mengisi sisa sisa hidupku ini.
mmm,
kasih tertatih perih
maruah tertuduh hipokrit cinta
padahal, budi pekertiku tidak mencipta pesona gombal
melainkan tuntunan relief religi hati
penghibur lara,
sebuah makna nilai ibadah
potret jati diri.
uuuhhh,
aku tak sehina yang di duga
dan tak semudah yang di kira.

aku titip diksi senja ini
ku ucapkan sekali lagi
aku masih disini
mencintaimu kasih...

HR RoS
Jakarta, 17-10-2015, 17,08





.......A Z I R A H J I N G G A....
...

Dalam malam ini
kutatap langit langit kamarku
kuhayati dinding gambar tak satupun gambar itu membuatku rindu akan sosok yang ku kenal.
Namamu Azirah,, kau hanya terpotret disuatu malam tak berkenyataan.
disuatu malam aku lena pada bayangan
bayangan malam dalam keremangan angan.
anganku terbuai dalam belaian indahnya suara rindumu...
Suaramu membangkitkan aku arti kelembutan nada canda,
nada yang membawah kemesraan sesaat saja.
seketika itu aku lena dengan manjanya tawa mesra itu,
tawamu yang menyiratkan bahagianya sebuah canda.
canda itu tiada lagi kini
seperti mimpi di dalam mimpi.

Azirahku,,
Kini aku sendiri
menatap maya jingga fatamorgana
fatamorgana itu melukai asa takkan terealita,
karena dunia maya fenomena warna mata dan rasa sesaat saja.
oh, itukah makna kisah opera cinta itu.??

Oh dunia... realitamu menghias cupu manik astaginaku
Astaginaku di dalam jiwa meretas disetiap pencinta doa,
doa ini harapkan hikmah yang terejawantah ke ruang sukmamu dan kupersembahkan
untukmu,
yang disana terpenjara lara.
Laramu dan sedihku takkan berkesudahan
karena kau tak singkap jendela cinta.

Aku selalu berusaha memanggilmu Azirah.
Azirah,,, tegarlah kau kini menyambut takdir illahi.
aku akan semakin terjepit sakit bila cinta ini nanti tak terealiti.
Azirah, temani aku malam ini sebagai bukti kasihmu.
akankah kasih ini tak sampai nanti..??
kisah ini lenyap hanya sebuah bayangan ilusi.
aku akan selalu berusaha temani hatimu sampai nanti......

HR RoS





Puisi moment perpisahan antara anak murid dan para guru.
TERIMA KASIH GURU
DARI ANAK ANAKMU.....


Wahai pelita yang berkilauan
engkau terangi kami di belakang meja itu
habis gelap terbitlah terang di sini.
engkau guru kami,
dari satu hati pengabdian
banyak jiwa yang telah engkau layani.

Aku susun sebait puisi
diksikan syair perpisahan
betapa berharganya engkau guru,
yang telah menuntun kebodohan kami
jadi anak berpengetahuan.

Di purna terakhir ini,
satu kembang cinta dari anakmu
sebagai tanda terima kasihku.
satu lilin engkau nyalakan untuk kami,
sebagai penerang jalan itu.

Dalam perpisahan yang mengharukan ini
satu tetes airmata untukmu betapa berat rasanya kaki melangkah
meninggalkan sekolah ini
tapi demi cita cita dan tuntunanmu
aku harus bisa menatap langit
yang lebih tinggi.

Lihat disana,
mentari masih bersinar
kami ingin pelitanya yang lebih menyinari.
guru,
jika engkau rindu kami kelak...?
tuntunlah kami dalam dekapan doamu
jika umur kita panjang
dan aku telah memetik bintang
izinkan kami reunian memelukmu kembali.

Saat ini,
maafkanlah anakmu untuk melangkah meninggalkan sekolah ini.
aku kami dan mereka nanti
akan tetap mengenangmu selalu.

sekali lagi terima kasih guru atas pengabdianmu,
lewat puisi terakhir ini mendekap pilu
aku memelukmu.

Wassalam
dari anakmu semua oh guru kami.. (sekolah.........)
HR RoS





--- MONOLOG TAFAKUR
NASEHAT DIRI---


Kicauan bak burung bernyanyi tak berparung
khutbah terhormat bak dewa mabuk
yang tak bermaruah.
Pada kerlip kejora
mengintip cinta di malam hari,
bagaikan kunang kunang
melayang seketika akan padam.

Biarlah jejak impian terkikis oleh debu debu berterbangan, rela berkubangan dalam lumpur hidup menatap kesucian.
aku bukan jahat pada kenangan
kenapa aksara bermakna kuhidangan tak kau cerna, malah sesumbar kau campakan.
uhhh.. tak sia sia beo berkicau kepada sidungu memamah bisu.

Kau bagaikan resi dewa dewi
seakan sabdamu telah fitrah,
percuma terlahir jadi manusia
tak kau pahami arti diri ini
hanya setetes darah hina
yang dibanggakan itupun tertitipkan.

diri seakan alimin,
berkopiah tak bermahkota ilmu dungu.
diri seakan halimah,
tak bertudung tiada malu masih sok tahu.

uuhhhhh..
berilmu tak berhikmah,
berpayung tak berteduh,
berharta tapi tak punya,
berwibawa gagah tak berkharisma,
cantik rupawan tak menawan,
hidup tak bertujuan lunglai di tepi jalan,
makan lahap tak kenyang berserakan,
dahaga meminum hikmah tak bertuah,
beribadah seakan sudah tahu jalanya surga.

Berlayar tak berdermaga
mendaki seakan tahu makna ketinggian
berjalan di yang datar tersandung
kesakitan
mengalir air ke hilir tak kemuara
berkaca diri tak nampak
terkilas wajah di cermin yang retak.
diri bodoh seakan paham rahsi hati
duhhh,
kemana lara kan di bawah
tersenyum tak merekah
tertawa tapi hiba.

Berfikirlah sesaat,
karena berfikir itu lebih baik daripada beribadah berpuluh tahun lamanya.
biar tak tersesat jalan
semoga dewasa diri dalam kearifan budi terarahkan ke sebuah tujuan
biar tak sia sia dalam perjalanan hidup ini.

Seyogyanya memahami....
HR RoS





# SAHABAT MENJADI CINTA TAK TEREALITA #

Warna pelangi jingga di lintas negara
persahabatan terpisah dimalaya sabah
dijalin dari maya terbingkai cerita
cerita berbuah rindu teteskan air mata
mengusik isak terjaga dimalam buta
malam ini kian sepi
bertaburan bintang bintang
kerlip kejora cinta yang jauh di pandang ke alam maya
ingin ku petik satu kerlip tak terjangkau
kaulah bintang itu sahabat yang tercinta.

Ceritamu menantangku
untuk menyeberang samudera,
kupaksa kemudiku patah.
akankah kisah ini hanya sebuah cerita saja.. uuhh...

Sahabat hatiku
mungkinkah kebahagian yang ku impikan
tak akan bersua, selama lamanya??
tertakdir cinta hanya berbuah rindu semu dialam maya saja.
memanglah ikrarku petaruhkan setia,
semoga tak berakhir kisah kasih sahabat ini sepanjang masa
walau tak terealita bersamamu aku rela.

Hasratku bukanlah sebuah mimpi
sebagai pecinta sejati
ikrarku ukir selalu temani hidupmu
walau kau tak kan pernah bersamaku.

Malaya dilintas Negara,
terjalin sahabat kau dimana..?
pelangi disenja sabah di puncak kinabalu
berwarna warni jingga berhias lara.
akankah cinta ini tak terealiti sampai mati..??
aku disini terkunci, rantai kaki terlalu kuat mengikat langkahku kesana.
hanya doa, yang bisa aku persembahkan kau bahagia bersamanya disana.

HR RoS





AKSARA BISU YANG SEMPURNA


Ketika bisu berbicara dalam diam
Ia berkomat kamit seakan bermantera
Romannya mengundang tanya
bisakah aksaranya itu dimaknai..?

Sang beo yang pandai mengolok kata
berkicau,
bertanya kepada tuan yang bijak..
adakah doa doa penjara emas ini untukku..??
biar aku lepas ke alam luas.

Siburung merak berkotek ayam
terbang menikung
ke semak semak belukar
takdir kekinian dan nanti
adalah azali hak azasi tuhan.

berbelok arah dari pengembaraan
berjuang dalam sebuah tujuan
seakan bergelirya,
mencari sebuah keutuhan yang sempurna.
bisu dalam seribu kata
menuai makna hidup
memakna berjuta aksara.
mengalah sebuah langkah yang bijaksana
seakan filsafat hidup sudah di cerna.

Memanglah
berfikir itu,
lebih baik daripada beribadah berpuluh puluh tahun lamanya.

HR RoS
Jakarta, 22-11-2015. 22,35





DI BALIK CADAR HITAM MUSLIMAH,

Ya Humairah cinta
kau pesona cahaya kemerah merahan
belahan jiwa.
di balik cadar hitam kau bersembunyi
pada rona wajah ayu nan indah itu
tertutup dalam tatapan purnama
membawah kedamaian dari dahaga
seakan kau kembang savana jiwa
merona cahaya, kau petik lentera akidah.

Ya Humairah cinta,
doa doa dihujung malam kau panjatkan
dalam temaram,
bahasa doa hatimu lirih
membangunkan lelap menatap sang kekasih.
kau mengikat tali simpul rayuan iblis
berkeliaran sepanjang hari
dibalik cadar kau bertasbih.

Seraut wajah,
di balik bola mata yang syahdu
bak lentera cadarmu berselimut aurat
memandu perjalanan islami
dalam tuntunan tuhan kau berjalan
indahnya bingkisan sunah
pada wibawa sang bunda hawa
di balik cadar hitammu kau mempesona.

HR RoS





.......SKETSA WANITAKU.......


Wahai wanitaku
manjamu selalu ku belai
dalam syair sketsakan cinta
sentuhan aroma kasih
masih lembut kurasakan
kau dan aku tak bertepuk sebelah tangan.

Dengan nyanyian tarian tinta ini
ku senandungkan biola hati
kemayu pada bilik bilik rasa tak bertepi.
Wanitaku,
tersingkapnya kelambu kasih
terhijab dari tirai tirai rindu yang membisu.

kau wanita itu,
aku membelai rindu di bibir tinta
menyapamu,
ohh, andaikan alunan kidung rasaku
ku gubah,
sia sia tak sampai keberandamu, biarlah...
meski kasih bersemi di dalam sunyi.
ku kan selalu memandu rindu
meskipun kau bisu.

HR RoS




CATATAN SAHABAT HATI
YANG TAK DIKENALI LAGI,...


Aku sahabat lama yg tak kau kenali,
hingga sampai kini kau ragu akan sosokku.
aku tak tahu itu,
apa memang iramamu begitu
atau sombong kepadaku, entahlah...???

Kini kau hanya mengenaliku
di dinding puisi maya,
memvonis kisahku semu, padahal cerita itu memang semu, hiiiiiiii.......

Langkah waktu mengiringi cerita dalam sejarah hidupku jangan disalahkan, maknakanlah.
kita memang berbeda kawan,
dari dulu, sekarang, hingga nanti.
hanya satu yg membuat kita sama
bercerita,
yaitu menghargai karya senada
seirama dalam bait bait pujangga.

Duh, kau ketuk aku pintuku terbuka,
akhirnya senyap lamunan lara hidupku
telah berujung sekejap..
Kau tampar aku dg syairmu aku terjaga,
Oh sahabat.

Kau tau, gelisahku setia berpakian hina
yg tak akan kupaparkan ke arena pestamu
biarlah story derita ini selalu jadi teman ilusiku.
kisah dan nostalgia diri di dada bahagia
adalah opera sejarah.
sengaja kucabik jiwa ini dg syairku
biarlah terluka yang tak berdarah
justru sesungguhnya aku tegar
dalam sastra jiwa
itulah seni jatidiriku, ooohhhh...

Kadangkala jiwaku terbang
melampaui batas alam lepas
hingga kekhayangan.
jiwaku bersemi didalam arasy hati
asyik menyulam sepi.
tarian dan nyanyianku yg terindah ada dalam diam,
Perindu sepiku hanyalah sosok mimpi.....

HR RoS







....PAGIKU SUNYI....


Mengufuk cakrawala di timur jauh
warna jingganya kekuningan oleh terik
menghempas embun bias perlahan
irama dedaunan sunyi.
sepertinya pagi ini diam
dari hembusan mamiri,
yang semestinya
gemercik ranting bambu berbisik lirih berbisik perlahan dari suara suara sepi.

Semangat pagiku rasa syukur itu
malam telah ku nikmati
di selimut malaikat mimpi
ku cari jawaban siang ini
dalam misteri malamku di jendela diksi.

Adakah gita gita hati menyapaku kembali
disini.....?

HR RoS
‪#‎DiLerengGunungLawu‬




AKU RELAKAN KAU PERGI........


Aku izinkan langkah kakimu pergi
meski kepergianmu takkan kembali lagi
tinggalkan memori di ruang sepi
jauh sudah cerita cinta membahana di seantero maya.
aku sedih,
telah tertuduh hipokrit cinta
pengombal nomor wahid disini
mmmm, taklah.

Padahal aku sama seperti burung burung
yang berkicau ketika pagi menyapa
kala senja hari menemani pelangi jingga
di ufuk yang sarat tenggelam kelam,
kini aku berkawan lilin meski temaram.
kala malam menyulam sunyi
di ruang duka memandu rindu
rindu yang telah bisu.

Sakit,
ketika sukma ku hadir
menikam jantungku ini
semestinya ia menitip kedamaian di gersangnya hati
antara pantai dan ombak itu tak pernah bersatu.
sukma ku sosok bayangan kelam yang jahat
seperti tak berbudi pekerti
padahal tangkai tangkai itu telah rapuh
seketika itu rubuh di tikam pilu
uh, kau benalu.

Aku telah benci pada kisah
tapi aku di dewasakan oleh sejarah

Biarlah ruang ini sepi, kan kucoba menatap lembaran lembaran tinta
aku masih disini sendiri mencintaimu
meski aksara kasih telah sia sia kurangkai
walau separoh jiwa itu telah pergi
pergilah kejalan keinginanmu kasih.

HR RoS
‪#‎merangkaisyairpasrah‬#





JEJAK JEJAK MISTERI


Ke puncak candi itu hayalku pergi
ku tatap relief relief seninya.
telunjukku berdiri disini menikmati,
sungguh sempurna ukiran para punggawa
punggawa dari kesaktian mandraguna
bandung bondowoso.
tercipta satu malam dalam permintaan lamaran roro jongrang.

Terkesima diri
dengan kesaktian mahadaya cinta
kearifan sang linuwih putera raja.

Peradaban lokal
yang melegenda dan mendunia.

HR RoS
‪#‎Dalamrefresingyangkeduakalikecandi‬.





SURAT UNTUK PERANG DUNIA KETIGA.


Wahai penghuni bumi, sejarah telah mencatat betapa kejamnya penjajah itu
menderitanya kehidupan di bawah langit ini, kan kau rasakan nanti.
dulu nagasaki dan hiroshima jadi abu
eropa asia afrika dan amerika menderita dengan ongkos perang yang sangat mahal, kini tragedi itu kan kau ulangi lagi.

Di senja ini aku menulis di balik negeri sebuah gunung menatap gersangnya bumi di selimut iklim.
telah tandus rerumputan di padang subur
aku buka kunci memori dalam sejarah bangku study
ku simak ku perhatikan betapa tragisnya sebuah sejarah di buku tua.
tragis mencekam kala dunia ini nanti bila perang terjadi.

Ego dunia menerkam kedamaian
jantungku berdetak kencang, ketika selebrasi aksi teknologi di peragakan di pangkalan pangkalan military di setiap bangsa.
kau berdelik sebagai perisai diri
padahal akan membunuh kami dan generasi nanti.
senjata senjata yang akan kau muntahkan di pentas teknologi nuklir
sebagai ajang unjuk gigi.
akankah selebrasi itu potret membumi hanguskan tanah tanah ini
hingga ozon tak lagi menghidupkan makhluk bumi.

Suratku buat yang bernurani,
oh blok barat dan blok timur
perangmu di hujung tanduk menakutkanku
hipokrit perang bersorak di jantung kami.

Bolehkah aku usul sedikit...??
berikan bumi ini senyuman kehidupan perdamaian abadi di era teknologi ini.
suara hak azasi manusia menggema dalam wadah cinta seremonial saja.
perserikatan bangsa bangsa
bebaskan bumi ini dari penjajahan dunia dan genosida
kau lembaga mahkamah dunia
dalam perdamaian keadilan dan keamanan
dimana tanggung jawabmu sebagai security bumi ini?
kau seperti banci bersolek di senja hari
berdandan rapi tapi tak punya nyali.

Suratku untuk perang dunia ketiga,
hentikan konfrontasi strategi..!!
bola api jangan kau nyalakan lagi disana.
kemana kuda kuda kami kan berpacu berlari
akankah kami menerobos gelap
seperti malam padahal siang
seakan gerhana matahari berkabut oleh kilatan nuklir diatas kepala ini, kami takut.
siang seperti malam, bak kilatan mendung halilintar riuh gemuruh mechiu mengharu biru.

Rintihan itu menakutkan jiwa kami
lolongan dan airmata duka kutadah di keranjang tua, dia di telapak tangan ini.
tak tertampung tumpah berserak di tangan yang telah pasrah.
aku takut, layar bendera telah kau kibarkan
masinis kereta driver tank baja
kapten pilot jet tempur telah bersiaga ke medan laga,
pelatuk senjata siap di muntahkan.
Rudal rudal pembunuh telah siap diluncurkan
bom pembunuh masal akan beraksi membunuh penduduk bumi
sekejap itu matilah kami seketika.

HR RoS
Ngawi, 5-april 2016: 16,50





CADAR HITAM MENYULAM IMAN.


Satu perjalanan hidup dalam tatapan
menggenggam harapan sikecil
yang telah berbuah bimbingan
berjubah hitam tak berpendampingan
dalam pangkuan anak yatim kau besarkan.

Kau bisikan lafaz kitab kecil di tangan
menyentuh ayat ayat tuhan
sebagai penunjuk jalan,
jalan ihdinassirotholmustaqim.

ooohhh,
Cadar hitam dalam perjalanan malam
dalam keretaapi
dari jakarta menuju surabaya
muslimah di tengah tandusnya ibukota
berdoa, ya allah
dimanakah pintu surga itu
kan ku temukan..??
hanya doa doa malam kupanjatkan
kearibaanmu ya illahi.
meski dunia ini telah membakar
keinginanku dari cinta semu,
aku ingin cinta abadi dari-MU.
ya rabbku,
butakan mataku melihat glamournya dunia
dibalik lirik mengapa disana sini umat memandangku heran,
di mana letak perbedaan itu..?
entahlah.
biarlah wajah ini terbungkus kain hitam
dan mata ini meleleh
melafazkan al quran kecil di tangan
Rabb,
aku yakin engkau memeluk kami
sebagai mana aku memeluk anakku ini ya allah.

HR RoS,
‪#‎dalamtatapanwanitabercadardidalamkeretaapi‬.





KEMBANG KAMBOJA
SAKSI DI NISAN KEKASIH.


Seminggu telah berlalu
kembang kamboja ini sebagai saksi
masih basah mewangi
di pelataran makam tanah merah
Kekasih itu telah pergi menghadap illahi
aku kembali ke sini menatap tubuhmu
yang tak lagi tersenyum
memelukku seperti dulu.

kasih,
izinkanku menangis di makammu
membalas erat tubuhmu
sewaktu kita masih bersama
sisa sisa mesra itu masih kuat terasa.

Tanah merah ini,
ratapan perpisahan kau dan aku
meski kau telah bisu kini
aku masih merasakan nada nada rindu
di selimut putihmu itu.
walau tubuhmu telah berselimut bangkai..
aku masih mencintaimu kasih.

Aku sepi sendiri disini
menatap nisan itu
memanjatkan doa kearibaan illahi
semoga tenanglah kau di alam sana....
oh kekasihku.


HR RoS





PERGILAH MALAIKAT CINTAKU

Tergores kedukaan dalam titian cinta
masih ku ingat rindu rindu mengalun merdu
ku sadari keputusanmu untuk pergi
pergilah sejauh mungkin ke langit tinggi
aku masih menggenggam kesetian
di ruang dada ini
apapun cabaran hidupku
bak malam yang kelam menghantui mimpi mimpiku
aku akan tetap di sini menunggumu kau kembali lagi
jikalau sayapmu akan membawah kedukaan terbang jauh ke ruang bisu
telah pasrah aku.

Oohh,
malaikat cintaku
satu permohonan ku pintakan padamu
bila suatu masa kau akan kembali dari kepergianmu
ikatkan kembali benang benang yang berserak di jalan ini
cinta ini adalah anugerah
yang tak akan tercampak begitu saja.

Memang
warna mahkota kasih telah memudar
tak semestinya rindu rindu itu padam
hatiku masih seperti yang dulu
yang kau kenal
hanya ego diri yang memisahkan kita
antara engkau dan aku
bak langit dan bumi susah untuk bersatu
di khayangan cinta hati ini bersemi
walau itu tersesali.

HR RoS




"""""ROMANSA RINDU""""""


Romansa rindu mengharu biru,
kudekap jemarimu dalam bisikan malam
oh malam yang berbintang,
temarammu berkoloni awan rembulan
bunga bunga kasih itu
memelukmu dalam kerinduan yang tak berkesudahan.

Kasih,
peluklah aku sekali lagi
jangan kau biarkan rasa ini lelah
tataplah wajahku ini
kan kau lihat pelangi cinta di mataku.

Bila malam ini berlalu
rindu ini janganlah cepat pergi meninggalkanku
satu hati sejuta rindu
memandu kesetiaan itu.

HR RoS





<:: Sahabat tak terealiti kekasih hati :: >


Indahnya sebuah sahabat tak ternodai dengan seronok aksi
sahabat hati klau meniti kasih kadangkala menyakiti
jadikanlah sahabat ini indah dalam bahtera pergaulan maya saja.

Bila kau mencinta bagiku itu sebuah anugerah terindah
tapi bila ku tak mampu menjawab hasratmu janganlah rasamu berbeda
Itu bukan berarti aku tak simpati dengan belaian manjamu
karena kidung yang selalu kau nyanyikan ke hatiku menguggah rahsa asaku
dan aku tak mau bila hati ini terluka nanti hidanganmu itu tak terealiti.

Sahabat hati,,
Aku tak ingin mencurahkan airmata
bila itu berarti kita berpisah
aku takkan memberimu hadiah
kalau itu akan membuat kita tak lagi bersua
izinkan aku memberimu satu ruang dihati
sebagai bukti bahwa kau sahabat sejatiku.

Hari hari panjang telah kita lewati
sungguh jangan terburu buru diakhiri
sebagai bukti dariku kau sahabat sejati yg berarti.
Walaupun kita berjauhan,
biarlah qalbu berbunga rindu
walau kita tak pernah berjumpa
yang penting kita tersadar dalam doa
kau sungguh berarti untukku saling berbagi.

Semoga sang maha daya cinta senantiasa memayungi kita dalam suasana bahagia selamanya...
Doaku, jadilah sahabat sejati yang selalu memahami situasi..

HR RoS





WAJAH WAJAH PRIBUMI BERSEDIH


Wajah wajah pribumi menatap langit
berharap sebongkah koloni awan
mendungkan hujan
disini di tanah ini gersang tuan
pribumi telah tertipu kecolongan pada janji
dari orasi para kasta priyayi negeri ini
yang dulu mengejar kursi singgasana.

Wajah wajah pribumi tertunduk luka
harapannya buntu tatapannya kabur
onak fikir ngelantur, negeri apa ini..?
ketika kami di tengah jalan
di khianati kolonial bangsa sendiri.
dulu berjanji di pentas politik, orasi seperti pahlawan
nyatanya kini,
telah korupsi satu satu berjatuhan
dari strategi dewan dan pemimpin lainnya
menghasilkan pundi pundi ke kantong sendiri
wajah wajah oriental pinggiran pun
terbawa sedih,
oleh kolonial sipit culas menjajah bangsa ini.

Pada pagi ini,
setetes embun menetes di sela alis
berpacu dalam waktu menuai sesuap nasi
embun tubuh menetes bercampur aliran lahar dingin airmata
pada pagi ini,
aku menatap warta betapa tertipunya wajah wajah pribumi
dari panggung politik gerbong keretaapi bangsa ini.

HR RoS
Jakarta 12-4-2016, 08:25




<< MONOLOG RAHSA SAHABAT SEMU>>

Sahabatku,,
Aku datang menghampirimu tak pernah kutemui
aku pergi darimu tak meninggalkanmu
aku mencoba raih mimpi denganmu tak terealiti
aku berjalan dikerikil bebatuan kau tusuk di asa kepalsuan
aku temukan sebuah jalan, jalan itu tak berpenerangan
aku mengadu kepada sebuah angan akhirnya terbuai oleh bayangan.

Sahabat...
Kau tertawa selalu membawa tanya
kau tersenyum menghadirkan bilur bilur luka yang tak berdarah
kau tawarkan harapan cinta tak terealita
kau kepakkan sayap camarmu yang indah dipantai itu kau berbisik tak bersuara
kau menari gemulai indah dalam hidupmu tak pesonakkan aku, kau sahabat semu.....

kini,...
Aku coba tuk bisu menghapus sedih terkibiri aku kian sepi
mencoba untuk gembira
dari hidangan operamu
aku malah semakin parah
aku manyun kau tersenyum.

kau tahu...
Hatiku bukan pualam
terkadang manusiawiku menangis
tangis tak termaknai
karena kau terbahak bahak dalam deritaku
derita sahabat bayangan semu
Aku benci sebuah opera of love you...

HR RoS





---LUKISAN RINDU SEMU---


Kekasih,
aku melukis cinta dalam rasa
ku rupa wajahmu
kanvaskan figura hati
hasratku taruh pada bintang dilangit
mencumbui malam
aku terdiam pada bayangan senyuman
lukisanku bertaburan rindu
memeluk arca cantik pada bidadari
yang bersolek di telaga mimpi.

Rona rindu mempesonakan kalbuku
aku terdiam meraba angan
hasratku malu
ternyata lukisan cintaku aksara bisu.

Ada apa dengan cinta
perasaanku telah menjadi malu
lukisan malam bercerita tentang fatamorgana rindu kisah cintaku.

aku lelahh....

HR RoS





KETAR KETIR DI PENTAS TARI


Sorot pijar pesona seni
pentas megah layar terkembang
kupu kupu bersolek di bilik ganti
lentik tarian gemulai beraksi
dalam pertunjukan kuda lumping
seni tari.

Ketika aku berlakon sebagai MC
melangkah menaiki panggung
tiba tiba kupu kupu menari
bak kuda sembrani
irama terkait kain songket
tak pandai menari lantai berjungkit.

kodok tertawa di tengah padang
lampu padam kodok berkotek
seakan opera usai
gulita dalam pentas tari mencekam
sang kodok diam bernyanyi
telah lelap,
lelah menyambut pagi
pesta satu malam selesai sampai disini.

HR RoS
‪#‎MENYUSUNDIKSISAJAKMENARI‬#
Jakarta, 10-4-2016, 00:00





# DIANTARA KASIH KAU DIA DAN SAHABAT ITU#


Rongga dada ini sebah
Fikirku bertumpuk dalam tanya
gemercik selera tergumam dalam cerca
diantara kasih aku dia kau dan mereka.

Sahabatku,
kau selalu menyuguhkan hidangan pujangga
membuat jiwa tinta ini semakin berwarna
kau sebagai penari canda dalam tawa maya
akankah kau tau,
aku tegar mengejar cinta sehati
cinta yang berarak kerelung maya
maya antara ada dan tiada
seperti mimpi di siang hari
terasa tak teraba.

Aku yang selalu terhukum oleh pelangi candamu
padahal aku sadar, bahwa cinta mayaku dan sejatiku terkisah rapi tak tersakiti.
kisah kasihku terhantar kemaya
tertajuk ke taman Azirah,
taman itu kini redup oleh akar benalu menikam pilu.
kini kau lelah Azirah... Separuh jiwaku hibah
sakitmu tak kunjung reda
hanya hamparan doa selalu kupanjatkan, sabarlah!
sajadah kupeluk kedada berharap kau sehatlah.

Azirah...
bangkitlah untuk selalu menari dengan tintamu
bernyanyilah dalam kidung hati mesti kau tersisih.

Oh, sahabat...
kasih realitaku tegar mendayung cinta sejati mengejar obsesi rumah tangga,
aku selalu berbagi dalam kisah antara aku kau dia dan mereka.

Sahabat..
kejarlah ayat ayatku kau kutangkap
gugusan kabut rindu pilu
dalam bingkai cerita tintaku
aku telah kalah berwacana sastra indah bersamamu
kini ku rapuh kisah ku layu.

HR RoS




PENAKU BERWARNA MERAH


Ku lirik larik larik pada sajak dan puisi
menyusun diksi kanvaskan sastra ironi
telah ku gubah lembaran demi lembaran silih berganti
cerita telah usai pentas terkoyak sudah.

Oh, tintaku telah berwarna merah
dalam madah luka mengukir pasrah
kertas lusuh terbungkus bara api
bara ku padamkan di telaga rasa
perahu kertas itu melaju tenggelam
dalam syair syair doa meninggalkan majas majas cinta.

Oh tinta merah,
pena ini memisahkan kita
diatas kertas aku bernyanyi
nyanyian itu bibir terkunci
lidah terpasung memanggil rindu
mencoba diam, yang berbicara hanya tetesan tetesan airmata
oh tinta merah,
saksi akhir cerita cinta kita.

HR RoS
Jakarta, 9-4-2016, 18:29





KURCACI MEMORI DI DALAM MIMPI....


Telah aku lipat kenangan usang
di lemari memori
tiba tiba kuncinya terbuka oleh alunan bisikin misteri
rak IQ ku berantakan
eror pada bayangan kurcaci
kenangan yang telah lama aku kuburkan
kurcaci kurcaci mimpi kala tidur menakutkanku
antara mimpi didalam mimpi memuntahkan noda darah fitnah ke ruang tinta cair..
dia hadir dan bersembunyi dibalik topeng goresanku.
kurcaci bak misteri halus penampakan antara ada dan tiada
ialah Dia, uuuuhhhh.

Mimpi tidurku usai,
memori itu senyum pada bayangan kelam tak berbaju
ku tetap masih dungu menatap langit rasa tertutup rongga pagi
tak tertadah sruput jamuan kopi dan roti.

Oh realiti,
ku jahit lembaran sobek di sandaran hari
menatap payet payet kehidupan
tampil bersolek di pentas aksi teknologi.

HR RoS





.... SAHABAT ITU DIMANA KINI.....?


Aku bisikan sapa diksi
di goresan ini menyapa memori
dalam lingkaran maya,
aku dekap tintaku berbahasa bisu
kembalilah disini dijalan ini oh sahabatku.

Izinkan aku bertemu mu sekali lagi
meski hari hari yang berlalu
kita berdiri dijalan yang berliku
kenapa kini kau menghilang dari pandangan
membuat tatapanku tertunduk layu
menatap bayang bayang yang dulu ada.

Oh sahabat,
di pos pemberhentian itu
kita dulu tertawa bersama
kala penat dalam keseharian mengikat tubuh dari peluh
menyulam masadepan di masing masing kita.
kini, aku kehilanganmu...
akankah kau sadari sahabat
dikau sungguh berarti bagiku.

Kembalilah kesini
di pos ini dengan membawa senyuman
ku titip harapan padamu
bersama membangun kemesraan
bergandeng tangan dalam suka maupun duka.
janganlah bersembunyi dibalik bayangan
jangan kau biarkan aku sepi sedih sendiri
hingga jalan ini sunyi
pos senyuman kita tak lagi terisi.

Kembalilah sahabatku,
jangan pergi lagi dariku
aku disini menantimu
dengan sebait puisi rindu dan setia bersama.

bimbinglah aku sekiranya aku lemah
maafkanlah aku
sekiranya kau pernah terluka
meski satu lilin ditangan ini tak mampu pijarnya menyalakan ruangan itu
ku ingin sebuah senyumanmu
kembalilah tertawa menghalau sebak yang pernah menyeruak.

HR RoS
‪#‎menyapasahabatdimanasajaberada‬#





KHALIFAH CINTA DARI SERAMBI JIWA


Meski perjalanan terjal mendaki menurun
gersangnya dari dahaga fisabilillah
telah aku susun syarat jihad ke medan laga
mendampingi rindu pada pungguk ketawadhu'an sang utusan itu.

Aku lelah pada durjana
tinggalkan lembah lembah nista
dari jejak perkembangan suburnya
sayap sayap merpati terbang meniti transisi,
mencari sesuatu tentang makna kasta diri
lelah pada kepalsuan dunia ini.

Khalifah cinta menuntun dari serambi jiwa
membawa pesan pada kematian
yang tak lama lagi bertamu
di dinding dinding iman.
khalifah cinta membawa nokhta tauhid
dengan pelana sunah
pada tali temali rasa ukhuwah.

Para utusan imammah di peradaban zaman
menitip kenduri tasbih
dengan tombak sebagai perisai diri
membela fitrah dalam lingkaran marabahaya.
Khalifah cinta dari serambi jiwa
berjubah sutera,
lembutnya genggaman malaikat
tertidur lena di permadani religi
kau mursyid yang mengawasi
menuntun jalan keabadian ke singgasana illahi.
tak ku sadari kau bersama kami
ketika perang melawan durjana nafsu itu,
yang menghambat langkahku ke surgaloka
disana dan disini di dalam jiwa ini.

HR RoS
Jakarta 7- 4 - 2016. 21:00





......RINDU BAYANGANMU......


Senja telah berarak keperaduan malam
aku selalu menjadi dukun
(duduk yang tekun)
dalam maghribku
Menghalau qalbu kearibaan tuhan
menggapai kesunyian malam
untuk menyaksikan secercah cahaya cinta.

Indahnya temaram rembulan malam
yang kian terkikis oleh kelam,
walau embun malam ini
tak redakan gersangnya malam panjang
malam ini segeralah berlalu.....

Aku memang merpati yang tertatih mengejar mimpi
terbangku tak terarah di cakrawala hati
asaku sekarang sedang lara, aku hiba....

kini,
biarlah tabir tebal awan hitam
tak gerimiskan mendung
biarlah kerinduan yang tak beralamat ini resah tak berkesudahan, ohh mimpi.
biarlah angin yang berarak kan membawa kehancuran taman rose red itu..

Ohhh,
kenapa camar camar di pantai ini sunyi
disana bernyanyi menambah pilu lukaku..?
sedangkan aku disini,
menghargai tarian sayap sayap camar itu
biarlah resah ini,
kan kubawah keperaduan malamku
dan akan kubalut ke dalam mimpi mimpi kepalsuan
asalkan cintaku terhidang selalu
takkan lekang oleh gurauan orang.

Ingin kau tahu...??
Sesungguhnya ikrar dan doa ini menyertai ayat ayatku keperaduan rindumu
tapi kini rindu itu tak lagi dianggap.

biarlah ku iringi sisa masa senja ini disini mencoba bersabar....
wala aku tak kan bisa hadir mendekapmu
kisahku yang selalu merindui
yang tak berkesudahan
bak pungguk merindukan bulan.

HR RoS




^MENANTI PURNAMA KE EMPAT^


Telah aku lipat lembaran hari
semesta bertasbih,
menyambut fajar yang akan tenggelam
senja merona keemasan pada dinding langit
jingga bersandar di pantai yang tak bertepi....

Aku meng-eja pada bait bait tinta
diksi menyambut malam
memikirkan kelam, yang tak lagi biru.

Pada langit mendung malam ini,
aku melintasi angan menatap cakrawala.
masihkah aku bertemu,
pada purnama ke empat tahun ini.

Purnama, bersinarlah..!!
izinkan aku menitip memori yang telah usang
akan kugantungkan memoriku
pada bayangan pohon sunyi
di dada purnama malam ini
semoga historyku abadi di dunia sastra yang indah selamanya
hingga menutup masa usiaku.

HR RoS
Senja jakarta.. 19-4-2016, 18:32




PURNAMA KE EMPAT ITU,
TERTUTUP KABUT

Telah aku buka kembali lembaran hari
pagi ini,
terik menyingsing di ufuk cakrawala
semesta menawarkan senyuman
pada titik titik jendela rumah ini
ada secercah sinar memasuki selimut malamku
aku terjaga dari peribadatan diri
semesta itu akan selalu bertasbih.

Oh,
purnama yang ku intip semalam
kenapa pelitanya bersembunyi
telah aku kibaskan lirik lirik tatapanku
di balik kerdipan temaram
rembulan itu tak jua bertamu, pasrahku
biarlah siklus malam itu kelam berkabut
menutup gita cahaya purnama yang indah
yang masih menjadi sosok misteri.
Pada diksi tintaku, tetap aku madah
diruang IQ.
pagi ini kuluahkan ke dalam kancah
syair syair yang sederhana
meski memoriku terkurung sunyi dalam jelaga jiwa yang resah.

Aku belajar pada sejarah
yang mendampingiku di setiap langkah
menatap purnama kelima bangkitlah....!!

HR RoS
20-4-2016, 08:48
Jakarta tanah abang pagi





____ KARTINIKU____

Emansipasi di titik mentari
sang surya menyinari semesta
pada jiwa dan tatapan kartini
terbelenggu,
memberontak terangi putri pertiwi
dari kegelapan ilmu pengetahuan menuju terangnya masa depan
untuk meraih kemerdekaan.

Kartini,
kau bak camar di pantai sunyi
seorang priyayi,
ingin terbang merenda cakrawala
membebaskan kebodohan
di samudera zaman.

Kartini,
sosok puteri pahlawan dari jepara
namamu mewangi dalam histori
icon wanita melahirkan regenerasi
untuk putera puteri terbaik bangsa.

Kiprah Kartini sejati,
mati satu tumbuh seribu
Kartini kekinian,
tumbuh seribu tertanya dalam lamunanku
bangkitlah generasi itu
habis gelap terbitlah terang.

HR RoS
Jakarta 21-4-2016, 09:32





ALIH ALIH REKLAMASI DI TELUK JAKARTA


Habitat alami terumbu karang malang
di sulap jadi lahan modernisasi
sang nelayan jadi pecundang
tertumpang dagu menatap mercusuar.

Alih alih reklamasi
strategi pengembang teluk jakarta
ajang bisnis masa depan
ekspansi gerilya kolonial culas
penindas kaum pinggiran
berkaca pada dunia, negaranya yang sempit.

Mega proyek real state mewah
potret kasta ekonomi jakarta
untuk ajang kenduri dunia ketiga
tangan tangan kolonialis berkuku panjang
mencakar menghisap darah pribumi
ironis pribumi senang
di imingi imingi rusunawa dan rusunami
kau pribumi jakarta, menunggu konflik kesenjangan dari kaum borjou mewah.

Pribumi,
sadarkah kau nanti
kau juga akan tersisih di sana
di kontrakan tinggi itu
oleh proyek Imigrasi dari negeri jauh
siburung camar ketar ketir
menunggu dimangsa elang liar
di negerinya sendiri.

Alih alih reklamasi pantai
menambah ajang bersolek ibukota
untuk kasta ekonomi mewah
pemerintah telah di bodohi kapitalis
merasa di untungkan oleh wajah wajah teluk berseri.

Bukan yang bodoh tak mau di mengerti
tapi kami takut nanti di kebiri
kini saja kami telah kehilangan arah
jauh disana dan disini di negeri tuan
anak anak negeri menangis kelaparan
tidakkah kau dengarkan jeritan kami
rintihan kemiskinan di negeri tuan tuan berdasi.

HR RoS
Jakarta, 18-4-2016, 08:51




LINGLUNG MENATAP RINDU

Selintas angan nohkta rindu
kasihku hilang dalam temaram
pucuk pucuk rindu subur kini layu
menjadi ranting kering
di terkam benalu dahan

Aku terjatuh dalam lingkaran keputusasaan
tertuduh hipokrit kasih
dalam jambangan.

Telapak kaki terpijak bumi
rasa bergetar
malu melangkah kepada rindu
tak lagi dianggap menjadi sesuatu

Merpati yang biasa bernyanyi
kini dungu menatap samudera
iklim yang telah berkabut
tak tahu arah, jalan mana yang akan di tempuh
semua telah buntu.

HR RoS





CAMAR PANTAI YANG TERSISIH


Lelahku menemani,
menunggu sebuah hati
kau tak mengerti, rasamu kau ingkari
aku menemani tak berharap kasih
kasihku kau rampas lalu kau tinggal pergi.

Aku sahabat yang menemani cerita
tak dimaknai sebagai opera bahasa
dihujung hati kau tumpahkan cela,
mengertilah...!!
aku tak sehina yang kau duga
camar yg terbang itu
seyogyanya dia akan kembali
bernyanyi bersama
dipantai yang tak bertepi di rasa seni.

Kisah sedih dalam sepi
tak semestinya dihiasi riak gundah
kau biarkan sajalah senja itu berlalu
di penghujung hari ini
menunggu kedamaian iman
asyik di beranda malam
hiasilah hati ini dengan warna pelangi
Pelangi yang indah di senja merona
terkisah sahabat yang menepi dibalik memori.

Bila ketika hatiku berhenti bernyanyi
aku ingin kau kembali lagi disini,, sekali lagi
bercerita tentang hidup ini indah.

kado puisiku hadir penghibur hati
berharap kau menyapa kembali.

Ayat ayatku terangkai indah
sebagai obat luka
luka yang tak tergores tanpa darah.

HR RoS





SUKMAKU HIDUP DI ALAM KESUNYIAN


Aku kini berada dalam kematian itu
lengah lupa tertidur pada kesejatian
ketika terjaga nanti dari kematian,
sukmaku hidup.

Sukmaku adalah aku
berada di lingga salira sunyi
tertitip fitrah pada hakikat diri.

Jauh di lubuk yang terperi
kurangkai aksara bermutu dalam kalbu
ya hu, ya hu, ya hu
perjalanan puji hatiku.

Aku kini berada dalam kematian itu
ketika terjaga nanti,
aku telah berkoloni kepada maha ruh
kini aku di awasi rahmat kekasih
dalam hidangan ujian dunia
yang maha berat
meniti hak yang di cari.
Aku tatap pantai yang tak berhujung
pada ke khusyukan
dalam perjalanan makrifat diri
kilauan pelita terpesona dalam tatapan
bak manik manik bermutu tinggi.

Aku terharu
terfana bungkam pada indahnya
kehidupan yang abadi menyongsong
kehidupan yang sesungguhnya nanti.

HR RoS





KEPERGIANMU BEGITU TERLUKA


Aku mengenalmu dari awal
bukanlah sebuah kebetulan
akan tetapi adalah takdir tuhan yang mempertemukan.
sekejap bersamamu,
membuat rasa hidupku berarti
akan makna sebuah kedewasaan.

Aku pernah bahagia denganmu dikala menyanyikan tembang tembang cinta, tatkala rasamu bersandar di jiwaku.

Akankah kau tahu,
betapa aku mencintaimu
kau teristimewa dalam hidupku
aku pernah menjabarkan semua aspek kehidupanku, betapa hidupku menderita, tak pernah mencicipi bahagia, kadangkala dalam kesendirianku, teringat semua sejarah itu.
sehingga airmata ini
seringkali mengundangku menangis,
karena setiaku padammu
tak pernah menduakan cinta.

Aku telah bodoh pada suatu impian yang tak mungkin menjadi kenyataan.
hidupku yang telah terbingkai indah pada warna jingga nokhta,
indah dengan warna pelangi memantul di dinding kaca rumahku.

Aku ingat dulu, dikala bersamamu
kau begitu manja membelaiku,
nyatanya kini, kau telah berlalu
telah jauh meninggalkanku.
Kini hari hariku menyulam sepi bayangan
yang selalu melintasi angan
pada indahnya sebuah jalinan.
aku lelah kini, bias bias cinta yang kau sisakan dalam temaram rindu

kini telah beku.

Kepergianmu
begitu terluka di dada ini,
ketika virus benalu kasih hadir meracuni
taman taman yang telah terbaja asri
kini tunas tunas itu telah mati
dia pun kini menjadi misteri
tapi kenapa kau percaya dan kau
terima virus benalu itu
hingga kasih itu bubar sampai disini.

bukankah kau sudah tahu,
kau bukanlah sekedar kekasih yang aku temui,
tetapi kaulah semangat jiwaku.

Kini jiwaku hampa,
separoh jiwaku telah pergi
kau pergi ke alam sunyi
hingga airmataku,
tak henti hentinya menitis
kala ingat nostalgia kekasih
merenda bahagia dalam mimpi,
hanya seperti dalam mimpi.

Aku berjanji
tak akan mencari penggantimu lagi
meskipun kita telah berpisah untuk selama lamanya. ohhhh....

HR RoS





MEMORI TERKURUNG SUNYI..


Kabus kabus rindu di musim salju
dingin sedingin rasaku
aku menatap pagi
pada jalinan memori
telah tertutup koloni kabut rinduku
tiada lagi burung burung bercicit ria
bunga bunga di taman layu sudah

Oh rindu,
cinta itu telah lelah bukan ia sirna
simpul benang kasih telah tersisih sunyi
Oh gerimis,
pagi ini telah basah menyirami asmara rindu yang gersang
suburlah....!

Asmara dini di lingkaran pena
berpacu dalam goresan madah
tertitip rindu diatas kertas tak terjamah.

selamat pagi awan putih
seputih hatiku buatmu disana.

HR RoS





ZAM ZAM ITU
ADALAH AIRMATA IMANKU

Meneguk secawan anggur dalam tasbih
dimabuk cinta asmara langit
aku terbakar diatas sajaddah dzikir
asyik di kenduri tasbih
berpesta sendiri di tepi telaga zam zam
air air doa menitis dalam pujian
dari pori pori alam diri
sumur zam zam aku selami
kemilauan air hayat bening tak ternoda
sang pengelana mencari prediket
kalilullah
lapar haus lelah sedih dan duka
adalah saum keranah tauhid
aku pusarakan musryik mengintai
di pantai nafsu beriak bersorak sorai
imanku tetap memandu ke samudera biru
menatap tujuan itu tidak jauh dariku
ia menyatu di setiap nafasku
berselimut jubah rubbubiyah
meniti jejak kekasih
dengan-Nya aku bercinta.

disenja jakarta pada maghrib
dalam syair syair fitrah

HR RoS
jakarta, 14-4-2016, 18:00





--EVALUASI DIRI
DARI PARANOID CINTA—


Padang tandus gersang berpetualang
di jalan yang kerontang
terhuyung langkah tertepi
terantuk ke batu nisan tak bertuan
aku di tikam bayangan misteri
kematian itu semakin mendekati.

Aku telah lama meninggalkan kedamaian
hidup dalam ketidakberaturan
empat dekade telah aku renda
aku susun dengan tinta dalam lembaran sejarah
hampir asa itu punah
karena tunas tunas cinta menggores luka.

pada suatu keadaan,
aku terguncang menjadi binatang jalang
berpetualang hidup di lembah kegegelapan.

Dalam suatu lamunan
paranoidku bimbang dengan bisikan lirih menegurku
sudahilah kau berjalan di lorong kepalsuan
siramilah satu bunga yang telah kau petik,
usaplah mahkotanya dengan kasih.

Bisikan itu menitip secercah cahaya indah menegurku
aku tadi bak daun kering
kini tumbuh hidup hijau kembali
diatas kakiku berdiri.

HR RoS
Jakarta, 23-4-2016, 16:07





= ROS ITU MEKAR DALAM KESUNYIAN =


Pantai rang bulan membaringkan lenahmu
ombak yang tiada henti menari
riaknya itu bercanda merayu lelahmu
kau menghitung rasa lelah oleh asa
asa yang tak pernah terangkai indah
dalam kisah asmara
rasa sakitmu kau luah disana
hingga kau halau semua cabaran cinta.

Tuhan,
saat ini aku memasung rindu
dalam hayalku, ingin kepalanya kurengkuh kedada ini
hingga sebah didada menyeruak luruh
dan terhapus semua pilu.

Ya Azirah,,,
kau sekuntum bunga ros yang mekar dijejaring maya
sekuntum bunga itu kupetik kedalam rahasia rahsa mimpi mimpi belaka
kau mekar dalam kesunyian
tapi kini telah layu dalam impian.

Azirah cinta,
kau menyangsikan mimpi itu tak beristana
istana hati yg telah terhenti bernyanyi.

disini,,

Senyap itu tak kulestarikan
walau sepi selalu temani hayalku
aku tak akan berlalu dalam rindu
rasa rindu yang terbelenggu
oleh kisah tak nyata terdinding tembok
kasih yang tak sampai.

Hati,
Kenapa rasa itu menyapaku
padahal dia yang tak pernah ku jumpa
aku terkisah ditaman bunga indah
yang terbawa arus ke negeri cinta
di pelosok negeri belud di wilayah sabah
kisah itu mekar ditaman bunga yang tak nyata
terhempas tak tahu kini rimbanya.

HR RoS..





SEGALA YANG HIDUP BERTASBIH, SHOLAT.

Puji tubuh puji alam itu
di mana aku terdiri disana IA berdiri
ketika aku bersunyi sunyi
IA telah bercengkrama di jiwa ini
lafaz izmudz dzat puji shalat hatiku
aku bertajalli tiada bertempat
karena iman diri
mengiringi penyaksian sejati
di awas-Nya menyelimuti segala sesuatu.

Aku terbuka pada kunci makrifat syahadat
jalan kutempuh puji Ya Hu
aku mati dalam hidup
mengekang segala nafsu.

Tasbih hatiku allah daim itu
antara nun dan alif
terangnya hukum adzim, hakim, karim
al quran petunjuk bagi yang berfikir.

HR RoS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar