RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 07 April 2016

Kumpulan Puisi Riri Eka Putri - TITIP RINDU


***TITIP RINDU***

Ku sisir malam tanpa kelam
Ku lukis kelam tanpa rembulan
Hanya ntuk mencumbu dg bayang mu
Andai kau tau hati ku
Hanya kerinduan dlm nyanyian sunyi
Bayangan wajah mu semakin mendekat
Menepi di ilusi hati
Ku coba menggapai
Namun tangan ku tak sampai

Kini......
Hanya pada sebait puisi ku titip Rindu
Ku semat kan cinta di penghujung waktu
Dlm bias Rindu kau makin menghilang

Aku terpana dlm titian asmara
Cinta yg semakin semu
Di batas khatulistiwa
Hati tergores dan perih
Hilang bersama bias malam

Wahai hati....
Kenapa tak juga kau pahami
Tentang Rindu yg kian mmbelenggu
Ttg cinta yg semakin mengikat ku.
Akan kah ini akan menjadi kisah bisu





***DI ATAS SAJADAH CINTA KU***


Di atas sajadah panjang cinta ku
Menghabis kan malam bercinta dg MU
Mengisi lorong hampa jiwa ku
Mendekap Qalbu di pertiga malam

Lirih sendu kata terucap
Berharap balasan cinta dan keagungan NYA

Jemari ini menari bertasbih
Mengharap Ridho dlm alunan Do'a

Jiwa ini begitu hina nya
Tak sebanding dg jutaan Rahmat MU

YA ILlahi Rabbi.....
Aku yg selalu berharap cinta MU
Namun aku tak sanggup menandingi kekasih MU
Hati ku tak seputih hati kekasih MU
Jiwa ini tak tegar
Rasa ini rapuh

YA Illahi Rabbi.....
Bila ku tak mampu menandingi kekasih MU
Izin kan lah aku menjadi Bidadari syurga itu.




MOTHER HOW ARE YOU TODAY


Ku tatap koloni awan di langit
Terbentang luas keindahan yg nyata
Awan yg tak pernah meninggalkan langit biru

Negri di awan......
Di sini kumenitip rindu
Di negeri antah berantah
Negeri tanpa batas yg tiada kesedihan kutemui.

Teringat oleh ku cerita masa lalu
Saat ibu meninabobokan ku ttg keindahan negri di awan, tentang peri peri cantik dan Raja yg bijaksana
Taman yg indah bagai di syurga
Seakan membangunkan aku dari mimpi panjang.

Seharus nya saat ini ibu ada disini menemani ku bermanja di ujung petang ku
Kini....aku sendiri di sini. Bercerita dg bayangan mu
Namun cerita mu hanya masalalu

Ibu kini kuterpaku di sini
Hanya bulir bening ini yg selalu setia menemani.
Ku pandangi kembali langit biru
Terlintas bayangan mu
Oh....ibu.....
Negeri di awan telah membawa mu pergi.




***AKU MASIH DI SINI***

Aku masih di sini menikmati indah nya pantai ini , bercerita dg buih ombak
Mendekap erat sang bayu

Aku masih sahabat mu
Tiada yg berubah disini
Jalan ini masih ku lalui
Walaw berbeda pesona nya kini

Kealfaan itu bukan ku sengaja
Terkadang kuberada di suatu moment
Yg membuat ku tak bisa mampir untuk cerita kita. Aku sering bingung di persimpangan

Sahabat sejati takkan pernah meninggalkan mu. ia bagaikan rembulan yg menyinari malam
Kicauan camar itu masih mendendangkan
Lagu memory meski berbeda irama nya kini
Karena ingin menggapai Ridho Illahi Robb





***CERITA KITA***


Di lembaran ini ingin ku tulis sebuah lagu
Untuk mu , lagu tembang kenangan dulu
Namun aku tang sanggup. Mengeja kata yg semakin ku tak mengerti

Di lembaran ini ingin ku bercerita lagi dg mu
Tentang kisah kisah lalu. Sanggup kah aku??
Mengulang semua kenangan itu yg tak mungkin ku dekap lagi , namun aku tak kuasa ntuk mengakhiri semua ini

Ada resah menyatu di sini membalut sisi hati
Aku yg tak berdaya kini
Jalan mana yg harus ku lalui
Mungkinkah takdir ini membawa ku pergi?
Atau Rasa ini membawa ku kembali?

Aku bingung di persimpangan
Jalan itu semakin berliku dan penuh duri
Oh Rasa.... Ajar kan aku untuk memilih
Haruskah bertahan atau pergi.





***REMBULAN***

Ku temui rembulan di pekat nya kelam
Di sisi kelam ku hantar kan harapan
Setitik cahaya membuat ku malu
Dlm dekapan rindu yg semakin mengikat ku

Kunang kunang malam menari lah bersama ku. Iringi lentik gemulai tinta resah ku
Yg kian mengikat perih jiwa ini

Di sini di peraduan ini kutata mimpi iringi irama hati, terkadang rasa ini tak bisa ku pungkiri.....
Rembulan....tersenyumlah hanya untuk satu hati. Jangan lenakan aku dlm remang cahaya mu

Aku tak kuasa dg iringan tinta ini
Biar kan ku terbangun dari mimpi mimpi
Sebelum terik membelai lamunan ku
Yg ketika ku terjaga ku temukan kecewa itu





***DI MANAKAH SYURGA ITU***

Dlm pekat nya kelam ku berdiri
Mencari Ridho Illahi Rabb
Walau tertatih langkah ini
Di saat 3 belenggu syetan terus mengikat
Ku tuntun jiwa ini untuk duduk dari pembaringan
Ku langkahkan kaki menuju air suci
Walau terkadang langkah ini terbelenggu lagi
Menggapai sajadah itu.

YA Illahi Rabb.....
Jangan belenggu aku dg dunia ini
Lepaskan lah semua nafsu itu
Betapa ku ingin setabah khadijah
Setaqwa Aisyah......
Namun aku hanya hamba MU yg lemah

Jalan yg ku tempuh kini bagai menggenggam bara api
Aku takut bila genggaman itu terlepas
Cahaya mu yg selalu ku ingin kan
Di penghujung malam ini aku mohon kpd MU
Izinkan aku untuk selalu di jalan MU

Ya ILlahi Rabb

Wahai Dzat yg maha membolak balikan hati
Jgn kau lengah kan aku setelah engkau beri hidayah
Teguh kan diri ini di atas agama mu
Biar ku dekap sunnah itu
Karena jalan itu yg membawa damai ku

Ya ILlahi Rabb....
Di manakah pintu Syurga itu???





***Di BATAS WAKTU***


Di sini di peraduan sepi ku gantungkan harap
Mengikis semua kenangan tentang kita
Ku coba balut luka itu di sini
Di pelantara rindu jiwa ini menjerit

Jalanan ini masih ku lalui seperti dulu
Tawa canda itu masih terngiang merdu
Walaw terkadang sedikit haru
Aku masih di sini
Menyulam sisi mimpi yg ku cabik sendiri

lorong jiwa kian terbelah.....
Ku coba menyatukan lagi namun ku tak sanggup. hati ini begitu rapuh nya
Biarkan lah rembulan itu selalu bersinar
Hingga waktu itu kembali menyapa

Berguru lah kpd matahari....
Di saat cinta nya di halangi oleh awan
Dia tetap tersenyum kpd bumi
Di batas waktu yg kian mendekat
Terkadang hujan pun dtg menghalangi
Tapi kebersamaan mereka tetap abadi





***SANGGUP KAH AKU***

YA ILLAHI.....
Dlm kegelapan malam ku mencari jati diri
Mencoba berlari dari bisikan nafsu
Menutup semua lembaran cerita
Mengikis asa yg sesakan dada

YA ILLAHI Rabb ......
Di mihgrab MU aku bersujud
Menengadah hiba
Ku serahkan jiwa raga ini
Pada sebait Do'a aku berbisik lirih
Di manakah jalan itu...

Aku......
Sanggupkah diri ini menutup semua cerita
Mengikis asa melupakan semua kenangan
Kembali ke jalan MU
Menengglamkan semua mimpi ku

YA ILLAHI.......
Tuntun jiwa ini.....
Menuju jalan MU
Tanpa ku harus berpaling lagi
Walaw terkadang bisikan itu menyapa

Oh jiwa....
Apa lagi yg kau cari di sini
Jangan lenakan aku dlm mimpi semu
Menyatulah dg hati
Berikrarlah dg diri.




***PUING PUING RASA***


Semilir malam ini menusuk pilu ku
Saat ku lihat kembali potret mu
Ketika malam semakin pekat
Kau semakin asing bagi ku

Bayangan mu selalu saja menari
Di antara puing puing rasa yg mulai terkikis
Menikam qalbu ku sematkan cerita lalu

Sering ku bertanya kepada langit biru
Saat cinta ku kau gantung di awan
Bila memang rasa ini hanya untuk mu
Beri aku kesempatan walaw hanya bercumbu dengan bayangan mu.

Menarilah bersama ku
Mengitari langit biru
Saat kaki kita sejajar dengan awan
Ku titip kan rasa yg kian membelenggu

Tapi bila rasa itu telah semakin terkikis
Lepaskan ikatan ku
Biarkan ku berlari di deras nya hujan
Namun seribu malam itu kan kurajut
Menjadi sulaman.





***ILUSI ***


Telah ku bisikan kepada jiwa
Tentang hari yg tak mugkin ku daki
Tentang cerita yg hanya ilusi

Ku bertanya kepada diri
Di mana rasa itu bersembunyi
Pada hangat sinar mentari
Kenapa gerimis selalu menghalangi

Lalu ku kabarkan kepada petang
Sinar keemasan memeluk ku mesra
Seketika jiwa ku melayang
Lalu ku temui malam bersama kelam
Apakah rembulan menitip salam

Seketika jiwa ini terdiam
Akan kah masih ada harapan
Tentang cerita cinta semalam
Ketika ku pandangi sekilas bayangan mu
Yg datang bertamu dalam ilusi ku

Aku yg terlena dlm tarian mu
Diri ini terbelenggu dalam dekapan itu
Mencoba menjauh berlari dlm kelam
Namun aku tak mampu





***RUANG WAKTU***


Aku berjalan diremang cahaya purnama
Kunang kunang pesonakan malam
Kidung malam pun bersenda lirih
Menunggu kau datang satukan jemari kita

Aku yg terpasung dlm pesona mu
Menunggu mu dlm ruang dan waktu
Setiaku selalu di sini walaw terkadang lelah itu menyapa





****SUNYI****

Petang ku beranjak menemui senja
Kidung rindu iringi ilusi jiwa
Telah ku tanyakan kepada asa
Masih tertuliskah nama ku di sana

Oh jiwa yang semakin terkesima
Di ruang maya makin terlena
Telah ku titip pesan pada rembulan
Andai ku tak datang temui malam

Ketika malam tak menjumpai pagi
Biar ku titip rindu pada setitik embun

Di batas khatulistiwa ku berdiri
Merangkai aksara menuai makna
Mungkinkah rasa itu juga kan sama.





***KIDUNG SUNYI***

Di titian asa ku reguk tangis
Mencoba berlari tinggalkan kenangan
Dlm rintihan pilu hati bertanya
Adakah rasa itu kan sama

Aku yg tersiksa kini
Dlm hentakan rindu ku makin terluka
Luka yg semakin menganga

Duhai hati
Salah kah aku bila rasa itu ada
Haruskah bait ini menuai cerca

Kini ku menggenggam asa yg kian sirna
Karena jalan yang kita lalui sudah berbeda
Biarkan lah kidung sunyi ini temani ku
Di senja yg memerah ku menunggu mu.




***MAHA CINTA***


Karena aku mencintai mu
Aku melupakan mu
Karena rasa sayang yg begitu dlm
Aku menjauh dari mu
Karena aku lebih mencintai NYA

Dulu aku begitu berharap pada mu
Kita selalu bersama menghabiskan waktu
Sehingga aku melupakan NYA

MAHA CINTA....
Genggam erat tangan ini
Agar aku hanya mencintai dia karena MU
Biar rasa ini semakin menjauh dan pergi
Jauh ke sudut mimpi yg tak terealiti





***SAHABAT***


Aku yg tersisih kini
Ku rengkuh tanya dlm kesendirian
Ku balut iman berkaca impian
Berjalan di lorong sunyi
Mencari jati diri

DIMANAKAH JALAN ITU..

Di sini kuberdiri
Berkawan dg bayangan diri
Ku singkirkan ilalang tangan ku berdarah
Ku arungi samudra ini
Seakan menggenggam bara api

Sahabat......
Andai jalan yg ku lalui penuh duri
Aku telah rela dg diri ini
Walau terkadang penuh misteri

Sahabat....
Tuntun jiwa ini menuju lembah sunnah itu
Tiada kuperduli dg indah nya dunia
Walaw tersisih diri ini
Karena hadir ku hanya untuk mengabdi
Kpd NYA





**PERAHU KU BERPENDAYUNG TASBIH**

Berlayar dlm naungan NYA
Damaikan lautan jiwa
Berlayarlah terus ketitik makna
Walau rintangan kian membentang
Bara api pun sering di genggam
Teruslah kayuh perahu kecil ini

Nahkoda ku......
Arungi terus lautan api itu
Jemari mu dan jemari ku kian menyatu
Melalui jalan yang penuh liku
Langkah ini takkan lelah
Walau ada cerca menyapa
Di lembah sunnah ku pautkan jiwa

Walau ada rasa tersisih
Walau menggenggam bara api
Jiwa ini selalu tegar
Nyanyian burung malam biarkanlah
Berdendang di jalan yg kita lalui

Teruslah pegang kemudi itu
Kita kan terus berlayar menuju lembah sunnah
Mendekap erat asa kita
Seiring harapan esok hari
Di hari perhitungan itu nanti

OH...MAHA CINTA......
Rengkuhlah biduk kecil ini
Dlm mengarungi samudra kasih MU
Walaw badai sering menyapa
Dlm perjalanan Tasbih bergema





***GERIMIS DI KOTA KU***

Pagi ini sepi , kicauan burung enggan bernyanyi, pagi ini tanpa mentari menemani
Rumput pun enggan bergoyang.

Aku seakan bermain dengan hentakan rindu
Tirai pelupuk ku mengalir lagi
Bersenandung lah ranah hilangkan sunyi dlm diri ini.

Bila malam bertabur bintang hati ini teriris luka. Bila jalan bertabur duri kaki ini tertusuk perih.
Bila putik rekah melayu. Seperti hilang harapan ku.

Kini aku menangis tanpa suara
Bercerita pada embun pagi
Sematkan luka pd sang bayu
Aku yg tak pernah kau rindu

Daun daun melayang sendu
Gugur sebelum waktu nya
Gerimis di kota ini berlalulah
Biarkan cerita ini laksana mimpi tiada arti.

Oh.....semoga hari ini berlalulah
Kau hanya terpaku menatap pilu ku.
Tanpa bulir rindu acuh kan ku





***LUKA***

Sepi yg mencekam saat kubasuh luka itu sendiri ,walaw di temani bintang bintang,
Ku coba membelai mengelus perih yg kian
Mengangakan luka.

Aku yg sendiri menyisir kelam bersama malam , aku yg sendiri mengobati perih luka sendiri , dan selalu mencoba menjauh dan pergi , dari belenggu rasa yg ku tak mengerti

Kunang kunang cinta , kau selalu temaniku dlm bimbang , membangunkan semua kenangan.

Mengapa tak kau biarkan rasa itu pergi
Biarkan ku lalui jalan terjal yg penuh duri
Jgn menggapai ku ntuk kembali
Karena bagiku kau adalah misteri

Jangan tanyakan aku pada rembulan
Biarkan malam menenglamkan mimpi itu.





***KABUT DI UJUNG PETANG***

Biarkan lah petang ini kian berkabut
Setitik embun itu sudah cukup sejukan jiwa ku, embun yg selalu temani tatkala gersang menggelayuti hati....

Mentari.....disini aku selalu menanti
Walaw sedikit kehangatan yg kau beri,
Biarkan lah kupu kupu itu hinggap sesuka nya, kelopak ku hanya berharap tetesan embun mu,

Biarkan bunga bunga itu cemburu
Menuai kilaf dlm kuncup nya

Bait bait ini adalah teman ku yg setia
Mengajarkan ku melukis kanvas hati
Mengulum senyum menoleh hiba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar