RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 24 Mei 2016

Kumpulan Puisi Youthma All Qausha Aruan - BETAPA BODOHNYA SANGKA MU CINTA


.....betapa bodohnya
sangkamu CINTA


tercabik dan luka
digeranyang irama ceritera

mendongaklah...
sedikit saja
agar terkuak cuilan kecil
bias kemilau fatamorgana

‪#‎lepaskangumammu‬
hai pengelana belia
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
‪#‎youth‬@nzara67





"d i m a n a ADA"


......kutarik nafas
entah kemana lega

kucoba meraba disela rasa
tersingkap hanya gelap tak berbatas

kucoba merobos langit
dinding pun tak kulihat dibatas mana

kali ini kucoba merangkak ke lorong dalam
hati pun masih belum mampu balaskan tanya

diam kali ini
aku dicengkram bimbang
aku dibelasah gundah
aku dihempas kusangka ikhlas
aku terjerembab digulita diam mencekam

‪#‎kisaranambangnalar‬
15mei2016 07.42pm

Kumpulan Puisi Sri Handayani - KUBUR YANG TERSISA


KUBUR YANG TERSISA
By : Srihan


Lalu siapa yang tega berpikir
Memindahkan jasad yang sudah
Tak daya juga tak nyawa...
Demi mendirikan sebuah Mall
atau pusat hiburan
di tengah kota ...

Lalu para kerabat si mayat pun sibuk
Memindahkan jasad jasad
yang hancur di makan waktu
Tapi bagaimana jika makam
dan jasad itu sudah dilupakan handai
Taulan juga kerabat ...
Kubur kubur yang tersisa
di tindih dan ditimbun bangunan
Tinggi menjulang atapnya ingin
menjangkau langit ....

Proyek pembangunan Mall
dan hotel itu ....
Gencar mengejar waktu ....
Mall dan Hotel berbintang
harus selesai tepat waktu
walau harus ada makam yang dilupakan dan di korbankan
demi pembangunan ....
Masihkah peka telingamu
saat ada jerit tangis dari jasad yang
Ditindih dan di timbun gedung bertingat ...
Ia meratap ....tak banyak meminta

"Biarlah aku di injak injak ...
Karena kalian sudah tidak bisa melihat wujudku ...

Namun tolong .... Jangan kau tertawa berjingkrak diatas tubuh tubuh kami
yang mayat dan tulang belulang ini
Betapa bising musik hingar bingar
di arena bermain itu ..

Juga ruang diskotik
di sudut hotel berbintang itu ...
Bau minuman dan aroma mesum
sangat busuk ...
Lebih bau dari aroma tubuh kami yang membusuk......
Mengguncang dunia kubur kami
Tolong hargai alam kami sediikit saja
Alam jasad - jasad mati ... "

Sungguh dulu kamipun
Manusia sepertimu ....

Bandung 14-05-2016





BINTANG DI BUMI


Setoples kunang
Terangi gelap malam
Lampu nan alam

Lampu bernyawa
Ciptaan yang Kuasa
Bintang di bumi

Bandung 14-05-2016




BERSEMANGATLAH
By : Srihan


Janganlah kau khawatirkan akan nasib
dan rejekimu ...
Pun jangan memusingkan tentang kesulitanmu ...
Sungguh Tuhan sudah menakar
Kekuatan dan kemampuan mu
tuk jalani kehidupan ...
Tuhan tak mungkin membebani
MahlukNya
di luar kemampuan umat ciptaan Nya ....

Lihatlah sang cicak ...
Hanya mampu melata dan merayapi tembok...
sementara makanannya adalah serangga yang terbang ...
Nyamuk, laron bahkan kecoa
yang terbang ....

Namun sungguh tak pernah ada cicak
yang mati kelaparan ...
Meski ia tak bisa terbang ....
Rezeki itu sudah disediakan Tuhan
buat semua mahluk ciptaan Nya
Asal ia berusaha dan berikhtiar

Tak ada kesulitan yang buntu
Percayalah janji Allah
bahwa pada satu kesulitan
Allah memberi dua kemudahan
Bersemangatlah ....

Bandung 21 - 05-2016





BERBAIK SANGKALAH ENGKAU
By : Srihan


Sungguh jangan kamu tertipu rasa
Apa yang kamu sukai
dimata Allah belum tentu baik
Bisa jadi itu sangat buruk bagi hidupmu
Kini dan nanti ....
Tap sesuatu yang kamu tidak sukai
Bahkan kamu benci
Bisa jadi itu sangat baik dan mulia
Disisi Allah....

Karenanya beristiqomahlah selalu
dan berprasangka yang baiklah kamu
terhadap Tuhanmu ...
Sesungguhnya rantai takdir hidup
yang diberikan Allah kepadamu
adalah sesuai
dengan prasangkamu ...

Bandung. 21-05-2016





SURAT TERAKHIR
By : Srihan


Inilah surat terakhir untukmu
Kanda ...
Jika esok kau datang lagi
Usah kau ketuk juga kau buka
Pintu hatiku
dan jangan kau.singkap tirainya
Seperti hari hari lalu

Usah pula kau cari pohon cintamu
yang dulu kau tanam di sini
di taman hatiku ...
Ia sudah tak ada lagi di sini
Ia telah sekarat dan mati
Aku telah menguburkannya kemarin

Di bawah rindang perdu mawar
Sejak kau marah padaku kanda
Pohon cinta itu layu dan sekarat
Telah ku rawat ia dengan nafas kasihku
Ku obati dengan belai cintaku
Namun pohon cintamu terlanjur kritis

Bersama badai yang menghempasku
Membuat langkahku terseok
Tersungkur di ujung sepi ....
dibawah gulita payung gerhana bulan
Pohon cintamu sekarat meregang nyawa ...
Aku tak daya buat menolongnya...

Ia mati dalam gulita dan sunyi

Maaf jika kau tak kukabari...
dan ku makamkan pohon cintamu sendirri ...
dalam ritual sepi ....
Kanda ....
Biarlah ia damai bersemayam di sini
Di pemakaman sepi
Kuburnya damai tersiram dingin.
air mataku ....

Bandung 22-05-2016





TEMBANG KASIH
DI MINGGU PAGI
By ; Srihan


Biarlah tercatat pada kelopak bunga
Puisi puisi rindu kita yang mencair itu
Rajutan rasa yang teranyam dalam temaram sinar sang surya
Di sulam kabut tipis yang lewat
di depan kita ...

Rasa itu terajut sempurna selimuti hati yang menggigil ...

Kanda
Sinar surya itu tak berani menatap tajam pada kita ..
Tatapnya begitu lembut dan ramah
Selembut sorot matamu
menatapku ....

Dan kelopak kelopak bunga itu
Tersenyum mencatat kan puisi rindu kita yang mencair di sana

Angin bernyanyi lirih
Nyanyikan tembag kasih yang merekah
di minggu pagi ...
Alam semarak warnai berseminya musim cinta ....

Bandung. 05-06-2016





BISIKAN RINDU
By; Srihan

Lalu kutitipkan lagi gelora rinduku
Pada kelopak kelopak mawar
yang runduk dan malu
Juga pada pucuk pucuk pinus
Yang megigil di dekap embun

Ya ...
Angin kasmaram belum lagi
membawa musim cinta di sini
Maafkan aku kasih
Jika kupenjarakan rindu ini
dan ku belenggu gelora rasa
Mataku yang dahaga ingin memandangmu

Kepada bayu yang melintas dini hari
Kutitipkan selaksa bisikan rindu
Untuk.u ...
Biarlah ragaku tak berjumpa
Namun ruhku tetap merajut selimut kasih
dengan ruhmu ....
Hingga waktunya tiba ...

Bandung, 11-06-2016

Kamis, 19 Mei 2016

Kumpulan Puisi Riany - TERSESAT





Tersesat

Engkau tak memberiku alamat pulang, ketika ku tersesat di hatimu.

22:25 wib
070516




PERAPIAN KECIL


Rindu ini akan tetap menyala, senantiasa menyala.
Meski sebentuk perapian kecil, dan bernyala kecil. Namun, akan memberi setitik terang, pada gulita yang panjang.

Oleh : Riany
06:40 wib
200416




HILANG


Simpanlah!
Jejakku yang pernah terbaca.
Gunakan nanti, ketika ku hilang dari pandangmu.

Oleh : Riany
16:00 wib
270416





Kian Melaju

Ada yang tersambung, antara kau dan aku.
Tak kasat mata, namun begitu istimewa, dan cuma bisa dirasa, dengan keheningan jiwa.
Debar itu, kian hari kian melaju.

08:00 wib
150516





Tautkan Rindu

Kupahami rindu untukmu dengan cara yang paling sederhana.
Jauhnya jarak yang kutautkan dengan lembaran do'a.

18:26 wib
120516

Kumpulan Puisi Hany Juwita - BERANDA SUNYI


Black Angel Dan Lelaki Hidung Zebra


"Cukup Om!"
Pinta perempuan itu..
Sembari masih menungging..

Lombok, 29 Desember 2016_Juwita





BERANDA SUNYI


Menghabiskan rotasi
pada waktu yang terbuang sia sia
Membungkam jerit sakit
Pada yang datang dan pergi semaunya
Ketika lakon cinta
terlanjur jatuh pada lubang yang tak di inginkan
Aku berdiri termangu
Tak hendak mengantarmu pergi
Sampai terdengar pintu pagar depan tertutup

Lombok, 5 April 2016_Juwita





C I N T A


Cinta adalah gerak yang indah dan tidak memilih
Mampu mencipta jalannya sendiri
Jika kelak luka dan duka
mengharu biru kehidupan kita
Kenang lakon ini, jadikan abadi dalam hati

Lombok, 9 Mei 2016_Juwita





GERIMIS PAGI

Tak ku jumpai sosok itu
duduk termangu
di rumah seberang jalan
Sepasang matanya memandang
gerimis yang berderai tipis
Suasana yang puitis, pikirku!
Gerimis pagi adalah betapa suasana yang romantis
maka, sebuah puisi kembali lahir pada malam ini
Selepas aku melihatnya
tengah memandang 'Gerimis Pagi'

Lombok, 22 Pebruari 2016_Juwita





RENDEZVOUS


Tak ada bintang yang menghias langit malam ini
Gerimis datang membasahi
raut-raut kesedihan pada wajah kami
Di bawah atap pondok taman kota, kami berteduh
Sambil berharap
hujan kan segera berhenti
Sehingga bintang-bintang
bermunculan kembali

Lombok, 9 Mei 2016_Juwita





P E M B E L O T


Manusia memang makhluk yang aneh
Suka lupa menjaga keseimbangan
Tak mampu berhenti pada saat yang tepat
Daun pintu ku buka lebar
Angin laut menerpa
sejuk terasa
Pagi, hampir subuh
"Kamu, ke mana?"
Aku tak tahu mengapa kau berubah
Sangat berbeda dan sarkastik
Entahlah, tapi aku enggan membahasnya
Cukup sampai di sini
Aku tak ingin diganggu lagi
Lautpun tenang, beriak kecil, kecil...

Pebruari 2016





P U L A N G

Aku sungguh menunggumu
sampai dini hari nanti
Meski jalan menuju wajahmu sudah mulai tertutup rapat
Aku sungguh menunggumu
kemarin, dan kemarinnya kemarin
Air mataku sudah darah
Berputar-putar pada labirin takdir

Aku sungguh menunggumu
karena sosok dan wajahmu adalah stimulus

Tapi kau payah!
hingga malam terbatuk kau tak datang
Sebaiknya aku pulang saja

Lombok, 2 Desember 2015_Juwita





NGAMBEK

Sudahlah, cinta.
Jangan bantah! Kenyataan.
Mengapa harus di tutupi?
Dengar saja.
Kalau dilarang mengungkap ganjalan hati, aku bisa ngambek dan diam.
Kau tidak akan mendengar lagi ocehanku.
Jangan sampai menyesal.
Tapi kalau ingin aku diam, jahit saja mulutku!

Lombok, 9 Mei 2016_Juwita






SENSE OF HEART

Lakon cintaku memang ruwet
Banyak sub plot aneh yang seakan muncul mendadak
Dan, aku tidak siap menghadapinya
Menangis.
Ya, aku menangis.
Menyesal?
Kesal?
Entahlah
Tapi aku menangis sampai berapa lama.
Tahu-tahu cinta sudah menjeratku
Aku harus menjalaninya
Hingga habis napas...

In Time, 9 Mei 2016_Juwita





S U N G G U H

Diksiku tercipta bukan untuk siapa-siapa
Hanya untuk diri sendiri
Mari kita berkarya
karena aku pun masih jauh sempurna

Peace, Love, and Lucky
Lombok, 11 Mei 2016_Juwita




Kau Tak Berbakat


Puisi?
Puisimu jelek sekali...
Lupakanlah!
Kau samasekali tak berbakat...
Kau juga tak pantas jadi sahabat...
Bisanya hanya menggunting dalam lipat...

Lombok, 11 Mei 2016_Juwita





P E N G E K O R


Ke mana angin bertiup
ke situlah kau condong
Apa enaknya hidup hanya jadi bayang-bayang?
Jadilah dirimu sendiri
Ikuti ke mana alur hatimu
Aku adalah kurawa candra dimuka..
Sedang kau hanya pengekor
Belajarlah terseok, meringis, dan menangis...
Pada onak dan duri diksi
Tak segampang yang kau pikir
Berhentilah menjadi bayanganku!

Lombok, 11 Mei 2016





H A M P A


Pada bunga kukirim salam,
angin tepi mestinya damai membungkus warta,
tapi pelangi senja mengurai dupa jadi petaka.

AIS,
Lombok, 12 Mei 2016_Juwita





E X P L O R E R


Telah kucederai rasa malu untuk ragu mencarimu,
tapi bayu dalam pusaran biru
justru merangkai bunga kaca meregang asa
namun secuilpun selalu ada tarianmu di mimpiku.

AIS,
Lombok, 12 Mei 2016_Juwita





PENGEKOR part 2

Kamu lagi?
masih setia menjadi bayanganku
Membuntuti setiap langkahku
aku sudah katakan berkali-kali
Ciptakanlah jati dirimu

AIS
Lombok, 13 Mei 2016_Juwita





A T E N T I F

Di Maha luas bumi Tuhan,
sulit juga mengajar hati menyayangi selainmu
Karena dendang kasmaran, tak menemukan nuansa yang sama dengan superioritasmu
atau semacam jela rasa

AIS,
Lombok, 12 Mei 2016_Juwita








Pencuriga


Ah, curiga. Mengapa selalu berhasil memprovokasi?
Selalu kesulitan mengintip lubuk hati
Pantai sepi, hati bernyanyi

Lombok, 9 Mei 2016_Juwita





M A A F K A N


Maafkan waktuku tang berlalu
Maafkan sapaku yang terlalu
Maafkan galauku yang gagu
Maafkan rasaku yang keburu
Maafkan hasratku yang selalu
Maafkan aku kan malu merindumu

AIS
Lombok, 17.05.16_Wita




F I T N A H


Wamakaruu
Wamakarallohuu
Terngiang di otak berebut tempat
menyublim bersama darah mengaliri jantung
begitu ringan lafaz terucap
menuduh, menuding, menunjuk
Aku gagap, nanar, membuncah marah
mengalirkan telaga kecil pada netra
"Innahazakanalakum jaza"an wakana sa"yukum taskuran....

Early morning, 21.05.16_Juwita





DOA DINI HARI


Pada gema suara-suara yang getarkan langit angkasa
Selalu ada partikel doa agar Sang pemilik tata surya
dapat curahkan segala rahmat dan sebesar-besar kehendak yang pasti mencerahkanmu
Aamiin...

AIS
In Time, 21.05.16_Juwita




PILIHAN TERBAIK Part 1


"Hujan belum juga reda malam ini
Seperti harapanku kepadamu."

In Time, 21.05.16_Juwita


Kumpulan Puisi Elza Titanium - JENUH


Tak ada yang mampu kutulis siang ini
Angin lambat bertiup
Terik mentari perlahan lahan redup,...
Biru hanyut, langit kalut,....langitpun mengkerut
Namun rinduku tak jua pupus,
Terus saja tumbuh merambat menggapai hatimu yg ntah di mana kini tertambat....
Seumpama putri malu yang mekar di antara Bebunga mawar...
Aku hanya bisa diam,
Tatkala sayap2 penamu melukiskan bait bait sahdu pada klopak
Dan lembar dedaunan ....
Tanpa mampu berharap aksara itu kau gubah untukku...
Tak ada yg mampu kutulis sebagai puisi siang ini
Semua kata tlah hbis,....engkau curi syairku mati

Elza TitaNium episode BISU 095016 ciankbolonk


---------------------------------------


Hujan mulai datang
Derainya perlahan tapi pasti....
Mengikis kisi kisi sepi yang
Mulai kerontang...
Dan penaku kian liar menari
Di atas ambang asaku....menulis
Tentang kebosanan yang kian
Melandaku.....

♡♥♥JeNUh 9:46 Elza TitaNium♥♥

Kumpulan Puisi Topan Kejora - LETIH



LETIH


takzir manusiawi
menuju lunglai sendiri
gamang melindas ingatan
retung sudah percakapan
selain kalimat ganjil
itu pun menyempil

seperti gerakan bayi
pada tubuh sepi
pikirannya sendiri
terbaring tubuh lesi

tiba di tikungan
mesti ada batasan
memaksa siuman
pada giliranmu
atau giliranku
boleh jadi baik
mungkin juga buruk.

----------------------------
SINGKAWANG, MEI 2016.





PADA BUAIAN


selenggang tembang lelap menjuntai
tuah kesendirian bening dan hening
buatmu aman dan tersembunyi
dari suara-suara yang meruncing
tatkala matahari telahpun menggelincir, damai
melarut dalam kerlipan gemintang

mungkin jiwamu bermukim di nirwana
berbulir igau gemerincing dan nyala
sedang kau terlalu rapuh pada sengketa fana
hingga ketakjubanku tiada siapa mengira
selain gumam tertawan di kerongkongan
sambil kupupuri risaumu seluas perasaan

aduhai nun, cuaca kian membeludak
serupa kalimat sesak orang yang terdesak
kemudian bergetar melawan isak
dan bersimpuh dalam keluh, tanpa jarak.

-------------------------------------------------
Singkawang, Mei 2016.




PERANG TANDING


Ini arena, ada kecemasan dan harapan. Bumi
yang bulat, tidak lonjong. Lebar, tidak seperti
daun kelor. Tempat dimana kita mengilhami
mimpi dengan kepandaian membaca. Inti
sebelum bermimpi: dan bacalah! Boleh jadi
itulah pusaka tak ternilai harganya. Membaca
sedari belia hingga renta, usah terlena. Saya
seperti anda. Lain tiada.

Ini area tempat kita saling terpa. Boleh jadi
ladang puja dan puji, atau caci maki. Meliputi
gravitasi suasana hati. Dari cinta jadi benci
hingga tampaklah fana belaka. Semua indra
adalah pelakunya, saksinya detak di rongga
dada yang memompa udara. Saya mengira
seperti anda, menerima dan menyedekahi
apa pun itu walau rancu, sepenuh hati.
Sebelum mati.

-------------------------------
Singkawang, Mei 2016.




PEMULUNG


Mereka sisa puisi kita juga. Di luar
cangkang. Siang malam banting tulang
dan tiap letih berkunjung, mereka berkelakar

menghibur lapar, bermain teka-teki silang.
Soal dan jawabannya bebas. Dia jawab
lugas. Misalnya, irama apa yang orang
sering dengar jika lapar? Dia jawab:
keroncongan! Lapar pun menggelinjang
terbahak tanpa alang kepalang.

Mereka sebait pantun usang. Kau tahu
itu. Peduli takbiran atau malam mendengkur
kais menyertai hingga gelap luntur
selalu bertilas. Dari kita.

-------------------------------
Singkawang, Mei 2016.





SAPU LIDI

Sapu lidi menyatu tak pernah rikuh.
Bila sendiri jadi kesendirian yang rapuh.
Menyebat sekedar menambatkan pesan
serba-serbi hingga menjadi alasan pelajaran.

Sapu lidi berdepan dengan berbagai zaman.
Sapu lidi penyatuan hingga lapuk kesetiaan.
Laksana gajah mada dalam janji bakti
hingga dalam gerak kauyakini dirimu sapu lidi.

---------------------------------------------
Singkawang, Mei 2016.

Sabtu, 07 Mei 2016

Kumpulan Puisi Amoy - SEDERHANA SAJA


Sederhana saja
By: amoy


Tak perlu ambil pusing masalah hati, biarkan dia tertata sendiri
Berkembang sesuai kemana angin membawa nya pergi…
Jangan hirau jika hati belum menemukan tambatan sehidup semati
Sederhana saja, mengenal CINTA
Masuk ke dalam dunia ilusi, bermanjakan atas nama cinta
Pasti kau kenal bagaimana rasa nya bercinta





Berakhir sudah
By : amoy


Rembulan kini telah hadir , menutup pintu kegelapan
Menghadirkan cahaya di malam yang sepi
Tak risau hati, karena sudah ada pengganti
Obat mujabarab saat rindu ingin di miliki
Tidak perlu waktu terlalu lamu, sepasang kekasih akan dinikahkan
Menunggu ijab Kabul di ucapkan , kata syah dari saksi di kuris pelaminan sehari
Berjanji untuk sehidup semati, membina biduk rumah tangga yang hakiki

Kumpulan Puisi Irawan Naga Siantar - KAMU CANTIK


KAMU CANTIK.

Wajahmu cantik,
memandangimu
hilang akal sehat ku
hampir tak ku temukan kembali
nafas saat memujimu
Wajahmu manis,
nyaris
kutidurkan mimpiku dimalam mu,
sekali-kali,
bisa.. enggak,
ku usap pipi mu?
aku ingin merasakan kelembutan itu.
Wajah mu cantik dan manis,
Jika ku pinta hatimu
mau kan..kau berikan untukku?
agar kudegupkan dengan nyawaku.
sudah pasti kau tidak akan menolaknya kan?
Bagaimana mungkin?
Melepaskan setengah raga yang kau punya
dan tersimpan rapi di dadaku,

Wajahmu manis,
bolehkan aku menyayangimu..?

[ Belalang Tempur 016]





IIISSHHH...TAHE.


Waww..
Kau bermain lidah,
menulis Cinta,
Di noktah merah penuh darah,
kata-katamu manis,
pedih mengiris,
lalu kau sebut itu puisi.
setelah luka kemarin?
Waww..kau sungguh luar biasa.

Ishhh tahe..
harus aku akui.... bodohnya aku,
mengagungkan Melati diantara kamboja,
Sementara cintamu bunga kertas
penuh plastik dan palsu.

hmmm..
Untuk sementara ini
biarkan aku tenggelam di lubuk dalam
mengubur hati dan semedi.
menjauh darimu yang kau sebut tulang rusuk ku.

[ Belalang malang,mei 016]




AKU SUAMIMU.

Lelah ya,
Sini aku pijitin,
bersandarlah di sofa,
aku akan bercerita padamu.
Tentang petani yang menunggu Panennya,
begitu sabarnya dia,
tak pernah berkeluh kesah,
begitu pula aku setiap hari menghadapimu.

Haus ya,
aku bikinin susu hangat ya,
biar tidurmu lelap,
dan nanti ketika engkau terjaga,
aku tetap disampingmu,
menggengam erat jemari mu,
dengan segala rasa cinta ku.

Sudah ya mijitnya,
Sudah hampir dua jam.
Aku ambilkan selimut ya
agar kau tak kedinginan,
dan takkan ku biarkan seekor nyamukpun,
mengganggu mimpimu.
Jujur ku katakan..
aku ingin selalu menjadi malaikat pelindungmu.

Sejenak kau pulas,
kucium pipi dan keningmu,
masih setia menunggumu terjaga ditepian sofa,
AkuSuamimu,lelaki yang menikahimu 22 tahun yang lalu.

[ Belalang Tempur 016 Mei.Jambi]





DIMANA.


Dimana air mata bening itu,
Tak kutemukan dirimu,
yang masih menunggu,
aku terus berjalan
puas mengitari lorong,
mencari jejak yang tertinggal dulu,
Jalan,alangkah congkaknya engkau ketika aku tersesat,
singkirkan aku diberam-beram aspal.
tanpa berikan arah dimana dia sekarang.

Dimana bibir mungil itu,
Lelah menapaki bayangmu,
terbakar kerikil-kerikil panas,
tertusuk duri-duri rotan,
dalam batu yang membisikan kepalsuan,
kutanyakan keberadaanmu,
aku hanya ingin ucapkan maaf,
Maafkan aku tingglkan cinta tak di ulang.

[Belalang Tempur,untuk seseorang di jalan Bangau yg pernah kutinggalkan tanpa sepatah kata.]





Hanya Aku kamu dan Buah Naga.

Ini cerita kita kemarin
yang tertinggal di buah naga.
hingga senja beranjak..
kau masih bersandar dibahuku
Andai saja sunset bisa ku ajak bicara,
aku ingin memujimu,
ternyata kamu manis ya?
Aku mengakui,
Cintamulah yang terdalam,
Senang kamu kan..?

Hanya aku kamu dan buah naga,
Merah mana?
Hati yang kau miliki dengan buah naga
Jujur,dengan segala kerinduan
hatimulah yang termerah,
senang kamu kan..?

Hanya ada aku kamu dan buah naga
Bila Musim semi berlalu
dan salju datang secara tiba-tiba.
Maukah kau menyelimuti aku didalam kebekuan.
Kamu mau kan..?

[ Belalang Tempur 016 mei]





PELUK AKU.

Peluk aku,
bisa kan?
lupakanlah kebencian mu sesaaat,
Aku sedih jika kau diamkan,
aku sakit jika kau biarkan,
aku mati jika kau tinggalkan.
Peluk aku,
rindu kan?
dengan parfum ku,
dadaku yang bidang,
bahuku yang selalu kau jadikan sandaran.
aku juga rindu,
sulam alismu,
rambut sambungmu,
juga semua fotomu yang cantik editan.
Peluk aku,
Plizz..jangan kau lepaskan..

[ Belalang Tempur,016 Mei]






SORE TADI.


Tadi sore,
Masih kulihat kamu berdiri di depan pintu
Wajahmu berseri,manis.
Menunggu aku pulang.
Seperti biasa engkau menyapa.
Lelahku hilang seketika.

Tadi sore,
Masih seperti berpuluh tahun dulu.
Begitu senangnya rasa hati
Saat bertemu denganmu.
Kau Nurul Arifinku.
dan Akulah Richie Ricardo mu.

Tadi sore,
Aku serasa seperti ABG waktu SMP.
Ingin kutuliskan kembali,
surat cinta berbunga,
Warna merah muda.
Tak lupa ku semprotkan sedikit rexona.
lalu kutitipkan dengan kawan sebangkumu di sekolah.

Tadi Sore.
Kau tetap
Cinta sejati ku.
Meskipun kita sudah bau tanah.
[ Belalang Tempur 016 mei 13]





SELAMAT TINGGAL.


Aku baru saja menikam cinta,
Dia terkapar,tubuhnya penuh luka.
Setelah itu...
Aku lari bersembunyi.
Dari kenyataan bahwa merindumu
Pedih,
Perih,dan
Sakit.

Aku baru saja mengubur kenangan,
Menimbunya dengan tanah kekecewaan.
Diiringi mantra Asmaragama.
Tak lupa pula taburan Adenium jingga..
Nisan mu ku usap sebait kata terucap.
''Selamat Tinggal Kenangan.''
Dan akupun berlalu.

[ Belalang tempur 016,IEM.13.]

Kumpulan Puisi Tguh KlasBungamatahari - LAGU PERIH


Lagu Perih
oleh ; tguh klas bunga matahari


Senja slalu saja
bergegas meninggalkan. Lelaki kecil pulang
mengayuh kesepian,
meski jingga masih merona dalam jiwa.

Kejora di depan
satu-satunya teman saat alam kehilangan warna.
Rembulan ikut padam.
Makian kekecewaan menyeruak bersama senandung serangga malam.

Jalan hitam lengang
tanpa penerangan di tiap tikungan.
Hidup memisahkan diri diantara batas gelap dan terang.

Cinta?
Jalan hitam lengang
tanpa penerangan di tiap tikungan
saat hidup memisahkan diri
diantara gelap dan terang.

Lelaki kecil sendirian..
Jalan Sembahon - Kalirejo, 2004





Nisan
oleh; tguh


Yang tersisa cuma pertanyaan
betapa airmata tak melunturkan kenangan
mungkin yang terpisah cuma batas penglihatan
Atau kuasa Waktu terkadang terlewat dingin dan kejam?

Mbulak pesarean Dukuh Dungus. Agustus 2003.
Dedicated to alm. Ibuku Rr. Supriyati binti R. Muhammad Dawami





Something About The Way You smile
Oleh ; tguh


Yang begitu kembang
adalah senyummu. Semurni jamahan embun
pada awal penghidupan.
Dan aku akan sangat bersenang hati
meneliti kelopak demi kelopaknya
saat Matahari di matamu sementara tenggelam.

Dan bila wajahmu adalah langit,
biarkan aku terbata-bata mengeja hamparan dongeng misterinya. Hingga lelah
jiwaku menuai jawaban. Dari benih kekaguman
yang sengaja kutumbuh-liarkan.

Sebab aku akan menikmati sayatan demi sayatan
dari tiap perih desir di dalam.
Untuk kujadikan pemicu ketegangan
pada gejolak pulsa hidup
-setelah sesaat kematian yang kau tebarkan!-

Dukuh dungus, 2003
Sunset Sherly..senyummu cah ayu.





Insomnia
Oleh; tguh


Sepi ikut mengendap basi
pada sisa gelas kopi.
Entah berapa mimpi tlah tertunda
ditimpa dengkur orang serumah.

Indragiri, 2015




Gambuh Semalam
Oleh; tguh klasbungamatahari


Dalam sepiku
duka adalah kudus.
Kebisuan berceloteh,
Bernyanyi,
Menari.
Menggelitik gairah malam.
Hingga kertas bukan lagi perawan.
Kemudian bunting dan melahirkan cerita.
Rangkai abjad tentang luka.

-jiwa yang tersendiri, membai'at diri sebagai penanti-
Kalirejo, 1998





The Days Before We Married
oleh ; tguh klasbungamatahari


Jika kembang bunga
pasti kau bilang biru warnanya.

Begitu pula Purnama kemarin,
bayang panjang pohon kelapa
tiarap begitu lekat pada tanah.
Menakuti anjing sekampung.
Begitu ramai mereka melolong.

Hingga Semesta terjaga.
Merupa raksasa terkangkang di hadapan jalan kita.
Aku kerdil tanpa senjata,
keras kepala menghadapinya.

Cuma senyummu.
Yang berkeras meyakinkan aku.
Bahwa dunia sekelilingmu
berwarna biru.

Rengat, 2008.





Pigura
oleh; tguh klas bungamatahari


Kalau tidak dibatasi kaca,
akankah lebih hangat terasa senyuman?
Abadi sekali. Tulus berkembang tiap tiap hari.

Dari 3 R ukuranmu itu
terasa sangat dunia semakin kerdil.
Kau disana. Kehilangan satu dimensi,
sepi dan tambah sunyi.

Pigura kecil, foto kecil, diselimut debu.
Nisan beku wangi kenangan,
Diantara jarak. Terus terus mengubur
kerinduan.

Purworejo, 2001
Kerinduan.


Kumpulan Puisi Maia Syifa - LARUT


LARUT


Ku menyimpan mata mu dalam diam
Dalam kesadaran penuh ku bungkam
Memendam dan larut dalam kelam

Aku terus hanyut dalam lamunan
Aku baru menyadari arti Kesadaran
yang menyadarkan ku pada sebuah kenyataan
Dan menyadari arti kesabaran
Yang membuat ku lebih sabar menghadapi kehidupan

Walau keluh kesah ku tak bermarwah
Cinta ku tak bisa luwah
Jalan hidup ku penuh sejarah
Diantara masa lalu...
Masa sekarang...
Dan masa yang akan datang

Aku harus tetap tegak berdiri lantang
Menghadap langit yang penuh dengan bintang gemintang
Walaupun kaki ku tetap berdiri kaku
Terpaku disudut perapian ungu
Menunggu menjadi beku dan berdebu

Mencoba meniup lara
Disepanjang lorong-lorong masa
Diantara hingar bingar cerita cinta

Aku akan mencoba mencari sifat titisan dewa
Yang membuat ku tak pernah bosan terus
mencoba mencari nuansa
Untuk cerita yang penuh makna, warna dan tanya.

Tanjungbalai,
Jumat, 06052016
By : Maia Syifa.

Senin, 02 Mei 2016

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - ELEGI JEJAK TELAPAK


♡ELEGI JEJAK TELAPAK

akar menjalar sangkar, pilar ikrar
Sayap patah, musnah gagah
Liuk lenggok rontok tanduk
Lumpuh langkah lenyap lelap

Sejengka sehasta,semu sirna
Sempat samar, nanar gemetar
Tapi temali terpatri disisi elegi
Ringkih raga renta, rintih rasa
Kayuh,di riuh gemuruh
Jejak telapak tak jua telak





♡BERITA JIWA UNTUK JUWITA♡

Malam....
Sempat ku sampaikan padamu
Bahwa cinta adalah rasa tak terdera
Rindu adalah jiwa yang menyatu

Mengapa....
kau biarkan ragu jadi hantu
Sedangkan aku pecinta nyata
Menyemai benih angan pada kepasrahan
Kepasrahan seorang hambaNYA

Mengapa...
Harus ada belenggu pada ragu
Bukankah telah ku kabarkan
Tentang warna tinta yang ku punya
Semua itu mampu mengukir syair

Wahai malam
Yakinlah...
Meski ku tak mengukir janji pada sepotong roti
Namun ku mampu menyulam benang menjadi kain





SURAT CINTA SANG PEMILIK JIWA
.......


Wahai sang pemilik jiwa....
Kala kubaca surat cintamu dengan sejagad rasa
Coba kuraba meski aku buta makna
Terhentak penjuru sukma seketika
Meracau rindu berkabut dilema
Resah, gundahpun kian mendera
Wahai sang pemilik jiwa....
Hati risau bila ku datang tidak kau sapa
Jangankan pelukan mesra
TatapMUpun penuh angkara
Bila tak sempat kubasuh semua noda
Wahai sang pemilik jiwa...
Padahal, tiada jemu engkau sapa aku dengan berjuta makna
Tetap saja tiada hirau aku karenanya
Suatu tanda aku sahaya
yang lelap dibuai alfa
Wahai sang pemilik jiwa...
Sentuhlah aku dengan jemari cinta
Agar lelapku tiada lena
Agar aku menjadi hamba setia memuja
Hingga akhir ku tutup usia

.......




♡TERDERA♡


Pecah, remah, cermin kaca
Pupus, hapus, rerona raut rupa
Padam sudah, nyala lentera
Pojok malam, teman setia

Nanar, tak lagi binar, jendela mata
Nyaring, pekik melengking tinggal terbata
Nyaris binasa, sukma terlunta
Nestapa rasa, buah cinta buta

Sapamu, tak lagi mesra
Suguhmu,aneka rasa tuba
Sayangmu, tak lagi kurasa
Sukmaku, berkabut lara

Engkau, yang dahulu surga cinta
Engkau, yang dahulu cahaya sukma
Engkau, kini bara neraka
Engkau, kini sirna dalam cerita

Karena
AKU DAN KAU
JELEK ENGKAU






♡Asa yang tersisa♡


Lelah....
Diburu elegi tadi pagi
Sedang aku tengah ditikam dewa surya
nanar binar, sempat jua ku panggil asa
Mengais puing-puing arca yang ku hempas
Bilakah...
Hembusan sang bayu tak lagi mengganggu
Aku tak berharap senja ronakan pelangi
Aku hanya ingin berteduh walau sejenak
Hingga usai rintih letih...
Bilakah....



♡BERITA JIWA NYATA♡

Aku bukan puisi
Kreasi seni, improvisasi ilusi
Molek, bersolek basa-basi
Renda kata, sembunyi arti
Makna cerita, cari sensasi
Gali imaji tuk mengerti

Aku untaian jiwa
Cerita nyata,guratan rasa
Isi sanubari, tanpa rekayasa
Suci murni, tiada dusta
Usah payah, mereka-reka
Semua fakta, gelora asa

Aku untaian jiwa
Bicara apa adanya
Tak perduli suka atau angkara
Terserah gua....
Jika tak suka....
Jangan kau baca....





♡SAMAR♡


Kau, adalah pesona di setiap detak detik karya, mampu mengisi setiap mili ruang relung yang di lalui tarian mata maupun pena. Meski rindu bukanlah sebatas hafalan fasih yang tak pernah khatam, ataupun pemanis kata pada tiap ucap agar terlihat mesra. Namun nyata yang kian bias, ketika fakta serta antara angkat bicara. Hingga keindahan paras cinta kian bias oleh maya. Sementara bayu tak jemu, mengukir semilir pada tiap helai daun hingga hela nafas yang ronakan namamu dalam heningnya malam bermandikan rintik rinai. Titik-titik rindupun kian penuhi rongga rasa, membentuk untaian kata syahdu yang tak terumpamakan.
Kasih...hingga ketitik mana harus ku bawa serta. Rindu yang kian menyala.

‪#‎DewaBumiRaflesia‬



♡RADIASI HATI♡


Maaf cinta
Bila multitesterku sudah tak guna
Tuk mengukur frekuensi gelombang rindu rasa
Padahal,resistor telah kurangkai dengan skala logika
Masih jua tak kuasa menahan besarnya arus daya maha cinta
Yang merayap pada kabel-kabel nadi
Yang terkirim dari generator hati
Konsleting asa membakar rangkaian elektromagnetika janji
Hingga tak kuasa tuk ku reparasi
Kubiarkan saja rasa ini teradiasi
Oleh paparan sinyal gelombang illusi

‪#‎DewaBumiRaflesia_24_04_16‬





♡ BIDADARI TAK BERSAYAP♡


Kau bersemayam di istana negeri maya
Kupandang raut rupa lewat kaca
Kudengar bisik mesra di telinga

Ada antara antara kita
Antara cinta dan rindu
Itulah kita.....
‪#‎DewaBumiRaflesia_05_05_16‬





♡LEGENDA PUSPA KARYA♡


Usah sebut itu noda
Apalagi, karma karya dosa
Itu, tinta yang tersisa
Ketika karsa sirna kala renda cerita

Usah sebut itu dusta
Apalagi hapus puspa karya
Itu, rupa cipta yang cidera
Kala legenda sirna gema

Aku, tak ukir syair di bulir pasir
Sebab, kan sirna kala air menyisir

Aku, pahat prasasti di purba lara
Di atas pusara asa nan terdera

‪#‎DewaBumiRaflesia_02_05_16‬




♡RIUH DI SUBUH♡


Seperti biasa....
Di penghujung malam ku terjaga
Kala kumandang di corong menara
Riuh gema pangil insan ke surga

Lolong jantan saling bersahutan
Bertengger manis di atas dahan
Teriaknya lambangkan harapan
Sambut hari tentu tujuan

Sujudku di subuh ini
Kepasrahan diri pada ILLAHI
Akan nikmat yang IA beri
Semua akan ku syukuri

Semoga di hari ini
Hidup semakin berarti
Bukan sekedar ambisi
Namun nyata jadi saksi

‪#‎DewaBumiRaflesia_07_05_16‬




Malam....


Meski tak mampu ku rengkuh rerona paras purnama nan jelita
Namun masih ku nikmati lirih bisik gemerisik angin merdu menyapa
Ku kecup mesra bilik dinding sepi dengan sejagad karsa
Lalu kunikmati samar temaram di ruang mimpi nan direnda pada syair dewi pujangga

‪#‎DewaBumiRaflesia_12_05_16‬





♡ ELEGI SEPOTONG JANJI ♡


Malam...
Bukan enggan jemari tuk menari
Himpun tiap titik rintik rinai
Tapi tangan telah terpatri
Dalam jeruji kastil purba sari

‪#‎DewaBumiRaflesia_13_05_16‬






♡AKU DAN MALAMKU♡


Malam...
Mengapa kau usik mimpi hingga aku terjaga
Lalu, kau kabarkan kelam ini masih buta
Matapun kian binar hingga enggan lena
Aku Terhuyung limbung dalam samar cahaya

Malam....
Sejauh mana jarak menuju elegi pagi
Hingga tak lagi kudengar samar serunai mimpi
Sebab mimpiku telah menjauh pergi
Dibawa semilir angin yang menepi

Malam...
Temanilah aku dengan desah basah semilir syairmu
Buai aku dengan dayu mendayu lirih kidungmu
Lenakan aku dengan usap belai memanja sabdamu
Yakinkan aku bahwa, kau
bangunkan aku, hanya untuk menemanimu

‪#‎DewaBumiRaflesia_09_05_16‬





♡CATATAN KECIL HARI INI♡

Ketika ku diburu waktu
Daya upaya tercurah tanpa ragu

Tapi, alam tak mau kompromi
Mengguyur bumi tanpa permisi

Ya....
Apa hendak dikata
Semua kehendak SANG KUASA
Ku hanya mampu berusaha

Entahlah....
Sesungguhnya penat sudah
Berburu seribu langkah
Tapi aku tak ingin menyerah
Apalagi sampai kalah

Biarkan nyata yang bicara
Sebab cerita masih direnda

‪#‎DewaBumiRaflesia_08_05_16‬






♥ELEGI DI NEGERI PARA KURCACI♥


Ketika musim pembual tiba
Bertebaran aroma surga
Dari para pencari suaka
Kepada kami para jelata
Cuma satu yang mereka pinta
Coblos saya saja....

Baiklah kami ikut serta
Tapi tidak cuma-cuma
Ada syarat juga harga
Itupun jika kami selera

Jika tak sesuai selera
Maafkan, jika kami dusta

Uang tuan, kami terima
Soal pilihan....rahasia

Memangnya cuma tuan saja
Yang pandai berdusta
Kami para jelatapun bisa

Setelah itu semua
Terserah tuan juga

Apakah semakin kaya
Karena jadi penguasa
Ataukah jadi orang gila
Karena ludes harta benda

‪#‎DewaBumiRaflesia_07_05_16‬




♡ JUWITA BELUM PURNAMA ♡

Sepenggal juwita, bermanik binar gemintang
Persembahan malam udar gulita
Lena, sorot mata pada pesona cahaya
Meski hanya dari jendela, pandang melayang

Indah merona, meski bias temaram maya
Menjelma, syair mimpi guratan sukma
Bertilam kasturi dari sulaman benang sutera

Ku ingin, cakrawala indah kian mempesona
Biarkan ku terbang, kan ku lukis langit jingga

Namun, ku tunggu hingga sang juwita purnama

‪#‎DewaBumiRaflesia_14_05_16‬





♡ ELEGI SEJOLI

Di ujung cakrawala senja
Rerona jingga hiasi mayapada
Deru ombak alunkan nada
Desir angin belai mesra

Duhai belahan jiwa....

Benamkan gulana jiwa
Biarkan ombak bawa serta
Hingga ke dasar samudera
Agar resah tak lagi menyapa

Ketika gelombang menyapa
Adalah warna samudera kita
Agar biduk kian perkasa
Arungi lautan cinta

Sandarkan sukma raga
Padaku nahkoda cinta
Kan ku jaga dengan setia
Hingga kita ke alam surga

Lenakan sukma ragamu
Dalam dekapan hangat jiwaku
Dalam belaian mesraku
Dalam keutuhan asmaraku
Kita sejoli yang telah menyatu
Kamu adalah cintaku
Aku adalah cintamu

‪#‎DewaBumiRaflesia_22_05_16‬




♡ PULANG ♡

Malam,maafkan aku bila
Sejenak pernah dibuai lena
Solek molek lukisan mayapada
Terpedayaku pada sepenggal juwita
Bermanik binar gemintang di angkasa
Cantik menawan paras cakrawala

Malam, engkau hanya
Benalu sukma menuju semedi
Selimut kabut menuju elegi pagi
Penabur mashur mimpi-mimpi ilusi
Cemeti sepi pendera di jeruji tirani

Malam, aku alfa
Bahwa nyala lentera di depan netra warna nyata
Pemandu mata pena guratkan legenda
Memang remang, namun cerita perkasa direnda

Malam,aku akan selalu ada
Untuk jiwa - jiwa dahaga rupa cinta
Tiada henti jemari menari mengisi ruang asa

Malam, aku tetap setia
Mengunci temali ikrar maha cinta

Malam, rupaku, cintaku, ada untuk yang nyata
‪#‎DewaBumiRaflesia24_05_16‬


Kumpulan Puisi mahyar dermaga - RIMAH


=Rimah=
Oleh, mahyar dermaga


sisa naskah si sampah tabah

lelah bermandi resah
basah penuh peluh keluh kesah
memapah langkah yang tertatih dalam jengah

Buai buih buih hidup ketika letih di tengah kalah

Payah
tak usah lagi kau singgah
aku sudah gerah dengan segala tingkah
hingga lemah

Kau bagai anak panah yang menghujam kejam di tengah pelepah hingga berdarah tercurah tanpa arah

kering sudah
dan matilah
aku
kau bunuh

bukan hanya hati yang patah
melainkan juga ada harapan yang telah punah

Ini ringkih tentang jiwa yang entah ia kalah ataupula mengalah pada pasrah

bukankah telah ku kayuh jauh perahu ku tanpa gaduh
sayang kau pula enyah pindah pada kapal megah
sungguh aku tersisih tanpa celah
perih

lama pulih

aku

Tak mau lagi merintih
tak mau lagi tertatih

terus melangkah
berjalan tanpa lelah
berlari tanpa keluh
meski berselimut peluh

jiwaku akan tetap utuh

‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.





=rengkuh=
oleh, mahyar dermaga.


selalu langit menyapa
ada sebait rindu pada bumi
entah itu hujan atau pula terik kemarau

ada pelangi kehidupan riak warna pola jiwa
nasib atau pula takdir

tawa atau pula tangis.

‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.





Fatamorgana Dunia
oleh, mahyar dermaga


aku tahu aku berjalan di bara api
namun bagaimana mungkin aku bisa beranjak pergi
sedang di ujung jalan nya ada pelangi dan bidadari yang sedang mandi

‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.




=pagi milik ku bukan pagi milik mu atau pula pagi milik kalian=
oleh, mahyar dermaga


pagi
ini pagi
terlalu lenggang
tak ada dering
tak ada ucapan atau pula tulisan "selamat pagi" atau "selamat menyantap sarapan" atau juga "selamat akhir pekan" atau pula "selamat tidur lagi"
akhh..,
tak ada ucapan manis padaku dari pagi ke pagi hingga pagi berganti pagi
pagi yang ku nanti
ingin ku dengar bisik parau ucapan penuh kasih di telingaku "selamat pagi" dari bidadari ku yang ada nya entah ber entah
belum bertemu belum bertamu
pagi milik ku ceritanya masih saja sama
bukan pagi milik mu juga kalian yang cerita nya berbeda
belawan, 07 mei 2016.

‪#‎pondokrindu‬.olehku.sipengendarabesitua.




=surat botol yang ku hanyutkan di samudera hatimu=
oleh, Mahyar Dermaga.


untukmu
gadis dalam mimpiku
hatiku menyimpan rindu padamu
ingin aku lebih lama menatap mu
matamu
senyummu
wajahmu
menyejukkan hatiku
mendengar tawa renyahmu
didekatmu
nyaman
tenang
di dekatmu
aku rindu

aku tak pandai berlaku bak pangeran yang menyanjung seorang putri
ataupula merayu menebar janji

aku lugu yang pemalu tak pandai memetik bunga
aku hanya mampu menyimpan rindu untuk mu
dan tak pula mampu ku curah semua rasa
aku bukan pecundang
aku pula tak pandai berlaku jalang
aku hanya sedikit lancang karna menyimpan rasa sayang

aku pemuda awam yang pernah berjalan dalam kelam
berusaha pindah ke alam yang lebih terang
Ku rasa tak pantas aku memintamu
hatimu
bagai kerikil berharap intan

aku hanya mampu mencintaimu dalam diam

surat botol untukmu yang ku rindu
selalu ku rindu
adakah kau tahu
tentang rindu yang selalu kurajut untukmu

untukmu yang kurindu

dari aku
si pengendara besi tua

‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.
‪#‎belawan‬, hati dalam penantian





=ingin ini untuk mu=
oleh, mahyar dermaga


aku ingin menari bersama mu
dilumbung rindu rajutanku
sederhana penuh cinta
hadirlah kapan saja
aku selalu ada
datanglah
ingin ku simak tiap lekuk wajahmu
hingga tak lupa aku
ingin ku nikmati tiap simpul senyum manismu
agar indah hariku
ingin ku telan harum tubuh mu
agar kurasa dimana adamu
ingin aku memeluk tubuh sexy mu
agar rindu terasa olehmu
banyak inginku padamu
juga inginku menggandeng tanganmu hingga matiku
dalam balutan janji suciku
dalam sumpahku

‪#‎pondokrindu_olehku_pengendarabesitua‬





"aku lupa"
oleh, mahyar dermaga


seingat ku
lusa kemarin kita berpapasan
tepat di hari kamis malam rabu itu kau menemui ku
dan selasa sebelum nya aku sudah pergi
di pukul setengah lewat itu aku melihatmu
berlari di kekosongan
kau terlihat begitu hampa
seingat ku
bersama kita cicipi sate busi
dan begitu lahap kau santap gapura rebus
jus traktor pun tak luput dari cacah mu

iyaa
aku ingat
aku belum minum obat

‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.
‪#‎belawan‬ tepi malam. 20.05.16 00:20









=Risalah Kehidupan I=
oleh, Mahyar Dermaga.


Heeiii
langit tua
teriaklah
jeritkan sakitmu
hingga yang sombong sombong ini menganga takut
hingga yang pura pura tuli ini mengerti tentang derita dunia
heeiii
bumi usang
berguncanglah
ketika perihmu semakin pilu
agar tersadar manusia manusia ini akan keangkuhan nya
akan dosa nya
hingga sampai menangis
tersesal menyesal
hingga alam iba
dan kembali berteman
namun yang berakal bernafsu ini kembali terlupa dan lagi menyombongkan diri dibumi
lupa pada penting nya hati nurani
hingga jagad raya jenuh dan penguasa alam mengakhiri
yang tersisa hanya binasa

‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.
belawan, berkas kemarin.





=Risalah Kehidupan II=
oleh, Mahyar Dermaga


teriak ku pecah
dipuncak bukit kegalauan
namun kosong
tanpa sosok
langit tuli tak mendengar jeritan jiwa yang terenyak menyesak
tuntun aku yang mulai lunglai menapaki jejak jejak pilu nurani
dengar aku dunia
aku bukan pecundang
hanya pengantri waktu yang menunggu giliran bahagia
roda memang berputar
tapi sepatu rem kehidupan seakan begitu pakem menjerat laju langkah ku
menuju inginku
aku menangis di puncak bukit itu
banjiri riuh kehidupan
hampir tenggelamkan asa ku
siapa pembangkit nyawaku
apa harus ku siapkan pusara sendiri
aku ingin seperti mereka yang melenggang tanpa beban
bukan merangkak menyeret bumi
apa keadilan belum terbit
mengapa mereka semakin tertawa sedang kami kian menangis
apa suara tangis ini pernah menabuh gendang telinga mereka yang duduk cuek tanpa iba di atas tahta nya yang sementara

‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.
‪#‎belawan‬, arsip kemarin.




=Risalah Kehidupan III=
oleh, Mahyar Dermaga


dimana sinar ketika gelap merangkul
dimana peraih ketika gravitasi kebimbangan menarik untuk jatuh
dimana pemapah ketika pincang menapaki jalan problema
dimana keadilan ketika moral bobrok menggerogoti akal pikiran cucu Adam
apa harus air mata menjadi merah atau kering
kemana lagi penikmat udara segar mengadu ketika mereka yang sok berkuasa berjibaku dalam nafsu merusak bumi
penggarapan menggila
hutan laut tanah
bahkan rumah rumah
pembangunan merajalela tanpa pandang bumi
tanpa mau tahu tentang nasib burung burung pipit yang nafas nya mulai terasa satu satu
hilang kandang dan ladang isi lambung nya patah sayap nya juga pelangi nya ikut redup
bermimpi pun tak bernyali lagi

ini tanah mu
itu tanah mu
dimana tanah Tuhan ku.

‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.
‪#‎belawan‬, arsip kemarin.





=jatuh=
oleh, mahyar dermaga.


Geming
riuh tanpa suara
begini
renyah isi kepala
bukan
gulita tanpa pelita
Cukup
aku ingin pergi
tidak
apa
iya
kau payah
jangan
pengecut
jangan seperti itu
apa
pikirlah
apa lagi
sudahlah pergi saja
kau ini apa.
jangan memenuhiku
heeii
diiaamm
ini perih
dimana luka
tidak tampak
memang kosong
hahaha
kau menipuku
siapa yang ingin ada
putar dunia ini lebih cepat
agar bisa ku lompati akhir nya
tidak waras
belatiku akan membungkam itu
tak usah
ini tak penting
kembalikan aku pada aku dan pergilah dari ku
bukan aku
payah
payaahh
hancur
sudah hancur
tinggal puing
untuk apa lagi tinggal
pergilah
hentikan alunan itu
ini tak seperti seharusnya
tapi ini yang telah seharusnya
yhaa
seharus nya itu tidak datang padaku
aku hanya ingin nyaman dalam dekap waktu
pergi
tinggalkan aku dalam aku denganku tanpa aku yang bukan aku
jiwaku
kumau
nyaman
pergilah
jangan tinggal lagi

‪#‎pondokrindu‬
belawan, tengah malam.





= untuk mu rindu =
oleh, mahyar dermaga


untuk mu rindu
dari aku
pengendara besi tua
pondok rindu
istana ku

sebab rindu
membelenggu
lantaran tak mampu mengaduh pilu
terkurung masih
menunggu rindu

rindu itu jauh
di ujung lazuardi
rindu itu perih
luka bertabur garam
rindu itu dalam
di dasar palung hati
rindu itu biru
sendu beku
rindu itu tajam
damaskus dalam genggaman
rindu itu gerah
bermandi resah pada pasrah
rindu itu syahdu
bisikan bayu di ruas daun melati
sejuk menusuk
rindu itu indah
kasturi di tengah ladang kaktus
rindu itu melegakan
oase di tengah gurun
rindu itu basah
gerimis di tengah luth
rindu itu rumit
fatamorgana kesunyian
rindu itu nyaman
embun diluar jendela kaca
rindu itu merdu
nyanyian dalam hujan
rindu itu lemah
tangis dalam bayang
rindu itu kuat
karang di tengah samudera
rindu itu gantung
kasih tak sampai
rindu ini sendiri
masih sendiri
menanti
rindu itu disini
di ruang jiwa
penuh cinta
dalam sendiri
menanti
rindu
untuk mu rindu
pemilik semesta belum lagi pertemukan kita
bila akan berjumpa aku dengan rindu
wahai Sang Maha Pencipta
ada rindu yang butuh rindu
karena Mu

‪#‎Belawan‬, rindu redam dalam kalam





=terbangun dalam rindu=
oleh, mahyar dermaga


rindu mendekap tidur hingga terjaga
ada rindu yang belum lunas
bila terbayar tak kan pernah rindu tuntas

ada cerita embun pada aroma subuh
tentang apakah fajar masih menyambut pagi

ada pula cerita hati pada jiwa tentang bilakah terbayar sedikit rindu

biru beku

rindu masih berkemah di dadaku

Ai Lop Yu
‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.
‪#‎belawan‬, delik subuh

Kumpulan Puisi Emmy Metamorfossa - PADA KITA


PADA KITA
-----------------


telah kecipak menjadi ombak
sungai menjelma samudra
telah sapa menjadi asmara
kini rindu berhak cemburu

suasana telah berubah
rasa sayang bersayap cinta
jalur mesra kian terbuka
kuingin ada yang tersisa
tertanam dalam lubuk rindumu
yang kan memaksa kau menjemputku

‪#‎el‬#
Kisaran,270416





TERSIKSA RASA
---------------------------

tanpa nyali ku beranikan diri
mendekati para jelita srikandi
tak kuasa ku menyapa
tak berdaya ku bertanya
dalam siratku terkandung maksud
ku telan pahit tiada tersambut
di balik sukma kembali berdengung
duga yang sentiasa menjajah jiwa
adakah para jelita menyimpan varian rasa
rasa yang juga kurasa
padanya

masih jua ku tersiksa rasa

Kisaran, 260416
‪#‎dimessepi‬#





PUDAR

tamanku kehilangan warna

Kisaran, 040516





ILUSI LAUT DAN LANGIT
--------------------------------------


siapa membirui
langit atau laut
laut atau langit
atau
saling menatap
saling mewarnai
saling memberi
saling menerima
juga
satu menghantar
satu menjemput
meskipun
badai laut tak pernah menyentuh langit
namun
pertir langit selalu menghujam laut
hanya
menyatu di garis ujung pandangan

Kisaran,
040516




AKU


Sentiasa menggali dan terus menyibak misteri diri. Berusaha menemukan kesejatiannya.

Kisaran, setiap hari.





HARUSKAH
-------------------


haruskah
ku bakar rumahku
beserta sampah seni dan seonggok raga ini
haruskah
kubakar rumahku
beserta figura lukisan rasa
dan aku hangus besertanya
haruskah kubakar rumahku
lalu apa jawabku, tentang
apa, mengapa, karena siapa

Kisaran, 070516




musnah untukmu
----------------------------


haruskah
ku bakar rumahku
beserta sampah seni dan seonggok raga ini
haruskah
kubakar rumahku
beserta figura lukisan rasa
dan aku hangus besertanya
haruskah kubakar rumahku
lalu apa jawabku, tentang
apa, mengapa, karena siapa

Kisaran, 070516





Emmy Metamorfosa
TERSIRAT LUKA
--------------------------


kilatan mata berselaput sebak
siratan batin luka berdarah memerah
lebih dari sungging yang menyembunyikannya

Kisaran, 090516





HEMPASKAN
----------------------


Hempaskan aku angin...
Biarku melayang
Cukup sudah kumabuk kepayang
Hempaskan aku angin
Sporaku akan menguatkan
Hinggap di curamnya tebing
Atau di dasar jurang
Sebagai diriku seorang

Kisaran, 130516




SI UNDE KORBAN PESBUKAN
------------------------------------------------


Sapa sayang pengisi malam
Remang sahdu warnai kamar
Tebar kecupan getarkan pikiran
Mmmuach muach mmmuach
Biru sekujur badanmu
Ungu seluruh tubuhku
Terpilih bahu kananmu
Istimewa kelopak mata kiriku
Tepiskan jauh bantal gulingku

Sibakkan selimut aroma peluhmu
Rebah ku di dadamu
Lembut tangan belai rambutku
Pejam perlahan berhadapan
Aku di Sumatra kau di Kalimantan

💖
Banguun..banguun..
Makan nasi sambal balacan
Segar asam pedar si andaliman
Nasiiib awak korban pesbukkan
Bolum bajumpo sudah di coraikan..
Alahmakzaannk...

Kisaran, 110516





BINGKAI KU
------------------------


kulukiskan rasa cintaku padamu
di sebentuk karya tak bermutu
di warna alay berbingkai lebay
karena hanya itu yang bisa kupersembahkan

namun kau dan harga dirimu malu
tiada sempat pandangmu menangkap kesan kebanggaanku, memantul dikaca, berbinar membalas tatapan

tak sampai akalku mengeja pikiranmu
yang meramal cibir sejawatmu
sembari kau hempaskan bingkai bingkai kerinduan itu
dan ku kehilanganmu...

apa yang salah dengan cintaku
mereka kah takaran kasih kita
atau ada hati lain yang terluka
hingga serpihan kaca harus melukaiku juga?

aku bangga padamu, aku sayang padamu, maka ku harus membayar semua itu

Kisaran, 100516




SERPIHAN SALAH


setiap kata yang kuucap
adalah tergali dari lubuk hati

namun bak kawanan lebah
kataku serpihan kaca yang ditebar balik

ku tahan lukanya kurasakan perihnya
apakah cinta ini tentang menghitung kesalahan?

Kisaran, 210516

Kumpulan Puisi Endang Misnawaty - KETIKA KU LELAH


Ketika kulelah,,
Ingin rasanya aku berbaring ditaman indah
Membuang rasa jenuh yang menghinggapi diriku
Hingga ku lupa apa artinya rasa rindu
Yang selalu mendera dan mengejar aku
Hingga aku hilang arah tanpa tujuan pasti
Ingin menjerit teriakkan namamu
Suaraku hilang ditelan gelapnya malam
Ingin menangis sesali diri
Tapi air mataku telah kering
Karena rasa sakit yang kian mendera
Tertawakan diri yang sedang luka
Dan tersenyum mengobati lara
Mengharap jiwa jiwa sepi yang kian garing
Air mata telah kering
Kelopak bungapun berguguran
Musim semi yang kunanti
Kian jauh menghilang terbawa angin senja yang jalang
Haruskah aku pasrah
Sedang diriku semakin tua
Dan kehidupanku belum terbenah
Duhai asmara jingga
Jangan hampiri aku jika hanya menoreh luka
Aku jenuh,,,
Aku marah,,,
Pada takdir yang kian serakah
Merampas semua bahagia yang ada
Hanya harapan garing dan hari hari yang sepi
Pergilah jika hanya membuat luka
Kini ku pasrah,,,
Pada takdir yang semakin serakah
Merampas semua bahagia yang ada
Tangis dan air mata
Hanya dongeng dikala memtari senja
Sedang bulan dan bintang entah kemana
Kini kusendiri bersama fatamorgana yang semakin gila
Sedang biang lala yang kunanti sembunyi dibalik awan putih
Bersama turunnya gerimis tipis yang semakin sinis
Inilah aku
Inilah kehidupanku
Kau yang kurindu ternyata hanya ilusi dalam hidupku
Tersaput kabut kepalsuan

""""""""""
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku 28 april 2016
Siantar city 15:16


-------------------------------


Bercermin,,,,
Intropeksi diri,,,,
Jalanmu masi panjang nak.?
Itu kata ibuku dulu
Bercermin ternyata aku masih cantik
Intropeksi diri aku selalu memperbaiki tiap kesalahan yg kubuat
Jalanku masih panjang ,,,,
ternyata aku jadi petualang sejati
Yg selalu merambah dunia
Mencari jati diri


-------------------------------


Ketika pedangmu menghujam ulu hatiku
Darah bercucur membasahi bumiku
Tapi aku tetap tersenyum,,,,
Meski perih yang kurasa begitu dalam
Karena Bagiku,,,,
Kata maniismu yang berbalut kepalsuan
Lebih tajam dari pedang yang terhunus


-----------------------------


Dalam diamku,,,,
Ingin kuteriakkan seribu kata kepadamu
Agar kau tau apa yang ada dalam hatiku
Dalam senyumku,,,,
Ingin kuberitahu kepadamu
Betapa luka semakin luka
Dan mengangga karenamu
Dalam tangisku,,,,,
Ingin kuteriakkan namamu
Yang menggaung di cakrawala tinggi
Bersama awan awan putih
Tapi semua hanya angan yang berpacu dengan kerinduan
Kerinduan yang tersaput angin yang semilir indah
Achhh,,,,,
Percuma kutorehkan rindu
Jika semua hanya kelabu
Percuma kuberharap jika hanya angan yang meninggi
Pergilah,,,,
Bawa semua angan dan khayalan indahmu
Bersama terbenamnya mentari senja diujung cakrawala

"""""""""
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku 25 april 2016
Siantar 15:25


---------------------------


Aku disini,,,
Masih tetap seperti kemarin
Menunggumu dengan rasa yg kian berbunga
Rasa yang sama ketika kau genggam tanganku dengan rasa yang indah
Disini,,,,
Dijalan buntu yang tak berujung
Dilorong gelap tanpa lentera
Disinari cahaya rembulan dan bintang bintang yang indah
Meski redup tapi tetap bersinar indah
Disini,,,
Dijalan sepi yang tak berujung
Aku tetap menantimu dengan rasa yang sama
sama seperti dulu Ketika kita berjalan bersama
Beriring dihujan gerimis tipis
Kita berlari kecil menyusuri setiap jengkal jalan yang kita lalui bersama
Disini,,
Kembali hujan gerimis tipis
Mengingatkan aku pada dirimu yng jauh dibalik gunung
Bersembunyi dari bayang wajahku yang selalu menunggumu
Dengan hati dan rasa yang sama
Seperti dulu waktu kita pertama bertemu
Dijalan gelap tanpa lentera
Jalan yang tak berujung
Disini,,,,,,,,
Aku selalu menantimu
Dengan rasa yang selalu sama
Selalu dan selamnya
Hati ini akan menjadi milikmu
"""""""""""
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
Siantar city 24 april 2016 22:27

Kumpulan Puisi Drs Mustahari Sembiring - SUARA JIWA MELODI KEBENARAN


SUARA JIWA MELODI KEBENARAN
Karya MS sang muham


Panggilanku nyangkut dipohon cemara
tinggalkan suara lirih rintihan jiwa
tak seorangpun perduli

Lambaianku cerai berai dilindas bising kota
terperosok ditrotoar penuh sampah
tak pernah sampai diberanda hatimu

Kalimat kalimat yang kukirim pudar ditiang awan
layu diterkam ganasnya bianglala
kenapa tak sekalipun kau hiraukan
suara jiwa melodi kebenaran

‪#‎Billymoonistanaku‬, Kamismalam, April 28/2016 = 21:21 wib




SAATNYA MEMBAYAR HUTANG
Karya MS sang muham


Kemana ku menyusul
jika aku tertinggal didepan

Bagaimana mungkin kau dengar rintihanku
jika mulutku telah dibungkam

Kuingatkan
kini zaman kalabendu jawa akan berakhir
saatnya membayar hutang
hutang malu bayar malu
hutang nyawa bayar nyawa
hutang janji bayar mati

Waktunya tiba
wong seberang terima kembali segala niscaya
sumpah darah leluhur suci nusantara

‪#‎Billymoonistanaku‬, Kamismalam, April 28/2016 = 22:22 wib





SIMPUL KATA SUARA JIWA
Karya MS sang muham


Ada tirai malam menghadang
jarak pandang menggantung diujung mata
ketika suara kehilangan melodinya

Berulang kali kuserukan rasa direlung sukma
mandul dan meranggas dibatas musim kemarau
putik putik berguguran sebelum pagi

Bagaimana lagi harus kutenun kalimat bersayap
menyimpul kata suara jiwa
meski tak mungkin kita menyatukan asa
ijinkan kucatat peristiwa dibelahan sukma
nostalgia hati pernah bertaut

‪#‎Billymoonistanaku‬, Kamismalam, April 28/2016 = 20:20 wib





SEKAPUR SIRIH
Karya MS sang muham
( Catatan buat sahabatku Asih Suherly )


Duh sahabat
kau telah meranumkan sukmaku terbentang
bait-bait mantera kau lantunkan adalah mutiara cahaya dikelamnya rasa

Entah bagaimana mesti kurajut kalimat
agar bahasaku gamblang tersurat
untuk bisa kuhaturkan semisal sekapur sirih

Inilah jalan karmaku
kucoba akrabi sepanjang garis kehidupanku
tak ada rekayasa apalagi skenario drama
semua apa adanya
semogalah tetap utuh terbaca dari apa yang mampu kurajut dengan kata kata

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabumalam, April 27/2016 = 19:19 wib





HIDUP AKUR
Karya MS sang muham


Jika masih tersisa waktu
sebaiknya kita lunasi cerita silam
supaya tak terbiarkan dalam kabut ketidakpastian

Aku atau kau yang melenceng bukan soal lagi
kita kerap alfa semestinya buru-buru sadar
jalan itulah jejak kodrat

Jika di-kekinian kita masih bersengketa
mestinya kita bertanya pada nurani terjujur
siapa berbuat apa hingga ada yang terluka
namun selayaknya kita adil ber-timbang rasa
menyikapi waktu menyimpul hidup akur

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabusore, April 27/2016 = 18:00 wib





TUNTASKAN KATA JADI KALIMAT
Karya MS sang muham


Kita pernah sepakat
meretas jarak luruskan niat
masih pantas-kah kujemput hasrat

Penantianku buntu dibentur sikap membisu
sejuta tanya tenggelam didada
teganya kau menyuburkan raguku

Barangkali takdir tak berpihak
tinggalkan nostalgia retak sejuta
jika boleh tuntaskanlah kata jadi kalimat
supaya berlalu-ku beban tak berat
kubawa hati remuk lumat

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabupagi, April 27/2016 = 08:00 wib





INGKAR
Karya MS sang muham


Teganya kau mengingkari kata
hingga terbengkalai sejuta niscaya
berguguran helai harapan

Siapa yang mampu mengurung waktu
kau buat penantian ini hampa
berujung kecewa

Mungkin sebaiknya aku berlalu
menghitung kembali kata demi kata
menjauh dari sapa maupun berita
agar nyata sebaiknya ada atau tiada

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabupagi, April 27/2016 = 07:07 wib





KEMARAU KASIH SAYANG
Karya MS sang muham


Rinduku mengering
terbiarkan pada kurun waktu panjang
kemarau kasih sayang diawal musim

Bahkan tak setetes embun pun menyapa
hingga fajar membakar sisa ikrar
betapa nistanya diri mengemis diberanda hati

Tak bisakah kumiliki sedikit waktu saja
berharap setetes kasih sayang
dari bekunya embun ketidakperdulian
buah janji yang pernah terucap

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasamalam, April 26/2016 = 21:00 wib





PENGGENAPAN JANJI LELUHUR NEGERI
Karya MS sang muham


Janji suci pasti digenapi
waktu kita tak setara waktu dunia abadi
mari menanti sepenuh hati

Cermati suara dibibir bumi
meski tak selantang suara nafiri
bicaranya nyata direlung sukma

Siapa bijak membuka hati untuk ibadah akhlak
tetap bertahan dalam sukacita meski penuh derita
janji sejahtera sararea bagi tujuh turunan ikutannya
datanglah Satria bawakan sinar Syurga
kita adem ayem toto tentrem kerta raharja
membawa nusantara kezaman penuh keemasan nan mulya

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasamalam, April 26/2016 = 20:20 wib




NUSANTARA TERBAKAR
Karya MS sang muham


Putra mahkota bergelar raja buta
di dadanya bara api menyala
kental disepanjang nadi sepak terjangnya

Bara yang dibawanya membakar nusantara
tengoklah api dimana mana
isyarat itu penggenapan catatan raja buta

Lidah api menjilati nyali anak negeri
mati hati atau kehilangan berani mati
raja buta leluasa lampiaskan dendam kesumat berkarat
salah sangka ada serigala berbulu domba

Duh Gusti Pangeran Penguasa diatas penguasa
jika boleh kurangi petaka murka alam nusantara
penggenapan ini bukti sekaligus buka kunci gerbang kemuliaan
ridhoi nusantaraku jaya abadi sejahtera sararea

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabupagi, Mei 04/2016 = 09:09 wib





NAGA BESI MENCENGKRAM NUSANTARA
Karya MS sang muham

Langit begitu mencekam
rintihan pertiwi hampir tak ada yang perduli
ketika satria penyelang menggadaikan mahkota

Issu ini terlalu sensitif
padahal terang terangan menyolok mata
panda putih berkembang biak diseantero nusantara

Naga besi dibangun paksa entah buat apa
katanya supaya cepat sikap merengkuh ibu kota
siapa digendongnya untuk apa

Tetamu bermata segaris tak kenal Sumpah Pemuda
bertopeng tenaga kerja lebih pantas pegang senjata
bangunlah anak negeri jangan asik sendiri
mari perduli pertiwi kenali tetangga kanan kiri
jangan biarkan nusantara dijajah kembali

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasamalam, Mei 03/2016 = 22:22 wib





PELABUHAN TANPA DERMAGA
Karya MS sang muham

Selamat datang di pelabuhan tanpa dermaga
hentilah sejenak menakar rasa
meski sejuta tanya mengambang dibibir pantai

Tengoklah tarian ombak mengejar fatamorgana
tak perlu meng-identifikasi jejak tertinggal
sebab hidup adalah tenunan jejak demi jejak

Teruslah menyemai ketulusan
benang benang cahaya menjelmakan niscaya
meski pada babak akhir semua berlabel sia sia
setidaknya kita pernah meranumkan niat
mensiasati waktu terukur
menempatkan jejak tertinggal jadi bagian prasasti diri

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasapagi, Mei 03/2015 = 07:07 wib





MARI BERBAGI
Karya MS sang muham


Teruslah menenun keyakinan
menyemai kebajikan
membingkai tiap kata dengan kejujuran keikhlasan tanpa prasangka.

Hidup dan kehidupan telah terukur sesuai pakem
toleh sisi kanan kiri kita tak sendirian di sini
mari berbagi

Jika berkenan mampirlah dikedalaman rasa
berdiskusi dengan kakang kawah adi ari ari
menampi diri sendiri
temukan jati diri sejati

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasasiang, Mei 03/2016 = 12:12 wib





SENGKETA RINDU
Karya MS sang muham


Duh pujangga bestari
tiap orang merangkai rindunya sendiri sendiri
seturut pakem datang dan pergi

Tak bijak memutus perkara tanpa sidang timbang rasa
menjatuhkan vonnis tak akhiri sengketa
siapa menabur angin kan menuai badai

Bertandanglah ke lubuk hati terjujur
menghitung alfa culfa pun sengaja
bukankah indah jika tak menghitung hitam putih
memberi tempat bagi nasib dan kodrat menyelesaikan episodenya

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasasiang, Mei 03/2016 = 11:41 wib




NUSANTARA MERCU SUAR DUNIA
Karya MS sang muham

Kau mungkin menuduhku setengah gila
ketika kubacakan garis goib raga
rancangan tanda tanya serupa takdir
saat kukenalkan dunia dibalik dunia
alam jiwa leluhur tak kasat mata
kita terhubung senantiasa

Kau mungkin menuduhku gila
ketika kukisahkan murka alam isyarat nyata
tragedi demi tragedi tumbal raja buta
komunikasi timbal balik terbukanya gerbang luar logika
goro goro di zaman kalabendu jawa hingga paripurna
nusantara membara penanda pintu kemuliaan terbuka

Kini kau yakin gila-ku terlalu gila
ketika issu mega harta nusantara membumi ditanah Jawa
kunci gudang telah serah terima
senyatanya nusantara kaya meraya tanpa banding
gemah ripah loh jinawi sejahtera sararea bukan cuma katanya
ingsun beruntung melihat mata kepala terbuka

Label gila kusandang menggenapi suratan mantera
sirna tanpa warna saat ada aba-aba
puja puji penuh sanjungan dipintu gerbang kemuliaan
kemarau setahun pupus disiram hujan sehari saja
semua mencari suara tanpa rupa
orang bijak tak menggali lubang mencipta jurang

Kalimatku mengalir diluar hukum logika
kubahasakan apa adanya seturut keyakinan jiwa
siapa percaya mewarisi jalan bahagia
sesiapa mencela terima karmapala
dipanjangkan usia kita bersitatap muka dengan muka
atas ijinNYA wong seberang menerima kemuliaannya

Ketika aba-aba isyaratkan mulai
Pajajaran anyar bersolek serupa gadis pingitan
saatnya berhias layaknya pengantin wanita
pusaka kujang bersinar terangi tanah pasundan
orang sunda dicari-cari orang sunda memaafkan
nusantara kembali jaya ibu pertiwi mercu suar dunia

Duh Gusti Pangeran Welas Asih
Kun faya kun jadilah kehendakMU

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggumalam, Mei 08/2016 = 22:22 wib





BERBATAS BERBUKU
Karya MS sang muham


Berhentilah dibatas lelah
biar waktu benahi ruwet nyali
yang kita cari semua tersimpan didasar sanubari
mari mengais rezeky dilingkaran hati nurani

Senyumlah pada dunia
burung pipit tak punya sawah pun lumbung
tetap bahagia tak kenal lapar dahaga

Segala sesuatu berbatas berbuku
pasrah berserah melapangkan rongga iman
tangkap singkap niscaya jiwa
bersyukur senantiasa melegakan raga
semua ditambahkan setelah iman sempurna

‪#‎Billymoonistanaku‬, Seninpagi, Mei 09/2016 = 09:49 wib





MALAM KOYAK
Karya MS Sang muham


Tiba tiba aku terdampar dipantai tak berombak
malam larut kehilangan waktu
bersilangan batas sadar tak sadar

Kaukah bidadari yang merampas malamku
mencabik cabik logika
lalu pergi begitu saja

Datanglah sekali lagi membawa belas kasihan
bermurah hatilah menyemai kata penutup
tak usah kabarkan gundah galau pada semesta
saat flamboyan berbunga musim gugur daun menyapa
kita aminkan inilah jalan diri

‪#‎Billymoonistanaku‬, Seninpagi, Mei 09/2016 = 09:09 wib





SUARA TANPA RUPA
Karya MS sang muham


Waktu mencatat rangkaian peristiwa
episode suka duka deras menghempas
napak tilas di alur hakikat
perjuangan menempa wadah
menyeimbangkan hitam putih biografi
manunggaling kawula Gusti

Segala sesuatunya telah runut seturut pakem
tak ada yang kebetulan
terpulang pada pribadi lepas pribadi insani
seberapa hakqul yakin pada cerita diluar logika
mustahil demi mustahil tak kasat mata
diruang iman meng-aminkannya

Tiap masa ada sejarahnya
tersurat tersirat tutur tinutur para leluhur
saat yang dinanti manusia pun mahluk tak kasat mata
penggenapan demi penggenapan jadi pembuktian
isyarat alam, bahasa zaman dan nuansa kehidupan sesuai telepati
zaman kalabendu jawa mencapai puncaknya

Tetaplah waspada jangan ikut arus angkara murka
buka telinga terus berjaga jaga
jangan merintangi jalan raja buta
siapa membuka kanal baru akan hanyut disana
sembunyi ditempat terang tak menyolok mata
tahta raja buta menuju kadaluarsa

Celakanya apapun lelakon para punggawa berujung bencana
kinerjanya tak satu pun paripurna
duhai tragis nasib nusantara porak poranda
bencana ini takdir pembersihan jiwa anak negeri
seperti menampi menyiapkan wadah insan baik hati
abdi sejati membangun nusantara sejahtera sararea

Duh Gusti Pangeran Sarwa Abadi
selamatkanlah jiwa anak bangsa dari murka bencana
namun apapun adanya nyatakanlah segera
siapkan mampukan abdiMU berkarya
babtis jiwa seteguh karang samudra
tahirkan raga agar tak silau gemerlap dunia

Kuseru kau sesepuh pinisepuh leluhur suci pendiri negeri
penuhi sumpah janjimu eyang sepuh Sabdo Palon Noyo Genggong
genapi jangka musasarmu eyang sepuh Joyoboyo
sempurna nyata ugah eyang sepuh Prabu Siliwangi
terkabullah tirakat doamu eyang sepuh Ronggowarsito
salam hormat bagimu seribu empat puluh lima eyang sepuh mulya

Syair ini puja puji tersurat serupa suara hati
duh para sepuh tuturi diri agar tegar menanti
tuntun langkah kaki menapak tilasi perjuangan hakiki
maafkan sikap laku tak sabar menanti
bantu mudahkan menghadapi gegoda ini
bekali siapkan jiwa raga menjalankan amanah suci

‪#‎Billymoonistanaku‬, Sabtumalam, Mei 07/2016 = 22:22 wib





PELANGI SENJA
Karya MS sang muham


Pagiku sudah berlalu
sarat catatan serupa ratap
masih tertinggal bilur bilur derita

Mendung dilangit jiwa
menapaki terjal kehidupan
hingga siang membakar sukma

Kini aku percaya jalan itu menuju cahaya
tiap tetes keringat ada harganya
dibayar lunas tanpa niscaya
tujuh turunan dijanjikan bahagia
pelangi menghias senjaku sepanjang asa

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggupagi, Mei 09/2016 = 08:08 wib




LELAKI PUTRA PERTIWI
Karya MS Sang muham


Lelaki bersuara lantang
kau peluk gunung kau cumbui padang ilalang
sejauhmana teriakanmu berkumandang

Lelaki berjiwa garang
melamar ibu pertiwi tak semudah pribahasa
lidah halilintar sebatas menakutkan tak menyelesaikan

Lelaki berdada lapang
tiap inci bumi kau tapaki adalah janji diri
pelihara lidah jaga kaki jangan merintangi
perhatikan tanda medan jangan berdiri jadi lesan
terlalu putih darahmu membasahi nusantara
sabar, tunggu hingga tiba waktunya

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabupagi, Mei 18/2016 = 07:07 wib





BERSERAH MEMBANGUN PENGHARAPAN
Karya MS Sang muham


Kerapkali alfa bertumpuk membelokkan yakinku
menyasarkan tekad kubangun sejak memiliki kesadaran
berakhir diujung kedangkalan pikir

Apapun kurancang menjadi usang ditelan keraguan itu
tiap senja bertamu kuyakinkan langkahku tak goyah
tapi senyatanya terperangah saat fakta membahana tak perduli rasa

Kebimbangan mulai merajalela
menggusur yakin dan tekad semula
begitulah rupanya hidup
selalu terlambat selangkah dibelakang nyata
syukur jika masih tersisa pasrah
berserah untuk membangun pengharapan

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasamalam, Mei 17/2016 = 20:00 wib





DATANGLAH
Karya MS Sang muham


Tetap kunanti datangmu
meluruskan kata merangkai kalimat
supaya tingkap tingkap tak merapuh

Datanglah membawa berkas cahaya
mengembalikan warna pudar disepanjang nostalgia
barangkali silaturahmi lebih berarti

Satu dua telah kuperbaiki
anak tangga patah pun yang terkorosi
memantaskan rasa demi rasa
meski telah merentang jarak dan nuansa
menyisakan lembaran usang nan biru

‪#‎Billymoonistanaku‬, Seninmagrib, Mei 16/2016 = 18:18 wib





WARNA SENJA
Karya MS Sang muham


Aku terjebak di senja merapuh
menambah kurangkan usia dengan fakta
buahnya ; kecewa

Disana aku lebih sering diam
membiarkan waktu membelenggu nurani
pada pasrah nan berserah

Kutaburkan doa pun mantera sepanjang garis diam itu
berharap sisa waktu masih berbuku
memberi arti bagi kesabaran
warna senja yang kudambakan

‪#‎Billymoonistanaku‬, Seninmalam, Mei 16/2016 = 19:00 wib




TETAPLAH SETIA
Karya MS Sang muham


Sajak ini adalah mantera
doa pemikat sukma kekasih nusantara
pelabuhanmu dermaga terakhir cinta kasihku

Aku tak punya pilihan lain
telah kuhimpun semangat berbulat tekad
jalan cinta kasih ini kebenaran

Tak banyak orang percaya sepertinya diluar logika
ada rahasia dibalik rahasia disimpan nusantara
sidang leluhur pendiri negeri telah tetapkan janji
mengembalikan kejayaan persada nusantara

Sedulur sejurai sahabat pewaris leluhur nusantara
bersiaplah meluruskan jalan bagi kebenaran
putih katakan putih hitam katakan hitam
selebihnya milik angkara murka
tak ada ruang diantara keduanya
maka tetaplah setia

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggumalam, Mei 22/2016 = 20:20 wib





MAKLUMAT TUNTUNAN KEBERSATUAN
Karya MS Sag muham

Kepadamu saudara sejurai
para panglima perang Pajajaran Anyar
dibawah asuhan Anak Gembala sang Generasi Penerus
maklumat ini tuntunan kebersatuan
kencangkan ikat pinggang kenakan baju jirahmu
titik kumpul tanah Pasundan
lebak Cawene bertanda beringin tiga
waktu terdengar tetunggulan dari gunung Halimunan

Datanglah wahai sahabat yang baik hatinya
saudara senusantara seperjuangan setujuan
mengerti magna harum sejati hati nurani
pencari tahta keabadiaan pewaris harta nusantara
bawalah wadah baja hati seluas samudra
cari olehmu lelaki pemegang Trisula Wedha
keluarga bahagia anak-bapak Pandawa Lima
wong seberang menyembah Rekso Daplang

Tiap orang punya talenta
jujur setia dan sabar kata kuncinya
saat malam hadirkan sepi bertanyalah pada ugah Siliwangi
jelajah sukma jati diri sang Satria pun Ratu Adil
kupas tuntas isyarat alam pun murkanya
zaman dimana kita berdiri dipimpin raja buta
buka mata sendengkan telinga dengar berita nusantara
Pajajaran Anyar tanah sunda peletakan batu pertamanya

Serupa anak tangga waktu pun berjangka
kitab muzasar Jayabaya merunut kalender Jawa
berikut tanda-tanda alam sebagai penggenap
bertandanglah kesana
sungkem sembah bagimu eyang Maha Raja Kediri
mustika jembatan bathin tersimpan rapi dicucunda
segepok uang tanda cinta jadi modal didunia
tapi restumu adalah segalanya

Bintang pari rasi tujuh telah digenapi dilangit utara
kobaran api menyala dimana mana
sekarang kebiadaban ditempa dipelosok nusantara
ini pesanan ada orang bayaran
pengalihan issu semata
bangunlah anak negeri jangan terus bermimpi
waspada dan hati-hati kita pelihara hati nurani
kita bertemu dizaman keemasan nusantara jaya

‪#‎Billymoonistanaku‬, Seninmalam, Mei 23/2016 = 19:49 wib

Kumpulan Puisi Aulia Zack Lee - RESAPI KISAHKU


RESAPI KISAHKU


Sama halnya ketika aku membaca buku
Aku tak mungkin meninggalkan selarikpun cerita itu
Meski kutau ada lembaran-lembaran haru
Yang terkadang mampu mengguncang rasa hingga batinku
Kenyataankah kisah dalam buku itu?
Atau sebuah khayal rupawan dari seseorang penya'ir penulis buku
Aku rasa, masih tetap di butuhkan penghayatan
Agar apa yang dituliskan
Bisa sesuai dengan imagi yang tertuang
Begitupun yang kulakukan sayang
Aku akan menjadi sebuah cerita untukmu
Namun dirimulah yang harus menjiwai seluruh rangkaian kisah pada lembar kisahku
Bukan hanya sekedar membaca
Lalu meneriakan dengan kencang semua dugaanmu
Lalu dimana letak penghayataanmu pada lembar kisahku?

Cikarang 29 april 2016
24ck





HARAPAN


Aku tau ada damba yang begitu besar dalam hatimu
Dan itu semua tentang aku, juga tentang dirimu
Tentang esok, dimana kita mampu memecahkan kebekuan waktu
Hingga kita dipertemukan tapa jeda jarak ruang dan waktu
Aku mengerti ada sebuah simpul temali
Yang mengikat kita dalam buhul misteri
Dan membuat kita selalu terikat
Hingga mau tak mau kita nikmati saja jerat ini dalam sakit tak terhenti
Lalu sampai kapan sayang?
Sampai pada suatu ketika kau bosan
Dan kau berhenti beranggapan jika aku ini sebuah bintang terang
Yang mampu berimu pijar
Dan mampu terangi jalan yang kau tunjukan
Pada sebuah tujuan
Aku yakin kau faham
Jika harap tak bisa berkawan dengan kenyataan

cikarang 28 april 2015
24ck





BIARKAN AKU BERDEBU


Sementara izinkan aku bermain dengan debu
Hingga seluruh pori-pori dari tubuhku terkubur tak terjamah ragu
Biarkan seluruh noda menempel ditiap jengkal tubuhku
Meski akan terlihat kotor ditiap pandang yang menatapku
Takkan kupungkiri jika ada seseorang yang mengatakan gila padaku
Sampai bila pada satu waktu
Gerimis itu kan membasuhku
Dengan begitu kau kembali faham siapa aku
Dan aku akan kembali pada dirimu
Untuk mengatakan
Itulah aku
Bagian dari waktu
Yang memang gila
Pada titik tertentu

Cikarang 27 april 2016
24ck




AMBIGU


Adalah aku lelaki bisu
Penikmat waktu
Penghayat pilu
Pemerhati hati
Pembunuh Ragu
Adalah aku, sya'ir pilu tanpa lalu
Yang tiap baitnya luka
Yang tiap aksaranya lara
Dan abjad terahirku adalah norma
Kenapa denganmu ?
Adakah kehadiranku mengusikmu
Atau kau tak suka dengan ambiguku

Bantar gebang 01 mei 2016
24ck




TENTANG KITA


Bagaimana dirimu sanggup berkata bahwa diriku telah melupakanmu
Sementara dirimupun sanggup mendekap bisu
Dari cinta kita yang begitu liar menurutku
Apa cinta seperti itu?
Saling membesarkan duga prasangka
sedangkan yang kau tau sebatas itu
Aku hanya ingin kau faham cara mencintaku
Sebagaimana aku memahami cara mencintamu
Mungkin benar apa yang kau ucapkan padaku
Bahwasanya kau telah mengerti semua keadaanku
Dan bila aku kau anggap tak mengertimu
Lantas apa arti kisah yang telah kita lalui antara aku dan dirimu?
Semoga saja masih ada waktu yang tersisa
Untuk mendewasakan diriku dan dirimu

Cikarang 04 mei 2016
24ck





TANPAMU AKU TAK BISA


Mungkin bahagia tentang kita hanya ada dalam sebuah cerita
Sebab, bahagia yang kunikmati dan aku punyapun
Tak lebih hanya sepenggal khayal
Yang ketika dibenturkan tanya
Aku hanya mampu menjawab bahagia itu hanya sebuah kosa kata
Dan aku masih perlu belajar untuk menunjukan pada semua jika aku juga bisa menerjemahkan bahagiaku itu apa
Mungkin engkau akan bertanya
Adakah dirimu diantara bahagiaku yang sesungguhnya
Karna selama ini aku lebih suka memuja diam dan seolah aku ini arca
kenapa ?
Aku terlalu berambisi untuk mampu menggenggam bahagiaku
Dan aku tengah mencoba untuk mempersembahkan bahagiaku
Pada semua yang selama ini menjadikanku ada
Pastinya, suatu ketika kau tak perlu bertanya adakah dirimu dalam hatiku pada tiap suasana
Sebab, tanpamu aku tak bisa

Cikarang 3 mei 2015
24ck




IRONIKU #01

Jika dalam sebuah kenyataan aku tak bisa memilikimu
Maka aku akan menjadi pencuri yang akan terus mengambil kebahagiaanmu
Baik itu dari khayal maupun kenyataanmu
Aku tak peduli apakah kau sadari itu
Atau malah kau yang sengaja membuka pintu
Dan membiarkanku merenggut sluruh isi hatimu
Sebab bagiku norma itu tak perlu
Aku akan lebih memilih bahagiaku
Meskipun itu tak lazim menurut sudut pandang yang menatapku,
Apa mereka yang suci pernah membasuhku ?
Atau malah dia mencibir menganggap dirinya ratu
yang meskipun salah ia harus dihormati dan ditiru ?
Ini hanya soal waktu penyaksiku!
Ketika aku berwujud batu
Mungkin tak salah ketika kau menginjakku
Namun ketika engkau terpeleset dan membenturku hingga pecah isi kepalamu
apa kau kan menyalahkan keras wujudku !
Coba sejenak kita berfikir kawan
Segala sesuatu itu tercipta dengan sifat dan bentuk wujud dari benda itu
Dan sang pencipta tak pernah salah dengan menciptakan semua itu
Mungkin lebih tepat jika kita merubah sudut pandang tentang sesuatu
Agar apapun yang kita temukan
Bisa sesuai dengan pemikiran kita tanpa abu abu

Cikarang 06 mei 2016
24ck





SISI TANPA RUANG


Aku hirup dalam dalam
Segala rasa yang ada dan banyak diantaranya adalah kenangan
Aku biarkan ia meresap di tiap denyut nadi
Hingga ia merasuk kejantung turut menghadirkan kehidupan
Ada yang getir memang
Tapi untuk rasa manis dimasa yang akan datang
Mungkin inilah satuhal yang bisa disebut pengorbanan yang masih mampu aku lakukan
Dan bila suatu ketika aku dilanda bosan
Aku akan meniupkan semua beban
Bersama tarikan nafasku
Berharap ia terbang keatas awan
Dan aku hanya akan menganggapnya sebagai sebuah bintang

Cikarang 07 mei 2016
24ck





BIANGLALA


Kau boleh menggunakan sejuta cara untuk membuatku bisa merasa sakit itu apa
Tapi maaf
Aku hidup dalam luka dan jika kau sekedar ingin aku terluka
Itu semua sia sia
Dan bahkan ketika kau baru mencoba menggoreskan padaku luka
Aku telah mati rasa
hingga sekuat apapun kau melakukanya itu menjadi percuma
Jika kau mampu matikan saja aku
Sebab ketika kau berikan padaku bius
Aku telah menelan bisa
Apa terfikir olehmu aku telah binasa?

cikarang 12 mei 2016
24ck





PATAHAN TAK SEMPURNA


Aku hanyalah patahan tak sempurna
Mengharap sang waktu
Menautkanku menjadi makna
Agar apa yg aku punya
Mampu aku wujudkan kedalam nyata
Aku hanya repihan senja
Yang menjadikan mimpi Seolah dewa
Hingga aku selalu menunggunya
Untuk Sekedar lewati malam dalam dekap sepinya
Aku hanya abjad pertama
Yang mencari makna pada aksara berikutnya
Hingga pada suatu ketika
Semua menyatu dalam sebuah prosa
Dan kau bisa membacanya
Sebagai pengantar lena
Atau sebuah pengingat rasa
Bahwa kita pernah bersama

Cilegon 05 November 2013
24ck




PUSARA CINTA TANPA NISAN

Aku ingin mengubur seluruh cinta beserta seluruh kenangan
Tanpa pusara tanpa nisan
Tapi aku ragu bisa menemukan tempat itu sayang
Dan akupun ragu
Akankah dirimu mampu menjadi nisan pada cintaku yang tak bertuan
Hingga yang bisa menziarahi hanya dirimu seorang

Cikarang 17 mey 2016
24ck





GELORA JIWA


Bagaimana aku mampu berpaling darimu
Sedangkan senyummu itu senantiasa mengikat akal sehatku
Dan bahkan dalam ketidak sadarankupun
Engkau menjelma sebagai mimpi-mimpiku
Lantas mengapa pula kau titipkan ragu pada cintaku ?
Adakah langkah yang telah kita lewati tak mampu menunjukan arah yang aku tuju meski itu tanpamu
Setidaknya kita pernah menceritakan semua itu pada waktu
Ketika perasaan kita sama
Dalam waktu yang tak dewasa
Dan kita tetap mencoba melangkah bersama meski terluka
Apa itu bukan bukti nyata dari cinta kita?
Memang cinta bukan hanya sebuah kata kata
Ada waktu dimana kita seharusnya bersama dalam sebuah suasana
Tapi bagiku
Itu cita dari cinta kita
Dan wujud nyata dari cintaku adalah AKSARA

Cikarang 17 mey 2016
24ck





YANG TELAH HILANG

Apa kabar kenangan?
Masihkah kau biru sebiru lukaku
Atau bahkan mungkin kini kau menghitam
sebagai mana hatiku yang terkapar dan terbakar
Atau malah kini kau berubah merah
Seperti api yang hangatkan zaman
Dan sisakan puing pada sebentuk peradaban dalam perasaan
Kenangan
Aku pinta kau jangan ingkar
Sebab
Apapun yang kita temukan sekarang
Itu tak luput daripada yang kita tanam
Dan apa yang telah lakukan
Berhentilah menghujat sayang
Bagaimanapun juga akulah yang dulu kau sayang
Seperti juga kau ku sayang
Bukankah dahulu ada bahagia yang sama kita rasakan ....?

Cikarang 17 mei 2016
24ck





AJARKAN AKU BICARA


Ajarkan padaku kejujuran
Itu saja
Sebab yang aku tau kejujuran itu sekedar kosa kata
Dimana artikulasinya
Miliki sudut pandang berbeda
Ketika aku yang membaca
Orang lain mungkin beda menyimpulkanya
Ajarkan padaku apa itu bicara
Hingga apa yang aku ucapkan
Tak lukai banyak jiwa
Karna apa?
Aku baru saja belajar meng'eja
Jangan memaksaku untuk mengartikan
Apa yang tengah kubaca
Sebab aku takut kembali timbulkan luka

Cikarang 15 mei 2016
24ck




TENTANG CINTA

Cinta ataupun tidak itu tak penting
Karna sehebat apapun orang mencinta
suatu ketika ia akan bisa merasakan
Betapa cinta yang dimilikinya itu
berubah menjadi belati bermata dua
Yang bisa saja melukai yang memilikinya
Sebab tanpa sadar kita setiap hari mengasah belati tersebut
hingga ia sanggup mengiris batin kita tanpa kita sadar kita yang mengasahnya
Atau bahkan dengan sendirinya kita sengaja menancapkan belati tersebut
Tepat di antara hati kita
Lantas apa yang tak wajar jika kita binasa
Sebaiknya
biarlah cinta itu sesuai harfiahnya
Jika ia sesuatu yang tumbuh, biarkan dia sempurna
Tapi jika kita tak menghedakinya
Carikan dia wadah yang tepat
Agar apa yang menjadi wujud dari cinta itu
Tak melangkahi batas batas norma
Dan kita juga tak harus berkata cinta itu buta
Karena cinta miliki naluri tersendiri
Tak hanya sebuah kata

Cikarang 22 mey 2016
24ck





CINTA DAN WAKTU


Sepertinya waktu tak mungkin lagi nampu menunggu
Pada jiwaku yang terlanjur beku
Hingga ia membiarkan rapuh jasadku tetap setia pada seluruh lukaku
Mungkin juga karena perputaran masa telah terbiasa melihat siapapun terluka
Hingga sekuat apapun aku meneriakanya
Seluruh suara yang kupunya hanya mampu menjadi gema
Yang memantul kembali
memaksaku menutup telinga
Atau mungkin juga sang waktu sedang cemburu
Karna tiap perputaranya
ia dianggap sebagai hal biasa
Sedangkan cinta yang abstrak dan tak berwujud telah singgah dan meninggalkan siapa saja yang disambanginya tetap dipuja-puja
Sementara sang waktu yang tak pernah berlalu meninggalkan siapapun baik yang bahagia maupun terluka
Mengapa dibiarkan begitu saja
pernahkah kita terfikir seandainya kita kehilangan waktu dan semua hilang tanpa rupa
Apakah kita bisa menghargai sang waktu itu siapa?
Dan apakah tanpa waktu cinta itu ada

CIKARANG 20 MEY 2016
24ck