RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 02 Mei 2016

Kumpulan Puisi HR Ros - GUGURLAH


GUGURLAH..


Gugurlah kau wahai bunga,
bila embun malamku tak cukup menyirami kelopak cintamu.
oh rindu,
telik sandi kasih itu
telah bernoda debu
jalinan yang tak akan mungkin warta kasih,
di terima dalam kasta cinta suci
karena lajunya rindu telah beku.
kini,
rela rebah dalam dekapan pilu
karena keutuhan janji
telah dijegal di lembah sunyi.

HR RoS





MENCARI YANG TERSEMBUNYI PADAHAL IA NYATA.


Ainul hayat tak tersentuh pada bulir bulir sujud ruhku
telah aku tutup pintu pintu nafsu
pasrahku fana mengintai kacahaya cinta
aku telah di bisikan pada takdir
wilayah hayatku hanya seumur jagung
setelah matang di petik kering
biji bertunas penganti tirani dirimu.

Oh, kerlip tasbih sujud senjaku
bak manik manik mutu manikam
secuil asyik kulirik cukup dalam pencapaian tajali senja
untuk semesta jiwaku
menganyam makna sastrajendrayuningratku
hanya sesaat saja.

HR RoS
#‎Dalamtakbirsenja‬#





..MONOLOG ASA RAHSAKU YANG LARA..

Pigura tak terbingkai kaca
gambar lusuh terkanvas rona pilu
berjalan tak terarah
tersasar dijalan yang buntu
tersungkur dilobang yang berbatu
duh, sialnya hidupku.

Hidup bermandi duka
Cinta merona rindu
galau dimabuk asmara
terkapar terluka rasa yang tak berdarah
akhirnya kecewa itu menyiksa
gundah gulana
mendung menggantung tak berpelita surya
gerimis membasahi tak menyejukkan hati
aku payah meraih asa yang ironi
akankah luka termemory kembali
menjadi story hidupku nanti.

Kini ku payah meraih rindu
rindu, bungkamlah....
jangan memancing sukmaku untukku sentuh.
Rasaku telah kaku digilas waktu
suatu ketika rindu tak pernah bertemu
aku rela mahligai hidup tak berpihak padaku.

Hanya salam dan doaku menyertaimu,
berbahagialah dirimu selalu disana
biarlah sepi ini indah temani malamku.
sendiriku bernyanyi dengan sebotol arak ini..
Semoga esok pagiku cerah kembali.
Hahahaha rasa rindu yang telah payah.

HR RoS




PESIMIS CINTA DI SUDUT SENJA


Aku mengenalmu
bukan sebuah mimpi
aku menyayangimu
bukan sebuah tarian ilusi
aku mencarimu
sesuatu rasa dari lubuk hati
aku ingin mengenggam indah jemarimu
dan kecup keningmu nanti.

Jejaki pesimis hatimu
dalam goresan mayaku selama ini
untuk membuktikan kalau aku memang mencintaimu
kau yang menunggu kepastian
dari sebuah penantian cinta
yang tak ternantikan.

Kau tunggulah aku disini
dipantai memerah yang sarat temaram
demi menggapai sebuah mimpi akan terwujudnya sebuah janji.

Tuhan....
izinkan aku memilikinya kelak
meski tanah ini retak
kaki berdarah jejak yang kupijak
memeluk dalam dekapan hangat
sebuah pembuktian,
dia yang selalu menyangsikan majas miris
majas yang tergores dalam hati yang pesimis.

Harapan itu kasih,
ingin aku kembali kepantai ini mewujudkan sebuah janji
harapan janji yang terealiti.
Tuhan...
aku ingin bersamanya
menata sebuah cita
dalam obsesi gita cinta di senja yang rela
berlayar bersamanya menghalau gundah
yang dia selalu dalam tanda tanya
pesimis harapnya itu,
selalu mengganjal direlung hati
dan aku ingin membuktikan
kalau merpati itu takkan ingkar janji.
akankah illahi mewujudkan mimpi ini.??
entahlah kasih.....,,

Kisah yang terbangun dari goresan hati
berawal dari sebuah memori puisi
kasih terkisah indah
memerah dipantai senja jingga ini
senja yang kian temaram
dalam harap malam yang berpurnama
berharap purnama akan menyinari malam ini, duh rindu..

HR RoS





MENCARI JEJAK MAHA CINTA
__________《.........》__________

Telah aku tutupi pintu dunia
pergi meninggalkan dunia kematian
naik ke stanza suci
memasuki makam-makam tak bernisan
pada alam diri menyeruak sunyi
melangkah tak terpijak pada jejak
duduk di tikar tak berkenyataan
bersembunyi di balik batu
membuka labirii-labirin iman.

Bersila gagah bak resi memuja mahadewa
dikawal empat sekawan jadi pandawa
dalam hening bertanya....?
kepada kakek tua sabda tuan guru,
dimanakah lembah cinta ya mursyidku?
sang kakek berwibawa tersenyum kecut,
perlahan membuka jubah kebesaran
dari pengetahuan itu.

Dengan seksama tapi pasti
duduk diatas tunggul tak berkayu
seketika terbukalah awal risalah cinta
dari pituduh yang santun
menuntun kepada sebuah kalimat
subhana,
ia berawal dari segala titah
dari kesucian cinta
IA adalah IA
subhanallah pujian kekasih itu
kepada yang terkasih.

HR RoS
Jakarta, 1-5-2016, 02:10
‪#‎Dalamrenungantafakarun‬#





TERDAMPAR DI KEPALSUAN CINTA


Pagi yang mendung tak kubuka jendela
kidung kidung gulana, dentingannya
tak berirama asa
tengah hari tak ada nyanyian ceria
awan yang berarak dijendela rasa
kuncup sudah sekuntum mekar di dalam jiwa.

Wahai sahabat maya aku menyapa..

Setangkai bunga indah yang mekar
kini kelopak itu layu
layu ditaman jalanan
taman yang berkumbang ditanah yang gersang.

Di jejaring maya ini, kutitip telik sandi
mengikat maruah di rupa diri
embun pagi itu
tak cukup membasuh muka
muka yang merona lara
lara dilorong cinta yang hampa.

Janganlah terluka terhempas dalam kepalsuan jalanan cinta.
ya dunia, fanamu fenomena

HR RoS






INTROPEKSI SESA'AT MENGENANG KENISCAYAAN...


Perigi jiwaku gali
telah menitisnya air zam zam
tercucur di kelopak mata ini
aku tadah di keranjang telapak tangan rela
tertumpah lagi,
mengalir ke bumi yang lebih pasrah.

Oh diri,
telah kemarau gersangnya hidup
yang di jalani
perigi jiwa aku selami
timba menanti tak jua terisi.

Lirih tatapan memandang jauh
ke koloni angan
disana pucuk-pucuk telah layu
bunga-bunga pun berguguran
pada suatu masa menanti waktu
buah akan berjatuhan memeluk bumi.

Oh, persiapanku ironi
tak memiliki bekal sama sekali
tertanya jiwa pada bangkai
konsekwensi apa yang akan di terima nanti
entahlah, tak tahu...
oh, menakutkan sekali

HR RoS
Jakarta, 28-4-2016, 22:18
‪#‎dalamrenunganmalamjumat‬#





JAMUR DEBU JALANAN DI GILAS
RODA YANG BERDASI.


Jamur-jamur trotoar berdebu di negeriku
tergilas roda waktu
tak di lirik sama sekali oleh tuan tuan berdasi
melengah melaju dalam kebisingan
menyelinap ke rumah-rumah hantu.

Jamur tumbuh tegar berdiri
meskipun dimarjinalkan
dalam panggung permainan revolusi.

Tuan,
kau lempar batu sembunyikan tanganmu
kantong-kantong tuan penuh terisi
sembunyi meluber ke kotak teknologi
debu-debu trotoar berbisik
termangu terbawa permainan ludruk
melihat pertunjukan glamour aksi
di pentas politik.

Kau maling teriak maling
sibuaya mencubit kancil
kancil licik lari terbirit-birit hilang dikegelapan zaman
membawa setumpuk harta karun.

Jamur-jamur berdebu di negeriku
menonton opera ludruk panggung politik
di negeri surgawi
seni opera tuan berdasi,
semuanya bertopeng berupa hantu.

HR RoS
Jakarta, 28-4-2016, 18:58





MALAMKU....


Di pertengahan malam ini
telah aku buka lipatan selimut malamku
di tapal batas syair di penghujung kantuk
aku kirim sekelumit simphoni diksi
mengukir majas rindu
pada seorang kekasih
yang tak lagi bisa aku temui.

Sunyinya malam ini
sesunyi rasaku
seakan melintasi iklim awan berkabut
pertanda alam sebentar lagi
akan segera di guyur hujan
catatan hariku siang tadi telah menjadi kenangan.

Malam ini,
malam di pertengahan peraduan letih
aku sudahi saja lamunanku
pada cinta yang telah bisu
terluka teriris yang sangat pedih
dia kini telah jauh berlalu
meninggalkan kisi kisi hati yang telah terkunci.

Kini aku rehatkan tubuhku
untuk memintal benang kasih merajut asa
yang realiti di pangkuan ini.

HR RoS
28-2-2016, 00:00
‪#‎JAKARTATENGAHMALAM‬#





MENATA DIRI DI SENJA HARI


Alunan illahi memanggil di corong surau dan televisi
aku takjub melihat burung burung pulang ke sarang
bersiul berterbangan menyapa senja
yang akan tenggelam di buai angin malam.
Aku berkaca kepada lembayung telaga
kilauannya menitipkan pesan
pada kunang kunang malam yang berkeliaran
terangilah malam ini..!
walau hanya sekejap saja
meskipun dilangit itu ada cahaya
kunang kunang jiwaku gundah
ingin di sapa lewat tasbih senja
tataplah aku,
kerlipkan sukmamu itu walau sesaat saja.

Telah lelah kaki ini berlari mengejar impian
yang kukejar tak juga jadi kenyataan
ah,.. aku tinggalkan permainan dunia ini
diam membisu di beranda rumahku
duduk manislah kau disini
hingga pagi menjelang
aku ingin memeluk sajadah panjangku
di bilik tasbih di peraduan illahi
menata diri kembali,
apakah aku telah menunaikan
pesan religi ibadah sepanjang usia ini
tertanya sendiri dalam lamunan..
masihkah aku ini hamba yang diridhoi
jawabannya adalah intropeksi diri.

HR RoS
‪#‎intropeksisenjahari‬#





TITIK PELUH DI BAWAH SINAR MENTARI
Oh, AYAHKU.


Dibawah sinar mentari pagi
titik peluh bercucuran di tubuh
mengais sesuap nasi
demi sibuah hati yang di besarkan kala itu

Ayah,
titik peluh itu masih menetes sampai kini
cucuran yang dulu segar
kini alirannya tak biasa lagi
hanya tetesan bulir sedu sedan lirih
menyapa pagimu, yang tak lagi ada menu.
berbisik sayu dalam hatimu yang rindu
dimanakah anakku kini..?
tiada kabar berita lagi sepeninggal ia pergi
jauh ke seberang sana
apakah anakku masih hidup atau sudah mati.

Ayah..
estafet asamu yang kau titipkan kepadaku
pupus sudah di lamun derita
kini goresanku buncah gundah gulana.
pagi ini,
tak mampu aku menitip sepotong roti
menemani air putih yang tak lagi hitam yang dulu berupa kopi
terhias gorengan di meja kenangan...
maafkan anakmu oh ayahku.

Aku berdoa, semoga esok mentari
kan bersinar kembali
aku kabarkan warta kasih
menitip terik di daun pintu rumahku
pelitakan asa yang dulu kau dambakan
yang dulu aku kau timang timang dalam buaian kasih sayang bersama bernyanyi dengan bundaku tersayang
titik peluh dari estafet generasi yang pilu.

HR RoS
Jakarta, 27-4-2016, 08:40





ANEKDOT,
MONOLOG SASTRAKU


Dunia hayal aku senyumi mesra
menata sastra menyulam cerita
mewakili pelipur lara dalam syair syair indah
memadah aksara lewat tinta yang kuluah
mengukir makna di hujung pena.

Sobat,
Aku ingin memeluk dunia dalam gita pujangga sastraku
ketika selebrasi imaginasi seni dimulai
aku rangkai sepucuk surat damai
pada titah bergulirnya perang dunia ketiga
dalam sastra orasiku membakar kolonialis
robohnya pagar betis di tapal batas syair
aku terkapar tapi tegar
meski senjataku larik larik yang tak bermutu.

Lewat angin lalu,
aku bisikan warta rindu pada elegi
menyapa kicauan burung burung berparung merdu
di pantai camar itu
satu cerita seribu makna
mewakili nuansa hati
salam hangatku aku titip diruang fantasi kreatif seni
layarnya terkembang tertutup kabut
kadang kala aku dungu,
tertumpang dagu dalam bisu.

Lamunanku mencubit diksi
gelisah resah tertanya sendiri
fikirku erosi rasa jenuh di kebiri

Oh sastraku,
lucunya kreatifitas seni ketika diskriminasi
aku seakan terkubur ke jurang yang dalam
terhakimi seronok bak biang keladi.

Aku mencintai sastra
karena diriku terlahir Romy Sastra
keretaku tetap melaju berjalan diatas seni
selagi otak gombalku belum beku berfilosofi
sebelum doktrin kebodohan membungkamku
di jalan sastra ini.

HR RoS
Jakarta, 26-4-2016, 18:56





SABDA TUAN GURU ITU


Sepeninggalku, aku titip risalah cinta
kau hantarkan kasih dariku ke penjuru dunia
ketika aku tiada nanti,
aku tiada mati, melainkan aku pulang kepada alam keabadian
aku diam bersemayam dalam kesunyian
menyatu bersama illahi.

Kenalilah dirimu akan kau kenali aku
sabda tuan guru itu,
ia bertapa di bawah batu
di arus air yang mengalir
hanya sosok secercah cahaya bersabda.

Aku berseru,
tunjukkan aku sabda tuan guru
jalan ihdinassirrothol mustaqiem itu!
jalan makrifat itu..

Secercah cahaya tersenyum mesra menyanggupi
iya,

Berlalunya waktu
kusibak dan kusimak makna mimpiku.
ternyata ia adalah mursyid itu..
rasaku dalam mutmainah hati yang suci.
dari maghribi jauh
menatap mentari pagi
singgah sekejap di dalam jiwa ini.

HR RoS
‪#‎dalamtestimonimimpi‬#





TUJUAN HAKIKI ITU


Jubah jati diri manusia itu adalah wujud dari sikap akhlak yang sempurna
Jembatan shirottal mustaqiem itu adalah sebuah perkataan yang terjaga

Syurga yang di dambakan itu adalah cintaNya
janganlah selalu mendambakan glamour indah syurgaNya dalam ibadah
nanti tidak akan menemukan Dianya

Ketika syurga itu telah datang di dunia ini dia ada dalam rasa jiwa yang tenang dan bahagia.

HR RoS





...RINDU YANG TAK DIANGGAP...


Aku masih seperti yang dulu
yang pernah kau rindu
tiada yang lain di hatiku hanya dirimu
selamanya...
meski malam ini tak lagi purnama
kunang kunang cintaku masih menyinari lewat tinta yang kumadah.

Oh rindu,
malam ini hatiku gelisah
walau kini kau telah berdua
kutitip nyanyian hatiku lewat puisi
selamat malam kekasih...
meskiku terkisah kasih rindu sendiri
Kasih yang tak dianggap lagi
karena kau telah pergi meninggalkan memori.

Bunga yang kutanam dulu telah layu
mati,
meski telah berpayah aku sirami
kini telah hampa tiada cerita lagi
diruang sepi,
aku menyulam hayal
hayalku telah lelah ditelan waktu.

Oh rindu,
janganlah kau datang lagi
menemani sepiku
aku sudah malu dengan semuanya ini..

HR RoS
‪#‎merajuksunyidikebisuanitu‬#





.......DI MABUK CINTA.......

Anggur anggur cinta dituang kedalam hidangan cawan sufi
di mabuk asmara kasih
asyik memandu sukma.

Ar Rumi menari lentik berputar tenggelam di mabuk cinta
asyik dalam alunan dentingan sami'
linglung sadar meraih bashiran
dalam angan,
alam diri di putar hingga kepayang.

Sutera sutera cinta dirasa berjubah tahuid
dengan nyanyian qalbu mencumbui sesuatu tak tersentuh
merayu gemulai dalam tarian seperti memetik kembang melati suci
harum menyeruak ke bilik hati
dalam linglung dimabuk cinta sang pujangga mencari kekasih
berharap yang dirindui bercumbu
bertamu terhijab tersaksi dalam tarian itu.

HR RoS





.....___ MAKRIFAT AKU ITU ___.....


Tutuplah semua jendela nafsu
dan bukalah satu pintu
seketia akan berada digapura cinta
bersaumlah...!
Shaum itu benteng tanjakan pilu
ketika pintu baitullah di buka
di atas itu tanjakan ka'abah.

Aku tatap arasy rasaku
dinding dinding labirin menghias asri
tarikh takbir adalah kuda kencana itu,
hingga ringkikkannya
memekakkan seantero masa sunyi.

Dan seketika bulir bulir pelita hadir menghampiri
bulir kerlip bersatu padu
ia tahuid itu memandu kalbu,
oh.....
ternyata laillatul qadr itu proses tajali illahi
tajali tersaksi ke mata hati,
dari proses keheningan di puncak thursina
menatap nurrun ala nurrin
Matilah diri ini sebelum dia mati.

HR RoS





""" TERPESONA CINTA"""



Esensi semesta bertaburan cahaya
menyelimuti jiwa
peredaraannya terkurung di luar lingga menyatu.

Maniek maniek crystal bening pecah
membulir tatkala kujumpa dipenyaksian
bak kosmik tak bertepi
pada mati fardu 'ainku.

Aku syahdu di ruang sunyi
tersenyum bungkam dalam bisu
mikraj mencapai nurrun ala nurrin itu.

Kalam kalam cinta membahana pada sukmaku
yang telah pasrah
tertatap sekejap cinta tak butuh lama
mempesonaku pada fana asyik
bersetubuh nikmatnya cahaya surgawi
membungkam nafsu nafsu hewani liar
aku kurung dalam kancah tak bergerak.

Aku membuncah mutmainah insani
hingga kupapah di bolak bolak kehendak illahi.

Kenduri mistik qolbiku selesai sampai disini.

HR RoS




TONGKAT TASBIH SENJA...


Aku tata langkah ini meraih senja
rona sang surya,
menitipkan lentera jingga pada kaki langit.

Kutitip rindu dalam mihrab malam
bersemayamnya mahkota alif di sujudku
beradu menyatu ke dalam qolbu
bangun berdiri bertongkat qulhu
tongkat tongkat asa,
menuntun cahaya cinta
pada senja yang telah bertasbih.

Aku hentikan sejenak gejolak riak
di dermaga peluh duniawi
kulipat layar perahu
memasung sauh rehatkan angan
yang tak pernah tenang di hempas bayu.

Takbir rindu menuntun sukmaku
menemui tongkat makrifat
kejayaan dari tahuid itu,
senja kukibarkan indahnya bendera ibadah
menemui sang kekasih di lubuk hati
yang telah dulu menyambutku.

HR RoS
Jakarta, 24-4-2016, 17:58





BERLINDUNG DI DINGINNYA MALAM
BERSELIMUT ANGAN....


Titian sebuah perjalanan
tercecer oleh keadaan
penantian yang jauh di angan angan
tersasar dekat oleh perasaan
terungkap tak kelihatan
didapat tak berkenyataan.

Oh,, angan...
kau siksa aku dibuaian malam
buaian yang melenakan lamunan
aku tertegun resah,
lamunan tak berpelita asa cinta
karena candaan dalam jejaring maya
hanya menuai opera glamour cerita.

Berhias kasih bak camar indah
dipinggir pantai tertuai duka
camar itu yang selalu menari,
mengiringi tarian ombak
berbisik bernyanyi lunglai di pasir putih,
kidungkan bahasa parung tak kumengerti
dipantai cerita, kau sulam opera
dimanakah kau kini sang camar bersembunyi..?
ingin aku ungkapan bahwa hidup ini indah.
kembalilah, cuaca pada siang ini cerah.

HR RoS





DALAM PASRAH
AKU MASIH MENCINTAI


Aku gandeng tanganmu erat erat
takut lepas dari genggaman
aku memegang tanganmu kekasih
rasa memeluk bayangan
padahal kau kenyataan
ketika aku membutuhkanmu
kau campakkan aku dalam kepalsuan rindu.

Memang, aku tak punya apa apa yang bisa di banggakan ke arena hidupmu,
hidupku miskin kasih.

Hidup bersamamu
bak menggenggam bara api yang tak kunjung padam,
seringkali air mata ini terkoyak
dalam kolam kolam bening
menitis di kelopak mata sedih.
aduh, kadangkala aku mencoba berkaca menatap wajah dikamar ini
ketika luka masih terasa,
tetap rona cahaya cinta yang setia
masih mampu menerimamu.

Telah aku serahkan segala-galanya untukmu
kini kau campakkan aku
pada masa senja yang telah layu
pahitnya mahligai rindu yang kutuai
dalam pasrahku ini apapun yang terjadi
aku masih mencintaimu kekasih.

HR RoS
Jakarta, 2-5-2016, 16:52





BIDADARI YANG TERSESAT
PULANG KE KHAYANGAN....


Kau bidadari yang layu
tatapanmu syahdu menikam rindu
bermahkota kembang cinta terikat di kepala.
mata binarmu,
tertutup hayal menatap langit
pasrah dalam takdir terikat kasih pada buaian semu.
kau bidadari surga itu,
turun ke bumi menjadi seperti dewi sumbi
merupa bak putri pelangi
pada siluet misteri senja
abstrak semu tapi nyata ada, disana....

Putri, kembalilah ke khayangan
disini, dimayapada ini gersang
siklus alam tak menentu
tak layak buat putri secantik ini..

Nawangwulan terjebak di kebiri joko tarub
dayang sumbi jelmaan bidadari
terhipokrit darah sendiri.

bawahlah kembali kembang kasih itu
malam ini,
meski purnama tak merupa di dada langit.
aura malam telah kelam
tinggalkan bumi ini
titip pesanku pada peri peri di khayangan
joko lapuk masih berselendang usang
di kebun gersang di tanah ini
biar hayalku terlerai di malam sunyi
meski kasta engkau dan aku terpisah jarak antara langit dan bumi
kembalilah putri....!!!

HR RoS
Jakarta, 6-5-2016, 18,16





IKRAR NOHKTA CINTA DI MALAM PENGANTIN.


Bunga bunga surgawi mewangi
di balik tirai malam pengantin,
bertaburan kerlip payet
di selendang sutera putih, menambah wajah yang berseri
kau kekasih yang kudekap di dada ini.

Tembang asmaradana terbuai dalam jalinan cinta suci.
wahai cinta,
anganku memandu janji nohkta di kamar ini
ahh, mimpi pada saksi cinta sejati
rindu berpadu diantara dua kekasih
kau dan aku.

Selembar sutera diatas sajadah
menitip mukenah cinta pada perempuan sholehah
kugenggam jemarimu memilih dikau
yang pantas jadi makmum
berjalan di sampingku menuju martabat rumah tangga bahagia.

Kau yang cantik mempesona jiwaku
bak bidadari surga yang menjelma
dalam mihrab hati memandu nokhta di rumah ini
Ya, di kamar ini.

HR RoS
‪#‎ilusidiksimemori‬#





KEMBANG RINDU YANG TELAH LAYU


Kala senja bertamu hatiku mulai resah
resah pada harmoni gemercik semilir angin
menyapa dedaunan yang akan berguguran
layar malam telah aku buka lewat diksi
diksi manja yang tak lagi berarti
bahwa rona cinta itu telah melayu.

Siklus tunas-tunas berganti
tak lagi tumbuh,
pada ranting-ranting yang telah kering.
oh senja,
biarlah harmoni cinta itu menjauh pergi
rapuh dari cabaran yang tak semesti di pertahankan.
semestinya kau tumbuh subur
digelas dahagaku
yang selalu menitis kasih yang tak pernah layu.

Oh bunga gugurlah,
jika akarmu tak mampu tumbuh
di gelas yang licin,
untuk merawat mahkota cintamu
yang akan membuat gelasku retak
pecah berkeping keping
yang tak mampu ku satukan kembali.
layulah dalam takdir
janganlah layu dalam tafsiran.

HR RoS
Jakarta, 5-5-2016, 18:15





MEMOAR KEMBANG MIMPI


Memoar indah yang dulu pernah kugubah
melukis jalinan cinta di pasir putih
kini terkikis habis di bibir pantai ini
telah aku singgahi dermaga rindu
di samudera tinta
bernyanyi tembangkan seribu puisi
dalam lingkaran seni memadah rasa yang semakin sunyi
ya di pantai ini..

Kembang yang dulu mekar mewangi
semerbak harum di kelopak yang ranum,
kini, kembang yang cantik itu hanya jadi mainan mimpi sang pemimpi.
HR RoS




MENYAMBUT MALAM KENAIKAN SANG MESIAS..


Ketika aku berada dijendela gereja tua
Bunda yang berjubah putih berwibawa
bangkit dari kolam suci di hadapan jemaat
naik kepermukaan
berdiri diatas kolam tak tersentuh air
senyum menoleh kearahku.

Bunda, hamba bertanya...?
dari lewat jendela ini,
bagaimana umatmu melihat rabbnya.
lantas bunda menjawab dengan resah
raut wajah bunda lara berbahasa hiba.

Wahai umat nabiyullah SAW
aku sampaikan keadaan umatku tentang tuhannya
dihadapan jemaat yang lagi berkutbah ini ...
Bunda sedih,
umatku mengenal tuhannya lewat materi
dan memahaminya lewat rasa
seakan tuhan itu telah bersamanya.

Tapi disana umat nabiyullah SAW
mengenal tuhannya lewat budi
menyaksikan dengan matahati
dengan terang benderang
bahkan menyatu bersama-Nya
tiada sakwasangka lagi.

Bunda sedih sekali
tongkat yang dipegang oleh umat al masih telah rapuh.

Seketika Bunda Maria tenggelam
kedalam kolam di tengah khutbah jamuan pendeta.
tak satupun jemaat mendengar dialoq aku dan Bunda Maria itu.

HR RoS
‪#‎dalamhistorymimpikenaikanisaalmasih‬#





DUA SANG UTUSAN
PEMBAWA RISALAH AKIDAH........


Ya ruhullah Isa almasih
engkau di mikrajkan ke langit tinggi disisi-Nya,
tiga puluh tiga tahun mengabdi di tanah bunda.
akidah yang luhur dikebiri,
di fitnah di kejar yahudi, seakan merusak tirani kafir dalam kewibawaan istana raja.
maha kasih rabbmu telah menyelamatkan sang mesias ditanah bethlehem filistin.

Ya rasulullah SAW
engkau di utus ke muka bumi
sebagai penyempurna risalah
rasul rasul terdahulu.
engkau datang menyempurnakan akhlak manusia di muka bumi ini.
ketika panggilan suci tentang sholat,
engkau di isra' mi'rajkan diangkat
ke kasta tertinggi di sisinya.
bak kilat menembus kosmik alam diri
dalam jiwa ini.

Membawa bingkisan sajaddah
untuk pondasi akidah umatmu
lambang pemersatu dalam sujud itu.

HR RoS
Jakarta, 4-5-2016, 14:41
‪#‎menyambutkenaikanisaalmasih‬- bersamaan,
‪#‎denganisramikrajrasulullahsaw‬.





_ IRAMA SENI SAHABAT SASTRA
YANG BERWARNA_

Nyanyianmu,
Seperti burung kenari dikala senja
tarian-tarian tinta bak penari
goyang pantura ronggengkan pinggul
mempesona rasa
goresan lentik jemarimu
bak i made menari di pantai kuta
sanggar budaya bali sematkan pesona lirik mata yang mengoda..

Oh para pujangga,
yang bercengkrama ilusi di pantai madah
menyulam lamunan rindu
rindu yang sebak merona cinta
rindu buaian maya,
dalam wacana gurauan saja.

Sahabat sastra,
kau tatap sang surya dikala senja
pelitanya akan redup ditutup pekatnya kabut
kau berimajinasi disenja hari
melukis warna siluet dengan tinta hati
mengharapkan pesona alam
bermanik manik pelangi menghalau sunyi.

Tunggulah mentari dipagi hari
bukalah jendela hatimu
biar lembah gersang itu
asri di sinari kembali.
Bernyanyi iramakan makna yang tersirat
seakan kau pergi menemui sunyi
sunyinya tanah merah di pusara
berkeliling kamboja
oh, janganlah bernyanyi misteri
biar jiwa merasa hidup
seribu tahun lagi.

Aku mencoba jadi penghias tawa
sahabat hati
untuk raih genggaman setia menghiasi obsesi tirani mentari
untuk sebagai pelanjut sejarah
cerita asa dan cinta.

Sahabat,
janganlah menggores ayat ayat
dalam tanda tanya
membuat jiwa goyah bersulam duka.
yuk bergandeng rasa dalam luah ranah maya
semoga cerialah dalam asuhan
madah madah cinta.

HR RoS





DALAM PASRAH
AKU MASIH MENCINTAI


Aku gandeng tanganmu erat erat
takut lepas dari genggaman
aku memegang tanganmu kekasih
rasa memeluk bayangan
padahal kau kenyataan
ketika aku membutuhkanmu
kau campakkan aku dalam kepalsuan rindu.

Memang, aku tak punya apa apa yang bisa di banggakan ke arena hidupmu,
hidupku miskin kasih.

Hidup bersamamu
bak menggenggam bara api yang tak kunjung padam,
seringkali air mata ini terkoyak
dalam kolam kolam bening
menitis di kelopak mata sedih.
aduh, kadangkala aku mencoba berkaca menatap wajah dikamar ini
ketika luka masih terasa,
tetap rona cahaya cinta yang setia
masih mampu menerimamu.

Telah aku serahkan segala-galanya untukmu
kini kau campakkan aku
pada masa senja yang telah layu
pahitnya mahligai rindu yang kutuai
dalam pasrahku ini apapun yang terjadi
aku masih mencintaimu kekasih.

HR RoS
Jakarta, 2-5-2016, 16:52




JEMBATAN USANG
DI PERSIMPANGAN JALAN ITU


Kawan, tunggulah aku
di persimpangan jalan itu kembali
ingin aku bercerita kepada sebuah masa silam,
lembaranku terkoyak disini.

Kita yang pernah berselimut angin malam
bersamamu,
dentingkan dawai-dawai gitar usang
tembangkan lagu-lagu kenangan
sambil bercerita tentang dunia ini indah.

Ya di jembatan ini,
cerita itu pernah tersusun rapi dalam memori.

kini, jauh sudah kaki melangkah
terpijak di tanah yang retak
berdarah,
sembilu hidup menyulam jejak
mengikuti derap langkah
dalam dekade usia, asa yang tak kunjung berubah.

Oh memori,
story cinta terbungkus peti usang
pada senja ini,
kubuka kembali.
senja yang akan menyapa dikaki langit
tintaku memadah diksi kenangan
tentang sebuah merpati
berjanji, yang tak akan pernah ingkar janji.

Ceritaku telah berakhir sudah
pada seorang kekasih yang telah
berselimut dingin meninggalkanku
di jalan ini.
kan kemana lara cinta kutambatkan
kini telah di gantungkan dilangit hayal
menggantung tak bertali,
biarlah itu terjadi
ikrar janji merpatiku ternoda sudah.

Oh kawan,
adakah historymu sama sepertiku
seribu kota telah dilewati
dermaga hidup mana yang tak disinggahi
sagara biru riak dan tenang telah dilayari
namun kau tak jua memahamiku
apakah kasta kita telah berbeda
ataukah jeratan hidup mengikat bibirmu
untuk bercerita tentang nostalgia masa lalu
bahwa dunia itu indah.

Kawan,
di tunggul batu di persimpangan jalan itu
ingin kutemui jejak malam yang pernah dilalui
yang pernah kita tinggalkan dalam sebuah cerita tentang cinta muda-mudi.
embun malam saksi cerita yang berdebu
pada masa remaja kala kita menyulam rindu
dengan bibir cinta pertama kita bercerita
menorehkan sensasi hayal yang tak pernah usai.
jembatan itu adalah kenangan
pada dentingan irama tembang dawai-dawai malam
kisah yang tak terlupakan..
dalam suasana semilir angin yang sunyi
seakan kita berdialog tentang tembang alam
melukis cerita dalam nyanyian
ya, diatas jembatan kenangan
jembatan yang telah terkoyak lapuk dimakan zaman.

Oh.... tiga dekade yang berlalu
masih ku ingat memorimu
menyapa sahabat itu satu persatu
satu cerita tertinta di ruang maya
yang telah layu membisu menikam pilu
akan nostalgia itu bersamamu.

HR RoS
Jakarta, 7-5-2016, 17:35





HAYALKU TAK TAU MALU

Diksiku pada embun senja telah bias
berganti siklus embun pagi menuai terik
aku membuka mata pada segelas kopi
merenda tinta pada maya
siluet fajar telah padam di selimuti mentari
adakah secercah senyum dari balik jendela itu menyapaku...?

Bahwa gita hari ini masih kubuka
dengan lembaran baru demi satu tantangan,
menjamu dalam hidangan pepesan rindu
kau dan aku.

Ah mimpi, terlalu dini aku bercerita menata mimpi pagi
tentang rindu kembali
padahal warna kisi kisi hatiku telah pudar
dan semakin memudar semenjak di tinggal
oleh satu srikandi cinta yang setia.

Ah rasa,
kenapa terlalu jujur dengan madah
seakan hayalku tak tahu malu.

HR RoS
Jakarta, 7-5-2016, 07:05
‪#‎pagisecangkirkopi‬#





ILUSI HAYALKU DI PUNCAK UBUN..
__ Mata ini terpejam, ilusi hayal membumbung ke dinding ubun.


qholam tangga arsy berlapis seperti buah kol
berkabut awan putih, dinegeri astagina
negeri antah berantah.
tersaksi dengan cupu manik berjiwa dewa.

Tatkala kacahaya cinta merekah
tuai selendang maya rasa
menyusup ke samudera jiwa.

Indahnya lorong langit tak berhujung
ibarat berkelana dipantai tak bertepi.

Sebuah negeri istana diatas awan
dalam kias jiwa dahaga cinta yang rela
pada maha pencipta.

HR RoS

‪#‎dalamstorymenyapa‬#




KEHIDUPAN HAKIKI
DALAM PENYESALAN ABADI

Telah di lipat lembaran takdir
nyawa melintasi di ujung ubun
pergi bersama misteri ke alam kegelapan.
tiada yang lebih gelap dari gelap
yang ia adalah kuburan itu nanti
pada dua pilihan yang telah di serahkan
tertunai sudah.

Jalan hidup telah memilih warna warni sesaat
adalah kepalsuan,
satu nafas tak pernah lengah
tak di sadari di sela nadi dan jantung
ia bertasbih.
oh, kematian itu pasti sebentar lagi
menemui,
ketika terjaga dari lelap sesaat ini
kehidupan hakiki itu sesak menyesakkan
padahal ia luas dan sangat luas
tak tahu arah alam apa ini..?
sungguh tersesali.

Duh....
penyesalaan yang abadi
meronta ingin kembali
memohon,
ingin hidup beribadah seribu tahun lagi
harapan yang telah bias
tak lagi bisa di tunaikan.

Sepi teramat sepi
tiada kawan yang menemani
intimidasi ketakutan silih berganti
menyapa.
kulit-kulit tubuh mendidih
tulang-tulang rapuh menjadi debu,
kesaksian itu di pertanyakan..
tak ada kalimat yang ampuh lagi
mengusir misteri..
dia telah bersahabat dengan penyesalan yang tak berkesudahan.

Pergilah ketakutan
aku tak sanggup lagi menatapmu
semakin itu di sesali
semakin ia menyiksa kesepian.

Satu catatan,
yang menyelamatkan penyesalan adalah amal yang di persiapkan
sekecil apapun amal itu
ia adalah kawan sebagai penolong
kehidupan yang abadi
dalam penyesalan itu nanti.

HR RoS
Jakarta, 10-5-2016, 20:00





``` KEKASIH YANG KEMBALI ```


Aku telah menunggumu
di persimpangan jembatan sebelah desaku
irama senja
untaian alunanmu yang ku rindu
kultum kidungkan irama padang pasir
mengalun merdu.

Hilalmu,

Nun yang jauh di titik cakrawala
berkumpulnya,
para pecinta
menyambut kekasihnya yang di nanti
pada ramadhan tahun ini.

Kala senja, ...
aku selalu berdiri
menatap fajar siluet indah
iklim membuka dada langit
lambaian hilal menyapa di ranah religi
bahwa kekasih itu telah kembali.

Kekasih membawa kado maghfirah
kepada para pecinta dalam musafir jiwa
bercumbu bersama malam
dengan berpelukan mesra
seakan malam itu tak ingin berlalu
dalam helaan nafas qur'an
yang mendamaikan gersangnya
kepergianmu setahun yang lalu

Ohhh ramadhan itu.

HR RoS




ELEGI DI AWAL MALAM YANG KELABU
TAK LAGI MERINDU.


Aku buka tirai senja dari balik jendela
menitip goresan elegi di awal malam yang kelabu
senja telah berlalu,
kelam hadir perlahan
menyelimuti seantero alam
aku tertanya dalam diam,
malam ini,
mendung di dada langit resahkan lamunanku
pada sebuah kisah yang berlalu
meninggalkan goresan luka
pada cinta yang tak realita.

Elegi di awal malam membuncahku
resah pilu,
akan arti sebuah nyanyian
kepalsuan rindu
yang telah mencampakkan aku
di jalan yang berbelok arah
aku panggil-panggil dikau kembalilah,
kau tak lagi mau menoleh kearahku
seakan elegi senja nan indah dulu telah kau tutup
kau ganti dengan elegi kelabu
tanpa lagi menyapaku dengan ucapan
i love you...

Kini kau bisu seribu kata
sesekali kau hadir memakiku
bahwa aku di tuduh hipokrit cinta.

HR RoS





Monolog:
AKU DIMARJINAL SASTRAKU


Telah tumpul pena ini memadah diksi
diatas kertas yang kian lusuh
dijalan sastraku
aku dimarjinalkan oleh para borjou..
menghitung hari, aku dihiasi kenduri resah.
tapi tinta akalku,
kian bersemi melukis air ditelaga rasa.

Wahai penghuni kasta sastra
di balik bukit nan indah
kau memegang cambuk penghakiman
tintaku bak firman sang mesias di golgota
seakan membuncah kewibawaan para raja di kejayaan istana.

telah kau arahkan sasaran tembakmu
membunuhku
padahal aku tiada bernoda
melainkan aku menyampaikan wahyu
wahyu semu pada kearifan yang tak dimaknakan.

Kini,
aku telah bangkit yang kedua kali
setelah tertusuk di bungkam dibunuh
tapi madahku tak mati..
aku menerima wahyu pada situasi yang genting
oh pada bisikan itu,
berbisik
susunlah larik-larik yang tak lagi menarik
meski cabaran siap siaga menerkam talentamu
di jalan seni tapi seakan berlumpur..
apakah memang jejakku berdaki
piyuuhhh
uh, entahlah.

Aku dan sastraku
adalah bahasa jiwa kekinian itu
tapi pucuk-pucuk syairku yang terpetik dilayukan oleh terik
egonya terik mentari adalah menerangi
egonya rembulan bersahabat dengan sang malam
lantas dimanakah kearifan seni
tak di ejawantahkan pada sisi
yang malah kian tersisihkan.

HR RoS
Jakarta tengah malam,
13-5-2016, 01:01
‪#‎dalamdiksimarjinal‬#





HIPOKRIT BERTOPENG DEWA


Aku pernah berdiri
di persimpangan jalan
menatap baliho
sang para raja dan patih berdasi
gagah bak arjuna dengan tatapan panah
menerobos musuh membawa kemakmuran untuk rakyatnya
potret-potret para dewan
sebagai pengatur di tanah pertiwi
menitipkan harapan pada janji-janji
pada baliho kuyup kotor memalukan
tertulis selebrasi aksi selarik kata yang bermakna
untuk sebuah perubahan bangsa.

Kini aku tertipu oleh hipokrit yang berdasi
padahal ketika di bilik teka-teki
aku menitipkan harapan pada raja yang akan ku pilih,
bawalah bangsa ini ke tempat yang terpuji
sederajat dengan bangsa lain.
ternyata fakta di belakang layar
kau telah di pecundang oleh segerombolan begundal hitam..
yang mestinya kau mampu mendobrak bajing bajing loncat di depanmu.

Rajaku yang santun
kau dirayu di iming-imingi investasi
padahal dengan sendirinya kau memanggil dijajah olehnya..
kenapa tak mau berdiri atau memang tak bisa berpijak berdiri di kaki sendiri
salah strategi.

Sadarilah Kini,
aura bom waktu
seakan meletus sewaktu-waktu
dari kecewa itu.
rajaku tertidur seakan berbenah kepada suatu target ataukah sudah lemah oleh punggawa sendiri.

Topeng-topeng dewa di kasta termegah
di negeri ini,
bersolek di meja rias
seakan pasang kuda-kuda untuk berlari kembali
ke negeri alengka tirani kedua.

Oh, negeri seribu janji
telah lelah kami,
dengan permainan politik begundal
ujung-ujungnya pesta korupsi.

Regenerasi itu...
buka mata buka telinga awasi situasi
jangan lengah pada serangan fajar
akan meletusnya jejak-jejak gerilya
di konfrensi hitam yang tak di kenali
jangan jadikan mimpi siang berkenyataan.
akan bodohnya,
dan semakin bodohnya bangsa ini
kalau itu terjadi.

HR RoS
Jakarta, 11-5-2016, 16:16





-- AKU DIANTARA GODA ITU....


Jalan berliku diranah sufi menahan goda
pendakian religinya mengejar rasa cinta illahiah
jubah kebesarannya adalah kepasrahan tiada tara
nafsunya yang membubung adalah mutmainah

Aku diantara goda
mereka sipenggoda itu,
mengelilingi wilayah pancarku
bersemayam di labirin rasa yang tak terjamah
mereka ada penghias tapi tak tercinta
bila di cinta dia berhikmah
untuk nafsuku saja.

Aku diantara goda,
tercipta dari rahmat lil alamin
mewujud ghaib bil wujud
terdiri dari amarah, lawwamah sufiah dan mu'mainah
sebagai pengembala pancar yang terlena.

Aku diantara goda,
miskyat ghaib yang berwujud
dia sebagai kawan
utusan penyempurna di dunia fana rasa
kenallilah, manfaatkan dan awasilah..!!
biar amanahnya sempurna menghantar ke medan ibadah.

Aku diantara goda,
tatkala pancar itu kembali ke rabbnya
aku diantara goda itu terpisah berkelana entah kemana rimbanya.
aku tersungkur sendiri
dalam keadaan papa lena lara
harap cemas hadir menyelimuti tak terhingga
yang ada menghampiri kawan sejati hanyalah amal ibadah.

HR RoS





DERMAGA ITU TELAH BISU.

Rinaikanlah awan, gumpalanmu
kabus kabus rindu
gersang membunuhku
meski benang kasih tak lagi kupintal
merajut manik manik cinta
berpayet di selendang sutera kasih
yang akan kau pakai di hari penantian
bahwa nokhta cinta telah kau sudahi
kenapa di akhiri.

Aaachhh.. aku sayang kamu
kini,
telah berlalu setampuk rinduku
jatuh menghujani bulir-bulir yang syahdu
tak lagi kau warnai impian itu
di dermaga cinta
mendekapmu ke dada ini
di pantai yang pernah kujanjikan dulu.

Kini, aku sendiri menyulam bayanganmu siang malam
bersandar dalam lamunan angan
mengulum gelisah diujung waktu
oh bagayangan,
menepilah dari dermaga itu.

HR RoS
Jakkarta, 8-5-2016, 15:38




DO'A KAMI UNTUKMU ENO..


Dari lebak wangi serang banten
gadis lugu memandu cita-cita
demi meraih masa depan untuk keluarga
bunga cantik itu di petik dengan kejam
tidak berprikemanusiaan.

Eno...

kau jaga martabat kewanitaanmu
hingga nyawa kau pertaruhkan
dari iblis menjelma manusia jadi-jadian
kini, layu sudah setangkai bunga
eno
mekar bak kembang tak jadi
sekujur tubuh menahan sakit
betapa sakitnya, hati dan paru-paru
di robek dengan ujung kayu
biadabnya sipelaku.

Eno yang malang...

Kami mendo'akanmu
darah tertumpah membasahi bilik duka
hasil X Ray itu,
menandakan huruf alif bersandar di tulang punggungmu
sangat jelas sekali.

Ya illahi rabbi..
terimalah kehadirannya di kematian itu
laknat sipembunuh
hukum dengan aturan yang ada.

Wahai wanita, dunia ini kejam.
satu tetes darah suci tertumpah mengingatkan kita yang ada
berhati-hatilah...!!!
iblis mereka itu ada di sekiling kita
waspadalah...!
jangan sampai terjadi kepada keluarga kita
ya allah.

Doa puisi sederhana ini buatmu Eno
tenanglah di alam sana
Amin ya allah....

HR RoS



---------------------------

SIMPONY RINDU
DIGUBAH NYANYIKAN DAWAI ASMARA,
DENDANGKAN SYAIR UNTUKNYA,
rela berbagi pelita!!!
DIANTARA MEREKA DIA DAN CINTA
AKU TERMAMAH DIRANAH HIBA.

UNTUK MEMAHAMI MOTIVASI
MENYELARASKAN KEARIFAN MISYKAT HATI DAN EGOISME
SEMOGA JALAN INI TAK TERGELINCIR KERANCUAN.

AKU LELAH MENANAM ASA
UNTUK SEBUAH GITA,
GITA HARMONISASI DI RANAH MAYA,
fahamilah rasa setia ini.....

AKU TERSANDERA,
OLEH SYAIR INSPIRASI MAYA
MENGENALI SEBUAH BUDI
JUSTRU TERNODA OLEH
GERSANGNYA JALAN
KOMUNIKASI.

MENEMANI TAMAN RASA
BERBAGI DI KALA SENJA TIBA. duhai..
BULAN YANG BERPELITA REDUP,

TAMPAKKANLAH TEMARANMU
DIMALAM INI
TERANGI KISI KISI HATI YANG TERMISTERI
MENYAMBUT DATANGNYA FAJAR
DI HUJUNG MALAM,
MALAMKU YANG TELAH TERSISIH..
PADA SILUET KEMILAU MENTARI
YANG MENYINARI ARENA HIDUPMU.

HR RoS





SENDIRI TANPA CINTA


Lamunanku,
membuncah ruang rindu
mengenang saat-saat indah bersamamu.
pernah aku titip,
setangkai aroma kembang cantik
ku selipkan di sela daun telingamu
selendang sutera yang kau pakai
menambah indahnya raut wajahmu
nan ayu.

Uuuuuhhh....

kini, ruang lamunan itu telah bisu, sepi
mataku terpejam tak mampu menolak
bahwa kau selalu hadir di saat aku membutuhkamu
rupamu yang abstrak jelas-jelas tak tampak.

gumamku, mmmm.....

Kenapa kau selalu hadir tanpa permisi
sedangkan kita tak lagi bersama,
berlalulah kau rindu, jika hadirmu itu semu
biarkan aku sendiri hidup tanpa cinta
kan kurajut kekecewaan ini
sampai akhir hayatku
rela sendiri untuk selamanya
hidup tanpa cinta lagi.

HR RoS





INSPIRASI TANGISKU DI BATU NISAN


Diam menilik prasasti sebuah nama
mencari tahu makna sebuah kehidupan
yang hidup telah terjebak dalam kepalsuan.

Bunga-bunga telah kering
daun-daun berguguran
ranting-ranting berjatuhan
yang tersisa tunggul berjamur
akan rapuh dan lenyap di telan waku.

Dalam diamku,
bertanya tubuh pada tanah
jangan kau tolak bangkaiku kelak
meski tubuh ini busuk mengotori
aroma sucimu,
aku yakin kaulah kepasrahan itu
yang akan menerima fitrah
dan segala nista.

Nisan itu bak prasasti menunggu misteri
berdiri sunyi seakan sebagai saksi kematian
bertanya diri,
untuk apa hidup ini...?
di sadari,
illahi menitip pesan pada kalam
Aku ciptakan hambaku,
Aku ingin agar Aku di kenal.

duuhh...

Tapi kenapa tubuh ini lalai mengejar
tunaikan ikrar permohonan tuhan.
biadabnya diri
tak menghiraukan seruan illahi.

Jangan Engkau hukum aku ya Tuhan
bila hidayah tertutup untukku
bangunkan aku dari tidur sesaat ini
biar aku tahu jalan pulang.

HR RoS
Jakarta, 17-5-2016, 18:45





___#= ISRA' MI'RAJ ITU___..........


Jalan jiwa itu memandu rasa sunyi
diatas sajadah panjang yang terbentang
lafazkan kalimat tauhid
bermodal cinta berjubah rela.

perjalanan itu menempuh jurang terjal haus dan lapar.
sebuah perjalanan religi melawan goda, hiba dan aral

Insan itu mencari kedamaian kedalam tarikh nafas
sang wali itu mendaki kelabirin makam makrifat
Sang Nabi di mi'rajkan ke kasta tertinggi dalam pertemuan anta ana, ana anta.

Mi'raj itu di pandu sayap hikmah dari mahabbah mahadaya cinta sang kekasih
jauh ke dinding tertinggi bertaburan bintang bintang mata hati.

Cinta menyapa
Rindu mengadu
Jauh di hujung arasy dia menyatu
tersaksi nyata dari segala yang ghaib
Fatamorgana cinta berguguran
Fana cinta mengantarkan ke mi'raj itu

Suasana mi'raj itu tiada siang dan malam
yang ada kaca haya cinta
menyatu dalam awas mi'raj itu.

Jejakilah mi'raj itu dalam setiap ibadah
jadilah seperti ibadah sufi
tersaksi disetiap mata hati.

HR RoS




BAJAU NUSANTARA LAMA

Ekspedisi jalesveva jayamahe
dalam putaran waktu
bajau dalam nusantara lama
berjaya diatas ombak.
berkelana mengelilingi samudera
terdampar di semenanjung dan teluk.
menitip pesan pada riak,
bawalah daku wahai ombak,
ke pulau harapan itu.
biar aku tanam sebatang pokok kelapa dan ubi-ubian untuk kami makan
kelak berbuah penghalau lapar dan dahaga.
nenek moyang kami adalah seorang pelaut
berjalan diatas riak
membawa harapan pada nelayan
dari dulu hingga ke regenerasi.

Bajau itu,
menitip pesan pada awan hitam
berbisikan pada angin utara
sambutlah pelayaranku di selatan

dalam diam komat-kamit pada angin timur
dekaplah jiwaku di keheningan barat.

Bajau.
kau bersahaja dalam cinta
di pantai-pantai nusantara
tirani nenek moyang dari dulu
hingga kini.

Bajau ditengah samudera
menatap lautan biru
seakan berdiri
di kampung halaman sendiri.

HR RoS
Jakarta, 20-5-2016, 15:20





SEPASANG MERPATI DI SENJA HARI


Mendekap sayap-sayap rindu
lena jiwa ini di buai angin lalu
nirmala cinta merasuk kedalam sukma
menitip pesan pada senja
berbisik lirih kedaun asmara.

Oh nebula mimpi,
hanyutkan hayalku di pasir putih
aku selami dermaga cinta dalam pelukan
kau dan aku di temani siluet senja
memadu asmara kasih...
rebah berbisik menghabisi malam
berduaan saja ya disini, di dada ini.

Kasih....

aku tiada bermimpi kini,
nada-nada yang aku gores telah bernyanyi
goresan yang aku luah telah nyata.

Kasih...

aku tak lagi bermimpi kini,
semua yang ku janjikan memadu rindu
tertunai sudah, ya diatas pasir ini.

Pasir putih,
tilammu telah keabu-abuan
oleh temaram malam
jadilah saksi bisu menyambut kejora
pada gita cinta yang berpurnama.

Kasih...???
satu catatan terakhir itu aku pesan padamu,
aku tak ingin kemesraan ini
berlalu jadi memori
dekaplah diriku sampai akhir hidupku
semoga asmara ini bersemilah selamanya.

HR RoS
Jakarta, 20-5-2016 16:36
‪#‎HRRoSmerayurindualamak‬#





** MUSAFIR CINTA DI RANAH MAYA...#


Jendela puisi ini
menghantarkan langkah tintaku
ke jalan hampa
hampa dari arus rahsa tercinta.

di sebuah tikungan jalan ku tersesat
petualangan yang lelah pada goresan maya.

ketika sulam tak bermanik
kanvas tinta tak berwarna
ketika embun rahsa tak melirik
gersang sudah sahara cinta.

Duhai... Samudera maya,
bayang bayang fatamorgana cinta menghias rahsa ini
ketika cinta mulai bertasbih
jauh di lubuk hati, asa ini terperih.

Maya,,, kau pesonakan aku.

walau lelah,
petualangan ini tak ku hentikan
walau rona duri di jalan tandus hati tertusuk kecewa
tak bermuaranya kasih pada samudera
asalkan alur ilir tinta masih bermaruah
meski tak lestarinya budi akan sebuah komunikasi
biarlah,,
musafir cinta di ranah maya ini mencinta sebuah ilusi hampa.

Tarian fiksi puisi ini
termenari tidak mengobral rayu
melainkan bermusafir rindu akan sesuatu
sesuatu yang bisu telah membatu.

Berkalung Selendang cinta
bertongkat tinta yang kian memudar
menghantarkan ayat ayat fana yang rela
rela dari gersangnya sahara cinta
yang ku damba.

Duhai maya..
Tongkat tinta musafir cinta berjalan ke satu arah
Walau hanya tebar pesona di ranah maya
ia tidak mengotori hakikat jubah jiwa
Jubah jiwa ini,
rasa yang tak pernah angkuh
kearifan langkahku lenggangkan ke bijaksanaan terhadap sesama.

Maya,, musafir cintaku tak kenal lelah
walau sekalipun yang di temui
di hujung pemberhentian nafas ini
yang akan terucap ismudz kasih
ya illahi,
lenahlah rasa ini dalam lara yang rela
serela-relanya.

HR RoS





MENATAP IA DENGAN TAFAKURKU.


Ku puisikan sebait larik jiwa
menatap sekejap ke dalam otakku
dengan jalan membunuh inderawi
duduk bersila bak budha menatap nirwana
tiada bermantera tak berkomat kamit
yang ku bawah hanya fana cinta
seketika gumpalan pelita bak kejora
menerangi alam bathinku
tercipta dari keheningan sesaat.

Aku dan nafsu itu,
berpacu mengejar tempat kasta tertinggi
ialah menatap kerlip sang mega
di puncak fana.

Segala nafsuku lelah terbakar sirna
di keheningan malam di wajah baitullah
indah kerlip cinta bertaburan cahaya.

Aku dan diriku
membunuh hasrat doa
tiada yang ku pinta,
selain ingin menatapnya saja
bahwa sesungguhnya Dia masih ada
memelukku pada janji yang tak pernah di ingkari-Nya
bahwa jiwa ini tak berjarak dengan maha.

Aku haru,

dosa-dosaku seakan berguguran
pada terjawabnya asholatu daimullah
semoga ia pertanda ibadahku di terima-Nya.
innallaha latukhliful mii'aad.

HR RoS
‪#‎dalamkhusyuksesaat‬#



________ MERPATI
PUTIH......................


Kepakkan sayap terbangmu
lewati pekatnya kabut.....
mega mendung dicakrawala berarak
pada hitamnya angkasa gelap.
Merpati putih,
Terbangmu mencari sesuatu harap
menghantar pesan ke negeri jauh
diperaduan istana cinta yang merekah.
Senja,
lambaian jemari tinta ini
goreskan suara alam
indahnya sebuah kedamaian.
Merpati.
cakrawala ini akan berpelangi senja
teruslah terbang arungi negeri cinta
titipkan setangkai bunga rindu
di beranda senja menyapa ranah maya
selamat berhujung di senja hari
dari jakarta tuk sahabat semua
di mana saja berada.

HR RoS





--- K E C E W A K U ---

Sia-sia sudah ikrar cinta ini
aku jalin ke dalam dada kasih
ketika dijalan itu aku memelukmu
seluruh pengakuan cintaku
aku titipkan untukmu
tak akan pernah mencari pengantimu
sampai akhir hayatku
air mata kasih sama-sama menetes
rasa tak ingin berpisah.

Kini,

ketulusan yang telah aku berikan untukmu
kau lengahkan, seakan rasa tak bermata.
apalah arti sebuah kasih sayang
hanya kau buang begitu saja
hingga tak pernah di hargai lagi.

Kasih,

ketulusan yang pernah aku pelihara dulu, saat bersamamu
kini telah berbuah kecewa
dengan pengkhianatan yang kau hidangkan ke arena hidupku
pada sebuah persimpangan jalan
kita berbimbing tangan
kau memilih berbelok arah meninggalkanku,
di jalan yang tak berpenerangan
padahal rindu ini,
sangat terlalu parah aku simpan untukmu.

uuuhhhhh...
Sedih ini selalu menyapaku
apalah arti sebuah rindu
yang kini masih tetap ku rasa.

Aku mencoba membunuh rasa ini
biar lara tak lagi membayang ingatanku
oh, kau yang dulu aku puja permata hati
kini kau telah pergi menjauh ke ruang bisu
ataukah kau telah berdua dengan kekasihmu yang baru
tak mungkin aku menggapaimu lagi
kalau itu terjadi..
nyatanya memang aku di khianati.

aahhhhhhh,

Aku telah benci pada janji yang tak sempat di tunaikan
bodohnya aku,
mencintai yang tak semesti.

Luka ini semakin berdarah pedih
ketika kau mengucapkan kata berpisah
aku ingin melupakan semuanya yang pernah terjadi denganmu...

untuk apalagi aku menunggu yang tak ada
karena kau telah pergi berjalan jauh
tinggalkan aku.
oh, aku yang terlalu mencintaimu.

HR RoS






___________MARJINAL
MENGEJAR CITA...................


Tubuh lusuh kuyup bermandi peluh
iringi langkah kaki terasa berduri
mimpi indah tersasar tak bertujuan
lewati lorong-lorong sepi
panas dan hujan di lalui
tak terasa bermandi duka.

Duh takdir ini,

Diantara sikaya mencibir hina
simiskin dengan pulungan di pundak asa
wajah murung kumuh dan kusam
menyembunyikan haus dan lapar
Seringkali perut ini kosong membuat badan ini gemetar
tapi tetap saja hidup bermaruah berbudi.

baju lusuh menutup kurusnya tubuh
Jauh langkahkan kaki ditengah kota
rumah-rumah berpagar istana mewah
seakan berdiri angkuh menanda siempu gila.
anak sikecil itu tertunduk dalam rasa
menghadirkan ada pesona cinta dalam cita
meski kemiskinan pakaian dirinya.

Adikku yang cantik senyumlah sayang,

Kita berkelana mengapai mahkota cita ditengah kota ini.
biarlah tubuh ini lusuh,
berpeluh tergurat pilu
wajahmu yang cantik, semangatkan aku mengejar mimpi.
Sabar ya dik,
Semoga marjinal ini segeralah berlalu
Kan kuhapus rona-rona pilu diwajahmu
aku ayunkan terus langkah ini meraih cita untukmu
semoga pulungan ini berbuah mutiara kelak
dan akan aku persembahkan untukmu adikku,
adikku yang ku cinta, sabar ya sayang.
hapuslah airmatamu itu,
jangan kau gurat rindu akan sesuatu yg telah berlalu....
jangan kau sulam hidup ini dengan pilu
meski ibu tiada lagi disampingmu...
senyumlah adikku sayang.

HR RoS





LILINKU YANG HAMPIR PADAM


Telah sunyi malam ini
diksiku belum juga selesai di tuliskan
lilinku hampir padam
rasa ini mulai resah,
temaram itu mengintai di ujung gelap
yang akan membungkusku pada kelam.

Larik larik cinta yang tadi terpasung
kini mulai bangkit
tapi,
aahh....
tintaku nyaris tak berwarna
lembaran kertas putih yang biasa
tempat mengadu pasrah
meski lukisan hatiku tak lagi jadi ceria.

Bertanya kepada ilusi
mengenang cinta ke masa silam
hayalku terbawah arus ke masa lalu
mencoba memetik histori jadikan kenyatan
telah mustahil impian terwujudkan.

Ah lilinku,, bertahanlah sekejap lagi
biarkan terselesaikan goresan ini
menitip sepucuk surat puisi pada awan malam
meski malam ini,
pertanda di dada langit akan turun hujan.
bertahanlah....!
meski malam ini dingin
temanilah tintaku
biar lara larik ini selesai ku luah.

Semoga tidurku lelap
tak lagi di kejar janji pada suatu puisi
tentang lilinku yang hampir padam.

HR RoS
Jakarta, 23-5-2016, 22:40

Tidak ada komentar:

Posting Komentar