RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 02 Mei 2016

Kumpulan Puisi Riri Eka Putri - MIMPI


MIMPI

Bila mencintai mu hanya mimpi
Biarkan ku tertidur
Bila rasa ini tak pernah di hargai
Biarkanlah kuberlalu pergi

Biarkan rasa itu mati
Jangan panggil aku untuk kembali
Agarku tak terbangun dari mimpi
Biarkanlah tetesan embun itu temani petang ku . biarku nikmati senja itu

Jiwa ini lelah
Rasa ini tak bisa ku pungkiri
Asa ini kian sia sia
Dimanakah cinta sejati itu

Semakin ku dekap
Semakin ku terluka
Ku coba menjauh
Luka semakin menganga.





***SERIBU TANYA KOYAKAN LUKA***


Seribu tanya ku ukir di gelap nya malam
Sejuta kisah ku pahat di lubuk hati
Saat semua harus menjadi cerita

Ujian itu semakin menikam perih
Jalan yg ku lalui kini penuh kerikil tajam
Yg selalu melukai setiap langkah ini

Aku lelah dg semua ini saat kebaikan harus di pertanyakan
Biarkan ku rengkuh asa ini
Mencicil rumah di syurga nanti

Duhai hati.....
Kemana hendak ku sembunyikan semua ini
Jiwa ini rapuh
Aku telah sembunyi dlm terang pun tak tertampak tapi kenapa harus selalu di pertanyakan?
Oh jiwa jiwa pendengki.....
Kau semai pasti kau tuai
Aku bak lara dlm bahagia ku.





***BERLALULAH BERSAMA WAKTU***

Jalan ini semakin licin dan sunyi
Selepas mendung menggelayuti hati
Tiada lagi sapaan hangat mesra dulu
Yg terselip hanya pedang di setiap sayap
Nostalgia itu.

Aksara itu semakin menusuk perih
Di manakah kebersamaan yg dulu indah
Yg selalu bersama saat duka menyapa

Semua pergi hilang di telan ego nya diri
Bait bait rindu itu pun kini menyulam perih
Menusuk hati ,sapaan hanya sekedar basa basi,

Biarkan lah waktu ini berlalu membunuh semua kenangan itu.
Tepian hati ini semakin terkikis
Diri ini tak bisa di dustai

Oh waktu berlalulah
Biar ku obati perih ini sendiri





***RINDU MAMA***

Kerinduan ini selalu saja menjadi selimut
Malam ku, rasa ini mengikat ku erat
Di penghujung malam ku terjaga dalam bayangan mimpi semu.
Kembali ku bersujud di sajadah panjang MU

Saat pagi menyapa
Ku pandangi jalanan dari beranda
Hamparan hijau yg mulai menguning
Menambah indah nya suasana pagi
Namun kerinduan ini terus saja menyapa

Mama......
Adakah rasa itu juga kan sama
Ma setiap waktu ku selalu berdo'a untuk mu
Agar mama selalu bahagia di sana
Bermain bersama bidadari syurga

Dan jika waktu itu telah tiba
Kita kan selalu bersama selama nya.





***PENA USANG***

Ku lukis malam bersama bintang bintang
Ku kanvas kan dg pena usang
Tertitip tanya dalam diam
Sanggupkah malam menemui pagi

Kunang kunang cinta menari mesra
Malam pun merangkul mesra bumi
Seakan enggan menemui pagi

Aku yang terpana kini
Menunggu sapa dlm sunyi
Berharap mentari akan kembali
Bersenda dg ku di alam mimpi.

Rasa yg terbelenggu
Di pelantara sunyi ku titip rindu
Pada koloni awan ku titip pesan
Pada satu janji ku tetap menunggu

Pena usang ini selalu saja ingin menari
Menyapa mu saat tak kembali
Denting dawai ini selalu nyanyikan
Lagu memory.

Semua ku sulam sendiri
Walaw kadang terkoyak oleh waktu
Ku coba renda kembali.
Di ujung waktu ku kan selalu menunggu
Sampai kau kembali lagi

Bersama kita menari
Menuai indah nya hari.
Walaw terkadang hanya mimpi.




BUNGA DI TAMAN HATI


Sebuah asa terkikis oleh waktu
Harap yang terperap menuai perih
Kini bunga terkulai lemas
Di padang pasir gersang senyum tak merekah. Melawan takdir hidup nya

Setitik embun pun enggan singgah
Hanya bercerita dengan kabut pagi
Bunga yang malang layu tak tersiram

Kini embun memeluk bunga di taman hati
Selalu bersama menyambut pagi
Hiasi asa dengan mimpi yang indah
Seolah waktu tak ingin berganti

Bahagialah Dikau bunga di taman hati
Semerbak mu mewangi
Menjerat embun selalu menemani
Mentari pagi ikut tersenyum
Bunga ditaman hati
Mekarlah sudah.






KAU DAN AKU


Kau hadir dalam cerita hidup ku
Langkah mu mulai ikuti jalan yg ku lalui
Serasa hati ini terbang bersama mu
Ke ujung rindu yg mulai kita rajut
Di senja memerah kau tebar pesona

Seminggu sudah kita bersama
Lewati hari dengan sejuta cerita
Jiwa ini mulai terisi oleh canda
Kau genggam tangan ku
Ku dekap mesra uluran mu

Kau berucap dengan tulus nya
Aku pun berkata dengan polos nya
Kita tak tau entah apa yang sedang terjadi
Antara kita berdua mulai ada getar getar cinta.





TERPAKU DALAM GORESAN MAYA

Bila waktu berlalu telah tiba
Dan bila mungkin semua harus terjadi
Jangan menggores kertas dengan tinta merah. Bermanis kata menusuk perih
Seoalah esok tak bermentari
Jangan terlalu terpaku dengan goresan ini
Aku hanya menatap mentari di kala pagi
Senja ku telah damai bersama sebuah hati
Takdir itu telah indah menuntun ku
Aku takan ternoda oleh canda
Yang tersiratku telah tersurat
Ke hati malaikat penuntunku

Terkadang jemari lentik ini menari sesukanya
Bersuara tak bermakna
Jiwaku tegar

Kesunyian hanya menyapaku di bawah naungan kamboja merinduku dg ibunda
Air mata ini menetes tak terbendung
Bila nyanyian ini sendu karena itulah iramaku.




SEMATKAN SAJA RINDU ITU
PADA MALAM YANG BISU


Berlalulah dengan mendekap rasa
Membungkamlah dalam maya
Meluahkan hanya menambah pilu
Mendekap menuai luka

Jemari berhentilah menari
Jangan menggores rasa dalam maya
Biarkanlah rasa itu tak bersuara

Jangan titip rindu pada semilir angin
Sematkan saja pada malam yang bisu
Biarkan rasa itu terbang bersama angin
Tetaplah membisu di ujung rindu

Biarkanlah ruang rindu itu semakin kelu
Berlarilah meninggalkan mimpi semu
Melagulah tanpa irama
Biarkan kelu berpadu

Mentari teruslah berbagi
Bila mungkin jalan itu telah sepi
Biarkanlah kenangan itu berlalu
Tanpa harus mengalunkan lagu memory





RAHASIA MU BEGITU SULIT
UNTUK DI TERJEMAH KAN

Ketika hanya air mata yg bercerita
Terkadang senyuman sebagai penawar nya
Aku bagaikan menggengam bara api dlm setiap langkah ku
Di manakah kebenaran itu saat semua harus di pertanyakan.....

YA Illahi Rabb...
Telah ku lewati semua jalan yg penuh duri
Mungkinkah masih tersisa ruang untuk ku
Sungguh.....perjalanan ini begitu berat bagi ku. Tapi aku akan tetap melangkah

Walau beribu cerca mendera
Biarkan lah murai itu berkicau

Rahasia MU begitu sulit untuk ku terjemah kan ,tapi aku akan tetap bertahan
Walau jiwa ini tertekan tetap kan kulalui setiap ujian MU
Sampai batas waktu memanggil ku




KOTA KENANGAN

Ku injakan kaki di gerbang kota ini
Hilangkan rasa lelah yang sering menyapa
Karena rutinitas yg terkadang membosan kan
Ku nikmati indah nya ciptaan MU
Kota ini.....kota kenangan, sejuta cerita ku renda di kota ini.

Kota tua.....
Kau masih terlihat indah walaw beribu debu menjamah , lambaian hangat bunga bunga dipinggir jalan itu masih seperti 20 th yang lalu.

Kini.....
Aku berdiri di sini menjemput asa permata hati , untuk bekal hidup nya nanti
Kini ku lalui jalan ini dlm pesona berbeda kini
Tak terasa waktu ini begitu cepat berlalu.





FRAKTUR HEPAR


Saat tetesan infus mengaliri tanda kehidupan
Diagnosa itu telah terdeteksi
Tertulis indah di lembaran visite

Tiada penyakit kronis
Hanya serangan akut

Walau terkadang penyakit menular
Berbasis masyarakat sering menggerogoti
Jiwa, namun cepat lenyap walaw tanpa penawar.

Sistim kekebalan imun masih berlandaskan iman
Terkadang diagnosa sering meleset
Oleh yg bukan profesional





KOTA KENANGAN

Panas mentari menyengat kulit
Tak mampu keringkan luka
Senja yang merayu, angin mendesah syahdu
Tak mampu menghapus air mata
Ku coba menghalau duka
Dekap erat daku
Bisikan lembut cinta mu
Satukan asa dalam raga.

Malam yang indah bermandikan cahaya
Berpadu menyatu hangatkan jiwa
Anganku seakan terbang bersama putaran waktu.
Andai malam ini hari yang ku tunggu
Aku tak kuasa menahan rindu

KOTA INI.....
Kota yang membuatku tegar
Kota yang telah menuntunku menemui takdir
Ku coba melukis tentang semua kenangan itu. sahabat, cita, cinta

Saat ku kembali kesini
Aku hanya bisa memandangi jalan memory
Dengan seulas senyum kerinduan
Kala senja menyapa, aku tak bisa lupakan semua
Biar ku dekap erat kenangan ini
Oh..........kau dimana????





DI SUDUT SENJA


Di sudut senja yg kian memerah
Ku lukis potret cerita mu dalam maya
Saat itu kau masih menggenggam mimpi bersama nya.

Rindu mu tak pernah pudar
Bagaikan embun yang selalu ingin singgah di kelopak bunga,
Ku coba tulis tentang cerita negri di awan
Pena ku pudar tak bewarna
Kini.......
Kerinduan terus menyapa
Mengukir membelenggu jiwa
Bunga disini layu tanpa tetesan embun
Membiarkan malam sepi tanpa rembulan

Kasihan sekali dengan kisah ini
Jiwa yang merindui cerita misteri
Kau lelapkan ia dalam harap
Membawanya larut dalam mimpi" semu
Seakan menari bersamanya di ujung waktu

Oh........
Sanggupkah asa ini menjawab semua mimpi
Sedangkan pendayung telah patah di hempas gelombang.
Yang telah pergi tak usah di tangisi
Mari bersama kita bercengkrama kembali
Di pantai cerita kita.

Camar di pantai kota ini
Selalu menunggu masa indah yang dulu
Pernah koyak oleh ego nya waktu
Buih air yang menepi rindu akan siulan elang itu lagi bermain bersama camar di pantai ini.





KECEWA


Nama mu masih ku ukir di sini
Di relung hati yang paling dalam
Masih ku rasakan hangatnya pelukan
Dlm cerita rindu semalam

Namun semua itu hanya semu
Di saat kau semakin jauh dan pergi
Acuh kan ku dlm setiap kenangan itu
Seruling melodi rindu
Iringi gontai langkah ku

Ah....
biarlah puing puing kenangan itu
Kusulam sendiri
Takan kubiarkan menjadi debu
Kini tak kurasakan lagi hangat pelukan mu
Tak kulihat lagi pelangi di mata mu

Malam....
Berlalulah.....
Biar ku dekap pagi bersama mentari
Kubasuh luka bersama mimpi




IRAMA DAWAI USANG


Nuansa pagi ini merangkul mesra bumi
Memberi nafas untuk aku bernyanyi
Melodi yang membwaku hanyut pada masalalu

Setiap lirik nya adalah denting hatiku
Iramanya adalah hidup ku
Aku bernyanyi bukan untuk siapa siapa
Bait bait nya terlukis dari kesunyian hati

Denting dawai melodi teruslah bernyanyi
Sampai rasa ini berlalu pergi
Aku masih disini mendengarkan dawai usang menusuk piluku bagai malam yg terus
Membungkam

Gemericik air menerpa perih kesedihanku
Membuang selimut rindu
Mennggu fajar merengkuh pagi ku.

‪#‎dalamdiksisenjamenyapa‬#





SEPUCUK SURAT BUAT KEKASIH


Kembali kugores lembaran usang ini
Kutulis sepucuk surat untuk mu
Kutitp kepada merpati putih cinta kita
Sering kunikmati kesepian ini dengan
Nada nada mimpi, membiarkan rindu ini
Bersemayam didasar hati

Siang ini bisu, pucuk pucuk cemara terpaku
Kicauan burung tak merdu. Membawa diri ini
Hanyut dalam tanya
Entah kau juga merasa hal yg sama

Diri ini lelah temani kesepian ini
Dahan dahan cinta di hati mulai membungkam
Menunggu balasan suratmu tak pernah tiba

Bila puisi ini tak mampu mewakili perasaan ini biarkan ku berlalu pergi
Bila kau harus memilih dia
Bantu aku membenci waktu





SUNYI

Kupeluk sunyi diladang puisi ini
Menunggu cinta hanya menjemput kecewa
Kurengkuh kesepian di hujung penantian
Menguburkan rasa ini di jurang keabadian

Kusimpan semua lara kutepis semua
Kenangan bersamamu hati ini terbang dari sayap yang telah patah.

Aku lelah dengan semua ini
Hati ini telah dingin api mana yang mampu
Menghangatkan...

Hati mu telah terbang
Pergi bersama nya merenda kisah semu
Di benua tak bernama kau reguk asa

Oh.....samudra biru....hentikan riak gelombang mu
biarkan sunyi menikam ku





RINAI TANGIS DALAM LARA


Gerimis bertaut menyambut pagi
Awan masih menggantung kelabu
Rinai yang jatuh jadi tangis di mata.
Kelabu, beku seperti membatu

Puisi adalah aku, aku bercinta dengan kata
Bercumbu dengan bait nya
Terbangun oleh goresan alunan nya

Aku benyanyi menghibur diri
Laranya adalah hari hari ku

Aku hanya melagukan denting suara hati
Merangkai aksara dengan kanvas putih
Yang lama tak tersentuh oleh jemari nakal ku

Entah sampai kapan aku berhenti
Aku menari dan menari
Menciptakan tarian rindu padamu ibu.





BIARKAN KULUKIS PELANGI UNTUK MU


Fajar tertepis hangatnya sinar mentari
Walau hati ini ingin mendekap pagi
Terik mentari takmampu keringkan lukaku

Hari hari berlalu terasa hampa
Terkikis oleh kesunyian jiwa
Aku seolah bercengkrama dengan ilalang maya setiap aksaranya ngangakan luka.

Tenggelamkanku dalam fatamorgona
Inginku lukis pelangi di sepanjang perjalanan waktuku hanya untukmu ,dan saat senja menyapa ku hanya ingin menyaksikan
Kilauan emas di kaki bukit bersama mu
Bercerita tentang kita.

Namun gelap itu menghapus semua asa ku
Mematahkan gemulai jemariku
Inginku teriak membuka pintu langit
Namun kelam itu semakin pekat

Aku kehilangan kendali
Gelombang itu menggulung tubuhku
Aku terhempas ketengah samudra
Tak satupun yang bisa kugapai

Rinai tangis kini menjadi airmata
Dingin dan bekukan jiwaku
Kupahami gelap dan terang
Tapi irama syair itu terus kelabu
Memamah jiwaku

Oh....waktu....
Sanggupkah aku?????
Mengobati lara itu sendiri????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar