RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 28 Juni 2016

Kumpulan Puisi Alex Wahyu - AKU TERPAKU MALAM INI


Kutuang keindahanmu kedalam sebuah buku. kukirimkan rindu yang tengah mengambang, bercampur bersama udara, menghantarkannya kepadamu, melewati beberapa satelit, mencari sinyal dan jalan pintas untuk sesegera bertamu ke rumahmu.

Aku terpaku malam ini, dengan membaca buku dan menikmati secangkir kopi.
Gurauan kucing betina dan sinkronisasi para kunang-kunang. Kentongan kayu dengan nada teratur menunggu waktu untuk kita saling bertemu.

~Alex Wahyu~


------------------------


Kutuang keindahanmu kedalam sebuah buku. kukirimkan rindu yang tengah mengambang, bercampur bersama udara, menghantarkannya kepadamu, melewati beberapa satelit, mencari sinyal dan jalan pintas untuk sesegera bertamu ke rumahmu.

Aku terpaku malam ini, dengan membaca buku dan menikmati secangkir kopi.
Gurauan kucing betina dan sinkronisasi para kunang-kunang. Kentongan kayu dengan nada teratur menunggu waktu untuk kita saling bertemu.

~Alex Wahyu~


-------------------

Apakah kau masih ingin menari?
Berpuisi mungkin? Atau Bernyanyi menikmati pertunjukan dramanya Dante Alighieri "Divina Commedia"
Dan, dan Berhalusinasi tentang keluarga Medici? Dimana "Birth of Venus" Botticeli lukisan sensual yang di gantung di atas ranjang pengantin sepupunya.
Bisa juga kau resapi "Pieta" dan "David", dua patung yang di pahat Michelangelo, "Boboli Gardens", sebuah taman yang akan membawamu ke ""Palazzo Pitti"
Benteng batu yang menjadi kedudukan keluarga Medici,
Kota tua dengan bocah bertato, sebagian pengunjung yang menghisap cerutu.

~Alex Wahyu~

Sabtu, 18 Juni 2016

Kumpulan Puisi On - KISAH KLASIK


ini hanyalah tentang sebuah kisah klasik
yang pernah tergores indah dalam tawa
segerombolan anak berlari dengan lincah sambil berdendang
lirik sebuah lagu lawas
"tawa dan tangisnya yang ku dengar sama merdunya, ataukah memang aku tak tahu senandungnya"
yah, tak ada pembeda diantara keduanya
sama-sama nikmat kurasa
terpancar indah dalam sepasang mata hitam pekat
seakan berkata
ini hanya kisah klasik.........


-------------------------------



masih terlalu dini kau tertidur
tertidur dalam duka lara
bagai teriris sembilu
terdiam membisu, tapi kau tak lagi tertidur
melepas lelah dalam dekapan abadi
gemericik air membasahi tanah gersang
bau tanah yang khas bercambur aroma kemboja yang menyengat
seolah turut terluka
mengantarmu memulai senja nan baru
kicauan kenari yang kemarin terdengar begitu indahnya,
kini seperti nyanyian yang perih



------------------------------------------

ini lukanya
duka dalam tawanya yang pilu
mengapa kau ragu ?? Jangan risaukan tentangnya...
dia tetap bahagia di dalam ketidak bahagiaannya
dia tetap tegar dalam rasa sakit yang mendera
ia terlalu tanggu menantang hari
mengejar senja yang pergi berlalu
dan menghilang menjauh pergi....
mungkin dia tak mau membagi luka...
Ia masih kuat mengejar hari yang kan datang..

Kamis, 16 Juni 2016

Kumpulan Puisi Qee Shaqayeq - KIRIMAN MASA LALU


*Kiriman Masa Lalu*

Pada sebatang hari yang menuju senja
terbuka sebuah lembaran-lembaran usang
Yang menyimpan kisah yang pernah memenuhi bilahan hari
Segala hal yang nampak indah
atau hanya di indahkan saja...

Angin lembut memulai cerita
Matari berbinar di pipi senja
Mulai menguak satu demi satu
rona kepalsuan yang pernah kau indahkan
lalu aku, hanya tersenyum mendengarkan...

Apatah lagi yang harus kulakukan?

Sungguh, benarlah sebuah pernyataan
Kepalsuan kan digilas waktu dan waktu akan mengungkapkan segalanya dengan terang.
Seterang matari yang berbinar di pipi Senja.

_Shaqayeq, 8 Juni 2016_





πŸ’₯ Namaku "Tatte" πŸ’₯
✍ ShaqaYeq


Namaku Tatte. Hidup di sebuah kota bernama Bone, Sulawesi Selatan. Sebuah kota yang dikenal dengan sebuah kota "Pangadereng" alias kota "Beradat" yang dalam pemaknaannya adalah menjunjung tinggi kehormatan dan adab. Ya kesopanan dan nilai-nilai kemanusiaan yang lain.
Meskipun kini, kata itu hanyalah menjadi sebuah simbol dan tak lagi mempunyai makna kecuali pada segelintir orang. Zaman... begitu cepat bergulir dan merubah segala hal dengan mudahnya.
Namaku Tatte. Aku lebih banyak tak mengerti. Zaman memang berubah. Tapi tak ada yang berubah dariku kecuali hanyalah usia yang semakin bertambah. Usiaku mungkin 35 kini. Aku pun sudah tak terlalu mengingatnya.
Namaku Tatte. Aku bahkan tak mengerti arti namaku. Entah apa maksud orangtuaku memberi nama itu. Namun aku bersyukur, aku masih punya nama. Dan orang-orang bisa memanggilku dengan nama "Tatte".
Namaku Tatte. Kau bisa menemukanku di persimpangan-persimpangan lampu merah. Dengan dandanan yang kurasa membuatku lebih menarik, aku tak tahu bagaimana kalian melihatku. Aku hanya ingin tampil menarik disaat kalian memberiku kepingan logam atau lembaran-lembaran ribuan di wadah-wadah yang telah kusiapkan ditanganku yang tak sempurna.
Dengan menjual suaraku bukan diriku. Maaf, jika tak sengaja ku menabrakmu. Ya, penglihatanku pun tak sempurna.
Ya. Namaku Tatte. Seorang pengamen. Yang lebih akrab dengan rasa lapar dan haus. Lebih akrab dengan debu-debu jalanan, lebih akrab dengan caci maki, lebih akrab dengan cibiran-cibiran, lebih akrab dengan nada-nada merendahkan, lebih akrab dengan tampikan bahkan.
Sekolah? Jangan tanyakan hal itu. Bermimpi sekolah pun aku tak berani. Tapi kini aku mendengar, pendidikan sudah tak punya arah. Sekolah tak lagi menjadi tempat orang-orang beradab. Guru-guru tak lagi dihormati. Haruskah aku bersyukur karena tak pernah sekolah? Mungkin.
Namaku Tatte. Yang ku tahu hanyalah aku harus mengamen. Mencari sumber penghidupan. Mengumpulkan rupiah untuk makan. Begitulah kata orangtuaku. Aku harus bekerja.
Namaku Tatte. Aku bahkan tak tahu apa yang telah terjadi padaku. Aku merasakan sakit yang luar biasa. Mungkin ini yang disebut sekarat. Tp aku hanya bisa pasrah. Mengharap kasih Tuhan segera menggapaiku. Tak ada yang peduli padaku kecuali Tuhan bukan?
Tak ada mata yang ingin melihatku. Melihatku? Ah, itu lagi-lagi hanya sekedar mimpiku. Melirikku saja mereka enggan. Mereka lebih peduli pada diri mereka masing-masing. Semua orang telah menjadi individualis. Seolah kehidupan ini hanya mereka jalani sendiri saja tanpa orang lain.
Tapi aku bisa apa? Berontak? Siapa yang akan mendengar kecuali Tuhan Yang Esa yang kusebut Allah? Pemberontakanku takkan mampu menahan laju semua itu. Semua tetap pada kondisi semula. Individualis, hedonis. Lalu aku? Hanya mereka anggap parasit yang mereka anggap layak untuk dibuang.
Maka aku memilih tetap berdiri tegak, melantunkan satu dua lagu dilampu merah. Menyodorkan kantung bekas bungkus permen atau aqua gelas, kesetiap pengendara yang sedang menunggu nyala lampu hijau.
Namaku Tatte. Aku masih merasakan kesakitan itu saat mereka datang. Sekelompok anak muda yang entah siapa dan darimana. Mereka datang menghampiriku. Memanusiakanku. Setelah ku berfikir bahwa tak ada lagi manusia yang berjiwa manusia. Tak sepenuhnya benar. Anak-anak muda itu datang. Memberiku makan. Memberiku pakaian. Membalut luka-lukaku. Didunia ini masih ada kepingan hati nurani yang tersisa dibalik dada anak-anak muda itu.
Namaku Tatte. Anak-anak muda itu telah mengakrabi namaku. Anak-anak muda pecinta buku. Tapi yang ku tahu saat ini, Mereka tak hanya mencintai buku. Tapi juga mencintai kemanusiaan yang telah lama hilang dari sekelilingku. Kemanusiaan yang hampir memudar dibumi.
Mereka memberiku tempat tinggal berukuran 1x1 m. Aku mensyukuri itu. Sebab aku tidak lagi kepanasan dan kehujanan di trotoar-trotoar jalan. Tempatku beristirahat selama ini.
Namaku Tatte. Anak-anak muda itu telah mengakrabi namaku juga aku. Mereka senang mengunjungiku. Bahkan membawaku jalan-jalan mengelilingi kota dengan becak. Hal yang
juga tak pernah ku impikan sebelumnya. Aku tak pernah berani bermimpi. Begitulah, Anak-anak muda itu ingin menghiburku. Seolah ingin bersamaku melawan dunia yang bengis terhadap orang-orang miskin dan terlantar sepertiku. Terima kasih anak-anak muda.
Namaku Tatte. Anak-anak muda itu telah mengakrabi namaku. Membuat sesuatu dengan namaku. Sebuah tulisan "Gerakan Peduli Tatte". Rupanya mereka tengah berusaha mengetuk nurani-nurani yang membeku itu. Nurani yang bahkan nyaris mati.
Aku mendengar mereka berbicara. Seharusnya aku dipelihara oleh negara.
Negara? Aku bahkan telah benar-benar lupa jika aku punya negara. Siapa yang sudi memberi tahuku apa nama negaraku ini? Atau biarkan saja aku tak mengetahuinya sama sekali.
Namaku Tatte. Jangan tanyakan namaku pada budak-budak demokrasi yang lebih suka tidur diruang rapat. Mereka tak kenal aku. Mereka hanya peduli dengan perut mereka sendiri.
Namaku Tatte. Dan inilah aku.
※ The end ※

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Catatan Penulis :
Tatte. Sejak kecil adalah seorang pengamen. Hingga sekarang. Teman-teman dari penulis menemukannya dijalanan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Tangan luka sampe menembus tulang, kulit terbakar oleh sengatan matahari.rambut acak-acakan dengan permen yang menempel.
‪#‎Teringat‬ sebuah pasal dari UUD, Pasal 34 ayat 1 berbunyi tentang : Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara.
Ah, apa gunanya Undang-undang itu? Jika masih banyak Tatte diluaran sana.
Sekarang masihkah berfikir bahwa Pancasila dan UUD itu telah cukup bagi indonesia?
Jika kau jawab Ya, tentu tak akan pernah bisa kutulis tentang ini sebab takkan pernah kami temui seseorang yang bernama Tatte di lampu merah dengan kondisi yang mengenaskan.
#Teringat percakapan dengan seorang ummahat di bumi khilafah.
Penulis : Bagaimana kondisi disana um?
Ummahat: Bom-bom terus mengintai kami... berjatuhan dari atas kepala kami. Kami tak bisa keluar dari rumah.
Penulis: Hasbunalloh wani'mal wakil. Bagaimana dengan keperluan-keperluan antunna?
Ummahat: Petugas yang telah ditugaskan oleh kholifah yang akan datang menemui kami, menanyakan keperluan kami dan membelanjakan kami.
Maa syaa Allah. Lihatlah perbedaan yang sangat jelas. Ketika sebuah negara diatur oleh sistem Islam. Kekhilafahan. Dan negara yang diatur dengan sistem kufur bernama demokrasi.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Daulatul Islam... Baaqiyaah...!!!!!
Channel MutiaraAhluTauhid2

Kumpulan Puisi Andreant Hanif -BUTIRAN SALJU DI MATA KU


SANG PEMUAS NAFSU KU
By: Andreant Hanif


Aku mendekati mu
kau diam membisu
Aku merengkuh
kau diam pasrah,,,
Aku membawa mu
dalam peluk ku
kau tak bergeming...
saat jari jari nakal ku
dengan penuh nafsu
membelai mu,,, menyentuh mu,,,
kau menjerit mengeluarkan desahan suara indah mu...
membawaku kealam hayal ku...
melodi desahan nafasmu,,,
memuaskan hasrat tunggal ku
melengking membelah malam
memukau semua yang mendengar,,,
sebuah dendang lagu lama
keluar dari mulut ku
symponi indah yang tak terlupa
terimakasi pemuas nafsu ku
sang GITAR TUA hadiah dari ayah ku





BUTIRAN SALJU DI MATA KU
By : Andreant Hanif


Waktu,,kenapa engkau terus berputar?
Selalu sama, tidak pernah engkau jawab

Hari akan kembali ke awal
tapi dirimu tak pernah mempunyai cerita yang sama
selalu berbeda walau nama sama

Aku selalu berkata
kenapa , mengapa dan salah siapa

aku hanya menjawab tanpa aksara

hanya butiran salju
yang mencair hangat dari mata
membelah pipi sampai terjatuh ke tanah....





DIAM LAH DALAM DIAM MU
By H Andreant hanif


Tanpa kau ungkapkan!
Tanpa kau ceritakan!
Tanpa kau sebutkan!
Aku bisa mengartikan!

Aku hanya butuh ceritamu
tuk menghias canda tawa diriku
menghias alur cerita mu
memperbaiku ejaan kisah mu

Aku lelaki yang mengajari mu
isi dunia dan isi kepala
aku lelaki yang menjaga mu
dari hinaan dunia
dan hinaan isi kepala manusia

Tapi, kenapa kau selalu menutupi
cerita yang telah kuketahui?
tidak cukup kan semua bukti
dar masa lalu mu wahai puteri?

aku lelaki itu
lelaki yang membawa mu
mengerti arti dari sebuah mimpi
mimpi untuk selalu di hargai

Tapi, mengapa engkau selalu ingin di caci??
tak di hargai,,,
tak di perlakukan suci
walau untuk sebuah sentuhan jari
yang mampu membakar birahi ilusi

Dont worry

Kumpulan Puisi dan Cerpen Tguk Klasbungamatahari - KONDOM


"Dinar bikin masalah di sekolahan mas.."
Sesaat setelah pintu terbuka, Rina menghambur mendekatiku.

"Apaan sih? Dateng-dateng nyamber aja.."
Aku pura-pura tak terkejut. Mataku tetap lekat ke sepasang ikan cupang yang bergumpal hampir seperti bola. Sesaat kemudian cupang pejantan itu terjatuh dari gumpalan. Melayang lemas ke dasar aquarium. Sedang betinanya kaku dipermukaan air. Menyemburkan ratusan butiran telur yang baru saja dibuahi dari perutnya. Dan cepat sang Jantan tersadar. Kembali memunguti butir demi butir telur dengan mulutnya, disimpan dalam rahangnya untuk disemburkan kembali pada sarang busa buatannya sendiri di permukaan air.

Tapi sebentar..dari kaca aquarium aku melihat wajah cemberut Rina. Rupanya dia masih menunggu reaksiku.

"Tu kan..pura-pura nggak denger deh.."sungutnya.
"Iya, apaan..ngomong tinggal ngomong aja..mas dengerin.."jawabku.
"Sekarang mas jujur aja sama Rina..mas udah ngapain aja sama Dinar?"
"Yaa Allah..ngapain gimana maksud lo?"
"Jujur lah mas..jangan sampe ujung-ujungnya besok cuma bikin malu keluarga kita.."
"Aah..ada aja lo mah..suka nuduh gue yang nggak nggak aja."
"Sekarng mas dengerin ni baek- baek. Si Dinar pacar mas tu..tadi pagi dia berdiri di depan tiang bendera. Di tengah lapangan upacara. Sambil nangis sesenggukan. Sambil ngemut kondom!"
"Hah!

"Astaghfirullahal adzim..beneran tu?"
"Serius..sambil diup-tiup bikin gelembung..kayak maenin permen karet..."

Kali ini aku baru betul-betul terhenyak.

***
"MESTINYA BINATANG ITU PAKE KONDOM.."

Rina bilang itulah kalimat yang berulang keluar dari mulut Dinar disela tangisan pada peristiwa siang tadi. Kerna kalimat itulah Rina berprasangka buruk terhadap aku. Berulang kali aku menegaskan kalau bukan aku yang melakukan hal itu. Tapi sorot mata Rina masih saja sinis mencurigai aku.

Sampai malam ini aku tak bisa tidur. Setelah tadi Ibu pun menyidang dan menceramahi aku. Meski akhirnya beliau percaya dengan sumpahku dibawah al qur'an. Tapi sungguh kejadian siang tadi menghantui pikiranku malam ini.

"Ibu nggak mau anak ibu masuk berita televisi jam 11 pagi..kasihan arwah bapakmu nak. Jangan sampai tak tenang di alam sana. Kalau anak lelaki satu-satunya berulah memalukan seperti itu !"

Itu kalimat terakhir Ibu sebelum beliau menangis memelukku.

***
Dinar masih duduk di kelas 3 SMP. Sekelas dengan adekku Rina. Cuma anak gadis biasa saja. Gadis baik-baik, meski bukan bintang kelas atau juara umum. Tapi prestasinya tidak begitu memalukan. Tetanggaku sekampung pula. Awal hubunganku dengannya pun sebatas kakak adik saja. Tapi memang Dinar datang dari keluarga yang kurang harmonis. Ibunya pergi jadi TKW di Kuwait semenjak Dinar masih kelas 6 SD. Himpitan ekonomi memaksa dia meninggalkan anak satu-satunya. Kerna Ayah Dinar bertabiat buruk. Dia penjudi, suka memukul dan gemar mabuk-mabukan.

Ironisnya sepeninggal sang istri ke Kuwait. Tabiat buruknya bukan berkurang. Tapi malah semakin menjadi. Setiap menerima transfer uang dari istrinya, selalu dihabiskan untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Bahkan sekarang dia menjadi pecandu shabu. Juga memelihara istri simpanan. Hingga uang yang sekiranya untuk beaya hidup Dinar menguap saja tanpa guna. Begitu terus berkelanjutan sampai Dinar SMP.

Tapi Dinar bukan anak yang mudah berputus asa. Dia rajin membantu tetangga untuk sekedar menyetrika baju, bahkan setiap sore sampai jam 10 malam Dinar bekerja di kedai bakso milik bibinya. Itulah yang membuat aku kagum dengan pribadinya. Bermula dari benih kekaguman
yang sengaja kutumbuhliarkan. Rasa itu perlahan menjelma jadi cinta. Ditambah pula Dinar selalu datang untuk curhat padaku bila ada masalah. Lambat laun hati kami pun berpaut.
***

Belakangan ini Dinar sering datang dengan tangisannya. Ada lebam di wajahnya. Menceritakan perilaku kasar Ayahnya. Sering pulang dalam keadaan mabuk dan mulai memukulinya. Berulang kali dibatas geramku aku menyarankan untuk melaporkan hal itu ke Polisi. Tapi Dinar menolak.

Hingga sebulan yang lalu, Dinar datang. Dengan lebam dimatanya lagi. Tapi kali ini Dinar diam saja. Hanya menatap wajahku dalam-dalam. Kemudian memelukku sambil menangis.

"Mas..maapin Adek ya? Mas baek banget sama Adek selama ini... Tapi mulai sekarang lupain Adek ya.."

Itu kalimat terakhir yang diucapkannya sebelum Dinar berlari menahan isaknya. Tanpa mempedulikan pertanyaan demi pertanyaanku setelahnya.

Semenjak itu Dinar tak pernah mau menemuiku lagi.

***
Malam sudah mendekati dinihari. Saat aku mendengar ribut-ribut suara kentongan dari pos ronda. Aku keluar dan segera mencari tau. Tetangga semua sudah keluar dari rumah masing-masing. Berkumpul di pos ronda.

"Ada pembunuhan! Ada pembunuhan!" teriak orang-orang ramai.

"Di mana?"
"Gimana?"
Jam berapa?"
"Siapa?"

Orang-orang saling bersahut mencari penjelasan.
Dan saat aku mendengar nama Dinar adalah korbannya aku terjatuh tak sadarkan diri lagi.

***
Tiga hari berikutnya. Semua baru jelas. Dinar meninggal jadi korban pembunuhan. Jenasahnya ditemukan bibinya. terlentang telanjang. Kedua tangannya terbentang terikat di kepala ranjang. Wajahnya penuh lebam. Ada bekas cekikan dilehernya. Dari sela-sela pahanya mengalir darah.
Hasil visum dan forensik menyatakan Dinar diperkosa disiksa sebelum dibunuh. Dan yang lebih mengejutkan, hasil diagnosa dokter menyatakan Dinar keguguran.

Polisi menangkap Ayah Dinar satu minggu setelahnya di pelabuhan. Bukti dari rambut genital, cairan sperma dan lainnya mengarah kuat padanya. Dan dari pengakuan Ayahnya, dia sudah berulang kali melakukan hal biadab itu semenjak sebulan lalu. Terakhir dia panik saat mendengar pengakuan Dinar kalau dia hamil.

Dan baru tiga hari Ayah Dinar mendekam di penjara kepolisian. Ayah Dinar ditemukan meninggal tergantung lehernya dililit sarung di jeruji penjara. Semua tahanan lain mengaku tidur saat kejadian itu. Tapi yang jelas semua orang sekampung tau keadaan mayatnya. Penuh luka dan bengkak besar di sela selangkangannya.

***
Aku bersimpuh di sisi makam Dinar. Hanya airmata yang tak berhenti menganak sungai. Aku berharap takkan ada lagi Dinar Dinar yang lain di kemudian hari. Biarlah Dinarku saja yang jadi korban.

Dinar. Gadis kecil. Gadis yang baik. Yang bahkan tidak punya daya untuk sekedar berontak atau melawan keadaan. Terhimpit dan sakit oleh kenyataan.

Selamat Jalan.

The end.
Rengat, awal Juni 2016
Dedicated to korban2 kekerasan seksual di tanah air kami.
STOP KEKERASAN PADA ANAK DAN PEREMPUAN!!!
STOP KEKERASAN. TITIK!!!

Rabu, 08 Juni 2016

Kumpulan Puisi Endang Misnawaty - HILANG


Hilang

Kemana rinduku semalam
Mengapa pergi tanpa bilang bilang
Aku yang berharap pada angin
Anginpun berhembus kencang
Menerbangkan mimpi mimpi yang kuangankan
Aku berharap pada hujan
Hujanpun meluluh lantakkan angan
Dengan badai dan topannya
Hingga tak bersisa untuk kukenang
Aku berharap pada mentari pagi
Ternyata mentaripun hilang
Bersembunyi dibalik awan hitam yang kelam
Dimana,,,, dimana rinduku semalam
Mengapa hilang tanpa jejak temaram
Mentari cuma bisa tersenyum tanpa keindahan
Menyita semua kehangatan
Hujan badaipun telah hancurkan semua harapan
Hingga bersisa puing puing kehancuran
Tak ada lagi untuk dikenang
Sedang angin yang kuharap
Hanya berhembus meninggalkan syarat
Ohhhhh,,,,,,
Harapan kini hanya pada rembulan
Yang menyinari malam dengan cahaya temaram
Mengapa rinduku semalam menghilang
Hingga aku kebingungan
Tinggalah kasih,,,,,
Tinggalah sayang,,,,
Kini hanya tinggal kenangan
Semoga besok rinduku pulang,,,,,,

:::::::::::::::
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
Siantar city 3juni2016
6:20





DI SINI ADA RINDU


Dimalam kelam
Diantara bintang gumintang
Dan cahaya bulan yang temaram
Kau hadir dalam mimpi ditidurku yang indah
Dengan senyum manismu
Kau berharap menyapaku dalam rindu yang menggebu
Aku tersenyum dalam mimpiku
Menyambut kehadiranmu yang penuh harap
Diantara gelapnya malam dan cahaya rembulan
Dan bintang bintang yang bertaburan indah
Disini aku tetap menantimu
Dengan harapan indahku
Selalu untukmu,,,,

==========
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
7 juni 2016 5:39
Siantar city kotaku yg indah




Doa dan Harapanku


Saat hati lemah,,,,
Letih dan tak berdaya,,
Ku hanya pasrah padamu ya Allah
Memohon ampunan dan kekuatan yang tersisa
Bersujud disajadah mohon ampunan
Atas dosa dan salah yang kulakukan
Dengan doa doa sakral yang tak pernah bosan aku lantunkan

Saat hatiku tenang dan gembira
Takkan kulupa bersujud syukur padamu juga
Dengan kebahagiaan dan kekuatan yang telah Kau berikan
Mohon ampunan dan kebaikan akhlak
Agar ku selalu bersyukur atas karuniamu ya Allah
Menyesali semua salah dan silaf yang pernah aku lakukan

Saat aku lupa
Ingatkan aku agar tidak salah melangkah
Untuk menyusuri jalan kehidupan yang Engkau telah gariskan
Meski kerikil tajam terhampar
Jurang dalam mengangnga
Dan tebing curam yang tinggi
Dan semua rintangan yang kau beri
Kau tetap izinkan aku tetap melewatinya
Meski dengan merangkak dan tertatih
Tapi semua dapat terlewati

Ya Allah,,,,
Ketuk hatiku ketika aku lalai
Cubit tubuhku ketika aku lupa bersyukur
Agar aku tetap ingat jalan pulang yang damai
Bersama ketenangan jiwa yang selalu kau ingatkan
Agar aku selalu ingat berbagi
Akan rezeki yang kau beri

Ya Allah,,,,
Dalam sujudku aku mohon ampunan dosa dan silafku
Agar jiwaku tenang dan senyumku mengambang

"""""""""""
By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumaku
Sabtu 18 juni 2016 5: 26
Siantar city


Minggu, 05 Juni 2016

Kumpulan Puisi Hany Juwita - AGAR KAU MANDI


AGAR KAU MANDI

Di balik jendela ku intip langit
Awan tak jua menebar mendung sebagai pertanda hujan
Akupun tak sabar menghitung jumlah rintik rindu yyang kau rasa
Tapi angin telah menyampaikan sapa manjamu sebagai pengobat rinduku
Bergegaslah ke balakang rintik air telah menunggu selimutmu..

AIS
Lombok, 29.05.16_Juwita





D I A M

Ketika 'diam' menjadi kawaban dari sebuah pertanyaan dan problema
'Diam' tidak harus berselisih
'Diam' tidak harus bertengkar
'Diam' sebab berdebat cuma kesia-siaan
'Diam' menjadikan dirimu lebih pandai dan dewasa
daripada mereka yang besar mulut.

Juwita_05.06.16





Putus Asa


Suatu hari nanti, aku tetap berharap engkau kembali.
Meski harapanku tidaklah pasti, setidaknya aku tak berputus asa untuk menanti.

09:13 wib
120616




Akang, panutan eneng. Du'a hidep di piharep salawasna ka eneng. Mugia eneng tiasa jamen hareup sono keling. Pangiuhan nu teu ngabeuratkeun kaayaan. Ngayonan saahna angin kahirupan lami kana lapukna kaseorku wios rada awis ge.."


---------------------------------


Akang, panutan eneng. Du'a hidep di piharep salawasna ka eneng. Mugia eneng tiasa jamen hareup sono keling. Pangiuhan nu teu ngabeuratkeun kaayaan. Ngayonan saahna angin kahirupan lami kana lapukna kaseorku wios rada awis ge.."






Lelaki Seberang Laut


Kaulah laut itu
muara cintaku luluh melebuh
Kau langit malam, misteri rembulan
Memandu inspirasi pemuja keindahan
Senyap lenyap dan selimut gelap
Menyulap diri jadi jubah cahaya memeluk rasa
Kau pijar bianglala, menggerlap di rahim kegelapan
Ada tak terduga
Meski sekejap tapi nyata
Kau lembayung senja, horizon di kejauhan, ruang dalam isi hati, wadah gita kasih.

Juwita_16.06.16


----------------------


Akang, panutan eneng. Du'a hidep di piharep salawasna ka eneng. Mugia eneng tiasa jamen hareup sono keling. Pangiuhan nu teu ngabeuratkeun kaayaan. Ngayonan saahna angin kahirupan lami kana lapukna kaseorku wios rada awis ge.."

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu -♡ JAMPARING PEUTING


♡ JAMPARING PEUTING ♡

Nalika angin ngadalingding
Mapay peuting anu jeumpling
Tembang kasono ngahariring
Tur ka panutan anu anggang

Jamparing asih ngeunteup manah
Teuteub Anteub, nanyceub pageuh
Nanyjeur asih meungkeut deudeuh

Duh..anjeun nu janteun impleungan
Tos teu wasa rasa nandangan

Mugia katrsna janteun nyata




♡ SEPENGGAL ASA ♡

Ku masih berdiri
Di bawah rotasi
Terhuyung limbung didera masa
Musnah sudah gagah perkasa

Coba ku tanya
Pada binar mata asa
Samarnya nyaris buta
Sebab warna elegi sia-sia

Ah...
Malam juga temaram
Namun sempat biaskan cahaya
Rerona rupa rembulan buram
Meski sepenggal,tetap indah mempesona

Awan saja nan genit menggoda
Biarkan saja
Sejenak ia pasti sirna
Sebab rembulan pasti purnama

‪#‎DewaBumiRaflesia_05_06_16‬





♡ KESAMBET ♡


Bilakah usai
Bila kau kunci dalam semedi
Sementara aksara masih direnda
Maka dilema nan menyapa

Hempaskan saja
Dalam alunan kidung mesra
Atau guratan mata pena

Hingga angkara tak tersisa
Sirna digilas roda masa

Lalu renda benang mimpi,jadikan elegi permadani
‪#‎DewaBumiRaflesia_06_06_16‬




♡ DI UJUNG JUANG ♡

Aku tak harap kau bentangkan karpet merah di sepanjang jalanku,atau kau hamparkan permadani sebagai tilamku. Yang aku mau,kau mampu beri warna pada mahkota yang tengah kurenda,serta beri arti pada singgasana yang tengah kutempa.

‪#‎DewaBumiRaflesia_10_06_16‬




♡ LELAH ♡

Senyananya.....
Akulah utusan Sang Hyangwidiwasa
Pembawa aroma nirwana jiwa
Pengganyang resah gundah gulana asa
Pelukis hati di figura cinta
Pemberi rerona indah pada tiap detik putaran masa

Namun,mengapa....
Kau rengkuh sukma tak beriba
Seakan hendak engkau bawa
Jiwa raga menuju candradimuka
Dengan belenggu angkara ku terdera
Dalih setia mantra pembayun sukma
Suatu tanda,tak pernah kau eja
Helai demi helai legenda kita
Bahwa aku,tiada tumpahkan noda

Cukup sudah....
Aku telah lelah...

‪#‎DewaBumiRaflesia_13_06_16‬





♡ SURAT JIWA ♡


Kasih....
Tak ku temukan jejakmu di sepanjang untaian mimpi - mimpi yang ku renda pada setiap helai malam.
Sementara kidungmu kian terdengar merdu merayu, mengajak kalbu tuk memburu tiap hela napas cintamu.
Hingga ku tiada henti berlari mencari tiap keping puing ilusi yang terberai oleh janji seribu misteri.
Kasih....
Kemana harus ku mencarimu,sementara giris gerimis menetes basahi sepanjang jalanku di atas lembah ngarai terjal dan berliku yang semakin licin bertabur onak serta duri.
Kasih.....
Kan ku beri tanda pada setiap detak jantungmu,agar mudah ku eja tiap untai rasamu yang samar dalam remang cahaya cinta. Agar ku tak gamang menjalin temali kasih yang tak jua usai ku renda,meski kadang limbung bimbang tuk beri warna pada tiap titik syairnya.
Kasih....
Setiap denyut nadimu adalah arti sunyi belai lembut kasihmu, yang kurasa di hamparan samudera jiwaku.

‪#‎DewaBumiRaflesia_13_06_16‬





♡ SAKLAR SAKRAL ♡


Aku berbisik diantara gemerisik dedaun diusik
Oleh bayu berlalu mengusir bulir pasir
Sang surya masih murka dengan teriaknya yang terik
Tak jemu ku pacu adrenalin hingga desah desir

Seketika,hampa udara di rongga rasa
Biliknya sepi berselimut gulita
Entah kemana penghuni mengembara
Mungkin,berkelana berteman angkara

Rapuh runtuh lentik jemari kutip giris gerimis
Renta rasa tak kuasa meronta bawa serta tangis meringis
Kala luka makin dikais
Hingga legenda kian tragis

Bila tak kuasa
Tuk dikunci di lemari kaca
Atau dibuang lewat jendela
Namun bisa,disapa dengan canda tawa ria

‪#‎DewaBumiRaflesia_12_06_16‬





♡ MENYULAM DALAM TEMARAM ♡


Malam gulita
Masih jua buta kala coba ku eja
Bias paras rerona air muka
Bertabir dilema tanya fatamorgana

Malam gulita
Kala ku terbang ke langit jingga
Kau beri tahta di singgasana maha
Hingga ku percaya dewa asmara sudah dewasa

Malam gulita
Aku tak bermimpi rembulan purnama
Namun,jangan kau biaskan malam dengan temaram
Agar sunyi tak jadi mencekam

Malam gulita
Aku sangat perkasa jadi lakon drama
Namun karsa mampu rapuh hingga punah
Sebab jiwa untaian rasa tak berbongkah

Malam gulita
Apakah engkau penabur embun ?
Yang setia menyemai pada semesta
Lalu,kau biarkan bulirnya berserakan

Malam gulita
Bukankah kau sembunyikan hujan pada mega
Mengapa tak kau tumpahkan segera
Pada salah satu sudut mayapada

‪#‎DewaBumiRaflesia_11_06_16‬




♡ MENGAPA ADA TANYA ♡


Beta....
Rupa nyata,bermahkota fana
Terbelenggu alfa,berlumur noda
Terbingkai nyata,lukisan asa
Terbalut raga renta, rerona jiwa

Beta...
Tiada kuasa tuk genggam mayapada
Cuma setitik embun karya,buah daya upaya
Cuma sehasta karsa,jarak pandang yang bisa ku eja
Cuma jemari ringkih pemahat asa,senjata yang ku punya

Mengapa...
Belahan jiwa tak jua usai akan dahaga
Berjelaga ditelaga surga yang ku punya
Yang ku tuang dari sari pati rasa
Ku tak perduli,meski sukma ini nestapa

Yakinlah..
Asa ini tiada kan henti ku kayuh
Meskipun peluh berubah darah
Meskipun sukma raga di tindih gundah
Sebab,tiada ku miliki kamus pasrah

Pahamilah
Sukma raga ini rapuh
Seketika ia mampu runtuh
Lalu,remah hingga musnah

Usah dera dengan berjuta tanya
Hanya akan kais dilema
Biarkan mengalir apa adanya
Sebab,muara bengawan pada samudera

‪#‎DewaBumiRaflesia_16_06_16‬





♡ HENING ♡


Kala ku jamah deretan aksaramu
Cuma bisu laksana bayu berlalu
Laksana enggan jawab sapaku
Ataukah ragu jadi belenggu

Aku masih terpatung di antara
Sembunyi di balik tirai angkara
Hingga usang digilas roda masa

Meski untaianmu bertabur pesona
Namun tanyaku tak jua sirna

Apakah itu hanya pelipur lara

‪#‎DewaBumiRaflesia_19_06_16‬




♡ RINDUKU ♡


Ibu
Mungkin, masih bisa aku hadang
Tetes duka dari sudut telaga mata
Namun, gelombang rindu kuat menerjang
Menyesak di ruang dada

Ibu
Mestinya, aku hadir bersimpuh di kakimu
Harapkan berkah serta ampunan dosa
Di pagi fitri yang kan tiba segera
Namun, selalu waktu jadi belenggu

Ibu
Jarak kita dihitung peta
Jumpa kita hanya lewat suara
Namun, kasihmu selalu aku rasa
Meski diri berlumur alfa juga noda

Ibu
Maafkan aku anakmu
Yang menjauh dari pandangmu
Yang tengah mengukir jati diri
Berharap diri lebih berarti

Ibu
Meski tangisku tiada arti
Namun rinduku menyayat sanubari
Belai saja bayu yang berlalu
Aku akan rasakan belaian itu

Dari "Tiga serangkai"
Terlahir dari seorang IBU





♡ MERENGKUH ASA ♡

Merengkuhmu
Dengan segenap jiwa
Dalam alunan kidung syahdu
Ketika semilir bayu menyapa

Ketika gemuruh ombak di samudra asa
Menghempas lara hingga ke dasar palung nestapa
Maka, hanya cinta yang mampu merengkuh
Selamatkan asa agar tak musnah

Damailah
Dalam dekap hangat rerona cinta
Meski dalam jerat benang merah
Sebab, merontapun akan percuma

Genggam saja
Temali hati yang tengah direnda
Meski dalam jeruji sepi
Sebab, kan tiba jua pada elegi pagi

Yakinlah, bahwa
Mayapada kan ronakan cahaya
Semerbak aroma bunga di taman senja
Ketika nyata tak lagi asa

Lenalah
Dalam denting dawai kidung bayu
Dalam buaian mimpi-mimpi indah
Dalam dekap segenap kalbu bertalu
‪#‎DewaBumiRaflesia_25_06_16‬





♡ BUKAN AKU ♡

Bukan....
Bukan aku yang kau sakiti
Tapi hatimu sendiri
Sebab cintaku murni
Nyata tanpa basa-basi

Bukan
Bukan aku yang meminta
Kau yang telah berdusta
Hembuskan angin surga

Bukan
Bukan aku yang kau mau
Aku saja yang tak tau malu

Bukan
Aku bukan permainanmu

‪#‎DewaBumiRaflesia_24_06_16‬


--------------


berjelaga ditepi telaga warna semesta
reguk penawar dahaga sukma lara
rendam prahara nestapa nostalgia
dlm riak gelombang fatamorgana

semburat rengat kisi kasih kinasih
pecah remah dikelokan menanjak
tercecer ditepian mimpi kasturi
tusuk tapak telapak membengkak
tinggalkan goresan segurat syahdu

ada selaksa sukma yg terluka
risaukan kehampaan biji asa
resahkan bayang remang bilik mimpi
gundahkan gemuruh prahara dilema
hingga udar singgasana istana
usah gali pusara di rimba purba
ukir saja patung sepi....





♡MENGEJA ASA PURNAMA♡

Aku rindu cahaya purnama
Kala binarnya jatuh di telaga
Bentangkan rerona raut rupa
Pesona cahaya empunya aksara

Malampun diam seribu kata
Semilir angin tak lagi gulana
Desirnyapun masuk lewat jendela
Ketika syair jadi legenda

Mari berdiri pada altar janji
Agar lena bertilam permadani hati
Lalu kunci diri dalam jeruji kasturi
Ketika usai mimpi dicuri

Rentangkan saja sayap illusi
Agar terbang kian meninggi
Genggam erat temali mimpi
Lalu ikat pada elegi pagi

‪#‎DewaBumiRaflesia_26_06_16‬




♡ AKU DAN MALAMKU ♡


Sepi, menyusuri lorong malam
Sendiri, mengais puing-puing angan
Sementara mimpi kian tenggelam
Sedangkan aku kian tertawan

Malam tak mau tahu
Menghujam kalbu hingga ulu pilu
Tercabik gelak tawa di ujung senja
Sepenggal asa masih tersisa

Sudahlah
Mungkin angin telah lelah
Menyapaku yang tak jua lena
Padahal, ku masih mematung di beranda

Ingin rasanya
Berkelahi saja dengan bara menyala
Agar tak terbakar ruang angkara
Namun, aku tak kuasa

Sedangkan dinding malam sunyi
Telah penuh dengan figura illusi
Berlukiskan mimpi-mimpi kasturi
Dalam remang ruang elegi

‪#‎DewaBumiRaflesia_28_06_16‬

Kumpulan Puisi Mahyaruddin - SILUET PEREMPUAN DI RONA SENJA


=siluet perempuan dirona senja=
oleh, mahyar dermaga

perempuan siluet
bayang nya tersimpan dalam angan
mengalir angin sedu lamunan
aku ingin melihat engkau lebih dalam
hingga anggun bulan tak lagi ku hiraukan

semu rasa yang ku punya
tak pandai bersapa ria
aku buta
tak mampu melihat ingin dunia

ajari aku cara menggenggam angan

perempuan
aku masih tak mengerti
tentang jenis pinta

kau masih saja diam disitu tak bergeming
dalam hening

lamunan ejaan tiap tiap lekuk perempuan
ingin ku gapai engkau
hingga tepat di hidungku
agar tercium aroma nyamanmu

buai aku yang lelah dengan gerah
engkau anugrah
dalam aku yang mulai pasrah

perempuan siluet
engkau hanya bayang
dalam bimbang
hingga garang sedikit tenang

#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua
‪#‎belawan‬, angan di tengah hujan





=wanita di balik senja=
oleh, mahyar dermaga.


wanita di balik senja
sembunyi tak berbunyi
wanita di balik senja
rona sederhana simpul tanda tanya
melirik mencari pemerhati
aku
aku yang memata mataimu sedari tadi
wanita di balik senja
kerudung jingga menutupi sebagian wajah nya
tak terlihat jelas curut hidung mancung nya
riak rambut nya bermain angin
merekat tak melepas kerudung biasa di kepala nya
wanita di balik senja
mata nya
terlalu dalam
ingin ku selam hingga temui dasar nya
wanita di balik senja
senyum penuh bibir nya berlari bersama hati yang bermimpi
wanita di balik senja
ada cerita semu
lugu dalam aku yang malu

‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua
‪#‎belawan‬, senja hampir maghrib





=Perempuan Penebas=
oleh, mahyar dermaga


engkau tersenyum anggun
engkau ciptakan harapan dalam diri ku
hingga tanpa ragu ku rajut helai demi helai harapan padamu
lambat laun semakin terpatri menjadi utuh keinginan ku meminta penuh dirimu
namun adegan nya terimprovisasi
perlahan
kau ganyang hatiku waktu yang lalu
kau remas
kau tindas
hingga kandas
kau tebas
ruas demi ruas

hatiku lembut sayang
sangat lembut
hingga luka bertahun belum tentu pulih

haa..,
apa..!
kau berfikir aku cengeng ?
lantas
apa laki laki tidak boleh berteriak kesakitan
ketika hati nya remuk redam

tidak sayang
tidak
aku tidak cengeng
aku hanya meluapkan emosi jengah ku pada realita gila

lantas
apa tidak boleh seorang laki laki biasa meminta pada permata yang dipilihnya
untuk berbagi bahagia

apa salah

kau patahkan jemari harapan dalam angan ku
kau bakar kelambu penghangat malam ku
bersama bayangan mu hangus mimpi ku

kau
perempuan penebas

maaf
karna aku menyumpah serapahmu dengan kata kata yang tak mau kumengerti
cuma ini yang ku mampu
memaki dalam kumpulan kata tak berperi

tak banyak pintaku pada waktu sekarang ini
aku ingin melihat wajah dan sorot matamu
lalu kemudian
ku ucapkan

kau
perempuan penebas

‪#‎puingrindu‬.olehku.pengendarabesitua.
‪#‎belawan‬, kenangan dalam kelam




=diari jiwa pada sketsa birama raga
tertulis pada indra dalam kelopak lotus nirjingga dunia=
by, mahyar


ini dialog hitam pd pelangi bisu

"ternyata, lambat laun aku juga merasakan bosan.
rasanya tidak lagi mampu menyimpan lelah.
tidak ada peri dari apa yang aku pendam tersimpan."

"sudahlah biraga, bayanganmu juga sudah mulai nanar,
guncangan demi guncangan membuatmu renta sebelum waktunya."

"mungkin, sudah waktu nya lentera itu kau lepas.
lagipula pengait mu sudah mulai lapuk termakan usia,
ada pengait lain yang mampu mengikat nya jauh lebih kokoh."

"jangan khawatir, warna warni itu akan tetap berpendar binar utuh sinar terpancar."

"kau harus siap, sebab ini siklus dunia, akan ada yang terubah, hilang, terlupa bahkan mati terbenam waktu"

"Yhaaa...."

"mungkin ada benar nya juga,
mungkin sudah saat nya aku semedi saja. diam dalam banyak lubang pada daun daun yang ku pegang sendiri."

"kenapa...?!"

"karena selama ini tidak ada satu lilin pun yang sudi mengerti apalagi perduli ketika ingin berbagi"

"yhaaa..."

"dan, mungkin tidak akan lagi ku ceritakan tentang rindu.
sebab ceritaku hanya bayu berlalu.
lagipula, mungkin aku memang lebih baik diam,
dalam foto ku yang kian buram."

"lagipula, aku juga mulai lelah butuh rehat sebelum jiwa penuh peluh jenuh"

‪#‎pondokteduh‬.olehku.pengendarabesitua.





"Sepenggal jiwa dalam bisik dialog hina sipengecut cinta"
oleh, mahyar dermaga


biarlah
aku sudah terlalu lama menautkan hati padamu
namun sayangnya engkau pula tiada pernah mengetahuinya
sebabnya ialah lantaran karena aku tidak pandai mengatakan nya dengan kata yang sempurna atau pula membisikkan nya pada telingamu

biarlah
ku pendam perasaanku yang juga lantaran engkau pula telah memilih diantara yang kau pilih sedang yang kau pilih itu adalah orang diantara orang orang yang keadaan nya diluar kemampuanku
dan kau telah pula digandeng nya
yhaaa...
ia kekasihmu

biarlah
meski tidak mampu aku pungkiri hati ku yang nyaman ketika di dekatmu

biarlah
aku berhias rasa indah dengan kenyamanan yang ku dapat ketika ku tatap jauh dalam matamu

biarlah
aku sudah cukup bahagia dengan melihat raut wajah dan senyum mu dan mendengar suaramu juga merajut rindu untuk mu
aku cukup bahagia

biarlah
rasa ini seperti ini aku tidak ingin merusak nya
meski memang terkadang perih tapi itu lebih baik dari pada aku harus tidak melihatmu

biarlah
kulihat wajah sederhana mu itu meski aku berantai duri
aku telah terbiasa dengan ini
semua akan berlalu bersama deru biru
namun rasa yang kupunya untukmu tidak mampu terhapus waktu

biarlah
perasaan ini menemani kesendirianku
aku cukup bahagia

biarlah jarak ini begini
‪#‎pondokteduh_olehku_pengendarabesitua‬
‪#‎belawan_kasihtaksampai‬




Marhaban ya Ramadhan

Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan.
Smgoa Puasa kita lancar dan kita senantiasa diberi kesehatan, panjang umur, usia yang berkah, kemudahan dalam melakukan ibadah, kemudahan dalam sgla permasalahan, kemudahan dalam menggapai keinginan dan harapan, keluasan rezki serta snantiasa dalam Ridho dan lindungan Allah SWT. Aamiin.. Yaa.. Robbal alaamiin..

Dengan mengharap Ridho Allah dan keikhlasan hati,
saya Mahyaruddin NST dn Keluarga Memohon maaf Lahir dan Bathin atas segala khilaf dan kesalahan yang pernah diperbuat.

Semangat..
‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.






=hasrat bujang lanang=
oleh, mahyar dermaga


tentang senyum dari raut wajah sederhana perempuan berhijab anggun
masih kusimpan rapi pahatan senyum itu
engkau sejuk kan pandangan ku
di tengah percik bara api
engkau dingin kan hati saat menatap teduh matamu
engkau lembutkan jiwa dalam suaramu yang halus
engkau perempuan indah
sungguh
ingin kuraih namamu dalam doaku
memintamu pada Sang Pencipta

bukan ragu yang bergaduh pada rasaku
tapi tanya tentang dirimu
apakah sudah engkau terpatri pada hati lain laki laki

‪#‎pondokteduh‬.olehku.pengendarabesitua.
‪#‎belawan‬. mimpi bersanding





=bingar resah=
oleh, mahyar dermaga


hikayat rindu seorang musafir gurun yang lama dalam gerah
rindu pada oase peluluh dahaga hidup
aku tidak meminta siapapun untuk memahami atau pula mengerti
cukup berhenti memaki
dan berhenti mendikte hidupku
cukuplah beban hidup ku
jangan tambah dengan nyanyian berkatana dari muncung miang itu

sial
lantun syahdu ejekan pilu
masih saja menghantam kupingku dua tiga kali
tidak
empat lima bahkan enam sampai tujuh kali
bukan
malah sering kali
menghujam gendang telinga
hingga bergemuruh hati
memerah wajah
memuncak amarah
kupandang wajah wajah itu
satu demi satu
kau dan kau juga kau serta kau dan kau
kalian
teman teman ku
tak mungkin ku tanam belati di jantung jantung itu
satu demi satu
wajah wajah yang ku kenali
luluh
luluh lah
sembunyi amarah di balik tawa
terpaksa tersenyum
maaf
aku cabut duluan

‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.
‪#‎belawan‬, hampir tiap malam.





=sketsa rindu=
oleh, mahyar dermaga


diam
masih ku tata sepi sendiri
bergelut waktu masih dengan sunyi

menerawang anggun imaji pada sosok sosok hampa perempuan

rindu pada
perempuan peluluh dahaga kehidupan

namun
entah siapa gerangan
si perempuan tersayang

masih ku cari di antara puing mimpi
terserak
dipungut
satu satu

hati ku hampir beku

hadirlah padaku wahai bani Hawa yang engkau telah dipilih oleh Sang Penyayang untuk berbagi dengan ku
aku rindu

lama terpuruk dalam hiruk pikuk semesta asmara
lama mengiba pada surga dunia
hampir gila karna nya

sudahlah
luka lama berlalu sudah
cukuplah
cukup dua kawah tercipta di hati ku dari luka asmara dulu

aku rindu pada bidadari pengisi sisa nyawaku

‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.
‪#‎belawan‬, rindu hampir karam





=sketsa rindu=
oleh, mahyar dermaga


diam
masih ku tata sepi sendiri
bergelut waktu masih dengan sunyi

menerawang anggun imaji pada sosok sosok hampa perempuan

rindu pada
perempuan peluluh dahaga kehidupan

namun
entah siapa gerangan
si perempuan tersayang

masih ku cari di antara puing mimpi
terserak
dipungut
satu satu

hati ku hampir beku

hadirlah padaku wahai bani Hawa yang engkau telah dipilih oleh Sang Penyayang untuk berbagi dengan ku
aku rindu

lama terpuruk dalam hiruk pikuk semesta asmara
lama mengiba pada surga dunia
hampir gila karna nya

sudahlah
luka lama berlalu sudah
cukuplah
cukup dua kawah tercipta di hati ku dari luka asmara dulu

aku rindu pada bidadari pengisi sisa nyawaku

‪#‎pondokrindu‬.olehku.pengendarabesitua.
‪#‎belawan‬, rindu hampir karam





dialog bayangan pada cermin hitam

"lambat laun akan ada masa dimana secara perlahan seseorang akan berangsur angsur sedikit dilupakan dan berlahan lahan yang ada akan pergi menjauh dan akhir nya akan ditinggalkan dan dilupakan secara keseluruhan"

Lalu, apakah ini teori bumi siklus dinamika kehidupan yang harus di alami dan dijalani setiap orang,
lalu, untuk apa semua orang saling terhubung,
atau menjalin hubungan dan bla...bla...bla....

kalau begitu, musnahkan saja hati dan jiwa serta nafsu, hapus segala perasaan..
agar semua menjadi Malaikat.

aku tidak meminta keabadian,

hanya saja,
"aku benci perpisahan sebelum kematian"




=pinta=
oleh, mahyar.

pintaku sederhana pada mu mutiara ku
berusahalah sebisamu untuk tetap disamping ku meraihku kala jatuh melihatku kala tertinggal menungguku kala jauh
menyapaku kala diam menamparku kala khilaf
membunuhku kala berkhianat
berusahalah semampumu untuk tetap berjalan disisiku tanpa bosan
tanpa benci
tanpa amarah
berusahalah semampumu untuk ada didekatku saat yang lain mulai tak mengenalku
berusahalah semampumu untuk ada terlihat olehku agar terobati rindu yang selalu kurajut untuk mu di tiap waktu
aku tidak memaksamu
sebab kau juga punya dunia sendiri
namun
berusahalah semampumu untuk ada bersamaku
saat yang lain jauh dariku
berusahalah semampumu untuk terus mengingatku
saat yang lain mulai melupakan ku

tanpamu
aku seperti rangkaian potongan potongan gambar utuh yang kehilangan potongan terakhir nya
Hingga
di bumi sendiri aku seperti makhluk asing

‪#‎pondokteduh_olehku_pengendarabesitua‬

Kumpulan Pusi Aulia Zack Lee - ROTASI


ROTASI


Detik berganti menit
Menit berganti jam
Dan jam demi jam berlalu menjadi hari
Entah pada detik yang keberapa
Aku tiba pada tujuanku yang sebenarnya
Entah pada hitungan keberapa
Semua yang aku punya harus kembali pada ketiadaan sesungguhnya
Apakah disitu ada sesuatu yang di sebut penyesalan?
Sementara waktu tak mungkin berhenti berputar
Untuk kembali lagi dimasa yang telah kita lewati dalam kenyataan
Mengapa ketika itu tak kita nikmati saja seluruh waktu?
Agar yang kita dapati kini bukan lagi penyesalan semu
Dan mengapa pula kita berfikir jauh tentang esok
Sedangkan apa yang kita miliki kemarin belum sempat kita nikmati
Sebagai sebuah arti tentang kebahagiaan sejati

Cikarang 30 mei 2015
24ck




KURELAKAN BERLALU


Aku tau ada selaksa tanya yang bergelayut manja dalam benakmu
Tapi maaf!
Aku tak miliki jawaban apapun atas seluruh pertanyaanmu
Karna akupun tengah mempertanyakan seluruh pertanyaan itu pada jiwaku
Benarkah seluruh pertanyaan itu hadir dari dalam lubuk hatimu
Yang mau tak mau aku harus membuka kembali seluruh lembaran lalu
Dan aku harus mampu menghidupkan lagi rasa cintaku yang kumatikan di dinding waktu
Mungkin benar selama ini seluruh anggapan anggapanmu
Sebab tanpa disadari aku terlalu memanjakan cintaku
Hingga ketika ia terbunuh disisi waktu
aku tetap saja memeluknya tanpa lalu
Dan aku selalu beranggapan jika cintaku padamu yang mati itu
Adalah cinta sejatiku
Ternyata
Setiap awal pasti berlalu
Dan tiap temu selalu ada perpisahan yang menunggu!
Cintaku!
Aku tau, dan kurelakan kepergianmu!

Cikarang 04 juny 2016
24ck





SISI WAKTU

Jangan bawa aku kedalam duniamu
Jika memang kau tak mengerti aku
Dan bagaimana duniaku
Ini bukan halnya tentang sebuah adaptasi antara aku dan dirimu
Tapi lebih kepada bagaimana dirimu memandangku dari sudut duniamu
Aku terlalu kaku
Dan bila kau tak berharap terluka karnaku
Maka jangan jadikanlah dirimu selimut salju yang mampu menyempurnakan kekakuanku namun menambahkan beku pada wujud nyataku
Jika bisa tetaplah menjadi nafas
Agar aku tak mampu melepaskanmu
Karna melepasmu sama halnya membunuhku
Jika kau mampu jadilah denyut nadiku
Yang mengalirkan darah kedalam jantung
Dan membuatku selalu ada di sisi waktu untuk menantimu

Cikarang 02 juny 2016
24ck





GILA

Katakan saja pada mereka yang bertanya
Aku ini sakit jiwa
Dan bila mereka masih bertanya
Katakanlah aku gila
Gila pada dunia
Sakit atas cinta yang seolah menjadi berhala
Jangan tanya tentang kewarasan padaku
Tapi bicarakanlah satu hal yang kita anggap gila menurutmu
Karna apa?
Kewarasan itu sempurna ketika kita tau gila itu seperti apa,
Karna terlalu mencintaipun sama saja dengan gila
Lantas sadarkah kita jika kita terlalu berharap pada suatu hal
Itu juga gila

Cikarang 09 JUNI 2016
24ck





SEMUA TAK SAMA

Jika yang kau baca hanya sebuah cerita
Bisa saja apa yang kau simpulkan itu
Tak lebih lebih hanya sebuah situasi
Yang di dramatisir rasa
Hingga semua yang kau rasa nyaris mendekati sempurna
Namun tahukah dirimu
Sesungguhnya dibalik itu semua
Ada kenyataan yang bisa saja tak pernah sama dengan apa yang tengah kau baca
Mungkin benar aku yang durjana
Tapi sedurjana apa hingga kau bisa menyimpulkanya
Jika aku boleh bertanya
Pernahkah kau menjadi diriku sepenuhnya?
Atau kau hanya sekedar berasumsi atas sebuah praduga
Maaf
Apa yang kau rasa sama juga kurasa
Tapi apa yang kurasa
Pernahkah kau merasakanya?
Jika kau pernah merasakanya
Aku yakin kita tak perlu berdebat apa itu durjana
Dan bagaimana menjadi mulia

Cikarang 05 JUNI 2016
24ck




LELAKI BIASA


Dan aku hanya ingin engkau dan aku
Tak lagi menjadi sakit
Karna rasa sakit yang kini masih kunikmati
Itupun tak jua terobati
Itu pula sebabnya
Aku gantungkan cinta kita
Pada cakrawala senja semerah saga
Yang meskipun isyaratkan amarah dan duka
Tapi miliki keindahan jika kita mampu menghayatinya
Apa kau fikir aku tak mampu mencintaimu ?
Lalu ketika aku bisa mencintaimu
Berapa hati yang terluka karna cinta kita ?
Dan siapa yang salah pada cinta kita?
Aku yang mencintaimu, atau kau yang mencitaiku
Maaf sayang
Aku tak mampu setia pada satu hati
Dan kau tak mungkin mampu menerjemahkan perasaanku dalam hitungan hari
Cobalah mengerti aku
Dan jadilah orang yang mencintaiku
Namun jangan lupa
Aku ini lelaki biasa
Suatu ketika aku bisa lupa
Aku bisa luka
Dan kau tak perlu mengharapkanku menjadi binasa
Hanya karna itu semua
Sebab
Tanpa kau jadikan rupa
Cinta itu telah menjadi luka pada perasaan kita berdua

Cikarang 22 JUNI 2016
24ck

Kumpulan Puisi Riri Eka Putri - PENANTIAN SEMU


PENANTIAN SEMU

Garis senja mulai tergambar ke jingga ufuk barat, burung burung kecil bekejaran di sudut langit nuansa yang indah dalam pelukan senja.

Berdiri du ujung jembatan dengan sebuah penantian. Entah apa yang membuatmu selalu menunggu. Telah kau coba lalui waktu
Waktu pun berlalu sedikitpun tak memihak dengan penantian ini.

Pada siapa harus kau tautkan rasa
Pada mimpi semu itukah??
Sedangkan hati telah dibagi
Tapi kenapa penantian itu takjua pasti





KEMBALILAH


KAWAN.......
Dalam redupnya sinar rembulan kutelusuri
Jalan yg selalu kita lalui terngiang derai tawa kita , ayunan tangan mengiringi derap kaki kita , berlari berpacu menuju surga itu,
Yang dulu adalah cita cita kita , seoalah kitalah bidadari diterangnya sinar rembulan.

Kini.... Aku kembali menuju surga impian kita dulu. kini aku datang dalam pesona yg sudah berbeda kini aku bergandengan dg keluarga kecilku.
Derap langkah itu masih sama
Tapi kenapa tak kutemui lagi wajah" polos yang dulu selalu bersamaku?
Dimana kalian semua??

Saat azan itu berkumandang. Aku berharap kalian datang namun tak kutemui lagi wajah sahabat kecilku
Disamping kiri kanan ku hanya ada nenek nenek dan emak emak .

KAWAN....
Andaikan aku bisalagi merengkuh kalian semua, kembali kesini surga yang selalu kita impi impikan . bulir bening ini mulai membendung saat tak kutemui kalian satupun di rumah Allah ini.

Dan saat ku berjalan pulang bersama nenek nenek itu ada kebahagiaan lain menyentuhku
Mereka juga bisa bercanda denganku
Hari berlalu bulan pun berganti. Aku selalu menunggu sahabat sahabat kecilku dulu.
Namun kalian tak lagi datang.

Kini.....
Di rumah Allah ini......
Aku bahagia walau sahabatku telah berganti
Dengan nenek nenek
Di bulan suci nanti kuharap kalian datang kesini
Kawan....kembalilah aku menunggumu
Menagih janji kita dulu.

Kumpulan Puisi Irawan Naga Siantar - BETINA KU


Betina ku.


Bedebah kau betina.!
Kau ajak aku
Menyelami hatimu
Berdansa merindu wajah
Hingga ku tak sanggup
Mengeja kata kecewa di bibir merah.

Bedebah kau betina.!
Sehari tak bertemu denganmu
hilang akal sehatku.
Bertemu dengan mu
Hilang kalimat ku.
Lidah ku kaku
Jantung ku berpacu.
Sumpah!begitu sulitnya mengucapkan
I LOVE YOU...

Bedebah kau betina.!
Kau ingin membunuh rasa cintaku?
Mana mungkin.
Bukankah nyawa ku adalah nyawa mu.

( Naga huta.2016.Irawan Naga Siantar.)




Ku Jual.

Maukah kau membelinya ?
Ada yang ingin ku jual padamu.
Aku ingin menjual dunia.

Ku jual,
Maukah kau membelinya ?
Ya,membelinya.
Ada yang ingin ku jual padamu
Aku ingin menjual Cinta.

Ku jual,
Maukah kau membelinya ?
Ku rasa kau tidak akan membelinya
Karena aku juga tidak ingin menjualnya.
Kau mau tau apa itu?
Kebencian ku.!!!

( Belalang Tempur 016)


---------------



Ini Malam..
Ingin mengajak mu
Membunuh sepi
Membantai hening
Setelah mencumbu asa
Yang tersisah di peluh kemarin.

( belalang tempur)




Cinta Aku


Harus bagaimana lagi
Kubuktikan padamu
Begitu sayangnya aku?

Harus bagaimana lagi
Ku ungkapkan rasa ini padamu.?

Masih kurang kah pengorbananku?
Apa lagi yang kau inginkan dari ku?
Tidak ada yang tidak untuk mu.

Kau pinta hati
Nyawa ini ku beri
Kau pinta Cinta
Dunia ini ku beri
Tidak ada yang tidak untukmu

Kau pinta aku menghitung bintang dilangit.
Rambutmu pun sanggup aku hitung.
Kau pinta aku menyelam bambu
di dalam air.
Air di dalam bambu pun sanggup aku selam.
Tidak ada yang tidak untukmu.

Semoga kau mengerti itu.
Aku padamu selalu.

( Belalang tempur mu)




Malam.


Berambus lah kau malam!
Aku benci dengan mimpi yang kau jajakan.
Beranjak lah kau malam !
Aku muak dengan janji yang kau tawar kan.
Enyah lah kau malam!
Aku bosan tak sepicing pun
mata yang mampu ku pejam.
Lagi-lagi semua tentang mu
Yang tak mau pergi dari khayal ku.

( Belalang tempur 016)




L I N.


Menepis wajahmu yg terpampang di dinding langit.
Sisahkan penyesalan janji yang tak pernah ku ijabkan.
Perantauan panjang meninggalkanku dengan seutas penyesalan.
Kemana kucari jejakmu yang hilang.
Maafkan aku tinggalkanmu tanpa pernah bisa kembali,karena hati telah belabuh di dermaga lain...

Lin....
Menepis senyum mu yang terpajang sepanjang perjalanan.
Mestinya aku berlari kearahmu,memeluk mu
Dan tak kubiarkan engkau bertahun-
tahun di depan pintu menunggu aku pulang.

Lin...
Menepis segala kenangan bersamamu.
Sumpah! sampai detik ini tak mampu
Ku lakukan.

Lin...
Jika suatu saat nanti kita bertemu,
Jangan tegur aku,aku tak ingin ada aku diantara kau dan suamimu.
Jujur,memandangmu dari jauh hatiku sudah senang.

Sekali lagi...maafkan aku Lina..

( Belalang Tempur 016 4 someone di jl bangau thn 90)




Benang Merah Fajar.

Sujudku larut
Berkeping-keping sajadah
Membasah beribu do'a
Menghamba di adzan pagi
Benang Fajar merah
Memanggilku bertamu kerumah Mu.

Yaa Rabbal Alamin..
Jadikan ruh ku yang merindu Mu.
Jasadku menyembah Mu
Lidah ku memuja Asma Mu

Yaa Allah ku
Sapa aku di jalan Mu
Tegur aku bila salah ku
Bimbing aku ke Tauhid Mu
Ajak aku ke Surga Mu

Yaa Pengampun ku
Hapuskanlah dosa-dosa ku
Hilangkanlah kesusahan ku
Lenyapkanlah kesedihan ku
Ampunilah kesalahan ku
Sayangilah aku
Kasihanilah aku
Di sajadah Mu aku memohon
Dan bersimpuh.

( Belalang Tempur Ramadhan 016)





Andaikan saja.

Andai
Dulu sekali
Rasa ini tak pernah ada dihatimu
Manalah mungkin
Mengenang mu
Sampai detik ini...

Andai
Mencintaimu
Tak terlalu pedih dan luka berdarah
Manalah mungkin
Codet-codet membekas
Sampai mati...

Andai..
Kita dulu tak bersua
Mungkin juga tak akan pernah
ada kisah diantara kita.

Dan andai saja
Yang disamping mu saat ini
adalah aku.
Akulah lelaki yang paling bahagia.

*(Belalang Malang.di ujung Ramadhan)





Malam


Sepertinya kau mulai jenuh
Bercumbu denganku.
Atau kau bosan dengan tarianku.
Seperti yang telah sudah
Bukankah zikir ku masih menggema.
Dan aku tak pernah meninggalkan bintang-bintang mu.

Malam..
Aku masih merindu mu di jendala kamar
Menatap mu lamat-lamat.
Berharap bidadari datang
Mengajak ku pergi menemui mu
Walaupun sekejap.

Malam..
Jangan cepat berlalu menjemput fajar
Tetaplah disini bersamaku.
Temani aku ditemaram rembulan.
Aku masih ingin bercengkrama denganmu.
Bercerita tentang awan putih dan Matahari.

Malam..
Ku mohon padamu
Katakan padanya
Meskipun aku terluka.
Didinding malam mu
Do'a untuknya tak pernah ku lupa.

( Belalang Tempur.016)
Selamat malam beib..


--------------------------


Anak mu ya ?
Cantik sekali.
Sama seperti dirimu
Terbesit penyesalan
Setelah pertemuan tak senggaja.

Kau tersipu menatapku lusuh.
Bening bola matamu
Seakan ingin mengalirkan anak sungai
Aku tak tahu..
ApΓ kah itu air mata bahagia
Ataukah air mata duka.

Suami mu mana?
Koq gak diajak?
Ya..suami mu
Lelaki yang mencintai mu setelah aku
Lelaki yang merebut mu dari tangan ku
Lelaki yang sukses dan kaya pilihanmu.
Dan kau tinggalkan aku karena aku lelaki yang tak mampu.
"Sampaikan salam ku padanya ya."
Sejenak ku lihat kau ingin bicara
tapi kenapa hanya anggukan kepala.
Aku kehilangan kata.bertambah keruh suasana.Akhinya aku izin pergi berlalu dari mu..

Permisi....
Senang bertemu dengan mu
Mudah-mudahan kita ketemu lagi ya..
Kupegang dagu anakmu.
Anak mu cantik.
Sama seperti dirimu.
Kau memandangiku pergi.
Persis seperti bertahun yang lalu
Ketika aku pergi dari hadapan mu
Ingin berbalik arah mengejarmu dan memeluk mu.tapi tak pernah bisa ku lakukan karena cinta ku kau campak kan.

( to be bersambung )
( BELALANG TEMPUR 016)



Kumpulan Puisi Sri Handayani - RINDU YANG DITITIPKAN


RINDU YANG. DI TITIPKAN
By; Srihan


Gigil subuh ini
Pucuk pucuk pinus itu
Lembut berbisik ....
bersama gemersik daun
yang tertiup angin ....

Benar kanda
Ada Seberkas rindu yang kau
titipkan untukku
dan sang bayupun lirih berucap
di sana cintamu sangat merah
Untukku ...
Ia meronta ingin bertemu ....

Gigil subuh kalii ini
Bercerita banyak kepadaku ..
Tentang bintang bintang
dan gelombang aliran sungai
Yang pelan memanggil namaku
bersama diammu ...
Namun matamu tak dapat berdusta
Penuh dahaga ingin menatapku ...

Kanda ...
Rindu yang kau titipkan
di pucuk pucuk pinus itu
telah sampai padaku....
Mengusik tidurku malam ini ...
Buyarkan rajutan mimpi yang sedang kuanyam...
Bersama nafas malam ....

Bandung 02-06-2016





JEJAK BINTANG JATUH
By ; Srihan


Lalu tanah di bukit Ciwangun itu
memerah ....
Bekas jejak bintang jatuh semalam

di sungai kecil itu
Mengalir rindu nan biru
sungai itu mengalir lembut tenang
tanpa riak
pun gelombang .....

Percikan bintang jatuh itu
Suburkan bunga bunga
yang merekah di taman kalbu ...

Alampun hening...
Langit cerah terbias warna cinta

Duhai bintang jatuh ....
Cahyamu tetap benderang
Terangi bukit Ciwangun indah
Kau redam gigil malam dengan
hangat sinarmu ....

Bandung 01-06-2016




WAKTU BERHENTI DI STASIUN
By ; Srihan


Mungkin aku harus pulang
dan menyimpan semua mimpi
dari keranjang kalbu ini
Kereta yang ku tunggu itu
tak kunjung datang ...

Seseorang berkata
"Tunggulah beberapa jam lagi"
Tapi malam semakin larut
Penat dan lelah merambati urat darahku
Tubuhku semakin lemah ...
Menanti kereta itu tiba ....

Sungguh aku tak mau mati
di stasiun ini ...
Stasiun penantian yang pilu
Sementara wajah wajah orang di stasiun ini
Telah membiru....
dalam penantian yang kelu
Waktu seakan tercekik dan membisu
Beku seakan jarum jam itu terkunci
Tak bergerak ...

Ah ....sungguh penantian
yang menyiksa ....
Bandung. 24-06-2016





RINDU YANG TERPENJARA
Bt ; Srihan


Aku tahu
di sana rindumu telah. Menggumpal
menggunung dan membatu
terpenjara jarak dan waktu ...
Pun hasrat cintamu melebam
Warna merah itu melebam
ditampar musim dan waktu ...

Tapi biarlah ..
Jarak ini menjelma dinding
bahkan benteng tinggi menjulang.
Halangi hasrat
matamu yang dahaga menatapku....
Tanganmu tak dapat menggenggam tanganku
Mungkin jarak ini menjadi kejam
bagi kuncup kuncup rindu yang ingin rekah
di taman cinta kita ...

Tapi biarlah ...
Ini hanya sementara ...seperti kemarau
yang meraja .Membakar semesta dengan teriknya ....
Namun di atas sana masih ada awan
yang menggayut
mengandung janin hujan ...
yang akan sirami bumi nan gersang ....
di rajam kemarau ....

Begitupun kuncup-kuncup rindu kita Kanda
Pasti kan merekah bersama musim semi
yakinlah ...kuncup kuncup rindu itu
Esok merekah bersama senyum
Mentari pagi ....
Hangatkan jiwa kita

‪#‎buatrindu_yang‬ terpenjara
Bandung 25-06-2016





RENUNGAN DIBALIK KERANDA
JENAZAH
By : Srihan


Duhai jiwa jiwa yang masih berteman raga ....
Sebenarnya apa yang kau sombongkan jika parasmu indah itu hanya hiasan saja....esok di rumah masa depanmu
Wajah rupawan itu kan hancur di santap cacing cacing tanah
Tubuhmu ysng elok dan gagah esok hanyalah tulang belulang yang hancur menjadi tanah ...

Nama besarnu yang populer
Di elu elukan banyak orang
Mungkin esok akan dilupakan orang
Bahkan mungkin anginpun enggsan. Membisikan harum namamu
Hanya nisan batu yang mau menggenggam namamu ...

Mulutmu yang manis ...
Suaramu yang merdu ...bahkan terkadang berbusa dalam dusta
Esok kan bisu terkunci tanah merah
yang mendekapmu ....

Kendaraanmu yang mewah
Melengkapkan prestise mu ...
Esok akan di ganti Keranda beroda manusia ....
Dan kau tak kan sempat berterima kasih pada para pengusung kerandamu.itu

Lalu kesombongan ...
Ketinggi hatian dan egoisme apalagi apa yang kini membungkus dan membrelenggu harga dirimu ...
Harga dirimu adalah permainan perasaanmu sendiri yang terasa indah
Karena diukir nafsu duniawi ...
Subhanallah ...
Padahal kita tidak pernah tahu kapan undangan Malaikat Izroil datang. Mengajak kita mudik ke kampung akhirat ....

Bsndung 27-06-2016

Kumpulan Puisi Rianey - HATIKU


Kalimat Lain

Aku..
Hanya seuntai kalimat yang tertulis dalam kehidupanmu.
Akan segera terganti, jika kau tulis kalimat lain di lembaranmu yang baru.

22:13 wib
260516




Hatiku


Saat kau pergi, tanpa kau sadari, ada yang turut serta kau bawa. Hatiku.

17:15 wib
300516




Inspirasiku


Terhadapmu,
Terlukai atau tidak, aku tetap akan menuliskanmu sebagai puisi,
Meski tak dapat ku jamin abadi, namun setidaknya kau inspirasi untuk hari ini.

18:05 wib
040616




Lingkaran


Rasaku padamu bak sebuah lingkaran. Sejauh apapun aku menghindar, akan selalu kembali ke titik awal.

08:25 wib
180616




Ketapang

Kamu. Seteduh ketapang, rindangnya bagai rengkuhan yang menenangkan.
06:55 wib
040816

Kamis, 02 Juni 2016

Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembirng - WASPADALAH


WASPADALAH
Karya MS Sang muham


Kuhantarkan salam pagi
jawaban atas resah diruang kuatir
tentang kesetiaan mentari menyapa bumi

Tak pernah ada ingkar
kecuali kita telah mencederai ketetapan
berlakulah sebab-akibat

Ternyata begitu banyak luka cedera
benturan nafsu keserakahan ego insani
ibu pertiwi meratapi bencana sana sini
waspadalah anak negeri
siapa menanam dia memanen

‪#‎Billymoonistanaku‬, Kamispagi, Mei 26/2016 = 08:38 wib




SANG PRAJURIT BHAYANGKARA
Karya MS Sang muham


Kutapaki jalan lurus
seturut tetuah leluhur dibentengi Firman
jujur setia tak kenal menyerah lalu berserah

Keberuntungan semata milikku
bhayangkara negara jalan pengabdianku
tak di-nyana ranah itu berliku

Aku terjebak tradisi institusi penuh mistery
ikut dibarisan tak masuk hitungan
jasa tak dihimpun dosa tak berampun
terasing dirumah sendiri tak ada yang perduli
aku gagal mengibarkan panji panji Tribrata

‪#‎Belantaraibukota‬, Rabumalam,Juni 01/2016 = 20:20 wib





LELAKI DIUJUNG KATA
Karya MS Sang muham


Telah diwariskan sebidang harap
menyemai cinta pada tiap jengkal jiwa
mengabarkan kenyataan hidup kehidupan
puas tak berujung
dipintakan ikhlas dipenghujung tiap kata

Kini biar jalan diluruskan
melunasi catatan leluhur
seturut jalan takdir
semangat dipahat didada
menuai ladang belum terselesaikan

Datang membawa cahaya
gelap pun sirna

Pewaris harta dua tahta
Nusantara dan negeri seribu unta

Cari olehmu lelaki pemegang Trisula Wedha
masih muda bersepuh tua
diusir anak bini dijauhi family dihinakan teman
dipungut dipelihara wanita sakti tanah Pasundan
putra Mataram dibesar-asuhkan Pajajaran

Izin sudah diberi
restu telah diberi

Menghitung hari silaturahmi ibu pertiwi
menunggu aba-aba tetunggulan dari gunung Halimunan

‪#‎Billymoonistanaku‬, Kamismalam, Juni 02/2016 = 20:20 wib





LELAKI ASUHAN SABDO PALON
Karya MS Sang muham


Dibawanya terang sesungguhnya
kata logika terang itu cahaya, cahaya energi semesta
kata diluar jangkauan logika, sejatinya merdeka
kembalikan zaman keemasan nusantara semestinya

Penegak ketetapan pemangku alam hukum kepastian
asuhan eyang luhur Sabdo Palon Noyo Genggong
membangun budi luhur sumpah janji eyang Sabdo Palon
menata-layakkan porak poranda tatanan jagad Nusantara

Sungguh manusia berhati dewa
tak pernah padam cahaya surgawi terangi raga
telah final tutur tinutur leluhur kepercayaan diterima
tetunggulan gunung Halimun garis start berkarya

Ilmu dunia mengaliri nadi, kedigjayaan menyertai
banyak insan mencari, kecewa wadah tak semestinya
menafsir jangka sesukanya, mengejar harta semata
malah berbalik menghianati perjuangan, terimalah sanksi

Kehinaan telah genap diterima, tawar didada seluas samudra
tak cuma manusia mahluk tak berwujud sisi kiri pun iri
sembilan ribu pasukan ghoib menunggu aba aba
saat raja buta lengser ditelan angkara murka peliharaannya

Sahabat sekasur sedapur sesumur sejurai seperjuangan
siapkan wadah baja hati nurani harum sejati
tetap waspada tunggu undangan hajat semesta
mendekatlah kebarat Jawa tanah Pasundan tepatnya

Gulita malam segera berlalu kini dini hari
semburat mentari ditimur pasti
tinggal menghitung jari
insan bijak cermati kata ini

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggusore, Mei 29/2016 = 15:35 wib





CATATAN SATRIA PININGIT
Karya MS Sang muham


Satria Piningit
berperawakan raksasa serupa dewa
berusia tengah baya
dari puncak ia jatuh hingga dasar kemanusiaan

Satria Piningit
putra Mataram dibesarkan Pajajaran
mengobati luka pedang Gajah Mada di Bubad
mengislahkan Sunda dan Jawa

Satria Piningit
hadir membawa cahaya
terang benerang tanah Pasundan hingga seluruh Jawa
dibawanya merdeka yang sesungguhnya

Satria Piningit
dibuang sanak disingkirkan saudaranya
diusir istri dibenci putra putri dunia
sahabatnya wong seberang bermarga hitam

Satria Piningit
sudah melintasi alam tanpa raga
dibelakangnya berdiri pasukan tak punya rupa
warisannya dua negara Indonesia dan negeri seribu unta

Satria Piningit
siapa menghina akan terhina
siapa menyayangi akan disayangi tujuh turunannya
seribu empat puluh lima leluhur sakti menjaganya

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggusiang, Mei 29/2016 = 13:13 wib





KEMBANG KUNING TANAH
Karya MS Sang muham


Akan tiba saatnya
kembang kuning merekah dari tanah
bunga bunga kertas bernominal bersemi disaku

Ada berita dibawa dari ranah Satria
kemerdekaan sesungguhnya berlabel sejahtera
berawal dari tanah Pasundan bergelar Pajajaran Anyar

Bersatulah orang orang yang baik hatinya
cari temukan lelaki pemegang Trisula Wedha
ucapannya doa tutur katanya mantera

Ini nyata
jaraknya cuma sejauhmana iman percaya
aku berdiri didepan selaku saksi utama
merdeka merdeka merdeka sejahtera sararea

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggusiang, Mei 29/2016 = 12:22 wib






BUDAK ANGON PEMBAWA CAHAYA
Karya MS Sang muham


Coba renungkan
jangan jangan kita semua sudah pikun
tak tau lagi membedakan mana tanah mana air
apalagi untuk mencintai keduanya, tanah air

Lihat dengan mata hati
bendera iblis dikibarkan kita malah sorak sorai
lagu kebanggaan dajjal kumandang kita malah riang
buru buru menyiapkan saweran atas ketololan ini

Tengok digedung megah berlambang wanita pegang timbangan
matanya benar benar tertutup atas keadilan
keadilan adalah mengikhlaskan diri dikonsumsi
aturan rimba berbungkus demokrasi

Begitupun padepokan berlambang Gajahmada pegang gada
siapa bisa menegakkan benang basah disana
hukum cuma sarang laba laba
lalat terjerat burung rajawali tak perduli

Semua ini penggenapan zamanya raja buta
setiap peristiwa sungsang melintang jadi malapetaka
kutukan eyang Sabdo Palon Noyogenggong nyata
bencana ini jalan takdir menuju pintu emas Nusa Jaya kembali

Jadi pulanglah segera cuci muka
agar sisa kesadaran jiwa tak pupus terlena
kemasi diri mengungsilah ke barat pulau jawa
cari olehmu budak angon pembawa cahaya

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggumalam, Juni 05/2016 = 20:20 wib





KETULUSAN ABADI
Karya MS Sang muham
( Sebuah catatan kaki untuk sahabatku Ilalang Malam )


Semoga tulusmu menyatu dalam karsa
hijaukan kering kerontang asa terbakar kemilau dunia
indahnya hidup yang sehidup hidupnya

Andai tulusmu tak berbalas
tak mampu beri keutuhan rasa
pada rindu kau taburkan pada ujung sebuah nyata

Maukah kau terus menabur pelangi itu
maukah kau tetap hiasi nurani dengan asih tak berujung
ah...sungguh kaulah sang penabur cinta kasih sejati itu

Bagimu telah disiapkan istana megah
beratapkan sejuta pelangi nirwana
agar kalbu terus dan terus melahirkan ketulusan abadi
layaknya mentari memberi tak harap balas budi

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggupagi, Juni 05/2016 =08:08 wib





BUDAK ANGON
GENERASI PENERUS
Karya MS Sang muham


Dengan kerendahan hati putih sejati
kutangkupkan dua tangan sepuluh jari dikepala
sujudku memohon ijin dan restu
memapar kisah sejatinya diri
lelaki berwajah tampan gagah perkasa

Putra Jawa trah Mataram darah biru sekujur raga
jagawana orang tuanya sederhana
terlahir beda dari sanak saudara
bertapa brata dipadepokan Gajahmada
beratap tanah rumahnya dikota gudeg

Cemerlang jalan karier malang melintang di istana
penasihat sang raja tegas tak suka basa basi
digadangnya gagasan luar biasa kepentingan dunia
energy biru mengusik kepentingan Amerika
terancam nyawanya terusir dari istana

Diusir anak bini layaknya orang gila
ditipu sanak dibohongi saudara hidupnya sengsara
beranak empat dari bibit yang tak serupa
aduhai betapa hinanya jadi bapak tak tau tabiat permaisuri
selangkah tinggalkan rumah selingkuh membara dIsana

Dari langit ia terjatuh terjerembab kelembah biadab
habis tuntas segala harta digadai siapa entah dimana
demi harta sanak saudara tega pakai guna guna
dikurung jiwanya lontang lantung layaknya orang gila
dilupakan teman ditinggalkan saudara serupa anak yatim

Secara manusia ia telah hilang dari peredaran sesungguhnya
dikejar penguasa diburu angkara murka
habis semua harta benda jabatan tak bersisa
dipungut diangkat anak perempuan sakti tanah pasundan
sesuai petunjuk alam semesta ia budak angon sesungguhnya

Sewindu digembleng dikawah candra dimuka
alam ghoib merangkul raga menata ulang jiwa
seribu empat puluh lima leluhur memandu
penghujung genap waktu mandat diterima
bergelar raja kecil tanpa mahkota

Sudah cukup waktu menata logika terima tak nyata
seluruh pasukan tak kasat mata tata baris
aba aba budak angon adalah perintah generasi penerus
saatnya membayar hutang
kembali kepada yang berhak sejatinya

Ingat tanda lahirnya berbentuk ayat kursi
dikedua tangannya menggenggam cahaya
budak angon bergelar generasi penerus
dibawanya merdeka sesungguhnya
nusa jaya kembali sejahtera sararea

‪#‎Billymoonistanaku‬, Sabtumalam, Juni 04/2016 = 23:23 wib





SEBUTIR DEBU
Karya MS Sang muham


Aku cuma sebutir debu
bertabur alfa pun fana
tak pula berkilau diantara sesama
hingga tak ada yang bisa dipinta apalagi dipuja
maka maafkanlah adaku

Aku cuma sebutir debu
dihadirkan diarena pasti ada tujuan sempurna
tak sekedar pelengkap penderita
debu titik inti patung gagah perkasa
saatnya menyatakan apa adanya

Aku cuma sebutir debu
dipantaskan menjadi bagian pembaharu nusantara
bersahabat dengan generasi penerus
lelaki dinanti sekian generasi
kepadanya mata kita tertuju

Aku cuma sebutir debu
penyambung lidah leluhur suarakan cerita nusantara
suka tak suka zaman telah sampai dipenghujung masa
raja buta menggila menjelang kejatuhannya
jangan merintangi jangan menggali kanal baru

Aku cuma sebutir debu
suaraku suara ghoib tak kasat mata bagi yang percaya
jika perlu datanglah saksikan segala buktinya
dimateraikan atas nama wong seberang
sahabat generasi penerus tergelar satria

Aku cuma sebutir debu
panglima asuhan sang satria sakti mandraguna
mengawal memastikan jalannya Jangka Jayabaya
menyusur melengkapkan uga Siliwangi
saksi atas pembuktian Pantun Bogor

Aku cuma sebutir debu
duh Gusti Pangeran Welas Asih mampukanlah hamba
pakai dengan sempurna demi kemaslahatan manusia
perlengkapi hamba menjadi pekerjaMU
berbuat bekerja demi cinta kasih sempurnanya tugas dunia

Aku cuma sebutir debu
maafkalah ketidaksempurnaan ketidakmampuanku

‪#‎Billymoonistanaku‬, Jumatmalam, Juni 03/2016 = 20:20 wib




LENTERA HIDUP
Karya MS Sang muham


Aku menangis diujung lelah
patah arang jalan mengambang tak tentu arah
terjerembab dipojok ketidakberdayaan payah

Hati porak poranda remuk ditangan penguasa
ketidak-adilan membahana hukum tak berdaya
aparat hati berkarat kaki terikat nyali sekarat

Hidup makin sulit hutang tambah melilit
semua diam suasana mencekam
anak negeri pemilik hati nurani kemana pergi

Duh Gusti Pangeran hati merindukan kebenaran
kirimkan pencerahan terangi hati nurani
ijinkan lilin lilin kecil keikhlasan tetap bercahaya
lentera hidup jangan redup teruslah berharap

‪#‎Billymoonistanaku‬, Seninpagi, Juni 13/2016 = 09:09 wib





UNTUKMU,
ANAK NEGERI PEMILIK HATI NURANI
Karya MS Sang muham


Jika temukan simpul
cepat cepatlah merajut sukma
jangan biarkan jarak waktu dan ruang mengekang

Hidup mengalir mematuhi alur seturut pakem
tiap individu punya buku berhak negosiasi inovasi
bagaimana mungkin menerima jika tak pernah meminta

Jangan padamkan suara hati
belajarlah pada kesetiaan mentari
tiap tetes keringat dicatat tiap ikhlas berbalas
hidup cuma sekali singkat lagi mari beri arti

Assesoris dunia silaukan mata tipu daya angkara murka
harta bikin loba kering ladang jiwa lahirkan jurang menganga
duhai anak negeri pemilik hati nurani
mari perduli situasi dengar ratapan ibu pertiwi

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggumalam, Juni 12/2016 = 22:51 wib





MENYIKAPI SENJA
Karya MS Sang muham


Senja menghadang
isyaratkan waktu pulang
Senja menghitung
alat timbang belum seimbang

Senja mengenang
cacah jiwa hitam putih silam terbentang

Senja mawas diri
henti mengejar duniawi
toleh pundi pundi sorgawi

Senja sajikan kedamaian atau menimbun keserakahan
berbuat dibumi terikat dikeabadian
mari berbagi lakukan kebajikan demi kemaslahatan

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggusore, Juni 12/2016 = 16:16 wib





MERASA BENAR PADAHAL INGKAR
Karya MS Sang muham


Rindu kutitip kini layu
rupanya kemarau telah menghapus welas
hingga melupa pada kata

Jarak memang merentang
untuk apa mempersalahkan keadaan itulah kenyataan
mengapa tali temali telah harus retas

Kita tempuh jarak berlawanan
bersikukuh tegakkan benarnya diri
kekeh tak perduli segala rasa
kini sudah benarkah tempat berdiri

Untungnya senja mengingatkan jarak tempuh
mestinya pintar memilah kilah
saatnya jujur pada suara hati untuk apa menipu diri
selalu merasa benar padahal ingkar
bulan ini penuh berkah mari meraih hikmah

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabusiang, Juni 08/2016 = 16.00 wib





TIAP DETIK WAKTUKU
Karya MS Sang muham


Aku yang selalu saja alfa
mestinya tersungkur berlutut diujung kasut-MU
setiap detik telah kuracuni dengan bimbang

Maka ijinkanlah aku meratapi ego pun rapuhku
setiap detik telah kuracuni dengan keraguan
hingga tak pantas lagi kutatap mentari-MU

Ampunilah aku Gusti Pangeran
sebab kemanusiaanku terlalu dominan membelenggu
tolonglah aku Gusti Pangeran
keluar dari kubangan dosa hitam kelam
layakmampukanlah aku Gusti Pangeran
berdiri didepan jadi garam dan seberkas cahaya

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasamalam, Juni 07/2016 = 20:20 wib





POTRET ANAK DESA
Karya MS Sang muham


Inilah potretku
semakin pudar ditelan senja

Entah bagaimana lagi kutata bahasa
agar suara kejujuran mampu kuprasastikan

Andai pun tak usai kubangun tugu
kuharap tiang awan menyimpan catatan
niat menuju kejujuran berbasis ikhlas
berbuah kebajikan

Jangan pernah bosan mengunyah kegagalan
meruncingkan hati nurani kata poyangku

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasasore, Juni 07/2016 = 15:15 wib





UJUNG TEMALI RASA
Karya MS Sang muham


Setiap tali berujung dua
mana kita pegang
tiap ujung berakhir nyata
hitam putih kitalah pelukisnya
mari meraut cinta

Pegang olehmu suara jiwa
janjikan senyum dipenghujung masa
jika berbalik
pahitlah lidah terkecap
penyesalan tiada tara

Perjuangan butuh pengorbanan
dimana kita menempatkan rasa
agar karsa berguna bagi selanjutnya
menuai buah cinta sejati didunia akhirat
sejahtera dibumi indah dikeabadian

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasa siang, Juni 07/2016 = 14:41 wib





SAAT PALING INDAH
Karya MS Sang muham


Saatnya menyemai ketulusan
menabur ibadah
mumpung hari cerah

Saatnya berbagi kasih
menanam ikhlas
kesempatan berbuat jelas

Saatnya menakar haus dahaga
selama ini milik sang papa
jangan hanyut dalam lupa apalagi riba
cuma mengejar dunia
lupa bekal nuju keabadian

‪#‎Billymoonistanaku‬, Seninmalam, Juni 06/2016 = 20:40 wib





RENTANG WAKTU
Karya MS sang muham


Merentang waktu tak semudah merentang tangan
kusut benang hati saat waktu berkelit
lalu buntu diujung tak menentu

Penantian adalah salah satu rentangan waktu
dimana ujung kesabaran diuji
retas atau tetap utuhkah saat salah satu ujung putus

Kita yang tak pernah konsekwen dengan waktu jadi kaku
saat penantian tak kunjung menutup babnya
bersungut sungut lebih sering terdengar ketimbang bersyukur
padahal menanti adalah ujung sebuah perjalanan
aduhai segeralah sadar kita hidup dalam penantian

‪#‎Billymoonistanaku‬, Seninmalam, Juni 06/2016 = 20:20 wib





AKU,
RENTAN RAGA RINGKIH JIWA
Karya MS Sang muham


Jujur ketika kemanusiaan mengemuka
aku limbung kehilangan cahaya
semua jalan dibuntukan bagiku

Aku meronta kehabisan tenaga
rasanya percuma
terbiarkan sebatang kara

Kerap embun mengental disudut mata
menghanyutkan gundah gulana
kristal kristal pilu lalu pecah didada

Duh Gusti Pangeran ampunilah hamba
rentan raga ringkih jiwa tuntun diri lintasi dunia fana
pakailah hamba jadi pekerja diladang kasih-MU
berkarya demi kebajikan berbuat demi kemaslahatan

‪#‎Billymoonistanaku‬, Sabtumalam, Juni 11/2016 = 19:19 wib





JALAN PENGABDIAN
Karya MS Sang muham


Tak ada kata menyerah meski berlumur payah
jangan-kan berlari merayap-pun patah sendi
tangan kaki terbelenggu mati langkah

Raga tak berdaya nurani meronta menanti iba Pencipta
sisa asa kubawa arah kutuju terjebak rimba belantara
duh Gusti Pangeran tolong selamatkan tali jiwa

Hitam legam jalan diri tak mungkin tahir usaha sendiri
cuma welas asih-MU ampun-selamatkan jiwa raga
Tribrata tetap kurengkuh-utuh hingga usai pengabdian
agar nyata buah kebenaran sejati

Garis pengabdian penuh liku langkah henti dililit waktu
jujur setia cuma seloka atau sebatas doa
sang punggawa adalah dia yang ' bisa '
duh leluhur pendiri Tribrata ampunilah hamba tak berdaya
‪#‎Billymoonistanaku‬, Sabtusiang, Juni 11/2016 = 13:13 wib




KATA PATAH SAYAP
Karya MS Sang muham


Gemetar suara jiwa
resah gelisah ragu menikam
kalimat kehabisan kata, kata patah sayap

Waktu sinis memapar usia
sekelompok bimbang lahirkan cemas
esok penuh tanda tanya, tanya kehilangan jawab

Zaman tak bersahabat hidup makin berkarat
hati nurani mengeras kehilangan welas
hidup menjepit harga melejit kelangit
duhai sadarlah ini puncak kalabendu jawa raja buta lupa cipta

Beruntung yang tak tau lebih beruntung eling waspada
saat membayar hutang, anak mata bayar anak mata
sodara sejurai cermati situasi jauhi pusaran naga besi
pasrah berserah pada Pangeran Gusti

‪#‎Billymoonistanaku‬, Jumatmalam, Juni 10/2016 = 21:21 wib




KATA PATAH SAYAP
Karya MS Sang muham


Gemetar suara jiwa
resah gelisah ragu menikam
kalimat kehabisan kata, kata patah sayap

Waktu sinis memapar usia
sekelompok bimbang lahirkan cemas
esok penuh tanda tanya, tanya kehilangan jawab

Zaman tak bersahabat hidup makin berkarat
hati nurani mengeras kehilangan welas
hidup menjepit harga melejit kelangit
duhai sadarlah ini puncak kalabendu jawa raja buta lupa cipta

Beruntung yang tak tau lebih beruntung eling waspada
saat membayar hutang, anak mata bayar anak mata
sodara sejurai cermati situasi jauhi pusaran naga besi
pasrah berserah pada Pangeran Gusti

‪#‎Billymoonistanaku‬, Jumatmalam, Juni 10/2016 = 21:21 wib




TANPA KEPASTIAN
Karya MS Sang muham


Kusimpan rinduku
kukemas bersama sunyi
dipojok nurani kejujuran

Meski kutau tak kan pernah berlabuh sempurna
tapi kau pernah mengundangku melego jangkar
dermaga bayangan milikmu

Barangkali suatu saat kutemukan catatan kesungguhan
tentang rasa terpaut diranah terlarang
sebab jejak yang kau tinggalkan samar
mengajakku tersesat dijalan yang kubuat sendiri

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggumalam, Juni 19/2016 = 20:20 wib



JANJI
Karya MS Sang muham


Rindu yang terbiarkan
akhirnya layu disisi waktu
memeluk pilu

Batas kata telah berakhir diujung perbuatan
bukankah daya upaya telah maksimal
sayangnya cuma ditafsir serupa basa basi

Katakanlah apalagi yang mesti kulukis-nyatakan
menghapus syakwasangka
berilah sedikit saja celah kata
agar kubuktikan kesungguhan ikhlas jiwa

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasamalam, Juni 21/2016 = 20:20 wib




BERGEGAS
Karya MS Sang muham


Pagi kembali hadir
selembar harap tergelar
berteman mentari cerah bersinar

Mari beranjak dari kelelahan jiwa raga
meski harus tertatih memunguti peruntungan
sempurnakan bulatnya tekad

Jangan lagi tengok kebelakang
silam membayang jadikan nostalgia terkenang
ucapkan syukur atas anugrah tercurah
niscaya dilengkapkan dunia akhirat

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabupagi, Juni 22/2016 = 07:07 wib





SANG JENDRAL
Karya MS Sang muham


Selamat malam Jendral
dengan sikap sempurna kusapa gagahmu
teringat catatan kebersamaan di Candi Baru

Aku merindu tegur sapa itu
sembari memeluk bumi kita bersumpah setia
' one and forever '- satu untuk selamanya

Hingga senja kunanti uluran tangan setetes iba
Jendral beranjak tergesa-gesa tak sempat melirik beta
aku termangu diam membisu dilumat waktu

Selamat malam Jendral
jejak pengabdian berbuku batas usia siapa yang tau
saat seragam ditanggalkan giliran menanti panggilan
derajat pangkat cuma asesoris dunia
tak satu pun dibawa
mengapa semua mencipta jurang diantara kita

Selamat malam Jendral
tetaplah busungkan dadamu
aku mengagumi gagahmu

‪#‎Billymoonistanaku‬, Sabtumalam, Juni 25/2016 = 23:00 wib





PENGGALAH PATAH
Karya MS Sang Muham

Terhempas hingga penghujung
daya tak bersisa asa patah cipta
penzoliman nan sempurna

Sebutir debu diseberang samudra terbaca nyata
sebongkah kayu didepan netra dianggab biasa

Penggalah berulangkali patah
tak sempat berbenah
begitu mudah salah

Sidang bertimbang sanksi dijatuhkan berazas berbatas
mengapa hukuman tak pernah usai dijalan pengabdianku

Betapa mahal nilai kebenaran
jujur ikhlas pasrah tak mampu menebus sepotong iba
pertemanan persahabatan cuma sebatas kepentingan

‪#‎Billymoonistanaku‬, Sabtumalam, Juni 25/2016 = 21:21 wib





SUARA KERINDUAN
Karya MS Sang muham


Lama menanti
sejuta rasa membuncah didada
beku termakan usia

Semestinya bisa terbaca
kalimat bisu ungkapan hati
baris kata sunyi

Jika nanti ada waktu
bertandanglah ke beranda jiwa
berdialog tanpa suara
dari hati ke hati

‪#‎BIllymoonistanaku‬, Kamismalam, Juni 23/2016 = 20:20 wib




FENOMENA ALAM,
GONJANG GANJING IBU PERTIWI
Karya MS Sang muham


Bisik bisik soal hati nurani
aku ngeri
negeriku tertimbun sekam terbakar api

Hampir tak ada yang perduli
apapun terjadi
negeriku tergadai kini

Para punggawa sembunyi dibalik perut berisi
cerdik pandai sibuk perkaya diri
politisi bersiasat kuasai negeri

Rakyat kurcaci gigit jari
tertipu pilihan hati
pemimpin digadang penghianat negeri

Fenomena alam atau gonjang ganjing ibu pertiwi
Apa akan terjadi
ibu kota berduka luka sana sini
pasukan tak kasat mata ikut seleksi
sesiapa lalai ikut terbakar api
saat membayar hutang piutang nyali
bencana ini kutukan tak terhindari

Anak negeri berhati nurani ayo ikut mengungsi
Lebak Cawena sebelah barat pulau ini
beringin tiga kata kunci

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabumalam, Juni 22/2016 = 19:45 wib




PERDULI
Karya MS Sang muham

Mari ikhlas
melepas kaca mata kuda
sepakat menata hati tajamkan nurani
tengok kanan kiri

Hidup makin sulit
wajah menghiba dicekik lapar dahaga
saat berbuka tak ada apa apa dimeja
mari berbagi

Memberi dari kelebihan soal biasa
berbagi yang ada itu luar biasa
mengulurkan tangan saat kekurangan sikap istimewa
sejuta pelangi menanti di Syurga

Siapapun bisa berbuat-guna bagi sesama
mari peduli anak negeri pemilik hati nurani

‪#‎Billymoonistanaku‬, Rabusiang, Juni 22/2016 = 12:12 wib





MERANCANG SUNYI
Karya MS Sang muham


Merancang sunyi
pencarian jati diri
menata album nurani

Pada gilirannya sunyi merambati jiwa
tebaran nyeri di ulu hati sekaligus endapan mawas diri
lahirkan karang tegar insani sejati

Hiruk pikuk duniawi memaksa diri terus berlari
mengejar ketidakpastian budak nafsu duniawi
semua berujung sia-sia hampa tanpa welas asih
rancanglah sunyimu sempatkan berdialog dilembah nurani
kemas assesoris dunia fana berbuah cahaya di keabadian baqa

‪#‎Billymoonistanaku‬, Selasapagi, Juni 28/2016 = 08:08 wib




SUMPAH WARNA HATI
Karya MS Sang muham


Jika harus bersumpah
meyakinkan warna hati
akan kulakukan

Tapi apalah arti sumpah
jika toh semua cuma sandiwara satu babak
bumerang menghancur-leburkan perasaanku

Sungguh aku kecewa
ada insan berhati nista
setumpul sudut pandangmu

Katakan apa salahku
kan kukatakan apa salahmu
satu syarat bicara hati ke hati nurani
hindari ego diri melahirkan tirani

‪#‎Billymoonistanaku‬, Seninpagi, Juni 27/2016 = 09:09 wib





MUSYAFIR KELANA
Karya MS Sang muham


Menapaki jalan iman
serupa memintal hayal jadi mimpi
segenap hati menata-lukisnya di kanvas kehidupan
tak henti disitu
memajang-pamerkan sepanjang tarikan nafas

Nyata atau fatamorgana terserah jiwa
jauh dekat cuma dilingkaran hati nurani
maka belajarlah pada alam semesta
hidup sehidup-hidupnya jika menerima dan memberi
memanusiakan manusia penuh welas asih

Waktu ternyata cuma kesepakatan
tubuh roh dan jiwa adalah aku sesungguhnya
musyafir didunia seturut cinta kasihNYA
alat peraga tersedia dimana-mana
mari berdayakan menabung bekal selanjutnya

Derajat pangkat harta cuma assesoris dunia semata
jangan perhamba diri jadi budaknya

‪#‎Billymoonistanaku‬, Minggumalam, Juni 26/2016 = 23:23 wib