RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 05 Juni 2016

Kumpulan Puisi Sri Handayani - RINDU YANG DITITIPKAN


RINDU YANG. DI TITIPKAN
By; Srihan


Gigil subuh ini
Pucuk pucuk pinus itu
Lembut berbisik ....
bersama gemersik daun
yang tertiup angin ....

Benar kanda
Ada Seberkas rindu yang kau
titipkan untukku
dan sang bayupun lirih berucap
di sana cintamu sangat merah
Untukku ...
Ia meronta ingin bertemu ....

Gigil subuh kalii ini
Bercerita banyak kepadaku ..
Tentang bintang bintang
dan gelombang aliran sungai
Yang pelan memanggil namaku
bersama diammu ...
Namun matamu tak dapat berdusta
Penuh dahaga ingin menatapku ...

Kanda ...
Rindu yang kau titipkan
di pucuk pucuk pinus itu
telah sampai padaku....
Mengusik tidurku malam ini ...
Buyarkan rajutan mimpi yang sedang kuanyam...
Bersama nafas malam ....

Bandung 02-06-2016





JEJAK BINTANG JATUH
By ; Srihan


Lalu tanah di bukit Ciwangun itu
memerah ....
Bekas jejak bintang jatuh semalam

di sungai kecil itu
Mengalir rindu nan biru
sungai itu mengalir lembut tenang
tanpa riak
pun gelombang .....

Percikan bintang jatuh itu
Suburkan bunga bunga
yang merekah di taman kalbu ...

Alampun hening...
Langit cerah terbias warna cinta

Duhai bintang jatuh ....
Cahyamu tetap benderang
Terangi bukit Ciwangun indah
Kau redam gigil malam dengan
hangat sinarmu ....

Bandung 01-06-2016




WAKTU BERHENTI DI STASIUN
By ; Srihan


Mungkin aku harus pulang
dan menyimpan semua mimpi
dari keranjang kalbu ini
Kereta yang ku tunggu itu
tak kunjung datang ...

Seseorang berkata
"Tunggulah beberapa jam lagi"
Tapi malam semakin larut
Penat dan lelah merambati urat darahku
Tubuhku semakin lemah ...
Menanti kereta itu tiba ....

Sungguh aku tak mau mati
di stasiun ini ...
Stasiun penantian yang pilu
Sementara wajah wajah orang di stasiun ini
Telah membiru....
dalam penantian yang kelu
Waktu seakan tercekik dan membisu
Beku seakan jarum jam itu terkunci
Tak bergerak ...

Ah ....sungguh penantian
yang menyiksa ....
Bandung. 24-06-2016





RINDU YANG TERPENJARA
Bt ; Srihan


Aku tahu
di sana rindumu telah. Menggumpal
menggunung dan membatu
terpenjara jarak dan waktu ...
Pun hasrat cintamu melebam
Warna merah itu melebam
ditampar musim dan waktu ...

Tapi biarlah ..
Jarak ini menjelma dinding
bahkan benteng tinggi menjulang.
Halangi hasrat
matamu yang dahaga menatapku....
Tanganmu tak dapat menggenggam tanganku
Mungkin jarak ini menjadi kejam
bagi kuncup kuncup rindu yang ingin rekah
di taman cinta kita ...

Tapi biarlah ...
Ini hanya sementara ...seperti kemarau
yang meraja .Membakar semesta dengan teriknya ....
Namun di atas sana masih ada awan
yang menggayut
mengandung janin hujan ...
yang akan sirami bumi nan gersang ....
di rajam kemarau ....

Begitupun kuncup-kuncup rindu kita Kanda
Pasti kan merekah bersama musim semi
yakinlah ...kuncup kuncup rindu itu
Esok merekah bersama senyum
Mentari pagi ....
Hangatkan jiwa kita

‪#‎buatrindu_yang‬ terpenjara
Bandung 25-06-2016





RENUNGAN DIBALIK KERANDA
JENAZAH
By : Srihan


Duhai jiwa jiwa yang masih berteman raga ....
Sebenarnya apa yang kau sombongkan jika parasmu indah itu hanya hiasan saja....esok di rumah masa depanmu
Wajah rupawan itu kan hancur di santap cacing cacing tanah
Tubuhmu ysng elok dan gagah esok hanyalah tulang belulang yang hancur menjadi tanah ...

Nama besarnu yang populer
Di elu elukan banyak orang
Mungkin esok akan dilupakan orang
Bahkan mungkin anginpun enggsan. Membisikan harum namamu
Hanya nisan batu yang mau menggenggam namamu ...

Mulutmu yang manis ...
Suaramu yang merdu ...bahkan terkadang berbusa dalam dusta
Esok kan bisu terkunci tanah merah
yang mendekapmu ....

Kendaraanmu yang mewah
Melengkapkan prestise mu ...
Esok akan di ganti Keranda beroda manusia ....
Dan kau tak kan sempat berterima kasih pada para pengusung kerandamu.itu

Lalu kesombongan ...
Ketinggi hatian dan egoisme apalagi apa yang kini membungkus dan membrelenggu harga dirimu ...
Harga dirimu adalah permainan perasaanmu sendiri yang terasa indah
Karena diukir nafsu duniawi ...
Subhanallah ...
Padahal kita tidak pernah tahu kapan undangan Malaikat Izroil datang. Mengajak kita mudik ke kampung akhirat ....

Bsndung 27-06-2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar