RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 22 Juli 2016

Kumpulan Puisi Emmy Metamorfossa - TETESAN RINDU


TETESAN RINDU
by, Emmy Metamorfosa


sejuk bening rinduku, menetes mengguris sebongkah hati beku
bulir luruh menggema kepenjuru relung sukma
mengalun bak nada pilu simfoni cemburu

cinta, di mana dirimu
aku rindu.....

Kisaran, 050716





KUPINTA
----------------


Teruntukmu abang
di sarang istana biru.

Kupinta padamu duhai abang, saat kelak kau datang, cukup pasang wajah datar tanggalkan saja topeng kesedihan.
Tiada lagi makna sesal bisa kueja dari seraut tampan yang memudar.
Tanyakan saja padaku besar nominal demi kembali setangkup martabat dan sepikul tanggung jawab yang kau titip di bahu mungilku.

Kupinta padamu duhai abang, simpan saja semua tarian kata, demi mu membuka lagi diary lama.
Catatan bertinta darah yang kini kusimpan di palung hati terjauh berbungkus dendam liat tak terkoyakkan.

Kupinta padamu duhai abang, jangan hadirkan gerah usah ciptakan jengah di dadaku ketika kau menatapku, rasaku hambar laksana arang, sisa dari semua cinta yang habis kau bakar.

Kupinta padamu duhai abang, saat tiba masa kau terbang dari sarang, datanglah sebelum senja meremang, tunaikan hutang piutang atau biarkan selamanya aku mendendam.

~emmy~
Kisaran,110716





SERUAS KATA

sedalam apa aku menyelam
hingga dasar hati samudra pikiran
hanya seruas kata ini yang kutemukan
maka ini jualah yang bisa aku tancapkan
di halaman kosong pengaduan
"kecewa"

Kisaran, 020716




GERIMIS RINDU
by, Emmy Metamorfosa


perdu rindu kau semai
kian subur merimbun
di awan nan kelabu
kian hitam kelam
,
berbunga gundah
berdaun resah
beraroma
cemburu
,
pada hamparan sepi malam
guguran perdu rindumu
merinai jejarum
menggerimis
menancap
di hulu
tangis

.
Kisaran,220716





‪#‎CEMILAN‬ (Cerita MungIl Asal asaLAN)#
KASIH TAK SAMPAI
by,Emmy Metamorfosa


Pada suatu hari di negeri angkasa di sebuah istana Cakrawala. Sang raja Langit bermuram durja tanpa ada yang tahu pasti apa gerangan sebabnya. Pasukan hujan ia kerahkan menyerang bumi, sesekali dentum gemuruh dan cetar halilintar menggelegar.

Bumi dan seluruh keluarganya hanya bisa menggigil ketakutan pasrah dan kedinginan.Bahkan ada yang longsor tiada mampu bertahan.

Diam diam permaisuri Awan mencari tahu musabab sang Paduka gundah gulana. Kabar ia terima dari para dayang Bintang bintang, ternyata Paduka murka akan cinta Putri Mentari dengan Bumi sang sudra. Dan penyerangan terhadap Bumi hanyalah hasutan Mendung yang ingin mempersunting Mentari.

Dari para Bintang juga permaisuri tau kalau Mendung hanya ingin menguasai Cakrawala memasung Mentari mempecundangi Paduka langit dan merendahkan Permaisuri Awan dengan memaksa menjadi pembantunya dengan dalih mereka masih bersaudara. Mendung juga hanya terbakar cemburu sebab Mentari dan Bumi senantiasa mesra selalu setia dan kemesraan itu sering terlukis sebagai pelangi hingga Mendung selalu rendah diri.

Permaisuri lalu menyampaikan tabiat dan niat buruk si Mendung dengan disertai kesaksian Bintang bintang yang bermata cemerlang. Padukapun tersadar telah dipermainkan si Mendung hitam.

Dan penyeranganpun dihentikan. Namun Mentari dan Bumi tetap tak dapat direstui karena letak dan kasta yang berbeda.

Kini mereka hanya mampu mengabarkan rindu dengan tangisan gerimis dan lengkungan pelangi.

Sementara Mendung kini hanya ditugasi menjaga gerbang kerajaan dan mengguyurkan pasukan bila Bumi dan Mentari terlalu lama bertatapan.

~emmy~
Kisaran,170716




KUNCI
by,Emmy Metamorfosa


rumah hijau mungil kita
kini tak bisa terbuka
karena kuncinya terlindas armada
siang tadi,
aku terkurung di dalam
kau terbiar di luar

sayang, adakah kau berteman?
selimutku sejuk tanpa sapaan
suaramu ku lepas di tepian senja
dan rindu kini mulai me-Raja
hanya gelap mendekap, ku terlelap

sayang, dapatkanlah kunci baru
akhiri risau yang bersalut rindu
ku kan terus menatap
di layar jendela kaca
untukmu selalu pintu
rumah hijau mungil kita

~emmy~
Kisaran, 170716





GILA
by, Emmy Metamorfosa


saat ku
meratap
mengharap
menghiba
memohon maaf

padamu pangeran istana maya

saat itu ku merasa
nyawaku kehilangan jiwa
ragaku kehilangan nyawa
namun tetap saja kau berada
di antara ada dan tiada

saat itulah ku merasa
lebih sakit dari yang gila

Kisaran,130716





ALARM PRIMITIF DAN APA YANG KAU BELA
by: Emmy Metamorfosa


Apa yang kau bela? Ritual leluhur kita katamu sirik/musryik, primitif, tahayul, kuno. Apakah tentang ajaran negri jauh itu berbeda?

Apa yang kau bela? Bukankah Tuhanmu men-Tuhan-i semua ajaran yang ada? Walau berbeda cara tapi katamu Tuhanmu itulah sesembahan dari semua penyembah?
Lalu mengapa kau rusak rumahNya?.
Mengapa kau harus membela Dia yang maha perkasa maha kuasa, butuhkah Dia itu dari seorang hamba? Lemah sekali Dia atau sebenarnya dia hanya ada dalam pikiranmu saja? Kenyataan kau yang marah bukan Dia, di mana Dia kala itu?

Apa yang kau bela, cara pengingat waktu warisan ribuan tahun?.Lupakah kau bila tidak diingatkan akan ritualmu yang setiap hari beberapa kali dan selalu berulang ratusan hinggga ribuan tahun. Tidakkah pada jam ada alarm pada alat di tangan pada layar tontonan,bahkan ada aplikasi untuk itu tidakkah semua itu cukup mengingatkanmu akan hal yang berulang ulang kau lakukan? Sebuah tradisi..oh itu baik, tapi apakah tidak sebaiknya kau berpikir untuk cara yang lebih baik lebih sesuai dengan keadaan dan perkembangan zaman. Yang tak hanya baik buatmu juga buat mereka yang berbeda di sekitarmu?

Apa yang kau bela, apakah dengan seruan itu rumah Tuhanmu penuh oleh sebagian yang mendengarnya?

Apa yang kau bela?

Kisaran,310716





SEHENING TELAGA
by,Emmy Metamorfosa

rerimbun kisah melingkari
berlalu badai tertiup sadar
keruh karam endapkan kenangan,
kini teduh menenteram
riak riak indah tiupan rindu
jernih hati paduan jiwa berkasih,
cinta sehening telaga
kemana akan arah muara
abadikah rindu berpalung dalam..
tiadakah ia menganak sungai..
cinta..,tiuplah bayu kemana arah
aku riak telaga pun pucuk bambu
jadikanlah kita menjadi ada

♡>>☆
Kisaran,
00:00
290716

Tidak ada komentar:

Posting Komentar