RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Kumpulan Puisi & Cerpen Riri Eka Putri - SENJA DI BATAS KOTA


SENJA DI BATAS KOTA

Seperti biasa ku lewati jalan ini jalan menuju pulang arah kampungku hingar bingar suara musik itu selalu mengusik perjalanan kami
Gerimis kecil mulai basahi jalan
Kerlip lampu kapal di teluk bayur menambah indah nya suasana senja satu lagi warung remang" yg kami lewati bikin aku bergidik
Ah.....senja ini .....entah apa yg terpikir di kepala kedua putri kecilku mereka semakin bingung ketika mereka bertanya " ummi ....senja senja begini gak dingin ya kakak yg berdiri di jalan itu kok pake kain basahan?" aku sedikit geli dikampung kami yg pake tengtop itu biasa nya buat baju mandi di kolam atau sungai anak ku menyebut nya dg kain basahan."
Aku hanya tersenyum dan menyuruh mereka rebahan biar tertidur di buai goyangan mobil kami. Senja semakin beranjak gelap kami terus melanjutkan perjalan pulang
Ada sedikit ragu dihati ttg negri ini
Kenapa begitu menakutkan sekali bagiku
Tentang apa yg telahku saksikan diwarung tadi. Kupandangi kembali wajah tanpa dosa
Yg tertidur pulas ah....putri kecilku Do'a ummi untuk kalian agar mnjadi anak yg sholeh. Rasanya aku takut dan semakin takut dan tak ingin mereka cepat remaja aku hanya ingin mereka hanya menjadi putri kecil ku yg polos.




CERPEN
SEPENGGAL TANYA DALAM KECEWA


Pagi itu saat gerimis mulai membasahi jalan
Jarum jam menunjukan pukul 0.8 pagi
Dg malas kulangkahkan kaki kekamar mandi
Ada rasa malas menyeruak di hati.
tapi hari ini aku harus hadir karena tuntutan pekerjaan dikantor.
Cuaca semakin dingin gerimis berubah menjadi rintik" hujan membuatku semakin malas untuk beranjak dari duduk ku.

Tiba" telf itu berdering assalamu' alaikun PE
Begitu suara terdengar dari seberang sana
Kemudian tlf di tutup. Dlm bingung hati bertanya....ada apa ya???

Satu jam kemudian SMS berdering
Ah.....ada apa ini??
Pertanyaan dan tuduhan bertubi menyerangku. Rintik hujan semakin deras
Sederas airmata yg mengalir di pipi
Aku semakin bingung dg semua tuduhan yg tak beralasan.

PE.....tiba" sebuah sentuhan mengusap pipi PE ada apa? Kenapa matamu sembab
Pe semakin terisak saat pelukan hangat itu mendekapnya. Pe melihatkan SMS itu pada orang terkasihnya.

Ada kecewa saat itu ketika kepercayaan di sia siakan ketika tuduhan seperti terdakwa
Entah apa yg terukir dipikiran mereka sehingga begitunya mereka memusuhi' pe' tanpa harus bertanya dulu
Pe. Bingung terbesit tanya dlm kecewa
Ujian apa lagi ini pe menyadari setiap yg beriman itu pasti di uji, pe tak pernah menyalahi takdir namun begitulah Roda kehidupan.
Hari berlalu waktupun berganti pe berusaha untuk tetap tegar dg semua ini.

Dia hanya selalu teringat akan masa masa indahnya dulu ,waktu masih bersama orang tua yg mencintainya hidupnya yg selalu bahagia jauh dari kesedihan, namun itulah hidup. Saat orang lain tak bisa menilai.
Hanya mendengar dari mulut ke mulut tanpa harus mncari kebenaran

PE satu pesanku untuk mu
Bersabarlah karena kebenaran itu akan terungkap. Dan biarkan waktu membuktikan semuanya
Didunia engkau kalah akhirat adalah kehidupan mu.tetap istiqamah.....
Selalulah menjaga ukhuwah.




SEMU


Kucari di setiap sudut jalan itu
Tak kutemui apa yg kumau
Kupandang setiap telaga mata mereka
Tatapan itu tetap tak sama
Hari ini tak kutemui cerita itu
Entah nanti atau kapan

Langkah ini semakin beranjak pergi
Menelusuri segala arah yg kutak mengerti
Entah kuberada diantara hati dn jiwa
Yg seolah mati dan semakin hilang.




MUNGKIN INI YANG TERBAIK


Biarkanlah seperti apa adanya
Mungkin tak seperti yang kuingin
Dan tak seperti harapan kalian
Mungkin ini yang terbaik
Menjadi pilihan diantara yang dipilih

Saat takdir itu bicara diantara kita
Untukku untukmu dan untuknya
Dan untuk cerita indah kita yang mulai terhenti.

Biarkan masa itu berlalu bersama perihnya rindu biarlah rasa ini padam bersama cahaya sunnah
Mungkin lebih baik begini.





KUSEMBUNYIKAN CINTA DI LANGIT BIRU


Ketika kuawali pagi dengan secangkir rindu
Kusuguhkan untuk kehangatan cinta ini
Yang selalu mampu kalahkan rasaku
Kucoba buka kembali cerita itu tentang masa indah yang pernah menghantarku
di pelukmu.

Pagi ini mentari sembunyi seolah malu dengan rasa ini gerimis mulai basahi hari
aku semakin terbiasa oleh kecewa ini.
Biarlah waktu berlalu tinggalkanku.
Aku akan selalu setia menunggu di sini
sampai batas waktu cerita kita.
Duh......diri sampai kapan rasa ini terus sembunyi walaw bergulung ombak laut birupun. Rasa ini kan kusimpan rapi
Sampai tanya itu datang menyapa.
Biarlah seperti apa adanya
bercinta denganmu halau resah ini.





RINDUKU DUKAKU


Di sin di sudut kota ini ingin kutulis sebuah cerita untukmu ,tentang apa yg terukir di jiwaku tentang semua kisah yang tak mungkin kita pungkiri, dan tentang rasa rindu itu yang telah padam bersama dukaku.

Betapa kuingin habiskan waktu bersamamu
Terbang bersamamu dilangit biru
Mengukir nama kita di awan
Bercerita tentang cinta kita.

Namun.....
Kau semakin jauh dan pergi
Tinggalkanku di sini berkawan sepi
Hanya kunang kunang malam menemani.





BERSAMAMU


Kucoba kuburkan rasa ini di pengabadian
Menunggumu hanya menyulam kecewa
Hati ini seakan terbang dari sayap hati yg telah patah.
Bercerita dgmu semakin ngangakan luka
Tentang rasa yg tak bermakna
Tentang jiwa yang telah padam.
Aku........
Bagai merpati disangkar emas
Terkurung dlm asa sia sia
Berjalan diantara padang ilalang berbisa
Lukaku semakin membekas dijiwa
BERSAMAMU.....
Kutitip luka kuburkan rasa
Membunuh cinta dalam tanya.




KECEWAKU BAHAGIAMU


Mungkin ini yang terbaik buatku
merajut kecewa ini sendiri
bersamamu hanya ngangakan luka
aku bagai diri yang tak pernah ada di
hatimu.

Biarkanlah aku berlalu pergi
jangan mengharap untuk kembali
biarku obati perih ini sendiri
dan biarkanlah waktu mengajariku
untuk melupakanmu

walau aku tahu diri ini tak sanggup tanpamu
namun aku harus terbiasa dengan semua ini
membalut luka ini sendiri
menghibur diri ini
walau luka itu semakin perih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar