RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 10 Agustus 2016

Kumpulan Puisi Nor Azah Bahrim - MENGAPA HARUS JUMPA


EMBUN PILU MULAI MENJEJAK BASAHNYA

Malam ini suram
neon di tiang-tiang jalan buram
kerlip bintang dilangit
bukan lagi riang yang terhidang
detik waktu yang menyusur
bagai melukiskan
titik akhir ceritera rindunya yang basah

karena;

sebelumnya
rambulan termenung mengingat
mataharinya yang tidak menjenguk siang
entah terlupa jalan pulang
atau sesat diperjalanan yang panjang
khabar dalam tanya yang dihantar
bukan lagi yang terbaca

dalam mencongak waktu
mengirai pilu menyeret kelu
perlukah nantiku lagi
yang seharusnya kau sadar
dari awal antara kita

aku tidak lagi sekuat karang dilautan
tidak juga sekental batuan sungai
yang kerap dipukul derasnya arus
aku cuma embun pilu
yang menjejak basahnya
terhapus kala mentari memancar

Cukuplah
andai tertulis riang kita cuma seketika
tidak ku tagih lebihnya
kau bukan milikku dan aku bukan siapa-siapamu.

JaWanis@°NOR AZAH BAHRIM
Senibong-07082016/21:19pm




MENGAPA HARUS JUMPA

Lantaran terlalu lelah
aku berdiam
tak lagi mengungkit
hilangmu
ku relakan

/2
berharap
jangan pernah berpaling
karena kamu pasti tak bisa pergi

/3
tanyaku padamu
mengapa harus jumpa
yang akhirnya menggoreskan luka

/4
andai saja
waktu bisa berputar
temu mungkin tak ku ingin
karena akhirnya kita begini

/5
namun
lukisan takdir-NYA
menciptakan kenangan kita

JaWanis@°NOR AZAH BAHRIM
Senibong, JB
‪#‎tuliscikit2nantiadamasakitakembang2kan‬





CATATAN 27 FEBRUARI UNTUKMU


Rindu memanggil ku pulang
mencatat rentet rasa yang menuang
ada lisan yang tak bisa terluah
cuma bisa ku pendam diam
biarlah andai itu yang terlebih indah

aku dan kau
ya, beginilah seperti yang lain
berjalan dalam sadarnya
kadang tamu kita di hujungnya waktu
kerana selesanya seperti itu

cuma, mengapa ada tanya yang menghujam akalku saat diamnya dirimu yang tiba-tiba semalam, apakah ada salah lakuku yang mengusik hatimu atau ada tanya yang tak bisa kau ucapkan padaku setelah seminggu tidak bersapa

andai menyangkut tentang kita, ku berharap janganlah disimpan
ya, tentang kita
yang telah lama menyusun tinta , menyusur jalan dan denai berdua cuma bibirmu belum bisa mengatakan aku siapa untukmu

sekuat apa dirimu sebenarnya untuk menyimpan diamkan rasamu buatku, bukan tak aku sadari cuma menanti benarkan punya rindu untukku sebagaimana rasaku untukmu.

ah, biarlah
mengapa aku resah sebegini sedang kau tetap tenang-tenang sahaja
akhirnya ku biarkan dulu tanyakan terus di tempatnya, mungkin ada waktu jawapan itu menyapa dalam tak tersangka
yang selalu aku nantikan dalam sabar

sementara masa terus berjalan kita tetap akan merasa nyaman oleh rasa saling percaya dalam jauhnya kita

ku berharap...

JAWANIS@NOR AZAH BAHRIM
Senibong, JB
27022016
‪#‎inilahawalmulakita‬




KINI


Andai memang
kau menginginkan ku pergi
padamkan dulu rindu
yang pernah kau hidupkan

Diamku
rupanya membuatmu pilu
sunyimu
menyingkap ingat, masihkah
rasa ini perlu

aku dan kau
terperangkap pada ruang kelu
kini

JaWanis@°NOR AZAH BAHRIM
Parit Kaseh-13082016
‪#‎cubitrinducikit‬





WAKTU UNTUKMU


Waktu cuma angka
yang kadang mengundang sangka
biarpun diamku
kadang mengundang luka pada sunyimu
tidak pernah ku abaikan rasaku padamu
hanya pada-NYA ku pesan
kasih yang mencantum dijiwa kita
rindunya
moga tak pernah surut..

JaWanis@°NOR AZAH BAHRIM
Senibong,JB
‪#‎cubitrinducikit‬




TAHUKAH ?

Tahukah?
yang selembar itu akhirnya yang sahih
yang selembar itu yang terpilih
yang selembar itu pergi tak merintih
yang selembar itu menanggis lirih

Tahukah?
dia masih ingin namun kerna takdir
ingin cuma angan yang tidak mungkin
meninggalkan kerna takdir tiada mungkir
menghayun langkah pergi penuh yakin

Tahukah?
jatuh dan terus luruh
arus deras harus di tempuh
bunyi seperti tiada mengeluh
siapa tahu hatinya tiada luluh

Tahukah?
dalam jernih alir menghanyut
galat kadang tidak tersebut
cuma lirih hati menyahut
takdir tiada siapa bisa mengelak sahut

Tahukah?

JaWanis
Senibong, Johor Bahru
191215-12:32am
Nukilan jiwa
‪#‎menyelongkarruangpuisitersimpan‬





PENGERTIAN BELUM LAGI TERUNGKAI


Candamu tak pernah ku lupa
Selalu mengiringiku saat sepi
Berganding dalam satu ruang
Menikmati indahnya hari

Kalam-kalam bersapa
Dalam diam menitik hati
Menyuntik rasa
Yang akhirnya kita sendiri
Tak bisa menjawabnya
Soal yang terlontar satu persatu

Adakah ini rindu
Yang tercipta dalam kebersamaan
Ataukah ini rasa kasih
Yang dalam diam terpendam

...aku kau tak bisa meluah
Hanya diam menanti
Bila dan ke mana arah
Akhir sebuah pengertian rasa ini

♡salam jiwa cinta sejuta rasa♡
JaWanis-090815/4:48pm
Nukilan jiwa




AKU KOYAK SAJAKMU KERANA DALAMNYA SERING BERKISAH KIASNYA AKU MAHU KAU JELAS


Catatan panjangmu selalu aku nanti pabila aku menyinggahi platform yang menemukan kita.
bukanku buang tapi kukoyak isinya kerana aku sadar ada kisah luka yang lagi kau kiaskan yang mungkin saja aku atau dirimu dalamnya. Pabila aku sampai, sore ini dirimu ternyata telah berlepas , aku berkata terlambat sekali lagi aku akanmu rupanya, apakah ada peluang lain untuk pertemuan ini dalam nada sayu yang kutahankan resahnya.

Bait-bait yang kau ukir ada kias kisah dalamnya, kadang seakan-akan ceritera yang lagi kita jalani sejak pertemuan pertama atas ramah teguranmu akanku juga tingkah yang memberi soal tak berjawab kita mulai dekat dan bisa berceritera akan hal-hal diluar kotak angan.

Ya, dari pertemuan-pertemuan yang entah ke berapa di platform keramat ini, telah menjadikan kita sedekat ini. Jauh tak menjadikan alasan untuk ingat dekat tak pernah kita abaikan ruangnya dengan celoteh dan coretan riang yang kadang membungakan sesuatu di kamar hati namun tak pernah kita bincangkan.
Sebelumnya tak pernah ada janji selainnya atas jabat yang kita sambut diawalnya jabat persahabatan begitu juga kini, namun dekatnya kita dalam beberapa hal telah mencipta ruangnya sendiri yang kadang tidak kita mengerti apa mungkinkan ini awalnya.

Ruang itu mulai kita penuhi dengan keriangan dan kasih sayang seboleh mungkin setelah melewat beberapa pengalaman yang pernah melukakan kita kutip dan berharap rasa menjauh dan menjauhi tidak berputik atas alasan cemburu dan benci .

ii
Mungkin saat ini kau telah membaca warkah yang aku tinggalkan dihentian terakhirku waktu menantimu, dalamnya telah aku garap pesan setelah suratmu yang kau tinggalkan aku koyak isinya dan berharap kau memahami mengapa dirimu yang mulai kunanti dan biarpun aku lepaskan kau bebas, talinya masih aku pegang.

iii
Ya, benar sekali sangkamu akanku,
setelah banyak hal yang kita lewati berdua aku mulai memegang akrab hatimu sebagai tempatku berbagi rahsia biarpun kadang sesuatu yang tak mungkin jelas terlayar mengimbas ingat dan angan kita.

Biar tak pernah kau jelaskan, seakan aku membaca diriku dalam bait-bait sajakmu yang kau terjemah dalam makna lain yang kadang membuat aku tersenyum sendiri kerana setelah yang itu mengapa kita harus jumpa.

iv
Telah lama aku pegang tanganmu lewat tintaku 21februari yang lalu cuma dirimu yang terlambat membacanya dan aku yang tak pernah memaksa minta dan setelah malam itu jelas makna kita sama pada rindu yang tertahan.

JaWanis@°NOR AZAH BAHRIM
Parit Kasih, Batu Pahat
06072016
#sajakseekartau




TENTANG CINTA
BERHARAP SELALU ADA


Bagaimana memegang cinta
sedang ia cuma rasa
yang mengintai lawang hati

Yang kadang mengangkat mekar jiwa
juga tak lupa sesekali meracik damai hati
keduanya mengadun sama
yang satu persatu saling melengkapi
memasak setia di garis cinta tertulis

Sayang
tolong simpan rasa cinta
hingga hujungnya waktu untukku
moga ceritera tentang kita tak hanya berakhir di sini

JaWanis @°NOR AZAH BAHRIM
Senibong, Johor Bahru
07 Januari 2016
Nukilan jiwa
#cubitrinducikit..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar