RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 04 September 2016

Kumpulan Puisi & Cerpen Riri Eka Putri - KENANGAN ITU


CERPEN
KENANGAN ITU
Karya : RIRI EKA PUTRI


Sisa hujan semalam masih membasahi jalan
kupercepat langkah ini menuju perantara Rumah sakit , suara itu masih terngiang di telingaku, ketika kumelewati ruangan operasi
Ops hampir saja ruang pendaftaran itu terlewati, ada yang bisa dibantu dek? sebuah suara mendekatiku dengan tanpa basa basi
Aku pun mengangguk iya bu,"

Aku masih bengong berdiri diruang pendaftaran tiba tiba kenangan itu kembali mengusiku
ini anak ibu ya? dokter itu bertanya sambil menunjuk ke arahku, iya dok, anak perempuan saya satu satunya, karena dia saya bertahan untuk menjalani pengobatan ini.

Dokter? berapa lama saya bisa bertahan?
itu semua tergantung semangat ibu ya...
semoga pemeriksaan hari ini berjalan lancar
dengan tetap semangat kuyakini itu, dalam hati semua akan baik baik saja
sekolah dimana anak ibu ya? tiba tiba dokter itu bertanya lagi,di sekolah kejuruan dok, di kota ini bu? suara itu kembali terdengar lirih
iya dok, ini baru nyampe pagi ini
Ooo semoga ada yang bisa merawat ibu nanti ya.....

Dek? suara itu kembali membuyarkan lamunanku eh iya bu. tanpa kusadari aku
telah hanyut bersama masalalu,sehingga aku sendiri lupa kalau ada urusan ke Rumah sakit ini,
ma'af dek untuk hari ini pelayanan Rumah sakit sudah tutup esok saja kembali ke sini
lagi ya? dengan masih berharap aku pun beranjak pergi dengan perasaan galau
dan aku memutuskan untuk kembali pulang.

Kenangan itu selalu saja menjadi selimut tidurku hari berlalu waktu berganti wajah ayu itu selalu dekat di ingatanku perempuan tegar yang teramat baik bahkan semua orang mengakui kebaikan beliau
perempuan yang kupanggil Mama
yang selalu membimbingku dan setia mengajariku madrasah bagi kami
perempuan yang paling istimewa di mata papa, namun Allah lebih menyayangi beliau

Mama...., sejuta cinta telah kau persembahkan ke arena hidupku dulu,
kini telah berbuah tanggung jawab yang membuat hidupku berarti
lima tahun bukan waktu yang singkat untukmu berjuang melawan kesakitan karena Ca Mamae yg menggerogoti tubuhmu
mama selalu berjuang demi kami anak anak mama, namun takdir itu tetap berkata lain.
kini kenangan demi kenangan itu selalu menari di sudut mimpi.

Terimakasih Mama telah menjadi ibu yang
terbaik buat kami

PADANG 3 september 2016




RINTIHAN DI ISTANA TUA


Di ujung jalan ini, suara alam itu,
Gemericik air, hembusan bayu dan cicitan merdu, suara itu masih sehangat dulu

Dua tahun sudah, di jalan ini
Lambaian tangan itu masih terbayang indah
dimata renta, ucapan perpisahan masih terngiang syahdu
seketika keharuan menyelimuti istana tua.

Hari berlalu tahun berganti
tubuh ini semakin sepuh
menanti dikau kembali
bersama sibuah hati dan permatamu

Namun sampai saat ini
kau tak kunjung datang
mengusap pipi ibu dan ayah
airmata ini bak telaga yang mengering
dimusim kemarau.

Nak, pulang lah.....?
temani ibu mengusap perih luka rindu
sentuhanmu obat yang ibu nanti
tiada yang berbeda disini
semua masih seperti dulu.

Saat hati tersisih, dalam resah ditingkah cibiran
hari berganti menghantarkan petang kepada senja bulir bening ini mengalir deras
bunian binatang misteri semakin menyulam
ketakutan kerinduan yang tak bertepi
dipertigaan malam selalu kutanya
engkau dimana anak ku.....??

saat siang menjelang kutatap di setiap
mata mereka
namun tak kutemui wajahmu
untuk mengobati kerinduan yang tak pernah
sudah.

Kini, aku semakin sepuh
kesedihan selalu menjadi selimutku
nasi yang kumakan bagaikan sekam
air kuminum terasa duri
dunia bagiku telah padam
bila esok mentari masih bersinar
aku kan tetap selalu menunggumu.




KUPELUK CINTA DI UJUNG WAKTU


Kutulis kembali lembaran yang telah usang,
kutatap sepi dalam kesendirian,
rintik hujan pagi ini semakin bekukan hati,
aku semakin tersakiti oleh permainan ini,
mimpi itu semakin menjauh dan pergi.

Bayangan itu semakin semu, kupeluk kerinduan ini dalam tanya yang tak terjawab, cinta yang semakin hilang, seolah terbang hilang tak singgah lagi.

Jalan kenangan itu telah tertutup aura cinta baru, sulit untuk menoleh pada hati yang selalu berharap, genggam tanganya jangan pernah lepaskan, membiarkan cerita ini berlalu bersama kenangan.

Oh, biarlah kupeluk cinta di ujung waktu
mendekap rasa dalam diam.




CINTA YANG TERABAIKAN


Kupeluk malam bersama kelam , kuabadikan sejarah kisah ini, kisah yang selalu menggelayuti di ujung penantian yang tak pasti, semilir angin malam berbisik lirih pada jiwa yang semakin hiba.

Kasih......
Aku masih di sini menjaga kisah ini, yang selalu mengeja namamu di setiap Do'aku,
berdiri di sudut penantian semu, tentang cerita kita di penghujung waktu

Kini.....lanngkah ini kian terhenti di sudut rasa ini yang kian menikam perih hati, telah kupahami semua tentangmu dan semua kisah ini, aku semakin terhakimi oleh diri ini mencintaimu kesalahan besar bagiku, lari darimu semakin kutak mampu.

Kasih......, andai kisah ini yang semakin buatku terluka aku telah rela dengan semua ini, namun jangan hapus semua cerita kita biarkan abadi bersama rangkaian waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar