RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 04 September 2016

Kumpulan Puisi Nor Azah Bahrim - TENTANG CINTA BERHARAP SELALU ADA


TENTANG CINTA
BERHARAP SELALU ADA


Bagaimana memegang cinta
sedang ia cuma rasa
yang mengintai lawang hati

Yang kadang mengangkat mekar jiwa
juga tak lupa sesekali meracik damai hati
keduanya mengadun sama
yang satu persatu saling melengkapi
memasak setia di garis cinta tertulis

Sayang
tolong simpan rasa cinta
hingga hujungnya waktu untukku
moga ceritera tentang kita tak hanya berakhir di sini

JaWanis @°NOR AZAH BAHRIM
Senibong, Johor Bahru
07 Januari 2016
Nukilan jiwa
#cubitrinducikit..





JANGAN PERNAH TERLAMBAT ..
By:JaWanis @Nor Azah Bahrim


Merdekakan rasamu
pasti kamu bisa merasakan
apa itu merdeka sebenar-benarnya
Tidak dulu
tidak juga sekarang yang kamu kejar
tapi bagaimana mengekalkan
itu yang perlu kamu fikirkan

Ruang
bagai terbuka luas untuk mereka
tanpa kamu sadar yang memberikan ruang
untuk siapa dan
ke mana tujuan sebenar mereka
tentu tak siapa bisa menjangkakan
apa akan terjadi

Bangkit dari lenamu bangsaku
pandang dari sudut mata hati
Merdekakan rasamu
Merdekakan ragamu
Merdekakan jiwamu
Usah sarak onak menutup celik mata
menolak semua yang tersedia
menyatulah dalam satu wadah
yang masih milik kita bukan mereka

Jangan pernah terlambat
sarap merayap menyerap senyap
entah menular menjalar sampai ke mana
tak siapa bisa memberikan jawapnya
sehingga kamu sadar
waktu itu mungkinkah
MERDEKA masih milik kita

Fikir dalam fikir
bukan semua bisa mungkir
andai akal ada difikir
pulanglah selagi masih terfikir
apa itu MERDEKA yang terukir...?

♡Salam jiwa cinta sejuta rasa♡
Senibong, JB
Nukilan jiwa





AKU LEBIH MEMILIH DIAM DAN MENJALANI


Mengerti
akan sebuah tawa
tak membuatku jerah menukangi
rindu yang tak pernah padam rasanya di hati


Kau
tak mungkin mengerti
akan nanti pada sebuah janji
yang menabah hati

Bagai kiambang
memekar indah di kolam
gocak tenang terlepas dakapan
bertaut kembali memaut janji

Cukup
diam yang aku jalani
ada rindu yang selalu kunanti

NOR AZAH BAHRIM @°JaWanis
Senibong, JB




MONOLOG RINDU YANG TERBENAM
(Aku dan sebuah nama ..)


Seperti apa rasanya
pabila rindu tak bisa kita sentuh
tidak juga bisa kita ucapkan di cupingnya lagi

Cukup DOA
yang akan menyampaikan
yang akan meneduh rasaku buatmu
ada rindu dalam kenang
ada doa dalam titipan
cukup waktu aku juga akan pulang
moga di sana rindu bisa bersanding tatapan
💖NOR AZAH BAHRIM @°JaWanis

Johor Bahru-16092016
#kumpulanpuisipendekADSN





AKU DAN SEBUAH NAMA
(Awak..!!)


tersedak
yang tiba-tiba
telah mengejutkan lenaku
usai mimpi yang lagi dianyam

rindukah awak
akanku
dalam tanyaku sendiri
berharap
jangan diulang sebut-sebut namaku
andai titip khabar pun sukar
awak hantar

hanya meninggalkan
tetes hujan
tak berkesudahan
di relung hatiku

💖NOR AZAH BAHRIM @ JaWanis
Lebuhraya selatan-12092016
#cubitrinducikit
#kumpulanpuisipendekADSN





ABAH


Abah
Raut wajahmu
gambar sejuta harap
yang tak pernah kau jelaskan
namun mampu merebut piluku.

Abah
Dipanas teriknya mentari
dibasahnya hujan yang menyiram
asamu tak pernah luntur tegarnya
memangku beban dan tanggungjawab
demi riangnya aku

Abah
cuitan nista pandangan hina
tak pernah bisa membuatmu rebah
malah itulah yang menabah kentalnya jiwamu
demi sesuap rezeki untuk keluargamu

Abah
tiada harga yang bisa kubayar
untuk semua kudrat juga kasihmu
hanya kuberharap
abah selalu sihat dan bahagia
doa dan kasih sayangku tetap
untuh buatmu

NOR AZAH BAHRIM @JaWanis
Johor Bahru -15092016




TIDAK SEKALI AKU BISA MELUKAIMU


telah kubaca titipanmu untukku
pada tangis semalam
antara angin
jarak
waktu
ada aku dan dirimu
yang mendiami

saat keterbukaan
pada kata-katamu waktu itu
akar memaut wanginya
mungkin aku dan kau
mulai saling menyayangi
hingga satu saat
baitmu yang lembut pun
bisa menumpahkan airmataku
entah kesakitan apa aku rasakan
hingga diamku menyusur ke pagi
lalu kudamaikan rasanya
pada lenaku

hingga waktu ini
aku cuba memahami
terjemahan rasa-rasa yang mulai
mengakrabi aku
yang mungkin jua
mencuri dirimu dalam diam

bagaimana
aku tega menikammu
matahariku
setelah kudekap dirimu dari luka semalam
yang hampir membunuhmu
sedang hujan yang menyiram
derainya selalu mendinginkan
juga embun rindu

yang meneduh rasanya
pada warna wangian perjalanan daun-daun segar yang memucuk
kembali kisah kita yang pernah tertinggal

perlu kau tahu
aku tidak bisa melukaimu
biarpun aku mampu
kerana diam adalah aku
sunyi adalah dirimu

itulah
yang menyatukan aku dan kau
menjadi kita sekarang

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Johor Bahru
#akudansebuahnama
#21februariadalahkita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar