RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 22 Oktober 2016

Kumpulan Puisi Emmy Metamorfossa - BAHAGIA


BAHAGIA
by, Emmy


selembar asa terakit
dayung sebatang semangat
nikmat bahagia sepanjang arus
muara tak semata tujuan

Kisaran,211016

Kumpulan Puisi Srymasta Sinulingga - PENTAS INI UNTUK SIAPA ?


" Pentas ini untuk siapa..?"
Karya : Srymasta Sinulingga


Aku menari-nari dengan iringan irama air mata yang jatuh bak rinai gerimis di senja hari
Lembayung nan itu laksana panggung yg menghiasi pertunjukan ini
Meski tak berpelangi..

Cinta.. satu kata yg tak begitu pasti aku tau maknanya
Hati.. ibarat panggung tak berpenghuni

Entah siapa..
Entah apa ceritanya
Ku tarikan jua
Meski iramanya menyayat jiwa.





"The power of nothing"
Karya : Srymasta Sinulingga


Aku bagaikan aksara tak dikenal dalam deretan abjad tak bukan kata
Kadang terdengar kadang terlupa
Bahwa aku ada, adanya..

Seumpama bilangan hampa
Dalam deretan angka - angka
Tanpanya kadang tak apa
Kadang tanpanya kau pun tak bernilai jua..

Aku ada, adanya
Tertulis..
Terbaca..
Dan bermakna..

Aku bernilai adanya..
Meskipun namaku hampa..

Tanpamu, aku ada
Tanpaku, kau tiada..

Kumpulan Puisi Mahyaruddin - NASKAH ASMARA LALU


* kumbang terasing *
oleh, mahyar dermaga


senandung lirih kumbang kelana si musafir rindu
tersesat dalam labirin perasaan yang beku menusuk
kemana lagi mencari bunga sedang bunga bunga itu tak memandangnya lantaran mungkin corak nya
musim kemarau ia hanya mampu berdoa juga musim dingin dan gugur ia terus berdoa dan terbang tanpa arah
hingga musim semi dia juga berdoa dan terbang mencari bunga yang bunga itu sudi untuk di singgahi dihinggapi nya
namun belum juga ada bunga yang menerima nya penuh cinta dengan sederhana
kumbang yang malang
sejauh ini umur nya namun tak jua ada bunga mau akan nya
kumbang malang
sayap nya telah patah lantatan bunga yang pernah di singgahi meracuni nya hingga lumpuh
namun dalam tatih nya tak ada lelah mengusik untuk mencari sang bunga
walau hati dan sayap nya berulang patah

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





* Naskah Asmara Lalu *
oleh, mahyar dermaga


semua tentangmu menyakitkan ku
bagai ribuan kaktus gurun bayangmu merambah di kepala dan melubangi akal pikiran ku
sedang lidahmu bagai damaskus menyayat jiwa merobek tiap jengkal mimpi indah yang kurangkai tentangmu
tapi sekarang
semua punah
hangus kelambu cinta yang ku rajut
kau bakar sendiri ladang mimpi itu
tentang mu dan istana sederhana dalam janji itu
sesederhana nya keinginan ku untuk menggandeng tangan mu dalam abadi cintaku
namun telah hancur
lebur oleh caramu
hingga yang tersisa hanya puing arang bara kenangan dan perasaan mati
mati hatiku untuk mu
karna semua tentangmu menyakitkan ku
dan kau tak kan melihat aku lagi
sebab aku telah mati untuk mu

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





* Kering Rindu *
oleh, mahyar dermaga


tentang ribuan daun yang bergelayut di ranting ranting pohon
kadang tertiup angin kadang pula tersengat matahari kadang juga tersiram hujan
terkadang dimakan ulat atau juga penuh sawang laba laba
tak sedikit pula menjadi kering dan terjatuh
terlepas terhempas terserak diantara riuh kehidupan
hingga rangrang pun enggan mengendus lantaran kering gersang
lalu

apa seperti itu harapan
bergantung lama di antara impian
hingga lapuk dan terjatuh lumpuh terseok pada tangis malam
harapan akan rindu yang belum teraih
daun kering yang menikmati nikmat perih rindu nya yang belum teraih

ada atau tidak nya tampak nya sama saja
hanya selembar daun kering yang tergeletak di antara buah segar

walau demikian
meski terlampar namun mimpi nya tetap berlari pada pucuk pencapaian akan kenyataan di hidup nya

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





* Ambillah Rindu ku *
oleh, mahyar dermaga


ada makna yang belum ku tahu dien nya meski betah jiwa bertapa pada hikayat nya
ini tentang rasa rindu yang penuhi jiwa ku yang menyayat seperti sembilu namun indah dalam sendu
ada seutas mimpiku pada harapan tentang mu yang lama kusimpan senyum manis kepunyaan mu
lalu apakah hanya berbalut angan kasih tak sampai pada akhir judul nya
ceritaku biasa pada indah perempuan yang biasa
aku hanya mampu berdoa dalam malam tenang
berharap akan kenyataan pada rindu yang ku genggam dapat engkau raih dengan senyuman
wahai perempuan apakah aku harus terus bermimpi
tidak kah sudi bagimu menyapaku hatiku
jiwaku
tersenyum padaku
mengecap sedikit rinduku
mencoba kasih sayangku
mengambil secuil cintaku
ambillah
aku tak lagi mampu menampung luka rindu

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





* Kopi Payau *
oleh, mahyar dermaga


di pagi yang lenggang si bujang menyeduh kopi nya pada cawan plastik biasa
terseduh pula aroma rindu menyengat khayal di antara sejuk bau kayu tersiram hujan tadi malam
lalu timbul tanya pada tiap adukan di air kopi nya
bila kopi nya kan diseduh oleh perempuan indah pendamping nafas nya yang di hidangkan bersama senyum tulus dari wajah seserhana
kopi nya telah selesai
tak ada yang luar biasa semua tampak biasa seperti biasa menjelang akhir minggu
kopi nya tidak manis juga tidak pahit
deskripsi hidup pada kopi pagi
juga asmara masih mengambang perempuan nya pada ruang misteri

lalu apakah pria yang pagi nya minum susu atau pula jus yang selalu di pandang rindu oleh perempuan perempuan itu
lantas bagaimana dengan nya yang hanya mendecap kopi tubruk

apakah selalu di abaikan?
dunia semakin hilang elok penghuni nya

Kumpulan Puisi & Cerpen Tguh KlasBungamatahari‎ - DENDAM


DENDAM
cerita dari Tguh Klasbungamatahari


"Pant*k! Hari sepanas ini bisa hujan pula..."

Setelah isapan terakhir , Aku pun menghempaskan kuat - kuat rokokku dan seakan belum puas mencampakkan kesal, masih kupijak lagi rokok itu hingga lumat bercampur tanah. Kemudian lari mencari tempat berteduh.

Ya hujan panas. Hujan yang turun di tengah teriknya siang. Itu pertanda buruk. Menurut kepercayaan masyarakat melayu. Akan ada manusia yang mati bersimbah darah. Sebenarnya tak peduli betul dengan apapun yang bersifat tahayul. Tapi kali ini. Lantak lah*1 Apa yang terjadi... Terjadilah.

"Mungkin sekarang waktunya. Entah aku atau dia yang akan mati bersimbah darah."

Dan celakanya hujan semakin lebat. Toolbox house*2 tempat ku berteduh terkunci. Atap besi yang mirip topi diatas tak cukup besar untuk menaungiku dari tempias hujan. Dengan penuh geram kutatap mobil strada di dekat pumping unit*3. Hujan lumayan meredakan bunyi house music yang sedari tadi sangat mengganguku. Terlebih membayangkan seseorang di dalam mobil itu. Tiduran santai dalam sejuk AC. Saat aku berpanas di cuaca ekstrim Riau. Hingga hampir kuyup kehujanan barusan. Melaut benciku padanya.

Namanya Irwan. Dia Driller*4 di crew kami. Atau 4 tingkat jabatan di atasku. Kerna aku cuma Roustabout. Yang saat kucari di kamus berarti kuli pikul di pelabuhan. Kasarannya tetap saja kuli. Jabatan paling bawah di crew Pengeboran minyak daratan Riau. Cuma helper yang di tendang sana sini untuk membantu. Jika urusan kerja berat dan kotor. Itulah gunanya jabatanku. Cuma umpan peluru. Tempat di bully dan di maki. Dan percayalah... dalam jangka waktu satu bulan kerja di sini. Aku sudah fasih menyerap kata makian lokal dan sudah tak panas lagi kupingku jika maki dengan kata kata kasar itu. Semua sudah menjadi menu sehari-hari yang mau tak mau harus kutelan.

Tapi bukan itu yang membuatku membencinya.


Hujan semakin lebat. Perasaanku semakin berkecamuk tak menentu. Mestinya aku lari saja ke strada itu. Dan berteduh dengan nyaman disitu. Tapi jika harus berdua saja dengan Irwan mandor pant*k itu, bukan cuma 2-3 kali aku harus berpikir.

Hari ini sudah sampai rasanya aku di tepi nadir kesabaran. Hampir selama 6 bulan belakangan ini aku mengalah padanya. Menuruti perintah dan bersabar menelan bully_ an darinya. Teringat saat dia menendang ember berisi gemuk mesin bercampur minyak mentah dan oli kotor dari atas meja platform rig*5. Sambil memakiku anj**g. Dan sialnya aku tepat dibawahnya. Sempat aku ingin mengejarnya saat itu. Naek ke meja platform rig, mencekik batang lehernya lalu mencampakkan dia dari meja berketinggian 3 meteran itu. Tapi demi mengingat wajah Ibuku yang sakit-sakitan di Jawa. Aku masih bisa meredam emosi. Hanya ku pelototi matanya sambil tegak menantang. Dan akhirnya dia pun mengalah dan kembali melanjutkan pekerjaan. Betapa semua kawan di crew kami begitu tegang melihat kejadian itu.
Dan masih banyak perlakuan kasarnya, kesewenang-wenangannya padaku. Yang aku tahan sampai 6 bulan kontrak kerja ini. Dan tentu saja saat Irwan menantangku berkelahi, sesaat setelah hampir saja aku berkelahi dengan Derrickman*6 yang membuat laporan palsu pada Irwan. Memaki aku seenak perutnya. Menuduh aku tidur di jam kerja. Padahal saat itu aku sedang istirahat makan.
Hampir saja kuterkam derrickman itu kalau tidak cepat dua orang kawan lain merangkul menahanku.
Kami para pekerja pengeboran minyak sangat peduli satu sama lain. Dan cepat menetralisir keadaan jika ada kawan yang hendak berkelahi. Karena jelas dalam kontrak tertulis. Jika berkelahi di lokasi maka keduanya dipecat. Tanpa ampun.

Masih jelas malam itu. Irwan menyumpah serapah, menantangku berduel. Dibilangnya aku sok jagoan. Dan ia terus mengikuti saat aku pergi menghindarinya. Mulutnya yang bertaik itu terus memanasiku. Tapi alhamdulillah aku tak terpancing. Toh urusanku tadi bukan dengannya. Aku pun berlalu meninggalkannya sambil menahan gemeletuk gigi. Sekali lagi terbayang wajah Ibuku yang sakit-sakitan itu menyadarkanku. Seakan Ibu membelai rambutku sambil berkata...
"Wong ngalah iku luhur wekasane Gus....sing sabar. Jaman saiki nggolek gawean angel..."*7

Dan mulai malam itu. Terror Irwan mulai menghantuiku sampai 6 bulan kontrak ini.


Sebenarnya aku orang yang penyabar. Bisa dibilang pecinta perdamaian. Hal yang paling kubenci dalam hidup ini adalah kesewenang-wenangan dan ketidakadilan. Dan kedua hal itu yang kulihat setiap hari pada perilaku Irwan. Bukan cuma terhadap aku. Tapi hampir semua kawan dalam 3 shift crew pernah didzholiminya. Banyak yang memilih tidak melawan. Tapi juga sering hampir baku hantam jika tidak cepat kami melerai.
Maklum kami pekerja pengeboran memang rata rata temperamental. Kerna lingkungan jerja yang keras, kerja berat penuh tekanan di cuaca Riau yang ekstrem. Pekerja dengan jam kerja 12 jam sehari. Tak peduli panas siang dingin malam hujan lebat. Keluar masuk hutan. Bertaruh nyawa atau resiko cacat fisik jika terjadi kecelakaan kerja. Dan di gaji minim standar PT subkontraktor lokal. Seperti langit dan bumi jarak gaji kami jika dibanding dengan pegawai chevron langsung. Kami adalah anak anak bangsa, yang bekerja di tanah srndiri, tapi tak jauh bedanya dengan kuli kontrak jaman penjajahan Belanda dulu. Ironis sekali nasib kami. Menyandang nama keren kerja di perminyakan. Tapi selalu kekurangan. Dengan gaji tak sebanding dengan resiko yang kami tanggung. Juga dihantui kontrak outsourching tiap 6 bulan. Jika fihak HRD suka dilanjut...jika tidak ya out. Tanpa pesangon. Maka jangan heran kalau kami menjadi kasar dan temperamental.

Pernah kuingat perkelahian Irwan dengan si Bengbeng misalnya. Bengbeng yang jabatannya cuma swamper foco*8. Setaraf denganku. Pernah hampir memukulnya dengan sebatang besi bulat panjang. Baja padu. Untung saja saat itu aku berdiri tak jauh dari Bengbeng. Sigap aku rangkul lehernya dari belakang sambil menenangkan. Kuingat betul. Hampir sepuluh menit aku membujuk Bengbeng untuk melepaskan besi panjang itu dari genggamannya. Dan guess what...? Irwan juga berdiri angkuh dengan memegang wrench key 36 inchi*10 di tangannya. Siap menunggu Bengbeng.

Dan lama kelamaan jiwaku terusik melihat tingkah laku Irwan yang menyebalkan itu. Ditambah semakin kejam pula dia membully ku. Menyiksaku dengan kerjaan berat. Memaki ku sekebun binatang kata kasar. Atau bahkan tak memberi pekerjaan sedikitpun untuk aku. Tahu lah rasanya dipersona non grata kan seperti itu. Sakit sekali hatiku. Saat itu aku berinisiatif sendiri. Membersihkan rig*9 dan mesin mesin dari tumpukan kerak minyak mentah dan oli kotor. Ku bersihkan sampai mengkilat bisa dijilat.

Dan kelakuan Irwan semakin menjadi. Sudah semacam terror yang membuat melaut benciku padanya. Ibarat bom waktu yang menunggu detik meletus.


Hujan semakin lebat saja. Sedang Matahari masih terik menyengat. Hatiku semakin panas. Dendam ini terlalu menusuk kesadaranku. Hingga hilang kesabaranku.
Hari ini... Ya. Hari ini. Kebetulan hanya kami berdua yang ada di lokas ini. Semua crew sudah moving ke lokasi baru. Tinggal kami berdua saja menjaga barang barang yang belum sempat dimuat untuk dipindahkan. Akan ku buktikan siapa yang lebih pantas disebut jantan. Siapa yang masih keluar hidup hidup dari lokasi ini. Dia lah yang jantan. Aku sudah kalap. Dan aku akan menghabisinya.

Tiba - tiba terdengar klakson panjang dari Irwan yang masih di dalam strada itu. Tambah muak hatiku melihat kepalanya nongol di sela kaca jendela. Sambil berteriak memanggil namaku.

Darahku mengelegak. Sekarang saatnya. Suara klakson panjang itu seakan denting bel yang memulai pertarungan ini.

"Mati anj*ang!" seruku seraya berlari menghambur ke arahnya.


Langkahku terhenti setiba di samping strada. Aku tegak pasang kuda-kuda. Menunggu. Sekali saja Irwan mengucapkan kata yang tak sedap, akan ku seret ia keluar dari strada itu.

Tapi Irwan cuma kalem menatapku.

"Masuklah! Hujan. Istirahat lu kita hari ini."

Berat langkah rasanya. Tapi memang hujan semakin lebat. Bisa kuyup sampai ke dalam kolor jika aku berkeras di luar mobil. Akhirnya aku pun berlari ke sisi sebelah dam membuka pintu mobil.

"Jangan lah berhujan hujan macam itu. Kita pekerja berat tu harus pandai jaga kondisi kesehatan. Kalau sakit kau sendiri yang rugi nanti. Orang senang dapat lemburan menggantikan kau..." katanya.

Belum lagi manis aku duduk. Enggan aku menjawab. Hatiku masih panas.

" Berapa kau dipotong gaji hari itu? Kau ada tak masuk sehari kan?" lanjutnya lagi.

"300 ribu Ndua..*11." agak malas aku menjawab.

"Itulah. Sedap betul HRD memotong gaji kita. Dengan alasan untuk membayar upah lembur orang yang menggantikan kita. Tak ada perusahaan yang mau rugi."

"Padahal aku sudah melampirkan surat dokter, Ndua..."

"Nah...macam itu pulak?"

"HRD tidak mau menerima karena suratnya bukan dari klinik yang ditunjuk oleh PT...."

"Memang anak anj*ang HRD kita itu." Irwan mematikan tape mobil. Lalu menurunkan kaca mobil sedikit. Lalu membawa sebatang rokok ke bibirnya.. Cekrek. Saat korek api menyala tiba-tiba ia terhentak.

"Kanc*ang! Lupa lak aku matikan AC."

Setelah Irwan mematikan AC. Akupun sudah menyulut sebatang. Menghirup dalam-asap gudang garem, sedikit membuatku tenang.

Tanpa menoleh Irwan mencoba mencairkan suasana.

"Kau ke Mandiri tadi pagi nampaknya?"

"Belum masuk lagi Ndua. Entahlah. Beberapa bulan belakangan lambat terus gaji kita."

"Sudah mau bangkrut perusahaan Gus. Itulah.. Orang bagus kerja di buang. Yang tak pandai menggantikan. Cuma karena masih family HRD. Dan HRD pant*k itu... Mana ada skill di minyak? Cuma karena adek iparnya cantik, mau djadikan simpanan bos kita, dan satu gereja nya mereka itu. "

"Yah apalah awak ni Ndua... Kacang kacang..*12"

"Istirahat lah. Mumpung tak ada kerja. Takkan hilang barang barang seberat itu. Sesekali tidur kita dibayar oleh mereka. Jangan kita saja diperas diperakalinya."

Irwan merendahkan sandaran bangku ke belakang. Aku cuma terdiam. Hilang nafsu dan mood ku untuk berkelahi dengannya.

"Jadi kau dari Rengat semalam?" kembali ia bertanya.

" Aku tidur di bus dalam perjalanan semalam Ndua."

"Berapa jam Rengat - Duri?"

"8 jam kalau lancar."

"Jadi lah berisi bini kau?"

"Belum ada nampaknya."

"Wajar nya itu. Kau baru dua bulan menikah. Orang Rig*13 macam kita. Lambat punya anak biasanya. Kerja berat. Schedul panjang. Kita tinggal 2 minggu. Jumpa cuma di seminggu off. Itupun kepotong 2 hari di jalan. Aku pun setaun dulu baru dapat. Sekarang 3 anakku."

Aku masih terdiam. Dia menoleh ke arahku sebentar.

"Istriku selalu merepotkan kalo ngidam. Mabuk kalau bau masakan. Muntah muntah terus padahal baru sesuap nasi dia makan. Sampai harus di infus kadang. Jangankan memegang pekerjaan rumah... Duduk tegak pun tak mampu dia.. Aku lah yang memasak , mencuci setiap hari. Jam 4 subuh sebelum pergi kerja. Sekarang istriku hamil anak ke 4. Sudah 6 bulan. Tapi masih seperti biasanya. Capek lahir bhatin aku jadinya...gaji ku habis untuk kebutuhan sehari hari dan urusan sekolah anak. Entahlah..."

Kali ini gantian Irwan yang terdiam. Bermain angan bersama kepulan asap rokoknya.


Hujan sudah reda di luar. Begitu pula amarahku. Mendengar cerita Irwan barusan, nampaknya aku mesti menyudahi endam.

Dia cuma manusia biasa sepertiku. Lelaki yang berjuang untuk keluarganya.

Irwan kembai menoleh ke arahku.

"Sudah hampir jam dua. Sopir pant*k itu belum juga nampak batang hidungnya. Lapar perutku ini. Lambat betul nasi kita diantarnya..."

Lalu ia mengambil duit sepuluh ribu dari dompetnya.

"Ini duit terakhir yang ku punya. Tolong lah kau cari makanan di warung penduduk terdekat. Bisa untuk mengganjal perut kita berdua. Aku tau kau tak berduit juga. Tolonglah carikan makanan ya?!"

Aku masih terdiam. Malu mengambil uang dari tangannya. Walaupun aku memang tak berduit sama sekali.

"Tolong lah...mobil ini res minyaknya. Aku takut mati tegak pula mobil ini kalau kita pakai. Senior Puk*mak itu pasti raun raun*14 ke pelacuran semalam. Sampai habis bensin dibuatnya." bujuknya lagi.

Segera kuambil uangnya. Dan bergegas keluar dari mobil meninggalkannya.


"Wong ngalah iku luhur wekasane. Sing sabar...Jaman saiki nggolek gawean angel...."

Kembali terbayang wajah Ibuku yang sakit-sakitan.

"Astaghfirullahal adziem."
Cuma itu yang bisa kuucapkan.

Tamat.

Indragiri Hulu. September 2016.

Nb.
*1. Lantak lah ( biarin aja deh)
*2. Toolbox house (gudang peralatan)
*3. Pumping unit (pompa sumur minyak berbentuk kepala kuda)
*4. Driller ( juru bor)
*5. Platform rig ( meja lantai kerja di menara pengeboran)
*6. Derrickman ( operator menara bor)
*7. Wong ngalah luhur wekasane..sing sabar. Jaman saiki nggolek gawean angel (orang sabar itu kan dapat akhiran yg indah. Sabarlah. Jaman sekarang cari kerjaan susah)
*8. Swamper foco ( kenek mobil semacam cran)
*9. Wrench key 36 inchi (kunci pipa ukuran 36 inchi)
*10. Ndua (panggilan untuk mandor dlm bhs minang)
*11. Kacang kacang ( nggak punya arti penting)
*12. Orang Rig ( sebutan untuk pekerja pengeboran)
*.13 Raun raun ( jalan jalan bersenang senang)

Sabtu, 08 Oktober 2016

Kumpulan Puisi Sri Handayani - BANGKU KOSONG


BANGKU KOSONG
By ; Srihan


Bangku itu telah kosong kekasih
Karena hari telah berangkat senja
Benar sang Surya masih gagah
menatap bumi ....
Sinarnya masih penuh energi

Tapi kita sudah lelah berbincang
dan kita butuh istirah di dalam
Mari tutup jendela dan pintu kita
Kita lepaskan penat kita ...

Mari kita berbincang tentang rasa dan cinta
Tapi tak perlu mulut kita yang bicara
Bialah mata dan hati kita yang bicara
dan bahasa tubuh kita yang bicara

.
Tirai dan jendela sudah terturup
Mari kita bicara tentang rasa
hatiku dan hatimu masih merah
Mari turunkan gumpalan rindu
yang terrtambat pada awan putih itu
Mari cairkan menjadi hujan cinta

merah pekat seupa warna hati kita
Hujan cinta yang merah...
Melumuri gubuk dan taman hati kita

Bangku itu telah kosong kekasih
Karena pemiliknya sedang merajut rasa
Cairkan rindu di sudut gubuk cinta

#kota kembang
08-10-2016




KERINDUAN KUMBANG
By ; Srihan


Kerinduan kumbang terhadap bunga
Bagai tanah gersang dambakan hujan
Bagai gurun pasir rindukan tetesan hujan
Bagai ikan di sungai yang airnya nyaris kering Merindukan curahan hujan lebat
dari langit .....

Kerinduan sang kumbang pada bunga
Bagaikan kucing lapar menatap akuarium
penuh ikan ....
Menelan air liur ...
menahan nafsu menyantap

Kerindian kimbang terhadap bunga
adalah potret rindumu padaku
di musim hujan yang setiap saat menggigilkan rindu. ...
Doamu mengaliri hari , minggu dan bulan
Berharap agar waktu berlari ...
dan berjumpa takdir pertemuan ....

Kerinduan Kumbang .....
adalah lagu hati yang mengalun
dalam detak jantungmu...diam diam merabat
pada jantungku ...

#kota kembang 09-10-2016




TAMAN BUNGA YANG SUNYI
By ; Srihan


Benar di tepi jalan menuju taman itu
Pernah tertoreh sedikit cerita merah jambu
Yang sempat merekahkan kuncup
bunga bunga Aster
di sana ....

Tapi bukankah kisah itu sudah mati
Bahkan saat kubuka Diary lamaku
Tulisannya sudah tak terbaca
Kertasnya buram di makan waktu ...
bahkan saat kucari namamu ...
Namamu telah lebur bersama tetesan hujan
Saat hujan es itu datang ...
Diaryku terhanyut air hujan

Kisah kita sudah larut.
Bersama musim penghujan yang lalu
Usah kau datangi taman bunga itu lagi
karena hanya sunyi yang akan kau dapati ....

Bahkan capung dan kekupu pun enggan
Bertandang kesana ....
Taman bunga itu kini tak mungkin harum lagi
Kembang kembangnya sudah kaku
dan bisu serupa kembang plastik
Membuat Kumbang dan Kekupu
mati hasrat untuk menyambanginya *

#kota kembang. 11-10-2016
* menyambangi : mendatangi (bhs jawa)


Kumpulan Puisi Endang Misnawaty - DI SINI ADA RINDU



Disini ada rindu


Mentari yang bersinar indah
Mengingatkan aku pada dirimu yang entah dimana.?
Goresan demi goresan
Aku gubah menjadi syair kerinduan untuk dirimu
Kupacak ditiang penantian yang semakin kokoh
Adakah kau ingat aku.?

Mentari semakin meninggi
Panasnya kian terasa membakar tubuh
Aku yang lemah semakin lemah terbakar panasnya mentari
Disini aku menantimu dengan penantian yang sakral
Dengan doa doa yang terindah untukmu
Doa yang terucap penuh arti dan makna
Dimana kini kamu berada.?

Mentaripun kian tenggelam
Bersembunyi dibalik mega mega indah yang semakin redup
Dimana kan kucari bayangmu
Adakah diujung lautan yang semakin menjauh
Atau diantara derai ombak yang semakin bergemuruh
Atau diantara burung burung camar yang terbang dilautan luas.?
Kini rinduku semakin terhimpit
Oleh rasa sakit yang semakin bergolak
Adakah kau ingat aku.?

Disini,,,,
Aku masih menantimu
Diujung senja yang semakin temaram
Karena cahayanya semakin hilang tersaput awan
Dan suara hatiku kalah oleh ombak yang berdebur indah
Achhhh,,,,,,
Kiranya rindu rindu itu semakin kelabu
Dan akan hilang ditelan gelapnya malam
Karena dirimu tak kunjung datang,,,

""""""""""""
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
Siantar city kotaterindahku
31 agustus 2016 10:12




Rindu terindah hanya untukmu


Dibalik indahnya mentari
Kutemukan senyum indah darimu
Yang mengisi hari hariku yg selalu menantimu
Disana Ada awan yang berkejaran
Saling bercanda menunjukkan cinta
Seperti kita,,,,

Mentari semakin tinggi
Hingga panasnya menghangati
Tapi senyummu tak pernah pergi
Ingin Aku berlari,,,,
Menjauh,,,,,
Tapi semua sia sia
Ternyata aku sudah terlalu tua
Tapi,,,,,
Jemarimu selalu menggenggam jemariku
Memberi semangat untuk setiap ruasnya
Memberi senyuman dikala menyerah
Dan selalu berseru,,,
Bangkitlah untuk indahnya cinta kita
Kita nikmati hangatnya mentari yang indah
Kita pandang rembulan yang bersembunyi dibalik awan
Lalu,,,,,,
Kau memberiku harapan indah
Agar hidup ini tidak pasrah dan menyerah
Kita akan selalu dan bersama
Menapaki setiap bahagia yang ada
Meski itu hanya cerita

===========
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku Siantar
8 oktober 2016 12:22




ADA RASA DALAM SUKMA

ada rasa dalam setiap helaan nafas
Yang berhembus disubuh pagi ini
Rasa itu sungguh indah
Menempati setiap relung hati dan nadi
yang mengalir indah bagai fatamorgana
Diantara awan awan yang berarak
Ada mentari pagi yang tersenyum indah
Hembusan angin yang sepoi sepoi
Bagai menyelimuti hatiku yang sedang jatuh cinta
Betapa indah,,,,,

Jalanan yang sepi,,,
Terasa begitu jauh untuk langkahku mengayuh
Diujung jalan sana
Dirimu menanti dengan rasa yang saling bertebaran
Bagai kelopak bunga mawar yang menebar harumnya
Pesonamu sungguh indah
Jalanan yang sepi,,,
Terasa begitu jauh untuk menghampirimu

Kasih,,,,,
Disini aku terkapar lemah
Dalam mega mega penantian yang begitu asing
Dirimu dimana.?
Kucari dalam birunya langit
Kucari dalam debur ombak dipantai
Dan kucari dipuncak gunung yang tegak mempesona
Tapi yang kutemukan hanya kehampaan
Dalam mimpi mimpi indah disiang yang membakar
Aku lelah,,,,
Pasrah dan tak berdaya mencari dirimu entah kemana
Kasih,,,,,
Disini aku menanti dalam gelapnya malam yang mencekam
Ditemani bulan dan bintang
Diterangi kunang kunang yang menari indah
Bagai bidadari malam yang jatuh cinta
Karena rasa itu begitu indah
Yang menempati setiap sukma
Dipagi subuh yang indah

============
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
10 okt 2016. 5:01
Muharam yang indah




DISINI ADA RINDU


Katakan padaku dunia,,,,
Mengapa rindu begitu menyeruak dalam hatiku.?
Mengetuk setiap relung hati dan nadiku
Hingga ku terusik karena ragu
Menyusup disetiap nadi nadi darahku.?
Katakan padaku dunia,,,,
Mengapa meski ada rindu dalam angan yang melayang jauh
Terbang diangkasa luas yang biru
Berkejaran bagai awan diangkasa luas
Menari dan bernyanyi dengan ceria
Meski rindu tak berbuah rindu
Yang terlelap dalam kegelapan malam
Katakan padaku dunia,,,
Mengapa ada benih cinta yang bergelora dihati
Berdegup bagai anak panah yang melesat jauh
Jauh meresap kerelung hati yang begitu dalam
Hingga tertanam begitu dalam
Katakan padaku dunia,,,,
Saat ini aku sedang bermimpi indah
Merajut indahnya bayang bayang malam
Berkejaran bagai kunang kunang
Berkerlip bagai bintang diangkasa luas
Bersinar bagai rembulan malam yang tersipu malu karena malu
Berdesir bagai angin malam yang berhembus indah
Membelai setiap helai rambutku yang berserakan
Katakan padaku dunia,,,,
Jika saat ini aku sedang bermimpi indah
Bersama bayang bayang malam yang memeluk ragaku
Hingga aku tersipu malu
Dan bergumam aku rindu kamu,!?

==========
By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku
Jumat 21 okt 2016. 18:55
Siantar city kotaku yg indah

Selasa, 04 Oktober 2016

Kumpulan Puisi Nor Azah Bahrim - SEPARUH JIWAKU TERBAWA


AWAK...!

sore ini
aku telah terima sepucuk surat
yang kutunggu
kertas kosong sebelumnya
sudah terisi titipan beritamu

awak tahu..!
lihat saja
aku sudah tersenyum
apalagi membaca isinya

awak..!
untuk nanti
mungkin aku bisa bersamamu
namun bukan sekarang
kerana waktu dan jarak
yang tak memungkinkan

sampai nanti,
aku akan simpan kenangan ini
moga saat itu tiba
sama-sama kita baca
kembali lembar-lembarnya

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Parit Kaseh-02101016
#kumpulanpuisipendekADSN





SEPARUH JIWAKU TERBAWA

renungmu
menikam hatiku
bekasnya pada senyuman
yang mengakar di bibirmu
bagai separuh jiwaku terbawa
aku tak bisa menyisakan
rasa yang mulai membunga
latarnya

cintakah
atau
hanya anganan rindu
separuh mati

NOR AZAH BAHRIM @° JaWanis
Parit kaseh-30092016
#janganberolahpuisicumaya





Tak mengapalah *BILA TIBA WAKTU


Tak mengapalah hati
sabar itu indah
sesuatu yang terjadi
akan lebih mematangkan

Tak mengapalah rasa
dah terbiasa begini
lapangkan rasamu
anggap itu cuitan sayang

Tak mengapalah jiwa
redha oleh waktu
yang sedang kau hadapi

Diam damaikan pilu
apapon akan berlalu
bila tiba waktu yang di janjikan

NOR AZAH BAHRIM @ °JaWanis
071015/5:24pm
Nukilan jiwa





AKU PAMIT


cukup tumpahnya ke dalam
TERIMA KASIH..

aku tak pandai
aku tak ada perasaan
aku terlupa
cukup DIAMku menjawab tanyamu

andai ini
lukisan akhir riang kita
siapa aku dalam ceriteramu
hanya dirimu yang tahu

aku pamit...

NUR @°JW
JB-07102016





SABARLAH DUHAI PUNGGUKKU


usah bersedih
sabarlah punggukku
rembulan lagi menyendiri
bawa bersekali rambintang

rindumu sudah kudengar
jejak kasih dan cintamu
yang tak pernah jerah
pasti bawaku rembulanmu pulang
pada waktunya

tika itu
malam yang gelap
bukan lagi yang membayangi punggukku

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Johor Bahru-06102016
#rembulanmasihlelah





RINDU YANG TERTUNDA


hujan
masihkah ada harapan riang
pada pilu yang terlakar
dalam sakit
yang tak sengaja datang

wangian jiwa
utuh diamnya memangku setia
kau dan aku
tak pernah jauh sebelumnya

semoga
ini hanya utusan
rindu yang tertunda
antara kita

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Johor Bahru-06102016/12:01pm




YANG MANA


sedang tempuh sudah
ganding paut sungguh pun telah

yang mana
engkau masih
belum jelas
akan cambah

masih
dengan berkira
termenung tak bisa menerjemah

jangan terlambat
satu kakinya mulai
jangan keduanya
pergi

bukan lagi

NOR AZAH BAHRIM (JW )@°NUR
Parit Kaseh-20102016/6:25a.m




JANGAN PERNAH JEMU

padamu
pelengkap jiwa
temani aku
rindui aku
kasihi aku
sayangi aku
jangan pernah jemu
sebagaimana
aku tak pernah jerah
menanti dan menemanimu

semoga
malam-malam riang
masih ada
bawakan mimpi-mimpi indah
pada kisah kita
sampai bila-bila

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Parit Kaseh-22102016/8:32a.m

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - MALAMKU DI PULAU ENGGANO


♡ MALAMKU DI PULAU ENGGANO ♡

Aku yang gulana
Dihimpit ketiak malam
Terdampar di pulau belantara
Netrapun enggan terpejam

Jerit jangkrik, irama sepi
Seperti nyanyian hati
Yang mengasingkan diri
Melangkah tembus batas ilusi

Aku berdiri di atas nyata
Bersimbah peluh tubuh
Ditikam samurai asa
Masih jua kuayun langkah

Coba kutanya sanubari
Kemana lagi mimpi kucari
Bahkan hingga ke pulau rimba
Langkah inipun telah tiba

#DewaBumiRaflesia_04_10_16




♡ RINDU TERLARANG ♡

Ini rindu apa
Hingga menyesak rongga dada
Menembus lorong sunyi
Yang lama telah ku kunci

Aku tak ingin gali pusara
Yang ku kubur di ujung purba
Sebab rindupun tiada guna
Engkau telah berpunya

Biarkan rindu ini miliku
Jangan lagi milik kita
Kan kunikmati dalam beku
Agar rindu bukan petaka

Salam cinta untukmu
Yang pernah bersama rajut asa
Yang pernah bersama nikmati remang lentera
Biarkan saja rindu ini membeku

#DewaBumiRaflesia_06_10_16




♡ RINDU BAYANG SEMU ♡


Desah napas itu
Ingin kukubur dalam pusara
Agar sirna benalu rindu
Nan belenggu ruang asa

Engkau
Tuangkan arak di cawanku
Telah kutenggak tak tersisa
Buatku mabuk sirnakan logika

Di setiap hela napasku
Adalah aroma kerinduan
Pada gelora desah napasmu
Yang kian buai jiwa hampa

Ingin
Kusertakan pada angin
Agar rindu ini pergi
Tinggalkan ruang hati

Namun
Kian erat cengkeram mengikat
Samarkan ruang impian
Hingga logika kian tersesat

Nikmati saja irama dawainya
Lalu menari sesuka hati
Biarkan rasa kian mengembara
Agar sanubari tak dilukai

Menyanyilah
Meski hanya kudengar lirih desah
Aku akan lena jua
Sebab logika telah terpenjara

Deru napas ini
Masih deru rindu netra buta
Pada bayang fatamorgana
Yang hiasi dinding mimpi

Rinduku
Masih miliku
Masih milik kita
Surga kita akan nyata

#DewaBumiRaflesia_08_10_16





♡ DAWAI MALAM BURAM ♡


Giris gerimis jatuh di ujung senja
Kian terbirit mentari pergi
Tinggalkan semesta nan beranjak gulita
Sedang tinta, belum usai disemai

Ku suguh penat pada malam
Karya elegi siang tadi
Ketika asa mengeja mimpi
Agar esok bukan legenda buram

Masih cerita sama
Ketika malam kian buta
Hanya gulita berkerudung sepi
Hantarkan angan pada illusi

Kerinduan ini telah purnama
Dentingnya kian nyaring
Menggema di lorong jiwa
Bergemuruh nestapa di pulau asing

Cuma pejamkan netra
Mantra sakti pelipur duka
Harapkan lena dibuai mimpi
Biarkan malam menuju pagi

Aku, masih di sini
Merajut hari-hari
Entah, apa nan kubawa serta
Mungkin asa, bersorban nestapa
#DewaBumiRaflesia_11_10_16




♡DILEMA DIMALAM GULITA♡


Ku titi temali asa di atas mega
Ketika rinai jatuh di beranda
Lidah halilintar pecahkan sunyi
Hingga mimpi beranjak pergi

Coba kuukir rembulan buram
Dengan tinta yang tersisa
Selepas kuukir pelangi senja
Agar malamku tak lagi kelam

Sejenak kunikmati rona purnama
Hingga lenaku bermandi cahaya
Hangatnya bakar ruang illusi
Tak ingin ku akhiri

Entah apa bisik angin
Rembulan sirna dibungkus awan
Malampun kian gulita
Sedangkan aku, masih terjaga

Tak jera, mengais di sela mega
Mencari setitik cahaya
Meski rembulan sirna rupa
Kan kurengkuh, dengan karsa

Pulanglah wahai rembulan
Pada titik muara impian
Kan kuukir dengan tinta asa
Yang kutuang dari lubuk jiwa
Hanya aku pelukis maya
Yang mampu warnaimu
Bahkan ketika malam kelabu
Sebab, warnaku adalah cinta

#DewaBumiRaflesia_14_10_16





♡ MALAMKU DI PULAU ENGGANO ♡
Part 2


Beku malamku
Terjaga di himpit ketiak sunyi
Anganpun kian mengembara
Menembus lorong mimpi

Sendiri di antara nada dengkur
Jiwa-jiwa yang lena
Dibuai jagad gulita
Dalam raga yang lelap terbujur

Aku masih di pulau samudera
Jauh dari bising teriakan kota
Tiada satupun sanak saudara
Cuma asa yang turut serta

Sedang rindu kian bertalu
Guncangkan samudera jiwa
Separuh kutitip lewat bayu
Sebatas sapa tanda cinta

Lihatlah, aku masih terjaga
Seperti rapuhnya jemari
Namun tak henti mengukir karya
Agar mimpi tak dicuri

#DewaBumiRaflesia_11_10_16





♡ MELARUNG CELOTEH ♡


Laksana tiada usai
Kau eja aksara buta
Nan tertoreh di ujung pantai
Padahal, sekejap akan sirna

Apakah tiada kau dengar
Gelombang di samudera jiwa
Derunya taklukan pekik halilintar
Membahana, bergelora

Coba kau buka mata hati
Pasti kan kau temui
Rerona sanubari
Bahwa cintaku murni

Tidakah kau rindu
Pada keindahan illusi
Yang kusemai di pulau kasturi
Ataukah engkau telah jemu

Sungguh
Bila hati ini tersaji utuh
Meski remang tuk kurengkuh
Tapi, tak kuasa tuk menjauh

Lenalah, dalam buai syair asa
Karena mimpi masih direnda
Usah ada benalu ragu
Detak nadiku, kidung rindu

Jangan biarkan lara berkelana
Kubur saja dalam pusara
Sebab ia kan membatu
Lalu aksara jadi tak menentu

Damailah
Dalam dekap hangat rinduku
Sebab rinduku tiadakan punah
Kan abadi hingga ujung waktu
#DewaBumiRaflesia_19_10_16




♡ SELAMAT PAGI CINTA ♡

Teriak sang jantan di atas dahan
Usir mimpi-mimpi yang menepi
Sang fajar buka jendela pagi
Beri jalan pada karya yang tertahan

Selamat pagi dunia
Kusapa dengan segenap asa
Semoga hari ini lebih bermakna
Sebab karya kan tetap direnda

Selamat pagi sahabat
Kalian adalah insan-insan hebat
Yang mampu beri warna
Mengukir nyata pada semesta

#DewaBumiRaflesia_17_10_16





♡ LELAH ♡


Lelah
Mengeja bulir asa
Didera gerimis mengais tanah
Pudarkan benderang cahaya

Entah apa rupa rasa
Ketika lisan enggan ujar kata
Teramat penat tubuh rapuh
Jiwapun ikut gundah

#DewaBumiRaflesia_20_10_16

Kumpulan Puisi Alex Wahyu - HIJABMU PERKUAT HIJRAHKU


"Hijabmu perkuat Hijrahku"


Aku hanya ingin melihatmu
Di balik hijab yang menutupi seluruh tubuhmu,
Hanya telapak tangan dan sepasang mata, itu sudah cukup bagiku mengobati rindu yang terisi oleh nafsu,
Menjadikanmu wanita yang baik dengan keadaan suci tanpa tersentuh,

Dan aku akan menjadi pria yang senantiasa Berdoa untukmu.
Meski nafsuku seringkali berkecamuk di dalam raga ini
Namun, kau adalah wanita yang begitu aku kagumi
Dengan apa yang ada padamu
Dengan apa yang ada padaku
Ketahuilah, namamu selalu muncul di dalam Doaku
Pintaku untuk dipertemukan dengan wanita Shaleha guna memantapkan Hijrahku bersamamu di masa kini dan nanti.

~Alek Wahyu~

Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembiring - CATATAN NACHODA


TUJUH MAUNG
BERGELAR PERWIRA PERANG
Karya MS Sang Muham


Kunci induk Garbha Utama
melebuh sempurna pada sang bijak
tahta di atas tahta
warisan dua negeri di terima
fakta tersurat menuju nusantara jaya

Tujuh harimau tiang penyangga
berdiri tegak siap sedia
tiap maung telah lulus wedha kehidupan
perwira perang sakti mandraguna
bocah angon menggembalakanya

Pilar utama telah dipilih
menanti aba-aba kibarkan panji-panji nusantara
Pajajaran anyar sejatinya Indonesia

Para perwira perang sepakat satu kata
sumpah setia berbhakti bagi negeri
ruh alam semesta dan ibu pertiwi juri seleksi
di banda indung ikrar terucap
gerimis memateraikan niat dan tekad

Wadah dijiwa aneka rupa
terikat bersimpul mati
insan bernurani baik hati

Perwira perang bersenjata trisula wedha
bertempur tanpa pasukan
berbekal cahaya terangi nusantara
pelangi kelegaan setelah paripurna kalabendu jawa
wong seberang arsitek pengurai masalah

Moment ini penggenapan wahyu leluhur negeri
dinanti tiap insan yang mengerti wangi sejati
sudah saatnya wibawa negeriku dipulihkan seribu kali

Baca baca dan bacalah lagi
sekarang ayo samakan persepsi
pahami misi dan visi seturut cita-cita pendiri negeri
mari membuka diri silaturahmi hati ke hati
perjuangan hakiki menabung harum sejati

Budak angon tidak sendirian
punya panglima perang bergelar wong seberang
punya guru sejati srikandi dari kandang wesi

Belajar mencermati pahitnya kegagalan yang terjadi
ego dan kata hati mengkotakkan sikap tindak pribadi lepas pribadi
mestinya selaras kata dan perbuatan
unsur utama generasi penerus belum terbungkus
selalu ada rahasia dibalik rahasia lahirkan curiga

Duh budak angon patuhi gurumu hargai panglimamu
duh wong seberang hormati srikandi kawal generasi penerus
duh srikandi bersama wong seberang antarkan generai penerus

#Billymoonistanaku, Sabtuwage, Okt 01/2016 = 13:13 wib





SRIKANDI KANDANG WESI
Karya MS Sang Muham


Lemah lembut suaranya
samar samar nyata kabarkan rahasia
sorot mata tajam
panacaran kebenaran lubuk hati mulya
tak ada dusta dibalik bibirnya

Terlahir sebagai wanita berwajah jelita
srikandi dari kandang wesi

Mencari mencari dan mencari
tetali jiwa serat raga dipegang di kedua ujungnya
tekun sabar mengasuh cahaya
rela kehilangan kasih sayang keluarga
percaya penuh pada anak asuhnya

Terlahir sebagai wanita berjiwa satria
jawara tak tertandingi dari kandang wesi

Sudah lulus wedha dua dunia
tangan kaki dilengkapi lingkaran api
raga berlapis pagar sukma
jiwa berdimensi ganda menembus batas dunia
indung doa bersarang dimulutnya

Terlahir sebagai wanita pewaris jurus sapu jagad
generasi penerus anak asuh serupa biji mata

Kasih sayang ibu termakna sempurna
embun menetes ketika tersentuh nurani murni
menyeringai ganas laksana maung betina
tak kenal takut menumpas angkara murka
sekujur tubuh dilengkapi senjata

Terlahir sebagai wanita kesayangan pemegang mahkota
jembatan tunggal menuju nusantara sejahtera sararea

Jangan mengusik tapa bratanya
ruh nusantara menopang pengabdian tanpa pamrih
ibu pertiwi membela sikap tindak jujur tak bercela
seribu leluhur sakti negeri menjaga dengan setia
pedang kebenaran menyala ditangannya

Terlahir sebagai wanita disegani di dua dunia
kepadanya diberi hak asuh penerus nusantara

Babad nusantara pedoman perjuangan luruskan sejarah
rahasia tanah sunda tersusun rapi di pustaka jiwa
kunci segala kunci di genggam terjaga
rela lebur berjiwa luhur
sepanjang hidup berbakti bagi perjuangan

Terlahir sebagai wanita ibu suri penguasa nusantara
leluasa melintas hingga keruang kasat mata

Bersamamu kutemukan jalan putih
melintasi dunia menyemai kasih menebar kebajikan
menabung bekal perjalanan di keabadian
bersyukur jika di jinkan menikmati hidup sesungguhnya

tauladanmu putihkan jelaga diriku

#Billymoonistanaku, Selasapahing, Okt 04/2016 = 17:17 wib





CATATAN NACHODA
Karya MS Sang Muham


Terperangkap di lembah kuatir
resah berserakan sepanjang jalan hidup
gontai langkah terseok
beban menekan menghambarkan harapan
teringat handai tolan tak satu pun ulurkan tangan

Terombang-ambing di lautan problema
layar jiwa koyak kemudi nurani patah
sejauh mata memandang cuma hampa terpandang
gelombang pasang ombak kehidupan menghempas ganas
sejuta teman buat tertawa sebatang kara meratapi derita

Berhentilah sejenak kawan
hadirkan kakang kawah adi ari-ari menyatu sejatinya diri
berserah pasrah berpengharapan sujud di ujung kasutNYA
bukan kehendakku tapi kehendakMU lah yang terjadi Gusti Pangeran
mampulayakkan kujalani kodrat seturut amanat

Aku akan lego jangkar
di dermaga megah pelabuhan kebajikan

#Billymoonistanaku, Selasapahing, Okt 04/2016 = 10:10 wib




BATAS LOGIKA
Karya MS Sang Muham


Begitu banyak fakta di sekitar nyata
tak kasat mata tak bisa di raba
tapi kita percaya itu ada
mengapa

Ada beberapa nyata menjadi fakta
kasat mata bisa diraba
tapi kita tuduh itu klenik semata
mengapa

Cuma lantaran teory belum ada
padahal ilmu itu milik bangsa
ketika bambu runcing melawan senjata
penjajah kalah,kok bisa

Jangan jumawa dengan logika
logikamu cuma sebesar kepala
sedangkan ghoib seluas mayapada
logika tak sanggub mencerna

#Billymoonistanaku, Kamiskliwon, Okt 06/2016 = 20:20 wib





POTENSI ANAK BANGSA
Karya MS Sang Muham


Tak semua ghoib beraroma mistis
meski logika tak mampu mengurai kata
padahal nyata di depan mata
bisa diraba bisa dirasa
di perlukan pencerahan melampaui kesadaran

Entah dimana kusut benangnya
fakta itu tak tercatat runut serupa teory analisa
pasti ada penjelasan secukupnya
terkikis zaman tenggelam di samudra dosa
atau kita telah melupakannya

Bangsa ini besar memiliki sosok mulya terpilih
kecepatan cahaya telah di lampaui
jarak dan waktu nisby
mengapa tak di jaga dipelihara
mengapa di nista di giring ke penjara

Kita sedang bertempur di medan perang
musuh kita dari luar bukan insan sesama penghuni nusantara
propaganda adu domba pelumpuhan potensi anak bangsa
di medan perang melanggar hukum tidak dilarang
jika ingin menang, ayo satukan insan kondang

Segeralah sadar duhai anak bangsa
ibu pertiwi akan di jajah lagi
tengok kanan tengok kiri
waspada dan hati-hati

#Billymoonistanaku, Kamiskliwon, Okt 06/2016 = 16:16 wib





FAKTA TANPA LOGIKA
Karya MS Sang Muham


Ada fakta beraroma rahasia
di luar logika
terpapar di depan mata
tak suka di baca apalagi di eja

sering berupa tanda tanya
serupa arena uji coba

menakar wadah kita
menguji nafsu insani
mengukur emosi
supaya tampak corak pribadi lepas pribadi

di sana banyak orang terpedaya pandangan mata
muncul ego diri meluap nafsu manusiawi

Orang yang baik hatinya
mengerti harum sejati
itulah yang dicari

#Billymoonistanaku,Rabupon, Okt 05/2016 = 08:08 wib




UNTUK APA MENIPU HATI
Karya MS Sang Muham


Kenapa pula menghalau rasa
jika dada masih terus membara
meski kau lari
menyimpan diri di pulau tak berpenghuni
kurasa usahamu sia sia belaka
sebab sepi sudah menanti di sana

maka kuseru kau
tak perlu menghukum diri
sebab nurani punya jalan sendiri
untuk apa menipu hati

sekapur sirih pengobat rindu
kutitipkan di beranda muka
ambillah secukupnya
bekal perjalanan menuju kasunyatan

#Billymoonistanaku, Kamislegisianghari, Okt 13/2016 = 11:11 wib





NUSANTARA MEMANGGIL
Karya MS Sang Muham


Mengapa masih saja berdiri di pinggir pilu
padahal kau tau sepi telah membeku
untuk apa berteriak lantang pada samudra tenang
jika akhirnya badai menghempaskan rasa

aku sudah tak percaya pada kata
sebab semua cuma janji belaka
lipstik semata

ayo kita tinggalkan keluh kesah
mulailah menimbang kinerja
apa kau bisa kita berkarya
nusantara menanti kita
ijab kabul benahi jiwa raga

#Billymoonistanaku, kamislegi-pagi, Okt 13/2016 = 07:57 wib





BENAHI KASUTMU
KITA KAN MENDAKI
Karya MS Sang Muham


Tak kan kularung rasa pun jiwaku
meski asa terperangkap fana
bagimu kawan kuhidangkan secangkir tanya
untuk apa kita ada
menyandang kata ciptaan termulya

Kuseru kau di himpitan dunia fana
benahi kasutmu kita kan mendaki
tinggalkan beban duniawi
merapat di ranah hakiki
menabur kebajikan
menyemai harapan di wajah pucat pasi
anak negeri kehilangan jati diri

Jangan kuatir
di tanganku terjelma trisula wedha
kubawa restu penguasa nusantara
merdeka merdeka merdeka sejahtera sararea

#Billymoonistanaku, kamislegi-pagi, Okt 13/2016 = 07:07 wib





LUKA SIAPA TERPERIH
Karya MS Sang Muham


Aku berdiri bersebelahanrasa denganmu
jujur serupa meski tak sama
tiap orang berteriak tentang luka menikam dada
adalah perih yang terwahid tak ada tara

maka berhentilah melukis awan
sebab mendung terlalu pekat
dari utara dan selatan angin terlalu keras menghempas

keyakinan tak terpatahkan
kehadiran ciptaan berpasangan
jadi pondasi atas semua kalimat tersurat
nasib ataukah kodrat bahasa akhir sebuah kalimat

kita berdiri di keraguan
tak mungkin melarikan diri dari diri sendiri
semoga jalanmu dicerahkan seturut hikmat yang tersurat.

#Billymoonistanaku, Rabukliwon-pagi, Okt 12/2016 = 08:08 wib





SEJAUH DOA
Karya MS Sang Muham


Ada yang tak mampu di urai dalam kata
sebab jamak pengertiannya

meski telah berupaya sekuat bisa
fakta mesti di terima
itulah jalan kodrat

tak pernah ada ciptaan tunggal
senantiasa berpasangan
tetaplah pelihara yakin jiwa
semua cuma sejauh doa

waktu adalah kunci
jawab atas semua tanda tanya
kunci di tangan kita
jaga supaya tak membias
pelihara supaya tak merentang jarak

doa dan ketulusan lahirkan kesabaran
menyuburkan harapan di sukma

#Billymoonistanaku, Rabupagi-kliwon, Okt 12/2016 = 06:06 wib





NANTI
Karya MS Sang Muham


Janganlah membenci cuma lantaran waktu
bukankah dipakati satu janji
jarak ini adalah perkalian hati dan nurani
sejajar dengan rasa tercipta
pada lelah tersisa

Esok ketika semua nyata
kalimat demi kalimat akan gugur
berubah wujud jadi kata penyesalan
sesiapa pun akan resah
sebab masa lalunya telah alfa

Jika saat ini masih mampu terbaca
segeralah menyesal
agar karma tak pungkiri diri

#Billymoonistanaku , Seninpon, Okt 10/2016 = 21:21 wib





JANJI JIWA
Karya MS Sang Muham


Mengurai kenang
untaian rasa ngambang terbayang
kata terjalin kalimat terkarang
perjalanan panjang
embun membeku mata meremang

Memanggilku pulang
apa kan kubawa
jika tirakat belum sempurna

Maafkan lalaiku menata bathin
hingga waktu terulur melampaui kewajaran
bukan mauku tapi jalan karma
suratan diri kodrat manusiawi

Aku pasti pulang meski sudah tak di undang
menunaikan sumpah serupa tirakat jiwa
akan kubawa senyum buat semua
Gusti Pangeran mengabulkannya

#Billymoonistanaku, Seninpon, Okt 10/2016 = 12:12 wib




HARI KESEJAHTERAAN
Karya MS Sang Muham


Di hari kemenangan itu
aku akan mengundangmu mengurai berkat
melegakan dahaga sepanjang usia
tak perlu menoleh kebelakang
kita merancang masa depan gemilang

ainul yakinku melebihi batas nafas kehidupan
masa itu adalah milik kita
pun padaku telah di titipkan kunci kunci
bekal segala bekal
jalan setapak sejahterakan nusantara

kesabaran adalah induk kunci
kebersamaan adalah pupuk penyubur
keikhlasan adalah pelita
insan baik hati mengerti harum sejati
merdeka merdeka merdeka sejahtera sararea

#Billymoonistanaku, Selasalegi-pagi, Okt 18/2016 = 08:08 wib





AKHIR KALIMAT TANYA
Karya MS Sang Muham


Sungguh aku tak punya jawaban
atas kalimat tanya sederhana
mengapa jalan pengabdianku mematung serupa arca

satu persatu kupunguti kata terucap
suara senior kata teman bahkan kabar dari junior
tak satu pun mewakili fakta

aku sudah kehabisan daya kering upaya berhenti bertanya
sang dalang sukses memainkan taktik perang
membeli institusi untuk mengkebiri
di pasung di rumah sendiri

duhai bhayangkara kelahiran Jagratara
duhai bhayangkara kelahiran Jananuraga
jika masih ada rasa tersisa
ulurkanlah tanganmu
sebelum ajal mengakhiri segalanya

#Billymoonistanaku, Seninkliwon-malam, Okt 17/2016 = 20:20 wib




KESAKSIAN BERSUMPAH
Karya MS Sang Muham

Sebuah kepastian
berbuku terpapar di ranah jiwa
janji pendiri nusantara
tak perlu menunggu hingga batas larung raga
sudah hadir bertutur mencerahkan sukma lara

Tak mudah meyakinkan logika
merubah maya ke alam nyata
pun sebaliknya
meski fakta di depan mata kepala
percaya tak percaya

Ada mata rantai terputus
masa lalu ke masa kini
ilmu timur nan suci anugrah illahi
mengendalikan gravitasi menjinakkan bima sakti
memanen energi bersahabat dengan matahari

Nenek moyangku bukan manusia purba
tekhnologinya luar biasa
bergerak melebihi kecepatan cahaya
jarak waktu dan ruang menjadi nisby
tengok saja peninggalan jejak hidupnya

Nenek moyangku bukan manusia gua
ilmu barat menyesatkan citra sesama
ketika segala fakta di urai logika
pembodohan massal timur raya
mengkerdilkan ciptaan termulya

Nenek moyangku manusia luar biasa
kodrat insani ciptaan segambar illahi
leluasa melancong masa lalu masa kini masa depan
bersahabat sesama penghuni bima sakti
cermati peninggalan sebagai bukti

Nenek moyangku leluhur pendiri negeri
taat patuh utuh sabda Sang Pencipta
tak mengusik kedamaian alam semesta
cermat teliti mendengarkan bisikan ibu pertiwi
paham mengerti harum sejati

Nenek moyangku tinggalkan janji pasti
catatan perjalanan masa lalu tentang masa kini
di dakwa ramalan padahal itu kesaksian
di tuduh ghoib sesungguhnya kenyataan
kecemburuan ilmu barat ditelan bulat bulat

Nenek moyangku berjiwa satria
mengerti arti diri : raga roh dan jiwa
dari tanah kembali ke tanah
roh kembali kekampung asalnya
jiwa tetap ada hingga kedatangan Sang Isa

Nenek moyangku mengerti kehendak penciptaNYA
bacalah kitab suci
melipat waktu bukan milik ghoib sama sekali
bahkan bulan pernah di belah dua
ilmu barat pasti memungkirinya

Nenek moyangku tinggalkan jejak tilik sandi
telusuri dengan hati nurani
bersihkan wadah jadilah orang baik hati
tak usah jumawa sudah makan bangku sekolah sekian kali
ilmu barat mencuci otak merusak tatanan sendiri

Nenek moyangku berilmu tinggi di dakwa sakti
kesaksiannya di vonis ramalan serupa teka teki
setelah lima ratus tahun ia kembali
benahi pertiwi kembalikan kejayaan nusantara
lihat kanan kiri kesaksiannya sudah terbukti

Nenek moyangku tokohkan lelaki sejati
di dampingi permaisuri ratu adil anak negeri
sudah hadir di tengah hiruk pikuk bencana nusantara
berbekal cukup berilmu ladoni
di bawanya cahaya terangi manusia Indonesia

Nenek moyangku saksi bersumpah tak kenal bohong
catatan hariannya tentang zaman ini sungguh nyata
orang dungu memungkiri
orang bijak bersiap menanti
orang baik hati di tuntun hingga gerbang merdeka sesungguhnya

Catatan ini bukan sajak bukan puisi
ini pencerahan sejati
sekaligus penuturan saksi

#Billymoonistanaku, Mingguwage-magrib, Okt 16/2016 = 18:18 wib





MEMBAHASAKAN RASA
Karya MS Sang Muham


Kenyataan itu guratkan rupa
membekas corak di dada
mengalir di ritme melodi kehidupan
seringkali tak sewarna nuansa jiwa

tapi itulah manusia
selalu saja tak puas atas rasa tercipta
mesti telah tiba di batas asa

lalu kemana membahasakan rasa
supaya tak menyilang di sukma
sudah di bawa kemana-mana
tetap saja berakhir di sudut tanpa cahaya

#Billymoonistanaku, Mingguwage-pagi, Okt 16/2016 = 07:07 wib





BERTUMPUK
Karya MS Sang Muham


Entah kenapa
aku ikut hanyut pada aliran kisah itu
padahal semula kudakwa biasa-biasa saja
siapapun pasti punya silam yang tak pernah lagi mau pulang
dan itu sudah mesti ku mahfumi

hanya ketika semua musim menggelengkan kepala
sadarlah aku telah tertimbun tumpukan kecewa
semua dalil menjadi mandul
mantera kehilangan gendam
aku menunggu tapi tak ada yang kutunggu
pagi siang dan malam sama saja warnanya
untuk apa kukumpulkan semua rasa

#Billymoonistanaku, Kamispon-pagi, Okt 20/2016 = 08:08 wib





JEJAK JIWA
Karya MS Sang Muham


Menatap dari sudut berbeda
lahirkan nuansa penuh tanda tanya
entah apa yang ada di kelopak malam
tapi ingkar telah menodai jejak jiwa
sekian lama terperangkap di sana

bagaimana pun cara menjelaskan makna toh akan sia-sia
semua di kejar dengan logika
akal tak mampu menjawab semua tanya

aku akan terus mengumpulkan bukti
yang hilang di ganti
yang bengkok di luruskan
yang bercak bercak bernoda di bersihkan
yang kusut di urai

semua di kembalikan pada pakem
supaya ada keteraturan keseimbangan pun keselarasan
jaman kesejahteraan gemah ripah loh jinawi

#Billymoonistanaku, Sabtukliwon, Okt 22/2016 = 09:49 wib

Kumpulan Puisi Aulia Zack Lee - KETIKA TAK HARUS DENGANMU


KETIKA TAK HARUS DENGANMU

Dimana dirimu ?
Ketika aku terkapar kaku
Mereguk bergelas gelas pahit kenyataan hidup
Apa kau yang menjagaku ketika itu ?
Atau malah kau yang sengaja menyuguhkan kepahitan-kepahitan hidup
Dengan harapan aku mati karnamu
Maaf!
Aku memang mabuk ketika itu
Dan benar aku kehilangan akal sehatku
Tapi sumpah, itu bukan karnamu!
Aku memilih mabuk untuk membenturkan kenyataanku tentang sebuah rasa sakit
Mungkin akan terkesan gila menurutmu
Namun manakala aku bertemu kewarasanku
Apakah dirimu yang mengajarkan itu
Bukan, itu bukan karnamu
Sebab jika karnamu
Suatu ketika aku akan kembali pada kegilaanku
Ketika aku tak lagi menemukanmu di sisiku

CIKARANG 03 OKTOBER 2016
24ck




IRONI JIWA
By: Aulia Zack Lee


Dan bila kau rasakan sakit
Akupun sama mengecap perih
Namun ketika kau masih berharap bahwa esok mungkin masih ada waktu untuk kita bersama
Mungkin itu semua hanya ada dalam sebuah cerita
Sebab bagaimanapun juga
Kita tak mungkin bisa runtuhkan norma yang memberikan tembok tinggi diantara kita
Mungkin kita masih sama
Saling memeluk erat cinta kita
Hanya saja kita tak mungkin bisa untuk menjadikan itu semua menjadi sesuatu yang nyata

Cikarang 04 OKTOBER 2016
24ck



KEPAYANG


Jangan matikan aksaraku sayang!
Meskipun aksaraku tak mampu buatmu kenyang
Jangan pula kau bakar lembar-lembar imagi yang aku goreskan
Walaupun ia tak mampu berubah menjadi beras segantang
Aku akan tetap menjadi lelakimu
Yang meskipun jalang
Tapi tak pernah lari dari kenyataan
Meski rapuhpun aku masih menggengam kuat kasih sayang
Dan esok manakala aku pulang
Kerinduan kita pasti terbalaskan
Buang cemburumu
Karna kuyakin diluar banyak yang mencemburuimu siang malam
Percayalah sayang
Aku masih faham mana putih mana hitam
Dan karna kamulah
Aku berani membunuh bimbang

Cikarang 05 OKTOBER 2016
24ck




CINTAKU KINI
Oleh: Aulia Zack Lee


Awalnya semua biasa
Sebelum getar getar itu
Semakin membuatku tak berdaya
Untuk menjauhkan seluruh hasrat dari rongga dada
Entah mengapa
Semua begitu saja menjelma
Membunuh seluruh akal sehatku
Hingga tanpa disadari aku kembali rasakan cinta
Yah cinta,
Cinta yang selama ini telah kuanggap mati
Cinta yang sengaja aku patahkan disisi hari
Lalu apa yang selama ini kunikmati ?
Sekedar menunjukan bahwa aku belum mati
Atau sekedar menjalani hari
Berharap suatu ketika nanti aku temukan lagi cintaku dalam arti
Kini
Aku mulai mengerti
Cintaku tak perlu dibunuh mati
Cintaku tak harus menjaga hari
Cintaku adalah nafasku kini

CIKARANG 09 OKTOBER 2016
24ck




DIAM


Aku tak menyimpan dusta
Itu sebabnya aku tak mau bicara
Aku diam pun bukan karna aku enggan
Tapi aku tengah berbahasa dengan fikiran
Karna selama ini, aku lebih suka berbicara bersama ego
Yang terkadang butakan nalar
Salahkah yang kulakukan?
Aku tak mau lagi mempermainkan perasaan
Itu yang kini coba aku lakukan
Hingga tanpa sadar ada sebuah hati yang kecewa atau kukecewakan
Dan kemungkinan dia menyimpan dendam
Maaf!
Waktu terus berjalan
Dan siapapun dia, pasti inginkan sebuah perubahan
Jika perubahan ini menyakitimu
Aku akan tetap setia kepada diam!

Cikarang 12 oktober 2016
24ck




SANG MANTAN


Aku hanyalah mantan
Tak lebih
Tak kurang
Jikapun ada sesuatu yang kurasakan
Yang sering kita sebut kenangan
Sepatutnya itu semua kita singkirkan!
Karna apa?
Aku tak ingin perasaanku kembali terhanyut diantara lembar-lembar masa lalu
Dan dia lupa pulang
Kenangan biarlah tetap menjadi kenangan
Sebagaimana dulu kita mencoba menyatukan perasaan kita
Membenturkan itu semua pada satu sisi yang dinamakan kenyataan
Indah bukan ...?
Tapi itu semua telah berlalu
Dan kita tak perlu lagi merisaukanya sekarang
Mungkin akan lebih indah lagi jika kita bisa berbesar hati untuk menerima kenyataan
Dan kita saling berjanji untuk membingkai itu semua
Dalam bingkai yang tak lekang jaman
Hingga pada suatu ketika ia benar-benar bisa kita lupakan

Cikarang 19 oktober 2016
24ck




NIKMATI SAJA


Aku tau siapa yang aku cinta
Dan aku faham perasaanku seperti apa
Kau boleh menceramahiku
Tentang segala pemikiran-pemikiran yang menurutmu luar biasa
Atau bahkan sejuta argumen dengan harapan aku bisa menjadi seperti yang kau pinta
Maaf!
Kita sama-sama telah dewasa
Diotakmu ada selaksa pemikiran
Dan akupun sama
Apa perlu aku menjadi dirimu
Dan dirimu mencoba menjadi aku?
Sepertinya itu terlalu sederhana!
Sebab
Apa yang kau rasa berat
Bisa jadi buatku hal yang biasa
Dan segala sesuatu yang kau anggap biasa
Bisa jadi buatku adalah siksa
Kini
Nikmatilah segala yang ada di dirimu
Sebagaimana aku mencoba menjadi diriku
Bagaimanapun juga kita tetaplah beda
Tapi perbedaan itulah yang membuatku nembutuhkanmu agar hidupku bisa menjadi sempurna

Cikarang 20 oktober 2016
24ck




DEAR MANTAN

Masih ingatkah engkau sayang ?
Kenangan kita yang begitu menawan
Yang menjadikan kita lupa
Kita dipertemukan untuk sebuah perpisahan
Apakah kau merasakan sakit ?
Ketika cinta kita tak lagi bisa bersatu karna perbedaan
Tenang saja sayang!
Meski kau tak kumiliki dalam sebuah pelukan
Tapi aku senantiasa mendekapmu dalam angan
Dan bila suatu ketika ada cerita terulang
Jangan pernah lagi kau lepaskan aku sayang
Sebab tanpamu
Aku menjadi jalang!

Cikarang 21 oktober 2016
24ck





SAMA SAJA BUTA

Bagaimana pun juga terluka itu biasa bagi siapa saja
Hanya saja, dapatkah kita mencerna
Perihal apakah yang membuat kita terluka
Kita yang sengaja membenturkan perasaan kita
Atau kita dipaksa untuk menikmati kenyataan yang sama sekali tak terlintas dalam angan-angan kita
Hingga terbentuk sebuah sesal yang aku yakin sesakan dada
Jika bisa
Kenapa kita harus takut terluka
Sedangkan diantara bahagia itu ada luka yang mengiringinya
Dan mengapa mesti takut disakiti?
Sementara kita tak takut untuk banyak berharap pada bahagia
Apa itu yang kita punya ?
Menuntut sesuatu yang sempurna
Tapi tak menjadikan diri sendiri lebih sempurna untuk dia yang mengharap kita bisa sempurna di matanya

Cikarang 24 oktober 2016
24ck

Kumpulan Puisi Urs Meliala - KOPI SORE


Kopi sore


Serbuk pekat mengikat
aroma keringat rasa. Nikmat
meski paksa syaraf sadar melumat. Kesumat pedih teramat

Sore ini kau seduh puan, secangkir
Seperti hilang pikir dan khawatir
tak mau kalah nikotin kupelintir
hingga lupa kita tentang, rambu parkir

Bukan diluar sana, hujan petir
Bahkan mantel beludru kita, masih tergantung
lengkap dengan wewangian kesturi
dan setumpuk kapur barus pengusir kecoa

Tapi, ubin ini kena banjir
bukankah itu air tempayan yang kita usir
atau bongkahan es yang mencair
sudah pula kita katakan,takdir

Lalu kemana kita duduk puan
Beranda ini tanpa cakrawala
padahal keringat berbau senja
Sungguh kopi sore ini, dilema

FnNf, 03-10-2016




Khilaf

Bukankah hujan telah terbingkis dari langit
Lalu kita hardik dingin, sebabkan gigil ini
Gaung patahan gemeretak gigimu, justru menghina nyanyian ampibi puan
Dan kemunafikan menjadi layak, sebab sadarku pun terjungkal kini
Kita lah banjir itu
Lupa meluap-luap, khilaf memilin saraf
Akankah hujan kembali dengan ma'af, menyapu lumpur-lumpur mengendap?
Biar kupilih menjadi angin, tuk merayu awan tumpuan ingin

FnNf.07-10-2016

Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - JAKARTA


==Oroisa==
Karya : Siamir Marulafau

Oroisa zatua :
B6i milawa-lawa zatua
Mohait6 ami dania
B6r6 me zatua andre bahul6 lowalangi nomboro dua ba gulidan6 ae

Hadia da'6?
No it6r6 gahe nosegu
Yaiada'6 zatua ibe'e mene-mene nia :
"B6i r6r6'6 ba mbua faya-faya luo na'6 tohug6 zikolau ba dan6 Wekoli".

Bahadia'i lemofondro ndrongo li zatua
Da'6 dania wamohait6
Afuriata nia,he nates6ndra gohit6 d6d6,
Ba sangowalu-walu man6
L6'eluaha....
Sitefuta-futa,lehadei eluaha
No'ar6r6 bazilekarua
Da'6 dania waso waniasa,mafayagu andre?

sm/01/10/2016






==JAKARTA==
Karya : Siamir Marulafau


Menatap langit
Langit terdiam sejenak
Mentari menyinar
Sanubari berdetak
Usia lanjut
Berputar bagaikan roda
Bersukur pada-Mu
Alam berbisik
Tak akan terlena
Sepanjang masa merenung
Jika tebing bertahan
Banjir pun terhempas
Harapan optimis

Rembulan bercahaya
Tak akan penasaran
Temaran malam pun bernyanyi
Menemani suka dan duka
Akan sujud pada-Mu
Jakarta kotaku
Apa yang salah?
Gedung-gedung mencakar langit
Bumi terinjak-injak
Hati sanubari tercabik-cabik
Manusia semakin sombong
Lupa daratan
Berpaling pada Pencipta
Kehidupan akan layak
Bencana terhindar
Pepohonan berdiri tegak
Rerumputan menjulang tinggi
Daun-daun bergoyang dan menyanyi
Kami bahagia
Tak akan ada pegusuran
Penindasan tak berjalan
Kaki setiap umat kuat
Kekompakan kokoh
Semut-semut bekerja sama
Kotaku indah
Bukan kota metrokolam
Jaya selamanya

sm/03/10/2016





Tausiah Singkat :

Tausiah singkat ini disampaikan oleh :Al-Udstz.siamir marulafau,drs,M.Hum bertajuk "JANGAN RAGU"


A.S.W.W.
Kaum Muslimin dan Muslimah Rahimmah Kumullah,

Dalam tausiah yang sangat singkat ini saya tegaskan bahwa kita umat Islam tak perlu ragu dalam mengamalkan amalan-amalan yang saliha dalam agama islam khususnya karena dalam Surah Al-Baqorah :2 .Allah berfirman bahwa"Demikianlah kitab(Al-Quran) sebagai petunjuk dan tidak ada keraguan di dalamnya".Maka dengan demikian, kita harus konsisten dalam pengamalan, dan menjadi orang yang mewarisi surga,Qur'an :"Jannahtu urustumuha bima kuntum takmalun"(Surga itu diwarisi bagi orang-orang yang beramal saleha).Jadi tak perlu ada keraguan.

Yang paling penting, kita ingat bahwa apa yang diperintahkan Allah SWT kepada kita,harus dilaksanakan seperti perintah tentang salat,puasa ,zakat,perintah tentang naik haji,dll sebagainya serta menjauhi larangan Allah seperti :Jangan mempersekutukan Allah, jangan berzina, jangan mencuri, jangan korupsi,jangan makan riba dan lain sebagainya serta kita diwajibkan iman kepada Allah, iman kepada Akhir zaman, Qadar dan taqdir Allah dan sejarah apa yang tertera dalam Al-Qur'an.Untuk menyempurnakan masalah ibadah kita kepada Allah, maka kita dianjurkan mempelajari dan mengetahui Hadist Rasulullah yang akan menjadi pedoman dan tatanan ibadah dan sistem bagaimana Rasulullah salat dan lain sebagainya sesuai dengan hadist yang shaheh agar terhindar dari bidaah, kurafat dan syirik.Untuk ini ,umat islam harus merujuk pada ULAMA yang benar,dan tidak menyelewengkan isi kandungan kedua Kitab, yaitu Qur'an dan Hadist, dan tidak takliq pada seseorang yang mengaku dirinya "Ulil Amrin Mingkum atau Nabi ke 26".Nauzubillahi minzolik.

Jika hal demikian diikuti, maka terlepaslah umat islam dari kesesatan dan insya Allah masuk surga Allah terhindar dari neraka Allah,surah Annisa:13/14).Demikianlah tausiah singkat ini disampaikan.Moga2 kita semua menjadi penghuni surga.Aamiin.(pdlc/03/10/2016) u





siamir marulafau
==TERPESONA==


Meskipun pepohonan basah
Daun-daun basah kuyup
Air laut pun tak mengering
Kesedihan akan gersang sirna
Tebing-tebing akan tersenyum
Menahan banjir
Cahaya menerpa
Galauan akan terbang

Langit akan cerah
Memandang lautan akan keajaiban
Ciptaan Tuhan mempesona
Pandangan tak akan tenggelam
Kasih-Mu akan membayang
Sujudlah aku...
Pasir putih pun menyanyi
Deburan ombak mendesir
Betapa bahagianya alam
Terpaku dalam pikiran

Medan/sm/03/2016





==KASIH TAK SALAH PILIH==
Karya : siamir marulafau


Tak akan kutuangkan kasih dan cintaku lagi
Selain pada kembang mengembang di hari senja
Meskipun sinar mentari tak menggapai hasrat
Beningnya kasih akan kusemai sampai akhir hayat
Sepanjang nafasmu menyatu dalam jiwa
Tak akan terselubung di pelangi kelam

sm/29/09/2016




==CAHAYA CINTA==
Karya : siamir marulafau


Cahaya cinta akan tak bergelimang di langit kelam
Sepanjang hati nurani manusia tak bersinar
Cahayanya akan redup sepanjang masa
Cahaya cinta akan cemerlang jika kesadaran tak terperosok di atas kertas tak berhalaman
kehidupan akan berubah dalam dinamika
Jika aturan hidup bagaikan pohon melindung segenap
Rakyat tak akan musnah sengsara
Melihat dengan mata telanjang
Bukan nafsu belaka

sm/06/10/2016





Opini Dalam Sastra :

Ada beberapa hal yang harus diingat pembaca karya sastra :


1. Pembaca karya sastra harus mengingat bahwa setiap penyair/sastrawan memiliki ragam yang berbeda dalam menuangkan buah pikirannya dalam setiap karya sastra yang ditulisnya karena disebabkan adanya latar belakang yang berbeda-beda dialami oleh seorang penyair/sastraw

2. Pembaca karya sastra harus mengingat bahwa setiap penyair/sastrawan akan tidak sama dalam pengungkapan dan sistem penulisan karya sastra karena memiliki latar belakang ilmu sastra yang berbeda-beda.Ini tergantung pada keaktifan seseorang terkait dalam membaca karya sastra yang banyak serta teori sastra, sejarah sastra,sosio sastra, psikologis sastra, filsafah sastra dan lain sebagainya yang dimiliki oleh seorang penyair/sastrawan.

3. Pembaca karya sastra harus mengingat bahwa seorang penyair/sastrawan bisa bertindak sebagai penyair, cerpenis, novelis,eseis dan sekalian sebagai kritikus sastra dalam menimbang serta menilai kwalitas karya sastra yang ditulis.Ada juga sebahagian kritikus sastra yang pada hakekatnya hanya mengkritik karya sastra dan tak pernah menulis karya sastra.

4. Pembaca karya sastra harus mengingat bahwa setiap penyair/sastrawan memiliki landasan penulisan berdasarkan teori yang disenangi oleh penulis karya sastra yang sangat tergantung pada kepribadian seseorang penulis berdasarkan ilmu yang dimilikinya.Dengan demikian, seorang kritikus sastra harus cermat serta tanggap dalam memamahi dan menentukan serta menilai kwalitas seoarang penulis karya sastra.

5. Yang paling penting diingat bahwa ada juga penyair/sastrawan menulis karya sastra hanya seadanya saja alias iseng-iseng dalam menulis karya sastra tanpa landasan dalam penulisan karya sastra.Mereka menulis karya sastra tidak pada sistemnya dan kadang adanya pelanggaran terhadap tatanan penulisan karya sastra yang selayaknya meskipun penulisan karya sasatra itu bebas dalam pengungkapan tetapi ada juga aturan mainnya dan tidak sembarang seperti dalam penggunaan bahasa dan sistem penulisan baik dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing berkaitan dengan EJAAN,dll sebagianya.

pdlc/06/10/2016





==KASIH TERPADU==
Karya :siamir marulafau


Aku bebas menyukaimu
Sepanjang dunia tak bergulir jadi debu
Kasih terpadu di langit biru
Membias di setiap sinar
Tercurah pada setiap gerak
Di kala senja berbayang
Di temaran bulan purnama
Bersenandung di lorong-lorong
Dengan kasih rembulan membelai lara

sm/06/10/2016





==AKAN KE MANA KUCARI LAGI?==
Karya :siamir marulafau


Meskipun kubelah lautan
Tak tampak wajahmu
Aku hanya berteriak memanggil namamu
Tak akan kunjung datang
Walaupun teriakanku menggema
Desiran ombak pun ikut memanggil
Tak akan juga terpanggil

Sinarmu tak akan lagi membias
Laraku tersanjung pada kisah lama
Berteriak pun tak ada yang menyahut
Hanya suara deburan ombak menggulung
Di tepi pantai berpasir kutuangkan rasa pilu
Sungguh dunia berputar
Di kala napasku tak bersemayam lagi dalam napasmu
Seiring kasih terbelah di langit biru tak menggema

sm/06/10/2016





==KASIH DI JALAN TAK BERUJUNG==
karya : siamir marulafau


Aku hanya menantikan kasih
Di jalan tak berujung
Di kala cemara melambaikan tangan
Di celah-celah pohon kusuguhkan senyum
Sepanjang pasir pantai tak menghanyut di muara indah
Bidukku akan tak berputar haluan
Jika cinta dan kasihmu bersenandung dalam lara
Meskipun sinarmu hanya membayang
Aku pun tak berpaling sampai akhir zaman
Percayalah...
Kisahku tak akan meluncur di helai daun kelak
Jika pohon dikau semai tak tumbang
Dengan angin sepoi berkobar dalam lara

sm/05/10/2016





==KASIH TAK MENGERING==
Kaya : siamir marulafau


Kasihku tak seperti langit dan bumi
Tak akan menyatu
Sinar mentari hanya membiaskan lara
Tertumpah pada kepanasan
Meskipun tak akan meleleh

Hati pun mengukir keselarasan
Walaupun dikau siram dengan air laut
Membasah,sebanyak buih lautan
Tak akan kering sepanjang napas hinggap dalam jiwa
Tak akan ada basa basi
Akan terukir sepanjang zaman
Sampai tulang belulang merapuh di tanah diam

sm/05/10/2016




==KWALITAS==
Karya :siamir marulafau


DISINYALIR : KWALITAS TAMATAN S2,S3 PADA PADA MASA SEKARANG BAGAIKAN POHON MENJULANG TINGGI DI LANGIT BIRU

BAGAIKAN POHON BERDAUN RIMBUN,BATANGNYA KROPOS
MERAPUH
MELAPUK
TUMBANG DITERPA ANGIN SEPOI
APAKAH BEGITU?
AKU PUN TAK TAHU
APAKAH MENGEJAR KURSI-KURSI BERPUTAR DI DASAR LAUT
APAKAH MENGERJAR JABATAN DALAM KEEMASAN HIDUP
APAKAH MENGEJAR POSISI?
APAKAH TAKUT BERSAING?
APAKAH MENGEJAR NAMA DENGAN DAYA BELI MAHAL?
AKU PUN TAK TAHU
AKSARA PUISI PUN ALERGI

sm/08/10/2016




==PENISTAAN==
Karya :siamir marulafau


Aku bukan berpolitik
Hanya menilik ke kiri ke kanan
Bukan menyudut
Siapa lawan siapa kawan
Siapa yang kupilih
Tak kupilih
Menyangkut pribadi
Bukan dibohongi
Bukan penistaan

Qur'an ayatnya,Allah
Tak akan berbohong
Apakah membohongimu?
Sungguh keterlaluan
Jika Qur'an berbohong
Tuhan pun berbohong
Kehidupan tak berarti

Jika dikau dustakan
Hidupmu akan lebih hina
Jika dikau lecehkan
Hidupmu tak akan tenang
Jika dikau nistakan
Hidupmu terancam neraka
Pikir dahulu pendapatan
Sesal kemudian tak berguna
Taubat
Taubat
Taubat

sm/10/1




OPINI DALAM PEMILIHAN KEPEMIMPINAN :

Sebuah tausiah singkat disampaikan oleh :Al-Udstz.siamir marulafau,drs,M.Hum,dosen FIB USU

A.S.W.W.
Kaum Muslimin Dan Muslimat dan Seluruh Rakyat Indonesia rahimah Kumullah,

Dalam tausiah singkat ini perlu disampaikan bahwa penistaan agama sangat tercela di sisi Allah SWT.Maka untuk itu, kita harus berhati-hati dalam setiap gerak maupun ucapan terlontar dari mulut kita karena ini akan membawa dampak negatif bagi umat dan mengantarkan umat ke jurang neraka.Jika memang kedapatan orang sengaja dalam menista agama maka orang-orang iman,khususnya Islam tidak boleh berdiam diri dan harus membela agama Allah.Allah berfirman dalam Al-Qur'an "Barang siapa yang membela agama dengan diri dan harta maka Allah memasukkannya dalam syurga".Maka untuk ini,kita tidak mudah terprovokasi dengan isu apakah isu itu melalui media atau bagaimana supaya kehidupan ini selamat dan barokah dunia akhirat dalam upaya menunjang kehidupan bernegara dalam hal ini menggunakan kecerdasan,kecermatan dan bukan kemarahan yang dibaringi dengan emosional yang tak terarah.Kita harus sadar dengan status dan kehidupan kita.Dengan kata lain,di mana kita hidup?Di bumi mana kita hidup?Di negara mana kita hidup?

Jika kita sadar di negara mana kita berada, maka untuk memilih kepemimpinan untuk bernegara harus dengan cermat dan memilih orang-orang yang patuh memimpin kaumnya,dan jangan ada unsur"LIKE AND DISLIKE".Rakyat harus patuh pada pemimpinnya,dan pemimpin juga tak boleh meleceh,meremehkan rakyatnya seiring menyangkut pada religinya,dan apa lagi di negara yang kita cintai ini dengan istilah "Kokohnya seorang pemimpin adalah disebabkan dukungan dari rakyat dengan kata lain dari rakyat untuk rakyat" demi mencapai kemakmuran.

Aduh,kita sudah lupa bahwa negara kita ini, negara apa?Jelas negara HUKUM berdasarkan PANCASILA,UDD 1945, tapi mengapa kita selalu mengkaitkan ayat2 Al-Qur'an pada sistem pemilihan pemimpin di negara kita ini?Negara ini bukan negara Islam dan jelas pemerintah pun tidak memberlakukan HUKUM SYARIAT ISLAM yang berkaitan dengan aspek penghukuman seseorang jika ada pelanggaran atau berbuat tak baik dipandang dari Al-Qur'an tapi menggunakan HUKUM KUHP, iya apa tidak?Jangan kita terpancing emosi dengan apa yang kita dengar, dan kita lebih baik meneliti sesuatu itu dengan baik agar provokasi itu terhindar.Bisa saja Ahok dituding menista ayat2 Qur'an begini begono jika ada unsur kebencian terhadap seseorang, yaitu faktor"LIKE AND DISLIKE".Jangan kita samakan negara Indonesia ini dengan Arab, yang menjalankan hukum Syariat karena berlandaskan Negara Agama. Apakah ada dalam ayat Al-Qur'an mengatakan bahwa "Pemimpin itu harus beragama Islam,dan harus dipimpin oleh orang Islam?" Jika ada dalam ayat,iya syukur Alhamdulillah.Tapi apakah ada dalam undang2 kepemilihan PEMIMPIN di negara ini harus berdasarkan ayat Al-QURAN?Apakah itu surah Al-Maidah,ayat 51?

Demikianlah tausiah singkat ini disampaikan supaya dapat memberikan kesegaran dalam pemikiran dan adapaun kesalahan,kelebihan dalam ucapan,saya mohon ma'af pada para permirsah di tanah air.Moga2 bermanfaat karena Allah dan barokah.Aamiin.(pdlc/09/2016).
Suka • Balas • 1 • 19 menit
Erika Revida Saragih
Erika Revida Saragih Mantaps pak Siamir Marulafau setuju
Suka • Balas • 1 • Baru saja
Siamir Marulafau
Siamir Marulafau Makasih Bu,Erika Revida Saragih atas likenya.

0/2016




==BUKAN SEMBARANG==
Karya :siamir marulafau


AKU INI SEORANG PENYAIR,UDSTAZ,STAF PENGAJAR DI FIB USU BUKAN ORANG KAYA,BUKAN ORANG MISKIN,BUKAN GELANDANGAN,BUKAN ORANG SEMBARANG, BUKAN ORANG BODOH,BUKAN PULA ORANG TERLALU PINTAR,,,,,NAh! SIAPA YANG INGIN MENCEMARKAN NAMA BAIK SAYA,JIKA ADA AKAN DIBERIKAN HADIAH SEBESAR TRILIUNAN RUPIAH DI NERAKA

sm/13/0kt/2016





==WHERE ARE YOU NOW?==


Traveling to all the world
Never found as you are
My longing is really hot
It looks like hot water

Which can't be separated from
Wherever i go
I am used to remembering
All days and night
I can't sleep to think

Where are you now?
I am used to searching for
Am i in your heart?
For the whole days
I'll be there inside

What about your last promise?
It touches my hear
Since you are so far away
Are you in others' mind?

I don't let you go away
Don't let me die till this world be broken into pieces
For sure that be a promise
You kept in mind
For the sake of lives
I hope i hope I hope

sm/14/10/2016,copyright





==IN MY HEART==


How great your love seems to be
It looks like the deep sea

Never it fades away from
If i could fly with a wing

I'll give you one to fly
To know what love there would be

Not from thy mouth
Or others come up

From heart to heart
Not merely be spelled

From that time up to now
Your name is in mine

Your breath is in my lives
Never it fades away from

sm/14/10/2016,copyright





==REMEMBER ME FOR ONCE==


How can I put off my love
You are the flower of my heart
You are the tree of my garden
That be watering day and night

So far you are away from my side
Never i lost my dream
Never i forget to remember
Though you seldom come

To open my heart
But i remember you always
Since the childhood we were chatting
And playing games to swing

That the day of age runs fast
Remember me for once
Till to die it reminds
My love is not like the wind

It flies in the garden of paradise
Since the love is from the breath
Only you and i smile
For the sake of love stands still

sm/13/0ct/2016,copyright





==HAFLAH QUR'AN==
Karya :siamir marulafau


Qur'an kulantunkan
Allah tersenyum
Kotaku terhindar bencana
Mulia di sisi Allah
Qur'an kulantunkan
Kotaku nyaman
Terhindar maksiat
Malikat mengaminkan
Satu huruf 10 kebaikan
Dosa terlebur
Neraka menjerit
Pintu surga terbuka
Langit cerah
Pasir pantai menyanyi
Sungai-sungai bertasbih
Mengalir tenang
Bulan purnama bercahaya
Membias dalam lara
Siapa pembacanya?
Qori ,Qoriah melantunkan
Tanjung balai keemasan
Penyair RPS menggema
Aksara puisi semakin puitis
Qur'an kulantukan
Hujan tak gerimis
Angin tak meniup
Ayat Allah menggema
Hati sanubari terpukau
Terpesona dalam sukma
Air mata menetes
Kotaku mulia
Aamiin.

sm/12/10/2016




==NOTHING BE CONCEALED==


How can i put off my tongue to say
If something is factual

That be a true of what it is said
Such as human relation is important

Since the sun will be smiling to see
Nothing be postponed..
.

That be a positive in lives
To think over and over

It can't be concealed
Should be a realistic one

Only if one is ignorant
That human relation will be useless

It is impossible to urge
That be a principle for lives

sm/19/10/2016





Tausiah singkat : Disampaikan oleh Al-Udstz.siamir marulafau,Drs,M.hum(Dosen FIB USU Medan)

A.S.W.W.
Sdr/i Kaum muslimin dan muslimat rahimah kumullah.


Dalam tausiah singkat ini disampaikan bahwa Allah SWT tidak mengenal rupa,siapa pun dia.Yang paling penting diingat bahwa Allah itu mewarisi surga hanya pada orang -orang yang beramal shaleha dan bukan pada orang-orang yang bejat sebagaima Allah berfirman dalam Al-Quran"Jannahtu Uristumaha bima kuntumtakmalun".maka dalam hal ini, marilah kita berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan dan beramal shaleha,dan niscaya Allah akan menempatkan kita pada tempat yang sebaik-baiknya.

Seterusnya,amalan dan kebaikan yang paling baik di sisi Allah SWT adalah membela agama Allah dengan diri dan harta atau Khuruj Fisabilillah sebagaimana yang difirmankan dalam Al-Quran :"Barang siapa yang membela agama-Ku,Allah dengan diri dan harta,niscaya Allah akan menempatkan seseorang itu di dalam surga".Maka, tidak heran jika para Syuhada (Sahabat Rasullullah membela agama ,Allah di Zaman Rasulullah di masa perang dan meninggal pada perang tersebut,jazad mereka pun tidak dimakan bumi atau tak membusuk dan ini sebagai petanda pada akhir zaman bagi kaum muslimin dan muslimat bahwa mereka yang gugur dalam perang membela agama Allah terjaga dengan baik.

Demikianlah tausiah singkat ini disampaikan semoga bermanfaat dan barokah karena Allah.Aamiin ya rob allamin.Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatu.

pdlc/Udstz.siamir marulafau/19/10/2016)





==LET THE RAIN BE DRIZZLING==


Let the rain be drizzling
And the grass will be growing
As long as the season be friend
For the earth is not full of mud

I can walk on foot without stick
Though my legs are broken
My heart can stand still
To gaze what i can manage

In the woods near by
So far that I make a journey
And none of the trees has no smile
Because of they are cut :

To be burnt
To be destroyed

To kill the creatures like animals
That the forests are bald as a head of a harsh man

How cruel they are to kill
The innocent creatures are crying
Whereas the smoke is flying
Spoiled the city of mine

sm/19/10/2016





==MENJELANG SENJA==
Karya :siamir marulafau


Sekarang aku pulang dan tak memuisi lagi
Manakala napas tak mendengung lagi
Tali aksara tak bersambung lagi
Sampai akhir zaman,kubiaskan sinar pada setiap syair
Sampai Tuhanku melukiskan siapa penyair

Tersentuh dalam setiap bait
Hanyalah pesan kesan mengukir cahaya
Sepanjang nama tak terkubur di tanah diam

Menjelang senja sebelum kain kafan membalut
Seiring tetesan air mata berlinang
Membahashi bumi dengan noda-noda tak suci
Penyair penyair penyair

sm/18/Okt/2016





==KASIH TAK TERGULUNG==
Karya :siamir marulafau


Sepanjang napasku tak tergulung deburan ombak
Kasih akan terbelai di dalam lara
Meskipun dikau berpaling seribu kali dalam impian
Aku hanya mengingatkan ...
Daun-daun bermata cinta membungkus asmara
Hanya dikau dan aku tertanan di ranting tak melapuk
Sepanjang pohon tak keropos

Bayangkanlah ...
Wahai kasihku
Suatu saat deburan ombak menggulung menghampiri daratan
Di sanalah aku berbaring menunggu mawar tak bertangkai lagi
Seiring diterpa badai mengganas
Hanyalah bidukku terpampang menampung kekecewaan
Dalam derita terbentang di hamparan pantai tak bertuan

sm/18/10/2016





==MUNGKINKAH SINAR ITU MEMBIAS?==
Karya : siamir marulafau


Tak bisa lagi kulukiskan kasih dikau suguhkan
Sepertinya langit tak akan terlepas di kaki bumi
Seiring hatiku terpantul dengan sinarmu
Menerangi malam kutelusuri
Dengan bidukku di hamparan lautan tak berkarang

Hanyalah kelap kelik lampu suar memberi isyarat
Aku akan menantikan bayangan
Sejauh mata memandang
Meskipun burung camar terbang di udara

Menghempaskan sayapnya sambil memandang
Tak akan mungkin lagi seulas senyum dikau biaskan
Walaupun kupanggil seribu kali
Hanyalah tetesan air mata tercurah mengenang

Sepanjang jasad tertanam di tanah diam
Apakah terwujud di akhir zaman?
Hanya sebuah kisah
Kunantikan di penantian kelak

sm/17/10/2016





==IF THE MOON IS NOT SMILING==


If the moon is not smiling
It will be a moonless night

How could this life be happy
That the love is too dark

You and i will be crying
But not crying for the moon

It is a pity to think
For the innocent child

To beg for the food
Because of poverty

Why don't you think?
It is right to give a help

Don't make them disappointed
That oppression be dismissed

Otherwise this world is not in peace
We need the peace

For the survival lives
Think it twice or trice

That God may bless
For the sake of mankind

sm/17/10/2016,copyright





==LET THE SUN BE BRIGHT==


Let the sun be bright
As long as it has a shining

But keep in mind what it is
You might not forget to count

Since it provides profit
Otherwise this earth is dark

Nobody says it is too bad
If i were a moon

I'd like to give lighting
For the sake of the lives

That the life be a sharing
To take and give

Rather than to be an egoist
Be kept in mind what to say

Because it a good lesson
To take before and after

Though the life is a short
But it is suffice to keep in

That solidarity is a gold for man
If this can be a sample then

sm/17/10/2016,copyright





==DURHAKA==
Karya :siamir marulafau


Tak akan ada langit lagi melindungi dikau melecehkan agama-Ku
Tak akan ada lagi bumi tempat dikau berpijak menistakan ayat-ayat-Ku
Tak akan ada lagi mentari menyinarimu mendustakan ayat-ayat-Ku
Tak akan ada lagi cahaya rembulan menerangimu membenci umat-Ku

Sungguh dikau tak bermata biru
Dunia hanya sekejap bagimu
Sadarlah dikau ...
Umat-Ku marah dengan dengan omonganmu
Tak akan ada lagi air terjun menyiram jasadmu
Hati sanubari umat-Ku memanas terus
Sepertinya lahar gunung meletus

Di hari pembalasan akan dikau tahu
Siapa Aku...?
Aku, Tuhanmu mengintai dengan jujur
Agama-Ku
Ayat-ayat-ku bernapaskan nama-KU
Asma-Ku bersemayam selalu di semua planet ciptaan-Ku
Membias di segala penjuru
Pikirkanlah,siapa Tuhan-Mu?

Jika tidak,akan terlebur dalam siksaan-Ku
Bencana-Ku mengganas bagaikan harimau
Menerkam jika lidahmu tajam menusuk umat-Ku
Islam,agama Kuturunkan buat umat-Ku
Menuju jalan ke surga-Ku
Qur'an petunjuk umat-Ku
Akan Kutunggu sampai bumi Kugoncang jadi debu
Tunggulah kehadiranKu sampai semua makhluk terpaku
Tak akan ada maaf bagimu
Neraka-Ku akan menjilat tubuhmu
Yakin atau tidak terserah...

sm/16/0kt/2016





==HANYALAH DIKAU PUJAAN HATI==
Karya :siamir marulafau


Rinai hujan pun tak akan sanggup lagi membasahi kasihku
Meskipun terdampar di atas karang tak merapuh
Di kala deburan ombak menggulung cinta
Berguling di hamparan pasir dekat muara sungai

Tak seorang pun nelayan pantai mencegahnya
Hanya jeritan anak jalanan pantai cermin berteriak
Sepertinya nyiur pantai melambai
Bersua dengan nada keras:

Janganlah dikau pencundang cinta bersemi
Tak akan ada lagi bintang di langit
Hanya satu tujuan hati
Teramat rindu dalam kalbu

sm/22/10/2016





==DI KALA SUJUD==
Karya : siamir marulafau


Hanya bernaung dengan senjaku
Menggapai amalan di atas ranting tak melapuk
Doa sujudku berbaring di atas pohon rimbun
Di kala daun-daun menyanyikan lagu
Menggema di atas langit biru-Mu
Sepanjang dunia tak menggelap
Cahaya rembulan menerang
Di saat Nama-Mu kusebut
Tak terlupakan dalam kalbu
Tak akan sirna sepanjang waktu
Membahana pada setiap sujud
Allahu Akbar...

sm/21/10/2016





==WAR IS USELESS FOR LIVES==


What will be going to do
If the sun is not providing its lightning

The earth will be dark
And it is so difficult to run the lives

Where should we find out a place
That mankind needs a hut to live in

Innocent children are crying for mercy
Since the peace is useless to think

Where is the governance?
Is solidarity applied among?

Humanity is basic foundation to keep in lives
That the bullet should be avoided to kill

And the atomic bombs should be stopped
That the harmony be once there to keep

Since the holy soul is suffice to gain
To thank Almighty for the mercy

That the life seems peaceful
Hoping so much till to die that the war be avoided in lives

sm/20/10/2016,copyright





==NO COLOR OF SKIN==


No color of skin before Him
Almighty for what He says
That should be believed
And the lighting He gives
That this life be bright
Since the man are the same
With no much different
Up to the end of the world
Never be said too much different
That the mankind is like the tree
With having many leaves
Growing all days and nights
He breathes the holy soul through nostril
And becomes a man of the world
That be a history of a man finding
And might not be forgotten till to die
If this be kept in any feeling
That the earth will be smiling
Supposed to be....
Since you and i are from the dust created
Not from the fire to fire
Whereas the water will be a fresh watering
To keep friendship more than to make enemy
Humanity will be precious in the eyes of Lord
So as this lives will be in peace
It looks like a golden daffodil
To remind all creatures for Him
Though this life is short for a while

sm/21/10/2016,copyright





==RINDU YANG TERBUNGKUS==
Karya : siamir marulafau


Jari jemarimu tak akan cukup membelaiku
Meskipun dikau teteskan kasih cintamu sebanyak buih di lautan
Karang-karang pun akan tersenyum
Walaupun mereka diterjang deburan ombak
Mengukir kasih di atas daun tak bertangkai
Akan jatuh di bumi Tuhan
Tak akan berhenti begitu saja
Biarlah dunia ini membungkus rindu
Kusemai dalam lara sepanjang hayat di kandung badan
Senantiasa kembang kuemban dalam hidup akan tak sirna
Walaupun senjaku hampir terbenam
Sinarnya akan menguat dan membias kembali
Jika rembulan tersenyum padaku
Aku pun tak akan berpaling jika kembang menghias
Sepanjang napas mendengung di dunia fana kelam

sm/22/10/2016





==NO COLOR OF SKIN==


No color of skin before Him
Almighty for what He says
That should be believed
And the lighting He gives
That this life be bright
Since the man are the same
With no much different
Up to the end of the world
Never be said too much different
That the mankind is like the tree
With having many leaves
Growing all days and nights
He breathes the holy soul through nostril
And becomes a man of the world
That be a history a man foundation
And might not be forgotten till to die
If this be kept in any feeling
That the earth will be smiling
Supposed to be....
Since you and i are from the dust created
Not from the fire to fire
Whereas the water will be a fresh watering
To keep friendship more than to make enemy
Humanity will be precious in the eyes of Lord
So as this lives will be in peace
It looks like a golden daffodil
To remind all creatures for Him
Though this life is short for a while

sm/21/10/2016,copyright





==KEMBANG DI KALA SENJA==
Karya : siamir marulafau


Rindumu akan kusiram dengan air danau
Tak akan kubungkus dengan daun keladi
Sepanjang gunung tak meletus
Akan kusemai dalam saju
Di kala senyum membias dalam lara
Meskipun dikau impikan dalam kegelapan
Akan kuhias dengan embun
Meresap dalam relung
Aku pun tak akan tersipu lagi
Dalam kegalauan sirna
Jika sinar mentari menyinari celah kerinduan
Di akhir senja kugapai dalam dunia kelam
Dunia tak akan membisu
Mengatakan rasa cinta dan kasih tak berbelah
Di saat benih kasih tertanam di sekujur tubuhku
Hanyalah Tuhan tahu segala kurindukan
Di kejauhan tampak sekuntum mawar jingga
Mengulas senyum mengukir bingkai kasih dalam cermin
Tak akan menjadi bayangan sepanjang masa
Tak diakhir dengan tetesan air mata
Harapan tak akan terbenam
Meskipun mentari kugapai tak bersinar lagi
Impian berbayang di kala kududuk tertegun di tepi danau indah
Di saat ranting-ranting cemara bernyanyi tentang cinta
Sungguh tak memilukan lara
Jika kembangmu membelai kasih tak ternoda
Akan berbayang pada rembulan malam
Seirng tangan kanan kiriku memeluk kembang
Sebelum jiwa raga terbenan di tanah diam
Kelak akan kusemai sampai tulang belulang merapuh di tanah tak bersuluh

sm/21/10/2016





==OMOHUA NASO GEFE==
Karya : siamir marulafau


Omohua niha naso gefe
Awena taila watalifuseda ia naso gefe
Nal6 hadia gefe, ba'abeutai ndraug6

Nal6 gefem6,ba l6had6i nono alawe somasi kh6u
Ba naso gefem6 ba manaso haratou at6,baomasi ndra'alawe kh6u

B6r gefe andre wa korupsi man6 ndra amada ziso faka
Mafayagu andre?

Da'6 dania wa sag6t6 d6d6mi
Mi'obini gefe ba milau mohal6we
Ena'6 misendra gefe

Nal6 had6i gefemi andre,bal6 man6 miago hua ndra alawe
Dadania miago hua ndra alawe,mifahat6 man6 ami kh6ra,bal6 omasi ira kh6mi b6r6 mel6 gefemi

Awai ligu

sm/22/10/2016