RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Kumpulan Puisi Sri Handayani - BANGKU KOSONG


BANGKU KOSONG
By ; Srihan


Bangku itu telah kosong kekasih
Karena hari telah berangkat senja
Benar sang Surya masih gagah
menatap bumi ....
Sinarnya masih penuh energi

Tapi kita sudah lelah berbincang
dan kita butuh istirah di dalam
Mari tutup jendela dan pintu kita
Kita lepaskan penat kita ...

Mari kita berbincang tentang rasa dan cinta
Tapi tak perlu mulut kita yang bicara
Bialah mata dan hati kita yang bicara
dan bahasa tubuh kita yang bicara

.
Tirai dan jendela sudah terturup
Mari kita bicara tentang rasa
hatiku dan hatimu masih merah
Mari turunkan gumpalan rindu
yang terrtambat pada awan putih itu
Mari cairkan menjadi hujan cinta

merah pekat seupa warna hati kita
Hujan cinta yang merah...
Melumuri gubuk dan taman hati kita

Bangku itu telah kosong kekasih
Karena pemiliknya sedang merajut rasa
Cairkan rindu di sudut gubuk cinta

#kota kembang
08-10-2016




KERINDUAN KUMBANG
By ; Srihan


Kerinduan kumbang terhadap bunga
Bagai tanah gersang dambakan hujan
Bagai gurun pasir rindukan tetesan hujan
Bagai ikan di sungai yang airnya nyaris kering Merindukan curahan hujan lebat
dari langit .....

Kerinduan sang kumbang pada bunga
Bagaikan kucing lapar menatap akuarium
penuh ikan ....
Menelan air liur ...
menahan nafsu menyantap

Kerindian kimbang terhadap bunga
adalah potret rindumu padaku
di musim hujan yang setiap saat menggigilkan rindu. ...
Doamu mengaliri hari , minggu dan bulan
Berharap agar waktu berlari ...
dan berjumpa takdir pertemuan ....

Kerinduan Kumbang .....
adalah lagu hati yang mengalun
dalam detak jantungmu...diam diam merabat
pada jantungku ...

#kota kembang 09-10-2016




TAMAN BUNGA YANG SUNYI
By ; Srihan


Benar di tepi jalan menuju taman itu
Pernah tertoreh sedikit cerita merah jambu
Yang sempat merekahkan kuncup
bunga bunga Aster
di sana ....

Tapi bukankah kisah itu sudah mati
Bahkan saat kubuka Diary lamaku
Tulisannya sudah tak terbaca
Kertasnya buram di makan waktu ...
bahkan saat kucari namamu ...
Namamu telah lebur bersama tetesan hujan
Saat hujan es itu datang ...
Diaryku terhanyut air hujan

Kisah kita sudah larut.
Bersama musim penghujan yang lalu
Usah kau datangi taman bunga itu lagi
karena hanya sunyi yang akan kau dapati ....

Bahkan capung dan kekupu pun enggan
Bertandang kesana ....
Taman bunga itu kini tak mungkin harum lagi
Kembang kembangnya sudah kaku
dan bisu serupa kembang plastik
Membuat Kumbang dan Kekupu
mati hasrat untuk menyambanginya *

#kota kembang. 11-10-2016
* menyambangi : mendatangi (bhs jawa)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar