RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 01 November 2016

Kumpulan Puisi Nor Azah Bahrim - NOKTAH DIAMMU MENYADARKAN AKU


NOKTAH DIAMMU MENYADARKAN AKU

Rasa yang tertinggal di relung hati
membuatku mengangkat pena kembali
mengukirkan tanya dan pesan buatmu
yang entah di mana..

Noktah diammu
cukup
membuat fikirku

apakah
semalam itu
akhir sebuah pertemuan
setelah kunantikan sekian kalinya
Kerna hari ini
kau terus diam di hujung jendela
di sudut pertemuan kita
tanpa perkhabaran

Jemukah
atau bukan lagi aku dalam kenang

Bibir ini
akan tetap tersenyum
kerna aku sadar tanggisan
tidak akan mengubah keadaan
kerna
aku bukan siapa siapamu sekarang

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
271015-5:54pm
Nukilan jiwa

#Khazanahyangdiangkat




PULANGLAH AKU MENUNGGU
(Awak....)

awak tahu
bagaimana rasanya menunggu
menunggu yang entah apa dan ke mana ?
kemarau juga bukan apa lagi hujan
kerana sinar mentari tidak juga membakar
langit yang memayungi tiada mendung berarak

awak tahu
perih pilu mengelayut hati
kugantung rasanya
di tengah perjalanan langkahku
antara butiran kenang dan buram
entah mana satu yang bisa menjelaskan
terasa ada yang hilang tak terkesan

awak tahu
andai saja bisa kulukiskan rasaku tika ini
kanvas putihmu tidak mencukupi ruangan
untuk kuceriterakan oleh basahnya
andai saja bisa kubisikkan getar
yang merasuk di kalbuku
debur ombaknya yang memukul pun
tidak bisa kau tahan geloranya

awak tahu
apa semua ini ..?
ceritera apa
yang lagi awak karang
dan akan tinggalkan sebenarnya untukku
sepertinya aku kau gantung tidak bertali
tinggal tidak bertanda

awak tahu
mungkinkah ..?
yang kelmarin membuatmu kelu
atau semalam yang hilang membuatmu radang

awak tahu
cuma satu pesan
yang tak pernah pergi
dari hati ini tentangmu
sejauh pergimu aku tetap rindu
sesepi riangmu aku masih perlu
pulanglah
aku menunggu

....
...
.
NOR AZAH BAHRIM @°JaWanis
Johor Bahru-08112016/11 :16p.m
#kumpulanpuisiADSN




HADIRMU MASIH KUNANTI
(Awak..! )


pun begitu setidaknya
aku masih
dan
berharap
bait-bait indah
garap tari jemarimu
terus berinspirasi
mengaturkan warna hari-hariku lagi

meski tak kau tuliskan namaku
pada kalam yang menyinggahi pintuku
apakah mungkin ada aku yang lain
setelah semalam

sedang
hadirmu masih kunanti
sebagaimana janji
meski kadang kau terlewat
tidak sekali membuat rindu ini jerah

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Johor Bahru-Nov16
#kumpulanpuisiADSN





#SONIAN_6543
IBU SYURGA KASIHKU


#1
Kau Syurgaku ibu
sampai kapanpun
tidak akan
terganti

#2
Dari merah jari
kasihmu payung
riang sendu
kau ada

#3
Nikmat mana akan
aku dustakan
di dunia
tentangmu

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
JB-11102016/11:18p.m





PUISI PENDEK hari ini...
(Awak...!)
RINDU YANG TERTUNDA


Kunanti rindumu
pada redupnya mentari
setelah malamku tak sempat membisikkan rasanya

NOR AZAH BAHRIM @°JaWanis
Johor Bahru
#kumpulanpuisiADSN





#SONIAN_6543
EmBun RinDu dan MaTaHaRi


#1
doamu doaku
teduhan rindu
milik kita
birunya

#2
aku embun rindu
paut kasihmu
matahari
hangatnya

#3
persetiaannya
mengikat janji
saling percaya
di hati

NORAZAHBAHRIM@JaWanis
Johor Bahru-07112016/9:54a.m





ARJUNAKU


tuntun rasaku
dekap seeratnya
maknakan aku
sebagaimana paut kasihmu
yang menjadikan
aku dan kau
KITA

NOR AZAH BAHRIM @°JaWanis
Johor Bahru
#kumpulanpuisiADSN




ABAH SEMANGATKU


#1
kau sumber ilhamku
semangat diri
jitu asa
tak goyah

#2
jerih panas hujan
kau harung tahan
demi kami
kasihmu

#3
lemah bukan warna
pada jiwamu
tangguh cekal
yang amal

#4
abah, aku bangga
punyai kamu
doa terus
kutitip

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Johor Bahru-16





#Sonian_6543
REMBULAN MENGAMBANG


#1
ramai menantimu
mengambang penuh
hias malam
supermoon

#2
munculmu rembulan
riang sang pungguk
rawan rindu
terurai

#3
indah pancaranmu
terang semesta
mengujakan
kuasa-NYA

NOR AZAH BAHRIM @° JaWanis
Johor Bahru




TENTANGMU DI MATAKU
(penamu tidak membuatku berhenti menyelak kiasnya )


tak jemu
menuliskan rasa
memesan kata
menyadarkan bangsa
juga mengejar pelangimu
yang hadir membawa hijau seketika
tidak mematah jiwa

tidak pernah
membuatmu menyerahkan tinta
jalan-jalan derita yang mengerayuti mata
terus gah menuliskan ceritera
walau kadang kau sendiri terluka
oleh takdir menuliskan merah
di jalanmu

Ya,
makna di balik makna
luka pedih rasa kecewa melebarkan sejarah
tintamu terus kuat melangkah
ternyata
saat aku masuk dalamnya
bagai sebuah taman cinta yang penuh warna
biar ada luka yang teroles di lembarnya
kau terus cuba mengait kembali riangmu
dengan memeluk kasih dan cinta-NYA

Ya,
kau kulihat banyak menyimpan ceritera
di balik senyuman yang tertera
mungkin saja kau terlupa
tidak matamu di mataku
yang selalu berkata dalam diamnya
lalu meninggalkan isinya
biarpun bibir menyantun menuntun riang
tutupkan tabir perihnya

Ya, itulah yang terbaca
oleh mataku
tentangmu

siapa kau sebenarnya
cuma aku dan kau yang tahu

NOR AZAH BAHRIM @JaWanis
Senibong-16112016/8:52p.m

Tidak ada komentar:

Posting Komentar