RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 25 Desember 2016

Kumpulan Puisi Hany Juwita - LETIH


L E T I H

Hempasan angin flora
mendekap putik dan tunas-tunas.
Aku legam dalam letih mengais hara
tuk ganjal kehidupan yang mengalir sungai

Hanju_06 12 16





ANAKKU
Engkau adalah


Secerah kumulus yang selimuti tata daya dari waktu yang mengalir sepanjang kehidupan
Titipan yang kan dekatkan surga di rentang alam keabadian yang akan di tuju
Penebar aroma keindahan dan aura kesejukan jiwa berperi
Sebagai nanda yang sejukkan bunda

Hanju_141216

Kamis, 15 Desember 2016

Kumpulan Puisi Sri Handatani - KIDUNG WAKTU


TENTANG TAKDIR KITA
By ; Srihan


Aku masih bersenandung
Tentang harumnya waktu yang bergulir
Bersama belaian rindumu
yang lembut mengelus detik-detik waktu
Yang mewarai helaan napasku

Jantungku masih sangat merah
di bakar semangat
Esok Tuhan kan kirimkan sekantung kebahagiaan buat kita, kekasih
Ya... Kita adalah musyafir lelah
yang terkadang di tampar kejamnya Kehidupan yang kadang tak ramah pada kita

Tersenyumlah kasih
Roda kehidupan ini akan bergulir dengan adil diatur oleh Nya
Pergantian hari , esok pasti merubah warna
hidup kita ...

Biarlah hari ini mereka tersenyum pongah
dengan suksesnya ...
Tapi esok giliran kitalah yang akan tertawa lepas mereguk secawan bahagia
dalam goresan takdir yang manis
yang telah tercatat dalam hidup kita

Biarlah saat ini
kita masih menjadi musyafir Tuhan
yang terseok -seok melangkah
di menuju jembatan pelangi kebahagiaan
Namun esok jembatan pelangi
dan pulau bahagia itu pasti menjadi milik kita

Tersenyumlah wahai kekasih
Mari terus bergandeng tangan
tuk kuatkan langkah dan hati kita
Karena Tuhanpun sedang tersenyum
Melihat langkah langkah kecill kita
menapaki waktu terbungkus sabar dan do'a

#edisi_semangat_merah
Kota kembang 15-12-2016





KIDUNG WAKTU
By ; Srihan


Jangan tersenyum jika kau lihat
Aku masih duduk di sini
di sudut labirin waktu

Sungguh aku bukan sedang menantimu
Juga aku bukan sedang menziarahi makam cinta kita dulu ....

Jangan tanya apapun lagi padaku
Juga jangan tanya tentang cinta kita
Ia telah mati di timbun gundukan waktu

aku telah menyembelihnya
dengan pisau batinku yang berkarat
Saat ia menjerit meregang nyawa sekarat
Kemana saja kau ??
Aku bahkan berteriak memanggilmu
Bagai petir menyambar pepohonan
Kuharap kau datang selamatkan cinta kita
Dan cinta itu menggelepar sekarat
Lalu kopotong nadinya yang pucat lesi
Ku kuburkan ia bersama malam hitam
bersama lolongan anjing di kampung seberang ...

Ku tutup lakonan cinta kita di malam buta
Kutaburkan sebait doa dan bunga kenanga
Pada kuburan cinta kita ...
Namun malang, sejurus kepergianku
Kawanan burung Kondor datang
Memangsa bangkai cinta kita
bersama kafannya yang menghitam
Tandas tak bersisa ....

Lalu apa lagi yang dapat kupertahankan ?
Semua telah musnah
Luluh lantah di telan takdir

Langkahku terseok - terhuyung
di tampar suratan nasib yang kelabu
Hingga sesosok malaikat datang meminjamkan
Sepasang sayapnya padaku
Agar aku terbang dari perihnya nasib ....

Untuk apa lagi kau datang padaku
Kau adalah sejarah usang yang menghitam
Waktu telah memulas perih sejarah hidupku
Bersama tinggi hatimu

Jilka aku masih duduk di sini
Aku bukan sedang menunggumu
Aku sedang menunggu malaikatku
tuk mengembalikan sepasang Sayapnya
yang telah di pinjamkan padaku...

#kidung waktu 15-12-2016




KEKUPU DI HITAM MALAM
By ; Srihan


Kupu kupu terbang di hitam malam
Terbang tanpa sayap
Entah sayapnya jatuh di mana

Mereka tak harum mawar ataupun melati
Tubuh mereka pekat bau keringat
dan kepenatan zaman
Matanya tak terrtarik pada kuntum mawar
dan melati ..

Mata mereka terbelalak buas dan liar
Menatap dompet yang tebal
Karena itulah "madu",yang diburu

Kekupu malam ....
Di mana sayapmu
Tidakkah kau lelah terbang di sudut sudut malam...

Kau taklukan para lelaki di kalutnya peradaban
Mereka tersesat di lekuk tubuh mu
Namun kau pun tersesat di sudut kota
dengan hiruk pikuknya zaman
tanpa berbekal iman ...

Pekatnya malam adalah pekatnya hidupmu
Lalu para hidung belang bertekuk lutut
di ujung jemari kakimu
yang gamang melangkah
pada gulitanya kehidupan

#17-12-2016

Selasa, 13 Desember 2016

Kumpulan Puisi Nor Azah Bahrim - SENJA NAN MERAH


SENJA NAN MERAH


pun begitu
senja nan merah
terlihat di wajah
ada pesan resah
rindu yang gundah
juga wadah riang dalam kenang

berharap
jangan perih kau genggam lama
jangan riang kau buang kenang
maknakan dalam ajar
jalan impi seganding
kadang tak terpegang
cukup doa
rindu tidak berpaling

sebagaimana
doamu doaku
adalah teduhan rindu
Karena
embun dan matahari
hujanlah basahkan wangiannya

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Johor Bahru-231116/9:06p.m





~ SAYANG


Engkaukah itu
ya, engkau
dalam diammu
malam panjangku hampir usai
pagi menjemput
menyelipkan resah
yang kau tahan

dalam dingin
kuhirup
segarnya embun pagi
kau tiup lembut
basahkan mimpi indah kita

telah dan sudah
menggugahkan lenaku
desah desir angin resah
membidik bisik lembut di cuping
memelukku eratkan
menyinggah sangkutkan dari jauh
sepotong rindu

engkaukah itu
yang selalu tidak lupa
mendoa ingatkan
mana kau letak aku di hatimu

terima kasih
sayang
sebegitu ingatmu
aku juga sama

💖 NOR AZAH BAHRIM @°JaWanis
Senibong -22112016





BANGKITLAH SAYANG


Bangkitlah sayang
Intai mentari sudah mencuri dingin pagi
di celah-celah dinding
menerpa hangat seperti selalu
membawa bahagianya

biarkan
kisah semalam sebentar
ada waktu nanti
kita jengah kembali
wadah yang menyimpan riang kasih kita

Kerna pagi
sudah tak sabar
mewarnai lembar barunya untuk kita
berbagi kasih

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Johor Bahru -NoV15
Nukilan jiwa





RINDU MASIH MILIK KITA


Desir angin
yang memapah rasa dicupingku
seakan menyampaikan
rasamu yang sarat

Saat rindu itu
kau rasakan jauh
tidak sekali di hati ini
kerna untaian kabar
yang kau tanyakan
telah kubisikkan

Ya,
khabar cinta baik-baik
Sudah kutitip
rindu kita di tempatnya
cuma waktu belum bisa mendekatkan
bersabarlah , akan ada hari
untuk kita menghuraikan
ranumnya rindu tenunan kita
usah berjauh hati dalam langkah waktu
yang menghalangi temunya
rindu masih milik kita

NOR AZAH BAHRIM @°JaWanis
231115-6:34pm
Nukilan jiwa
#Khazanahyangtersimpan





DISEMBERKU BASAH


dari pagi
hujan renyai
menyambut Disemberku
makin terasa
basah rindu yang menguyur
menyirami hati

lama sudah
aku kau membilang hari
segandingan aturkan temu
namun jelas belum waktu

mungkinkah
esok-esok yang tidak lagi kita nanti
ia akan berkunjung

NOR AZAH BAHRIM @°JaWanis
Senibong-01122016/9:58p.m





aku bukan penulis
aku cuma suka menulis
T.I.T.I.K


Tika waktuku telah tiba
Ini saja yang bakal aku
Tinggalkan untuk kamu
Ingat aku pernah singgah menulis
Kenangan di kanvasmu

NOR AZAH BAHRIM @°JaWanis
Johor Bahru-12122016/10:04p.m





TAK BERTAJUK ...
(Awak..)


pagi hadir dengan sunyi
sendiri di batas hari
masih terus ingat
riangku kenapa pergi

engkaukah itu
yang tetap diam sembunyi
pergi bawa riang
pernah tersulam
tanpa khabar

pun begitu
pagi tidak jemu
bentangkan kenang tiupkan rindu
yang tidak pernah kurang

pesan
jangan terlupa pulang
mana kau tuliskan
rindu kita yang dulu
aku masih di situ menunggu

NOR AZAH BAHRIM @°JaWanis
Johor Bahru
#kumpulanpuisipendekADSN




#sonian
DAUN RINDU


Gugur yang sehelai
bawa riangku
tinggal pilu
di hati

NOR AZAH BAHRIM@JaWanis
Senibong, JB





SEJUTA TANYA DI HUJAN RINTIK-RINTIK
(Awak.. )


berkuyup
di hujan rintik-rintik
derasnya gugurkan sejuta tanya
yang masih bergadang di hujung
bibir bungkam

mampukah lagi
aku mengulum soal tanpa
penjelasan
yang menjadi sebuah
kempunan panjang
karena alasan biang-biut

kebingaran bukan lagi
Kelu lidah menggagu
sepi bertandang
tanya langsung tenggelam

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Johor Bahru-19122016
#kumpulanpuisiADSN





PUISI PENDEK
(awak..)


menggenapkan
selarik rindumu
dakwatku
tidak pernah tuntas
melintas

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Johor Bahru-21122016
#kumpulanpuisiADSN





MUNGKIN SEPERTI ITU..


Entahlah
kadang rasa mahu pergi
namun ada yang tertinggal
Entahlah
kadang seperti ada
namun bukan siapa siapa
Entahlah
bisakah bertahan
meneruskan atau memilih pulang
Entahlah
seperti itu..
mungkin

NOR AZAH BAHRIM @°JaWanis
JB-18122016
#kumpulanpuisiADSN





#sonian
TERATAK KASIH


Damai rimbun hijau
teratak kasih
paut rindu
di hati

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Parit Kaseh-16122016





SEJUTA TANYA DI HUJAN RINTIK-RINTIK
(Awak.. )


berkuyup
di hujan rintik-rintik
derasnya gugurkan sejuta tanya
yang masih bergadang di hujung
bibir bungkam

mampukah lagi
aku mengulum soal tanpa
penjelasan
yang menjadi sebuah
kempunan panjang
karena alasan biang-biut

kebingaran bukan lagi
Kelu lidah menggagu
sepi bertandang
tanya langsung tenggelam

NOR AZAH BAHRIM@°JaWanis
Johor Bahru-19122016
#kumpulanpuisiADSN

Kumpulan Puisi Emmy Metamorfosa - HENING


HENING
by; Emmy


meditasi
mediasi
diri

Kisaran,281116





HALAMANKU
by, Emmy

bertebaran
dedaun kuning
gemulai melayang
kering kerosak berserak,
kelopak mawar yang gugur terpetik
helai helai rumput garing
aneka rupa kemasan jajan
debu aking lumpur semalam

warna warni halamanku
sewarna dunia
tak harus kutata tak ingin kupilih
semua ada di sini
di halamanku
kuserahkan pada angin
semilirnya kan menyisir
tepikan sampah sisakan indah

Kisaran,261116




MENCINTAIMU
by: Emmy


merindumu
bayangan cintaku

bahagia, kau bersarang di hatiku
bahagia, ku bagian dari hatimu

harapan -- keinginan
ialah racun pembunuh

menunggu -- bertemu
itu urusan waktu

aku mencintaimu
sayangi aku

itu saja

Kisaran,171216

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - RERONA RASA


♡ PAGI YANG TERLEWATI ♡

Tidakah kau rasa
Pesona cahaya surya
Ketika hadirnya di elegi pagi
Menggulung tilam mimpi

Tapi mengapa
Kau masih jua lena
Menghimpun serpihan mimpi
Yang telah hancur terberai

Mengapa,
Tak kau nikmati
Hembusan semilir angin pagi
Yang mampu sejukan asa

Bangunlah
Dari buai syair pendusta
Dari lelapmu di tilam nestapa
Sebab pagi ini begitu indah

Mentari telah meninggi
Namun tak jemu taburkan cahaya
Jangan biarkan mentari pergi
Ukir saja prasati di helai asa

#DewaBumiRaflesia_06_12_16





♡ RERONA RASA ♡

Kasih
Lembayung di ujung senja tadi
Kulihat betapa indah
Meski tanpa lukisan pelangi

Bahkan hingga malam menjelma
Lukisan langit bertabur cahaya
Semilir angin menyapa lembut
Merdu mendayu lagu ombak laut

Di bawah temaram lampu teras
Di atas bale-bale nyaris usang
Berteman alunan tembang lawas
Kubiarkan angan terbang melayang

Andai kau ada di sini
Berdua nikmati secangkir kopi
Bersenandung bersama
Pasti malamku tak hampa

Kasih
Rindu ini menyayat hati
Rasanya semakin perih
Bilakah kan terobati
#DewaBumiRaflesia_29_11_16





♡MENANTI ANGIN MAMIRI♡

Senja telah lama sirna
Ditelan malam gulita
Lumatkan warna cahaya
Cuma hitam nan tersisa

Semilir bayu merdu mendayu
Menelisik ruang kalbu
Hantarkan remah rindu
Nan menyesak ulu kalbu

Sejenak, buaiku lena
Dalam senandung kidung
Meski lagunya masih sama
Tentang asa yang menggantung

Sedari senja tadi
Kuberdiri di beranda
Nantikan angin mamiri
Beri jawab semua tanya

Tak henti, mengais arti
Nan tercecer di belukar
Cuma sedikit kumengerti
Kuntum bunga telah mekar

#DewaBumiRaflesia_27_11_16





♡ BAIT MALAM ♡


Genit gemintang goda rembulan
Debur ombak belai pantai
Semilir angin rayu dedaun
Kunikmati meski ku iri

Sedangkan aku
Hanya mampu terpaku
Dalam pekat ketiak malam
Heningnya kian menerkam

Aku masih di sini
Bawa asa nan tak pasti
Mengais remah rapuh
Meski malam kian jauh

Sempat, kutitip rindu
Ketika bayu berlalu
Namun enggan ia bawa serta
Sebab ia tahu, ada sisa tanya

Duhai pencuri hati
Kemana dikau bawa pergi
Sebab cintamu masih gulita
Tak jua mampu kuraba

Duhai sang pematri hati
Jangan buat daku menanti
Ulurkan saja lentik jemari
Lalu kita melangkah pasti

Biarkan saja malam sepi
Biarkan saja ku sendiri
Sebab malam pasti pergi
Namun engkau kan tetap di hati

#DewaBumiRaflesia_27_11_16





♡ SYAIR JIWA TUK SANG JELITA ♡


Kugores syair di helai angin
Dengan tinta kerinduan
Pada raut rupa mempesona
Nun jauh dibentang antara

Rintik rinai menjala malam
Jadikan malam kian muram
Bak rinduku nan mendera
Padamu sang dara jelita

Telah coba kukatup netra
Namun angan kian berkelana
Menjemput belahan jiwa
Tuk terbang ke taman nirwana

Wahai, dara nan buatku gulana
Kau sandera mahkota asa
Kau belenggu sayap nalar
Hingga logika tumbang terkapar

Wahai, dara nan buatku gulana
Kan kulukis legenda kita
Pada figura cinta sejati
Bertintakan sari pati hati

Wahai, dara nan buatku gulana
Kan kusaji di elegi esok pagi
Menu asmara cinta sejati
Dalam mahligai istana kita




♡ SALAM RINDUKU ♡

Selamat malam cinta
Kutitip rindu pada sang bayu
Untuk pujangga jiwa
Yang tak jemu menunggu

Malampun tahu
Benalu rindu di kalbu
Berakar kian menjalar
Tersiram sunyi kian subur

Kubiarkan
Angan terbang melayang
Menembus batas pandang
Bercengkerama dengan awan

Aku masih di sini
Di tengah pulau samudera
Mengais mimpi
Hingga kukemas dalam nyata

Wahai pujangga jiwa
Usah ada gulana
Bila rindumu kian meronta
Akupun sama

Selamat malam cinta
Lelaplah dalam buai alam
Jadikan cintaku sebagai tilam
Suatu tanda aku setia menjaga

#DewaBumiRaflesia_23_12_16




♡ AKSARA DI GULITA ♡


Kuluah diksi elegi mimpi
Pada helai angin mamiri
Kala sua di beranda senja
Sapa aksara rupa arca

Langit, titip hujan pada awan
Bintik rintik, menitik perlahan
Basuh, sisa basah keruh peluh
Kian berat penat tubuh

Kelam, muram sulam malam
Kian legam alam padam
Lelap, lena lara direnda
Hingga perkasa warna gulita

Kutahu, rembulan buram
Coba kucari sebinar sinar
Mungkin tertinggal di belukar
Namun semua telah terpendam

Aku, gamang genggam remang
Nyala lentera telah hilang
Terganggu bayu nan berlalu
Ketika semilir usir debu

Di mana, telapak kan kujajak
Bila gulita tak jua sirna
Sedangkan malam enggan terjaga
Tak ingin telapak menginjak onak

Wahai, rembulan buram
Udarlah kabut kelam
Aku rindu pesona purnama
Agar kubingkai makna aksara

#DewaBumiRaflesia_11_01_17





♡ T A N Y A ¿ ♡

Sungguh,
Aku rapuh,
Mengeja remang aksara
Tiada nyala lentera

Bulir syair telah kuukir
Dalam bingkai figura dilema
Namun, kau larung di air mengalir
Hingga pudar warna aksara

Aku gamang dalam remang
Tuk dapat ukir mentari di esok pagi
Tiada daya tuk terbang ke awang
Kau patahkan sayap mimpi

Beri aku cahaya
Meski hanya nyala lentera
Agar dapat kuberi warna
Pada tiap bulir aksara

Sungguh,
Aku takan lelah
Tuk ukir mentari di esok pagi
Meski bulir peluh basahi diri

#DewaBumiRaflesia_12_01_17

Kumpulan Puisi Ridwan thensi - PILIHAN TAK PASTI


PILIHAN TAK PASTI
Karya;Ridwan thensi


Sebagae lelaki engkau berhak memilih,bermula mengenal dari segi tampilan,sifat,pribadi,dan lain ny,
Hingga saking mengenal ny,sampai2 ada dorongan perasaan untuk memilih dia untuk serius kedepan ny,terkadang pilihan mu berhasil mendapatkan ny,

Karna d masa mengenal belum tentu seindah yg djalani saat udah jadi pilihan engkau (pacaran)

Jadi dmasa inilah engkau gunakan peran mu sebagae laki2 dewasa, lihat kan semua yg ada pada dirimu, tak perlu introgasi, yg penting kamu tau kekurangan ny apa, dan usahankan merobah ny
Maka kedewasaan engkau akan di uji pada saat kamu menelusuri dan menguji pilihan mu itu, kalw kamu pandai memimpin pasti dia tak akan bisa melupakan mu.
Jadi semua kembali pada seberapa baik dan sbatas apa kedewasaan kita sebagae laki2.

Dan pilihan mu itu belum pasti jadi jodoh mu

Kembalikan lagi keyakinan mu pada siapa

Kalaw engkau muslim ingatlah allah yg mengtur segala ny,

Klaw non muslim yaaaa saya kurang tau jugalah

Jum'at _25_11_2016





Kata pekikat
Karya;Ridwan Thensi


Ingatlah kata-kata yang kita hamburkan,
Itupun kalau kita merasa sebagai manusia

Sebab manusia yang bisa di pahami cuman kata-kata nya,
Beda dengan binatang.
Binatang masih bisa di pergunakan manusia,kalau binatang melawan bisa dibinasakan oleh manusia.

Tapi kalau manusia yang tidak bisa lagi dipercaya,berarti harga diri nya lebih hina dari pada binatang,

Maka tak usah pelihara sifat egois dan berontak,
Di kemudian hari kita tidak akan meraih sukses

Senin_05_12_2016

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - IMPIAN DI DALAM MIMPI


# IMPIAN DI DALAM MIMPI #

Lelah ku jalani,
Sepi,
Sendiri menghitung hari,
Dan tak tau lagi,
Apa itu arti sebuah mimpi,
Yang kan menemani ku di malam ini.

Esok mentari kan kembali,
Menerangi bumi,
Ajak burung burung bernyanyi,
Dan bangun kan ku dari mimpi mimpi,
Mimpi yang tak jua dapat ku miliki,
Atau itu semua hanya sekedar ilusi.

Namun semangat ku kan bertahan,
Untuk dapat memiliki impian,
Walau itu sudah menjadi keraguan,
Dari sisa sisa ke inginan,
Yang masih tak juga ku temukan,
Bersama hari hari yang tak dapat ku lupakan.

Aku masih bersama dingin dan sepi,
Menemani impian ini,
Di malam ini,
Dan aku bermohon kepada Illahi,
Semoga kesendirian ini dapat terhenti,
Bersama nya menyambut cerah nya mentari pagi.

By : LUmbang KAyung
( 02 : 12 : 2016 )


-----------------------------------


Ini kota ku,
Tanjung balai,
Tapi aku bagai sebatang kara,
Yang pernah di racuni,
Tapi kucing ku yang mati,
Hanya karena minum air minum ku,
Pernah ban depan kereta di longgari,
Dan terus di sakiti hingga bertahun tahun,
Namun otak ku tak kan pernah tercuci,
Untuk membenci orang orang dan Indonesia ini,
Hanya sedkit orang yang peduli,
Bukan mereka yang mudah di adu domba,
Ya memang ini jaman teror,
Jaman PKI generasi baru,
Hingga kini,
Aku merasa bagai salah beramah tamah,
Juga salah berbuat baik,
Walau aku tersenyum dengan dendam di dada,
Hingga nanti ku temui.

By : LUmbang KAyung




# PASTI #

Lelah.
Resah,
Gelisah,
Aku tak menyerah,
Aku tah terus melangkah,
Walau dengan susah payah,

Dingin malam yang ku lalui,
Suasana yang kian sepi,
Aku tak perduli,
Aku kan terus lalui,
Dengan senang hati,
Dengan kesabaran diri ini.

Kini aku di sini,
Menatap yang ku kehendai,
Biar dingin dan sepi ini pergi,
Aku memesan seporsi mi,
Biar lapar di tubuh ku ini,
Pergi menanti mentari.
Itu pasti.

By : LUmbang Kayung


-------------------


Hujan di malam ini,
Kapan lagi dapat ku coba untuk menikmati,
Dingin dan sepi yang menyelimuti,
Wlw ku coba juga untuk tak perduli,
Tentang langkah ku di malam ini,
Dan dalam mimpi tidur ku malam ini,
Karena ku yakin mentari esok pagi kan terus menanti,
Bersama sebening tetes embun embun pagi.

By : LUmbang KAyung

Kumpulan Puisi Aulia Zack Lee - LAGU CINTAKU


LAGU CINTAKU


Pinjam hatimu
Sebab hatiku tak lagi bisa menampung rasa cinta yang kumiliki padamu
Dan bila kau sudi
Kuaklah kedua gerbang telingamu
Biarkan rintih lirih kerinduanku
Merasuk menyentuh sukmamu
Hingga lemah ratapku
Bisa membuatmu mengerti arti hadirmu buatku
Lalu setelah itu
Genggam erat kedua jemariku
Tatap aku
Biarkan aku lekat memadangmu
Agar keberanianku yang memang gagu
Mampu mengucapkan
"Aku mencintaimu"
Mungkin akan membebanimu
Tapi mengertikah dirimu
Selama ini aku terlalu lemah untuk terus membawa beban cintaku padamu
Semoga!
Kau mampu pahami perasaanku!

Cikarang 07 desember 2016
24ck





SEDIKIT GILA


Jika kau berfikir semua akan baik baik saja
Dan semua akan indah pada waktunya
Kau hanya butuh lekas cuci kedua tangan dan kaki
Dan segeralah bermimpi
Lalu jadilah penghayal sepanjang masa
Tak perlu ada sebentuk laku karna bahagia itu hanya soal waktu
Ingat!!!
Bahagia itu kenyataan kawan
Bahagia itu kita yang menciptakan
Bilapun kau ingin mempersembahkan bahagiamu
Pada orang yang mungkin mengertimu
Lantas bisakah kebahagian itu sempurna menjadi bahagianya?
Karna mereka semua ,
Sering kali hanya tau bahagianya
Sama sekali bukan bahagiamu!
Jadi wujudkan bahagiamu selagi bisa
Karna diantara bahagia ramah luka selalu mengiringinya

Cikarang 06 desember 2016
24ck





UNTUKMU


Sengaja aku butakan mataku
Demi tak lagi melihatmu
Agar tak ada lagi bulir bening mengalir
Untuk meratapi kehilanganmu
Aku tutup erat gerbang telingaku
Berharap tak lagi mampu kudengar
Bisik lirih yang mengusik hari hariku
Dan menjadikanku tak merelakan kepergianmu
Anggap saja ini kematianku
Yang terkubur tanpa nisan
Dan sengaja aku sembunyikan di ujung waktu
Aku kunci hati dan jiwaku
Dan kupasung erat diantara seluruh harapanku padamu
Agar satu satunya asa yang masih kumiliki
Mampu mendekap erat hasratku
Semoga saja engkaulah cinta terahirku

Cikarang 05 desember 2016
24ck





PINJAM KEKASIHMU


Maaf !
Jika ku pinjam kekasihmu
Karna kekasihku bukan lagi kekasih yang mengertiku
Bila pada suatu ketika kau tak mampu menjadikannya ratu
Maka jangan salahkan aku jika aku yang menjadikannya ratu dalam hidupku
Sekali lagi maaf !
Karna aku mencuri kebahagianmu
Sebab ukuran kebahagiaan itu
Bukan hanya menjadikan dia kekasih hatimu
Tapi bagaimana dirimu mampu
Memberikan apa yang dia mau
Tanpa materimu
Ingat!
Bahagia itu hadir ketika kau mampu menyentuh hatinya
Tepat diantara sisi terlemah yang dimilikinya
Dan kau bisa berada disampingnya ketika dia membutuhkan mu

Cikarang 05 desember 2016
24ck





CERMIN KEMUNAFIKANMU!


Dan bahkan ketika aku belum berfikir kemana langkah kakiku selanjutnya
Kau telah jauh meninggalkanku dan bahkan kau telah berteduh dibawah rimbun perdu
Sambil sesekali mengintip arah yang kutuju
Tapi kenapa kau masih menyalahkanku
Sebenarnya siapa yang salah?
Kau yang terburu buru
Atau aku yang lebih suka menelusuri langkah kakiku bersama bisu
Jika kau merasa tak mampu lewati sepimu
Apa aku salah mengutip ucapmu?
Mungkin kau lebih tau semua tentangku dibanding aku mengenal diriku,
Tapi perlu kau ingat!
Aku dibelakangmu
Jika kau memilih jalan berliku
Aku cukup ikuti jejak langkahmu
Dan bila ada yang salah
Kau tak harus menyalahkanku
Karna jalan yang kau pilihlah yang menjadi jalanku
Dan aku hanya ikuti kemunafikanmu
Yang tengah berlari dalam terburu
Dan aku tau, itu bukan jalanmu
Maka berhentilah menghujatku
Sebab bila kau beri satu
Aku membayarnya seribu

CIKARANG 03 DESEMBER 2016
24ck





TITIP CINTAKU


Aku titipkan padamu cintaku
Diantara ruh
Dalam perasaanmu
Sebagaimana sang pencipta menyembunyikan nyawa diantara jazadmu
Kau tak usah mencari disisi mana cintaku itu
Karna kau hanya perlu percaya juga rasakan semua itu
Bukankah untuk kehidupanmu kau tak mau tahu warna nafasmu?
Apakah dengan kau tak tahu warna nafasmu
Kau tak bisa nikmati kehidupanmu?
Percayalah!
Sesuatu yang tertangkap mata itu bukan sesuatu yang mutlak bisa dipercaya dan itu tak membohongimu
Karna kebohongan sejati itu adalah sesuatu yang mampu mengelabui tatap matamu

Cikarang 02 desember 2016
24ck





KU INGIN KAMU


Aku mulai merasakan ngilu
Yang merasuk perlahan kedalam rongga dadaku
Sungguh!
Aku tak kuasa untuk menepiskan kerinduanku
Yang semakin lama semakin kurasakan membunuh keraguanku
Mungkin cintamu kini telah menjadi darah yang memacu jantungku
Dan menjadikan nadiku kembali berdenyut
Untuk kembali bangkit meraih pesonamu
Tanpa kusadari, auramu benar-benar mampu menghipnotisku hingga aku tak peduli lagi siapa dirimu
Karna bagiku kau mahadewi yang mampu meniupkan ruh pada cintaku yang lama terbujur kaku
Dan aku juga tak peduli bila suatu ketika kau kembali merenggut cinta itu dari jazadku
Karna sebelum adanya dirimupun
Aku hanya jasad kaku yang tak peduli makna cintaku
Kini, dengan sisa-sisa puing perasaanku
Aku hanya ingin merasakan lagi arti cinta
Dan semoga saja dirimulah satu cinta terahirku

Cikarang 01 desember 2016
24ck





( ? )


Jika yang kumiliki hanya bait bait syair murahan
Diantara lembar usang kehidupan
Adakah yang pantas aku banggakan ?
Apa dengan syair kau merasa terkesan?
Maaf!
Aku terlanjur menghakimi diriku sendiri
Sebab ketika aku mulai belajar berjalan
Aku tak pernah belajar terbang
Hingga apapun yang aku temukan aku menganggapnya sebagai fase kehidupan
Ingat, tak ada yang instan!
Pesan orang bijak disisi petang
Bahkan ketika cinta yang tak mampu kita ciptakan kita kehendaki
Ia tetap tak mampu dipaksakan
Kau tak perlu berpura pura simpati
Berharap aku lebih tegar menatap kedepan
Pintaku!
Biarkan aku menghadapi kenyataan
Meski pahit merajuk bimbang!
Tapi yang manispun harus sesuai takaran
Sebagaimana optimisme yang butuh kenyataan!

Cikarang 30 november 2016
2016





TENTANG CINTA


Ajari aku apa itu cinta
Karna selama ini aku telah lupa
Bagaimana mencinta dan dicinta
Jika kau sudi
Jelaskan padaku seluruh makna dari cinta
Agar aku kembali percaya bahwa cinta itu ada
Bukan hanya sekedar kosa kata
Yang bisa ku eja tapi tak pernah mampu aku terjemahkan kedalam makna sejatinya
Jika kau tahu semua tentang dia
Ajak aku untuk bertemu denganya
Sekedar memberitahukan padanya ia masih ada dalam jiwa
Dan benarkah apa yang ada dijiwaku itu dia
Jika benar memang dia
Maukah kau mengasuhnya dengan rasa
Agar ia semakin dewasa
Dan kita bisa memeluknya dalam bahagia

Cikarang 26 november 2016
24ck





DENGAR SUMPAHKU


Tak terasa aku telah temukan kembali cintaku
Diantara puing-puing perasaan
Diantara tebalnya debu sang waktu
Tak lagi istimewa memang!
Namun setidaknya aku mampu menunjukan itu padamu suatu waktu
Ketika kau mulai bertanya
"Apakah engkau mencintaiku" ?
Mungkin takkan ada setangkup puja dan dan sebait rayu ketika itu
Karna yang aku tahu
Aku mulai mencintaimu
Dengar sumpahku
"Aku akan menjagamu sebelum aku benar benar kehilanganmu" !!!
Dan apapun dirimu
Kau adalah bahagiaku

Cikarang 26 november 2016
24ck





ROMAN SI JALANG


Ungkapkan saja sayang
Sebab jika kau sembunyikan
Itu semua menguras hati dan perasaan!
Apa kau fikir aku tak mampu mencintaimu dalam dendam?
Engkau salah sayang!
Aku masih berperasaan dan akupun masih bisa menjadikanmu ratu yang berkuasa pada sudut hati paling dalam
Teriakan saja sayang!
Biar semua mendengar
Ada bidadari yang rindu penyair jalang
Tak usah sungkan,
Jika kau resah rebahlah dalam pelukan
Semoga damai yang kita temukan
Adalah benar sesuatu yang kita dambakan

Cikarang 26 november 2016
24ck





PHOBIA


Dan kita tak perlu memperdebatkan siapa yang kita cinta
Karna cinta itu ada dalam hati kita
Jika ukuran cinta hanya sebatas sanjung puja
Aku mungkin bisa memberikan padamu lebih dari yang dia bisa
Namun cinta itu lebih dari sekedar aksara
Cinta butuh penghayatan
Cinta juga butuh suasana yang semestinya
Jadi kurang bijaksana seandainya kita menilai cinta
Hanya sebatas dia bisa mengerti apa yang kita rasa
Sementara itu semua
Bukan ukuran bagaimana dia bisa mencintai kita
Karna yang kita cintailah yang lebih berpotensi untuk menyakiti kita
Bukan dia yang sama sekali tak mengerti kita

Cikarang 24 november 2016
24ck




DIMANA KINI KAU CINTAKU


Engkau dimana ?
Mengapa aku tak menemukanmu diantara sisa sisa waktu yang berlalu
Haruskah kuterbang jauh mengejarmu
Kelangit biru
Berharap kau ada bersama bidadari
Diantara ceruk pelangi di ujung waktu
Aku ingin sekali pergi beranjak dari sini
Mencarimu
Karena aku tak sanggup bila sendiri
Menikmati kerinduan tanpa dirimu
Kasih ku
Mungkinkah kini kau tengah bermain dengan imajimu
Tentang cinta kita, tentang waktu
Dan juga tentang bahagia
Yang menjadi cita atas cintaku dan cintamu

Cikarang 12 Desember 2016
24ck





DIRIMU DIRINYA


Jika kau tak pernah rela melepaskanku
Begitu juga aku
Aku pun tak pernah rela melepas kepergian nya
Bukan karena aku tak menghargai perasaanmu
Bukan karena aku tak bisa mengerti arti hadirmu
Tapi setidaknya kita sama
Sama sama menikmati arti kehilangan
Hanya saja aku tak ingin terlalu berharap
Pada sebuah kisah yang sama sama laknat
Sebuah kisah yang sama tak berujung
Kini, biarlah waktu yang mengurai seluruh rindu
Jika kau rindukan aku
Lihatlah keatas langit biru
Karena di sana ada kisahku juga kisahku
Semoga saja ada sebuah kisah yang sama
Yang bisa mempertemukan diriku dan dirimu!

Cikarang 11 Desember 2016
24ck




CINTA KITA


Cinta kita adalah apa yang kita rasa
Sama sekali bukan yang mereka lihat apalagi yang mereka bicarakan
Benar memang
Mereka bisa melihat
Mendengar tentang yang kita rasa
Tapi cinta kita tetaplah cinta kita
Tak cukup dengan melihat
Apa lagi hanya mendengarnya
Meski mereka sama miliki cinta dan perasaan
Tapi maaf!
Cintaku padamu bukan mereka
Karna ketika cinta kita bersua pilu
Apakah mereka masih beranggapan itu kepiluan mereka juga?
Dan mungkinkah mereka bisa sama nikmati kepedihan kita
Aku rasa tidak!
Jika boleh menyimpulkan
Mereka ibarat penonton Opera
Mereka akan terhanyut sedih dalam Lakon cinta kita
Tapi tak mungkin bisa menjadi kita
Dan aplaus mereka akan ending cerita kita
Aku rasa hanya sebuah penyempurna atas semua yang kita perankan dalam tiap rentetan cerita kita

Cikarang 16 Desember 2016
24ck





DUA SISI


Ternyata memang aku tak sedang bermimpi
Hanya saja , aku butuh sedikit imajinasi
Agar apa yang aku rasakan menjadi pasti
Benarkah mencintai itu seperti ini?
Setiap saat aku kehilangan akal dan pemikiran
Apa yang kurasa seolah selalu tersinergi dengan pesona yang kau miliki
Ahhh!
Adakah cinta seperti ini ?
Karena selama ini aku telah kehilangan apa yang ku cintai
Dan aku hanya tahu bagaimana mencintai tanpa berfikir jika seandainya aku yang dicintai
Nyatanya kini,
Aku mulai bisa merasa jika hidup itu tak cukup hanya mencintai
Butuh seseorang yang mampu mencintai apa yang kumiliki

Cikarang 10 Desember 2016
24ck





SKETSA BISU


Sengaja kugurat semu warna cintaku
Agar tak setiap orang bisa menikmati cintaku itu
Meski kadang itu semua menimbulkan pertanyaan pada yang menatapku
Tapi biarlah!
Sebab, aku berharap ada di tiap imaji yang mampu mengusik nalar para penyaksiku
Apa kau pikir aku membohongimu....?
Sama sekali tidak!
Karna yang kau butuh hanya nalar
Juga naluri yang akan menuntunmu pada cintaku
Bukan sekedar hasrat yang menggiring pilu
Ketika kau tak mampu menyempurnakan sketsaku yang memang bisu

Sumpiuh 25 Desember 2016
24ck





SEPENGGAL CERITA


Pada suatu ketika engkau bertanya
Cinta tanpa harta kita bisa apa?
Dan ketika itu aku lupa
Untuk menjawab " dengan seluruh harta tapi tanpa cinta kita jadi apa" ?
Benarkah selama kita merajut cinta sekian lama
Kau tak pernah jua rasakan bahagia?
Apa benar kau hanya mampu bertanya cinta itu apa
Dan kenapa ada cinta diantara kita
Tanpa sekalipun bisa merasa betapa cinta kita telah mampu kalahkan masa
Dan dia benar-benar tumbuh dewasa
Setelah ia dewasa apakah pantas jika kita membiarkan cinta kita itu binasa begitu saja
Sementara kita lebih asik membicarakan materi juga dunia
Yang kesemuanya bisa kita cari kapan saja
Apa kau pikir menemukan cinta semudah kita menemukan dunia
Cinta itu waktu,
Meski tiap saat kita merasakanya
Tapi cinta tak pernah terbeli secara materi
Meski kau serahkan cintamu tanpa syarat
Untuk kita bisa merasakanya
Dan tak pernah menuntut kita siapa juga dimana

Sumpiuh 23 Desember 2016
24ck





TENTANG YANG KU RASA


Raba dengan hati
Lalu rasakanlah
Jangan lihat, lalu simpulkan apa yang kau tatap mata
Mungkin benar aku gila
Tapi bisa saja kegilaanku itu menjadikanmu tergila gila
Maaf !
Hidup akan menjadi terlalu biasa jika semua hanya berdasarkan pada pandangan mata
Bukankah banyak yang mengatakan " tak kenal maka tak sayang" ?
Apa kau pikir rasa sayang itu karena kau bisa melihatnya
Rasa sayang itu ada karena kita merasa saling memiliki
Entah itu kelebihan atau kekurangan kita
Yang bahkan semestinya kita tak bisa menilainya
Biarlah aku tetap menyembunyikan misteriku
Jika kau berharap ingin mengerti semua tentangku
Maka kenalilah aku sebagaimana kau mengenalmu

Cikarang 16 Desember 2017
24ck




JERIT RINDUKU


Setelah kerinduan ini mencabik cabik angan juga mimpiku
Adakah sesuatu yang lebih bisa menyakitkan ku ?
Hingga siksa ini lebih sempurna warnai hari- hariku
Apakah kau tahu?
Karna rasa rinduku padamu itu
Aku memilih bisu
Sebab seisi jiwaku terlanjur berteriak memanggilmu
Dan kau seolah hanya waktu yang tak pernah meninggalkanku
Namun tak pernah mengajaku dalam candamu
Apakah mencintai seperti itu
Ketika kita telah sama rasakan rindu
Lalu kita biarkan begitu saja waktu berlalu

Kebumen 11 Januari 2017
24ck





MASIH TENTANG LALU


Tahu apa engkau dengan hidupku
Apa karna kau pernah mencintaiku
Kau beranggapan telah mengerti semua tentangku?
Sementara ketika kau mencintaiku
Kau hanya melihat kesempurnaan yang terus kau cari dari diriku,
Maaf!
Aku sama sekali bukan karakter yang kau mau
Karna yang menyempurnakan diriku adalah kekuranganku
Sama sekali bukan sebuah kelebihan
Yang kau harap mampu membahagiakanmu
Sepertinya kau lupa sesuatu
Jika bahagiaku dan bahagiamu hanya bisa menyatu
Apabila kau mampu melengkapi kekuranganku
Dan aku mampu menjadikan dirimu sebagai sebuah inspirasi untuk aku menciptakan kebahagiaanmu

Sumpiuh 12 Januari 2017
24ck

Kumpulan Puisi Endang Misnawaty - CERITA MALAM


CERITA MALAM

Katakan pada malam
Jika keheningan ini sungguh menyakitkan
Lelah kuterlelap hingga malam berganti waktu
Adakah semu yg kurasakan kau rasakan juga
Jika malam malam begini
Bayangmu melanglang buana menjelajahi hatiku yg sepi
Jika bintang dan rembulan tersenyum lirih
Melihat butiran air mataku yg menetes di pipi
Katakan pada rembulan
Jika ada rindu yg bersemayam dihatiku yg sepi
Rindu pada riak air yg bergelombang indah
Rindu kicauan merdu burung burung dilangit
Rindu senyummu yg selalu menenangkan hatiku seperti saat ini
Katakan ,,,,,,,
Dimana ada air hujan yg bisa mendendangkan sebuah lagu
Dimana ada pohon rindang tempatku berteduh
Semua sepi mencekam seperti waktu itu
Saat rembulan sedang gerhana
Gelap seperti padang tandus dimalam hari
Malam malam begini,,,,,
Ku rindu dekap bayangmu dalam khayalku
Yg selalu tebarkan pesona tanpa gairah
Tik tok tik tok,,,,
Jarum jam berputar tanpa arah
Malam semakin larut,,,,
Rinduku semakin hanyut pada lentera tua
Yg terpacak diujung lorong
Tempat kita selalu berjumpa disaat bulan purnama
Malam malam begini,,,
Rinduku terperangkap dalam hatimu yg fana
Dalam senyum manismu yg bergairah
Achhh,,,,
Sudahlah,,,
Kini aku lelah merangkai kisah demi kisah dimeja tua
Dengan lembaran kertas yg semakin buram
Goresan penakupun semakin terseok seok karena lelah
Aku kalah dan menyerah
Apa yang terjadi,,,, terjadilah kini ku pasrah
Karena penaku semakin tua,,,

:::::::::::::::::
By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku
Siantar city 6 des 2015 20:59





Mentariku


Mentari pagi yang terbit malu malu
Masih menyisakan empun pagi didedaunan
Dingin mencekam bagai hatiku beku tanpa arah
Ingin menjerit bagai lolong yang berkepanjangan
Tapi suaraku parau bagai kepompong bergantungan
Luka,,,,,,
Hatiku semakin luka,,,
Saat kau hardik penuh amarah
Memelas penuh kepedihan yang fana
Disini ada tangis tanpa suara
Meraung tanpa rasa yang ada
Saat kau goreskan luka ditubuhku hingga berdarah
Duka datang lagi menggores setiap luka
Duhai hati yang pasrah tanpa gairah
Menangis dipembaringan tanpa daya
Hanya air mata yang tertoreh dikelopak penuh makna
Aku disini dengan luka yang parah
Menangis tanpa air mata kepedihan
Hingga hatiku beku tanpa gairah yang ada
Mentariku muncul malu malu
Membiaskan cahayanya yang merah merekah
Penuh arti yang hakiki pada insani
Menghangatkan tubuh yang menggigil kedinginan
Duhai,,,,,
Cinta yang datang pada malam yang gelap
Memberi arti pada hidupku yang sekejap
Menghangatkan gairah penuh asmara
Menari dalam mimpi penuh arti
Melayang bagai rajawali dilangit yang tinggi
Mengepak sayap mengharungi keindahan
Dan menukik indah penuh kedamaian
Duhai,,,,,
Cinta datang lagi,,,,,
Menghampiri selembar jiwa yang hampir mati
Penuh rasa dan perjuangan yang hakiki
Kini bertahta indah disanubari hati
Penuh arti dan kedamaian diri,,,
Dalam coretan usang

========
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku Siantar city kota tercintaku
5 Desember 2016. 6:52





Rindu


Rindu datang lagi
Ketika jarak memisahkan kita
Dan waktu berputar terus berganti
Pada kisah indah kita
Disana ada senyum ada canda dan tawa
Rindu datang lagi
Ketika aku jauh darimu
Ketika cuma mendengar suaramu
Bercerita tentang kisah indah kita
Menyusuri keramaian kota yang begitu bising
Aku seperti kesepian diramai lalu lalang
Semua karena rindu yang datang
Bergejolak bagai bintang yang bertemaran
Menghiasi angkasa luas yang indah
Rindu datang lagi
Ketika ayam ayam sibuk bernyanyi
Semua senandungkan nada cinta yang indah
Bercanda dalam sepinya malam
Berhiasakan bintang yang bergemerlap
Aku disini engkau disana
Adakah senandungkan nada cinta yang indah
Adakah senandungkan nada rindu yang sepi
Sepinya malam bagai tak berbintang
Disana suaramu sendu mendayu
Senandungkan nada cinta dan kerinduan
Rindu datang lagi
Ketika mentari bersinar indah
Disana senyum manismu merekah
Menyambut pagi yang indah
Ku disini engkau disana
Selalu senandungkan nada rindu yang sepi
Bergolak dalam malam yang berhiaskan rembulan
Aku disini dengan rindu terindah
Hanya untukmu dan selalu untukmu

=======
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku Siantar city
29 nov 2016. 10:56





Lelah


Aku lelah melangkah dalam kebohongan yang kau ciptakan
Aku lelah berpura pura percaya pada alasan yang kau sampaikan
Berpacu dalam rindu yang buta dan cemburu yang fana
Dalah kisah cinta yang semu tanpa arah
Aku lelah terus melangkah
Dan ingin sekedar melepas lelah
Pada ranting ranting pohon cempaka
Dan terbuai dalam mimpi mimpi indah yang semu
Aku lelah terus percaya
Pada nada nada sumbang yang kau ciptakan tadi malam
Aku lelah mendengar semua rayuan yang tak berarah
Melangkah,,,,,,
Mungkin ini arah yang seharusnya
Meski penuh gelombang cinta yang membahana
Resah,,,,,
Hari hari penuh dengan canda dan tawa yang penuh dengan dusta
Semua hanya fatamorgana
Yang melahirkan keindahan tanpa kisah nyata
Duhai hati yang luka,,,,
Jangan biarkan dia sampai berdarah
Agar luka tetap berbalut kebohongan yang maya
Mengiring langkah kaki yang semakin lemah
Aku kian tak berdaya
Menyusuri lorong tanpa lentera yang nyala
Gelap gulita bagai neraka yang kau ciptakan penuh murka
Aku kian lemah dan tak berdaya
Mendengar segala tipu daya yang merajalela
Duhai,,,,,
Biarkan aku tidur sejenak
Dan terlelap dalam mimpi indah yang membuai
Agar senyum indahku tetap terpana
Pada tembok tembok dingin penuh angkara murka
Yang kau ciptakan penuh lara

========
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku Siantar city
4desember2016. 12:31





RESAH


Aku resah saat dirimu terluka
Kucoba bertanya pada embun malam
Hanya dingin yang mencekam
Melingkup cakrawala dimalam yang gelap
Tanpa bintang dan rembulan
Cahayanya hilang di balik awan
Sepi disini tanpa bayangmu
Tanpa celoteh jenakamu
Tanpa nyanyian indahmu
Aku resah saat dirimu terluka
Kucoba bertanya pada mentari pagi
Mengapa senyum manismu hilang
Mengapa ceriamu tenggelam
Padahal ada kehangatan yang membias indah
Dibalik cahaya mentari pagi
Tatkala mendung datang menghempang
Kebekuan pun datang menjelang
Duhai,,,,,,
Dimana senyum indahmu
Dimana keceriaanmu
Adakah pada awan hitam yg datang menghadang.?
Duhai,,,,
Mengapa cemas yang berganti datang
Dibalik hati yang berdegup kencang
Hari demi hari
Doa selalu kulantunkan dengan lafas kasih sayang
Agar ceriamu kembali menghiasi alam
Dan nyanyian rindu penuh kehangatan
Duhai,,,,
Hentikan degup kencang yang selalu datang
Agar kutenang menghadapi rintangan
Ingin melupakan tapi hatiku tak tenang
Semua saling berkejaran
Bagai kereta menempuh jarak
Saling ingat dan mengingatkan
Duhai,,,,,
Biarkan hatiku yang cemas
Dan berdegup kencang
Agar semua tenang dalam kenangan indah yang hakiki

===========
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
25 nov 2016. 20:43




HUJAN


Pagi dingin udara dingin
Sedingin hati dan perasaanku
Serasa bagai telah membatu
Rintik gerimis membasahi bumiku
Seperti juga air mataku
Yang mengalir karena pilu
Berderai,,,,
Sakitnya serasa kena sembilu
Pagi dingin udara dingin
Sedingin hati dan perasaanku
Lelah dan menyerah
Apa yang terjadi,,,,terjadilah

=======
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku Siantar city kota tercintaku
19 Des 2016 7:28

Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - MENGAPA KAU BIARKAN?


Syukur Alhamdulillah, saya termasuk salah seorang penyair dunia dari kesekian penyair-penyair di Indonesia dan karya-karya saya dipublikasikan.Moga Allah paring barokah.Amiin.







====DURIAN VS MENTIMUN====
Karya:siamir marulafau


Seandainya butiran pasir itu bisa ngomong
Dia berkata:Bodoh sekali kalian
Sudah tahu hukum,tumpul ke atas tajam ke bawah
Kok,sok kali kalian
Apakah tak berpikir?
Mau demo saja,mau demo saja,mau demo saja
Tak benar lagi dunia menggapai hasrat
Yang mengatur tempurung ini siapa?
Kugulingkan ke sana sini pun tak ada masalah
Mau dikau naik ke atas terserah
Mau terguling kau di bawah terserah
Jangan buat diriku bagaikan durian
Duriku akan menusuk kulitmu
Jika dikau menghampiriku,akan binasalah mentimun-mentimun
yang tumbuh di tanah gersang
Mau dikau senggol ke kiri,jebolah
Mau dikau senggol ke kanan,jebolah
Mau dikau naik ke atas tambah sakitlah
Mau dikau berada di bawah penyeklah

sm/04/12/2016





===BIDADARI==
Karya :siamir marulafau


SENYUMANMU MEMUTIH DILANGIT BIRU
AWAN-AWAN BERTERBANGAN
TAK MENENTU ARAH
MEMIKAT DALAM lARA
KUSEMAI DALAM KALBU
MEMBIAS DI SINAR PAGI
MEMUKAU DENGAN CAHAYA DI MALAM HARI
NASYIDMU MENGGEMA DI LANGI KE 7
TERTEGUN DALAM BAYANGAN
BELAIAN MESRA TERGAPAI SUDAH
MESKIPUN MALAM MENDENGKUR NYENYAK
HANYA KASIH KULEMPARKAN
SEPANJANG CAHAYAMU MENGUNING
MEMIKAT LARA SAMPAI DUNIA GONCANG
DETAK JANTUK PUN BERDEBAR
DI KALA NAPAS BERSEMAYAM DALAM JIWA
KUUKIRKAN SAMPAI RUMPUTNYA TERBIAS
SINAR-SINAR MEMANCARKAN CINTA
CINTA KASIH PADA SESAMANYA
ANAK NIAS GADIS JELITA
KEMBANG ROS MENATAP LANGIT BUDAYA

sm/03/12/2016





==TAK MENDESAH LAGI==
Karya : siamir.marulafau


AKU HANYA BERBISIK PADA HUJAN
GERIMISNYA MENETES
DAUN-DAUN SERBA LICIN
TERGELINCIR DI ATAS POHON TAK BERTANGKAI
SEKUJUR TUBUH MENGGIGIL
TAK ADA BARA API ENGHANGATKAN BADAN
NAPAS TAK TERATUR SUDAH
MENGERANG DI ATAS RINDU
TAK TERGAPAI DI MALAM REMBULAN
AROMANYA TAK MENGERANG
TAK MENDESAH LAGI,SIRNA

sm/01/12/2016





==CINTA SESAT==
Karya : Siamir Marulafau


JIKA KASIH DAN CINTAMU HANYUT DARI HULU KE MUARA SUNGAI
DEBURAN AIR SUNGAI PUN AKAN MENANGIS SESUNGGUHNYA
DI KALA BINTANG DI LANGIT TAK BERKELIP LAGI

PEPOHANAN DI ATAS BUKIT TURUT MELAMBAI
SEIRING ANGIN TAK BERBISIKAN CINTA LAGI
AKAN KUTEBANG SAMPAI RATA JADI TANAH GERSANG
MEMBIAS TIDAK DALAM LARA

SEBELUM NAPAS MENERAWANG DI ATAS TIANG GANTUNGAN

sm/30/11/2016





==KOBRA BERMATA VS TAK BERMATA==
Karya: siamir marulafau


HATI-HATI DENGAN KOBRA!
ADA KOBRA BERPERASAAN DAN ADA KOBRA TAK BERMATA,NYASAR KE MANA-MANA
MENYEMBUR DI MANA- MANA
TAK MEMBEDAKAN SIAPA KAWAN DAN SIAPA LAWAN
TAK MEMBEDAKAN SIAPA SAUDARA DAN SIAPA ANAK
SIAPA SAJA PUN AKAN DISEMBUR
JIKA KOBRA BERPERASAAN :
AKAN MELIRIK KIRI KANAN
MENYEBUR SATU ARAH
SEMENTARA KOBRA TAK BERPERASAAN
MENYEMBUR SESUKA HATINYA
PATUKANNYA TAK MEMATIKAN
HANYA MEMBEKAKAN
APAKAH DI BETIS ATAU DI PERUT
TERKA,TERKA,TERKA

sm/29/11/2016





==MENGAPA DIKAU BIARKAN?==
Karya:siamir marulafau


Aku hanya mengukir isi hatiku
Meskipun bertahun sudah
Menjalin perteman dengan kembang
Apakah ini suatu dosa?

Bertanya selalu dalam kalbu
Sepanjang senyummu melingkar dalam hatiku
Sepertinya sukar ditinggalkan
Napasmu bahagian dalam napasku

Seiring jasadmu pelumas dalam hidupku
Kegagahan dikau lirik petanda kasih
Bersemayam selalu dalam jiwa
Sepanjang kasihmu tak sirna

Tapi mengapa sinar itu padam?
Tak kubiaskan sebelumnya
Apakah aku salah?
Bertanya selalu, bertanya selalu,bertanya selalu

sm/29/11/2016





==KARANG TERSENYUM==
Karya :siamir marulafau


TAK AKAN BUBIARKAN DIKAU TENGGELAM
MESKIPUN DASAR LAUTNYA SEDEPA
JIKA LARAMU MELINGKAR DALAM KERINDUAN
BIARPUN HANYA SEKEJAP MATA MEMANDANG
DEBURAN OMBAK AKAN TAK MENGHEMPASKAN
KARANG-KARANG TAK SEKEJAM DIDUGA
TAK AKAN TAJAM JIKA DIPIJAK
AKAN MERAPUH DI TAPAK KAKI,BERJALAN
WALAUPUN AIR GARAMNYA PAHIT BAGAI EMPEDU
TAPI TAK AKAN BERPALING SEKEJAP SUNGGUH
JIKA KARANG-KARANG ITU TERSENYUM

SM/28/11/2016





===TAK AKAN SIRNA SEPANJANG WAKTU===
Karya : siamir marulafau


Aku hanya bersemayam di tanah diam
Aromaku mengikat kasih dalam napas
Sepanjang kepompong hinggap tidak dalam lara
Sepanjang pusaraku tak memudar di penantian
Aku tak berselubung di celah-celah batu hias
Aromaku mengintari jasadmu berhias setiap saat
Suaramu terukir dalam rohku
Tak menerawang di langit gelap
Membias dalam kenangan
Kugapai dalam napas hidup pada masa silam
Aromaku tak akan hilang
Terbang dengan sepoi dikau hembus
Akan bersemayam selalu di kala senyummu melingkar
Tak akan hilang sampai ujung dunia
Jika dikau melukiskan doa pada setiap saat
Aku percaya akan pohon berpelindung mengupas kerinduan
Dalam daun-daun rimbun kelak
Sepanjang doamu pada Tuhan membias sepanjang waktu
Penyair Dalam Lingkaran Cinta menyemai dalam kalbu
Jika belaian rindu sungguh terdampar di suatu pulau
Tergapai sungguh sebelum tertanam di lumpur gelap tak bersuluh

sm/28/11/2016





==SENTUHAN LIDAHMU==
Karya : Siamir Marulafau


SENTUHAN LIDAHMU MENGERANG
DI LANGIT BIRU
DI KALA MATA MEMBIRU
DI SAAT BURUNG MENGICAU
SEPERTINYA RAGA TERHEMPAS DI UFUK TIMUR

MESKIPUN ERANGAN BERDENDANG SEPANJANG KALBU
MEMIKAT RASA RINDU
SINAR MENTARI PUN TAK MAMPU MEMBAKAR HASRAT BERGELUMIT
BERGUMUL DI ATAS SALJU

KASIH AKAN BERSENANDUNG DALAM
SANUBARI
TAK AKAN MENELANJANGI HARAPAN
MENGIGAU DI SIANG HARI
MESKIPUN MENTARI TAK TERBENAM
RASA SUKA TERSEMAI DALAM NAPAS MENDERU

sm/28/11/2016





==TITIPAN KASIH DAN CINTA==
Karya : Siamir Marulafau


TAK AKAN MUNGKIN LAGI
MENGUKIR KASIH DAN CINTAKU
SEMENTARA TULANG BELULANGKU
MERAPUH DI TANAH TAK BERSULUH

HANYALAH TITIPAN DOA
HANYALAH TITIPAN DARAH DAGING KUSEMAI DALAM NAPAS BERSATU
DI KALA LANGIT TAK CERAH LAGI

HANYALAH AIR MATA TERESAP DALAM TANAH DIAM
MENGUPAS RASA RINDUKU
SUNGGUH TERASING SANUBARI SEKIAN LAMA MELINGKAR DALAM KALBU

SEPANJANG DUNIA TAK HANCUR JADI DEBU
MENANTIKAN KERINDUAN TAK ADA UJUNG SAMPAI AKHIR ZAMAN
TAK TERLUPAKAN SUNGGUH MESKIPUN JASADKU DIKAU GANDENGKAN DENGAN KEMBANG BERMATA BIRU

AROMA ROHKU MENGINTAI SELALU
DI KALA JASADMU BERHIMPIT DENGAN TANGKAI MAWAR SHAHDU

BAYANGANNYA HANYA DALAM IMPIAN TERSULAM MENDEKAP KE PUSARAKU
BAYANG-BAYANG HIDUP DIKAU GAPAI MENYISIR BAHAGIA SAMPAI TANAH DIAMKU TERKUPAS JADI PADANG GERSANG

sm/28/11/2016





==SENTUHAN BIBIRMU==
Karya:siamir marulafau


Sentuhan bibirmu mengukir mimpi
Meskipun merahnya memudar
Ludahku tak tertelan
Kecupnnya menyayat jantung
Terkapar di kasur berembun
Menyambar di kelam malam
Berkelip-kelip di rembulan purnama
Hati tertegun setiap saat
Di kala lemparan senyummu memukau
Hanyalah Tuhan tahu
Siapa dikau dan aku menyulam bulan
Menerang dalam kalbu
Sepanjang laramu melingkar dalam napasku

sm/26/11/2016





==DI KALA KARAM==
Karya :siamir marulafau


Jika sanggup menyulam bulan
Tak akan lagi chahayanya kuhembus
Membalut luka perih pedih
Di kala rinduku menerawang

Bertahun-tahun sirna di langit kelam
Hanyalalah senyummu dalam impian berbayang
Semenjak jasadmu tenggelam di daratan diam
Di ujung dunia mana pun tak akan tergapai
Kasih membelai di kala duka, luka tak terobat

Sepertinya kapal kuberlayar karam
Tak satu pun pulau memanggil berteduh
Di saat badai menerpa
Kemudi pun berpatahan diterpa karang terjal
Meskipun deburan ombak tak menghempas

sm/26/11/2016





==GURUKU==
Karya : Siamir Marulafau


Guruku,pengubah nasibku
Di hari bahagia terukir jasamu
Bagikan pahlawan dalam kalbu
Pahlawan tanpa tanda jasa tak mengeluh
Menguba masa gelapku
Mengukir masa terangku

Jasamu membiaskan sinar
Menerang di jalan setapak kulalui
Sungguh hatimu sejuk bagaikan salju
Memuliakan hamba Tuhan tak berujung
Mengubah hidupku jadi tersanjung

Sungguh budimu tertanam dalam jiwaku
Kurenung siang malam sampai hayatku
Bearkhir dengan kata puitismu
Mengubah daun-daun berserakan tak menentu

Teurai kasih tak membelah
Sampai namaku terukir jadi emas di padang gersang
Di kala juang berjalan di atas genting panas
Sampai terhempas di bawah pohon rimbun tak terhingga
Nama tertera di atas kertas emas
Bagai pusaka bagi nusa bangsa

sm/25/11/2016





==APAKAH TAK TERPIKIR?==
Karya : Siamir Marulafau


Di mana aku lari
Jika bumi Tuhan bergulir
Sampai terhempas di jalur tak kusenangi

Akan mengukir rasa pahit
Di kala dunia tak bersahabat lagi
Jika napas tak membias dalam setiap detik

sm/25/11/2016





==USIA==
Karya : Siamir Marulafau


JIKA MENGHITUNG USIA
SEPERTINYA MENGINGAT UBAN DI KEPALA
BAGAIKAN DAUN-DAUN TUMBUH DI ATAS PUSARA
MAU KE MANA BERKUNJUNG?
SUDAH MENANTIKAN TANAH DIAM
DI KALA HATI MERASA MUDA
SEAKAN-AKAN DUNIA DITEMPUH JAUH
PERASAAN PUN SEMAKIN MUDA
USIA BERPUTAR BAGAI RODA
TAK AKAN SADAR HALUAN BIDUK KE MANA?
JIKA NAPAS BERKELIP-KELIP BAGAI BINTANG
CAHAYA SEMAKIN MEMUDAR
TINGGAL KAIN KAFAN TERUKIR DOSA PAHALA
KAPAN
KAPAN
KAPAN

sm/25/11/16





==WHAT I GAZE IS NOT SO==


What I gaze beside
Is it true as what i imagine?
Not so,if i pay no attention to
Therefore, i know what it is
No regret and disappointed
Yes,or no is a simple to formulate
Caused by invisible things
Wherever and whenever must be
That's what i need
Instead of doing useless
The life will be meaningless
That must be a task
While the lives is for a moment
To signify the time from now and then
So as to think over and over
Before coming into silent land

sm/25/11/2016,copyright





==DREAMING LOVE==


My tear is always coming down
For remembering you all days and nights
And none of the creatures resists
That my life looks like cloud
To search for you in my dream
Never i meet once in a blue moon
I speak so for it makes a truth
That not really a factual though
You are the love in my lives
You are the earth of all in my life
Never the dream is thrown away
Years by years you are the flower growing
That i appreciate for loving
Though my tear swallowed by earth
As long as the sky smiles to provide
That my longing is for you all
Never be manipulated from time to time
That should be kept in mind

sm/24/11/2016,copyright





===TERKUPAS===
Karya :siamir marulafau


MESKIPUN DIKAU POLESKAN HATIKU
TAK AKAN MENGKILAT LAGI BAGAI CERMIN
SEIRING AKSARAMU MENIMPA RELUNG HATI
DAN TAK AKAN ADA OBAT PENAWAR
DI KALA REMBULAN PURNAMA TAK BENDERANG

...
TERKAPAR SUDAH DI PANTAI LOSARI
SEBUTIR PASIR PUN TAK BERBISIK
MENYAYAT DALAM KALBU
TERCABIK-CABIK SAMPAI KULIT KEPALA TERKUPAS

sm/30/11/2016





==NASYID KE 20==
Karya : siamir marulafau(Penyair Dalam Lingkaran Cinta)


MENYENGAT DALAM LARA
FESTIFAL NASID MEMBIAS DI BUMI TUHAN
BERSINAR SAMPAI BUMI MENGGELETAR
HATI SANUBARI MEMPESONA
SEIRING VOKALIS MENGGEMA
MELANTUN SAMPAI LANGIT MEMBIRU
BERBISIK-BISIK DI RENUNGAN MALAM
JIKA DIKAU BERNASYID TUHAN AKAN TERSENYUM
MENGUKIR PESAN PADA UMAT
MENINGGALKAN PESAN KESAN BAGAIKAN EMAS
SURGA MENDEKAT,MEMBUKA PINTUNYA
DI KALA PUITIS SYAIRMU DALAM NASYID BERIKRAR
WAHAI MANUSIA BERDENDANGLAH :
RAPAI MENGUKIR SENI BUDAYA
SUARA TERLANTUN SAMPAI JANTUNG BERDEBAR
DARAH PUN MENGELORA DALAM KASIH
TAK TERLUPAKAN AKAN LANTUNAN SYAHDU
MEMUKAU KALBU DALAM RENUNGAN MALAM
SYAIR-SYAIR DIKAU LANTUNKAN DALAM NASYID
MENGGUGAH RASA BERSATU PADA UMATKU
MENGUKIR RASA BERSATU PADA TUHANKU
SUNGGUH LANTUNAN SUARAMU MENGGELORA
MEMBUAT INSAN TERTEGUN
TAK AKAN TERLUPAKAN DALAM KEHIDUPAN
MESKIPUN LAUTAN KERING,BUMI BERGONCANG JADI DEBU
NASYID DIKAU EMBAN DALAM ISLAMKU
TAK AKAN SIRNA SEPANJANG ZAMAN
MEMBAHANA DALAM SETIAP JIWA INSAN
TERWUJUD SUDAH DALAM KHAZANAH BUDAYA BANGSA
MOGA ALLAH PARING BAROKAH,AAMIIN.

sm/05/12/2016
===============================
Puisi di atas,direncanakan akan dibacakan pada final festifal Nasyid ke 20 Provinsi SUMUT di Lapmer,Sumut/05/12/2016 h




==CITA-CITA==
Karya:siamir marulafau


Dikau siram dengan air garam
Luka menganga tak terbalut
Pedih perih tak tertahankan
Hanya tetesan air mata terurai
Cinta kasih tersemai

Membasahi pipi dengan syair kutelan
Tak terlukiskan lagi di bibir merah
Tertegun dengan aroma
Di kau suguhkan dengan gula manis

Meskipun gundah gulana menerkam
Rasa hidup tak berseni lagi
Jika harapan tergulung ombak
Deburan ombak pun menyanyi

Akan berhenti sebelum terhempas di tepi pantai
Berjuang di tanah gersang
Jika hidup segan tak mau mati
Berjuang terus sampai jalan melicin
Tergapai akan daratan melambai

sm/13/12/2016





Tausiah singkat disampaikan oleh :Al-Udstz.siamir.marulafau bertajuk"YANG SALAH TETAP SALAH".


A.s.w.w.
Sdr/i.kaum muslimin dan muslimat di tanah air.

Tausiah singkat ini disampaikan supaya umat islam di tanah air dan juga di luar negeri supaya jangan tergelincir dalam jurang neraka dalam hal perihal mengukuti pengamalan Al-Qur'an dan Al-hadist dalam satu perguruan atau majelis jika tak tahu asal usul keilmuan seseorang ulama.Maka untuk itu,kita wajib menelusuri dan meneliti dengaan cermat keilmuan yang diperoleh oleh seorang ulama.
Jika seumpanya seorang ulama yang kita ikuti dan membaiat ulama ini sebagai Ulil Amrin Mingkum atau imam kita.Sementara ilmu yang diiperolehnya tidak berisnad atau mencantolkan namanya dalam isnad suatu hadist sebelumnya dan tanpa berguru atau tanpa pengakuan dari seorang guru dalam sebuah lembaga,berarti ulama ini termasuk Ulama plagiator.JIKA DITELUSURI DALAM AYAT AL-QUR'AN,MAKA ALLAH BERFIRMAN DALAM SURAH AL-ISRA AYAT 36 :"DAN JANGANLAH KAMU MENGIKUTI SESUATU YANG TIDAK KAMU KETAHUI.KARENA PNDENGARAN ,PENGLIHATAN DAN HATI NURANI,SEMUA ITU AKAN DIMINTA
PERTANGGUNGJAWABANNYA."

JIKA DITELUSURI BERDASARKAN FIRMAN ALLAH DI ATAS,MAKA ULAMA TSB BESERTA PENGIKUTNYA AKAN KENA PADA DALI TSB DI ATAS,DAN KEMUNGKINAN ILMU YANG DIAMALKAN MEREKA ITU TIDAK AKAN SYAH(VALID) DI SISI ALLAH SWT KARENA ALLAH ITU TAK TIDUR BUTA,AKAN TAHU MANA YANG PALSU DAN MANA YANG ASLI,DAN MANA ULAMA YANG BERGURU SECARA ISNAD KEILMUAN DAN MANA YANG TAK BERGURU ATAU HANYA TIRUAN.

KaumMuslimin dan Muslimat Rahimah Kumullah.
Untuk itu, pemerintah telah menetapkan MUI(Majelis Ulama Indonesia)sebagai pewaris Rasul dalam keilmuan Qur;an dan Al-Hadist yang wajib dipatuhi umat Islam dinegara ini,dan juga kepada para Al-Udstz/Udstazah mewarisi ilmu qur'an hadist secara turun temurun baik dalam sistem lisan atau tulisan berakar pada ulama-ulama terdahulu dan disampaikan kepada umat islam yang menjadi syiar,pesan dan kebenaran untuk diamalkan dengan tujuan terhindar dari neraka Allah dan masuk surga Allah,Qs(Annisa:13-14).Maka untuk itu,umat islam dituntut belajar ilmu Qur'an dan Hadist dengan baik dan benar merujuk pada ulama yang benar-benar berisnad dan berguru pada suatu lembaga yang valid.

Demikianlah tausiah singkat ini disampaikan,dan apabila ada kesalahan, kekurangan dan kelebihan, saya mohon dimaafkan karena saya adalah hamba Allah yang tak sempurna.Moga2 bermanfaat dan barokah.Aamiin.

(pdlc/12/12/2016)




==PULANG KE MUARA==
Karya: siamir marulafau


AKU BUKAN MENANDAI WAJAHMU
AKU MENYELAMI HATIMU
APAKAH SUKMA MELINGKAR DALAM JIWAKU
JIKA TIDAK,LEBIH BAIK PULANG KE HULU
BIARLAH AKU PULANG KE MUARA DALAM KURUNG WAKTU
MENYEPI DENGAN ADATKU
JIKA TERASA JIWAKU BESEBRANG DENGAN BUKIT DIKAU PELUK
HANYA NASIB JADI PENENTU
TUHANLAH LEBIH TAHU

sm/16/12/2016





KONTRAS VS PRO
Karya:siamir marulafau


Apakah benar atau tidaknya?
Diantara penyair ada yang pro
Ada yang kontras
Ada yang suka melirik karya

Ada yang tak acuh antar sesama
Merebut nama di atas pentas
Merebut ketenaran dengan tinta
Apa gunanya?

Mengikat tali sahabat
Bukan kebencian dalam aksara
Puitis bakal mengutuk pikiran
Perasaan lebih baik menimbang

Sifat mengukir syair
Bagaikan butir pasir
Menikam sukma
Sampai mata berkedipan

Kebencian dihindarkan
Pada gerimis malam
Tanamkanlah daun-daun segar
Jadikanlah selimut kasih pada setiap insan
Dari masa kemasa berbayang wajah

sm/16/12/2016





===CHRIST===
Karya :siamir marulafau


Aku ini Christ
Penyelamat umat
Pembawa kabar gembira
Penebus dosa-dosa
Pemberi pesan pada umat
Berimankah kalian?
Dunia tak akan gelap
Jika dikau agungkan

Aku ini Christ
Pembawa umat ke surga
Penyelamat dari neraka
Masuk neraka atau tidak?
Masuk surga atau tidak?
Jika beriman pada Tuhan
Tuhan pencipta alam
Tuhan pencipta manusia
Kutiupkan roh kudus dalam jasad
Jadilah manusia beriman
Bukan manusia bejat
Kuhidupkan yang mati

Berimanlah kepada Tuhan
Jika dikau beriman kepada Tuhan
Munculah segala harapan
Tak akan berjalan di tanah gersang
Akan berjalan di surga kelak
Mati hanya sekali
Tak akan kuhidupkan lagi
Dosa jangan melimpah ruah
Bertaubatlah ke jalan Tuhan
Tuhan maha pengasih,penyayang
Tuhan maha pengampun

Manusia tak akan diabaikan
Bacalah dalam kitab kuturunkan
Jika dikau taubat akan dosa-dosa
Masa depan gilang gemilang
Akan bersinar bagaikan mentari
Akan bercahaya bagaikan rembulan
Jangan berbuat dosa....
Natal jadi penerang dalam ibadah
Tuhan tak akan berpaling
Melindungi umat di segala arah
Percayalah padaTuhan

Aku ini CHrist
Penyelamat umat
Pembawa kabar baik
Sampai akhir zaman
Akan menuntun semua umat
Jika kebajikan bersemayam
Berjanjilah pada diri
Tak akan berbuat dosa
Syaitan pembawa dosa
Hindarilah maksiat dalam kehidupan
Christ sungguh berhijrah ke Bumi Tuhan
Menyelamatkan umat tak berdosa
Ibadah obat penawar dosa
Janganlah jatuh ke lembah dosa
Neraka akan menjilat jasad
Surga akan menghias bahagia
Moga Tuhan paring barokah

Amen
sm/15/12/2016





==RASULULLAH==
karya:siamir marulafau


MAULID NABI KUSEMAI DALAM DADA
KUUKIR DENGAN IMAN
KUTANAMKAM DALAM KALBU
SEPANJANG DUNIA TAK BERGULIR JADI DEBU
RASULULLAH,UTUSAN ALLAH
PEMBERI KABAR GEMBIRA PADA UMAT
SELAMAT NERAKA MASUK SURGA
KUAGUNGKAN SAMPAI AKHIR HAYAT
FATWAHMU BERSEMAYAM DALAM LARA
QUR'AN DIKAU EMBAN BERCAHAYA
CAYAHAYA ALLAH DALAM KEGELAPAN
MEMBIAS DALAM JIWA SETIAP INSAN
AYAT-AYAT DIKAU TERIMA BUKANLAH AYAT SEMBARANG
BUKAN AYAT-AYAT DINISTA
MENGHINDARKAN UMAT KE JURANG NERAKA
MEMBAWA KEBAIKAN DI SISI ALLAH
PESAN TAK TERLUPAKAN
PESAN TERBACA DALAM QALAM
YA RASULULLAH...
SUNGGUH DIKAU PEMBAWA KABAR
KABAR KEBAJIKAN BUAT UMAT
PENYELAMAT DARI SIKSAAN
PERINTAH LARANGAN,SEJARAH TERTUANG
BAGAIKAN EMAS,MUTIARA KEHIDUPAN
BERSINAR SAMPAI AKHIR ZAMAN
AKAN KUSEMAI DALAM DADA
SEPANJANG NAPAS MENDENGUNG
SUNGGUH DIKAU TERPUJI
UTUSAN ALLAH BUAT UMAT,ISLAM BERCAHAYA
TERANG BENDERANG BAGAIKAN BINTANG
BERSINAR BAGAIKAN MENTARI
CAHAYAMU TERANG BENDERANG BAGAIKANBULAN PURNAM
MEMBELAH BULAN DALAM GENGGAMAN
SUNGGUH DIKAU NABI AKHIR ZAMAN
PEMBUKA PINTU SURGA BAGI UMAT
ISLAM BERSEMI DALAM JIWA
KUIKRARKAN DALAM NAPAS:"ASYHADUALA ILAHAILALLAH WA ASHADUANNA MUHAMMAD RASULULLAH"
TERPUJI SUNGGUH ASMAMU DALAM QALAM ALLAH
AHMAD,,,,AHMAD,,,AHMAD

sm/15/12/2016





==AIR MATA BUAYA==
karya :siamir marulafau


Cinta-Mu tak selebar tikar
Meskipun kuberbaring pas-pasan
Langit-Mu menyelimuti dosa-dosa
Di kala bumi menampung kebajikan

Doaku bersemayam di udara-Mu
Sepanjang bumi tak bergoncang
Jika helai napas tak mendengung
Apa kubuat kebajikan?

Sebelum tertanam di lumpur tak bercahaya
Apakah kubuat penistaan?
Sungguh lidah tak bertulang
Menikam kalbu di daratan luas

Insan menggelepar
Kepanasan dengan aroma busuk
Tetesan air mata buaya menyengat lara
Jika Tuhan-Mu mengutuk selamanya

sm/14/12/2016





==KEUTUHAN DALAM CINTA==
Karya:siamir marulafau

Hanya berlari aku di dalam fatamorgana
Mengatakan kepadanya:Mengapa dikau muncul sekejap?
Kasih dan rinduku belum melingkar
Seperti dikau melingkar langitku

Tak akan bisa lagi kubedakan
Warna aromamu menghampiri harapan
Sepertinya cahayamu menikam kalbu
Tak akan pasrah sampai kucari di ujung dunia

Meskipun kabut pagi melintas di mata
Akan meneropong arah angin
Di mana dan ke mana dikau dayung sampan
Sebelum pulau tergapai, terhempas dengan tikaman ombak

Biarlah deburan berbicara
Akan tak tergulung di tepi pantai kurenungkan
Sepanjang pantai pasir tak terhembus
Moga tak bertebaran di langit biru

sm/14/12/2016




==IKATAN HIDUP==
Karya : siamir marulafau


IKATAN ALUMNIKU ERAT
TERIKAT DENGAN TALI TEMALI
TAK AKAN BISA KUPUTUSKAN
MENYATU BAGAIKAN KULIT DENGAN DAGING
TAK AKAN TERKUPAS
BERCERAI BERAI DALAM HIDUP
HUBUNGANGAN ANTAR SESAMA
MESKIPUN BERBEDA SUKU,WARNA KULIT
BERBEDA ILMU,BUDAYA DAN GELAR
TAK AKAN LEPAS SAMPAI AKHIR ZAMAN
MENYATU DALAM PIKIRAN
TAK AKAN TERCECER DI CELAH KARANG
MESKIPUN DITERPA DEBURAN OMBAK
TAK AKAN HANYUT DARI HULU KE MUARA
MENGUKIR KEAKRABAN
SINARMU MEMBIAS KE LANGIT BIRU,CERAH
IKATAN ALUMNIKU ERAT
TAK TERLUPAKAN SEPANJANG MASA
MESKIPUN DUNIA BERGONCANG
BERGONCANG JADI DEBU
MENYATU TETAP BERKIBLAT DI FIB USU
HANYA PUITIS SYAIRKU MENGUKIR
KEBERSAMAAN DI ATAS POHON
DENGAN DAUN-DAUN HIJAU,MEKAR
MERIMBUN SAMPAI GENERASI KE GENERASI
MENGIKAT RANTING-RANTING BERSERAK
MENYATU DI POHON KUSEMAI
IKATAN ALUMNIKU ERAT
TERPILIHLAH DIKAU MENGIKAT TALI KASIH
CINTA AKAN SEGALANYA
DI HARI CEMERLANG,BERSINAR SAMPAI AKHIR HAYAT
MOGA ALLAH PARING BAROKAH
AAMIIN YA ROB

sm/10/12/2016




==RINDU YANG MENGENDAP==
Karya : Siamir Marulafau


Di helai napasmu mengendap rindu
Meskipun bayanganmu samar di temaram malam
Telah tertanam di bawah akar pohon kusemai

Walaupun tak merambat di lubuk hatiku
Aromamu mengukir keindahan
Kekokohan ranting dikau panjat membuat harapan tak gusar
Hanyalah angin sepoi menghembuskan kejatuhan
Sepanjang jalan kenangan

Tercatat dalam erangan
Membahana sepanjang masa
Jika biasmu melingkar dalam ingatan
Sepanjang hayat di kandung badan
Sepanjang napas tak bergulir dengan lumpur di bawah tanah

sm/25/12/2016







==LEMPARAN SENYUM==
Karya : siamir marulafau


Lautan dikau selam
Akan tegapai jika ikan membawa garam
Akan dikau makan dengan lahap
di karang bersenandung kisah asmara

Membias dalam kulbu
tanpa kecewa menyiram kerinduan terpendam
Sedalam lautan diharungi
tanpa lelah dengan kasih di atas pasir putih
sembari deburan ombak melemparkan senyum

Merangkul dengan rindu dan kasih
di saat berenang dengan asmara membara
kecupan bibir lembut menghias surga

sm/25/12/2016





==TAK AKAN LAYU==
Karya:siamir marulafau


Ratapanku hanya padamu
Seiring air mataku membanjiri bumi
Di situlah dikau hanyut
Merangkul kasihku
Meskipun senjaku melingkar di temaram malam

Akan bersinar pagi hari
Jika cintamu membias dalam jiwaku
Akan kusemayamkan dalam relung
Sepanjang bumi tak tertimpa dengan langit
Akan kugapai di atas kembang tak layu

sm/24/12/2016





==KUPUJI NAMAMU==
Karya :siamir marulafau


Ditelan usia tahun ke tahun
Natal memangil selalu
Brsenandung pada-Mu
Kunyanyikan di altarsuci
Menggugah sanubari
Mendekat pada Christ

Aku memuji-MU
Membawa keberkahan
Barokah dalam kehidupan
Kupuji nama-MU
Sungguh menyelamat aku

sm/24/12/2016





==BINTANG SATU==
Karya :siamir marulafau


Bintang-bintang mengelilingiku
Tapi hanya satu berkelip
Mengucapkan cinta dan kasih padaku
Rembulan purnama pun mengoceh
Lebih baik kuberi cahaya padamu
Di kala sukma tertikam kerinduan

Aku pun tak memilah
Kasih siapa pun akan tersemai dalam kalbu
Jika tak melirik pada daun-daun berharga
Terhembus dengan angin sepoi ketamakan

sm/24/12/2016





===REGENERASI==
Karya : Siamir Marulafau


Di suatu masa bertanya
Siapa mereka ?
Kelihatan pohon-pohon tak tersemai
Tak membuahkan hasil
Buah-buahnya tak sematang diharapkan

Akar-akarnya tak merambat
Mengukir tidak dalam pengayoman
Mau ke mana mereka?
Hanya menyulam aksara tak berhuruf

Sukar dicerna,tak bisa dikunyah
Sungguh tak berjaya dalam pembinaan
Jika dibiarkan batang pohonnya merapuh
Tumbang menghempaskan umat

Apa sesungguhnya terjadi?
Gedung-gedung berantakan,ambruk
Generasi binasa dan tak keruan
Terinjak-injak di tanah gersang

sm/23/12/2016





===TITIPAN SALAM===
Karya : siamir marulafau


Salam tertitip pada keheningan malam
Sepanjang rindumu membias dalam nafasku
Di kala dikau tersenyum
Seiring gerimis malam tak akan menetes lagi
Jika air dikau semai dalam raga menetes

Altar suciku pun tak akan ternoda lagi
Merindukan bayangan dalam penantian
Meskipun tanahnya gersang
Tak akan berpecah belah
Akan menampung di penantian
Sepanjang salam dikau eluskan memikat lara

Senantiasa tak akan ada yang membeku
Jika sukma tak membelah
Akan tersenyum di temaram malam
Meskipun sunyi sepi dalam bayang-bayang
Kekhwatiran akan sirna sepanjang masa
Jika sukma tertanam seutuhnya

Tak akan berpaling ke mana
Jika waktu kewaktu kembang tak layu sebelumnya
Semuanya akan tampak
Walaupun aku berdiri di balik cermin
Semakin mendekat dan tergapai dalam anganan
Tak ada keraguan lagi

Menyisir rindu di hamparan pantai
Pasir pun akan bersenandung
Dalam pelukan sukma membana sepanjang hayat
Sembari relungku berburu di padang datar
Bersama jiwa dan raga menyatu dalam kerinduan

sm/22/12/2016





==SIRAMKANLAH SELALU==
karya:siamir marulafau


HATIKU TAK AKAN MEMBATU
JIKA DIKAU SIRAM SETIAP WAKTU
JIKA BATINKU DIKAU SIRAM SELALU
AKU TAK AKAN KURUS KERING
HANYA ERANGANKU DIKAU NIKMATI
MENGGERAYANGI TUBUHKU
MESKIPUN TAK MEMINUM JAMU
ELUSAN BELUTMU MENGHEMPASKAN RELUNG
TERKAPAR DI KASUR BERSALJU

SM/22/12/2016





===IBU ===
Karya :siamir marulafau


Kasihmu bukan sedepa
Kasihmu sepapanjang jalan kulalui
Kasihmu seluas dunia kujelajahi
Kasihmu seluas bumi kupijak

Tak akan kudapat sampai ke ujung langit
Jika aromamu sirna
Jika cinta dan kasihmu tak terurai
Jika perhatianmu tak tertanam dalam jiwa

Sungguh mulia di sisi Tuhanku
Bagaikan pohon merimbun di tanah gersang
Melindung rumput di terik mentari
Memberikan cahaya di malam rembulan
Kugapai di dunia sekejap

Tak akan kubiarkan kasihmu tertumpah di lorong-lorong tak bermakna
Tak akan kubiarkan terhempas dengan angin membara
Ibuku, ibu sejati
Setia siang malam pada sanubari
Kasih tak akan merapuh ke sana sini
Kupujilah dikau,Ibuku kurenung setiap saat kusujud
sujudku pada Tuhanku berkilat buat ibuku
Akan harimu,hari ibu
Tertanam dalam jiwaku
Sampai kapan pun,kuingat selalu
Wahai,ibu...

Ibu pengayom insan selamat dunia akhirat
Memberkahi hidup di alam gelap ke alam terang
Moga ibu selamat dunia akhirat.
Aamiin.

sm/22/12/2016





==MUNGKINKAH KASIH ITU TERANGKUL LAGI?==
Karya :Siamir Marulafau


Aku hanya merangkul kasihmu
Walaupun jasadmu tak utuh lagi
Tapi bayangan itu tak akan sirna
Sepanjang napasku tak terselubung dalam tanah tak bersuluh

Dan tak akan mungkin lagi
Kasih dan kerinduan itu tersulam lagi
Di kala duniaku terguyur lumpur
Hanya tetesan doa kugapai
Jika rindu itu tak beralih di kembang senja
Tak akan bersemayam di atas bukit terjal

sm/21/12/2016





==CINTA TERBIAS==
Karya :-Siamir Marulafau


Aku bukan rembulan
Enggan menampakan diri di gelap gulita ini
Hanya cahayaku terbias di ujung langit kau gapai
Meskipun dikau mengeluh dengan keluh kesah
Cahayaku semakin jauh menerangi bumi

Jika tak bersenandung dengan lagu rindu
Wahai kekasih ...
Aku bukan pecundang dalam kasih
Tapi cukup dengan ucapan janji di atas daun keladi

sm/21/12/2016





==SMILING LOVE==


You are the lighting in my life
Wherever you are I search for

For you have put a hope in my heart
From heart to heart you smile

Never I put off my eyes to gaze
Beause you are the love

I am the lover
And I should know where you put the love

Though you are so far away from
I remember you still

As long as the sea is not drying
And the sky is not falling

That's why I row as far as I can reach
For your love is like a red rose

Never I forget remembering till to die my dear

sm/20/12/2016





==5 WAKTU==
Karya :siamir marulafau


Rinduku pada-Mu
Mengakar di bawah pohon
Menyulam dalam asma-Mu
Doaku membias 1/3 malam

Bersujud di hadapan-Mu
Seiring bumi-Mu,penyaksi
Tersenyum setiap waktu
Akan tak dilalaikan 5 waktu

Di mana pun akan kupersungguh
Sepanjang napasku tak menerawang di langit-Mu
Sungguh tak ada Zat kubermohon siang malam
Melepaskan belenggu dosa
Kutebus dengan mengukir asma-Mu

sm/20/12//2016





===RINDU TAK TERBENDUNG===
Karya :siamir marulafau


Aku tak membiarkan hatimu sampai terbakar
Sepanjang duniamu bersemayam dalam napasku
Akan kuukir tidurmu nyenyak sampai akhir zaman
Jika sukma membias dalam sinar kucelupkan
Seiring rinduku melingkar di penantian
Kuasah setajam pisau
Menikam relung

Terkapar tidak di atas kasur bersalju
Mengerang sampai tertanam di lautan rindu
Sampai bintang berkelip
Tapi hanya menyulamkan cahaya dan kilauan sepanjang napas
mendengung

sm/20/12/2016





===TERUNGKAP FAKTA===
Karya: siamir.marulafau


SEJARAH KUUKIRKAN DI ATAS BUMI TUHAN
SEPANJANG DUNIA TAK BERUBAH
BERPUTAR JADI DEBU
AKAN KUBACAKAN,KUSEMAYAMKAN DALAM JIWA
SEIRING BAHASAMU MENYULAM PUITIS TAK BERKESUDAHAN
SEJARAH MENGUKIR PERADABAN MANUSIA
MENJELMA DALAM PIKIRAN
MEMBIAS DALAM SETIAP LARA
AKAN KUBEDAH DALAM HIKAYAT
BERCERITA,BERTUTUR SAMPAI AKHIR ZAMAN
KEBENARANMU MENGUPAS KENYATAAN
KERAJAANKU BERBAGAI HISTORIS TERUNGKAP
DIMASA LALU BESENANDUNG
MENGIKAT KEBENARAN DALAM QALBU
MENJUNJUNG TINGGI NILAIMU
BERBUDAYA BERNUANSA DALAM HIDUP
MENGGAPAI TUJUAN DI ATAS BUKIT KUDAKI TANPA LELAH
AKAN KUTANAMKAN DALAM SENDI-SENDI KEHIDUPAN
TAK AKAN MEMUTUS SAMPAI NAPAS TAK MENDENGUNG
KUTANAMKAN SELALU DALAM QALBU
SEJARAHKU MENGUKIR PRISTIWA KERAJAAN URUNG SENEMBAH
AKAN KUSEMAYAMKAN DI ATAS BUKIT TAK TERJAL
AKAN KUDAKI SEPENUH HATI TANPA LELAH
DI SANA AKU BERDIRI MENCATAT SEJARAH TAK PUTUS-PUTUSNYA
SEJARAH MENYELIMUTI DUNIA KEBENARAN,FAKTA TERUNGKAP
AKAN KUPAHAT DI BATANG KAYU MENGUKIR SEJARAHMU
SEJARAH TAK AKAN TERBENAM DALAM LUMPUR SEMBARANG
TERUKIR DI DAUN-DAUN MERIMBUN TERKENANG
AKAN KUBACA BERULANG MENGUNGKAP FAKTA
SEJARAH,SEJARAWAN,BUDAYAWAN,SATRAWAN TAK TERPISAHKAN
SEPANJANG FAKTA-FAKTA TAK MEMUDAR
TERSEMAI DI LANGIT CERAH TAK BERAWAN
TUHAN MENCATAT SEGALANYA
MOGA SEJARAH BERKEMBANG DARIMASA KEMASA

sm/19/12/2016





WAJIB DIINGAT OLEH PARA PENYAIR :

KWALITAS DAN KEINDAHAN PUISI BUKAN TERGANTUNG PADA PANJANG PENDEKNYA PUISI TAPI TERGANTUNG PADA PEMILIHAN KATA YANG SESUAI DENGAN TEMA YANG MENDUKUNG MAKNA PUISI(Pdlc/18/12/2016)





===GETARAN JIWA===
Karya :siamir marulafau


Cahayanya tak akan pudar
Jika rindumu tersemai dalam jiwa
Maknanya tak meragukan
Seiring nikmatnya sama dirasa
Tak akan terlepas di mana berada
Sepanjang getarnya bersenandung dalam jiwa

sm/18/12/2016





==PELUKLAH AKU==
karya :siamir marulafau


PUASILAH MEMELUK JASADKU
SEBELUM DIKAU MEMELUK NAMAKU DI PRASASTI
TAK AKAN MENGUKIR LAGI RASA ROMANTIS
SEPANJANG BUMI TUHAN TIDAK BERGULIR

AKAN KUNANTIKAN PELUKAN MANISMU SETELAH TULANG BELULANGKU TAK MERAPUH LAGI
SEMBARI NAPASKU KEMBALI LAGI DI RONGGA HIDUNG TERSEMAI

BERDIRI KOKOH DI ATAS TANAH GERSANG KELAK
DENGAN TERIK PANASNYA MENTARI
MENGHADAP SANG PENCIPTA LANGIT DAN BUMI
APAKAH DIRIKU PENISTA ATAU TIDAK?
TERSERAH PADA TUHAN DI ALAM MAHSYAR ABADI

sm/16/122016

Kumpulan Puisi HR.RoS - ISAK DI UJUNG MALAM


ISAK DI UJUNG MALAM
Oleh Romy Sastra


Berkawan sunyi, diam merenungi perjalanan hidup,
perjalanan ini hampir sampai di penghujung jalan
dalam hening menghitung noda, terbuncah pada pundak yang tak pernah amanah,
seribu sujud tundukkan kepala batu,
berharap dosa-dosa berguguran.

Berjuta zikir kulabuhkan pada hitungan jari
mencari dan mencari titik temu penyesalan diri,
di mana telaga suci haribaan,
'tuk kusauk menyirami dekil nan bernoda di sepanjang hari.

Tertatih memetik kembang kerlip
nan tumbuh di sanubari, sebelum jasad berlabuh di dermaga asmara kasih ayah bunda.
Malam ini terasa singkat kulayari, samudera kian jauh membentang,
kerlip malam nan indah di ruang jiwa tak jua menyapa. Adakah itu tanda-tanda umur kian menepi di lingga yoni diri.

Aahh, bercucuran air pancuran di sela pipi, telaga diri basahkan rasa. Sesal membaju malu padamu ya Rabbi, isak tangis di ujung malam
tak mendapat tempat dalam genggaman-Mu Tuhan, fajar mulai menyingsing, embun merayap di dedaunan, ratapan sesal mengikis dosa tak kuakhiri, sebelum Engkau ya Illahi menerima taubatku.

Air mata ini berlinang, hamba yakin. Engkau kekasih tersayang, tersenyum menatap isak penyesalan dosa menutup hati hamba.
Rahmat- ampuanan-Mu nan agung, melebihi besarnya dari dunia dan segala isi serta arasy.

Engkau ya Rabb, labuhan terindah hidup dan matiku, jangan cabut nyawa ini sebelum ampunan Engkau berikan
taubat hamba pada-Mu terimalah
ampunan itu
serahkan....

HR RoS
Jakarta, 7122016





NEGERI DAGELAN
DI PENTAS DEMOKRASI
By Romy Sastra


Orasi janji dagelan mimpi
merasa diri para putera puteri terbaik bangsa
pembawa risalah tirani kejayaan sang tetuah
padahal monster-monster pemakan darah
pengisap sumber daya alam tak bermaruah.

Bak kereta api melaju tanpa hambatan
cerobong asap membubung tinggi jauh ke balik awan
asap lenyap seakan tak berpolusi.

Rel itu lurus
sistem sudah maksimal
tapi kenapa sang masinis kereta seakan dungu di kursi goyang
seperti tak tahu rambu-rambu
kereta bangsa ini kan anjlok
menghantam kelangsungan
kehidupan rakyatnya.

Kehidupan rakyatnya kini
sudah lelah, lapar, gundah
dihantui ketakutan masa depan
lihatlah di sudut-sudut kampung itu
derita telah berurai sebak duka
tak tertengok sedikit jua oleh masinis kereta bangsa
hasil keringatnya tak berharga nilai jual lagi,
mereka bertahan dengan cara alami tak korupsi.

Masa berganti
semusim telah terlewati
periode kantong baju safari
bergelimang materi
dari intrik-intrik hipokrit birokrasi.

Kuda Sembrani berlari kencang
arungi perjalanan malam
mencari padang bulan di tengah kelam
sijoki asyik melirik mendengarkan jangkrik bernyanyi
di keramaian malam
simponi nada luka tak dihiraukan
hingga sijoki tertanya dalam lelah kebingungan,
lembah apa ini?
damai tapi gersang.

Tanah negeri subur
pagi bibit ditanam sore dipetik berbuah ranum, tapi kenapa buah dicicipi hasilnya tak melepaskan dahaga.

Yang bersafari mewah duduk di meja kaca
perutmu telah buncit kekenyangan
bersandar di sofa empuk
tak ingatkah orasi janjimu dulu
kontrak politik kau gadang-gadangkan
demi kemajuan negeri impian
kau buat rakyat terlelap dalam mimpi semalam.
Wahai para bedebah
kini kau berpesta pora
mmmm...
tetap janjimu bak manusia setengah dewa
ternyata bualan saja.

Orasi memukau sukma pendukung
hingga dipercaya saja
kami sokong engkau ke tempat terpuji
nyatanya kami dikibuli, alamak, Jera....

Uuuhhhh...
tetap saja kalau sudah berjaya
manusia yang setengah dewa itu kongkalingkong berebut jatah papa berebut saham, intrik sitikus kian rakus.

Dalam negeri nan berkenduri dagelan
pesta demokrasi semusim telah berjalan
bedebah semakin euoporia dengan jamuan mewah
simiskin tetap saja susah.

Bambu runcing masih berdarah
di tiang-tiang bendera
oleh para pahlawan itu
masih segar dalam sejarah.

Menangis jiwa para pejuang
di nisan tua
mengenang nasib bangsa
ketika terjajah kolonial
kolonial itu,
adalah putera puteri bangsanya sendiri
tanah bunda di tangan para bedebah
semakin menggila....

HR RoS
Jakarta, 7-12-2015. 10,38





RINAI MEMBULIR LARA
Karya Romy Sastra


berselimut malam dalam hujan
sendiri berdiri menatap awan
lorong malam pelita jalanan
redalah,
wahai air mata langit

cukup sudah bulir-bulir menitis
jangan tambah lagi dinginmu

hujan malam,
izinkan kunang-kunang
menyongsong kelam
biar pelita bertaburan

oh, angan
belajar diri menyibak sebak
temukan jejak optimis
kibaskan pesimis
biar fatalis tak menyentuh jerih

brtanya dalam tengadah
ya Allah
kapankah derita ini kan berakhir

telah kupacu potensi diri
'tuk meraih obsesi
demi sebuah impian
tetap impian itu tak terkejar
karena malam kian kelam

satu asa tersisih
tersisa optimis merengkuh fajar
embun menyingsing pagi
malam berlalu

HR RoS
Jakarta, 6





BERCUMBU BERSAMA SENJA
Karya Romy Sastra


pada senja nan gerimis
melukis rintik di balik awan
kulukis syair manis gemulaikan jemari
larik cantik tak bertujuan
hentikan sejenak hayalan kosong
senja kian temaram
kulipat saja kertas memori
menempuh malam kerlip
basuh seraut wajah
kan kudaki jalan-jalan haribaan
memandu iman

bercumbu bersama senja
buka jendela langit
petikkan kembang jiwa
kilauan manik manikam kalbu
terpana sesaat di atas sajadah biru

menatap sagara tak bertepi
bercumbu rindu memeluk sukmaku
berbisik komat-kamit
mencari wajah kekasih
sang kekasih itu
ya Illahi Rabbi

HR RoS
Jkt, 6122016
122016





RINDU YANG TAK KEMBALI
By Romy Sastra


Untukmu kenangan yang terlupakan, senandung rindu merayu kisah yang pernah bersemi, telah padam, lembaran usang berharap jadi bahagia, menggoda rindu kembali. Pernah sesaat berkasih sayang di tengah jalan kisah terkhianati berbuah kecewa. Di peraduan sajak senja merona, kugubah nama sesuatu pernah kunyanyikan di pentas kekasih, singgah di hati sang kekasih yang tersisih.

Di jalan memori kuberdiri, hayal menatap sekelabat bayangan abstrak, tetiba pergi meninggalkan tanya, adakah pertanda rindu masa silam kembali lagi. Aahh, paranoid, kenapa tak pernah hilang? Ilusi kisah yang menyedihkan pada suatu pilihan di persimpangan jalan, meninggalkan kepedihan luka tak berdarah tentang cinta setengah hati terbagi antara harap emas dan suasa.

Risau mendera menatap kisah terkubur dalam peti terkunci mati, rindu di antara rasa menyapa pada lamunan sunyi terasa semu disemai sepoi mamiri, rindu ternyata tak kembali.

Pada kekasih yang dulu terjalin janji tuk menoktah ikrar hati sampai bersemi hingga ke nisan tanah merah, jejak-jejak tinta kususuri tak lagi tampak jalan tuk mencari rupa cinta, karena tertutup kabus pekat di dinding kebisuan. Rindunya pun tak pernah beri kabar lagi, apakah ia telah pulang selama-lamanya menghadap Illahi, ataukah sudah bahagia bersama kehidupan yang diimpikan pada kilauan emas, mencampakkan suasa tak berharga.

"Aahh... biarlah rindu tak kembali
jikalau harap terperap berbuah senap,
sengaja jalan memori kubuka dalam lamunan tiba-tiba.
Bahwa satu hati pernah kecewa, meski pintu maaf selalu diberi
tak jua menjadi penyelesaian konflik-konflik perasaan pernah terjadi.

Testimoni potret kisah nan lara
jadi sinopsis kecewa....

HR RoS
Jkt, 4122016





{{ RINDU BERLALU }}
Oleh Romy Sastra


Menempuh satu kisah perjalanan
dalam dekade rindu dilewati
mengenalmu,
tak seperti jalan biasa
yang pernah dilalui.

Jalan itu kini,
terkikis arus bulir bening
mencair menitis di pipi
sampai saat ini,
tak mengerti makna sebuah rindu.
Kuakui,
persembahanku memang tak sempurna
menjaga maruah langit
langit rasa diri
yang selalu menyesak rongga dada.

Pada setangkai bunga layu
telapak tangan rela membiarkan kepergian kisah
berlalulah!
Jika memang kan berlalu
pusarakanlah rindu-rindu itu
ke dalam senyap
sampai ke ujung waktu.

Doaku spesial untukmu
berbahagialah dikau bersama impian
ku-tersenyum menyulam sunyi tuk melupakanmu
meski kutahu,
kau yang selalu mengintip rindu
di balik jemari kasih.

Rindu-rindu yang terdampar kekinian
dalam lorong-lorong waktu
tak berpenghuni
sepi,
biarlah sepi.

Dalam dekade rindu nan berlalu
memori rindu telah bisu
menghargai pilihan takdir
memanglah,
tak mungkin kertas membungkus api.

HR RoS
Jakarta,4122016





AKU DAN PUISI
Karya Romy Sastra


Kepingan retak pecahan kaca berserak
lirik rupa diri sebatas seni
pigura menarik di bingkai
meski gambar tak cantik.

Langkah tinta tertatih
menyentuh daun usang layu
larik seakan sulit dimengerti
belajar diksi bersolek syair
pada kertas nan lusuh.

Memadah rasa,
bukanlah sebagai penulis ulung
torehan tinta seakan gombalis
eja diri bercerita dalam kaca maya
bukanlah memadah rayu
melainkan,
irama sukma nan mendayu.

Kau objek itu, imaji"
bukanlah bayangan semu
realita suratku,
bertaut dalam bingkai hati
berdirilah!
sebagai penonton yang syahdu.

Kau dan aku
berkoloni,
dalam kearifan cinta seni puisi
ku-ingin,
pahamilah bingkai cerita
semestinya,
berbahagialah kita hendaknya.

Puisiku,
adalah aksara diksi bisu saja
dengan tinta menitip rasa
pada lembaran memori
bak alunan gending mendayu
melenakan kepekaan kalbu,
di beranda muka buku.

Kularung sastra pagi hingga senja
melukis pelangi berdinding hari
selagi kehidupan berselimut di badan
puisi adalah poetic Illahi.

HR RoS
Jakarta, 4122016





AKSI JIHAD NAN DAMAI
Oleh Romy Sastra


Tongkat iman menjulang tinggi
tiang pancang ihsan menuju arasy
doa-doa bertarung di langit
komando di pimpin nurani
menuju medan tempur
memerangi bratayuda
dari nafsu-nafsu angkara murka.

Langit cerah Jibril tersenyum
mencurahkan tetesan telaga surga
bukan rinai kutukkan
tapi rahmat menyejukkan
Jakarta berjihad menitipkan doa
berdamai bersama-sama.

Konsep tauhid
dalam bhinneka tunggal ika
malaikat-malaikat memandu bersayap putih-putih
antara tugu monas
seirama nuansa alam Masjidil haram
megahnya panji-panji akidah
para hipokrit malu menutup muka.

Jakarta berbenah
ukhuwah ikon demokrasi islami
Rasulullah demokrasi sejati
demi semua umat di muka bumi ini.

HR RoS
Jakarta, 3122106
#moment_212





TEGAR DAN PASRAH
Karya Romy Sastra


Gerimis malam
menyisakan embun pagi
basuh wajah lusuh
seuntai syair resah
bertanya?
adakah kasihmu,
masih bernoktah cinta.

Di jendela hati hayal menari
tinta rasa menulis di atas kertas putih
memadah tanya resah pasrah.

Embun pagi nan rela,
bias ditiup bayu
kembang cantik di taman cinta
layu sudah.

Jika bunga tak lagi berputik
tak sanggup melawan virus benalu
yang selalu membunuh
kesuburan pohon rindu
gugurlah!"

Pucuk-pucuk pinus berembus
di lembah jiwa nan rakus
ilalang kaku tak dapat berteduh
gagak tua,
berkoar mencari mangsa
menceracau bak siulan dungu
mengundang hadirnya sesuatu.

Bayu rayu pesona debu
menggoda kepalsuan
dari balik intrik cinta
tanah-tanah tandus
berserakkan ranting yang telah patah.

Daun-daun akhirnya gugur
berjatuhan di bakar terik
dalam kepanasan kehujanan
tetap siburung gagak bertengger mengintai mangsa yang semakin teruk.

Pasrah,
meski bermandi luka
berpegang getir di tali nan rapuh
dalam doa panjatkan secercah asa
selagi pelita tak padam dalam keputus-asaan
tegar meskipun lelah....

HR RoS
Jakarta, 3122106





#prosais
SENANDUNG DI LERENG LAWU
By Romy Sastra


Berdiri di sini
di bumi kelahiran
tumpah darahku
lereng Lawu selatan kuto Ngawi
Lawu menyimpan banyak cerita misteri.

Di padang ilalang gersang
menatap jauh ke samudera biru
langit cerah berkoloni awan putih
menengadah dalam kearibaan doa.

Oohh, ayah bunda
ananda di sini berdiri
menitip rindu.

Tujuh belas tahun di tinggal di desa
di lereng gunung Lawu ini
jarang sekali bermanja bersamamu
oohh,
ayah bundaku.
Ananda ingin dibelai
layaknya remaja yang lain tumbuh dewasa.

Dalam doa menitip cinta
berbahagialah engkau di sana
bersama bunda.

Ayah,
pulanglah raya nanti
kita bercerita lagi di sini
kala senja berdua
bercerita tentang negeri di atas awan
menatap sunset di balik pinus-pinus muda
bianglala tenggelam menyapa malam
di lereng Lawu bersenandung rindu
tentang indahnya dunia ini
dalam nasehat-nasehatmu ayah.

Tutur pitatah patitih menggugah jiwa
tak terasa ceritamu menitiskan air mata
ingin kudekap selimut malam bersama
yang terasa hanya bayangan
gelisahku membuncah
pada langit-langit rumah.

Ayah,
kembalilah ke desa ketika masa tiba
kita berlari di lereng ini kembali
ceritakan tentang kearifan jiwa
mengisi dunia kedewasaan diri
tirani yang berbenah dan berbudi
aku tegar berdiri, meski tanpa hari-harimu
hanya dari didikan itu
aku mengerti makna hidup
bersamamu ayah, tiada duanya.

Ananda menitip cinta dalam puisi
dengan secarik larik menyapa dalam seni.

Prosais bersama ananda,
Iqbal Al Javpad.

HR RoS
Dari Jakarta, 1122106





GETAR-GETAR BERMADAH
Karya Romy Sastra


rasa hiba berduka tiba-tiba
hayalan resah melambung tinggi
tak bisa kupusarakan
tinta sastra ini

rehat tak lena
jiwak gelisah membuncah
bibir bergetar meluah sesuatu
dalam bisu

bercerita sendiri
tentang testimoni memori
akankah
tinta obsesi ini
semakin jauh ketinggalan kereta
entahlah,
kucoba menulis kembali
mengejar mimpi-mimpi ilusi
ilusi nan selalu berbisik
terpanggil jiwa sastra diri
memadah bayangan sukma

kala malam berselimut kelam
malam ini
menitis air mata langit

di balik jendela sastra
membulir hujan kasih
berkoloni purnama

ada apakah gerangan malam ini
dalam hujan berembulan

aahhh, entahlah

HR RoS
Jkt, 1122016





#Satrise
MELUPAKAN SESAAT
Karya Romy Sastra


Lelah mengiringi kepatutan
beban tersulit tetap dijalankan.

"Oohh..., Tuan"
Tunduk menjalankan perintah
meski tubuh tersiksa pedih
terhina dicambuk dicaci maki.

Rehat melupakan resah sesaat
ketika bimbang dan ragu
di ambang keputus-asaan
sikap yang ditempuh adalah mengumpat
berdiam tak ingin melawan.

Dunia ini kejam,
tapi lebih kejam hardik Tuan
hahahahaa... nasib Monyet.

HR RoS
Jkt, 30112016





CINDAI NAN ELOK
By Romy Sastra


Burung Jelantik cantik bercicit riang
berenang di atas cawan dalam sangkar Tuan.

Cindai-cindai nan elok
selendang bersulam payet manis
jemari lentik
melenggok tarian sapin Melayu.

Kenduri
bertilam manik benang emas
pelaminan eksotis
di hiasi kembang idaman
beradu tatapan bersama Tuan.

Tudung songket
melingkari panggul-panggul penari
rentak panggung berputar melingkar
berjoget riang berdendang
seakan mabuk kepayang.

Dalam dekapan rindu
kenduri satu malam
bak bidadari memadu kasih
Dalam semusim purnama.

Cindai tarian kenduri budaya lama
storykan kejayaan tatapan sejiran
berjaya dalam seniman
sebuah peradaban yang dibanggakan.

Satu jiwa
satu hati
satu rasa.

Berpadu
dalam kearifan madah-madah cinta.

HR RoS
Jakarta, 30112016





PERGI UNTUK KEMBALI
Oleh Romy Sastra


semusim kau pergi
kembalilah
aku kan setia menanti
tunas-tunas tlah berputik
yang dinanti tak kunjung datang
pasrah sudah kini
jika kepergian tak ingin kembali
lena diri dalam lelah
biarlah

rasa diri,
sunyi bersama malam berkawan angan
diam di kesendirian kelam
menyeru rindu tak lagi bertamu
rembulan telah berlalu
hilang di balik awan

putri malam,
berlalulah sejauh mungkin
jika awan hitam tak mampu kau sibak
tak mungkin tatapan mengejar jejak malammu

bila semusim kau kan pergi
pergilah tuk kembali lagi
aku tetap menunggu di ruang rindu
selamat malam kesunyian
selamat pagi kehidupan
ceria bersama mentari nan cerah
bahagia memetik gita menempuh senja

HR RoS
Jkt, 30112016





#Prosais_Religi
MAHABBAH MAHA KEKASIH
Karya Romy Sastra


Berdiri dengan sendirinya, Qadim puji alal Qadim Tuhan maha pencipta, pengasih dan penyayang. Azali sifat dzat mentitah kalam ciptakan kekasih Muhammad.

Ketika kalam mencipta bersabda pada kosong, Nur Qun Hu Dzullah.
berdiri tirani Dzat bermegah pada sumber Lil alamin, wal awallu wal akhiru.
Cahaya Nurbuwat Muhammad, hikmah kejadian untuk para utusan.

Kemilau pada kosong terang benderang hadir bersamaan, terbuncah indah mendaki ke gunung thursina, asholatu daimullah tajalallah, mautu qoblal antal mautu.

Muhammad menitiskan nuktah, tercipta empat sahabat setia Jibril Mikail Israil Israfil. Alamat berdirinya anasir penguasa bumi angin air api, cikal bakal anazir Adam tercipta sebagai insan kamil.

Diri,
hikmah mahabbah maha kekasih,
tertuang dalam ruang goa garbah bunda, terkisah dalam buah cinta asmaradana. Berkoloni jadi embrio karya maha Rabbani Illahi
bersatu Dzat sifat asma af'al.

Sijabang berselimut di dinding rahim nan lembut melebihi sehalus seribu sutera, meminum tetesan telaga hayat dalam pujian Ya Hu, hidup memuji berdenyut di segala nadi.

Tuhan bermegah pada ciptaan menyentuh di segala ruh memuji keagungan sendiri, bersabda: Akulah Tuhanmu, ya hambaKu.
Kuciptakan engkau, Aku ingin dikenal, maka kenalilah Aku.

HR RoS
Jkt, 29112016





#soniku_sonian_sonet_haiku 4433
EMBUN RINDU


bunga ungu mekar
segar merindu
basah sudah
kukecup

kelopak asmara
menyentuh sukma
terkesima
nikmatnya

pagi gerimis
daun-daun gembira
alhamdulillah

siklus berganti
musim hujan berlalu
bersemi indah

HR RoS
Jakarta, 29112016





SALAM SENJA DARI JAKARTA
By Romy Sastra


merengkuh senja
dalam rindu-rindu yang sendu
tentang kisah yang dulu telah beku

awan hitam berlalu pergi
menutup dada langit
koloni hitam pecah jadi putih
menitip pesan pada hujan
rinduku masih seperti yang dulu

sisa-sisa air mata langit
menyisakan embun di dedaunan
melukis jingga
di kedamaian suasana senja hari

senja kian temaram
membawa rasa
bersatu memandu iman
bersenandung bersama putri malam

ku-intip,

kusapa

cinta

kasih

sayang

rindu

salam senja dari Jakarta
tuk sahabat semua...

dalam bingkai
salam satu hati, satu jiwa
di mana saja berada
kupuisikan rinduku untukmu di sana....

HR RoS
Jkt, 29112016





SETIA BERSEMBUNYI
By Romy Sastra


Deru debu bergemuruh
luruh dihempas bayu
butir-butir pasir berbisik
gemercik di langkah sang musyafir
jejak-jejak itu
bias disapu ambai-ambai pantai
tak meninggalkan benci

Camar,
kenapa dikau
bersembunyi di balik nyiur
beribu tanya memamah rasa
kapankah,
pesta pantai kan berakhir indah
tak menggerus kearifan biota alam
biarkan permai menari sepanjang zaman.

Teduhan nyiur di pantai
sepasang camar membelai kasih
menoktah cinta memandu ikrar setia
sepanjang hidupnya.

Setia riak dan gelombang
sama-sama berbuai menggulung kasih sayang
hingga menyisih ke tepi bibir pantai berbuih
dinanti nyanyian serunai pasir putih
desiran angin saksi kisahkan sunyi
berkoloni setia meski ia tak bermakna.

Berkaca pada Romeo dan Juliet
mati bersama dalam samudera cinta
setianya menjadi simpul
jalinan asmara kawula muda
dalam kicauan riak kasta
pesta dunia nan bermegah....

HR RoS
Jkt, 2811206





BUNGA NAN LAYU
Karya Romy Sastra


Di musim hujan tanah kerontang
daun-daun kering berguguran
berharap kelopak mekar berputik tak jadi
bunga impian jatuh bertaburan

Dahan tegar tak sempat menitip pesan
pada ranting berbuah sayang
genggaman gagal di tengah jalan
layu sebelum berkembang
yang tersisa lembaran usang
masih tergenggam kini

Cita-cita padam bersama angan
kucoba berdamai dengan resah
di dermaga lamunan diri
memahami lika-liku jalan azali
sedari dulu sampai akhir hayat nanti
meski lelah berpayah pada gita
layulah bunga tak tersesali
rela hati menyulam sepi
bias ke dalam mimpi

HR RoS
Jkt, 25/11/2016





ANGANKU BIAS
By Romy Sastra


Menyulam perca jadikan selimut cinta
renda-renda berpayet asmara
kembang tirai menjuntai jatuh ke lantai
angan ingin bias di telan hujan angin
langit bayangan kian teruk
menambah kelamnya harapan.

Pada masa huru hara angin
nan tak bersahabat,
remuk redam untaian kasih menikam malu
bukan tak kokoh berdiri di tebing cabaran,
dari pada gamang,
lebih baik berbalik arah
menatap kehidupan yang pasti
menata realita ke ujung nyawa.

Oohh,
pada ejaan tersurat di lembaran memori,
tak menjadi serat asmaradana kasih
langit berkabut,
bulan malu,
bintang pun enggan,
kerlipkan manik manikam malam.

Oh awan yang berarak,
sampaikan rasa rindu nan bisu pada hujan,
menyirami noktah kasih yang tersisih
noktah hati tak kesampaian
meski tali layang-layang masih kupegang
rindu-rindu masih menari sendu.

Senandung kisah mengalun merdu
dengan gesekkan biola tua,
senja kian menepi ke bibir malam
nyanyian camar iringi gemuruh
riak gelombang menghadang.

Berdiri menatap sunyi
di bibir pantai hayalan,
terlelap menikmati megahnya ciptaan.
Sadar akan takdir kekinian telah di tangan
kusulam saja tirai kenyataan,
meski benang-benangnya tak berwarna
tak berenda megah....

HR RoS
Jkt, 27112016





#Puisi_Prosais
AKU TAK SEHINA YANG KAU DUGA
Karya Romy Sastra


Ku-akui
kau sangat berarti
yang kutimang-timang dalam hayalan
berbuah sayang
kusadari,
diriku tak pantas kau cintai.

Meski terperap dalam harap
ingin damai bersama kekasih.

Duh, cinta.
Tak seindah yang kubayangkan
cabaranku terkikis oleh keraguanmu
aku sang kelana tinta
sadar,
hanya bermajas-majas duka.

Tintaku adalah sang musyafir syair jiwa
berkongsi ke alam maya sebagai seniman yang ketinggalan kereta.

Goresanku bukan tebar pesona kepada bunga-bunga nan indah
Ia melukis kongsi
dalam bingkai satu dunia satu jiwa
berkoloni dalam ukhuwah manusiawi
membuat peradaban sejarah tinta
dalam hidupku,
meski tak berkesan dan bias di telan mimpi.

Berharap,
setia hati memahami seni
tak melukis kontradiksi
pahamilah sebuah luah sastraku
dalam kearifan budi yang bersahaja.

Presepsi hati,
jiwaku bermartabat walau selalu tersekat
oleh dungunya penjabaran
tak sempurna memahami makraj
aku tak sehina yang kau duga
hidupku bermaruah
genggamanku erat melekat
meski genggamanku,
bak batu karang yang selalu dihadang amuk gelombang
ia juga bisa lebur oleh deburan.

Kasih,
aku memang tak sempurna
memanah noktah cinta pada kesetian janji
berkaca diri dengan rasa
aku bukanlah pemimpi banyak hati.

Aku kan selalu tegar berdiri,
dalam batas-batas jejak langkah
yang akan menggelincirkan realita
tak ingin tergerus oleh badai
tak hancur digulung ombak
selagi langkah kakiku dipahami
seni rasa tintaku dimengerti
setiaku tetap pada maruah janji
walau takdir itu ditelan mimpi.

Meski kupasrah dijajah
tapi aku tak rela kesetiaanku di hina
biarlah sedih.

Hari-hari kosongku bersenandung sastra
untuk mengisi lembaran putih
jadikan memori
meluah obsesi yang telah jauh pergi meninggalkanku.

Kini,
kucoba merajut sepi larut ke dalam mimpi

berkelana dengan rasa

berkawan dengan tinta

hidup dengan realita

berkasih dengan satu hati

bercinta sampai mati
berdua saja dengannya
biaslah impian tak pasti
yang hanya mainan mimpi....

HR RoS
Jakarta, 26-11-2015,





ASEAN IMPOTEN
Oleh Romy Sastra


Forum persatuan perdamaian Asean
tentang rasa kemanusiaan
tuk Rohingya impoten
label organisasi bagai seremonial saja
jika bencong dan banci
masih berjuang tuk hidup bernyanyi
tentang budaya cantik dan eksotic dalam lagu
Asean pengecut tak berkuku, uuhh malu.

Alasan klasik dibuat dalam konfrensi
tak intervensi internal sebuah negeri
seperti tergigit lidah
di mana tanggung jawab sosial dan kemanusian itu,
kau beri label serumpun
dalam wadah kebersamaan solusi bertetangga
demi kemaslahatan umat
berbagai agama dalam suatu bangsa
kau seakan tak berdaya
hak azasi manusia
dikebiri oleh penguasa Iblis.

Pemerintah Myanmar
sahabat Asean tak berbudi
ironis,
diplomasi negara yang bersahaja loyo
nyaris tak ada solusi jitu
seperti gigi ompong tak bertaring
malu-malu kucing penakut
hanya mampu mengintip tikus di lobang semut

Aku tak percaya Asean kini
nyatanya, genosida suatu kaum dibiarkan begitu saja.

Asean tak bertaring impoten sudah
seperti bencong alias banci kaleng
di tengah keramaian kota.

Save Rohingya.

HR RoS
Jakarta, 28112016





#Anekdot
PETANI DAN BURUNG PIPIT
By Romy Sastra


"Pada suatu pagi...
para petani desa, bersenda gurau di kedai kopi.

Selepas sarapan pagi itu, terjadilah dialog aktivitas sehari-hari di antara mereka
tentang kehidupan aspek kampung yang serba pahit dan sulit.

Salah seorang petani mengajak kawannya untuk bangkit dari tempat duduk di kedai itu.

"Ia berseru..."
kita ke sawah yuk?
sahut pak tani, ke kawannya yang di sebelahnya.

"Kawannya itu menjawab...
malas ah, sahutnya.

"Kenapa emangnya...?"
pak tani itu balik bertanya.

Kawannya tadi memberikan alasan yang sangat di plomatis.

"Oohh... pak tani, kalau kita jadi petani.
Sudah pupuk mahal
obat padi harganya selangit,
mirisnya lagi, sering gagal panen.

Ketika panen juga nantinya,
harga padi dan beras di beli murah sama pengusaha tengkulak.
Parahnya lagi, beras juga di impor dari luar negeri menyaingi harga pasaran dari petani.
Kalau tidak di jual padi dan beras itu, nanti tak bisa menutup hutang biaya usaha pertanian. "Uuhh, deliknya sikawan itu.

Pak petani itu balas menjawab;
ya?"
kau banyak teori nampaknya kawan
alasanmu saja kau tak mau berusaha
dasar rakyat pemalas kau ini.
Coba kamu pikir, kalau tak ke sawah kita-kita ini"
tak lagi bertani, mau makan apa kau dan keluargamu nanti?

Kawan itu bergumam lirih,
"Uuhh... dasar kau tak paham program pemerintah selama ini pak tani,
yaa, pak tani.

"Tahu gak kau pak tani...?
Program pak Menteri sekarang ini impor beras dari Thailand.
Beras di beli murah di jual mahal. Beras dalam negeri harganya di politisi. Deliknya, persiapan beras dalam negeri tak mencukupi.
Padahal negeri ini surplus lumbung hasil tani....

***

Sang tengkulak pecundang berkilah dari sudut kedai itu. "Uuhhh..."
debat tingkat rakyat sok pintar.

Hehem,
termasuk si penulis anekdot ini. Alamak, gue juga termakan tulisan sendiri.

Coba pikir baik-baik kata si tengkulak.
Kalau kau tak ke sawah...?!"
paceklik kemiskinan akan semakin pahit, kehidupan ini kian menjerit
pemerintah akan semakin terjepit.

"Ah... kata si petani,
dasar kau tengkulak.
Kau tahu cari untung saja sebagai pedagang. Sebenarnya, kaulah biang kerok semua masalah harga selama ini.

"Uhh, enak saja kau berkata jawab tengkulak.
Aku hanya pembeli dan penjual saja, hanya jembatan antara kau dan pemerintah,
wajarlah aku dapat keuntungan.

Pagi itu sudah beranjak pergi,
tak terasa matahari sudah mulai meninggi.
Debat para petani itu tak kunjung jua selesai.

Pipit, siburung sawah mengintip debat petani di kedai kopi,
dari ranting pohon di kebun yang tak berapa jauh dari kedai itu.
Siburung pipit mencicit lirih, miris, seakan berbisik dalam cicitnya. Berharap sedih mendukung petani,
ke sawahlah pak tani...! harapnya.

Aku si-Pipit ini, sama halnya dengan simungil kalian di rumah yang lagi doyan makan.
Jangan kau hiraukan birokrasi di atas.
Optimislah ke sawah!
tataplah selalu mentari pagi itu
di sanalah kehidupan.

Aku sipipit sawah
sipencuri biji padi yang menguning, menumpang hidup dengan petani. Ia adalah kearifan Tuhan yang disediakan untuk kehidupan, saling menjaga dan melengkapi. Hehem, rayunya si-Pipit kecil.

Aku sama halnya dengan siburung Hantu yang di sana"
dan siburung Hantu itu jauh lebih berbahaya lagi, satu lumbung negara dimangsanya.
parahnya lagi,
bahkan lumbung pun dijualnya....

HR RoS
Jakarta,29-11-2015, 08,05





LENTERA DUNIA
By Romy Sastra


Sabda guru memandu
ejanya menitip aksara pada tunas bangsa
jalan terjal berliku jejaki ruang kosong
bocah bermimpi berlari mencari cahaya
jamur bermenung di tunggul tua
tanpa pupuk ketrampilan hidup
ditingkah kebodohan zaman
lentera dunia hadir menerangi gelap
pahlawan tanpa tanda jasa

Terima kasih guru
pendidikan kau ajarkan
dari taraf eja menjadi sarjana
soko guru perisai kemajuan
di kepalamu lentera dunia menyala
cahaya ilmu nan tak kunjung padam

Ki Hajar Dewantara,
semboyanmu:
tut wuri handayani
ing madya mangun karsa
ing ngarsa sungtulada
( di belakang memberi dorongan,
di tengah mencipta peluang berprakasa,
di depan memberi teladan )

Guru,
dikau kukenang selalu
dari kecilku sampai tutup usia nanti
walau jasadmu berkalang tanah
torehan jasamu kemilau abadi
meski dunia kembali gelap
cahaya ilmu janganlah berakhir

HR RoS
Jkt, 25/11/2016
#mengenanghariguru





TOPENG-TOPENG DEWA
Karya Romy Sastra


Intrik birahi kapitalis
mencengkram dunia
politikus dungu bermain catur
semua merasa jadi raja
pengamat ilmuan pun
seremonial teori saja

Sang penguasa
jadi penonton sayembara
selir-selir punya tahta pengusaha gerilya
asal raja senang, kenyang dapat jatah
kacung-kacung bebas berpesta pora
raja seakan bertopeng dewa
pentas politik semua berkoar benar
padahal hipokrit memalukan

Sang pecundang tak punya tempat
seperti obor pahlawan kesiangan
padahal ia intrik-intrik politik gerilya
berbahaya untuk sebuah bangsa

Barak-barak partai
menyusun konspirasi tingkat tinggi
bak sikecil belajar main petak umpet
mencari titik noda berbuat makar

Nyanyian gita cinta tanah air itu
hanya seni paduan suara saja
seperti pertunjukan opera
pepesan kosong belaka

Bung!!!!
di mana realita janjimu?"
katanya,
amanah itu
di pundak manusia setengah dewa
akan mensejahterahkan rakyatnya

Anak negeri ini lapar bung
hasil tani dan kebun tiada harga lagi
negeri ini kaya
kenapa kolonialis yang berjaya
katanya putera bangsa ini pintar
tapi kenapa bisa di bodohin juga

Uuuhhhh,
emang dasarnya bodoh.

Coba pelajari sejarah
jangan sekali-kali lupa jasmerah itu
sang tokoh silam berjuang untuk bangsanya

Kini,
tuan-tuan telah berjaya
berjuang untuk rumah tanggamu saja
itupun jalan yang salah
kau korupsi di mana-mana

Para tokoh pahlawan kemerdekaan
sedih hiba, berduka di haribaan-Nya
di nisan tua itu....

HR RoS
Jakarta, 25/11/2016





SENJA YANG RANUM
Karya Romy Sastra


kala petang berselimut jingga
kupetik setangkai bunga
aroma semerbak
melekat di hidung tak mancung

tirai-tirai pelangi
menyibak kelopak senja
bunga berputik rindu
jauh bersemayam di lubuk hatiku

kutatap warna kasih lewat pelangi
yang melingkari samudera biru
merona syahdu di senja nan ranum

pada penghujung hari memandu malam
aku menyapa dunia
dari sang penulis senja
salam ukhuwah dalam rasa
bersatu di dunia maya
dimanapun sahabat itu berada

kutitip salam sastra
kepada sahabat setia
wahai para pujangga tinta
lewat beranda senja yang ranum
satu rasa satu hati
dalam sastra tinta berkoloni

ketika usia sudah sampai di ujung jalan
alamat badan berkalang tanah
nama tertoreh di dinding nisan
bila karya bernilai sejarah
nama kan terlukis di alam dunia
berbahagialah menyulam cerita senja
walau lelah menyusun larik-larik aksara jiwa

Salam senja dari Jakarta

HR RoS
25-11-2015, 17,25





#soniku_4433
SUJUD ADAM
Oleh Romy Sastra


berbentuk Muhammad
Adam bersujud
sholat itu
rupanya

ya hu zikir hati
fana bil fana
daimullah
sendiri

butiran diri
kemilau dalam jiwa
bak bintang kerlip

makrifat ilmu
jalan keselamatan
menuju surga

Sonigraph: HR RoS
Jkt, 24/11/2016





YANG
Oleh Romy Sastra


Yang,
kenapa hujan ini,
rintiknya tak kunjung reda
kupu-kupu enggan terbang
burung-burung tak bersiul
hujan semakin panjang

Yang,
hangatkan jiwa kita dekapan sayang
jangan tingkah berbuah lara
menyulam benang kusut semakin teruk
berpayung kita berdua
berlain rasa
serumah berjauhan hati

Yang,
tataplah wajah rindu kita
biar kudekap dikau
ke dada cinta

Tinta langit menggores pilu
basahi luka kian berdarah
semestinya hujan membasuh luka
jalan rindu tak lagi bisa dilalui

Yang,
senja telah berlalu hujan tak jua reda
lembayung rindu kemilauan kalbu
berdampingan kita berdua tak lagi mesra

Mentari pagi bersinar kembali
iklim senja telah berlalu
jangan gundah memamah rasa
menikam bahagia kita

Kutanya dikau di bawah payung hitam ini
masih hangatkan dekapan kita
pada goresan tinta memadah tanya
akankah kita hidup berdua selamanya
dalam suka maupun duka?

Yang,
meonglah!
jangan dikau diam saja....

HR RoS
Jkt, 24112016




DERMAGA MAHA CINTA
Karya Romy Sastra


Rebah sujud lebur totalis
jubah sufisme pasrah syauq
bertongkat alif, taqwa meraih ridha
fakir lapar mencicipi saum zikir
dahaga menyauk tirta cinta
mabuk bercumbu rindu
asyik fana tak tergoda

Menyingkap tirai-tirai hati
membelah maha sagara jiwa
pendayung rasa menyilami titik pesona
aqli dan naqli mentarikh pada rona
melaju seperti riak dihempas debur

Menatap kerlip petala membuncah
teraba tak tersentuh
menyuguhkan segala warna
menyingkirkan swakwasangka
memilih yang bukan cahaya

Sang jiwa menyapa maha jiwa
bermegah,
bersatulah Ia
manunggal ana anta, anta ana
Aku engkau, engkau Aku
bersatu padu
Dialah segala sesuatu itu

HR RoS
Jkt,13122016





KUNCUP MENGATUP
MEKAR KEMBALI
Karya Romy Sastra

Kembang kasih semusim berbunga
iklim tak bersahabat bibit tumbuh sedih
Berharap siklus berganti suburkan kembali.

Tangkai layu berputik gugur
daun-daun jatuh ke tanah
sakwasangka pada bayu
tertuduh tak menentu.

Padahal tiada hujan apalagi terik
embun membias dahaga tiba
teruk hati membuncah gundah
membakar malayahati kasih.

Pigura-pigura tak berkaca
kertas madah lusuh pudar warnanya
apalah daya jemari sang kanvas
karya tercipta tebar pesona
tak dihargai hanya tontonan saja.

Bercumbu rama-rama aroma semerbak
hinggap disambut kelopak malang
kumbang-kumbang berdendang
mengisap madu lalu terbang.

Aahh, bunga sedih layu tak mekar
kuncup-kuncup mengatup harap berbuah
ditingkah kebohongan janji manis
sang lebah.

Rela kembang tak mekar lagi
daripada jadi opera semusim
terputus tirani cantik di taman kekasih
lembaran berganti pada bibit alami
tumbuh liar
siap hidup hadapi cabaran
meski tak lagi dikecup mesra
terlena belaian mematikan.

HR RoS
Jkt, 12122016





TERTANYA RINDU DALAM HIBA
Karya Romy Sastra


Sastra cinta di pelaminan mimpi
desah hasrat melukis pelangi
mimpi-mimpi titipkan cerita buaian imaji
tentang kisah sepucuk surat tak sampai
pada kekasih hati.

Aahh, titik peluh basahi diksi
laju perjalanan kereta senja
anjlok di perbatasan kota
berlari mengejar kupu-kupu rindu
terkejar, ia menari pergi
tinggalkan kenangan pada suatu janji.

Dalam perjalanan hidup
cahaya harapan tak menerangi jalanku.
Gelisah,
seakan berpegang tongkat rapuh.

Sudah lama kaki berjalan
tertatih menyulam kasih raih seribu mimpi.

Debu-debu jalanan berkabut
Melintasi arah muara tinta
memadah talenta sastra
tertanya diri pada dinding bisu
kapankah jendela bahagia terbuka
menghiba pada tanya,
kuas-kuas kanvas merupa pigura tak berwajah.

Melukis tanya di dalam rasa
dikala sedih menimpa tubuh
ramuan rindu,
kenapa bisu?" Ya, dikau bisu.
Tak menyapa sama sekali
Semestinya," berceritalah.

Uuuuhhh...

Camar bermuram durja di pantai sunyi
seruling rindu di pelayaran kisah kasih
labuhkan cerita pada samudera maya
membangunkan lelah
dikeheningan sukma lara.

Duhai, awan yang berarak senja
bawalah daku ke samudera terjauh
biar kuhidup dalam masa senja ini yang tak lagi menoktah rindu.

Aku kini,
mencoba membiasakan hidup
tak lagi bernyanyi di pantai semu dengan camar-camar itu
biasakan sepi menyulam hari
tanpa kicauan camar itu lagi.

Tinta cinta melukis senja pudar warnanya
jika kembang rindu kan layu
layulah....

HR RoS
Jakarta-11122016




SERULING PECAH TAK BERNADA
Karya Romy Sastra

seruling rindu bertanya pada angin
ke mana sepoi berlalu
titipkan pesan di hati nyonya
lentikkan jemari lambaikan tangan
adakah nyanyian rindu pada janji
yang dulu di koar-koarkan
untuk gita sebuah rasa

seruling bambu bertanya pada merdu
hembusan napas gembala senja
titipkan rasa pada semut merah
beriring jalan menyapa mesra
kenapa tahta tuan tak berjaya
satu juta semut meruntuhkan singgasana

seruling malam bertanya pada lagu
kidung mendayu lenakan kalbu
nyanyian malam kian sedih
pungguk merindu bulan berlalu
mengurai cerita kasih yang tak sampai

puisiku untuk si nyonya itu
pesankan pada arjuna nan bertahta
di singgasana mewah di tengah kota
kebahagian masa depan negeriku
semakin diterkam elang-elang serakah
kaki tangan berlenggok tak bertelinga
terpedaya sudah pada benalu tak kenal malu

langit kian rendah
kaki tuan menginjak wibawa sendiri
siang berganti malam
terik padam malam temaram
ibu memanggil pulang
kembang setaman mewangi
berbaktilah,
kenapa torehan jasa dibiarkan ternoda
ketika sejarah dikenang tak berguna

HR RoS
Jkt,15122016





AURORA CINTA MEMUDAR
Karya Romy Sastra


Aurora cinta nan dulu indah
bermegah berkilau di kelopak senja
atmosfir redup tergerus pada iklim
kabus mendung tatapan bingung
cahaya jingga memudar
di rotasi peredaran galaxi langit
menghujani bulir di balik selimut awan

Lilin-lilin kecil ini perlahan padam
pelitanya tak menerangi selimut malam
dikala rindu menepi ke bibir tinta
tak lagi bercerita tentang cinta

Pada suatu hati kecewa
gerhana sudah
tertutup aurora rindu menikam kalbu
kerlip nebula berkabut
mimpi-mimpi usai
tinggalkan kenangan pahit
pada jalinan sumpah benang emas
simpul mengikat atas nama Tuhan
tak lagi bisa dipertahankan

Akankah kisah terkutuk
oleh kicauan merpati mengingkari janji
sayap-sayap asa patah sudah

'Uuhhh, entahlah
termisteri dalam takdir

Pada suatu angan jauh di awan
pernah mencintai sepenuh hati tak memiliki
kisah seperti riak laut pasang surut
irama sagara mendebur pantai
pelayaran Dewa Ruci mengikrar janji
arungi samudera biru
rela hidup dan mati diayun gelombang
karam sudah
bersekoci fatamorgana cinta
bersauh laju di riak nan pasrah

Bertanya diri ke dalam doa
hiduplah seperti batu karang,
kokoh silih berganti dihempas keangkuhan
teguh tak runtuh dengan cabaran

Nyatanya ia juga bisa rapuh
dihempas hujan airmata langit
kepingan batu karang hancur tergerus terkoyak tersusun ke bibir pantai
tenggelam ke samudera terdalam
jadi butiran pasir ditikam gelombang

Dan takkan mungkin bangkit lagi
biarlah semua itu terjadi
terukir pasrah
mengikuti takdir antara kita

HR RoS
Jkt,14122016




Mukyasafah
Di Ujung Perjalanan Itu
Karya Romy Sastra


Yaa... Huu....
satu tarikan rindu
bertamu ke istana cinta
napas bergulung dalam tanjakkan iman
nadi menari seirama gesekkan puji
istana cinta bersemayam dalam diri.

Seketika,
pendakian telah berada di puncak Thursina
berdiri dengan tongkat alif,
memandang teguh tauhid Illahi
pupuh serat kalbu
makrifat itu

Jiwa bergulung seperti embun pagi
misykat bashir menatap suci
irama sami' mengalun nyaring
bak lonceng berbunyi
langit pat kulipat
hening menuju ruang sukma

tak mau tergoda
penjarakan saja nafsu-nafsu
tetap ia memberontak
menggoda perjalanan malam itu
seakan berjubah wibawa arjuna dan srikandi
tak ingin tertipu seribu warna menari.

Bakar saja jubah wibawa goda
ia adalah nafsu
bakar dengan bara tauhid
sirnalah ia di malam itu.

Iman memandu ke sagara biru tenggelam ke dalam kacahaya rasa,
tarikh napasku leburkan diri
ke kasta-kasta mikraj nurrun al nurrin.

Berpijak di suatu makam, tak terpijak
berlalu ke makam berikutnya
semakin terpana
fanaku asyik, syauk menyapa cinta.

Ketika kyasaf tirai terbuka
membentang terang,
kelambunya berkilauan manik bermutu
manik nan megah berpayet indah tak berwarna.

Menyapa kekasih dalam tirai cinta
salamun qaulam mirrabbirrahim
bersatunya sang pencinta
kepada maha cinta.

Memadu perjalanan satu malam
mabuk dalam kenduri sufi
beristana mihrab-mihrab cinta
di alam ahadiyat-Nya
bersemayamnya kacahaya rasa
Ia adalah rasulku
kenalilah jalan Tuhan supaya tak tersesat jalan.

HR RoS
Jakarta, 09-12-2015, 09,20




Two in One
By Romy Sastra


Walau ia terpisah 620 tahun lamanya
tapi ia tetap berkoloni
dalam satu tongkat tauhid... lailahaillah....

Ia adalah Ruhul Qudus,
Isa alayhisalam
dan
Nurullah,
Muhammad salallahu 'alayhiwasalam.

Rindu kami ya rasululllah... Isa alayhisalam, wa Muhammad salallahu 'alayhiwasalam.

Selamat hari kelahiranmu ya rasul.

HR RoS
Jakarta





#cerpen
Tema: PETUALANGAN
Judul: MERANTAU
Penulis: 1. Romy Sastra 2. Siti Rahmaniyah


Bak pepatah Minang, Karatau madang di hulu, berbuah berbunga belum. Merantaulah bujang dahulu, di kampung berguna belum.

Pepatah itu di ranah Minang, seperti magic memacu semangat muda-mudi untuk tinggalkan kampung halaman, demi menatap masa depan dan harapan-harapan.

Sebut saja namanya Rendra. Rendra remaja tanggung, berasal dari daerah Sumatera Barat.

"Mak..., selepas Lebaran nanti, saya hendak merantau ke tanah Jawa mencari pengalaman," ujarnya pada sang Ibu.

"Oya? Lalu, bagaimana dengan sekolahmu Rendra?" tanya Mak sembari mengernyitkan dahinya yang sudah berkerut.

"Mak..., aku tahu sekolah itu penting. Tapi aku kasihan sama Mak, sangat payah membiayai sekolahku," rengek Rendra lagi.

"Tidak Rendra, kau harus sekolah, Mak masih mampu menyekolahkanmu, meski Mak mengambil upah dari sawah orang, setelah ayahmu tiada, Nak...," kenangnya setengah menangis.

Air mata Rendra menitik mendengar kata-kata Maknya, sebab beban orangtuanya terlalu berat dan pahit. Namun, demi si buah hati seorang Ibu, untuk menyekolahkan anaknya seperti anak-anak lain di kampung halaman. Buat seorang Ibu, apa saja ia lakukan demi pendidikan dan masa depan anaknya. Jujur saja, di masa itu kehidupan orangtua Rendra sulit, di bawah garis kemiskinan.

***

Pagi itu, ketika Rendra pamit pada orangtuanya untuk merantau, tinggalkan seribu kenangan di kampung halaman, mencari kehidupan baru di perantauan. "Mak..., sekiranya nanti Rendra berjodoh di rantau, relakan Rendra ya, Mak?"

Maknya hanya terdiam. Tak terasa bulir-bulir bening bergulir di pipi Maknya, tanpa ada sepatah kata pun dari bibirnya. Hanyalah peluk perpisahan di antara mereka. Hening. Hari berlalu, bulan dan tahun berganti. Rendra makin tumbuh dewasa. Satu dekade berjalan, Rendra selalu kirimkan kabar setiap tahun pada Maknya, kalau ia tak sempat pulang kampung pada saat Lebaran.

***

Perkenalan Rendra dengan seorang gadis cantik berdarah Jawa-Yogyakarta, terjadi di kota Metropolitan.

"Hai! Kenalan dong, siapa namamu, Dik?" sapa Rendra.

"Hai juga, Abang, namaku Sarah," jawab gadis tersebut. "Siapa nama Abang ya?" lanjutnya.

"Aku Rendra, Dik!" ‘Nama yang tampan, setampan orangnya. Hmmm...,’ Sarah bergumam sambil senyum-senyum sendiri.

Sarah, adalah seorang gadis berpendidikan dan anak orang berada. Rendra, berkenalan di depan kampus---ia sedang menempuh pendidikan sarjana. Seiring waktu berlalu, Rendra menjalin cinta dengan Sarah, Rendra sangat mencintai Sarah—dan juga sebaliknya. Rendra berkeinginan, Sarah yang dicintainya itu jadi pendamping hidupnya kelak jika berjodoh.

***

Suatu hari Rendra mengutarakan niatnya memperistri Sarah. Dan karena Rendra serius, ia ingin bertemu dengan kedua orangtua Sarah. Ternyata gayung pun bersambut. Usai pendidikannya Sarah sudah siap dipinang oleh Rendra. Hati Sarah berbunga-bunga tentang bahagia yang tak terucapkan. Tibalah hari yang sakral, ketika dua hati dipertemukan lalu cinta bertaut. Rendra sudah mendatangkan orangtuanya untuk melamar Sarah menjadi seorang istri. Ijab kabul dan resepsi pernikahan mereka diadakan di salah satu gedung resepsi di Jakarta. Semua berjalan lancar seperti yang mereka dan keluarga kedua belah pihak harapkan. Rendra pun sudah mendapatkan pekerjaan tetap. Rendra mengizinkan Sarah jika ingin bekerja. Namun Sarah memilih untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak mereka yang akan lahir kelak. Ya, kini umur pernikahan mereka sudah berjalan tujuh bulan. Beberapa bulan lagi akan lahir anak pertama mereka.

***

Tangis seorang bayi pecah ketika azan subuh berkumandang, pagi ini. Bayi laki-laki mungil dan tampan menjadi pelengkap bahagia mereka.

"Aku namai anak kita Putra Reza Pratama, Sayang," ujar Rendra selesai mengazani bayi mereka.

"Terserah Abang saja, nama yang bagus dan gagah!" kata Sarah berseri-seri meski lelahnya perjuangan melahirkan beberapa jam yang lalu masih terlihat di rona wajah cantiknya.

"Sayang..., aku ingin memintamu seorang anak lagi nanti," pinta Rendra seraya mengerling nakal ke arah istri yang sangat ia cintai.

"Ihhh..., kalau Abang minta sekarang, aku kasih boneka barbie kesayanganku ya!" Sarah menimpali candaan suaminya dengan manja.

Dan, gelak tawa mereka tak terelakkan lagi. Sampai-sampai beberapa perawat jaga merasa iri melihat kemesraan pasangan tersebut.
Sementara Rendra menerima ucapan selamat yang bertubi-tubi dari sanak saudara via telepon genggamnya---Sarah memperhatikan suaminya dengan seksama. Semakin ia menyayangi dan bangga akan suaminya itu.
Perantau, pekerja keras, penyayang, dan sangat menghormati orangtuanya dan orangtua Sarah juga tentunya.

Bahagia itu sederhana. Mencintai, memiliki, dan menjaga cinta tetap tumbuh subur di hati masing-masing, merupakan pengorbanan yang tak ternilai harganya.

***TAMAT***

Jakarta, 12.12.2016
* Karatau: area persawahan/perkebunan
* Madang: sebuah pohon di Minang.





SELAMAT TINGGAL MEMORI
By Romy Sastra


tiga ratus enam puluh lima hari terlewati
suka duka hidangan diri tersenyum pahit
ditelan dinikmati
ya, cerita tahun ini kan berakhir

merajut tahun depan
dengan suasana yang berbeda
meski ia masih misteri

dasawarsa cinta dan hidup menari
pahit manis dirasakan
cabaran demi cabaran tetap dihadapi
kisah kasih mendewasakan diri kita
jadikan makna sebuah kehidupan

mimpi-mimpi indah telah usai
jauh berlalu pergi
terima sajalah walau ia tak kembali lagi
meski sisa-sisa cinta masih ada
pelihara story sepanjang hidup bersahaja
biarkan memori menari bisu
tak kibarkan lagi kesetiaan hati

bingkai saja bayangan semu kita
menari bersama hayal
kisah tak lagi bersemi sudah jadi biasa
ah, tak mengapa
doaku,
berbahagialah bersama realitimu
semoga dikau ceria selalu

pada suatu ketika
purnama kan bersinar kembali
kutunggu kehadiran nyanyian rindu
membangunkan nyenyak tidurku
memetik bintang di balik layar malam
dikala purnama terkembang menemani galaxi
kicauan malam janganlah diam
berdendanglah mengisi sepi
meski kita tak bersama lagi

HR RoS
Jkt, 23-12-16





RINDU KAMI YA RASUL
Karya Romy Sastra


Purnama bersama bintang
mengitari galaxi biru
malam ini kututup mata rapat-apat
syahwat diri kubungkam.

Getarkan alunan shalawat nabi
peluh mencucur di tubuh
kemilau manik kerlip di langit tinggi
indah bak kenduri seribu satu malam
bertempat di arsy jiwa ini.

Hatiku lebur mengejar purnama
Purnama itu pun menatap sukma
sukmaku terpukau
menyaksikan kemilau sang kekasih
hadir di sagara cahaya berjubah hijau
pesona kewibawaan sang utusan.

Jiwa-jiwa nan tenang merindu
mengenang lahirnya figur sang bintang
berjuta gemintang
satu bintang menyinari malam hingga ke siang
dari azali hingga akhir zaman
titah petunjuknya penerang jalan
syafa'at yang dirindukan.

Bibit jagad mayapada lahir ke dunia
utusan penyempurna akhlak manusia
rahmatan lil alamin.

Rindu kami ya rasul,
di malam maulid sang pendosa bertamu
berharap syafa'atmu
kubuka rahasia cinta
bershalawat dengan sunah
di majelismu ya rasulullah.

Rasul itu,
hadir bersemayam dalam rasa
diutus oleh rasa yang sejati
sang maha raja Ar-Rabbani.

Musthafa,
dikau pembaharu akidah
dari zaman jahiliyah
hingga dunia berpurnama agama.

Bermula dari azali sifatnya Illahi
berkiprah sampai ke ujung dunia
hingga akhirat nanti.

Ya rasul, rindu kami akan syafa'at itu
titipkan selendang cinta kasih sayangmu
di neraca amal pelebur dosa
di Padang Masyar nan dahaga
ijinkan kami bersimpuh memanggil namamu
bershalawat,
Allahumma sholli 'alaa Muhammad,
wa'alaa aali Muhammad....

HR RoS
Jakarta, 23,12,16





PROSAIS MAMIRI SENJA
BY Romy Sastra


"Dinda, lama sudah pesanku terkirim, tak ada jawaban darimu. Dinginnya embun pagi, telah kembali pada sepoinya mamiri senja, secercah bintang di langit titipkan temaram kian menyapa malam, sedangkan rerumputan bergoyang riang melipat bayangan kelam.

Di sana, kuncup-kuncup putri malu telah mekar menari, serabut kembangnya mewangi jatuh perlahan, ditingkah kupu-kupu eksotis lambaikan sayap berwarna-warni.

Di ufuk senja, tarian sriti menyilaukan pelangi, yang akan tenggelam pada rintik hujan kan reda.
Siluet di kaki langit berhias memori, dendangkan lagu kenangan tentang kereta senja tak pernah kembali.

"Oohh, kidung asmara kasih nan terkisah semusim purnama, sebentar lagi menyapa.
Rindu pada rona netra di langit kerlip, berharap malam ini bercahaya indah.

Juita, sang bidadari malam, izinkan kukecup bibirmu lewat pesona sajak anganku.
Aku rindu serindu-rindunya,
Juita mimpi pesona rasa, resah kisah yang tak pernah sudah.

Kembali menyemai benih menuai semi, akankah diksi ini hanya terhantar lewat madah bualan saja.
Tak mengapa aku berkisah pada dendang rasa yang menyuburkan tinta, berharap lukisan menjadi kenyataan meski aku terkisah dalam bayangan saja.
"Aaahh, tak mengapa....

HR-RoS
Jkt,21-12-16





Dalam rangka ultah mengenang 22 Desember hari ibu
DOA PUISI UNTUK IBU
Karya: Romy Sastra


Satu tangkai kembang rindu
kupersembahkan di akhir tahun
dalam keheningan malam,
aku sujudkan tubuh letih ke hadirat kalbu
memanggil dalam iringi doa
ya Allah... sampaikan rindu ini kepada ibuku.

"Ibu....

Telah jauh kaki melangkah
perih sedih bumi kupijak
namun nasib badan tak jua berubah.

Diri ini telah bermandi peluh
mengais asa berkelana di lorong masa dan waktu
yang tertinggal kini lamunan pilu
menyambut hari jadimu.

Aku tersadar ibu,
jauh lebih perih deritamu
yang pernah kau cabari dulu membesarkan anak-anakmu.

"Oh, Ibu"
kala malam mata berurai sebak
teringat masa pahitnya derita dulu
masa-masa membesarkan buah hati
mencari sesuap nasi untuk kami,
dalam kelam menengadah doa.

Bersujud,
ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku ya Allah.

"Ibu,
Di hari kenangan ini
aku menangis rindu
setumpuk pilu tercucur ke dalam napas
kupandangi raut wajah tiranimu
menitis rintik bening di depan kaca
pipi anakmu juga telah keriput
menyamai raut wajahmu ibu.

Doaku,
berbahagialah engkau selalu
di usia senjamu yang telah ranum itu.
Ananda tahu,
andaikan gunung Merbabu jadi intan berlian
tak kan bisa membalas jasamu ibu.

Satu kesempatan dalam sastra
kutitip larik doa puisi sastra untukmu
air mata hiba berhentilah menitis
bergantilah dengan air mata bahagia
titip salam rindu padamu ibu
maafkan atas semua kekhilafan anakmu.
'Oh, ibuku....

HR RoS
Jakarta 22-12-16





....Hitam Putih
Dendam Abadi....
Karya: Romy Sastra


Azali,
perencanaan Illahi
tatkala sabda ditutur
dua kekasih takjub sujud
dalam keharuan dan pertanyaan.

Malaikat ditanya manut
Idajil protes tak nunut.

Dosa pertama kali terjadi
dalam fakta Illahi ialah pembangkang.

Maha raja mencipta wilayah
insan kamil sebagai khalifahNya
Idajil tak terima, terkutuklah.

Sang khalifah dihinakan
di bisikan nafsu
terjadilah dosa kedua.

Malangnya nasib Adam dan Hawa
tercampak ke dunia
dalam kurun waktu sangat panjang
bertemunya kembali yang merindui dikala fajar
berpelukkan dalam tangis kerinduan yang mengharukan.

Di tanah tandus
dimulailah tirani kehidupan alam
rumah pertama dibangun Baitullah
terlahir bibit kehidupan Habil dan Qabil
iri dengki membuncah dari persaingan jodoh
pembunuhan di antara mereka berdua
tak kenal hiba.
Iri dengki,
dosa ketiga dan dosa pertama di dunia terjadi.
Idajil si dendam abadi skenariokan kebencian.

Berlalunya waktu
hingga di kehidupan Syits
tirani peradaban terkotak antara
Anwar dan Anwas
oleh kelicikan Idajil meminjam benih Syits
berjayanya kisah kayangan dan mayapada
pesta bratayuda membahana luka

Zaman terus berlanjut
di setiap sendi-sendi kehidupan
mengintip kemungkaran berkompetisi
hingga pada suatu zaman ke zaman berikutnya.

Kini,
di ambang penantian sudah dimulai
pertarungan abadi
dendam hitam putih selalu terjadi.

Antara Imam Mahdi dan Dajjal adalah
Idajil itu sendiri kan kembali.

Waspadalah...
ia ada di sekeliling kita
bahkan melaju di dalam peredaraan darah.

Berpeganglah kepada satu tongkat,
La illaha ilallah....
tawakalah kepadaNya!
siapapun anda.

Hingga kemenangan di sana kan diraih
kembalilah ke predikat fitrah insan kamil
hingga jannah menanti memanggil
kesenangan abadi di sana....

Amin.

HR RoS
Jakarta 21-12-16





RASA DINGIN HANGATKAN KEMBALI
By Romy Sastra


Tarik napas lepaskan perlahan
bergulung asap gelombang menguap
pagi serasa dingin
hembusan bayu memeluk rindu
embun syahdu tertutup salju

Dingin,
di mana selimut hati kau simpan
hanya diam membisu seperti batu pualam
aku ingin kehangatan
senyumlah

Semalam rinduku bertamu
berharap bayangan mimpi denganmu
dalam lelap berunggun
tak terasa nyala itu padam
mimpi angan bias
tak kutemui sesosok bayangan kekasih
tersisih pergi tinggalkan kenangan

Reality cerita kita yang dulu
seperti bualan saja
kenapa kisah tak kau cerna
hingga jadi debu tak berarti
berharap history jadi permata

Ketika takdir menyatukan kita lagi
rasa itu janganlah basi
bersemi pada suatu masa
masa kelam tenggelamkan
rindu janganlah layu
kisah kita barukan kembali

Jangan dingin menjadi dendam
kembalilah menebar senyuman
kupetik kembang mekar
persembahkan aroma mewangi
bersama lagi menatap mentari
secercah pelita menerangi hati
senyumlah kekasih
pelangi hati ini masih berwarna-warni
menyapa hari meski duniamu berkabut
ku kan selalu merindui

HR RoS
Jakarta,17122016





#Lipatdus
PAGI


mentari tersenyum indah di langit
embun berkilauan di rerumputan
kabut pagi berlalu
petani gembira
panen

HR-RoS
Jkt,20122016





PERJALANAN KISAH
SEMUSIM BERGUGURAN
By Romy Sastra


Pada suatu siklus menyapa iklim
siklus perjalanan semusim
musim berganti keniscayaan rotasi takdir

Ketika musim semi berhias
pucuk berbunga lalu berputik
berbuah ranum
daun terlepas berguguran
ranting meranggas sepi kedinginan

Dingin,
telah dingin lamunan di balik bukit asmara
kicauan burung pun tak lagi
bernyanyi enggan
enggan bersiul di ranting dahan
sayap kuyup berlumuran hujan
dingin tak tertahankan

Semusim telah berlalu memandu rindu
dalam aksara tinta bermadah cinta
memamah sukma pada kekasih berpadu
rindu-rindunya sudah bisu
kearifan jiwa ternoda
tak dimaknai rasa nan dulu sepenuh hati

Berharap moment lama bermakna
untuk sebuah kedewasaan diri
menyulam masa usia senja
dalam bahtera masa-masa bercinta

Kubingkai sajalah cerita indah ini
menjadi sejarah
tersusun dalam pigura kaca maya
kugenggam sajalah jemariku
tanpa ada gandengan jemarimu lagi
salam sejahtera ini masih tersisa
mengikat certia,
meski rasa tak peluk cium mesra
yang dulu terkenang indah
dendam masih kau simpan
tak mengapa

'Ya, kusimpan sajalah cerita itu
di keindahan madah-madah sastra
dari Jakarta menitipkan rasa puisi cinta
yang pernah kecewa

HR RoS
Jkt, 17122016





DARAH ALEPPO BERCUCURAN
By Romy Sastra


Negeri yang diberkati tak nyaman lagi
haru hiba membuncah di dada
ke mana luka kan diobati
perban putih tak cukup membalut darah
embun pagi berganti debu
angin berubah bunyi meciu
warna langit berkabut
jalan-jalan penuh ranjau
genderang perang kapan kan berakhir
sudahlah

Dunia diam,
doa tak mampu melebur badai berlalu
tangisan kian pilu
genosida semakin gila,
tubuh berbalut jubah diperkosa
bangkai tua muda jadi abu

Tuhan,
langit ini seakan runtuh
runtuhlah!
kiamat sudah terjadi
perang ini lebih dahsyat dari neraka
jeritan akhirat,
masih ada dispensasi amal terselip
jeritan konflik ini pelik, pedih

Bumi Aleppo hangus tak bertuan
penguasa-penguasa bermata satu
menciptakan gaduh
apa yang kau cari wahai dajjal
di tanah ini,
berdamailah walau sesaat saja
ijinkan anak kami bernapas
memandang langit biru
kenapa kabut menyelimuti seantero negeriku
takut kami melebihi dari el-maut bertamu

Aleppo sejarah terburuk di tanah tandus
tak terdengar lagi
di telinga pemimpin berbudi
seakan telah tuli
seperti tak bisa bersuara bisu sudah

Aleppo itu kini berdarah-darah

HR RoS
Jkt,16122016





#Puisi517
By Romy Sastra
SALAT


#format subuh

denyut jantung
ya hu salat jati
kenali diri dengan ilmu
menuju Illahi Rabbi
biar tak tersesat jalan

#format zhuhur

tunaikan kewajiban baca niat
berdiri ruku' sujud duduk
berdoa lalu mengaji
jadilah hamba yang teladan
al-quran tuntunan

#format ashar

jalan pulang semakin dekat
kembang setaman mewangi
el-maut tak kenal kompromi
segera bertobat
sebelum terlambat menyesal nanti

#format maghrib

senja telah tiba
anak santri pergi mengaji
bulan purnama
tengah malam salat tahajud
berdoa padaMu ya Allah

#format isya

salat adalah jembatan diri
mengenal Tuhan
Makhluk dan Khalik bersatu
syariat tarikat hakikat makrifat
islam iman ihsan

HR RoS
Jkt,16122016