RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 13 Desember 2016

Kumpulan Puisi Mahyaruddin - HAMPIR MATI


"hampir mati"
oleh, mahyar dermaga


mentari buram
alam muram
senggang hilang terpanggang mengangkang di rimbun terik
di bunuh separuh malam
rembulan muram
jatuh pangkuan alam
tak menopang pincang tiang kehidupan
redam rajam hilang dendam
fermentasi alibi terserak terperangah jengah
sungguh belati mati menghujam diri kala bumi sendiri
tapi tak pernah mati
hilang elok dunia bias neraka nyata sebelum barzah
iblis iblis membunuh masa depan cucu adam
tinggal jenazah jenazah hidup berkelambu dunia gila
peluh negeri tangis jelata tak lagi jadi basa basi para petinggi apalagi penguasa
alih fungsi wadah caci maki patung patung berdasi yang hobi korupsi
tapi tak pernah mati
dan
bila mati

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua
#teaterdermaga





"enyahlah"
oleh, mahyar dermaga


darah menghitam
matilah dan tenggelam
aku tak menginginkan engkau di pikiranku
pergilah jauh jauh bahkan utuhmu tak ingin ku lihat
tenang saja kau disana karena aku tak benci dan tak dendam pada apa yang kau lakukan untuk ku
pada apa yang kau tancapkan di antara jantung dan nafasku
pada apa yang kau robek harapan ku
pada jiwa yang kau buat hampir gila
aku tak membencimu
sebab aku bukan setan
aku hanya amatir yang acap kali kau lempar dengan duri mawar dengan kapal pesiar hingga pecah hatiku tercerai berai benak ku hingga hilang seperempat akal ku
padahal aku sangat lugu hingga marahpun aku tak mau
tapi kali ini ku harap kau pergi dari otak dan jiwaku
pergilah
enyahlah

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua
#teaterdermaga





"renung"
oleh, mahyar dermaga


petang
ditikam senja hampir malam
berlalu tanpa tahu
hingga tiba langit hitam
waktu memburu berlalu menderu
esok
apa masih ada udara untuk ku ?

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua
#teaterdermaga





"Pengap"
oleh, mahyar dermaga


kenapa masih aku meratap perih di sunyi malam dalam relung hati yang sepi temaram
Aku butuh cinta wahai dunia
sebab yang lama telah hilang dan pergi tak mungkin kembali
aku butuh cinta wahai pemegang semesta
sebab aku bosan berkawan dengan sunyi
perih meradang lantaran bayang kian hilang
lalu pada apa lagi beradu jiwaku
terlalu ramai teriakan batin ku
hingga tak tahu mana yang aku atau aku
atau pula aku yang itu
wahai dunia
apa telah usai kau melihat jiwa yang merangkak lemah ini lantaran kumbang ini telah hancur dan patah sayapnya
lalu dimana pelangi ku
kau sembunyikan dimana
berikan padaku
agar aku bisa menari tanpa benci pada api yang pernah membakar ladang mimpiku hingga tinggal arang dalam perih abu rindu
aku butuh cinta
itu saja

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua
#teaterdermaga





*ada yang ku pendam*
oleh, mahyar dermaga


sssstttt.....
jangan berisik
ada alunan lagu pada rinai hujan itu
biarkan aku mendengar nya hingga usai
lalu biarkan pula mata basah hingga kuyup wajah ku
jangan seka
biar jadi bukti pada hari
tentang rahasia segumpal hati
rahasia cinta yang tersimpan rapi pada bejana bejana rindu
aku kerap kali merindukan mu
entah berapa bait lantun kata ku rangkai untukmu
entah berapa kali pula ku sebut nama mu
dan tak usah kau tanya bagaimana bayangan mu menghantui ku
kau selalu hadir dalam tiap persekian menit di antara seluruh hari ku
raut yang tergambar jelas akan wajah pada simpul senyum yang kesemua nya mengantri abadi dalam otak ku
elok paras sederhana
perempuan yang biasa
aku jatuh cinta
dan telah sejak lama
adakah rasa yang sama yang kau simpan untuk ku pula

katakanlah pada ku tentang rasa itu
siapa pun engkau
agar aku tahu

sebab aku penyimpan juga pemendam rasa

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua
#teaterdermaga






"rindu"
oleh, mahyar dermaga


sesekali hubungilah aku walau hanya sekedar mengucap salam
karna mungkin entah bila kapan pula lagi kita berjumpa

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua
#teaterdermaga






"aku capek"
oleh, mahyar dermaga


aku capek dengan keluhan ku
aku capek dengan tulisan ku yang cerita nya ini ini saja
aku capek dengan suaraku yang selalu parau perih
aku capek dengan pikiran ku dengan jiwaku dengan hatiku dengan segala yang kurasa segala yang ku lihat ku dengar segala yang ku pikirkan
aku capek
aku capek dengan riuh sana sini
aku capek dengan bukan saran atau kritik tapi sindiran dan ejekan akan tulisan ku yang hina
ini ku tulis bukan lantaran karena ada sebab tapi karna aku rasa
aku capek menunggu mengerti juga dilaku wajar padaku
namun
aku capek jika tak menulis meski cerita ku masih itu itu saja
namun
aku capek di cerca di kata di ejek di tawa
aku capek di anggap lelucon
aku capek
jiwaku rasaku hatiku hanya di anggap bahan olokan
tapi
aku capek tak di respon
berpasang pasang mata hanya melihat saja
menanggapi entah
aku capek dengan keadaanku
aku capek dengan sunyi tak ada hati yang mau berbagi sepi
aku capek dengan sendiri
tertinggal ditinggal terlupa dilupa diacuhkan tak dihiraukan tak di anggap
sengaja entah
mungkin
entahlah
aku capek
aku capek dengan kecewa
aku capek berharap lebih pada yang di percaya
aku capek dengan tulisan ku
cerita nya begini begini saja
aku capek menulis deritaku yang ini ini saja
aku tak berharap iba akan aku
aku hanya menulis
jangan bahas tentang ini sebab
aku capek
aku capek merangkai rindu berhari berminggu berbulan
aku capek menabung rindu
aku capek menikmati perih perih perih perih perih perih perih rindu
aku capek semua rindu yang ku tanggung derita perih nya hanya di hiraukan di acuhkan di anggap biasa saja
di anggap sampah
mungkin
aku capek dilihat berpasang mata namun tak mengubris
aku capek berkubang kecewa
aku capek berharap terus berharap lebih selalu berharap
aku capek
aku capek pada kecewa selalu kecewa dibuat kecewa
aku capek terjerat pada masa ini
aku capek menulis kata aku capek berulang ulang hingga terasa betul lemah cengeng
tidak
aku hanya ingin yang membaca ikut capek
tapi
aku tidak akan pernah capek menerima capek capek yang kutulis di atas
Haaaahhh...
Yhaa...
aku capek

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar