RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 12 Agustus 2017

Kumpulan Puisi Mahyaruddin - TERUWIR DI NEGERI SENDIRI



*Terusir di negeri sendiri*


Olehku pengendara besi tua.

Ini Tanah mu ?
Itu Tanah mu ?
Lantas,
Di mana Tanah Tuhan ku ?!

PondokTeduh.
Mahyaruddin, Belawan 2017.

Kumpulan Tembang Kata Waib - LUKA


Sesekali ku hembuskan gumpalan asap rokok dari
Tenggorakkanku yang getir....
Sayatan demi sayatan yang kau toreh di kulit tipisku meski mulai membaik
Namun masih ada bekas yang terlihat...memanjang...
Setiap jejak yg dulu pernah kita jajaki masih tersimpan rapi di lemari yg mulai menua termakan hari dan waktu.....
Dalam kesendirianku ini
Dalam kebekuan hati ini
Dalam penantianku ini....
Hingga aku tak mampu lagi tuk mengingat lagi cerita yang pernah kita perankan dalam delima kebahagiaan...
Aku lelah..... dan ingin kembali....
Di kehidupan yg abadi.....

By.Waib





---------------------------

Hingga kini luka ini masih terasa meskipun telah lama berlalu
Sampai kinipun kekecewaan itu masih manusuk hatiku...
Kau telah merubah siangku jadi malam yg kelam.....
Pekat dan dingin......
Kau buat senyum indahku jadi patah dan beku...
Walau telah berulang kali ku coba.....tuk tersenyum...
Lautku tak lagi bergelora
Langitku tertutup awan hitam...... pekat
Tanpa hujan...
Bumiku kering kerontang
Merekah....
Embun pagi tak lagi mampu
Membasahi rerumputan....
Hingga saat ini purnama tak seterang dulu....samar.....
Bawalah pergi cintaku
Bawalah kemana
kau mau......
Meski aku tak lagi bersamamu.....
Entah esok hari.....

By.Waib

Kumpulan Puisi & Prosa HR RoS - BELAJAR MATI


BELAJAR MATI
Romy Sastra


Telah aku pungut tujuh kerikil melempari dosaku, tujuh kerikil penutup pintu neraka itu.
Membolak-balik kerikil kecil memandu pituduh, menghitung diri membuka hati.

Duduk bersila menatap layaran
merenungi megatruh di kancah rahasia pikir. Terkias makna yang bermegah di ruang batin, mencari-Mu, Ilahi.

Aku belajar mati merenangi segara biru, pantai-pantai melambai menghiasi nafsu berjuntai. Kutolak bara api membakari jiwa, padamkan dengan doa tauhid paripurna.
Di ujung pencarian diri, tak kutemukan bayangan wujud sama sekali, yang ada kosong teraba, terisi awas tak tersentuh. Jiwaku terpaku menatap maha jiwa, digulung maha ombak mendesir seperti lonceng berbunyi, aku mati di segara pengabdian cinta hakiki.

Pengembaraan itu akhirnya terhenti, di garis batas keyakinan tak diragukan. Pada duduk sila semalam di rumah Qulhu. Aku merindui-Mu selalu....

HR RoS
Jakarta, 11,08,17





JERITAN YANG TAK DIDENGAR
Romy Sastra


terkubur dalam reruntuhan
ruh-ruh syahid syahidah pilu
buminya gersang berabu mesiu
langit gelap tertutup asap
dari teknologi pembunuh
demi kepentingan ego diri
maruah penguasa tak lagi berharga

jeritan si kecil histeris
seperti nyanyian digesek biola duka
jiwanya resah, ayah ibu tewas kemaren
kepada siapa lagi meminta belas kasihan
tangan-tangan pejuang berdarah
mengusap wajah-wajah tak berdosa
terabai di padang gersang, malang

ya, Ilahi
kapan kedamaian menjelma
di bumi yang diberkahi itu
sedangkan sejuta doa telah kami panjatkan
engkau maha mendengar rintihan si kecil
perang ini adalah perang jihad
hamba siap tempur ke medan laga

kabulkan doa-doa teraniaya itu
janji-Mu pasti, keadilan pasti tiba
izinkan aku jihad ke medan laga
membela kebenaran itu
seperti jihadnya rasulullah
jika aku mati, bukan mati sia-sia
matikanlah aku karena fisabilillah

HR RoS
Jkt, 08,08,17





#Kolab_Prosais
SEPOTONG SENJA


"Aku ingin menjadi sepotong senja, tuan. Dipuja tiap sore oleh para pujangga di bibir malam.
"Aku cemburu pada jingga, yang warnanya membawa kedamaian pada alam. "Kenapa tuan tak mau mengerti arti kesetiaan itu?" Sedangkan merpati masih setia pada sangkar dengan pasangan.
"Aku bukan abuabu, yang tuan anggap debu, yang tiada erti sebuah rindu, bahkan tiada dipandang mata sekalipun.

"Ahh... kutuliskan sekeping nota untukmu senja. Pinjamkan aku namamu, sebelum malam merampas kelam. Sekalian keindahanmu yang ada kutadah dalam doa.
"Semoga tuan mengerti erti kesetiaan senja pada lembayung di segara cinta.

"Ya... Nona, bersabarlah tuk sekejap!" Aku kan kembali merajut noktah yang tercabik oleh sembilu goda.
"Aku bukan si tuan yang dianggap hina, lupa dengan kisah yang pernah kita bina. Nota itu masih tersimpan rapi di hati ini, Non!"
"Akulah si merpati yang tak ingin ingkar janji pada Nona yang terkasih....
Meski terbangku melepas ego, dan kularung ego itu ke ruang senja. Menyauk embun di daun keladi, kuusap pada setangkup hati yang tersisih.

Pelangi Rainy Sang Senja bersama Romy Sastra
Selangor dan Jakarta 07,08,17





#puisi_kolaborasi
MEMORI DAERAH SUNYI
Pelangi Senja bersama Romy Sastra

pada sekeping hati
tanah pulau yang dibiar sepi
setelah engkau pergi
aku tewas kalah dan mati

tidakkah kau melihat aku, bekas kekasihmu
madu yang dulu kau saring, kini telah kering
membilang semu di bibir hari
noktah kita akhirnya tercabik duri

setelah engkau bertemu debunga wangi
selendang usang tak berharga lagi
perca-perca rindu jadi memori
memori yang tak berarti

jalan sepi pernah kita lewati
kau memahat namaku di daerah sunyi
hanya kau dan aku berjanji sehidup semati
ternyata lenaku mengecapi mimpi-mimpi
setelah terjaga engkau tiada lagi
kisah kasih itu ternyata ilusi

4.8.2017
Selangor dan Jakarta





#Kwatrin Renungan Diri
Romy Sastra


Sepi merenung bukan patah hati. Melainkan diam tafakur mencari diri. Duduk bersunyi-sunyi di malam hari. Komat-kamit menghitung tasbih menempuh pagi.

Sepi merenungi kejadian azali terjadi. Tuntunan tauhid di atas tiang-tiang berdiri. Pada alif berguru tongkat sejati. Jangan bermain ego jika ingin tahu hakiki.

Duhai, pengembara sunyi. Tatap malam jangan bermain kelam. Sedangkan pintu langit selalu terbuka di hati. Bulan dan bintang tak pernah tenggelam bersemayam.

Seribu guru kupelajari ajaran kebenaran. Guru-guru itu bertaburan di setiap langkah dan berlari. Taat pada tuntunan takkan tersesat jalan. Menangislah diri jika tak ditemukan yang dirindui.
Aku pernah mati meninggalkan dunia ini sesaat. Dunia ini, jika tak diawasi lelaku akan tersesat. Sebelum terlambat ke liang lahat segeralah bertobat. Kiamat diri sebentar lagi kian mendekat.

Aku mati belajar mengenali sakaratul maut. Sedangkan el-maut mencibir diri ini nyawa akan direnggut. Kenapa diri lupa tentang kematian tak merasa takut. Sedangkan tangan el-maut tiba-tiba datang mencabut.

Pada sepi aku bersunyi-sunyi menyadari kekhilafan diri. Dalam kesunyian menemui Ilahi. Wajah Ilahi bukan wujud melainkan Idzati. Dengan jalan menempuh kematian itu kita bertajali.

HR RoS
Jkt, Jumat malam 03/08/17

Selasa, 01 Agustus 2017

Kumpulan Puisi Lukita Annisya - LEMBARAN FOTO HITAM PUTIH



"Lembaran Foto Hitam Putih"
Oleh: Lukita Annisya


Lembaran foto hitam putih yang berjejer rapi disekeliling istanaku
Seakan membuat otakku tercuci akan masa laluku
Teringat akan hal indah saat berada dihalaman rumahku
Teringat akan hal bahagia yang membuat diriku angkuh
Teringat akan hal susah yang membuat diriku terpuruk..


Terkadang, ingin rasanya menyalahkan semua situasi itu
Terkadang, ingin juga rasanya mengulang semua kenangan itu
Namun, putaran rotasi bumi selalu berjalan
Membuat semua masa lalu menjadi sebuah kenangan
Menuntut pribadi untuk menjadi insan yang baik dimasa depan..


Lembaran foto hitam putih yang berjejer rapi disekeliling istanaku
Tak lagi rapi, indah, bahkan lembut untuk diraba
Kini telah kasar, usang, bahkan meninggalkan debu ketika disentuh
Namun, banyak menyimpan memori kenangan indah didalamnya...

Medan, 30juli2017
#olehku_WanitaPenuhSelaksaMimpi

Kumpulan Puisi Puji Astuti - TITIPAN RASA



TITIPAN RASA
By : Puji Astuti


Menyentuh titik malam
Dingin angin torehkan sebongkah lara
Sempurnakan kucuran di lembah duka
Bersambut cengkeraman kuku-kuku cakra

Lengkingan memilu meratapi namamu
Terguyur di kala titik embun yang turun
Kelengangan alam menciutkan hati jadi kelu
Butir-butir air mata pun enggan tuk turun

Rayuan seakan menjadi cibir makna kata
Selendang sutera pengikat jiwa kita
Bening air matamu kini terjatuh jua
Di antara peluh lelahmu wahai puja

Kusuguhkan secangkir kopi pahit
Agar kau tau pahit itu tidaklah legit
Mencuri sedikit madu tuk kau gamit
Menaruhnya di sudut letak yang paling sulit

Malamku masihlah panjang
Kuterjang yang selalu ingin menghadang
Kusunting bunga cinta ini sekarang
Kusematkan untuk kau bawa kembali pulang

JOGJA, 30 Juli 2017





SENANDUNG
By : Puji Astuti


Tertegun aku menelaahmu
Pada kisaran waktu yang tersingkat
Berjuntai rumpun kasih tersambung ikat
Mengapa kau lepas dan tak tertambat

Kidung malam ini masih terdengar sayu
Dan kaki-kaki berjalan seakan kelu
Tertunduk wajah wajah pilu
Menyeruak di ruang jiwaku

Akankan cinta tersasar di lembah cadas
Tanpa bersua tuk saling lepas
Seakan hidup ini hanya sebatas tuas
Yang getas, meretas dan tertindas

Hati dan bentuk lirik diri
Tersandung cinta kasih yang sedih
Melodi simphoni pun terasa lirih
Tak terserat indah hanya ada pedih

Kenapa..?

Musti ada tetes jiwa dan rasa
Yang membuyarkan inti-inti cinta
Porak poranda terbabat badai sukma
Melebur segala mimpi dan asa yang ada

Kenapa..?

Tanyaku pada diri dan juga dirimu
Akankah cinta sejati menjadi milik hati
Cukup indahkan senja dengan corak pelangi
Yang bisa hiaskan senyum tanpa ada luka di hati
Dan selalu retaskan bisik-bisik manja di jendela rasa dua sejoli

JOGJA, 12 Agustus 2017
Unggah ulang





INGATKU
By : Puji Astuti


Kegelisahan nurani dan asa ini menggelinjang
Kehampaan dan kerinduan serasa menyatu tak terpisah
Sudut nuansa bathin tersayat senyumanmu
Ranum mengisi pantai hati biruku

Kupendar makna kerlinganmu
Hangat menyusupi dinding jiwa rapuhku
Bagai selimut tebal membungkus dinginnya ragaku
Berpagut genggaman jemari seiring hangatnya rasa di dada

Ujung lidahku kelu
Hati serasa beku terpaku
Sinar mata meredup terpesona
Begitu dalam wibawa cinta yang kau bawa

#resahku_GSP_1282017__





INGINKU
By : Puji Astuti


Berhamburan resah di setangkup hati ini
Lembaran indah yang kita lalui
Terpagut di bawah sinar rembulan sabit
Titik rindu bertemu dan bersatu

Inginku selalu ada di sepanjang hari
Melantun kisi-kisi cengkerama cinta
Ringan dan lapang di dada
Hari pun bergulir tidak terasa

Terbitnya mentari menghantar harapan
Tersembulnya rembulan malam menjadi ingatan
Tatap sendu dan bisikan rindu
Adalah dirimu pemilik lantunan merdu

Harap ini ruaskan di lubuk hatimu
Duhai pemikat kalbu dan jiwa
Setara gelora debar mengiris sukma kita
Yang kini terluka berceceran di hamparan hampa

Kecup resah nadi pun gelisah
Butir gelombang getar kini merambah
Ada rindu yang menyumpat di lorong waktu
Sakit, seperih sayatan sembilu rasa di hati

Inginku,
Simpan segala ngilu terkaparnya kita
Bersama meretaskan semua yang terjadi
Bahwa aku masih tetap di sini
Berdiri dengan segenap ketulusan hati

Aku akan selalu ada.

JOGJA, 9 Agustus 2017





Gerhanaku


Sesekali kulirik keatas langit biru
Terasa ada secuil resah pilu
Meremahkan garis-garis senduku
Yang teramat dalam akan kehilanganmu

Duhai..
Memilikimu adalah separuh kebahagiaanku
Melepasmu merupakan rata mati hati ini
Singgahlah selalu di gelap jiwaku
Karena sangat berat menanggalkan semua kenangan itu

By : Puji Astuti
JOGJA, 8 Agustus 2017





KERESAHANKU
By : Puji Astuti


Ada setitik lesah menggerogoti rasa
Mengguncang detik waktu yang ada
Kekeluan menghias campak-campak wajah
Kini membuat kalbuku menunduk resah

Kukidung sebaris kata sendat
Yang mendengung lirih dan tak bernada
Bermuara desakan pilu di dinding dada
Tak mampu lagi aku tuk berkata-kata

JOGJA, 2/8/2017

Kumpulan Puisi Endang Misnawaty - LELAH


LELAH

Aku lelah bercumbu dengan kepalsuanmu
Yang menghiasi setiap lembar dari cerita kosong yang tak bermakna
Aku lelah mendengar setiap rayuan yang melenakanku
Membuaiku..
hingga kuterlena
Kepalsuan demi kepalsuan menghiasi setiap dinding rumah yang kau lewati
Rayuanmu bagai angin semilir yang selalu berhembus ditelingaku
Aku lelah bercerita pada burung yang terbang melayang di angkasa luas
Aku lelah bercerita pada bintang malam yang berkerlip di langit malam
Aku lelah setiap cahaya rembulan membiaskan cahayanya pada dunia
Ach..
Aku lelah bercerita tentang indahnya dunia
Toh semua jadi gelap gulita
Mentari pagi yang bersinar lembut
Biaskan kehangatan pada tubuh lelah penuh dusta
Yang terkapar lelah tak berdaya
Menangis tanpa air mata kepedihan
Ach..
Rindu datang lagi
Menghampiri selembar jiwa yang rapuh
Oleh ketidak berdayaan yang hakiki
Pergilah..!!
Bawa semua kebohongan yang terucapkan
Dan janji manis penuh bisa yang mematikan
Biarkan mentari pagi tetap bersinar dengan senyum indah yang penuh makna
Biarkan burung burung tetap bercicit menghiasi dunia dengan candanya
Biarkan awan biru tetap beriring di angkasa luas
Biarkan aku di sini tetap mendengar dongeng kepalsuan yang tak akan habis jilid demi jilid cerita kepalsuan
Meski diriku terkapar penuh luka
Yang kau torehkan dengan kebencian
Ach..
Rindu datang lagi menghampiri selembar jiwa yang semakin rapuh
Terkapar tak berdaya oleh kepalsuan dan kebohongan.

By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku
30 juli 2017 11:24
Siantar city kotaku tercinta




ADA RINDU


Malam malam begini
Aku rindu menyusuri lorong gelap tanpa lentera
di jalan desa yang penuh cerita cinta
Rembulan malam yang redup seakan malu dan bersembunyi di antara gumpalan awan
Ada riak riak cahaya yang berkerlip di antara seribu bintang yang berkejaran di antara awan di langit kelam
Di jalan yang berbatu
jemarimu erat menggenggam seakan takut kehilangan diriku
Ada cerita indah di antara kita
Menyongsong masa depan yang begitu rumit untuk kita gapai
Di antara kita dan orang tua
Ada jenjang yang harus kita patuhi
Tinggalah kasih
Tinggallah cinta
Di ujung lorong gelap tanpa lentera
Kita berpisah tanpa kata
Dan selalu berjanji akan tetap setia
Dan mengenang cerita cinta kita selamanya
Di lorong gelap tanpa lentera
Selalu ingatkan aku akan cerita kita
Tanpa kata selamat tinggal
Kau susuri mentari tenggelam penuh warna
Dan kususuri mentari terbit dengan ceria
Di sana selalu ada senyumku
Meski kita berpisah tanpa kata
Karena tradisi dan agama
Tapi selalu kulihat senyum indahmu
Di antara indahnya mentari pagi
Dan warna jingga di saat rembulan muncul
Aku rindu saat indah bersamamu
Menyusuri jalan desa penuh debu
Dan jemari tanganmu yang takut kehilangan aku

By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku
9 agustus 2017 21:10
Siantar citu





DI ANTARA HUJAN


Kucari bayang dirimu dalam bulir bulir air hujan yang jatuh berderai indah di halaman
Tetes demi tetes bawa kisah indah tentang cerita kita semalam
Tik tok tik tok jarum jam meningkahi tiap warna denting lagu kerinduan
Di mana bayang wajahmu yang menyelinap dalam mimpi semalam?

Warna jingga semburat di langit penuh awan
Bianglala menari indah di antara langit yang penuh hujan
Di sana senyum indahmu bagai mentari yang sembunyi di antara air hujan
Dingin..!
Mata binalmu menyongsong tiap warna yang memancar dari bianglala penuh warna

Tik tok tik tok jarum jam semakin kencang ketika detik demi detik berlomba mencapai tujuan
Aku masih di sini menantimu dengan setia
Meski warna jingga menggoda dirimu yang penuh makna
Lupakan tentang kisah kita semalam
Yang bernyanyi di antara dentingan gitar
Dan lagu yang semakin sumbang
Toh noktah yang kita lagukan semakin hari semakin tidak beraturan
Dan warna jingga hilang di antara air hujan
Dan senyum indahmu menghantui setiap mimpi indahku di antara malam tak berbintang

By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku
9 agustus 2017 19;51
Siantar city





Mimpiku


Biang lala yang muncul ketika hujan berderai keras
Kini telah sirna dengan datangnya malam
Ada rembulan yang bersinar cerah
Ada bintang yang berkelip indah
Tapi tak seindah hatiku yang merindukanmu
Di sana ada senyummu yang merekah
Ada tawamu yang renyah
Semua begitu memukau

Kadang kesepian datang menjelma
Ada resah yang bergema di hati
Rintik hujan yang turun tadi sore
Masih menyisakan embun didaunan
Dingin mencekam bagai hatiku tanpa gairah

Di sini ada rindu yang menggebu
Pada raut wajah di balik awan
wajah yang begitu kurindukan
Genggaman tanganmu tadi malam
Masih menyisakan kehangatan yang begitu dalam
Begitu sendu dan kelabu
Hingga aku tersipu malu
Dan memerahkan pipiku yang lucu
Ternyata cuma dalam mimpi kita bertemu
Tapi telah menjadi pengobat rinduku

By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku 2 agustus 2017 16:07
Siantar city

Kumpulan Puisi Mohammad As'adi - AKU TULIS SAJAK INI



Aku Tulis Sajak Ini


Aku tulis sajak ini
Karena cuaca makin gelap
Dan suara rakyat
Menjelma jadi
Suara yang terbisukan

Ini sajak, hadir dari mulut terbungkam
Di tengah para wakil rakyat
Yang bertelinga besi
Dan behati baja
Untuk terus bertahta

: Kita harus bertahan
Melata di lorong-lorong
Tak henti mengusap keringat
Yang mengucur dari jidat kita yang lebam
Selebam wajah negeri ini

Aku tulis sajak ini
Dengan gelora yang tersesat
Diantara derita para petani
Diantara angin yang meniupkan keluh kesah
Dan menghujamkan ke bumi

Sambil memijit sakit encokku
Aku tulis sajak ini, jangan merasa terasing
Kita tidak sendiri
Karena segala rupa hampir serupa
Hidup kita hanyalah titah dan telah terbilang

Kita memang tak boleh diam dan termangu
Walau jiwa tertikam dan teremas
Oleh negeri yang makin tak mengerti
Ada derita bertubi-tubi
Ada tikaman-tikaman yang melukakan anak-anak negeri

: Kita memang tak mampu menyudahi air mata
Tirani telah meluluhlantakkan
Nurani negeri ini
Lumpur telah menggenang
dimana-mana…di mana-mana !

Temanggung 2017

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - MEREKA TERUS MENUNGGU


# MEREKA TERUS MENUNGGU #

Mereka di jalan,
Teriakan kegelisahan,
Menanti harapan,
Menunggu datangnya impian,
Dan dapat kah terkabulkan,
Atau semuanya mimpi kesiangan.

Hanya suara teriakan,
Suara dentum peluru,
Erang kesakitan,
Dari luka baru,
Yang dia dengarkan,
Yang dia rasakan.

Mereka terus menanti,
Mereka terus berjuang,
Mereka tak ingin terjolimi,
Mereka bukan pecundang,
Walau mereka tak dapat memungkiri,
Rasa takut yang terus berulang ulang.

Aku tau,
Kamu tau,
Dia tau,
Hingga keakhir waktu,
Mereka terus menunggu.
Menunggu aku dia dan kamu.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 31:07:2017




# DIANTARA #


Hidup terlahir miskin di dunia ini,
Tak kan dapat ku pungkiri,
Hidup di dalam sunyi dan sepi,
Tak kan juga ku sesali,
Tapi hidup di antara penipu yang iri dan dengki,
Diantara pendusta dan penoda agamanya sendiri,
Juga orang orang yang kian membenci pemimpin negri,
Itu yang hingga kini masih saja ku tangisi.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 12:08:2018\





# KOTA TELAH MENJADI RIMBA #

Apa yang terjadi,
Di tanah pertiwi,
Saling iri dengki,
Menjamurnya rasa benci,
Tampa hati,
Tampa nurani.

Jeritan,
Tangisan,
Kekejaman,
Telah menjadi tontonan,
Itu telah menjadi kebiasaan,
Bersama hilangnya prikemanusiaan.

Bertuhan tak beriman,
Bercita cita tak berhaluan,
Hilang sudah keharmonisan,
Hilang kebahagiaan,
Tampa ada penyesalan,
Menjadi dendam yang tak bertujuan.

Di mana kini kota,
Yang ada hanya rimba,
Menjadi hutan belantara,
Tempat para pemangsa,
Yang kehilangan agama adat budaya,
Tampa ada iman di dalam dada.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 11:08:2017





# KARENA KAMU ISMET MARPAUNG #


Karena kamu,
Tidurku terganggu,
Itu karena kamu,
Ku ingat masa lalu,
Masa remajaku,
Masa dia engkau dan aku bertemu.

Kau hadirkan kenangan,
Yang hampir terlupakan,
Kini menjadi ingatan,
Bangkitkan dari kehampaan,
Terbangkan kembali Angan angan,
Yang hampir ku tinggalkan.

Aku bagai sabut di lautan,
Terdampar dalam keraguan,
Yang tak berkesudahan,
Namun kau kembali hadirkan Impian,
Bahwa kini aku tidak lagi sendirian,
Menjalani gersangnya kehidupan.

Terima kasih kawan ,
Hanya itu kini dapat ku ucapkan,
Dari sunyi sepi yang ku rasakan,
Di bawah sinar Rembulan,
Dan gelapnya malam tak lagi ku hiraukan,
Karena ada kamu menemani semua kegelisahan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 08:08:2017





# AKU BANGGA #


Hari ini,
Tanjung Balai mempesona,
Warna warni menghiasi,
Di sambut sorak gembira,
Dan langitpun bagai pelangi,
Di naungan merah putih tercinta.

Mereka pasukan tentara,
Serdadu Indonesia,
Yang bahu membahu bekerja sama,
Ramah tamah sopan menyapa,
Walau itu kepada rakyat biasa,
Kepada anak anak yang nampak manja.

Aku merasa bangga,
Aku semangkin cinta,
Kepada mereka mereka,
TNI Indonesia,
Yang tidak memandang sebelah mata,
Kepada rakyat biasa.

Sang penjaga Nusantara,
Kamulah yang perkasa,
Yang penenuh karisma,
Bermentalkan baja,
Bermoral berhati Mulia,
Dan karena itu aku bangga.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 02:08:2017

Kumpulan Puisi Siamir Marulafau - MENGAPA TAK BALIK?


MENGAPA TAK BALIK?
siamir marulafau


Tak akan sirna di kabut pagi
Wajahmu mengukir kerinduan
Suarammu berbisik dalam lara
Sepertinya berbayaang di senja kelam

Tak akan kabur selamanya
Sepanjang tali tak merapuh
Hanya senyum terpelintir
Di kala senja merapat ke tepian

Sukma merangkul kasih binasa tidak
Di kejauhan pelangi membalut harapan
Jika tak pulang,diri binasa
Elok mentari tak bersinar

sm/01/08/2017





KAMPUS BIRU
siamir marulafau


Aneh tapi nyata dalam sebuah lembaga atau Institusi dalam satu negara diberlakukan hal yang tak adil kepada mahasiswa/i membuat insan sepertinya membuat otak jadi stres dalam menerobos kesulitan hidup di dunia yang amat canggih ini.Mengapa tidak?Salah seorang yang barusan lulus Doktor belum dipromosikan kepada publik di sebuah kampus di negeri tercinta,bla,bla,bla,,,,,,,,,kwkwkwkwkw.
Sepertinya,sang mahasiswa yang telah meraih gelar Doktor,yang tak disebut namanya,bercerita kepada salah seorang Sastrawan Indonesia,dan ceritanya sangat memilukan hati dan turut prihatin dengan alur cerita yang sangat menyayat hati.Mengapa tidak?Untung saja,saya tak terlibat dalam program pasca Doktor itu.Jika terjadi pada saya,entah apa yang saya lakukan terhadap diri saya,"Apakkah saya bunuh diri?" Jika terpikir saya tentang sistem pemberlakuan penguasa pendidikan sebuah negeri.
Dalam cerpen ini,saya terus terang mengajak pak.Hardi bertutur kepada saya supaya inti sari ceritanya dapat dimuat dalam sebaris puisi yang akan dibacakan di Kualalumpur bulan September."Apa ceritanya Pak.Hardi?"Tanya saya.Lantas,salah seorang temannya,Hartini juga mengakui bahwa cerita Pak.Hardi benar,dan tidak disangsikan lagi.
Barulah terungkap ceritanya setelah segelas kopi panas di kampus itu terteguk sambil melemparkan senyum kekecewaan,dan sepertinya gelar doktornya hanya melekat di bibir manis saja,tanpa tanda-tanda dengan tinta terukir di selembar kertas putih tak bernoda.Memang agaknya dunia kacau balau,dan terasa absurd.Hartini bertanya,"Mengapa hal seperti ini terjadi,Pak ?"Saya pun agaknya kaku menjawabnya."Mungkin banyak syetan,saya pikir,Hartini."
Pak.Hardi juga berkata demikian dan tak menyangkal ide saya."Mengapa dan apa salahku sebgai seorang Doktor tapi tak ada lgitimasi,dan apa yang harus saya kasihkan sebagai tanda jika melamar pekerjaan di sebuah perusahaan,dan untung saya sudah jadi PNS dan menjabat sebagai salah seorang dosen di sebuah perguruan Tinggi negeri ternama di kota ini,jika tidak,akan mampuslah kehidupanku".Oh,ala,kok sampai begitu,iya,,,,,,,,,,.Jika demikian,bagaimana generasi penerus seterusnya?Dia menceritakan pada saya bahwa lulusan mahasiswa bergelar Doktor tak akan bisa dipromosikan jika belum menulis karya ilmiah atau riset dalam bentuk Scopus,,,,,,hehehehehe.Ala,ma,hajab,,,,,,,,,,,,,,Saya pikir,apakah mungkin itu?"Jika demikian,apakah semua PTN di negeri anda diberlakukan demikian?"Tanya saya.Jika tak tak berhasil dalam Scopus,jelas tak akan dipromosikan dan Ijazahnya pun tak akan diberikan,iya kan?
"Tentu saja donk,tak akan dapat."Pa.Hardi berkata.
"Jadi mau apa dibilang,semua tertunda." Pikir Saya.
Mendengar ini,saya pun merasa geram sekali,mengapa tidak?
"Aneh sekali,pikir saya".Jadi,bagaimana dengan mahasiswa/i yang telah meraih Doktor sebelumnya?Apakah mereka menempuh jalur yang sama?
"Pak.Hardi,menjawab"Tentu saja tidak donk".Aku pun tak habis habis pikir,mereka enak saja,dan lempang bagaikan berjalan di atas awan saja.Aku sampai mati menulis karya ini,entah bagaimapun?Tutur Pak.Hardi dengan suara lantam,aku sudah bosan melihat kebijakan pada masa kini,dan sepertinya pendidikan masa kini bagaikan bola api,tak akan bisa ditendang lagi meskipun gawangnya dekat,tapi tak bisa bolanya masuk,dan apainya sangat panas.Saya pikir pun mereka yang sudah Doktor-Doktor itu,tak akan mampu menjalani jalur-jalur merah ini,bukan jalur hijau,lho.
"Iya,aneh sekali,kok bisa begitu,Pak.Hardi?"Tanya Aku.
"Tapi tak semua PTN seperti itu"Bak tahu saja kamu,Pak.Penyair.
"Cinta dan kasih sudah lenyap dimakan tikus-tikus rakus merayap di atas genting panas".Aku pun terheran-heran mendengar kisah ini selama saya bearda di negeri seberang meskipun aku dalam satu negara.Ceritanya diwaktu saya menghadiri MUNSI II,hehehehe.Oh! Ala ma,apa-apa ini semua. Masalahnya, aku menyambung studiku di negeri ini,jika semut-semut menggorogoti dan menggigit kantongku,bagus DO sajalah ketimbang aku duduk-duduk di tepi kali berbau busuk ini.,dan bisa-bisa bau saya tercium buaya ganas.
"Pikirku,,,,,,,.Meskipun kampusnya biru sebiru langit kujungjung,cerah tapi manusianya tak secerah langit itu,malahan mereka bermata biru karena uang bermata biru,iya apa tidak?"
"Mendengar cakapku,Hartini jadi tertegun dengan omonganku walaupun cerita ini hanya lelucon tapi benar dan menggambarkan fakta",Kataku.Herannya,aku juga tak habis pikir,jika temanku tak berhasil dengan Scopus yang antrik panjang sampai ke tanah Sabang, roda-roda motorku pun bisa copot dan tak bisa jalan lagi alias macat,dan tak berkesudahan membawa selembar kertas dengan materai berstempel di sebuah perusahaan yang kulamar.Sungguh kecewa.

Cerpen/sm/02/08/2017
SukaTunjukkan lebih banyak tanggapanKomentariBagikan





HASRAT TERDAMPAR
Siamir Marulafau


Sesungguhnya dunia bukan kejam
Menggapai pohon menjulang tinggi
Meskipun awan berhamburan di langit cerah
Sanubari pun mengharungi lautan hampa
Sepanjang hasrat memukai di atas karang tak berpilar
Biarkanlah deburan ombak mengguyur harapan
Di kala kerinduan terperangkap
Apa dayaku?
Tak akan kularikan di tanah gersang
Meskipun hasrat terbelenggu di tanah datar
Sinar mentari terselimuti dengan awan
Di saat burung besi tak lagi menerobos
Hanya kutitipkan kasih dan kerinduan di malam kelam
Sepertinya bintang di langit tak lagi berkelip
Membakar hasrat bergelora di semenanjung teluk
Akan kudayung dengan kayuh melemah
Mengharungi hamparan lautan tak bersahabat
Seiring belut kasih terdampar di pantai pasir indah permai

Ssm/02/08/2017





TERKENANG
siamir marulafau


Di sudut kabut pun tersemai genangan kalimat
Syair terbentang di lereng bukit
Sembari sinar memancar di pagi hari cerah
Gunung melirik sejenak

Syairku mengenang
Di kala padi akan menguning di sawah terbentang
Mengharungi kabut -kabut tebal
Rintangan pantang dielakkan
Sepanjang sahabat memukau di alam terbuka

sm/03/08/2017





RINDU
siamir marulafau


Rinduku tak terselubung
Tertikam di gumpalan awan
Meskipun air mataku berderai
Mencurahkan rindu sepanjang masa
Hanya doa kukirim selalu
Betapa Tuhan menyertai
Ungkapan kata melingkar hati
Tak terlupakan dari masa ke masa
Harapan tak terputus
Bayangan rindu memukau selalu
Meskipun jauh di mata
Angananku menyelimuti jiwamu
Sepanjang lautan kuharungi tak kering
Badai pun kutempuh
Di kala sampan hanyut dengan arus
Pulau kugapai di ujung tanduk

sm/10/08/2017





BELALANG TEHEMPAS
siamir marulafau

Jangan dikau kira aku ini seekor burung punai hanya terbang siang malam mencari buah di atas setiap ranting.Jika tak kucari dengan sayapku yang kuhempas hempiskan,mau apa aku ini?"Apakah harus mencuri buah di ladang orang?"Burung punai berkata kepada sang belalang di waktu burung punai turun dari sebuah pohon merimbun yang buahnya banyak menggiurkan semua burung-burung di negeriku yang tercinta.
Sayang sekali belalang hanya tersenyum saja tanpa merespon kedatangan seekor burung punai.Burung punai bukan ingin berdiskusi tentang para petani menanam buah di negeri mereka,dan "Aku hanya melihat tingkah laku seekor belalang yang setiap paginya bangun menjelang siang harinya,dan saya sudah bosan berkicau di atas ranting sebuah pohon,dan biasanya yang bagun pada jam-jam siang itu,adalah pemalas dan hanya mengharapkan belah kasihan orang untuk mengisi perut kosong pada setiap harinya,dan aku geleng kepala".Itulah kataku pada seekor semut yang kebetulan mau menggigit jari kakiku,dan barulah aku tahu setelah seekor semut api mulai bercerita kapadaku tentang belalang ini,dan aku terus mendengar tanpa basa basi.
Apa kata semut kepadaku,"Biar anda tahu beberapa bulan yang lalu aku bertengkar dengan seekor belalang yang sedang nenggek di atas pucuk sehelai daun,yang kebetulan harinya cerah dan sayapnya tak basah,hanyalah kantong kanannnya yang basah karena ditimpa uang rupiah yang banyak ".Aku pun jadi tertegun dan ingin cari tahu,mengapa harus sampai demikian.Kata hatiku, jangan-jangan sampai terjadi seperti apa yang terjadi pada temanku beberapa tahun yang lalu karena rakus memakan semua buah-buahan yang ditanam para petani di negeriku,dan untung temanku itu tak rakus pada buah yang lain,yang akhirnya salah satu sayapnya tertembak dan tercampak di tepi sungai,dan setelah tertangkap dan dimasukkan dalam sangkar seumur hidup.
Maklumlah karena dunia ini bagai roda,dan mungkin inilah yang akan bakal terjadi pada setiap makhluk Tuhan meskipun tak ada yang jujur diantara mereka semua,dan ini sudah menjadi sifat makhluk yang bernyawa, dan itu pula yang tersirat dalam benakku,dan lantas aku pun terus menelusuri,mengapa seekor semut yang kecil ini bercerita tentang belalang kepadaku,
"Coba kau lihat, dia seekor belalang, dan sayapnya agak tipis dan pandai juga terbang bagaikan burung besi di udara"Kata seekor semut api.
"Oh! Begitu.”Kataku,dan aku terus bertanya kepadanya:
"Mengapa dia sampai tehempas?"Sementara tak ada badai di negeriku ini.
"Dia keterlaluan,dia hanya nenggek di ujung daun saja tanpa bekerja keras dan terbang sampai ujung dunia."Kata semut padaku.
Aku pun terkekeh-kekeh mendengarnya,dan lantas aku lagi bertanya "Jika demikian,kok bisa aman dan senang hidupnya,sementara badannya kurus"
"Lucu sekali kamu,belalang itu kan pemalas,dia hanya pandai bernyanyi saja tanpa memikirkan apakah ada badai atau tidak,dan dunia ini kan tak rata,iya kan?"Biar kamu tahu beberapa minggu yag lalu,dia datang kepadaku dan minta tolong karena salah satu kakinya terjaring di sebuah pagar berkawat duri di sebuah negeri dongeng dan di sana dikabarkan dia seekor belalang yang paling ternama diantara kesemuanya.
"Mengapa demikian,sahabat?"Aku bertanya pada semut walaupun tak mengigitku lagi,dan aku pikir bukan hanya saja burung yang punya hati baik dengan naluri yang tajam,dan rupanya semut juga tak mau menyakiti makhluk lainnya.
Sebelum semut memanggil temannya,dia bercerita padaku "Aku cerita serius kawan,belalang yang datang ke rumahku terjerat dalam sebuah sangkar terbuat dari besi karena diduga korupsi,dia hanya mengutip uang rakyat yang tak berdosa di negeri ini,dan memang sudah keterlaluan, dan patuh di hukum mati.Tapi di negeri ini pun hukumnya cuek saja,dan konon jika dibanding dengan seekor buaya di tepi sungai mengganas dan tanpa basa basi memangsa semua jenis hewan dan tak termasuk kami ,makhluk yang kecil ini,dan jika mau memangsa kami.Kami pun akan menggorogoti kupingnya, dan kami tak perduli apakah badannya besar atau kulitnya tebal,dan buaya-buaya itu akan mati.
"Oh!Begitu,,,,,,,memang betul,betul,,,,itu kawan"Kataku pada semut,dan biarlah jerat meskipun badannya besar dan kulitnya tebal, dan apalagi seekor belalang yang badannya krempeng dan kurus."
"Biarlah belalangnya itu mampus,dan jerat dalam kerangkeng besi"
Soalnya banyak sekali makhluk lainnya juga malas bekerja dan hanya menganggarkan sayap tipisnya saja terbang ke sana sini untuk memangsa yang lainnya tanpa berpikir panjang apakah itu hak orang atau bukan.Memang aneh tapi nyata,"Di negeri Cina saja pun tak seekor belalang yang malas terbang dan mencari makan walaupun mata belalangnya sipit sementara di negeriku ini banyak belalang matanya mata jengkol tapi tak tahu ruas-ruas daun dan apalagi nomor uang,,,,,,,,iya apa tidak?"Mereka hanya mengintip harta orang dan membuat kekuasaan setinggi langit untuk memangsa yang lainnya.
"Betul,betul,betul sekali kawan,dan aku pun terheran-heran,mengapa?"
"Burung punai burung bukan sembarang dan punya naluri yang tinggi dan selalu mencari dan memilih makanan yang halal"Semut berkata terbahak-bahak, dan itulah usaha kami untuk memusnahkan sebahagian makhluk Tuhan yang tak berperasaan dan hanya mementingkan dirinya sendiri.
"Jangan egois,,,,,jangan egois,,,,jangan egois!"kataku pada seekor semut api
"Jika demikian,gigitanmu tak akan mempan lagi",dan "Janganlah seperti seekor belalang,dia hanya pandai menyanyi saja dan berdansa di ujung sehelai daun tanpa pikir panjang,apakah dunia mau hancur atau tidak,dan perintahnya bukan main,dibaringi dengan otoritasnya yang kuat sekuat besi tuang,menghancurka semua rakyat di sekitarnya tanpa melihat apakah makhluk lainnya kelaparan atau tidak,,,,,,,,hanya membangun negerinya saja supaya menara-menara dan gedung-gedung di kebun ini menjulang tinggi sampai ke langit ke 7,dan jembatan penyeberangan antara satu pulau dengan pulau lain menjadi kebanggaan bagi dirinya padahal yang lainnya tinggal dalam sebuah gubuk derita tanpa jendela,dan memang itu sudah keterlaluan,padahal kami semut-semut ini tak bisa menyeberanginya,sial,,,,sial,,,,,,sial ,dan badan kami kecil dan tak besar lagi karena lapar."
"Aduh,betul sekali kawan,tapi apa juga dayaku,aku hanya seekor semut, sedangkan belalang itu badannya besar dan tidak mau tahu,dan malahan saya dipijak-pijak,,,,,,,,,mentang-mentang badan kami kecil,iya apa tidak?"
"Tak usah mengeluh"Kataku pada semut.
"Walaupun anda ini makhluk kecil, tapi punya kekuatan,ajaklah kawan-kawannu bergabung untuk membasmi belalang itu, supaya jangan setiap tahun korupsi di ladang Pak.Petani di negeri ini.Jika terus-menerus begitu,apalah kata makhluk lainnya,dan kasihan donk,tak kebagian mereka,iya apa tidak?"

Perasaanku sangat terpukul mendengar kata itu,dan baiklah aku mau terbang lagi di atas ranting karena sudah mulai terbenam matahari,dan esok lusa aku menjumpai kawan-kawanku dan menceritakan kepada mereka semua keluh kesahmu bahwa kalian termasuk makhluk yang kecil-kecil dan dianggap remeh.Namun demikian,aku juga salut melihat kalian semua karena naluri kalian semua tingi-tingi dan tajam setajam pisau belati.

“Ah,yang benar kawan,apakah demikian?”Kata semut padaku.
Lantas,aku juga berkata,”Biarlah nalurinya setinggi langit tapi hatinya tak setinggi demikian,karena makhluk lainnya pun tak akan senang dan malahan kita akan dibenci mereka,iya apa idak?”

“Iya,setuju sekali kawan,dan itu pula yang tak baik di kalangan kita semua,apalah kita ini,dan sudah tinggal di hutan bertingkah pula,ala ma,,,,,malu-malui donk.”

“Tak seperti belalang,dia hanya mengutip daun-daun emas di atas kertas putih berstempel saja,dan aku pun tak tahu,apakah benar ini atau tidak?”

“Aku hanya menggelengkan kepalaku saja,apa yang harus kutakan lagi,dan semua sudah jelas.”Kataku pada semut.Aku pun pamit jika begitu.

Mdn/10/08/2017





ROMANTIS
Siamir Marulafau


Memang lidah tak bertulang
Melukiskan beribu kata
Mengurai kesenangan tiada tara
Menggoyang jantung sampai pingsan

Menjilat raga berhasrat panas
Di musim dingin berselimut asmara
Gelora membahana sepanjang masa
Romantis membiaskan sinar

Terkapar di temaram malam
Meskipun bintang berkedip tidak
Desahan ombak menyiram kalbu
Tongkat berjalan tegang sempurna

sm/11/08/2017





NAMA-MU 99
siamir marulafau


Menjelang mimpi hanya berbayang petunjuk-Mu
Apakah betul atau tidaknya
Mengukir zhikirku pada-Mu

Napasku terbingkai asma-Mu
Nama-Mu kusebut 99 membias dalam qalbu
Sepanjang ragaku tak berkeping di tanah tak bersuluh

Allahu Akbar,,,,,Allahu Akbar,,,,,Allahu Akbar

sm/08/08/2017





PENGHUNI SURGA
siamir marulafau


Gemercik air membelah kerinduan
Di kala awan menggulung di angkasa
Sepertinya mengelak tidak dalam iman
Karena Tuhan Penyayang

Sujudku pada-Mu membias bagaikan sinar
Tak memudar sepanjang hayat
Surga-Mu terbuka lebar megetuk pintu setiap saat
Walaupun hanya bayangan dilukiskan

Tak akan terlepas dalam setiap napas
Pesan-Mu terurai dalam setiap ayat
Membahana di setiap qalbu
Insan tak akan terlena,menggapai hasrat penghuni surga

sm/08/08/2017





LAUT TAK BERGARAM
siamir marulafau


Dia hanya melihat dikau dari jendela hatinya
Sepanjang napasmu tak beralih ke kembang lain
Ukirlah dunia ini dengan kasih
Penuh dengan mutiara dasar laut tak berlumut

Di sanalah seekor burung camar laut mengintai
Apakah kulbumu tersiram air garam?
Bukan kepedihan menyentuh sekujur tubuh
Tapi deburan ombak menghanyutkan kisah asmara

Membara di dasar laut tak berkarang
Jika berdiri di tepi pantai
Akan semua pasir tergulung ombak menyapa
Di manakah tirai kasih dikau bentangkan?

Tak seorang pun menjawab
Hanyalah seekor penyu laut memberi kabar
Kau dan dia mengharungi hamparan lautan tak bergaram
Akan terapung dalam kisah asmara

sm/06/08/2017





DI KALA BINTANG TAK BERKELIP
siamir marulafau


Aku hanya menyimpan rahasiaku padamu
Di kala galauku terselubung dalam relung
Membuat sinar tak lagi benderang
Meskipun kugapai sampai ujung dunia
Dan semua rahasia kita lukiskan tenggelam
Tak akan bisa diselam
Dangkalnya air lautan tak akan dapat mengukur kasih dan cinta kusemai di celah daun-daun rapuh terbang
Hanya bayangan wajah memecah lubuk hati mendalam
Tak lagi bisa dicantolkan ke dalam air sumur tua tak berkeruh
Di kala sinar lembayung menghilang
Apa dayaku?
Bukan aku khilaf menyematkan tanda kasih padamu
Tapi setetes pesan telah sirna ditelan bayangan rembulan malam
Di saat aku mendendangkan syair tak berbait
Semua pembaca akan tertegun di kala seruling syair menggema
Senantiasa akhir hayatku akan tak terpatrik lagi dengan belaian kasih mesra
Dirundung malam tak berbintang
Dan tak satu pun kelip bintang berbincang
Mengapa aku hanya bergelora di atas awan memecah
Di kala bumi tak menampung air mataku
Menetes di atas kain sutra berhias emas
Hanyalah Tuhan tahu celah-celah daun rimbun menyelimuti sukadukaku
Kesekian lama terpendam di atas ranting cemara memukau
Mengering,mengering berpuluh tahun sudah
Tak menggubris wajahku
Sungguh lelah raga dan batin tertekan dengan tumpukan kayu membakar kalbu
Di keheningan malam kelam tak berujung

sm/06/08/2017





WHEN THE LIGHTING COMES

When the lighting comes
I say the love is for you all

And nobody comes to influence
Because the love is from the inner heart

What i mean the love in a part of thy blood
Never i dismiss, never i dismiss

From the beginning up to now
That the love is kept well

Be sure of my self that comes up from heart to heart
All days and night,the love reminds me

Until the sea dries,my dear
Never i have changed my attitude

So far i have written down a letter
Saying,you are the lover

Whom i wish to love
And i believe you are the fuel of thy heart

Since none of the flowers i am watering now
As a proof,never i delay much time to gaze

How wonderful the flower i planted
Found beautiful in my garden near the lake

As well as the sun gives brightening
In the night while the moon is not sparkling

That's really urged to state
That the love comes from the heart

No one feels it except
When the flowers on the branch once speaks

To say the love is not for others
But for you as the candle of thy life

Till to die i do not burn myself and commit suicide
Caused by the love i think from now and then

Let see how the moon says
Never the love walks out in the night

When the stars are not having lighting
As a principle of thy lives to stay and respect

sm/05/08/2017,copyright





NATURAL NEED


This world is not cruel for some
That the love is not to come in thy heart

For the snake uses to seduce wherever you are
If the heart need is not achieved

How is the love coming in the lives
If the sky does not come to smile

While the earth really be patient to wait
That the man's desire is hot like a fire

To burn down the evil around
Be impossible to resist

Because the need is the factual communion
That the creatures are in the loves

It is natural to grasp like a waterfall
To go down the hill beneath the trees

For the sake of feeling security
If not the night is too dark

Though it is fully occupied by stars
And the night still in dark

With no lighting and the sun lightning
That the lives are dull to run

sm/05/08/2017





SAVER

Never I dismiss You
For I come to pray all days and nights

I wish your paradise to stay
To run the lives from now up to then

You are the saver of lives
Whereas the creatures be humble to praise

And the nature created is the truth existing
As the witnesses for all

To see from the earth up to the sky
No one is able to think

It is the fact of Majestic
Then can't be concealed wherever it is

From the holy books,the message be urged
And really man is to feel safety

To prevent them from the hell sparkling
And to run the lives in the heaven provided

Let God bless for everything
And He is the power of all

Like the sun is to give lightning
And the moon for its lighting

For the man is to thank,not for damaging
If not,the nature will be angry

That's the final outcome to think
That God really shares the love

sm/05/08/2017,copyright





THY LOVE BE KEPT ALWAYS


How do you feel I am in the love
Mean while you are so far away from my side
Whenever thy love speaks always
But you wish to reject it

As well as my heart never comes up to climb
The trees with beautiful fruits
All nights thy heart travels for the love
Whom i pay attention to

And you are one of them
Looks like a flower on the tree
That never i cut in thyself
But surely for the sake of lives

Never the promise to break down
As much as i think
Since then i try and try again
To contact ,because of the love i praise

To bring paradise with a strong image
For the love i have not betrayed
But if it is so,let me come to open the window of love
Because it is my dream for the whole life

sm/04/08/2017,copyright





HASRAT TERDAMPAR
Siamir Marulafau


Sesungguhnya dunia bukan kejam
Menggapai pohon menjulang tinggi
Meskipun awan berhamburan di langit cerah
Sanubari pun mengharungi lautan hampa

Sepanjang hasrat memukai di atas karang tak berpilar
Biarkanlah deburan ombak mengguyur harapan
Di kala kerinduan terperangkap

Apa dayaku?
Tak akan kularikan di tanah gersang
Meskipun hasrat terbelenggu di tanah datar
Sinar mentari terselimuti dengan awan
Di saat burung besi tak lagi menerobos

Hanya kutitipkan kasih dan kerinduan di malam kelam
Sepertinya bintang di langit tak lagi berkelip
Membakar hasrat bergelora di semenanjung teluk
Akan kudayung dengan kayuh melemah
Mengharungi hamparan lautan tak bersahabat
Seiring belut kasih terdampar di pantai pasir indah permai

Ssm/02/08/2017

Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembiring - DALAM SATU PROSA



DALAM SATU PROSA
Karya MS Sang Muham

Andai perjalanan ini bisa dipahat
niscaya warnanya tak sepekat malam
biarpun sedikit kelam

Hati tak mudah di bawa pergi
entah kemana pun adanya

Jangan menjadi layu
menunggu azal menjemput ujud

Kembalilah menjadi semestinya
merangkai kata
memuja kalimat
hingga dalamnya laut pun terjengkali
dalam satu prosa

#Billymoonistanaku, Selasasore, Agt 01/2017 = 17:17 wib





ANAK AWAN
Karya MS Sang Muham


Kau telah melampui batas
menyeberangi angkasa
sekarang menjadi anak awan

Turunkan sedikit saja sudut pandangmu
tatap dunia dengan datar
niscaya runtuh mega mega

Tapi sajak terlanjur di baca
kata terpaksa di eja

Manalah mungkin mengucap maaf
sesungguhnya hati terpenjara
berlabuh begitu lama
hingga dermaga melekat di perahu
dan jangkar pun berkarat

#Billymoonistanaku, Selasasore, Augt 01/2017 = 16:16 wib





SISI HATI
Karya MS Sang Muham


Terlalu dekat untuk kusentuh
aroma nafasmu
menggelegakkan impian
hingga terhimpit suku kata
pada ceritamu

Masih terlalu pagi
bila kusebut namamu

Maka biarkanlah terus berlalu
menyusuri jalan berliku

Sekarang semua pun terbilang
batas awan terbang melayang
menyentuh sisi hati

#Billymoonistanaku, Sabtusore, July 29/2017 = 18:18 wib

Kumpulan Puisi Minang Maimbau - HINGGA DERMAGA


HINGGA DERMAGA
Minang Maimbau


Binar rindu ini kian syahdu
Iramanya mengalun merdu
Bak seruling bambu
Kian menyayat rasa pilu

Lantun liriknya buat langkah kian lunglai
Mencari tau keberadaan yang dicintai
Moga terselip harapan yang ditandai
Bersatu di mahligai yang diimpi

Wahai dikau, safana kasih
Kilau cinta kian berseri
Merona indah di pipi
Bak mentari pagi membasuh bumi

Tiada lagi yang kudamba
Selain jumpa dikau sahaja
Temani aku sepanjang usia
Hingga berlabuh di dermaga surga-Nya

Bekasi, 30 Juli 2017.
#Teratai, 03.18
#AkudanKenangan
#SimfoniBerkasih
#RJ






SENDIRIKU UNTUKMU
Minang Maimbau


Pahit getir mengalun di samudra paling hulu
riak riaknya mendendangkan kesyahduan
bayu kerinduan menghempaskan butiran lara
di bibir pantai paling gersang.

Hingga---

karang-karang hatiku yang berdiri kokoh
luluh lantak hancur melebur
merupa pepasir sunyi
hening seketika.

Tersentak aku oleh riuh dan merdunya
sapa dan nyanyian nyiur yang melambai
membujuk dukaku, bangkit dari tangis
yang terdalam....

Kau---

adalah alasanku untuk tersenyum
bangkit dari kesepian
merangkul kembali mimpi
yang dulu terabaikan.

Sendiriku
untukmu.

Bekasi, 1 Agustus 2017.
#Teratai,01.17
#Agustus(awal)





SAVANA
Minang Maimbau


Matahari bersembunyi di balik tirai
Berselimutkan awan berarak putih
Kala sang bidadari melangkah
Menuju peraduan terindah

Tersipu penuh ragu
Ada rasa menggebu
Mengitari wadah paling hulu
Berkalungkan rindu

Ahay---

Sungguh ini luar biasa
Tiada terkira sebelumnya
Akan bersua di Ranah bahagia
Dengan pujaan yang di damba

Sahabat
Kaulah savana paling berseri
Menghiasi kota Bekasi
Tempat kita saling berbagi

Bekasi, 31 Juli 2017
#Teratai, 13.30
#Sahabat
#Happy





PALING INTI
Minang Maimbau


Rona siang ini bergelut syahduh
Masih tentang rindu nan satu
Geloranya kian menderu
Memecah sunyi terdahulu.

Entah berapa lama lagi
Akan terus begini
Menikmati hari
Tanpa kekasih hati.

Jauh sudah kubawa diri
Meninggalkan kisah sejati
Namun rasa tak bisa dipungkiri
Adanya semakin kian jadi.

Bertahta indah di kerajaan hati
Menduduki singgasana paling inti
Hingga jiwa raga makin terpatri
Mengenang dalam sepi.

Bekasi, 31 Juli 3017.
#Teratai, 12.13.
#Akudankenangan
#RomansaBerkasih





SERAUT RINDU
By Tri_Minang


Ada dingin menyelimut pagi ini
Membawa semburat raut rindu; merantai hati
Seperti jarum-jarum yang menusuk
Kala gigil sikapmu kudapati

Entah berapa lama rasa ini
Menggerogoti hulu hati
Tika cahaya pagi menghampiri
Rindu masih menggelantung bak empun suci.

Pwk_Bks, 31 Juli 2017.
#Teratai 09.03





SI JUNDAI
Minang Maimbau


Tiok kali Pp Tuan manjogok di berandako,
Bana tasirok darah di dadoko
Antah Iyo antah indakko
Apo Iko nan di namokan cinto salamoko.

Ondeh, rang Mudo banyak nan tagilo-gilo
Dek raso Tuan Bana mandayo
Sarupo Panglimo di Istana dulunyo
Gagah barani elok lakunyo

Kok ka di jalin raso nan ado
Yolah ka bedo rasonyo
Dek jarak antaro kito
Lah sarupo tembok Cino

Namun cinto nan taraso
Indak Pulo di pungkiri adonyo
Tiok kali basuo
Ingin rasonyo nak tarui basamo

Ondeh Mandeh, tolong Denai manjago
Hasrat kasiah nan mandayo
Jan sampai Pulo sarupo
Kanai si Jundai, siang malam takana inyo juo.

Bekasi, 30 Juli 2017.
#Teratai, 17.39.










KASMARAN
Minang Maimbau


Mari ....

Kita nikmati
puncaknya pagi
di alur kasih yang suci

Hingga - -

mentari tersipu
melihat tingkah kau dan aku.

Bekasi, 29 Juli 2017.
#Teratai, 01.26






KASMARAN 2


Mari....

Lanjutkan mimpi yang tertunda
dalam pelukan pagi yang manja
hingga lena menyapa membuai dalam ayunan sorga....

Kelak kan terjaga
tugas telah menanti
penuh setia
agar waktu yang di punya
taklah sia-sia

Kerja
Kerja
Kerja

Kata Pak Jokowi
Presiden Indonesia

Bekasi, 29 Juli 2017.
#Teratai





HAKIKATNYA
Minang Maimbau


Kutulis namamu di pematang hatiku
Biar semua yang melalui tau
Jika sejatinya aku milikmu sepanjang padi menguning
Hingga benihnya tersemai kembali

Bekasi, 06 Agustus 2017.
#Teratai, 06.42
#Agustus12





MOHON UNTUKMU
Karya Minang Maimbau (R.A)


Pada sendu binarmu, kasih
Masih bergelayut sisa kenang
Entah itu lara
Entah itu bahagia

Sampai kapan?
Semua itu akan tetap kau tata apik
Dalam sendiri nan kian senja
Menantang hari

Tidakkah kau peduli
Suara hati
Nan membujuk
Penuh khidmat

Sudahi lembaran lalu
Museumkan ia dalam sejarah cinta
"Kasih terlerai"
....

Lewati batas dukamu
Gapai bahagia di alam-Nya
Nan maha luas
Dengar aku, dengar suara hatimu jua....

Bekasi, 06 Agustus 2017.
#Teratai,05.30
#Agustus11
#RPS






TIADA DAYA
Minang Maimbau


Jika jenuh
Aku akan pergi
Pergi tuk tidak kau temui lagi

Hilang
Dalam terang
Nampak dalam bayang

Sepi
Mengitari setiap penjuru
Kiri kanan, muka belakang

Kosong
Hanya tersandar lelah
Di nisan tak bernama

Bekasi, 12 Agustus 2017.
#Teratai,00.06
#Agustus14





BERAKHIR
Minang Maimbau


Jika dengan tiadanya aku
Perasaanmu bahagia
Sungguh!
Aku bener benar akan pergi
Pergi membalut segala luka dalam kehancuran

Maafkan atas semua
Dan terima kasih
Atas waktumu beberapa hari belakangan

Bahagialah tanpa aku
Tolong biarkan rasa sayang ini menemaniku di setiap lorong waktu yang kulalui

Izinkan aku tutup inbok ini
Biar rinduku tak bertamu lagi
Menemui rasa yang tertinggal

Bekasi, 09 Agustus 2017.
#Teratai, 15.41





PENGORBANAN
Minang Maimbau


Ini hari tidak kupakai tuk menyulam
Biarlah terbengkalai dulu dalam kelam
Kelak rajutan ini akan sempurna
Sesuai rencana

Sabar
Aku lagi memilih dan memilah
Benang yang cocok
Serta jarum yang pas

Bukankah kamu butuhkan hasil nan menawan?

Aku juga berusaha untuk itu
Darilah itu butuh waktu
Untuk mencerna segala warna
Biar dapat hasil nan sempurna

Untukmu
Apapun itu
Jangankan hanya waktu
Seluruh duniaku boleh punyamu

Bekasi, 10 Agustus 2017.
#Teratai, 14.02
#Agustus14





TAU BATAS
Minang Maimbau


Selama tak mendua
Setia selalu ada
Antara aku, kau dan dia

Tenanglah pada batas Ranah
Di sana kekuatan cinta
Dipertaruhkan

Percaya
Bila rasa saling menjaga
Tak akan ada yang terluka

Bekasi, 07 Agustus 2017.
#Teratai,14.08
#Agustus12

Kumpulan Puisi Retno Rengganis - KEBAIKAN ITU MUTIARA AMAL


KUNANG-KUNANG YANG LARA
********************************


Kunang-kunang di gelap malam
Mencari mimpi di seperempat kelam
Membasuh muka berwudhu embun
Sujud i'tikaf menangis meminta ampun

Kunang-kunang berekor bintang
Kerlip pudar biasnya pendar
Merintih sakit teriak meradang
Lentera di ekor semakin pudar

Kunang-kunang sakit terkapar
Menekan nyeri sedemikian rupa
Haruskah badan fani dan tepar
sebab sendiri sepi dia bagai yang papa

CEPU 1/8/2017
RETNO RENGGANIS.





SINDIRAN SAYANG KOK
*************************


Jalan bergoyang
Menjengkang selangkang
Bumiku meradang
Baru talok beton runtun di pasang

Sri Huning menjerit melengking
Jalan berlobang banyak truk guling
Dana ngocor di gondol maling
Dalihnya Pemkab yang rada mbeling

Hai cing jangan memicing
Usah berpura matamu sok juling
Lirik tuh jalan sebelah berpafing
lah ini kita jalannya di atas beling
( Pecahan kaca banyaknya Kecelakaan )

Dasar para wakil Bagong
Di colek, di sindir pura bengong domblong
Mata picik , kuping tuli taunya sundel bolong
Jadinya rakyat menjerit kebanyakan di todong

Lara hati lara di pake tameng
Rakyat kecil bisanya merintih.cengeng
Pemimpin korupsi ngakak mirip celeng
Lagak diskusi hasilnya melenceng

Uh .. gak mikir dulu kau kacung
Di pilih rakyat kamu beruntung
Ee.. kini jalanmu sok anclung-anclung
Begitu di demo kau akan hidup mbambung

Dinamika bang
Cerita negeri seberang
Jadikan introspeksi membuka gerbang
Agar negeri makmur dari Merauke hingga Sabang.

CEPU 2/8/2017
RETNO RENGGANIS.





KEBAIKAN ITU MUTIARA AMAL
********************************


Siapakah diri ini dari mereka semua
Diri bagaikan si kerdil yang hina
Membawa berjalan menempuh kehidupan
Belum bisa sempurna

Bisanya hanya berharap sudi, kiranya Sang Maha di Maha Cinta
Memandang
Sekecil apapun kebaikan-kebaikan ini

Sebelum datangnya penyesalan,
menyeru pada diri sendiri
Apa itu kebenaran dalam kebajikan

Usah ambisi akan kemewahan semu
Usah ambisi akan kedudukan semu
Usah tergiur akan keindahan semu
Yang nyata walau sebiji debu kebaikan
Itulah mutiara amal harta terbawa pergi
Ke negeri kekal abadi dan keselamatan hakiki.

Cepu 1/8/2017
RETNO RENGGANIS.





NIKMATNYA NYERI RINDUKU
******************************


Kutekan dada
Nyeri tetap ada
Di sana adakah luka
Atau hanya karena kangen saja

Duh sakit sedemikian nyeri
Mungkin ini terbawa naluri
Satunya jalan kumainkan jemari
Merangkai kosa agar rasa tak fani

Kekasih jauh
Kulempar sauh
Agar rindu berlabuh
Padanya cintaku yang teduh

Ingin bermanja-manja
Sambil memandang netramu yang teja
Duhai kekasihku yang sahaja
Kulabuhkan rasa ini untukmu saja

Ridho-Mu Tuhan
Daku kan tetap bertahan
Seiring berjalannya waktu yang terban
Hingga akhir temu di pelaminan
Amin yarobbalalamin.

Cepu 31/7/2017
RETNO RENGGANIS.





BIJAK MENILAI TEMAN
************************


Kita ada banyak teman
Teman bermain masa kecil
Teman masa remaja
Teman sepekerjaan
Teman hidup
Dan berbagai teman yang lain.
Itu di dunia tentu.

Maka yang berupa usah kau jadikan patokan untuk memilah warna
Sebab persahabatan atau berteman yang tulus
Tidak akan memandang,
Harta
Kedudukan
Keindahan dan kejelekan
Bodoh atau pintar
Kere atau konglomerat
Disini aku akan bicara bijak menilai teman:
Adakah dari semua teman itu menemanimu hingga kelak di kemudian hari ?.

Setiap yang bernyawa pasti akan menemui kematian
Namun sebelum mati, bermacam ujian dan tantangan kita lalui
Hanya kekuatan iman dan taqwa semua itu akan bisa kita lalui

Di dalam kita bergembira masih ada yang bersedih
Kalau kita bersedih adakah mereka bergembira ?

Hanya teman sejati yang dapat menghadirkan senyuman
Menjadikannya hidup kembali ceria
Memberi kekuatan ketika di uji cobaan
Kehadirannya menyentuh kalbu
Menyalakan obor mengharapan

Betapa syukur di karuniai teman sejati
Sebab kehadirannya mendamaikan hati
Karenanya teman sejati membawa jiwa makin mendekat pada Robbi
Untuk menitis mata pengharapan dalam putihnya kalbu

Tiada yang menjadi impian kecuali Rahmat-Mu
Kasih Alloh yang terbias
pada ketulusan sekeping hati seorang insan bernama teman.

NB :
Mencungkil catatan mutiara insani
Tak ada istilah kedudukan dalam bersahabat.
Semua sama.
Dan kau tau ? TEMAN SEJATI ITULAH AMAL.

Cepu. 31/7/2017
RETNO RENGGANIS.




SEMPURNA DENGAN CINTA NYA
**********************************


Sekarang aku sadar
Hidup itu indah, hidup itu cinta
Bisa sempurna karena cinta
Dia, ---
Nya
.

Aku belajar menata hati
Bisu meski meradang
Riang meski lelah nan letih
Tegar namun gamang
Tak sebanding
Akan kasih-Mu
Cinta itu cinta
Kamu ---
Nya
.

Aku merandek membujuk derai air mata
Sebak di relung kutimang manja
Itu karena ingin ciptakan bahagia
Agar lega dan kulihat cinta
Ada-Mu
.

Yang sempurna memainkan atas hidupku
Kuikuti gerak dan laguan kisah
Hingga cinta kembali diam pejamkan mata
Itu Kamu telah pergi
Hati mati
Keabadian
Dunia hakiki
Aku dan Engkau satu
Sempurna.

Cepu 12/8/2017
RETNO RENGGANIS.





GELORA CINTA DI SELISIP DAUN HATI
***************************************


Pada keping-keping puisiku ini
Aku ingin terbangun dari tidur dan mimpi
Kan kutulis sajak cinta buat seseorang
Tentu dia yang paling aku kasihi pula sayangi
Karena ada kangen menyentil daun hati
.

Tiap-tiap kupandangi pesonamu
Fotomu, iihh kumis itu
Aku malu, tapi rindu ---
.

Mencintai itu anugerah
Aku di sini, kamu di sana
Tapi kita tetap bisa berpelukan
Dalam doa dan syair
.

Usah mengajariku tentang kasih yang tak pernah usai
Karenanya aku tak bisa mencintaimu dengan sederhana
Sebab dari tiap rongga dada ini
Aku mencintaimu dengan segenap kerumitan
Dengan kelelahanmu,
Dengan segenap pahit getir hidupmu
Dan aku ingin semuanya menjadi indah bagai kerlip bintang di atas gelombang pelangi
.

Kubuka pintu azaliku untuk kau masuki
Rengkuh dekap dalam tangis cintamu, aku maui
seperti pungguk yang merindu rembulan
Kemudian sang rembulan tunduk bersimpuh mengiringi sujudmu
.

Itu aku yang ingin dirimu
Bersama bergandeng tangan, genggam jemari membuka pintu aroyan.
.

Kepedulian yang takkan pernah usai akanmu kasih
Kini seakan telah kutemukan sandaran, yang melilit jiwaku akan bait-bait cintamu
Yang akan membawa makna jalan menuju Ridho-Nya
Ya Alloh perkenankanlah
ya Robbi mudahkanlah
Amin yarobbalalamin.

Cepu . 10/8/2017.
RETNO RENGGANIS.





#Tanyahatinuranimu.
MERDEKA? HANYA KAMUFLASE?
**********************************


Jika dari Sabang hingga Merauke ada pekik merdeka
Teriak lantang tanpa beban prakata

Adakah kau dengar para duafa merintih di kolong neraka
Mengais sampah menjilati belatung

Dadamu berbusung Garuda
Di meja-meja pertuan agung
Tetapi apa?

Negerimu berkabung karena luka
Sang merah putih berkibar merintih
Karna tau!
Merdeka hanya sandiwara

Aku di sini bicara tentang warna hidup
Bukan lukisan pelangi yang indah redup
Kau hias kerlap kerlip negerimu
Namun tak kau benahi akhlakmu
Itukah kamu!
Yang ingin di panggil bangsa Indonesia?
Munafik!
Taik kucing!

Lihat!
Buka matamu
Jangan terpicikkan

Negeri ini penuh dengan pecundang
Yang bisa menghakimi tetapi tidak bisa bersujud raga dan hati
Untuk sedikit saja introspeksi

Aku menangis
Aku merintih
Yang papa makin papa
Yang jaya makin jaya
Indonesia bukan merdeka
Tetapi terluka dan menderita.
Itulah aku Indonesia yang kau bilang merdeka!

Satu saja pintaku
Warnai aku dengan warna indah jiwamu
Saling bergandeng tangan
Kumandangkan gema takbir merdeka setulus nurani
Indonesia harus tetap belajar tentang kepedulian
Tentang kasih yang di terapkan pada panji sang perkasa
Itulah GARUDA PANCASILA

Bila ujung lidahmu banyak berucap dzikir
Ingat akan sumpah para pejuang yang menentang imperialisme
Tiga setengah abad dalam penjajahan
Dengan tinta nyata para pahlawan kami
" Sesungguhnya kemerdekaan itu hak seluruh bangsa "

Cepu. 9/8/2017
RETNO RENGGANIS.





BULAN SABIT YANG REDUP
****************************

Ladang puisiku malam ini
Begitu tandus
Mencari arti kata dari sederet kalimat puitis
Yang kau kirim dari rumah surga

Aku ingin menyusu di kantung-kantung azimatmu
Kuteguk secangkir saja manismu
Biarkan dahagaku tidaklah kerontang

Malam ini sajak-sajak yang kutulis
Penggalan kalimat yang tersusun dari percakapan-percakapan
Antara ada dan tiada

Malam ini kembali aku kedinginan
Sepi pecah
Luka memerah
Nyeri merekah
Aku teramat sayah
Lelah

Bulan sabit di atas pucuk ranting cemara
terlihat biru semu
Redup, dan redup.

CEPU 7/8/2017
RETNO RENGGANIS.





SMILE, LOVE AND RIDHO
**************************


Hujan kembali meneteskan rindu
Aku terkesiap
Karena hujan meninggalkan genangan haru
Walaupun ada pelangi di sudut hati

Ada getaran di kisah rintik
Ada aliran darah menggemericik
Ladang puisiku kembali menyapa
Memeluk rindu padamu cinta
Di fajar yang dini

Tentang dingin inilah jalan membelai puisi-puisiku
Untuk lebih dekat pada Sang Cinta
Mengepakkan sayap-sayap kasih
Mencumbu aroma kasturi di harum-Nya

Merinduimu itu hakku
Mendekapmu itu harus
Sebab cinta bagiku napas
Hidup pada ridho iklas
Syukur.

CEPU. 6/8/2017
RETNO RENGGANIS.

Catatan :
Gaulillah manusia dengan senyuman yang menawan dan bertaqwalah kepada Alloh dalam keadaan nyata dan bersembunyi.tonjolkan yang terbaik pada dirimu sebagai yang engkau inginkan dari insan yang lain.pula jauhkan yg engkau benci.sebab manusia tidak bisa melihat aibnya sendiri. 🙏 😎.





DADAKU DAN DADAMU TIDAK SAMA
**************************************


Dadaku dan dadamu jelas tidak sama
Di antaranya ada perbedaan-perbedaan
Juga pemahaman-pemahaman
Tentang sebuah perjalanan mencari makrifat
Dalam i'tikaf yang sebenarnya

Aku bersedekah rasaku untuk ketulusan
Bukan kemunafikan
Jadi aku tak bisa mengikuti jejakmu
menghalalkan cara yang bagiku adalah haramku
Dosakah aku?
Hinakah kamu?
Tidak!

Sebab kita punya keyakinan sendiri-sendiri
Walau aku tahu
Cinta kita sama
Cinta kepada cinta
Dia!
Cinta di atas cinta
Ya CINTA.

Dadamu dan dadaku sungguh berbeda
Irama napas kita sama
Senyum kita sama
Nur di dalam tengkuk terdalam
Itu yang membedakan
Pemahaman!

Dan dadaku pula dadamu
Tetap berbeda.

Cepu. 4/8/2017
RETNO RENGGANIS.





PEREMPUAN MELATI
**********************


Aku perempuan melati
Wangi putih aromaku
Aku melepas sauh pada dermaga yang kumau
yang penuh aroma puji-pujian
Yang penuh bait-bait sajak
Dari sebuah catatan langit

Aku ini perempuan melati
Laparku mengunyah kuncup-kuncup
Hausku menjilat madu putik emasmu
Yang kutaburi bubuk doa-doa
Yang kuremaskan dari sujud i'tikaf
Permohonan

Kunikmati segenap rasa
Karena aku perempuan melati
Tak sudi menangis di hadapan kamu
Meski sejarah napasku pilu
Laraku luka membusuk
Tetaplah aku harum dalam senyum
Iklas

Aku perempuan melati
Berjaga terus menjaga
Melangitkan asa dalam doa-doa
Bersama sajak dan puisi
Hati.

CEPU. 4/8/2017
RETNO RENGGANIS.


Kamis, 27 Juli 2017

Kumpulan Puisi Lukita Annisya - KESENDIRIANKU



"Kesendirianku"
Oleh: Lukita Annisya


Rintikan hujan yang jatuh satu persatu diatap rumah
Membuat telingaku terpacu untuk mendengarnya
Membuat mataku terpacu untuk melihat keatas
Membuat fikiranku terpacu akan posisiku saat ini..


Sejenak aku berfikir didalam hati,,
Dimanakah kalian semua.?
Begitu ramai umat didunia ini
Begitu ricuh suara-suara umat didunia ini
Tetapi tak satupun aku merasakan kehadiran kalian..


Yaaaa, kehadiran kalian disampingku
Kehadiran kalian dikehidupanku
Kehadiran kalian dikebahagiaanku
Bahkan kehadiran kalian dikesedihanku..


Sungguh aku sangat menginginkan kalian
Iyaaa kalian,,
Kalian yang bisa meredam kesendirianku
Datanglah,,
Lalu hibur aku dengan cara kalian yang baik...

Medan, 26juli2017
#olehku_WanitaPenuhSelaksaMimpi





"Kecewa yang kuterima"
Oleh: Lukita Annisya


Kerap tersadar
Kerap merenung
Siapa diriku
Lalu coba menyadarinya
Untuk apa aku fikirkan tentangmu
Untuk apa aku banggakan dirimu
Untuk apa aku simpan semua rasa cintamu itu
Jikalau akhirnya kau hanya berikan sebuah harapan yang tak pasti...

Medan, 23juli2017
#olehku_WanitaPenuhSelaksaMimpi




"Kita Berbeda"
Oleh: Lukita Annisya


Langkah kita begitu berat
Untuk menggapai sebuah cinta
Karena perbedaan menjadi penghambatnya
Ikatan janji yang semestinya tidak diucapkan
Telah diucapkan dengan begitu mudahnya
Akankah kebersamaan kita diizinkan.?


Alangkah indahnya bila saling memiliki
Namun semuanya terasa tidak mungkin terjadi
Ntah apa yang harus kita lakukan
Intinya kita hanya bisa berdiam
Semuanya terasa seperti tidak adil
Yang sudah terjadi tetaplah terjadi
Andaikan saja kita tidak berbeda...

Memory, 31januari2015
#olehku_WanitaPenuhSelaksaMimpi





"Menyulitkan"
Oleh: Lukita Annisya


Ketika hidup tak sejalan dengan apa yang kita inginkan
Kadang kita merasa putus asa untuk sesaat
Kadang kita termenung memikirkan beban yang ada difikiran kita
Kadang kita cemas dengan situasi yang serba menyulitkan..


Memang, saat ini kita seperti sosok jiwa yang tak berdaya
Selalu memikirkan hal yang menyulitkan yang ada dibenak kita
Selalu ingin melampiaskan semua yang ada disekeliling kita
Namun, kita pasti tahu bagaimana cara menyelesaikannya...

Medan, 29juli2017
#olehku_WanitaPenuhSelaksaMimpi

Selasa, 27 Juni 2017

Kumpulan Puisi Untuk RUANG PEKERJA SENI


KADO UNTUK TUAN SASTRA
RUANG PEKERJA SENI TANJUNG BALAI
By Romy Sastra II


tuan
tiga tahun sudah jejak tinta kutorehkan ke persada maya, daku titipkan selarik kata di pucuk rasa menari pada kertas yang hampir lusuh, tintaku yang lama membisu kini kembali berbenah

kalau tidak karena tuan ada di sini, tak mungkin ada bingkai-bingkai sastraku di lemari mayamu, tuan kemas rapi

tuan
layaran tintaku selalu menepi tak ingin terlalu jauh berlayar bukan takut tenggelam, daku selalu mencari tempat keberadaan yang sunyi tuk memadah yang ada dan tiada, sebab tintaku masih mentah tuk dilarung ke samudera terjauh

tuan
di ruang pekerja seni ini kita tersenyum
usia boleh bertambah sisa umur kian berkurang, dan mati
sedangkan lemari seni ini tetap berjaya hingga beribu tahun lamanya, dikau menyusun rapi talenta-talenta sastra yang tuan kelola tanpa pamrih, justru senyuman mesra dikau hadiahkan kepada kami, tuan

di haul yang ke delapan ini kami tak mengirimkan kado-kado seremonial di ruang mayamu tuan, melainkan wejangan diksi-diksi basi kukirimkan di ruang seni yang tuan bina
meski tak berharga tinta ini kumadah saat ini, tapi ia akan menjadi sejarah sepeninggalku nanti di dunia ini, bersamamu tuan

selamat ulang tahun Grup
RUANG PEKERJA SENI
di bawah asuhan abangnda
Ahmed El Hasby semoga RPS berjaya selamanya

HR RoS
Jakarta, 060617. 03:00






💖 INDAHNYA BERSAMAMU RPS 💖
************************************


Setiap detik berlalu
Bertambah panjang langkah perjalanan
Semakin jauh jarak yang tertempuh dalam merajut butiran-butiran kosa
Pada dinding yang tertera
RPS.. Happy Milad yua 😘 🌹 😍

Dalam perjalanan mengais kata mengikat sajak dan puisi
Kami bagaikan anai-anai tanpa arah dan tuju
Kini adamu, bersamamu
Kami seolah menemukan tempat singgah
Yang terkemas rapi nan indah tanpa takut sang garong
Mencundangi hak cipta dan karya 😭 😍

Kaulah sang hero yang menawarkan kasih
Akan dekap rengkuhmu menjadikan kami satu
Dalam cupu manikmu
Tanpa bingung tertohok desir rasa kehilangan
dalam was-was jiwa
Pula tanpa takut sesat karya, yang sewaktu-waktu bisa di plagiat predator

RPS.. 🌹
Seucap kata yang paling indah
Yang dapat kupersembahkan untukmu
Bunga-bunga kasih tetaplah bermekaran di ruang nan indah ini
Sambung sinambung berjuta karya
Pula silaturahmi berjabat rasa-- 😍 🎈 💖

Hari jadimu munajat cinta kasih 💖
Doaku selalu bertasbih
Jayalah RPS
Perjalanan ini masih panjang
Mari kita terus berdendang karya

Ahmed El Hasby 🌹 💖
Indahnya yang indah
Adalah kasihmu yang menyatukan kami para pengais ilusi
Kau jadikan senandung klasik di ruang kerja seni
Sekuntum melati kusemat untukmu 🌹
Tetaplah merengkuh kami dalam semangat hakiki
Love you forever adik n RPS. 😎

Cepu. 6/6/2017
By RETNO RENGGANIS.
LOVE.. LOVE..LOVE..FOREVER 💖 💖 🌹 🌹 😍





*Untuk mu RPS*
oleh, Mahyaruddin


bait bait kata pada sketsa sastra kemarin terserak pada kertas kertas malang
hingga terlupa akal ku
sebab larik tiada bertemu wadah nya
lama masa berselang
hingga hampir lekang di ingatan juga jiwa ikut terkekang
waktu pula memburu mencari terang
hasrat pujangga mulai terbenam rindu
memaksa berlari mencari peti kesana kemari
tempat harta karun nya agar tesimpan rapi

hingga bertemulah jiwa pada bilah ruang nan megah
banyak syair syair indah padu padan
tertata pada tiap tiap dinding ruang nya
lahir dari tangan tangan ulung penyair penyair mahsyur
beruntung langkah bisa bertamu di rumah ini
pintu pula tiada terkunci
sungguh tuan rumah tiada bosan dalam jamuan
terima kasih daku ucapkan
telah kenankan bait demi bait coretan ku ikut di tata pada ruang istana dalam bingkai bingkai sastra
di rumah ini
di Ruang Pekerja Seni
Dirgahayu dirimu
Jayalah selalu dalam karya cipta
lahirkan sastra demi sastra dari jemari jemari ulung petarung karya pada kertas kertas dunia

Salam cinta satu jiwa
RPS sukses dan jaya

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua







SECUIL TERIMAKASIH
By : Puji Astuti


Baru terlahir aku yang melihat dunia
Belai kasih nan tulusmu menggenggam jemari
Menina bobok tuk menjaga lelap
Di kamar hangat yang penuh dekap

Di sini berjuta harap tersematkan
Larikan dan titisan aksara tertata indah
Melahirkan dimensi yang tak ternilai
Oleh perjuangan tanpa pamrih penuh kasih

Walaupun baru sekejap
Aku hadir dan bertandang
Namun begitu tenang ku terlelap
Tuk menciptakan karya yang selalu mencuat berulang-ulang

Met MILAD RPS..
Makasih tak terkata tuk mas Ahmed El Hasby
Kepedulianmu menjadi mutiara di hati kami para pendulang seni..
Jayalah selalu untuk menjadi yang terbaik di antara yang baik.
JOGJA, 6 Juni 2017





RUANG PEKERJA SENI


Disini ruang bebas berekspresi
Disini ruang indah berkumpulnya suara hati
Disini pula kata demi kata
Bait demi bait indah terangkai jadi puisi
Disini tempat kami para pengagum goresan pena nan indah
Penuh arti lukisan bahasa hati
Banyak sodara kan kita temui
Berbaur lewat barisan2 puitis sebuah puisi
Kepakkan sayapmu wahai Ruang pekerja seni
Temukan karya2 baru dr setiap insan yang berjiwa seni
Walau biasa tapi selalu mengena di hati
Walau sederhana tapi penuh makna
Walau tak terindah tapi penyemangat diri2 berpotensi
Wahai kawan,,,, teman yang paling setia adalah pena
Yang takkan berdusta pada setiap keluh kesah kita
Teman yang paleng jujur adalah barisan puisi curahan hati
Yang takkan pernah bohongi setiap resah gelisah diri ini
Menulis dapat menjadi terapi diri n hati
Menetralisir setiap gejolak di dada ini
Mampu mengungkap setiap kata yang tak mungkin terucap dari bibir ini
Selamat berkarya shobat RPS
Senang bisa menjadi bagian mu disini

Dezzta Deasya Dekkixx Boenga Reock
In colection
Ponorogo





JAYALAH RUANG PEKERJA SENI


telah ramai khalayak menorehkan tinta.
meski tiada nyata tertulis hanya maya.
bermacam peristiwa tertuang disini.
penuh makna dan erti kisah sejati.
walau sehelai rambutpun tak tersisih.
ada duka serta gembira berhias airmata.
hanya kalimat selamat termampu diucapkan.
disetiap musim hadirnya berbeza.
semoga jaya ruang pekerja seni.
bersama goresan kalimat yang syahdu.
usahlah berlalu bila tertiup bayu.
dipersada jiwa dinanti selalu.

by : zharif
surabaya





AHMED EL HASBY


Tadinya memang tidak terpikirkan olehku melanglang
Aku tersesat diruangan asing , milik seorang bintang
Sebuah ruangan penuh kata kata indah nan merangsang
Dibina pemuda Tanjung Balai , berpikiran cemerlang

Ahmed El Hasby , nama itu selalu mengiang
Membikin suaktu pilihan blog menantang
Membangkitkan adrenalin berkarya yang hampir hilang
Mewujudkan impian semasa muda , terkenang

Trimakasih kawan , tlah memberikan wadah seniman terbuang
Dari segala hiruk pikuknya kesibukan , tanpamu duniaku seakan gersang
Ruang Pekerja Seni , maha karyamu dihatiku terpampang
Sebagai simbol pemersatu seniman tuk berjuang


********************************************************
Mungkin hadiah kecil ini tidaklah seberapa , dibandingkan dedikasinya yang tlah memberika wadah bagi seniman merana , seperti saya...........

by : DEKY BUDI
Surabaya




RUANG PEKERJA SENI


Ruang indah penyejuk hati
Berhias taburan gemintang syair
Berhampar karya menginspirasi
Bernahkoda pria berkharisma dengan senyum sentiasa berseri
Abang Ahmed El Hasby Sang ketua yang sentiasa memotivasi

Kusadari hadirku belum begitu berarti ku belum mampu bersumbangsih
Namun ku betah disini
Sekiranya ku tak didiskriminasi

Oleh : Emmy Metamorfosa

111115





TESTIMONY KU TENTANG RPS


Ini sebuah pernyataan :
ketika jiwaku limbung
terkatung katung diawan bimbang , sedih, luka dan lara
kapal besar merangkul jiwaku,
seteguk demi seteguk dahagaku lepas,
sedikit demi sedikit bebanku meringan,
sejengkal demi sejengkal laraku terkelupas,
perlahan tapi pasti,
awan kegalauan sirna dari beranda nurani,
betapa banyak saudaraku diatas kapal itu,
warna warni pula pelanginya,
bercorak ragam penghias dirinya,
bahkan berbeda pula tutur tata kramanya,
malah banyak yang berbeda bahasanya,
tapi damai ada disana,
persamaan rasa ada disana,
keteduhan alam pikiran diwadahinya,
bermuara kesamudra kasih persahabatan seni,
setiap jiwa bertaut satu dengan lainnya,
sutra kebersamaan budaya Indonesia,
KAPAL ITU : RUANG PEKERJA SENI,
Nachodanya sang Maestro : Ahmed El Hasby,
sudah diarunginya Tujuh Samudra, Tujuh Benua
alangkah beruntung : AKU ADA DISANA....
TERUSLAH BERLAYAR RUANG PEKERJA SENI,
disamudra hidup dan kehidupan ini....
BRAVOO : RUANG PEKERJA SENI
BRAVOO : SAHABATKU AHMED EL HASBY....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring.-----------------------------------
-----Penumpang Kapal dari Makassar, Minggu Sore, 10 Juni 2012.-






MARI BERSUA DIGUBUK JANJI


Malam ini suasana bercerita warna ceria,
Senandung irama celoteh canda dan tawa bergema rasa,
Dekat tapi tidak bersinggungan,
Jauh namun tetap dihati...

Mereka adalah para Seniman Muda,
Diwajah terpahat rona bahagia,
Disini rumah mereka katanya,
Rumah tempat bertemu bukan sekedar bertamu...

Akh...
Cuma lima putaran rembulan kawan...!
Hanya lima edaran mentari sobat hati...!
Mari bersua di Gubuk Janji...
Merangkai dan mewarnai suara hati...
Disini...
Di Ranah RUANG PEKERJA SENI...
Tempat para Seniman melepas kreasi...

By : Wahyu Sumut Kembara
Rabu, 26 Desember 2012. ( Stand Ruang Pekerja Seni )
Tanjungbalai - Sumatera Utara.






RUANG PEKERJA SENI


maaf jika dindingmu penuh coretan kotor unek2ku
maaf jika dindingmu penuh goresan gambar ruang rasaku

dan maaf jika dindingmu penuh oleh bercak darah yang mengalir dari segumpal hatiku yang berlumuran sayatan duka

karena hanya didindingmu kubisa lemparkan semua sampah dalam benakku
menguras racun yang mencemari kemurnian hatiku

disini...
DiRuang pekerja seni
kubisa teriakkan kepedihanku
meski kadang sumbang dan menguap sirnah dihempas gelombang zaman...

Makasih karena telah membiarkanku
bersandar dipundakmu
mendengarkan rintih lirih nuraniku yang teraniaya hidup.

Masita shanti
Takalar-Sulawesi selatan
08-12-2013

……………..***……………





RUMAH IMPIAN

lama sudah kuberdiam diri
menbiarkan hujat dan caci maki dunia
bercengkrama dgn lirih isak tangis nurani yang semakin menyekat dada

Tuhan kulelah jadi benalu
kapan rumah impianku jadi nyata
kuingin rasakan khusyuk beribadah dirumahku sendiri
mendidik anak2ku dirumahku sendiri
dan membina rumah tanggaku dirumahku sendiri

tanpa campur tangan yang lain
tanpa aturan yang terasa memanggang jantung
dan memekakkan telingaku
dan membunuh karakterku

Tuhan wujudkanlah impian si lemah ini jadi nyata
kuingin punya rumah sendiri
Rumah idaman yang kuimpikan.
Amin...

Masita shanti
Takalar Sulawesi selatan
08-12-2013






SELAMAT ULANG TAHUN
YANG KE 5 TAHUN UNTUK RPS


Tiada ada kata yang mewakili rasa,,,
Dalam indahnya lentikan jari jemari nya,,
Walo tanpa kenal lelah dia lalui nya
Dengan ke ikhlas hati yang bergelora

Lelah letih lesu menghampiri nya,,
terkadang lupa makan itupun sudah biasa,,
Memberikan yang terbaik itu harapan nya
Menghasil kan karya sastra dari seluruh persada

Oh tinta ku,,,
Izinkan lah tulisan ini sebagai wakil nya
Izin kan lah kata ini sebagai penghubung nya
Izin kan lah ku ucap kan terima kasih yang tak terhingga,,
Pada mu ruang pekerja seni ku maff kan bila kukhilaf menulis kata

Di hari bahagia mu telah kau lahirkan penyair seluruh pelosok negri,,
Dari beraneka kiasan yang telah kau dapati tiap hari,,,
Semoga engkau selalu jaya dan abadi
Kepada seluruh.kru nya di berikan murah rejeki
Yang telah meluang kan waktu dan membantu kami
Tanpa mu aku tiada di sini
Semoga tuhan membalas kbaikan ini
Jaya selalu untuk ruang pekerja seni

BY SONIAA VERONICHA ITU AG
NDENOK PANDANREJO WAGIR NGALAM
9:06:2014






RUANGKU RUANG SEDERHANA

Pernahkah ada rasa rindu bagi kita terhadap benda yang selama ini menjadi cermin beranjak sila kita,dan pernah berundukkah kita ketika anak tangga yang selama ini sederhana dinaiki mampu menopang berbagai beban yang sangat berat.namun kita tidak menyadari kita terlalu nyenyak untuk menoleh kembali kebelakang.

Namun percayalah teman sahabat
aku dan kamu adalah bagian dari saksi terkecil kita
yang rindu akan kepolosan,kejujuran,kebersamaan.
dan bukan tindakan kemunafikan semata
syukurilah ini Rumah kita bersama.
rumah tempat duka suka kita
rumah dimana kita belajar sederhana
dan rumah apa adanya bukan ada apanya

Rasyid Riza
Ruang pekerja seni
— di Shah Alam.





RUANG PEKERJA SENI


Mempunyai beribu Versi dalam alunan ataupun tata penulisan...
Edeologi berbagai macam tipe..
alunan lirik jua hampir berbeda beda...
kata kata tersusun indah dan sahdu terbaca ,
indah jika dipaparkan dipenjuru mata..
seperti pernak pernik wakna dan rupa bagi pemilik nya..
Puisi tercipta dalam naluri hati...
Puisi jua mempunyai makna dan dijelma amat begitu mempesona..
seperti pelangi senja..
walau hanya sesaat maka akan menjadi memory pemikat selanjutnya...
Untuk dikenang esok dan seterus nya...

salam hangat dari ku sahabat ku...
Met malam
_______________

Oleh : TROY
Palembang





TUK SAHABAT " RPS "

Hidup ini tak sempurna
Khayalan tak selalu nyata
Sahabat jangan pernah menyerah

Jangan berhenti berharap
Kita ini yang terkuat
Saatnya jadi peran utama

Aku bisa kaupun bisa
Meraih mimpi setinggi bintang berkilau
Bersamamu ku percaya
Kita ditakdirkan jadi yang terhebat

Marilah genggam tanganku
Berlari kita terpacu
Jangan pernah ada ragu
‘tuk jadi yang nomer satu

Rintangan paling berarti
Rasa takut dalam diri
Selama kita sehati
Mimpi kita takkan mati......
Arsyad Optional Yus
MERDEKA...
Perjuangan tanpa pamrih untuk republik tercinta
menggelora digaris khatulistiwa
memberi kejayaan bangsa sepanjang masa

MERDEKA...
Harta yang tak ternilai harganya
Menjadi Pemicu pemimpin bangsa
Untuk tampil di era Dunia

Oleh : Arsyad Optional Yus





SELAMAT MILAD RUANG PEKERJA SENI

pada ketepatan hari, saat menyingsing menegakkan kejujuran .
selembar kisah sejuta cerita diberanda beranda ini
aku telah bersemi, dan belajar bersemedi disini, dan menemukan orang orang yang luar biasa, sepucuk dan setandan kalimat dihiasi, kepada Matahri dan senja yang jatuh dikaki langit, telah menandai kelahiran buah keindahan, sebagai pekerja Seni, tanpa mengartikannya sebagai dalih dalih dan bagai anai anai hanya sepotong dan terbang tak beralih lagi

semoga semua dihiasi bagai taman taman mawar dan menempatkan usiamu yang telah terbiasa dengan deretan kisah dan bunga bunga kehidupoan, disini ditempat ini, aku telah berharga dan ditempatkan sebagai bagian dari taman taman yang lain,,selamat MILAD,sukes selalud enga karya, karya,,dan bersama kasihs ayang Allah

Oleh : Dion-anak Zaman