RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 20 Februari 2017

Kumpulan Puisi Drs. Mustahari Sembiring - SEJUTA PUISI RINDU


SEJUTA PUISI RINDU
Karya MS Sang Muham


Telah kugubah sejuta puisi rindu
kupapar pada tiang waktu
semua kupersembahkan keharibaanmu
sayangnya tak satu pun menyentuh kalbu
terburai di pucuk cemburu

Kini aku kehabisan kata
membeku di ujung kerdipan mata
aku yang tersia

Kuharap kalimat ini kata pengantar
meski kita tak lagi sejajar
bayangmu kian samar

Aku pun telah menebus semua kata terucap
supaya langkahmu tak temukan gelap
aku rela melepas harap

#Billymoonistanaku, Kamissiang, Februari 09/2017 = 11:41 wib





MENGENANG IRAMA
Karya MS Sang Muham


Melintasi batas kenang
terselip lara di tingkap jiwa
merambati nuansa

datar suara hati menyapa asa
bertaburan rintik menghias pagi
terhapus jejak di lembaran puisi

andai kalimat tak di urai dalam kebersamaan
barangkali tetali kasih tak bertaut
pun jika taman tak di taburi rasa
takkan kubiarkan bunga mekar
layu sebelum waktunya

Akan kukenang tiap irama
nyanyi jiwa saat bersama

#Billymoonistanaku, kamispagi, Februari 09/2017 = 07:17 wib





SUDUT HATI
Karya MS Sang Muham


Jika sungguh ada rasa
pastilah tersambung getar di jiwa
benang-benang rindu terjalin kasat mata

Bencana datang seketika
sudut hati ingkar
entah apalah alasannya

Barangkali telah kau temukan penimbang rasa
hingga sanggub melupa kata
padahal kalimat belum sempurna
terbengkalai di nurani
merenda sunyi

Tiap waktu kurangkai doa
supaya jalanmu lancar meski gambarku memudar

#Billymoonistanaku, Rabumalam, Februari 08/2017 =20:02 wib





JALAN MENJAUH
Karya MS Sang Muham


Terbiarkan
hingga ranum di pohon kering
buah kebersamaan memutik liar

Lukisan kenangan memudar
retak di hati
tinggalkan nyeri tak terperi

Waktu telah memilih warnanya sendiri
sedang hati tetap tak mau kompromi
diam-diam menganyam sunyi
hujan tak terbendung lagi
menganak sungai di pipi

Semogalah kau temukan jalan mendekat
sebab telah kau bangun jalan menjauh dariku

#Billymoonistanaku, Rabumalam, Februari 08/2017 = 19:39 wib





MAHA NISCAYA
Karya MS Sang muham


Jalan menuju cahaya
berbalut tawakal sabar setia
menanti wadah sempurna

kuat terima ikhlas memberi
tingkap jiwa terbuka

sesiapa percaya
niscaya tetap menata jiwa
agar nama tercatat di balairung raja

Sungguh sesuatu yang maha niscaya
sulit di percaya tapi nyata
selaras iman tetaplah waspada

tak ada alasan untuk berpaling diri
perjuangan telah tiba di penghujung karsa
merdeka merdeka merdeka sejahtera sararea

#Billymoonistanaku, Rabupagi, Februari 08/2017 = 06:26 wib






ISTANA JIWA
Karya MS Sang Muham


Pada tikaman yang terakhir
seluruh kesadaranku tersita
aku terpenjara di lembah dosa

Hari-hari mengalir di luar irigasi
ladang nurani kering di tumbuhi duri
entah berapa lama lagi begini
cakra dunia berputar sungsang
aku hanyut di derasnya arus fatamorgana

Duh Gusti Pangeran Welas Asih
kulambaikan tanganku yang penuh noda
berseru dari mulut yang kerapkali cuma caci maki keluh kesah
tubuh yang bebal hati keropos di pandu nafsu
ampunilah hamba tolonglah jiwa raga

Musyafir di dunia sementara di batasi logika
hidup sesungguhnya menanti di keabadian baqa
ijinkan hamba membangun istana di sana

#Belantaraibukota, Jumatpagi, Januari 27/2017 - 08.08 wib





MENAKAR NERACA
Karya MS Sang Muham


Kau telah memperlalukan aku begitu buruk
padahal kuminta cuma seteguk air
saat dahagaku mencekik tenggorokan
raga kehilangan daya
terkapar di belantara ibu kota

Menatapku sebelah mata
mengacuhkanku bahkan cuma dari sisa waktumu saja
membiarkanku lapar dahaga

Aku cuma ingin menakar neraca
sungguh kau cuma ingin madunya
lalu menelantarkan riwayat pun nostalgia

Terima kasih telah menemaniku melakonkan peran
tak kusesali cuaca meski catatan penuh duka lara
setidaknya aku pernah mengajakmu menata jiwa
berlaku adil jika tak sanggub setia
semua sia-sia sebaiknya tutup buku saja

#Belantaraibukota, Jumatjelangsiang, Januari 27/2017 - 10. 10 wib






RAHASIA HATI
Karya MS Sang Muham
( Sekapur sirih buat adekku JS di Pancur Batu )



Ada yang tersembunyi di balik senyuman
rahasia di balik rahasia hati
tak banyak yang mengerti

Membaca yang tampak di mata belum tentu fakta
jalan hidup penuh teka-teki
catatan nestapa bertumpuk di dada
bening air mata tersamar hujan pagi
penantian tak berbatas di jalani

Hidup dan kehidupan memang misteri
tiap pribadi melukis jalan diri
dengarkan kata hati seturut jati diri

Duh Gusti Pangeran padaMu kuberserah diri
jalan setapak ini penuh duri
kerap terjerembab tapi kuterus berdiri
mampukan kujalani

#Billymoonistanaku, Kamispagi, Februari 16/2017 = 09:09 wib





LENGANG
Karya MS Sang Muham


Entah masih ada sela
merangkai melati jatuh tercecer
dari hati yang terkoyak

Bahkan jalan pun telah di tumbuhi ilalang
halte nan lengang
setelah sengketa meraja di hati

Senja mengabarkan waktu tersisa
aku tak lagi berani berharap
setelah lambaian ibaku tak kau hiraukan
lara nestapa kusembunyikan di balik senyum
melepasmu mengejar bintang

Di pojok hati terus kulantunkan doa
semoga masih ada jeda bertemu di menara bahagia

#Billymoonistanaku, Rabusiang, Februari 15/2017 = 14:04 wib





DERMAGA TUNGGAL HATI
Karya MS Sang Muham


Kekasih hati,
sesekali tumbuh liar rasa di dada
menumpulkan logika menyodorkan sesal kecewa
hambar lidah bicara
kumohon laju bahtera tetap terjaga

Kekasih hati,
panggung sandiwara dunia menawarkan peran
jagalah hati tetap seputih melati

Kekasih hati,
kita bersepakat berlabuh di dermaga tunggal hati
pelabuhan akhir hingga menutup mata
kapal perahu biarlah hilir mudik di sana
jangan biarkan tambat tali apalagi lego jangkar

Kekasih hati,
rentang waktu mencatat tawa bahagia pun lara nestapa
memurnikan cinta satu-satunya

#Billymoonistanaku, Rabupagi, Februari 15/2017 = 08:08 wib





RIWAYAT RAJA BUTA
Karya MS sang Muham


Menguji langit
jujur sabar setia tak guna sia-sia
satu persatu tumpul di pangkal

Musim telah gagal menepati jadwal
setengah hujan setengah terik
langit pun sobek di tiap sisi

Rumah di tinggalkan pintu tak di kunci
orang asing masak memasak di dapur negeri
para punggawa sibuk selfi persiapan unjuk gigi
manusia berhati singa berjiwa durjana
langit memerah api permusuhan menyala di dada

Kenapa tak ada yang perduli
raja buta ternyata ahli sihir dari negeri mata segaris
riwayat bengawan Solo sudah lama gonta ganti
skenario besar sistematis ini di catat leluhur suci pendiri negeri
penguasa buta jadi tumbal atas perbuatannya

#Billymoonistanaku, Minggumalam, Februari 12/2017 : 23:23 wib





MELUPA TAK
SEMUDAH MENYEKA AIR MATA
Karya MS Sang Muham


Menyemai rindu
di hamparan ladang tak bertuan
tumbuh liar di sela waktu

Rentang masa menata nostalgia
terpaut akar merambati kebersamaan
rindu adalah benalu rasa

Melupa tak semudah menyeka air mata
nyeri di dada buah si malakama
hati tak mampu berdusta
rasa terpenjara di lorong gulita
sengketa jiwa di lembah karma

#Billymoonistanaku, Sabtusore, Februari 04/2017 = 15:15 wib





SUARA KEBENARAN
Karya MS Sang Muham


..." derita sengsara nestapa ini
adalah perlengkapan perjuangan "....

Membaca catatan nachoda
merangkaki samudra sengsara
menantang ibukota, di bilang orangila

Menjadi prajurit Bhayangkara
suarakan kebenaran bicara apa adanya
melawan sistem zolim, di label tidak loyal, keras kepala

Terpilih sejak mula menata ulang nusantara
suarakan kata di luar nalar logika rahasia di balik rahasia
pewaris utama Manglayang negeri leluhur
perwira perang amanah mulya jantung hati nusantara
tak ada yang percaya, di kira gila

Manusia kini aneh tingkah polahnya
segala sesuatu di ukur tebal tipisnya saku
seberapa banyak pundi pundi assesoris dunia
semua bisa di beli suka suka
ini benar benar gila manusia di kuasai nafsu hewan angkara murka

Hidup bukan kebetulan
ada yang mencipta mengatur merawat semestinya
skenario maha rumit di pegang sutradara
zaman akan berganti episode sandiwara dunia
goro goro di mana mana nyawa tak berharga

Nusantara memasuki zaman ke emasan
mercu suar dunia bukan sekedar slogan kata kata
negeri ini lumbung dunia
manusia maha bijak tanpa tanding disini adanya
di negeriku peradaban dunia bermula

Cahaya dari timur dialah anak gembala
sudah hadir di tengah kita
berbudi luhur berjiwa dewa sakti tanpa azimat
sudah selesai bertapa brata raganya wadah baja
dia rahasia di balik rahasia di lindungi tak kasat mata

Rangkaian derita sengsara caci cerca ternyata alat peraga
perlengkapan perjuangan menempa jiwa sabar darana
merdeka merdeka merdeka tiba waktunya
kalender takkan berganti saat itu nyata
kita akan bersua di sejahtera sararea

Negeriku mercu suar dunia
negeriku maha kaya raya
negeriku bertanah syurga
cahaya dari timur insan maha bijak pemimpinnya
hidup sejahtera sentosa pemimpin melayani rakyatnya

Semoga percaya
cermati setiap fenomena
sejajarkan logika dan ghoib di kepala
aku saksi utama berdiri di muka
kita bertemu sebelum tutup usia

#Billymoonistanaku, Jumatsiang, Februari 03/2017 = 14:54 wib





SEJENGKAL SENJA PENGABDIAN
Karya MS Sang Muham


Semua telah di rampas
jalan di buntukan
kesempatan di patahkan
segala upaya di gagalkan
serupa kerja rodi di ladang pengabdian

dan kenyataannya seperti pecundang tak berdaya
cuma diam dan diam hingga senja di ladang pengabdian

Terbiasa sejak di desa di dera nestapa
di pasung di kebiri di singkirkan paksa
lantaran berani menjerat naga berwajah sejuta
jadi pahlawan kesiangan di lembah neraka
sempurna !!! selesai sudah, angkara murka menepuk dada

Belum belum paripurna pengabdian, masih tersisa sejengkal senja
terima kasih telah berperan antagonis di jalan takdirku

Di atas langit masih ada langit
kini saatnya yang berhutang membayar hutang
diam menata sabar membersihkan wadah insan hakiki
berbahagialah yang terzolimi hingga mengerti harum sejati
dalam kemustahilan terletak mujizat tak terbantahkan

Salam merdeka merdeka merdeka
sejahtera sararea

#Billymoonistanaku, Jumatdinihari, Februari 03/2017 = 01:01 wib





SEJENGKAL SENJA PENGABDIAN
Karya MS Sang Muham


Semua telah di rampas
jalan di buntukan
kesempatan di patahkan
segala upaya di gagalkan
serupa kerja rodi di ladang pengabdian

dan kenyataannya seperti pecundang tak berdaya
cuma diam dan diam hingga senja di ladang pengabdian

Terbiasa sejak di desa di dera nestapa
di pasung di kebiri di singkirkan paksa
lantaran berani menjerat naga berwajah sejuta
jadi pahlawan kesiangan di lembah neraka
sempurna !!! selesai sudah, angkara murka menepuk dada

Belum belum paripurna pengabdian, masih tersisa sejengkal senja
terima kasih telah berperan antagonis di jalan takdirku

Di atas langit masih ada langit
kini saatnya yang berhutang membayar hutang
diam menata sabar membersihkan wadah insan hakiki
berbahagialah yang terzolimi hingga mengerti harum sejati
dalam kemustahilan terletak mujizat tak terbantahkan

Salam merdeka merdeka merdeka
sejahtera sararea

#Billymoonistanaku, Jumatdinihari, Februari 03/2017 = 01:01 wib





SEJENGKAL SENJA PENGABDIAN
Karya MS Sang Muham


Semua telah di rampas
jalan di buntukan
kesempatan di patahkan
segala upaya di gagalkan
serupa kerja rodi di ladang pengabdian

dan kenyataannya seperti pecundang tak berdaya
cuma diam dan diam hingga senja di ladang pengabdian

Terbiasa sejak di desa di dera nestapa
di pasung di kebiri di singkirkan paksa
lantaran berani menjerat naga berwajah sejuta
jadi pahlawan kesiangan di lembah neraka
sempurna !!! selesai sudah, angkara murka menepuk dada

Belum belum paripurna pengabdian, masih tersisa sejengkal senja
terima kasih telah berperan antagonis di jalan takdirku

Di atas langit masih ada langit
kini saatnya yang berhutang membayar hutang
diam menata sabar membersihkan wadah insan hakiki
berbahagialah yang terzolimi hingga mengerti harum sejati
dalam kemustahilan terletak mujizat tak terbantahkan

Salam merdeka merdeka merdeka
sejahtera sararea

#Billymoonistanaku, Jumatdinihari, Februari 03/2017 = 01:01 wib





KUTUNGGU DI BIBIR PANTAI
Karya MS Sang Muham


Kalimat yang kau tinggalkan mentah
terlalu lama awan menyimpan rahasianya
saat aku tiba halte telah kosong
sayang sekali tak kau tinggalkan jejak
harus kemana kuantar rasa yang kau titipkan

Entah masih bisa sua jika waktu merentangkan lupa
hari pun sudah senja
pastinya episode segera berganti cerita

Maukah kau melucuti segala alfa sengaja yang menggores sukma
melarungnya di samudra menitipkannya pada ombak
akan kutunggu di bibir pantai
disana akan kusiapkan sebingkai doa
pun pintu maap meski tak pernah kau ketuk

Akulah yang tak pandai menyamakan langkah
teruslah menghapus bayang-bayang mengejar bintang
maapkan ketidakmampuanku

#Billymoonistanaku, Selasasore, Januariakhir, 31/2017 = 18:18 wib





PERBEBEN KEGELUHEN
Karya MS Sang Muham

Andiko,
arah serpang siapai nge man bentasen
segelah jumpa ingan cio cio
pepalem pusuh entah er pur pur sage
ngelayasi perukuren nurihi kegeluhen

Enggo marpar merap sapo terulang
enggo tandes perbeben lalap la ersuki kiniseran
kuja denga nge ingan ergandi gandi

O kam Simada Kegeluhen
i teruh perkuah ateNdu kami erjimpuh ersinembah
turihi min perukuren pegegeh kula tendi
pengasub ndalani wari wari i doni
rembak ras Kam ngenca juah juahen bas pertibi

Mari dage turihi perukuren pesikap lagu langkah
sepengodak pengole mindo perkuah ate Dibata

#Billymoonistanaku, Selasasiang, Januariakhir 31/2017 = 13:53 wib
#puisi_karo






MENARA HATI
Karya MS Sang Muham


Kenapa masih saja membungkus diri
padahal warna jelas terpapar
serupa tak rela membuka nurani

tapi tak juga memberiku jalan buat pergi
tinggalkan resah ini

Untuk apa terus menghitung luka
jika sembilu kau yang menghela
mari menyeka air mata

Kita selesaikan dengan nurani
aku kekanan kau kekiri
tak usah menoleh lagi
untuk apa terus memaksa diri

Ada waktu ada saatnya membangun menara
kelak kita pajang potret disana

#Billymoonistanaku, Seninsore, Januari 30/2017 = 17:17 wib





MISTERI RASA
Karya MS Sang Muham


Bersama menghitung hari
begitu banyak waktu terbengkalai
rasa tumpang tindih
tiap kali bersua terhidang dusta
tau tapi harus bagaimana

Berharap terang hingga petang
awan hitam menghalang pandang
tetali asih putus di regang
hujan turun mata tergenang

Hati sulit di reka
di kejar terus berlari
di nanti orang tak sehati
misteri episode diri

#Billymoonistanaku, Seninpagi, Januari 30/2017 = 09:39 wib





PUNDI-PUNDI INSANI
Karya MS Sang Muham


Mari bersamaku meniti buih
meski logika lahirkan tak percaya
lupakan sejenak takaran dunia
kita ciptaan sempurna
segambar denganNya

Apapun tersurat sebutannya
mukjizat keberuntungan itu ada
tersedia bagi siapa percaya

Langkah rezeki pertemuan maut seimbang sejalan
tangan kita yang mencemarinya
ada pengampunan untuk di mohonkan
kenapa mendua atau menumpuk kecewa di dada
buih-buih itu kristal dari syurga

Gusti Pangeran tak kan mengkorupsi pundi pundi ciptaanNya
tepat waktu pada saatnya kita akan terima

#Billymoonistanaku, Sabtusore, Januari 28/2017 = 18:18 wib





SANG PENDUSTA
Karya MS Sang Muham


Menebar dusta
di hamparan kaca benggala
memasang ranjau di beranda jiwa

Ala bisa karena biasa
melapis dusta di atas dusta menutupi kebohongan semula
tergiring nyata jadi pendusta

Hidup terpasung
jiwa terkungkung raga di perbudak angkara murka
menilai sesama bercermin pada dirinya
mengukur baju di badan sendiri

#Billymoonistanaku, Sabtumalam, Februari 18/2017 = 19:19 wib





BERBAGI SEPI
Karya MS Sang Muham


Menyambangi nostalgia
embun membeku di kelopak mata
satu persatu menetes membasahi catatan

Aku pernah menitipkan gelisah
berbagi sepii di beranda jiwa
bahkan menyerahkan satu satunya rasa
penggalahku patah
terbuang di jalan penyesalan

Andai pun dalam hitungan aku banyak berhutang
tapi aku juga pernah menyuburkan ladang kalbu

Tak pernah kusesali sepahit apapun terjadi
tetap kujaga hati mengikat silaturahmi
mari melangkah seturut kodrat diri

#Billymoonistanaku, Sabtusiang, Februari 18/2017 = 11:51 wib




SUMPAH PEMBURU
Karya MS Sang Muham
(Kudedikasikan buat sahabat hati INDRAYANI IN di Binjai)


Kukenang suaramu membelah langit
kita teriakkan mimpi ketika hari masih pagi
di bentangan hijau kota kenangan

Kini senja mengabarkan usia
ada catatan belum mampu ku terjemahkan
meski suka duka deras menghempas jati diri jangan terlepas

Sahabat hati,
mimpi itu masih menggantung di pustaka jiwa
janji langit takkan berubah
ainul yakin kupahat di nyata

Sahabat hati,
janji itu sumpah pemburu pantang pulang jika tak menang
kupastikan membangun tugu
wujud mimpi yang pernah kita teriakkan

#Billymoonistanaku, Seninsore, Februari 20/2017 = 16:16 wib





KUKEJAR HINGGA SENJA
Karya MS Sang Muham

Tolong bacakan alfaku
jika hati terus memanggil
mengejar kata suara jiwa

Segala karsa telah kureka
menghapus mimpi dari lena terlama
sungguh hati tak rela kukejar hingga senja

Abadi kupahat di dada
jalan diri mengabdi selamanya
satu nafas satu cinta
takdirku Prajurit Tribrata

#Billymoonistanaku, Seninsiang, Februari 20/2017 = 14:04 wib





HARUM SEJATI
Karya MS Sang Muham


Menggendong harap
di bayangi rentang lara sepanjang jalan
memanen nestapa di tiap gerak raga

Tetap bertahan di hempasan badai
compang camping jiwa raga menanggungkan derita
penggenapan ranting kering dan sisa potongan pohon

Duh leluhur suci
sajak ini rintih suara nurani
berharap bijak sejarah di lewati
bertahan hidup demi harum sejati

#Billymoonistanaku, Seninpagi, Februari 20/2017 = 07:07 wib





TANGGUNG JAWAB INSANI
Karya MS Sang Muham


Jangan menghitung mundur
jika harus
ingat titik koma beserta tanda baca

Waktu bergerak maju
mengikuti logika
tapi juga nisby di ruang tanpa logika

Berbuatlah seturut hakikat
setidaknya menyeimbangkan keberadaan
lalai menyemai kebajikan jangan tabur keburukan

Kita semua tersangka utama
menunggu panggilan giliran persidangan
mempertanggung jawabkan titik koma juga tanda baca

#Billymoonistanaku, Rabumalam, Maret 01/2017 = 21:12 wib





SALAH TIMBANG
Karya MS Sang Muham


Bagaimana bisa
kau kata pahitku kau juga rasa
ketika gula-gula di mulutmu berbusa

Bagaimana mungkin
sketsa diriku terus kau bawa
sementara jari jemari nakal merayap di balik mega-mega

Ah...kurasa aku telah salah timbang
menyemai melati di tumpukan jerami
berbekal ketulusan menambal perca
singkirkan syakwasangka terima apa adanya
ternyata aku memelihara piranha

Ya sudahlah tak guna terperangkap di silam nostalgia
bagiku ini buah maja panenan dari ladang tak bertuan

#Billymoonistanaku, Senindinihari, Februari 27/2017 = 00:33 wib





LAGU SENDU TEMBANG JIWA
Karya MS Sang Muham


Memilah rasa di antara kusutnya kata
setumpuk catatan membangunkan kenang
pasrah terkulai mawar tepi jalan
mengais rupiah sembari minum fanta
menebar pesona memasang jerat asmara

Entah apa yang ada di benakmu
ketika jelaga merayapi tiap jengkal raga

Rupanya waktu telah mengikis habis titik koma
bahkan untuk bertegur sapa tak lagi ada upaya
semudah itu melupa nostalgia
ah...kenapa dulu terlalu rapi kutata irama
kini mencipta lagu sendu tembang jiwa

Aku sempat kehilangan kompas jiwa
tak percaya pada nyata di pelupuk mata

Kau telah meninggalkan benang kusut
tak berujung tak bertepi
terus menyayatkan luka di beranda jiwa

#Billymoonistanaku, Minggumalam, Februari 26/2017 = 00:00 wib





DARI TEPIAN TERLUPAKAN
Karya MS Sang Muham


Sesekali mari menepi
meleluasakan sesuatu terjadi
menyediakan diri di giring naluri

Mengunci mulut pun bahasa tubuh
menghayati sesuatu mengguncang jiwa
ikut arus tapi tak hanyut

Setelah episode berakhir kembali olah pikir
sedalam apa luka menganga
sebijak apa nurani menerima
apa kata hati dari tepian nan terlupakan
buah pahit berbagi kebajikan

Tetaplah setia satu jiwa jujur kata jujur karsa
sabar berpengharapan melengkapi perjuangan

#Billymoonistanaku, Sabtusiang, Februari 25/2017 = 11:11 wib





TELAGA JATI GEDE
RIWAYATMU INI
Karya MS Sang Muham


Telaga akan pecah
tertulis dalam ugah
mengapa tak satu pun mengalah

Telaga akan bedah
insan seperti sampah
mengapa tak segera pindah
kalimat ini bukan sumpah
penggenapan atas ugah

Telaga jadi sagara
tangan nista bertaruh nyawa
siapa korban siapa kehilangan jiwa raga

Telaga tenggelamkan harta benda
insan tak berdosa hanyut hingga laut jawa
punggawa sengaja lahirkan huru hara

Telaga menyapu bersih siapa saja
sesaudara segeralah pergi jauhi telaga
bencana ini nyata
tak sampai dua purnama
percayalah sungguh percaya

Tengok ke barat daya
langit merah saga
istana raja merah menyala

Cerita panggung sandiwara cuma illusi semata
semua mulut diam kena sihir angkara murka
punggawa seperti tak perduli singgasana
sengaja menyulut api di mulut gua
kurcaci pasrah tak berdaya

Tengoklah wajah raja buta
kalimatnya mencibir nusantara
di mana mana di semai dendam membara

Telaga akan menuntut balas siapa tak percaya
menyingkirlah saudaraku dari sana
lupakan harta benda sayangi nyawa

Pergilah jauhi telaga
waktumu kurang dari dua purnama

#Billymoonistanaku, Jumatpagi, Februari 24/2017 = 07:07 wib





SEJATINYA CINTA
Karya MS Sang Muham


Yakinku penuh
merajut cinta satusatunya
tetap subur karna janji tak fana

Yakinku penuh
terus kukejar cinta itu
walau ombak menghempaskan asa

Yakinku penuh
pasti terjawab cinta itu
cuma ukuran waktu
nyatalah segala tanya
jadi fakta sesungguhnya

#Billymoonistanaku, Kamismalam, Februari 23/2017 = 18:18 wib

Sabtu, 18 Februari 2017

Kumpulan Puisi Zibril Azanafa - MUTIARA KATA


MUTIARA KATA
by;zibril


kau pernah berharap dunia laksana surga
tak ada kata kata yang sia sia tercipta
kau pernah bermimpi bumi laksana mata cincin
yang kau persembahkan untuk malaikat terindah JIBRIL
kau pernah belajar ke batu karang
yang tidak tergoyahkan oleh ombak
belajar ke kayu yang berhayal mencium langit
lupa kepada rumput yang tidak terkikis badai
kini kau ingin membalut lukamu dengan asap
dan sandarkan letihmu ke dinding hujan
percaya bahwa cinta bisa mengalir di sungai tanpa nama





BIARKAN BULAN ITU
by:zibril


biarkan bulan itu
biarkan kataku
nanti kalau jatuh...keparit
menjadi bola..mainan anak anak
biarkan cinta itu..
biarkan kataku..
nanti kalau jatuh..keparit
menjadi bola..mainan anak anak..
disini.. sayang lihatlah
kepahitan yang kau goreskan..sangat manis bagi jiwamu..
saat TUHAN mengasihimu..IA akan memberimu 3 kwalitas
*memberi mamfaat seperti matahari
*keluasan maaf seperti laut
*rendah hati seperti bumi





WARNA SYAIR ZIBRIL


warna ini menunggu puisi yang sesuai
sementara aku berfikir..
psikolog berenang
penyair menyelam
diantara tepuk tangan ombak
yang datang dan hilang.


------------

cinta tetap bahagia mencari kata yang mampu menenangkan semua diantara lagu dan puisi

Kumpulan Puisi Mahyaruddin - ABU - ABU


"abu abu"
oleh, mahyar dermaga


pena seperempat senja
segurat tanya pada mata nya
tulis apa?
apa saja
asal kau suka
walau yang lain kurang suka
terlebih bila juga suka
asal jangan kau gores luka
luka apa saja
sebab tak ada obat nya
pahamilah dunia
ada banyak coretan cerita di dalam nya
bukan hanya tentang tawa
tapi juga tentang derita

tulislah apa saja
asal jangan kau gores luka
sebab tak ada obat nya

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*sketsa bayangan*
oleh, mahyar dermaga


langkah yang hampir tak mampu ku sanggupi
disini masih tersandar sendiri
gaung ngiang bayang bayang mengalun gersang pada dinding dinding telinga

diamlah !!
kebas telingaku mendengar ocehanmu
hampir tuli aku
tenanglah
selami dirimu maka kau akan tahu
heeiii !!
jangan kau bertanya
apa kau tak mengenal batang tubuh dan jiwamu sendiri
Hahahahaha..,
kau lucu
hingga aku lupa kalau aku harus tertawa demi menghargaimu
ini realita sketsa dunia yang nyata dan kau ada di dalam nya
lelah ?
pasti
ingin mati ?!
bodoh..!!
dungu..!!
masih banyak yang belum kau lihat
masih banyak yang belum kau decap
kau belum tahu banyak
yhaaa..,
harus
kau harus terus berjalan
walau duri bara api yang kau tapaki
sakit ?!
pasti,,
tapi jangan khawatir
ada telaga dengan buah segar dan cahaya terang di ujung sana

pergilah !

jangan kau lihat aku
pergilah
tinggalkan aku

pergi !

jangan kau toleh kebelakang
tinggalkan aku, aku masalalumu

pergilah !

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*ada yang ku pendam*
oleh, mahyar dermaga

sssstttt.....
jangan berisik
ada alunan lagu pada rinai hujan itu
biarkan aku mendengar nya hingga usai
lalu biarkan pula mata basah hingga kuyup wajah ku
jangan seka
biar jadi bukti pada hari
tentang rahasia segumpal hati
rahasia cinta yang tersimpan rapi pada bejana bejana rindu
aku kerap kali merindukan mu
entah berapa bait lantun kata ku rangkai untukmu
entah berapa kali pula ku sebut nama mu
dan tak usah kau tanya bagaimana bayangan mu menghantui ku
kau selalu hadir dalam tiap persekian menit di antara seluruh hari ku
raut yang tergambar jelas akan wajah pada simpul senyum yang kesemua nya mengantri abadi dalam otak ku
elok paras sederhana
perempuan yang biasa
aku jatuh cinta
dan telah sejak lama
adakah rasa yang sama yang kau punya
katakanlah
beri aku tanda

sebab aku pemendam rasa

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Pengap"
oleh, mahyar dermaga


kenapa masih aku meratap perih di sunyi malam dalam relung hati yang sepi temaram
Aku butuh cinta wahai dunia
sebab yang lama telah hilang dan pergi tak mungkin kembali
aku butuh cinta wahai pemegang semesta
sebab aku bosan berkawan dengan sunyi
perih meradang lantaran bayang kian hilang
lalu pada apa lagi beradu jiwaku
terlalu ramai teriakan batin ku
hingga tak tahu mana yang aku atau aku
atau pula aku yang itu
wahai dunia
apa telah usai kau melihat jiwa yang merangkak lemah ini lantaran kumbang ini telah hancur dan patah sayapnya
lalu dimana pelangi ku
kau sembunyikan dimana
berikan padaku
agar aku bisa menari tanpa benci pada api yang pernah membakar ladang mimpiku hingga tinggal arang dalam perih abu rindu
aku hanya butama yang kau simpan untuk ku pula

katakanlh pd ku tntang rasa itu
siapa pun engkau
agar aku tahu

sebab aku penyimpan juga pemendam rasa

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Aku Ingin Pulang*
oleh, mahyar dermaga


ku lihat kau masih disitu menyengat menantang
kau ciptakan peluh di tiap tiap pori
kau jadikan lelah di tiap tiap raga

kapan kau pergi nya
kau masih saja disitu
bangga dengan garangmu
pekat menyengat

mengapa masih saja kau disitu
aku lebih suka melihatmu terbenam di balut senja
kau terlihat manja merona

enyahlah kau terik
aku penikmat sayup petang
aku ingin menanggalkan sejenak jirahku

pergilah kau mentari
aku merindu malam
ingin berlindung aku di balik lelahku

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Enyahlah"
oleh, mahyar dermaga


darah menghitam
matilah dan tenggelam
aku tak menginginkan engkau di pikiranku
pergilah jauh jauh bahkan utuhmu tak ingin ku lihat
tenang saja kau disana karena aku tak benci
tak pula dendam pada apa yang kau lakukan untuk ku
pada apa yang kau tancapkan di antara jantung dan nafasku
pada apa yang kau robek harapan ku
pada jiwa yang kau buat hampir gila
aku tidak membencimu
sebab aku bukan pecundang
aku hanya amatir yang acap kali kau lempar dengan duri mawar dengan kapal pesiar hingga pecah hatiku tercerai berai benak ku hingga hilang seperempat akal ku
padahal aku sangat lugu hingga marahpun aku tak mau
tapi kali ini
ku harap kau pergi dari otak dan jiwaku

pergilah

enyahlah

aku sudah cukup lelah

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua
#teaterdermaga






"rahasia"
oleh, mahyar dermaga


petang
ditikam senja hampir malam
berlalu tanpa tahu
hingga tiba langit hitam
waktu memburu berlalu menderu
esok
apa masih ada udara untuk ku
apa masih kita bertemu

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua




*gerah*
oleh, mahyar dermaga


ini diari usang si pengecut malang yang hilang bayang lantaran tak mampu mengais huruf demi huruf yang terserak dilantai malam

merangkak
masih mencari jejak

cerita yang bermula kala hati nya tersentuh cinta
namun kemudian patah dan terluka dan juga dicampakkan
hingga ia tak mampu tertawa
banyak luka bermula kala angin mulai enggan menyapa

tertunduk lesu pada tebing bimbang

andai ini perang
tubuh nya telah banyak lubang

Ini diari usang si pengecut malang yang sembunyi di belakang ilalang
tak mampu memungut bait demi bait cerita elang

kepak nya serasa retak
tak mampu terbang

langit pula tak lagi ramah menyapa
juga isi dunia
kian sombong tinggi menjulang

yang merintih kian tersisih

materi berpeti bagai dewa dipuja dipuji

ini diari usang si anak
malang di antara megah orang orang yang melenggang tenang

sedang ia tertindih tersisih di antara yang banyak dipilih lantaran latar hidup mereka yang jernih

tak sekeruh ia yang mengarung bertarung berkubang tercekik di terik pelik kehidupan

mengapa yang di rindu nya enggan memandang bahkan tak mau menyatu beradu rindu
pada ia yang tak mampu
apa lantaran ia dalam kekurangan

ia bujang lajang terkekang di hiruk pikuk dunia yang mengangkang
Ia jatuh di antara riuh gaduh dunia yang kian keruh
Banyak keluh
banyak kesah
juga banyak peluh
hingar bingar caci maki menabuh panas melepuh

ia bujang lajang
sederhana tak banyak pinta
Ia pekerja tapi tidak kaya
ia sederhana

Ini ocehan pekat si kumbang melarat

duhai langit yang semakin renta
wahai bumi usang yang kian gersang
dengarlah untaian caci maki diri ia yang pasti mati

Ini keluh kesah resah seorang anak lajang yang tak pandai berlaku jalang

Ia bukan bandit atau pula anak muda dari sebuah cerita
ia pemuda biasa

ia tidak jahat
ia juga belum terlalu taat
lalu apa yang salah dengan nya
mengapa masih wanita enggan menyapa nya

Ini rangkaian suara ungkapan seorang bujang akan kehidupan yang mengekang

ia biasa saja
tidak berseragam tidak pula ada tittle pendidikan tinggi dibelakang nama nya

tapi apakah harus terus tersisih

Ini curahan hati seorang bujang yang ingin melepas masa lajang

materi slalu jadi alasan klasik bagi mereka yang tak memilih nya

materi tidak dibawa mati

ini bualan cakap si kumbang yang patah sayap

bilang pada keluarga mu harta tak menjamin bahagia
bilang pula pada hatimu
pangkat dan jabatan hanya sementara
rezki Maha Pencipta yang mengatur nya

aku cuma punya cinta
Cinta karna Nya
Sang Maha Kuasa

ia orang biasa tak punya lambang atau simbol atau pula lencana atau juga tanda di bahu baju nya
Yang ketika kau lihat kau histeris tak habis habis

Ia tidak iri
pada apa yang ditemui
ia sadar betul siapa dirinya
namun
apakah harus terus tersisih

Ini hanya ocehan malam diari usang
karna dunia semakin memihak pada mereka yang gila
semua dinilai dengan harta dan tahta ketampanan juga latar belakang

akhlak mulia budi pekerti tak lagi jadi

prioritas utama

ia manusia sederhana
Ia tidak pula merasa iri
namun

apakah harus terus tersisih

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





=curahan hati kumbang kelana si musafir rindu=
oleh, mahyar dermaga


hikayat segumpal hati yang masih sunyi lantaran kail asmara nya belum juga terkait
dahulu pernah kutautkan harapan pada perempuan sederhana yang tawa nya renyah terdengar
tapi sayang tak sempat ku ungkap dera hati padanya yang kuning langsat
hingga telah pula ada yang milikinya

Lalu malamku hanya bersahabat dengan bayangan
siang pun berlalu seperti biasa ku rasa
entah waktu berlalu cepat atau lambat
semua tampak biasa
dan kemarin pernah pula kusimpan senyum simpul bibir nya si perempuan manis berlesung pipi sempat memang bertaut hati dalam satu perahu cinta yang dikayuh menuju pada pulau bahagia
namun sayang kandas di tengah jalan
engkau direnggut bajak laut
karam perahuku
hingga mati aku di dasar pilu
bertahun lama nya ku hancur yang ku kira ini tak nyata
padahal adanya engkau telah dimiliki orang lain

lama ku tenggelam hingga mati suri dan bangkit kembli saat nyawa baru kutemui di dunia maya hingga ku jemput menjadi nyata
ia juga perempuan sederhana
pernah pula menjalin kasih dengan nya yang berkerudung biasa
namun tak dinyana sungguh Tuhan punya rahasia
tak pula bisa bersama lama
terlepas tali asmara
tak lagi beradu kasih dengan nya

lalu
bila pula hati lemah ini dapat kan cinta hakiki yang nyata sampai mati

mencari cinta perempuan syar'i

sambil pula menunggu mati

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Sekarat"
Oleh, mahyar dermaga


debur ombak tak lagi terdengar mesra

camar tak lagi berteman pukat
rindu aroma samudera
rindu rasa asin nya laut biru
si nelayan tergusur rumah nya
hancur
tinggal puing
tinggal pancang lapuk
nelayan malang berkaca mata nya
menitis air di pipi nya
meronta dalam sumpah serapah
apa daya
ia pasrah
kalah
petinggi bilang itu kebijakan
yhaa
membunuh mata pencaharian dan menghancurkan tempat tinggal kaum lemah
adalah kebijakan
tak ada hati
otak pun kurasa tidak

si istri nya
pedagang di pinggir pasar
belum buka dasar
tapi terampas alat jualan nya dengan kasar
menangis ia
merintih lelah
meraung
memelas
barang tetap dibawa paksa
disita segerembolan preman berseragam
tak punya nurani
tak punya hati
otak pun kurasa tidak
kata petinggi itu penertipan
yhaa
merampas merusak alat dan dagagan orang
menelungkupkan periuk kaum miskin
kata pegawai2 sombong laknat itu
ini penertipan
sialan
bukan manusia

anak nya tak dapat makan
tak dapat jajan
tak dapat bayar buku dan spp
sampai kena sp
terakhir ia drop out
tak dapat sekolah
putus cita cita nya

ulah siapa ?

Tanpa rumah
keluarga lemah tinggal dikolong jembatan
tak dapat jatah rusun yang di janjikan
kumuh

si ayah banting stir jadi pemulung
lelah berjalan
ngaso di emperan
menghirup aroma kopi seraya menelan ludah
yhaa, berasa kopi juga
kantuk mulai hinggap di netra nya
goni botot nya dijadikan alas
lengan sebagai bantal nya
belum lelap
masih tidur tidur ayam
sirine mobil patroli menghampiri
yang lain kocar kacir terbirit birit
ada yang masuk parit
tak perduli
terus berlari
dengan wajah pucat pasi
si ayah tak tahu menahu
terbangun
terkejut
beberapa orang mengepung nya
berseragam
menarik paksa
meronta
tapi tak kuasa
tubuh lemah
di gepit beberapa orang berbadan besar
menahan sakit
dinaik kan ke mobil patroli
kata nya
penertipan gepeng

ulah siapa ?

si Ibu menyusun kardus
membuat rumah baru nya
rumah kardus
belum selesai
sirine menerobos lancang
turun pegawai pegawai garang
yang lain kocar kacir terbirit birit ada yang tersungkur
anak kecil menangis
tak perduli
terus berlari
si ibu tak tahu menahu
diam terpaku
takut kalut
dipaksa ikut
tak bisa menyikut
hanya menurut
diangkut
mobil patroli
kata nya
pembersihan gepeng

si anak memukul kerincing dari tutup botol sambil bernyanyi
belum habis satu lagu
sirine datang membabi buta
yang lain kocar kacir
terbirit birit
ada yang nabrak tiang
tak perduli
terus berlari
si anak tak tahu menahu
diam beku
kaku
dibawa mobil patroli
kata nya
penertipan gepeng

ulah siapa ?

Ulah siapa !?

ULAAHH SIIAAPAAA ..!!!??

rakyat sendiri
dipaksa mati
orang sendiri
dibuat mati
ini negeri kami
tanah dan air anugerah sang Pencipta

para petinggi tak berhati
otak mungkin juga tidak
nurani nya buta
jiwa nya busuk
petinggi petinggi berdasi
pegawai pegawai ngeri
lingkup kesombongan
ingin menguasai alam

ini bukan tanah mu,
itu bukan tanah mu.

tanah kami

Anugrah ciptaan Tuhan

Sadarlah sebelum mati

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Diari hitam pesakitan"
Oleh, mahyar dermaga


dentum bisik teriakan pada telinga lugu di masa yang lalu

patah pada harapan ketika keluarga larut pada perpecahan ketika kasih sayang tak didapatkan ketika cemohonan mendera saban waktu

ketika terpuruk pada kesepian pada kesendirian

adalah manusia yang gagal dalam mimpi dan impian
ketika nafsu untuk melepas penat diserahkan pada jalan yang tidak benar
teman teman syetan membujuk merayu dengan kenikmatan sementara

terpaksa menegak alkohol hanya untuk ketenangan yang ketika mabuk lepas segalanya masalah
terpaksa memakai narkoba untuk membuat tertawa dan bahagia, hahahaha..,
hingga akhir nya ketergantungan dan menjadikan nya satu kebutuhan
hingga sekala besar
sampai memakai nya dengan jarum suntik yang disuntik kan sendiri pada tangan diri
berpuluh puluh suntik berganti ganti digunakan
adalah juga pecundang malam yang berkeliaran mencacah nafsu jalang
berulang dan berganti teman dilakukan segala kegiatan HARAM yang Merugikan yang Merusak yang Membunuh perlahan

dan sekarang
akan terbunuh perlahan

dan sekarang adalah pesakitan

penyakit yang hingga kini belum ada penawar nya
virus mematikan kini bersarang
lalu bisa apa sekarang
bahkan menangis seribu tahun pun tak kan bisa membuat keadaan berubah baik

adalah pesakitan yang sekarat menanti ajal di antara kesepian di antara pengasingan di kucilkan disisihkan tak ada tempat berbagi cerita bahkan teman sendiri menjauh pergi

adalah pesakitan yang sebab nya lantaran perilaku tak baik masa lalu

adalah pesakitan yang penyakit itu menyerang tubuh lambat namun pasti hingga mati

penyakit yang didapat dari apa yang dilakukan masa itu

adalah pesakitan yang menyesal
lupa akan sang Pencipta yang Maha Pengasih
tergoda bujuk rayu syetan yang menyesatkan

hhhuuhuuu... menangis menyesal

adalah penyesalan yang terlambat

menyesaaalll....

penyakit ini akan membunuh

membunuh perlahan

menyesaall...

Tuhan.,

jangan lagi ada pesakitan

Cukup saja

jangan ada lagi

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"November dalam kenangan"
Oleh, mahyar dermaga


November

cerita pilu dimulai dari waktu setengah senja pada 22 November tahun yang lalu
di rinai hujan hingga lebat
di derai kesal
di besar tanya
di cinta yang kandas pada akhir penetapan yang kau sah kan

ada mata ku yang terus basah meski hujan tak lagi turun
lantaran ada koyak pada hati yang masih terasa perih

aku tahu tak mampu melupakan kenangan utuh tentang kisah yang telah lewat
kenangan pada carik rindu yang kau bantah pada kata Ahh...
aku mengenang mu hingga jelas dalam tiap rintik hujan
entah pada sakit entah pula pada suka

November jingga selimuti rasa di hati yang terluka lama

November pada hujan berlari di antara duri
tak lagi hati sudi memuja putri yang melukai hati

kembalikan ruh ku
satukan dien ku kembali
kau datang dengan manis
kau pergi sisakan tangis
seharus nya kau pergi dengan ucapan salam perpisahan dan dengan senyum terakhir
bukan dengan luka yang kau tinggal kan pada dinding hati
acap kali ku cerca kau dengan kata kata tak berperi saat aku teringat senyum sadis bibir mu
kini entah apa yang terjadi pada jiwa ku sendiri
entah aku menyesal atau pula rindu padamu
namun rasa ini saban perih kurasakan mengalir di tiap hujan di tiap sendiri dan di tiap alunan lagu
ada rindu pada sembilu kelabu yang ku dekap dalam sendu
kau itu mengapa hadir dalam hidupku
lihat apa yang pada diriku
jiwaku lemah
tak mampu mematikan mu dalam pikiran ku
entah ini dendam atau pula rindu yang masih bersemayam
namun yang jelas tidak lagi ada cinta
sebab cinta telah kau bawa bersama janji yang kau ingkari sendiri
kau patahkan angan seorang pemuda lugu
kau remuk kan hati nya
hingga mati separuh hidup nya
lalu
bertahun berlalu pula
tak ada terlihat wajah mu oleh ku
hingga pada satu itu kau kembali hadir dengan sapa mu
seolah aku tanpa luka
kau memang gila
mengapa harus hadir lagi dalam hidup ku,
kau buat pedangku menghunus jantung ku sendiri
aku sudah separuh mati kenapa masih saja kau suguhkan bayangan silam akan mu tentang luka lama yang bisa saja menghantarkan ku pada kematian jiwa
mengapa kau begitu kejam merajam hatiku yang dahulu tentram
mengapa kau begitu sempurna mematikan ku pada hasrat tertinggi ku yang ingin meminang mu
mengapa

apakah karna materi

yhaa.,
jika itu alasan klasik nya
pergilah..

pergilah bersama iringan kenangan bersama bilah bilah pedang yang lama terhujam bersama arang arang harapan bersama puing puing mimpi bersama rindu pekat
bersama cinta yang tak nyata
pergilah bawa semua luka yang pernah kau tinggal kan padaku
pergilah bersama kejam mu

pergilah

aku hanya ingin hidup
aku hanya ingin tersenyum
aku hanya ingin bahagia

tanpa bayangan mu

aku hanya ingin tenang dalam sisa janjiku pada Pencipta ku.

aku hanya ingin tenang dalam dekap malam tanpa bayang kenangan

tanpa rindu dendam

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua

Kamis, 16 Februari 2017

Kumpulan Puisi Endang Misnawaty - KASIH


KASIH

Kasih.....
Terlalu indah sajak sajak rindu yang kau gubah untukku
Di Rintiknya hujan yang semakin deras
Dan awan hitam yang menggumpal di langit tinggi
Dengan kicauan burung yang mencicit kedinginan
Rindu rindu yang bersemayam semakin indah
Kasih.....
Ada senandung cinta dalam gubahan setiap sajak yang kau goreskan
Hingga rindu semakin indah dalam sajak sajak asmaramu
Meski ada hujan dalam tiap tetesan syair syairmu
Tapi ada kehangatan yang kurasakan disetiap tetes air hujannya
Karena disana kutemukan cinta dan harapan yang indah
Meski gubahan setiap syairmu sumbang
Tapi terasa seperti irama yang begitu sendu
Kasih.....
Malam ini ada syair disetiap mimpiku
Syair gubahan hatiku yang rindu
Meski jarak begitu jauh
Hingga ku tak tau dimana batas rindu
Tapi semua terasa begitu sendu
Syair syair yang tergubah indah
Kan kubawa dalam mimpi indahku
Hangatkan dalam tidur malamku
Hingga mentari pagi esok bersinar indah

======
Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
26 jan 2017 22:6





MELATI PUTIH


Pernah kau bertanya.?
Akankah melati selalu bersemi ditaman hati
Dan menyebarkan harum yg semerbak mewangi?
Dan memberi ketenangan bagai disurgawi
Dan selalu kujawab...
jika melati putih selalu mekar mewangi dan memberi kesejukan yang abadi
Selalu mekar ditaman hati dan menyebarkan keharuman yang asri.
Pernah kau bertanya....
Akankah kau menantiku ditaman yang dipenuhi kembang yang bermekaran ?
Tempat kita memadu kasih sayang dan merajut mimpi mimpi indah yang begitu panjang.?
Yang dihiasi cicit burung yang berkicau bagai tembang indah dalam mimpi kita.?
Dan selalu kujawab....
Jika aku akan menantimu ditaman indah ini
Sampai kau pulang dari ujung dunia
Bersama cicit burung yang kini menangis sedih karena bunga telah berganti belukar
Dan daun daun hijau telah kering kerontang
Dan bangku bangku taman telah rapuh karena usia...
Tapi aku tetap menantimu disini dengan cinta dan kasih sayangku tetap untukmu
Dan mimpi mimpi indah kita yang kian rapuh karena dimakan usia..
Tapi kau dimana.?
Hanya tembang tembang indah kita dulu yang setia menemaniku bersama rintik hujan yang kian deras
Dan air mata kepedihan yang selalu menetes dipipiku..
Achhh....
Kiranya mimpi indah hanya khayal semata
Bersama bayangmu yang selalu menari dalam pelupuk mataku..
Pergilah kasih.....
Bawalah mimpi indah kita dulu sebagai bekalmu..
Mungkin kita hanya bisa berkhayal tanpa bisa mewujudkannya
karena titah orang tua diatas segalanya yang harus kita jalani dengan ikhlas meski tidak rela
Karena cinta kita tempatnya hanya dihati
Dan akan disimpan sampai mati
Indah dan selalu berseri seperti melati yang selalu mewangi..

======
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
24 jan 2017 12:35




KIDUNG INDAH DI MENTARI PAGI


Mentari pagi yang membiaskan cahaya emas
Menghiasi langit dibirunya awan
Kidung kidung indah menghiasi hatiku
Dengan lagu cinta yang sahdu
Cicit burung bernyanyi menyambut mentari pagi
Terbang indah dicelah celah awan
Angin yang berdesir seolah menyampaikan lagu cinta
Begitu indah dengan awan yang terbang diantara gumpalan gumpalan
Kau disana dengan senyum indahmu
Menyapa langitku dengan selamat pagi
Dengan kidung indah yang bergejolak didada
Diantara bias bias cahaya mentari pagi
Semua mengucapkan selamat datang cinta
Yang akan selalu menghiasi hati setiap insan
Dengan degup indah seolah ingin memecah setiap nadi
Ach.....
Aku selalu terpesona setiap bisikan indah yang selalu kau per dengarkan
Hingga hatiku berdegup kencang
Dan jiwa terbang kelangit yang tinggi
Semua begitu indah.....
Pagi yang cerah dengan warna mega
Seolah menyambut aku dengan ucapan selamat datang
Yang menghiasi hatiku dengan cinta dan kasih sayangmu
Burung burung turut bernyanyi merdu
Seolah tau jika hatiku sedang rindu
Rindu yang kelabu....
Karena semua hanya semu
Kau yang jauh diujung dunia
Selalu mengacaukan hatiku dengan kenangan indah kita dulu
Pergilah kasih....
Bawalah kenangan itu dan simpan disudut hatimu
Hingga mentari tengelam dengan keindahannya
Dan rembulan tersipu malu
Saat aku memimpikan dirimu
Yang selalu tersenyum indah dan membisikkan kata kata cinta untukku
Meski semua hanya fatamorgana

======
By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku
30 januari 2017 06:58
Siantar city kotaku yang indah




RINDU INI UNTUKMU


Ada rindu yang begitu indah untukmu
Di antara mentari senja yang kian redup
Ada burung - burung yang berterbangan di langit senja
Semua menyanyikan lagu cinta yang indah
Kepak sayapnya beriring dengan awan yang berarak
Di sini.....
Ada rindu untukmu
Di antara semilirnya angin senja yang berhembus lembut
Daun - daun kering berterbangan
Bunga bunga mekar dengan indahnya
Kelopak demi kelopak merekah indah
Kupu-kupu berterbangan dengan ria
Seolah tau ada rindu indah untukmu
Di sini....
Aku tersenyum menyambut mentari senja
Yang akan berganti malam yang penuh pesona
Di sana ada mimpi indah dalam tidurku
Berteman bintang-bintang yang berkerlip indah
Dan rembulan malam tersenyum indah untukku
Di sini....
Selalu ada rindu terindah untukmu
Bersama kerlipnya bintang di langit
Dan cahaya rembulan yang temaran
Seakan tau aku sedang rindu padamu

===
By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku
5 Feb 2017 18:33





Untukmu,,


Diujung malam yg dingin mencekam
Ada wajah rindu yg lesu
Digelapnya bayang kelabu disana ada dirimu
Ada rindu yg berubah kebencian
Ada rasa yg semakin hambar
Sungguh,,,,
Kebohongan ini sangat yg menyakitkan
Kata demi kata rayuan yg terucap
Meluluh lantakkan hati yg temaram
Tapi semua hancur berantakan
Berkecai berhamburan,,,,,
Rindu rindu yang temaram
Pada bayangmu yang semakin hilang
Dikegelapan yang buram
Kasih,,,,
Haruskah kusekap rindu yg indah ini utkmu.?
Karena kisi kisi hati semakin rapuh
Lemah lunglai seluruh tubuhku
Tertatih langkah untuk mengejarmu
Yang semakin jauh berlari meninggalkan aku
Kasih,,,,,
Melati putih yang kau sematkan dulu
Kini tinggal serpihan garing yg tak bermaya
Seperti hatiku yg luka tapi berdarah

:::::::::::
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
3, 3, 2016 23:32
Siantar city kotaku yg indah





HUJAN


Hujan melahirkan rindu yang garing
Pada rumput rumput yang menghampar hijau
Di sana selalu kulihat wajah dan senyummu yang damai
Menghiasi setiap lembar bingkai kertas kumalku
Dan coretan penaku yang hampir usang
Hujan melahirkan rindu yang damai
Pada setiap kata demi kata dalam coretan penaku
Di sana ada rindu rindu yang garing
Pada rumput hijau yang hampir layu karena kemarau panjang
Ada tatapan indah yang penuh cinta dan kasih sayang
Hujan melahirkan rindu yang garing
Pada tatapan matamu yang penuh gairah
Di sana selalu kutemukan kedamaian yang melahirkan ketenangan
Hujan melahirkan rindu untukmu
Yang selalu kusimpan dalam sanubariku
Selalu dan selamanya
Hujan melahirkan beribu kenangan
Pada titik titik derai airnya
Teruslah hujan agar rinduku semakin datang
=======

By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
2 maret 2017 19:36
Siantar city kota tercintaku

Kumpulan Puisi Sri Handayani - KIDUNG MALAM


KIDUNG MALAM (berselimut rindu)
By ; Srihan

Masih kukumpulkan kepingan-kepingan rindu ini
dan kutumpuk pada lembaran-lembaran madah dan doa
Kutuangkan beberapa tetes embun dari mataku
Pada cawan cinta...

Duhai untaian rindu yang terpenjara jarak
ruang dan waktu..
Kuharap malaikat kan mencatat semuanya
dan segera menyampaikan pada Tuhanku
Betapa rindu ini sudah bertalu
Bagaikan bedug magrib yang ditabuh keras
Menggema di seantero bumi

Nyanyian cinta asmarandana itu
Telah berubah warna menjadi bunga rindu
yang membiru..
Sebiru langit yang tak berteman awan

Duhai malam...
Tolong simpankan kepingan rindu ini
Selipkanlah di bibir fajar
Agar esok ia tak pucat pasi menahan dingin
Biarlah ia merona di belai cahaya sang fajar
yang semburat keemasan
dan rinduku segera dicairkan oleh takdir dan waktu

Ya, pasti Tuhan mendengar
Madah rinduku..

#kidung malam,24-1-2017





BALADA INEM SANG PELAYAN
By ; Srihan

Tuan muda
Tolong jangan panggil aku Inem pelayan sexy
Sungguh aku tidak suka
Emak dan abahku di kampung
memberiku nama Inem Juminem tak lebih
dan tak kurang...
Sungguh emak dan abahku sering mendoakan aku
Agar aku menjadi orang sukses dan terhormat
Bukan babu seperti ini

Aku ingin sekali hidup di kota agar aku sukses
dan terhormat seperti harapan orang tuaku
Tapi apa dayaku, aku bodoh tak berpendidikan
Aku cuma bisa menjadi babu....
Ya, babu yang dikutuk kulit kuning langsat
dan tubuh yang padat dan montok

Kutukan ini merajamku tanpa ampun
Tuan majikanku, tuan muda anaknya majikanku
Berkali menyiksaku dengan nafsu binatangnya
Di sini aku bagai budak belian yang hilang kemerdekaan
Aku ingin pergi, aku ingin lari
Tapi ada dayaku ? gajiku di tahan
Ruang gerakku di kukung, aku bagai bromocorah
yang tak boleh tinggalkan tahanan
Duh, dimana kebebasan dan kemerdekaanku yang dulu

Aku meridukan masa kanak dan remajaku
Saat di kampung dulu...
Hari -hariku penuh bahagia
Aku bebas bagai burung yang terbang di angkasa
Boleh terbang kemana saja, boleh hinggap di pohon mana saja...

Tapi sekarang, di rumah tuan majikanku
Ke pasar saja aku tak boleh, cuma beli sayuran
di tukang sayur keliling..
Gerakku selalu diawasi
Jika tuan majikanku pergi, tuan muda menyiksaku
dengan nafsu binatangnya...

Duhai, inilah nasibku
Nasib seorang Inem juminem
yang dikutuk kulit kuning langsat dan tubuh padat
Penuh berisi...
Tapi dosakah aku terlahir seperti itu?
Sungguh itu bukan mauku...
Juga bukan mau emakku

Tuhan tolong lepaskan aku lingkaran pekat hidupku
Berilah seberkas sinar terang dalam hidupku
Aku ingin pulang pada emak dan abahku
Tolong aku wahai Tuhan...

Aku meratapi nasib dalam bilur waktu
yang kelabu dan penuh luka
Aku ingin membersihkan hidupku dari lingkaran hitam ini
Agen penyalurku telah menyesatkan
dan menghitamkan warna hidupku...
Duhai, Aku ingin keluar dari lingkaran ini....

#terinspirasi_darinaskah monolog Paitun
(Rachman Sabur)
Kota kembang 11-2-2017




POTRET KELAM Di NEGERI PADI
By: Srihan


Entah sampai kapan pertiwi meneteskan air matanya
Negeri ini semakin carut marut
Lalu pemimpin mana yang harus kami ikuti
dan kami pegang kata -kata dan janjnya??

Janji mereka serupa balon gas warna warni
Hanya indah di pandang...
Namun terbang bersama angin- sedang di dalamnya
Kosong melompong tanpa isi..

Bagaimana Pertiwi tidak menangis
Jika setiap hari kami harus mengelus dada
Mengejar-ngejar harga yang kian merangkak
Jika keamanan dan kenyamanan tanah airku
terancam....
Setiap hari kami mendengar Teroris merajalela

Setiap saat kami mendengar berita pembunuhan keji,
Perampokan, pembegalan dan pemerkosaan
Para pejabat saling berseteru.. ....
Duhai.....tidak bisakah mata kami sekejap saja
Tidak menyaksikan berita buruk itu

Tidak bisakah telinga kami sehari saja
Tidak mendengar berita kriminal yang membuat hati
semakin miris....

Tidak terdengarkah di telinga kalian
Berapa banyak wanita muda dibunuh dan diperkosa secara biadab.. di mana keamanan kami.
sebagai warga negara yang konon punya hak asasi
Untuk bisa hidup tenang, aman, tentram dan sejahtera wahai dimana rasa aman untuk kami..??

Saat kami dicekik harga-harga yang tiap hari
Merangkak naik tak jelas
Banyak rakyat hanya mampu makan "nasi aking"
kejahatan merajalela dimana-mana

Duhai...
Bukankah kami anak -anak Indonesia
Terlahir dinegeri subur dan kaya raya...
Konon di negeri kami kayu dan batu jadi tanaman
Tapi nyatanya tanaman padipun serupa ilalang

Duhai tangis Pertiwi semakin terisak
Iman dan keyakinan kamipun dijadikan bola panas
pertikaian....
Tuhan ulurkan pertolonganMu pada kami

Ampuni kepongahan dan kelalaian
para pemimpin kami....
Hindarkan kami dari musibah dan adzabMu
Aamiiiiin....

Kota kembang
10-2-2017





POTRET SENJA DI DESA
By ; Srihan


Mentari merayap di langit senja
Bersiap rehat di peraduan malam
Bayu lembut membelai punggung anak gembala
Kerbau lelah berkubang di danau
Cericit burung kepakan sayap pulang ke sarang

Alam perlahan redup...
Mentari layu menahan kantuk
Anak gembala setia mengangon kerbau
Mengisi hari susuri lorong nasib yang bau lumpur
Mengawal tumbuh kembang "dewi sri"
Berbaju kesederhanaan...
Bersarung kesabaran tetap semangat
ia susuri lagu dan irama kehidupan desa
dari bocah beringus hingga kelak
Uban penuh hiasi kepala...
Desa tetaplah tanah tercinta

Sungguh kesederhanaan adalah teman
yang menyelamatkan kita selagi raga memeluk nyawa
dan kelak saat nyawa tinggalkan raga
Kesederhanaan dan krjujuran
adalah terbaik kita...

#edisi renungan_sore
28-1-2017





KEDALUWARSA
By ; Srihan


Beberapa waktu yang lalu
Kau datang mengetuk pintuku
dengan membawa sekotak bingkisan cinta dan rindu
kau bawakan khusus untukku
Kuintip kau dari celah jendelaku

Enggan kubuka pintuku untukmu
Lalu kubuka jendelaku
dan kubuka bingkisan cinta dan rindumu
Kulihat seksama tanggal titi mangsanya
Sayang dalam bingkisan itu
tertera tulisan: Expiry
Rupanya bingkisan cinta dan rindumu
sudah kedaluwarsa...

Maafkan aku sayang ...
dokter bilang aku dilarang mengkonsumsi
makanan dan minuman yang kedaluwarsa
Barangkali termasuk rindu dan cintamu
yang terlanjur kedaluwarsa....
yang sudah apek dan berjamur

#puisi_mbeling
38-1-2017





SELEPAS BADAI ITU
By ; Srihan


Benar kangmas bahtera kita memang sedang di tampar badai
Tapi Tersenyumlah dan mari bersyukur
Kita masih bisa bernapas dan menatap langit yang Biru
dan lidah kita masih bisa mengecap asin air laut ini

Mari tetap bersyukur...
Dalam gersangnya kemarau,
Juga dalam tamparan hujan dan topan
Tangan kita tetap saling berpegang

Musim apapun tak mampu merubah
Warna cinta kita
Ia tetap semerah darah
Semangat hidup dan cinta kita serupa pohon pisang
Kangmasku, walau tebang ratusan kali
Ia akan tumbuh dan terus tumbuh
Menyambut kehidupan...

Tersenyumlah kangmas
Mentari itu tetap milik kita
Badai itu sudah reda mari kita jahit bersama
Layar Bahtera kita yang koyak di tampar badai kemarin

Lihatlah pulau impian di seberang itu
Melambaikan tangan kepada kita...

#kota kembang 20-2-2017

Kumpulan Puisi Aulia Zack Lee - ROMANSA RASA


ROMANSA RASA

Kenyataannya kau memang bukan milikku!
Meski ku pertaruhkan seluruh jiwa ragaku untuk mencintaimu pun
Semua itu tak mampu merubah takdir cintamu
Mungkin kita pernah sama miliki cinta
Tapi kita tak pernah mampu miliki sebuah suasana
Yang benar-benar bisa menyatukan cinta kita
Dalam sebuah wadah yang sama
Hingga dengan terpaksa aku menyimpannya dalam rongga dada
Berharap pada suatu ketika ada yang mampu menemukannya
Dan bila suatu ketika ada seseorang bertanya apakah aku mampu mencintainya
Aku akan menjawab " aku bisa " !
Dan jika dia kembali bertanya
Apakah pada suatu ketika aku akan meninggalkannya jika aku menemukan kembali seseorang yang pernah kucinta
Aku akan menjawab
" Aku ingin bahagia "
Dan bila kau merasa mampu mempersembahkan sebuah bahagia dalam arti yang nyata
Aku tak perlu menyimpan cinta dalam dada
Karena kaulah sesungguhnya wadah cinta yang ku damba

Palembang 25 Januari 2017
24ck




SERPIHAN PILU


Dimana kau sembunyikan cintaku kekasihku?
Sebab ketika engkau berlalu
Aku tak lagi menemukan cintaku bahkan disudut terkecil dari dirimu
Benarkah kau telah membunuh cintaku padamu
Dengan harapan kau bisa melalui hari yang berlalu
Dengan cinta lain pada selainku
Lantas dimana janji cinta kita dahulu kekasihku ?
Saat kau ada dalam pelukku dan menangis pilu
Sambil berucap lirih
" sayang, jangan pernah engkau pergi dari kehidupanku karena aku tak sanggup lalui waktu tanpamu"
Nyatanya, janji itu hanya sebuah kata semu
Yang mungkin sama kau ucapkan pada selainku
Kekasihku !
Jika malam ini ada sebersit rasa rindu
Mungkin itu yang ada pada diriku
Karena sampai kapanpun
Cintaku padamu Takan mampu digantikan oleh selainmu
Dan aku yakin kau paham bagaimana aku mencintaimu

Palembang 08 Februari 2017
24ck





PERSEMBAHAN


JIka yang kau inginkan kebahagiaan
Dengan apapun caranya mungkin aku akan coba berikan
Meskipun apa yang kumiliki tak pernah bisa dianggap sesuatu yang bisa dibanggakan
Setidaknya aku akan berusaha menjadi yang terbaik bagimu
Meski kau tak menempatkan diriku ditempat tertinggi dari hatimu
Sebab aku sadar!
Memberi itu tulus
Dan kepercayaan itu bukan sebuah permintaan
Tapi lebih pada sebuah persembahan

Palembang 06 Februari 2017
24ck





BIAS SENJA


Jika kau adalah cahaya
Biarlah aku yang menjadi gelap sempurna
Walau tak mampu menjadi indah atas tatapan mata
Setidaknya aku bisa menyempurnakan indah yang kau punya
Hingga pada suatu ketika
Kau bisa memahami semuanya
Bahwasanya untuk sebuah keindahan
Dibutuhkan sesuatu yang sering dianggap biasa
Dan terkadang sering ditatap sebagai sesuatu yang tak berharga

Palembang 16 Februari 2017
24ck





CINTA KITA DALAM AKSARA


Jika cinta kita hanya sebatas aksara
Semoga suatu ketika kau mampu dapatkan makna dari semua yang kau baca
Hingga aksara yang aku tuliskan
Bisa menjadi arti yang tak terlupakan hingga akhir masa
Jika apa yang kita rasa tak lebih hanya sebuah gambaran tentang suasana
Semoga kebahagiaan yang kau temukan
Bukan hanya sekedar bayang
Tapi setidaknya bisa memberikanmu kebahagiaan yang sesungguhnya
Aku tak pernah sempat berfikir apakah aku mampu ciptakan bahagia itu
Tapi setidaknya aku pernah menikmati itu semua
Dan sadar ataupun tidak
Kuyakin, kaupun sama merasakannya!

Palembang 11 Februari 2017
24ck





PERIHAL CINTA


Awalnya aku berharap semua akan berjalan semestinya
Sebelum rasa cinta itu benar benar mampu mengalahkan logikaku
Dan aku harus mengakui jika cinta itu benar-benar perkasa
Hingga dengan terpaksa aku harus merelakan ke egoisanku
Untuk jujur pada dunia
Jika cinta tetap akan ada meski kita coba menguburnya diantara relung jiwa
Karena cinta miliki naluri
Dan dia tahu apa yang dicintainya

Palembang 07 Februari 2017
24ck





DIALOG (Dia Lo Gue)


Hari ini dua tahun yang lalu
Kumulai langkah kakiku untuk mencoba melupakanmu
Bukan karena aku tak mencintaimu
Bukan pula bosan yang terus menggerogoti hari hariku
Namun ada sebuah kenyataan yang harus kita buktikan
Bahwasanya cinta kita tak miliki cukup waktu
Untuk disatukan dalam sebuah titik temu
Apakah aku merasakan kehilanganmu ?
Jujur, hingga saat ini kamulah satu satunya pemilik cintaku
Meskipun aku memilih seseorang yang mencintaiku
Tapi cintamu sama sekali tak tergoyah waktu
Dan rasa cintaku padanya
Tak pernah mampu menyamai cintaku padamu!

Palembang 01 Februari 2017
24ck





YANG TERSISA

Jika kau pernah terluka
Semestinya kau tak perlu lagi bertanya tentang semua yang kurasa
Karena rasa sakit yang kau punya, akupun pernah milikinya
Bahkan mungkin ketika kau masih asik mereguk bahagiamu
Aku telah membenturkan kenyataanku pada kerasnya logika
Dan bila kau berharap padaku sebuah bahagia
Sepatutnya kau bisa merasa aku itu siapa
Bila pun masih ada kebahagiaan tersisa itu tak lebih hanya segenggam asa yang kutaburkan diantara luasnya jagat raya
Hingga untuk miliki itu semua
Aku harus lebih peka maknai semua
Dan harus lebih jeli melihat makna hidup dengan keterbatasan yang kupunya
Pintaku padamu!
Jadilah rasa
Dan ikuti lah nalurimu hingga ia benar-benar mengantarmu
Pada cinta yang kita harapkan sempurna

Palembang 30 Januari 2017
24ck





DIAM


Aku tau bagaimana rasanya terluka
Itu sebabnya selalu saja ku gunakan rasa
Agar cinta tak lagi buatku luka
Mungkin kau berharap bisa melihat aku cemburu
Jika begitu, keluarkan saja darah dari tubuhku
Agar kau bisa melihat apa warna darahku
Masih adakah cinta itu diantara denyut nadiku
Maaf sayang
Meski cinta bisa ditakar dengan kecemburuan
Tapi seringkali kecemburuan itu membutakan akal dan pemikiran
Hingga aku lebih memilih diam
Agar perasaanku bisa lebih dewasa untuk menerima kenyataan
Karena jika benar aku yang kau rindukan
Kau tak mungkin ingkar !

Palembang 27 Januari 2017
24ck





BAD


Aku memang bukan pemenang
Tapi setidaknya aku bukan seorang pecundang
Yang hanya bisa miliki semuanya dalam angan
Aku juga bukan si lantang
Yang teriakannya sering kali vokal dan penuh tatanan
Aku lebih suka diam
Namun bisa menggunakan akal juga pemikiran tanpa hujatan
Karena sehebat dan seganas apapun harimau
Jika dalam kandang
Ia hanya bisa perlihatkan belang
Dan tak kupungkiri aku memang anti aturan
Sebab menurut ku
Yang merusak tatanan juga aturan
Adalah mereka yang mendewakan aturan

PALEMBANG 31 JANUARI 2017
24ck





TAK TERLUPAKAN


Kau mungkin menganggapnya kenangan
Tapi aku lebih suka menyebutnya kenyataan yang coba aku lupakan
Karena apa ?
Meski semua telah berlalu
Tapi aku masih menyimpan sisa sisa perasaan meski semua hancur terluluh lantakan oleh kenyataan
Dan ketika waktu semakin pelan kurasakan
Aku hanya mencoba bertahan agar aku tak terlalu hanyut dengan semua yang kurasakan
Sebab,
Aku masih bisa miliki semuanya pada esok
Dimana ada ada sebuah cinta sejati
Yang tak terukur dengan mata telanjang

Palembang 05 February 2017
24ck




BIAS CINTAMU


Mau jadi apa perasaanku
Jika tiap waktu senantiasa didera rindu dan cemburu
Akankah hancur berkeping-keping laksana debu
Atau bahkan mengeras laksana seonggok batu karena senantiasa dibenturkan dengan semua itu
Sayang!
Aku mencintaimu, dan bagaimanapun juga aku masih miliki segala rapuh dalam jiwaku
Bila terus kau sudutkan dengan kerasnya cemburu
Apakah itu semua tak menyiksaku?
Sayang, jika memang kau berharap aku akan selalu ada dan menjagamu
Kau tak perlu ragu untuk membawa cintaku
Bawa cintaku kedalam tiap hela'an nafasku
Niscaya aku akan tetap menjadi pecintamu!

Palembang 21 Februari 2017
24ck





TERLANJUR GILA

Tak usah kau pintapun
Aku akan mencoba menjadi yang kau suka
Agar kau mampu memaknai
Bagaimana cintaku sebenarnya
Benar memang aku gila
Tapi bila aku waras
Bagaimana kau mampu merasakan cintaku sesungguhnya
Karena sesungguhnya dirimu lah yang membuatku tergila-gila

Palembang 25 Februari 2017
24ck





ASA JIWA


Jika cinta kita benar adanya
Bagaimana kita akan menikmati cinta kita ?
Sekedar berbagi rasa sambil menunggu keajaiban tiba
Atau mempertaruhkan perasaan kita dengan segenap rindu yang ada
Hingga cinta kita benar-benar dewasa
Atau bahkan ia binasa sebelum ia bisa memeluk erat yang dicintainya
Yah nyatanya cinta kita memang sebuah cita cita
Bisa saja suatu ketika ia menjadi dewasa
Berkelopak sempurna
Dan memberi banyak rona pada hidup kita
Begitupun sebaliknya
Cinta kita kembali pada nuansa semula
Sama halnya ketika kita dipertemukan bukan sebagai siapa siapa
Tanpa perasaan apa apa

Palembang 20 Februari 2017
24ck





BIARKAN SAJA AKU


Singkirkan saja aku dari sudut pandangmu
Biarkan saja aku
Nikmati kebodohanku
Tanpa tendensius jenius yang membebani otakku
Biarkan saja aku
Melacurkan diri pada waktu
Demi aksara aksara semu
Yang nakal cumbui liar nalarku
Biarkan saja aku
Dianggap bodoh dan mungkin kaku
Daripada mereka yang pintar yang membodohiku
Bahkan sering kali tanpa sadar berlaku bodoh
Dalam pandangan juga pola pikir bodohku
Biarkan saja aku
Berdebu dan terlihat kusam dimatamu
Semoga batin dan jiwamu mampu
Membaca dan menerjemahkan
Makna hitamku
Yang tanpa kau sadari membangun arti atas putihmu
Karena tanpa hitam
Putih itu semu

Palembang 03 Maret 2017
24ck





KECEMBURUAN KITA

Kunikmati kecemburuanku
Sebagaimana mungkin kau nikmati rasa cemburumu
Getir bukan ?
Itulah kenyataan sayang!
Yang kuharap, kau tak lagi menggoreskan luka
Ketika kau telah tau bagaimana rasanya terluka
Dan rasa cinta diantara kita bisa semakin dewasa
Hingga kita hanya butuh menuntun arah cinta kita
Pada kenyataan yang sesungguhnya
Mungkin benar, cinta kita terlalu berani
Hingga dia teriak lantang menantang norma
Namun terkadang kita lupa atau sengaja membungkamnya
Agar cinta kita seolah tak ada
Dan kita menyimpan rapih itu semua tanpa berfikir cinta kita itu ada
Dan dia berhak untuk dimengerti oleh semua

Palembang 27 Februari 2017
24ck






ALIBI CINTA SEJATI


Tau apa kau dengan cinta sejati ?
Apa kau fikir cinta sejati itu sebuah fiksi?
Yang hanya terisi bait-bait khayal
Diantara berjuta imajinasi para pemimpi
Mengerti apa kau dengan cinta sejati?
Hanya karena kau mampu mencintai
Lalu kau beranggapan cintamu itu sejati
Maaf,
Kenapa aku tak mau berdebat tentang cinta sejati
Cinta sejati itu tentang hati
Bukan sebuah pemikiran apalagi alibi
Dimana apa yang kau cintai itu sejati
Lantas bagaimana jika pada suatu ketika orang yang kau cintai itu pergi?
Apakah cintamu tetap sejati
Atau kemudian sejuta serapah menjadi ganti ungkapan hati
Cinta sejati itu waktu kawan!
Biarpun semua yang kau cintai pergi
Waktu akan tetap ada pada tiap diri
Dan dengan ataupun tanpa disadari
Karena yang sanggup mengerti dan memahami semua situasi hanya waktu
Ia tak pernah pergi meskipun kita tak pernah perduli

Palembang 21 Februari 2017
24ck

Kumpulan Puisi Youthma All Qausha Aruan - TAK ADA YANG MAU BODOH


TAK ADA YANG MAU BODOH

terlalu pongah bercerita bangga di negeri kaya
selonjor tak beranjak dibuai angan

lidah Pribumi tercumbu congkak bersilat kata
pembalak liar mencakar tikar mencoreng nusa

Youth@roean
Kisaran Sana, 26januari2017

Kumpulan Puisi & Cerpen HR RoS - KEMATIAN


DAHULU KAU "BONGKAR" BENTENG SOEHARTO ("BENTO")

Anggota DPR kau juluki "BADUT"...
Lalu kau berkirim "SURAT BUAT WAKIL RAKYAT" agar jangan menjadi "TIKUS-TIKUS KANTOR"...

Sampai-sampai orang menjulukimu "MANUSIA SETENGAH DEWA"

Dan para penggemarmu pun berkata "IZINKAN AKU MENYAYANGIMU"...
Tapi kau bilang "AKU BUKAN PILIHAN"...

Ahh, "JANGAN BICARA" lagi tentang idealisme...

Karena kulihat kau ada "SIANG SEBERANG ISTANA", lalu dipanggil masuk ke dalamnya...

"ENTAH" apa "YANG TERLUPAKAN" olehmu..
Hingga tak ada lagi "KEMESRAAN" di antara penggemarmu...
Mungkin mereka sudah "FRUSTASI"...

Kini aku sadar, yang ada hanyalah "DEMOKRASI NASI"...

Jika "BUNG HATTA" masih hidup, mungkin akan berkata padamu...
"Kau bagaikan "BELALANG TUA" yang tak mampu lagi
menganalisa...

Dan lihatlah, sang "GURU OEMAR BAKRI" yang pernah kau puji,
sekarang pun pergi meninggalkanmu...
Pergi ke "UJUNG ASPAL PONDOK GEDE" mencari "IBU" nya yang lama dia tinggalkan...

Sang ibu yang matanya seperti "MATA INDAH BOLA PIMPONG", kini duduk termenung memikirkanmu sambil meneteskan "AIR MATA" lalu bergumam lirih...

Hmmm... "HADAPI SAJA" walaupun harus "ANCUR" !

@setyomartha-





#Puisi_517
KEMATIAN
By Romy Sastra


#format_isya
bertamu pada mihrab diri
senandungkan tasbih
fajar menyingsing terik menanti
gerak sulbi getarkan nadi
berpacu darah mendidih

#format_subuh
kepada malam
nan berlalu menyapa siang
silih berganti keniscayaan hari
kapan menemui mati
ketika hidup mengenali Rabbani

#format_zuhur
kenali ilmu belajar mati
bimbingan makrifat pada mursyid
mati tapi hidup
fana dalam salat daim
rahasia hakikat

#format_ashar
hidup semakin menatap senja
tanah merintih sedih
kapan sujudkan jiwa mencariNya
jangan menyesal
ketika terbangun dari kematian

#format_magrib
butiran kerlip amal
ataukah debu menutup tubuh
ketika neraca
tak tertitip safa'at Nabi
merugi merintih tak tertolong

HR RoS
Jakarta, 25/01/2017





#Quotes

kepada perisai nusantara berotot Dewa
pertiwi nan berjiwa Srikandi
junjung budi di tanah trani, waspadalah
jangan kepala terinjak oleh kedunguan diri
sebelum kolonialis menumpahkan darah
pagar betis diper-erat kembali

HR RoS
Jkt, 25/01/2017





#Cerpen_Kolaborasi
KETIKA CINTA TAK DIRESTUI
Penulis: Romy Sastra bersama
Fe Chrizta


#1
Mentari telah meninggi, di balik pentilasi jendela. Perlahan kusibak tirai pembatas dingin dari siklus hawa tak menentu menerebos jiwa nan lara.
Sedangkan hati ini masih resah, menatap jalanan yang diguyuri hujan semalam.

Tok..tok...tok....

Terdengar suara ketukkan pintu
dari luar kamar, seperti ada yang mau membangunkanku.

"Hai... Ridwan, bangun! hari sudah siang.
Apakah kamu gak kerja hari ini? Sahut suara itu.

Sepertinya ibuku memanggil ini, bisikku dalam hati.

"Ya... ibu, aku sudah bangun ini,
ibu berlalu mendengar jawabanku telah bangun.

Lama tatapan kosong
kala memandang satu pigura di dinding kamar terpampang.

Ia Anetta, kekasihku.
Bergumam, bertanya dalam bisu?"

"Netta?"
Kenapa dikau hadir mengisi hidupku,
abang mencintaimu Netta
sedangkan akidah kita berbeda
diriku ingin memilikimu.
Tapi, "ahh... lamunan, kau usik jiwaku.

Anetta, kita yang pernah mengikat janji tuk saling mencintai selamanya, apapun itu rintangan kita nanti, akan dihadapi berdua.
Bak merpati tak ingin ingkari janji sampai mati.
Setengah dekade jalinan cinta bersamamu, orang tuaku belum diberi tahu sama sekali tentang hubungan kita.

Pagi telah merambat pergi, aku Ridwan masih saja di atas tilam lusuh berbantal jemari letih.
Dengan rasa malas tiba-tiba, aku putuskan tak masuk kerja hari ini.

Lalu, ibuku mengetuk pintu kedua kalinya.

Tok..tok...tok....

"Ridwan..., haii, nak?"
kenapa belum bangun juga kau ini?"

Tak sabar ibuku membuka pintu, kreekk...
memang pintu tak terkunci dari semalam.

"Walah... kau ini Ridwan!"
Ada apa sih kamu kok melamun begitu, hari sudah siang, apa kamu cuti hari ini?
tanya ibuku dengan nada penasaran.

(Aku masih saja diam menatap
foto Anetta di dinding kamarku)

Spontan ibuku mengambil bingkai yang terpampang di dinding, ia sudah lama potret itu menghias relung-relung asmara, di kala kurindu dengan Anetta.

*******

Coba kamu terangkan Ridwan!"
Ada apa dengan foto ini?

Kutatap wajah ibu dengan rasa pesimis dan malu.

"Ibu..., maafkan Ridwan ya bu.

Foto ini adalah Anetta kekasihku bu,"
terus!" tanya ibu lagi.

Ia Anetta, sudah lama kupacari, Netta minta menikah denganku ibu.
"Lho... baguslah itu Ridwan, Nietta kan cantik, wanita karir lagi,
dan kalian saling mencintai kok.
Ibu juga tak sabar menimang cucu kesayangan dari pernikahan kalian nanti.

Ia ibu, tapi.
Tapi kenapa Ridwan?"

"Ibu... Anetta itu beragama Kristiani lho ibu.

"Walah... sahut ibu.

Tidakk, tidak Ridwan....

Ibu tidak merestui kamu menikah dengan Anetta itu. Dengar Ridwan!"
Apa kata dunia, jikalau ibu punya menantu orang Kristiani.
Mau ditarok di mana muka ibu, semua saudara mencelamu nanti Ridwan.

"Buu... yang menikah itu aku bu,
bukan mereka.

"Ia... ibu tahu itu Ridwan, tapi bagaimana pertanggungjawaban di akhirat kelak, sedangkan tuntunan agama kita jelas melarang menikah beda agama.

"Yaa... ibu, cinta itu butuh perjuangan serta pengorbanan.

Pengorbanan apa? Tidakk Ridwan.
Kamu tidak boleh menikah dengan Anetta itu, titik....

Ibuku keluar dari dalam kamar, membawa ekspresi gundah gulana.

Sedangkan aku larut dalam pikir, bak buah simalakama menjadi menu pagiku.

Kutuliskan sepucuk surat
kukirimkan pada Anetta.

Netta kusayang,
Abang sangat mencintaimu, tapi hubungan kita tak direstui oleh orang tua abang sayang,
maafkan abang ya Netta, bila kita tak berjodoh.
Abang tak sanggup menantang matahari karena sebuah cinta tak direstui, abang tak ingin disebut anak yang tak berbakti.
Sekali lagi, maafkan abang ya sayang....

*******

#2
Sementara itu di tempat lain...
Anetta termangu..
Matanya menatap jauh ke arah jendela kantornya yang berhadapan dengan laut...
"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang..... atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?"
Kutipan ayat yang disampaikan pendeta dalam khotbah ibadah minggu masih saja terngiang dalam telinganya. Hati Anetta benar-benar kacau balau.
"Tuhan... apa yang harus aku lakukan? Aku bingung Tuhan... di sisi lain aku begitu mencintai Ridwan... tapiiii....." batin Anetta.
Hanya butiran bening yang menetes di pelupuk mata Netta.

_________________
__________________

Suatu siang...
Sepucuk surat dari Ridwan datang.
Dengan tergesa-gesa Anetta pun segera membukanya.

"Netta kusayang,
Abang sangat mencintaimu, tapi hubungan kita tak direstui oleh orang tua abang sayang,
maafkan abang ya Netta, bila kita tak berjodoh.
Abang tak sanggup menantang matahari karena sebuah cinta tak direstui, abang tak ingin disebut anak yang tak berbakti.
Sekali lagi, maafkan abang ya sayang.."

Anetta terhenyak ketika membaca surat dari Ridwan. Ada pemberontakan yang begitu hebat di hatinya.
"Tidak... jangan sekarang Bang.. aku belum siap bila harus berpisah dengan abang!" jerit Netta sambil meremas surat dari Ridwan.
Ia pun bergegas mencoba menghubungi Ridwan di handphonenya, namun sia-sia saja. Nomor milik Ridwan tidak aktif.
Ahkirnya ia pun memutuskan mencari Ridwan ke Jakarta.

Bukan hal yang mudah untuk mencari alamat Ridwan di Jakarta. Namun dengan sedikit bantuan dari seorang teman, Anetta berhasil menemukan rumah Ridwan.
"Tok... tok... tok... permisi..." ucap Netta sambil mengetuk pintu rumah Ridwan.
"iya sebentar" sahut suara dari dalam.
Tidak berapa lama terdengar pintu dibuka, kreekkk....
"Netta???" ucap Ridwan terkejut. "Bagaimana kau bisa sampai ke sini?"
Ridwan setengah tidak percaya jika yang dihadapinya adalah Anetta, kekasih hatinya, lima tahun lamanya ia menjalin cinta.

"Eh.. anu.. itu.. eh... silahkan duduk Netta" kata Ridwan sambil tergagap-gagap.
Anetta pun duduk berhadapan dengan Ridwan. Untuk sementara waktu mereka hanya saling terdiam. Hingga pertanyaan Ridwan pun memecah keheningan di antara mereka.
"Kapan kau sampai di Jakarta?" tanya Ridwan.
"Kemarin siang saya sampai abang, aku menginap di rumah Maria. Dia yang membantuku mencari alamat abang." ucap Netta getir.
Lagi-lagi mereka berdua pun kembali terdiam.

Netta membuka pembicaraan

"Kenapa Bang? Tidak adakah jalan keluar yang terbaik buat kita? Apakah memang semua harus berakhir seperti ini?" kata Anetta terisak.
"Entah Net.. tapi mungkin ini yang terbaik." ujar Ridwan.
"Tapi Netta mencintai abang...." sanggah Anetta.
"Begitu pula dengan abang Netta... abang juga mencintai Netta tapi perbedaan kita sungguh tidak bisa disatukan Net..." sahut Ridwan. "Apa kamu mau berpindah keyakinan demi aku supaya kita bersatu?" lanjutnya.
Anetta terdiam dan tenggelam dalam isak tangisnya.
"Jawab Net.. apa Netta mau?" desak Ridwan. "Maaf bang... Netta tidak bisa membohongi kata hati Netta... Netta tidak bisa ikut keyakinan yang abang anut..." ucap Anetta.
"Begitu pula dengan abang Net... bila kamu mengajukan pertanyaan yang sama, abang pun tidak sanggup untuk ikut keyakinan yang kamu anut..." sahut Ridwan. "Dan lagi... apakah kita mau menyakiti hati orangtua kita bila bersikukuh meneruskan hubungan ini?"
Anetta menggeleng.
"Bagaimana pula dengan anak-anak kita kelak? Tidak mungkin dalam satu kapal akan dikendalikan dua nahkoda dan akidah... kapal tersebut tentu akan kesulitan menemukan arah dan tujuannya... Kamu paham kan Net?" ucap Ridwan.

Anetta pun menyeka air matanya.
"Netta paham bang... Maaf bila Netta terlalu egois ingin memaksakan hubungan ini...

Dengan hati yang kecewa, gayung tak bersambut, bak pucuk dicinta ulam layu sudah.

"Oya, bang, Netta pamit pulang aja ke Semarang bang... Netta ikhlas... Netta legowo dengan keputusan yang abang ambil... Semoga abang menemukan wanita solehah untuk mendampingi hidup abang... doa Netta menyertai abang. Dan Netta tidak pernah menyesal jatuh cinta pada bang Ridwan" ucap Netta sambil tersenyum.
"Abang pun juga begitu Net.. Abang tidak pernah menyesal jatuh cinta pada Netta dan abang doakan Netta pun segera menemukan pendamping yang lebih baik dari abang" jawab Ridwan.

(Hingga Ridwan berpisah secara baik-baik dengan kekasihnya Anetta)

Selesai
Jakarta, Semarang, 24/01/2017





SERUNAI PELUH AYAH BUNDA
By Romy Sastra


kepada peluh
nan mengering jadi debu
berkawan hari
zam-zam menganak sungai
di sela pori
mengais sandang pangan
pagi dan petang
mencipta asa pada buah hati

napas menitip jerih pada riuh
bawalah mimpiku mentari
jangan redup
meski kulit terbakar terik
tergurat di tubuh kian layu

baju berlapis perca koyak dan lusuh
dalam sepi
senandungkan kasih tak bertepi
serunai hati ayah bunda
membelai jemari si kecil menangis

tataplah pelangi nak
jangan kau kejar angin
kan terjatuh pada sepoinya hidup

menunduklah melihat rerumputan
jangan menatap kerlip kan terjatuh sakit
jejak kaki ayah bunda
titipkan nama dan sejarah di dadamu
meski berdarah dan bernanah tak mengapa
asal kau bahagia memetik kilau suasa
jadikan emas permata

HR RoS
Jkt, 26/01/2017




#Quotes


kepada bangkai-bangkai hidup
kesucian tertutup pada nafsu
nyalakan pelita jangan redup
hidup bagaikan suci dalam debu
berterima kasihlah padaNya
sujudkan tubuh dan jiwa ini
kenali anasir diri
nan tercipta dari cahaya jadi sempurna
mengabdilah!

HR RoS
Jkt, 30012017





#Renungan
Testimoni Pada Suatu Mimpi
By Romy Sastra


Ada yang lebih panas dari api
yaitu matahari
Ada yang lebih tajam dari belati
yaitu mata hati
Panas dan tajamnya mata hati,
bisa memandang cahaya yang tersembunyi.

Angin dan air kekuatan yang paling kuat di dunia ini,
Tapi, ada yang lebih kuat dari angin dan air yaitu rasa.
Sedangkan rasa bisa mengenal Dzat Illahi.

Itulah sempurnanya insan kamil yang tahu jati diri,
Keadaan nan abadi ada di alam diri,
Sampai ke akhirat nanti maha nyata sekali.

HR RoS
(tertulis di Jakarta, senin malam
1-Mei-2000,
sebuah kertas menghampiri dalam mimpi)





GORESAN BAYANGAN MEMORI
By Romy Sastra

Menulis abjad diri
dengan rasa tak berwarna
aksara bayangan tak berwujud
bermukim ke dalam lembaran jiwa
menggubah memori pada puisi
mengenang masa-masa bahagia
walau ia selalu berhias kecewa.

Duh diri,
kenapa dikau menangisi story
yang tak semesti
padahal bayangan kekasih
takkan mungkin kau pegang
dalam dekapan satu hati.

Diri,
tataplah wajah belas kasihmu
di dinding kaca kau menangis
kan sadari arti hidup
takkan mungkin mimpi-mimpi diraih
karena ia semu dalam tidurmu.

Di rona bibir memandu bisu
lembaran hari menyulam kenangan
kenapa bulir seringkali tercecer
pada kaca menatap wajah layu
merajuk pilu bukan karena tak tegar.

Memori nan semakin menjauh
dan jauh berlalu tak menentu
menyepi sepi
ketika malam menyulam kelam
seringkali bermenung sendiri
bertanya kepada hayalan
kemanakah bahagia itu berlari
menghilang bersama kegagalan.

Goresan ini adalah syair hati
sulit kunikmati,
pada puisi mencumbui kosa jiwa
hiburkan berbagai kecewa melanda.
"Ahh...rasa, goresan lara semakin lara.

HR RoS
Jakarta, 30/01/2017





#Renungan


Jangan terlalu percaya kepada orang lain, karena bayangan diri sendiri saja menghilang di kegelapan malam.
Berjalanlah dengan mata hati
meski kaki tak melangkah, karena
mata hati mampu menerangi yang tak bercahaya.

HR RoS
Jkt, 30012017





#Puisi_Kolaborasi
PESAN RASA UNTUKMU KAWAN
Penulis: Romy Sastra bersama
Nor Azah Bahrim


Kepada angin kabarkan serat pelangi
bahwa malam ini,
pesan rasa untukmu kawan
kepada riak nan mendebur riuh
buih-buih terhempas jadi bias
nyiur melambai damaikan camar berlalu.

Layu kembang tak jadi,
jika batang kau patahkan
pada sajak dan puisi kita gersang
ranting-ranting berjatuhan ke bumi
madah gelisah,
malam ini berkabut
bulan malu di balik awan.

Pada bunga seroja nan ranum
di semenanjung Malaya
bait-bait sastranya dirangkai ke muka buku
ceritakan kisah rindu tak pernah sudah
pada siapa anganmu melaju?
padahal jalinan asmara di beranda senja
tak redup pelita kasih lilin di meja
bersenandunglah di dada noktah nan realiti
kan didapatkan surgawi menjelma
dari lengan Arjuna memeluk erat srikandi cinta.

Kirimkan syairku lewat maya
pada tarian diksi nan bersahaja
bersemilah dikau gita sahabatku di sana
sebait doa berbungkus sastra memandu
meski kita terpisah jarak gunung dan samudera.

******

#ii
Rinduku yang berkepuk dirangkai jendela muka bukuku, bagai di genangi air tidak basah
di jemur panas mentari tidak mengering
karib sekali lilitan bait-baitnya
terkebat gegar gita tari di jemariku rupanya menjadi tanyamu yang tidak terjawab lagi

Lalu
senja nan merah kau datangi aku kawan dengan khabar seberkas tinta lewat sepoi angin pada
riak ombak riuhnya yang terus mengocak damai pantai telah menggelisahkan rasa merusuh menelangkai diamnya hatimu

Engkaukah
kawan yang semalam
menanyakan patah-patah rinduku terkhusus pada siapa ?
yang mengakali tidak jemu merenung bait-bait resah rindu mengairi langka jemariku di lawang temu
penuh tenunan rindu yang ranum entah kepada siapa untuk siapa
hingga banyak tanda tanya
merentas nusantara merambak tebaran berkisah rupanya

Pesanku satu kawan..!
cukup kau mengerti rindu itu apa
pasti kau tahu kenapa aku tidak belajar berhenti mengelari rasanya
biarpun ceritera kasihku telah lengkap titiannya

Rindu bagiku sebentuk rasa yang tidak pernah habis merambat waktu di tuang tidak mengurang di simpan semakin meladung
menyeru-nyeru untuk di muntahkan isinya menjadi sebongkah cerita yang tidak bertitik

Ya, sebenarnya
rindu bisa saja melamar hati bukan cuma untuk kawan kekasih keluarga sahabat-sahabat di dekat juga kepada DIA.

Jakarta, Malaysia 29012017





#Puisi_Prosais_Kolaborasi
KIDUNG TIGA GITA
Penulis: Romy Sastra bersama
Fe Chrizta
Puji Astuti


#i
Bersamamu gita
kidung hening dendangkan rasa
jari-jemari menari titipkan aksara hati
langit jingga pelangi kata bermadah
bersemi bunga di pupuk lewat diksi.

Gita tinta gugurkan resah
kenapa dunia dihiasi lara
sedangkan bayu tiupkan sepoi merayu
pada tetesan malam tak hujan
ciptakan embun,
rengkuh dada rindu
berkaca diri pada imaji
bernyanyilah!
Biar sepi berlalu pergi.

Pengabdian Srikandi dan Sembodro
leraikan jerih panah Arjuna di medan laga
rona kalbu menyentuh relung-relung pilu
bahwa rindu tak beristana megah
bermahkota nawacita cinta
tuk keseburan hati merenda setia.

Kidung tiga gita talenta sastra
antara petikan, dawai dan syair bernyanyi
bersamamu kita bisa menyulam history
cerita luka, tersenyum, canda, tawa, dan hahahahaaa....

Berbahagia seiring menempuh senja
di pantai maya ini,
jejakkan kaki melangkah yang kian menepi
meski terantuk kerikil-kerikil tirani mencibir
Aahh, tak apalah....

****

#ii
Senandung lirih terdengar perlahan
di antara desir angin
meniupkan nyanyian rindu menyayat pilu.

"Di mana engkau sayang?" Gumam bisu.
Bayanganmu semakin lekat di netra berdebu
ingin kutepis rindu
namun semakin kuat mencengkram
jejak-jejak langkah kaki berlari di sekeliling rasa
riuh berbisik di telinga teriakkan kata-kata manis
namun kau tak sekalipun tampakkan raga
buatku semakin deras teteskan butiran bening.

"Hentikan...!" bentakku sembari bersedih,
kau hujamkan belati pada pikiran nan lelah.
"Bebaskan aku..." ucapan nan lirih.
"Ya ...bebaskan aku dari rindu tak sudah.

Bawalah kisah kita dari keterpasungan ini
hingga jiwa beroleh kedamaian
bersatu dan abadi....

****

#iii
Perlahan telapak kaki ini
menyusuri tepian pantai pasir putih
menjemput riak air laut yang datang
aku tertegun memandang senja
ke mana mega yang berarak
berlalu pergi tak rinaikan awan.

Kemarin masih kita rajut asmara
begitu sempurna aku kau bawa
meniti perjalanan kasih suci
di senja itu kau bernyanyi mengucapkan janji
begitu manisnya.

Masih terlintas senyum bahagiamu
mengecup lembut bibirku
melambung tinggi lenakan rasa kala itu,
kita berjanji tuk arungi perjalanan
dalam lelah tak dirasa
eratkan jemari memintal benang kasih
setia sampai mati.

Kau yang pergi....

Akankah kembali lagi padaku?
Sedangkan di sini menanti rindu
penantian itu jangan sia-sia
meski dunia kita sudah berbeda
namun cinta ini tak akan pernah sirna
hanya dikaulah belahan seluruh jiwa
Mengertilah Arjunaku....

Jakarta, Semarang, Jogja, 29/01/2017





#Quotes


Jangan takut dalamnya lautan
jika mau tahu mutiara yang asli
maka, harus berani meninggalkan ragu.
Sebab, mutiara yang asli
ada di dasar laut
kalau ingin melihat mutiara yang asli, telanjanglah!
Hidup harus berani basah menyilami meninggalkan perahu itu.

HR RoS
Jkt, 29/01/2017





#Prosais
TERLARUNG SEBAK KE DALAM RIAK
By Romy Sastra


Ketika perjalanan teriris bulir
mencoba merayu bunda dalam letih
duh,
sudah terlukis di dinding history
di kancah diri memeluk sebak di hati.

Darah permatamu pergi
pergi dan pergi menjauh
tinggalkan beranda rumah ini
di tengah hari,
terlarung sebak ke dalam riak
crystal membuncah
tak tertahankan di sudut mata.

Ya, Illahi

Hamba larung doa yang rela
keharibaan jiwa
langkah musafir yang semakin terkikis di tanah tandus
hamba ingin setetes embun membasahi
ampunan kasih-Mu ya Rabbi.

Perjalanan ini semakin menepi
ke ruang senja
memohon pada-Mu ya Allah
Izinkan hamba kelak berjumpa
ke tanah bunda kembali,
mengetuk jendela usang terpampang dari kecil semenjak ananda dibesarkan hingga kini,
berharap dalam opera permata yang selalu menghalau sedih jadi ceria.

Meski jiwa dan hidupnya bertabur derita
yang disimpan dalam peti rahasia hati
tak boleh sesuatu pun yang kan mengetahui
selain aku dengan-Nya

Sehatlah bunda...

Bunda,
jalan ini masih kujejaki
samudera itu masih kurenangi
sekiranya dermaga beranda rumah
di hari raya nanti ananda tak kembali,
pintaku, maafkan aku ya bunda"
ketika burung bangau terbang tinggi
tak kembali,
bukan ia tenggelem ke lumpur yang dalam
melainkan masih mencari bulir-bulir berlian
walau terkilau hanya bayangan saja.

permata dalam doa
membangunkan azali bercahaya indah
bila masanya ia akan kembali menatap beranda tua
menitipkan kanvas warna ceria
bercumbu mesra
dalam gita ananda dan ibunda
serta keluarga semua di tanah tumpah darah
meski usiamu bunda,
berangsur ke ujung senja,
tak alpa doa menengadah di atas sajadah lusuh
menyapa ruh
bukti bakti ananda pada history
nan tergurat di pundak renta yang telah pasrah pada misteri.
Tersenyumlah sekali lagi bunda, biar doa-doa ananda lerai di batin yang sampai....

HR RoS
Goresan dalam kenangan
perjalanan jalan raya Painan - Padang, 29-1-2016. 14,28





SAJAK JEJAK MEMORI
By Romy Sastra

Wahai angin nan berhembus lirih membawa rindu pada daun-daun kering, di sini bisu menatap gemulainya ayunan layangan, hampir saja debu menutup netra nan layu, hanya cicitan sriti menyapa di ketinggian, kembalilah pulang wahai rama-rama menari, hari telah petang.

Siulan camar di pantai memanggil gelombang riak bergoyang menepi, dia yang ingin kembali mencari jejak memori, ambai-ambai tenggelam tertinggal pada kenangan silam, bahwa pasir tak lagi putih.
Sinopsis kasih nan usang menitip seuntai sajak lara, pada tinta yang hampir pudar warnanya.

Kepada senja di bukit cemara, bulan enggan titipkan pelita menerangi mayapada, dada langit masih mendung menyapa malam,
ironis, rinai telah jatuh duluan basahi pipi, bahwa kehadiran asmara nan berlalu hanya fatamorgana.
Dik, Januari terakhir tahun ini
sisakan harapan pada Pebruari,
jikalau bianglala tak lagi berwarna pada senja, bukan berarti lembayung tak disinari aurora cinta.
Lihatlah dik, gugusan kasih masih menari pada senyuman rindu yang terabaikan, ketika kasih berbunga mesra kembali di jemari ini jangan lengahkan, tatap mataku! Masih ada diary kita merupa, dan
sentuh juga dada ini, masih berdebar menyebut namamu.

Jika Pebruari nanti masih mendung, hujan turun kembali. Jangan embun ditumpahkan di daun nan layu, biarkan kearifan alam menyuburkan dendam rindu tak kunjung sudah untuk kita, menyirami gersangnya laju yang pernah kita lalui.

Dikau yang ingin kembali pada noktah hati yang tersisih, oleh cabaran nan pernah kau hidangkan, kau memilih aku dan dia, kembalilah dik! Ke jalan yang pernah kita rintis berdua, tautkan hati, genggam erat jemari kita, tak ingin berpisah kedua kalinya.

HR RoS
Jakarta, 28/01/2017





#Quotes

kegagalan pada noktah pertama
bukan sesuatu yang telah sirna
melainkan jodoh hakiki itu
masih belum bertamu
maka, bersabarlah!

HR RoS
Jkt,27/01/2017





#Puisi_Patidusa_Tangga (4321)
BERDAMAILAH NEGERIKU


Sayap garudaku patah tertembak
Wajah nusantara risau
Hipokrit merajalela
Politik

Siapa lawan siapa kawan
Yang punya kesempatan
Negaraku kacau
Mencekam

Panji-panji berkibar di keramaian
Seakan siap bertarung
Unjuk gigi
Pendekar

Temali Bhinneka Tunggal Ika
Satu tubuh bersaudara
Falsafah negara
Maknakan!

Jangan salahkan alam murka
Amanah tergadai sudah
Berpikir sejenak
Sadarlah!

Hukum tajam ke lawan
Tumpul ke kawan
Hakim disogok
Pecundang

Warta jurnalis tebang pilih
Rakyat semakin bingung
Tontonan murahan
Membosankan

Berdamai dalam gita cinta
Rakyat aman sentosa
Amanah janji
Tunaikan

Politik homo homini lupus
Kejam sadis membunuh
jangan dipakai
Buang!

Manusia homo homini socius
Berbudi saling menghargai
Berjabat tangan
Berbagi

HR RoS
Jakarta, 090217





MIHRAB CIPTA KEKASIH
Karya Romy Sastra


Hu Dzatullah,
saksi kekasih menatap maha kekasih
tercipta cinta seperti burung Ta'us
memuji tunduk pada Rabbani
segala yang ada bertasbih
bersaksi pada titah azali berdiri
sujud menghadap mihrab cinta.

Nuktah tertumpah jadikan,
madi wadi mani manikam
anasir sahabat itu.

Ya Jibril kepada bumi
ya Mikail kepada air
ya Israfil kepada angin
ya Israil kepada api.

Pancar memancar sinar rahmatan
bersembunyi di qolbi
jangan jauh-jauh mencari Ilahi
cukup kau mati di dalam hidup
kan dikenali megahnya istananing hati
bersemayam segala rahsi

Sesungguh jalan pulang tak jauh ditempuh
rentan waktu seujung kuku.

Tiba-tiba kematian jasad datang menyapa
El-maut marah-marah
takut?" Iya
apalah daya tak tahu jalan pulang
sesat alang kepalang
mengigil rontok segala nyali
tak sadar satu persatu malaikat itu
sebelumnya telah pergi
yang tersisa hanya amal kerabat sejati.

Selesai perkara dunia
tubuh berdebu jadi abu
yang abadi tak akan mati
meronta ingin kembali
sia-sia saja jeritan pilu
yang ditangisi telah berlalu.

HR RoS
Jkt, 27/01/2017





#Puisi_Kolaborasi
TANGISAN DOA
Karya: Romy Sastra bersama
Norhaizan Mahussin


#i
Sujudkan tubuh luruhkan rusuh
betapa terlena umur dunia direnda
tak kenal mutiara cinta di dalam jiwa
resah senja kian mendekat
bakti masih menggenggam duniawi
terlupa jalan pulang nan abadi

Napas berpacu tak lagi menentu
kaki gemetar merintih kaku
jemari menyentuh tak lagi merasai
mahkota perlahan memutih
aura rupa pudar, lusuh rona tak berseri
berkaca diri cermin seperti retak
menjerit lara pelangi tak lagi indah

sajadah kian usang terbentang
tangisan darah tirani mengetuk pilu
bertanya diri, jalan rumah qulhu sepi
bekal selimut abadi tak jua merupa di hati
dalam doa tangis ini mengadu
ya Ilahi, ampuni hambaMu....

#ii
Di atas sejadah ini
aku menghitung hari
sisa usia kian menipis pergi
menanti pelangi di kaki langit
rinai di dada basahi jubah doa
menanti cahaya di ufuk barat
umur kian senja sunset merah jingga
pertanda el-maut sekejap lagi menyapa

Di sini di hati ini, merimbun doa mewangi
kepada-Mu kuserahkan pohon taqdirku
ya Ilahi,
Husnul Khotimah tiket itu hantarkan
Syurga Firdausi bentangkan
leburkan rinduku pada-Mu
gugurkan semua dosa-dosa yang ada

Dalam sinopsis hati merintih
doa memanggil maha kekasih

Amin ya Allah, ya Rabbal 'alamin....

Jakarta, Malaysia, 27/01/2017





CATATAN MEMORI YANG TERLUKA


Hari ini aku mengutip
sebuah kisah lalu
kucoret semuanya jangan tersisa
sehalus-halus ingatan
dan sebesar-besar rasa
tenggelam kecewa ke samudera tinta

Kupintal benang memori
kusimpul jadi cerita luka
dan kujadikan raga puisi
untuk kukutip sepikul mimpi

Ya, hari ini aku pelajari bayangan
tentang sebuah kehidupan
betapa sukarnya
meniti di titian yang kecil

Terkadang kaki hampir tersandung melangkah
terkadang tersungkur di lorong waktu
tanpa ada tangan sudi menggapai
betapa susahnya memetik kejora
padahal malam berpurnama indah
jatuhlah wahai kejora ke jiwa ini
biar kerlip menerangi hati

Hari ini aku memahami
arti sebuah persahabatan
tidaklah ia seindah langit biru
dengan kepulan awan
nan memutih indah di dada langit

Sahabat itu,
ketawa bersama menangis sendiri

Ya, hari ini aku mengerti
tentang sebuah angan
semua yang indah diharapkan
tak menjadi pelangi pada senja tadi
kenapa misteri yang bertamu
di ruang rindu
takut aku akan kidung semu

Pahit kadang lebih mesra kurasa
yang hadir menghampiri diri
yang datang memeluk erat
lalu membisik halwa manja
hinggakan hati ini berwadah
hidup tapi mati rasa

Apa pun itu,
kehidupan ini perlu kuteruskan
demi sebuah asa diri
meski kaki ini berdarah
meniti jejak-jejak kerikil hidup
hingga ke hujung nyawa raga terpisah....

HR RoS - Adyra
Jakarta - Kuala Lumpur
Feb 15 2017
6.56 Pm




JEMBATAN KUBANG NYANYIAN JIWA
Romy Sastra


i
tirani adat dalam kaum bergulir kepada zaman untuk peradaban tak bertuan, generasi dimulai dari sebuah ekspedisi para tuanku, alam berkembang disebabkan pecahnya kearifan istana di tungku tiga sejarangan dalam percaturan kekuasaan di tangan raja yang terkudeta oleh konflik aturan dalam kekeluargaan melahirkan keturunan ke berbagai seantero bumi Melayu

ii
Bayang sebuah negeri ekspedisi tuanku raja penghulu adat membawa empat suku dari negeri Solok Alahan Panjang, titipan tutur tuah tuanku di bawah panji adat istana Pagaruyung Minangkabau

iii
dendang indang nyanyian penunggu rimba bersahutan di hulu, si bunian melestarikan budaya pada kearifan alam, jagalah hutan dengan cinta, jangan tergerus titipan penguasa alam pada kelangsungan hidup akan terus berlanjut, yang menimbulkan bencana tiba-tiba, rusuh aliran air bergemuruh banjir bertamu mengalir ke tepian menuju samudera, risau tertumpah di dada mengingat ikatan jembatan jangan terlepas oleh hempasan deburan air bah

iv
si bujang tertegun dalam igauan
kala lamunan menyentuh kasih memadah kisah di atas aliran air batang Bayang di jembatan tua, ketika petang telah tenggelam, kumandang azan menabuh segala ruh, sujudkan diri menghadap Ilahi, senja berlalu, kita yang pernah bernyanyi lagu-lagu kenangan di jembatan itu,
nyanyikan tembang jiwa di kala senja menjajah malam menikam kelam, remang kisah hidup duduk si anak bujang petik seruling bisu siulan dungu, bahwa tepian jadi saksi cerita yang tak pernah sudah

v
batang Bayang dalam nyanyian jiwa
dekade telah berlalu sisakan selaksa cerita pada jembatan tua, bahwa di sana kisah bercumbu, sepoinya angin malam menatap kejora malam di dada langit,

vi
kawan,
lihatlah titian yang terpilin oleh arus bah, teronggok sudah jadi sejarah zaman pada regenerasi titian sepintas berlari ke seberang dan titian ini pernah kita lalui bersama, ya, cerita kita pernah tertitip di sini, kisah kita bukan cerita semusim,
tapi cerita yang pernah mabuk dengan kecubung, sebatang rokok filter dan dengan sebatang tebu yang pernah kita ambil di jalanan, ada cerita tentang dunia ini indah dan tentang ikrar asmara cinta yang membuat semangat muda mudi bergairah menatap langit pada purnama mencumbui si pungguk yang merana

vii
kepada malam yang dingin di ujung jembatan kita berjuntai, petikkan gitar tua, bahwa dalam sebuah irama lagu kisah kasih di sekolah masih terasa indah hingga kini

viii
ah, kau cerita yang tersisa pada negeri yang kucintai, dari titipan leluhur pujangga adat dari istana berkelana membawa peradaban zaman ke negeri Bayang,
Kubang nan denai cinto

HR RoS
Jkt, 16217





MENCARI MAHA KEKASIH
By Romy Sastra


Tapa lingga yoni ning hening
lebur terkubur bermandi peluh
mencari cinta sepanjang permana
memuji menempuh kematian di dalam hidup
dalam gulungan ombak beriak tak bertepi
mencariMu

Bilangan napas di tubuh gemuruh
bertanya pada sami' lonceng berbunyi
membuka pada tabir bashir
sepasukan kerlip bertamu
jubah Jibril menyelimuti dunia
gigil terpana diri diam tak berucap

Rasa bisu menyentuh kalam
bawahlah daku mursyid ke langit tertinggi
kasta-kasta mewah ditempuh
pada tujuh pintu neraka kau tutup
membuka tujuh pintu nirwana
terbuka tirai maha kerlip
menyentuh segala sukma
tauhid berdiri di Baitullah

Salaamun qaulam mir rabir rahiim
salam sejahtera untukmu wahai pendaki
di sini pintu rahmat maha raja bermula
daun-daun berguguran
netra dunia padam netra batin menikam

Memang pendakian ini
belumlah sampai jejak langkah kau daki
ini masih alam cahaya
leburkan saja kerlip jingga itu
jangan bermain rona
itupun masih rupa nafsu
matikan dirimu hingga fana
kan kau temui yang kau rindu

HR RoS
Jakarta, 15/2/17





BIAS TERLALU PAGI
By Romy Sastra


Mengenalmu
jauh sebelum kita mengenal dunia maya
aku mengenalmu hanya sebatas sahabat saja

Kukenali dirimu
memang kita pernah dekat
aku mengenalmu
hanya sebatas nasehat-nasehat

Pada lembaran hari
dalam gurauan memori rinai mengiringi
mendung pagi titipkan dingin di jendela
cuaca masih tak bersahabat
mendung menghiasi hujan
sang mentari mengintip malu
di ufuk awan

Irama luka mulai luruh
jatuh ke dalam nada sendu
pada lamunan persahabatan kita
kulabuhkan perasaan
ke dalam makna
untuk memetik hikmah
dalam wacana yang tak berirama

Goresan puisi pagiku hanya sekedar
mengantar untaian bayangan silam
berharap,
mentari yang malu menyapa kembali
selamat siang hari,
jangan bias dikau mentari
terlalu pagi bersembunyi
senja masih jauh di ufuk maghrib

Wahai pelangi nan menari
titipkan rerona embun menyirami pagi
bias-bias resah di dedaunan kan kering
yang layu berganti ceria seketika
malam, cerahlah bersama kejora
Salam dariku tuk sahabat di mana saja berada
yang terstory pualam semoga berbahagia

Kala malam angan menyulam kelam
bakar saja sebatang lilin
bermainlah bersama lelehan
biar hangat jemari ditingkah dingin
jikalau malam tak purnama
titipkan sebait doa
hati yang redup bersinarlah kembali

HR RoS
Jkt, 15/2/17





#Motto
BELAJAR DAN BERKARYA SAMPAI TUA
MENULIS SAMPAI MATI


HR RoS
Jakarta





Kwatrin
ORASI DEMOKRASI
Romy Sastra


Toa meraung-raung tak jelas
Habib berbicara,
orasi pedas
Perwakilan suara umat yang gelisah

Siang tadi di depan istana ada tamu
Raja tak berpesta,
tamu tak diundang datang
Panggung-panggung politik meriah
Padahal undangan disebarkan
Lewat hukum tak adil

Katanya akidah dinistakan
Umat tak terima,
Lebih baik mati berkalang tanah
Daripada akidah tergadai
Untuk apa hidup,
Kenyang hanya memakan bangkai
Harga diri tidak bisa dibeli
Lebih baik berdamai,
Jangan bermain api, negeri kan terbakar

HR RoS
Jakarta, 110217





MENCUMBUI LARA
Romy Sastra


"Ohhh...

Di awal malam hadirkan rasa rindu
sunyi mulai bernyanyi di lorong-lorong parit, parung jangkrik senandungkan kidung malam,
si anak kecil mengintip celah parit
kejepit kalajengking menangis pada wajah yang telah membiru
duka negeriku terhantui, percaturan politik gerilya di barak-barak rahasia, bak bom waktu meletus sewaktu-waktu, aahhh....

Pagi nan lara yang tak beralamat, seduh saja gelas putih tak bergula
yang biasa hitam berasa manis, dahaga terbeli meski otak tak ternutrisi inspirasi, sebab, kopi telah bercampur menu doktrin sianida di atas taplak meja menatap warta jurnalis tak lagi berimbang.

Dalam lamunan nan lara, sang marjinal menuang imaji hina
berceloteh pada pena kanvaskan perasaan yang tak bermakna dalam maya ini, tepuk jidat tuan nan berdasi si buta hati di jendela kasta tertinggi, karena nasib bangsa telah terjajah oleh benalu serakah.

Semalam merindu pujaan di balik awan, tak nampak mahkota kerlip di langit, iklim masih bersahabat pada koloni hitam,
si mayang menjauh tinggalkan kemewahan
tak ingin bersolek pada keindahan yang semu, hatinya telah lara tak lagi mau dicumbui.

Oh, kau yang di sana, di meja yang sejuk, berembun tak membasahi.
Aku di sini, kirimkan alunan puisiku bernyanyi ditingkah hujan, embun berguguran di dedaunan
pagiku selalu menari menghiasi kertas menghibur hati, karena jejak kaki berlumpur di depan rumah, nikmati saja sepotong roti sisa kemaren petang.

Aku memuja kedamaian pada sukma bermain tadi malam bersama kekasih pujaan
telah kutumpahkan pundi-pundi rasa ini,
nyaris tak tersisa dan ternyata kemesraan semalam menutup kemesraan duniawi, kemesraanku hanya di sajadah religi.

Kelembutan telah kupasrahkan mengaliri rasa sayang
rasa sayang itu kepada budi yang bersahaja.

Dalam sunyi mengobati letih, menjalin perasaan di kesendirian
'tuk isi hari-hari dengan kewaspadaan
dan menghadiahkan kebahagiaan walau hanya dalam sajak dan puisi
rela lelah walau bait-bait ini tak dimaknai.

Harapanku, semoga yang membaca tidak gelapkan hati tentang madah nan lara
yang kita kan sama-sama lara walau irama berbeda,
aku berbagi, walau hadiah ini dalam sebatas senyum diksi untukmu,
walau tak dihargai tak apalah
dan aku kan selalu tersenyum mesra
bersama sastra.

HR RoS
Jakarta, 110217






SI MISKIN BERCINTA
Karya Romy Sastra


Si miskin bertanya,
ke mana akan dibawa pohon cinta yang telah lama berbunga ungu
arah rindu telah kelabu mendekap pilu
berbuah malu

"Oh, mendung
mendung rindu yang tak lagi menentu
langit sebak menutup gejolak di dada ini
lilin hati kenapa padam, nyalakan kembali
jangan kelam bermain diam, kan tersasar arah realiti yang selalu menanti

Kasih,
telah tinggi aku pacu semangat berlari
mengitari hari mencari sesuap nasi
mengejar obsesi meraih impi
namun nasib tak jua berpisah
dari badan diri.

Masa bahagia nan pernah singgah
menyapa beranda asa sekejap berlalu
dan sayangnya seketika sirna tiada tersisa

Kuterpaku bertanya dalam hiba
ketika cinta tak rela berdiri di jalan yang licin, berlalulah dari arah itu!

Di sana
jalan berpita merah
berpermadani indah terbentang
menuju istana noktah bermegah
hidup dalam kasta yang mewah
aku berdoa rela untukmu
berbahagialah bersamanya

Bibir menjadi saksi lirih, secebis kemesraan menyulam angan yang bermain di ujung mimpi semalam kian kelam
bias kisah semu tak berbuah setia
rasa yang tersisa ini kelu sudah ke dalam bisu

Biarlah bayangan diri jadi penonton
dari bilik sunyi
menatap paranoid kasih yang tersisih

Biarkan kudekap angan yang rapuh
merestui kebahagaian bersama yang lain
berbahagialah hendaknya di sana selamanya

Kasih,
hapuskanlah cerita cinta yang pernah mengisi ruang hati ini
kala bersamamu dulu,
aku rela dengan telapak tangan sepuluh jari
menyerahkan semua takdir ke meja berlapis sutera di ruang jamuan kasih yang dia sediakannya

Dalam kasih yang tak sampai
kearifan cinta yang pasrah berdamai saja pada kekalahan si miskin bercinta

Gubahan rasa yang terakhir ini
dengan tinta merah kumadah goresan luka
mengusap derai air mata
yang membasahi duka hidup
yang kian menganga

Doaku,
berbahagialah dikau di sana bersamanya.

HR RoS
Jakarta,10217




FLASHBACK
By Romy Sastra


Seiring berjalannya waktu,
hari bulan dan tahun terus melaju
sisakan detik sejenak balik ke belakang
buka tabir memory masa lalu.

Pada suatu tanya dalam lamunan, teringat semua sahabat
di mana daku temui sahabat-sahabat itu
yang dulu bernostalgia seperti si Bolang
pernah bercinta bagaikan kupu-kupu malu
masa lalu merayu berkirim surat kepada pecundang dikibuli, surat tak pernah sampai ke tangan si pujaan, malah disembunyikan
dan kini kurindu sahabat di muka buku ini.

Untukmu sahabat yang di ambang senja
kepada cerita yang belumlah usai
dengan sebatang rokok dan ponsel kugenggam di suasana santai
menatap seperti sayup-sayup sampai.
Siapakah ia gerangan dalam sampul lembaran maya, satu persatu berjuntai di dinding kaca.
"Ah, nyaris aku tak mengenal
wajah-wajah yang sudah keibuan bersolek bergaya bagai seleb dengan senyuman.
Di balik kerudung nan imut
telukis wajah berangsur tua keriput,
entah untuk siapa wajah yang keriput itu?" Entahlah.
Didandannya diri seperti bergaya muda, padahal tak muda lagi.

"Oh, sahabat maya yang di sana
dikau dulu dara cantik menarik,
kini meranum nyaris layu sulit dikenali
hanya daftar nama pada netra buta meraba mengenalmu lewat rasa, adakah rasa nan lama bisu tersentuh.

Aku tersenyum nakal, tak terasa bulir-bulir air mata bahagia menetes di remangan hati di musim hujan menuju pancaroba ini, dudukku bisu bercumbu pada imaji, dan dinginnya senyumanmu pada umur yang beranjak sepuh sama sepertiku, aku terhanyut akan masa lalu, masa lalu dan waktu yang tak bisa diputar lagi.

"Ohh, sahabat, aku sadar kini!" Stuasimu sama seperti aku, ataukah keadaanku yang jauh di bawah standar gaya, karena pelita dunia tak menerangi jalan hidupku. Walaupun begitu, aku tetap bersyukur pada maha pencipta yang telah memperjalankan roda nasib, sehingga nasib ini indah kurasa dan meski kita tak pernah berjumpa, aku semakin larut dalam sedih senja ini, biarlah.
Sebab, rama-rama tak lagi menari
di taman-taman cinta telah gersang, kerontang oleh kemarau nostalgia yang tak lagi bernyanyi, seperti diulit mimpi pada bayangan kisah yang kian terjepit, memang nasib kisah kita berbeda.

"Sahabat maya yang di sana"

Aku takkan menemukan lagi
canda tawa itu, semasa gurau bercampur rayu dan kadang pertengkaran kecil menghiasi celoteh parung-parung murai bernyanyi di masa lalu,
dan teramat sedih lagi, ingin rasanya kugapai semua memory itu satu persatu
itupun terasa berat, satu saja berat rasanya kuwujudkan tuk menemui Realiti pada flashback kita.

"Mmm ... kutarik napas ini dalam-dalam, memang sudah jauh berlalu memori itu.

Di irama dunia yang berpacu mengejar asa menjaga maruah,
testimoni telah menjadi sinopsis diksi pada prosaliris,
bahawa kita telah punya tanggung jawab yang berbeda dan terpisah di kota dan daerah yang jauh di sana-sini
hanya ungkapan rindu akan masa lalu untukmu sahabat berbahagialah kalian semua di sana, ya di sana.

Kini, kita sama meniti asa di arena yang berbeda
aku titip pesan, mengabdilah pada cinta yang memelukmu saat ini!"

Dalam hayal ini, kuhentikan keterpakuanku tuk mengenang masa lalu itu
berkaca menatap langit dalam keremangan mendung, ruang itu pekat
berkaca pada bayangan diri menari kausalis bayang dari asal berdiri
tersadar, esok bersama mentari bersinar kembali
kan kugapai cita raih asa di dalam rumahtangga di masing masing kita.

Sahabatku, di mayaku!
Sekali lagi, doaku untukmu, mengabdilah sebaik-baiknya dalam cinta
ciptakan rumahtangga yang SAMARA, Sakinah Mawaddah Wa Rahmah demi mengapai ridho-Nya
karena di pundak kitalah pelanjut tirani keturunan sejarah orang tua berbenah
semoga maha karya tirani kita bermakna sepanjang sejarah
dan menjadi sebuah nilai kebanggaan pelanjut generasi berikutnya untuk keturunan zaman.
"Oh, sahabat....

Semoga saja, wassalam.

HR RoS
Jakarta, 08022017





**BERMALAM DI KLENTENG TUA**
By Romy Sastra


Demi kesuburan dan kedamaian
sang Dewi menitiskan kasih
dari klenteng Budhis tertinggi
aroma mewangi
di lorong-lorong angin
dari peribadatan sang reinkarnasi

Pelangi jingga melingkar tadi senja
langit Jakarta disuguhi dupa
Petak Sembilan
dipayungi Dewi Kwan Im

Tatapan marjinal lara, menadah
mewahnya dandanan sang umat Budhis
mendung berlapis
alam berjubah putih keabuan
pertanda rintik-rintik kan menitis

Pada kejayaan Tao
para Dewa Dewi melukis senyuman
di dalam klenteng tua
sang pengemis
meminta belas kasih
dari sang pemuja
kesejahteraan dunia reinkarnasi

"Ohh....
Budhis-Budhis
penebar keharmonisan insani
dari Nirwana kau tanamkan cinta
untuk sesama
berbagilah kepada mereka di sana
yang mengulurkan tangan
bagi yang membutuhkan
semoga siklus reinkarnasimu berjaya
pada dunia kelahiran berikutnya

Gong xi fa cai.

HR RoS
Jakarta 7-2-2016, 18,377





KABUS RINDU BUAH HATI
DI KAKI GUNUNG LAWU
By Romy Sastra


Bias-bias embun pagi
tak kunjung kering di dedaunan
kala senja menyapa
alam tertutup kabut mencekam
berselimut bayangan kelam.

Nun yang jauh di sana
dari kesibukkan ibukota
lamunan bocah di kaki gunung lawu
di gubuk itu,
tatapannya pada langit rumah selalu bertikai
kenapa pengap tak ada nada memanggil
dari ayah yang selalu dirindukan.

Kau si bocah telah remaja
tumbuh tanpa dekapan orang tua
yang selalu ditinggal pergi
pada jemari noktah mengitari jejak hari untukmu
di lorong-lorong kota termamah asa
ayahnda bersenandung lirih di kala senja lewat maya.

"Oh, awan yang berarak di cakrawala tinggi
kutitip si buah hati dalam wilayah Brawijaya
dengan tinta madah pujangga
tembangi kearifan rasa bersimponi
dalam aturan budaya sang Prabu
di gunung leluhur itu.

Di kaki bukit yang asri
si buah hati kutinggalkan dalam jalinan cinta
menjelang dua dekade kau kini sudah remaja.

Putra itu,
kala siang bermain berlari
mengisi hari menutup sepi
pada senja menyapa
dikau bermuram durja,
bertanya sendiri jauh ke dalam jiwa
di manakah ayahku kini berada
yang tak kunjung kembali.

Ketika pikirmu tak terlerai
bulir membuncah di pipi
mengalir ke sudut bibir, "uhhh....
matamu terkatup lirih
ke mana kan kucari ayah bunda yang jarang ada di rumah ini.

"Ayah, Ibu.

Dikau penuntun penerang jiwa nan sepi
kembalilah!
Terangi rumah ini dengan cahaya cintamu.

Seringkali padi di kampung ini berbuah
di tepian jalan menurun mendaki
di tangga sawah tersusun indah
gontai langkah kaki kala pulang sekolah.

Ananda,
acapkali tersenyum menatap pelangi
kala senja menghias di kaki gunung Lawu
sendu tiba-tiba membuncah lara
gerimis di hati leraikan tatapan senja
pelangi malu dan redup tertutup kabut
Dendang rasa rindu
bukan senandung semusim saja menghampiri
tapi sudah lamunan hari-hari.

Padi itu selalu menguning
silih berganti dituai petani
ayah, kau tak jua kembali
tinggalkan seribu kota itu
yang telah kau lewati, kembalilah ke desa
di desa kita pernah berlari
mengejar capung-capung
menikmati gigitannya di jari kecilku ini.

Kembalilah pelita jiwa
oh, ayahku!"
mentari sudah meninggi
menara pucuk bambu merayu memanggilmu
temani ananda sekali lagi
biar kudekap kau erat-erat di rumah rindu.

Testimoni dari rintihan si putra di balik telp,
kala senja menyapa ayah bunda.

HR RoS
Jakarta, 6-2-2016. 12,45





BERBAGI PENGALAMAN RELIGI
DAPAT DALAM MIMPI

Sebuah kitab kutemukan tentang salat menyapa dalam mimpi.
Isi kitab itu menerangkan,
bagaimana keadaan tubuh ini tatkala Allah Swt menjawab pertemuan hambaNya dalam salat hakiki?

Tandanya: Reaksi seluruh tubuh itu meregang gemetar,
nada ning dalam telinga seperti lonceng berbunyi.

Setelah itu hanyut dan fana,
tubuh yang gemetar terhenti di dalam kefanaan yang akan terasa sejuk dan lembut. Tatapan mata batin melihat pancaran cahaya datang bersamaan, cahaya yang hadir bersamaan itu tadi bias menjadi awas....
Wallahu allam bisawwab

HR RoS
Jkt, 06022017





HISTORY JALAN MEMORI
By Romy Sastra


Ingatkah dirimu di jalan itu?
Jalan yang pernah kita lalui
bercerita tentang dunia ini indah
kita kan meniti titian senja berdua.
Masa remaja telah tertinggal jauh,
sedangkan kini, uban sudah mulai memutih
memori kita selalu baru mengikuti jejak ilusi.

Sekilat lidah janji sebait irama nan manis
dekapan bersembunyi di dada kekasih
kau terlena dalam pangkuan rindu
seakan tak mau melepaskan hangatnya tubuh kita.

Dalam lamunan rindu pada hayal tempo dulu
kisah dungu itu telah jauh berlalu
cerita kian membisu tinggalkan kenangan
tawa kita nan dulu mesra seirama senada.

Kala itu,
pelukkan ternoda dalam kecupan mesra
seakan tak menerima kenyataan cinta
kita bertikai dihiasi rinai senja
kau berlalu tinggalkan sepi,
sepi di jalan memori.

Jalan itu ... oh, jalan memori.
Dikau berlalu menjauh, jauuhh dan menjauuuuhh.

Rinai berlabuh, derai rindu pilu
kau nan berlalu tinggalkan kepingan luka, kuterpaku....

"Ah, setetes maniak mengalir
menghiasi pipi.
Akhirnya, tinggalah kusendiri
kita berpisah.

Mencoba memanggil namamu
kau semakin berpaling
perlahan namun pasti
di ujung jalan di persimpangan hati
daku menoleh ke belakang
seakan ingin menggenggam erat jemari kembali
kenangan itu sudah lama usai bersamamu,
ternyata bayangan kasih harapan ilusi
tetap saja rindu pergi bawa dendam tak sudah.

Serasa kini memori itu kembali lagi bertamu
bayangan yang melintas tatkala jemariku
mengenggam erat jemarimu,
bisikkkan kata cinta pesona rasa,
"Ahh... hayal fatamorgana kau membangunkan tidur panjangku tentang kisah kasih tak sampai.

Kala malam bermanja tinta, rinai malam ini bertamu lagi, tintakan cerita basi sebait mimpi, tenggelam madah ke dasar samudera yang memang kita berpisah.
Lambaian hayal di kejauhan history ucapan lirih,
selamat berpisah kasih, jika kau rindu kembalilah nanti.

Kata-kata paranoid mencengkram janji
Selamat tinggal kekasih,
selamat tinggal sayang
suatu masa aku akan pergi jauh
tinggalkanmu sementara waktu
Kau tatap seraut wajah bayangan rindu nan lara.
Ucapkan!"
kenapa kita berpisah dulu di jalan memori
dan kenapa kisah itu terjadi?

Bahwa kisah nan indah itu kini telah membatu.
Akhirnya kemesraan hayal memudar jadi memori saja buat selamanya.

"Uuhh... aku tertunduk diam, terpaku berkata tapi bibir kelu.
Tak tahu kala itu,
kita sama-sama kecewa kemesraan itu terlalu dini terleraikan, kecewa sendiri, ucapkan kata selamat tinggal kekasih.

Kini, terlintas hadir masa lalu nan merindu
masihkah dirimu yang di sana menyimpan cerita terkubur dalam peti rahasia hati terkunci mati
dendamkah dirimu dengan kisah itu?
Entahlah.

"Kisah, aku datang kini,
dengan sebait cerita yang lusuh
mengingatkan masa lalu kita,
akankah dirimu yang di sana masih teringat jua kisah di jalan itu,
jalan saksi bisu yang pernah bermadu rindu di tetes-tetes gerimis senja yang ranum,
kini kisah itu telah jauh berlalu
tak mungkin di rangkai kembali.

HR RoS
Jakarta, 05022017
#dalamlamunanmadahmemori





DI BAWAH POHON KAMBOJA TUA ITU
RINTIHAN LIRIH
By Romy Sastra


Bulan sabit telah menggantung
di balik pohon kamboja itu
tanah merah belum digali.

Perjalanan diri
telah berada di ujung tanduk
aku menyadari,
untuk menempuh ujung jalan
haruslah melalui pangkal jalan
pangkal jalan yang terdekat itu
adalah diri sendiri.

Ketika dahan beringin tua itu patah
tunas-tunasnya berganti
dan ketika daun-daunnya berguguran
bunga berputik tak menjadi layu
siklus tumbuhkan kembali.

Oh, misteri?
jangan bayangi mimpi dengan el-maut
izinkan aku Tuhan hidup seribu tahun lagi
beribadah sepanjang napas memandu
bila el-maut kan bertamu,
kembang setaman dan air doa kasih
shohibul bait persiapkan cangkul
ke tanah merah yang siap siaga menggali.

Oh, misteri?
bukan puisi ini memanggil nan ditakuti
bukan juga doa sebelum takdir merintih
aku masih punya cinta untuk sang kekasih
jangan kau ulit aku
dengan mimpi-mimpi misteri itu.

Di bawah kamboja tua
lamunan terpaku sendu.

Diri?
Adakah amal ibadah kau dekap
selimuti arwah tidur panjangmu di sana.

Ya Illahi,
izinkan hamba melafazkan seribu istighfar
di setiap lengah di dalam jiwa ini
biar tak sia-sia hamba dihidupkan kembali
lautan dosa keringlah!
jadikan telaga amal surgawi tuk bermandi.

Ketika doa tak terkirim kepada Illahi Rabbi
sesal dirundung duka tak berkesudahan
di sana, selamanya....

HR RoS
Jakarta, 05-2-2016, 00,00






#Puisi_Patidusa_Tangga (4321)
RINTIHAN DI BUMI YANG DIBERKAHI
By Romy Sastra


Deru bunyi mesiu bergemuruh
Bom berjatuhan runtun
Tanah kering
Berdarah

Pekik suara takbir menyayat
Luluh dihantam perang
Debu berterbangan
Gelap

Tangis bermandi luka hiba
Anak kehilangan ibu
Ayah tiada
Berjihad

Tanah yang diberkahi Allah
Perjanjian akhir zaman
Perang dimulai
Musnah

Siapa yang menuduh salah
Semua merasa benar
Padahal politik
Pengkhianat

Dengan kekuasaan sesaat lupa
Dunia sekejap mata
Hancur lebur
Binasa

Senjata doa tersisa kirimkan!
Hababil masih bingung
Menunggu perintah
Tuhan

Tanah pertiwi subur makmur
Wahai nan berbudi
Bantu mereka
Kelaparan

HR RoS
Jakarta, 04022017





SEMBUHKAN LUKA INI
By Romy Sastra


Coba bayangkan!
ketika ditinggalkan orang yang dicintai
saat dia yang disayangi mengecewakan
mengkhianati, sakit di hati ini....

Air mata ini tangis penyesalan
tak ada yang peduli
tak ada yang mengerti
hanya aku dan sepi berselimut sedih
dalam kelamnya hidup
apakah semua berakhir di sini
dalam gelap tersadar
tak kubiarkan hidup ini sia-sia.

Aku harus bangkit,,,
melanjutkan perjalanan hidup
walau sisa luka masih terasa menyakitkan
mencoba memaafkan
dan melepaskan masa lalu
bersyukur untuk rasa sakit
yang membuat jantung semakin kuat berdenyut
ini saatnya aku harus melangkah
tak peduli seberat apapun perjalanan itu.

Berjalan dengan harapan
dengan tindakan menuju kebahagiaan cinta sejati
ini saatnya memulai langkah pertama
dari pahitnya masa lalu
meski langkah yang sudah dititipkan sejarah
jadikan guru berhias memori.

Dengan rasa peduli
bagikan harapan indah kepada teman dan keluarga
yang membutuhkan sebait goresan asa yang tersisa ini....

HR RoS
Jakarta, 04022017





#Quotes


Cacian dan cemooh suara angin adalah ujian
nan menerpa diri pada isu,
ia bumbu iman menuju perjalanan hakiki.
Teruslah bermusafir!
Meski jalan itu tandus djalani.

Ketika goyang dengan terpaan
akan terjungkal oleh angin sendiri,
Maka tersenyumlah dengan cabaran!
Kan kau petik mutiara hakiki dalam kesabaran.

Jika tak mampu berdiri,
diterpa badai ujian perubahan kau jejaki,
hidayahNya takkan lari
nan bermahkota pada jubah religi
jangan bernyanyi di tepian pantai
jika riak datang kau gamang.

HR RoS
Jkt, 03022017





#Puisi_patidusa_tangga (4321)
NEGERI PARA BEDEBAH


Berkaca pada demokrasi rasulullah
Dari Muhammad bermula
Maruah terjajah
Dibebaskan

Seiring zaman tongkat merapuh
Pedoman dikebiri kawan
Satu payung
Pengkhianat

Demokrasi tersandera politik benalu
Menghalalkan segala cara
Berebut tahta
Serakah

Kapitalis menguasai perdagangan dunia
Imperialis penjajah genosida
Tak berdarah
Waspada

Pengusaha seperti badut gendut
Yang penting kenyang
Harta menumpuk
Stroke

Demokrasi jadi dagelan mimpi
Bebas lepas bablas
Hukum dibeli
Kerdil

Gaduh tak kunjung selesai
Rakyat kian sengsara
Tunggu komando
Caos

Berdamailah pada sejarah bangsa
Ukur bayangan berlari
Jangan seenaknya
Berkuasa

HR RoS
Jakarta, 03022017





#Puisi517
ZIKIR


Denyut jantung berzikir
Allahu puji zikir itu
Sujudkan tubuh
Bersatunya lahir dan batin
Total mengabdi pada Illahi

HR RoS
Jkt, 02022017





MONOLOG KACA DIRI
By Romy Sastra


Jangan bermain rindu pada kunang-kunang
kerlip cahayanya sekejap redup
bercintalah sepenuhnya pada kekasih realiti
kan didapatkan kemesraan hakiki.

Bersolek pada bayangan kelam
rupa abstrak fatamorgana diri paranoid
bercerminlah pada rasa
biarkan jiwa mencari jawaban terindah.

Jangan berkaca pada riak ego memandu
kan terjatuh malu di kolam berlumpur
berkaca pada cermin retak
wajah nan rancak nampak berserak.

Mengukur diri jangan pada bayangan
takkan didapatkan jawaban nan pasti
malah ia dikejar semakin berlari.

Tersenyumlah sedikit pada nasib
meski himpitan menjerit
misteri takdir adakalanya tersenyum manis.

Singsingkan lengan hadapi dunia
jangan lari dari kenyataan
kehidupan berlanjut pada bibit
jangan berhenti sebelum finish.

Tataplah dermaga jiwa
layaran berlabuh membawa sukma
jangan layu menatap hati
mentari batin tak pernah redup menyinari.

HR RoS
Jkt, 01/02/2017





SINOPSIS MEMORI RINDU
OBJEK WISATA JEMBATAN AKAR
By Romy Sastra

i
Rajutan nan cekatan Tuanku Pakiah Sokan,
lilit melilit akar beringin dan kubang titian zaman 1890 dijalin. Dalam hajat jembatan hidup orang banyak menempuh destinasi pada jerih dan peluh anak negeri mencari sesuap nasi dilalui 1916.
Sang cerdik pandai Tuanku Pakiah Sokan berpikiran jauh melampaui generasi.

ii
Negeri Bayang dilalui sungai sepanjang mata memandang jauh ke muara berkoloni ke samudera.
Ketika rinai datang deburan perlahan riuh gemuruh, suara alam senandungkan misteri lirih mencekam, iklim tak bersahabat semusim.

iii
Di sini rindu belum selesai, meski kisah telah jauh berlalu tinggalkan untaian madah-madah puisi merayu sang kekasih.
Di atas seonggok batu sebesar rumah Qulhu, sang pencinta sepasang merpati bernyanyi tentang dunia ini indah. Bahwa sayap-sayap rindu ingin terbang jauh menatap masa depan, finish langkah ikrar cerita hidup nan manis dimulai, me-ikrar janji
dengan untaian kaki berjuntai, rebahan asmara berpagut di dada
seperti pilin titian akar terjalin,
memori jadi sinopsis di tepian air mengalir, seakan tak ingin ditinggal pergi merantau.

iv
Deburan banjir menghantam objek wisata ikon Ranah Bayang,
masa nan lampau, menahan tangis kan menetes, menatap ketegaran urat mengikat erat tak ingin terputus tergerus arus air bah ke muara, hampir saja selesai sejarah objek wisata Rang Bayang Pesisir Selatan titipan cerdik pandai. Air bah sering datang dari hulu menyentuh badan titian akar membuat hati rusuh kan runtuh.

v
Jika tangis tak terlerai, doa tak tertitipkan pada Illahi, tentang kearifan alam bersemi tak pernah bersumbangsih pada bakti jariyah jerih payah area peninggalan sang Tuanku tak menuai ibadah. Jangan salahkan titipan berakhir, dan titian kasih bermuram durja sedih,
kisah kita padam, kenangan hanya tinggal kenangan.
Sedangkan dendam rindu kita belum selesai di sini, dikau ke mana perginya kasih? Tak lagi menyentuh cerita yang pernah diungkai, apakah kisah kita telah menjadi pusara dan terkunci mati dalam peti rahasia memori. "Ah ... entahlah.

vi
Bila pada suatu masanya tiba, torehan kisah yang membisu buka kembali, menemui jejak dulu nan tertutup debu.
Jembatan akar, satu destinasi seribu satu cerita tertitip di sini....

HR RoS
Jakarta, 02022017





MENDUNG HARI
YANG TAK KUNJUNG PERGI
By Romy Sastra


Mendung tak kunjung berlalu
selaksa rindu bungkam
di beranda sore kemaren.

Menyapa langit pada netra dunia
bersinarlah dikau lewat jendela hari
izinkan pelangi hadir gemulai sekejap
menuntaskan rindu alam pada embun.

Di awal pagi nan dingin
terik kenapa malu, siklus kan berganti.

Oh, hujan
biasmu menyisakan butiran pada puisi
di keremangan awan resahkan langit
pada malam nan berlalu
kerudung malam tak berjubah rembulan
malam ini,
bakar saja sepotong lilin hangatkan sepi
koloni musim belumlah berganti.

HR RoS
Jakarta, 01/02/2017





#Patidusa
KENDURI ZIKIR HATI
By Romy Sastra


Kepada wali nan bersembunyi
Detak nadi memuji
Nyanyian jiwa
Tasbih

Pesta panggung kerlip cahaya
Santri sufi hening
Dimabuk tuak
Illahi

Zikir
Majelis hati
Kenduri hakikat diri
Musyafir dahaga mencari cinta

Syariat tarikat hakikat makrifat
Jenjang fana tajali
Dari takhali
Tahali
HR RoS
Jakarta, 31/01/2017





KENDURI ZIKIR HATI
By Romy Sastra


Kepada wali nan bersembunyi
nadi memuji detak jantung mengiringi
nyanyian jiwa berirama tasbih
tak terdengar sama sekali.

Padahal pesta panggungnya kerlip
penonton bersorak-sorai
dalam aksi dimabuk tuak Illahi
para malaikat jadi saksi
hebatnya kenduri sufi di majelis zikir hati.

Musyafir dahaga mencari cinta
yang dicari tak berjarak
dari jejak langkah tak terpijak
wali itu pun malu tertunduk dan mati
arasy terbentang sepanjang batin memandang.

HR RoS
Jakarta, 31/01/2017





#Prosais_Kolaborasi
HUJAN TAK PERNAH SALAH
Penulis: Romy Sastra bersama
DianSi


*(Romy)
Karena siklus semusim wajah iklim tersenyum
jangan sesali tetesan menyirami kemarau
di bumi gersang inginkan hujan basahi alam.

Hatimu nan rindu pada dekapan syahdu
jangan tangisi kepergian kekasih
yang pergi tak kembali lagi.

Ketika layaran tak lagi berlabuh ke dermaga
awan titipkan hujan,
gelombang menghadang perahu karam
aku mati,
larungkan nisanku pada riak
biarkan pantai mewangi kembang setaman.

**(Diansi)
Sekiranya saja kau tahu, sesungguhnya aku tak pernah jauh dari hatimu
Lihatlah, hempasan bait-baitku
Betapa hanya padamu membadai hujan.

*(Romy)
Rindumu padamkan!
jangan bermain di pantai fatamorgana
petikan memori kita
biarkan terkunci mati
jangan tangisi takdir
rela doa sunyi kukirimkan dalam misteri
izinkan dikau kekasih mendayung bahtera
bersama yang lain....

**(Diansi)
Jangan katakan itu hingga melukai rindu yang kubangun sejak lama
Sesungguhnya kerinduanku adalah kau menjadi takdir sajak-sajak pualam dari hatiku.

Jakarta, Ujung Pandang, 03022017





#Quotes


ketika musim kemarau datang
ia menitipkan pesan kepada awan
sediakan payung sebelum rinai turun

dan ketika musim hujan melanda
bersuka citalah
bahwa rahmat-Nya menitipkan kesuburan
maka tersenyumlah

HR RoS
Jkt, 17/2/17





#Quotes


kepada hujan yang menetes sepanjang hari
jangan tangisi rasa hiba membawa koloni risau ke dada

biarkan takdir menjawab,
musim ini kan berlalu
ada hikmah sesudah musim penghujan
ia menyirami alam yang tandus,
menyejukkan hati yang gersang
berdamai kita sepanjang hari

HR RoS
Jkt, 17/2/17




Berbagi pemahaman tata menulis buat kawan-kawan yang mau menerima.
Pada penempatan kata kerja
( di ) ( ku ) ( mu ) ( nya )

Setiap kata menunjukkan kata kerja
di itu menyatu dengan kata di depannya.
Contoh: dimanja, ditikam, dilempar, disiksa, disentuh, diraba, disengaja dll.

Setiap kata menunjukkan kata tempat
di itu terpisah dengan kata di depannya.
Contoh: di mana, di sini,di sana, di situ,
di daerah, di pinggir, di sudut, di tengah,
di dalam, di luar, di kota, di daerah,
di mana-mana, di mana pun dll.

Pengunaan ku pada kalimat di depan
pada kata kerja, ku itu menyatu.
Contoh: kuambil, kugores, kuraba, kurasa dll.
Kalau ingin terpisah gunakan kata aku.

Penggunaan kata mu,
mu itu menyatu pada kata di belakangnya.
Contoh:
sekehendakmu, sesukamu, bersamamu dll.
Dan kalau mau terpisah gunakan kamu.

Dan nya pun menyatu pada kata di belakangnya.
Contoh: dikatakannya, dirindukannya, di sisinya, dll

Hanya kepada Allah kalimat nya itu memakai huruf kapital.
Contoh, kepadaNya / kepada-Nya
untukMu / untuk-Mu.

Permasalahan ini, banyak kita tidak paham akan penggunaan kata kerja dan kata penunjuk,
termasuk saya sendiri juga selama ini.
Semoga bermanfaat buat kawan-kawan semua.

HR RoS





ANA DAN KAKA


Ana dan Kaka
sentuhan jemari belaian rindu
kiambang bertaut sisakan senyumanmu.

Ana dan Kaka
biarkan teratai layu di tasik madu
akar berenang menelan pahit
benang-benang kehidupan
cabaran merajut kilauan.

Kelopakmu tersusun rapi
meliuklentok mengejar bayangan
jangan layu tersentuh bak mimosa pudica.
Ana dan Kaka
sayapmu patah di kiri dan kanan
menganyam rindu di bibir malam
tadahkan tangan dalam sujud
raih mahabbah maha kekasih.

Jangan mengharap kasih
yang tak kunjung datang
bicara tentang mama dan papa
iringi dengan doa
yang terkubur di pusara
sirami dengan kembang setaman
berbahagialah hendaknya nama yang tertulis di batu nisan
di samping pohon kemboja.

Ana dan Kaka
tersenyumlah menatap mentari pagi
di sana kehidupan masih berlanjut
senja belumlah tiba
persiapkan amal ibadah
untuk bekal bersemayam nanti
bersama mama dan papa, ya, di sana.

ANA DAN KAKA
(kisah dua anak Yatim)
puisi kolaborasi, Nur Mutiara PELITA TRG ( Norhaizan Mahussin)
bersama Romy Sastra
Jakarta, Malaysia 18/2/17





OPTIMIS
By Romy Sastra


Dalam lamunan
kuhayalkan tentang diri
berteriak dalam ruangan kosong
desahku lirih mencibir bayangan semu
teriakin kebodohan

Dalam sadar kubuka pikiran
Pikirkan tentang jalan hidup
untuk menerobos onak belukar
kegundahan diri selama ini
gundah dalam bayang-bayang ilusi

Tersadar diri
memegang teguh jalan hidup
menjalani realita hidup dari-Nya
napas napas optimis kuiringi memandu
mengabdi ke jalan Ilahi gapai ridho-Nya

Canda tawa selama ini tak seindah kubayangkan
tak lagi menghibur lara
banyak sudah kebenaran Ilahi dilalaikan
pecundang sudah bersama lelah

Pagi bersama terik tatap masa depan
menutup bayangan semalam
jemari menyusun pertanyaan sastra
menulis dalam syair
walau terkurung dalam tanda tanya
di ruang penuh misteri
tetap jawabannya
aku akan menganyam realiti
untuk meraih impian
membentuk kepribadian

Tak selamanya malam itu kelam
bersujud dalam kesunyian di keremangan
mengadu kesilapan diri
menghalau kegundahan
semoga gelisah berlalu pergi

Dalam doa
menengadah mencari cinta-Nya
mencoba memacu semangat mencintai-Nya
berharap dicintai-Nya
dan mencintai yang di sampingku juga
mendekap tanpa melukai kasih sayang
hidup indah bersama cinta

Dalam goresan optimis ini
semoga maha karya puisi
tak sia-sia memaknakan cinta
oh, diri. Mengertilah!

HR RoS
Jkt,19/2/17





POTRET ANAK PINGGIRAN


i
angkuhnya kehidupan di gelanggang borjou, zaman bersolek di beranda masa depan pada kemajuan
berkacalah kemewahan pada kesusahan
semoga nurani menyentuh perit si anak kampung pantang mengeluh, yang tatapannya jauh dari cemburu, di panggung opera nan mewah laju deru mesin iringi kemajuan teknologi di bandar-bandar keramaian nan riuh, seperti gemuruh pesawat terbang
ya, pesawat yang terbang tinggi langkahi kerendahan gagah bersayap sombong hilang di balik awan

ii
duka bocah di tanah pertiwi, tak tersentuh akan nasibnya yang telah tergadai oleh globalisasi
bibirmu dik, bungkam sudah oleh keadaan, tataplah study pada ejaan semoga mengerti tentang kemajuan zaman terus bergulir,
sedangkan di dadamu ada bara regenerasi menembus lorong dan waktu demi maruah ayah bundamu

iii
alam ini bijak dik, dan dunia kejam
jangan picingkan mata, tatap laju duna ini, tantang dengan semangat membara,
pada filosofi isyarat sepikul kayu dikau gendong, 'tuk ciptakan bara api tanak nasi menjelang petang didihkan air di atas tungku perapian,
teruslah melangkah pulang dik, memang hari sudah petang,
nyanyian jangkrik bersahutan di hutan tak kau hiraukan
para bunian pun tersentuh mengintip langkah kaki si anak pinggiran di kaki langit nan jauh dari keramaian

iv
pada tanah pertiwi berlumbung emas,
manik-manik terurai hanya kerlipkan istana para raja,
seperti surgawi nan megah nikmat duniamu hanya sesaat saja
cobalah berbagi tuan, kepada mereka yang terpinggirkan bahkan dimarjinalkan oleh zaman,
tempa pendidikan mereka-mereka yang jauh di pedalaman

v
regenerasi ini bukan bodoh, tapi tahu diri dan berbudi
tak angkuh menyentuh laju kehidupan yang glamouris
memang dikau tak mampu bernyanyi tentang glamour semua itu, irama yang beda pada nada dan tarian nasib
dikau dik, bukan berparas miskin, tetapi kau kaya dengan peluh mencucur sebagai cerminan bakti si anak pinggiran pada orang tua, dikau tak malu ditingkah roda berputar
ada masa hidup ini indah, tegarlah selalu, tataplah mentari pagi yang ia tak pernah berhenti menyinari kepada mayapada

vi
titip salut pada rona bersahaja
dari wibawa anak gadis desa,
yang dikau sudah belajar arti kehidupan, dikau bukan manusia susah dan pemalas, tapi dikau mencoba memaknai perjalanan di awal langkah yang kau tempuh, yang dikau mengisyaratkan 'tuk menempuh laju ujung jalan tak risau dengan resah pada beban di kemudian hari
teruslah melangkah dik, meski dunia kejam tapi, alam ini bijak bersahabat dengan kearifan zaman
walau keadaan tak berpihak pada nasib

HR RoS
Jkt, 020317





PASRAH
Romy Sastra II


tlah aku persilahkan dikau pergi
membawa kisi-kisi memori
tentang ikrar merpati tak tertepati
memang sayapnya patah
tertembak cemburu buta
dendamlah

kubur saja janji pada awan
tenggelamkan
memang purnamaku
tak mampu menyibak malam
iklim langitmu tak mau berubah
seperti pualam dihempas salju
tetap saja dikau berhati batu
aku menyerah

HR RoS
Jakarta, 04,03,17





BERNYANYI BERSAMA GITA
By Romy Sastra II


sepilihan memori dalam resonansi puisi
pada rasa tak bernada kukenali
gita kita masih bersahaja
memahami tarian tinta di meja kaca
kepada sepoinya angin menerpa sastra
sepilihan itu mengerti cerita senja
seperti dian pijarkan malam

hama-hama di pucuk daun berbenalu
kepompong merenda kelambu sutra
jangan terpesona pada warna pelangi
yang hanya sesaat menari titipkan misteri
ada baiknya kita lalui jalan berlumpur
memetik hikmah pada jejak berikutnya
untuk lebih waspada tak terjatuh di lobang yang sama

tarian ini masih gemulai
lenggok tinta di kertas tak berwarna
menuliskan satu kata seribu makna
mimpi itu sudah terobsesi oleh poetry alam
sang Maha larik taburkan aksara
pada langit dan bumi serta seisinya
tuliskan pada jiwa yang mengerti
menebar seuntai senyum pada sajak dan puisi

jangan menyerah wahai nahkoda
arungi gelombang dengan santai
biarkan riak menari menggusur pantai
camar-camar tak risau bernyanyi
masih ada gemulai nyiur melambai tersenyum menatap sagara nan membiru
bahwa pemandangan itu indah di sana
meski ambai-ambai tergilas gelombang
tak gamang dengan hadangan
sedangkan lembayung
masih sisakan harapan pada buih
tertitip dari terik menyinari

HR RoS
Jkt, 28 2 17





#Cerpen
Judul: MIMPI BERTEMU NABI
Karya: Romy Sastra II


Suasana mimpi di malam itu, purnama bercahaya indah di dada langit, kerlip kejora bertaburan, seakan arasy bertamu memeluk bumi. Aku terpesona di alam tidur di ruang kosmik dalam jiwa ini. Mimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW sebuah misteri pada religi tingkat tinggi.

Doa-doa seiring tasbih sepanjang permana tak berbilang setiap malam, laju napas memuji, iringi perjalanan iman melakukan ibadah salat tahajud. Hadirnya rasa rindu kepada yang dirindui oleh sekalian yang tercipta mengharapkan pertemuan dengan maha kekasih bermandi cahaya pada bintang gemintang dari percikan gesekkan kalbu bertasbih kepada Rabbani di alam diri.

Aku duduk bersila, seperti bertapa bak lingga yoni mencari keheningan diri, mimpi itu.
Di antara bintang gemintang yang terang menyinari angkasa, ada satu bintang yang gemilang dikelilingi oleh pijar-pijar kerlip. Tatapanku syahdu, memandang langit biru di dalam mimpi, sesosok yang berjubah hijau keluar dari kerlip satu bintang yang gemilang, dan ia turun ke bumi menemuiku secara khair di dalam mimpi itu.
Sosok berjubah hijau turun ke bumi menghampiri lelapku, jiwa ini sadar akan fenomena batin yang terjadi dalam mimpi. Ya, dalam mimpi itu.

Sosok yang berjubah hijau tak menampakkan rupa,
melainkan berwajah cahaya.

"Ia berseru!. "Wahai umat yang merindu, aku datang kepada kamu sekalian menititipkan pesan, Ikutilah sunahku!" Kau akan memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.

Dalam suasana takjub suara itu begitu lembut menyapa mimpi yang jarang ditemui.

Di sisi lain, selain yang berjubah hijau berwajah cahaya itu, ada juga sosok yang gaib tak berwujud menuntun perjalanan mimpi, dan itu salah satu suara batin mendampingi perjalanan mimpiku.
Ia mengisyaratkan ke dalam ruang mimpiku!. "Itu Rasulullah turun ke muka bumi. "Wahai yang tertidur," Ikutin jejak langkah di mana dan ke mana Rasulullah itu berpijak. Maka, seseorang itu akan mendapatkan syafaat ilmu yang baik dan mendapatkan kebahagiaan serta keselamatan hidup di dunia dan di akhirat.

Aku tertegun dengan petunjuk suara dari yang tak berwujud itu.
Lantas, aku mengikuti jejak-jejak sang Rasul berjalan berada di depanku.
Serasa telapak kaki ini, menginjak salju yang sejuk merasuk ke seluruh tubuh, aku terpukau lembutnya jejak ini ya Allah.

"Sang suara itu kembali berseru!
"Ikutin pemberhentian di mana Rasulullah itu berdiri, berdirilah di tempat jejaknya itu, dan duduklah di mana Rasulullah itu duduk.

Aku memperhatikan di antara dua petunjuk suara dan arah langkah kaki yang berjubah hijau berada di depanku, yaitu Rasulullah dan suara gaib tak berwujud itu.

Suara itu berpesan lagi. "Sesiapa yang ikut berteduh di bawah pohon yang Rasul dudukin, ia akan memperoleh kebahagian rezeki dunia yang penuh berkah.

Dari jarak tujuh langkah di depanku, sang Rasul yang berjubah hijau dikelilingi cahaya, berhenti berteduh dan bersandar pada suatu pohon yang telah mati. Pada gersangnya jalan-jalan yang ia lalui, jejak-jejak langkah kakinya tumbuh rumput-rumput meghijau menimbulkan kesuburan pada alam yang tadinya gersang.

****

Lalu sang Rasul terus berjalan dan berjalan, pergi dari pemberhentian di bawah pohon yang mati dan telah menjadi rimbun serta berbuah lebat.

Dengan rasa yang lebih takjub, aku mengikuti jejak rasul bersandar di pohon yang meranting tadi, yang dedaunnya telah tumbuh subur dan berbuah. Anehnya, buah pohon itu menjadi ranum mewangi menusuk hidung, aku terpukau sejuknya suasana di bawah pohon rimbun itu.

Sang suara gaib kembali berpesan; "Ke mana arah lenyapnya Rasulullah itu menghilang, dalam perjalanan malamnya menempuh fajar, dan dalam perjalanan siang menempuh senja. "Maka, ikutilah perjalanannya itu dan di mana beliau menghilang dari tatapan.
Jikalau engkau mampu hilang bersama tenggelamnya di mana Rasulullah itu lenyap, maka seseorang itu akan mencapai kesempurnaan ilmu dan hidup hingga ke jannah.

Dengan linangan air mata membasahi pipi, rasa rindu serindu-rindunya, aku menatap Rasul itu berada di tepian telaga biru, lenyapnya sosok yang berjubah hijau di hadapanku ke dalam telaga.

Tangisku pecah, rindu ingin bersamanya, aku memanggil yang telah hilang dari tatapan dengan tersedu-sedu. Akhirnya aku terjaga dari tidur, mimpiku usai.

****

Suasana masih terasa malam, fajar mulai menyingsing, mata ini tak lagi mampu terpejam, tatapan kosong menatap langit-langit kamar rumahku, seakan tertegun pada mimpi yang baru saja usai, hingga suara azan Subuh berkumandang, spontan aku berbenah dan mandi, mengganti baju koko, memakai peci pergi mendatangi mesjid dan ikut salat Subuh berjamaah di mesjid.

Selesai rituah ibadah salat Subuh berjamaah di mesjid, para jamaah pulang ke rumahnya masing-masing.

Yang tertinggal aku dan pak ustad,
ia baru selesai berdoa di dekat mimbar, aku berada di belakangnya.

Dan aku bertanya perihal mimpiku kepada pak ustad yang masih ada di mesjid itu.

"Assalamualaikum ya, pak ustad?"
"Waalaikumsalam Warahmatullahiwabarakatu.

"Ada apa gerangan ya anak muda?"
Sepertinya ada berita yang sangat penting rupanya ini. "Pak ustad bertanya dengan rasa penasaran"

"Iya pak ustad.

"Aku tadi bermimpi bertemu sosok berjubah hijau, sedangkan wajahnya diliputi cahaya, serta dengan suara gaib menuntunku pada suatu petunjuk arah jejak langkah kaki serta duduk dan lenyapnya yang berjubah hijau itu, hingga aku terjaga sampai mimpiku usai. Tak beberapa lama suara azan Subuh berkumandang, selesai salat berjamaah tadi, aku menemuimu pak ustad.

Sedangkan pak ustad, dengan seksama mendengarkan cerita mimpiku dan ia sangat terkesima.

"Ya..., pak ustad, apa artinya mimpiku itu. "Ya ...,pak ustad?"

Aku mencoba merayu pak ustad untuk memberikan jawaban dari pertanyaanku.

"Pak ustad tidak langsung menjawab, justru ia terpana menatapku.

Tak berapa lama pak ustad akhirnya beraksi.

"Spontan saja pak ustad memeluk tubuhku dan mengucapkan, "Ya anak muda, dikau telah mendapatkan rahmat dan petunjuk yang mulia oleh Allah SWT dari mimpimu itu.

Pelukkan itu ia lepaskan, dan bersalaman denganku.

"Semoga hidupmu dilimpahi ilmu yang bermanfaat dan keberkahaan rezeki serta kebahagian dan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat dari Allah SWT nantinya. Aamiin....

Semua kejadian yang berlaku dalam mimpi itu, aku utarakan sedetail mungkin di hadapan pak ustad, sehingga membuat pak ustad manggut-mangut mendengarkan semua cerita yang kukatakan kepadanya.

Pak ustad tak banyak bicara untuk menjelaskan perkara mimpiku itu,
selain ia menitipkan pesan;

"Engkau anak muda ... suatu saat nanti, kau akan menemukan jawabannya sendiri, dari semua mimpi-mimpimu yang dikau alami.

"Aamiin ... alhamdulillah ya, Allah
bisikku dalam hati.

Hingga pada masa kisah mimpi itu terjadi, dan jawaban mimpi itu masih aku cari sampai saat ini. Dan alhamdulillah kini, seiringnya waktu, tabir mimpi itu sedikit demi sedikit terjawab tentang kesadaran hidup terus berjalan ke ujung senja, tabir mimpi itu adalah rahasia religi serta rahasia aspek kehidupan dalam laju lembaran-lembaran suratan takdir hidupku, hanya aku sebagai pelaku kisah dari misteri mimpi itu yang tahu.

Berlalunya waktu, mimpi yang terjadi di tahun 1999, aku yang pada waktu itu seorang santri jalanan menempuh lelaku pada pengajian mencari jati diri dengan seorang guru di tanah Banten dan Karawang, pada masa jadi santri, antara guru yang di Banten dan yang di Karawang itu. Tak pernah aku menceritakan kisah mimpi dari anak murid kepada sang guru kedua-duanya. Dan guru itu telah tiada kini.

Aku sang santri sadar, bahwa hikmah dari pengajian kepada guru-guruku adalah mata rantai hidayah dari Allah SWT memandu kedewasaan diri menempuh perjalanan hidup jadi manusia yang beriman dan menjadi hamba yang shaleh. Karena kehendak-Nyalah semua kisah hidup itu terjadi dan kepada-Nya jualah kita kembali, aamiin.

Mimpi bertemu Nabi sudah terulang tiga kali dalam suasana dan cerita yang berbeda di tahun yang sama.
Dan mimpi itu memang tak pernah aku ceritakan kepada sesiapapun selain aku menceritakan kepada pak ustad di tahun 1999 yang telah jauh berlalu, sepertinya aku telah lupa dengan pak ustad yang menitipkan pesan-pesan religi pada mimpiku kala itu.

Sungguh aku teramat rindu dan ingin bertemu denganmu kembali ya, Rasul.

Seiring berjalannya waktu,
hidayah Allah SWT menuntun hamba-Nya kepada jalan ihdinash shiraathal mustakim, alhamdulillah, aku diberikan pengetahuan untuk mentafsirkan dari jawaban-jawaban setiap mimpi yang aku alami. Ya, hanya dalam kehidupan kisah mimpiku saja dan itu memang menjadi pedoman hidupku. Sesungguhnya, bahwa hidup itu mengabdi dan pasrah pada ketentuan suratan takdir mengiringi langkah kaki dan nasib yang Allah titipkan kepada hamba-hamba-Nya.

Pernah saya membaca suatu hadits mengenai mimpi, yang saya sendiri lupa tentang hadits itu.
Kurang lebih bunyinya begini:
Petunjuk yang terjadi setelah aku tiada di dunia ini nanti terhadap umatku, yaitu impian (mimpi)
salah satu Hadits Nabi Muhammad SAW.

"Waallahualambissawab"

Selesai





#Puisi
RINDU KAMI YA RASUL


Ya, Muhammad
engkau diutus ke dunia
penyempurna akhlak manusia
dari sifat jahiliyah menjadi mulia
dari kegelapan menuju terang
engkau insan kamil
tercipta dari sabda Hu Dzatullah
sang utusan dari azali
hingga akhirat nanti

Rindu kami ya Rasul
dari risalahmu kami berpedoman
biar kami tak tersesat jalan
syafaat itu kami tunggu nanti
ketika amal kami tak cukup dalam timbangan
di Padang Masyhar

Beratkan nilai kebaikan kami
dengan syafaatmu
jangan sia-siakan harapan umatmu ya Nabi
berselawat seluruh jiwa untukmu
karena dari rahmat engkau ia ada
engkau kekasih dari yang maha pengasih

HR RoS
Jakarta, 18,02,2017



----------------------------


#Berbagi
Sekali lagi berbagi buat yang mau saja,
ada banyak yang kita tak paham dalam sebuah penempatan tata kata preposisi, termasuk saya selama ini.

Menggunakan tanda ( ke ) ( di )
( pun )
Contoh:
( ke ) pada suatu kata tempat.
ke sana
ke sini
Ke situ
ke depan
ke arah
ke bawah
ke atas
ke samping
ke kiri
ke kanan
ke belakang dan sebagainya.

Pengunaan ( di ) pada kata tempat atau kata penunjuk.
Contoh:
di antara
di sana
di sini
di situ
di atas
di bawah
di tengah
di depan
di belakang
di mana-mana
di waktu pagi
di waktu malam, dan lain-lain.

Penggunaan kata ( di ) pada kata kerja.
Contoh:
dilakukan
disejajarkan
diintimidasi
disuruh
diserahkan
dimaknakan
dilempar
diajak, dan lain-lain.

Pengunaan huruf kapital atau huruf besar pada sebuah nama:

Contoh:
nama bulan, Januari, Pebruari, Maret, April, Mei, dan seterusnya.

Nama Tuhan, Allah. ( T dan A ) gunakan huruf kapital.

Nama kota, nama orang, ia memakai huruf kapital, dan lain-lain.

Berfikir yang benar Berpikir
fikir ______________pikir
bernafas _________ bernapas
nafas ____________ napas.

Semoga bermanfaat

HR RoS
Jakarta, 24,02,2017
Menurut EYD dan KBBI
di bawah ini:





RENUNGAN MUSYAFIR
By Romy Sastra


Debu tak mesti bernoda padahal ia nirmala
sauk saja jadikan tirta tak basah
adakala ia pembersih yang dihalalkan
pergi bertamu ke Baitullah
jalan sang musyafir seribu langkah tak lelah
Sedangkan peluh meluruh di tubuh
bercampur debu bernoda tak mengapa

Kenapa banyu melimpah tak disentuh
tuk bersihkan wajah pada religi
sedangkan matahari di hati
tak pernah redup menyinari
puji-pujian pun di rongga
tak lekang memandu ruh di nadi

Ah, malulah pada hayat
tak lelah menghidangkan nafsu duniawi
kenapa tak disyukuri pemberian yang ada
bulan masih purnama
kejora masih kerlipkan cahaya
matahari belumlah terbit dari barat
berbenahlah sebelum terlambat

Ah, malulah pada ruh
ia masih bermain riang tak berbaju
bercumbu sunyi dalam kelambu rindu
ketika tamu tak di undang datang
jangan sesali tarian jiwa terhenti tak lagi berirama
penyesalan alang kepalang tiada guna
kembalilah wahai diri pada-Nya
dunia tak pernah indah
meski disulam dengan emas permata

HR RoS
Jakarta, 230217





SABDA AZALI
By Romy Sastra


Empat anasir berpadu
menjadi koloni buat tubuh
Nur Muhammad telah dulu bersaksi
Hu Dzatullah
Asyhadu alla ilaha illallah

Segalanya bermula dari alam kosong
yang ada DzatNya
Nur Qun Hu Dzullah
di dalam kandungan Qun Nur Muhammad dari pada DzatNya

Berkuasanya Dzat kepada sifat
tidak Aku jadikan engkau wahai Muhammad
melainkan rahmat untuk sekalian alam

Berfirman Rabbani pada sifatullah,
teteskan air nuktahmu wahai NurKu!

Nur mani menjadikan cahaya putih,
kepada air

Nur madi menjadikan cahaya hitam,
kepada bumi
Nur wadi menjadikan cahaya merah,
kepada api

Nur maningkem menjadikan cahaya kuning,
kepada angin

Tiada kosong telah terisi wajibul wujud

Bersabda sifatullah:
iyakun kun jadi, jadilah engkau Jibril
penguasa bumi

Bersabda sifatullah:
iyakun payakun jadi, jadilah engkau Mikail
penguasa air

Bersabda sifatullah:
iyakun payakun jadi, jadilah engkau Israfil
penguasa angin

Bersabda sifatullah:
iyakun payakun jadi, jadilah engkau Izrail
penguasa api

Kepada Adam tercipta sebagai insan kamil
khalifah di muka bumi,
tiada upaya semua tercipta mengabdi

Adam papah tak memiliki daya
sabda Rabbani titipkan karsani kepada Jibril
karsani ditiupkan ke tubuh Adam
Adam berdaya,
apa yang ada di dunia menyerah
Idajil tak terima

Daya keimanan Adam pada keinginan
menjadikan rasa mecumbui nafsu duniawi

Karsani tertancap di ubun
tembus ke dubur jadi abu
berjalan di bumi Allah
gelisah tak berpenamping
dari keinginan tercipta Hawa
tempat bermanja dan terlena
sesungguhnya surga dan neraka itu
nyata ada di dunia dan di jiwa ini

HR RoS
Jakarta, 21/2/17