RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 18 Februari 2017

Kumpulan Puisi Mahyaruddin - ABU - ABU


"abu abu"
oleh, mahyar dermaga


pena seperempat senja
segurat tanya pada mata nya
tulis apa?
apa saja
asal kau suka
walau yang lain kurang suka
terlebih bila juga suka
asal jangan kau gores luka
luka apa saja
sebab tak ada obat nya
pahamilah dunia
ada banyak coretan cerita di dalam nya
bukan hanya tentang tawa
tapi juga tentang derita

tulislah apa saja
asal jangan kau gores luka
sebab tak ada obat nya

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*sketsa bayangan*
oleh, mahyar dermaga


langkah yang hampir tak mampu ku sanggupi
disini masih tersandar sendiri
gaung ngiang bayang bayang mengalun gersang pada dinding dinding telinga

diamlah !!
kebas telingaku mendengar ocehanmu
hampir tuli aku
tenanglah
selami dirimu maka kau akan tahu
heeiii !!
jangan kau bertanya
apa kau tak mengenal batang tubuh dan jiwamu sendiri
Hahahahaha..,
kau lucu
hingga aku lupa kalau aku harus tertawa demi menghargaimu
ini realita sketsa dunia yang nyata dan kau ada di dalam nya
lelah ?
pasti
ingin mati ?!
bodoh..!!
dungu..!!
masih banyak yang belum kau lihat
masih banyak yang belum kau decap
kau belum tahu banyak
yhaaa..,
harus
kau harus terus berjalan
walau duri bara api yang kau tapaki
sakit ?!
pasti,,
tapi jangan khawatir
ada telaga dengan buah segar dan cahaya terang di ujung sana

pergilah !

jangan kau lihat aku
pergilah
tinggalkan aku

pergi !

jangan kau toleh kebelakang
tinggalkan aku, aku masalalumu

pergilah !

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*ada yang ku pendam*
oleh, mahyar dermaga

sssstttt.....
jangan berisik
ada alunan lagu pada rinai hujan itu
biarkan aku mendengar nya hingga usai
lalu biarkan pula mata basah hingga kuyup wajah ku
jangan seka
biar jadi bukti pada hari
tentang rahasia segumpal hati
rahasia cinta yang tersimpan rapi pada bejana bejana rindu
aku kerap kali merindukan mu
entah berapa bait lantun kata ku rangkai untukmu
entah berapa kali pula ku sebut nama mu
dan tak usah kau tanya bagaimana bayangan mu menghantui ku
kau selalu hadir dalam tiap persekian menit di antara seluruh hari ku
raut yang tergambar jelas akan wajah pada simpul senyum yang kesemua nya mengantri abadi dalam otak ku
elok paras sederhana
perempuan yang biasa
aku jatuh cinta
dan telah sejak lama
adakah rasa yang sama yang kau punya
katakanlah
beri aku tanda

sebab aku pemendam rasa

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Pengap"
oleh, mahyar dermaga


kenapa masih aku meratap perih di sunyi malam dalam relung hati yang sepi temaram
Aku butuh cinta wahai dunia
sebab yang lama telah hilang dan pergi tak mungkin kembali
aku butuh cinta wahai pemegang semesta
sebab aku bosan berkawan dengan sunyi
perih meradang lantaran bayang kian hilang
lalu pada apa lagi beradu jiwaku
terlalu ramai teriakan batin ku
hingga tak tahu mana yang aku atau aku
atau pula aku yang itu
wahai dunia
apa telah usai kau melihat jiwa yang merangkak lemah ini lantaran kumbang ini telah hancur dan patah sayapnya
lalu dimana pelangi ku
kau sembunyikan dimana
berikan padaku
agar aku bisa menari tanpa benci pada api yang pernah membakar ladang mimpiku hingga tinggal arang dalam perih abu rindu
aku hanya butama yang kau simpan untuk ku pula

katakanlh pd ku tntang rasa itu
siapa pun engkau
agar aku tahu

sebab aku penyimpan juga pemendam rasa

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Aku Ingin Pulang*
oleh, mahyar dermaga


ku lihat kau masih disitu menyengat menantang
kau ciptakan peluh di tiap tiap pori
kau jadikan lelah di tiap tiap raga

kapan kau pergi nya
kau masih saja disitu
bangga dengan garangmu
pekat menyengat

mengapa masih saja kau disitu
aku lebih suka melihatmu terbenam di balut senja
kau terlihat manja merona

enyahlah kau terik
aku penikmat sayup petang
aku ingin menanggalkan sejenak jirahku

pergilah kau mentari
aku merindu malam
ingin berlindung aku di balik lelahku

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Enyahlah"
oleh, mahyar dermaga


darah menghitam
matilah dan tenggelam
aku tak menginginkan engkau di pikiranku
pergilah jauh jauh bahkan utuhmu tak ingin ku lihat
tenang saja kau disana karena aku tak benci
tak pula dendam pada apa yang kau lakukan untuk ku
pada apa yang kau tancapkan di antara jantung dan nafasku
pada apa yang kau robek harapan ku
pada jiwa yang kau buat hampir gila
aku tidak membencimu
sebab aku bukan pecundang
aku hanya amatir yang acap kali kau lempar dengan duri mawar dengan kapal pesiar hingga pecah hatiku tercerai berai benak ku hingga hilang seperempat akal ku
padahal aku sangat lugu hingga marahpun aku tak mau
tapi kali ini
ku harap kau pergi dari otak dan jiwaku

pergilah

enyahlah

aku sudah cukup lelah

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua
#teaterdermaga






"rahasia"
oleh, mahyar dermaga


petang
ditikam senja hampir malam
berlalu tanpa tahu
hingga tiba langit hitam
waktu memburu berlalu menderu
esok
apa masih ada udara untuk ku
apa masih kita bertemu

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua




*gerah*
oleh, mahyar dermaga


ini diari usang si pengecut malang yang hilang bayang lantaran tak mampu mengais huruf demi huruf yang terserak dilantai malam

merangkak
masih mencari jejak

cerita yang bermula kala hati nya tersentuh cinta
namun kemudian patah dan terluka dan juga dicampakkan
hingga ia tak mampu tertawa
banyak luka bermula kala angin mulai enggan menyapa

tertunduk lesu pada tebing bimbang

andai ini perang
tubuh nya telah banyak lubang

Ini diari usang si pengecut malang yang sembunyi di belakang ilalang
tak mampu memungut bait demi bait cerita elang

kepak nya serasa retak
tak mampu terbang

langit pula tak lagi ramah menyapa
juga isi dunia
kian sombong tinggi menjulang

yang merintih kian tersisih

materi berpeti bagai dewa dipuja dipuji

ini diari usang si anak
malang di antara megah orang orang yang melenggang tenang

sedang ia tertindih tersisih di antara yang banyak dipilih lantaran latar hidup mereka yang jernih

tak sekeruh ia yang mengarung bertarung berkubang tercekik di terik pelik kehidupan

mengapa yang di rindu nya enggan memandang bahkan tak mau menyatu beradu rindu
pada ia yang tak mampu
apa lantaran ia dalam kekurangan

ia bujang lajang terkekang di hiruk pikuk dunia yang mengangkang
Ia jatuh di antara riuh gaduh dunia yang kian keruh
Banyak keluh
banyak kesah
juga banyak peluh
hingar bingar caci maki menabuh panas melepuh

ia bujang lajang
sederhana tak banyak pinta
Ia pekerja tapi tidak kaya
ia sederhana

Ini ocehan pekat si kumbang melarat

duhai langit yang semakin renta
wahai bumi usang yang kian gersang
dengarlah untaian caci maki diri ia yang pasti mati

Ini keluh kesah resah seorang anak lajang yang tak pandai berlaku jalang

Ia bukan bandit atau pula anak muda dari sebuah cerita
ia pemuda biasa

ia tidak jahat
ia juga belum terlalu taat
lalu apa yang salah dengan nya
mengapa masih wanita enggan menyapa nya

Ini rangkaian suara ungkapan seorang bujang akan kehidupan yang mengekang

ia biasa saja
tidak berseragam tidak pula ada tittle pendidikan tinggi dibelakang nama nya

tapi apakah harus terus tersisih

Ini curahan hati seorang bujang yang ingin melepas masa lajang

materi slalu jadi alasan klasik bagi mereka yang tak memilih nya

materi tidak dibawa mati

ini bualan cakap si kumbang yang patah sayap

bilang pada keluarga mu harta tak menjamin bahagia
bilang pula pada hatimu
pangkat dan jabatan hanya sementara
rezki Maha Pencipta yang mengatur nya

aku cuma punya cinta
Cinta karna Nya
Sang Maha Kuasa

ia orang biasa tak punya lambang atau simbol atau pula lencana atau juga tanda di bahu baju nya
Yang ketika kau lihat kau histeris tak habis habis

Ia tidak iri
pada apa yang ditemui
ia sadar betul siapa dirinya
namun
apakah harus terus tersisih

Ini hanya ocehan malam diari usang
karna dunia semakin memihak pada mereka yang gila
semua dinilai dengan harta dan tahta ketampanan juga latar belakang

akhlak mulia budi pekerti tak lagi jadi

prioritas utama

ia manusia sederhana
Ia tidak pula merasa iri
namun

apakah harus terus tersisih

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





=curahan hati kumbang kelana si musafir rindu=
oleh, mahyar dermaga


hikayat segumpal hati yang masih sunyi lantaran kail asmara nya belum juga terkait
dahulu pernah kutautkan harapan pada perempuan sederhana yang tawa nya renyah terdengar
tapi sayang tak sempat ku ungkap dera hati padanya yang kuning langsat
hingga telah pula ada yang milikinya

Lalu malamku hanya bersahabat dengan bayangan
siang pun berlalu seperti biasa ku rasa
entah waktu berlalu cepat atau lambat
semua tampak biasa
dan kemarin pernah pula kusimpan senyum simpul bibir nya si perempuan manis berlesung pipi sempat memang bertaut hati dalam satu perahu cinta yang dikayuh menuju pada pulau bahagia
namun sayang kandas di tengah jalan
engkau direnggut bajak laut
karam perahuku
hingga mati aku di dasar pilu
bertahun lama nya ku hancur yang ku kira ini tak nyata
padahal adanya engkau telah dimiliki orang lain

lama ku tenggelam hingga mati suri dan bangkit kembli saat nyawa baru kutemui di dunia maya hingga ku jemput menjadi nyata
ia juga perempuan sederhana
pernah pula menjalin kasih dengan nya yang berkerudung biasa
namun tak dinyana sungguh Tuhan punya rahasia
tak pula bisa bersama lama
terlepas tali asmara
tak lagi beradu kasih dengan nya

lalu
bila pula hati lemah ini dapat kan cinta hakiki yang nyata sampai mati

mencari cinta perempuan syar'i

sambil pula menunggu mati

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Sekarat"
Oleh, mahyar dermaga


debur ombak tak lagi terdengar mesra

camar tak lagi berteman pukat
rindu aroma samudera
rindu rasa asin nya laut biru
si nelayan tergusur rumah nya
hancur
tinggal puing
tinggal pancang lapuk
nelayan malang berkaca mata nya
menitis air di pipi nya
meronta dalam sumpah serapah
apa daya
ia pasrah
kalah
petinggi bilang itu kebijakan
yhaa
membunuh mata pencaharian dan menghancurkan tempat tinggal kaum lemah
adalah kebijakan
tak ada hati
otak pun kurasa tidak

si istri nya
pedagang di pinggir pasar
belum buka dasar
tapi terampas alat jualan nya dengan kasar
menangis ia
merintih lelah
meraung
memelas
barang tetap dibawa paksa
disita segerembolan preman berseragam
tak punya nurani
tak punya hati
otak pun kurasa tidak
kata petinggi itu penertipan
yhaa
merampas merusak alat dan dagagan orang
menelungkupkan periuk kaum miskin
kata pegawai2 sombong laknat itu
ini penertipan
sialan
bukan manusia

anak nya tak dapat makan
tak dapat jajan
tak dapat bayar buku dan spp
sampai kena sp
terakhir ia drop out
tak dapat sekolah
putus cita cita nya

ulah siapa ?

Tanpa rumah
keluarga lemah tinggal dikolong jembatan
tak dapat jatah rusun yang di janjikan
kumuh

si ayah banting stir jadi pemulung
lelah berjalan
ngaso di emperan
menghirup aroma kopi seraya menelan ludah
yhaa, berasa kopi juga
kantuk mulai hinggap di netra nya
goni botot nya dijadikan alas
lengan sebagai bantal nya
belum lelap
masih tidur tidur ayam
sirine mobil patroli menghampiri
yang lain kocar kacir terbirit birit
ada yang masuk parit
tak perduli
terus berlari
dengan wajah pucat pasi
si ayah tak tahu menahu
terbangun
terkejut
beberapa orang mengepung nya
berseragam
menarik paksa
meronta
tapi tak kuasa
tubuh lemah
di gepit beberapa orang berbadan besar
menahan sakit
dinaik kan ke mobil patroli
kata nya
penertipan gepeng

ulah siapa ?

si Ibu menyusun kardus
membuat rumah baru nya
rumah kardus
belum selesai
sirine menerobos lancang
turun pegawai pegawai garang
yang lain kocar kacir terbirit birit ada yang tersungkur
anak kecil menangis
tak perduli
terus berlari
si ibu tak tahu menahu
diam terpaku
takut kalut
dipaksa ikut
tak bisa menyikut
hanya menurut
diangkut
mobil patroli
kata nya
pembersihan gepeng

si anak memukul kerincing dari tutup botol sambil bernyanyi
belum habis satu lagu
sirine datang membabi buta
yang lain kocar kacir
terbirit birit
ada yang nabrak tiang
tak perduli
terus berlari
si anak tak tahu menahu
diam beku
kaku
dibawa mobil patroli
kata nya
penertipan gepeng

ulah siapa ?

Ulah siapa !?

ULAAHH SIIAAPAAA ..!!!??

rakyat sendiri
dipaksa mati
orang sendiri
dibuat mati
ini negeri kami
tanah dan air anugerah sang Pencipta

para petinggi tak berhati
otak mungkin juga tidak
nurani nya buta
jiwa nya busuk
petinggi petinggi berdasi
pegawai pegawai ngeri
lingkup kesombongan
ingin menguasai alam

ini bukan tanah mu,
itu bukan tanah mu.

tanah kami

Anugrah ciptaan Tuhan

Sadarlah sebelum mati

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Diari hitam pesakitan"
Oleh, mahyar dermaga


dentum bisik teriakan pada telinga lugu di masa yang lalu

patah pada harapan ketika keluarga larut pada perpecahan ketika kasih sayang tak didapatkan ketika cemohonan mendera saban waktu

ketika terpuruk pada kesepian pada kesendirian

adalah manusia yang gagal dalam mimpi dan impian
ketika nafsu untuk melepas penat diserahkan pada jalan yang tidak benar
teman teman syetan membujuk merayu dengan kenikmatan sementara

terpaksa menegak alkohol hanya untuk ketenangan yang ketika mabuk lepas segalanya masalah
terpaksa memakai narkoba untuk membuat tertawa dan bahagia, hahahaha..,
hingga akhir nya ketergantungan dan menjadikan nya satu kebutuhan
hingga sekala besar
sampai memakai nya dengan jarum suntik yang disuntik kan sendiri pada tangan diri
berpuluh puluh suntik berganti ganti digunakan
adalah juga pecundang malam yang berkeliaran mencacah nafsu jalang
berulang dan berganti teman dilakukan segala kegiatan HARAM yang Merugikan yang Merusak yang Membunuh perlahan

dan sekarang
akan terbunuh perlahan

dan sekarang adalah pesakitan

penyakit yang hingga kini belum ada penawar nya
virus mematikan kini bersarang
lalu bisa apa sekarang
bahkan menangis seribu tahun pun tak kan bisa membuat keadaan berubah baik

adalah pesakitan yang sekarat menanti ajal di antara kesepian di antara pengasingan di kucilkan disisihkan tak ada tempat berbagi cerita bahkan teman sendiri menjauh pergi

adalah pesakitan yang sebab nya lantaran perilaku tak baik masa lalu

adalah pesakitan yang penyakit itu menyerang tubuh lambat namun pasti hingga mati

penyakit yang didapat dari apa yang dilakukan masa itu

adalah pesakitan yang menyesal
lupa akan sang Pencipta yang Maha Pengasih
tergoda bujuk rayu syetan yang menyesatkan

hhhuuhuuu... menangis menyesal

adalah penyesalan yang terlambat

menyesaaalll....

penyakit ini akan membunuh

membunuh perlahan

menyesaall...

Tuhan.,

jangan lagi ada pesakitan

Cukup saja

jangan ada lagi

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"November dalam kenangan"
Oleh, mahyar dermaga


November

cerita pilu dimulai dari waktu setengah senja pada 22 November tahun yang lalu
di rinai hujan hingga lebat
di derai kesal
di besar tanya
di cinta yang kandas pada akhir penetapan yang kau sah kan

ada mata ku yang terus basah meski hujan tak lagi turun
lantaran ada koyak pada hati yang masih terasa perih

aku tahu tak mampu melupakan kenangan utuh tentang kisah yang telah lewat
kenangan pada carik rindu yang kau bantah pada kata Ahh...
aku mengenang mu hingga jelas dalam tiap rintik hujan
entah pada sakit entah pula pada suka

November jingga selimuti rasa di hati yang terluka lama

November pada hujan berlari di antara duri
tak lagi hati sudi memuja putri yang melukai hati

kembalikan ruh ku
satukan dien ku kembali
kau datang dengan manis
kau pergi sisakan tangis
seharus nya kau pergi dengan ucapan salam perpisahan dan dengan senyum terakhir
bukan dengan luka yang kau tinggal kan pada dinding hati
acap kali ku cerca kau dengan kata kata tak berperi saat aku teringat senyum sadis bibir mu
kini entah apa yang terjadi pada jiwa ku sendiri
entah aku menyesal atau pula rindu padamu
namun rasa ini saban perih kurasakan mengalir di tiap hujan di tiap sendiri dan di tiap alunan lagu
ada rindu pada sembilu kelabu yang ku dekap dalam sendu
kau itu mengapa hadir dalam hidupku
lihat apa yang pada diriku
jiwaku lemah
tak mampu mematikan mu dalam pikiran ku
entah ini dendam atau pula rindu yang masih bersemayam
namun yang jelas tidak lagi ada cinta
sebab cinta telah kau bawa bersama janji yang kau ingkari sendiri
kau patahkan angan seorang pemuda lugu
kau remuk kan hati nya
hingga mati separuh hidup nya
lalu
bertahun berlalu pula
tak ada terlihat wajah mu oleh ku
hingga pada satu itu kau kembali hadir dengan sapa mu
seolah aku tanpa luka
kau memang gila
mengapa harus hadir lagi dalam hidup ku,
kau buat pedangku menghunus jantung ku sendiri
aku sudah separuh mati kenapa masih saja kau suguhkan bayangan silam akan mu tentang luka lama yang bisa saja menghantarkan ku pada kematian jiwa
mengapa kau begitu kejam merajam hatiku yang dahulu tentram
mengapa kau begitu sempurna mematikan ku pada hasrat tertinggi ku yang ingin meminang mu
mengapa

apakah karna materi

yhaa.,
jika itu alasan klasik nya
pergilah..

pergilah bersama iringan kenangan bersama bilah bilah pedang yang lama terhujam bersama arang arang harapan bersama puing puing mimpi bersama rindu pekat
bersama cinta yang tak nyata
pergilah bawa semua luka yang pernah kau tinggal kan padaku
pergilah bersama kejam mu

pergilah

aku hanya ingin hidup
aku hanya ingin tersenyum
aku hanya ingin bahagia

tanpa bayangan mu

aku hanya ingin tenang dalam sisa janjiku pada Pencipta ku.

aku hanya ingin tenang dalam dekap malam tanpa bayang kenangan

tanpa rindu dendam

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar