RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 16 Februari 2017

Kumpulan Puisi Sri Handayani - KIDUNG MALAM


KIDUNG MALAM (berselimut rindu)
By ; Srihan

Masih kukumpulkan kepingan-kepingan rindu ini
dan kutumpuk pada lembaran-lembaran madah dan doa
Kutuangkan beberapa tetes embun dari mataku
Pada cawan cinta...

Duhai untaian rindu yang terpenjara jarak
ruang dan waktu..
Kuharap malaikat kan mencatat semuanya
dan segera menyampaikan pada Tuhanku
Betapa rindu ini sudah bertalu
Bagaikan bedug magrib yang ditabuh keras
Menggema di seantero bumi

Nyanyian cinta asmarandana itu
Telah berubah warna menjadi bunga rindu
yang membiru..
Sebiru langit yang tak berteman awan

Duhai malam...
Tolong simpankan kepingan rindu ini
Selipkanlah di bibir fajar
Agar esok ia tak pucat pasi menahan dingin
Biarlah ia merona di belai cahaya sang fajar
yang semburat keemasan
dan rinduku segera dicairkan oleh takdir dan waktu

Ya, pasti Tuhan mendengar
Madah rinduku..

#kidung malam,24-1-2017





BALADA INEM SANG PELAYAN
By ; Srihan

Tuan muda
Tolong jangan panggil aku Inem pelayan sexy
Sungguh aku tidak suka
Emak dan abahku di kampung
memberiku nama Inem Juminem tak lebih
dan tak kurang...
Sungguh emak dan abahku sering mendoakan aku
Agar aku menjadi orang sukses dan terhormat
Bukan babu seperti ini

Aku ingin sekali hidup di kota agar aku sukses
dan terhormat seperti harapan orang tuaku
Tapi apa dayaku, aku bodoh tak berpendidikan
Aku cuma bisa menjadi babu....
Ya, babu yang dikutuk kulit kuning langsat
dan tubuh yang padat dan montok

Kutukan ini merajamku tanpa ampun
Tuan majikanku, tuan muda anaknya majikanku
Berkali menyiksaku dengan nafsu binatangnya
Di sini aku bagai budak belian yang hilang kemerdekaan
Aku ingin pergi, aku ingin lari
Tapi ada dayaku ? gajiku di tahan
Ruang gerakku di kukung, aku bagai bromocorah
yang tak boleh tinggalkan tahanan
Duh, dimana kebebasan dan kemerdekaanku yang dulu

Aku meridukan masa kanak dan remajaku
Saat di kampung dulu...
Hari -hariku penuh bahagia
Aku bebas bagai burung yang terbang di angkasa
Boleh terbang kemana saja, boleh hinggap di pohon mana saja...

Tapi sekarang, di rumah tuan majikanku
Ke pasar saja aku tak boleh, cuma beli sayuran
di tukang sayur keliling..
Gerakku selalu diawasi
Jika tuan majikanku pergi, tuan muda menyiksaku
dengan nafsu binatangnya...

Duhai, inilah nasibku
Nasib seorang Inem juminem
yang dikutuk kulit kuning langsat dan tubuh padat
Penuh berisi...
Tapi dosakah aku terlahir seperti itu?
Sungguh itu bukan mauku...
Juga bukan mau emakku

Tuhan tolong lepaskan aku lingkaran pekat hidupku
Berilah seberkas sinar terang dalam hidupku
Aku ingin pulang pada emak dan abahku
Tolong aku wahai Tuhan...

Aku meratapi nasib dalam bilur waktu
yang kelabu dan penuh luka
Aku ingin membersihkan hidupku dari lingkaran hitam ini
Agen penyalurku telah menyesatkan
dan menghitamkan warna hidupku...
Duhai, Aku ingin keluar dari lingkaran ini....

#terinspirasi_darinaskah monolog Paitun
(Rachman Sabur)
Kota kembang 11-2-2017




POTRET KELAM Di NEGERI PADI
By: Srihan


Entah sampai kapan pertiwi meneteskan air matanya
Negeri ini semakin carut marut
Lalu pemimpin mana yang harus kami ikuti
dan kami pegang kata -kata dan janjnya??

Janji mereka serupa balon gas warna warni
Hanya indah di pandang...
Namun terbang bersama angin- sedang di dalamnya
Kosong melompong tanpa isi..

Bagaimana Pertiwi tidak menangis
Jika setiap hari kami harus mengelus dada
Mengejar-ngejar harga yang kian merangkak
Jika keamanan dan kenyamanan tanah airku
terancam....
Setiap hari kami mendengar Teroris merajalela

Setiap saat kami mendengar berita pembunuhan keji,
Perampokan, pembegalan dan pemerkosaan
Para pejabat saling berseteru.. ....
Duhai.....tidak bisakah mata kami sekejap saja
Tidak menyaksikan berita buruk itu

Tidak bisakah telinga kami sehari saja
Tidak mendengar berita kriminal yang membuat hati
semakin miris....

Tidak terdengarkah di telinga kalian
Berapa banyak wanita muda dibunuh dan diperkosa secara biadab.. di mana keamanan kami.
sebagai warga negara yang konon punya hak asasi
Untuk bisa hidup tenang, aman, tentram dan sejahtera wahai dimana rasa aman untuk kami..??

Saat kami dicekik harga-harga yang tiap hari
Merangkak naik tak jelas
Banyak rakyat hanya mampu makan "nasi aking"
kejahatan merajalela dimana-mana

Duhai...
Bukankah kami anak -anak Indonesia
Terlahir dinegeri subur dan kaya raya...
Konon di negeri kami kayu dan batu jadi tanaman
Tapi nyatanya tanaman padipun serupa ilalang

Duhai tangis Pertiwi semakin terisak
Iman dan keyakinan kamipun dijadikan bola panas
pertikaian....
Tuhan ulurkan pertolonganMu pada kami

Ampuni kepongahan dan kelalaian
para pemimpin kami....
Hindarkan kami dari musibah dan adzabMu
Aamiiiiin....

Kota kembang
10-2-2017





POTRET SENJA DI DESA
By ; Srihan


Mentari merayap di langit senja
Bersiap rehat di peraduan malam
Bayu lembut membelai punggung anak gembala
Kerbau lelah berkubang di danau
Cericit burung kepakan sayap pulang ke sarang

Alam perlahan redup...
Mentari layu menahan kantuk
Anak gembala setia mengangon kerbau
Mengisi hari susuri lorong nasib yang bau lumpur
Mengawal tumbuh kembang "dewi sri"
Berbaju kesederhanaan...
Bersarung kesabaran tetap semangat
ia susuri lagu dan irama kehidupan desa
dari bocah beringus hingga kelak
Uban penuh hiasi kepala...
Desa tetaplah tanah tercinta

Sungguh kesederhanaan adalah teman
yang menyelamatkan kita selagi raga memeluk nyawa
dan kelak saat nyawa tinggalkan raga
Kesederhanaan dan krjujuran
adalah terbaik kita...

#edisi renungan_sore
28-1-2017





KEDALUWARSA
By ; Srihan


Beberapa waktu yang lalu
Kau datang mengetuk pintuku
dengan membawa sekotak bingkisan cinta dan rindu
kau bawakan khusus untukku
Kuintip kau dari celah jendelaku

Enggan kubuka pintuku untukmu
Lalu kubuka jendelaku
dan kubuka bingkisan cinta dan rindumu
Kulihat seksama tanggal titi mangsanya
Sayang dalam bingkisan itu
tertera tulisan: Expiry
Rupanya bingkisan cinta dan rindumu
sudah kedaluwarsa...

Maafkan aku sayang ...
dokter bilang aku dilarang mengkonsumsi
makanan dan minuman yang kedaluwarsa
Barangkali termasuk rindu dan cintamu
yang terlanjur kedaluwarsa....
yang sudah apek dan berjamur

#puisi_mbeling
38-1-2017





SELEPAS BADAI ITU
By ; Srihan


Benar kangmas bahtera kita memang sedang di tampar badai
Tapi Tersenyumlah dan mari bersyukur
Kita masih bisa bernapas dan menatap langit yang Biru
dan lidah kita masih bisa mengecap asin air laut ini

Mari tetap bersyukur...
Dalam gersangnya kemarau,
Juga dalam tamparan hujan dan topan
Tangan kita tetap saling berpegang

Musim apapun tak mampu merubah
Warna cinta kita
Ia tetap semerah darah
Semangat hidup dan cinta kita serupa pohon pisang
Kangmasku, walau tebang ratusan kali
Ia akan tumbuh dan terus tumbuh
Menyambut kehidupan...

Tersenyumlah kangmas
Mentari itu tetap milik kita
Badai itu sudah reda mari kita jahit bersama
Layar Bahtera kita yang koyak di tampar badai kemarin

Lihatlah pulau impian di seberang itu
Melambaikan tangan kepada kita...

#kota kembang 20-2-2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar