RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 12 Mei 2017

Kumpulan Puisi Fatircool - MALAM


MALAM


Begitu pekat,
Gelap keadaan mu
Bermahkotakan bulan
Berhiaskan bintang..

Hembusan Anginmu berbisik lirih
Menggelitik hati menembus rasa
Menambah pesona sang pencinta

Kau selalu penuh misteri
Berteman penghuni malam
penuh pangeran penggoda
Dengan sejuta pesonanya

Itulah sang MALAM

Fatircool
Medan,
06.05.2017
Yv





LELAH


Maaf ku tak mampu menjaga kita
Kupasrah dalam doa
Kau yang meminta ku pergi
Dengan semua janji yang kau beri

Kini ku sampai pada titik jenuh
Aku lelah
Pergi lah dengan nya
Semoga harimu lebih bahagia

Fatircool
Medan,
05.05.2017
Yv





CINTA

Kata ini sederhana
Tapi mengandung sejuta makna
Kata ini singkat
Tapi memiliki harkat

Terlihat manis
Namun sinis
Terlihat mempesona
Namun berbahaya

Cinta
Kata itulah yang banyak dinanti
Cinta
Kata itulah yang banyak duka

Tak sedikit karnanya bahagia
Menyatukan semua yang berbeda
Tak sedikit juga karna nya terluka
Memecahkan semua yang bersama

Cinta
Begitu penuh misteri
Datang dan pergi sesuka hati
Tanpa memandang situasi

Fatircool
Medan,
05.05.2017
Yv





Sebait Puisi


Rasa yang mencabik cabik hati yang polos.

Yv,
Medan,
04.05.2017




CINTA DALAM BIMBANG


Hadirmu menyapa dalam bimbang
Terurai benak keluh kesah
Langkah kaki terasa terhempas
Tersentuh hati merasuk jiwa
Memeluk sanubari penuh makna
Ada dan tiada
Menggores indah setiap langkah
Merana hati berkelana
Cinta kasih sayang dalam nyata
Bersinar bagai bintang kejora
Kejora hatiku
Raih sinarmu
Tembus penghalang mu
Ikhtiar juangmu
Kekuatan dalam doamu
Wujud asa genggaman mu

Fatircool
Medan
12052017
Yv





PERI BERSAMA MENITI HARI

alanan ini begitu terjal
Semakin jauh melangkah semakin tajam menusuk.
Tapi kutak takut sedikitpun
Ku tak merasa sakit
Karena cahaya mu hangat menyelimut
Wajah tersenyum hati menangis
Inilah ritme kehidupan
Naik turun rentak berirama
Suka duka menghantui
Setiap langkah kehidupan
Tapi ku tegar melangkah bersamamu
Bersama cahaya menghias kalbu

Fatircool
Medan
12052017
Yv

Rabu, 03 Mei 2017

Kumpulan Puisi Adhiet's Ritonga - KELUH DAN KESAH


KELUH DAN KESAH
Adhiet’s Ritonga


Keluhku
Tak menyadarkan mu
Kesahku
Terlalu mudah untuk diabaikan
Pernahkah kau sejenak melirikku
Menatap haru padaku yang sedang berduka
Aku butuh pundakmu itu
Sekedar meringankan sedihku





SAJAK SENJA
Adhiet’s Ritonga


Sajak ini kutuang dalam secarcik kertas
Ungkapan rasa yang tak dapat kuucap
Akhh, percuma
Tangisku tidak jua reda
Malah membanjiri kertasku
Basah bersimbah
Lalu dengan apa lagi aku harus berkeluh kesah

Sajakku tak mampu redakan tangisku
Mengadu pada senja pun percuma
Senja tak pernah bicara
Tak pernah membujukku ketika sedih
Tak mampu mengusap air mataku
Lalu pada siapa lagi aku meski membagi pilu ?

Kantor Pusat Sanggar Pelangi





WARNA
Adhiet’s Ritonga


Tersiksa !
Begitu kata WARNA.
Syair lagu yang mereka nyanyikan.
Bagai menyuarakan isi hatiku, saat ini.
Senang, tapi juga sedih.
Terus kuulang lagu ini sampai aku menangis, puas.
Hingga tak ada sedih yang kurasa.
Setidaknya khusus malam ini !

Sedangkan WARNA, karibku.
Tak jua mampu membelaku dari pilu sedan.
Walau ia selalu menawarkan tertawa.

Kantor Pusat Sanggar Pelangi





DASAR ANAK KAMPRET
Adhiet’s Ritonga


Hushh …
Bentakku !!!
Masih kecil sudah merokok.
Pasti usianya belum sepuluh tahun
Dasar anak tengik, bau kencur.
Apa bapak mamakmu tak mengajarkan yang baik ?
Sekolah dimana kau ?

Mataku melotot, maksud hati menyuruhnya pulang.
Bukan malah asyik maen facebook.
Ihh, celana pun asal pakai.
Kukancingkan resletingnya.
Plak … !!!
Kujitak kepalanya satu kali.
Puas ah, rasa geramku.

Kantor Pusat Sanggar Pelangi





BUKAN KAU MELAINKAN AKU
Adhiet’s Ritonga

Ketika butir Sajakku berlinang.
Mekar bagaikan kuntum bunga.
Kian mekar makin bercahaya.
Sajakku serupa rumput, hijau di semak belantara.
Seindah Pelangi disenja hari.
Bening.
Umpama embun pagi hari.
Langit dan bumi adalah isinya, mantra kesumat iramanya.
Kembang tujuh rupa pula maknanya.
Aku terbang bersama Sajakku, mencoret angkasa goreskan tinta emasku.
Aku pilih hitam, aku pilih putih.
Dibalut indah kuning dan hijau.
Laut biru.
Aku takkan diam dengan perintahmu.
Selagi tangan masih utuh, tetap kucoret kehidupan dengan tinta warna warni.
Melengkung bagaikan Pelangi.
Saat aku bergema bersama Sajakku.
Kau hadir ucapkan salam.
“Masuk saja !”, jawabku.
Sebab salam kita berbeda.
Hening yang sunyi, kau pecah.
Buat angkara atas segalanya.
Heh, biarkan aku berjalan dengan kesederhanaan.
Asal berjalan dengan kaki sendiri.
Maka jangan kau ajari aku mengukir senyum.
Sedang bibirmu pun sumbing.
Ini Sajakku, biarkan aku bermain bersama.
Tak perlu dicekal – cekal, karna Sajakku tidak menistakan siapapun.
Dan ketika kau tunjukkan Sajakmu yang berlapis emas itu.
Aku tak mengerti atas perbedaan sikap pandang kita.
Karna Sajakmu maupun Sajakku.
Tak ada bedanya.

Kantor Pusat Sanggar Pelangi





.
MIMPI ANDI
Andi Kuniawan SP


Ya Allah
Sudah pukul dua dini hari
Aku terbangun akibat mimpi
Bahkan air mataku menetes

Aku dibentak aku dianiaya
Di tempatku bekerja
Entah apa salahnya

Aku menganbil keputusan
Keluar dari tempatku bekerja
Ketika aku keluar dari pekerjaan
Hanya kaulah tempatku mengadu
Kau memeluk dan merangkul aku
Penuh kehangatan penuh kesetiaan
Kecupanmu di dahiku menyadarkanku

Hanya air putih yang kuminum
Saat aku tersentak atas mimpi burukku

Entah kenapa dari mimpi itu
Aku merasa sedih selalu
Rindu padamu sampai kini
Aku tak tahu apa yang terjadi
Firasatku mengatakan ada sesuatu

Kantor Pusat Sanggar Pelangi





JANGAN SALAH MENILAI
Andi Kurniawan SP


Jangan salah menilaiku
Bukan aku membela diri
Aku bukanlah sebejat orang diluar sana.
Aku bukanlah manusia yang terlena dengan kehidupan
Aku tahu !
Dan aku tidak memungkiri diriku sendiri
Karna aku manusi yang penuh DOSA
Sebab aku bukanlah Nabi
Yang tidak mempunyai Kesalahan

Beranda Sanggar Pelangi.





.
SAMPAI KAPAN ?
Andi Kurniawan SP

Sampai kapan aku duduk disini ?
$ampai kapan aku begini ?
Kerja, kerja dan kerja lagi
Duduk sebagai Operator di Perusahaan

Ingin juga Menjadi seorang Bos Besar
Ingin juga punya Perusahaan
Bukan aku tidak bersyukur akan nikmat Mu
Ya Allah …
Sangat aku syukuri
Terkadang manusia tidak ada puasnya
Sudah diberi, masi saja kurang
Mungkin,
Datangnya pikiran ini
Membuat aku terus berkembang
Terus semangat, terus meraih sukses

Beranda Sanggar Pelangi.





.
DUKA NESTAPA
Andi Kurniawan SP


Ya Allah.
Sebegitu tragis manusia sekarang
Hinga tega menyakiti secara fisik
Antar satu degnan yang lain

Sungguh sadis sangat sadis
Nyata di depan mata Ya Allah
Aku tak kuasa melihatnya
Merinding aku melihay kejadian ini
nyata di depan mata

= Depan mie Sarjuk =

Beranda Sanggar Pelangi.





DOA DIKALA MALAM
Adhiet’s Ritonga

Kala purnama genap berbilang
Serumpun bintang pendar cahaya
Awan berarak kembali pulang
Langit hitam pudar warnanya

Malam dingin diselimuti angin
Hujan menyiram bahasi bumi
Aku menghadap pada – Mu ya Tuhan
Bersujud haru tenggelamkan diri

Kupanjatkan doa berderai air mata
Hapuskan dosa sehampar lautan
Terimalah Allah taubatan hamba
Seluas angkasa mohon ampunan

Qiamulail hamba tegakkan
Tepat dikala malam Lailatul Qadar
Jalan yang bengkok segera luruskan
Sebab diriku terkesilap sadar

Kantor Pusat Sanggar Pelangi

Kumpulam Puisi Siamir Marulafau - DI ATAS LANGIT


HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
siamir marulafau


Di kala gelap sinar pun tak membayang
Pengharapan sirna,entah ke mana
Hati gusar menerkam pemikiran
Meskipun badai berangin kencang
Pincalan tetap melayar...
Sepanjang lautan kuseberangi
Gunung pun kudaki,entah ke mana
Hati pun terimbas kemajuan zaman
Pengetahuan bagaikan sumbu lampu
Tak akan terselubung ke mana-mana
Jika pendidikan kuemban menyantol dalam dada
Miskin ilmu tak berguna...
Tak akan mulia sepanjang hayat
Jika kegelapan kulalui selalu menghantui diriku
Generasi berpikir terus
Jangan berpangku lutut
Berjuanglah ....
Pendidikan bagaikan pohon berakar merambat sampai ujung dunia
Miskin ilmu tak berguna
Yakinlah masa depan menitip emas dalam harapan
Optimis,perasaan pemikiran akan bermuara dalam kehidupan
Sepanjang napas bersemayam dalam jiwa
Kegelapan diubah menjadi terang benderang
Sampai dunia bersinar ke mana-mana
Jika ilmu diemban,uluran tangan tak membentang di pinggir jalan
Kemiskinan terhempas
Yakinlah,....
Wahai generasi penerus bangsa
Tuntutlah pengetahun sepanjang zaman
Hari ini hari pendidikan membahana dalam dada
Membiaskan sinar dalam harapan
Sepanjang hayat dikandung badan
Akan terjalin kearifan dalam pengembangan
Di hari pendidikan bahagia bagi semua umat

sm/01/05/2017





#PUSI SATU BAIT
siamir marulafau


Kebablasan mengukir syairnya di atas karang terjal tak berpilar

sm/30/04/2017





THE STAR IS MINE
siamir marulafau


Don't let the star go away
Although it has a moonless face
In the night i come down to gaze
Whereas i couldn't find out my way
For no friends to help
Only thyself,accompanied for a while
But never i have frustrated in mind
Since the star has a smile always
Though it comes up once in a while
Never i demand for its coming
But it has a feeling of the love
That i might not regard it useless
For one day,it is mine
Never i let it go away
That it really sounds from what is said
Let my body be drowned at the sea
Till it dries....
For one day i walk on it
As long as my breath can fly
Whereas the earth is angry with
And i need apology if it is like this
For thy love never betrays
I really might not let it go away

sm/29/04/2017





#PUISI SATU Bait
siamir marulafau


TAK SAMPAI HATI MERANGKUL RINDUMU JIKA KASIH HANYA SELINTAS TERUKIR DALAM RELUNG

sm/28/04/2017





SEMUT TERPERANGKAP
siamir marulafau


Sebelum dikau naik daun
Menginjakkan kaki di kursi emas
Mulut manismu semanis madu
Semut-semut berharap datang menjemput
Meskipun madunya tak tertuang
Menetes di bawah lantai dicicipi
Mejanya cukup rapi
Tak akan bisa dihinggapi...
Semut-semut enggan memanjat
Sikap bicara dan gerak
Membuat mejanya goyang
Sistem dan mekhaniknya memanas
Karena janjimu mengikat kaki tak berjalan
Semut-semut berlarian
Terpijak dengan kaki meja
Kursi-kursi berantakan ke sana sini
Madunya pun bertumpahan
Semut-semut terperangkap kemanisan
Memangku nama sampai ujung dunia
Dengan gelas madu dikau bawa di atas daun merimbun tak bersinar
Tak satu pun dari mereka mencicipinya

sm/28/04/2017





THY LOVE IS LIKE PEARL

As long as the sky is not dark
Thy heart will fly there to gaze
For the sun will be smiling
To provide the brightening
And the moon will come down to shake
While the love you draw looks like the pearl
So difficult to miss
I don't know why...
Let the sea dry to tell the story
Why thy love there be existed

sm/27/04/2017,copyright





THE BREATH
siamir marulafau


Thy breath never complains
To provide the lives
Since i was born till to die
And it never asks how much to pay
If it is so,what to do?
No words can be urged
No sentences can be written
That the natural lives
So as to thank the Almighty
For the power of our lives
The breath is so precious
Till to die to keep well
And no one will hesitate
That the breath will be going away
What should be done?
If it is still in the blood with the flesh
That the lives will be once feel regret
If the bad deeds are always conducted
It will not be willing to put in the hell
For asking paradise to live

sm/27/04/2017,copyright





"TAK ADA ISTILAH SASTRAWAN FB,DAN FACE BOOK HANYA SEBAGAI SOSIAL MEDIA UNTUK MENULISKAN KARYA SASTRA UNTUK DIBACA,DIAPRESIASI DAN DIKRITIK YANG SAMA HALNYA DENGAN SOSIAL MEDIA LAINNYA"(pdlc/24/04/2017)





#PUISI SATU Bait
DI ATAS LANGIT
siamir marulafau


Sinar-MU akan kugapai membias di setiap sanubari sepanjang langit tak runtuh menyentuh bumi di kala sujud

sm/25/04/2017





MINAT BACA
siamir marulafau


Hpnya berdering bercahaya
Syair-syair tercantol
Pembacanya tertidur pulas
Buku-kuku termakan rayap
Tak ada penghuni di setiap halaman
Minat semakin kropos
Siapa yang salah?
Pembaca beralih dalih
Bilik pustaka berhantu...
Tak ada manusia di sana
Toko buku gulung tikar
Hanya kertas bergores tinta menimbun
Teknologi disalahkan
Apakah betul atau tidak?
Tak akan mungkin kabel-kabel mengikat leher
Jika minat menyisir tepi sungai mengalir
Pikiran akan segar...
Jika bacaan berulang-ulang
Intelektual terserap
Kehidupan tak akan gersang
Dilanda kemalasan di musim panas
Apakah buku-buku cetak memanas juga?
Tak akan mungkin ...
Jika hasrat menggulung bagai ombak
Akan terbentang di atas pasir kelak
Goresan berminat

sm/24/04/2017





OPINI DALAM PENULISAN KARYA SASTRA :
siamir marulafau


Saya pikir tulisan di atas ini penting juga untuk dibaca sebagai catatan tentang kemajuan dan perkembangan sastra di negeri ini.Jika dipilah-pilah tentang masa penulisan seperti penulisan karya sastra pada periode sebelumnya,misalkanlah itu periode angkatan Balai Pustaka,periode Pre-pujangga Baru,Periode angkatan 45, dan periode angkatan 66 sampai pada periode masa kini adalah mencerminkan perkembangan sastra dalam berbagai bentuk dan karakteristik pengarang.
Nah,sekarang kita hidup di zaman serba modern dan tentu pola pikir dan kemajuan teknologi semakin meningkat,dan tentu juga perkembangan pikiran manusia semakin maju.Kemajuan untuk berpikir tidak lagi sama pada periode angkatan 45,dan semua karakteristik dan sifat manusia berubah dan begitu pula perkembangan penulisan karya sastra serta media sastra.Untuk itu,jangan heran jika hanya sedikit yang berminat membaca karya sastra untuk untuk puisi khususnya diterbitkan di media sosial seperti surat kabar,majalah dan lain sebagainya jarang diminati orang
atau pembacanya karena sosial media yang lebih diutamakan orang pada sekarang ini adalah sosial media ELEKTRONIK,yaitu termasuk FACE BOOK(FB).
Dengan adanya Face book ini,orang lebih cenderung menulis sesuatunya melalui social media ini,dan bukan hanya saja orang awam yang tak tahu masalah sastra menulis dan membaca sesuatunya dalam FB tapi penyair-penyair,pengarang-pengarang dari berbagai kalangan termasuk politikus,kritikus sastra dan kritikus di bidang politik juga ikut mengambil bagian menulis sesuatunya sebagai curahan hati nurani mereka.Maka untuk ini,saya juga sebagai penyair dan kawan-kawan lainnya ikut dan turut menulis karya astra,yaitu puisi,cerpen,novel,kritik sastra atau sejenis karya sastra lainnya.
Saya rasa dengan lahirnya sosial media (FB) pada kemajuan teknologi ini,kita sebagai pengarang lebih bersyukur kepada Allah SWT karena sesuatu yang kita tulis,apakah itu karya sastra dan lain sebagainya cepat dibaca dan ditanggapi dibanding alat sosial media lainnya,dan sekarang tinggal peletakkannya pada pribadi kita masing-masing atau sistemnya pada setiap grup,yang dibentuk dengan adanya ADMIN.Jika seseorang menulis karya sastra apakah puisi,cerpen,atau novel,tentunya karya itu akan dinilai oleh ADMIN apakah layak atau tidak 'POSTING' karya sastra itu pada setiap grup,dan begitu juga bagi setiap kritikus sastra menilai apakah karya sastra itu bagus atau tidak,apakah bermanfaat atau tidak.Salah satu keistimewaan Pemostingan karya sastra melalui FB ini dibanding sosial media lainnya seperti surat kabar,majalah adalah karya sastra yang ditulis dapat dibaca oleh para permirsah sebahagian di seluruh wilayah Nusantara dan bahkan sebahagian para permirsah di seluruh dunia,ketimbang karya sastra itu diterbitkan di surat kabar yang akan menjadi bungkusan sambal blacan inang-inang di Mercu Buana atau di pajak.Makanya,jangan bangga sekali setiap penyair,pengarang yang karya sastranya diterbitkan di sosial media lainnya selain FB.
Merujukpada penilainpara kritikus,meyaring atau menyeleksi apakah karya sastra yang diposting di FB betul apa tidak,tergantung pada pembaca dan penilainnya oleh kritikus sastra karena karya sastra ini bersifat relatif dan sukar untuk menentukan 100 % kebenaran di dalam karya sastra itu menyangkut pada unsur-unsur karya sastra itu sendiri.Tapi bagi pemikiran saya jika karya sasra itu menyentuh pemikiran dan perasaan baik dalam bentuk konteks,isi dan penulisan karya sasra itu sepanjang tidak melanggar tata tertib atau tata aturan penulisan karya sastra yang diposting berarti karya sastra itu adalah benar dan baik yang dapat diambil manfaatnya oleh segenap pembaca.
Kita sebagai pengarang,kritikus sastra tak perlu saling jelek menjelekan baik dalam sistem penulisan maupun dalam kritik mengkritik serta menunjukan jati diri masing-masing dengan catatan bahwa akulah yang paling benar,pintar dan kaulah yang penulis yang tak benar atau menunjukkan bahwa karya Si Polanlah yang paling bagus di dunia.Marilah sama-sama kita menulis dan mengkritik antara satu dengan lainnya dengan kritikyang sehat,dan menyegarkanperasaan dan pikiran sehingga terjalin hubungan baik dan silatuhrahmi yang baik tanpamengedepankan rasa emosionil,keangkuhan dalan sebagainya yang memupuk rasa persaudaraan antara sesama.Face book ini adalah salah satu media sosial yang amat canggih di dunia pada masa sekarang ini digunakan untuk saling berbagi pendapat baik dalam segi ilmu pengetahuan, seperti ilmu sastra,penulisan karya sastra,ilmu sosial politik dan lain sebagainya tertuang dalam FB ini tanpa membuat pilar-pilar pemisah antara satu dengan yang lainnya,dan yang agak dibedakan pada tahun-tahun sebelumnya yaitu seperti angkatan 45,angkatan 66,dan apalagi karakteristik penulisan sastra pada masa sekarang ini sudah menjuru ke sistem modern dan post modernisme yang tanpa terikat pada sistem konvensional.
Demikianlah tulisan singkat ini saya paparkan,dan apabila ada kekhilafan,kekurangan dan kelebihan,saya mohon dimaafkan sebagai hamba Allah yang serba kekurangan,dan moga tulisan ini bermanfaat dan barokah.Aamiin.(pdlc/24/04/2017)





JIKA LANGIT TAK BERAWAN
Siamir Marulafau


Sepertinya terdampar di hamparan lautan
Di kala langit tak berawan
Mengulung harapan sirna
Tak berbingkai di sinar lembayung tak benderang
Apakah seterusnya demikian ?
Aku hanya menantikan pesan
Tak menikam lara di penantian
Sepanjang bintang-bintang tak berjatuhan
Dicelah -celah kehidupan fana
Meskipun curah hujan tak membasahi bumi

sm/22/04/2017





#PUISI PROSA LIRIS SATU BAIT


siamir marulafau
Walaupun berbaring di sampingnya semalam suntuk lara sepertinya menerawang di surga dunia membias ke seluruh tubuh
sm/19/04/2017





BERBAYANG SEKEJAP
siamir marulafau

Di malam sepi
Hanya tertidur sekejap
Di kala bintang tak berkelip
Denyutan jantung semakin berdebar
Melirik pada keindahan alam
Walaupun kelam
Tak serupa dengan daratan kelahiran
Kegalauan sirna...
Ditelan angin malam

sm/18/04/2017





PERSPECTIVE LOVE
siamir marulafau


The tip of my tongue
Never stops to say thy love
Who you are and who i am
That our hearts are like the flesh and skin
Never the love is betrayed
For it is true till to die
Let them talk as much as they like
As long the love runs...
But ,what to say if the lives has no breath
Almost are in pain
That makes the love be ended at the end

sm/18/04/2017,copyright





HOW TO GAIN A TRUE LOVE
siamir marulafau


Don't let my tears come down
While never i miss you
Never i hurt you from the beginning
Up to die,till my heart be with you
You are really the fuel of thy heart
Since then i come to you
Not to ask for the love
It comes from the real bottom of heart
That arises on the surface of the sea
Though it was in the stormy night falling
That the love i kept in is not the same
Whatever it is,it is not like what you think
It is not a kind of plagiarism
To imitate the love like what you had
The whispering of love has a lighting
That the moonless night is crying
For the stars are lazy to drop the lightning
Whereas the sun only to peep
Where is thy love?
Never be concealed...
I guess so it comes from the mind
Not like a golden love
It splashes the lighting up to the blue sky
Showing the love is a part of lives
Which might not be inseparable from the flesh
That is a true story of love
Not like the love between yours and the country
For it is a victim to care for
Mean while the love is like blooming leaves
They are then needed to have watering
For every day and night will be in the stock of mind
That the final outcome to solute
Anywhere the love is not found
Not because of beauty,wealth and poverty
But let you think trice before loving
It is not a praise...
What is said about the love is not like the rainbow
It will be missing sometimes
That's the real story be urged
To believe in or not is the majesty of Almighty
Never i betray the love,whom i love
For the sake of lives i run...
Not like a bubble to seize with nothingness
It misses on the hand i grasp
That the love scrutinizes the truth till to die
Though the sea be drying for a while
As long as the mountain hates to explode
That the story of how love is precious
Rather than the gold you are possessing
Which can not be compared with...

sm/16/04/2017,copyright






REMINDING
siamir marulafau


This world looks like unfriendly
For the cruelty of creatures
Whereas humanity is far away
To support the truth...
How can the lives be improved
If the thought is collapsed
Let them think for many times
But it is true what is said
That the sun hates and gives brightening
If this condition is not in mind
What the life there should be?
Where are they?
They might not conceal themselves
For the responsible is a golden sheet
To make all understand and touch
The reality of lives
So as to make them think over and over
Not to sleep all days
Why should they have to kill each
It will be useless thing to do
No improvement from one time to time
Let them think for many times
This verse is only to remind
If not, what should be a picture to note
That's the characteristics of man to day
It looks like machine operates
That's the reality of lives
If it is possible,let them be growing up
Is like the flowers watering in the morning
That misunderstanding be missed
For no consistency of doing,regarded
Let them think for many times
As long as solidarity demands them
No ways to avoid...
It must be,before coming to the rest place
And it is a kind of warning
Before this world is broken into pieces
But not like threatening for all
It is not only for them to think
But for us all to put in mind
If this world be wished to improve till to die

sm/16/04/2017,copyright





CINTAKU TAK SEPERTI BATU KERAS
siamir marulafau

Rindunya sungguh membatu dalam purnama kelam
Meskipun kerinduan kusemai di atas batu karang tak berpilar
Tuhan tak akan menghujani batu dari langit cerah
Sepanjang rindunya tak menggapai batu pusara purnama
Apakah hatinya berbatu krital ?
Hanya Tuhan yang tahu...
Jika rinduku terduduk di atas batu pualam
Akan cinta dan kasih tersemai di semak belukar tak berbatu keras
Asalkan batu permata hati disemayamkan dalam kerinduan sepanjang hayat
Dan tak akan menjadi pebatuan gunung meletus dalam kebencian
Hanya lara yang terpendam dalam kerinduan sepanjang masa
Akan kutanamkan dalam rumah aliterasi bertinta hitam
Tergores di atas batu mengukir kesungguhan dalam asmara
Jika bunga dihias dalam jambang berbatu emas

sm/15/04/2017






BELAJAR BERPUISI
siamir marulafau


Mengapa dikau membiarkan
mimpiku basah mendesah?
Di malam kelam tak berbintang
......

Sepertinya impiaku tak seperti itu
Tapi aromamu hanya sekilas
Perfumnya sirna di udara pagi
,,,,,,,,,,,,,terhempas di gelombang,,,,,,sambung,,,,,,???

sm/15/04/2017





JIKA RAHASIA TERTELAN BUMI
Siamir Marulafau


Rahasia menelan bumi
Hanya Tuhan tahu
Terlena sudah dalam pelukan doa
Pasir-pasir terhempas
Angin menghembus kencang
Tak pilih kasih ...
Kapal laut terjungkir
Siapa salah dalam gerangan?
Apakah ini dosa?
Manusia terbang ke sana sini
Ampun Tuhan....
Mau ke mana kami?
Nampaknya baru bertobat
Terlambat sudah doamu
Tuhan berkata : Selamat jumpa di neraka
Jika ukiran ayat-Ku kau dustakan
Kau nistakan mengukir jabatan
Kau nistakan buat perut sejengkal

sm/14/04/2017





THE POOR AND THE RICH

Are the poor and the rich same?
If not,why they should keep silent?
No different between
For the same dust that man existed
And the racism takes a part
To separate one with another
That should not be like that ..
How cruel of that thought be there
To speak is a right
But not to criticize
Not to mock one with another
It is just a reminding
Whereas the color of skin is a case
But not for the Almighty
The man was created from the same clay
You and i are just the same
The poor and the rich are human beings
Where are they coming from?
To travel along the world
To find out the lives till to die
Let's think trice but not twice
Since this world is too much for us all
If it is so, let this world be smiling
For once in a while that living will be happy
Not gun to settle...
Not atomic bomb will be used there to destroy
Because the war is inhuman
Let this world be speaking to save
That holy soul is a golden gift
Only God as regarding, a place to be back
Why don't they think too much?
That the lives is like a rainbow in mid day
Humanity needs peace...
For us at all need the same
Where is the justice?
Are they sleeping ?
Not to be claimed as a worse
But for the men to sustain the lives
If not,the world will be ended into pieces
That portray a useless thing
There is no gap among...
Why should a separation be there always
For it is a hatred by God
And the sun also hates to give brightening
While the moon will be dull to give lighting
And the starts will be falling down
All the creatures will be in pain
Let them think trice...
How suffering the life there will be
It looks like the desert with broken face
No feeling of love...
That should be gained
Let the growing trees be there to grow
Not to spoil between one with another
That is the final message be kept in mind
For the holy Bible there is to speak
And the holy Koran there is there to remind
Let them think trice
Before coming to the silent land
Before coming to the silent land
So as this verse to speak for the future lighting

sm/14/04/2017,copyright





IMAN
siamir marulafau


Hanya suara jangkrit mendengung
Dikeheningan malam terurai kenangan
Di kala napas dengan udara kuhirup
Apakah gairah hidup berlanjut atau tidak
Di semenanjung teluk kehidupan kugapai
Di dunia fana tersirat dalam syair
Membayang di setiap sudut sembari kulirik
Hanya kau dan aku tahu
Tuhan tersenyum jika kuberzhikir
Sepertinya Aras pun bergoyang
Di langit mana aku berlindung
Dengan hamparan lautan berbayang gumpalan awan
Di saat aku terkesima dengan lantunan ayat-ayat-Mu
Sungguh dunia serba menipu....
Kuatkanlah iman...
Pertebalkanlah iman
Yakinlan akan sesuatu tanpa wujud
Allahu Akbar....

sm/14/04





NO ONE EXCEPT THY LOVE


If you are really to love me
What flowers you will provide

Since it is not just the same
When speaking to express something

From heart to heart i speak
Not from outside i give an eyes

But just to keep in mind
That the love you are in thy heart

Is not the same with...
All what we gaze,inspired from one's

That's the message i come to say
Whereas the leaves will be smiling

To welcome the love,which i praise
All days and nights be a remembrance

Wherever you go i seize your sight
For can not be fallen to sleep

As not as same like what you say
That the you are the sun giving brightening

Even the stars will do the same
And the moonless night will be giving lighting

To say my love is like the lighting you dreamed
I confess you are one of thy lovers

To think over and over
When i am in the pain

No others,except....
It is not a praise and pride

For the true love i dreamed
Before going to sleep, before going to sleep

sm/13/04/2017,copyright





LET THEM THINK TWICE


Let them think twice
For humanity is collapsed
Till to die we stand up
To wait for the end of the world
As well as the sun is not to speak
While the sea is roaring
And the waves will come to kill
What will be happened
If the moon does not show its lighting
And the starts are not bright
The mankind almost die for starving
For they are not caring for
Even a single minute
Where are they now?
Where is the justice to be kept in mind?
Let them think twice
How far the lives runs
How long the age there will be?
Till the land they promise is drying
If it is so, what the lives is existed for?
It is not a critic...
But to remind them only
Let them think twice...
How wide this world is to be traveled by?
Not as much as we think
But unpredictable to measure
For there is no capacity...
Why is it so?
That's the natural piety to think
If they do not think it
That the world will be ended
For the man"s existence is useless
Not really absurd
But it will be hardly seemed to be
Therefore,the man thinks twice
Before going to sleep
Before going to sleep
That all days and night are ours
As long as this world is not broken into pieces
That's the final words be urged
As the verse illustrated whether it is short or not

sm/12/04/2017





SEPANJANG SUKA DAN DUKA
siamir marulafau


Meskipun dikau dan aku meratap di gubuk derita sejuta rasa
Kasih dan cinta tak akan sirna ditelan derita
Biarkanlah daun-daun segar mekar sepanjang tak melukai lara
Biarkanlah atap gubuk berbocoran

Asalkan hati tak akan berceceran di jalan tak ada ujungnya
Di kala langit menutupi rasa pilu dan duka
Rasa suka akan terbit jika mentari mencuatkan sinar
Tuhan akan Penyayang bagi hamba-hamba-Nya

Jika doa terurai di padang gersang
Siring dinding tepahnya akan menjadi kasur permata bunda
Tangismu akan tak menetes lagi
Dengan harapan terhembus dengan angin sepoi sampai ujung dunia

sm/12042017





WHY POVERTY BE THERE?


How can the rain stop
If my tears drop always
As long as the sea is not able to accept
Because of the seasons are not friends
And the sun does not speak
While the moon does not provide the lighting
Be impossible for the lives to run
The splash of sun will burn down
While the humanity is useless to think
Let them think too much
What makes the lives be strong
If the governments are not wise
The poverty is found some where else
The cities are in the rubbish
Whereas the poverty be improved
The peace is needed
For the survival of men's lives
Let them think too much
What the function of life there will be
If no responsible for an image
Hope will be useless
We are from the poor ....
To cry for all days and nights
Since our rights are neglected
That sounds very wise is not for individual
Justice is the right for every man who lives
And this world is for us too much
Not for one,who has a strong hand
We just ask for authority,not for an enemy
Since this wold is so large to stand
It should be divided into many pieces
Not for others except...
But it belongs to the Radiant Claims
It belongs to God,who might concern with
Let them think too much
How much the prestige be paid for
Unpredictable to count...
For the greediest lives comes up
Since the corruption be arisen
That the color of lives looks like a rainbow

sm/12/04/2017,copyright




B6I 6SOFU
siamir marulafau


Bei 6sofu hawa wa'atage d6dgu kh6u
B6r6 mel6 sifalukha ita hauga defi wa'ara
No ebe'e ba zakhari-khari d6d6gu
Mel6 6kiri-kiri zurame kh6gu
Ba hewa'ai da'6
Ba l6 samal6-mal6 d6d6gu kh6u
B6r6 meyaug6 duho d6d6gu
Ba l6had6i niha saae ba guli dan6 aefata moroi kh6u
Baena'6 aboto badd6u
Wa no asendru-sendru d6d6gu kh6u
B6r6 mel6 sifalakhi ita zihauga ndrefi wekoligu bad6 sareu
Baena'6 aboto ba d6d6u

Awai ligu/sm/04/05/2017
Puisi dalam bahasa Nias





PUISI PROSA LIRIS TAJAM:
NYAMUK LIAR
siamir marulafau


Meskipun aku hanya seekor nyamuk nyalimu dalam lara
Sepanjang dunia tak akan beku dirundung kesombongan
Di temaram malam berkabut senja
Akan kuhias darah-darah manusia di perut kosong
Melahap di tong sampah
Jika dunia dibiarkan tak tercurah hujan
Seiring kemanusian dibiarkan begitu saja
Hai manusia...
Risetku bukan sembarang,akan bernaung di daratan panas
Berkecamuk dan menggigit dunia keangkuhan
Hayanlah darah-darah kotor disemayamkan di gelas kosong
Tanpa pilih bulu disantap habis-habisan
Jika hatimu beku bagai es kutub
Melihat nyamuk-nyamuk bertebaran di angkasa
Meskipun langitnya cerah
Tuhan akan tak membiaskan sinar menghapus kedudukan
Jika umat sengsara dengan nyamuk-nyamuk liar
Hanyalah di hati nurani jernih tak hinggap jika telapak tanganmu dingin sedingin salju

sm/04/05/2017





#PUISI SATU BAIT


siamir marulafau
JANGAN COBA-COBA MENGGAULI AKU TANPA SEHELAI BENANG

sm/04/05/2017




OPINI DALAM SASTRA:
siamir marulafau


Para penyair di tanah air diingatkan bahwa KRTIK SASTRA itu amat berfungsi dalam menilai dan menimbang kwalitas sebuah karya sastra.Untuk itu,diharapkan supaya jangan kecil hati atau tersinggung jika beberapa orang kritikus sastra di face book ini , Seperti Narudin Pituin Cunong Nunuk Suraja,Hermansyah Adnan,Siamir Marulafau,Iwan Soekri,Maman S Mahayana ,dll.
Karya sastra semakin dikritik semakin bagus dan pengarangnya juga akan semakin hati-hati dalam penulisan.Kritikus sastra tak bermaksud mengada-ada,merendahkan,memojokkan,dan menganggap remeh setiap tulisan para penyair tetapi sesungguhnya mengangkat derjat dan harkat serta martabat penulis karya sastra supaya karya sastra itu bernilai kultural yang akan dijadikan sebagai khazanah budaya bangsa.
Saya sebagai penyair yang dipanggil sebagai"Penyair Dalam Lingkaran Cinta juga tidak berkeberatan jika karya saya dikritik dan diperbaiki jika ada kekhilafan dalam berbagai aspek penulisan karena saya juga sadar bahwa saya adalah hamba Allah yang selalu tak luput dari kesalahan dan kekurangan.Untuk itu,saya juga minta maaf jika selama ini ada menyinggung perasaan teman-teman penulis di Indonesia dalam menanggapi dan mengkomen serta mengkiritik karya sastra anda.Saya bermaksud supaya kwalitas sastra di negeri tercinta ini menjadi baik.Moga bermanfaat dan barokah.Aamiin.

Wassalam/pdlc/11/05/2017





UNFORGOTTEN LOVE
siamir marulafau


No cloud can conceal thy love
Since thy flight of love looks birds
Wherever you are i'll be there always
If you are the love
Be an honest to say your love is true
And never i will be fly again and again
I am not a bird to find out for fruits
Only to remind....
Only to remind...
I am not going far away
Because your love is in the top of thy head
Never i have forgotten
That the love is blooming like a rose
In the garden of Eden,there to pick up
I fetch once in a blue moon
For the love is really true
Not in my real dream is exploring
Though i am now traveling
That you are the fuel of thy heart
Till the sea dries my dear...
As well as the wind stops blowing
Till to die i'll bring
That the love is not exchanged
To whom i address my arrival
Thy life will be there to go along with
As long this world is not collapsed
And I confess you are the rose
Is like the booming flower to give a fresh
Never be forgotten...
Though until now never meet together
But thy heart be there on the top of the tree
Just only to read by climbing
Which never fall down to separate
That your holy soul is in mine
Never be exiled even a single minute
The Almighty merely knows what it is
Since the love promise to kiss
Till i'll be put up with at silent land
And that is my last urge to say

sm/11/05/2017,copyright





PESAWAT
Siamir Marulafau


Hanya melepaskan kelelahan di balik awan
Tak seekor pun burung besi melintas
Suara mesin kedengaram bising
Membuat kepala pusing
Kapan burung besi hinggap di bumi?
Denyutan jantung semakin meninggi
Karena aroma udara memikat hati
Kapan roda-roda berjalan di atas pasir hitam ?
Hati sanubari berdoa ...
Allahu Akbar 3X..

sm/10/05/2017





Tausih Singkat :KEBUTAAN SEORANG BAYI
Udstz.siamir marulafau


A.s.w.w.

Ada dua kemungkinan,mengapa bayi dilahirkan di dunia ini menjadi buta.Allah SWT tidak buta atau tuli melihat dan mendengar apa yang dilakukan setiap insan di dunia ini.Sebagaimana diketahui bahwa Allah itu adalah maha Pencipta dan meniupkan ruh ke dalam jasad bayi yang akan dilahirkan di dunia.Allah menentukan segala aspek,dan bentuk wujud manusia di muka bumi.Ada yang wujudnya normal dan ada yang tidak normal.
Ada pun wujud manusia yang dilahirkan normal adalah kehendak dan kasih-Nya,Allah SWT, dan ada juga yang tidak normal,dan salah satu dari ketidaknormal itu adalah "BUTA".Tentu dalam hal ini,kita selalu bertanya,mengapa seseorang hamba Allah yang dilahirkan menjadi buta?Menjawab pertanyaan ini agaknya sukar sekali karena ini menyangkut "KEHENDAK",yang tak bisa ditawar-tawar lagi.Ada kebutaan didapat sejak bayi lahir adalah merupakan 'kehendak'Allah dalam mencoba keimanan manusia di bumi,dan ada juga kebutaan seseorang bayi sejak lahir karena Allah memberikan GANJARAN bagi manusia karena perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.Contoh: Seorang suami berbuat serong atau selingkuh di masa istrinya dalam keadaan HAMIL,dan kemudian menggauli istrinya.Hal seperti ini sangat berbahaya bagi seorang istri karena KUMAN JAHAT yang diderita oleh sang suami akan pindah kepada istri,dan tentu akan berdampak positif kepada sang bayi dalam kandungan. Jika penyakit kelamin ini pindah kepada istri maka akan sangat sulit diobati karena seorang istri yang hamil tak akan bisa mengkomsumsi ANTIBIOTIK yang sekian tinggi dosisnya untuk memusnahkan kuman tersebut.Oleh karena itu,terserangnya bayi dalam kandungan oleh kuman yang sangat jahat sangat membuat kefatalan dalam kehidupan bayi,yaitu bisa membuat bayi itu BODOH dan menimbulkan KEBUTAAN.
Dalam tausiah singkat ini,diharapkan bagi setiap suami supaya jangan berbuat tidak baik selama istri mengandung dan perbanyaklah istigfhar dan zhikir serta puasa untuk meredamkan hawa nafsu yang sekian lama sekian membara dalam jiwa manusia dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT supaya kehidupan kita dan keturunan kita selamat dunia akhirat.Amiin.

Demikianlah tausiah singkat ini disampaikan.Moga bermanfaat dan barokah.Aamiin.

ustz/21/05/2017





DI BALIK AWAN
Siamir Marulafau


Di kala burung besi menyongsong awan
Hati pun berdebar,dan entah ke mana hati gusar ini terbang
Meskipun rasa kantuk menyelimuti mata
Tapi kadang tersentak dirundung kegelisahan
Seiring kembang mendampingiku
Sepertinya dunia ini tak terbayangkan betapa indahnya berhimpit dengan gumpalan awan
Meskipun burung besi oleng terbang di angkasa
Sepertinya kebersamaan bersemai dalam bilik suka dan duka
Dengan sunyuman menitip daun -daun mengembang
Tapi kasih terurai bersemedi dalam lara sepanjang hayat di kandung badan
Dan hanyalah kau dan aku tahu...
Rasa suka dan duka menanggung kebersamaan
Jiwa ragaku tak terpisah begitu saja
Meskipun dunia bergulir jadi debu
Kau dan aku beselimutkan awan dalam napas senja.
Tak akan kubiarkan dikau tinggal sendirian
Sepanjang napas bersemayam dalam jiwa
Sungguh di kau harapan bagaikan sinar membias di jagat raya

Kl/05/05/2017





RAMADHAN TERBENTANG
siamir marulafau


Wajah ramadhan membayang
Dosa akan terbenam
Meskipun senja di ufuk barat
Iman terpatrik ...

Surga akan menyambut
jika puasa terukir dengan ikhlas
Syetan-syetan terhempas...
Malaikat mengaminkan
Tuhan akan tersenyum

Zhikir berbuih dalam ucapan
Membanjiri lautan
Tersemai di pintu surga
Bersinar sampai akhir zaman

sm/17/05/2017





TAK AKAN MEMBELOK
siamir marulafau


Sungguh kasih dan cintaku tak akan ada diantara langit dan bumi
Jika relung tak menerawang di permukaan sungai
Hanyut ke muara menyambut garam laut dipantai landai
Akan digapai jika angin dikau hembus tak membelok ke ufuk timur

sm/17/05/2017





#PUISI BERBAIT Satu
siamir marulafau

HATI-HATI DENGAN SEORANG PENYAIR BERURAT SYARAF SERIBU SATU MELINGKAR DI BATANG POHON SEJATI

sm/16/05/2017





#PUISI PROSALIRIS
siamir marulafau

WASPADALAH DENGAN KELAMIN,AKAN DIPOTONG DAN DIBENAMKAN DALAM NERAKA JIKA MENELUSURI JENDELA-JENDELA TAK BERNAPASKAN SALAM

sm/16/05/2017





SAMPAI KAPAN PUN
siamir marulafau

Akan kutunggu dikau
Sampai tulang belulangku merapuh di tanah tak bersuluh
Sepanjang dunia tak akan lebur
Dan di sanalah raga akan bergelora
Di kala napas dipersatukan
Sungguh Tuhan akan bijaksana
Mempersatukan jiwa jika budi tak terhempas
di atas daun basah di senja kelam
Sampai kapan pun akan ditunggu
Meskipun lautan kering...
Gunung berhamburan
Sepanjang syair membahana dalam jiwa
Akan terukir sampai akhir zaman

sm/16/05/2017





OPINI DALAM RELIGI:
siamir marulafau


Diharapkan kepada Udstz/Udstzah di seluruh tanah air jika bertausiah,hendaknya jangan menyangkut pada SARA DAN POLITIK.Tausiah dalam agama itu mengajak umat untuk KEBAJIKAN dan AJARAN YANG BAIK UNTUK MORAL.Moga umat terhindar dari kejelekan dan tidak berbuat kejahatan sesuai dengan tuntutan AL-QUR'AN.Maka udstz/Udstzah itu harus memikirkan tentang tausiah yang disampaikan seperti: TOPIK TAUSIAH,TEMA,DAN ISI KANDUNGAN TAUSIAH yang disampaikan.
Udstz/Udstzah harus pandai berdaawah dalam mengajak umat ke jalan yang benar,ibarat menarik sehelai rambut di atas tepung,dan bukan asal besar suara saja di atas mimbar.Penceramah harus memiliki pengetahuan PSIKOLOGI,SOSOLOGI disamping memiliki ilmu agama berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadist dalam menyampaikan tausiah di Publik dan jangan asal NGAWUR dan menyenggol kiri kanan,mengkritik,dll sebagainya berdasarkan ayat.Kemudian dari pada itu,seorang Udstz.tidak boleh menyambung ceramah/tausiah seorang Udstz lainnya dalam satu forum sehingga terjadi "Overlaping" dalam penyampaian dan bisa merendahkan seseorang yang bertausiah,dan ini namanya tak "BERETIKA".Setiap Udstz/Udstzah memiliki perbedaan tingkat pengetahuan dan latar belakang pengetahuan agama yang dipelajari meskipun sama sumbernya,yaitu Qur'an dan Hadist.Hal ini dapat diasumsi sebagai"OVERACTING',dengan menganggap dirinya sudah HEBAT dan bisa-bisa sebaliknya ketakutan dan merasa ilmunya masih rendah karena membaca sekeping buku agama dan dipanggil UDSTAZ/UDSTAZAH.
Dalam tausiah sebenarnya harus dicermati dalam penyampaian kepada umat baik secara tertutup dan terbuka dalam upaya menjaga hal-hal yang tidak baik terhadap pendengar/penyimak isi kandungan tausiah yang disampaikan.Sebagai contoh :Seorang Udstz.menyampaikan tausiahnya,yang ilmu agamanya tipis setipis sayap nyamuk dan lantas menyampaikan tausiah di hadapan para pejabat dan kemudian mengkritik,menyengol kiri kanan sehingga isi kandungan tausiah simpang siur dan membuat para pendengar marah dan tersinggung.Hal seperti ini harus dihindarkan supaya jangan terjadi gejolak negatif.
Demikianlah sekapur sirih tentang cara bertausiah disampaikan oleh Al-Udstz.siamir marulafau(Penyair Dalam Lingkaran Cinta).Moga bermanfaat dan barokah.Aamiin.

pdlc/15/05/2017





KRITIKUS DUIT
siamir marulafau


Kritik sastraku di atas langit
Akan sukar digapai
Tak akan ada langit di atas langit lagi
Jika kritik itu hanya menghias kulit-kulit manggis
Tak akan terjatuh dari kulitnya
Tapi getahnya akan membekas
Tak akan memudar di setiap lembaran kertas
Hanyalah kritik sastraku mengukir tinta
Jika pengkritik tak memahami
Ulasan-ulasannya berujung duit
Mengisi tong sampah segenap hati
Tak berterima...
Bau busuknya tercium sampai ujung dunia
Sadarlah....
Karya sastra citra batin
Terbelenggu dalam siksaan diri
Jika urat saraf tak menelusuri
Terkapar di hutan belantara tak berpenghuni

sm/13/05/2017

Kumpulan Prosa & Puisi HR RoS - TASBIH CINTAKU LARA


PROSA SEMALAM DI MALAYSIA
by Romy Sastra


Kata orang mimpi itu bunga tidur, setelah kuhayati gak juga.
Ternyata mimpi adalah sebuah petunjuk dari yang maha kuasa.
Mimpi bunga tidur terjadi dari pergolakkan keseharian kita ini, ketika tidur jiwa tak berpegang ke kalimah Ilahi, maka godaan-godaan datang menghampiri.

Alkisah ....
Sebut saja nama itu Jejaka,
Jejaka putra Sumatera berkelana ke tanah Jawa semenjak remaja, sang Jejaka mengembara dari lorong- lorong kota ke kota lainnya,
hanya berbekal jajakan dagangan kecil dari pintu ke pintu, tawarkan sesuatu yang ia jual.

Kadang dari pasar pagi ke pasar malam. "mmm, hanya mencari sesuap nasi.
Bermimpi punya obsesi jadi orang berarti, sekurang-kurangnya untuk kelangsungan hidup rumah tangganya nanti.

Berlalunya waktu,
Jejaka menemukan tambatan hati, di salah satu kota Jakarta.
Ya, kota Jakarta bagian barat. Jejaka akhirnya menikah di tanah kelahiran istrinya di pulau Jawa,
singkat cerita, Jejaka dan istrinya berbahagia hingga berbuah cinta melahirkan dua orang putra
putra Jejaka sekarang sudah remaja.

Dulu jejaka punya cita-cita, ingin sekolah ke university, aral kesehatan menjegal impian
hingga studynya broken oleh keadaan. Pada kesehatan yang tak mengizinkannya kala itu,
kini Jejaka punya misi, dan cita-cita. Dulu semasa pendidikan punya obsesi hendak kuliah, sayangnya pendidikannya terputus. Kini keinginannya itu, diserahkan ke putera sulung yang kini masih di bangku SMA sebentar lagi akan menamatkan jenjang pendidikan SMA-nya itu.
Impian si Jejaka ingin direalitikan oleh putra sulungnya, menempuh study ke jenjang university.
Semoga putera sulung jadi siswa teladan di sekolahnya dan bisa meraih prestasi yang dibanggakan.

Berlalunya waktu, kini Jejaka payah, hidupnya susah, niaga pun berantakan, sekarang jadi pengangguran.
Hidup bak siklus hari, ada hujan ada panas, ibarat roda berputar kadang di atas kadang di bawah.

Sementara, makan dan minum ditanggung oleh istri yang rela.
Sang istri selalu setia dan tabah bermanja melayani kehidupan rumah tangganya.

"Hehemm ....

Kadangkala dihiasi juga dengan pertengkaran-pertengkaran kecil dalam irama rumah tangganya,
dan itu dia anggap saja sebagai seni kehidupan. Indahnya sebuah noktah, dalam kearifan diri sebagai pemimpin. Ya, ketika pertengkaran terjadi, kedua pasangan itu berbesar hati saling meminta maaf dari kesalahpahaman yang terjadi, dan mereka sama-sama memaafkan, cumbuan bumbu rumahtangga kembali diketengahkan, jadilah itu pereda tangis ketika konflik-konflik kecil melanda.

*************

Jejaka cinta ....

Kini Jejaka menatap cinta ketiga yang berada jauh di samudera biru, negeri Kinabalu
negeri yang belum pernah ditemui,
cinta itu pun juga belum pernah bertemu.

Cinta pertama Jejaka, telah tersusun bisu dalam lemari kenangan. Dan sepertinya, sosok cinta pertamanya itu. Ia berada di pulau Kalimantan. Sampai saat ini tak pernah bertemu lagi, semenjak lepas dari pendidikan SMP, ketika mereka berada di kampung halaman. Ada dua dekade setengah tak pernah bertemu. Ahhh... biarlah story itu jadi memori bisu.


Cinta kedua Jejaka, ada pada realiti noktahnya kini, semoga
berbahagialah selamanya.

**********

Cinta ketiga itu,
sebut saja namanya Jelita.
Si Jelita juga mempunyai kisah dalam perjalanan hidupnya.

Kehidupannya yang penuh misteri, berwatak Srikandi tapi berhati lembut.
Kehidupannya diliputi kemelut dari cabaran hidup, teruk sakit gastrik membuat langkahnya sulit melangkah.
Masa depan keluarga ada di tangannya,
aku bangga mendengarkan dari cerita-cerita perjalanan hidupnya.

Jelita ....

Aku kini sudah tua,
ingin berlayar melancong ke negeri Sabah, Malaysia. Jejaka berkeinginan mencoba semalam di Malaysia,
bercerita dan ingin bertamu ke sebuah negeri impian tempat Jelita berada.
Negeri perantauan yang menjanjikan bagi kehidupan orang-orang rantau yang tak beruntung di negeri kampung halamannya.

"Mmm,
apakah Jejaka juga bermimpi ingin seperti pahlawan-pahlawan devisa itu,
entahlahh?"

*********

Impian....
Ketika takdir menentukan langkah hidup apa boleh buat,
berharap sampai di sana bertemu dengan Jelita, bercerita sejenak di sebuah home stay mungil, kutatap wajah Jelita, ada pancaran rona-rona bahagia dan bahagia. Bercerita asa cinta yang selama ini terlukis di maya, telah terwujud sudah.

Malaysia negeri sehati sejiwa
negeri yang ramah orangnya, taat beribadah.
Aku terpesona kelembutan sikap Jelita perempuan Sabah
mimpi dengan Jelita akhirnya bersua.

Kugenggam jemarinya, kuucapkan kata cinta.
I love you, I miss you ... "Jelita akhirnya tersenyum mesra.

Aku menatap wajah Jelita yang sayu akan rindu, karena takut rindu itu berlalu, ketika jelita berubah ekspresi kebahagian jadi risau, ia menatap ke sebuah taman dan sesekali ke ruang sepi dan langit tak berhujung, tak menghiraukan kehadiran Jejaka yang telah jauh-jauh datang dari seberang. Sepertinya makna lamunannya, jauh ke ruang angkasa, ada rasa syukur, akan kehadiran sosok yang ia dambakan di dunia maya selama ini, seakan takdir alam telah mempertemukannya pada cinta dunia maya.
Di kelopak matanya ada tetesan bening mengalir.
"Jejaka mencoba bertanya pada Jelita?" dan tangannya yang masih tergenggam, kenapa dikau menangis Jelita? Tanya Jejaka, kekasihnya yang telah berada di sampingnya sendiri.
Jelita akhirnya, dia berucap lirih.

"Abaangg? "Lalu, Jelita diam seketika, dan setelah itu Jelita menatapku" dia berucap kembali dengan penuh keyakinan.
"Kuusap air matanya di sela tangis Jelita.
"Ia Jelita, mengatakan.
I love you, I miss you juga abg,
aku akhirnya terharu, dengan ucapan Jelita kekasih maya itu.

"Mmmm....
Ketika itu, aku tertawa sejadi-jadinya, hahaahaaaa....
Sehingga aku dicubit manja oleh Jelita, "auuuuwwww... sakit tau, lirihku padanya, biarin aja wee, jawabannya.

Kucoba menenangkan diri Jelita dalam pelukanku
dan kuucapkan sebuah kata asmara kisah.

"Jelita??
Life in opera ini memang indah Jelita, godaku pada Jelita.
Ya, abangku, jawabnya.
"Abang?" memang cinta satu malam ini terasa indah abg.
Spontan, kupeluk tubuh Jelita lebih erat lagi, dalam dekapan itu. Jelita cinta, akhirnya kukecup bibirnya sejadi-jadinya. Hehe jelita pasrah,
hingga ... Hehem....

"Ahhh, kisah pada hasrat,
terlukis dalam hati yang tersirat.
Kuluahkan story dalam prosa sederhana ini,
hatiku geli,
kenapa story ini terjadi. Malulah pada umur seharusnya.

Jejaka akhirnya menemukan cinta ketiganya semalam di Malaysia.

wasalam ....

HR RoS
Jakarta, 18-9-2015. 16,29





TASBIH CINTAKU LARA
Romy Sastra II


malam-malam indah memandu tasbih
dalam mihrab cinta
bersanding dengan bayangan diri
hakikat wujud nafsu bertamu
larung saja ke dalam doa

dalam gelap mencari cinta
dalam terang bercumbu mesra
tasbih cinta bergetar di segala nadi
bergetar ke dinding misykat hati
terlena, megahnya payet-payet istana Ilahi

tengelam ke telaga cahaya
telaga warna-warni nafsu diri
menggoda perjalanan sufi
menuju destinasi hakiki
kibaskan saja warna-warna pelangi

ya Rabbi,
hamba bertamu ke pintu istana-Mu
Engkau tutup apakah akan dibuka pintunya
hamba gelisah dihimpit tanya
ohh, maha cintaku

jangan Engkau palingkan wajah-Mu
aku menunduk malu menghitung dosa
ampunilah hamba ya Rabbi
dari segala dosa yang kulakukan
tersenyumlah walau sekejap saja
meski dosaku seperti buih di lautan

wahai sang pemilik malam
malam ini tak disambut tasbihku
izinkan umurku ada esoknya
tuk mengetuk mihrab-Mu kembali
bertamu di malam-malam berikutnya

berharap,
tampakkan wajah-Mu wahai kekasih
walau sekejap saja, tak lama menatap-Mu
sebab, hadir-Mu membakar matahari
menyalakan mata hati

jangan biarkan tasbih cintaku lara
merugi sujud tak diterima
karena wajah-Mu tak merupa
wajah nan teragung tiada duanya
ia adalah awas bukan cahaya

HR RoS
Jakarta, 30,04,17





KEMATIAN KIAN MENDEKAT
Romy Sastra II


tamu itu pasti terjadi
menyapa raga dan jiwa ini
mengakhiri semua cerita
menutup gita

ketika ruh akan pergi
tubuh terbujur kaku
jangan ada derai air mata
untuk menempuh jalan kematian
digiring el-maut
dalam ketakutan yang tak terkira

duhh, diri
tamu misteri yang tak kenal waktu
ia bertamu
mencabut ruh dari badan
menghantar ruh ke jalan keabadian
ke telaga siksa ataukah cinta

jasad terbalut kain kafan
bangkai tertanam dalam lumpur
semua para pengiring keranda kan berlalu
pengap di dinding papan
jasad menunggu siksaan
Hancur bias ditelan waktu
nisan-nisan berdebu
padang ilalang kerontang
kamboja pun berguguran jatuh ke bumi
sepi

tiada gelap yang lebih gelap dari gelap
dalam kuburan itu
tiada sunyi yang lebih sunyi dari sunyi
di bawah nisan itu

pusara kan menjadi saksi
di lintasan dunia seperti lembah mimpi
dari hidup yang berpesta pora
lengah pada kematian abadi

mmm ...
bila ruh pergi
Tuhan meridhoi memanggil kematian
kunanti dikau amal rinduku
di telaga cinta
di singgasana jannah
adakah dikau tersisa amalku
ataukah hampa
entahlah, rahasia

HR RoS
Jakarta, 28,04,17





PELACUR-PELACUR NEGERIKU
Karya Romy Sastra II


kembang kantil bersolek di ujung mantera
kemenyan mengebul di bibir dukun
terurai asap di atas ubun
wangi menyeruak di sekujur tubuh
bila malam menyapa mistik
mantra asmaradana menggoda arjuna
arjuna liar di kota metropolis
mucikari-mucikari bak selebritis
berdandan cantik berkawan iblis

pecandu malam pulang malam
wahai pelacur-pelacur negeriku
kau perusak generasi bangsa ini
tubuhmu yang sintal berambut emas
mewangi bak kembang melati
lenggak-lenggok gemulai di trotoar jalanan
senyum menggoda mencari mangsa
memikat si hidung belang di dalam mercy

kau pelacur negeriku
negeri ini gersang
bak ilalang di tengah padang
generasi tak lagi punya pegangan
iman zaman tergadai oleh kemolekan

di diskotik night club kau asyik
malammu berfantasi ekstasi
disorot lampu disco seantero pesta
pesta malam bergoyang erotis
kau lunglai menjelang pagi
berkawan whisky tak sadar diri
memanglah kau tak tahu diri

HR RoS
Jakarta, 28,04,17





#Repost
PROSA PERIHNYA NOKTAH
Karya Romy Sastra II


Suamiku,
telah kau tinggalkan aku
pada noktah yang kau buat rapuh
yang dulu pernah membaja
masa di awal pernikahan kita
ketika tubuhku masih muda.

Kini kau pergi tak pernah kembali lagi
benih cinta yang kau titipkan di rahimku
telah tumbuh dewasa, belia sudah.

Ia menamparku dalam celoteh pilu.
"Ibu?" ke mana ayah tiada lagi bersama kita?
Aku rindu ayah, Ibu. Pertanyaan lirih dari gadis kecil memilukan segala nadi.

"Ahh, anakku..." sapaanmu, buah hatiku.
Desah rasa ini, luruh tuntutan rindu seorang anak nan lugu, sebak menikam jantung.
kenapa kau bangunkan lara Ibu yang telah terkurung sunyi, oh, anakku?"

Kugumam isak berlari ke kamar kecil meninggalkan si mungil lepas dari pangkuan. Diam menyendiri sedih dengan tatapan kosong, seperti dendam tak berkesudahan kepada noktah yang ternoda.

Tatapan gadis kecilku, jauh lebih pilu lagibmerindui ayah yang tak pernah pulang, pernah titipkan pesan belikan boneka lucu buat teman tidurnya, di kala kepergian alasan sesaat saja, nyatanya, ahh....

Oh, anakku
aku tak ingin engkau tahu, ada hal yang telah berlaku antara Ibu dan Ayahmu, anakku.

"Tangis pecah tak tertahankan"

"Ibu ..., katakan!!"
di mana ayah kini berada?!
aku rindu ayah Ibu!"

Dengan muka yang tertutup malu terhadap buah hati sendiri, kupejam mata ini dalam-dalam, berharap pemberontakan dari si buah hatiku redam.

Pada kenyataan aku dan ayahnya,
pernah berulangkali terjadi pertengkaran tanpa sebab yang tak habis pikir,
entah apa kekuranganku oh, suamiku.
Lara teramat lara dalam bunga-bunga noktah tak berbuah bahagia bersamamu.

Kuremas-remas dada ini, sakit ..."
sakit begitu sakitnya noktah dinodai.

Aku peluk si gadis kecilku kembali, memohon kepada Ilahi Rabbi, jangan hukum anakku Tuhan dengan tirani karma dosa-dosa orang tuannya sendiri.
Kristal-kristal bening berkoloni di pipi, kuusap dan terus kuusap ia terus mengalir sendiri.

"Wahai, Suamiku?!
Aku ingin kita intropeksi diri
di mana letak runyamnya noktah kita. Pengabdianku teramat indah kepadamu selama ini.
Evaluasilah janji dulu lebih baik lagi, jangan ada dusta di antara kita
jika dikau ingin kembali lagi padaku,
sedangkan aku masih mencintaimu.

Daku berharap, pada madah prosa luka ini kau baca!
Anakmu menunggumu di rumah.
Seringkali kala senja, ia mengkhayalkan sesuatu yang tak kumengerti, entah apa yang ia lamunkan. Seakan ia merasa sesuatu yang berbeda gejolak rumah tangga saban hari, antara kau dan aku suamiku, tatapannya kosong pada cakrawala yang hampir tenggelam, seperti bermain pada bayangan Ayahnya, paranoid sudah.
Ia sambil memegang sebuah buku di beranda rumah, menulis tentang rindu,
pulanglah Ayah! Aku rindu Ayah.

"Kembalilah pulang suamiku!" Bangunlah kembali istana yang telah runtuh oleh badai ego di antara kita.
Maafku padamu, sekiranya kesilapan pernah terjadi dalam proses keutuhan noktah cinta kita, dan aku juga telah memaafkanmu, pada tragedi hati yang pernah terkoyak oleh waktu yang berlalu.

Lupakanlah godaan kilauan suasa yang menggoda rasa, ia bukan emas permata kepergianmu, mencari kesenangan sesaat dalam persembunyian sepimu,
yang belum tentu emas kau dulang pada bayangan kasih hinamu di sana.

Aku masih mencintaimu dalam doa, kusujudkan tubuh ini memanggil namamu, tuk kembali.
meski tubuh ini sudah tua dan layu,
aku masih menyimpan kilauan permata pada cinta yang setia
tak akan mencari penggantimu lagi, kembalilah pulang, oh, suamiku
aku dan anakmu menunggumu di rumah.

HR RoS
Jakarta, 04092016





#Repost
SI MISKIN JATUH CINTA
By Romy Sastra II


sketsa cinta sudah terbingkai kaca
kupandang ia tak teraba
lorong waktu menikam pilu, aksara yang kutinta dalam bayangan rindu, kala sepi, mengkhayal tentang masa lalu, melukis seraut wajah di ujung jalan itu

dekade cinta yang kujumpai di rambang senja, ketika kau menatapku, tatapanmu menyeruak ke dalam dada
bunga-bunga berputik di taman hati, bahagianya aku

tak berapa lama bunga merayu, berputik seketika layu jatuh ke bumi, kau tergoda warna pelangi di taman nirwana si kumbang jati, seketika wibawaku runtuh
kau dan aku memang strata yang jauh berbeda, dikau permata istana dari keluarga berada, sedangkan aku orang yang tak punya, ingin memiliki putri mayang, terhalang dinding pemisah, semua keluargamu menghinaku, tertuduh tak tahu diri, kututup seraut wajah menyimpan malu, ahh... malu

mmm....
sengketa rasa tercabik tak berdarah, bak kolosal kisah bratayuda mencintaimu, yang tega merobek sutra yang kuberi, dianggap perca yang tak berharga, kuterima dengan hiba meski pahit dirasa, ia adalah penghinaan terhadap kasta sudra hidupku

lara... berapa lama aku tercabar maruah, wahai tangis hati,
kau lukis bulir di pipi
kekasih yang pergi memilih jalan permadani
tinggalkan memori luka teramat pedih,
ah... cinta,
kau buaian mimpi-mimpi indah saja

pada selaksa kisi-kisi malam berselimut sepi menyendiri, dikawani kunang-kunang tak menerangi, sedangkan rembulan pun enggan titipkan senyuman
mengintip malu di balik awan

"aahh..., angan, buah khayalan
jangan bermain harapan
sadarlah, kau si miskin bermukim di tepi mimpi
tak tahu diri, memikat sebuah hati dengan bayang-bayang malu mencintai kekasih, bertepuk sebelah tangan

ketika malam sadarku bersemayam, akankah realiti cinta terjamah ke sebuah noktah, lama sudah harapan didamba, tak menjadi kenyataan sia-sia saja si miskin mencintai, tak sadar diri dan tak tahu diri

wahai seraut mimpi yang di sana
jangan bermain bayangan kasih, jikalau jemari indahmu kau hiasi ke lain hati, jauh sangat kaki ini melangkah mengejarmu, kau bermain sayang di ujung bibir cinta sejati kau buang, kau berkasih mesra bersama yang baru, rasa ini teriming-imingi opera hati, kini aku terluka
miris terjajah lara dalam opera cinta, terhina oleh kepalsuan janji
ke manakah arah jalan kan kutempuh, semuanya jalan itu buntu

ya, aku si miskin orang yang tak punya, mencintai anak yang berada
modalku hanya ..."
bingkai-bingkai cinta yang rela
tetap juga tak berarti bagimu dan keluargamu
aku pasrah,
jika nasib tak berpihak pada sudra
yakinku, mentari esok masih menyinari
mencoba tuk menata hati kembali
mencintai kekasih yang biasa-biasa saja
kenangan pahit,
janganlah terulang lagi

HR RoS
Jakarta 01-09-2016





#Repost Prosa
KEMBALILAH ANAKKU
Karya: Romy Sastra II


"Umi...??" anakku.
Kalau kau pergi merantau ke tanah seberang, sukses tidak suksesnya jangan lupa pesan Ibu ya?!
Pesan itu, adalah pesan Ibu kandung Umi, semasa ia hendak merantau ke tanah Jawa.
jagalah sholat dan kesehatanmu,
pandai-pandailah bergaul dan baik-baik saja di negeri orang ya, nak?!
Kelak ibumu sudah tua, hiduplah di kampung halaman. Bawa anak-anak dan suamimu nanti pulang ke rumah kembali.
Ibu akan selalu berdoa untukmu.
Walau kau tak membawa emas berlian dari rantau, kampung halaman tetaplah intan permata, oh, anakku.
Dan surga itu, berada di bawah telapak kaki Ibumu ini, Umi.

******

Sedangkan Abi, adalah suami dari Umi.
Mereka telah dikaruniai tiga orang anak, dua orang anak perempuan yang cantik, dan satunya lagi lelaki yang tampan.

"Abi bertanya kepada umi"

"Umi? Hidup ini tidak sekedar makan dan mencari kekayaan semata.
Akan tetapi di sisi lain, akidah memanggil umat untuk menegakkan panji-panji khilaffah yang telah berdiri di Irak dan Syiria sana, Umi.

Umi terdiam,
perlahan suaranya bangkit menengadah ke wajah sang suami dengan pasti.

Ya, Abi..."
ketika panggilan jihad datang terhadapmu, wahai Abi.
Abi akan pergi membela panji ISIS, Umi merelakan Abi mati syahid di tengah pertempuran.
Walaupun aroma darah kematian telah Umi rasakan, dari keringat Abi, bagi Umi itu adalah wangi kesturi surgawi.
Keyakinan sang jihadah yang teguh dari pengaruh ISIS selama ini, ia telah terdoktrin aliran Islam ekstrim dalam kelompok pengajiannya.
"Mmmm..." ironis.

Paham ekstrim itu merasuki jiwa sang syahidah di negeri sendiri.
Seakan tekad baja, keyakinan yang telah terdoktrin pemahaman propaganda itu adalah khilaffah yang benar-benar berada di jalan Allah.

"Na'uzubillah minzalik"

Bagi mereka itu adalah jalan yang mulia.

Sang jihadis akhirnya pergi ke medan tempur, tak berapa lama, Abi dikabarkan tewas ke tanah air.

Selang beberapa bulan, akhirnya Umi dan ketiga anak-anaknya menyusul ke Syiria, secara diam-diam. Ia diajak oleh kelompok ISIS yang lainnya menuju Syiria. Dan telah berada di salah satu sudut kota negeri rampasan ISIS.
Padahal, Umi berniaga di pusat grosir Tanah Abang, yang cukup menjanjikan masa depan buat ia dan anak-anaknya kelak dewasa.

******

Ya, Umi. Sapa Aminah dalam tanya? yang belum sepenuhnya mengerti akan sepak terjang Abinya selama ini.
Aminah adalah anak kedua dari Umi, Ibu kandungnya sendiri.
Sedangkan yang lelaki si sulung hanya asyik membaca buku-buku peninggalan Abinya, dan yang bungsu belum tau apa-apa akan persoalan demi persoalan hidup orang tuanya, karena sibuk mengaji dan mengaji.
Aminah bertanya lagi,
"Umi? Kita berada di Jakarta berniaga cukuplah sukses, sebagai agen/grosir pakaian di pertokoan Tanah Abang, telah dicukupi segala kebutuhan kita, Umi. Serta keperluan lainnya.
Kenapa kita harus ada di sini di negeri yang penuh gejolak ini, Aminah takut Umi?"

Anakku?" dengarkan Umi ya!"
Kita ada di negeri yang diberkahi ini nak.
Abi kita gugur di sini, dan kita akan menyusul Abi sewaktu-waktu anakku.
Soal keperluan kita sehari-hari
bahkan kematian kita nanti di sini adalah surga, dan surga itu pun dijanjikan oleh pakem khilafah jihadah ini. Berdasarkan hukum-hukum khilafah jihad, dan harapan masa-depan hidup kita ada di tangan penguasa ISIS, janjinya nak.

Tapi, Aminah rindu akan tanah air kita Umi, serasa batin Aminah ingin pulang saja menemui nenek yang jauh di Indonesia.

Abi dan Umi berniaga yang lumayan sukses.
Kenapa Abi pergi menumpahkan darah yang sia-sia saja, kini Abi telah tiada, entah di surga mana Abi berada kini, oh, Umi?"
Uminya terdiam, sesekali ia melirik jauh ke halaman barak-barak jihad yang berpasir, seperti menutup rahasia yang penuh misteri dari doktrin jejak dakwah Abinya selama ini. "Ahh... kau terlalu polos nak, terlalu suci untuk korban di sini, berlabel mati syahid. Air mata Uminya deras mengalir.

Air mata seorang Ibu yang penuh kebimbangan hidup dan akidah yang mulia, gundah oleh pertanyaan Aminah anak kedua mereka yang sangat cerdas itu.

Jauh di sudut rasa, gejolak bak anak singa maju ke hutan belantara, berburu rusa demi harga diri sebagai penguasa rimba alam raya. Tepatnya di gurun padang pasir, yang dia tak tahu sesungguhnya medan yang ia tempuh, untuk berjihad di kelompok ISIS sendiri.

Abinya telah dulu pergi meninggalkan keluarga anak dan istri tercinta semenjak anak dan istrinya di tanah air.

******

"Flashback"
( sebelum kepergian Umi ke Syiria)

Dengan ucapan takbir, Allahu akbar!!!
Abinya pergi dari Indonesia menuju Syiria.

Selang berapa lama, warta mengudara dari Timur Tengah.
Abi tewas di medan tempur sebagai jihad mati syahid.
"Mmmm... berita itu menggemparkan keluarga Abi.

Semua sanak saudara menangisi kematian Abi,
Umi datang dengan suara perlahan, jangan tangisi suamiku wahai familyku semua.
Abi telah berada di surga Allah, telah bertemu dengan ruh-ruh jihadis lainnya, dan telah bersama bidadari-bidadari surga, ikhlaskanlah kematiannya, Abiku itu!
Sedangkan Umi, istri dari Abi yang gugur itu tak sama sekali meneteskan air matanya, menampakkan ketegeran keyakinan akan kematian Abinya yang telah mulia sebagai syahid.

Semua keluarga dalam berkabung terdiam dengan keteguhan isteri tercinta Abi. Si istri jihadis, Umi.
Sedangkan anak-anaknya hanya sesesungukkan di sudut rumah karena kematian Abinya.

Selang berapa bulan kemudian
Umi menghilang dari kabar,
sanak saudara pada bertanya-tanya.
Kalau Umi telah meninggalkan semua kehidupannya di kota Jakarta, termasuk perniagaan yang ia rintis dari jerih payahnya selama ini.
Bak ditelan bumi, Umi pergi di kegelapaan malam bergabung ke markas kelompok ISIS.
Testimoni Umi, dalam akun yang kami simak. Mereka berbahagia di sebuah negeri yang diberkahi katanya.

Ironis,

Ibu yang di kampung halamannya sendiri tak lagi dia rindukan, bahkan air mata sang ibu tak berhenti menetes akan keberadaan nasib sang anak dan ketiga cucunya yang ia risaukan selama ini.
Badan sudah kurus kering wajah keriput menua merindukan si anak tak pernah kembali semenjak kabar kematian si Abi suaminya.

Ibumu, berbalut selendang usang yang dia sandang di bahunya, telah lusuh membasuh luka yang tak berdarah, dalam keringat berurai air mata, menatap potret anak tersayang di dinding rumah.
Anakku, pelitamu hampir padam
senja telah di tepi ngarai nak.
Pulanglah sayang!!!

Ahh..."
Aku di sini, sebagai penulis bersama keluargamu Umi, menukilkan hiba pada sanak saudara di sana,
pelajarilah dengan seksama konsep organisasi yang jelas-jelas terhakimi oleh dunia sebagai teroris!! Negara kita dan dunia Islamnya bukan thagut dan bodoh.
Dan kelompok Islam menilai bahwa ISIS adalah bentukkan propaganda untuk mengambil kesempatan kekisruhan antara Suni dan Syiah di Timur-Tengah, dan merampas ladang-ladang minyak, yang ia gunakan untuk proyek kehidupannya serta biaya ongkos perang berkoloni dengan para sekutu-sekutunya, analisisku.

Aku suluh asap, bukan maksud membakar jerami di ladang singa berdiri.
Tapi hanya sekedar menyampaikan rintihan ibunda Umi di sini, di kampungmu. Kalau ibundamu sudah tua, tak berhenti-berhenti menangis,
pilu akan nasib permata yang diharapkan dari kecil itu.
Kembalilah Umi, ke Indonesia!!

Ibu cemas menantimu bersama ayahmu.
Kami ingin memelukmu kembali meski Abimu telah tiada.
pulanglah nak" bersama cucu-cucuku.
Bahwasanya rumahmu dan di telapak kaki ibumu kau mengabdi, adalah surga yang sesungguhnya di dunia ini.
Ingatlah pesan ibundamu dulu, ketika kau akan pergi merantau.
Bukalah nurani yang terbingkai di dadamu itu.

Kenapa tanah berpasir kau rindukan, padahal belum tentu jihadmu itu adalah surga yang kau rindui, meski tubuhmu berbalut sunah. Pahamilah nak, dengan akal pikiran serta jiwamu akan langkahmu itu. Benarkah perjalananmu jihad fisabilillah mati langsung masuk surga.

"Aaahhh...." anakku Umi?"
Lebih baik mati terhormat bernisan bernama di tanah merah
di samping ibumu nanti.
Daripada mati sia-sia di sana, tak bernisan, yang akan berselimut debu ditiup angin-angin lalu.

Rintihan ibunda sang jihadah

HR RoS
Jakarta, 26- Agustus 2016

"Prosa seorang Ibu merindukan anaknya tuk segera pulang di medan Jihad"





DESTINASI HAKIKI
Romy Sastra II


berkabut sebak, jejak luruh dalam bayangan tak terpijak
tatapan tajam menatap celah
memilah garis rasa
lurus tak tercela
aku raba doa menyingkap sukma
mati di dalam hidup
jantung bergerak nadi bergetar
alam sunyi menepi
hening bak lonceng berbunyi dalam bashiran, sami'an ilallah

fana....

tubuh halus menembus kosmik alam diri
menatap segara riak berwarna,
menggodaku
sampai di sini keindahan-Nya
godaan itu,
ia adalah nafsuku
aku berlari meninggalkan jejak abstrak
dalam tarikh napasku tahan,
tak ingin tergoda dalam kancah warna

destinasi imanku melaju
dalam perjalanan pikir akal dan nafsu
meninggalkan rona semu
akliq nakliq fitrah itu
lebur berbaur ke kolam rasa
menuju awas tak berujung,
tak bertempat,
bening tak berwarna lagi

lingga saliraku kaku dalam yoga zikra
pentauhidan itu melaju menuju tauhid destinasi yang hakiki
tak berwujud,
kepada maha jiwa
bayanganku sirna, yang ada adalah, IA.... makrifat itu

HR RoS
Jakarta,25,04,17





#repost
MONOLOG NASEHAT DIRI
Romy Sastra II


kicauan nan manis bak burung bernyanyi
tak berparung memaksa bersiul
khutbah terhormat seperti dewa mabuk
jubah indah bersolek duniawi
sayangnya tak bermaruah pada langit

mengintip cinta di malam hari
bagaikan kunang-kunang menari
melayang kerlipnya seketika padam
di mana rindu bersembunyi
sedangkan ruang diri tak pernah dibuka
yang ada kelam
terpesona saja pada godaan

biarlah hasrat impian terkikis
dibawa oleh debu-debu berterbangan
relakan melepas kepalsuan rindu
lebih baik berkubangan dalam lumpur hidup
menatap kesucian
mencoba tak jahat pada kenangan

rasa nan jujur adalah guru batin pada diri
menyilami makna jiwa yang suci
membuang jauh-jauh prasangka buruk
tak membuat cela
hidangkan seuntai sajak semoga dicerna
berharap tak dicampakkan begitu saja

uhh... jangan sia-sia beo berkicau
kepada si dungu memamah bisu
lebih baik berkaca pada malu
tak rusak sejarah ditorehkan

ego diri bagaikan resi dewa dewi
seakan sabda merasa telah fitrah
percuma terlahir jadi manusia
tak mampu memahami arti diri sendiri

hanya setetes darah hina yang dibanggakan
itu pun tertitipkan sementara

ohh, diri

diri seakan alimin
berkopiah tak bermakhota ilmu

ohh, dungu

diri seakan halimah
tak bertudung tiada malu masih sok tahu

"uhh...,

berilmu tak berhikmah
berpayung tak berteduh
berharta tapi tak bersedekah
bersedekah tapi tak rela
memberi selalu pamrih
berwibawa gagah tak berkharisma
cantik rupawan tak menawan
hidup tak bertujuan lunglai di tepi jalan
makan lahap tak kenyang berserakan
beragama label indentiti semata
berilmu tak mampu mewejang aksara
selalu dahaga,
meminum tirta kalimah tak bertuah
beribadah seakan sudah tahu jalanya surge

"aahhh..., nistanya

berlayar tak berdermaga
terombang-ambing di segara gamang dirasa
mendaki seakan tahu makna ketinggian
berjalan di yang datar tersandung
kesakitan
mengalir air ke hilir tak ke muara
berkaca diri tak nampak
terkilas wajah di cermin yang retak
diri bodoh seakan paham rahasia hati

duhh, diri

ke mana lara kan dibawa
sedangkan sakit sedikit saja menangis
tersenyum tak merekah
tertawa miring raut wajah melukis hiba

berpikirlah sesaat wahai diri
karena berpikir itu lebih baik
daripada beribadah berpuluh-puluh tahun lamanya
biar tak tersesat jalan
semoga dewasa diri dalam kearifan budi
arahkan langkah ke sebuah tujuan
biar tak sia-sia hidup dalam perjalanan

Seyogyanya, memahamilah dikau diri
walau sekejap saja

HR RoS
#Koreksi_cemooh_diri
Jakarta, 22-08-2016. 01:12





NAPAS DI UJUNG MAUT
Romy Sastra II


satu-satu rasul pergi
yang bersemayam di dalam diri
sebagai jembatan religi menemui Ilahi Rabbi
telah jauh jejak langkah melaju
torehkan seribu satu cerita
tentang fananya dunia
bahwa kematian pasti terjadi

runtuh sudah gunung Thursina
sentuhan lembut tak lagi hangat
langit-langit hambar tak lagi berasa
pendengaran tak lagi berdenging, tuli
lidah patah perigi kering, dahaga
netra melirik tatapan buta
el-maut masih dalam perjalanan hampir tiba
sekejap saja sudah berada di depan rumah

riuh membuncah ruh-ruh
penggoda datang silih berganti
menyuguhkan menu-menu surgawi
padahal fatamorgana saja
sang sakaratul maut gundah
selera makan lahap terasa
seperti lapar terbaik
lelah dan payah habis berlari haus sekali

di mana, dan ke mana arah jalan pulang
nan ditempuh tak tahu destinasi abadi
laknatullah merayu pada satu titik ruh
kembalilah kepadaku wahai si fulan
istana megah menantimu di sana
ayah bundamu merindukan selalu
ikutlah bersamaku
sambutlah jemari kasih ini
kau selamat dalam genggamanku
ternyata ia pengkhianat sejati
menggoda kematian religi di segala tubuh

pergulatan terhebat
bukan mencari sensasi gelar posisi duniawi
tetapi melawan segala penipuan
yang akan terlempar ke lembah marakhayangan
lembah kepiluan, penyesalan teragung
tunggu sajalah nanti
jika tak percaya pada larik-larik puisi ini

napas di ujung maut
pertempuran hitam dan putih
apakah terhempas ke lembah lara
atau pulang ke kampung halaman terindah
berpikirlah,
jalan mana kan kau lalui
hanya ilmu dan amal jawabannya

HR RoS
Jakarta, 24,4,17





#stanza
RINDU LARA DI SUDUT SENJA
Romy Sastra II


Semakin jauh kepergian mentari
Sesungguhnya, teriknya taklah padam
Ia ada pada mata hati menyinari jiwa
Redupnya sesaat, ada pelangi pengganti
Kilaunya sisakan sunset keemasan
Mentari adakala sembunyi bukan malu
Awan-awan petang menutupi langit
Bahwa pertanda siang akan berlalu

Tentang jingga menari bersama kupu-kupu
Rindu nan lara di sudut senja
Masih memetik asa pada aurora langit
Tegar berdiri meski sunyi
Berharap sang kejora merupa meski sekejap
Malam bercumbu rayu pada kerlip
Petiklah satu bintang!
Yang mampu menyinari malam-malam panjang

HR RoS
Jakarta, 23,04,2017





#septima
SADAR DIRI
Romy Sastra II


Laju layang-layang terbang melayang
Terbang tinggi jauh ke balik awan
Angan-angan hendak terbang ke bulan
Kaki di bumi terikat benang layangan
Impian diulit angan tak jadi kenyataan
Sadar diri, potret buram, cermin rusak
Lebih baik mengukur bayangan sebelum tumbang

Berkaca pada telapak tangan
Garis-garis nasib retak menyedihkan
Bukan tak percaya kepada suratan
Sesaat merenungi kisah hidup ke belakang, iqtibari
Ada misteri di depan mata menanti, sadari
Jangan lengah mendayung biduk bahtera
Sedangkan riak segara menyapa senja kian gamang

HR RoS
Jakarta, 22,04,2017





#Sektet
RA KARTINI
Romy Sastra II


Lilin itu memang tak nyala di rumah sendiri
Otak pribumi dijajah oleh kolonialis
Kartini terpasung dirantai di bilik sunyi
Sedangkan pijar menyala di sanubari
Generasi buta aksara dan hikmah
Dibodohi penjajah sejak dulu kala

Kartini bertanya pada kiyai
Di mana pintu langit berada
Kiyai terpana, resah
Mau menjabarkan pintu-pintu langit
Sayangnya, tangan kiyai terbelenggu Belanda
Bibir terkunci mewejang kalam

Kartini, kau bak pijar dari timur
Emansipasi wanita melawan penjajah
Negeri selama ini gelap, kau sang pencerah
Dari tinta hingga ke meja dakwah orasimu
Merdekakan kebodohan menuntut ilmu
Habis gelap terbitlah terang, semboyan itu

HR RoS
Jakarta, 21,04,2017





#Quint
JEJAK-JEJAK DIRI
By Romy Sastra II


Daun-daun berguguran
Seperti helai rambut berjatuhan
Jejak langkah hampir sampai di tujuan
Kapan lagi pengabdian ditunaikan
Sedangkan lilin hampir padam di telapak tangan

Ranting-ranting jatuh ke bumi
Seperti air mata membasahi pipi
Jejak hari kian menepi
Kapan lagi sujudkan diri
Sedangkan kematian sebuah misteri

Tunas-tunas enggan tumbuh
Seperti kulit ari hampir lusuh
Jejak tak terpijak kian rusuh
Kapan lagi bersimpuh
Sedangkan el-maut akan mencabut ruh

Tanah-tanah subur disirami hujan
Seperti peluh berembun di atas daun
Jejak religi tunaikan
Kapan lagi hidup mengenal Tuhan
Sedangkan pintu surga selalu terbuka jalan

Jiwa-jiwa yang tenang tersenyum indah
Seperti musafir mencari cinta
Jejak sufi berkelana bersama jiwa
Kapan lagi berjubah rela
Sedangkan ilmu dan amal kunci ibadah

HR RoS
Jakarta, 21,04,2017





#kwatrin
MONOLOG KACA DIRI
By Romy Sastra II


Bermain rindu pada kunang-kunang
Kerlipnya sekejap redup menghilang
Bercintalah sepenuh hati pada yang tersayang
Raih kekasih dengan kasih saying

Bersolek pada bayangan silam
Rupa abstrak fatamorgana kelam
Bercermin pada rasa dan jiwa
Biarkan akal mencari jawaban terindah

Jangan berkaca pada riak ego memandu
Kan terjatuh di kolam berlumpur, malu
berkaca pada cermin nan retak
wajah rancak nampak berserak

Mengukur diri jangan pada bayangan mimpi
Sedangkan mimpi adalah bayangan ilusi
Takkan didapatkan jawaban nan pasti
Semakin dikejar ia semakin berlari

Tersenyumlah sedikit pada nasib
Meski himpitan kian menjerit
Jangan biarkan otak menjadi sakit
Dunia ini tidaklah sempit

Singsingkan lengan hadapi dunia
Jangan lari dari kenyataan yang ada
Kehidupan ini berlanjut di depan mata
Jangan berhenti sebelum finish tiba

Tataplah dermaga jiwa
Layaran berlabuh membawa sukma
Jangan layu mata menatap cinta
Mentari batin tak pernah redup menyinarinya

HR RoS
Jkt, 20,04,2017





#Tarzina
DEMOKRASI DAMAI
By Romy Sastra II


Siang tadi pesta di kotaku terjadi
Pesta di panggung demokrasi
Damai sekali

Demokrasi potret perubahan
Jangan tuan-tuan gontok-gontokan
Malu sama anak kecil jadi tontonan

Pilkada, Pemilihan Kepala Daerah
Yang menang jangan bangga
Ingat janji-janji jangan lupa

Ketika janji tuan tepati
Kami angkat tuan kembali
Jadilah pemimpin yang berbakti

Kalau tuan korupsi lupa amanah
Jangan salahkan alam murka
Kukutuk tuan masuk penjara

Jadilah pemimpin berwibawa
Disayang oleh sesama
Kuanggap dikau manusia setengah dewa

Putih jangan jadi abu-abu
Abu adalah debu
Jangan buat malu

HR RoS
Jakarta, 19,04,17





#Distikon
SINOPSIS KISAH KASIH
Romy Sastra II


Boleh bersedih jangan menangis
Rasa hiba bunga jiwa yang manis

Boleh saja berduka jangan biarkan hati resah
Sedangkan kisah adalah guru terindah

Bernyanyilah menghibur diri
Bunga-bunga yang layu semoga bersemi

Bercerita tentang lembaran usang
Semoga impian silam terkenang

Bayu membawa kabar rindu
Diam tak berbisik menjadi bisu

Sinopsis kisah kasih dendam tak sudah
Mimpi-mimpi cinta jadi cerita lara

HR RoS
Jakarta, 18,04,17





INTRIK-INTRIK JANGKRIK
Romy Sastra II

dua hari lagi
anak-anak kecil
bermain di kamar sempit

intrik-intrik licik
kendali otak sakit
hipokrit abaikan demokrasi

pasang kuda-kuda
gerilya cari mangsa
coblos pilihan pilkada ibukota

saling sikat sikut
menjatuhkan lawan
hakikatnya kau pun bersaudara

kenapa selimut kotor
kau pakai berpesta
kami bukan bodoh mengawal kinerja

jangkrik genggong
obral janji tuk negeri
membenahi alasan kemajuan

padahal oportunis saja
hajatmu terselubung noda
pesta-pesta borjou di tengah kota

anak-anak kecil dungu
siulan jangkrik dipercaya
nanti rumahmu digusur juga

pilihlah aku
karena aku mampu
membuat perubahan kota

perubahan apa
ya, perubahan kata
dari kata penggusuran, ke penertiban

Hahahahaha....

HR RoS
Jakarta, 17,04,2017





SIULAN BISU KEPADA NONA
By Romy Sastra II


sang bayu melaju membawa rindu
tentang senja telah berlalu
di segara riak kirimkan ombak ke bibir pantai
pasir menyambut tarian buih gemulai

imaji menempuh destinasi suatu hati
camar-camar nyanyikan kedamaian
tentang malam enggan purnama
rinduku telah tiba di awal malam
sedangkan langit masih saja berawan
nun kerlip kejora mulai bermain cinta
bercumbu mesra di dada langit
seketika ia pun tenggelam
impian rinduku dibuai bayang-bayang
seperti bertepuk sebelah tangan

aku teringat kepada nona
yang kukenal siang tadi
entah mimpi ataukah ilusi bermain hari
rasanya tidak,
aku menyapanya dengan senyum mesra
bersiul manja,
dikau tak menoleh sama sekali

ah,
memang siulanku tak bernada
aku mencumbuimu lewat rasa
pantas saja dikau tak tersentuh
rayuanku bisu karena lidah kelu, malu
takut dikau menolak bunga pemberianku
memang bunga pemberian dariku
hanya puisi

tentang rindu tertitip di ranting kering
daun-daun enggan tumbuh
sedangkan siklus telah berganti
dari musim gugur ke musim semi

terimalah persembahan puisiku nona
meski dikau tak membalas sapaanku siang tadi
imaji kepada nona tak terurai
impian hatiku akhirnya tak sampai

HR RoS
Jkt, 13-04-2017





RASA ITU MURSYID DIRI
Romy Sastra II


kejujuran iman
keutamaan dalam detak jantung berpacu
mengejar langkah waktu
silih berganti datang dan pergi
denyut nadi mengiringi aliran laju

rasa diri di sekujur tubuh sutra surgawi
langit-langit rongga terminal rasa
ketika rasa memberi tahu
dialah mursyid diri itu

bila mursyid sejati dalam diri sunyi
rasa terhenti tubuh mati

ketika Jibril menyapa
datang membawah risalah Tuhannya
berhadapan di antara rasa dan mata hati
bersiap-siaplah
suatu saat nanti ia membawamu pergi
menyatukan kembali ke azali
sanggupi saja kedatangannya membawa ruh

sabda tuan guru penuntun jalan hakiki
berbisik pada bilik-bilik religi
seperti berada dalam goa Hira
membuka pintu-pintu arasy
dia hadir sebagai sahabat baik tak menipu

ketika tabir terbuka kerlip bertamu
sang utusan titip pesan
kenalilah dirimu selalu
jangan sampai tersesat jalan

pesan sabda,
kau akan tahu jalan Tuhanmu
di puncak rasa, ia maha rasa itu
sirri wa ana sirrahu

HR RoS
Jakarta 020517




BIBIT PENCINTA NAN AGUNG MENYESALI
Karya Romy Sastra II


azali cinta,
berjubah kasih mencurah rindu
pada kasta jiwa mengenal budi
antara terhijab dan nyata
tetap mendapatkan tempat berpayung rasa
kala hujan basah berselimut embun
andai kehausan,
panas bergelora kekeringan tersenyum
rumput-rumput bergoyang
lambaikan kedamaian
tertitip bayu merona syahdu
sempurnanya ciptaan Tuhanku

para pencinta nan agung
sampai saat ini masih memuji rindu, bertasbih
semenjak sabda tercipta
sedetik pun tak alpa

Tuhan ciptakan surga nan indah
fitrah maha kekasih 'tuk sang khalifah
Tuhan ciptakan neraka sebagai peringatan
anai-anai melubangi urat nadi
menyemai syahwat membuai tangkai
sepoi diayun bayu rayu, kebiri janji Ilahi
merayu menggoda rasa hina
pucuk-pucuk melambai tebarkan gairah
terpesona sudah dengan payet-payet indah

membuai asmara kasih
asyik memadu rindu
bak kumbang mengisap madu kembang
tak sadarkan diri,
terkutuk sudah dari Ilahi
menjerit menyesali tercampak ke mayapada
sepanjang tahun sepi seorang
lara hiba menghunus pedang doa
berlari di malam buta antara Safa dan Marwa
mengetuk pintu arasy sang Maha bermain dalang

doa dipanjatkan,
rabbanaa zolamnaa amfusanaa wailam taghfirlanaa watarhamnaa lanakunanna minal koosirin

duhai ... cinta, belahan jiwa
di manakah kini kau berada?"
kembalilah mengisi sepiku
tandus haus lara lelah mencarimu

Engkau Tuhan, yang kusembah
nan bersemayam dalam angan kedunguanku
hamba memohon, ampuni kesalahan kami
bodohnya hamba terlena tergerus goda Iblis

Engkau Tuhan, nan bertahta di jiwa ini
bukalah pintu rahmatMu kembali
hibalah,
hamba menyesali diri sepanjang hari
bersenandung lara, karena kesalahan ini
Engkau maha pengampun,
maka ampunilah kami

Engkau mencipta yang nyata dan yang batin
tak terpikirkan olehku
Engkau ada di hati ini
kenapa iman diri kulengahkan
memang, hamba telah tertipu rayu

sabda sang utusan uluk salam
kala fajar berseru"
wahai jiwa nan lara,
sujudkan ragamu menyapa tanah
meski tandus ia suci
cikal bakal terdirinya jasad itu

rengkuhlah doa debu-debu malam
bertayamum suci menyapu bulir yang menetes
buang jauh-jauh nebula rayu di pohon itu
dekaplah lafaz-lafaz hiba mohon ampun
biar tercurah kasih sayangNya

allahu akbar,
salam terucap kanan dan kiri
salamun kaulam mirrabirrahim
terbentang kembali keindahan semu
tentang tirani hidup,
akan membentang panjang,
sampai dunia ini tertutup

hadir sang kekasih yang dirindui
sang kekasih menyapa di antara fajar
fajar akan berlalu pergi
berganti pelita dunia
pertemuan membuncah haru
tangis rindu membangunkan fijar-fijar mentari
bibit dunia pencinta nan agung berbahagia
bertemu sudah pada yang didamba
berkasih mesra serasa tak ingin berpisah lagi 'tuk selamanya

#history_Adam_Hawa
HR RoS
Jakarta, 07,05,17





#kwatrin
IQTIBARI NASIB
By Romy Sastra II


Terlena pada pandangan pertama, purnama
Kisi-kisi malam membuai angan, pada kejora
Ilalang di tanah tandus, merindukan bahagia
Sedangkan rinai sama sekali, tak jua ada

Kupu-kupu di atas daun bermandi tangis
Sedih di daun layu, rintihan hidup histeris
Jeritan tak terdengar, menyentuh batin
Lolongan kepedihan lenyap terbawa angin

Oohh, koloni awan, sibakkan gumpalanmu
Jangan menutup langit nan membiru
Tersenyumlah iklim, biarkan si kecil berlari
Rotasi pancaroba masih menyimpan misteri

Bercermin pada kisah, bukalah pintu hati
Jangan bermain bayangan diri
Sadari langkah, seberapa jauh kaki berlari
Tetap yang dikejar hanyalah ilusi

Menyadari takdir adalah ibadah kepadaNya
Insafi sayap-sayap liarmu si rama-rama
Jangan tergoda pada dunia
Ada seribu satu jalan menuju bahagia

HR RoS
Jakarta, 06,05,17




#Kwatrin NISFU SYA'BAN
Romy Sastra II


Sunyi berkawan malam berdiam diri
Renungi jejak-jejak hari yang telah pergi
Teringat seribu satu noda membayangi
Bersemayam di dada ini

Tentang perjalanan malam sang Maha Raja
Rabbani turun ke langit dunia
Menebar kasih sayang dan ampunanNya
Heningkan diri mencari Maha cinta

Mahabbah di malam nifsu sya'ban
Catatan amal ditutup, saldo amal diperlihatkan
Setahun menyemai benih kebajikan
Adakah sampai catatan ke langit, ataukah tertumpah di lautan

Bulan purnama hadir menyapa
Menyaksikan Maha Raja membawa bejana
Kututup pijar mata ini kubuka kalbu
Persilakan sang Raja masuk pintu rumahku

Berkomat-kamit menghitung tasbih
Menunggu hadirnya sang kekasih
Hadir pada hati hamba-hamba yang bersih
Dia menemani jangan risau jangan bersedih

HR RoS
Jakarta, 12,05,17




SINOPSIS BUMI MANDE BA PUISI
Romy Sastra II


Painan central bandar anak nagari Pesisir Selatan, Sumatera Barat
"PANTAI CAROCOK" di tepi Kota kecil nan elok, berbenah, sejauh mata memandang dari bukit Langkisau ke samudera biru merupa wajah, pesona seperti Maladewa.
Pesisir Selatan adalah sejarah sebuah negeri jajahan kolonial diawali pada abad 16. Sang Kolonial datang mengintip dari tengah lautan akan membumi-hanguskan ranah pesisir, ditentang oleh raja-raja kecil di pedalaman, dalam history.

Pentas syair Bumi Mande Ba Puisi, irama diksi ditingkah riak seperti gelombang memecah karang di sepanjang mata memandang. Deburan menyisakan buih di "PASIR PUTIH" pantai Kambang. Ketika tarian camar di pantai Mande dihiasi sayap-sayap yang indah, seperti gadis pingitan rambut si mayang diterpa bayu, menyentuh kalbu. Zamrut "PANTAI MANDE" adalah destinasi objek wisata si raja Ampat kedua di Sumatera pantai yang perawan, menuai rasa bahagia yang menjamahnya.

Pesisir Selatan dititipkan cerita adat dan budaya Keturunan tuanku Perpatih Nan Sabatang dan tuanku Katemanggungan. Awal peradaban dimulai dari dataran tinggi Pariangan di bawah kaki gunung Marapi, kehidupan dan aturan dibentuk.
Seiring waktu dan zaman terus bergulir, seribu satu raja ( datuk ) tak beristana di tanah bunda menyebar ke seantero limpapeh rumah nan gadang di bumi Mande, sebagai pengawal, pelaksana aturan yang dipatuhi dari tirani tatanan adat bermula dari penghulu hingga ke istana Pagaruyung yang megah, mengiringi sosial kehidupan budaya dan religi titipkan aturan adat dan berjaya hingga ranah minang tak lapuk dengan hujan tak lekang dengan panas tirani adat yang absolut dalam sistem adat matriliniar.

Penghulu awal dari istana Pagaruyung Adityawarman, menata sistem adat dalam filosofi, "ADAT BERSANDI ALUR, ALUR BERSANDI PATUT" kearifan dari filosofi tangan raja tuanku Adityawarman. Adalah raja pertama istana ranahnya bumi Minang, sang panglima Majapahit berdarah Minang dan Jawa menjadi raja di tanah bunda.
Hingga filosofi adat berganti dari "ADAT BERSANDI SARA', SARA' BERSANDI KITABULLAH" oleh Ulama penyiar agama tauhid.
Tuanku Syekh Burhanuddin.

Pada "ISTANA MANDE RUBIAH" yang tercampak dari daratan kekuasaan tirani istana sebuah kisah dan legenda Paguruyung, kini MANDE damai di istana sederhana yang jauh di ujung Pesisir menyisihkan diri bukan tenggelam, tetapi ia diam. Mande Rubiah menyimpan misteri dan cerita nyata hingga kini.

" AIR TERJUN BAYANG SANI, air terjun yang eksotis bertingkat tujuh, tingginya menyentuh awan dan bulan, air nan menyejukan batin, dinginnya menusuk tulang dalam selimut kabut pada purnama nan bermegah, turunnya bidadari bermandi riang seperti kisah Nawang Wulan di tanah Jawa, tak terusik seperti Joko Tarub, di Bayang Sani cerita bidadari menyapa, tetapi putra Minang tak mencuri selendang sakti kelambu tubuh Nawang Wulan yang akan terjalinnya kisah-kasih antara bidadari dan lelaki sudra di bumi. Bayang Sani adalah destinasi objek wisata tempat pemandian dayang-dayang kayangan si bidadari turun dari langit. Ketika purnama menampakkan rupa di balik tirai malam dalam cerita rakyat tempo dulu sepertinya tenggelam sudah dalam zaman. Semogalah Destinasi objek wisata air terjun Bayang Sani dari rimba belantara berbenah dan terus berbenah.

"JEMBATAN AKAR" nan cantik objek wisata nan unik di muka bumi, adalah talian akar mengingkat kuat pilin memilin sebagai akses para petani melintasi ketika sungai mengalir deras tak terenangi pada air bah datang tiba-tiba.
Jembatan akar bermula oleh kearifan alam pada akar pohon beringin dan akar pohon kubang dijalin oleh Tuanku Pakieh Sokan di tahun 1890 dan dapat dilalui pada tahun 1916, sampai saat ini. Sehingga menjadi ikon wisata Pesisir selatan dalam destinasi wisata yang favourit dikunjungi.

Ada "BATU BIDUK" di daerah Lumpo yang tak kalah unik.
Dalam cerita rakyat, sebuah batu berbentuk perahu terbalik yang tak jauh dari air terjun, air yang sangat dingin dan tak pernah kering dalam sejarahnya.
Air terjun batu biduk pun memiliki objek wisata air terjun bertingkat tujuh hingga ke hulu rimba raya.

"PANTAI BATU KALANG" adalah pantai yang indah di daerah Tarusan, fisik pantai yang menarik seperti ala laskar pelangi di Bangka Belitung. Pantai dengan riak-riak santai tempat berjuntai melepas lelah dikelilingi bukit dan pantai berpasir yang disertai batu karang pemandangan seperti rumah-rumah tak berpenghuni di tepi lautan yang menghadang. Pantai batu kalang dalam zona pantai Mande raja Ampatnya Sumatera.
Ia sebuah desitinasi wisata yang indah tempat bermanja-manja. Dan ada lagi wisata gunung air terjun di pedalaman negeri Tarusan yang masih perawan.

Sangat gurih dan renyah berwisata di tanah Mande, masih banyak lagi zamrut-zamrut destinasi wisata yang belum digali dan belum banyak dikenal oleh insan petualang dunia wisata.

Pada sinopsis ini kutitipkan sekelumit pengetahuan tentang "BUMI MANDE KABUPATEN PESISIR SELATAN"
Pada syair ombak menari riak menepi menyapa rasa memadah diksi dengan tarian tinta berpuisi pada event yang berlangsung saat ini.

"SALAM BUMI MANDE BA PUISI"

HR RoS
Jakarta, 20, Mei, 2017





Kupinjam Alif-Lam-Mim-Mu Semalam
Karya Romy Sastra II


Satu aksara kalam pada tiga kalimah, 3 in 1

Alif al Hak
Lam utusan
Mim terangnya

Tersembunyi dan nyata
Hening tak berniat menuju destinasi dan sampai

Tak terabai seditik pun
Tak jauh Alif yang dituju, kenapa berpayah melaju

Kokoh berpadu bulat yakin pada tauhid
Langit tak acuh, pintunya terbuka lebar, selebar arasy terbentang
Bumi selalu tertindih tak risih pasrah di bawah langit meski ia akan runtuh seperti meteor menghujani dengan bara-bara api

Matilah sekejap dari duniawi, tenggelamkan nafsu
Pada akar terjuntai kasih sayang dalam belaian rahman rahim Tuhan
Menetes kasih tak terbilang
Tampunglah dalam pengabdian iman

Ia terjauh dan terdekat sekali, tak berjarak
Matahari keras memandang mayapada, membakari
Matahati menerangi diri tak pernah padam, menyinari selagi hayat dikandung badan

Duduklah di tilam lusuh
Berwudu' batin sucikan hati tak berdebu

Di sana dan di sini Alif berada
Di pijar-pijar batin cinta bertahta

Nun dalam pikir terpikirkan akan Mim
Penantiannya selalu menunggu kedatangan kekasih
Menyemai rindu dalam kyusuk, fanakan tahalli
Berjalan bersama takhali, ciptakan tajalli
Maka bercumbulah ruh dengan Maha Ruh
Mabuk dalam hidangan anggur cinta asyik bertasbih
Dari pencapaian peluh mendaki gunung-gunung dan lembah
Hingga berlayar di samudera terindah
Terdampar di dermaga sunah

Berjalanlah dengan Alif Lam Mim di dunia fana dan batin
Supaya tak tergoda dengan fatamorgana
Jangan tersesat jalan pulang
Tak tergoda iman dengan rayuan
Moleknya si buah kuldi di mata jalang ilusi
Hindari...!!

HR RoS
Jakarta,16,05,2017

Mengiringi syair " syekh Hamdani"





#Kwatrin
GELORA API
Romy Sastra II


Kobaran api di hati membakar lingga diri
Waspadai denging bersiul pada sami'
Gejolak mengintai di gerbang hari
Jangan bermain api, kan terbakar nanti

Membakar unggun menghasilkan abu
Tarian panas padam menyisakan debu
Harga diri mahal bertarung tak kenal malu
Seperti kurap-kurap anjing tak berbaju

Berkacalah pada jiwa
Di sana ada cahaya nan bermegah
Sauk tirta di telaga rasa
Berjalanlah diri dengan mutmainah

I'tibari sebatang lilin mencair, terbakar rela
Rela mencair lenyap tak bersisa
Demi menerangi kelam, meski temaram
Mahkota api tersenyum dalam diam

Adakala api sahabat berguna jika terkuasai
Duhai amarah, jangan berlebih-lebihan sekali
Sadari musuh tak jauh mengintai
Jika dibiarkan sengketa tersemai, konflik tertunai

Berkawanlah dengan api kecil tak membakari
Jadikan panasnya berkah menerangi
Untuk apa bermain air membanjiri
Hidup beriak bermandi tangis tersesali

Sahabat yang tenang adalah mutmainah
Sahabat yang tersesali, ia lawwamah
Hati-hatilah sahabat setengah baik, sufiah
Jauhi sahabat yang hina membakari, amarah

HR RoS
Jakarta,14,05,17





#Quotes


Transformasikan api menjadi cahaya, jika tak ingin terbakar oleh hujatan. Sedangkan panas silih berganti datang memanasi, kenapa terbakar?!

Tengoklah ke dalam diri!
Ada telaga jiwa yang mampu menyirami gersangnya jejak-jejak kaki berlari. Sedangkan hujan lambat sekali datang, kemaraunya hingga bertahun-tahun, sabar dan berdoalah!
Semoga gersang tersirami.

HR RoS
Jkt, 13,05,17





#KWATRIN
KEMATIAN HAK YANG KURINDU
Karya Romy Sastra II


Bias-bias pikir terkikis, pesimis
Gontai langkah diri menghalau ironis
Menggapai cinta Ilahi, mestilah optimis
Buang keraguan di dada tempat sarangnya Iblis

Dalam religi, aku pamit
Pergi berkelana ke alam yang tak sempit
Berkuda jiwa berkomat-kamit
Terbang melayang menuju langit

Aku pergi jauh dari pergulatan dunia
Meninggalkan seremonial cinta, mencari Maha cinta
Kutempa kearifan jiwa pada nafsu hina
Pergi memamah cinta dalam fananya sukma

Diri mengejar asa terkadang tersesat, menyesatkan
Pada rayuan dunia, yang sejati terlupakan
Menangis sedih mengingat kematian
Sedangkan el-maut masih dalam perjalanan

Bila malam-malam rindu duduk sendiri
Mencari kematian diri yang hakiki
Langit pat gulipat kututup rapat-rapat
Jangan ada nada-nada puji yang tersekat

Kebisingan sami' menggema, bak lonceng berbunyi
Asyik bersunyi membubung arasy lafaz terhenti
Hati berbisik bashir kututupi
Matilah aku di dalam sunyi

Alam malam dalam kegelapan
Hening menempuh kematian
Kematian di dalam kehidupan
Sungguh malam itu lebih baik dari malam seribu bulan

Berjalan bak kilat ke dinding misykat
Kupapah jiwa bersama rasa, mengikat kuat
Menyatu bersama unsurku dalam syahadat
Larut melebur ke istananing Dzat

Tak kubawa makhota mewah
Hanya menggendong sebait megah
Bergandeng tangan dengan rasulullah
berputar mengelilingi Baitullah

Tak dapat pelita di tungku perapian rasa
Tak kutemukan cahaya-Nya di sang surya
Tak menerangi lilin di milad usia
Tak pesona ceria di glamournya pesta

Pesta itu anggun tak berpenonton riuh
Sorotan lampu panggung silau menipu ruh
Karena sang opera pertunjukan dungu
Tertipu pada rindu-rindu semu

Sesungguhnya, aku menemukan cinta
Di dalam kematian rasa
Mati dalam hayat, bukan kifayah
Lenyap ke dalam fardhu 'ain, fitrah

Perjalanan sufi berakhir suci
Sebuah pertemuan realita cinta yang dicari
khair di kasyaf hati, wilayah rahmat ilmu laduni
bersama-Mu, aku bahagia sekali

HR RoS
Jakarta, 12,05,2017