RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 03 Mei 2017

Kumpulan Puisi Mahyaruddin - BAWA AKU


*bawa aku*
oleh, Mahyaruddin


wahai air kehidupan hanyutkan aku hingga bermuara di tengah telaga bahagia
tak mengapa kerikil cadas menghantamku
tak mengapa ranting duri mengoyak ku
karena aku tahu tempat kembali ku
aku kumbang kelana si musafir rindu
hampir tersungkur di tengah gurun
hampir tersesat di ladang kaktus
wahai bayu sayu bawa aku meniti sepi dengan lentera
tak mengapa gelap walau tersandung
tak mengapa hampa walau sesak
karena ku tahu tempat kembali ku
aku kumbang kelana si musafir rindu
mencari embun di kawah merapi
walau melepuh namun kukuh
mencari debu di tumpukan salju
beku namun syahdu
usir aku dari kelam malam
payungi aku dari garang siang
aku kumbang kelana si musafir rindu
mencari jejak di tengah rawa

aku masih mencari mu

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua
#teaterdermagabelawan





*Mimpi Kembali*
oleh, Mahyaruddin


ini ada sepenuh kasih yang aku punya
tersimpan masih rapi bersama harapan yang kira nya sama seperti harapmu
aku tak pernah tahu rupa mu
tubuh mu
tak juga aku tahu siapa engkau
atau pula tempat mu
aku hanya yakin
kau akan menjemput rindu ini dari hati ku
rindu kepunyaan mu
aku hanya tahu ada waktu saat dimana kau datang mengisi lubang jiwa ku
ini bukan sekedar harapan kaktus di tengah gurun akan hujan
namun harapan daun akan embun di tiap pagi

aku terus mencarimu bersama mimpi yang ku rajut sendiri
juga rindu yang tak habis ku pungut disela waktu yang
akan ku kalungkan padamu
aku tak punya banyak harta benda atau pula uang berjuta sebagai hadiah mu
namun aku punya cinta yang tak habis terkikis
aku juga punya rindu yang tak beku oleh waktu
juga kasih yang bersih
hingga sayang yang tak hilang atau pula lekang
datanglah dengan percaya yang penuh
karna kita adalah takdir

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua
#teaterdermagabelawan�





*Cinta Pertama*
oleh, Mahyaruddin


ada cinta yang membuatku selalu rindu untuk pulang

ada tatapan hangat mata yang indah penuh kasih saying

ada belaian lembut jemari tangan dalam tiap cerita

ada perempuan hebat yang selalu ku cinta

aku cinta akan engkau
mamak ku

aku tahu aku jauh dari berbakti kepadamu
aku tahu aku belum mampu membahagiakan mu
aku tahu ada mimpimu untuk ku
aku tahu ada bingkisan doa yang engkau sulam dalam tiap sujud mu untuk hadiah di tiap waktu ku
aku tahu aku tak banyak membuat senyum di bibir mu
aku tahu aku banyak menjadikan kecewa sebagai kawan mu
aku tahu aku sering mengores sakit pada hatimu
aku tahu engkau menangis untuk dan karna ku
aku tahu engkau risau akan aku
aku tahu banyak beban dalam pikiran mu atas aku
aku tahu aku tak seperti kawan kawan ku yang baik
aku tahu aku masih banyak menyimpan dosa kepada mu

maafkan aku

maafkan aku

aku cinta akan engkau
mamak ku

tak banyak yang bisa kujanjikan dan ku ucapkan padamu

aku hanya ingin engkau sehat dan tersenyum
bahagia di tiap waktu
melihatku memakai baju pengantin bersama anak mu yang baru
menantu mu yang selalu kau rindu hadir nya
aku hanya ingin engkau sehat selalu dan tersenyum bahagia dalam panjang usia

aku ingin memeluk mu
sebab aku selalu rindu

ampuni dosa ku

aku cinta akan engkau
mamak ku

aku cinta akan engkau

mamak ku

aku mencintai mu
mamak ku

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua�
#teaterdermagabelawan





*Mendung di Senja*
oleh, Mahyaruddin


mendung di senja
nikmati redup lazuardi petang
tak ada rona manja jingga
sedikit kelam terarak mega hitam
desah nafas pada sayup rindu menanti hujan
gontai pada cawan mimpi
aku masih merindu mu di tiap antara petang meski mendung atau juga cerah
dihela sela nafas
tertaut masih jelas pada seraut paras
rindu ku untuk mu masih tetap tegas

mendung di senja
antara rindu dan hujan
aku masih menunggu
engkau

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua�
#teaterdermagabelawan





*Lembar Kusam*
oleh, Mahyaruddin

bercerita pada pena untaian kisah terdengar kusam pada ruas ruas kertas separuh bersih
sedikit indah pada bait kata "jiwa" dan juga "hati"
sembunyi pada lari
ingin saja pergi
usia yang tak lagi dini
rentan pada sindiran lantaran keadaan
tolong
jangan lagi gaduh pada jiwa ku
terlalu banyak isi disini
di kepala dan hati

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua�
#teaterdermagabelawan





*Peluh Lalu*
oleh, Mahyaruddin


sudut luka
berdarah pada kenangan saat pertama asmara terkhianati bersama janji
ada hati bersimbah pasrah jengah entah kalah
ada jiwa merambah lelah pohon tanpa buah
bisu ku masih berteman iringan bisik masa silam
kaki yang tak mampu bangkit dengan cepat
sudah
sudah ku terangkan dahulu pada nya tentang lemah
lalu
pada bait janji pula terteguh harapan
namun adanya hilang pada cuaca yang tak berteman
hanyut sudah segala bekal pada perahu
tenggelam hingga dasar duka
tercekik mimpi nya si musafir rindu
pada rumpun karang yang meluka jiwa hingga nyata
tak ada penawar luka nya hingga sekarang meski cerita telah berlalu lama
saut ombak membawa ku bak bangkai pada tepi tepi parut hati
mencoba tertatih bermodal letih
berharap harapan pada nyiur nyiur yang menari tak tahu menahu
sungguh aku ingin berlari meninggalkan kalam ini
kalam penuh duri

sumpah saja aku
agar aku melupa mu

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua�
#teaterdermagabelawan





*Cermin Hidup*
oleh, Mahyaruddin


mataku masih sayu
rinduku masih juga semu
jariku kaku beku menyulam mimpi kembali
aku bosan berenang pada danau duri
aku letih pada sakit
entah itu pada asmara atau juga pada cerca yang kuterima
dari lawan atau juga kawan
atau tak ada kawan?

tidak

aku punya secarik cerita yang kau tak tahu apa apa tentang nya

aku punya untaian untaian diari
yang tentu saja tak ada yang bisa memahami nya

yhaa
tak ada

jika saja ada
aku tak akan berulang luka

rapuh belum juga sembuh
saat kudapati diri menyapa pada ramai namun tak ada sahutan hanya mata diam menoleh biasa

tidak

hidup nya tidak semudah itu
ada banyak cerita kusam pada cermin nya

cermin yang tak secerah cermin cermin di dekat nya

jika saja kau selam lebih dalam pada nya
mungkin saja kau akan diam dan tak lagi berteori tentang kemudahan mu sendiri

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua�
#teaterdermagabelawan





*Berkas Usang*
oleh, Mahyaruddin


berkas usang
masih berbingkai pada cerita cerita tak terang pada gurat di antara hati
mulutku masih saja berucap rindu pada bayang tak nyata
mataku masih saja mencari mencari ruang terang
ahh.,
entah sudah berapa lama terhenti pada remang ruang ruang
sejak pelita itu meninggal kan ku sendiri bersama janji dan mimpi yang tak terpenuhi
ia telah jadi lentera pangeran lain

aahh., sudahlah,
tak perlu lagi menggali mimpi yang telah belulang puing dalam kenangan
berkas usang
tertatam namun kadang tergali di antara musim luka bila terasa saat pintas pintas rasa melewatinya
berkas usang
ia telah tertanam lama
gelap tanpa cahaya
sesekali air mata menziarahi nya
namun untuk apa
tak ada guna
meski terhanyut atau tenggelam sekalipun
ia yang meninggalkan mu tak kan mungkin kembali
ia akan tetap tertanam disini bersama berkas using

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua�
#teaterdermagabelawan





*Belum ada Warna*
oleh, mahyaruddin


sebuah cerita
sebuah rasa pada ruas ruas daun kamboja
berkelok pada tebing tebing maya
ku genggam masih sepantas cinta untuk perempuan yang sudi nanti nya merambah pada hati ku yang kurasa sawang pun sudah berserak di antara sudut nya
juga ada seikat mayang pada wadah sederhana
yang di senja aku saban bertanya pada hilir harapan
adakah rindu untuk ku?

ini aku ada pada sayup angin di antara malam hingga kembali malam
serakan katup mimpi belum juga rapi
mata enggan bertanya tentang apa yang ia pandang
sebab masih sama seperti kemarin
belum ada warna

ada segenggam cinta yang pantas dan rindu juga ada pada wadah nya untuk perempuan nanti yang kira nya ia sudi berbagi arti pada hati

ada pada senja yang acap kali ku tanya
adakah yang merindukan ku?

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua�
#teaterdermagabelawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar