RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 27 Juni 2017

Kumpulan Puisi Untuk RUANG PEKERJA SENI


KADO UNTUK TUAN SASTRA
RUANG PEKERJA SENI TANJUNG BALAI
By Romy Sastra II


tuan
tiga tahun sudah jejak tinta kutorehkan ke persada maya, daku titipkan selarik kata di pucuk rasa menari pada kertas yang hampir lusuh, tintaku yang lama membisu kini kembali berbenah

kalau tidak karena tuan ada di sini, tak mungkin ada bingkai-bingkai sastraku di lemari mayamu, tuan kemas rapi

tuan
layaran tintaku selalu menepi tak ingin terlalu jauh berlayar bukan takut tenggelam, daku selalu mencari tempat keberadaan yang sunyi tuk memadah yang ada dan tiada, sebab tintaku masih mentah tuk dilarung ke samudera terjauh

tuan
di ruang pekerja seni ini kita tersenyum
usia boleh bertambah sisa umur kian berkurang, dan mati
sedangkan lemari seni ini tetap berjaya hingga beribu tahun lamanya, dikau menyusun rapi talenta-talenta sastra yang tuan kelola tanpa pamrih, justru senyuman mesra dikau hadiahkan kepada kami, tuan

di haul yang ke delapan ini kami tak mengirimkan kado-kado seremonial di ruang mayamu tuan, melainkan wejangan diksi-diksi basi kukirimkan di ruang seni yang tuan bina
meski tak berharga tinta ini kumadah saat ini, tapi ia akan menjadi sejarah sepeninggalku nanti di dunia ini, bersamamu tuan

selamat ulang tahun Grup
RUANG PEKERJA SENI
di bawah asuhan abangnda
Ahmed El Hasby semoga RPS berjaya selamanya

HR RoS
Jakarta, 060617. 03:00






💖 INDAHNYA BERSAMAMU RPS 💖
************************************


Setiap detik berlalu
Bertambah panjang langkah perjalanan
Semakin jauh jarak yang tertempuh dalam merajut butiran-butiran kosa
Pada dinding yang tertera
RPS.. Happy Milad yua 😘 🌹 😍

Dalam perjalanan mengais kata mengikat sajak dan puisi
Kami bagaikan anai-anai tanpa arah dan tuju
Kini adamu, bersamamu
Kami seolah menemukan tempat singgah
Yang terkemas rapi nan indah tanpa takut sang garong
Mencundangi hak cipta dan karya 😭 😍

Kaulah sang hero yang menawarkan kasih
Akan dekap rengkuhmu menjadikan kami satu
Dalam cupu manikmu
Tanpa bingung tertohok desir rasa kehilangan
dalam was-was jiwa
Pula tanpa takut sesat karya, yang sewaktu-waktu bisa di plagiat predator

RPS.. 🌹
Seucap kata yang paling indah
Yang dapat kupersembahkan untukmu
Bunga-bunga kasih tetaplah bermekaran di ruang nan indah ini
Sambung sinambung berjuta karya
Pula silaturahmi berjabat rasa-- 😍 🎈 💖

Hari jadimu munajat cinta kasih 💖
Doaku selalu bertasbih
Jayalah RPS
Perjalanan ini masih panjang
Mari kita terus berdendang karya

Ahmed El Hasby 🌹 💖
Indahnya yang indah
Adalah kasihmu yang menyatukan kami para pengais ilusi
Kau jadikan senandung klasik di ruang kerja seni
Sekuntum melati kusemat untukmu 🌹
Tetaplah merengkuh kami dalam semangat hakiki
Love you forever adik n RPS. 😎

Cepu. 6/6/2017
By RETNO RENGGANIS.
LOVE.. LOVE..LOVE..FOREVER 💖 💖 🌹 🌹 😍





*Untuk mu RPS*
oleh, Mahyaruddin


bait bait kata pada sketsa sastra kemarin terserak pada kertas kertas malang
hingga terlupa akal ku
sebab larik tiada bertemu wadah nya
lama masa berselang
hingga hampir lekang di ingatan juga jiwa ikut terkekang
waktu pula memburu mencari terang
hasrat pujangga mulai terbenam rindu
memaksa berlari mencari peti kesana kemari
tempat harta karun nya agar tesimpan rapi

hingga bertemulah jiwa pada bilah ruang nan megah
banyak syair syair indah padu padan
tertata pada tiap tiap dinding ruang nya
lahir dari tangan tangan ulung penyair penyair mahsyur
beruntung langkah bisa bertamu di rumah ini
pintu pula tiada terkunci
sungguh tuan rumah tiada bosan dalam jamuan
terima kasih daku ucapkan
telah kenankan bait demi bait coretan ku ikut di tata pada ruang istana dalam bingkai bingkai sastra
di rumah ini
di Ruang Pekerja Seni
Dirgahayu dirimu
Jayalah selalu dalam karya cipta
lahirkan sastra demi sastra dari jemari jemari ulung petarung karya pada kertas kertas dunia

Salam cinta satu jiwa
RPS sukses dan jaya

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua







SECUIL TERIMAKASIH
By : Puji Astuti


Baru terlahir aku yang melihat dunia
Belai kasih nan tulusmu menggenggam jemari
Menina bobok tuk menjaga lelap
Di kamar hangat yang penuh dekap

Di sini berjuta harap tersematkan
Larikan dan titisan aksara tertata indah
Melahirkan dimensi yang tak ternilai
Oleh perjuangan tanpa pamrih penuh kasih

Walaupun baru sekejap
Aku hadir dan bertandang
Namun begitu tenang ku terlelap
Tuk menciptakan karya yang selalu mencuat berulang-ulang

Met MILAD RPS..
Makasih tak terkata tuk mas Ahmed El Hasby
Kepedulianmu menjadi mutiara di hati kami para pendulang seni..
Jayalah selalu untuk menjadi yang terbaik di antara yang baik.
JOGJA, 6 Juni 2017





RUANG PEKERJA SENI


Disini ruang bebas berekspresi
Disini ruang indah berkumpulnya suara hati
Disini pula kata demi kata
Bait demi bait indah terangkai jadi puisi
Disini tempat kami para pengagum goresan pena nan indah
Penuh arti lukisan bahasa hati
Banyak sodara kan kita temui
Berbaur lewat barisan2 puitis sebuah puisi
Kepakkan sayapmu wahai Ruang pekerja seni
Temukan karya2 baru dr setiap insan yang berjiwa seni
Walau biasa tapi selalu mengena di hati
Walau sederhana tapi penuh makna
Walau tak terindah tapi penyemangat diri2 berpotensi
Wahai kawan,,,, teman yang paling setia adalah pena
Yang takkan berdusta pada setiap keluh kesah kita
Teman yang paleng jujur adalah barisan puisi curahan hati
Yang takkan pernah bohongi setiap resah gelisah diri ini
Menulis dapat menjadi terapi diri n hati
Menetralisir setiap gejolak di dada ini
Mampu mengungkap setiap kata yang tak mungkin terucap dari bibir ini
Selamat berkarya shobat RPS
Senang bisa menjadi bagian mu disini

Dezzta Deasya Dekkixx Boenga Reock
In colection
Ponorogo





JAYALAH RUANG PEKERJA SENI


telah ramai khalayak menorehkan tinta.
meski tiada nyata tertulis hanya maya.
bermacam peristiwa tertuang disini.
penuh makna dan erti kisah sejati.
walau sehelai rambutpun tak tersisih.
ada duka serta gembira berhias airmata.
hanya kalimat selamat termampu diucapkan.
disetiap musim hadirnya berbeza.
semoga jaya ruang pekerja seni.
bersama goresan kalimat yang syahdu.
usahlah berlalu bila tertiup bayu.
dipersada jiwa dinanti selalu.

by : zharif
surabaya





AHMED EL HASBY


Tadinya memang tidak terpikirkan olehku melanglang
Aku tersesat diruangan asing , milik seorang bintang
Sebuah ruangan penuh kata kata indah nan merangsang
Dibina pemuda Tanjung Balai , berpikiran cemerlang

Ahmed El Hasby , nama itu selalu mengiang
Membikin suaktu pilihan blog menantang
Membangkitkan adrenalin berkarya yang hampir hilang
Mewujudkan impian semasa muda , terkenang

Trimakasih kawan , tlah memberikan wadah seniman terbuang
Dari segala hiruk pikuknya kesibukan , tanpamu duniaku seakan gersang
Ruang Pekerja Seni , maha karyamu dihatiku terpampang
Sebagai simbol pemersatu seniman tuk berjuang


********************************************************
Mungkin hadiah kecil ini tidaklah seberapa , dibandingkan dedikasinya yang tlah memberika wadah bagi seniman merana , seperti saya...........

by : DEKY BUDI
Surabaya




RUANG PEKERJA SENI


Ruang indah penyejuk hati
Berhias taburan gemintang syair
Berhampar karya menginspirasi
Bernahkoda pria berkharisma dengan senyum sentiasa berseri
Abang Ahmed El Hasby Sang ketua yang sentiasa memotivasi

Kusadari hadirku belum begitu berarti ku belum mampu bersumbangsih
Namun ku betah disini
Sekiranya ku tak didiskriminasi

Oleh : Emmy Metamorfosa

111115





TESTIMONY KU TENTANG RPS


Ini sebuah pernyataan :
ketika jiwaku limbung
terkatung katung diawan bimbang , sedih, luka dan lara
kapal besar merangkul jiwaku,
seteguk demi seteguk dahagaku lepas,
sedikit demi sedikit bebanku meringan,
sejengkal demi sejengkal laraku terkelupas,
perlahan tapi pasti,
awan kegalauan sirna dari beranda nurani,
betapa banyak saudaraku diatas kapal itu,
warna warni pula pelanginya,
bercorak ragam penghias dirinya,
bahkan berbeda pula tutur tata kramanya,
malah banyak yang berbeda bahasanya,
tapi damai ada disana,
persamaan rasa ada disana,
keteduhan alam pikiran diwadahinya,
bermuara kesamudra kasih persahabatan seni,
setiap jiwa bertaut satu dengan lainnya,
sutra kebersamaan budaya Indonesia,
KAPAL ITU : RUANG PEKERJA SENI,
Nachodanya sang Maestro : Ahmed El Hasby,
sudah diarunginya Tujuh Samudra, Tujuh Benua
alangkah beruntung : AKU ADA DISANA....
TERUSLAH BERLAYAR RUANG PEKERJA SENI,
disamudra hidup dan kehidupan ini....
BRAVOO : RUANG PEKERJA SENI
BRAVOO : SAHABATKU AHMED EL HASBY....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring.-----------------------------------
-----Penumpang Kapal dari Makassar, Minggu Sore, 10 Juni 2012.-






MARI BERSUA DIGUBUK JANJI


Malam ini suasana bercerita warna ceria,
Senandung irama celoteh canda dan tawa bergema rasa,
Dekat tapi tidak bersinggungan,
Jauh namun tetap dihati...

Mereka adalah para Seniman Muda,
Diwajah terpahat rona bahagia,
Disini rumah mereka katanya,
Rumah tempat bertemu bukan sekedar bertamu...

Akh...
Cuma lima putaran rembulan kawan...!
Hanya lima edaran mentari sobat hati...!
Mari bersua di Gubuk Janji...
Merangkai dan mewarnai suara hati...
Disini...
Di Ranah RUANG PEKERJA SENI...
Tempat para Seniman melepas kreasi...

By : Wahyu Sumut Kembara
Rabu, 26 Desember 2012. ( Stand Ruang Pekerja Seni )
Tanjungbalai - Sumatera Utara.






RUANG PEKERJA SENI


maaf jika dindingmu penuh coretan kotor unek2ku
maaf jika dindingmu penuh goresan gambar ruang rasaku

dan maaf jika dindingmu penuh oleh bercak darah yang mengalir dari segumpal hatiku yang berlumuran sayatan duka

karena hanya didindingmu kubisa lemparkan semua sampah dalam benakku
menguras racun yang mencemari kemurnian hatiku

disini...
DiRuang pekerja seni
kubisa teriakkan kepedihanku
meski kadang sumbang dan menguap sirnah dihempas gelombang zaman...

Makasih karena telah membiarkanku
bersandar dipundakmu
mendengarkan rintih lirih nuraniku yang teraniaya hidup.

Masita shanti
Takalar-Sulawesi selatan
08-12-2013

……………..***……………





RUMAH IMPIAN

lama sudah kuberdiam diri
menbiarkan hujat dan caci maki dunia
bercengkrama dgn lirih isak tangis nurani yang semakin menyekat dada

Tuhan kulelah jadi benalu
kapan rumah impianku jadi nyata
kuingin rasakan khusyuk beribadah dirumahku sendiri
mendidik anak2ku dirumahku sendiri
dan membina rumah tanggaku dirumahku sendiri

tanpa campur tangan yang lain
tanpa aturan yang terasa memanggang jantung
dan memekakkan telingaku
dan membunuh karakterku

Tuhan wujudkanlah impian si lemah ini jadi nyata
kuingin punya rumah sendiri
Rumah idaman yang kuimpikan.
Amin...

Masita shanti
Takalar Sulawesi selatan
08-12-2013






SELAMAT ULANG TAHUN
YANG KE 5 TAHUN UNTUK RPS


Tiada ada kata yang mewakili rasa,,,
Dalam indahnya lentikan jari jemari nya,,
Walo tanpa kenal lelah dia lalui nya
Dengan ke ikhlas hati yang bergelora

Lelah letih lesu menghampiri nya,,
terkadang lupa makan itupun sudah biasa,,
Memberikan yang terbaik itu harapan nya
Menghasil kan karya sastra dari seluruh persada

Oh tinta ku,,,
Izinkan lah tulisan ini sebagai wakil nya
Izin kan lah kata ini sebagai penghubung nya
Izin kan lah ku ucap kan terima kasih yang tak terhingga,,
Pada mu ruang pekerja seni ku maff kan bila kukhilaf menulis kata

Di hari bahagia mu telah kau lahirkan penyair seluruh pelosok negri,,
Dari beraneka kiasan yang telah kau dapati tiap hari,,,
Semoga engkau selalu jaya dan abadi
Kepada seluruh.kru nya di berikan murah rejeki
Yang telah meluang kan waktu dan membantu kami
Tanpa mu aku tiada di sini
Semoga tuhan membalas kbaikan ini
Jaya selalu untuk ruang pekerja seni

BY SONIAA VERONICHA ITU AG
NDENOK PANDANREJO WAGIR NGALAM
9:06:2014






RUANGKU RUANG SEDERHANA

Pernahkah ada rasa rindu bagi kita terhadap benda yang selama ini menjadi cermin beranjak sila kita,dan pernah berundukkah kita ketika anak tangga yang selama ini sederhana dinaiki mampu menopang berbagai beban yang sangat berat.namun kita tidak menyadari kita terlalu nyenyak untuk menoleh kembali kebelakang.

Namun percayalah teman sahabat
aku dan kamu adalah bagian dari saksi terkecil kita
yang rindu akan kepolosan,kejujuran,kebersamaan.
dan bukan tindakan kemunafikan semata
syukurilah ini Rumah kita bersama.
rumah tempat duka suka kita
rumah dimana kita belajar sederhana
dan rumah apa adanya bukan ada apanya

Rasyid Riza
Ruang pekerja seni
— di Shah Alam.





RUANG PEKERJA SENI


Mempunyai beribu Versi dalam alunan ataupun tata penulisan...
Edeologi berbagai macam tipe..
alunan lirik jua hampir berbeda beda...
kata kata tersusun indah dan sahdu terbaca ,
indah jika dipaparkan dipenjuru mata..
seperti pernak pernik wakna dan rupa bagi pemilik nya..
Puisi tercipta dalam naluri hati...
Puisi jua mempunyai makna dan dijelma amat begitu mempesona..
seperti pelangi senja..
walau hanya sesaat maka akan menjadi memory pemikat selanjutnya...
Untuk dikenang esok dan seterus nya...

salam hangat dari ku sahabat ku...
Met malam
_______________

Oleh : TROY
Palembang





TUK SAHABAT " RPS "

Hidup ini tak sempurna
Khayalan tak selalu nyata
Sahabat jangan pernah menyerah

Jangan berhenti berharap
Kita ini yang terkuat
Saatnya jadi peran utama

Aku bisa kaupun bisa
Meraih mimpi setinggi bintang berkilau
Bersamamu ku percaya
Kita ditakdirkan jadi yang terhebat

Marilah genggam tanganku
Berlari kita terpacu
Jangan pernah ada ragu
‘tuk jadi yang nomer satu

Rintangan paling berarti
Rasa takut dalam diri
Selama kita sehati
Mimpi kita takkan mati......
Arsyad Optional Yus
MERDEKA...
Perjuangan tanpa pamrih untuk republik tercinta
menggelora digaris khatulistiwa
memberi kejayaan bangsa sepanjang masa

MERDEKA...
Harta yang tak ternilai harganya
Menjadi Pemicu pemimpin bangsa
Untuk tampil di era Dunia

Oleh : Arsyad Optional Yus





SELAMAT MILAD RUANG PEKERJA SENI

pada ketepatan hari, saat menyingsing menegakkan kejujuran .
selembar kisah sejuta cerita diberanda beranda ini
aku telah bersemi, dan belajar bersemedi disini, dan menemukan orang orang yang luar biasa, sepucuk dan setandan kalimat dihiasi, kepada Matahri dan senja yang jatuh dikaki langit, telah menandai kelahiran buah keindahan, sebagai pekerja Seni, tanpa mengartikannya sebagai dalih dalih dan bagai anai anai hanya sepotong dan terbang tak beralih lagi

semoga semua dihiasi bagai taman taman mawar dan menempatkan usiamu yang telah terbiasa dengan deretan kisah dan bunga bunga kehidupoan, disini ditempat ini, aku telah berharga dan ditempatkan sebagai bagian dari taman taman yang lain,,selamat MILAD,sukes selalud enga karya, karya,,dan bersama kasihs ayang Allah

Oleh : Dion-anak Zaman







Kumpulan Puisi Samsul Hadilombok - BIAR HARAP


Biar harap.
Sejengkal mimpi mengukur massa.
Seberat masa lalu mengoyak tenun tobat.
Harap tiada jeda
Cemasku tak tertentu
Entah sampai kapan itu
Dsn biarlah tetap menjadi harap.

lombok 11,juni 2017


-----------------------


Mencoba jatuh hati.
Ku menatap dengan akalku.
Ia tak mampu ku temu.
Kutatap dengan mataku ku temu hanya bayang semu.
Ku tatap dengan jiwaku
Ternyata kau bersemedi disana dengan malu.
Lalu apakah pantas ku jatuh hati kepadamu
Hingga syurgapun tak jauh ku tuju.

Kumpulan Puisi Eli Oktarina - SYAIR CINTA


*DEWA PENGGODA*

Sang penggoda
Jangan pernah merasa bangga atau merasa hebat
Oleh karena kau raja pemikat
Sadarlah...
Tidakkah kau rasa
Di setiap rayumu ada insan yang terluka

Sang penggoda
Kau halalkan segala cara
Hanya untuk para wanita
Yang haus akan untaian mesra
Insyaflah ...
Cobalah untuk mengerti
Setiap bait, setiap ucap kau bius semua wanita
Agar terpenuhi hasrat di jiwa

Sang penggoda
Tidakkah kau iba
Melihat kaum wanita terpedaya
Dengan rayuan maut mu itu
Kau biarkan mereka bangga
Lalu bila bosan kau berlalu tanpa dosa





*RASA *


Diam mu sungguh menyiksa
Kita bertemu
Tapi sama sama membisu
Terlena sesaat
Setelah itu hilang menyepi
Bersama sunyinya hati

Ku cermati wajah mu
Telusuri titian hati mu
Ada apa dengan diri mu
Mengapa ada keraguan
Yang bertaut di hati mu

Sungguh aku ingin menepis
Mimpi yang miris
Mendengar kan nyanyian kidung
Mentari yang merdu
Kau sembumbunyikan
ketulusan ku
Di balik sifat angkuh mu
Kau tahu....
Aku tak kuasa untuk berlalu
Sudah berapa banyak air mata
ini menetes
Hingga membentuk gelombang
ombak di samudera

Dalam belenggu
Ku coba untuk tetap merajut asa
Membuang penat yang ada
Hingga ku rengku dalam satu wadah
Lemah mengiba
Mengemis dalam hina nya diri
Biar kan sapa tetap terucap
Biar rasa tetap terpatri
Di dalam sanubari
Ku harap ke ajaiban kan datang
Dengan untaian doa
Kan menjelma menjadi bahagia

Pg dewa :4-6-17
By Fadellis





*SYAIR CINTA*


Putih suci tak bernoda
Dalam ikatan cinta setia
Menoreh cerita dalam syair cinta
Dengan selimut bahagia

Tidakkah kau dengar suara jiwa
Tertata rangkaian aksara cinta
Meski sedikit gunda didada
Biar tetap ku jaga
Agar bisa ku ukir singgasana cinta

Kita masih di sini
Dan tetap di sini
Menyulam asa mengejar mimpi
Demi sebuah janji
Ikrar bukti cinta itu suci
Dan abadi

23-5-07
By Fadellis




"Love"


Segala yang kita jalani itu indah
Cara diri mu menyentuh ku
Cara diri mu mencium ku
Cara diri mu memeluk hangat tubuh ini

Kau adalah sorga yang indah
Mampu memberikan rasa
Kau adalah cinta....
Kau adalah sayang....
Dan kau adalah kasih...

Aku memuja mu dalam doa
Aku memanggil mu dengan rindu
Dan aku melukiskan mu dengan jiwa
Wahai cinta....
Aku menjaga mu dalam jiwa bukan bentuk mu

By Fadellis
10,7,17

Kumpulan Puisi Zibril Azanafa - SAYAP SAYAP JIBRIL


SAYAP SAYAP JIBRIL
**************************


jalanmu ke aku ❤️ 💛 💛 ❤️ 💙 💙 💚 💗 💜 💜 💜 💜 💜 💖 💙
adalah tempat dimana kami kembali kepadamu 💞 💓 💗 💚 💘 💘 💖 💔 💜 💜 💜 💜 💜 💜 💜 💟 💝 💘 💘 💗
katakanlah dimana kita pernah bertemu ☪️ ✝️ 🕉️ ☸️ ✡️ 🔯 🕎 ☯️ ☮️ ⚛️
melukis warna syair dan bercerita tentang puisi 💚 💚 💚 💚 💚 💚 💚 ❤️ ❤️ ❤️ ❤️ 💛 💛 💛 💛 💛 💛 💛 💛 💛 💛 💛
sayap sayap jibril....................................... 💙 💙 💔 💜 💜 ❣️ ❣️ 💕 💟 💝 💖 💙 💚 💚 💛 ❤️ ❣️
seluruh nafasu cinta..reda rela padamlah semua amarah dimulai dari tanah air ini
sementara ku lukis rindu di dinding hujan
berharap langit mendekap,mu manza
setia menunggu puisi cinta TUHAN paling romantis...............





JALAN PUISI
by:zibril


jalan puisi memang selalu sunyi,tak ada puji seperti yang didapat politisi,hanya intuisi kontemplasi yang penuh diksi,dan kita menyebutnya dengan puisi.





METAMORFOSA by:zibril


wahai diri..jangan inginkan dirimu terbang mencari madu terbaik dari bunga bunga terindah
sebelum kau merasakan sunyinya didalam kepompong
dan terasing dalam sepi.




WARNA SYAIR
:zibril

andai umpama ibarat bagaikan laksana jika ia yang didamba cinta adalah ratu dari semua bunga adalah harapku aku raja dari semua alam...
bukan maksudnya mengguruimu hanya akulah yang meng alami.





SaStRA STAtistik
by:zibril


1.Bangsa
2.yang besar dan beradab
3.lahir dihati penyair
4.mereka tumbuh,berkembang dan mati
5.ditangan politisi busuk





IJTIHAD CINTA KITA
by:zibril


setiap jalan yang menuju ENGKAU adalah INDAH
setiap mata yang menentang AKU indahkan ijtihad CINTA
setiap HATI yang mengulang kalimat ini adallah INDAH






BENDERA GENERASI LANGIT
by:zibril

lihat setiap bangsa berdiri dibawah kaki pemuda
dan diatas pundak anak mudalah masa depan bangsanya berada

Kumpulan puisi Ade Saputra Sunankaligandu - SANG PENJAGA


♡ SANG PENJAGA ♡

Malampun lena di bilik sunyi
Sedang aku masih terjaga
Genggam dunia dalam kaca
Eja aksara bertinta illusi

Telah kucoba, katup jendela netra
Setubuhi sunyi nan kian birahi
Agar kunikmati nirwana mimpi
Namun, separuh sukma kian berkelana

Duhai puan
Tidakah dikau dengar
Sahut serunai angin pada daun
Adalah detak rinduku yang menjalar

Ah, mungkin dikau telah lena
Di atas tilam cintaku
Nan kusulam dengan benang asmara
Hingga tak lagi tahu bisik bayu

Biarlah, aku masih di sini
Bercengkerama di elegi sunyi
Mengais remah kasturi
Menjaga mimpi, agar tak dicuri

#DewaBumiRaflesia_29_05_17





♡ PENGEJA AKSARA JIWA ♡


Puan,
Aku telah terbiasa
Dicabik beribu sembilu
Bahkan,
Ketika luka lama belum tutup usia
Aku tak jua jemu

Mengukir syair di helai angin
Mengutip mimpi malam tadi
Menapak jejak di sela onak
Mengepak sayap angan ke awan
Menabur benih di taman kasturi
Menitip asa pada peluh di bawah terik

Puan,
Sejatinya cinta adalah karya
Jadikan benderang bila remang
Sejuk, bak cahaya rembulan
Pasti, tak seperti pelangi senja
Nyata, meski hanya sehelai benang

Puan,
Aku tak seteguh karang
Nan dibentang masa tuk binasa
Namun,
Akupun tak serapuh kertas usang
Nan tak bisa tuk direnda tinta

Puan,
Sebut saja aku legenda nyata
Sebab, belum usai kau baca
Usah coba hendak kau cabik
Meski bait buat kau terusik
Eja saja, pelan-pelan

#DewaBumiRaflesia_06_06_17





♡ CINTAKU TAK BIRU ♡


Sayangku,
Ada hela napas rinduku di hela bayu
Nan kukemas dalam lirih melodi sunyi
Penghantar lelapmu menganyam mimpi
Sayangku,
Mungkin antara,jadi buah benalu
Nan kau saji di altar nirwana kita
Hingga pilu, warna meja asa kita
Sayangku,
Malam saja, bisa ukir melodi
Lalu, mengapa cinta kau anggap sepi
Atau, memang asamu nan beku
Sayangku,
Masih kuanyam tilam cinta
Dengan rerona rasa di atas karya
Karena bagiku, cinta itu tak biru
#DewaBumiRaflesia_18_06_17




♡ ELEGI HATI SUNYI ♡


Malampun tak bisa buatku lena
Manalah mungkin kan ku kejar bayang
Remang sang kunang-kunang
Di sela rimba maya gulita

Aku pemilik alfa
Tapi netra ini masih perkasa
Eja aksara bertinta illusi
Bertajuk pencuri mimpi

Sudahlah
Kemas saja di atas hamparan sajadah
Beri arti pada fosil-fosil purba
Beri singgasana pada jiwa terlunta

Kita masih di sahara cinta
Lalui panjangnya malam gulita
Tanpa kelambu bisu
Dalam deru-deru yang tak jemu

#DewaBumiRaflesia_01_07_17





♡ RABA WARNA GULANA ♡


Lembayung senja usai tunaikan janji
Nan tersisa, sunyi hantar mimpi
Reraga sirna rona perkasa
Layu, di singgasana asa tertunda

Ingin, kuhitung jerit jangkrik
Namun degupku lebih berisik
Melolong di lorong kosong
Nanar langkah, huyung limbung

Mungkinkah, mampu tuk dilarung
Benalu itu kian membiru
Sedang atma dibelenggu
Dihimpit karang dasaran palung

Atau, kuhitung saja jejak telapak
Lalu, kukemas dalam peti mimpi
Agar sirna warna elegi
Namun, rupa asa kan terkoyak

Biarkan saja,
Ujung jeda kuliti masa
Berkelahi dengan alibi
Leburkan pepuing prasasti

#DewaBumiRaflesia_13_07_17




♡ TIARA CINTAKU ♡

Huyung limbung sirna gaung
Letih ringkih seakan tak berujung
Sayup samar nanar binar
Bawa serta asa nan kian bingar

Aku layu di ujung senja
Sirna daya raga renta
Masih jua semai benih di titian
Pada elegi pagi pengharapan

Tentang rindu yang kau anggap semu
Atau bahkan, tentang cinta
Yang selalu kau sebut ambigu
Sedangkan semua lukisanku nyata

Aku masih di jalan ini
Tapaki hati nan terpatri
Pada pemilik tiara cinta
Nan setia jaga asa
#DewaBumiRaflesia_25_07_17

Kumpulan Puisi Emmy Metamorfossa - DUNGU DIAM MERINDU


TANGGOLAM (TENGGELAM)
Oleh : Bandi Teater'O


Bapak-bapak, ibu-ibu, abang, kakak, adik-adikku,
Kalian harus percaya,
bahwa mimpi sering kali membawa bencana.
Bencana yang akhirnya tumbuh menjadi perampok akal sehat yang ganas.
Menggasak habis cinta yang bersemi.

Mimpi kau kejar ?
Ah .. naif sekali dirimu.

Kuceritakan istriku yang hilang di laut.
Yang tak ku tahu namanya.

Orang-orang cemooh, katanya aku gila.
Yaa .. aku gila,
Lantas kegilaan ini membuatku bebas membiarkan orang-orang yang kucintai tenggelam juga.
Hilang dirampok laut.

Jangan tinggalkan mereka atau jangan biarkan mereka meninggalkanmu.
Hidup indah karena bersama.

Dan jangan gila karena mimpi, sebab ketika kau sadar ..
Dia telah jauh,
Tak kembali,
Tak kembali.

Bingkisan yang membungkus bencana
Bencana pada duka yang tanggolam...
Tanggolam
Tanggolam

Aku merasakan duka menyeruak pada ruang dukaku,
Berpesta sebebas bebasnya. Aku merasakan dingin sepi kesepian.
Menyesali mimpi yang membuainya.
Melayarkannya di laut maut.
Wahai duka, hentikan hentakan yang menyeret-nyeret langkah-langkah menemuimu, mereka mencari kebahagiaan di peta yang terkubur semu.

Hai, saudaraku, apa yang kau cari ... apa yang kau nikmati yang tak kau nikmati, apa yang kau percaya yang orang tak percaya .. di sini aku,, kita semua sama .. duka, duka.

Aku melihat mimpi hanyut,
aku melihat kau hanyut. Tanggolam .. tanggolam ....

Kiriman : Emmy Metamorfosa
Gedung Olah Raga Kisaran
220517





DUNGU DIAM MERINDU
by, Emmy


Batu itu. Kera dan upil itu
Diam dungu di sudut ruang pikiranmu

Sampai akhirnya ..

Lepas liar di tajam kata-katamu
pecundang di riuh gelak mata-matamu

Masih pada pekat kedunguan
Batu itu. Kera dan upil itu,
menghidu .. sisa sisa rindumu

Kisaran, 260517





MAWAR RINDU
by: Emmy


Malam ini,
Digiring nyali yang terbiasa sembunyi
Kurekah kelopak-kelopak rindu --membiru
Layangku sebatas luruh, Tuan..
Kepak sayap, itu kau punya.

Kisaran, 140717




SELAMAT ULANG TAHUN


Langkahmu, ciptakan jejak jalan setapak. Dari helai-helai hari yang gugur berdaun tanggal. Terus melangkah mengikut pola waktu; berputar melingkar spiral.

Hari ini. Hinggap langkahmu di hujung lingkaran lama sekaligus pangkal lingkaran baru.

Selamat ku ucap buatmu. Atas kisahmu sejauh ini. Yang kau gores di atas jalan setapak. Bertinta aneka warna. Seperti warna dedaun tanggal yang gugur.. merah, putih dan jingga. Pagi, siang dan senja. Suka, ceria dan duka. Asa, nyata dan kecewa. Kubaca sebagai "indah".

Terimakasih ku hatur padamu.
Telah turut warnai hariku, hari kita semua. Pada putaran galaksi mini. Yang kau namai Silahturahmi. 🎁 ✉

** Semoga sehat dan bahagia selalu , Saudaraku Mama BiriUrs Melialalaa **

Hanya berkado sesisir pisang rebus dan secangkir kopi. Kuhantar di akhir pesta

Kumpulan Puisi Sri Handayani - TENTANG SEJUMPUT NYERI


TENTANG SEJUMPUT NYERI
By ; Srihan


Ada sejumput sedih dan nyeri bersembunyi
di sudut ruang hatiku
Baru kusadari ada sedih dan nyeri bersarang di sana
Kupandangi dan kurasakan denyut sedih itu

Embun hangat mataku mencair
Lalu kubungkus sedih dan nyeri ini
dengan selembar doa, kuselimuti ia
dengan selembar semangatku

Kuharap di bulan berkah ini
Keajaiban akan datang, sedih dan nyeriku
Kan menjelma sebongkah bahagia
dan semangat yang menyala dalam hidupku

Man jadda wa jadda....
Siapapun yang bersunggguh sungguh
Pasti akan mendapatkannya
Meraih bintang di langit
dan menyimpannya dalam pinggan semangatku
agar ia terus benderang

dan pantang padam....
Hanya lampu mautlah yang mampu memadamkannya
Biarlah ia tetap bersinar di sana

#sejumput_semangatku
29-05-2017





ANTARA SABAR DAN RINDU
By ; Srihan


Aku ingin berenang di bening telaga sukmamu
dan menari di sudut hatimu...
Biarkan kulukis warna warna rinduku ini
pada dinding hatimu

Tapi apa daya, ini musim bertapa
Bagai ulat bertapa menjadi kepompong
yang khidmat bertapa melupakan makan
dan minum...
Ia pun moksa dalam puasa dan pertapaan

Menganyam letih dan kesabaran
Merenda rasa lapar dan dahaga
Pun menutup mata dari hiruk pikuk dunia
Hingga tiba waktunya Alloh memberi hadiah
Sepasang sayap kupu kupu

Kekasih
Mungkin aku tak sesabar ulat bertapa dan berpuasa
Namun hati kecilku pun merindukan hadiah
Sepasang sayap indah...
Agar aku dapat menari lebih indah di sudut hatimu
esok..

Oh, tapi pantaskah itu??
#kota kembang 28-5-2017





DI STASIUN ITU
By ; Srihan

Jalan di sepanjang stasiun itu,
kembali berdecit dilewati si ular besi
Masih ingatkah kau...
ada kenangan yang teringgal di sana

Diantara deru hilir mudik si ular besi itu
Dulu di sana hilir mudik juga deru cinta kita
Deru cinta yang berpacu dengan deru kereta
Kita dulu saling berpandang sangat dalam
bahkan kau tengok juga bening telaga sukmaku

Lalu kau mandi di sana
Di bening telaga sukmaku
Sambil kau ronce rencana masa depan
Kau sematkan mahkota cinta di kepalaku

Lalu kau titipkan sebongkah cinta
di taman hatiku, pesanmu ; pagarilah ia dengan kesetiaan
Ya, kekasih di sini aku menjaganya dengan pagar setiaku

#distasiun_itu
22-05-2017





EDELWEIS LERENG GUNUNG
BY: Srihan


Aku ingin menjadi Edelweis
yang setia tersenyum sepanjang waktu
Walau telah tercerabut dari akarnya
Ia terus tersenyum pada dunia

Ia sanggup menahan dahaga
dalam kering yang menyesakkan tubuhnya
Wajahnya tangguh dam ramah tetap tersenyum
pada dunia....

Ia begitu kuat, tak cengeng dan gugur
Ia konsisten tetap tegar dan terus tersenyum
Walau tubuh telah terpisah dari akarnya
Ia tak layu di hempas musim
Senyumnya abadi tak kenal letih
Ya... Semoga aku mampu menjadi Edelweis
yang tumbuh di lereng gunung hatimu

Biarkan aku tetap tumbuh di sana
Di lereng gunung hatimu...
Aku lah Edelweismu, yang telah kau temukan
dan kau rawat dengan segenap kasihmu

#edelweis_hatimu
24-5-2017





SEBONGKAH RINDU
By; Srihan


Hari ini masih kukantongi sebongkah rindu
dalam kantong hatiku
Ia kubungkus begitu rapi
dengan selembar setiaku

Biarlah ia diam di sini
bersama pertapaanku yang hening...
Biarkan sebongkah rindu ini tertidur lelap
dalam pelukan hangat selimut setiaku
Esok, ia akan kubangunkan

Saat musim semi tiba
Saat kuncup kuncup sukun mekar
di depan rumahku...
Lalu malaikat berbisik,
Pertapaanmu meronce kesabaran
dan memintal benang benang rindu sudah usai

Kekasihmu sudah datang
Bangkitlah dan bangunkan pula sebongkah rindu
yang sedang tertidur di pangkuanmu
Ia harus ikut hadir pada upacara perhelatan cinta

#ttgsebongkah_rindu
23-5-2017




SANG PEREMPUAN
BY ; Srihan

Dibalik kebaya sederhana itu
Diam diam kau simpan berjuta misteri
Keanggunan dan kelembutanmu
Namun juga kau simpan ruh kekuatan,
Kau lahirkan seorang ksatria tangguh
yang menetek pada khuldi indahmu

Anak anak cerdas dan tangguh itu
Bernaung di bawah lengan kasihmu,
Duhai perempuan ....
Lenganmu serupa sayap merpati Syurga
Memeluk hangat anak anakmu..

Di balik stagen dan kain batik anggunmu
Kau simpan, matahari dan rembulan
Kau jinakan matahari buat menjemur padi
dan juga popok bayimu...

Kau bangunkan ayam jantan berkokok
dengan mengibaskan kain batik yang melilit
di ramping dipinggangmu....
Yang kau cuci di pinggir sungai

Lalu kau taklukan malam
Bersama merebahnya tubuh suamimu
Kau jinakan buas nafsu suamimu hanya dengan seulas senyum.serupa senyum rembulan yang wangi
Hingga suamimu yang garang
Lelap terlentang meronce mimpi hingga esok.pagi

Perempuan kau nampak.lemah dan gemulai
Namun kau mampu mendinginkan gemuruh gunung.api
yang.murka saat suamimu meradang

Di balik segala lembutmu
Kau selipkan kekuatan dan kesabaran
yang menjinakan buasnya kehidupan

#aura_ sang perempuan
Kota kembang 28-06-2017





BALADA RONGGENG SRINTIL
By ; Srihan


Engkau gadis bau kencur
Tiba-tiba indah menembang sangat merdunya
gemulai menari, sangat indahnya
Memuja alam desamu yang subur,
Memuja musim yang ramah
yang melimpahkan padi dan buah- buahan
Desamu menjadi surga yang gemah ripah

Perawan Srintil
Gerangan apa yang menggerakanmu
Menembang dan menari...
Wajahmu sontak penuh binar secantik.bidadari
Seluruh warga desamu terkesima padamu
Para penari iri padamu

Wahai perawan bau kencur
Raga sucimu begitu polos dan murni
Ruh "Indang Ronggeng"memilih menitis ditubuh sucimu
Ia inginkan ritual suci buat desamu
Ia tak mau.menitis di tubuh penari lain...
Engkaulah raga yang terpilih

Sayang, banyak mata-mata buaya
Yang liar menatap cantik.dan gemulai tarian
Ronggengmu...
Dan banyak lelaki mabuk mendengar merdu
suaramu..

Srintil, tembang dan tarian ritualmu
Disalah artikan kaum lelaki yang berhati buaya
Mereka ingin melahapmu bulat-bulat...
Srintil, perawan bau kencur
Takdir suratan tanganmu nyatanya tak semanis
Wajah dan senyummu...

Mungkin nasib menjadi getir dan pahit
Tapi itulah skenario lakon hidup
Tetaplah menembang dan menari Srintil
Untuk menyambut musim hujan dan musim panen

#kota kembang 29- 06- 2017




JEMBATAN AIR MATA
By ; Srihan


Sepotong tulang rusuk lelaki,
yang ditiupkan Ruh Illahi. .
Ia menjelma sesosok wanita
Ia jelita, bintang dan bulan tersenyum ramah padanya
Tangannya terampil mengolah sawah
Ia menyulap dedaunan menjadi masakan sedap

Di rahimnya tumbuh kehidupan
Ia berbadan dua, bernyawa dua
Lalu ia pertaruhkan nyawanya demi nyawa yang baru
Sang jabang bayi....

Ia mahluk ajaib di muka bumi
Ia lembut namun sekuat karang laut
Ia penentram jiwa yang rapuh..
Ia teman sejati..

Namun, jika suratan tangannya buram
Bidadari bumi ini menanggung takdir yang pahit
Bahkan ia menyandang memar
Tapak tangan suaminya sendiri...
Ya, pemilik tulang rusuknya sendiri
Menampar dan menyiksanya,
Ia menelan pahit dan getir kehidupan dengan senyum
dan ketabahan

Ia teraniaya...
Duhai bidadari bumi itu terus berjalan
Menyebarangi jembatan air matanya sendiri
Tugas telah di tunaikan mengurus anak
berbakti pada suami....

Jembatan air mata itu membentang
Menanti langkahmu menuju gerbang syurga

Letihnya raga itu lagu lama
yang erat melekat pada pundaknya
Letihnya hati, menguras airmatanya
Lihatlah kebaya dan kain batiknya kini
Tergenang air matanya...

Bidadari bumi itu terus berjalan
Langkahnya lemah terseok-seok
Menapaki kaki kaki langit...
Ia pergi menuju pintu syurga...

Bilur-bilur luka di tubuh dan hatinya
Itulah tiketnya yang membuka gerbang
Pintu syurga...
Selamat jalan bidadari bumi
Perjuangan hidupmu penuh duri
Darah darah yang tercecer dari kakimu
Adalah saksi perjuanganmu yang perih...

#lukasang_bidadari
30 f06-2017

Kumpulan Puisi Shaqayeq - UNTUKMU YANG TERLEPAS DARI GENGGAMAN


Kita disini....
Menyusuri tepi-tepi...
Merangkai ilalang...
Membangun imaji...

Kita disini...
Terperangkap sunyi
Terjerembab ramai...
Tak tertali diri...

Kita disini...
Melepas sepi...
Merekam denyut nadi...
Merangkum puisi....

Kau,
Aku...
Disini....
Di Ruang yang tak terbatasi....

*Shaqayeq*
-bogor, 3 juni 2017-


-----------------------------


Banyak hal yang tak dapat kita mengerti...
Pada taqdir yang menggenggam kita takluk..
Menjalani semuanya meski ada hati yang tertinggal...
Pecah dikarang-karang...

Pahit memang, saat mengetahui perjalanan ini tak seperti yang kita mau..
Tapi pil pahit itu tetap harus kita teguk untuk menyembuhkan bukan?

Ke...
Ini adalah senja yang tak jingga..
Dan aku berdiri disana melihatmu dalam anganku sendiri...
Mengapa tak ada Indah untuk kita?
Mungkinkah kelak kan ada?
Ah, entahlah...

Dan pesan terakhirmu...
Menggoreskan perih...
Meski kau tak bermaksud begitu....

Ke....

Ku sapa kau disetiap do'aku...

~Untukmu,
Yang terlepas dari genggaman.~

Kumpulan Puisi Puji Astuti - JIKA WAKTU ITU TIBA


JIKA WAKTU ITU TIBA
By : Puji Astuti


Terlindung karena RahmatNya
Dan limpahan rejeki selalu tersedia
Apalagi yang akan dipungkiri
Inilah takdir hidup dan harus dijalani

Bersanding dengan belahan jiwa
Melintasi meditasi sehari-hari dengan rasa
Manis asinnya hidup dengan berbagi
Seakan sempurna seluruh bejana hati

Namun apa daya jika waktu telah tiba
Indahnya dan bahagia dengan orang terkasih tiada
Sendiri di gelapnya alam berbeda
Tertinggal segala yang dulu bergelora

Tiada lagi waktu tuk sesali dalam dada
Terputus sudah segala rantai tuk ibadah
Hanya membawa bekal amal yang terjalani
Dan menunggu hari penghakiman hakiki

Sendiri dan sendiri
Sesal jika beban dosa tinggi
Bersyukur saat rahmat ada di diri
Karena pintu taubat telah terkunci

Yang masih hidup mari bakali jiwa
Kasihan jika nyawa kita tak berharga
Semasa masih ada sisa waktu
Tuk perbaiki selubung amal yang belum menentu

Dosa masih terampuni selagi nyawa masih ada
Jangan sia-siakan hanya tuk berhura
Titik penjemputan tidak ada yang tahu
Persiapkan saja dengan bersih hati dan kalbu

Kembalilah ke retasan rahmatNya
Telisik semua tingkah polah jiwa
Semoga tersisa waktu tuk raga hidup
Sambil menunggu waktu tiba saat berhenti terkatup

Nasehat pada diri
JOGJA, 31 MEI 2017





PERJALANAN MASA
By : Puji Astuti


Sekian lama kaki melangkah tegar
Dengan pantang menyerah bagai prajurit perang di medan laga
Terus melaju tiada rasa ragu
Di segala sisi yang akan dituju

Tanpa terasa terbawa ombak kehidupan
Melingkarkan pelukan mesra di pinggang
Menghangatkan sanubari jiwa penuh legit
Dengan segala dilema yang kian menyempit

Senandung lagu irama bias-bias laras
Memalingkan segalanya yang mulai terlepas
Kandas di atas goresan tinta kanvas
Melarungkan kinerja jiwa yang merawan lugas

Kini kebisuan tersematkan di lembaran mada
Tertanggalnya sobekan-sobekan penuh tinta hitam
Bergeser menjadikan lembaran kian terang
Dengan korban hati dan perasaan yang kini berjatuhan

Langkah mendekati sempurnanya jati
Terbuang yang dulu menggayuti jiwa hati
Hengkang jauh meninggalkan teriakan nyeri
Tuk kembali ke hulu yang senantiasa memberi pengorbanan sejati

Segala keresahan berdatangan
Memilukan dinding-dinding hati bernyawa
Tetesan air mata menderai jiwa
Tak mungkin jemari menampung linang derasnya

Pergumulan ini terhenti
Di tengah jalan setapak penuh onak duri
Wahai jiwa yang meronta
Maafkan segala dera yang kini meletupkan kidung irama penuh terisaknya tangis

Kembalinya sang pengembara
JOGJA, 29 MEI 2017



-------------------------------

Dengan segenap hati saya mengucapkan..
MINAL AIFIN WAL FAIZIN Mohon Maaf Lahir dan Batin..

TAQOBBALALLOHU MINNA WAMINKUM

Menyambung tali silaturahmi untuk kita semua, saya minta maaf jika selama gabung di grup ini banyak salah kata dan perilaku yang kurang berkenan.

Saya manusia biasa yang tak akan bisa luput dari salah dan dosa.

Jogja, 24 juni 2017





SEPI DI UJUNG BATAS
By : Puji Astuti


Semenjak kehadiran bayangan
Sejak itu pula jiwaku terkoyak
Ringkih hati dan perasaan terkebiri
Saat sepi menggerogoti sanubari naluri

Sepenuh air embun di bejana gelas bening
Tetesan air mata seakan menemani waktu ini
Pelukan rindu membuncah di tengah ragu
Akankah semua hanya sebuah ilusi beku

Memandu kalbu yang kian berseteru
Dengan seberkas rasa tuk menepiskan pilu
Cinta ini tak pernah pergi
Hanya menepi tuk memberi segar angin pagi

Membenih rasa di jiwa

JOGJA, 23/6/2017





TERLUKA
By : Puji Astuti


Aku tapaki waktu yang berputar
Dengan telanjang kaki tanpa alas
Pedih yang terasakan
Saat telapak menginjak kerikil-kerikil tajam

Bertahan dan terus berjalan
Tanpa hiraukan perih darah yang mengalir
Karena ini tak seperih rasa di dada
Di saat tetes bening basahi seraut wajah

Kugulung perasaan bagai permadani
Terkerut tanpa bicara dan sunggingan
Menahan riak-riak teriakan jiwa
Semua adalah luruhnya di batas asa

Berpeluk tanpa bayang
Berpegang tanpa digenggam
Berlabuh tanpa tepian
Kutertunduk dalam perjalanan

Rangkaian ini terasa panjang bergelombang
Memenuhi kemegahan bahana jiwa
Sesepi di sudut pandang ketinggian
Aku, yang sendiri dalam alur persemaian
.
.
.

JOGJA, titisan 17/7/2017





BIAS KASIH
By : Puji Astuti

Di ujung malam lintang
Terbangun dan tertegun
Seulas kulum senyum menggoda hati
Memberi isyarat cinta sejati

Aku,
Yang tenggelam dalam peluk
Menangis dalam isak di dadamu
Tertangkup selalu ber-ujung rindu

Biasmu berpendar
Di sekeliling cahaya lilin
Memantul di remang malam
Memapah hati yang sedang menyulam

Kuserap jiwamu
Dan ambil sari cintamu
Kuletakkan di kisi hati
Yang tak dimengerti yang lain

Hariku tetap bergulir
Bersama detik-detik waktu
Tak akan hilang sekejap pun
Dalam melingkarkan rasa di dadaku

JOGJA, ulas 15 juni 2012





SECUIL TERIMAKASIH
By : Puji Astuti


Baru terlahir aku yang melihat dunia
Belai kasih nan tulusmu menggenggam jemari
Menina bobok tuk menjaga lelap
Di kamar hangat yang penuh dekap

Di sini berjuta harap tersematkan
Larikan dan titisan aksara tertata indah
Melahirkan dimensi yang tak ternilai
Oleh perjuangan tanpa pamrih penuh kasih

Walaupun baru sekejap
Aku hadir dan bertandang
Namun begitu tenang ku terlelap
Tuk menciptakan karya yang selalu mencuat berulang-ulang

Met MILAD RPS..
Makasih tak terkata tuk mas Ahmed El Hasby
Kepedulianmu menjadi mutiara di hati kami para pendulang seni..
Jayalah selalu untuk menjadi yang terbaik di antara yang baik.
JOGJA, 6 Juni 2017





GEJOLAK
By : Puji Astuti


Di kala sebuah biduk rasa sirna
Karena tudingan picu yang menggema
Di belantara jantung dan asa
Terbantai gelegak berserak

Cinta itu apa..?
Jika keselarasan berjurang menganga
Merobek tanpa belas kasihan
Yang penting jiwa terpuaskan

Apakah kau sadari..?
Cinta itu harus sejati
Melahirkan harmoni
Bukan hanya caci maki

Bertahun kukulum sendiri
Berpijak sebelah kaki
Ternoda kening dengan tinta
Yang tak hilang karena lekang

Jelagaku bergolak
Terdidih di titik letih
Berjuntai duri menancap pedih
Darahku menetes pelan dan perih

Tiada kata yang manis terucap
Noda noda seakan selalu mengecap
Sungging senyum primadona sirna
Terganti tetes bening bulir air mata

Kututup pesona cakra
Yang menggelantung di sudut saga
Bertirai benang suci candra
Inilah akhir dari telapak kaki pujangga

#kisi_pedut_malam__
JOGJA, 4 Juni 2017




KIDUNG LAYUNG
By : Puji Astuti


Sejumput kepekatan ini
Terlanjur terselami
Menghirup inti sari
Meremah kujamah setara hati

Dengan sepatah jiwa yang buncah
Berserakan rindu dan amarah
Bercarut dengan sepenggal genggam lara

Mengikuti alur langkahmu
Berpijaki di tiap jengkal titisanmu
Seakan aku adalah pelacak keberadaan istana singgahmu

Tertegun menatap sendu sayu
Terlintas akan keasingan yang ada
Bergumul dengan senyum
Menahan gejolak di dadaku kuyu

Menelisik mewakili rasa
Seakan impian adalah penggalan asa raga
Yang terlalu jauh tergapai sarinya makna

Lihatlah aku termangu
Di antara bilur yang tertinggal
Melalap semua kesemuan rasa
Meraung di pekatnya malam

Menatapi purnama gerhana
Di situ kutelanjangi keadaan sempurna
Bahwa aku adalah aku
Bukan kamu atau pun dia
Karena bilahku adalah titik nadi jiwa

JOGJA, 14/7/2017





CABIK
By : Puji Astuti


Secarik kertas lusuh kugenggam
Dengan sederetan kisah merejam
Kucoba larutkan dalam syair
Karena ini desir pembuka tabir

Aku ikuti dalam kisah cintamu
Yang membiru sekujur ragamu
Berteriak tak kunjung lepas
Bergumam tak jua jelas

Murung wajah sahajamu
Meniti kegelisahan yang dalam
Meneteskan pilu kasih rindu
Di ujung sana langkahmu menuju

Kesendirianmu di lorong berkabut
Menguliti hari yang terbalut
Waktu tak terasa telah merenggut
Usia dan kerut wajahmu yang kian surut

Rasamu menusuk jantungku
Pedihmu kini mengaliriku
Kepekaan yang mendulang ragu
Ikutlah bisikan hati nuranimu

Sayapmu bukannya patah
Karena masih tersisa akan kisah kasihmu
Penggalan perjalanan tertunda
Tak usah hiraukan kegundahan itu

Duhai Sang pelantun kalbu
Bangkit dan berdirilah seperti dulu
Yang kokoh tak bergeming
Menyusuri tepian kegersangan
Memory itu jadikan motivasi rasa
Karena engkau tidak sendiri dalam meleraikan debur-debur jiwa.

#salam___hati____
Diunggah ulang
JOGJA, 10 Juni 2017





LAMUNAN
By : Puji Astuti


Tersentak di gayutan pagi mendung menggantung
Sekumpulan hasrat membubungkan putik-putik pilu
Membangunkan segenggam lamunan usang
Yang makin rapat menghimpit belahan rasa

Purnama telah berlalu dua musim
Yang menenggelamkan sederetan kenangan
Semalam di bawah sinar pijarnya
Terasa kembali aliran darah ini menyeruak sesak

Hempas napas seakan pelampiasan jiwa
Berat mewakili onggokan angan
Tuk bisa melukis lagi di atas lembar usang
Yang penuh goretan tinta penuh warna

Di sini tergantung lagi setumpuk lamunan
Berderu dengan kenyataan yang berdendang
Berlalu, tertumpuk di secawan kecewa
Meraungkan titik punah tak berterumbukan tunas

Kubungkus dengan sutera rasa
Ruang kalbu terpijar sinar lilin yang hampir padam
Tak lagi terang tuk tempat bersua jiwa
Kosong terpaku gelap di tingginya altar pusara
.
.
.
.

Mendung kotaku
JOGJA, 9 Juni 2017





CINTA JIWA
BY : Puji Astuti


Kuteguk secawan madu nikmat
Dalam lambaran derai angan yang menggeliat
Sepucuk daun melati aroma magis suci
Yang membaluri sekujur tubuh ini

Kidungku menggelantung bak lembayung
Menjuntai bagai gemulai liuk perawan sedang bersenandung
Jentik yang mulus tanpa bercak merah merona
Senandung cinta dalam lirih decaknya

Titik titik jatuh di tatapan nan teduh
Tersembunyikan ketawa kecil yang riuh
Senandung rindu di telaga warna
Dengan kecipak air di pusaran derasnya

Ooooohhhh... kamajaya sastra
Tuliskan bait-bait yang berirama
Sentuhlah jiwa-jiwa berdetak tertata
Tuk bingkiskan secarik kata pelega karya asa
.
.
.
.

Edisi love
JOGJA, 8 Juli 2017




HASRAT
By : Puji Astuti


Rengkuh hati di malam senyap
Dingin desiran angin menggoyang ranting dahan bergeretak
Setara dengan gelitik jiwa ranaku
Memagut senyum kulum resah terkatub

Dawai ini merdu terasa di dada
Getarnya menggugah gairah rasa
Debur gemuruh sekilas gelisahkan diri
Di tepian malam yang hampa tanpa terang bintang

Dear ... ungkapan rasa hasrat jiwa
Cakrawala senja kini semburat keemasan
Kemilau lembayung mengusung suntinganku
Sentuhlah dengan ujung jemari lentikmu

Luruh,
Pasrah,
Harpaku menyusun melodi syahdu
Menari kalbuku di atas terumbu cinta biru
Dengan irama ritme-ritme geliat sukma
Tuk habiskan detik waktu yang mulai menguasai jiwa di dada

JOGJA, 19 Juli 2017





( Ku temukan cipta Lope-lope )
By : Puji Astuti


Runcahlah
Berjalan ditenggarai rumpun
Mengais bait-bait kelam
Dikau terdiam

Engkau tenggelam di baris malam
Suara lirih ungkapkan teriris kesakitan hati
Tengoklah puja
Bulan pun indah di atas sana
Bintang pun kemilau sinarnnya

Walau semilir angin terpa tubuhmu
Namun dalam hati ada seberkas rindu yang kelu

Kau melerai kisi duka
Jangan pekik kau bilur sendiri
Biarkan rasa ini ikut terkuliti
Tuk bersama berderai air mata di titik sepi

Pujaku
Peluk ragaku agar kau tak merasa sendiri
Genggam tanganku agar hangat jiwamu
Rona kesakitanmu menggaung di cakrawala
Menggumpal hitam menggantungi mega-mega

Jiwaku tersakiti jika kau begini
Terduduk di teras gelap sendiri
Terpaku di sudut keputusasaan

Puja
Pandang mataku dengan penetraanmu
Lihat jantungku dengan mata bathinmu
Secukup mendulang harapan
Tuk Meraup kenyataan ini

Melihat apa yang kita cari
Meniti hari tanpa ragu lagi di hati
Biaskan ronamu puja
Lepaskan kegelisahan jiwa yang ada
Bias kerlip kunang terbang
Menandakan betapa indahnya sisa hidup kita
Biar puing geming itu terlupakan sejenak
Gelak ini kita ciptakan padu
Karena senyummu merupakan kebahagiaanku

( Diunggah ulang karya cipta 2015 )
JOGJA, 19 Juli 2017





SEROJA KERING
By : Puji Astuti


Terbutakan oleh bayang yang kukejar
Menyisakan seonggok pernik tanda tanya
Tertimpakan puja warna
Mendesiskan racun rasa

Kuliti jiwa tanpa ragu
Menorehkan sacarut hina
Tinggalkan di lorong gelap buntu
Bersama pedas cadas kerling membisu

Kupanggil diam beku
Berbisik apalah arti di pulasan bibir membiru
Serasa kematian ada di jiwa ini
Yang lumpuh seketika karena sakitnya terkebiri sepi

JOGJA, 28 Juli 2017

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - MASIHKAH


# MASIHKAH #

Masihkah,
Aku dapat melihat mentari,
Sendangkan senja,
Menanti gelapnya malam,
Begitu juga mendung,
Menyelimuti cahaya rembulan,
Yang berhasrat menerangi kegelapan.

Masihkah,
Dapat ku sentuh si embun pagi,
Sedangkan malam,
Melupakan indahnya bintang bintang,
Dan aku larut,
Di alunan kumandang Alquran,
Yang bersahutan bersama sang angin.

Masihkah,
Aku dapat zikir kan kalimah Illahi,
Dalam ibadah puasa,
Dalam hembusan nafas ini,
Bersama mentari,
Bersama si embun pagi,
Hingga nanti,
Senja kembali,
Menyambut gelapnya malam.

Masihkah,
Ada waktu untuk esok hari,
Kau dan aku tetap bersama.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 02:06:2017





# PUDAR #


Cakrawala merona,
Menelan mentari senja,
Tiada aksara ataupun suara,
Menerobos ruang di dada,
Semua entah ke mana,
Meninggal kan ku di dalam lara.

Pudar sudah lamunan,
Angan hilang di kegelisahan,
Hanya tersisa puing puing kenangan,
Menemani sepenggal perjalanan,
Yang kini bias dalam impian,
Hilang di penantian.

Malam kan menjelma,
Akan kah rembulan menerangi,
Aku juga ingin bermanja,
Menepis kenangan yang menyelimuti,
Biar semua gambaran patamorgana,
Pupus bersama kemerlip bintang kejora.

Aku telah jatuh tersandar,
Lunglai di dalam kegelapan,
Dan impian pun terkapar,
Terbaring tampa keinginan,
Dan cahaya indah cinta pun kini memudar,
Tenggelam di dalam kesunyian.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 30:05:2017





# TERPURUK #


Entah kemana lagi,
Ku langkah kan kaki ini,
Aku kini kian tak mengerti,
Kenapa relung hati semangkin sepi,
Semuanya bagai tak berarti,
Ibarat air di daun keladi.

Keangkuhan ku menatap mentari,
Buta kan sekelip kelopak mata,
Itu sudah jelas pasti,
Namun aku selalu berusaha,
Hingga nanti aku dapat memahami,
Kenapa pandangan ini begitu hampa.

Aku ingin meluah kan ruang imajinasi,
Aku ingin berlari sekuat ku mampu,
Supaya aku tak lagi seperti mati,
Tak lagi kaku membisu,
Bagai bara ku ingin menjadi api,
Bagai kan tanah ku ingin menjadi batu.

Keterpurukan ku kian meraja,
Keinginan ku kian sirna,
Aku hanyut di belai patamorgana,
Hingga nanti datang nya senja,
Membawa ku kealam maya,
Hingga keterpurukan ini sirna.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 28:05:2017





# MENEMANI BAYANG KE RINDUAN #


Gelisah,
Senja kian merona,
Entah lah,
Aku menatap mentari rebah,
Kian rebah di cakra wala,

Ada rasa rindu membelenggu,
Menyisakan kenangan,
Ia tercurah dari kalbu,
Menjalar dalam ingatan,
Di situ ada kamu,
Menemani ruas ruas perasaan.

Aku tak ingin bersedih lagi,
Namun aku tak dapat melepaskan kecewa,
Walau Ku tau burung burung tak lagi bernyanyi,
Namun bayang mu semangkin menggoda,
Di dalam rasa hati,
Kala kumandang akan Azan menggema.

Andai kau tau rasa ini,
Bermohon lah kepada Illahi,
Katakan aku tak ingin sendiri,
Katakan cinta kita tetap bersemi,
Biar para malaikat dapat mengakui,
Sekuat apa cinta ku ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 27:05:2017





# AKU DAN LILIN #


Sayup sayup ku dengarkan,
Jangkrik jangkrik berdendang,
Ia nyanyikan tentang rembulan,
Yang lama menghilang,
Di balik mendung nya awan,
Bersama kemilau bintang bintang.
Aku ingin melangkah,
Di dalam gelap gulita,
Tapi aku kian resah,
Gerimis kini mulai menyapa,
Yang menjadikan tubuh ini basah,
Terpuruk lelah tak bersuara.

Malam kian merona,
Hujan kian melanda,
Dan aku diam seribu bahasa,
Menatap seberkas cahaya,
Yang kini masih setia,
Menerangi ku di gelap gulita.

Hanya lilin ini yang menerangi,
Hanya lilin ini yang rela,
Menemani ku di sini
Berkorban hingga ia tak lagi menyala,
Menerangi di hujan dan gelap gulita,
Yang kini bermanja di kelopak mata.

By : LUmbang KAyung
( 25 : 05 : 2027 )





# GALANG RAMBU ANARKI #


Galang Rambu Anarki,
Di mana pusara mu,
Apakah kini kamu tak lagi berarti,
Atau roh mu telah beku,
Beku di telan bumi,
Musnah Hilang dan berlalu.

Galang Rambu Anarki,
Bangkit lah kembali,
Lihat Negri ini,
Ibu Pertiwi seakan teracuni,
Bbm masih melambung tinggi,
Anak anak masih kurang Gizi.

Galang Rambu Anarki,
Kini Masih terus terjadi,
Pengusaha tarik subsidi,
Penguasa Negri seakan tak perduli,
Hingga bayak nyawa yang mati Suri,
Oleh Jiwa jiwa yang tak mempunyai Hati.

Galang Rambu Anarki,
Di mana hilang nya doa doa kami,
Di mana tinju mu yang kami nanti,
Kami masih di sini,
dan terus menanti kau kembali,
Hingga nanti Ibu Pertiwi tersenyum kembali.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 22:05:2017


------------------------------------


Ku renungi isi dalam lubuk hati,
Terpapar silap dan salahnya diri,
Suara Takbir yang bergema di sana sini,
Bekumandang meluluh kan ke egoan duniawi,
Di hari yang penuh berkah dan rahmat Illahi,
Ku sujutkan maaf atas dosa dan silap ku ini.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI,
MINAL AIJIN WAL PAIJIN,
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

BY : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 25:06:2017





# JANJI DUSTA #


Untuk apa ku kembali,
Jika bunga tak lagi bersemi,
Pelangi tak lagi hiasi hari,
Menyambut ku kembali di sini,
Dalam merenungi sebuah janji,
Yang kini merobek ulu hati.

Untuk apa ini semua,
Impian telah menjadi sirna,
Janji menjadi dusta,
Sedang rindu hanya hiasan kata,
Penghibur lirih alam maya,
Di saat ku ingin meraih gita cinta.

Cincin yang di dalam genggaman,
Kini menjadi cemoohan,
Uang yang telah ku janjikan,
Kini menjadi kekecewaan,
Dalam sebuah perjalanan,
Menempuh lelah nya perjuangan.

Ku temui engkau tak lagi sendiri,
Diri mu telah menjadik miliknya,
Dan entah kemana lagi ku harus berlari,
Meninggal kan perihnya luka dan lara,
Biar impian di hari lebaran nanti,
Sirna di dalam jiwa dan raga.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 19:06:2017





# LAMBAIYAN TERAKHIR #


Sampai saat ini,
Aku tak dapat melupakan,
Kenangan yang ku alami,
Kesalahan yang telah ku lakukan,
Tapi itu sudah menjadi takdir dan rejeki,
Yang takkan pernah ku persalah kan.

Ku ingat gelembun air di kolam,
Saat itu engkau memanggil nama ku,
Ingin ku luah kan kekuatan yang terpendam,
Tapi aku merasa tak mungkin mampu,
Dan kesedihan ku resah kian mendalam,
Di saat ku merasa ingin menjemput mu.

Maaf kan aku sayang,
Hanya itu yang dapat ku lakukan,
Bukan aku tak ingin berjuang,
Aku hanya mampu berdiri di tepian,
Tiada mungkin aku terlalu jauh berenang,
Walau itu di air jernih yang tenang,

Hanya tersisa kini sebuah kenangan,
Teringat tangan yang engkau lambaikan,
Waktu itu kau meminta pertolongan,
Waktu itu aku merasa ketakutan,
Dan perlahan di telaga itu engkau menghilang,
Hilang dan hingga kini tak dapat di temukan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 16:06:2017





# SI TUAN POLAN #


Kebencian mu
Kini tersimpan di dalam senyuman,
Demi sebuah arti kemenangan,
Menjadikan ajang pertikayan panjang
Yang kini telah mengorbankan nama Tuhan,
Budaya dan cita cita Pancasila.

Entah siapa yang benar,
Hukum hanya menjadi catatan,
Dalam kumpulan buku persidangan,
Tentang ayat ayat yang tak pernah usai,
Yang menjadikan kami semangkin dungu,
Mengenal siapa sebenar nya kamu,
Yang ku sebut si tuan polan,

Kini jalan dan persimpangan,
Telah menjadi ajang pertemuan,
Demi melepaskan dendam amarah,
Liar bagaikan gerombolan srigala,
Buas dengan cakar cakar yang tajam,
Rakus haus kentalnya darah kebencian,
Yang akan menjadi penyesalan panjang,
Yang tak kan pernah lagi sempat terpikirkan,
Untuk memahami arti sebuah kesetiaan,
Demi kebohongan mu si tuan polan.

Lihat kian lusuh bendera kami tuan polan,
Pudar tak lagi terlihat nampak berwarna,
Dan bait bait alasan mu,
Kini telah menjadi tontonan soasial,
Demi angkuhnya keserakan,
Yang tak lagi bisa melahirkan keadilan,
Sebenar benarnya keadilan.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 15:06:2017




# PINTA KU #


Biarlah segalanya,
Itu sudah biasa,
Untuk apa lagi diri mu bersamdiwara,
Dan untuk apa lagi berdusta,
Melangkah lah kemama engkau suka,
Jika itu yang membuat mu bahagia.

Hati ini,
Jiwa ini,
Lelah sudah menemani,
Apa yang telah kau cari,
Apa yang kau jadi kan mimpi,
Semua itu tak dapat lagi ku temani.

Aku tau,
Aku dapat memahami,
Siapa diri mu,
Siapa insan yang lemah ini,
Tak kan mungkin seorang wanita seperti mu,
Mampu menemani kehidupan ku.

Mf kan aku,
Biarkan kan semua berlalu,
Tak usah lagi kau ragu,
Ini telah menjadi kehendak ku,
Walau sebenarnya aku tau,
Begitu perih nya melupakan mu.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 13:06:2017





# UMPAMA BINTANG DAN KIAMBANG #


Kau umpama bintang bintang,
Tinggi di awang awang,
Berpijar bersama rembulan yang terang,
Yang membawa impian ku ini terbang,
Di kala aku jauh memandang.

Aku umpamakan kiambang,
Terapung di sawah ladang,
Hancur dikala sang kerbau berkubang,
Dan terbuang bila pak tani datang,
Lalu hilang di kala air tenang.

Namun tak dapat ku pungkiri,
Kau begitu indah untuk di nikmati,
Menghiasi malam malam sepi,
Menemani mimpi mimpi,
Walau ku tau kau tak dapat ku miliki.

Berpijarlah sang bintang,
Ingin ku nikmati indahnya malam ini,
Teruslah menghiasi awang awang,
Aku juga tak ingin terlalu jauh beralusinasi,
Karena aku tau aku adalah sang kiambang.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 12:06:2017





# KARENA KAMU #

Karena kamu,
Bunga ditaman ku layu,
Malam malam ku kelabu,
Bagai kan batu,
Hati ku membeku,
Dingin bagaikan salju.

Karena kamu,
Burung burung bernyanyi sendu,
Tiada lagi merdunya lagu,
Iringi langkah ku yang tak menentu,
Dan kemana arah di tuju,
Semua hampa dan semu.

Karena kamu,
Impian ku meragu,
Berselubung kan rindu,
Ku tatap luasnya lautan biru,
Dan di dalam diam ku,
Ingin ku peluk erat bayang mu.

Ya karena kamu,
Karena cinta,
Karena rindu,
Aku kian sensara,
Hati ku semangkin beku
Dan tiada lagi kata untuk bahagia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 11:06:2017





# WALAU SEKEDAR #


Di dalam kenangan,
Tersimpan bayangan,
Seraut wajah nan menawan,
Mewarnai kesunyian,
Yang kini ku rasakan,
Membius ku di dalam kesadaran.

Ku coba dendang kan lagu,
Meresapi lembutnya sentuhan,
Dan hembusan sang bayu,
Membelai sebuah renungan,
Yang begitu asik ku cumbu,
Menghibur ku dalam lamunan.

Malam begitu indah terasa,
Rembulan pun bersinar terang,
Hewan yang asik bercanda,
Menatap pijar bintang bintang,
Yang begitu ramah menyapa,
Menghibur angan ku yang terbang melayang.

Di sinaran rembulan,
Diri mu memberi ku satu kecupan,
Di pijar bintang bintang,
Merdu nada suara mu berdendang,
Dan aku pun terlena ke asikan,
Larut dalam bayangan yang tak ingin menghilang.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 10:06:2017




# DI KEHENINGAN MALAM #


Pijar sinar rembulan,
Pecah di antara awan awan,
Malam ku pun membias kegelapan,
Meretas bayang kesunyian,
Dan sayup sayup gema di bebatuan,
Memudar di hamparan rerumputan.

Kemana suara hembusan sang bayu,
Mengapa sirna di gemersik dedaunan,
Mungkin pungguk engan merayu,
Agar rembulan memberikan ku kehangatan.

Kini gerimis mulai berjatuhan,
Membasahi ku yang terpuruk di keheningan,
Dan malam pun menangisi kegelapan,
Yang tak dapat ku tepiskan,
Walau bintang bintang dan rembulan,
Merajuk di diantara titisan hujan.

Aku menatap kehampaan,
Sepintas bayang ku menghilang di kegelapan,
Dan dingin pun merangkul kerinduan,
Mendera ku dalam arti sebuah kesetiaan,
Yang begitu perih untuk ku rasakan,
Menyelimuti sepinya malam dan rinai rintik hujan.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 09:06:2017





# AKU YANG TERLUKA #


Untuk apa,
Kau datang lagi,
Sedang luka di jiwa,
Belum dapat ku obati,
Biarlah aku berduka,
Biarkan pintu hati ini terkunci.

Usah bicarakan cinta,
Bila kita tak setia,
Sayang mu itu sekedar saja,
Hanya di depan mata,
Yang telah menjadi sandiwara,
Di pentas air mata.

Biarlah aku menemani kecewa ini,
Tersenyumlah dengan kebohongan,
Aku tak ingin di temani,
Ingin ku bekukan semua kenangan,
Dan lamunan tak lagi membayangi,
Pabila itu dapat ku lakukan.

Aku hanya ingin sendiri,
Pergilah bersamanya,
Cinta ini sudah ku akhiri,
Berbahagilah andai kau bahagia,
Aku bukan dermaga pelepas sepi,
Aku adalah aku yang terluka.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 06:06:2017




# BIARLAH. #


Biarlah,
Hujan membasahiku,
Aku kan terus melangkah,
Walau tiada yang kan ku tuju,
Walau aku kehilangan arah,
Walau nanti semua orang tau.

Biarlah,
Aku dalam kegelapan,
Aku tak kan lagi resah,
Tak kan lagi kesepian,
Hingga nanti tubuh ini rebah,
Rebah di buai bayangan.

Biarlah terjadi,
Ini sudah takdir diri,
Layu di panas mentari,
Lapuk menghitung hari,
Bagai sabut di lautan tak bertepi,
Terombang ambing tiada yang menemani.

Biarlah semua,
Ini sudah kehendak yang kuasa,
Walau aku masih setia,
Walau aku tetap saja cinta,
Teruslah bersamanya,
Hingga kau benar benar bahagia.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 05:07:2017




# BIAR BERLALU #


Tiada lagi yang dapat ku goreskan,
Hanya tentang lamunan,
Tentang sebuah pejalanan,
Tentang rumput rumput di bebatuan,
Tentang kebahagiaan,
Yang hilang bersama kerinduan.

Ingin ku kabar kan tentang mimpi,
Kenangan remang temaram,
Yang terukir indah tampa janji,
Melebur lembaran kusam,
Dalam nota kehidupan,
Cerita satu malam.

Biar lah semua berlalu,
Tak ingin lagi ku berandai andai,
Hati ku telah membeku,
Raga ku kini tak lagi berarti,
Raga yang terkubur di putih nya salju,
Menanti hembusan nafas yang terakhir ini.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 29:06:2017




# KANDAS #


Aku terbuai,
Larut di rindang pepohonan,
Hembunsan angin sepoi sepoi,
Membelai akan kedamaian,
Yang hilang dan pergi,
Bersama angan angan.

Aku bukan pemimpi,
Aku bukan penghayal kehampaan,
Aku cuma ingin kecapi,
Indah nya rasa yang dapat ku rasakan,
Coba menghibur ruang hati,
Usir detak jantug kegelisahan.

Di sini ku menanti senja,
Merayu mentari di atas telaga,
Gurauan sepasan angsa,
Memanggil ku untuk bercanda,
Di bening air yang membias cahaya,
Jadikan ku terkesima dengan pesona.

Ku dengarkan kicau burung burung,
Ku pandangi indah bunga bunga,
Angan ku pun turut melambung,
Tinggi jauh ke taman nirwana,
Menggapai impian yang tak berujung,
Dan kandas terkapar di pojok kerinduan cinta.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 03:07:2017





# KEBAHAGIAAN YANG KU MILIKI #


Ku ingin mencoba kembali,
Mengukir derap langkah hidup ini,
Menatap mega mega di langit tinggi,
Rangkul ramah sinar mentari pagi,
Dan embun embun yang menyelimuti,
Manjakan ku dengan segelas kopi.

Di sana luas lautan,
Hantarkan ombak ke tepian pantai,
Dendang camar dan nelayan,
Iringi gemersik niyur melambai,
Dan angin yang menyentuhkan belaian,
Merayu lembut kedua kelopak mata ini.

Ku ingat satu kenangan,
Tentang gelora rindu dan waktu,
Rajuk hati kemesraan,
Membuai ragu dan cemburu ku,
Di kala itu dilema cinta menantikan,
Jawapan di akhir kesetiaan ku.

Kini cintaku selamanya di sini,
Bangunkan ku dari mimpi mimpi,
Temani ku dengan segelas kopi,
Bangkit kan semangat di dalam diri,
Menanti hingga tiba waktu saatnya nanti,
Kebahagiaan ini kembali kepangkuan Illahi.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 30:06:2017




# NASIP KU YANG MALANG #


Ingin hasrat ku,
Senantiasanya bersama mu,
Dapat menyayangi mu,
Mengikuti jejak langkah mu
Dan dengan sepenuh cinta ku,
Ku kan menjaga pesona dan kelembutan mu.

Jika kulihat malam yang berbintang,
Rembulan yang bersinar terang,
Ingin ku ajak kau terbang melayang,
Menikmati indahnya malam yang panjang,
Di sana kita bercanda menari dan berdendang,
Di dalam merdunya alunan nada kasih dan sayang.

Itu seandai nya kau tau,
Andai kau juga dapat memahami ku,
Tapi karena rapuh nya aku di bahasa mu,
Hati kecil ku ini telah menjadi ragu,
Cinta suci ku pun terbuai rasa malu,
Walau sekedar untuk dapat menatap mu.

Aku tau musim mu telah bersemi,
Kau tau senja ku telah menemani,
Itu sepintas bahasa yang telah kau beri.
Bahasa yang dapat ku kenang sepanjang hari,
Tentang rasa yang tersimpan di dalam ruang hati,
Tentang malangnya cinta yang akan ku lalui.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 16:07:2017





# CELOTEH DI PERSIMPANG JALAN #


Takdir sudah ada yang ngatur."
Mo kabur ?,,
Jelas lu tersungkur.
Mau hidup lu hancur lebur ?.
Atau secepatnya lu terkubur?.
Dari itu seharusnya lu tau untuk bersukur'.

Lu tau kagak ya?,
Hidup itu kan harus saling berbagi.
Bukan cuma hanya untuk semau gua !.
Apa emang betul lu benar benar sakti ?.
Mimpi aja lu bakalan gak jumpa,
Yang namanya ku sebut sorga duniawi .

Negeri sendiri lu hiyanati ".
Apalagi jalinan persaudaraan.
Lu mau mati separuh mati ?.
Atau menanti karma yang di persimpangan ?.
Maka itu lu jangan terlalu banyak pada bermimpi.
Jalani aja hidup yang menjadikan lu bahagia.

Ingat dengan kekuasaan tuhan ".
Hidup ini bukan hanya untuk uang doang ".
Neraka itu sudah jelas menyakitkan kita kawan .
Entar baru di dalam penjara aja nangis minta pulang.
Apalagi alam kematian yang tak dapat terelakkan.
Pikir deh sebelum menjadi penyesalan yang panjang.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 15:07:2017





# CINTA KU YANG TERSEMBUNYI #


Ada sesuatu,
Meresap dalam jiwa,
Tinggi di langit biru,
Luas melebihi samudra,
Itu andai kau tau,
Itu andai kau dapat merasa.

Lelap ku yang terjaga,
Lamunan yang menggila,
Bagaikan sabut di pusaran samudra,
Tak lepas dari poros putaran nya,
Dan aku samangkin tergoda,
Pada setiap kata dan canda tawa.

Aku tak dapat memungkiri,
Aku tak kuasa untuk memiliki,
Tapi hasrat ku tak mau menepi,
Tinggalkan gelombang gelora yang ku alami,
Di dalam kehidupan ku ini,
Jauh di dasar relung hati.

Ku bermohon kepada mu ya Illahi,
Beri jawaban tentang rasa cinta ini,
Aku tak mau menyakiti diri,
Namun aku tak ingin impian ini pergi,
Hanya kepadamu ku dapat berserah diri,
Atas rejki dan takdir yang akan engkau beri.

By : LUmbang KAyung
Air Joman Baru 14:07:2017





# MENGUPAS KENANGAN #


Rinai hujan,
Basahi keterpurukan,
Di kesunyian,
Kumbang kumbang berterbangan,
Tinggalkan bunga bunga di taman,
Tinggal kan kegelisahan.

Ku mengukir di genangan,
Tentang syair kehampaan,
Menghilng di pandangan,
Tersimpan di ingatan,
Hanya tersisa lamunan,
Di bawah curah hujan.

Mendung masih menyelimuti,
Belaian angin berhembus merayu,
Terdengar gema di bukit tinggi,
Dendang kan nada sendu,
Syair cinta merobek hati,
Gugur kan bunga yang hampir layu.

Bunga memang bukan setangkai,
Taman tak selamanya indah menawan,
Hanya daun niyur yang terus melambai,
Memanggil ombak di tengah lautan,
Memujuk sudut di sanubari,
Membakar kenangan yang tak berkesudahan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 13:07:2017





# KEMBALILAH KE AJARAN TUHAN #

Gonjang ganjing Nusantara,
Prahara dan angkara,
Huruhara jadi petaka,
Kemuliaan agama seakan sirna,
Mata hati pun bagaikan buta,
Menatap linangan air mata.

Salah menyalahkan,
Membangun kebencian,
Bagai hilang kesadaran,
Mandi di lumpur kemunapikan,
Lalu tertawa cekikikan,
Di ruang kesesatan.

Salah siapa?,
Salah mereka?,
Atau aku dan dia,
Entah di mana jawaban nya,
Mari coba kita bertanya,
Kepada catan rasa kecewa.

Bangun dan bangit kawan,
Jangan hanya bermimpi,
Muliakan kembali ajaran Tuhan,
Usah lagi menanti nanti,
Lakukan apa yang dapat di lakukan,
Karena hidup ini bukan untuk kita sendiri.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 12:07:2017




# ANDAIKAN KAU TAU #


Diatas gelombang,
Kumemandang,
Ragu dan bimbang,
Kala itu berdendang,
Terbang terbang,
Gelora tinggi melayang.

Aku malu,
Tapi aku suka,
Dan aku tak tau,
Katakan rasa cinta,
Pada diri mu,
Ingin ku memimta.

Tersimpan rasa,
Mencabit rindu,
Kemana dan kemana,
Aku mengadu,
Kini aku hanya bisa,
Menapak jejak langkahmu.

Harus bagai mana,
Kini hanya kenangan,
Rindu ku yang meronta,
Menantikan sebuah pertemuan,
Bersama dirinya,
Dalam luahan rasa yang tersimpan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai





# JANGAN HANYA DIAM #


Apa yang di takutkan,
Haruskah jadi pecundang?,
Itu bukan jawaban,
Mari bersama berjuang,
Buktikan sebuah kebenaran,
Tampa ada lagi ragu dan bimbang.

Mari kita bergandeng tangan,
Kumpulkan semua kekuatan,
Agama bukanlah penyesatan,
Indonesia bukan tempat kehancuran,
Tempat hilangnya kemuliaan,
Tempat berakhirnya ke Ikhlasan.

Lihat mentari masih bersinar terang,
Bulan bintang masih menghiasi malam,
Perjalanan kita masih panjang,
Dan jangan kamu hanya diam,
Biarkan cita cita generasimu menghilang,
Terkubur di lembah yang pengap dan dalam.

Mari kawan,
Teruskan arti perjuangan,
Jangan lagi kita dikurung kehawatiran,
Lakukan apa yang dapat di lakukan,
Hapus semua pembodohan,
Percayalah kematian itu di tangan Tuhan.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 07:07:2017




# IDONESIA MILIK KITA #

Aku seperti pemalu,
Sebenarnya ini zaman kami,
Namun petuah mu itu kami tunggu,
Apa ragunya kami rakyat negri ini?,
Siapa takut sama mereka itu?,
Kenapa kami terus saja menanti?,
Takutkah jawapan mu?,
Kami jangan lagi di bohongi,
Kamilah serdadu mu,
Itu soal biasa walau kami akhirnya mati,
Atau salah kah kata para pejuang terdahulu?,
Cobalah mengerti,
Tak usah lagi ragu ragu,,
Kekejaman Isis bagai pki saja itu kita takuti?,
Ah,,,
itu seperti kisah dahulu,
Tentang negri ini,
Tentang takut mu soal iblis dan Hantu belau,
Semoga kami bukan seperti kamu,
Kamu adalah para petinggi negri,
Dan yakinlah kami masih terus menanti,
Janji mu itu yang sejak dahulu selalu kami rindu.

By : By LUmbang KAyung
Air Joman Baru 07:07:2017




# MELEPAS CINTA MU #


Derai,
Hening terkapar,
Gapai,
Cahaya impian memudar,
Badai,
Langit di jiwa bergetar,

Resah,
Sepi malam menyelimuti,
Lelah,
Awan kian meninggi,
Pasrah,
Meronta ramah di nurani.

Bayang,
Meniti jauh berjalan,
Remang,
Membelai manja kepedihan,
Hilang,
Di dalam kegelapan.

Aku,
Nyanyian lara,
Mengiris luka di kalbu,
Bergema di singgasana cinta,
Menatap sayu kelopak mata merayu,
Meraung lirih suara hati yang tak rela.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 21:07:2017




# SUHADAKAH KAU ISIS #


Kau telah lihat Israel merajalela,
Kau telah lihat tetesan air mata Palestina,
Tidak kah kau dengar jerit menderita,
Butakah mata kita?,
Atau tulikah telinga kita?,
Coba kita tanya isi nurani di dalam dada.

Mana yang namanya para suhada,
Kenapa menunduk kan kepala,
Mungkin kini kamu sedang berdoa,
Atau lagi membuat rancana,
Hanya untuk menorehkan sebuah nama,
Atas kekacauwan yang terjadi di Nusantara Indonesia.

Lihat lah itu tempat berjuang,
Kini ia sudah terlihat di depan mata,
Untuk apa lagi kau ragu ragu dan bimbang,
Bukankah selama ini Mati sahit yang kau minta,
Singkirkanlah aral yang kini telah melintang,
Selamatkan keberadaan ummat muslim Palestina.

Jangan biarkan lagi Israel merajalela para Suhada,
Jangan biarkan Muslim Palestins tersiksa,
Ingatlah sang Rosullah telah berkata,
Sekalipun jangan kau dekati bayangan mereka,
Kepintaran dan tujuan Israel adalah musuh nyata,
Di dalam menghapuskan Ummat Muslim di atas Dunia.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 23:07:2017




# GORESAN USANG #

Siapa lah aku,
Apa yang ku bisa,
Aku setumpukan goresan berdedu,
Berserakan di makan usia,
Waktu melebur di laut biru,
Hilang tenggelam tampa sisa.

Suara suara aksara,
Menerjang rimba,
Mangarungi samudra,
Menerobos angkasa,
Dan melampaui cakrawala,
Demi membasuh noda dan dosa.

Hanya kata kata sakti,
Yang kan menjadi saksi,
Meluluhkan ego diri,
Peluk erat imajinasi,
Demi impian duniawi,
Demi kebenaran surgawi.

Aku hanyalah goresan usang,
Menjejaki jeritan manusia,
Demi kasih sayang,
Demi sebuah cita cita,
Walau akhirnya aku kan terbuang,
Tercampak tak berghuna.

By : LUmbang KAyung
Tanjung Balai 26:07:2017





# PESAN KU UNTUK MU PALESTINA #


Maju,
Terjang,
Jangan lagi ragu,
Serang,
Satukan kekuatan mu,
Kamu pasti menang.

Teruskan perjuangan,
Penderitaan,
Bukan akhir jawaban,
Kematian,
Bukan yang menakutkan,
Semua jalannya sudah ketentuan Tuhan.

Jangan kamu mudah menyerah,
Kuatkan tekatmu di hati,
Kamu bukan insan lemah,
Kamu Suhada berani yang di Ridhoi,
Walau harus rela dan tabah dalam ibadah,
Menghadapi Ujian yang Allah telah beri.

Kami ini untuk mu Palestina,
Kami benci atas kejoliman dunia,
Kami juga mempunyai air mata,
Kami juga dapat merasa,
Teruslah berjuang untuk Negara mu tercinta,
Hingga nanti anak cucumu dapat menikmati arti merdeka.

@@@

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,
Patah tumbuh hilang berganti, mati satu tumbuh seribu,
Pantang menyerah sebelum merdeka,
Beda agama, suku dan budaya namun tetap sama (Pancasila).
Merah Berani, Putih Suci ( merah Putih )
INI lah simboyan kami rakyat bangsa INDONESIA

Anak mu harus lebih berhasil dari diri mu sendiri.
Ini simboyan suku ku ( Batak )

By : LUmbang KAyung
Tanjung Bakai Asahan 27:07:2017

Kumpulan Puisi Mahyaruddin - SISI DALAM RUANG


*sisi dalam ruang*
Oleh, mahyaruddin


terpinggirkan atau di pinggirkan atau jiwa yang memang berlahan menepi dalam sadar
entah,
masih menggenggam sunyi
meraba sepi
tak berkawan pada kawah merapi

selamat malam untuk mu dini hari
selamat menjelang pagi

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Rinai Pagi"
oleh, mahyaruddin


pagi sederhana
pagi ku
yaa
pagi ku
masih sederhana dengan deretan rindu yang sederhana pula
rindu akan perempuan penyuguh teh dan sarapan

mengecup tangan ku dengan kasih
juga senyum manis nya yang tak lekang
melepas pergi ku mencari uang
dan menyambutku pulang dengan sayang

aku hanya lajang yang rindu berbagi sayang
bukan pecundang apalagi jalang
hanya tak punya cukup uang
meminang

pagi ku masih sederhana pada rindu sederhana
masih pula sendiri pada riuh mimpi
di malam tadi

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Deskripsi Rindu Ku"
Oleh, Mahyaruddin


rindu itu pahit
mengkudu pada lidah waktu
rindu itu tajam
duri pada mawar
rindu itu perih
luka bertabur garam
rindu itu tajam
bilah pada pedang
rindu itu nestapa
perahu di tengah badai
rindu itu mati
pelangi di tengah merapi
rindu itu dalam
perigi pada dasar hati
rindu itu singkat
waktu pada sua tatap
rindu itu panjang
kenangan tak terganti
rindu itu tawa
harta karun dalam bersama
rindu itu tangis jauh sapa jauh rupa
rindu itu marah serapah pada jengah

rindu itu nyaman
rindu itu cantik
rindu itu manis
rindu itu dekat
rindu itu
ia disini
di tiap dengus nafas
ia disini
di tiap jengkal langkah
ia disini
di dasar jiwa ku
rindu itu

aku tidak mau membenci mu
lantaran aku terlalu rindu

sebab aku semakin rindu
padamu

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"seruni hati"
oleh, mahyaruddin


di atas senandung rapuh
ku hafal tiap lekuk hari
ku hafal tiap ruas masa
hingga ku mampu pisah kan mana unggu mana kelabu
namun sayang
sedikit pun tak mampu aku kibas debu rindu yang menyeruak penuh pada batin ku
aku hilang di antara ilalang sayang

serpihan rasa terbuang percuma
ku rasa

sungguh sedari kemarin yang lalu aku telah mulai malu pada gulir waktu

bergelimang pada duri bunga ku sendiri

aku tak ingin menggenggam mawar lagi
duri nya dua kali menjadikan ku mati

biarlah hanya anggrek atau cempaka

rindu ku pada rasa yang ku rindu

terbenam bersama senja

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"belati cinta"
oleh, mahyaruddin

kuntum belati
yaa
belati
kemarin ku simpan walau tiada henti sayatan
masih ku simpan
sebab telah tinggal dalam tikaman

terima kasih untuk luka yang kau tabur gula dan madu di tepi nya
walau pada akhirnya kau tumpahkan garam tepat ditengah nya

kau berulang matikan ku pada jiwa
cinta
engkau penuh akan binasa
mematikan yang patah
namun penuh harum syurga
membuai yang terlena

engkau
cinta
merenggut nyawa di tiap gagal

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Salam jiwa untuk mu cinta"
oleh, mahyaruddin


Salam dari segala penjuru
mewakili hatiku
hati yang engkau tahu
di dalam nya ada tumpukan tumpukan cerita tentang engkau
tentang wajahmu
tentang tangismu
tentang tawamu
tentang marahmu

tentang segala rasa yang ku punya atasmu

engkau bertahta sederhana pada dipan jiwaku
ingin ku ajak engkau menikmati angin sore
ada camar di sana
juga anggrek hijau

rindu
yaa
engkau rindu

nama indah penghias hatiku
tak lagi mampu akalku mengartikan hadirmu

dalam jauh mataku
aku mencintai mu

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"bara rindu"
oleh, mahyaruddin


apa masih ada fotoku yang engkau simpan?
atau
masih ingatkah engkau akan raut wajahku?

aku masih menggenggam teratai berdarah
luka di tebing kelabu
ada juga bunga abadi di kawah merapi
layu namun tak mati
lalu
siapa lagi yang sudi menjadi hujan
meluluhkan penantian

aku sekarat pada harap

rinduku masih ku semai pada foto mu

dan engkau
entah pula

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"tarian jiwa lama"
oleh, mahyaruddin


yha, demikianlah..
dan kerikil terus saja terseok sendiri
tersenyum dalam diam sedikit perih memang walau tanpa luka

akan ada banyak waktu terbuang percuma bila menunggu nya berlari sebab alas kaki nya telah rongsok tak mampu mengejar

kerikil malang menari sendiri pada tepi perigi

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*terasa rasa*
Oleh, Mahyaruddin


adalah aku pemungut serpih rasa di antara beberapa pilar yang terserak puing puing haru di lantai senja hingga malam bertemu pagi dan kembali menanti petang
tidak banyak yang ku pungut
namun cukup untuk menyesak kan hati ku yang ruang nya tanpa batas
terenyuh jiwa ku
tidak
belum usai
masih ada banyak rasa yang kian gugur dan kembali terserak
ada pula yang bergelayut di antara ranting ranting harapan
rasa ku
rasa mu
rasa kita
rasa yang sama
tak jarang tertutup waktu
berbingkai kata syahdu
senantiasa ku peluk erat meski angin angin sembilu membelai cadas di antara selimut ku
selalu ke genggam kuat rasa yang ku pungut
aku tak mau itu terbuang tanpa aku menyapa mu
tanpa aku menatap mu
tanpa kita yang beradu rasa
menepis sejenak jarak yang ada
membunuh sesaat waktu
meski berlalu nya kembali membentang kan rasa

rasa ku
rasa mu
rasa kita
rasa yang sama

telah banyak cerita yang terukir pada baris detik nya
pada alinea alinea nafas
pada degup jantung
pada renyah tawa
pada sendu air mata
pada apa saja yang berlalu bersama

rasa ku
rasa mu
rasa kita
rasa yang sama

terus lah hidup dalam rasa yang sama

meski nanti terpisah pada masa nya

rasa ku
rasa mu
rasa kita
adalah kita pemungut rasa yang sama

#Pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





Assalamualaikum.
Taqabbalallahu minna wa minkum
Kulluam wa antum bi khoir


Mohon maaf lahir dan bathin ats sgl khilaf n salah dan ke alfaan sifat dan sikap perbuatan kelakuan dan tutur kata juga perkataan dlm canda dan bicara juga sikap badan dan tingkah laku yang kurang berkenan yg slma ini ane perbuat tanpa sengaja dn di sengaja 😔 🙏🏻
Ana Mahyaruddin NST dengan segala kekurangan dan klebihan yg ane punya, ane mohon maaf yg sebesar besar nya lahir dan bathin.

Semoga kita semua dan orang tua kita serta seluruh keluarga kita dn saudara2 kita senantiasa dalam kesehatan wal afiat lahir bathin di jauh kan dr sgl mcm pnyakit, di panjangkan umur dlm usia yg berkah dan kmbali bertemu pada Ramadhan2 berikut nya, diluaskan rezki, dimudahkan dlm sgl persoalan, dimudhkn dlm menggapai mimpi harapan dan keinginan, snantiasa dlm kebahagian dn kmudahan dlm sgl hal, bahagia dunia akhirat, serta snantiasa dlm Ridho dn lindungan Allah SWT dan harapan yang selalu kita ucapkan, smoga kita semua nanti nya kembali di kumpulkan di Syurga Nya Allah. Aamiinn yaa Robbal alaamiin....





*Hampa*
Mahyaruddin


seperti Tenere di tengah Sahara
aku
Akasia yang sendiri

rindu akan engkau
Perempuan penepis sendiri ku





*Untuk mu RPS*
oleh, Mahyaruddin


bait bait kata pada sketsa sastra kemarin terserak pada kertas kertas malang
hingga terlupa akal ku
sebab larik tiada bertemu wadah nya
lama masa berselang
hingga hampir lekang di ingatan juga jiwa ikut terkekang
waktu pula memburu mencari terang
hasrat pujangga mulai terbenam rindu
memaksa berlari mencari peti kesana kemari
tempat harta karun nya agar tesimpan rapi

hingga bertemulah jiwa pada bilah ruang nan megah
banyak syair syair indah padu padan
tertata pada tiap tiap dinding ruang nya
lahir dari tangan tangan ulung penyair penyair mahsyur
beruntung langkah bisa bertamu di rumah ini
pintu pula tiada terkunci
sungguh tuan rumah tiada bosan dalam jamuan
terima kasih daku ucapkan
telah kenankan bait demi bait coretan ku ikut di tata pada ruang istana dalam bingkai bingkai sastra
di rumah ini
di Ruang Pekerja Seni
Dirgahayu dirimu
Jayalah selalu dalam karya cipta
lahirkan sastra demi sastra dari jemari jemari ulung petarung karya pada kertas kertas dunia

Salam cinta satu jiwa
RPS sukses dan jaya

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua




*Hilang*
Oleh, Mahyaruddin


kemarin
kita begitu dekat
seperti antara senja dan maghrib
berlahan waktu mulai bembentang jarak
hingga sekarang
jarak ini seperti
subuh dan petang

aku masih saja memelihara rindu ini dalam hati

untuk engkau yang ku rindu

dari aku,
pemungut senyum dan tangis mu.

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*07 07*
Oleh, Mahyaruddin


Kemarin
ia datang lagi
waktu yang sebenarnya tak ingin ku temui
sebab semakin tua rasanya tubuh ku

malam ini
angan ku ada pada gugus bintang
cerita ku ada dalam bait doa pada Tuhan
mimpi ku
harapan dan keinginan ku
saat ini adalah satu
cinta
ada cinta yang memeluk ku dalam cinta
susah senang
tangis tawa
marah ramah ku
sehat ku
sakit ku

ia
cinta yang memeluk ku dengan cinta

mati ku

ia

cinta yang tetap memeluk ku dengan cinta

dalam doa - doanya�

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Hampa*
Mahyaruddin


seperti Tenere di tengah Sahara
aku
Akasia yang sendiri

rindu akan engkau
Perempuan penepis sendiri ku

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Semu*
Oleh, Mahyaruddin


adakah ini keseriusan atau pula gurau resah mu saja
jangan pula kau mainkan rasa pada hati sendu ku
kau buai hanyut hasrat pada jiwa
hingga harapku menggenggam mu dalam banyak cinta
lalu
bila kau tak memilih ku
atau pula tak menerima ku
untuk apa engkau singgah dalam kalam - kalam sepi ku

meski begitu
aku berterima kasih
sebab kau usir sejenak sunyi ku

walau pada akhir nya
aku harus kembali tertikam Belati sepi

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Patah*
Oleh, Mahyaruddin


nanti
tenang saja
aku akan beranjak dari waktu mu
aku butuh sedikit waktu meredam getir ku
engkau tak perlu khawatir
nanti
aku akan pergi
hingga di tiap hela nafas engkau tak lagi mendapati rindu ku
nanti
aku akan jauh sendiri
hingga pada tiap langkah mu tak kau dapati lagi sayang ku
nanti
di petang yang panjang
yang engkau telah katakan
"aku bukan tempat mu pulang"

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Tinggal Sepi*
Oleh, Mahyaruddin


air mata tumpah ruah tercurah darah pada bilah pelepah jengah
oohh...
sudah pergi rupanya
telah pergi berlari semua suara
semua mata
dan sudah
tidak ada lagi
yang perduli
tentang air mata
atau pula darah
hingga kering sendiri dan mati
tak lagi berkulik pada kumpulan elang
sebab diri nya hanya sebatas camar mengais hidup pada burak ombak
bingkai nyata pada kehidupan yang indah hanya pada yang indah
yang buram tetap tinggal dan tak banyak warna cerah

ia ingin lari saja sendiri

meski berkelambu sunyi

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Senja Hilang*
Oleh, Mahyaruddin


di petang waktu itu
ada lembar kasih yang kau bawa pergi
semula aku pikir
engkau akan kembali menyapa di pagi nanti
namun hingga senja engkau ku cari
namun
mata ku tak lagi menatap mu
hingga senja berganti senja yang lain
tetap saja tak ada wajah seperti mu

kini telah pergi bersama larik rindu yang ku patri di antara mata mu

engkau hilang bersama patahan jiwa

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Punah*
Oleh, Mahyaruddin


semula
ada langkah ku yang ingin menggenggam jiwa bersama batin mu
namun
luruh waktu berparuh kian jauh
kau pula semakin membunuh jiwa ku
kau mainkan mimpiku
kau ikat lalu kau penggal cinta ku hingga putus harapan ku
adakah kau tahu tentang rasa hatiku kini
bukan lagi tentang cinta atau pula benci
namun tentang rasa sakit yang menjamah hati ku kian remuk
kau hujam berulang ulang jiwa ku
adakah kau tahu rasa nya?
Sayang
kau teramat indah untuk ku balas sakit
cukup sumpah serapah ini saja yang tega ku buat
matilah kau dalam bahagia
biar perih rindu
ku tanggung sendiri

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua