RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 27 Juni 2017

Kumpulan Puisi Mahyaruddin - SISI DALAM RUANG


*sisi dalam ruang*
Oleh, mahyaruddin


terpinggirkan atau di pinggirkan atau jiwa yang memang berlahan menepi dalam sadar
entah,
masih menggenggam sunyi
meraba sepi
tak berkawan pada kawah merapi

selamat malam untuk mu dini hari
selamat menjelang pagi

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Rinai Pagi"
oleh, mahyaruddin


pagi sederhana
pagi ku
yaa
pagi ku
masih sederhana dengan deretan rindu yang sederhana pula
rindu akan perempuan penyuguh teh dan sarapan

mengecup tangan ku dengan kasih
juga senyum manis nya yang tak lekang
melepas pergi ku mencari uang
dan menyambutku pulang dengan sayang

aku hanya lajang yang rindu berbagi sayang
bukan pecundang apalagi jalang
hanya tak punya cukup uang
meminang

pagi ku masih sederhana pada rindu sederhana
masih pula sendiri pada riuh mimpi
di malam tadi

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Deskripsi Rindu Ku"
Oleh, Mahyaruddin


rindu itu pahit
mengkudu pada lidah waktu
rindu itu tajam
duri pada mawar
rindu itu perih
luka bertabur garam
rindu itu tajam
bilah pada pedang
rindu itu nestapa
perahu di tengah badai
rindu itu mati
pelangi di tengah merapi
rindu itu dalam
perigi pada dasar hati
rindu itu singkat
waktu pada sua tatap
rindu itu panjang
kenangan tak terganti
rindu itu tawa
harta karun dalam bersama
rindu itu tangis jauh sapa jauh rupa
rindu itu marah serapah pada jengah

rindu itu nyaman
rindu itu cantik
rindu itu manis
rindu itu dekat
rindu itu
ia disini
di tiap dengus nafas
ia disini
di tiap jengkal langkah
ia disini
di dasar jiwa ku
rindu itu

aku tidak mau membenci mu
lantaran aku terlalu rindu

sebab aku semakin rindu
padamu

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"seruni hati"
oleh, mahyaruddin


di atas senandung rapuh
ku hafal tiap lekuk hari
ku hafal tiap ruas masa
hingga ku mampu pisah kan mana unggu mana kelabu
namun sayang
sedikit pun tak mampu aku kibas debu rindu yang menyeruak penuh pada batin ku
aku hilang di antara ilalang sayang

serpihan rasa terbuang percuma
ku rasa

sungguh sedari kemarin yang lalu aku telah mulai malu pada gulir waktu

bergelimang pada duri bunga ku sendiri

aku tak ingin menggenggam mawar lagi
duri nya dua kali menjadikan ku mati

biarlah hanya anggrek atau cempaka

rindu ku pada rasa yang ku rindu

terbenam bersama senja

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"belati cinta"
oleh, mahyaruddin

kuntum belati
yaa
belati
kemarin ku simpan walau tiada henti sayatan
masih ku simpan
sebab telah tinggal dalam tikaman

terima kasih untuk luka yang kau tabur gula dan madu di tepi nya
walau pada akhirnya kau tumpahkan garam tepat ditengah nya

kau berulang matikan ku pada jiwa
cinta
engkau penuh akan binasa
mematikan yang patah
namun penuh harum syurga
membuai yang terlena

engkau
cinta
merenggut nyawa di tiap gagal

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"Salam jiwa untuk mu cinta"
oleh, mahyaruddin


Salam dari segala penjuru
mewakili hatiku
hati yang engkau tahu
di dalam nya ada tumpukan tumpukan cerita tentang engkau
tentang wajahmu
tentang tangismu
tentang tawamu
tentang marahmu

tentang segala rasa yang ku punya atasmu

engkau bertahta sederhana pada dipan jiwaku
ingin ku ajak engkau menikmati angin sore
ada camar di sana
juga anggrek hijau

rindu
yaa
engkau rindu

nama indah penghias hatiku
tak lagi mampu akalku mengartikan hadirmu

dalam jauh mataku
aku mencintai mu

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"bara rindu"
oleh, mahyaruddin


apa masih ada fotoku yang engkau simpan?
atau
masih ingatkah engkau akan raut wajahku?

aku masih menggenggam teratai berdarah
luka di tebing kelabu
ada juga bunga abadi di kawah merapi
layu namun tak mati
lalu
siapa lagi yang sudi menjadi hujan
meluluhkan penantian

aku sekarat pada harap

rinduku masih ku semai pada foto mu

dan engkau
entah pula

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





"tarian jiwa lama"
oleh, mahyaruddin


yha, demikianlah..
dan kerikil terus saja terseok sendiri
tersenyum dalam diam sedikit perih memang walau tanpa luka

akan ada banyak waktu terbuang percuma bila menunggu nya berlari sebab alas kaki nya telah rongsok tak mampu mengejar

kerikil malang menari sendiri pada tepi perigi

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*terasa rasa*
Oleh, Mahyaruddin


adalah aku pemungut serpih rasa di antara beberapa pilar yang terserak puing puing haru di lantai senja hingga malam bertemu pagi dan kembali menanti petang
tidak banyak yang ku pungut
namun cukup untuk menyesak kan hati ku yang ruang nya tanpa batas
terenyuh jiwa ku
tidak
belum usai
masih ada banyak rasa yang kian gugur dan kembali terserak
ada pula yang bergelayut di antara ranting ranting harapan
rasa ku
rasa mu
rasa kita
rasa yang sama
tak jarang tertutup waktu
berbingkai kata syahdu
senantiasa ku peluk erat meski angin angin sembilu membelai cadas di antara selimut ku
selalu ke genggam kuat rasa yang ku pungut
aku tak mau itu terbuang tanpa aku menyapa mu
tanpa aku menatap mu
tanpa kita yang beradu rasa
menepis sejenak jarak yang ada
membunuh sesaat waktu
meski berlalu nya kembali membentang kan rasa

rasa ku
rasa mu
rasa kita
rasa yang sama

telah banyak cerita yang terukir pada baris detik nya
pada alinea alinea nafas
pada degup jantung
pada renyah tawa
pada sendu air mata
pada apa saja yang berlalu bersama

rasa ku
rasa mu
rasa kita
rasa yang sama

terus lah hidup dalam rasa yang sama

meski nanti terpisah pada masa nya

rasa ku
rasa mu
rasa kita
adalah kita pemungut rasa yang sama

#Pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





Assalamualaikum.
Taqabbalallahu minna wa minkum
Kulluam wa antum bi khoir


Mohon maaf lahir dan bathin ats sgl khilaf n salah dan ke alfaan sifat dan sikap perbuatan kelakuan dan tutur kata juga perkataan dlm canda dan bicara juga sikap badan dan tingkah laku yang kurang berkenan yg slma ini ane perbuat tanpa sengaja dn di sengaja 😔 🙏🏻
Ana Mahyaruddin NST dengan segala kekurangan dan klebihan yg ane punya, ane mohon maaf yg sebesar besar nya lahir dan bathin.

Semoga kita semua dan orang tua kita serta seluruh keluarga kita dn saudara2 kita senantiasa dalam kesehatan wal afiat lahir bathin di jauh kan dr sgl mcm pnyakit, di panjangkan umur dlm usia yg berkah dan kmbali bertemu pada Ramadhan2 berikut nya, diluaskan rezki, dimudahkan dlm sgl persoalan, dimudhkn dlm menggapai mimpi harapan dan keinginan, snantiasa dlm kebahagian dn kmudahan dlm sgl hal, bahagia dunia akhirat, serta snantiasa dlm Ridho dn lindungan Allah SWT dan harapan yang selalu kita ucapkan, smoga kita semua nanti nya kembali di kumpulkan di Syurga Nya Allah. Aamiinn yaa Robbal alaamiin....





*Hampa*
Mahyaruddin


seperti Tenere di tengah Sahara
aku
Akasia yang sendiri

rindu akan engkau
Perempuan penepis sendiri ku





*Untuk mu RPS*
oleh, Mahyaruddin


bait bait kata pada sketsa sastra kemarin terserak pada kertas kertas malang
hingga terlupa akal ku
sebab larik tiada bertemu wadah nya
lama masa berselang
hingga hampir lekang di ingatan juga jiwa ikut terkekang
waktu pula memburu mencari terang
hasrat pujangga mulai terbenam rindu
memaksa berlari mencari peti kesana kemari
tempat harta karun nya agar tesimpan rapi

hingga bertemulah jiwa pada bilah ruang nan megah
banyak syair syair indah padu padan
tertata pada tiap tiap dinding ruang nya
lahir dari tangan tangan ulung penyair penyair mahsyur
beruntung langkah bisa bertamu di rumah ini
pintu pula tiada terkunci
sungguh tuan rumah tiada bosan dalam jamuan
terima kasih daku ucapkan
telah kenankan bait demi bait coretan ku ikut di tata pada ruang istana dalam bingkai bingkai sastra
di rumah ini
di Ruang Pekerja Seni
Dirgahayu dirimu
Jayalah selalu dalam karya cipta
lahirkan sastra demi sastra dari jemari jemari ulung petarung karya pada kertas kertas dunia

Salam cinta satu jiwa
RPS sukses dan jaya

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua




*Hilang*
Oleh, Mahyaruddin


kemarin
kita begitu dekat
seperti antara senja dan maghrib
berlahan waktu mulai bembentang jarak
hingga sekarang
jarak ini seperti
subuh dan petang

aku masih saja memelihara rindu ini dalam hati

untuk engkau yang ku rindu

dari aku,
pemungut senyum dan tangis mu.

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*07 07*
Oleh, Mahyaruddin


Kemarin
ia datang lagi
waktu yang sebenarnya tak ingin ku temui
sebab semakin tua rasanya tubuh ku

malam ini
angan ku ada pada gugus bintang
cerita ku ada dalam bait doa pada Tuhan
mimpi ku
harapan dan keinginan ku
saat ini adalah satu
cinta
ada cinta yang memeluk ku dalam cinta
susah senang
tangis tawa
marah ramah ku
sehat ku
sakit ku

ia
cinta yang memeluk ku dengan cinta

mati ku

ia

cinta yang tetap memeluk ku dengan cinta

dalam doa - doanya�

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Hampa*
Mahyaruddin


seperti Tenere di tengah Sahara
aku
Akasia yang sendiri

rindu akan engkau
Perempuan penepis sendiri ku

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Semu*
Oleh, Mahyaruddin


adakah ini keseriusan atau pula gurau resah mu saja
jangan pula kau mainkan rasa pada hati sendu ku
kau buai hanyut hasrat pada jiwa
hingga harapku menggenggam mu dalam banyak cinta
lalu
bila kau tak memilih ku
atau pula tak menerima ku
untuk apa engkau singgah dalam kalam - kalam sepi ku

meski begitu
aku berterima kasih
sebab kau usir sejenak sunyi ku

walau pada akhir nya
aku harus kembali tertikam Belati sepi

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Patah*
Oleh, Mahyaruddin


nanti
tenang saja
aku akan beranjak dari waktu mu
aku butuh sedikit waktu meredam getir ku
engkau tak perlu khawatir
nanti
aku akan pergi
hingga di tiap hela nafas engkau tak lagi mendapati rindu ku
nanti
aku akan jauh sendiri
hingga pada tiap langkah mu tak kau dapati lagi sayang ku
nanti
di petang yang panjang
yang engkau telah katakan
"aku bukan tempat mu pulang"

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Tinggal Sepi*
Oleh, Mahyaruddin


air mata tumpah ruah tercurah darah pada bilah pelepah jengah
oohh...
sudah pergi rupanya
telah pergi berlari semua suara
semua mata
dan sudah
tidak ada lagi
yang perduli
tentang air mata
atau pula darah
hingga kering sendiri dan mati
tak lagi berkulik pada kumpulan elang
sebab diri nya hanya sebatas camar mengais hidup pada burak ombak
bingkai nyata pada kehidupan yang indah hanya pada yang indah
yang buram tetap tinggal dan tak banyak warna cerah

ia ingin lari saja sendiri

meski berkelambu sunyi

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Senja Hilang*
Oleh, Mahyaruddin


di petang waktu itu
ada lembar kasih yang kau bawa pergi
semula aku pikir
engkau akan kembali menyapa di pagi nanti
namun hingga senja engkau ku cari
namun
mata ku tak lagi menatap mu
hingga senja berganti senja yang lain
tetap saja tak ada wajah seperti mu

kini telah pergi bersama larik rindu yang ku patri di antara mata mu

engkau hilang bersama patahan jiwa

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua





*Punah*
Oleh, Mahyaruddin


semula
ada langkah ku yang ingin menggenggam jiwa bersama batin mu
namun
luruh waktu berparuh kian jauh
kau pula semakin membunuh jiwa ku
kau mainkan mimpiku
kau ikat lalu kau penggal cinta ku hingga putus harapan ku
adakah kau tahu tentang rasa hatiku kini
bukan lagi tentang cinta atau pula benci
namun tentang rasa sakit yang menjamah hati ku kian remuk
kau hujam berulang ulang jiwa ku
adakah kau tahu rasa nya?
Sayang
kau teramat indah untuk ku balas sakit
cukup sumpah serapah ini saja yang tega ku buat
matilah kau dalam bahagia
biar perih rindu
ku tanggung sendiri

#pondokteduh_olehku_pengendarabesitua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar