Minggu, 20 Januari 2013
ULANG TAHUN
Ulang tahun
Kau hari yang ku tunggu-tunggu
Kau juga mengingatkanku pada hari kelahiranku
Dimana bertambahnya umurku
Ulang tahun
Andai kau ada di setiap hariku
Pasti aku selalu gembira
Dan merasakan indahnya hari itu
Ulang tahun
Kau membuatku sangat bahagia
Karena hari itulah aku mendapatkan banyak hadiah
Hari ulang tahun hari yang tak pernahku lupakan
(untuk ayahku yang tercinta)
Oleh : Egya Bhagas Sembiring
Jakarta
KEGAGALAN BUKAN AKHIR DARI PERJALANAN
Perjalanan manusia penuh dengan lika-liku
Selalu berbeda tanpa batas ruang dan waktu
Kegagalan kadang kala menyakitkan kalbu
Jika tiada pembimbing bagi hati yang pilu
Ketika akhir dari tujuan tidak menjadi milik anda
Hanya keikhlasanlah yg menolong pedihnya jiwa
Tatkala kegagalan terus membayangi langkah kita
Pasrahkanlah segalanya pada Sang maha Bijaksana
Percayalah bahwa Sang Pencipta maha mengetahui
Sehingga sanubari senantiasa berdzikir tanpa henti
Renungkanlah makna hidup setiap insan di dunia ini
Niscaya kebahagiaan akan merasuk dalam ruang hati
Kegagalan bukan akhir dari suatu perjalanan
Karna ia hanya sebatas ujian dalam kehidupan
Kerinduan akan kebahagiaan selalu didapatkan
Bagi seorang yg berfikir bahwa hidup adalah ujian
Jadilah hamba Allah yang baik saat menyikapi segala cobaan
Sehingga jiwa yang tenang menghampiri nuansa kebahagiaan
Tataplah masa depan melalui doa dalam langkah kemenangan
Karna tiada hal yang sia-sia dalam setiap jalan pengorbanan.
Oleh : Egya Bhagas Sembiring
Jakarta
DO'A UNTUK AYAH
Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani
DiaLah ayah
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa
Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ayah
Kekuatan yang Lebih dari apapun
Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku
Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ayahku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada
Terimakasih ayah
Atas apa yang teLah kau berikan padaku
Aku akan seLaLu
Oleh : Egya Bhagas Sembiring
Jakarta
TANYALAH PADA DESIR PASIR
senandung malam mulai menggoda hasyrat jiwa untuk melepaskan seluruh kegiatan yang telah membludak yang telah menghancurkan seluruh sanubari setiap insan yang mendengarkan suara yang mendesing ke gendang telinga, membuat jantung dag-dig-dug. setiap hari senandung itu mengusik setiap insan yang tidak siap untuk melepask...an segala pekerjaan yang seharusnya dia kerjakan.
padahal senandung itu indah didengar, syahdu dirasa, nyaman dihati. itu akan terjadi bila yang ada di dalam hati kita adalah ketulusan dan kesabaran serta ketabahan di jalan hidup kita yang sangat panjang walaupun sebenarnya dunia ini hanya singkat.
dengarkanlah senandung indah itu, dengan hati yang tenang. karena memang Allah mencintai orang-orang yang jiwanya tenang ketika mendengar senandung indah yang membuat jiwa tenang, sebenarnya.
tapi, mengapa banyak orang yang risih mendengarkannya padahal aku pernah mendengarkan cerita bahwa ketika jin-jin mendengarkan senandung yang bergejolak itu membuat mereka bertaubat.
mengapa sebagian dari kita tidak merasakan hal itu?
padahal setiap huruf, setiap kata dan kalimat serta paragraf dan juga halaman yang seterusnya ada lembaran dan kitab tersusun rapi dan indah.
kenapa kebanyakan orang yang tidak menyadari keindahan yang ada didalamnya, apalagi ketika disenandungkan kenapa ada yang merasa enggan mendengarkannya?
padahal tidak ada sesuatu yang terkandung di dalamnya melainkan kebaikan-kebaikan yang telah diakui seluruh insan.
tapi kenapa banyak yang tidak menyadari??
tanyalah pada desir pasir
Oleh : Baharuddin Yusuf Habiby Harahap
Tanjungbalai,Sumatera Utara
JALAN HIDUP
MenggapaiMU dalam kepapaan iman,
mengantarkan jiwa pada rantau yang asing,
mencari jawab dihelai daun teh nan hijau ,
saat lelana membisikkan rayuan, entah cuma gurauan atau sungguhan
direlung tak berbatas
dikedalaman kesungguhan yang tertinggal,
masih adakah harap yang tertunda mampu dieja
jika kitalah wasit dipertandingan hitam putih
hidup ini.....
Memahami rencanaMU disenja usia yang tersipu,
sungguh suatu petualangan iman melelahkan,
meski sudah jatuh bangun dijalan kekeliruan
masih saja tak mampu membaca isyarat,
jalan akhir yang melegakan,
hidup ini....
-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.-----
-----(J)Pondok bambu istanaku, Sabtu sore 19 Jan 2013 . 18:18 wib.--
HARI INI, LIMAPULUHDUA TAHUN SILAM
Hari ini, lima puluh dua tahun lalu
senja mulai turun dipematang sawah hijau
nyanyian jangkrik dan terompet angin mengalun lembut isyaratkan gelap
pekik melengking jeritan bayi membelah magrib,
mencatatkan lahirnya putra fajar, malam jumat kliwon
Jejak kaki panjang melangkahi jarak
mencatatkan selaksa niat , anak desa
putih hatinya, meng-angkasa cita citanya
aku ingin jadi : PANGLIMA, katanya
berkubangan dipematang sawah menyemai padi nan hijau
Selamat datang , sapa lara babak perbabak hingga dewasa
Derita hidup, hasrat nyala dan lambungan cita cita
mengantarkan kaki merambahi belantara pulau jawa
setelah jalan berliku , lembah ngarai dan jurang dan bukit
kini kita bertemu disni, dicatatan tak berujung dunia maya
duh...lima puluh dua tahun silam adalah kelam...
-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar .------
-----(J) Pondok bambu istanaku, Minggu pagi 20 Jan 2013. 08:50wib.--
TAK YAKIN
Berdiri didepan mendahului jalannya raga
banyak yang tak bisa kujabarkan
padamu kawan
Berharap didepan jauh melampaui perbuatan
begitu banyak yang tak bisa kukatakan
padamu kawan
Berhenti sebelum halte penghabisan sungguh jadi beban
masih banyak yang terbengkalai
buah kepalsuan dan kebohonganmu kawan
Aku tak terlalu yakin
meneruskan petualangan ini....
-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.-----
-----(J)Pondok bambu istanaku , minggu sore 20 jan 2013 . 17:45 wib.---
JANGAN HUKUM AKU
Aku seperti terpenjara
saat kuniatkan menjemput hampa yang tertinggal
satu persatu bencana menengadahkan petakanya
siaga mengoyak asaku....
Sungguh kaki tanganku kaku mati biru
saat berencana menyalami masa lalu diterminal antar waktu
lama sekali kutunggu
hampa
Ajari aku menata reruntuhan kalbu
darimana mesti kumulai
jalan diri goyah
tanpa harap
Jangan hukum aku
dalam ketidaktahuanku
---oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar .-----
---(J)Pondok bambu istanaku, Minggu malam 20 Jan 2013 . 21:05 wib.-
BERBENAH DIRI
Jika begitu,
biar kuringkas jarak malam ini untuk wadah rindu kita,
dalam cuaca tak menentu begini, aku mengkhawatirkan janjimu
tapi aku pasti akan segera pulang
menggendong rindu yang kau suburkan
setelah usai belajar diam,
jangan lagi merapal mantra, jika cuma buat gelisah
tidak percayakah kau pada setiaku menghitung kata,
sekian malam kita tak bersua....
dipucuk doa yang menggigil,
sampai tak berani lagi angin beranjak, padahal saatnya telah tiba
menunggu giliran berikutnya...
Ulurkan tangan kasihmu gapailah rinduku
sekian lama berharap , haruskah meratap
berilah aku waktu berbenah diri
jika rindumu bukan untukku lagi....
---oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar .-----
---(J)Pondok bambu istanaku , minggu malam 20 Jan 2013 . 21:31.--
PERTARUNGAN HITAM PUTIH
Mengenangkan perjalanan setapak demi setapak
lelah menggelayuti ritme jantung alirkan darah memerahkan bingkai raga
kita pernah terpenjara disana
bertanya tak berjawab
Menata rangkaian menyisihkan debu dari butiran harap
ada yang hilang ditikungan kemarin senja
meski sesungguhnya telah kita pahami
ujung jalan ini buntu
berbenturanan tata krama dan susila
dari pertarungan hitam putih keduniawian
hidup kita
Hari hari kemarin menyusun berita
meski tertinggal tak berwarna seharap kita
tapi kita pernah ada disana
saat berita masih fakta dan kita pungkiri
melayakkan ego, harga sebuah nyali
meski kini kita sesali......
-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.-----
-----(J)Pondok bambu istanaku, Minggu sore 20 Jan 2013 . 16:36 wib.---
Jumat, 18 Januari 2013
PEMBALASAN ALAM SEMESTA
Kertak gigi dan tubuh gemetar merata disetiap pojok rumah dipelataran alas tua,
kota sejuta harap,konon tempat petinggi negeri mematut diri,
mengatur lalu lintas sosial politik negeri ini, sejak pagi hingga petang,
saat guyur hujan meradang sepanjang terang,
bahkan ketika malam makin sepi tak hendak hujan berhenti.
Jalan raya jadi sungai, rumahku jadi kotak sepatu,
dimana mana suara riuh meratapi harta bendanya,
siapa yang harusnya bertanggung jawab pada bencana alam ini.
Semua orang angkat bicara cuma sekedar pembasah bibir semata,
tong kosong nyaring bunyinya.
Ini belum seberapa, dibandingkan dengan luka alam karena penebangan liar
disemua hutan disana diulu sungai kejujuran,
dihutan hijau milik alam raya, paru paru dunia, jantung ekosistem.
Hukum keseimbangan alam semesta membalaskan kekejaman manusia ,
memberikan lara baru seujung kuku saja,
Sekarang kita yang memanen hasilnya,
menanggungkan derita tak berujung,
dan kita cuma bisa menerima pasrah tak sempat berbenah...
-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.-----
-----(J)Pondok bambu istanaku, Jumat pagi 18 Jan 2013 . 09:50 wib.--
INILAH JALANKU, JALAN DAKWAH
menapaki jalan ini di dalam syahdunya malam yang sejuk menggrogoti tulangku. Indah nian dalam keagungan cinta suci yang terasa selama ini.
apakah ini akan kurasakan selamanya atau hanya sementara.
tak tahu sampai kapan aku akan merasakan keindahan ini.
memanggil dan mengajak pelbagai insan untuk bersama di jalan ini.
tak semua yang bersedia di jalan ini yang terlihat asing, padahal indah lagi syahdu.
syahdu dalam keharuman iman dan kenyamanan jiwa.
tak semua yang bersedia di jalan ini yang terlihat aneh, namun penuh kebahagiaan.
alangkah berbahagia di jalan ini yang penuh rasa kasih dan sayang.
inilah cinta di jalan ini, inilah sayang di jalan ini.
tak semua yang bersedia di jalan ini yang terlihat menderita, padahal di sini penuh cinta.
tak semua yang bersedia di jalan ini karena tidak sabar, padahal bila sedikit sabar maka keindahan yang kau inginkan bisa kau dapatkan.
terus menapaki jejak ini di jalan ini.
jalan yang telah pernah digoreskan oleh penulis hebat tentang beliau.
jalan itulah yang sedang kita tapaki.
jalan itulah yang sedang kita lalui.
jalan yang penuh onak dan duri, sebab itulah terlihat penuh penderitaan.
padahal, jalan yang indah ini di dalam ikatan ukhuwah islamiyah yang terajut dalam dunia nyata dan dunia mimpimu.
jalan ini, jalan yang sangat indah yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata biasa.
alangkah asing jalan ini bagi mereka. tapi jalan inilah jalan yang telah digoreskan dengan tinta emas oleh sang penulis hebat.
ya, jalan ini memang sangat dahsyat. bagi mereka yang menyadari.
namun, tak bagi mereka yang tidak menyadari.
sangat indah jalan ini bila hidayah itu sudah tertempel dan tertancapkan di dalam hati.
tak bagi mereka yang tidak pernah peduli dengan apa itu hidayah, bagi mereka dunia adalah dunia.
semakin menapaki jalan yang penuh onak duri ini, yang akan berakhir bahagia.
jalan yang penuh pengorbanan, karena jalan yang penuh pengorbananlah yang akan berakhir bahagia.
lihatlah mereka yang tidak diberi cobaan, yang jalan hidupnya datarrrr saja.
apakah sukses mereka ada di dalam bathin mereka?
tentu.
tentu saja tidak.
mereka hanya bahagia di lahir tidak di bathin.
terus menapaki jalan ini lagi bertajuk cinta dan kasih sayang yang dicontohkan oleh RASULULLAH SAW. jalan ini tampaknya semakin indah dan syahdu.
inilah jalanku, bagaimana jalanmu?
Oleh : Baharuddin Yusuf Habiby Harahap
Tanjungbalai,Sumatera Utara
UNTUK TUTY HANDAYANI
sepasti matahari yang menampakkan diri dari timur
memberikan kalori bagiku.......
membakar klorofil rumput gajah di samping tempat berteduh
menancapkan hati meneguhkan jiwaku
agar tidak bergeser dari ketetapan
ketika itu terlihat jelas anak ayam tanpa tuntunan
berteduh tidak beraturan di kala hujan
berlari ceria di kala cerah kota hujan
mencari sesuatu untuk masa depan
masih tertulis pada kening yang sayup
pada akhir pertapaan untuk pengabdian
ku ingin menyampaikan.............
matahari masih terbit di timur
tidak akan bergeser
pada mawar dalam pengabdiannya
agar tetap memberi aroma
memberi senyum menyambut matahari
terlalu banyak penggoda alam yang menari
kencangnya angin barat..........
kumbang yang gagah, berkilau......
kupu kupu yang lemah lembut ..........
sehingga melupakan matahari
yang masih setia terbit di timur
Oleh Karyawan Perangin angin
Cianjur
Just sweet memory
Langganan:
Postingan (Atom)









