RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 28 Januari 2019

Kumpulan Puisi Mohammad As'adi - Mengenang Sang Mata Air Cinta



Mengenang Sang Mata Air Cinta
Bagian 1


(ibuku)

Ia adalah perempuan ningrat jawa yang tak pernah berdiri di atas tahtanya
Selalu melebarkan hati dan jiwanya pada kehidupan, meretas impian dengan senyum dan menakzimkan pada hati yang lapang-nrimo ing pandum – dan menebar kerinduan pada semua orang .
Bagiku ia adalah mata air cinta yang selalu aku panggil dengan kata sesejuk embun : Ibu

Kata-katanya senantiasa semerbak wewangian bunga, syahdu, merindu dan sinar matanya selembut butiran-butiran kabut. Dukalara terhempas ,sayap-sayap patah dan jiwaku yang terlunta dan tergores-gores luka, sekejap menjelmakan puisi penyejuk hati setiap kali ia berdiri dihadapanku sambil menyembunyikan seluruh kenestapaannya sebagai perempuan yang tergenggam tradisi keluarga priyayi-nrimo, sabar, pasrah, halus setia dan harus menanggung beban terjajah kaum pria.-

‘’Hidup harus berani dan tak tinggi hati, keturunan priyayi dan ningrat tak berlaku di semua tataran kehidupan…tak ada…..tak ada’’ katanya suatu ketika pada ku.

Setiap kami berbincang…ibu seperti tengah mengukir sebuah mozaik yang demikian indah dan acapakli goresan-goresannya tak aku pahami, seperti luka yang tak pernah melukai –Dari lembutnya sinar matanya perempuan itu sesungguhnya tengah berkata padaku – Aku cinta kamu- sambil melihat bayangannya di jiwaku .

Impian, harapan dan kehidupan adalah ibu. Ia lah ruh kehidupanku,sementara acapkali aku terjerembab dalam kehinaan, dengan tinggi hati melupakan sesungguhnya ia lah yang ada dalam diriku.

Setiapkali kerinduan menghentak, ada sebuah ketakberdayaan untuk tidak menyesalinya . Ia telah lama …lama sekali berpulang dengan menebarkan aroma sampai pelosok gunung…banyak orang mengenangnya, banyak orang terkenangnya, tapi aku ? hanya sibuk menyeret-nyeret kehidupanku.

Ibu adalah keindahan jiwa yang tak terpisahkan , jiwa yang senantiasa hidup dalam genggaman cinta sampai raga tak lagi menjadi miliknya. Ia akan terus hidup , bernafas dan mengaliri seluruh urat nadi.

‘’Jadilah manusia, menebarkan banyak kebajikan adalah jalan menuju tahta, bukan jabatan, harta atau keturunan…’’ katanya suatu ketika.

Temanggung 2019





Cinta yang Terbang
(sajak cinta pada yang terkasih )


Menderu hati dan jiwa ketika cinta terbelalak menaungi segala rupa
Namun aku hanyalah sezarrah, cinta tak terelakkan pada jiwa yang terbelenggu pusaran kehampaan tak terhingga. Milikku kah cinta itu ?
Tak ada kepimilikan mutlak,lantas bahagia ? Ah tidak…..tidak ada kebahagiaan itu pada diriku, kebahagiaan ada dalam kehidupan semesta, melesat-lesat, lalu aku membukakan hati,rebah dan berhap dalam menjalankan kepatuhan dan penyerahan diri tanpa batas.

Kesunyian adalah ruh kerinduan yang hanya terasa dalam hati penyair, pelukis dan hati yang terpesona keindahan. Kehampaan meyeretku pada lorong-lorong keinginan bertemu dengan Tuhanku dan melebarkan jiwa menganga pada kesetiaan sebagai sebuah kebenaran. Lantas mencintai sesama, sampai mereka membuka hatinya menandai kehadiranku sebagai seorang manusia.

Cinta yang terbentang luas, bertebangan . Ada resah, rindu , pahit dan cahaya-cahaya berpendaran,namun yang tertangkap hanyalah cinta sekering sabana ilalang dimusim kemarau dan hinggap pada jiwa-jiwa yang terkapar di atas jalanan. Cinta tak menorehkan sunyi bermakna, cinta tak mengalir pada sesama manusia, cinta hanyalah sebuah ironi dalam hegemoni politik dan kekuasaan, cinta menjelma dedaunan kering, berserak dimana-mana menanti waktu pembusukan.

Kahlil Gibran, sang pujangga semesta mengalirkan kata : Kucintai desa kelahiranku dengan sebagian cintaku untuk negeri , kucintai negeriku dengan sebagian cintaku untuk bumi.

Wahai sang pujangga, di bawah kekuatan Tuhanku aku berguru padamu, tentang cinta dan kehidupan, tentang keindahan dan keterpesonaan pada kesadaran membangun sebuah ketertundukan dan kepasrahan terhadap pencipta segala rupa semesta.

Anak-anak dan isteriku adalah ladang cinta yang menjelma sabana kerinduan, bukan milikku, mereka akan diminta pulang pada saatnya, demikian pula aku. Kita memang harus kembali pada sunyi dan kesunyian milik kita dengan sebuah keraguan, apakah kita berada dalam sebuah kerinduan sejati dan dirindukan kepulangannya oleh yang mencintai kita sang pemilik dan pecipta kita ? Oleh sebab kita tak pernah berada di sebuah ruang percintaan .

Berpuluh tahun, bejuta detik waktu telah aku lampaui dengan pengorbanan, dan kehormatan sebagai manusia yang tak mampu menghindarkan diri dari dera keinginan yang tersia dan sia-sia, nyaris tak ada kesetiaan yang dimiliki matahari pada siang atau rembulan dan bintang gemintang pada malam . Aku membangun cinta dengan sebutir biji , ketika tumbuh musim bertubi-tubi menghentakkan daun –daunnya bahkan juga merontokkan bunga-bunga yang mekar.

Setiap detik yang berkejaran dengan waktu kini, aku termangu memandangi cinta mekar karena tersiram cinta: anak-anakku, isteriku menyiraminya dengan kepatuhan dan kesetiaan pada sang pencipta.’’ Kami semua hanya ingin membahagiaanmu sampai batas penghabisan’’

Sekalimat kata cinta itu dalam senyap rinduku tergenang air mata: Aku merasa tak lagi tersia, cinta menjelma embun dan ketenangan jiwa, cinta berterbangan pada hakekatnya.

Temanggung 2019

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - Bercengkerama Dengan Asa



Bercengkerama Dengan Asa
By. Ade Saputra Sunankaligandu


Nyanyian angin lenakan jiwa
Hantar mimpi ke jumantara
Menabur benih - benih embun
Pada kuntum yang mulai ranum

Aku, masih terjaga dengan nalar
Ketika kuramu secawan madu
Tuk sekeping asa yang pudar
Karena rindu yang tak jua bertamu

Diam, tak kuasa berdusta
Ketika kusapa dengan tanya
Karena, hanya luka yang kau tau
Lalu, langkah melaju meski ambigu

#DewaBumiRaflesia_26_01_18





Menakar logika
By. Ade Saputra Sunankaligandu


Hening, ketika siang telah hengkang
Cuma gulita, warnai tubuh malam
Diam, dalam jeruji mimpi paling buram
Mengeja rupa arca samar bayang

Terpenjara, rupa logika dalam kaca lentera
Karya cahaya kikis sudut netra
Yang tersisa, lara rindu jadi benalu
Iris tipis, keping puing pilu

Bilakah, illusi kan bertahta di singgasana
Bila sahara, bentangkan antara
Sedangkan raga renta, lelap bertilam permadani
Dalam istana tanpa mimpi

#DewaBumiRaflesia_22_01_18

Kumpulan Puisi Akhmad Husaini - MENJULANG TIRANI ALUR SENTIMEN KELABU



MENJULANG TIRANI ALUR SENTIMEN KELABU
Karya : Akhmad Husaini


Sepanjang semua mampu dikerjakan sendiri
bertanggungjawab harus bisa dijalankan kini
tradisi mengungkit tirani terbentang jengah
tentu tak ada kata menghadapinya menyerah
pagut keinginan kekuatan berpangkalan rekah
memantau gemulai siasat tandas menentu arah

Menjulang tirani alur sentimen kelabu
berbilang teguh semangat ketentuan restu
tenteram sejahtera tanpa sapa akrab tentu
merebut alur sangka semakin berdentang
elemen sunyi menandas suasana guramang
pilih takjub hamparan sembilu membilang
kadang merasa tentu wajar kian berulang

Ornamen kecantikan menegas perisai nelangsa
selingan waktu menampak jejak mengurai rasa
tautan jingga hati terbuai sangka mendamba
mendedah riuh acuh menimbang berperi selera
untuk terus meningkatkan kualitas diri perlu
roh kehidupan merindu gerak semakin menyatu

Terus memintal asmara sesuai irama pasti
ini kisah sepanjang kehidupan bersimpati
selalu berada akhir kesedihan membawa arti
mendesau luruh kemungkinan terhenyak kelu
kesenduan merajut ikatan berkehendak tentu
pertemuan tepat menggenggam ego gerutu

Kandangan, 28 Januari 2019





MENUANG SEGALA KENYAMANAN DIRI TERBENTANG
Karya : Akhmad Husaini


Dedikasi terpaut suasana gerus menikam pasti
segumpal ilusi menegaskan pertapaan membakti
kau akan bisa meraih mimpi dengan sepenuh arti
teruslah berlalu memikat ragam perasaan meniti
status senang kian gembira selalu menjadi idaman
ragam sangkaan lirih pertapa berbalut peraman

Menuang segala kenyamanan diri terbentang
mimpi-mimpi riuh kumandang teori lantang
belenggu mampu meneriap singkap terang
melamun arah segala keremangan daya upaya
kesempurnaan itu bisa kau gapai dengan seraya
tentang canda aturan menubir citra baik segala
bingkai kelindan mencinta ragam nelangsa

Keindahan pengaruh diri kesan rentak dinamis
melangkah penuh makna merekam kian optimis
terkadang mengitari dengan keadaan mereka lebih
aku memang tak senang dengan selalu meyakini
terpa gembira menyerta iringan teguh bersiasat
sendu tak seperti kau harapkan selalu memang

Janji hati sepenuh harapan menubir istimewa
merentang segala aturan memagut canda tawa
kata tentu akan bangga bisa merasa kian sepi
apapun tentang segala harapan restu menutupi
selalu terpana dalam segala menegas mimpi
tak bisa saling berbeda hati belenggu menepi

Kandangan, 28 Januari 2019





KECAMUK LERAI JIWA MENEGANG SUKMA RAGA
Karya : Akhmad Husaini


Menerka rembang tanpa harus lewati jalan terjal
seberapa kuat kau mampu memberi kian kekal
hasrat hati ingin selalu sendiri semakin kental
tantangan harus selalu ada mesti terbelai pasti
bingkai kebersamaan melebur kesumat menanti
tatanan arus bersinergi terbagi keadaan penasti

Selalu ada harapan terbentang manis
kemana arah mesti menuju melankolis
masih ada sejarah bergelut laju ritmis
karena semua sudah perihal irama tentu
cerna kehendak potensi lagu merindu
datar kelebat kekuatan sembilu waktu
kau sangkakan bergelut taktik merestu

Sudut pandang arah mengurai tempias
hanyut duka lara berbias semu merias
seru menghambat harus berjuang tuntas
semua kita saling memindai impian kini
episode hegemoni celah celoteh tirani
kebangkitan diri kian tinggi lain reaksi
penjara hati taktis mengimbangi ambisi

Kecamuk lerai jiwa menegang sukma raga
akankah senang tercetus semakin sangka
rangkai jalan hidup senantiasa menggebrak
gemulai ego ringkih kata jalan menampak
rincian semburat nafsu menambat impian
tabiat sunyi janji meretas suntikan harapan

Kandangan, 28 Januari 2019





REDAM EGO MENANGKIS SUASANA PENUH GONTAI
Karya : Akhmad Husaini


Terpa sendu sensasi menebar senyum menggeliat
keinginan terus mengejar asa dalam segala niscaya
menggumpal irama kesunyian lindapan menyerta
pojok kerinduan tikaman arti meniku seteru tentu
konotasi asmara menampak arah segala noktah
menikam lurus selalu ada menawan sensasi rekah

Redam ego menangkis suasana penuh gontai
memaknai semua jalan panjang sepenuh arti
menerpa suasana penuh intim terbersit bakti
menanam jarak setia sepenuh gerus menanti
kendala diri terbuai semu jelaga menubir bukti
mengajak janji kepada jalan kebenaran pasti
teruslah semangat menjalani hidup menanti

Restu dalam igauan mimpi terbelit suasana terasa
selalu terbayang kenangan manis tertinggal kuasa
lindap lagu menyentak suasana penuh derap menata
karunia diri menggeliat suka merayu penuh gempita
dekam asmara waktu menagih suara terberai jejak
kadang aku harus mengetahui sinar sepenuh pijak

Jujur menikmati nyali siasat diri makin tentu
keinginan terus menulis rindu sepanjang waktu
kau begitu sigap mengendalikan segala bagiku
terpana riuh menjunjung kisah tipis memindai
aturan menimpa telaga pusaka makna terbuai
karena semua sungguh kesenangan melambai

Kandangan, 28 Januari 2019





SALING MENYAPA LAGU RINDU MENYIMPUL PUSAKA
Karya : Akhmad Husaini


Seiring waktu terus berlalu dengan kepastian
semua sempada hakikat menunggu harapan
nanti ada banyak hal tersebar jejak noktah
jalinan dirikianirngkih teroaut menitai kata
malu menyapa karena dia bukan siapa-siapa
duduk manis terpejam kerinduan menyapa

Saling menyapa lagu rindu menyimpul pusaka
entah melupa aku tak ingin jauh berprasangka
pasti aku mengenal dia sepuas mengukir karya
baiklah seperti itu sekian nyata meredam seraya
berjalan sendu mengiring kerinduan langkah upaya
lampau igau saling menjelang terwujud perdaya

Buah kerja otak ritmis menata lembut melankolis
terpaut kerinduan pentas mengurai bingkai idealis
kelembutan sembunyi menghamba keraguan rintih
melihat semau aturan jengah mengutarakan lirih
aku tak ada sama persiapan yang terus mendera
tanpa ada batas meretas lembut senantiasa cara

Temaram rindu ilusi semua saling bantah merasa
lampau ilusi isyarat kias menunjang langkah kelam
tulus bakti menikam jeruji janit menikam semburat
sendu lagu tampak merias tadahan gelimang geliat
serangkaian melulu ikrar membuat sandi menjalin
kecamuk ego ragam waktu membias bakti sentimen

Kandangan, 26 Januari 2019





MENYANGKA LIRIH SENDU JANGKAUAN MERAYU GONTAI
Karya : Akhmad Husaini


Aturan jengah menghimpit tiada berkekalan pasti
membaca banyak pengalaman masa lalu terpuji
tempat terindah gerus nyata pernah ada menyerta
lingkup lamunan menggerus senyap nalar berpindai
menoreh asmara mengarahkan hasrat bersua gigih
melampaui perbatasan klise waktu meniku perih

Menyangka lirih sendu jangkauan merayu gontai
untuk kepastian tertata dalam membentang rinai
yakin itu bisa digandeng penuh perasaan geliat
dalam derap waktu menuntas sembilu berhasrat
berjalan sendiri membelai setiap bulan purnama
begitu cepat balutan jiwa tempuh jejak perkara
senandung lagu asmara remang meninjau pantau

Secercah jingga kemilau mementang jengah pasti
ada berapa banyak kekuatan menebar lirih ambisi
risau tegas merona bekas aroma rambah ketakutan
semayam perjanjian tirani terkuak berkah berurai
kias imaji tubir retas mendendam penuh gemulai
persangkaan baik untuk terus menjalani hari-hari

Senarai cumbuan jalan berpijak penuh tikaman deru
ingin memberi banyak tawaran hidup semakin perlu
peran serta belenggu terkaman pertemuan menumpu
dekade waktu riuh menuai firasat senada kian ragu
malam memikat kemajuan hari penuh makna merajut
selalu ada cinta kenangan dirasakan sepanjang patut

Kandangan, 26 Januari 2019





PROSES AWAL TERSIBAK IRAMA PENUH GELIAT
Karya : Akhmad Husaini


Dendam tertanam kata pengaruh jemputan tiada
kalahkan segala emosi diri tertatih yakin senada
perangai jiwa tertatih tantangan harap merayap
untuk sebuah hasil nyata terbuai suara menatap
takluk sendiri awal kehampaan gurauan terlelap
kondisi tak merangkai prahara siang tersingkap

Proses awal tersibak irama penuh geliat
helai potensi kemuliaan hidup kian hebat
titian masa depan melintang jalur memberi
rebak baik memberi jengah semesti diri
lelakon sabda menggiring pertapa menari
jaga kehormatan diri untuk selalu setia
lekuk diri selalu berkaca rinai bahagia

Sang pelanjut keutamaan diri yang jengah
kalut menyerta terkekang waktu menumpah
kalau kau bisa menghitung beri aku harapan
menampak aturan berpendam cahaya sendu
gelimang tawa nyata menerjang jiwa berguna
cahaya keterampilan membaur usaha bergema

Terbang jauh ke angkasa sebisa tak terbatas
takluk kejar paksaan menubir janji menumpas
sisilah rindu menepikan perjanjian nyata terbias
ketentuan awal menebar igauan kondisi makna
rintih kepiluan tak ada kepedulian menyerta
lebih memilih sendiri dalam menjalani semua

Kandangan, 26 Januari 2019





SEJAUH PANDANG HASRAT TERSISIH KENDALI
Karya : Akhmad Husaini

Rata pijakan senantiasa dalam benalu target
memantapkan diri kian jompak terlerai deret
mengutarakan ketentuan dalam kesunyian diri
lembut sarana menjangkau memori menemu
ada banyak harapan memuai senandung semu
tabiat jejak memendar halimun berarus deru

Siap sedia memukau perasaan dendang
hidup teramat pendar dalam seru bintang
teramat mandiri untuk bisa bertahan sekali
rindu kian tertekan elemen perih tanggung
mengurai segala alternatif tergoda limbung
selalu berpijak menyisi dengan semua orang
semua nyata di depan mata berkenan bentang

Sejauh pandang hasrat tersisih kendali
tatanan siang belenggu perjalanan tergali
peranan suasana gelap dendang menerpa
hubungan saling terkait memantau sapa
tentu keinginan terus tergadai pandang
menenangkan ragam pesona diri bimbang

Menanggung peraman ambisi begitu gema
intonasi menampak bertahan lelah paksa
merangkai jejak ambisi semakin jauh berperi
selalu saja ada kau tuliskan kemampuan diri
demi kesenangan sensasi perihal arti menanti
menanam perihal diri pelanjut bakti kondisi

Kandangan, 26 Januari 2019





BERSEMU LIRIH DEKAPAN TERBUAI DENDAM
Karya : Akhmad Husaini


Tak berhenti menjalani hari-hari penuh irama
batas sengkarut tertekan jengah bersampir gema
sudah ketentuan awal yakin menubir renta dilema
mengiring luka semayam berkenan melambung
memintal diri leluasa mengejar segala untung
firasat kemudi arah terbuai nyata menggantung

Bersemu lirih dekapan terbuai dendam
membelai sunyi terbias lagu himpit redam
dekam lagu kemudi terbias capaian malam
jejak naluri membias nada keindahan perih
kalau semua tandas meramu siasat merintih
selalu terbuka hati untuk berbuat kebajikan
ada waktu menderai sempurna kekuatan

Membayang kenang kelindan rona tatanan
kerinduan mendalam siang majemuk rentan
kalau saja semua butuh tempat tenang ceria
begitu ragam rasa tuntas mengiang seraya
seiring waktu terus jalan senandung cerna
kelindan senyap peratapan penuh makna

Sedekap merempungkan penuh igau menangguh
derita kecamuk menerka setangkup risih gemuruh
kumandang harap meneriap percandaan mantap
derai angin menghambat reranting kian meratap
larut mendalam pingitan daya memandang rayu
melebihi segala ingin keadaan sisa beriring tentu

Kandangan, 25 Januari 2019





JERAT PENGARUH LANTANG BERBIMBANG SAYANG
Karya : Akhmad Husaini


Derap geliat kekuatan merentak gejolak mewarna
intensitas diri kian meragu terpukau suara terpana
keindahan itu meraih singkap perisai imaji menderu
kau sangka kekuatan saling menyerta semangat baru
dalam rentang hari mendamai kiasan tegas meluruh
bertemu pandang melintang ragam isyarat tangguh

Jerat pengaruh lantang berbimbang sayang
kemana arah kumandang mesti kau tuju siang
nuansa ketegasan kecamuk melintasi kondisi
perih luka tertambat intim perilaku penasti
sandera menyerta kekuatan tindak berbingkai
mengacu tradisi guramang menyerta prestasi
segala siasat bertebaran kelana langlang ambisi

Serpih kendali merangkai jelmaan konotasi
menghela kesesuian menambat riuh kondisi
pulang meremang sanubari menunggu titah
dalam khayal terus menanggung beban betah
jangkau lagu kebiri meniku selera ketetapan
menuju ketentuan langgam sampiran ratapan

Laju suara renda semakin tandas merona gerimis
kau tulis setulus hati mengelus kesunyian puitis
kelembutan membalut laju tirani bingkai menepi
bungkam seribu makna terhimpit nyanyian sepi
kala semua terbatas gemerlap sinar kian merayap
selalu keinginan menyerta berseri sepenuh senyap

Kandangan, 25 Januari 2019





MENGHIMBAU IRAMA TAK TERSAPA GULANA
Karya : Akhmad Husaini


Gairah menopang bimbang juga ditakuti
malam menimang pasrah beragam simpati
terhunjam ilusi kering kerontang menyerta
tatanan gerutu menjiwa tembang budiman
aku ingin terus sendiri dalam kesunyian
terpukau dengan segala nyata berpendaran

Menghimbau irama tak tersapa gulana
ada saatnya untuk terus menggapai rona
suasana berbeda tentu ragu saling menentu
proses panjang bangga bisa cepat sekarang
menikam beribu makna dan duri menganga
akhirnya berhasil dilewati dengan kebenaran
menarik pasti bagi memandang sepenuh sisa

Dentang menentu memburu senang merasa
asumsi langkah noktah biasa menyerta waktu
hambatan terus kembara harus diam meniku
terbiasa waktu kembara aroma diri menunggu
karena kaulah berbakat paling setia menemani
sanggahan diri untuk membelai kebajikan tirani

Rasa cukup kemenangan sepenuh kemestian
keragu-raguan tampak pasti memiliki harapan
terpaut ragam ego akan merelakan kekalahan
selalu siap menemani kesadaran siap meragu
kendali ambigu tergerus candaan sebagus tuju
derai niat bergurau semangat saling menyatu

Kandangan, 25 Januari 2019





PERANGAI SYAHDU MERAYAP LANTUNAN WUJUD
Karya : Akhmad Husaini


Berpantang lembut perihal kinanti menerawang
cerita indah juang guramang menimang gamang
dalam meraih banyak kisaran tunggu memberitahu
pusaka diri terbentur jelas kejelasan diri menentu
akrab dengan siapa saja sepanjang remang hebat
memberitahukan waktu habitat sandera daulat

Menimang sadar lebur cerita tatanan gelisah
indikasi guna melambung sinar mendesah
aturan terhampar minat mengikat suasana
serpih warna meramu tuju gejolak leluasa
lembut terasing animo tempias hantaran rasa
datang dengan hal kebaikan sepanjang lirik
seru perjalanan gelisah hidup merias intrik

Perangai syahdu merayap lantunan wujud
kemilau fantasi suasana terkaman maksud
kalau semua bisa sependapat menyenangkan
elegi rindu merajam tuntas benalu mencumbu
tadahan wangi bunga langit seringan merestu
kendali ruang cerna gegas merangkum waktu

Tak lupa segala merias waktu menimang kelabu
menikam kegagalan ketentuan berkarat sendu
sambut ide segala imbuhan lagu retak menggiat
mendamba pengarh senarai kisah kesan julang
tegar kesungguhan itu aku kendali keberanian
untuk sebuah keadaan diri menghunjam posisi

Kandangan, 24 Januari 2019





PERKENAN WAKTU GEJOLAK RESTU TIADA ARTI
Karya : Akhmad Husaini


Hentak kesempatan ikatan persaudaraan gembira
lihai menyangka arah segala asal kian membara
nuansa berbeda pengaruh diri bergemuruh pindai
bernalar di ruang kosong untuk beberapa lamanya
harapan untuk selalu mengandalkan ceria dinamis
hadir wibawa mengutamakan beragam janji manis

Bergema himbauan saling menanggung pasti
derai seimbang kesungguhan kultus berperi
pejam histeria lagu meramu senada meneguh
yakin bila kau semakin tahu segenap khasiat
kesenangan bersungguh arti membelai tirani
menggelorakan sesuatu agar bernilai manfaat
walau jarang tengadah cukup jauh menambat

Perkenan waktu gejolak restu tiada arti
perlu banyak waktu datang kesana lagi
warna hari jeruji menampak sangkut elegi
tak perlu sedu sedan menakar jelas tentu
ketika semua nalar pesta meramu wujud
kau selalu ada dalam lingkupan kebijakan

Bangga sesuatu tergapai dengan begitu pasti
kau bisa melakukan tentang banyak hal disini
agar semuA tahu segala berupaya sepenuh diri
kalau itu sudah perihal teramat lumrah menepi
datang membentang lerai sedari tadi mengintai
persembahan diri tegas lupa menggayut mimpi

Kandangan, 24 Januari 2019





TERPAAN GEMURUH WAKTU MENGAKAR FIRASAT SEMU
Karya : Akhmad Husaini


Kekuatan sendu pengaruh pantang sendu potensi
lembut ikatan rekah jelmaan simpati mengerti
tertanam hasrat siasat menggebu berhati-hati
senada arus mimpi terbias janji menampak ide
peranan sendu firasat tabik menghimbau nyali
karena semua harus dijalani dengan penuh arti

Diantara banyak kehendak menangguh naluri
kaitan kehendak menimpa suasana memberi
selalu ada jejak berpihak gontai menata kebiri
bisa kau tahu menata pengaruh selera mendera
semakin yakin itu berlabuh ambisi menata rasa
jujur harus dijalankan dengan penuh harap lindap
ketegasan waktu untuk terus menyimpul derap

Terpaan gemuruh waktu mengakar firasat semu
panorama indah pandangan nyata meramu tuju
yakin akan segala penuh jelita menyimak waktu
tak akan berhenti berkarya lewat ide jenius menyatu
bergerak intim dengan kejujuran selalu mengiring
panjang nada menata jejak gemulai berhasrat intim

Denting wacana membilang sumbang lagu senang
gejolak mengejar lesu sengketa penuh warna terang
wajar memang hasrat manusia ingin selalu dikenang
tertutup dengan hela pendaran sudut pandang rekah
dentam dentum arah perangai kelembutan jiwa lelah
umpama segala keindahan satu jadi sepenuh bahagia

Kandangan, 24 Januari 2019





TEGAS KEMESTIAN LAMUNAN MENIKAM BERIBU JANJI
Karya : Akhmad Husaini


Menyempurna ketangguhan perintah membelai
petuah gurindam ilusi merasa menyangka jelita
dalam rayu aturan bertaut lagu syahdu merayu
kerja keras tegas merasukkan layak kumandang
terkadang harus selalu banyak memikirkan itu
akan masih banyak angan menindih harap restu

Menerpa ragam pesona kemauan diri mendera
kalau kau bisa tahun mencatat semboyan asmara
menemani gerak setiap langkah perilaku nyata
rintih terdalam meredup ilham hati menyerta
retas rintihan benak kemayu menyungging hari
keindahan lamunan menyergap sampiran diri

Tegas kemestian lamunan menikam beribu janji
bersua rona canda menata langkah ragam ambigu
damai terus kumandang pengaruh cinta abadi
telaah rindu menimba banyak gerhana mengabdi
alur tipis kehendak diri emnijak sentuhan bakat
kilau tegas kentara wujud arus terpekik hakikat

Keluasan diri merajut riuh kesenangan ambisi
selangkah lebih maju dalam mencerna bahasa
gemulai kata kian santun lebih halus dan dinamis
melambai prahara jengah mengadu banyak dilema
kekuatan pengaruh diri membingkai seksama
pendam naluri saling mengabdi pada kesetiaan

Kandangan, 24 Januari 2019





TEGUH LAMUNAN PENGHARAPAN BENTANG SKEPTIS
Karya : Akhmad Husaini


Jumpa penawar hati kian senang membelai
agar nyata menuai sangka wibawa kian gontai
memilih untuk tetap tenang dan berdiam saja
dalam deraan perangai waktu mencumbu warna
ada banyak kekuatan sendiri senang menerima
mencerna sendu pengaruh kelanjutan purnama

Teguh lamunan pengharapan bentang skeptis
punya nilai baik dalam kehidupan menggaris
intim teman sendiri terbuai niat berpandangan
akan banyak hal diterima dengan baik segera
bukan untuk saling menutupi keadaan selera
mencoba untuk terus tetap setia sepanjang rasa
selama itu masih bisa kau lakukan dengan nyata

Untuk banyak kepentingan bersama nyata
benaman jauh jarak kenangan indah menata
kembara waktu siap menuju tentu kian ragu
terus menulis nyata merajut lembut purnama
tuntas merasuk percumbuan nasib berurai
senarai lingkupan diri terbentang penuh tirai

Takluk perjamuan hentak saling tiada benturan
sungguh ini ketepatan awal terbina untuk bersama
ingin semua senang bisa membelai hati seksama
sudah pernah kesana kemana saja dengan manja
melihat semangat tinggi menerka bangga terkira
keseimbangan sunyi membingkai raga mendera

Kandangan, 23 Januari 2019





PENDAM AMBISI MELAMBUNG PENDARAN IRAMA RITUS


Hal nyata diri untuk selalu tampil dinamis
tautan janji menikam selera pandang ritmis
sumbu waktu terlerai pejaman laju gerimis
menimbulkan kesan mendebar teramat dalam
ternyata melampaui batas kesaksian kelam
malam itu membingkai jejak situasi pendam

Pendam ambisi melambung pendaran irama ritus
senarai singkap warna elegi derai pinta kultus
denyut harapan menuju sudut keyakinan arus
hubungan saling mengerti selama itu rentang
wahana makna sebaran purnama mengekang
mula kita tahu segala mengurai sandaran bakti
wacana sunyi kian mementang jawaban pasti

Naluri sendu pelampiasan mesti tuntas nyata
senang bergelut dengan kerja keras begitu intim
beban menangkis jejak pengaruh bagi kian lazim
datang mementang tanggung menjamah lantang
dalam sunyi lirih membayang percumbuan seru
dimensi kuat penuh mandiri menempuh penjuru

Arti kehidupan memikat semangat terus menderu
menyerta tiada dengan kumandang tantangan baru
simpati diri menoreh cerita hati pendaman berlagu
hanyut pikiran menambat selera pengaruh memburu
andil diri makna menerawang tetap pengaruh ragu
yakin ada hasil akan diraih sepanjang waktu meniku

Kandangan, 23 Januari 2019





SEMAYAM RINDU SEPANJANG TENTU MERESTU
Karya : Akhmad Husaini


Mengemban aroma ucapan saling menggema
tuntas ragu segenap meramu pijakan segala
memberi karena menerka bayang menggejala
batas harap kenangan sepenuh igau lantang
meski harus banyak manfaat bagi semua orang
tentu layak sahabat bagus untuk itu menjelang

Harus waspada kami menemu kemanjaan
butuh tempat mementang diri perjumpaan
upaya terus meneriap gegap gempita bintang
pandangan menduga pada membidang ruang
bekal kesadaran diri membias cahaya elegi
dendang kinanti penawar hasrat belenggu
dunia sungguh ranah wacana erat menunggu

Semayam rindu sepanjang tentu merestu
tak ada respon tak begitu penting tentu
secepat mungkin kau bisa membuat nyata
dalam bayang ilusi tentang bidadari surga
agar tak terlambat tentu senang menyangka
nalar tegas mengkerut jelmaan retas menerta

Serpih waktu mengurai lagu syahdu menentu
hentak suasana semua merangkai tirani restu
kaulah segalanya bagiku untuk keabadian nyata
terima saja apa sudah terhidang di depan mata
hasrat mengenyam tindakan sepenuh ihwal kenal
bersatu tentu melingkupi insan ketetapan awal

Kandangan, 23 Januari 2019





MENUNJANG RISALAH PERKENAN KEKANG ZAMAN
Karya : Akhmad Husaini


Bicara panjang lebar igau pengaruh nalar merasuk
dinamika panjang searah tikaman tepat menusuk
perubahan mendera detak jantung tengah menuju
bila kau ingin mengerti akan segala pasti meramu
kesadaran terindah bakal membias rona lelaku
menopang bentang ragam sengketa teramat pilu

Menunjang risalah perkenan kekang zaman
menafsir kehendak berpicu isyarat angan
aturan membendung suasana saling jenjang
yakin warna kegundahan berlaga menjulang
meninjau pengaruh diri kesatuan tumpang
status liku perihal jemari pasrah menjanji
ingin gapai ketentuan hasrat tinggi menguji

Agar selalu terbiasa instuisi mereka iba saling damai
riak gelombang bicara tentang begitu akrabnya alami
tak akan selalu mengerti apa menopang melingkupi
sepanjang lagu jarak panjang leluasa diri meniti harap
menubir bebas lantas kehormatan taktis menari lindap
dalam pandang sunyi terulang bentangan bentuk kenang

Terpa ranting benalu singkap laju pesona
ada banyak peleburan ketetapan seksama
menempuh jalan teramat pandang meredam
helai menguak rekah tempias deru umpama
perihal sanggah merinai lagu sendu kerinduan
tentang segala sesuatu mengabdi risau haluan

Kandangan, 23 Januari 2019





LIRIH SENTIMEN MENAMBAT GERUS WACANA
Karya : Akhmad Husaini


Sepenuh pindai jika meremang pernah ada
belai nyanyi langkah kerinduan mengada
benalu rindu memapah kesendirian tanda
iklim merajut tikaman melambung buntu
petuah rindu damai mengarah retasan tentu
keinginan untuk jadi lebih baik kian seru

Ada banyak siasat penawar rindu terasing
kondisi awal menikam serpihan jejak restu
semai lembut firasat dugaan jengah mengadu
mengenal tentu sepanjang restu menderu
pendam narasi rindu berdamai dengan aksi
narasi panjang kehidupan bermasyarakat
momen baik menerpa jejak bersahaja hormat

Hujan penuh momen berkah saling hikmah
semua bisa mencerna dengan rasa melimpah
terkadang merasa jenuh pekerjaan digeluti
melenakan diri sepanjang jejak arus bersemi
menuliskan banyak segala kesenangan disini
bernaung dalam pijakan seteru dera kondisi

Lirih sentimen menambat gerus wacana
jantung pertahanan lindap pengaruh cerna
perdaya waktu menyimpul nyanyian elegi
tinggi igauan pencapaian ringkih naluri bakti
semu risau kelembutan arah irama berdentang
derai pesona teramat ringkih sekali mementang

Kandangan, 23 Januari 2019





TEGUH KEMAMPUAN MEMENTANG TABIAT REKAH
Karya : Akhmad Husaini


Takluk diri peraman kemampuan bergayut
celoteh naluri ambisi berbias tabik bertaut
bebas menaklukkan harapan kian memantik
jalan kebenaran sepenuh pendam jelita melirik
aturan memihak setegas warna hati menambat
hasrat diri kian mendera celah bermartabat

Teguh kemampuan mementang tabiat rekah
malam bergelut gurauan rindu menata tingkah
tantangan menghibur ranum ketiadaan sangka
sering mendendang dengan angan kilauan sukma
semangat untuk terus terbias warna ketentuan arti
selalu ada jalan terbaik kelana langlang meniti
rajam suara sendu memagut kesyahduan hati

Perih gulana mengigau pantauan sederet ambisi
resah dan gelisah tak terarah menikam kondisi
andai semua bisa saling kita rasakan bersama
serpih makna menirai selalu nyata riuh seirama
merindu untuk selalu bersama dalam kenang
memendam beribu lamunan ilusi jejak terang

Kita mesti harus tahu dengan kenyataan itu
beban hidup tak mesti saling terpana pilu
cahaya terang memendar sepanjang canda
gambaran cinta memendar keinginan setia
tuntutan pernah taklukkan mengidap waktu
tegas aturan merasuk pesona hati kian tentu

Kandangan, 23 Januari 2019





MENEMPUH ISYARAT HATI MENIMPA BELENGGU
Karya : Akhmad Husaini


Menimpa firasat diri tergiur rindu sesaat
sunyi mendekap dipelukan asmara mematri
semburat menusuk perangai bersahutan
rekah kemungkinan memudar sadar hambatan
tindakan terbuai pesona menikam senjakala
sungguh perasaan teramat menyenangkan

Menempuh isyarat hati menimpa belenggu
tujuan pasti rindu dendam remang meragu
belenggu riang mengurai cernaan sembilu
terpengaruh diri tertanam kehendak perilaku
kemungkinan terbaik pernah ada menyangka
sesuai nyata di depan mata menyerta segala
langkah bidang menerjang tuju menghalang

Bias mewarnai rahasia tabiat kosmos laju ambisi
arti benaman menjiwai rekah batas tuntas kondisi
kita saja harus berusaha mesti sepenuh ego meniti
mengejar pijakan perilaku kesempurnaan syahdu
sandera kepada hal suntuk redup berperi pendam
tak perlu ingin masa lalu kian hunjam mengelam

Tegas jawaban alasan saling membelai sapa
mencakup ketegasan diri igauan hari menimpa
hal biasa dengan mudah menggapai semua
ragam pesona akan merasuk kinanti derita
terpana silsilah kemajuan ketentuan meraba
lanjutan hati perihal meringankan kendala

Kandangan, 23 Januari 2019





SIMBOL ARUS WAKTU MEMBAYANG KIAN TEMPIAS
Karya : Akhmad Husaini


Semua akan bisa diraih dengan begitu gemilang
karena bukan sekarang kau bisa menikmati hasilnya
jangan paksa meremang matahari bersinar terang
kau akan tahu menuai tentu itu kepuasan belaka
makna hari kian sempana menawar beragam sangka
usah kau ragu dengan hal itu merasa lantunan terka

Simbol arus waktu membayang kian tempias
adakah waktu untuk terus menimba retas
kenangan mudah bahagia saling bersampiran
tentang segala penawar hakikat sementara
akan hak semua menafsir ego yang kentara
karisma menata arus keluar kendali prahara
riskan menampik rekah perasaan tertegun

Selalu ingin berbenah dengan ketentuan lain
tentang lambai waktu melimpah tak terlupakan
dendam jiwa menderai perasaan takjub melanjut
melambai lembut kenangan bertaut lagu jingga
pemakaian makna segala rasa tarian sangka
menerka peraman ikhtiar diri menegang tandas

Semakin senang terkesima menikam arti
janji itu terus terlena membuai irama meniti
semburat jitu mengikat pengaruh jalinan
menambang bayang jalinan dasar mungkin
akhir setia mengemban jejak penuh warna
tertawan sendu semakin lindap kemestian

Kandangan, 22 Januari 2019

Jumat, 18 Januari 2019

Kumpulan Puisi Wawan Setiawan Labura - NYANYIAN DIATAS BUKIT



( Puisi utk event lomba cipta dan baca puisi tingkat Asia Tenggara di malaysia )


“ NYANYIAN DIATAS BUKIT “
Karya : Wawan Setiawan Labura


Kurangkai kata bersajak melukis wajah Indonesia
Kubingkai untai kata bermakna dalam puisi
Pandang dengan hati bersih dan bukan ego
Baca pelan-pelan keindahan yang kutuang diatas kertas kumal
Masukkan kedalam naluri dan rasakan keindahan bahasa
Untuk hadirkan cinta pada dinding hati putih

Owwwwwhhhh ..... naluri keindahan dan bukan semu
Lukiskan cinta dengan bahasa dan sastra Indah
Racik ragam budaya dalam pelukan khatulistiwa
Jadikan sajian tunggal satu rasa dalam melodi
Dan nyanyikan diatas bukit sana

Nyanyikan terus dan jangan berhenti biar suara mulai sumbang
Kuaskan tinta cinta berbungkus bahasa dan sastra, dikaki langit
Lukiskan terus dan jangan berhenti sampai dunia melihat mu

Lihat disana ...
Lihat garis hitam memanjang dibatas langit
Cinta lahirkan satu benteng kokoh tak tertembuskan
Tidak lekang digilas zaman ...
Tidak tergoda sapa budaya luar
Dia benteng pemersatu bangsa !!

Diujung malam, 27 Agustus 2018





“ ARTI KEHIDUPAN “
Karya : Wawan Setiawan Labura


Hati ku bicara di samping hati mu
Ketika bias bayang semu mulai melukis satu wajah
Hati ku berbisik jauh kedalam hati mu
Ketika senyum itu hampir menghilang dari sudut bibir
Hati ku menjerit merobek pekatnya malam
Ketika tak lagi bisa bercerita dengan mu tentang sebuah arti

Telinga ini tak lagi mendengar suara merdu yang selama ini ada
Kobaran api di dada terasa hanyut menyusut
Landasan yang ku pijak terasa bergerak menjauh
Pantai pun terlihat hanya sebuah garis hitam memanjang
Arah pun mulai keluar dari kompas nahoda
Bak sepotong sabut mengambang dipermainkan gelombang
Mampukah harungi samudra tanpa batas ??

Aku tak tahu berada di mana
Gelap pekat sampai jari sendiri tak terlihat
Apakah aku ada di batas masa ?
Tanpa seorang yang mengisi kehidupan

Lihatlah kemari dari balik fajar
Aku yang tersesat di samudra hati
Lihat di dalam bola mata ini ada satu pena
Yang akan aku tuliskan pada layar hati dan imaginasi mu
Sehingga kau bisa membaca dan mengenang satu makna
Arti kehidupan ku






“ HATI BERBINGKAI DARAH “
Cetusan : Wawan Setiawan Labura


Jejak darah kering di belakang sudah lama ada
Berasal dari retakan hati berdenyut
Tidak akan pernah sembuh selagi rasa itu ada
Rasa yang terbungkus harapan yang entah di mana
Tergantung meliuk pada tali awan

Tak lagi bisa aku memilih hati yang utuh
Semua robek berbingkai darah segar
Sujudku membekas dalam
Aku pun tersungkur dalam lolongan berkepanjangan
Harap setitik sinar dari sang Empunya hati
Mengiring langkah kaki telanjang
Di dalam lukisan malam

Bisakah kau dengar suara jejak kaki tersedak ?
Dapatkah kau dengar lolongan di tengah malam buta ?
Mungkinkah kau dengar lagu sumbang yang aku nyanyikan ?
Bersama retaknya hati berbingkai darah ........





“ MEMBAKAR JIWA “
Buah pena : Wawan Setiawan Labura


Kubakar sendiri jiwa dalam dada ini dengan satu puisi
Karena ku tahu semangat yang selama ini ada hilang tersaput angin tornado
Aku tak bisa melihat nya lagi

Aku kini berdiri diatas lumpur penghisap dengan kesendirian ku
Yang setiap saat siap menelan diri ku
Landasan pun lenyap bagai kayu dimakan rabuk
Aku tak tahu mengapa ....

Ku tuliskan puisi ini dan jadikan api
Yang bisa membakar sampai puncak imaginasi
Dan ku ukir nama pada dinding langit
Aku teriakkan rasa pada hati membeku
Agar dunia tahu aku masih ada
Agar mereka tahu aku sudah ada disana

Kubakar jiwa ini dengan puisi, tak perduli
Biar semua tak ada membekas lagi
Biar semua hilang tak kenal rimba
Ulurkan tangan raih satu nama

Tak hiraukan layar hati telah robek-robek
Tangan kokoh genggam temali berserak
Biar pantai selarik garis hitam memanjang dibelakang
Aku tak kan pulang sebelum teriak kemenangan menggelegar

Senin, 07 Januari 2019

Kumpulan Puisi Cheloenk Dadap - MATA ALAM



ABADI
: Cheloenk Dadap


Telah kau pulangkan segala langkah
Hingga menyisakan jejak dalam catatan sejarah
Tak ada yang bisa diubah
Sebab cerita yang ada begitu sempurna

Kini jauhmu bukanlah sengketa
Hanya rindu saja yang bergelora
Mengenang segala tentang kisah
Di mana sua mempererat talian darah

Meski ribuan pengganti datang menjelma
Dikau tetap yang paling utama
Tersirat segala rasa di dada paling relung
Tak akan terganti hingga masa bersambung

CheDap, 01-01-2019.





MATA ALAM
: Cheloenk Dadap


Pada bening mata itu
Kulihat sungai-sungai mengalir deras
Anak-anak ikan berenang tenang
Penuh keceriaan

Pada bening mata itu
Kulihat Indonesiaku yang polos
Santun dalam bertutur
Tulus berbagi untuk kemakmuran

Ah! Tapi itu dulu
Dulu sekali!
Sebelum mata itu berubah saga
Seperti hutan Sumatera yang dilanda bencana

Tangan-tangan tak mengenal simpati
Merubah hijaumu jadi merah menyala
Musnah sudah segala indahmu
Musnah sudah teduh tatapmu

Sementara...

Aku, mereka dan dia bisa apa, ha!
Selain bersedekap dalam doa-doa
Semoga ada keajaiban dari Tuhan
Merubah bencana jadi berkah

CheDap, 03-01-2019.

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - AKU INI BUKAN DIRI MU



# AKU INI BUKAN DIRI MU #

Aku tidak menyerah,
Jiwa raga ku milik ku,
Aku diam karena sabar dan tabah,
Jangan paksa aku untuk kehendak mu,
Walau luka di hati ku ini teramat parah,
Karena aku mempunyai akhlak menjauhi rasa malu.

Sudahkah kau pikirkan diri mu,
Apakah sudah pantas pikirkan orang lain,
Jangan terlalu jauh bermain dalam mimpi semu,
Menjadi penerka yang bisa bikin orang yakin,
Penuh sandiwara di dalam hati yang ragu,
Yang hanya bicara untuk menjalani hidup miskin.

Jiwa ini jiwaku,
Bukan jiwamu,
Hati ini hati ku,
Bukan hati mu,
Hidup ini jalan hidup ku,
Bukan jalan hidup mu.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 06:01:2017



# TRALALA TRALILI #


Tiktok Tiktok pikiran pitak,
Lalulaluan pintas haluan,
Otak tertotok begok merangkak,
Haru memelas pundi undian.
Rusak kurasak untang membengkak.
Hina tercela jalan kehidupan.

Pura pura kura kura meraba,
Koar koar suara gema menggema,
Suka suka kersurupan bicara,
Kobar membakar hancurkan Nusantara tercinta,
Lalu terseok seok rangkak lata melata,
Rintih tertatih menjerit separuh nyawa.

Tralala tralili nyanyian anak anak negri,
Cicit cuit kicau burung di dahan,
Suit siut suruling gembala iringi pak tani,
Geruh gemuruh suara air di bebatuan
Ohh alangkah ramah dan indahnya nusantara ini,
Bila rajin bekerja dan cinta akan arti kehidupan.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 03:01:2019




# TEGUR SAPA NASEHAT #


Bintang di langit usah di pinta,
Khayal di puja tak sampai jua,
Bagai air bertemu bara,
Airnya sirna bara tak menyala.

Usah di renang lautan biru,
Ombak menguji karang menanti,
Umpama mengejar impian semu,
Sirnalah diri tenggelam di dalam mimpi.

Cobalah lihat mentari pagi,
Doakan rahmat diri sebelum berdiri pergi,
Lihatlah jalan hidup terlihat menanti,
Sebelum malam sambut mentari pagi kembali.

Hidup indah bersilaturahmi,
Belajar memberi keikhlasan diri,
khilaf kesalahan hidup terus kita jalani,
Saling tegur sapa nasehat sebelum mati,

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 09:01:2019





# TIADA YANG SEMPURNA #


Tidak akan indah kenikmatan,
Bila kenikmatan itu tidak dapat kita syukuri,
Bagai alam yang terbentang luas,
Terkadang membuat kita terlena,
Terkadang membuat kita ketakutan,
Maka cintailah dia,
Bagai mencintai kerukunan adat budaya Indonesia,
Dan toleransi sesama ummat beragama,
untuk kita dapat perlindungan dari tempat yang lain,
Karena kita dan yang kita ciptakan tiada yang sempurna.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 08:01:2019




# DI KALA KU KATAKAN CINTA #

Ingatkah dirimu,
Diwaktu itu kita bersama,
Di bawah sinaran temaram lampu lampu,
Di keramaian riuhnya kota,
Aku menggenggam lembutnya tanganmu,
Dan ku ucapkan merdunya kata kata cinta.

Aku menatap penuh harapan,
Cantik wajahmu merayu tersenyum manja,
Tak terdengar oleh ku riuhnya kenderaan,
Sayup sayup ku dengar dirimu menerima,
Dan aku menatap langit yang di sinari rembulan,
Karena Tuhan telah mengabulkan doa hambarnya.

Kini kita telah bersama,
Bersama sipat mu yang manja,
Melahirkan kasih sayang ku yang penuh cinta,
Bertaburkan bunga bunga asmara,
Dalam kebahagiaan yang telah tercipta,
Untuk kita bersama,
Di dalam membina indahnya rumah tangga.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 26:01:2019


---------------------------


MANUSIA YANG TIDAK MEMPUNYAI RASA MALU,
SAMA DENGAN SEPERTI ORANG GILA.
BERHATI HATILAH KAMU TERJERAT OLEHNYA,
KARENA DIA TIDAK DAPAT MERPERBAIKI KESALAHAN DIRINYA.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 26:01:2019

Rabu, 02 Januari 2019

Kumpulan Puisi Dyah ayu paramitha indudewi - SAMA SEPI PADA HATI



SAMA SEPI PADA HATI
Karya : Dyah ayu paramitha indudewi / BDH


Biar saka semu layu
Kelu diam sepi kata
Bila hati luah rasa
Daku malu pada bayu

Elok masa muda kita
Sapa maya mata jiwa
Gita sang nuan dara
Erat nada bias rima

Seri awan duka lara
Raut luka sapa dewi
Aura tara kini riba
Reda ruam tepi hati

Sisa cita cuma pilu
Sayu sedu pada diri
Dika kini cuma semu
Titi hari sama sepi

Indudewi /BDH.Wilwatikta.221218.13:32

Kumpulan Puisi Ahmad Effendi Sibarani - PIKIRAN KU



Puisi :
### PIKIRAN KU ###
Oleh : Ahmad Effendi Sibarani.


Aku berpikir kamu berbeda
Aku pikir kamu lah satu – satunya
Aku pikir kamulah yang teristimewa
Seperti aku yang selalu mengistimewakanmu
Memberimu begitu banyak perhatian
Yang ingin selalu menjadi orang pertama yang menghiburmu dikala perasaan hatimu sedang gundah
Yang selalu ceria melempar senyum dan sapa untuk mengindahkan harimu.
Ku pikir hanya kamu lah yang bisa tertawa lepas
Ku pikir hanya bersamamu bisa menceritakan keluh kesah hidupku
Aku pikir hanya kamu yang dapat menghapus penatku.
Aku pikir hanya bersamaku bisa membunuh rasa bosan
Dan ternyata
Aku salah
Aku yang terlalu percaya diri
Perlahan aku menarik diri
Perlahan aku relakan hatiku ditikam dari belakang.
Tak apa
Aku menikmati nya
Aku ingin tau adakah rasa kehilangan ketika aku perlahan pergi?
Adakah hari mu merasa kesepian?
Tanpa aku bisakah kamu melepas semua amarah dan lelah.
Nyatanya
Aku berpikiran sendiri
Mencurahkan Imajinasi yang tiada henti.

Kumpulan Puisi Julinar Sinaga - HILANG DI TERPA BADAI



Album puisi #BidaraJingga2018
HILANG DI TERPA BADAI
By: Julinar Sinaga #Juliet


Bersama malam
papaku hilang diterpa badai
Tak lagi terbujur kaku
tubuh membeku, hilang
menjadi bangkai dilautan

Jeritan anak sang pangeran
mati terdiam tangis dikenang
gemuruh ombak riuh menerjang
angin kencang kapal tenggelam

Karang runtuh terkikis
ketika laut memangsa ditepis
menjerit lantang gemuruh tangis
badai membentang ditelan habis

Jika papa meninggal nama
laut samudra terhempas menerpa
bunga bunga cinta mengenangnya
kenangan ada tersimpan jua
kenangan itu mati belantara
kusam ditepi tak bernyawa lagi

#JeritanAnakPantai
Tg.Balai, 231218
18.27 wib





BERITA LARA
By: Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Segenap hatiku
Luluh lantak
mendengar kabarmu
di pembaringan
terkulai layu

Semangatlah..
Wahai pengasih rindu
kuatkan jiwamu
bersama doa-doa ku
meminta
di penghujung waktu
bersama senyum tangisku
memuja

Tuhan menyediakan takdir
karena Kau dan Aku
mampu untuk bertahan
di pemusiman kisi- kisi RINDU

Pemuja sunyi, 181018
Medan city, 02.02 wib




PERCIKAN RINDU
By: Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Mendung yang kau tabur
tak merintikkan hujan
ketika tersembunyi
di pemusiman pagi

Namun meredupkan
ketika ku terdiam
di pemusiman Rindu,

menantang hujan
begitu lebat
sedang senyumku
tak lagi membujuk rayu
dalam percikan rindu
yang tak jua redup
meredakan tangisku

#MentengIndah Selasa, 221018/11.58 wib





BIDARA SUNYI
By : Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Ketika kau mentiadakanku
Ku tetap tersenyum
membezukmu
di purnama kelabu

Bukankah remember itu
Kau bagai perindu sunyi
menantangku ..
lalu merayuku ..
di atas puing-puing
Menara Rindu..

Nyanyian sunyi,
medan 110818 /14.00





TERLENA DI CAHAYA
BULAN SEPAROH JIWA
By : Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Lengah aku
diperjalanan panjang
terdiam seketika
tak berkutik seribu bahasa
ntah dimana pemberhentiannya

Di remang-remang
malam
kereta melaju tua
malam gelap gulita
rembulan separoh
terpotong terbelah dua
tak terlihat senyum cerah
sang adinda

Menguning warna
bajumu berliris kemuning raya
Separoh cahaya melirik jua
dalam kereta menepis malam

Dan terdiam seribu kata
mengapa malam ?
membiarkannya terlena
terdiam seribu kata
di bulan separoh tak
bernama

Minggu 050119/21.59, medan





SEPERTI PAGI BERLAPIS SALJU
By : Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga

Dingin mencekam dipagian hujan
terbujur kaku aku diam membeku
Seperti pagi berlapiskan salju
dinding atap basah menadah
hujan membentang langit kelabu
Aku merayumu dikebekuan rindu

Bibir- bibir ini terasa kaku
mengalir urat nadi disekujur tubuh
tulang- tulang tangan kaki membeku
tak terhiraukan lagi kabut kelabu
merayu langit biru tertutup awan hitam
seisi bumi ini menjadi beku

Selimut salju merayu tubuh ini
dinginnya pagi tak menghangat lagi
karena aku merayumu diantara
kebekuan - kebekuan rindu
seperti pagi berlapiskan salju

Telaga sunyi, Medan, jumat 111018





BUMI BERPIJAK DI KAKI LANGITMU
By :Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga

KAU lah mataram sunyi
yang senantiasa hadir
dikalimat rindu

memikatku di pegunungan
cinta
mereda rupa bertakhta jiwa
Seisi jagad raya tahu
Piawaimu sedang menggelora
dalam keAgungan
Sang Maha Kuasa

Cintaku padaMu Ya Robb..
mengurai Qolbu
di mu'zijat cinta
mencari dan menyebut
namaMu
sepanjang masa

Izinkan aku menghadirkan
kembali
mengisi alam jagad raya ini
menapak bumi
berdiri di pegunungan kaki
langitMu

Menjemput kemuliaanMu
dalam hadirku
bumi berpijak di kaki langitMu

Maha Rindu :030119/10.14
Sumatera utara




SAJAK BUNIAN
By : Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Terperangkap di hening sunyi
nyaris kuterjerat di pekat malam
mata ini menari- nari terperangah
dalam diam

Andai humoris terlintas menyapa
singgah bertatap muka
bukankah cermin memantau
saat ketawa , bayangnya diam
seribu bahasa

Jangan jerat aku di bunian sunyimu
hiburlah aku, seperti kau lerai dalam
membuzuk rayu memikat sepi

Seandainya waktu menyempatkan kita
duduk di beranda malam
masih kusediakan senyum untukmu
pengisi tabir pengikat kebisuan.

Talawi sunyi, 040119/07.54





JANUARI MEMBIRU,
DIPASIR PUTIH PANTAI 2019
By: Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Antara langit dan lautku
dipantai pasir putih membiru
aku menunggu cintamu
memanggilku
diperhempasan ombak
samudera pantai

Seberang lautan biru
rinduku, rindumu
menyatu menakar langit
ketika kita berpiawai rindu
ada sepi dalam tangis

Rindu yang tak pernah habis
kharisma yang tak pernah pergi
karena kekuatan cinta
dan rindu memanggil kita
bersatu laut dan langitku
Tuhan menyapa kita
dalam waktu dan rencana

Dipantai pasir putih
waktuku tak pernah usam
dan aku tahu
kau akan datang menjemput
rinduku
tiada berakhir dalam misteri
cinta
seribu satu malam
menjemput rindu
berkepanjangan

Sumatera utara 03-01-19/11.42 wib
#PantaiPasirPutih




Rising Star • 9 Januari pukul 15.40
KEPADA ADIK ANGKATKU
Dr Thica Reny 😭😭


Doaku mengiringi kepergianmu berpulang keRahmatullah..
Selamat jalan untukmu selamanya 😭🙏🥀
Catatan sepenggal namamu #DrThicaReny
By : kakanda Julinar Sinaga

Mungkin saat ini aku masih terdiam, seribu bahasa tak terlontarkan, kata sekilaspun tak terucapkan.
Aku mencarimu, tapi tak kutemukan.
Yang senantiasa mengkabarkan rindu dimalam hari dan membangunkan pagi di subuh buta, saat kakanda masih diperantauan di Jakarta.

Dunia tak seindah daun kelor, tapi facebook mempertemukan kita diberanda, lewat kata dan dunia maya, masih kakanda ingat kita dipertemukan juga akhirnya, dalam sebuah kasih dan sayang, yang kau seorang Dokter, memerlukan tuntunan dan perhatian.
Kita ketemu di rindu masa, akhirnya lokasi Manado ke Jakarta di tempuh untuk berbagi kisah dan kasih diperantauan..
Banyak hal yang kita temukan saat itu, adikku
sayang.
Kau seperti bidadari peri, senyum dan bicaramu bermalaikat hati, tulus dan suci ,dan kakandamu ini tetap merumpunkan hati dikejauhan, memperhatikanmu bersama princesmu..
Keluh kesah kita senantiasa mengabadikan cinta dan sayang dalam sebuah kerinduan..
Kakanda pamit balik ke Medan saat itu.
Namun bathinmu tidak kuat jika ku jauh darimu,
kesedihanmu kesedihanku,
Sedang aku rindu anak,bapak,emak sekeluarga.
dan kamu hanya bersama princes kecilmu, dan senantiasa tak luput selalu mendoakan mama dan papamu di surga.

Thica Reny, mana suara senyummu sayang?
Kenapa tak kudengar lagi penghibur malamku?
Kenapa tak kau bangunkan lagi dari tidur pulasku ?
Sunyi yang kurasakan, hingga aku terdiam 😭 terbangun dari mimpi malam, mendengar kabarmu yang kujeritkan dalam doa berkepanjangan..
Ada sentuhan kalbumu yang membuatku tangguh, untuk kita menjadi wanita kuat atas kata- kata nasehat yang tersampaikan.
Ada sekilas doa yang ku jama'ahkan padamu.

Adindaku Dr thica Reny !
Maafkan kakandamu, yang tak dapat membezukmu kemaren lalu.
Aku masih ingat penyampaianmu...
Kakanda, rindu aku ingin pulang menatapmu.
Aku tak mampu membendung tangis di siang ini, mengubur hati yang membisu.
Yang terbayang pesan-pesanmu adalah amanah jiwa memanjatkan doa-doa.

Ya Allah..aku tak kuat merangkai kata saat ini.
Leukimia, telah merenggut nyawanya .
Dadaku masih sesak dalam tangisan rindu.

Adikku , Dr bidadari Thica Reny !!
Seiring doa dan tangisku, mengurai senyum salam kerinduan dikejauhan,
Hanya ada mimpi yang kutemukan nanti, membangunkanku kembali atas tidur panjangmu yang tak dapat lagi kita ketemu untuk selamanya..

Selamat jalan adikku sayang 😭🥀😭
Doaku menyertaimu..
Allahumma Ya Robby Ya Robbal'alamin
Ya Rohman Ya Rohhiiim...

Catatan hati
Buat Dr Thica Reny
(🥀❤Manado❤🥀)
Rabu 090119 / 15.26 wib
Salam : Kakandamu
Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga





ROMEO DAN JULIET
By : Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Masihkah tertinggal senyummu
ketika malam berpesan waktu
dalam sejarah Cinta dan hidupku
Penuh duri dan ranjau
kau titip hadirmu bersamaku
dalam kesabaran membentang rindu

Masihkah tertinggal waktumu
memaparkan kisah sejarah cinta
beralkisah mengarungi dunia jiwa
saat tangisan dalam sepi
nyanyian sunyi kau nikmati
lewat cerita-cerita kemaren lalu
yang masih terpenggal rindu

Kutitip waktu untukmu
dibisikan nada-nada rindu
bias senyum hadirmu dihariku
dalam kharisma jiwa menyatu
cerita kita terpaparkan sudah
menenggelamkan cinta bersejarah

Sejarah cinta di Medan Kota
memaparkan kita di sana
Perjalanan indah beralkisah
Kembali pergi meninggalkannya

Medan Kota 250718/ 15.40 wib





" SELIMUT KABUT "
By : Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga

Pernahkah kau tahu
secuil janji berikrar di sini
menyampaikan pesanmu
yang masih tersimpan
di puncak gunung mahameru
di awan tebal selimut kabut kelabu

Aku bertepi bersemboyan janji
menunggu tanpa kehadiranmu lagi
seakan fanaku masih menerawang kini
kisi kisi kenangan rindu bertapak surya
di tengah sepoi- sepoinya angin kehijauan
menenggelamkan jiwa raga membara

Pernahkah kau tahu
Saat itu puncak kehijauan menerpa hujan
kita berpapasan di langit membeku
berlalu terbang singgah ke negeri awan
memegang erat terjun payung membentang
Kita damai berpeluh rindu saling berpegangan

Tapi, semuanya hilang di tepis misteri
bayangan itu tidak terlihat lagi
kenangan itu menjadi puing- puing kelabu
hanya singgah sebatas ilusi mati
sedang aku hanya menatapmu
di ujung kabut Selimut Rindu

Puncak mahameru , 030118/14.47





TERJEREMBAB DI REL
KHATULISTIWA
By : Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Aku terjerembab di hamparan
kasihmu
terjatuh dan terbangun di muara
rel-rel lintasan khatulistiwa

Sedang manusia dan manusia
tak peduli, tak menghiraukanku
saat sepi menelantar rindu
menyatu
Tuhan masih membatas jarak
Tuhan pasti tau jalan kita
bertemu

bukan ku hanyut menyanjung
kisah
cinta Rama dan shinta
Sedang aku mengisahkan rindu
rindu bermuara di ujung kalbu
perjalanan kisah Romeo dan
Juliet

Ketika ku terbelantara sunyi
membezuk rayu rindumu
bagaikan remuk redam hati
membeku
menanti kabarmu di ujung
waktu
dalam sepimu jua di sana
bak dahaga laksamana jiwa
membahana sukma

Sukma yang kau tabur
menyemai,
membelenggu di tengah
samudera
sedang ombak masih menakar
laut
di pengasingan rindu terpaku

Bukan ku ratap tangisan sunyi
sepenggal naungan hati
membuaiku
terjerembab di muara hatimu
meratap sunyi di buai rindu

Bukan ku melaknat cinta
di lalap cerita maharmu
berfenomena
Tapi aku terjerembab di rel-rel
sebuah khatulistiwa

Jemputlah rinduku kembali
Sebab aku tak bertuan di sini

Medan Sumut City
Lapangan merdeka
Minggu, 041118





"SIMBA"
SI PENYAKSI CINTA BERTUAN ROMEO
By : Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Simba ..
andai kau dengar suaraku
masih bernafaskah rinduku
sedang rindu dibawa pergi
mati rindu bersama tuan kasihmu

Simba..
Kaulah pengasih cinta
menyanjung dirahim rindu
dua berkasih
Romeo Juliet bertasbih

dan seketika jua
Kau penyaksi bisu
menyaksikan pelihara rindu
penantian seberang membujuk rayu
menghantar krmbali dipenghujung kalbu

Simba,
seandainya Tuanmu pergi
Aku berpamit cinta dalam sejenak
jangan kau sunyi meninggalkan suri
lembutnya halus si bulu anggoramu
memancar kuning berpaut cahya
menghantar sepiku di prahara rindu
Pelangi jingga

Sebab kami masih menapak langit
Tak tahu Tuan menunggu
sampai kapanpun itu
dan aku akan mengukir mimpi
yang masih terpenggal menyimpan
namamu
untuk kita bertemu dipenghujung waktu

Simba, senyumku untukmu
Sampaikan pada Tuanmu

#MahaRindu
Sabtu 221218 /11.50 wib
#JULIET





SEPERTI MU'ZIJAT SURI
EDELWEIS MENGABADI
By :Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Asmara Cinta yang kau taburkan
bersyair mendendang Rindu
di kediaman tumpukan taman
Edelweis

Saat bukit- bukit pegunungan
mengisahkan kita diperbukitan
cinta
memeluk kerinduan taman suri
sejagat jiwa cinta mengabadi

Senyum penikmat menderai lara
tak kan mati ditelan usia senja
kala cinta menyembunyikan kata
dan kini
kau pergi meraut rona-rona zaman
dikediaman negeri paman syam
mengebut kota menata usia
sepenggal kata menitip sebuah
nama

Bukankah syairmu merindukan
malam
masih menakar langit dalam
hunusan doa membukit
menakar waktu, kita beranjak
menumpuk rindu selangit
menakar sukma disanjung syair
cinta menjua

Resah menyapamu dalam diam
dan kau membisik dikebisuan
malam
menyapaku dipenghujung mimpi
seperti mu'zijat suri
seperti dikerinduan taman
syurgawi

Edelweis mu masih kugenggam
menanti hadirmu dikerinduan
mencekam
berpulang waktu menuju penghias
siang dan malam

#MengisahkanCintaDalamSuri
selasa, 111218/08.48 wib





SEBUTIR CABAI PEDASNYA TUAN
Karya : Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Jangan kau cabir aku
dalam cangkarmu
karena bibirku merangkas
sebutir cabai nan pedas

Cukup kau tahu tuan
sebutir cabai beranak pinak jika ditelan
pedas yang kau makan
kau muntahkan dilorong-lorong bumi
tetap tumbuh menabur biji jutawan

Semai yang kau tanam
pupuk yang kau tuai
tanpa keringat tumbuh kering kerontang
tanpa kebasahan lalu membusuk tertelan
ulat ulat menjilir malam

Cukup kau tahu tuan
sebutir cabai merangsang amarah
jika tak kau tanam ditanah gambus
akan mati di ilalang pinggiran tepi
terhunus

Magelang, 180118/14.00






Album puisi #MengenangWafatnyaAyah1988_2019
#SangAyah_AlmArujiNongahSinaga
PERKENALKAN
LELAKI PERTAMA ITU ADALAH AYAHKU


Perkenalkan
Lelaki pertama itu adalah ayahku
Cinta pertama untuk ku.
Kamu tahu bagaimana dia menjagaku?
Kamu tahu bagaimana dia mengajariku
tentang banyak hal?

Wajar.
Jika ayah khawatir tentangku.
tentang anak nya yang masih menjadi tanggung jawabnya.
Wajar.
Jika ayah memarahiku.
karena aku adalah seorang wanita yang sangat rawan jika ditinggal sendirian.
Wajar.
Jika ayah sedih karenaku.
Sebab, aku adalah seseorang yang di akhirat kelak mengurangi atau justru menambah hisabnya.

Aku sayang ayahku.
Yang tadinya dia masih bisa menyaksikan diriku tumbuh berkembang.
Yang masih bisa merawatku tanpa pamrih selain ibu.
Yang membanting tulang tuk membiayai kebutuhan serta pendidikan anak-anaknya.
Yang mencari nafkah tuk kelanjutan hidup keluarganya.

Kini, semuanya menjadi kenangan.
Antara aku dan ayah.
Lelaki itu pergi meninggalkanku.
Karena Allah lebih menyayanginya.

Ayah?
Mengapa engkau begitu cepat meninggalkanku?

Ayah pernah berjanji.
Untuk bangkit dan segera menemaniku di hari esok.
Tapi? Nyatanya ayah justru mengingkarinya.
Apakah ayah tak ingin melihat anakmu kelak sukses dan disandingkan dengan laki-laki lain selain dirimu?
Entah itu pilihan ibu, ataukah dari diriku sendiri?

Ayah, kadang aku berbicara di dalam do’a.
Agar bertemu denganmu walau dalam mimpi.
Meskipun, disaat aku terbangun air mata tak dapat ku bendung.
Namun aku merasa rindu ku terbayarkan setelahnya.

Ayah.
Maafkan aku jika pernah membuatmu kecewa.
Yang tak bisa menjaga nama b
Aku tak akan membuatmu meneteskanaikmu.
Namun, aku berjanji. air mata di alam sana karena aku adalah anakmu yang senantiasa mendoakanmu.

#SentuhanJiwa
#SqngMahaCinta
#DoakuPadaSangAyah
Maha Rindu,/Medan, 080119/04.25 wib
Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga






Untuk kamu, Yang sempat hadir.
" ROMEO "


Apa kabar Romeo..?
Sudah lama kita tak jumpa.
Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak. Aku maklumi itu semua. Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.

Mungkin kamu akan bertanya,
kenapa aku menulis ini semua?
Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak. Untuk apa. Lalu jika kau mengira, aku ingin mendramatisir keadaan itupun tidak. Sama sekali tidak.

Aku menulis semua ini hanya karena rindu.
Tak pernahkah kau merasakannya juga?
Aku harap kau sempat merindukanku walau hanya semalam. Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.

Cinta kita hanyalah cinta lambang keabadian. Cinta yang tumbuh dibawah atap kampus
Cinta yang terus tumbuh hanya karena memandang dari jauh.
Cinta yang terus tumbuh ketika kita bertukar sapa dalam senyum.
Cinta yang terus tumbuh karena pipiku merona setiap kali mendengar namamu.
Manis. Aku masih bisa merasakannya walaupun hanya sedikit mengingatnya.
Aku masih ingat betapa lucunya saat pertama kali aku melihatmu. Kita terlihat canggung.
saat ketemu 21 juli 2018. Lalu saling tersenyum sesudahnya.
Aku hanya bisa bersembunyi wajah dibalik kerudungku.Lalu kau tegur sapa, berpaling gemetar saat kita berjabat tangan, senyum anak medan.
Kau tidak tahu, seberapa banyak aku tersenyum saat itu..

Aku tidak peduli, apakah aku cinta pertamamu atau bukan. Aku menyimpan memori dalam hidupmu atau tidak. Yang aku tahu aku merasakannya. Cukup aku.
Kau juga bukan kekasih pertamaku atau kedua. Tapi percayalah. Kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya. Kau membuat aku belajar untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai. Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan. Wanita tangguh yang harus kuat, tabah dan tegar menjalani hidup.

Untuk kamu, yang sempat hadir Romeo !

Maaf aku sempat membuatmu muak.
Dengan sikapku yang kekanak-kanakan.
Yang sering mengeluh, yang sering berdrama dengan segala masalah.
Kau selalu mengingatkanku. Dan lagi, aku terlambat menyadarinya.
Aku tau aku salah, tapi siapa yang peduli saat itu.
Yang aku tau hanya, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi. Itu saja. Bodoh? Iya.
Sangat bodoh. Kadang aku pun hanya tertawa bila mengingatnya.
Perjalanan kita amat sangat lucu ternyata.
Perjalanan kita masih panjang. Berproses pada alam yang masih menata dan meniti kehidupan

Aku ingat, kita memulai dengan cara yang salah. Entah aku, atau kamu. Tapi aku tak ingin menyalahkan siapapun, karena untuk masalah perasaan semua orang akan merasa benar. Meskipun penuh kebohongan dan ketidakpedulian. Cukup aku saja yang tau maksud semuanya.

Perjalanan memang kadang membuat aku terbang lalu jatuh. Dan kamu telah menjadi perjalananku. Hidup kadang terasa manis seperti gula yang aku beli di taman hiburan, tapi ada masanya terasa pahit sama seperti aku yg tidak sengaja menyesap ampas kopi. Dan kamu telah menjadi keduanya di saat yang bersamaan. Sekali lagi, terimakasih. Untuk pernah hadir lalu pergi. Dan untuk sempat memulai lalu mengakhiri.

Untuk kamu, yang sempat hadir Romeo !

Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu,
tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya.
Aku sedang tersenyum, percayalah.
Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi.
Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin?
Hahaha aku hanya bercanda.
Aku tidak kekanak kanakan lagi. Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja.
Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan harapan terakhirku adalah suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman.
Tak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang dalam cara canda tawa kedewasaan.
Semua akan menjadi indah pada waktunya.

Aku hanya bisa mendoakanmu dari jarak jauh.
Dan itu cukup buatku bahagia mendoakanmu selalu agar kau tetap tersenyum dan bahagia disana. Hanya satu kusampaikan padamu ,
Jika beritamu sakit, mohon hubungi dan kabari aku. Karena aku turut merasakan bagaimana sakitnya rintihan badan diperantauan.
Aku bisa tersenyum setelah kamu membuat aku menangis.

Rinduku hanya mengingat sepenggal namamu
yang selalu hadir didalam mimpi, dan saat ketika nanti kita dipertemukan kembali dalam mencapai impian,
ketika kita masih punya harapan untuk dapat dipertemukan dalam waktu yang ditentukan.
Itu karena Allah yang menentukan segala cara kehendak-NYA.

Untuk kamu. Yang sempat hadir.
Aku merasa cukup. Dan aku pergi.
Terima kasih buat catatan kita 2018
Izinkan salamku pergi 2019 menanti esok dipenghujung waktu

#TulisanKisahRomanZamanNow2019
#Tentang_ROMEOdanJULIET
#PenulisTidakAkanPernahBerakhir
#CeritaTertinggal2018

Salam anak medan
Rabu 271218, 09.13 wib
Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga

Kumpulan Puisi Idrus Jungkat - AMARAH



AMARAH
"Idrus Jungkat"


Mendidih cairan kepala
Saat kornea menganga
Teriak Lelaki durja, pecahkan telinga

Darahku menggelagak
Kepal tangan menghentak

Tusukan belati masa lalu
kembali mengoyak waktu
dan kamu bukan penyembuh

Semoga asa menimang cinta
Mewujud dalam mantra

Laa ilaha illallah

( Jungkat 3 Januari 2018)





GAIRAH
"Idrus Jungkat"


Tenggelamku di peluk-Mu
Melepas rindu membuncah
Telanjanglah agar aku bergairah.

Bahagia yang ku harap
Derita tak ku ratap
Kuingin bersama-Mu
menertawai tatasurya.

Penjarakan aku
agar tak pergi dari-Mu

( Jungkat 3 Januari 2018 )





MAAF
" Idrus Jungkat"


Jika ada khilafku
Maaf kusembahkan
Ku tak bisa merangkai kata
luluhkan hati-Mu

Cukuplah embun mengikis amarah
agar tak benci menyemai jiwa

Andai ucapku sakiti rasa
Izinkan kusentuh dengan canda

Inginku menatap kembali
Tawa-Mu memecah sunyi
Mendengar sapa-Mu pada alam
Berbagi cinta dan kasih sayang

Umpama tingkahku menoreh luka
Berikan waktu mengobati
dengan air mata penyesalan
Kan kusarungkan pisauku
Kubiarkan bersemayam
hingga maut menjelang

Bila waktu berpihak
Hadirlah disisi walau sekejap
Dampingi jiwakusaat tubuh terbujur kaku

Cintaku tak pudar
meski amarah mengolah makar

(Jungkat 03 Januari 2018)





OPLET
"Idrus Jungkat"


Satusatu Oplet berangkat
Penumpang duduk merapat
Pasrah pada nahkoda
mengantar sampai tujuan, tiada aral di jalan

Pelan namun pasti
Oplet wara wiri
Berharap sesuap nasi
dari penumpang di pagi hari
Bersama karat membasahi bumi

Oplet berderit..
Karena beban dia menjerit
Terpaksa melawan sanggup
Berjuang menantang maut
Pada akhirnya semaput

Roda terus berputar
Suara Adzan menjelang fajar
Oplet mengadu sabar
Nahkoda berkelakar
"Allahuakbar"

( Terminal Jungkat 4 Januari 2018)





KAWAN
"Idrus Jungkat"


Tak tahu Lawan
Tak tahu Kawan
Siapa Lawan
Siapa Kawan
Kawan jadi Lawan
Lawan jadi Kawan
Kawan mungkin Lawan
Lawan jelas Lawan

Bisa jadi; Kawan Kawan
Lawan Lawan
Lawan Kawan
Kawan Lawan

La katakata Lawan
Al Pate Kawan

Wanca,Wanda,Wawan
Lawan atau Kawan?..
Ridwan,Marwan,Iwan
Kawan atau Lawan?..

Masa bodo!
Kawan atau Lawan
Kita tetap Kawan

#tok_dalang
27 Oktober 2018





GERBANG NERAKA
"Idrus Jungkat"


Hei! adakah kau kan berlutut?.
Pada jiwa yang hampir semaput.
Atau kau tetap angkuh?
Hingga lupa pada peluh.

Jika saja; langit itu menimpaku
Bisa jadi aku jadi bisa
menemukan sekeping hati, yang mengerti akan arti sebuah pengorbanan
.
Hei! adakah kau kan berkata?
Pada jiwa yang hampir patah.
Atau kau kan bertahan
Sampai lupa arti kesabaran

Andai bumi ini menelanku
Bisa jadi aku jadi bisa
Menemukan sepotong asa, yang mengerti akan arti sebuah perjuangan

Semoga.
.
#Tok_dalang
7 November 2018 .O1:56





Kalimantan
" Idrus Jungkat"


Di atas langit Kalimantan
Ku berharap pada awan
Segera mengantarku menggapai impian.

Di bawah langit Kalimantan
Ku berharap pada hutan
Segera menjemputku dengan damai
Bersama perahu-perahu sungai

Di atas langit Kalimantan
Kulihat Kapuas tersenyum
Pada kami yang melayang
Dengan teriaknya yang merdu
Segeralah terjun, berenang di atas perutku, kita melepas rindu

Cgk-Ptk 10:40 wib
20: November 2018





AL-BADRUN
"Idrus Jungkat '


Bangku itu membelai pundakku
Ditemani ribuan fikir dan zikir, antara jiwa-jiwa pasrah
Mega mengintip dari lubang jendela
Melambai dengan tangan putihnya
"Sampaikan salamku pada Muhammad kekasih Tuhan"
Hari ini ribuan tahun lalu,
tangisan pertamanya menggetarkan dunia.

Suara beradu di corong telinga
Deru mesin dan kata-kata
Dua bahasa yang satunya tak kumengerti
Merayu jiwa untuk patuh
Supaya selamat tiba di dermaga akhir

Alhamdulillah
Di atas Singa terbang
Aku ucapkan
" Selamat Ulang Tahun Rasul pilihan"

Lion 737 JT 0712 5B
20 November 2018
10:15 WIB





Tarian maut
"Idrus Jungkat"


Cakrawala di ufuk barat
Rendah lalu pergi
Teriak silih berganti
Alunkan suara melodi
Panggil dan terus memanggil
Memanggil tuk berdansa
Meliuk ikuti sabda
Menari turut irama
Syair baku jadi pandu
Waktu tak boleh lalu

Cakrawala di ufuk barat
Menghilang berganti malam
Lelap, pejam mata tengkurap
Sehari laku jadi buku
Memory jutaan tera
Tak mungkin terbuka
Hingga saat kan tiba

Sekretarisku
Sampaikan salam rinduku
Pada Dia yang peduli
Cinta, sayang ,tulus tiada pamrih
Kelak ingin ku berdua
Bercanda di taman bunga





EUFORIA
" Idrus Jungkat"


Pesta tahunan kalangan bawah
Rayaraya orang desa
Hilir mudik riang gembira
Pada beban sedikit lupa
Anak Isteri tertawa renyah.

Pesta rakyat adat budaya
Robo robo empunya nama
Kenang sejarah dahulu kala
Dg Manambon punya cerita
Pertama datang ke kota Mempawah
Pesta meriah rakyat jelata
Para petinggi ikut berbangga
Diatas panggung Tuan bertitah
Senyum angkuh berucap sabda
Paling benar seolah olah.

Sabdamu buatku muntah.

Tidakkah Tuan membuka mata?
Ribuan cela di alam desa
Gubuk reyot si miskin papah
Tak hirau Tuan pada mereka.

( Segedong 16 November 2017 )





SEMOGA
" Idrus Jungkat"


Pernah kulupa kalau Kau ada
Mengisi hariku setiap waktu.

Dengan belai-Mu kuberjalan
menjemput asa yang pergi
Terima kasih Kau kembali.

Yok ,kita berdansa
Geleng-gelang kepala.

Basahi bibirku, untuk terus menyebut nama-Mu, membelai wajah indah-Mu, mencium mesra dahi-Mu

Izinkan aku berdendang
Hingga jiwaku melayang

( Jungkat 4 Januari 2018 )





TARIAN ZIKIR
"Idrus Jungkat'


Di sajadah kubersimpuh
Mengharap cinta-Mu
Tak henti aku merayu
Mengajak Kau bercumbu, di tilam dinginnya subuh

Kasih..
Biarkan air meluruh
di kelopak mata batinku
Biarlah ku bersandar di pundak-Mu
Nikmati kedamaian dan ketenangan

Di paha-Mu kuberbaring
Desah tak pernah usai
Siang malam seiring
Sayang-Mu kasih kutuai
Kusimpan dan kusemai
Di ladang cinta yang luas

Kasih
Jangan berhenti menari
Bukakan jendela pagi
Mari kita berdendang
Nikmati jagadraya

S'moga kita bersanding
di Taman Jannatunna'im

( Jungkat 4 Januari 2018 )

Kumpulan Puisi MS Sang Muham - SENANDUNG HATI NURANI



SENANDUNG HATI NURANI
Karya MS Sang Muham


Perih pedih hati merintih
terbiarkan sukma tindih menindih
terhimpit duka salju menitik di telaga sedih

Ku dengar nafiri memanggil penuh hikmat
hidup berbeban berat menapaki jalan kodrat
ya Tuhan ku datang dosaku menekan berat

Symponi rohani senandung hati nurani
lagu kehidupan sarat luka nurani

Di depan altar-Mu ku sujud penuh bimbang
damaikan hatiku di minggu yang tenang

#Billymoonistanaku, Mingguwage, Des 30-2018 = 07:47 wib





TUJUAN
Karya MS Sang Muham


Apa pun yang akan ku lakukan
Di penghujung aku harus menentukan tujuan

#Puisiduabaris, Batavia, 12272018 .--





NUSANTARA JADI GARANG
Karya MS Sang Muham


Kemana kita kan berlari
jika bumi berguncang geliat ibu pertiwi
tak ada tempat bersembunyi

Kita masih berdiri bahkan ketawa ketiwi
sebelum senja melambat dan matahari berhenti
ketika segalanya menjadi ngeri luluh lantak bumi

Sekarang takut mulai terhidang
nusantara jadi garang

Semua adalah rangkuman peristiwa
membayar alfa yang kita punya

#Billymoonistanaku, Kamislegi, Des 27-2018 = 15:05 wib





HARI BARU SEMANGAT BARU
Karya MS Sang Muham


Kalender akan menjadi usang
terbuang lalu berganti pandang
serangkaian perjalanan kini terbentang panjang
kisah kasih drama kehidupan
penuh intrik jadi catatan

Pengharapan kadang terjegal seringkali terpental
terasa semakin jauh tapi juga dangkal
patah penggalah tapi tersambung kembali
bertumpuk nestapa beradu dalam nyali
nostalgia setahun kita lalui

Ya Desember akan berlalu
tinggalkan kenangan bertumpuk nyeri dan pilu
jadilah prasasti dalam hidup memahatkan tugu

Apapun kita mesti melangkah maju
menapaki hari-hari penuh debu
merangkai cita cinta dan pengharapan baru

Kepada-Mu Gusti Pangeran aku berserah
merangkai pengharapan lalu pasrah
mampukan kuhadapi hari-hariku tanpa menyerah

#Billymoonistanaku, Kamislegi, Des 27-2018 = 07:00 wib





BERSERAH DIRI
Karya MS Sang Muham


Desember telah hampir berlalu
lonceng natal bertalu-talu
memanggil kau dan aku
datang dan menyerahkan diri
pasrah berserah berpengharapan dalam imani

Inilah aku Gusti Pangeran
terbata-bata penuh luka dan hilang harapan
raih lah jiwaku rengkuh dalam pelukan

Inilah aku Gusti Pangeran
penuh dosa berlumur penyesalan
ampuni tahirkan layakkan terima pengampunan

#Billymoonistanaku, Kamislegi, Des 27-2018 = 06:16 wib





MENGGANTUNG RINDU
Karya MS Sang Muham


Ku gantungkan rindu di pintu telaga
berharap bayang datang menyapa
supaya tak terbiarkan hati kecewa

Berharap banyak pada bisikan bayu
meski kerap kali hilang tersapu
tetap ku dekap di sudut hatiku

Biarkan ku raih hati putih salju
sembari menutup waktu dalam sahdu

Ku tutup dengan sejuta rindu
bagimu yang pernah mengisi hatiku

#Billymoonistanaku, Selasawage, Des 25-2018 = 20:40 wib





SEBAB - AKIBAT
Karya MS Sang Muham


Semua orang meratapi nestapa melanda
tak pernah bertanya mengapa alam tega
atau pertiwi sudah tak cinta

Apa pun musabab sepertinya alam murka
merentangkan bencana serupa tega
siapa bertanya mengapa Karakatau angkat bicara

Jika segala kebaikan semesta di sangka malapetaka
maka kita semakin menyiksa Nusantara

Jika pergeseran kerak bumi kita catat pembawa celaka
maka kita semakin menyiksa alam semesta

#Billymoonistanaku, Selasawage, Des 25-2018 = 18:18 wib





BENCANA TAK TERDUGA
Karya MS Sang Muham

Begitu pahit kenyataan
tak terbentung nestapa penuh ketidakpastian
sepertinya renta segala doa pun pengharapan

Tanpa aba-aba malapetaka datang melanda
serupa pencuri merenggut harta benda
haruskah kita bertanya siapa kita

Malapetaka belum usai ada bencana tak terduga
Jakarta porak poranda rumah kita disana

Duh Gusti Pangeran Penguasa diatas Penguasa
berilah kami jalan untuk menyelamatkan jiwa

#Billymoonistanaku, Selasawage, Des 25-2018 = 17:27 wib




TAHUN BARU 2019
Karya MS Sang Muham


Memasuki gerbang kehidupan baru dunia
sejuta coba merajam sukma
sungguh aku lupa berdiri dimana

Setegar karang ku coba berdiri
goyah jua kapal oleng tergenangi
terombang ambing kini

Duh Gusti Pangeran welas asih
jagakan hati tetap putih

Kepada-Mu jua hati ku tujukan
agar raga tak menyimpang jalan

#Billymoonistanaku, Kamis, Jan 03-2019 = 21:41 wib





BERILAH PENCERAHAN
SETITIK CAHAYA
Karya MS Sang Muham


Diam menyusuri malam
seperti terkunci jalur kalam
membeku hati meradang nurani dalam kelam

Diam dalam remang-remang gelap
terbiarkan sekitarku udara menusuk kalap
hati terpenjara raga pun terlelap

Duh Gusti Penguasa di atas penguasa
berilah pencerahan setitik cahaya

Ketika segalanya meruncing dalam uji coba
sungguh aku terkapar dan tak berdaya

#Billymoonistanaku, Kamis, Jan 03-2019 = 21: 21 wib





KEMANA RISALAH AKAN KU BAWA
Karya bersama Nur Siha Mustofa
dan MS Sang Muham


Kemana risalah akan kubawa
jika deranya semakin menganga
ketika torehan tinta hampir sirna
tuk merangkai kata pada pelepah doa

Jauh sudah kaki menapaki jalan diri
tebing hati tandus bergetar hati nurani
bagaimana lagi merancang doa serupa nafiri

Oh semogalah tiada putus asa
selama hayat di kandung raga
Tuhan mengasihi semua hambaNya

Kepada-Mu Gusti Pangeran Maha Kasih
simpul doa terjulur memohonkan welas asih

#Belantaraibukota, Senin, Jan 28-2019 = 11:11 wib





KEIKHLASAN
Karya MS Sang Muham


Kemana kata mesti ku bawa
jika jalan lurus telah sirna
dan aku kesasar di jalan yang aku buka

Setelah pinta berbuku di batas permohonan
tinggal tersisi raga di tepi jalan
menanti tanpa harapan dalam kesepian

Begitulah kalimat tersurat
begitu juga niat tersirat

Ikhlaskan rasa sebagaimana layaknya
jangan sesalkan peristiwa sesuai cerita

#Billymoonistanaku, Senin, Jan 28-2019 = 06:36 wib





SEHARI UNTUK LIMA TAHUN BERIKUTNYA
Karya MS Sang Muham


Percuma merajam sukma bersengketa
cuma lantaran sehari memilih permata
lalu kita bersakwasangka selama-lamanya

Hati-hati memilih suara jiwa
sehari untuk derita lima tahun selanjutnya
apalagi uang panas cuma senilai segelas kopi saja

Teliti telisik lalu di pilih di balik bilik
keluar pagar kita kembali tertawa cekikik

Siapapun pemenang pastilah anak bangsa
mari dukung dengan bekerja nyata

#Billymoonistanaku, Minggu, Jan 27-2019 = 11:44 wib





MELALUI JALUR HATI
Karya MS Sang Muham


Seperti mengupas kacang lalu membuang kulitnya
kau campakkan rasa ke pembaringan asa
bahkan setelah segala sesuatunya tak berdaya

Sesungguhnya naif sekali
ketika getar jiwa mesti kufur di lidah api
dan kita masih saja bersengketa soal diri

Mari sekali lagi berjabat tangan
barangkali masih ada jalan

Sebelum semua pintu terkunci
kita berbelok melalui jalur hati

#Billymoonistanaku, Minggu, Jan 27-2019 = 11:11 wib





SIAPA KITA
Karya bersama Hendra Suryadi
dan MS Sang Muham


Bunga langka bunga raflesia
beda dengan bunga kamboja
orang sudah pulang tamasya
juragan baru pulang kerja

Untuk apa mengumpulkan perca
cuma penghapus setitik noda
buat apa merancang cerita
jika niscaya tak pernah ada

Mari menanam membenihkan harapan
semogalah tunas membatangkan impian
teruslah menyiangi ketidakpastian
barangkali suatu saat melahirkan kenikmatan

Bagianku menabur menanam keyakinan
tunas dan tumbuhnya seturut kehendak Tuhan

#Belantaraibukota, Sabtu, Jan 26-2019 = 11:51 wib





SILATURAHIM DALAM GERHANA
Karya MS Sang Muham


Meski langka berjumpa sua
namun adakalanya bersatu bahkan satu kata
ketika bianglala mencatat karya
silaturahim dalam gerhana
dan kita terkagum kagum pada nuasa
alangkah indah panorama

Begitulah Gusti Pangeran bersabda lewat nyata
selalu saja kita tercengang goyang kepala
bagi insan sadar atas kebesaran dan kuasa-Nya

Mari merangkai kata seturut kalimat hakikat
mengharap berkat hingga kiamat
niscaya insan selamat terima nikmat

#Billymoonistanaku, Sabtu, Jan 26-2019 = 09:39 wib





NASIB DAN TAKDIR
Karya MS Sang Muham


Mengapa terus saja merenungi malam
padahal hari telah meninggi waktu
melupakan temaram yang kelam
barangkali telah terpikat pada sejuta perayu
kenapa terus saja rasa terpendam
menanti kesia siaan bahkan sesuatu yang wagu

Cobalah menerima siklus atau setidaknya sebuah takdir
saat pagi merayu cahaya mentari bersinar
pertanda siang datang semangat pun hadir

Jika sang lelana berlalu tak harus di tangisi
pastikan sesuatu berlaku seturut hakiki
nasib dan takdir tak bisa di pungkiri

#Billymoonistanaku, Sabtu, Jan 26-2019 = 07:37 wib





KETIKA DI TITIK AKHIR
Karya bersama Balqis Putry Aprillia
dan MS Sang Muham


Hanya mampu berserah
ketika jiwa mulai berpasrah
lelah dalam satu perjalanan
di batas akhir sebuah kebersamaan

Kepada-Nya Sang Kholik
jiwa raga berbalik

Di sana ada kasunyatan
dari indahnya sebuah kebersamaan
meski semua harus di lepaskan
jiwa tenang dalam keabadian

Tenang jiwa dan raga
akhir dari segala galanya di dunia
tenang berpasrah seturut doa
di sisi-Nya yang Maha Segalanya

Kepada-Mu Gusti Pangeran Maha di atas Maha
tubuh jiwa dan roh datang dengan hampa
menanti keputusan adil tanpa syak wasangka

#Belantaraibukota, Jumat, Jan 25-2019 = 07:47 wib





P E N G U A S A
Karya bersama Balqis Putry Aprillia
dan MS Sang Muham


Penguasa
lupa jati diri siapa
teriakan lantang
suara hentakan menerjang

Nama semakin berkibar
lupa asal luas belukar
teriakan mencekik di ujung leher
lupa derajat ketika bertengger

Menghunus lidah setajam pisau
merebahkan rakyat serupa hutan bakau
nyawa di kibas rasa merantau
naluri musnah terlilit santau(guna guna)

Peradaban dunia meraja lela
hilang marwah tiada berharga
demi nafsu pangkat kuasa
kiblat lupa serakah di mana mana

Pulanglah tuan kepangkuan semesta
batas akhir tiap insan manusia
pengadilan menanti di sana

#Belantaraibukota, Jumat, Jan 25-2019 = 06:36 wib





DI BATAS RASA JIWA TERBEBAS
Karya bersama Balqis Putry Aprillia
dan MS Sang Muham


Ada kesabaran ketika hati mulai lelah
ada candu ridho itu karena-Mu
ada selayang pandang menjulang
ada keabadian pastinya di batas akhir

Di mana jiwa akan terbebas
saat rasa mulai terlepas
bebas terbang di awan
dalam keabadian di sisi TUHAN nan Penyayang.

Lepas bebas serupa embun
lesap mengangkasa ke dunia kesudahan
di jemput cahaya keabadian

Lalu bertemu pada suatu titik
tak ada lagi titik balik
berserah berharap pada yang Khalik

#Belantaraibukota, Jumat, Jan 25-2019 = 06:06 wib





TERASA LELAH
Karya bersama Balqis Putry Aprillia
dan MS Sang Muham


Terasa amat lelah
beban dan amanah
terpikul di jiwa
menindih raga

Semakin tak terduga
beban jiwa mencacah rasa
mengikat melilit sukma

Entah sampai kapan akan berujung
jika hati terus murung
hidup yang terkungkung

#Belantaraibukota, Kamis , Jan 24-2019 = 20:10 wib





SUARA DUNIA
Karya MS Sang Muham


Tak pernah puas bahkan semakin merasuk sukma
setelah selangkah ingin selebihnya
kemudian ingin semua

Tak pernah ada batas
ketika nafsu merangsek hingga tuntas
lupa diri lupa jiwa lupa hakekat manusia terbatas

Mengagungkan suara serupa mengangguk pada kuasa
sekedar melepaskan tenggorokan dari dahaga

Pada akhirnya akan kecewa
sebab hanyut di kancah dunia

#Billymoonistanaku, Kamis, Jan 24-2019 = 19:49 wib





PADA HATI YANG SEBENARNYA
Karya bersama Shahlyla Tawfiqa Aashirya
dan MS Sang Muham

Alangkah maya
semua sisi terbelah dua
lalu kemana lagi kita bertanya
jika tanya cuma soal basa basi belaka
menyempurnakan petaka di jiwa

Pada hati yang sebenarnya

Alangkah nyata
berbaring di sisi kegelapan bersama rasa
dimana kita bisa temukan jawab seadanya

Pada hati yang sebenarnya

#Belantaraibukota, Kamis, Jan 24-2019 = 10:30 wib





PANJI AKHIR
Karya bersama Fajriudin
dan MS Sang Muham


Jalan rupa kita berbeda
sama yakini baik
baikmu, indifidual apologis
baikku, mayoritas dan universal

Panji akhir rupamu, kemana..?
panji akhir rupaku, sama rupa kita semua, ibu pertiwi...

Begitulah kalimat telah tersurat
meluruskan niat demi hakikat
mencapai hasrat yang tak pernah tammat

Mari menata diri benahi pribadi
berbagi kasih melengkapi jalan diri

#Belantaribukota, Kamis, 24-2019 = 10:05 wib





SUARA SANUBARI
Karya MS Sang Muham


Begitu dekat
desah nafas tersendat berat
tarik ulur janji mengapa tak di ikat

Jalan tertatih menuju letih
sepertinya tak kuat beban terus menindih
kepada-Mu Gusti Pangeran aku merintih

Berapa lama lagi menanti
masih sanggubkah ku jangkau suara hati

Mampukanlah aku duh Gusti Pangeran
jalani kodrat laksanakan nasib insan kebanyakan

#Billymoonistanaku, Kamis, Jan 23-2019 = 08:08 wib





BERBALIK BERTUKAR RUPA
Karya MS Sang Muham


Cuma lantaran ku tak mampu memuaskan raga
kau berbalik bertukar rupa
menyelinap di jalan lurus di depan mata

Aku sudah katakan apa adanya
bahkan berikrar mengucap sumpah sepenuh jiwa
tetap saja kau berlalu enggan tinggalkan angkara

Untuk apa menumpuk jelaga datangnya dari durjana
jika bersabar jalan lurus pasti ada

Aku mesti bijak menatap dari sudut peran berbeda
kita memainkan adegan dengan peran tak serupa

#Billymoonistanaku, Rabu, Jan 23-2019 = 09:09 wib





KITA MEMANG BEDA
Karya MS Sang Muham


Jika aku menyebut nama
sebuah rentetan nostalgia terpapar di sana
jauh melegenda rasa terbawa ikut serta

Barangkali tak begitu denganmu
terlalu banyak wajah berderet catatan di buku
hingga samar rasa di hati yang beku

Lama kutimbang rasa akhirnya aku terjaga
kita memang beda meski tak harus bersengketa

Jika suatu saat bersua dalam kancah berbeda
ku harap kita masih bisa saling menyapa

#Billymoonistanaku, Rabu, Jan 23-2019 = 08:28 wib





ZAMAN KALABENDU
Karya MS Sang Muham


Mengatakan apa adanya berupa fakta langka
tak banyak yang berlapang dada terima
bahkan menampik serupa cemooh pun buruk sangka

Zaman tak berpihak lawan licik mensiasati
menjungkir balikkan segala informasi
tersingkir diri salah posisi malah jadi harakiri

Zaman kalabendu semua bertopeng penuh sandiwara
waspada dan hati-hati jangan ikut terbawa-bawa

Tetapkan hati teruslah berjaga-jaga
sang pembawa cahaya akan tiba

#Billymoonistanaku, Rabu, Jan 23-2019 = 06:46 wib






ASMARA PATAH
Karya MS Sang Muham
(Kudedikasikan buat sahabatku HN di Tangerang)


Segenggam harap tercecer sia-sia terbuang percuma
terbengkalai asmara patah di dera niscaya
bulir air mata mengalir di ujung netra

Suaraku menghiba tak sampai pada tempatnya
kering kerongkongan kelu lidahku meminta
pandainya tuan bersilat kata melakukan tipu daya

Kini hatiku beku terkurung rasa seribu duka
pasrah berserah raga tak berdaya

Maapkan kini aku harus pergi mencari diriku
namaku tak tertulis di buku hatimu

#Billymoonistanaku, Selasa, Jan 22-2019 = 20:30 wib





SIAPA MENABUR IA MENUAI
Karya MS Sang Muham


Kita boleh berencana
keputusan akhir Gusti Pangeran punya
tetaplah bersyukur sebab indah pada waktunya

Percaya saja pada sabda-Nya
tak mungkin ada durjana apalagi petaka
rancangan-Nya pasti damai sejahtera

Siapa menabur ia menuai
sebab akibat karma yang sesuai

Mari menyemai cinta kasih
lahir dari hati yang bersih

#Billymoonistanaku, Selasa, Jan 22-2019 = 18:18 wib





SEPENUH JIWA
Karya MS Sang Muham


Sepenuh jiwa segenap jiwa raga merangkai cita-cita
keputusan akhir menyerah pada kodrati manusia

#Puisiduabaris, Batavia, 01222019 = 10:10 wib





MENGEJAR BERKAT
Karya MS Sang Muham


Layak sebagai manusia
rentang hati kadang menciut
kini kembali tebar pesona
mengejar berkat memperoleh hikmat

#Puisiempatbaris, Batavia 01222019 = 10:01 wib





MARI PULANG
Karya MS Sang Muham


Mari pulang bersama tiupan angin senja
mesti beralih ke tata rupa
tak tertinggal walau langkah satu dua

Kita rangkai kembali angan tertera
meluruskan jalan bagi sesama
upahmu besar di syurga

Sesuai janji tersurat
kita mesti sepakat

Kita bersatu meski tidak satu
seiring sejalan di jalur kereta menuju nusantara baru

#Billymoonistanaku, Selasa, Jan 22-2019 = 09:39 wib





DALAM KEINDAHAN JIWA
Karya bersama Reni Kusumaningrum
dan MS Sang Muham


Angan terangkai laksana asa yang tertuang
takkan sia-sia jika jemari kan menggenggam
memeluknya dalam keindahan jiwa di serambi keiklasan
senyumi hari dengan penuh kepasrahan pada Sang Pelukis Jagat Raya
sukmapun kan tentram selamanya

Satu persatu kata ku rangkai dalam mantera
semoga magna terpapar dalam doa
wujud ketulusan keikhlasan dari sukma

Tetap utuh jiwa raga jalani kodrat manusia
bersama keteguhan hati merangkai kata
berharap hakikat menjelma

#Belantaraibukota, Selasa, Jan 22-2019 = 09:29 wib





JANJI TERUCAP
Karya MS Sang Muham


Mengenangmu dalam serumpun nostalgia
ada sendu merapat di dada
bersama nada pilu meremangkan salju di netra

Hingga kini aku masih belum juga bisa terjaga
masih kuingat janji terucap di antara canda
meski jalan kita beda itu masih tertera

Bersabarlah sejenak pasti peruntungan berpihak
setidaknya memberikan senyum meski sejenak

Ada saatnya menunaikan janji terucap
melanggengkan jiwa hingga mata tertutup

#Billymoonistanaku, Selasa, Jan 22-2019 = 08:58 wib





KESADARAN
Karya MS Sang Muham


Aku pun seringkali kesasar
menumpuk angan hayal yang buyar
dalam sia-sia yang pudar

Aku hanyut pada diam yang panjang
serupa anak kecil tak di beri kacang
hingga kutemukan diri dalam jiwa yang telanjang

Sekarang mari pulang
benahi jalan yang berlubang

Gusti Pangeran sungguh Welas Asih
kutemukan diri dalam jiwa yang bersih

#Billymoonistanaku, Selasa Jan 22-2019 = 07:27 wib





JIKA KITA MASIH SEHALUAN
Karya MS Sang Muham


Berhari hari ku merenung
menghitung segala resah lelah pun nestapa
sudah tak terkira air mata
membuat hati jadi mengambang
kini ada pencerahan semata
mengubah gelap jadi terang

Kutunggu jawaban sebuah kepastian
tak lagi janji menutupi keraguan
kasihanilah aku Gusti Pangeran

Jika kita masih sehaluan
tujuan kita menuju ke bulan

#Billymoonistanaku, Senin, Jan 21-2019 = 15:05 wib





MEMENDAM RASA
Karya MS Sang Muham


Lama memendam rasa
memuncak di ubun dunia
terombang ambing di samudra luas mayapada
gamang rasa
ke pincut tenggang rasa
terbakar asmara kelana

Kekasih betapa aku tak bisa lupa
terikat pada sumpah setia
hidup di penghujung senja

Dalam ragu yang betul betul kaku
aku berseru dan menyebut nama-Mu

#Billymoonistanaku, Senin, Jan 21-2019 = 08:58 wib





BUKU KEHIDUPAN
Karya MS Sang Muham


Sungguh aku melupa
hingga pagi menghadirkan nuansa
meninggalkan fatamorgana serta sejuta cerita lama
lalu tiba-tiba saja membekas fakta
berhamburan kata juga serumpun bunga
HBD tanpa pesta

Iya ini memang hari jadi
peneguhan atas diri dan juga pribadi
melintasi usia jalani kodrat insan hakiki

Salam bagimu Roh Jiwa Ragaku
Gusti Pangeran merangkumnya dalam Buku

#Billymoonistanaku, Senin, Jan 21-2019 = 07:27 wib