RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 15 Februari 2019

Kumpulan Puisi Muara Senja - MAAF



MAAF
_________

Maafkan aku
Kesalahan terbesarmu
Adalah menghapus namamu dari hatiku
Membiarkan nisanmu memudar dari ukiran indah masa lalu
Maafkan aku
Bukan mauku
bukan juga keinginanku menguburmu dalam hidupku
Kau telah mati dalam imajinasiku
Maafkan aku
Cukup bagiku menjengukmu di tanah merah berpeluh amarah
Pusara cinta yang tak pernah ada dalam mimpi dan pikiranku
Maafkan aku
Kesalahan terbesarmu adalah menghapus namamu dalam hidupku
--------

____Muara Senja____





_____ Rindu Apa? _____

Aku masih menyimpan rindu setengah jadi untukmu
Tak pernah rindu itu kuselesaikan
Atau tanpa sengaja terselesaikan
Ku biarkan dia berserakan penuhi halaman kosong dengan rumput - rumput jelatang
Aku tak pernah tau bilamana rindu itu untukmu ; atau untuk siapa saja yang tanpa sengaja lewat dan memungutnya
Kemudian merawat dan menjaganya
Jangan kau marah jika rindu itu berubah arah
Jangan kecewa jika akhirnya rindu itu berbunga bahkan berbuah
Aku tak sengaja
Salahkan matahari jika kau mau
Salahkan dhomir jika kau ingin
Matahari yang menyinari nya
Memberikan Cahaya hangat kehidupannya
Dhomir yang menyelaminya hingga rindu nikmat terasa
Aku tak tau bilamana rinduku untuk siapa
Karena yang kupunya hanyalah rindu setengah jadi
Tak bertuan adanya
_____

------- Muara Senja -------

Kumpulan Puisi Yosu Sunaryo - NEGERI ENTAHLAH



NEGERI ENTAHLAH
Karya YS Sunaryo

Kita telah jauh lintasi orde-orde
Jadikan telanjang kaki ke sekolah
sebagai kenangan indah
Ketika kanak-kanakku teriak-teriak
minta uang saat melintas
pesawat terbang

Dan ketika ibu membagi-bagikan
nasi di atas piring sekali makan
namun anak-anak tidak kenyang
padahal beras tak pernah kurang

Sekarang pesawat berkeliaran
di atas kepala dan atap rumah
Kini aku tak lagi tengadah
Namun mengapa ada rasa
masa lalu yang belum berubah

Entahlah. Dulu demokrasi berkelahi Sekarang masih serang menyerang
Dulu para tokoh agama dipenjarakan
Kini banyak diseret ke pengadilan
Dulu kata-kata menikam berkuasa
dibungkam di balik terali besi
Sekarang besi itu terulang memukuli

Entahlah. Raga-raga dibuat gagah
Sedang jiwa masih bergumul
dengan kemiskinan pemikiran
dan moralitas dimelaratkan
Biarkan ruh peradaban bernafas
di jantung silam yang berpenyakitan
Kelakuan-kelakuan kekeliruan
yang dulu dihujat
tak sedikit kini diam-diam ditiru
Bahkan dipanjat dan dijilat-jilat

Entahlah. Seolah kita tak punya
jutaan gedung sekolah
Kaum terdidik sembunyi
di megah Perguruan Tinggi
Reformasi berkeliaran berebut kursi
Lalu kau ciptakan tikaman baru
dengan celupan tinggi teknologi
Menjadi pengintai mati demokrasi
lebih kejam senjata dan sepatu laras
serdadu masa lalu

Bandung, 13 Februari 2019





SAJAK KERTAS PETASAN
Karya YS Sunaryo


aku saksikan wajahmu
bersolek dengan bedak sajak
sejak dandanan dengan pamplet
tak lagi bisa memikat
dan berita-berita dalam kaca
telah pecah merobek bibirmu

sedang jiwa kitab suci
berikut pasal-pasal konstitusi
telah lama kau buat api
tetapi tidak pula memberi arti
bagi terjangmu yang membakari

bahkan tanding kemolekan
dilawan semampai tubuh puisi
hinggga panggung kesenian
terguncang jutaan tanda tanya
satu di antaranya: inikah gairah
masa depan sastra kita

ketika sajak boleh dipakai siapa saja
tanpa menunggu angguk para pujangga
asal fasih bacakan: "aku binatang jalang"
maka puisi berkeliaran di jalan-jalan
sebagai tameng
sebagai rintang
sebagai topeng
usai pakai tercecer di comberan

aku hanya mengulum gumam
bahwa bersajak hak mulut siapa punya
tetapi sebagai karya kekayaan batin
jangan gegabah dibanting-banting
bak kata-kata di kertas petasan
tak punya martabat tulisan

Cikampek, 12 Februari 2019




PESAN LAGU KASIDAHAN
Karya YS Sunaryo


gadis berkerudung panjang
dendangkan lagu kasidahan
tangan kanan meremas pertengkaran
tangan kiri menghalau jiwa anarki
di negeri berjuta-juta kaum santri’

"perdamaian, perdamaian"
bait seruan dalam lantun keindahan
menatap warna-warni pakaian
perbedaan sering diadudombakan
bahkan didorong saling menikam
di arena lomba bertropi kekuasaan

"banyak yang cinta damai
tapi perang makin ramai"
demikian gadis itu menunjuk ironi
kelakuan para petinggi
di luar sana dan di dalam sini

hingga pertunjukan kasidahan selesai
gadis berkerudung panjang membelai
anak kecil yang gegas mengaji
sebagai generasi asuhan demokrasi
dari orang tua masih berkelahi

lalu sang gadis menuntunkan bacaan
"cinta tanah air bagian dari iman"

Bandung, 14 Februari 2019

Sabtu, 09 Februari 2019

Kumpulan Puisi Ade Saputra Sunankaligandu - PEREMPUAN DI UFUK SENJA


Bukan Puisi
By. Ade Saputra Sunankaligandu


Alkisah, di negeri para kurcaci
Demokrasi, sekedar bungkus kuaci
Hak asasi, pemanis kopi pagi
Demi citra, pembungkus ambisi

Ingat, penguasanya tak pernah salah
Aturan, diputar tuk pembenaran
Agar kursi, tetap aman
Siapa pun penentang, harus musnah

Rakyat jelata, obyek wacana
Agar terlihat adil dan bijaksana
Realita, pengusaha yang kian buncit
Sementara sang jelata, kian terjepit

Sangatlah peka, sang penguasa
Pada nasib pencari kerja
Hingga impor tenaga kerja cina
Sungguh !, luar binasa

#DewaBumiRaflesia_06_02_19





Perempuan Di Ufuk Senja
By. Ade Saputra Sunankaligandu


Perempuan di ufuk senja, ratapi diri
Yang terbaring di altar sepi
Meronca, rupa aksara bertinta jingga
Guratkan, garis miris rerona dahaga

Perempuan di ufuk senja, melukis mimpi
Pada mega - mega di jumantara
Warnai hati dengan rerona pelangi
Melukis asa yang masih tersisa

Perempuan di ufuk senja, mematri hati
Dengan bara cinta yang menyala
Pada seraut rupa pembawa lentera
Yang kan terangi jalanan elegi

Perempuan di ufuk senja, damailah
Dalam dekap hangat asmara
Dalam belai lembut kasih mesra
Dalam legenda cinta bertasbih

#DewaBumiRaflesia_04_02_19





Pemimpi Paling Seksi
By. Ade Saputra Sunankaligandu


Sebut saja aku, sahaya
Yang mati suri ditikam alibi
Ketika renda rupa mimpi
Pada utas kanvas realita

Sebut saja aku, binasa
Luluh bersimpuh di titik nadir
Kepak sayap di atas pasir
Terbangkan debu paradigma buta

Sebut saja aku, sahaya yang binasa
Buta netra pada sepucuk rindu
Nan pijarkan bintik binar ambigu
Tentang "Yin" atau "Yang" bertahta

Sebut saja aku, pemimpi paling seksi
Yang mematri mimpi tanpa illusi
Pada pucuk ilalang gersang
Di hamparan sahara tak berujung

#DewaBumiRaflesia_02_02_19





Menembus Batas
By. Ade Saputra Sunankaligandu

Kulukis senyuman hati
Sang bidadari nun di awan
Pada secarik kanvas imaji
Dalam taman labirin

Cinta, pada arca di gelas kaca
Bisukan bisingnya nalar
Diam, dalam riuh para angkara
hanya nurani lesatkan suar

Biarkan, ini tertata rapi
Dalam dimensi sepi
Sebab cinta tanpa rupa
Biarkan, rindu ini tersandera

Sesaat saja
Hanya sehela napas
Lalu, semua jadi nyata
Tanpa sekat pembatas

#DewaBumiRaflesia_30_01_19





Aku Dan Biduk Kita
By. Ade Saputra Sunankaligandu


Langkah kita hingga ujung senja
Lalui pagi hingga terik mentari
Menabur benih - benih kasturi
Tapaki jalanan legenda suka duka

Kita, kayuh biduk di atas samudera
Gelombang datang tanpa diundang
Namun, biduk ini kembali tenang
Karena nakhoda masih perkasa

Menghadang ombak menerjang
Menghalau badai menghantam
Cukup diam
Penawar segala aral melintang

#DewaBumiRaflesia_30_01_19





Arah Langkah
By. Ade Saputra Sunankaligandu


Kita, terbang di awang
Menggapai bintang benderang
Menembus pekatnya malam
Lalui dimensi tak bermusim

Kita, mengeja rupa aksara
Dengan aneka rerona warna
Jengkali tiap inci ruang hati
Deraikan bebulir bening prasasti

Mengapa, mesti ambigu jadi benalu
Biar saja, jalan ini penuh liku
Bertabur onak serta duri
Jalani, dengan segala ambisi

#DewaBumiRaflesia_29_01_19




Tidurlah Sayang
By. Ade Saputra Sunankaligandu

Tidurlah sayang
Agar ada jedamu, menganyam bait bohong
Agar ada jedamu, menyebar cinta dusta
Agar ada jedamu, menoreh rupa luka

Tidurlah sayang
Lipat sayap angan, tuk terbang melayang
Hinggapi ranting - ranting kering
Agar patah, untuk kau buang

Tidurlah sayang
Jangan menjadi kunti
Yang hantui, sosok berbayang
Jadilah insani, pecinta sejati

#DewaBumiRaflesia_11_02_19





Nyanyian Senja
By. Ade Saputra Sunankaligandu


Nanar, senja di ufuk jingga
Siluet, ronakan cahaya rindu
Pada kuncup kelopak syahdu
Yang basah di sudut beranda

Kau, warnai hari dengan pelangi
Meski rinai jatuh di sudut netra
Berwarna cinta yang jelata
Hingga asah ambigu sunyi

Mengapa, tak kau raba
Dengan sayap-sayap angin
Yang terbangkan rima harmonika
Senandungkan kidung angan

Tetaplah, berdiri di altar janji
Nyanyikan melodi memori
Agar tak ada lagi rintik rinai
Atau tirai-tirai alibi

#DewaBumiRaflesia_10_02_19

Kumpulan Puisi Genoveva Manohara - BERLAYAR



AKHIRNYA


Aku tahu siapa dirimu
Akan datang masanya kau pergi menjauh
Meninggalkan bekas luka parut
Dengan sejuta jejak rindu pedih

Belum hilang kerinduanku akan kepergianmu waktu itu
Belum tandas rasa gamang yang sedang kuhindari
Cakar rindu mengoyak hati
Luka lama berdarah kembali

Akhirnya ....
Aku harus merelakanmu melangkah jauh dari duniaku
Berjalan tanpa menoleh lagi
Sisakan bayang punggung yang makin lenyap dari pandangku

Gk, 20190206
(Genoveva Manohara)





PELANGI

Tuan meredakan hujan yang membadai di hati
Mendekap gemuruh rindu di jiwa
Sambil menawarkan pelangi
Dengan rona rona asmara

Dan selayaknya pelangi
Tuanpun segera pergi berlalu
Meninggalkan hatiku beku
Dalam wadah rindu nan pedih

Lantas apa yang Tuan inginkan sebenarnya
Kehancuran hati hambakah
Aih ... kejamnya Tuan
Memadatkan kembali hati yang mencoba mencair
Dan memudarkan kerinduan jiwa
Pada pelangi yang memijar sekilas

Gk, 20190202
(Genoveva Manohara)





BERLAYAR

Layar telah terkembang
Kita taklukkan gelombang pasang
Berdamai dengan badai
Tenggelamkan ego di dasar lautan
Biar jadi santapan ikan ikan

Memang masih jauh benua yang kita tuju
Nyanyian camar jangan dulu disangka cinta
Kita perlu belajar dari masa lalu
Tak perlu janji janji usang itu

Kita bertolak ke tanah harapan
Ijinkan Tuhan yang jadi nahkodanya
Firman Tuhan jadi mercusuar pelayaran kita
Kerelaan jadi dasar kehidupan

Kita cipta puncak bahagia
Di batasi lazuardi keillahian
Curahkan hujan cinta dan sayang
Biarkan tumbuh subur kesejahteraan dalam teduh kasih Tuhan

Gk, 20290130
(Genoveva Manohara)





PULANG KE PANGKUAN BUNDA


Ketika angin sakal ribut bertiup
Kugumuli rindu dalam lautan gaduh
Cintaku terhempas pada karang keangkuhan
Menepi dari pusaran mimpi
Buih buih asmara tercecer di dermaga rapuh
Kupunguti lara dengan derai air mata
Tubuhku menggigil berselimut luka
Susah payah aku merangkak
Pulang ke pangkuan Bunda

Gk, 20190307 / Nyepi
(Genoveva Manohara)





DITIKAM RINDU


Matahari telah jauh dari ufuk timur
Sinarnya tak mampu menembus pekatnya mendung
Daun daun jati bergesekan ditiup angin
Ada sedikit gerimis yang mulai jatuh satu persatu
Tapi hujan badai melanda hati
Merobohkan ketegaran diri
Aku terkapar ditikam rindu
Mengoyak hati
Luka lama berdarah kembali

Gk, 20190306
(Genoveva Manohara)





PALACE OF THE GOLDEN HORSES


Aku termenung di sudut megahnya
Menepi dari hingar pesta
Sembunyi dari gemerlap cahaya
Bias hati bertanya
Masihkah rindumu untukku
Dan kisahmu tentangku

Kekasih ....
Di sini di hati ini
Selalu ada kisah indah tentangmu

KL, 20190304
(Genoveva Manohara)

Kumpulan Puisi Muhammad Jayadi - HUJAN YANG MEMBERI ARTI


DAUN KEINDAHAN JIWA

Lembar daun kehidupan
Segar menawan, bertahan pada nilai keindahan
Kemurnian yang terjaga dengan selalu menengok hati
Menjaga cerlang cahya menggapai mimpi
Di sini
Di garis kesadaran ingin menjadi sejati diri.

Kalsel 03-02-2019
Muhammad Jayadi





JEJAK
Oleh : Muhammad Jayadi


Pagi yang mengandung kabut
Pecah dalam warna sinar matahari
Kehidupan sehari-hari berjalan
Menerima segala hadir
Pandang dan resapi segala nilai
Menembus relung yang tak tergapai
Dengan menajamkan jarum hati
Pada sekian jejak perjalanan diri.

Halong Kalsel 31-01-2019





DALAM SEBUAH PERJALANAN HIDUP
Muhammad Jayadi

Setengah bisu, aku menatap sepi angin bergoyang di tepi dahan menarikan daun-daun hijau yang indah. Menghidupkan ranting-ranting jiwa di urat nadi yang menari dalam detak waktu menelusuri penghidupan seperti sosok manusia lainnya dan mencintai misteri alam ciptaan Tuhan yang indah. Mencintai tiap saat kejadian yang menjadi kenangan antara pahit manis jejak mata mimpi.

Setelah jauh terasa aku berjalan, menemukanlah diriku dalam lembah rasa bahwa aku harus dan harus berjalan menempuh puncak keringanan diri menerima dari segala pemberian Tuhan, jejak musibah, derita dan duka, bahkan kebahagiaan.
Dan mensyukuri tiap hirupan nafas yang menghirup udara yang telah diberikan-Nya.

Musik terindah bagi jiwa ialah kebenaran yang bersembunyi di dalam hati dan meneriakkan nyanyian putih suci pada tatapan mata hati yang bersemi indah dan menjadikan kehidupan penuh arti menuju kemuliaan yang menyeluruh, menjadikan hidup tinggi dan tak redup cahaya atas kembara menaiki pohon jiwa hijau rindang dan mencampakkan kerendahan nafsu
di bawah pijakan kaki.

Loa Buah Samarinda, Maret 2007





ISYARAT PAGI YANG KUTANGKAP
Muhammad Jayadi


Kujadikan dingin jadi isyarat kebisuan yang indah untuk jadi penyejuk seluruh jiwa ragaku.

Dan pagi berdendang bersama burung yang penuh kicau dan racau yang penuh semangat kerinduan. Menyanyikan hari-hari bersemi.

Udara bergelora nafas kehidupan membentuk sebuah dunia yang berada dalam jiwa diri sendiri. Untuk menjadi sebuah arti dari berbagai jejak kaki yang kesana dan kemari menempuh perjalanan berliku.

Awan putih kesejukan di dalam jiwa tumpah menyuarakan teriakan hati nurani yang ingin menyanyi kebenaran dan memperoleh nilai dari segala kenyataan di depan mata yang menyorot letih dengan luka di dada.

Lantas diriku sendiri adanya, lantunan dari segala kenyataan yang diciptakan Tuhan yang maha kuasa.
Menjadikanku. Menjadikanmu.

Lebih dari kebisuan ini, bersama dengan gerak tangan mengayun pena di atas kertas yang tak bisa berkata, untuk berkata dengan kata-kata dari kegetiran sukma yang terbelenggu beban-beban dunia.

Suatu pandang mata dari banyaknya manusia hidup telah redup. Layu dan jemu karena tak menemukan keasyikan bernyanyi dalam menjalani hari-hari ini.

Lalu sinar matahari, menyembul, menyinari wajahku yang setengah bermimpi melihat dari segala kekeringan dari jiwa yang lapar dan dahaga dari sebuah nilai pandang mata hati pada dunia penuh cedera.

Loa Buah Samarinda, Maret 2007





DOA HUJAN


Hujan deras mengguyur malam
Ketika sunyi tidur di mata manusia
Dan berharap saja aku, akan karunia melimpah
Di rinai hujan ini
Dan dosa-dosa kami terampuni
Beserta tetesan air hujan yang membasahi hati yang kering ini

Rahmat-Mu ya Allah kami pinta
Ampunilah kami
Atas dosa-dosa kami
Aamiin.

Halong 27-01-2019





ZIKIR
Muhammad Jayadi


Memilin putih cahaya
Di lembar pagi bertahta.

Halong 28-01-2019





DUNIA YANG TUA
Muhammad Jayadi


Hari panas, seperti sarapan dengan menu matahari terhidang di meja. Jendela terbuka menunggu angin masuk menyejukkan badan. Sunyinya daerah ini seperti sunyinya jiwaku yang telah beku beradu dengan terjangan igauan mimpi-mimpi dunia penuh tipu. Angkasa terik matahari terjerat titik air mata kebisuan.
Jadi basah hari. Jadi buyar lamunan.

Detak jam, detak waktu, detak hari-hari ini, hari-hari berlalu. Kududuk terbius angin senja merah. Lambaian pohon-pohon dan bisik kerinduan pada hati makin bertengger, makin berkutat erat. Mimpi dan hanyalah mimpi di angkasa paling jauh, gemetar jiwa mengayuh mabuk racau sandiwara ini. Bersusun barisan ketakutan pada hidup berdebu. Meskipun kata-kata bukanlah apa-apa tapi bisa jadi hibur pada saat-saat duka, sebagai kenangan untuk sunggingkan senyum secuil di bibir yang mengatakan perih pada derita yang panjang.

Loa Buah Samarinda, Maret 2007





HUJAN YANG MEMBERI ARTI
Muhammad Jayadi


Hujan dan dingin, satu lipatan dalam aroma hari-hari murung dan beku. Liukan hari-hari bermain di ujung mata dan sepasang tangan berdoa, meminta ampun dosa, meminta rahmat masuk di dada.

Kuyup jiwa di basahi noda-noda, menyelimut ribuan mimpi yang kotorkan suasana hari-hari terbata. Remang. Ribuan kali mencoba mandi di sumur cahaya, ribuan kali noda menyiram dada. Bertarung dua jiwa di dalam diri. Perih dan pedih.

Waktu adalah wadah menimang usia. Hari-hari berlalu menyisihkan kemudaan, jadi tua dan kering badan. Lama mencari arti diri di balik kekosongan pandang yang selalu lalai dan berjalan tak tentu arah ditipu mimpi-mimpi.

Loa Buah Samarinda, Maret 2007





DENTING PERJALANAN HIDUP
Muhammad Jayadi


Aku menulis hidup di lembaran-lembaran mega-mega penuh warna
Menjamah perjalanan usia di denting waktu yang selalu berjalan dengan keindahannya
Sementara yang namanya ujian, setiap orang mengalaminya
Menjadi tempaan jiwa kita supaya membaja melawan getir dan kerasnya dunia

Menembang pagi, siang, sore dan malam
Menceritakan riwayat jiwa mengais mimpi-mimpi, menyulam cahaya
Meski juga yang namanya kelam selalu saja menggoda dengan nada manja
Menawarkan bencana-bencana berupa kenikmatan semu di udara

Mengalun senja dalam dada yang terasa tawar
Menghamparkan kenangan jadi pengalaman berharga memperbaiki jiwa raga menaiki jendela usia yang makin berwarna.

Halong Kalsel Januari 2019





TEMBANG FANA
Muhammad Jayadi


Dalam lengang dunia fana
Kita teraduk segala sengketa pada perjalanan ini
Panjang dan berliku tapi penuh keindahan
Menapaki tangga-tangga kemudian jatuh dan bangkit kembali
Selalu mencoba, tak ada alasan menggerutu dan menyerah serah tanpa arti
Sebab keindahan hidup ini, selama nada juang tetap tinggi
Menyanyikan semangat menggapai makna-makna di balik langit

Maka dengan ruang hati yang luas menerima tanpa batas segala arti dan raung coba yang menggigit senja
Jadilah kehidupan dalam pandang jiwa kita
Serta merta keindahan tergapai dalam dada, dalam rasa semesta
Dan itu yang selalu kuinginkan bertengger dengan santai, menyulam manis kesan pada udara yang kuhirup hingga hari depan.

Halong Kalsel, Januari 2019





ELEGI PAGI
Karya : Muhammad Jayadi


Tangan waktu menyentuh musim berganti
Hujan pun turun menyejukkan bumi
Membasahi gerak jiwa yang pernah kering
Di segenap jalan membentang di jiwa sendiri

Pada kelengangan ini, kugurat puisi
Merenung dan mencoba mencari arti
Merindu cahaya menerangi hati.

Halong Kalsel, 23-01-2019




KEINDAHAN ITU SEDERHANA TAPI MULIA


Keindahan menghanyutkanku di antara butir-butir nasi
Yang kumakan lahap dengan rasa syukur ketika lapar didatangkan padaku
Yang meninggalkan jejak-jejak rindu
Untuk mengingat Tuhan selalu.

Muhammad Jayadi
Halong Balangan 15-02-2019





LAGI

Lagi, berlagu senja
Kata datang dari langit jiwa
Memesona mimpi
Di kelopak embun pagi.

Muhammad Jayadi
Halong 15-02-2018





DESAKU DAMAI
Untuk desaku Bahan, Halong


Sepoi sejuk angin
Menari di desaku
Rindang pohonan
Menata hatiku
Untuk lebih syukur
Dan menyelami
Arti kedamaian.

Muhammad Jayadi
Halong 15-02-2019





MENJAGA MATA HATI

Ruang bening di jiwa
Mesti dijaga
Dirawat biar segar mekar
Mengangkasa
Terbang mengarungi
Udara nafas lepas bebas
Tapi tetap bersahaja
Menggapai mata bijaksana
Setelah melewati celah duka derita
Yang dicermati jadi keindahan semata
Hikmah adanya.

Muhammad Jayadi
Halong 15-02-2019





RINDU JIWAKU


Nuansa rasa
Tajam
Menudingku
Sebagai seorang yang rindu.

Muhammad Jayadi
Halong 16-02-2019





SELINTAS RASA


Ku ungkap pagi dingin
Memasuki ruang hati
Mensyukuri nikmat yang ada
Segala bentuk karunia Allah
Di dalam hidup kita.

Muhammad Jayadi
Kalsel 16-02-2019








RIMBA SUNYI


Di rimba kesunyian
Ia menelusuri sebuah perjalanan
Kesan yang terkandung dalam kehidupan
Yang ditangkap hati
Menuju arti di langit tinggi.

Muhammad Jayadi
Halong 15-02-2019





KATA


Bias kata
Meresap jiwa
Bernada riang
Menerima kenyataan
Sebuah nilai kehidupan.

Muhammad Jayadi
Halong 15-02-2019





DEMI ESOK HARI


Meniti hening
Dalam balut doa
Sambil bercengkrama
Dengan jiwa
Melihat perjalanan
Masa yang kelam
Perlu dibenahi
Demi esok hari
Yang lebih baik lagi.

Muhammad Jayadi
Halong Kalsel 15-02-2019





PUISI ASA

Rinai pengertian
Menetes ke hatiku
Kutuliskan saja
Puisi penuh asa
Dalam tanda mata
Menepi jejak semesta.

Muhammad Jayadi
Halong 2017





DIA DI SUDUT MALAM


Dia duduk di sudut malam
Mengatasi kehidupan dengan perenungan
Atas apa yang dia dapati dari perjalanan
Dia pahami dan petik hikmah dari kenyataan yang ada.

Muhammad Jayadi
Halong Kalsel 13-02-2018





KITA CERITAKAN TENTANG MALAM


Kita berbicara tentang malam
Di gelap malam tak berbintang
Mengukir puing-puing cerita diri
Menjadi bait-bait puisi

Ku berjalan telusuri malam
Memandang langit, menembang nyanyian jiwaku
Menenun cahaya, menggapai nilai-nilai
Mengungkap selubung yang menyelinap di ruang beku hatiku
Sehingga jelas semua persoalan
Memandang benar salah alur kehidupan
Menuju kepulangan ke hadhrat Tuhan.

Muhammad Jayadi
Halong Kalsel 13-02-2019





RINDU ARTI


Ceruk terdalam hati
Terus merindui arti
Sehingga kehidupan ini
Berjalan pasti
Menuju kenyataan hakiki.

Muhammad Jayadi
Halong Kalsel 13-02-2019





ALAM SORE HARI


Merekah warna angkasa sore hari ini
Menabur pesona keindahan matahari
Berbalut desir angin menerpa pohonan
Kesenjukkan menata ruang hati yang memandang keindahan ciptaan Tuhan

Dengan menanam rasa syukur di dada
Mengagumi ciptaan dan mengagungkan Allah sang Pencipta
Terbukalah segala lorong menawarkan keindahan
Di hatiku yang memandang matahari jingga sore ini.

Muhammad Jayadi
Halong Kalsel 13-02-2019





KEPASTIAN


Bergema kenang membayang
Selalu membius nada nafas silih berganti datang
Perjalanan waktu
Hari ke hari
Mencari arah pasti
Juga berjuta arti
Yang tersembunyi di balik tragedi
Rampung cerita ketika kematian jadi pemutus jalan.

Muhammad Jayadi
Halong Kalsel 13-02-2019





PAGI

Bunyi cericit pipit
Di pagi mendung ini
Antara kehijauan taman ilahi
Pohon-pohon tumbuh bersemi
Menyejuk bumi.

Muhammad Jayadi
Kalsel, 07-02-2019





CERAH
Muhammad Jayadi


Cerah ceria langit hari ini
Mentari cemerlang menembus relung hati
Membuka cakrawala syukur di nadi kehidupan sehari-hari.

Kalsel 08-02-2019





BIJAK

Engkau bijak
Ketika mencapai puncak
Batas kesempurnaan yang meniscaya
Menyingkap tabir misteri yang senantiasa menikam jiwa.

Muhammad Jayadi
Halong Kalsel 11-02-2019





SIANG TENTRAM


Siang tentram dalam jiwa
Selalu coba menata hati biar terarah
Pada keinginan menggapai ridha Allah.

Muhammad Jayadi
12-02-2019





MENULISKAN SENJA


Tulisku pada raut hari yang beranjak pulang
Bahwa kesementaraan ini harus jadi keindahan dalam nilai-nilai
Sembari menyesuaikan kehendak kita dengan kehendak Tuhan
Itulah jalan keridhaan.

Muhammad Jayadi
Kalsel 12-02-2019





SAJAK REMBULAN SUNYI


Rembulan sunyi
Cahayanya menerpa wajahku
Sepoi angin bisu
Bermain dalam pekat malam ini
Puing-puing hari yang berserakan
Ku himpunkan dalam renung yang terhidang dalam jiwa
Memugar asa yang berkarat di ujung jendela.

Muhammad Jayadi
Kalsel 12-02-2019





MENYELAMI ALAM


Meraga semesta dalam jiwa
Timbunan keindahan yang mengurai nestapa
Ketika matahari terpancar memesona
Kupastikan puisi menggema dan menari di taman hati
Alur hidup yang kusukai dengan nada menginsafi diri
Belajar mengikuti kehendak Tuhan di setiap langkah kaki
Agar keridhaan-Nya meluaskan gerak hidup ini.

Muhammad Jayadi
Paringin 11-02-2019

Kumpulan Puisi Indudewi / BDH - BINTANG DI PANGKUAN BULAN


BINTANG DI PANGKUAN BULAN
Karya : Indudewi / BDH


Gemetar jemarimu kedinginan
Namun hangat mengenggam
Senyumanmu di langit fajar
Seperti bintang di pangkuan bulan

Hatiku harubiru
Bahagia dalam cintamu
Biarlah kasih mengalir tenang
Memanjakan kita dalam timang

Abadilah rajuk dan rayuan
Setia meniti perjalanan harapan
Kelak di masa ranum usia kita
Suntinglah aku di perjodohan indah

Indudewi/BDH.Mojokerto.010219.07:28





TERPISAH MASA
Karya : Indudewi / BDH


Ku usap cincin baiduri
Temali janji mengikat kasih
Tersimpul erat setulus hati
Ikhlas jiwa setia menanti

Sejuta waktu telah berjalan
Menapak lembar-lembar kenangan
Tak jemu menyemai harapan
Berharap kusuma cinta bermekaran

Wahai cinta
Masihkah takdir tertulis berjumpa
Jauh jarak di mata
Terpisah waktu dan masa

Indudewi / BDH.mojokerto.300119.18:40





MANJA
Karya : Indudewi / BDH


Aku bersandar di kakimu
Pagi ini,cepat nian debaran jantungku
Tersipu pada teduh tatapanmu
Sejuk seperti titis salju

Cinta,kaulah terindah
Biarkan aku bermanja
Menikmati manisnya tuturmu
Terlelap dalam hangat pelukmu

Wahai cinta..
Sepenuh jiwa
Padamu saja
Tiada pilihan kedua

indudewi / BDH.300119.07:51





HAI CINTA
Karya : Indudewi / BDH


Hai cinta...
Sesuai janjiku kepadamu
Terimalah seikat mawar merah
Sebatas pembuka cintaku untukmu

Hai cinta...
Berikanlah aku tatap mata harapan
Bilanya jiwamu masih diam
Tanpa jawaban terkata

Hai cinta..
Janganlah tergesa-gesa
Aku takkan pergi lagi
Sepenuh hati,aku kau miliki

Hai cinta..
Kecuplah senyum bahagia
Genggamlah jemari tangan
Peluklah rindu sepanjang jalan

indudewi / BDH.mojokerto.290119.07:05




DENGARLAH HATIKU
Karya : Indudewi / BDH


Kalam cinta tersipu sepi
Erat terlantun rindu menyapa
Naskah lama tentangmu kasih
Hangat berderai pelupuk mata

Kidung cinta tulus suci
Jauh waktu menggenggam mimpi
Guman resah sesak jiwa
Harapan mengguriskan lara

Debur ombak pasai di kakiku
Masih berbisik manja rayuanmu
Aku Luh mu,cintamu...
Dengarlah hatiku

Indudewi / BDH.mojokerto.120219.18:19

Kumpulan Puisi Ahmad Effendi Sibarani - MALAM MINGGUKU



#Malam Mingguku#
Oleh : Ahmad Effendi Sibarani


Malam minggu kena debu
Semua kegiatan terasa beku
Cuma karena kamu tidak ada di sampingku
Badanku terasa lesu, hatiku terasa pilu
Aku Tak habis pikir ada apa sebenarnya dengan diriku
Jomblo masih saja bersamaku
Padahal sudah ku coba segala jurus
Dari jalan terang, gelap sampai jalan lurus
Ku coba kenal lewat facebook, Tweeter, instagram dan What App
Toh tak berhasil juga, pasangan facebok banyak akun palsu
Ku kenal via twitter
Aku bingung statusnya muter muter
Ku kenal lewat Waths App ternyata gelap
Kucoba dengan Instagram, semangkin Dalam

Malam mingguku terasa beku
Aku belum sukses mengakhiri jombloku
Tambah parah lagi kisah terakhirku
Ku kenal cewek baru, muka cantik dan ayu
Ku amati, ku dekati setelah dekat ehhh... ternyata biniku





"Medsos Penyebar Hoaks"
Oleh : Ahmad Effendi Sibarani


Banyak orang-orang membaca
Mengeja huruf, kata demi kata disusun menjadi kalimat
Mengisahkan berita
Di zamannya serba hoax mengkungkung logika
Tak bisa membedakan fakta , data dan logika

Tajamnya kata menjadi perisai berita dan kebenaran
Bahkan berita pencitraan dan ketenaran.

Media Sosial
Memang milik rakyatku
Penyambung lidah fraksi serta politisi
Sebagai jembatan kata-kata para seniman
Pesanpun sampai ditangan dengan aman dan damai
Tanpa ada huru hara bahkan Sara, Apalagi provokasi.
Negeri ini sudah Aman dan damai.
Jangan kau rusak
Dengan tipuan media sosial penyebar hoaxs.




PUISI :
"MANUSIA SETRES"


Tak juga dimengerti.
Ditengah hiruk pikuk keramaian di dunia Maya. Canda, tawa di tengah alur hidupnya cerita terselip kata yang tak dimengerti.
Bodohkah aku dengan tulisanku sendiri
atau
Bodohkah dia dengan gagal fahamnya.
atau memang orang setres yang tak bisa di ajak berdiskusi, becanda dan tertawa ?

Kurenungi lagi kata demi kata.
ku pahami bait demi bait yang berisi cerita fiksi dan fakta
tak ada kutemukan kata nista
yang bahkan memojokkan rasa, sesorang pembaca
tapi mengapa?
Berbagai ocehan tanpa alasan terselip dalam alur cerita canda dan tawa di dunia Maya.

Setress ucapku
Walau rasanya berat tuk ku tulis dan katakan
Walau sungkan mulut ini mengucapakan
Inilah kenyataan yang kukatakan kepadamu
kucapkan kepdamu
wahai manusia-manusia setress.

#bangtoyyibyangtakpulangpulang

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - KAU BAGAI SINAR REMBULAN


# KAU BAGAI SINAR REMBULAN #

Maafkan aku rembulan,
Aku terlupa akan sinarmu,
Yang menerangi kegelapan,
Cahaya di antara bayang semu,
Akan mencari arti kehidupan,
Di kala impian cinta ku membeku.

Kini baru ku sadari,
Kau begitu berarti,
Menerangi sunyi sepi,
Kembalikan semangat di sanubari,
Yang bangunkan ku dari mimpi mimpi.
Mimpi yang tiada pernah berati.

Terima kasih rembulan,
Kau masih di sini,
Menerangi kesendirian,
Berikan arti cinta yang suci,
Kasih sayang yang dapat ku rasakan,
Yang dulu hilang di dalam hidupku ini.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 09:02:2019





# JIKA MENDUNG TAK JUGA PERGI #

Mendung yang menyelimuti,
Sembunyikan cerahnya mentari,
Seakan usir burung burung pergi,
Meninggalkan aku disini,
Di taman yang mulai bersemi
Kala senja mulai menyepi.

Mungkinkah mendung kan pergi,
Biar nanti ku nikmati sinar rembulan,
Menjadi malam yang penuh arti,
Yang menjadi jalinan sebuah pertemuan,
Pertemuan yang telah menjadi janji,
Di bawah terangnya sinar rembulan.

Mungkinkah malam ini,
Hanya menjadi sebuah mimpi,
Jika mendung tak jua pergi,
Tak perduli dengan rasa di hati,
Rasa cinta yang telah lama pergi,
Yang telah bekukan hati ku selama ini.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 04:02:2019




# INDONESIAKU ADALAH PERMATA DUNIA #


Indonesia,
Kau umpama batu mulia,
Yang kaya aneka ragam Flora dan fauna,
Kaya ragam Suku Adat dan Budaya,
Karena itu kau begitu berharga,
Menjadi Permata di mata Dunia.

Permataku,
Jangan engkau terpecah belah,
Lalu terbuang karena sebatang penyapu.
Yang berserakan diantara pasir pasir dan sampah,
Oleh karena kotor dan kuatnya hasutan napsu,
Ulah dari ambisi manusia manusia yang serakah,

Tetaplah bersama Sang Pancasila,
Eratkan kerukunan kehidupan yang berbeda,
Karena keanekaragaman yang telah tercipta,
Adalah kekayaan dan kekuatan dari Tuhan YME,
Untuk kami dan Tanah Air Nusantara Indonesia,
Di bawah kibaran Sang Saka Merah Putih tercinta.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 13:02:2019





# HANYA BERSAMA MU #


Ingin ku terbang melayang,
Menggapai bintang bintang,
Dan ku bawa pulang,
Untuk tanda cinta kasih sayang.
Kasih sayang yang tak akan hilang,
Hanya buat mu seorang.

Kan ku nyanyikan senandung merdu,
Tentang indah cahaya rembulan,
Tinggalkan gelap malam kelabu,
Menuai indah nya kemesraan,
Mengecap romantis nya cumbu rayu,
Dalam tawa canda kebahagiaan.

Tetap lah kita bersama,
miliki indahnya malam ini,
Menelusuri perjalanan cinta,
Menikmati malam yang penuh arti,
Bersama kasih sayang yang tercipta,
Dalam ikatan cinta kita yang abadi.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 11:02:2019





# BERSEMI KEMBALI #


Di sini,
Benih cinta telah bersemi,
Mekar berseri,
Penuh warna warni,
Berhiaskan pelangi,
Bagaikan taman surgawi.

Hilang sudah keraguan,
Cemburu sirna bersama maya,
Gelisah pun tak ingin ketinggalan,
Tinggalkan luka lara di bait bait aksara,
Yang telah mengundang kepedihan,
Di dalam jiwaku yang dahulu teraniyaya cinta.

Hati ku kini kian bahagia,
Dia yang telah lama kucinta,
Hadirkan senyum rayuan manja,
Merajutkan canda tawa asmara,
Selimuti ikatan janji untuk bersama,
Dalam suka duka romantika gita cinta asmara.

LUmbang KAyung
Tanjung Balai Asahan 10:02:2019


---------------------------------------



KOTA KU YANG MENJADI KAMPUNGAN,
CINTA ADALAH JODOH DARI ORANG TUA BUKAN TUHAN,
BUKAN SUKA SAMA SUKA,
LAYAKNYA SITI NURBAYA.


Kumpulan Puisi Julinar Sinaga - IZINKAN AKU PERMISI


IZINKAN AKU PERMISI
Di Batas Senja
By : Julinar Sinaga
#Juliet/#BidaraJingga


Setelah kutahu Senja itu
hanya penghias cahya jingga
ku pergi beranjak lagi..
.dan lagi

Melangkah..
dan melangkah pergi
Bukankah disudut senja
masih ada rembulan menari
purnama
menerangi kepiawaianku
yang tak ingin jatuh
seperti dedaunan kering

Aku hanya permisi pamit
duduk rindang dibawah
purnamamu
Jangan tinggalkan aku
yang masih haus
ingin bercahaya rembulan
diatas kegelapan gulita
berpaut sinar bintang
gemintang
yang menutupi rona- rona
mentawai hidupku
dari gelapnya malam
menuju kelam menjelang

#MedanLestari
Sabtu, 090219/ 07.07 wib




SAYANG..
AKU MASIH TERDUDUK DISINI


bersinggah manja menatap
senja
Sebab langit menanti surya
Berpijar cahaya di bawah sinar
bulan purnama

#SangMahaSenja
Selasa 120219/ 19.50 wib
Julinar Sinaga
#Juliet/ #BidaraJingga





KAU YANG TAK.DAPAT KUTEMUKAN
By : Julinar Sinaga
#Juliet/ #BidaraJingga


Sejak langit membiru tertutup
awan kelabu
tak terlihat pesona mentari
karena langit menjadi garang
bersinar pelangi di pagi hari
dan jingganya tertutup mendung
di pagi hari

Seperti arah mata angin
mengibas dedaunan kering
terbang tak terhitung dalam
lembaran helaian jatuh kebumi
menjadi busuk hangus hitam
mengering

Seperti arah pandanganku
menari- nari diujung tandus
bukan sepenggal tatapan
menjadi haus dalam kerinduan

mengubur kelelahan
karena rindu tak ditemukan
karena rindu berdamai lara
karena rindu hati menjadi suri
seperti aku terdiam di kota mati

#RniduBersunyi
#MedanPagi
Rabu, 130219/ 07.00 wib





SENJA BERKELANA
By : Julinar Sinaga
#Juliet / #BidaraJingga


Kemana lagi kau pergi
Sedang waktu tersembunyi kini
Sedangkan langit memutar senja
membatas awan dipelangi jingga

Bukankah cinta
mengintaimu di senta berlangit senja
Bukankah dunia
sedang membentangmu di ufuk surya

Kadang kau pergi tanpa permisi
kadang kau bersembunyi
berkelana kembali
tak bersinggah pamit padaku
tak tahu aku cara mengintaimu

Kepergianmu membatas jarak
di ujung waktu pelangi surya
ditabir langit bercahaya jingga
sedang rindu terfana melintas duka
dibalik senja cinta masih berkelana

#DipilarTrotoarSenja
Selasa 120219 /20.30 wib





DI UJUNG TROTOAR RINDU
By : Julinar Sinaga
#Juliet/ #BidaraJingga


Masihkah kau ingat
Penantian itu
membatas jarak
Ketika jerjak- jerjak rindu
memenjarakan hatimu
di batas senja kelabu
di ujung trotoar rindu

#SenjaBertepi
Selasa 120219 /18.00 wib


Kumpulan Puisi Akhmad Husaini - MALAM MERASUK TANPA BINTANG MEMBENTANG SEKSAMA




MENATAP HARU GEMULAI TANDAS BERPERANAN
Karya : Akhmad Husaini


Selalu ada hal baru menambat sepenuh bakti
niat hati selalu mencanda perihal meniti
sempadan naluri hati mencegah tumpuan sejati
getaran rindu merasuk cernaan memindai arti
alunan irama memadu segala harkat seraya
belajar banyak pengalaman hidup niscaya

Menatap haru gemulai tandas berperanan
nikmati pagi sendu sepenuh tentu bersamaan
angan keinginan melipur lara nyata obsesi
bungkam senarai jiwa menumpah segala ambisi
semua bisa saling menerpa lembut menyisi
rencana seraya naluri berpaut perdaya imitasi
kedudukan memantapkan segala kondisi

Kesan indah memindai diri terkuak perhatian
tentu akan memilih diam bertemu luka bertautan
meremas bintang silam kekuatan mengarak tinggi
datang mementang lenguh waktu memburu pagi
kau punya sendiri tentu ingin dirasa semakin terbagi
bersatu dalam pendaran kebahagiaan semata elegi

Kiambang meragu arus menerpa canda merana
perih merentang jauh pandangan lerai terpana
tak harus berbingkai emosi tinggi kian sempana
hegemoni merdu meneriap sapaan akrab kelana
dedikasi asmara menjuntai menyerta bungkam
semburat waktu gigih bergejolak menikam

Kandangan, 9 Februari 2019





LETUPAN MISTERI PERSESUAIAN MEREKAM TAKTIS
Karya : Akhmad Husaini


Kita banyak mengambil hikmah kehidupan
sukses berawal dari hal kecil hingga terdepan
melihat keindahan sepenuh mungkin menyisi
hal baru mesti dihadapi disini dengan permisi
tentang segala keindahan saling memadu aksi
bentang keindahan kian membuat kondisi

Letupan misteri persesuaian merekam taktis
hasrat bakti memindai cahaya bersatu ritmis
latar belakang kemampuan memendar sinis
mengingkari irama berlampauan firasat tipis
tak ada kesan senang menghinggap lengah
tetap disana akrab dengan sepenuh jengah
tanah terindah membuat gembira menggugah

Senarai asmara sepanjang menyeka deru tandas
terpa apa adanya dalam ketentuan rasa menuntas
akan mencari rasa betah mementang paksa terbatas
menjemba pesona mengusap hadir daulat mementas
masa itu sudah terlewati dengan begitu sungguh
naluri mementang jalan kenangan kian tangguh

Serak purnama mengintai ketegasan noktah
kebanggaan merasa takluk diri kian rekah
mengembalikan cahaya pindai taktis berkah
tatapan harus jeli sekarang semakin terbagi
menempuh bayang cerna mematri suhu elegi
simpul rindu keheningan memunculkan energi

Kandangan, 9 Februari 2019





SUNYI MENYENTAK KEMELUT RINDU DENDAM
Karya : Akhmad Husaini


Banyak menakar serpih rindu mentari
pernah kau mau tentu semakin terpatri
ketangkasan konsentrasi mengitari hujan
pagi waktu tepat sungguh seiring sejalan
ini tentu segala rasa kelembutan rentan
tak mau tahu dengan segala hal tertekan

Dalam kesepian terasa sangat lelap tentu
bisa menempuh jarak lebih jauh menyatu
ragam kepastian diri menolak nasib gerutu
lindap perjalanan panjang meremang restu
menolak beragam jemu kehampaan serpih
kesementaraan menanjak empati kian lirih

Kepung kesungguhan membentang rentang
tertanam kondisi saling menyatu gamang
tak mengerti dengan kisah merasa seksama
sinyal lamunan teramat tentu menderma
menyatu rentang belaian nikmat menggema
kecamuk isyarat canda menikam sukma

Sunyi menyentak kemelut rindu dendam
menakar harapan terbuai kenangan silam
kau sapa keteguhan berperilaku pendam
pualam naluri tersandera hendak meredam
harapan menampak kehendak riuh gontai
belai hasrat kecukupan benaman bingkai

Kandangan, 9 Februari 2019




KETETAPAN PASTI MERISAU KENANGAN MENASBIH
Karya : Akhmad Husaini


Wujud segala harapan keinginan menerpa
menjalin hubungan perangai berbias tersapa
sempurna merangkai jejak sepenuh wacana
menuju ragam kepasrahan menabur terlena
tentang kebaikan mesti kau sebarkan berguna
menancap risau keragu-raguan cita bermakna

Ketetapan pasti merisau kenangan menasbih
banyak hal mesti dipetimbangkan berlebih
pilihan lari memuat pelangi jumawa menagih
lebur semangat kekompakan mendamba gigih
memintal riak zaman kelembutan suara hati
riuh gemuruh melindap ragam sapaan meniti
ornamen asmara membelai sukma menata bakti

Celah waktu menirai kesumat rindu dendam
kemana arah mesti kutuju segala meredam
perjalanan membias ragam kecamuk pendam
riak kegelisahan cahaya mendera gurindam
bawa suasana hari penuh melaju gembira
gemulai pujaan diri merona rekahan kentara

Pijakan diri memudar deras suasana seirama
merajut prasangka dinamis merintis paloma
kenangan ragam seksama tandas menjelma
mengkerut meletup tuntutan runut dilema
saling merayakan kesirnaan masing-masing
gerimis paksa landa siasat menerjang bising

Kandangan, 9 Februari 2019





MEMANTAPKAN SUNGGUH KEMAUAN TINGGI GERILYA
Karya : Akhmad Husaini


Banyak harus kau lakukan sepanjang waktu
suatu saat nanti kembali merasakannya tentu
tentang cernaan penuh guramang serta menyatu
segala dendam merasuk ragu gerusan buntu
menimpa jejak pengaruh ritmis semakin dalam
terbang jauh tinggi ke angkasa sejauh pualam

Memantapkan sungguh kemauan tinggi gerilya
menghalau rindu lingkup bergemuruh seraya
terima keadaan penuh wacana menempuh gaya
menyerta tandas kalimat retas menikam upaya
selama kau bisa jalani tanpa genggaman perdaya
ketetapan awal membaur retas berkah semesta
apakah itu sebuah kejadian nyata terbukti cinta

Kedudukan kisah bebas meneriap senarai makna
kalau sudah itu kau bisa gantung membaur pesona
tentang kedudukan seorang menagih lembut sirna
menata arus kebijakan statis jangkauan merona
jadikan semua sebagai bahan perenungan gundah
aneka ketegasan menawarkan mimpi-mimpi indah

Hujan datang menembus segala warna menyerta
kabar manis menemukan celah waktu menggurita
sengketa kelembutan himpitan menimbang gulita
segenap waktu memenuhi jalan panjang tertentu
iklim keceriaan mimpi menagih janji sepenuh restu
taktik menambat merisau gagah menancap gerutu

Kandangan, 8 Februari 2019





RANUM HIMPITAN MENGHABLUR PENGARUH SENDU
Karya : Akhmad Husaini


Senyum mengemban tabiat hati kian luruh
bersemu jejak rintih tegas menubir pengaruh
hunjam fantasi rindu mengembang gemuruh
pasrah bergelut cahaya asmara pasti membeku
sukma riang menangkis kelindan rupa meniku
menangkap segala kosmos diri imitasi berliku

Ranum himpitan menghablur pengaruh sendu
alunan manis mengembang cahaya penuh rindu
tanda keabadian kehidupan menumpah merdu
dentang warna hari-hari sepenuh angan kelabu
memuncak cernaan makna terbuai menggebu
mengawal peraman canda lamunan takluk beribu
tak akan harus ada rinai jejak perih menyerbu

Rekah kehidupan sepenuh makna tegas jemari
menyelamatkan keraguan dalam intim berseri
jejak rapuh harapan naluri penantian mentari
agar kau tak lekas saling merisau berpuas diri
kisah itu mesti didendangkan selalu bersama
senandung lagu rindu terus menuntas dilema

Dunia penuh dengan sekat waktu menuntas jemu
meleburkan niat membuai sinaran candu asmara
menuju surga harapan tentu membias purnama
merekah desah lamunan pantau cerna menerima
benak intim kian lembut canda menusuk paloma
kita kembali pada suatu saat nanti menggema

Kandangan, 8 Februari 2019





CERNA KEMELUT PENAWAR HATI KIAN LUMRAH
Karya : Akhmad Husaini


Kekuatan rutinitas membenam musim menyatu
bentang kehendak menawar rentak ceria menentu
tak ada hentak mengurai citra senyawa membantu
wibawa menuntas kesudahan awal pasrah buntu
senang menyerta perjalanan sepanjang menerpa
dari tautan pengharapan badai menimpa serupa

Cerna kemelut penawar hati kian lumrah
janji lerai jejak menoreh pemimpi sejarah
meretas energi perkara sepanjang menepi
kau terlalu bersemangat untuk menghadapi
seperti engkau sangkakan sepenuh bakti
daulat menuntas terbatas kepalsuan sejati

Sangka menjelma itu satu ketetapan senada
hanya kehendak menerpa segala rentak canda
tuntaskan segala hal menyerta segenap langkah
pahit getir melingkupi berseri tambatan hikmah
jalan-jalan sepenuh kepastian menerawang lelah
optimis menghadapi sendu menjompak pongah

Untuk segal keuntungan dia tentunya pasti
segala kebebasan tengah menyimpul menanti
semburat irama senada menata perihal mesti
dalam gerus waktu saling menghunjam cumbu
pendam lagu jemu menegaskan segenap kelabu
menatap kosong silam jangkau hakikat berdebu

Kandangan, 7 Februari 2019





DALAM KHAYAL NALAR KIAN BERBENTANGAN GERUTU
Karya : Akhmad Husaini

Kau ketengahkan diri dengan mimpi-mimpi
gegas waktu terbuai irama menunjang jampi
pengalaman bersimpul aroma jengah tragedi
sepanjang jalan indah terpandang jauh menjadi
naluri segenap pandu keyakinan penuh kemudi
bergelut intim nyanyian sendu niscaya tragedi

Berbuat kebajikan tak harus mengenal tentu
gunakan waktu bimbang terkenang kian restu
perkenan jeruji silam tumbuh dengan normal
gegas senarai naluri intim percumbuan kekal
menata bayang kelembutan serpih menimpal
ingin ada ketentuan dalam kesunyian kental
senarai rindu gegas waktu terbuai ambisi ritual

Dalam khayal nalar kian berbentangan gerutu
terdampar kesan diri merajut purnama menyatu
ingin terus mengabdi tangguh sepanjang waktu
kerinduan berdaulat seteru memendam tentu
buatlah aku bisa tersenyum sepenuh kesunyian
menerjang lembut igau merata segenap terpaan

Batas segala kemampuan sembarang bertarung
kau seharusnya bisa mendapatkan selarung
seumpama menegas cerita penuh mengarung
salam manis membuai terpaan jejak penuh dilema
alangkah indah dunia semua saling menggema
mencerna restu gegap gempita lagu seirama

Kandangan, 7 Februari 2019




SIMPUL SUNYI PENYAMPAI REKAH PENDARAN TENTU
Karya : Akhmad Husaini

Anggapan gerus waktu menerpa janji semayam
kalau sudah kau bisa membuat senang mengelam
biarlah jangkauan waktu meronta kondisi menikam
ada banyak hal meniti dirasa sendiri membenam
warna upaya kelayakan hidup memadu ambisi
impian silam begitu tegas meronta segala posisi

Menatap ranah kemampuan tangguh mendesah
mengulang lagu syahdu canda sekarat banyak kisah
menepuk ego nyanyian jelita berisi kharisma tumpah
ambisi menuai jelita harapan penuh makna melangkah
menjadikan semua bisa saling menerpa jejak terpisah
tetap tersenyum merangkai jumpa menaut rintih pilu
banyak gerus waktu menentukan bingkai sembilu

Simpul sunyi penyampai rekah pendaran tentu
canda semu menuntas kelembutan rindu menyatu
banyak hasrat menebar kuasa meningkah buntu
sendu bumi menirai lagu kelembutan membantu
menderai semua kelembutan statis ritmis gerimis
selera canda menegas kerinduan bertautan garis

Terpa suara bunyi merentak senang berlagu
riuh cumbuan menata semburat menista ragu
pastikan diri mengubah senarai jejak menata
teman setia kepiluan sepanjang derap bertahta
mengenang luka himpitan trauma menderita
kelembutan nyata diri merinai cahaya pelita

Kandangan, 7 Februari 2019





MALAM MELANGKAH KENANGAN MENYISI
Karya : Akhmad Husaini

Penawar sesuatu kehendak perbedaan nyata
dendam kesumat merawat tujuan kian tertata
selagi kau masih berkuasa disini dengan pesta
tautan diri menegas kesumat waktu gebalau
kendali arus membelai cahaya penuh terhalau
kendali mutu meramu tuju membayang pantau

Malam melangkah kenangan menyisi
meriuh berpendaran segala niscaya pelangi
sambut hari dengan nyanyian renda pagi
kombinasi hendak menawar membuncah elegi
pergi dengan ego kesenangan begitu pasti
arah menggerus tumpuan merajut ambisi
ungkapan hati terlelap lamunan kombinasi

Kidung lamunan hinggap seteru melambai
mengulang perhatian sungguh merangkai
rajut kehampaan menegas tangguh gemulai
semuanya tahu segala tautan diri semampai
sepenuh langkah tendensi ringkih merintis
kebijakan taktis menabur sangkaan mistis

Jelang kekuasan mesti menimpa jalan perkenan
dalam nada sentimen kesungguhan kehati-hatian
wibawa menuntas kebijakan melampaui harapan
membaur perasaan sepenuh puncak ketentuan
tebaran janji membuai sejenak terasa berontak
memenuhi kebanggaan berpadu naluri merentak

Kandangan, 7 Februari 2019





MALAM MERASUK TANPA BINTANG MEMBENTANG SEKSAMA
Karya : Akhmad Husaini

Menyimpul peraman manis menguji pasti
dalam dendam perihal lumrah gerus meniti
membuai kenyataan dalam perasaan pertama
tegas suasana saling menyingkap purnama
sigap terhadap keadaan saling peduli seksama
selalu mengupayakan jalan mengental drama

Malam merasuk tanpa bintang membentang seksama
semburat malam kelabu mendendang lagu seirama
tak apa-apa dengan kebenaran imaji tergadai sukma
kutulis semua tentang keindahan disini seumpama
tampil menanti mimpi berharap lebih bagus menggema
merasuk lagu rindu pilihan tatanan gemuruh menirai
bentang kemampuan batas tercetus meniti pindai

Dalam diam kesunyian akan merangkai mimpi
tak pernah betah dalam satu tempat menepi
lenguh malam sadar murung merundung sepi
dendang ragu menaut kesumat diri membelai
selalu ingin dimanja kata saling mengeja helai
memenuhi lorong kehampaan bersahaja gontai

Bisikan hati terus mengembang aroma terbatas
bak kesungguhan lagu harapan dunia mementas
memikat kehendak arus menyimak tawa tuntas
tak harus ada segala merayap hari-hari pantas
seiring waktu terus berjalan dengan riuh pasti
kau tetap memikat setegas ego perhatian nanti

Kandangan, 6 Februari 2019





GERUS SEMPURNA MEMBIAS CAKRAWALA TANDAS
Karya : Akhmad Husaini


Mengalun syahdu nyanyian bertiku semu
rinai selalu mengurai gairah retas bertemu
kunang-kunang menembus gelap malam tentu
daur redam keutuhan dalam ruang menyatu
apapun itu pastikan menjadi perias musim
benak imaji terkekang lagu merindu intim

Gerus sempurna membias cakrawala tandas
jangan dibuang-buang ketika itu sayang terbatas
kelindan waktu menubir cahaya semakin retas
berdua atau berempat sama saja saling melintas
mimpi-mimpi mengejar sukses seteru mesti terbias
mendapatkan banyak harapan menerpa sesuatu
merasakan segala dengan sepenuh paham bersatu

Kau senang dan bangga selalu menyatu
ambisi menegas jejak penuh tirai menentu
biasa dapatkan banyak cerita penuh gerutu
masih ada malam penantian dengan tumpu
terbiasa kau merasakan derita itu sebentar
kau merasa sendu semakin tabik bergetar
lewat tata kritis terus genggaman memutar

Mengatur lamunan perwujudan semu terlerai
rias hari dengan cumbuan nasib diri membelai
penantian terhenyak dalam tujuan bekal mati
kisah asmara menuang hajat wahana menanti
keindahan kumandang hendak menyatu pasti
tanpa respon dan jadi bahan komentar penasti
membukakan kiat diri sebuah keharusan hati

Kandangan, 6 Februari 2019





SAPAAN BEGITU MEMIKAT HATI TERGORES TENTU
Karya : Akhmad Husaini


Ada banyak perubahan dalam ketentuan ihwal
itu hal biasa bagi mereka kesenangan mengawal
derai airmata kemestian kelembutan menata tentu
mengancam beragam tatanan jiwa akses merestu
sejauh mungkin intonasi lewat sungai jeruji buntu
hijau irama hentak perasaan terdampak sesuatu

Akhir dari kebiasan menakar aroma mewangi
bingkai keterasingan tentu lingkupan pelangi
sangka baik sudah jadi kebiasaan adab berarti
tentang segala nilai positif akan dijalani nanti
sepanjang pengaruh harapan mengurai ambisi
silsilah jejak rekam kenangan manis memberi
selama bisa kau menjalani dengan penuh arti

Sapaan begitu memikat hati tergores tentu
dalam ikatan sepenuh makna merona tuju
kalau kau suda ada kemampuan untuk itu
sebaran perjalanan hidup terus elegi berperi
terbingkai mungkin jauh keadaan ikatan diri
menuntaskan jemu bekal menghentak jemari

Tak harus semua mendendam tentu dengan hati
jangan menyiksa dirimu dengan segala tak pasti
tangguh menjaga kesempurnaan ragam terbukti
andil kemanjaan merasuk jejak sepenuh prihatin
cernaan asmara mewarnai jelita membentang batin
menikmati rengkuh jejak kerontang jejak menjalin

Kandangan, 6 Februari 2019





SENARAI KEHENDAK MEMUNCAK CERNAAN BERPINDAI RESTU
Karya : Akhmad Husaini


Panjang selera berpantang riuh mengenang
hakikat diri membentuk cernaan guramang
persiapan begitu matang perjalanan panjang
derai waktu mengumandang sepenuh jelita
semua mesti didapatkan dengan banyak cerita
sehingga mengemuka meneriapkan suara nyata

Senarai kehendak memuncak cernaan berpindai restu
bukan menemukan banyak harap memuncak seteru
bangga dengan pasti segala kemampuan tiada tentu
jangan sampai ada bayang kerinduan ragam gerutu
harus digunakan nanti semua kumandang berperi
agar kau tahu naluri memuncak segala tempias diri

Menatap segenap jalan panjang penuh harapan
sudah menjadi gerak menghimpit arah pedoman
bisa kau ketehui setelah semua berjalan noktah
nyanyian melangkah menata semakin luas searah
kemungkinan segala menafsir aturan penuh berkah
candaan hati memenuhi lamunan gontai menadah

Tenteram mencerna suara ragam gemulai latah
agar kau tahu sepanjang itu penuh makna betah
semua bisa diatasi dengan begitu manisnya nanti
lampauan diri menghinggap cernaan diri meniti
perilaku melintasi sendu arus perubahan pasti
semuanya bisa dengan baik akan mudah diatasi

Kandangan, 6 Februari 2019





SAKRAL LAMUNAN MENIKU ARUS JANJI
Karya : Akhmad Husaini


Sungguh teramat luar biasa meretas tentu
malam-malam mengejar bintang menggerutu
memilih bersepi diri dari dalam kamar berbatu
tetap senang sepanjang hari sepenuh restu
meluapkan emosi secara positif kian terasa
kau sungguh tetap hebat pandangan luar biasa
hasil terbaik diraih dengan tenang berkuasa

Melati rindu temperamen syahdu merindu
menegas citra lagu merdu sepenuh padu
ketentuan sungguh melerai semangat tangguh
berbagai pegangan pernah dijalani utuh
bentang kesunyian janji menikam runtuh
penawar jingga lamunan sensasi berpatri jauh
senja memintas lagu meremang terlalu sungguh

Sakral lamunan meniku arus janji
tendangan pentas menghantar pantas menguji
segala kekalutan menakar jumawa latah imaji
bertaut semu menambang lantang tersaji
pengaruh lerai di batas kemampuan senada
kau kira dengan cepat lalu meniku diri berada

Kita butuh tempat untuk menenangkan diri
agar terus bisa berupaya jadi terbaik memberi
berbekal naluri rintisan suara berkait lantang
kenduri waktu menaksir impian retas menimang
di batas selera memadu alunan rekah tertuang
nalar semburat menakar serpih petuah gamang

Kandangan, 5 Februari 2019





GEMULAI TANDAS MELINGKUPI RAGAM POTENSI
Karya : Akhmad Husaini


Datang terasa gejolak jiwa ringkih perintah
meningkah bayang gemulai merenta titah
datang mementang alur hampa tergugah
selalu ada manfaat dibawa nanti merasa
kekuatan tinggi daya nalar menata kuasa
lembut ketentuan jelita mewarna merasa

Gemulai tandas melingkupi ragam potensi
kerling jalinan suram rindu istimewa menyisi
redup pagi menjelma kultus kekuatan imajinasi
sebatas kemampuan bernaung idaman ambisi
awal ketenangan berhimpit kemesraan kondisi
membaur asmara irama celoteh musim tentu
memikat ragam candaan hati terpana gerutu

Belai kelembutan pagi menata menjalin arus
wujud berpantang konotasi limpahan gerus
petuah merasuk kepingan imitasi melurus
kehadiran menegaskan aturan dengan mesra
sinis menampak jejak perilaku menuai selera
instuisi terdampar henyak menanti gelora

Penasti diri meneguh jejak peraman sadar
sepenuh kesadaran ingin lari menghindar
tak nyaman hati menegas peraman syahdu
bentang alam memikat pandang menggebu
niscaya rindu kemerduan nyanyian sendu
terus berusaha jadi lebih baik lagi tentu

Kandangan, 4 Februari 2019





MERAMU JEJAK PENGABDIAN SIASAT BERPERI
Karya : Akhmad Husaini


Lelah meniku jalan teguh tertambat ambisi
jauh berjalan bimbang rasa mengadu potensi
hambatan suara menerpa sukma menuai imajinasi
belenggu janji akan menampak merayu situasi
sepanjang itu masih bisa kau tentukan kemudian
lintang potensi membaur panorama berjanjian

Kapan menikmati pusaran sirna menyerta
aku akan tentu sendiri hasil sirna pelita
silau senantiasa memuncak deraan waktu
seakan ada jarak dihadapan merona tentu
berawal dari semangat interaksi gerutu
meratap masa depan gemilang meniku
walau semua harus tahu keadaan perilaku

Meramu jejak pengabdian siasat berperi
lembaran syahdu menikam mandiri
kerontang jingga mengabdi pada kebiri
konotasi jingga memuai kebutuhan nyata
siasat terbuai sinar ketentuan menyerta
menyapa liku sepenuh harap menata
pejuang lintang meraba suara meminta

Menuju keadaan banyak hal mengembang
memendar cahaya penuh jarak bimbang
melebur isyarat tandas bumi melintang
kering lara hati bertabur semangat juang
semuanya bisa merinai segala dengan mudah
menyandang ikatan tinggi tak akan gundah

Kandangan, 4 Februari 2019





MEMUTAR PERASAAN SUNGGUH KECAMUK TENTU
Karya : Akhmad Husaini


Merasuk sore hilangnya terpendam mewangi
mengakar daulat tanpa beban berdentang pelangi
membuai diri tegas meremang firasat merintangi
ikrar senarai kelembutan cahaya menegas diri
melonjak gemuruh arah menuju cumbu naluri
bicara kebaikan berarti semu meniku berperi

Memutar perasaan sungguh kecamuk tentu
hinggap lamunan potensi mengarah ragu
bermula kehendak menebarkan mampu
menaklukkan semua kehendak hati justru
canda senarai interaksi kesadaran meniku
menikam percumbuan arus beriring denting
ruang hati meneguh rindu asmara mengerling

Indahnya hidup penuh dengan kedamaian pasti
hanya sebatas mampu bicara lewat kata hati
wibawa gejolak peraman hantar bahagia meniti
kendali menikam jejak wasiat jelita mematri
terus berpuisi mengedar bakti teramat manis
kosmos wacana menebar daulat rindu dinamis

Kendali waktu menata tautan terpaan surya
arus penyadaran mengejar citra bagus seraya
selalu merindu kata saling mempercayai upaya
memuncak kehendak gejolak kian memperdaya
mengacuhkan diri melebur karakter kian berbeda
jaga hati sepanjang makna sesuatu ikrar merenda

Kandangan, 4 Februari 2019





MENAKAR SENDU PIKIRAN KIAN SETERU ARAH
Karya : Akhmad Husaini


Bersyukur dan berbahagia dengan membara
sesuatu teramat tepat dilaksanakan bergelora
jangan sampai ada keraguan diantara kita
hujan datang memberi warna hidup menata
pembawaan bermula mengangkat cita-cita
selalu ingin tampil beda cari perhatian semata

Kembang kehidupan rasa menata benderang
menancap kuncup kesayangan meniti bintang
efek kesunyian memendam kehendak berperi
lembut banyak harap perisai teguh melindap arti
semampai kenduri penuh makna merias bakti
makna diri terhempas pesona halimun pasti
berteman langgam himpitan segala rasa meniti

Menakar sendu pikiran kian seteru arah
batas terang lewat senyum kecut menumpah
karena semua bisa menawan segenap petuah
menampung segala hasrat bergerak gundah
senang menghampiri dengan sepenuh ragu
tabiat merayu kehendak memintal syahdu

Tentu menata masa lalu sepenuh siang
redup membangun karakter bimbang
jalan berbeda menempuh gubahan niat
sapa akrab kelembutan lagu memikat
kau akan pergi jauh memandang sekat
menderai pengaruh senang menghambat

Kandangan, 4 Februari 2019





MEREKAH AMBIGU SEMPANA KEINGINAN PETUAH
Karya : Akhmad Husaini


Menancap keinginan pendar diri tersingkap
cerna menghajar jenjang menyapa lindap
rekah waktu terpandang gelimang menatap
aku tahu segala umpama mudah meresap
rangkai sengkarut arah terpadu tentu
dimensi segala kemungkinan perdaya mutu

Merekah ambigu sempana keinginan petuah
pindai peraman indah hari menepi langkah
membangun tak terpuaskan hidup mengarah
firasat terbuai irama tinggi lindap sejarah
kekang perilaku ambisi tak akan goyah
perpisahan lebih dini untuk maju lagi
menghalau segala rindu memenuhi elegi

Ajang senarai bimbang menggugah firasat
peran masuk untuk sebuah kepentingan sesaat
dalam lantunan prahara semu ganjaran geliat
semenjak kehendak saling menikam siksa
tercerai ranum segala santun perih merasa
ingin memberi perihal pamrih selaksa

Terkekang kenangan kembali membentang
seteru memuncak mencerna hari kiambang
terus dihitung pendam gemuruh menabur seteru
kinanti lembut arah sepenuh gerus jejak menderu
amanat diri memindai suara mengelus justru
ajang romantis menginjak sepenuh haru

Kandangan, 2 Februari 2019





MENOREH KESENANGAN MEMBAWA HARAPAN TERKA
Karya : Akhmad Husaini


Jalan kebenaran menukas pengaruh penasti
buat banyak harapan sementara menanti
pualam rindu menderu sukma merasa pasti
elegi menjepit langgam relatif ambisi meniti
kau harus serius menghadapi semua itu
jalan kehidupan penuh makna merasa restu

Menoreh kesenangan membawa harapan terka
jalan menandas pengaruh kesenangan jejaka
lewat gelombang ketentuan penuh prasangka
hanya ada rekah canda memadu gulana menerka
pualam senada perihal kekuatan ritmis suaka
entah harus bagaimana memenuhi pintas
pantau kecamuk firasat sendu kian menuntas

Setia mengabdi diri memuncak arus tinggi
lingkup wahana merubah segala berbagi
karya itu perlu lain banyak membagi
senyum menebar kedinginan senang pongah
kau sapa jalan merintih sepanjang jengah
kutulis banyak kata lingkup malam menjamah

Secercah harapan pasti menawar hakikat
jalan kebaikan merintang lecutan nikmat
sadar atas segala kekuatan abadi melumat
satu hati menderpa lagu penuh rasa ceria
juga haluannya teramat penting dunia
kau sangka semua akan tahu akhir karunia

Kandangan, 2 Februari 2019





TABIAT MALAM MENCERNA LELUCON GAMBLANG
Karya : Akhmad Husaini


Rindu merancang merenangi segala jingga
lerai menumpu kaji laksana menyangga
wujud keinginan menjelma arus gerus
lelaki bersayap terbang melintang arus
sebuah kisah haru menegaskan kultus
jangan sisakan semua bentangan lurus

Tabiat malam mencerna lelucon gamblang
saatnya sekarang menikmati hasil senang
benteng aturan tanpa senyum kumandang
bertaut kehendak mendermakan pasrah
resah kelembutan kehendak nalar terarah
datang dalam hunjam manis menumpah
celah kosong menambat gerus melangkah

Memberi rekomendasi menghunjam salah
mendera wacana lebih liar menata desah
dekap lirih berpantang ketentuan resah
menuang lagu janji teramat gundah
jengah memikat derap waktu menutup
berbenah melindap seteru kian kuncup

Legenda mewangi langgam cerita meniku
kelembutan menegas siasat arus berliku
lelap kehidupan menggerus makna tertentu
pantang membakti jengah status gerutu
terjang upaya menggerutu lagu seteru
lerai menumpu bijak meremang menderu

Kandangan, 2 Februari 2019





ZIARAH MUSIM HADIR MENAMPAK CERNA
Karya : Akhmad Husaini


Lautan kemestian bertabur lagu syahdu
pantang nyanyian seteru menderu lagu merdu
bawa aku perkenan kau bisa meraba sesuatu
biarkan aku seperti ini saja adanya restu
merajut keadaan waktu silam merajut
terpa keadaan mencerna lelakon bertaut

Berbilang senyap memandang perdaya
masih akan seperti dulu saja adanya
akhir semua batas lampau jelita meneriap
entah harus berbagai aksi menimpa lindap
ada benak ketekunan cinta sepenuh harap
pintal lamunan jelita mengubur mantap

Ziarah musim hadir menampak cerna
sanggup menepikan suasana penuh rasa
kenangan indah menumpuk jeja merenta
lamunan kau suka ada disana bersua
tendensi arus waktu kecamuk
benak serindu tenteram hujan merasuk

Serangkai kemampuan pernah ada
deru detak jalan ritmis mengada
melingkupi wacana nalar bersambut makna
selalu jadi jalan tujuan utama
mesti ada kau wacanakan menggema
intim terasa suara kelindan irama

Kandangan, 2 Februari 2019





REKAH MIMPI MERAJUT TERPAAN JANJI
Karya : Akhmad Husaini


Malam meningkatkan kualitas ambisi
bila semua bisa datang menuntas situasi
langkah mewujud kekuatan pasti meniti
tabiat retas memuncak irama lugas
antisipasi segala upaya menindak tegas
mencerna warna membuktikan tuntas

Mereka bangga hidup dalam kesederhanaan
tak harus ada banyak kesedihan
menutup peluang untuk dicela kekurangan
dalam diam mementang banyak cerita
selalu ada harapan untuk lebih manja
dalam ketetapan harapan terus mengeja

Rekah mimpi merajut terpaan janji
yakinlah dengan keadaan kian imaji
kalau memang itu sudah jadi aturan terpuji
dalam kurun waktu tak akan lama
sepenuh jalan panjang kekinian irama
upaya untuk selalu sejalan kesuma

Terus harapan jangan mengikat janji
menjadikan semua bisa saling menguji
ada banyak hal yang diinginkan tersaji
tangguh menjelma rasa menyikapi poranda
rapuh diri jelas menyisakan suasana canda
keindahan menakar suara sepenuh nada

Kandangan, 1 Februari 2019




MEMINTAL TUJUAN HASRAT BERKESINAMBUNGAN
Karya : Akhmad Husaini


Sempurna menegas kemampuan berpikat lantas
generasi penentu bangsa bakal mementas
pelengkap sunyi pengaruh keinginan tuntas
pelanjut sukma mengalah gejolak negeri
bersaing ketat raih kemenangan nanti
lelah rekah membentang kesenangan bersemi

Memintal tujuan hasrat berkesinambungan
renta usia menegas kekurangan sepenuh angan
menambat jalan ketegasan memindai harapan
karena kita pernah satu tujuan pasti terdepan
tak seperti diharapkan dulu lagi memang
kekasih terasa mendesah pejaman gamang
disandera banyak masalah berdentang

Kuasa diri mendedah harap penuh berkah
untuk dinikmati dengan sepenuh tumpah
merangkai sendu dalam jemputan tirani
mengatur anugerah kehendak menyapa alami
cerna kekuatan menebar kuasa penasti
kau akan gembira menebar suasana pasti

Lirih pagutan naluri bertaut tahta
tak jelas sudah beda suasana nyata
perangai lecut ketentuan berbayangan kasta
sumbang ambisi kesadaran beradu pesta
merasa bangga menebar segala sepi
kita tahu kebangkitan diri kian menepi

Kandangan, 1 Februari 2019





MELEMPAR PANDANG HASRAT BERTAUT LIRIH
Karya : Akhmad Husaini

Ketentuan awal membenam hasrat berpaduan
aroma langkah bangga memantau ketentuan
agar hal itu tersampaikan dengan penjelasan
walau semua sudah terbantu bertambah banyak
juga untuk menunjang perjalanan kian sesak
tapi kepuasan akan kau raih dengan rentak

Melempar pandang hasrat bertaut lirih
menggerus handal perisai jejak hambatan rintih
seringkali sudah tertanam sepenuh warna diraih
kau datang bawa ragam kelembutan hati
kemampuan pantang jarak terpendam pasti
secercah pengaruh intim hasrat terkendali mesti
mereka bicara tentang segala puncak penasti

Dulu bersenang ragam janji menuntas hentak
kapan lagi menerawang kesunyian berpeluang jarak
hidup dari pertaruhan diri membelai lara serentak
ketegasan suara pasti menjuntai ikhtiar kelak
bingkai cakrawala ungkapan kesenangan
pengaruh bimbang mementang kejora berpaduan

Agar kau dapat banyak ilusi tinggi sempana
saksi merenda luapan rindu sempurna
derap menggema mengalun pasti merona
redup menyangka menerima kiasan hakikat
menambat kekuasaan selalu terpikat
kehendak hadir menggema intonasi melekat

Kandangan, 31 Januari 2019





MEREDAM BEKAL MIMPI BERTUBIR EMPATI
Karya : Akhmad Husaini


Rentang waktu kinanti mendekap syahdu
rumus usaha menimbang kenangan sendu
bingkai senantiasa berpulang pandai beradu
prestasi bagus lembah kelembutan hujan pasti
kekasih rindu terbentang tuntas sejati
silaturrahmi intim sepuas perjalanan meniti

Meredam bekal mimpi bertubir empati
terurai perih jejak menumpu siasat bakti
ada saatnya berada di titik terbawah terbukti
mengelus bintang rentang berpeluang senang
intim makna memagut selera batas membilang
ekspresi pribadi terbatas tentu lantang

Terus mengabdi sepenuh jejak menentu
memberi alasan menawan hati restu
tentu kepuasan diri kebanggaan pasti
seiring waktu berlalu menambat empati
tabiat risau menggugah selera sensasi
terbiasa gegap gempita diri merentak posisi

Perkenan diri terbuai sendu langkah emosi
secercah harap menari elegi tragis ilusi
semua tentu bisa saling mengerti perasaan
terpaan gundah menerpa ceria meniku tumpuan
juga banyak jalan mesti ditempuh seharapan
selagi kau masih bisa saling berkenan

Kandangan, 31 Januari 2019





LEMBUT KENANGAN MEMENTANG HARU JUMAWA
Karya : Akhmad Husaini


Menjalani hidup dengan sepenuh sadar diri
yakin akan ada hasil diraih nanti sendiri
pesona diri menimpa jejak luruh berseri
menggenggam risau kenangan tandas
mengandung rasa peduli sepenuh arti membias
tak kemana-mana disini saja adanya meretas

Lembut kenangan mementang haru jumawa
sengkarut diri terbuai lagu indah menanti wibawa
kelak kau tahu segala menanti pijakan lestari
tak lepas dari arah piranti tinggi menari
bertarung dengan pengalaman hidup berseri
beragam warna hati membalut setia memberi

Rentan waktu sepanjang tuju satu obsesi
peluang besar menatap jeli berpihak sensasi
awal bagus langkah pasti menebar kondisi
konsep sempurna membahas harap meratap
menangguh perasaan kenang terasa lindap
sejauh mungkin pendaran mengurai rasa
lantang kenyataan tendensi kesan memaksa

Jujurlah menghadapi segala masalah merenda
menjaga perasaan diri orang lain tak tergoda
kesumat lantang jalan penuh jalinan canda
selalu ada perlakuan menerpa damai tertunda
jangan salahkan orang lain dengan hal itu
tabik merestu jelita teruji sengketa menentu

Kandangan, 31 Januari 2019





LIMPAHAN DIRI MENGGURITA PENUH MAKNA BERPENDAR
Karya : Akhmad Husaini


Antara ketangguhan dan kegelisahan meremang hampa
menantang siang sindiran dalam igauan terpa
kadang harus banyak berpikir menata kata
tempo hari haru menanjak harap terpejam mata
umpama tajam menubir perasaan hunjam meronta
menjamin upaya lebih mudah dapatkan merata

Limpahan diri menggurita penuh makna berpendar
geliat restu bersampingan tenar memudar
sungguh cerita manis tertata sangkaan tenar
perimbangan kekuatan tengah menghantar
perkenan rasa percaya diri cukup tinggi
perlu banyak harapan menata remang berbagi
ragu-ragu menampak pusaran sangkaan elegi

Janji terucap mesti kau tepati jangan mangkir
goyah prasangka berbias sumbu naluri mengalir
nyata mendamaikan segala derap kondisi
rekah kelana membelai posisi ambisi
sanderaan hari terbias pengaruh mendekap
remang fanatis irama kerinduan makin ratap

Latar belakang intim menyerta nyali
meremang citra dalam seluk beluk kendali
jeritan hati mengharap mengaku kembali
kau dengar lantunan suara manis
segmen nyata menegas kebosanan gerimis
tenteram selaras pagutan berbantah sinis

Kandangan, 31 Januari 2019





PANUTAN DIRI SEGENAP KEKUATAN MENCUMBU HARI
Karya : Akhmad Husaini


Nikmat tiada tara hidup sepenuh bahagia
tetap bersemi dengan sepenuh keadaan ceria
cerna rindu lingkup seteru menderu warna
bertanya tentu tentang banyak gulana
rindu memenuhi benak kian mencerna
sudah ada hal penting jadi merona

Panutan diri segenap kekuatan mencumbu hari
sunyi sepanjang dendam ironi
butuh proses dan kesabaran tinggi
tak terhingga senang waktu mendulang energi
merubah wujud karisma berpantang niscaya
rindu akan masa lalu menanjak ceria
menjalani hari-hari dengan sepenuh sedia

Teman bergelut naungan erat permainan malam
rintik hujan membenam suara sepenuh kelam
rintik hujan perkenan warisan masa silam
aturan selalu ada membuat disiplin diri tentu
kenyataan hidup mesti dihadapi sepenuh liku

Terawangan diri pancaran jenuh makna menikam
menegas suasana semakin jompak menerkam
sesuai tatanan tegas menegas hasrat silam
gontai perkara meraung ego kemanusiaan serta
tangguh meratap kemampuan cumbu semesta
memagut senyum perumpamaan tandas kata

Kandangan, 30 Januari 2019





TEMPIAS IGAU MIMPI MERAJUT SUASANA
Karya : Akhmad Husaini


Roda suaranya berputar merajut ke bawah
menganggap sangka luka pana merambah
kemilau semangat menangguh purnama mengarah
kau harus terus terbiasa untuk negeri tumpah
karena semua sudah nyata kumandang senang
untuk hasilkan banyak bunga mengembang

Tempias igau mimpi merajut suasana
bias sendu terpukau sesuatu lagu merana
kau adalah segalanya bagiku saksi menerpa
memantau sigap arus terurai menyelami
ada suara banyak kemestian bisa silaturrahmi
bunga harum semerbak menuai mewangi
merias endapan wacana tersaingi

Apapun itu sudah menjadi kebosanan pantas
dia berspekulasi pikiran rutinitas
membuahkan tentang semua menyentak bias
hunjam nyanyian merajut sigap mendedas
tergerus zaman melanjutkan fakta
benak ringkih kesunyian menegas renta

Terus berkarya lewat tuntutan sepanjang nyata
jalani saja semua saling berproses pinta
agar semua menikmati saling mengisi tata
apapun itu sudah menjadi kebiasaan penuh cinta
hentak suara lamunan diri serupa menyerta
kental kehendak meniku keindahan pelita

Kandangan, 30 Januari 2019





LEBUR RASA MENGUATKAN WARNA CERNAAN MUTIARA
Karya : Akhmad Husaini


Helaan napas puitis memagut sembilu
menuju bilangan bakat keluhan berlalu
bersua nyata kisah perangai senja pilu
tanpa kau tahu akan salahku nanti
tangguh kemajuan diraih bersama bakti
takluk ragam bersama janji bersemi pasti

Lebur rasa menguatkan warna cernaan mutiara
kesejukan perkenan diri senang membara
selalu hadir elegi arus menjurus
saling berbagi dibelai rindu menyerta arus
segala perasaan aksara kultus
menafsir perih lagu semayam kinanti
kau harus percaya dengan segala terbukti

Senada tabiat terpana senarai jiwa merayu
petuah kenangan senang berbuah kemayu
tambatan lagu semu merajut terpaut
kaitan kata menata gontai menekan akut
malam hasrat menimpa terhunus bergelut
segala bisa terjadi semakin kemelut

Susah senang berpantik beban puncak
awal pendaran lebur ingatan seketika semarak
sudut harapan jalan merasuk berontak
tirani menyuburkan semangat kalut membara
berasal dari kemestian kenduri membakti aksara
merona jejak penuh warna menanti bicara

Kandangan, 30 Januari 2019





RENTANG WAKTU BIMBANG MENERJANG KENANG
Karya : Akhmad Husaini


Sepanjang itu teramat senang menuntas
gemuruh waktu kian riuh memintal tegas
rentak diri mengurai candaan statis
seluk beluk kembara tiada ritmis
selalu hal baru didapatkan dengan manis
perubahan mendasar membuat lagu gerimis

Perkenan gebalau terus berulang cumbu
menyeruak irama perjanjian haru
soal itu memang biasa saja terjadi
mengalur deras perasaan teguh kemudi
dendam menyatu perihal seteru lindap
mendentang keadaan mesti tanggap

Analisa terhenyak intim merasuk daulat
memintal segala terbuai lagu candu firasat
tak mesti tahu menanyakan tentang itu
sebuah hal tak perlu ada seharusnya tentu
pengorbanan hidup sepanjang waktu
ketetapan sudah menderap jelita meragu

Rentang waktu bimbang menerjang kenang
berkesinambungan suara penuh remang
melingkup perihal terbias rindu bimbang
kesungguhan kenangan biasa merestu
aroma jengah jejak penuh arti menentu
meluang langkah kecamuk membawa buntu

Kandangan, 30 Januari 2019





MENEBAR SENYUM BERAGAM HIMPITAN STATIS
Karya : Akhmad Husaini


Memberi peluang keadaan menapaki lagu kembara
harkat merintih irama kelembutan derai kentara
tingkatan apoligi waktu merajut remang mendera
terkadang lantang searah gemintang berselingan
meraba rayu keinginan merekah kesementaraan
menderma kosmopolitan maju bergulat keriuhan

Menebar senyum beragam himpitan statis
kenal satu sama lain terbungkam merintis
jauh perdaya merentang lamunan sumbang
episode drama semantik waktu pura-pura
solidaritas kekuatan berarak elegi sementara
membakar niscaya lamunan semesti kelabu
dalam deraan henyak diam merestu cumbu

Sepenggal kisah senang dalam nalar bahagia
kalau semua menyepi kumandang jejak ceria
perhatian kelam remang berhamparan padu
menebak tingkah naluri bumi sendu merindu
terbelai makna suasana firasat diri terguncang
ragam kehendak menanti sirna riuh pecundang

Jompak masa silam menegas peraman janji
kombinasi teramat luar biasa cukup menguji
meramu langgam pagi tersamar ide menarik
lamunan tanggap kecamuk optimis melirik
benalu rindu terpaan canda gerus kian intrik
berdamai dengan keadaan tentu merisau tabik

Kandangan, 29 Januari 2019





TERPURUK RINDU UPAYA MENEGAS SENGKETA
Karya : Akhmad Husaini


Tikaman janji ufuk timur kian semburat
kau rebah rindu sepenuh tentu melihat
ada banyak hal bisa kau menegas bakti
redup pelangi sepanjang pandangan arti
paduan temu mustika membahana kilauan
terpendam sengkarut wibawa bawaan
kemajuan teknologi telah memudahkan

Terpuruk rindu upaya menegas sengketa
aturan memikat diri terbelai penuh makna
rencana diri untuk terus kian mencumbu
membentuk karakter banyak ambisi tentu
hanya sangkaan belaka menentukan tuju
menanamkan kerinduan sepenuh gemilang
pijakan sembilu waktu tenteram bimbang

Selalu kabar baik dan manis memberi imaji
merintih selendang panjang pagutan menjanji
tebaran kemelut bertaut sembilu restu menguji
baik-baik saja tanpa pernah mengeluh semu
alunan seirama syahdu mendayu ritmis silam
sepenuh kekuatan mencerna cumbu menanam

Tepi sudut aturan sekejap semayam
kalau semua bisa saling dicerna kelam
bantu sebarkan kebaikan dunia menari
sang penakluk belantara hutan lestari
terpa suasana di pelaminan riuh kebiri
perbedaan salah sengkarut melingkari

Kandangan, 29 Januari 2019





TERSIPU BENIH RINGKIH MENAKAR KEKUATAN CINTA
Karya : Akhmad Husaini


Hanya untuk memberikan banyak irama
sapa senyap menularkan perasaan sama
dentang malam berbimbang lagu kemayu
retasan aturan menyamar bayangan semu
mendatar terlibat kebanggaan saling jemu
bertahan merayap genggaman godaan pilu

Tersipu benih ringkih menakar kekuatan cinta
bias waktu terpukau kehendak menampak cita
ajak aku dalam kebaikan untuk terus berbenah
agar kesenangan membelit status ringkih rekah
menata apik pagutan menuntas selalu mencinta
tautaan diri mengembara perasaan gema nyata
kita berjalan terus mengembara ikatan meronta

Tumbuh nyata untuk saling berpegang serta
gejolak serpihan terbias igauan hebat menata
kalau sudah kau harapkan kelabatan meminta
kita harus banyak menjalani semua proses itu
terpaan tentu pada banyak ketetapan buntu
gulana diri terbebas mewarnai hati menyatu

Merajut lagu gulana meniku ragam membantah
menata lelaku sepenuh iba terus bersyukurlah
semua bisa saling kau rasa dengan begitu manis
remang isyarat tentu saling membesarkan ritmis
rangkaian segala makna terbias gulana menata
kapan semua bisa merasakannya dengan nyata

Kandangan, 29 Januari 2019




MENGURAI SELERA PANDANG MENDENDANG
Karya : Akhmad Husaini


Terbuai kasih memihak jejak perbedaan kian ringkih
terus berusaha menjaga perasaan orang lain merintih
membalut kenangan silam tergores kerinduan memuncak lirih
dendam merasuk upaya mengurai selera pandang mendendang
semangat terus melebur peraman hening beranjak petang
batas kemampuan diri terbias cumbuan suara meremang
ketika semua terkuak rasa menata kinanti meredup
menolak terpaan semburat menuntas reaksi hidup

Kandangan, 15 Februari 2019





MENERIAP CANDAAN RETAS
Karya : Akhmad Husaini


Menuang langkah sendu dalam peraman waktu menuju
rembang silam merangkai wujud seteru langkah maju
hadir segenap peluang menentukan ragam perasaan setuju
lingkar gemulai keadaan meneriap candaan retas
tanpa sanggup untuk menuju pengharapan terbatas
sederhana memikat penantian menirai sukma tuntas
kuncup lamunan meniku cahaya perangai pantas
semua akan tersandera wacana igauan tertikam
menjaga sikap menuai jejak pualam mutu manikam

Kandangan, 15 Februari 2019





MEREDAM KISAH TAK TUNTAS
Karya : Akhmad Husaini


Dalam diam menata kecamuk hati untuk terus menimpa batas
tinggal kau pilih apa saja mesti meredam kisah tak tuntas
akan selalu ada perbedaan menyeruak dimensi kian retas
kabut perasaan menerka upaya penuh sangka melintas
segenap mimpi kecamuk suasana tak tersentuh sapa
melingkari kemungkinan saling menegas jumpa
tentang kerinduan terus memadu arti semenjak kau lupa
tetaplah berada pada koridor kebenaran tak mungkin alpa

Kandangan, 15 Februari 2019





EPISODE RINDU MERENDA KASIH
Karya : Akhmad Husaini


Pesona diri membekas sangkaan hendak tularkan virus sejati
dalam terpaan halusinasi penuh singkap menanti
senarai potensi diri membias cakupan luas hening berarti
episode rindu merenda kasih berpendaran kinanti
segenap talenta mengumbar arus menimbang harapan tegar
datang dengan keikhlasan hati tanpa kecamuk menggelegar
petuah seksama meneriap sapa penuh taktis kian menebar
sanggup mengartikan segala makna mengurai rasa hambar

Kandangan, 15 Februari 2019





MENIKAM JEJAK PENUH SERTA
Karya : Akhmad Husaini


Penawar jarak penuh makna menikam jejak penuh serta
kau akan tahu segenap keadaan membuai perasaan menata
bila saatnya nanti bisa dijalani segala membawa berita
masih berat langkah mengikuti jalan terjal menggurita
harus ada upaya mengejar segala ketertinggalan menambat
segenap pandang menyerta hikmah bicara sesudah hakikat
selalu berusaha melakukan kebiasaan awal waktu hebat
keberhasilan nyata akan mengendap kian bergeliat

Kandangan, 15 Februari 2019





MERANGKUM NAFIRI ETALASE SENJA
Karya : Akhmad Husaini


Pualam memantik rindu memukau peraman janji tersuguh
kelak kau akan tahu segala menimpa segala luruh
menuntun kepada jalan kebenaran semakin menambat keluh
jangan pernah merasa jemu untuk sebuah kebaikan nyata
dalam deraan kehendak menakar siasat menubir fakta
ada banyak harapan menimpa jejak kelam sepenuh derita
nuansa berbeda hadir merangkum nafiri etalase senja
terus hadir menuang ragam mimpi terpindai manja

Kandangan, 15 Februari 2019





MEMUNCAK PERCANDAAN SETARA IGAUAN SENDU TABIAT
Karya : Akhmad Husaini


Kerap kau menghendaki sepenuh makna membuai cerita sungguh
memeram keinginan berbalut seksama merias tangguh
banyak harap menata kemelut rindu tersingkap penuh gemuruh
memuncak percandaan setara igauan sendu tabiat
mementang jarak kesudahan penuh rangkaian hakikat
ketika semua tergerus hikmah balutan senarai pikat
mencumbu ragam perasaan tertanam pualam
memintal pengaruh bijak sapaan intim menghela kelam

Kandangan, 15 Februari 2019





RETAS JUANG MENANTI PETUALANG JANJI RITMIS GULITA
Karya : Akhmad Husaini


Ragam niscaya menghimbau potensi diri teruji
lamunan akrab kian menimbun seteru lagu janji
kerinduan semakin usang mengemban riuh imaji
apakah aku akan kehabisan kata-kata menumpu
tata amanat jejak mengurai cerita panjang tersipu
setelah kau rasa meningkatkan prasangka mampu

Retas juang menanti petualang janji ritmis gulita
menatap jalan lempang kendali resiko menata
gelimang remang sungguh sepenuh tentu serta
menasbih penawar lenguhan kegelisahan sengketa
senyum mengembang menderas purnama gulita
aturan tinggi strategis lamunan perisai gontai
kesenduan meramu segenap nyanyian berpindai

Lenyap memendar sepenuh arti wibawa
jangan pernah membuat orang lain kecewa
awal segala siasat jengah bertepi simpati
mengulur canda lampauan syahdu menanti
ragam etalase perasaan gundah berperi mesti
redup harapan bermimpi niscaya penasti

Pantauan rapuh segala kemestian menirai angkuh
belenggu jingga meraih tumpuan janji penuh luruh
untuk bisa menegas semua rentang jalan tangguh
pengaruh rindu lerai sentimen berbakti gemuruh
akan ada banyak cerita panjang jalan kumandang
sunyi mementas deraian penuh menanti pecundang

Kandangan, 15 Februari 2019





MENDAMAIKAN SEGALA ARAH KIAN KECAMUK MENYATU
Karya : Akhmad Husaini


Andai semua bisa saling menyerta sepenuh bakti
dalam arah ketentuan nyata sudah terbuai penasti
abadikan diri menampak kemelut sengketa pasti
kemestian menuju bayang-bayang terus menyerta
menegas segala harap memuncak seteru menata
memindai segala kemestian canda wibawa tercipta

Mendamaikan segala arah kian kecamuk menyatu
genggaman kehendak perlu tahu kau dengan hal itu
nyata teramat membahagiakan diri kian merestu
belenggu tepian kecamuk memendar sangka waktu
intim menegas cahaya keabadian penuh pura-pura
menuai lindap harapan kemudi rindu semburat citra
semua akan berhasil tuntas dengan sendiri mendera

Nikmati saja lelap irama kehidupan kian merona
kenali jalan tempat melingkupi aturan sempana
kendali napas serangkai berpaut tuju sempurna
bungkam mata jelita terawang pandangan terlena
kinanti gelimang memikirkan bentak kedamaian
ada banyak kehendak membuai potensi bersisian

Membawa kepada ketentuan retas keinginan semu
terus akan tentu menjanji kehidupan nyata menemu
lahir dari proses begitu panjang kian hunjam jemu
lelap waktu menakar kesendirian pantang meramu
langkah hening iringan membuat sentimen menegas
pindai keraguan suasana pengaruh takluk membias

Kandangan, 15 Februari 2019





UPAYA MENUBIR SANGKA KIAN TERBATAS
Karya : Akhmad Husaini


Sepanjang perjalanan panjang menumpah lagu seteru
akan ada banyak nyanyian paling mengesankan gerutu
mengingat segala kemungkinan akan berakhir dengan tentu
membayang perangai mencintai rekahan waktu tuntas
selalu ada perihal upaya menubir sangka kian terbatas
jelmaan isyarat melebur cerita memendam lagu pintas
untuk potensi diri menyikapi ketentuan menapak senja
dalam luruh jiwa menangkis kemampuan mengeja

Kandangan, 15 Februari 2019





TERAWANG KELAM BERPANTANG RAJAM MENIKAM
Karya : Akhmad Husaini


Terpa segala sensasi menuntaskan prahara gemulai
rekah waktu kian gebalau semakin tentu membelai
dentang sejauh menjulang gemilang berpantang helai
memupuskan benak naluri pendam tirani gurita pindai
mengendalikan segala wujud ranum penuh bertahta
rayakan keberhasilan ruang keceriaan hidup menata

Bayang kehangatan bingkai kebersamaan redup
menghadapi asa segala dengan sepenuh hidup
pengaruh gelimang mementang kian terang
banyak suasana bisa dinikmati nanti pantang
memastikan semua berjalan cukup bimbang
kau teramat baik bagiku adanya mengenang
nyanyian rekah daya upaya menyerta siang

Terawang kelam berpantang rajam menikam
karena semua sudah ada menentukan semalam
sepenuh makna menubir cahaya hati pendam
kehendak bersisian menimpa kenangan silam
terus keinginan selalu dimanja sepanjang rasa
sehingga bisa mengatur dengan penuh kuasa

Susah pertapa menebar janji lenguh berwibawa
melimpah cerna kehendak menawarkan jejak jiwa
selalu ada sepenuh janji kepastian tentang seraya
di atas segala rencana mengekal kerinduan upaya
simak pagi dalam lekuk penuh harapan perdaya
pendar segala tuntas menuturkan tikaman gaya

Kandangan, 13 Februari 2019





SEGALA KEMAMPUAN MEMBIAS RAGAM KEYAKINAN
Karya : Akhmad Husaini


Teruslah terbang tinggi semampumu ke angkasa
penuh semangat menata kehendak nyata merasa
relung pelita genggam erat lamunan hati tersisa
kian bimbang merona segala kemungkinan paksa
bayang kesenangan menoreh ragam mimpi menyerta
membuai segala aturan memuaskan kejutan juwita

Kokoh menyerta segala kehendak menentukan sepi
sirna menikam suara sepenuh makna hunjam menepi
kelembutan meneriap candu elegi menipis sendu hati
tirani membelai kesumat canda makna meratap bukti
segala sesuatu akan bisa menanam hasrat penuh bakti
gundah gulana menakar sangkaan kehendak menuang
perangai jiwa lantang menakar kesungguhan rentang

Segala kemampuan membias ragam keyakinan
lamunan memeram ego kehendak bersamaan
hanya akan membaur merdu bayang harapan
seribu irama candu senang mementang aturan
hidup menautkan perihal jejak menikam tentu
kewenangan jalinan diri kian buncah gerutu

Saling beradu menggapai kemampuan tinggi hati
hujan batas menjaga jarak kemampuan menanti
bagaimanapun kau harus tetap tersenyum pasti
rasa menaut arah kumandang serta warna meniti
gerimis senja bawa lamunan panjang menghunjam
selalu ada bayang kian bimbang merentang tajam

Kandangan, 13 Februari 2019





LELAP PENDARAN SENDU PERANGAI MENGHANTAR MAKNA
Karya : Akhmad Husaini


Segala harap riuh ketulusan berdampingan seru
naluri sungguh akan ada rasa limpahan menderu
asap-asap saling mengepul berpantang matang
memaksa jelita terpaan segenap pelangi petang
arah sendu menebar segala pesona tinggi lantang
semua bisa memuncak dekapan beserta bintang

Lelap pendaran sendu perangai menghantar makna
akhir sebuah kenangan indah sepenuh sempana
taksir merekah dambaan hanyut meniti gulana
perangai tasbih cinta sepenuh luar biasa terpana
nuansa perantara angan kesempurnaan diri merona
kiasan batin dan kesenangan kian lenguh bersahaja
searah rajutan setujuan menikam bakti penuh manja

Singkap lestari himpitan membenam poranda
melabuh segala asa hasrat menimpa siasat merenda
lelap waktu sepanjang penantian menubir tanda
kau sudah menentu punya nama sehingga tiada
mengatur langkah perdamaian membuai perdaya
senarai pengaruh waktu diam menuntas seraya

Benaman arti penuh makna seteru merindu belai
dalam liku sepanjang arus menguliti semampai
menanamkan sendu perasaan membalut gontai
menanti batas seksama kerinduan sentimen rinai
kau harus bisa berpesta kenduri bulan purnama
raih angan segala mimpi tegas mencerna seksama

Kandangan, 12 Februari 2019





RITMIS ATURAN MEMIKAT JANJI KEPASTIAN BERLALU
Karya : Akhmad Husaini


Kenangan saling menaut hari dalam kelanjutan diri
rajut segala sendu nada lautan pasti menderma berperi
status kumandang lerai berpindai cahaya memberi
mementang lagu ritmis menggapai alunan statis naluri
lelah letih menderai panutan terpa perangai berserak
melamun candaan dalam status gerimis menyentak

Lelap waktu tegar pada upaya senada kenang
dari pengaruh rindu jiwa-jiwa sepenuh terang
gelayut pandang sangkaan purnama sendu menerka
tak ada arah untuk menjulur restu prasangka
disini tekad gelimang nyaman berpatri membara
dalam kesendirian mengungkap kegelapan kentara
sepenuh dentam merajam ratapan berbagi antara

Ritmis aturan memikat janji kepastian berlalu
perjalanan terjal mesti kau lewati lebih dahulu
kesungguhan menggebu nyanyian luruh kelu
bintang menari lindapan pengaruh lagu pilu
perasaan sepenuh hati terus membelit selalu
kita nanti akan bertemu dalam rajutan pasti
mengurai liku bersimpuh makna statis menanti

Konotasi rindu tampak juwita menegas purnama
tebarkan semangat harapan menggebu seksama
selalu ada harapan mengurai janji-janji menjelma
merasuk wacana cermat mengharapkan paloma
rekah cinta lamunan sepanjang sepenuh gundah
menghunjam ketentuan merasuk suasana tingkah

Kinanti merebak tinggal mewujud nanti status kuasa
tak ada kelebihan mesti kita jalani saja dengan biasa
perputaran waktu terus membias cahaya bakti merasa
tirani menjulur sungguh panjang rangkaian sentosa
dunia mesti kau jalani sepenuh ihwal menirai bimbang
membenarkan anggapan kesyukuran pasti membilang

Agar semua bisa saling menata diri sepenuh inti
setia pada status ketentuan dalam hunjam materi
agar ada kesungguhan dalam meremang penasti
tirani bingkai seteru riuh ringkih menderu pasti
mencipta ragam kinanti berseru lagu-lagu tangguh
niscaya kau akan menemu sunyi merestu luruh

Kandangan, 12 Februari 2019





UPAYA BERPANTANG JAWABAN PENTING BERLAKU
Karya : Akhmad Husaini


Memantau perjuangan tegas jawaban ringkas
dalam pagutan nyanyian sendu merekah tuntas
merekam peduli teramat jengah bertahta tegas
segala sesuatu mesti kau jalani menderai lekas
tumpah ruah pejaman beribu janji kian menaut
beragam asa merangkai mimpi sepenuh kalut

Menegas sempurna kidung sendu merenung
semua berawal dari titik nol pasti bertarung
menuju kepada nalar harapan padu limbung
alasan membelit nyanyian canda merubung
masihkah akan percaya dengan segala hal itu
itikad baik untuk selalu hadir menemu waktu
menimang penuh kehendak menandas tentu

Upaya berpantang jawaban penting berlaku
pancaran diri sepanjang batas igau perilaku
ketetapan sempurna sadarkan kehendak liku
tetap berada di tempat gelimang membeku
serpih sendu menuangkan jangkauan statis
teruslah berjuang agar hidup lebih dinamis

Sekuntum bunga harapan menerjang bukti
selama itu masih bisa kau raih dengan pasti
menyelami segala perasaan penuh jalan meniti
kabut menimpa angan penuh harapan bakti
bangkit daulat ketegasan berpagut kenyataan
tindak tanduk perasan menerpa sempadan

Kandangan, 12 Februari 2019





KECIPAK SENDU MENUBIR RETASAN PETUAH WAKTU
Karya : Akhmad Husaini

Rangkai arah menuju kepada kepastian mendera
terus terangkai memaknai diri dengan kentara
beragam kehendak menunjang segenap wacana
naluri waktu semampai berpendaran sempana
semangat terus menjalani hidup penuh warna
berbuah harapan menimpa kendala mencerna

Kecipak sendu menubir retasan petuah waktu
upaya terus membagi syahdu rindu menentu
ketentuan menaut raut wajah arah semburat
senarai hamparan pijak terbuai retas merawat
rintihan meniku jejak jelas sepenuh tabiat
semburat nalar kondisi simpulan harkat
kemampuan penuh membingkai siasat

Melankolis tegas senyuman sapa sesama memberi
kendali tergerus makin sejati mengupas kenduri
gerus waktu terus menumpu pujaan silam jemari
terang benderang meniku sumbu merajut berperi
lihai berkelit itu hal tak bagus upaya menegas
ketentuan terasa renda jalan tabik kian retas

Tenang segala upaya mesti kau tuju gembira
menemu rasa sengketa penawar beribu cara
waktu menuju senyum penuh hambar kembara
banyak hal mesti dilewati penuh bukti bicara
melanjutkan segala tujuan awal mengejar pasti
kau akan tahu pasti sendiri semua menerpa hati

Kandangan, 11 Februari 2019





SETEGUH HARAPAN MENERPA KENDALI MEMATRI TERPANA
Karya : Akhmad Husaini


Menderai kalimat panjang diri sepenuh hikayat
kau pasti tahu dengan segala kesalahan menambat
yakin akan semua sendu memadu lamunan erat
kekuatan penuh cinta meraba menaut restu terikat
inspirasi hadir rindukan semangat sepenuh tentu
melambung lagu harkat hakikat menderai waktu

Kita tinggal menjalani saja semua nantinya
hadirkan segala ketentuan sudah ada padanya
sehebat apapun yakin bisa menerka penuh tanya
maklum banyak ketergantungan menuai perdaya
tebaran janji memukau suasana penuh cerna
juga menebar segala lamunan riuh wacana
selalu dekat untuk menirai sukma merona

Seteguh harapan menerpa kendali mematri terpana
kemestian tautan menebar suasana penuh sempana
pualam sendu menumpas kegaduhan diri gulana
laju semangat berpetualang dalam deraian makna
belenggu jiwa retas menuntas angan kaitan dilema
tegas menaut pijakan perasaan hunjam purnama

Redup memantik aturan wahana diri menegas
dengung merentak semburat lagu mementas
ternyata selalu ada harapan menuang tuntas
ikuti segala aturan meratap hinggap merona
banyak ketentuan membelit sungguh wacana
remang cahaya mentari pertama terbias warna

Kandangan, 11 Februari 2019





KECIPAK RINDU MEMADU SENDU SYAHDU MEMINTA
Karya : Akhmad Husaini


Ingin menaklukkan sepenuh kekuatan batu
pernah melerai ego berselera tentu merestu
asal semua bisa merona saling kau rasakan
memendar tangguh histeria tangguh lamunan
tulus mengabdi serta semakin berperanan
gerak cepat laju ambigu melambai setujuan

Kecipak rindu memadu sendu syahdu meminta
apa kau dapatkan dari semua itu mesti bertata
memikirkan masa depan tanpa ada sengketa
mengambil banyak kemestian teramat bijak
harapan terbaru terhampar belai sepenuh jejak
kesan manis meniti kemesraan ketentuan jarak
menuntas retas kelebihan hati terbuai gejolak

Lama kelamaan akan banyak juga akhirnya
kalau sudah itu memang kau janjikan seraya
tentu ingin lebih dari lain mungkin baiknya
tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu
banyak pengalaman baru didapatkan tentu
dalam sunyi kian merentang hari menyatu

Lindap arti memugar rekah cumbuan seteru
meratap persangkaan sepenuh himbau menderu
tetap dalam ketentuan gejolak saling memburu
kalau memang itu sudah kau tahu mau meniru
redup hampa lamunan menikam suara canda
dasar ketentuan saling rasakan torehan berbeda

Kandangan, 11 Februari 2019





LATAH KESUMAT AMBIGU PETUAH BERSERI SETERA
Karya : Akhmad Husaini


Ikatan intim dalam lamunan imaji berperi nyata
menahan segala amarah lebih merona elegi serta
dambaan berdaulat kisah pasti memberi padu
meratap simbol lagu kesumat menuntas syahdu
desau labirin merestu tuntas jelaga amsal merdu
kokoh ingatan perasaan tertanam deraian rindu

Latah kesumat ambigu petuah berseri setera
dendang risau cumbu merasuk pejaman kentara
tautan hakikat firasat sesuatu sepenuh gempita
mimpi-mimpi terus diwujudkan dengan nyata
berusaha sepanjang lamunan untuk selalu serius
ritus lagu hujan meredam irama pengaruh gerus
kisah tabiat malam menebar kelam menjurus

Lagu lama menasbih segala irama guramang
cahaya keabadian sepenuh perjalanan panjang
lelah merintih sapaan takzim menyeru lintang
kemelut rindu aroma menggoda intim tenang
rangkai membelit cahaya kerinduan berlapis
celah belitan menahan potensi menghias rintis

Bentangan arti tiada kenangan melingkup gelut
hanya sebatas hikayat trauma menggerus lecut
aturan sukma menebar siang melintas gemilang
sadar menyerta igauan pindai lirih membentang
perasaan menyerta tindakan risau berpantang
lurus melecut semangat tinggi tentu kiambang

Kandangan, 11 Februari 2019





SENARAI KELEMBUTAN DIRI TERBINGKAI HAKIKAT KENDURI
Karya : Akhmad Husaini


Pendam rintisan awal berarak bangga tergugah
agar nanti kau tak bisa bertingkah begitu jengah
semua harus sudah terkonsep nyata terlebih dahulu
banyak jejak mesti kau lewati penuh dengan rindu
jalan panjang jenuh mewarna segala terpaan sendu
bangga kalau semua bisa saling diraih memadu

Mengabdi diri pengaruh mimpi semalam menanti
bayang kehampaan segenap arus tiada mengerti
pualam rindu semakin membingkai jejak bakti
jangan salah gunakan wewenang kekuatan pasti
imajinasi terus mengejar sepanjang tingkah simpati
sanggup untuk terus membuai irama penuh gigih
kau begitu senang menghitung hasil telah diraih

Mengekang serta pengalaman membawa luka
sepanjang itu terus berperangai memindai suka
prasangka baik teruslah diberikan dengan sangka
hunjam kenangan terbuai syahdu penuh pusaka
peluang rinai sempadan berlari penuh ketetapan
malam-malam teguh merajut beragam harapan

Senarai kelembutan diri terbingkai hakikat kenduri
simpati naluri mengubur pejaman rekah menyinari
pendam kembara mengitari takzim menumpah mandiri
sanubari menebarkan lebur ingatan harapan pasti
senyap lamunan pijakan menumpas kembara mimpi
bintang tergadai segenap cumbuan penuh kinanti

Kandangan, 11 Februari 2019





RINAI SENYAP MENDEDAH MESRA HARAPAN
Karya : Akhmad Husaini


Kau bangga yakin percaya membantu igau nalar
gemulai arus menuju harapan nyata riuh menakar
kilau lembayung menatap perihal pinta menghantar
langkah panjang menuju jalan kebebasan sejajar
terbuai oleh segala kesunyian dendam kerinduan
dentam semangat merajut perangai bersampiran

Rinai senyap mendedah mesra harapan
berkaca sunyi merindu sepanjang capaian
dentam kecamuk berbaur rekah membiru
alur tegas merantai statis sukma terburu
kecamuk diri merisau nyanyian cemburu
tentang segala keinginan meluapkan tuntas
menyemai jejak pualam semakin tandas

Pengaruh masa lalu berseliweran nyata jelmaan
penawar ruang niscaya rengkuh hari bersamaan
mimpi-mimpi terus akan menyerta harap canda
lembaran diri menyingkap segala panutan renda
geliat sapa terus terasa atas segala pengaruh ada
pengaruh landas segala kemungkinan pertanda

Penantian panjang mengenang celah terhormat
kendali waktu menata ruas gemulai kian daulat
geliat nyata menerpa sungguh penuh semburat
sandera suasana membingkai gontai menggurat
membias kinanti penuh makna terus meneriap
jengah waktu menetapkan firasat penuh lindap

Kandangan, 11 Februari 2019





KINANTI PENAWAR SENADA ARAH MENGURAI CERNA
Karya : Akhmad Husaini

Pijak lamunan selera jutaan merintis pentas
malam membentuk segala rasa menuai batas
bimbang tak terkira meleburkan sempana bias
merasuk tatanan sendu semburat membingkas
ikhtiar kerinduan memendam gejolak syahdu
intim membenam cahaya kelembutan memadu

Kau sapa menduga paksa menyangka lupa
jejak terpantau manis prasangka menerpa
melahirkan banyak mimpi ceria menerka
mengejar semua ketertinggalan rasa suka
berjalan mengiring restu semakin sangka
membingkai bias kelabu menawarkan geliat
semua bisa saling menuai celah teringat

Semenjak bisa menghunjam segala harapan
menakluk sunyi dentum berdentam lindapan
semangat tinggi memindai amsal ketetapan
banyak peluang datang menemani ratapan
capaian gemilang mesti didapatkan melonjak
segala gulana memindai cernaan setegas jejak

Kinanti penawar senada arah mengurai cerna
semangat terus menuang perpaduan sempana
hidup bebas sepenuh berpantang mendera
dari balik layar menumpuk kehidupan kentara
arah merajut menyambut tautan lagu restu
hantaran senarai keheningan nyanyian tentu

Kandangan, 11 Februari 2019