RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 27 April 2022

MALAM SERIBU BULAN Oleh : Eko Windarto


   Bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ ) (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, Bila seorang muslim mengerjakan kebaikan-kebaikan di malam lailatul Qodar, maka nilainya lebih baik dari mengerjakan kebaikan selama seribu bulan atau sekitar 83 – 84 tahun.

Dikisahkan dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bercerita kepada para sahabat mengenai seorang Bani Israil yang sangat saleh. Dikisahkan bahwa Bani Israil tersebut telah menghabiskan waktunya selama 1.000 bulan untuk berjihad fi sabilillah di jalan Allah. Saat mendengar cerita dari Sang Baginda Rasulullah kemudian para sahabat pun merasa iri karena mereka tak akan pernah bisa memiliki kesempatan untuk beribadah dalam kurun waktu selama itu. Hal tersebut dikarenakan umur umat Nabi Muhammad jauh lebih pendek dibandingkan dengan umat-umat sebelumnya. Dalam riwayat yang lain pernah dikisahkan bahwa Rasulullah pernah merenungi hal itu. Nabi Muhammad SAW pun bersedih hati karena sangatlah mustahil jika umatnya dapat menandingi amal ibadah dari umat-umat terdahulu yang bisa mencapai ratusan bahkan ribuan tahun.

Kemudian hadirlah Malam Lailatul Qadar yang diturunkan oleh Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad pada sebuah malam di bulan puasa Ramadhan. (Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam kitab Fadha’il Ramadhan.). Menurutnya, Lailatul Qadar adalah suatu malam dimana karunia Allah dengan segala kebaikan serta keberkahan didalamnya.

Lailatul Qadar dapat juga kita artikan sebagai malam pelimpahan keutamaan yang dijanjikan oleh Allah kepada umat islam yang berkehendak untuk mendapatkan bagian dari pelimpahan keutamaan itu. Keutamaan ini berdasarkan nilai Lailatul Qadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Saya mencoba menggambarkan tanda-tanda malam Lailatul Qadar lewat tulisan pendek (tanka) di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Malam yang hening
Seribu bulan datang
Rasa terdiam
Angin berhenti
Sepi mengisi hati

Sekarputih, 2242022



Cerpen - BERSAMA CINTA MENEMUI MAHA CINTA Penulis : Romy Sastra


   Ketika waktu Magrib menyapa, salat berjamaah bersama istri dan anak-anak adalah potret religi tiada tara beribadah. Betapa indahnya sebuah nilai realita rumah tangga sakinah mawadah wa rahmah.

Kala lantunan ayat-ayat dari sang imam memandu salat, suara berbisik dari kalbu menuntun tartilnya bacaan bibir memandu. Sayup-sayup terdengar ritual yang khusyuk di dalam suasana doa setelah berjamaah duduk yang kesima. Doa itu mengetuk pintu arasy, bagaimana kesetiaan akan cinta di dalam rumah tangga untuk kami selama-lamanya, semoga hingga ke jannah di antara imam dan jamaah. Meski tak terdengar oleh telinga, tapi rasa suci mengatakan ia adalah seirama. Buktinya, sang imam melirik dalam duduknya makmum tersenyum menyalami tangan imam selesai ritual salat, dan lantas sang makmum mengecup jemarinya sang imam. Spontan makmum menengadah menatap imam dan dikecup kening jamaah tersebut yang ada di hadapan imam satu per satu, mereka adalah istri dan kedua anak-anaknya sendiri hasil dari pernikahan Romy dan Mimi.

Anak yang sulung adalah Iqbal Al Javpad kelahiran 1999, dan yang bungsu Rio Sastra lahir 2004 keduanya anakku laki-laki. Ia ibunya Mimi dari anak-anakku, aku sendiri Romy Sastra, suaminya Mimi. Mimi adalah sosok pendamping hari-hariku dalam suka maupun duka.

****

   Selepas dari ritual berjamaah salat Magrib, kami bangkit dari peraduan persembahaan kepada Tuhan, ya Ilahi Rabbi.

Mimi menyapa:

"Bang ...?" seru Mimi.

"Ini segelas kopi aku letakkan di atas meja."

Aku yang biasanya selepas Magrib mengambil waktu santai di ruang tamu, menyusun larik-larik diksi di atas kertas putih tuliskan sebait puisi sarapan tinta malamku.

"Ya, Mi, silakan ditarok aja kopinya di atas meja! Nanti abang minum, airnya masih panas kok. Terima kasih ya sayang." ucap Romy pada Mimi istrinya.

"Aku pergi dulu ya, Bang?" rengek Mimi hendak ke warung beli handbody lotion pengusir nyamuk buat bekal tidur anak-anaknya nanti.

"Ya, silakan!" perintah Romy pada Mimi.

"Oya, jangan lupa belikan Abang sebungkus rokok nanti, ya!"

"Ya, Bang." sahut Mimi.

Sambil menulis satu judul cerpen pada imajiku, dan menulis larik demi larik puisi selesai juga puisi kumadah. Lantas, aku langsung memposting ke sosial media Facebook karyaku untuk blog kumpulan karya-karya yang selalu diekspos setiap minggu dan ada yang satu bulan sekali bersama kawan-kawan group sastra facebook. Kelak karya itu, aku bukukan sebagai kenangan masa tua untuk anak cucuku, buat cerita sejarah sastra sepeninggal hidup ini nanti.

Suara beduk Isya mulai menyapa dari kejauhan di malam yang mulai kelam. Mimi yang sedari tadi ada di depan layar televisi sepulang dari warung tetangga menyaksikan cerita sinetron yang ia selalu ikuti.

"Mimi ....?!" tanya Romy pada istrinya.

"Ayo kita selesaikan kewajiban salat fardhu Isya dulu, dan kita kembali berjamaah."

Kali ini, kami berdua saja di rumah salat berjamaah, karena anak-anak pergi mengaji ke tempat biasanya ia menimba ilmu iqra'.

Malam-malam sunyi mulai menyapa

suasana dingin mulai terasa. Mimi yang biasanya di waktu Magrib selalu membaringkan tubuhnya lebih dulu, berharap kala malam ia bisa bangun kembali untuk menunaikan salat sunat tahajud yang biasanya kami lakukan.

"Abang, aku tidur duluan ya?!" pinta Mimi pada suaminya aku ngantuk sudah ni.

"Ya, silakan Mimi ...!" Abang belum ngantuk.

Mimi sudah lelah dari kesibukkan sehari-hari sebagai seorang ibu.

Sedangkan aku sang ayah, masih menunggu anak-anak pulang mengaji.

Supaya ia bisa belajar sebelum tidur, menghapal pelajaran sekolahnya dari tugas guru sekolah.

"Tok, tok, tok ... assalamu'alaikum?" Suara ketukan pintu dari luar terdengar

"Waalaikumsalam, alhamdulillah mereka anak-anakku sudah pulang mengaji." jawabku dari dalam rumah.

"Mana Ibuku Ayah?" tanya si bungsu.

"Ibumu sudah tidur, Nak," Ayahnya menjelaskan.

"Bukalah buku kalian, kerjakan dulu PR sekolahmu sebelum kau tidur! Selesaikan tugas sekolah kalian baru pergi tidur ya?! Biar besok tak dimarahin gurumu di sekolah."

"Ya, Ayah." jawab si bungsu

Yang sulung, tanpa disuruh ia sudah berada di depan rak bukunya. Selesai mereka belajar, lalu anak-anak itu tidur di biliknya masing-masing.

Singkat cerita ....

Malam telah berselimut kelam

suasana hening seakan memanggil misteri di peraduan bersuara cit, cit, cit, auuuuuu .... Seakan suara itu menyuruhku tidur. Aku masih saja menulis cerpen tentang surat cinta kepada Rabb. Bahwa hidup ini indah Tuhan, terimalah bakti syukur kami kehadirat-Mu. Cerpen itu kuluahkan dari hati ke dalam larik-larik diksi, aku melirik jam dinding sudah menunjukkan jam 23:00 WIB. Ya, mata ini perlu diistirahatkan, dan semoga aku bisa bangun bersama Mimi istriku menunaikan salat sunah tahajjud nanti di pertigaan malam. Lelap lelah dari asa itu memandu hari-hari setiap hari.

Malam sunyi menghampiri religi membangunkan jiwa yang pergi pada khayangan mimpi. Dipertigaan malam

istri membangunkanku.

"Bang, Bang, bangun! Yuk kita salat tahajjud!"

"Aauuuu ... duh, ngantuk banget mata ini?!" Aku tak menghiraukan panggilan Mimi, dan aku mencoba lelap lagi.

Mimi gak sabar, digelitiknya perutku

yang ia sangat paham membangunkan akan kelemahan suaminya.

Sedikit rasa malas dan cemberut

pada kantuk, akhirnya aku bangkit juga dari pembaringan.

Kami berdua bergantian ke kamar mandi

membasuh muka untuk berwudhu'. Selesai berwudhu', sajadah dibaringkan di bilik salat.

Tiba-tiba hati kecil berdoa puisi di tahajud kami:

Di tengah malam sunyi, dingin teramat dingin, seakan malam ini malam ujian religi kami .... Suara jangkrik bersahutan menghibur mimpi-mimpi insan yang terlena di peraduan irama gesekkan biola malam. Oh, malam ini indah Tuhan? Doa-doa malam yang bertarung membangunkan sang Maha Kekasih di haribaan-Nya. Aku dan Mimi sama-sama khusyuk tartil dalam tuntunan tahajud malam berdua satu jiwa menatap jauh ke dalam fana. Bahwa yang kami bawa adalah cinta, tanpa doa. Hajat doa kami ada masa tak memohon dunia. Akan tetapi, di antara hajat malam tahajud itu,

kami hanya melihat diri masing-masing.

apakah sang Maha Kekasih masih menghidupkan kami esok hari?

Tahajud cinta di malam buta sungguh,

kami tak meminta dunia pada kesenangan semata, tapi sungguh benar yang kami bawa adalah ibadah penyaksian kepada sang Maha Cinta

bersemayam di jiwa ini.

Akhir dari ibadah penjamuan rindu

di malam bisu kami saling menatap,

dan saling bertanya?

"Abang ...?" tanya Mimi

"Adakah Abang menyaksikan Maha Kekasih itu dalam sujud doamu?"

"Ya, Mimi." jawabku.

"Apakah dikau Mimi juga sama melihat kehadiran-Nya?"

"Ya, Abang. Sama, aku pun melihat-Nya."

"Yaaa, kalau begitu, isyarat usia dan jodoh kita masih panjang Mimi, semoga ya Allah." harap Romy suami Mimi.

"Ya, Ilahi? Makrifat kami, telah kami pasrahkan hidup dan mati ini ke dalam genggaman takdir-Mu. Maka, terimalah syahadat ibadah ini, ya Ilahiku."

Satu tatapan religi dalam pelukan

malam-malam indah bersama kekasih menemui Maha Kekasih. Selepas dari peraduan sujud tahajud malam itu, kami membuka tirai kelambu kasih setelah menyingkap tirai Ilahi di malam yang purna. Aku terus berkisah berharap hingga ke ujung nyawa dan mesra di setiap malam-malam ibadah.

*****TAMAT*****

Cerpen –
BERSAMA CINTA MENEMUI MAHA CINTA
Penulis : Romy Sastra
Jakarta, 24-4-2016



Sabtu, 23 April 2022

Esai pendek - BLORA KOTAKU Penulis : Retno Rengganis


 
   Blora kota kecil bagian dari propinsi Jawa Tengah, letaknya di sebelah timur kota Semarang. Kota Blora terkenal kota agraris, lumbung padi pertaniannya ada sebagian besar dengan cara tanam memakai sumber air sumur pantek ( sumur bor ) dan gelontoran air Bengawan Solo, proyeknya cukup berhasil untuk kebutuhan petani. Tepatnya telah diterapkan di desa Sidorejo kecamatan Kedungtuban.

Blora juga terkenal dengan sumber minyak terbesar se-ASEAN. Sumber minyaknya hampir menyebar ke seluruh kecamatan di antaranya; Cepu, Kedungtuban, Jiken, Randublatung dan Kradenan, tetapi tempat untuk pengolahan gas bumi ada di kecamatan Kradenan dan kecamatan Cepu.
Kota Cepu ini juga sebagai kota pendidikan pertambangan yaitu STEAM. Di samping terkenal kota minyak, Blora juga terkenal dengan kayu jatinya, serta ada obyek wisata gubuk payung, tepatnya di kecamatan Sambong.
Bicara soal wisata Blora tak kalah menarik dengan kota-kota lainnya di Jawa Tengah dan daerah lainnya di Indonesia. Antara lain, wisata alam serta kuliner di Blora, di antaranya Taman Tirtonadi, Waduk Tempuran, makam Ario Penangsang, Tracakan Bengawan Solo, Bumi Samin dll, masih banyak lagi yang tersembunyi destinasi objek wisata di kabupaten Blora, Jawa Tengah. "Yuk, kita berwisata ke Blora kotaku!"

Ada yang menarik di Blora, yaitu; kesenian barongan serta tayub. Dalam tradisi warga, kesenian barongan dan tayub ini setiap ada hajatan selalu tak pernah ketinggalan dalam acara penjamuan.

Ngomong-ngomong masalah penjamuan tentu tidak jauh dengan makanan serta kuliner. Nah, di Blora juga banyak kuliner kas, di antaranya nasi pincuk sate ayam dengan penyajian memakai pincuk daun jati.
Ada nasi pecel, lontong sambel tahu dan kue eeg roll waloh yang renyah dengan berbagai variasi rasanya.

Esai pendek –
BLORA KOTAKU
Penulis : Retno Rengganis
Cepu 3-12-2017

RETNO
RENGGANIS


Jumat, 15 April 2022

Cerpen - AKU SANGAT BENCI KORUPSI MALAM LEBARAN Penulis : Siamir Marulafau


   Pagi hari yang cerah disaat sinar mentari memancarkan sinar dari ufuk Timur,terdengarlah suara ketokan pintu kamar saya.Kupikir siapa yang datang pada pukul 8.30 dan rupanya seorang teman mengajak pergi di sebuah instansi pemerintah, di mana orang tuanya juga bekerja sebagai asisten direktur di instansi tersebut.Akupun tidak menolak ajakan itu karena saya ingin tahu.Kemudian, aku berpikir.Oh,lebih baik aku bertanya,Jony"mau ke mana kita ini?"

Jony menjawab,"Kita melihat acara pelantikan teman Bapak saya".
Aneh,kau Jon,"Apakah aku bisa ikut bersama kau di sana?"Pikirku kan lebih baik begitu daripada aku tidak diperbolehkan masuk nantinya.Tapi Jony membuat saya yakin akan mengajakku sambil berkata"Aku sudah konfirmasi sama Bapakku semalam,tahu kamu,Din."

Ok,kalau begitu terimakasih Jon,dan kapan kita pergi ke sana?
Jony berkata,"Kita naik taksi saja sekitar jam 10.00 karena pelatikannya dimulai pada jam 10.30."

Setelah kami tiba di sana, aku terheran-heran dan sangat terkesima dengan kerumunan para pejabat di kota itu sehingga membuat bulu kudukku meirinding seketika,mengapa tidak?Barulah sekali ini aku melihat seorang pejabat pemerintahan di sebuah instansi dilantik dengan khidmah sementara dewan penyaksi dan penyumpah mengangkat "Alquran " di atas kepala pejabat tersebut.Aku pikir sungguh benar sumpah ini dibuat sebagai petanda bahwa sumpah itu mengikat nilai kejujuran.Aku sangat senang melihat hal demikian tapi aku yakin sumpah itu akan ditepati dan tidak dilanggar kapanpun tapi sedikit besarnya aku terpikir lagi bahwa,bagaimana ya, kalau sumpah itu dilanggar kemudian?

Beberapa tahun kemudian, disinyalir bahwa pejabat yang dilantik pada tgl 23082011, ternyata melakukan tindak pidana korupsi sebesar miliaran rupiah,dan aku sangat terkejut dan kaget mendengar isu tsb.Aku tidak mau diam,kutelepon kerabat saya bernama Jony dan bertanya,Jon,"apakah betul isu kudengar dari seseorang bahwa pejabat yang dilantik pada tgl 230820011 terlibat dalam kasus koruspsi?".

Jon menjawab,"Macam tak tahu aja kau".Sekarang, pak.Amanda itu sudah berada di ruang tahanan Tanjung Pinang.Mendengar itu, aku jadi tertegun dan tak berkutik lagi, aku hanya mengatakan dalam hatiku"Masya Allah", aku jadi benar membenci koruptor dan bertanya dalam hatiku selalu,"Mengapa para pejabat di negeri tercinta ini selalu korupsi?","Apakah karena gajinya kecil atau bagaimana?".Sungguh keterlaluan dankalau bisa para koruptor di negeri ini harus dihukum seberat-beratnya. Mereka diberi hukuman yang setimpal.Maksud saya,"Kalau seorang koruptor berbuat krupsi di negeri ini dan mengkorupsi uang negara sebesar Rp 500 juta maka didenda sebesar 10 kali lipat dan harus dibayar pada pemerintah, dan apabila mengkorup lebih dari Rp 500 juta keatas harus duhukum seumur hidup penjara atau dihukum mati". Pikirku demikian, apakah benar atau tidak akan diepertimbangkan kemudian.Mengapa demikian?Supaya para koruptor di negeri ini jera dan tidak berani lagi mengkorup uang negara.

Ketidaksukaku terhadap para koruptor lebih mencuap lagi disaat aku membuka fbku dan ternyata salah seorang Admin dalam "Grup Penolakan Korupsi" memasukkan saya di dalam grup tersebut dan menulis beberapa puisi tentang "Puisi Menolak Korupsi" walaupun nantinya puisiku tak lolos dalam perlombaan itu tapi aku tetap berjiwa besar karena para admin penilai puisi di grup itu sangat cermat dan teliti dan menentukan apakah puisi itu layak atau tidak?Aku tetap pasrah hanya Tuhan yang lebih tahu.

Yang paling penting dalam ceritaku,"Aku tidak suka kalau korupsi semakin menjadi-jadi di negeri tercinta ini",dan Mas Leak Sosiawan setuju dengan opini ini,dia lebih cendrung mendukung para penyair di tanah airku untuk membuka barisan dan bekerja sama dalam hal memberantas korupsi dengan menuliskan puisi-puisi bertemakan "Anti korupsi".Bukan berati para penyair di sini menentamg pemerintah tetapi bekerja sama dengan instansi terkait untuk memberantas korupsi yang berjamur di negeri tercinta ini.Aku pikir ini suatu ide yang baik. Dengan demikian, aku bertambah semangat menulis puisi dan cerpen supaya para pemabaca di tanah air lebih tahu tentang bahayanya "Korupsi"

Menjelang magrib, Jony datang ke rumahku dan bertanya,"berapa buah cerpen anda tulis tentang menolak korupsi?"
Aku jawab,"Baru satu cerpen dan itupun cerpennya singkat amat"
Jony menjawab,"Tidak mengapa".Yang penting, cerpen itu dapat dimengerti dan dicaca orang di semua pelosok tanah air.
Jon,"Pikirku, benar apa kau katakan."Mengapa tidak, kalau bisa biarkan para pejabat di negeri ini membacanya supaya mereka tahu resiko berbuat korupsi itu amat berat dan sangat dibenci oleh masyarakat karena negara kita ini negara "Demokrasi". Maksudnya, dari rakyat untuk rakyat dan bebas memilih siapa pejabat yang patuh jadi pemimpin, iakan?

" Betul sekali, apa yang kau katakan Din".Saya setuju dengan opini anda, bahwa para koruptor itu harus diberi pelajaran dan ganjaran yang sesuai dengan perbuatan mereka.Kalau tidak,negara ini akan hancur bagaikan gunung es melebur, hancur,Din.Yang kita kasihan nantinya generasi penerus selanjutnya."Bagaimana nasib mereka seandainya negara ini hancur ditangan para koruptor?".Aku berkata sambil mencicipi kueh lebaran dan minum cappuccino hangat sehangat kuku.

Itulah,Jon!Maka kita harus bergiat menulis puisi meolak korupsi supaya apa yang tersirat di balik yang tersurat dapat dimengerti oleh mereka dan juga buat ajaran moral bagi yang lainnya.

"Benar,Din dan saya setuju".Saya selalu menulis di koran "Waspada" tentang penolakkan korupsi dan tulisan saya selalu dimuat di sana.Aku pikir tulisan-tulisan saya akan dibuat ontologi khusus menolak korupsi.

"O!Sungguh kreatif kau,Din dan kamu juga seorang penyair,iakan?
"Saya hanya mencoba-coba aja, Jon.Aku bukan ingin terkenal jadi pujangga tapi
aku hanya ingin membuat manusia sadar akan prbuatannya,apakah benar
tindakannya atau tidak?"

"Kalau begitu,mari kita menulis puisi atau cerpen yang nantinya akan menjadi
referensi bagi generasi penerus untuk dibaca dan ditelaah supaya mereka tahu
dan tidak meniru para pejabat berbuat korupsi di negeri ini",Kata Uddin

"Aku setuju, Din.Maksud saya biarpun cerpennya singkat tapi bermakna dan dapat dimengerti oleh semua pihak.Baiklah kalau begitu"Selamat Malam" sampai jumpa lagi.

*****TAMAT*****

Cerpen -
AKU SANGAT BENCI KORUPSI MALAM LEBARAN
Penulis : Siamir Marulafau
sm/24082013







Cerpen - MALAM LEBARAN Penulis : Siamir Marulafau


  Seorang teman bernama Ahmad memiliki karakter aneh tapi meyakinkan.Semua orang di desa saya senang sama Ahmad walaupun usianya menjelang dewasa pada akhir bulan puasa ini.

Seorang teman Ahmad juga berkata kepada saya,"Apakah Ahmad selalu berpuasa pada bulan ramadan ini?"menjawab pertanyaan teman kami itu, sayapun agaknya
tertegun, mengapa?Sehemat saya,dia tak pernah tak berpuasa bahkan dia sering
baca Al quran dan tadarus pada malam hari

Zainuddin, teman Ahmad tinggal di Palembang pernah menelpon saya dan bertanya kepada saya,"Apakah kisah seribu satu malam yang di malam takbiran masih juga dituturkan Ahmad?" Singkat sekali telepon itu saya respon tapi namun demikian aku mencoba menghubungi Zainuddin dan menceritakan kepadanya bahwa Ahmad karaternya aneh tapi sekarang banyak berubah semenjak dia pulang menunaikan ibadah umrah di Mekah tiga pekan yang silam. Aneh tapi nyata pikir saya sejenak,"Mengapa Ahmad ini jadi objek pertanyaan bagi teman-teman di Palembang?"

Oh! begitu, sehabis sahur suara selular berdering dan aku yakin bahwa Zainuddin
akan menghubungiku lagi, tapi ternyata dugaan saya tak meleset.

"Selamat pagi,Tomy,apa kabar?"

"Kabar baik", tutur saya kepada Zainuddin.

"Pagi apa yang dapat saya bantu?"

"Lagi-lagi Ahmad, ya?"


Benar bangat kamu ya, Tomy. Saya hanya kepingin tahu,"Apakah dia selalu pergi dengan teman-teman ke Mesjid pada malam takbir?" saya jadi terkesima dengan nada Zainuddin bertanya demikian tapi berusaha saya mengatakan sebenarnya bahwa ahmad bukanlah sembarang orang. Dia seorang yang alim di kampung kami dan tak pernah tak pergi ke Mesjid di malam hari apalagi pada malam lebaran dan kalian semua harus tahu walaupun Ahmad memiliki karakter aneh tapi hatinya baik pada setiap orang, terlebih-lebih pada malam takbiran.Dia selalu membawa oleh-oleh dan membagikannya pada setiap orang yang tadarus di Mesjid pada bulan ramadan.

Oh! begitu.Sungguh berubah sekali wataknya, ya Tomy.

Betul dan biar kalian tahu kebiasaan Ahmad bila pergi ke Mesjid pada malam

lebaran selalu memandu orang-orang yang bertakbir

"Selamat buat Ahamad", Zainuddin berkata. Dia sangat heran akan perubahan

sifat dan karakter Ahmad selama dia bersekolah di Palembang beberapa tahun yang silam, di mana Ahmad agaknya nakal.

Malam lebaran, kami pergi bersama ke Mesjid dan dia mengajak saya tapi saya tak menolaknya karena saya tahu percis bahwa orangnya baik-baik.

"Syukur kalau begitu,Tomy."Zainuddin berkata 
tapi jangan lupa, ya Tomy,sampaikan salam hangat saya dan sekalian saya "Mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri mohon Maaf Lahir batin".

"Tentu saja sampaikan,tapi kapan anda datang ke Medan?"

"Rindu bangat,sudah lama kita tak bersua dan saya tunggu, ya Uddin"

"Insya Allah, sehabis lebaran, kira-kira seminggu kemungkinan akan saya 
hubungi anda tapi jangan diberitahukan sama dia, ya Tomy,soalnya karena saya agaknya sibuk mempersiapkan Tilawatil Qur'an di Semarang bulan September mendatang".

"Wah! Hebat sekali kamu Din, saya kepingin seperti kamu tapi suara saya tidak bagus", Tomy berkata.Saya sering pergi belajar Al qur'an di malam ramadan bersama Ahmad dan dia pandai mengaji dengan suara yang merdu bagaikan suara
Nabi Daud.

"Betul,Tom, apa yang kamu katakan".

Saya juga sering belajar mengaji sama Ahmad di sini sewaktu

bersekolah di Palembang dan dia pernah meraih juara II tingkat Provinsi beberapa tahun yang lalu.

"Ternyata, Ahmad jauh berubah dari sebelumnya" Zainuddin berkata.

"Din,biar anda tahu bahwa disamping seorang qori dalam bacaan Qur'an 
Ahmad juga pandai mengarang dan membaca puisi. Pada malam lebaran,dia kebetulan diundang oleh wali kota untuk mengumandangkan takbiran dan sekalian membacakan puisinya berjudul "Zakat Fitrah"

"Bagus benar puisinya,Tom, saya sudah baca di fb dan ternyata puisinya 
mengandung makna yang mendalam tentang fitrah bahwa fitrah itu sangat penting ditunaikan walaupun kita berpuasa selama 30 hari, iya kan?"

"Benar,Din dan saya juga menunaikan zakat fitrah sebelum lebaran ", Tomy berkata.

"Kita seharusnya juga bersyukur pada teman kita Ahmad menuliskan dan membacakan 
puisinya berjudul "Zakat Fitrah" senantiasa umat islam tidak lupa menunaikan zakat seiring sholat 5 waktu sehari semalam".

"Saya sangat setuju dengan gagasan anda apalalgi makna puisi Ahmad itu",Tutur Uddin.

Saya sangat terkesima dan kagum sewaktu puisinya itu dibacakan di RRI dan semua 
orang di daerah kami mendengarkan dan memberikan komentar yang sehat tentang puisi tersebut.

"Ok, Tomy, saya rasa sampai sekian aja dulu karena saya mau ke Mesjid...
Selamat lebaran." Zainuddin berkata pada akhir cerita.

*****TAMAT*****

Cerpen -
MALAM LEBARAN
Penulis : Siamir Marulafau
sm/07082013



Cerpen - CINTA BERALIH Penulis : Siamir Marulafau


   Detak jarum jam berputar menunjukan pukul 7.30 pagi sehabis saya sarapan nasi goreng di sebuah warung tak berapa jauh dari rumah kami, saya minun segelas cappuccino panas dan sambil membaca sebuah koran harian Analisa.Beberapa menit saya membaca koran itu, terseliplah di mata saya seklilas pemberitahuan bahwa saya lulus ujian UMPTN sebulan yang lalu saya ikuti di Bandung.Hati saya sangat gembira dan cepat-cepat pulag ke rumah.Kedua orang tua saya juga ikut gembira.

Salah seorang teman saya di SMU bertanya melalui selular,"Apakah saya lulus atau tidak?".Saya meresponnya bahwa saya berhasil dan dia juga memberitahukan pada saya bahwa dia juga lulus di bidang ilmu kimia sedangkan saya pada bidang sastra.
Terus terang saya menceritakan pada teman saya yang tingggal di Jakarta bahwa saya akan kuliah di Bandung.

Asward juga bertanya "Mengapa saya harus kuliah di Bandung?"
Saya suka di sana karena udaranya sesuai buat saya disamping
orang-orangnya kren.Alasan demikian tepat menurut saya.Tapi kotanya tidak seindah
Bali sebagai pulau Dewata di mata dunia.

Setelah saya menjalankan perkuliahan selama lebih kurang tiga bulan, saya terkesima dan amat terpesona dengan seorang poetis bernama "Zaitun" membacakan puisinya pada acara pertemuan mahasiswa baru dengan senioritas pada masa itu.Saya sangat terharu dengan bacaan puisinya yang indah dengan judul "Cinta Beralih".

CINTA BERALIH

cinta dan kasih kau tanamkan di atas sekuntum bunga
harum semerbak diterpa sinar mentari mencuapkan cahaya
seiring pelangi beralih menahan badai airmata
disaat aku termenung sendirian di tepai pantai kujelajahi
pada masa lalu

cintaku buta semata buta membedakan warna
belaia kasih tertindas akan materi dunia yang tersenyum
membuat jiwa ragu terhempas di batu karang sampai aku
berdaya tidak mengeluskan penderitaan batin kutempuh
dalam pertualangan panjang yang tak berkesudahan


"Saya terpikir,seandainya cintaku beralih sebagaimana dia lantunkan dalam puisinya,bagaimana cintaku kepadanya bila saya behasil menyukainya?",kata salah
seorang teman benama Juned.
Oh!,tidak.Cinta tak mengenal apapun, suku apapun.
"Benarkah itu?", kata teman saya sedang melamun dan merindukan bulan.

Pikiran Juned juga searah dengan pikiran saya tapi teman saya sangat mepertahankan analogi cinta, dimana cinta itu tidak selalu buta.
Saya bertanya,"betulkah itu?".kalau demikian, saya punya kesempatan
menjemput cinta zaitun, mana tahu dia tak beralih ke tepian.

Hampir setengah tahun saya menjalin hubungan dengan Zaitun dengan romantika
yang mulus bagaikan jalan tol masuk ke Suaramadu. ternyata cinta dan kasih kuemban jauh dari apa yang kuharapakan seolah-olah hidupku terombang ambing
bagaikan kapal tiang layarnya patah dihempas badai.

Zaitun, kelihatannya tidak seperti dulu dimasa saya kenal sesat puisinya
dibacakan mendesir bagaikan angin puting beliung menggugah hatiku sehingga aku
tak sadarkan diri betapa indahnya dunia cinta yang kutempuh

Rahasia demi rahasia pribadi sulit terungkap kadang dalam hidup, di mana
manusia terlena dan hanyut dengan belaian kasih asmara bergelora sepanjang
cinta mendesah dalam dada.Penampilan kadang macam artis berkulit lembut dan mulus bagaikan sutra tapi ada sebahagian orang mengatakan"Sesuatu yang cantik belum tentu cantik, dan sesuatu yang jelek belum tentu jelek".Ungkapan
demikian membuat saya kadang terlupakan akan segalanya.

mejelang makan siang di sebuah restauran di Jln. Imam Bonjol, saya makan siang dengan seorang sahabat lama saya sambil menikmati hidangan yang disuguhkan dengan amat lezat rasanya.

"Mengapa kau selalu termenung?".Tanya seorang teman saya
"Apakah Zaitun lagi, menyingung perasaanmu?"
kesedihan yang kualami selamanya ini bertambah perih,mengapa tidak ?
Saya jawab,"memang dunia perempuan adalah dunia yang indah, dan banyak
ragam yang harus ditempuh".
"Oh! benar sekali jawabanmu".Jawabanmu ada di sana di celah batu gunung
yang kau ukirkan pada masa lalu."
Tapi jangan tersinggung,ya Bung Hendra, Zaitun adalah orangnya kren dan cantik bangat.kalau tidak khilaf, saya pernah bertemu dengan dia bersama seorang yang tua berusia sekitar 54 tahun di tempat pemandian tak berapa jauh dari vila kami yang kami sewakan setiap harinya, dan ternyata orangnya juga ganteng tua. Kalau tidak salah saya kenal dengan laki-laki itu,namanya Pak. Suhendro,Bpk. dari teman saya.Dia paling kaya di daerah ini.Disinyalir bahwa mereka pernah menikah tapi belum membuahi si jatung hati.

Menelusuri informasi tersebut, hati saya mulai menggebu-gebu karena diterjang
badai yang sangat mengeruhkan suasana di mana kami bersantap di sebuah restauran, tetapi saya tetap teguh dalam pendirian bahwa bila pacar saya beralih ke tepian, saya tetap tenang dan bertawaqal kepada Tuhan, moga 2 Allah paring barqoh.
Saya memutuskan bahwa dalam masalah perempuan dunia tak pernah gelap
sepanjang kehidupan dunia ini terhempas dengan sinar rembulan bulan purnama walaupun dunia ini tidak selebar daun kelor kata seorang pujangga Inggris.

*****TAMAT*****
Cerpen –
CINTA BERALIH
Penulis : Siamir Marulafau
Oleh: siamir marulafau


Cerpen - KEMELUT PENDIDIKAN Penulis : Siamir Marulafau


 
   Menjelang akhir smeter ganjil aku bersama teman sejawatku berdialog tentang masalah pendidikan di negeriku sambil menikmati secangkir kopi panas di salah satu warkop di sudut kota yang tercinta.Aku jadi terheran-heran Roy dengan isu yang kudengar bahwa bagi staf pengajar atau dosen di perguruan tinggi negeri yang masih berpangkat III/d tidak bisa naik pangkat ke IV/a bila mereka tidak mengambil S3 atau tamat S3 dan paling tidak meraih gelar Doktor pada bidang ilmunya masing-masing.

"Oh!Apa hubungannya dengan S3,Lin?"Iya Roy aku sungguh serius bercakap sama kamu.Sekarang sudah keluar peraturan baru dan lain pemimpin lain pula kebijakannya.Semua dosen dan staf pengajar di perguruan tinggi harus kuliah di S3 untuk menambah SDM selanjutnya.

"Aneh tapi nyata,Lin bahwa sehemat saya banyak juga di negeri kita ini meraih gelar Doktor tapi agaknya kurang berkualifikasi atau berbobot dan jarang sekali kita lihat karya ilmiah mereka nampak dalam forum internasional."

"Betul sekali apa yang kau katakan, Roy".Terpikir saya,Bapakku juga seorang dosen di perguruan tinggi negeri tapi hanya meraih gelar S2 dengan pangkat lektor(III/d) dan bagaimana pula nasib mereka dan termasuk Bapak saya selanjutnya?"

"Ada-ada saja ya, Lin,aku tidak begitu setuju kalau diperlakukan kebijakan itu.Mengapa?"Itu namanya mematikan karir seseorang dosen,iya atau tidak?"
"Betul juga ya,Roy.Akupun tak hapis pikir, mengapa demikian?"

Tapi kebetulan, Pak.Rahim juga seorang dosen di salah satu perguruan tinggi negeri yang aku kenal dan dia adalah tetangga dekatku.Dia belum S3 hanya meraih gelar S2 dengan golongan III/d tapi ilmunya setinggi langit.Biar kamu tau Roy, kalau dia mengajar di dalam kelas tidak memakai buku dan semua bahan ajaran dikuasainya hanya dengan modal sebuah laptop.Aku juga heran, disamping mengajar pak.Rahim juga seorang penyair dan pengarang puisi,cerpen dan novel.Hemat saya,walaupun dia belum S3 tapi mahasiswa sangat senang kepadanya karena dia sudah lulus sertifikasi(serdos) dan sangat berbobot.

"Aneh tapi nyata ya, Lin dan biar anda tahu pada zaman sekarang gelar dan kertas yang diandalkan dan memang dunia sudah canggih,Roy".Apa boleh buat kita hanya mengikuti peraturan saja.

"Oh! Tidak bisa begitu, Lin, bagaimana nasib mereka yang masih berpangkat lektor dan golongan III/d, mengapa harus diberlakukan pada departemen pendidikan saja?" Itu sudah tidak betul dan bagaimana dengan instansi lainnya?

"Wah! Betul juga ya Roy, dan itulah kelemahan kebijakan di negeri tercinta ini,
sepertinya jinjit semut, siapa sakit naik di atas."

"Oh! Ala ma,ngeri juga kalau begitu."

"Tapi yang paling penting,Lin.....Kita harus betul-betul belajar supaya bisa meraih gelara S3.Siapa tahu nantinya kita akan bisa naik pangkat ke IV/a setelah S3?"
"Mustahil,iya kalau ekonomi tak bermasalah karena tidak semua dosen yang
mengajar di perguruan tinggi negeri mempunyai uang yang banyak walaupun
gaji mereka besar tapi nilai uang sekarang makin merosot,iya kan,Roy?"

"Betul juga,Lin,sepakat dengan opini anda." Kebetulan saya dengar gaji PNS naik 6% tapi apakah benar atau tidak,aku tak tahu.Tapi aneh ya Roy,belum naik gaji sandang dan pangan sudah naik, gila tau tidak itu?"Aku takut nantinya semua dosen bakal minta pensiun dini, siap yang mengajar di perguruan tinggi?

Kita serahkan saja sama Tuhan, wallahu a'lam.Selamat siang.

*****TAMAT*****

Cerpen –
KEMELUT PENDIDIKAN
Penulis : Siamir Marulafau
sm/26082013



Cerpen - CUACA DIPAGI HARI Penulis : Siamir Marulafau


   Alam tidak bersahabat seiring kupinta doa kepada Tuhan semoga makhluk di bumi terlindungi di mana lautan dan ombaknya mengamuk menerpa tepi pantai namun pasir-pasir terhemus dengan angin badai menyelimuti seluruh impian para insani termasuk para petani, nelayan mencari nafkah setiap hari dan sungguh memberikan ingatan kepada insani bila alam tidak bersahabat sekali jangan mengucap "Tuhan bersalah atau Tidak Adil". Ini petanda rahmat kepada insani sementra Tuhan maha pengasih dan penyayang yang ada di bumi.Insa Allah, alam cerah dan dipulihkan kembali bila hamba-hambanya tetap mengingat akan kebesaran Illahi karena Dia maha pencipta tujuh lapis langit dan bumi.

"Apa mau dikata bila alam tak menampakkan kelembutan?"

"Kita tetap mensyukuri nikmat Tuhan di bumi", Kata seorang teman bernama Din.

Bila alam tidak bersahabat, kita tidak boleh berpangku tangan atau putus harapan
karena sinar matahari, angin kencang dan hujan turun sehari membawa barqoh
bagi insani.Hujan turun terus menerus mengguyur juga kadang membawa ketidakberuntungan kepada para petani sedang bagi yang lainnya akan membawa keberuntungan sekecil mungkin.

"Tapi cuaca yang bagaimana yang kita inginkan?"Tanya salah seorang teman,Rafin.

"Itu tergantung pada kehendak Illahi dan manusia hanya menerima dan mejalani".

Manusia di bumi tak pelu khwatir karena Tuhan maha mengetahui apa yang ada
di bumi dan di langit.Pokoknya, kita selalu berserah diri.

"Tapi walaupun demikian,para petani juga tak pernah putus asa"Kata teman sejawat saya,Eko. Meskipun sawah-sawah mereka diguyur hujan, mereka tetap berusaha mengalirkan air deras yang turun dari pegunungan ke daerah lain atau paling tidak mereka meminta kepada pemerintah untuk membuat irigasi supaya sawah mereka terlindung."Terpikirku demikian karena pemerintah juga turut andil dan selalu membantu para petani.

"Betul sekali Andi, apa yang ada katakan benar.Apalagi pemerintah selalu turun kelapangan untuk mencek pengaliran irigasi persawahan yang dikelolah oleh para petani. Ini juga terjadi di daerah saya di mana petani kewalahan membendung air

mengalir deras dari pegunungan di mana irigasi persawahan belum terbentuk.lantas 
pada tahun berikutnya mereka dapat bantuan pemerintah untuk melindungi persawahan mereka dan sekarang persawahan di daerah saya sudah bagus sekali.Sehingga tahun ini panen menunjukkan hasil yang sangat memuaskan".

"Oh!Begitu,para petani di sana sangat senang ya, Eko.I"

"ya jelas donk."

*****TAMAT*****
Cerpen –
CUACA DIPAGI HARI
Penulis : Siamir Marulafau
Sm/30082013


Cerpen - CINTAKU DI BALIK TIRAI Penulis : Siamir Marulafau


   Di sebuah pedesaan, aku dengar seorang anak muda ganteng bernama Amiruddin hendak mau ke kota untuk melanjutkan studinya di Sekolah Lanjutan Atas.Ayahnya seorang petani bukan pengusaha tapi sangat bercita-cita supaya anaknya menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa di hari kelak.

Setibanya di kota,Amiruddin tetap bertekad untuk bersekolah di SMA sambil bekerja di sebuah toko yang menjual bahan pangan.Tapi menjelang tiga bulan lebih, Amiruddin lebih tertarik bekerja di sebuah proyek pembangunan sebuah hotel di kota itu dengan arti bahwa dia ingin memperdalam ilmunya, bagaimana membangun sebuah rumah kelak dan hasrat demikian yang dia emban tercapai sudah setelah dia menamatkan studinya di SMA.Menjelang perkuliahan selama dua smester,kelihatannya Amiruddin sangat tertarik dengan seorang teman perempuannya bernama Siti Maryam dan melangsungkan pernikahan dalam waktu yang singkat karena dia sangat mencintai gadis cantik itu dan sebaliknya.

" Malang tak dapat diraih mujur tak dapat ditolak", kata pepatah, kebetulan Amiruddin seorang yang dinyatakan pemuncak dalam studinya dan terpaksa di pindahkan di kota Medan untuk melanjutkan studinya di bidang ilmu bahasa.Jadi, dia terpaksa meninggalkan istrinya untuk sementara yang kemudian tak begitu lama Siti Maryam minta perceraian karena uang belanja tak terpenuhi selagi Amiruddin dalam keadaan studi dan peristiwa ini sangat memilukan hati karena membuat hati dan jiwanya tergoncang.Tapi namun demikian, Amiruddin tetap bersabar dan tabah menghadapi segala cobaan yang menimpa dirinya.

"Apa yang membuat anda termenung, Din?"Seorang temannya berkata sambil minum secangkir cappucino di sebuah restoran terdekat tak jau dari tempat kostnya.Edy,aku tidak memikirkan apa-apa, aku cuma terpikir,"Bagaimana nantinya nasib kita setelah tamat di S1 ini?"Karena diisukan bahwa tiga bulan kemudian, ada lowongan masuk pegawai negeri sipil untuk menjadi tenaga pengajar di Universitas Sumatera Utara, tapi entah betul atau ga?"

"Din,betul dan saya membaca peluang kerja itu di koran Analisa tiga bulan yang lalu dan saya juga tertaik melamarnya dan apalagi kita kan sudah tamat S1 jurusan bahasa dan sastra,apalagi Din ?"Oh! Kesempatan yang baik, sayapun tak mau menyia-nyiakan kesempatan demikian,Eddy.Ternyata setelah Amiruddin diiangkat menjadi salah seorang staf pengajar di fakultas sastra Inggris,USU,dia menjadi perhatian para kolehanya dan termasuk atasannya karena Amiruddin memenangkan perlombaan baca puisi di sebuah lembaga Institusi Pendidikan disamping dia juga ahli dalam menulis puisi dan cerpen.Rupanya,disalah satu cerpen yang dia karang beberapa dekade yang lalu, kisah hidup Amiruddin tercium oleh temannya bahwa dia sebenarnya sudah pernah menikah disaat dia masih sekolah di SMU di kampung halamannya dan ternyata kisah itu bukan sembarang kisah dan memang kenyataan.

Eddy juga penasaran tetang kisah hidup Amiruddin, dan prihatin membaca cerpennya tapi Eddy terus menelusuri apakah benar atau tidak.Namun demikian dia tidak gegabah untuk mengetahui hal perihal kehidupan temannya pada masa lalu.
"Din, saya baca cerpennya dan saya jadi penasaran,apakah memang betul kisah hidup kamu dengan cerpen itu?"Kata Eddy.Amiruddin tersenyum sambil mengusap wajahnya yang kena air wudhu karena kebetulan mau sholat zhuhur.
"Ada-ada saja pertanyaanmu,Eddy, dan itukan kisah masa lalu."Din, saya serius nih,apa salahnya ceritakan donk yang betul."Kok, penasaran segala,sih"Jawab Amiruddin.Eddy, memang betul dan tak usah aku cerita lagi,dan apa yang kamu baca itu benar.Pokoknya, aku cerita yang betul dalam cerpenku itu dan saya sudah pernah menikah dengan seorang gadis di masa aku masih di bangku SMU kelas II dan bukan karena kecelakaan tapi saya belum cerai dan kami dikaruniai 4 orang anak dan anak saya itu sekarang sudah besar-besar,Eddy.

"Oh, begitu,dan bagaimana dengan pernikahan kamu dengan seorang janda cantik bernama Yasnia?'Mendengar itu, Amiruddin jadi terheran-heran dan terkesima.Dia hanya tersenyum seolah-olah pura-pura tidak tahu dan enggan menjawabnya.Amiruddin hanya mengatakan Yasnia sudah meninggal setahun yang silam karena istrinya itu menderita penyakit ginjal dan Almarhumah meninggalkan dua orang anak tapi anaknya dititip sama tetangga untuk sementara.
"Jadi, mengapa kamu tidak mau cari penggantinya,Din?" Kata Eddy.
" Terpikirku juga ingin mencarinya tapi,Eddy, tapi orangnya seorang janda cantik dan tinggalnya amat jauh dari sini".Dia sudah punya anak besar-besar dan baik sekali orangnya dan saya mengenalnya di fb karena kebetulan saya mencari pertemanan.
"Oh! Siapa namanya,Din?"Tanya Eddy.Mau tahu aja kamu, ya Eddy.Dia kan teman fbku, dan aku sudah menjalin hubungan selama lebih kurang 1 tahun lamanya,dia bermarga lubis dan nama depannya"Rianty".
"Sungguh menggairahkan,Din.Pikirku,kamu lebih baik menikah aja dengan Rianty tapi bagaimana pula ya, dengan yang ada di kampung?"Eddy, dunia ini tidak selebar daun kelor kata seorang pujangga Inggris, betul ga?Tapi walaupun demikian aku tidak bisa melupakannya, dia seorang janda yang baik budi, dan apabila dia menjadi istriku,aku sangat bahagia dan ini sudah terbayang semua dalam pikiranku,Eddy.
"Tahu kamu,Din.Kalau aku itu, sudah kunikahi dan daripada anakku kutitipkan sama tetangga, bayar pula itu dan lebih baik aku menikah, iakan?"

"Betul,apa yang kamu katakan saya setuju tapi kata orang, kita harus melihat orangya dulu,donk,Eddy,kan lebih bagus demikian, iakan?"Sepakat, saya setuju tapi terserah kau Din,kan kamu semua yang menjalankannya.
"Oh! Teringatnya, Pak. Amran menelpon aku,Eddy.Aku harus pergi ke kampus sekarang karena ada salah seorang mahasiswi saya kepingin dibimbing dan harus bertemu dengan saya pada pukul 13.30.Jadi, sampai sini aja ceritanya dulu,Eddy, selamat tinggal.
*****TAMAT*****

Cerpen –
CINTAKU DI BALIK TIRAI
Penulis : Siamir Marulafau
sm/2092013


Cerpen - DAYA BELI RUPIAHKU Penulis : Siamir Marulafau


   Di saat aku dan teman-temanku sepulangnya kami dari kampus biru,kami singgah di warung terdekat dan menikmati santapan siang dan cappucino seiring cahaya mentari memancarkan sinar terik pada jam 12.30, dan aku terus terang ngomong pada Zulfan,sahabat karibku yang setia. Aku bertanya,"Zul,pikirku uang kugunakan untuk belanja baju semalam tak ada artinya,kok anjlok sekali,dan biasanya tak sebegitu besarnya kukeluarkan uang begitu besar,heran benar.Aku jadi penasaran."

"Mas,kok penasaran benar,kamu tak tahu,ya nilai tukaran sekarang sudah anjlok,
dan lagipula gaji pegawai negeri(PNS) sudah pada naik semua."Aneh,ya Zul tapi nyata,donk.Pikirku,di saat gaji pegawai naik,janganlah harga barang naik pula, karena apa artinya kalau semua bahan sandang pangan semua naik sementara kenaikan gaji baru 6 %.Itu namanya belajar bodoh.

"Betul sekali Din,akupun jadi heran, mengapa harus demikian bahwa setiap gaji naik,harga barang dinaikkan juga."Pemerintah kita ini tidak memberikan perhatian pada rakyat sementara hidup mereka susah.Kita yang sudah pegawai saja pun susah,dan itu tak betul lagi.Setiap naik gaji pegawai, apapun mahal dan naik.

"Din, banyak doa dan bila saya diangkat jadi pejabat di daerah ini,
aku akan berbuat lebih baik lagi.Aku kan tidak mau membuat rakyatku sengsara dan aku berusaha dan berjuang sedapat mungkin supaya nilai rupiahnya tinggi sehingga daya beli bagi masyarakat terjangkau,iakan?"Mendengar cakap Zainuddin,akupun jadi bertanya-tanya, apakah Zulfan ini bisa jadi pejabat atau tidak?Kalau memang dia bisa, alhamdulillah ekonomi di negeri ini baik dan rakyat pun bakal senang,iaya pula pikirku.

Menjelang jam 2.30,aku terus pamit sama Zulham karena kebetulan mahasiswiku menelpon dan meminta kepadaku supaya lekas balik ke kampus.Dia ingin dibimbing, skripsinya sudah hampir selesai dan kemungkinan dia akan tamat pada akhir bulan Oktober dan tepat pula dia di jurusan akuntansi.Fitri Dina juga seorang mahasiswi yang cerdas dan pandai di bidang akuntansi, khususnya dalam hal mengaudit.

"Oh! Beruntung sekali kau punya mahasiswi yang cerdas, ya Din. Teringatnya, Fatimah itu, kuliahnya di mana,Din?"Dia mahasiswiku dan orang tuanya sudah tak ada lagi.Dia merantau di kota ini.Kampungya di Tarutung.Dia pernah ditunjuk oleh Rektor dan Dekan untuk mengaudit keuangan negara.Dia juga seorang yang jenius dan pandai mengaudit,Tini.Orangnya cantik dan jujur.Makanya, semua orang percaya kepadanya dan sangat tekun beribadah.Dia sudah umroh sebanyak dua kali di Mekkah,dan juga pernah bercerita kepadaku bahwa salah satu faktor membuat rakyat di negeri ini miskin karena para pejabat banyak yang korupsi sehingga nilai uang rupiah itu lemah sementara dolar naik,dan tak ada daya beli. Sebagai buktinya, bila kita membeli minyak bensin di galon, terasa uang itu tak bernilai, iakan?Makanya, banyak orang yang tertarik naik honda sambil memegang buku agenda rapat memberantas korupsi.

"Korupsi bukan hanya saja di negeri ini,Bung Edi"
"Aku sangat prihatin dengan kebijakan pemerintah saat ini, Din".Aku terus terang kalau para pejabat korupsi terus menerus,bakal mau jadi apa negara ini?.Sungguh memalukan, iya kan?"Bagus kita membuka usaha lain disamping mengajar di kampus ketimbang korupsi karena itu termasuk perbuatan tercela di mata dunia.Teringatnya,aku pernah membaca sebuah puisi bertajuk "Koruptor Kafir" karya siamir marulafau dan walaupun puisi ini tidak berhasil lolos di Antologi Puisi "Menolak Korupsi", tapi aneh puisinya bagus benar dan menarik.Aku tak habis pikir mengapa sampai demikian.Akupun sadar, itu bukan urusan pribadiku, itu kan urusan para admin, pikirku.

"Wah,kritik sekali kamu, ya Zul!Edi berkata.Kemudian, akupun beranjak dari tempat itu karena harinya sudah agak sore dan singgah ke pasar Swalayan berbelanja untuk keperluan besok.Selamat tingggal semua sampai jumpa lagi.

*****TAMAT*****
Cerpen –
DAYA BELI RUPIAHKU
Penulis : Siamir Marulafau
sm/11092013


Cerpen - PREMAN DAN CORONA Penulis : Eko Windarto


   Wabah virus corona telah sampai ke desa Kebalen yang terletak di lereng gunung Banyak. Sebelum puncak gunung Banyak dijadikan tempat paralayang, dulunya desa Kebalen adalah terkenal dengan nama desa para preman karena hampir semua para lelaki mudanya merantau ke kota. Kebanyakan dari mereka bekerja jadi preman. Salah satunya Mampir menjadi kepala preman di kotaku.

Di musim pandemi ini banyak dari mereka pulang kampung karena takut terpapar virus corona. Ada juga dari mereka yang gak bisa bekerja seperti biasanya karena lockdown. Sekarang orang-orang di desa Kebalen itu merasa gelisah karena anak-anak mereka yang pulang dari kota dicurigai membawa virus corona. Dulu masyarakatnya yang hidup saling membantu dan bergotong-royong, sekarang saling mencurigai. Kalau ada yang batuk sedikit saja langsung disuruh isolasi mandiri di kamar sendiri. Kerja membajak atau mencangkul ke sawah saja diharuskan memakai masker.

Pada musim corona ini, masyarakat desa Kebalen sedang musim panen buah manggis. Biasanya mereka menjual semua hasil panennya, tapi sekarang dijual hanya 70 persen saja karena yang 30 persen untuk dikonsumsi keluarganya sendiri. Mereka mengetahui kalau buah manggis mengandung vitamin C dan antioksidan, serta bermanfaat untuk kebugaran tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh. Mereka juga sangat yakin bahwa vitamin C dan serat di dalam buah manggis merupakan faktor penting untuk membangun sistem imunitas tubuh yang baik.

Akselerasi kekuatan otot dan nafsu para preman yang membara seperti api tiba-tiba melorot oleh hentakan virus corona yang tak terlihat. Mereka ikutan mengencangkan ikat tali pinggang di dalam ruang dan waktu yang tak bisa ditebak nalar para preman. Jangankan preman bisa menebak akhir pandemi, sedang para kapitalispun tak berkutik dibuatnya, alias ambyar!

Covid 19 datang seperti bom meluluhlantakkan ekonomi global, membuat ketakutan semua orang termasuk para preman berotot kawat bertulang besi. Itu terlihat pada kecemasan dan ketakutan Mampir kepala preman di kotaku.

" Mampir, ayo kita lihat teman-teman di pasar atau teman-teman yang parkir di bank-bank itu," ajak anak buahnya yang tiba-tiba muncul mengagetkan Mampir.

" Gaklah." Jawabnya.

" Lho, kenapa?" Tanya anak buahnya heran.

" Kamu gak takut kena covid 19?" Jawab Mampir acuh. " Coba, lihat tetangga kanan-kirimu yang dulu hidup rukun dan saling peduli, sekarang saling curiga gara-gara takut dengan ketakutannya sendiri. Mereka takut terpapar pandemi, hingga mereka lupa takut kepada Pencipta Pandemi, " lanjutnya sambil menerawang ke wajah langit.

" Apa sampean gak takut kelaparan?" Tanya anak buahnya mendorong keberanian Mampir.

" Aku tidak takut kelaparan karena rejeki sudah ada yang mengatur, " kilah Mampir santai.

" Apa sampean sudah siap kelapar seperti petani-petani kehilangan mata pencahariannya gara-gara sepi tengkulak hingga hasil sayurannya membusuk dan tak laku?" Tanya anak buahnya berdiplomasi untuk memberi suntikan semangat dan keberanian.

" Coba ingat kejadian 10 hari yang lalu?" Ujar Mampir mengingatkan.

" Kejadian kematian pak Kabul?" Jawabnya agak terkejut.

" Ya. Gara-gara kematian belio yang mendadak karena serangan sesak napas yang lama telah dideritanya," tukas Mampir.

" Apa hubungannya dengan pekerjaan kita?" Tanyanya gak ngerti.

" Semua itu ada hubungannya dengan pekerjaan kita."

" Lho kok gitu?" Tanya anak buahnya heran.

" Coba kamu pikirkan kembali, bahwa hidup saat sekarang ini harus disiplin mengikuti protokol pemerintah." Urainya agar anak buahnya mengerti keadaan di desanya yang sekarang hampir 90 persen penduduknya terpapar virus corona gara-gara kematian pak Kabul yang ternyata terpapar virus corona tanpa diketahui dan dipahami keluarga serta disadari masyarakat desa Kebalen.

" Tapi, hidup kan terus berlangsung. Masak kita menyerah dengan kejadian yang telah berlalu!" Jawab anak buahnya ngotot.


Mampir tak menjawab. Ia berpikir ulang untuk berani menerjang keberaniannya yang terlanjur melorot karena berkaca pada kejadian-kejadian yang merundung beberapa anak buahnya yang terkena covid 19 seperti pak Kabul. Mampir tak mau mati konyol seperti mereka yang kurang disiplin terhadap diri sendiri. Karena ketidak disiplin itu mereka terpapar pandemi hingga mati dan ditolak para tetangganya sendiri untuk dimakamkan di kampungnya sendiri dengan berbagai alasan yang tak masuk akal.

Namun demikian, perenungan dan pertanyaan-pertanyaan di dalam diri Mampir yang telah melorot keberaniannya semakin menggelisahkannya. Karena dari perenungan dan pertanyaan-pertanyaan itu bisa menumbuhkan keingintahuan, dan menumbuhkan pengetahuan. Meski pengetahuan tersebut kadang mengalami kebaruan atau kesalahan adalah hal yang manusiawi. Itulah kenyataannya dalam pencarian kebenaran selalu dituntut untuk menjabarkan secara objektif melalui teori-teori yang dimiliki. Oleh sebab itu pencarian kebenaran tak pernah berhenti, selalu berproses dan tak ada ujungnya.

Otot kawat dan balung besi seorang kepala preman seperti Mampir ternyata mudah dirontokan covid 19 yang kecil seperseribu debu. Mampir baru sadar bahwa hidup hanya sekedar mampir ngombe. Hidup mudah berantakan, dan ambyar!

*****TAMAT*****

Cerpen –
PREMAN DAN CORONA Penulis : Eko Windarto
Bali, 1152020

Catatan kaki:

1. Balung=tulang
2. Ngombe=minum


Kamis, 14 April 2022

Cerpen - PERAWAN TUA Penulis : Siamir Marulafau


 
   Setibanya kami di kampus pada pagi harinya,kami tidak langsung masuk ke dalam kelas karena salah seorang teman kami benama Edison mengajak sarapan di sebuah kantin tak berapa jauh dari gedung kuliah berwarna biru.Aku jadi heran,Joni,"Mengapa Din?"Teringatnya, Ibu dosen yang mengajar prosa Inggris semalam baik sekali.Dia nampaknya ramah dan tak pernah marah kepada mahasiswa.

"Dosen yang mana,Din?"Dosen kita yang cantik itu.Dia selalu membantuku
bila saya mengarang sebuah cerita fiksi."Oh!Yang berambut pirang itu,iya.Dia memang ramah dan lagipula sudah berumur dan belum menikah.Soalnya, dia sering dilamar orang tapi asyik belajar aja di luar negeri, dan tak pernah absen mengajar sehari-harinya."Betul, itu dosen memang rajin tapi sedikit judes sehingga hampir semua mahasiswa agaknya kurang suka.Aku sendiripun tak berapa menyukainya apa lagi pegawai, dan cukup membosankan,sungguh....,membosankan amat.

"Mengapa begitu?' Edy berkata.Tak apa-apalah,dia kan baik-baik.
"Wou,tidak juga karena sedikit aja sudah tak menerima"
" tak mengapalah, asalkan dia mengerti dan paham tentang apa yang diajarkannya,iakan?Aku tak perduli,apakah dia perawan tua, janda atau banci.Tapi
yang paling penting dia harus setia pada suaminya bila berumah tangga kelak."
"Ada-ada saja kau, Yan,dia kan baru berusia 45 tahun."Rupanya, setelah dia menamatkan studinya di salah satu perguruan tinggi Jakarta,diisukan bahwa bukan hanya saja pandai mengajar dalam mata kuliah prosa Inggris tapi juga dalam mata kuliah puisi.
dan kebetulan dia seorang penyair di kampus ini, iakan?"

"Memang betul, Din." kata orang,aku datang ke rumahnya bersama anak-anakku
pada hari raya idul Fitri sebulan yang lalu.Pikirku,dia sudah menikah.Oh! Aku tahu maksudmu supaya dia lebih leluasa pergi ke sana sini.Tapi aneh ya,Edi."Kok,dia tak mau menikah"Berarti, Ibu Fatimah itu sudah tidak mengajar lagi di kampus itu,iya kan?"
"Mengapa,Din?" Tanya Edi.

"Dia juga tak pernah duduk di pelaminan tapi tak lama kemudian melanjutkan studinya di Autralia. Dia kepingin menjadi profesor dalam ilmu sastra dan dia akan sukses dan tidak seperti anak tetangga, sebentar-sebentar dia ke luar negeri dan selalu sibuk seminar ke sana sini."Jadi, pikirku, dia terlena dan usianya termakan masa."

"Betul sekali,Zainuddin.sayapun terpikir demikian"
Sekarang banyak orang tak terpikirkan bahwa usia ini berlanjut terus dan makin lama usia itu makin berkurang,iakan ?"Ya,aku sepakat dengan opinimu.mengapa?'Banyak sekali perawan tua di kampung saya apalagi di Universitas,mereka tidak memikirkan bahwa hidup ini hanya sejenak.Jadi, kapan lagi kita menikmati hidup ini?Karena setahu saya hidup ini harus bemakna dan apabila seseorang tak tahu makna hidup, berarti sudah ketinggalan zaman, betul atau tidak?

"Aku salut pada opinimu,Edi.Memang betul sekali.Hidup ini hanya sebentar dan janganlah kita ketinggalan dengan istilah bahwa dunia ini bukan hanya selebar daun kelor,iakan?"Kita harus menikmati hidup ini karena kehidupan ini indah dan jangan sempat kita kehilangan rasa.Baiklah kalau begitu,aku pamit dulu karena kebetulan aku dipanggil oleh pak.Pembantu Dekan I,dan aku harus pergi sekarang.Selamat tinggal.

*****TAMAT*****

Cerpen –
PERAWAN TUA
Penulis : Siamir Marulafau
sm/12092013


Cerpen - JATUH KETIMPA JANDA Penulis : Siamir Marulafau


   Di salah satu Universitas terkemuka di kota lama, seorang teman bernama Syafruddin menceritakan kepadaku tentang seorang temannya yang asyik bermain cinta dengan seorang janda di sebuah desa bernama Siti Muharni.
"Gayanya bukan main,Mir.banyak orang di kampungku tergila-gila dengan janda itu dan akupun kadang-kadang melirik juga.Tapi entahlah,kadang juga aku merasa bosan dengan gayanya yang menggairahkan itu".Mendegar cakap Uddin, akupun tergiur juga sambil memegang laptopku dan akupun jadi penasaran dengan omongannya itu.Pikirku,aku lebih baik pergi ke desa itu,dan aku bertanya sama Uddin.

"Uddin!Teringatnya, di mana desa tinggalnya janda yang kamu ceritakan padaku dua minggu yang lalu?"Uddin jadi tertawa terbahak-bahak,dan aku merasa jengkel dengan sikap,Uddin karena aku sungguh serius bertanya tentang hal itu.Aku bertanya karena kebetulan ada seorang teman saya bernama Afrion kepingin mencari seorang janda, apakah janda kembang atau janda bahenol,tak mengapalah.Afrion bercerita kepadaku bahwa istrinya meninggal sekitar setahun yang lalu dengan meninggalkan dua orang anak dan sulit sekali baginya pergi ke kampus karena tidak ada yang menjaga anak-anaknya.Jadi, kupikir betul juga,ya.Maka aku juga turut prihatin dengan cakapnya dan mencari pengganti istrinya yang meninggal itu.

"Mir,ada-ada aja kamu ini,apakah betul-betul kamu mencari janda buat Afrion?"
"Tak percaya kamu,Uddin.Saya cakap betul ini.Kalau memang ada beritahukanlah di mana janda itu tinggal?"Biar kuhubungi Afrion.Kasihan aku pada temanku itu,Uddin.Tapi Mir, sudah kubilang sama kamu,janda itu tinggal di desa tak jauh dari rumahku dan hemat saya dia selalu diganggui oleh temanku Swarno.Aku tak tahu apakah mereka sudah menikah atau tidak dan biarlah aku selidiki dulu apakah benar cerita temanku atau tidak?Soalnya,kalau mereka sudah menikah, kan kamu tidak mungkin mengasihkan sama temanmu untuk menikahi Siti Muharni, iakan?

"Oh!jelas donk,itu tak mungkin,dan ini semua tergantung pada Afrion".Tapi sebulan kemudian setelah Afrion tahu tentang status janda itu, Afrion diam-diam pergi ke desa Helvet dan berjumpalah dengan Siti Muharni, seorang janda kembang dan bahenol di desa itu.Dia sangat digemari dan disenangi oleh penduduk desa karena dia ramah dan pandai membuat kueh untuk dijual di berbagai pelosok dan warung-warung kopi di sekeliling desa itu.Nampaknya, Afrion sudah mulai jatuh cinta dengan Siti Muharni dan suatu ketika di saat ada pembalapan kuda di daerah itu, ternyata Afrionlah yang menang dan semua penduduk desa itu turut simpatik kepada Afrion apalagi kepala desa,pak.Sukirno karena Afrionlah yang membawa nama harum desa itu kepada publik.

Tiga bulan kemudian, terdengarlah kabar bahwa Afrion menikah dengan janda bernama Siti Muharni atas bantuan pak.Sukirno dan sangatlah bahagia kedua pengantin baru membina rumah tangga sakinah mawaddah warahmah.Tapi bak kata pepatah mengatakan"Mujur tak dapat diraih malang tak dapat ditolak" begitulah nasib Afrion, seorang staf pengajar sastra seni di sebuah perguruan tinggi di salah satu perguruan tinggi negeri di kota lama,dan disinyalir bahwa janda yang dia nikahi setahun yang lalu adalah bekas istri seorang dosen disalah satu perguruan Swasta di kota itu juga bernama Tumaggor Saidin.Mereka menikah di bawah tangan dan tidak tercatat di kantor KUA di kota lama.Rupanya perceraian mereka juga hanya di bawah tangan.Tapi namanya sifat kecemburuan tetap ada dalam diri manusia, dan tidak heran bila Tumanggor selalu mengenang Siti Muharni dan selalu berhubungan melalui telepon bila Afrion tak berada di rumah.Tapi namanya bangkai tetap tercium di manapun jua.

Afrion, seorang penyabar dan sangat intelektual serta bijaksana dalam mengatasi semua persoalan di mana dia selalu menasehati istrinya untuk berbaik budi dan luhuring budi dalam mengawasi anak-anaknya, dan juga mengatakan kepada istrinya supaya jangan bermain cinta kepada siapa pun karena itu akan mengurangi wibawa rumah tangga dan bahkan bisa meretakkan hubungan suami istri.Sebagai istri yang soleha, Siti Muharni selalu patuh dan mendengar cakap suaminya tapi tiga hari kemudian, terdengarlah suara telepon dan secara kebetulan Afrion sedang berada di rumah,dan berkata kepada istrinya,"Telepon dari siapa itu,Mama?"
Dengan merasa takut dan gemetar dibaringi dengan perasaan gelisah,Siti Muharni memberikan telepon selular kepada Afrion dan bertanya,"Siapa ini,apa yang dapat saya bantu?" Rupanya , yang menelpon itu adalah si Tumanggor dan dia tak tanda dengan suara Afrion, dan berkata,"Ada Bu, Siti Muharni di rumah?"

"Afrion rasanya tak gegabah menanggapi omongan Tumanggor tetang hubungannya dengan Siti Muharni, istrinya tercinta walaupun mereka sudah bercerai beberapa bulan yang lalu". Dalam hal ini, Afrion selalu bersikap tegas mengambil tindakan dan melaporkan masalah ini kepada polisi dan atasan Tumanggor di mana dia bekerja.Tiga bulan kemudian, proses pengaduan ini sampai ke pengadilan agama dan Afrion mengambil langkah yang tepat dengan menceraikan istrinya dengan menjatuhkan talak satu di saat Tumaggor di sidang untuk dipecat sebagai staf pengajar di salah sat perguruan tinggi swasta dan sebagai pegawai permanen di Departemen Agama di kota lama.

*****TAMAT*****

Cerpen –
JATUH KETIMPA JANDA
Penulis : Siamir Marulafau
sm/18092013