Jumat, 18 Januari 2013
RINDU BERTAJUK DOSA
Aku tertinggal dihamparan kerinduan,
tersedot kemasa silam yang syahdu berselimutkan malam yang dingin
jauh sekali kali ini aku berdiri diantara dedaunan mewangikan semerbak tanah liat
sejak mula aku sudah terpikat.....
Betapa hening kamarku dibalut kerinduan asing,
siapakah yang berada dibalik cahaya,
memanggil asmaku tanpa suara
menyayatkan perih meradang panjang....
Aku pun tak bisa lagi berkata seadanya,
pada nisbynya catatan diulu jiwa
kerna rinduku buta
Aku mohonkan ikhlas atas hati terbilas
jika pernah jalan memintas terus membekas
berilah maaf meski sekilas
Aku merindu diujung larangan baku
akan kusimpan dilembaran siku buku hidupku
bertajuk dosa yang sudah membeku...
-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.-----
-----(J) Pondok bambu istanaku, Jumat malam 18 Jan 2013. 20:40 wib.--
BERCERMIN DIWAJAH BANJIR
Banjir....banjir....banjir...
bak semut keluar sarang, insan Batavia kocar kacir
rumah tenggelam, mobil tenggelam, harta benda makin kelam
tak seorangpun berhasil selamatkan diri dari basahnya banjir kali ini
kenapa ibukota yang dirajam, hingga tenggelam
ya..alas tua ini potret diri, tempat para petinggi bersembunyi
Banjir...banjir...banjir....
petaka ini belum seujung kuku balasanya alam yang disakiti
tengoklah diatas sana, gundul bumiku, rumah kaca jamuri angkasa raya
tanah dibelah berganti gedung bertingkat mengakar diangkasa
dimana mana istana bertetangga rumah bedeng kaum papa
tangisan sungai tak pernah lagi kita perduli
bau busuk aroma tumpukan sampah sepanjang urat nadi
Banjir...banjir...banjir....
nyatanya tak seorangpun memberi solusi, cuma omong sana sini
tuaian hari ini, adalah panenan kesombongan insan melukai alam
mestinya bercermin diwajah banjir dihalaman sendiri
tanamlah pohon hijaukan semesta lagi
kita bayar hutang meski tak pernah terima pinjaman
bersahabatlah dengan alam agar esok jangan tenggelam
----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.-----
----(J)Pondok bambu istanaku, Jumat malam 18 Jan 2013 19:35 wib.--
BAIT BAIT CERITA
setiap detik tangan ini ingin sekali melahirkan karya-karya yang sangat dan teramat luar biasa.
meski lagi tidak ada inspirasi menulis.
tapi tangan ini tak pernah ingin berhenti menulis.
entah aku yang terlalu semangat, ataukah aku yang terlalu tidak bisa mengontrol emosiku dalam menulis.
tiap detik tangan ini yang berpadu dengan syaraf otak yang bersinergis untuk menghasilkan tulisan-tulisan.
entah apapun itu,
walaupun terkadang tidak jelas.
selalu kutuliskan saja yang ada di dalam benakku ketika aku menulis dan kutelurkan melalui 10 jemari di atas keyboard laptop sambil melihat ke dalam layar apa yang dihasilkan oleh 10 jemariku ini.
walau terkesan monoton ataupun yang lainnya.
entah terlalu semangat ataupun tak bisa mengendalikan diri untuk menulis.
selalu jemari ini ingin menelurkan karya-karya, walaupun tidak hebat.
paling tidak bisa membuat orang lain tersenyum indah yang menghiasi wajahnya.
itu sudah kebahagiaan bagiku, bagiku yang merindukan senyum-senyum indah dari setiap orang.
bukan amarah yang berkelanjutan yang membuahkan perselisihan serta permusuhan.
itulah sebuah keinginan yang selama ini ada di dalam hatiku.
hilangnya perselisihan dan permusuhan antara kelompok baik oknum-oknum yang terkadang yang tidak bertanggung jawab.
dari bait-bait tulisan yang tidak seindah rembulan dan tak sebiru laut dan tak sememesona pemandangan gunung yang syahdu.
penyampaian yang hanya dapat dihaturkan melalui tulisan-tulisan dari tinta tinta emas yang berdirikan di atas pena.
ternyata aku masih melamun, aku terjaga dari lamunanku..
semuanya hanya lamunan.
hasrat menulispun ternyata hanya sebuah lamunan.
lamunan yang menjadi kenyataan ketika aku membuka mata dan memandang laptopku dihiasi dengan tulisan yang ditelurkan oleh seorang yang sedang melamunkan apa yang diinginkan.
sungguh keinginan tetap menulis sangat dalam dan sangat dalam.
tetaplah menulis apapun itu
Oleh : Baharuddin Yusuf Habiby Harahap
Tanjungbalai,Sumatera Utara
Kamis, 17 Januari 2013
CATATAN PRIBADIKU
Duh..putra Samudra, adikku Wahyu Sumut Kembara,
sajakku cacat sejak awalnya, lahir dari duka hati yang dikhianati,
ratapan tanpa nada putra fajar yang terdampar,
menyesali karmanya yang tertinggal dilipatan baju para pecinta sesaat,
malu berkata kepada jujur yang tak bisa dibaca,demi keutuhan rumah adat negeri,
demi kelangsungan sekapur sirih jagad sang muham...
Betapa nistanya akibat, ketika sadarkan hakikat,
kakiku penuh lumpur , bajuku penuh noda, hatiku tercabik cabik ,
berdenyut dengan selaksa sesal tak berkesudahan,
akupun tak berani merajuk, apalagi menuntut bujuk,
pamitku pada bayang bayang dunia malam, silluit hitam selintas kelam..
Catatanku sangat pribadi, bukan nyanyian ombak yang bergemuruh dihati, kualamatkan pada insan penista, meracuni kalbuku sejak semula,
sengaja ataupun alfa, itu dosa...
Dengan mengerahkan sisa keyakinan dan serpihan hati lara,
kuucap selamat tinggal pada pendusta,
bukan bagi adinda atau sahabat lainnya..
Catatanku sangat pribadi, kualamatkan pada sang pendusta,
bukan bagi kalian sahabat hati yang setia....
-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.-----
-----(J) Pondok bambu istanaku, Kamis sore, 17 Jan 2013 . 18:06 wib.--
KETIKA MUHAMMAD SAW MENYAYANGI SEORANG YAHUDI
Kita seringkali mudah terprovokasi dan terburu-buru menjadikan ‘ MUSUH ’ setiap orang atau kelompok yang menghina diri kita, menghina Agama kita, Menghina Nabi kita dan menghina Tuhan kita.
Mengapa kita begitu mudah tersinggung padahal Nabi SAW yang dihina, dicaci maki bahkan dilukai dan diembargo tidak pernah membalas dengan kebencian dan dendam ?
Apalagi Allah SWT, sejak zaman ‘ baheula ‘ dan zaman ‘ sepur kluthuk ‘ sudah disekutukan oleh sebaian besar penduduk bumi ini, tidak marah begitu saja, DIA sabar tunggu waktu mereka insyaf lalu memaafkan, kalo gak sadar juga DIA kasih nikmat tambah banyak supaya ingat dan bersyukur, kalo masih gak sadar juga, DIA tegur dengan sedikit musibah, baru setelah itu DIA binasakan kaum itu, itupun suka-suka DIA, dibinasakan semua atau dibiarkan saja atau disisakan sedikit agar ada yang menjadi saksi sejarah kedurhakaan sebuah kaum.
Adakah dalam Ajaran Islam yang menyuruh MEMBENCI dan MEMUSUHI manusia ? silahkan cari, dijamin tidak akan ketemu, kecuali membenci dan memusuhi IBLIS musuh nyata kita.
Ya wajar dong, kalo kita balas kebencian dan caci maki mereka yang menghina Islam, Allah dan RosulNYA, itu kan bukti cinta kita kepada Islam, Allah dan Rosulullah ! cinta ? ah masa sih ? bukankah CINTA itu mencontoh, meniru dan meneladani ?, inilah kisah kedua KEAGUNGAN MUHAMMAD SAW yang layak kita teladani….
===================================================
Kisah Keagungan Muhammad SAW -2 : KETIKA MUHAMMAD SAW MENYAYANGI SEORANG YAHUDI
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.”
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW yang dihinanya setiap hari. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”
Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu pun kebiasaan Rasulullah yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.” “Apakah Itu?,” tanya Abubakar RA. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana,” kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, ”Siapakah kamu?” Abubakar RA menjawab, ”Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).” ”Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” bantah si pengemis buta itu.
”Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku,” pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, ”Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.”
Mendengar penjelasan Abubakar RA, seketika itu juga pengemis itu meledak tangisnya, sangat menyesal, dan dalam basahnya air mata ia berkata, ”Benarkah itu? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, tapi ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia, begitu agung…. ”
“ Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rosuulullah “ Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Sahabat…. Begitu indahnya akhlaq beliau, Orang Kafir Yahudi yang setiap saat mengejek, menghina, memfitnah bukan dijadikan musuh malah disantuni bukan sekali-sekali tapi seumur hidup beliau, mengapa kita yang disinggung atau dikritik sedit saja harus menghancurkan segalanya ? ada apa dengan kita ? meneladani siapakah kita hidup yang sejenak ini ? adakah sosok lain selain Rasulullah SAW yang layak kita teladani di semua sisi kehidupannya ?
Ya, ternyata untuk menjadi manusia terhormat dan mulia cukup dengan meng- COPY PASTE AKHLAQ MUHAMMAD SAW
MULIA kita dengan MEMBERI, ABADIKAN yang TERSISA dengan SEDEKAH
Kiriman : Ukhti Nisa
Oleh : Rumah Yatim Indonesia
MENJEMPUT HIDAYAH
Mengapa begitu kuat panggilan dosa...!
Padahal hati rindu bicara dengan_NYA..
ini bukan puisi... bukan penggalan kalimat bahagia,
melainkan sebuah do'a dari hati yang terluka...
Duhai diri...
yang telah usaha menjauhi,
coba menghindari,
tetap saja luruh dalam pelukan lembah hitam tak mengenal hari...
Dengan siapakah kita menjabat...???
sungguh saat ini aku dan kamu begitu jahat,
tapi ingin juga terbuka pintu tobat,
khawatir kelak akan terlambat...!
Oh panggilan nafsu yang durjana,
begitu erat kau menyapa,
memoles lembut hal nista laksana syurga...!
"Ya ALLAH...
ampunilah dosa - dosa kami...
jangan biarkan kami terlambat menyadari,
bukakan pintu hati kami untuk menerima kebenaran,
dan tulikanlah agar tak mendengar panggilan nafsu...
serta penuhilah hati dan fikiran kami dengan hidayah_MU,
kabulkanlah ya ALLAH,
atas nama_MU yang Maha Pengampun, Maha Pengasih,
lagi Maha Penyayang."
"Aamiin ya ALLAH."
Jerit hati kami para pendosa yang ingin kembali :
Wahyu Sumut Kembara
Rabu, 16 Januari 2013.
Tanjungbalai - Sumatera Utara
WAKTU YANG MENYEMPIT
Naungan Subuh,
Meniti jejak kembali,
Kupanggil segala salah dan khilaf diri,
Mentafakuri berlalunya hari demi hari...
Sesak menjadi-jadi,
Teringat kemaruk, lupa bahwa diri adalah abdi,
Entah bagaimana rupa,
Kelak saat waktu berganti,
Setelah tiupan akhir masa...
Geletar tubuh tak berarti,
Raung tangis tak berguna,
Semua telah berlalu pergi,
Oh angan tak terfikirkan lagi.
Tersudut ditafakur,
Tertanya...!
Terbata...!!!
Esok... Masihkah... Mampu... Menahan... Diri...!!!
Astaghfirullah...
Tafakur : Wahyu Sumut Kembara
Rabu, 9 Januari 2013. ( Pintu dua dunia )
Tanjungbalai - Sumatera Utara.
TADAAA
Kau suguhkan lagi kejutan kejutan untukku
Seharum aroma teh yang kutuang kedalam cangkirmu,
Kau jejali kekosongan jiwaku dengan Kasih putih
Menyinar indah menerangi ruang-ruang kehampaan hati
dan,
salam pagimu lebih berharga....
Oleh : Senandung Hati Mentari
BINTANG
sebuah bintang terlihat terang dari ujung langit yang sangat tinggi yang tak bisa diraih bahkan hampir lenyap dari pandanganku. ingin sebenarnya memeluknya, namun tidak bisa. dia terlalu jauh dan sangat jauh. andaikan aku bisa menggapainya.
sejenak, kuperhatikan indahnya langit yang sedang gelap dihiasi banyak bintang dan bulan. namun sekali lagi, mereka hilang dan lenyap begitu saja. entah aku yang tak pantas melihatnya, memeluknya, dan bersahabat dengan mereka. atau mungkin mereka yang tidak pantas bersahabat denganku? apa bedanya??
samakah? bedakah?
tentu saja sama, bila kau melihatnya dari sisi empat lima derajat dari timur.
tentu saja beda, bila kau melihatnya dari sisi empat lima derajat dari barat.
ingin rasanya memeluk mereka. bintang yang sangat indah, terang benderang lenyap sudah. berharap bisa terbang, tapi itu semua hanyalah mimpi.
dalam kegundahannya, berdoa dan berharap, tentunya ikhtiar yang sangat luar biasa.
melakukan segala dengan maksimal. tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang lain. yang ada dalam pikirku, bagaimana cara untuk mendapatkanmu kembali. bintang yang dulu pernah di sisiku. berharap bersama lagi.
bintang yang nan indah. datang lah kepadaku. kita jalin persahabatan yang akan merontokkan dan menggegerkan dunia. aku ingin bergerak meluluh lantakkan rezim yang ada di dunia ini bersamamu.
aku ingin bersama. aku ingin matipun bersama. sebagai bintang yang sesungguhnya.
Oleh :Baharuddin Yusuf Habiby Harahap
Tanjungbalai,Sumatera Utara
MENCARI JIWA YANG MENYINARI HATI
rasa ini rasamu...
rasa ini rasamu, bukan rasaku apalagi rasa mereka.
rasa ini rasamu, bukan rasanya apalagi rasa kami.
rasa ini rasamu, rasa lukamu bukan rasa lukaku
rasa ini rasamu, hempaskan segala rasa untuk menepis segala amarah
rasa ini rasamu, hancurkan segala ketakutan yang ada di dalam pikiranmu
rasa ini rasamu, rasaku kah??
ternyata kau adalah aku.
rasa ini rasa kita, dalam bayang semu kita berjumpa dalam dunia nyata tak saling bersapa
rasa ini rasa kita, dalam bayang semu kita bersahaja dalam dunia nyata tak saling bersahabat
rasa ini rasa kita, dalam bayang semu kita bersama dalam dunia nyata terasa sepi
rasa ini rasa kita, dalam bayang semu kita mengerti dalam dunia nyata kita tak saling memahami
rasa ini rasa kita, dalam bayang semu dengarku dengarmu dalam dunia nyata tak pernah saling mendengar
rasa ini rasa kita, dalam bayang semu mataku matamu dalam dunia nyata tak saling melihat bahkan buta
tak ada kata bersahabat antara ku dan diriku, terpukul akan diriku dan diriku yang lain. hancur oleh jiwa yang menguasai diriku, dan diriku yang lain. hampa, hampa berasa dan terasa di dalam hidup. semua hampa. semua hampa. semua hilang dalam kesendirian.
mencari jiwa yang menyinari hati.
Oleh :Baharuddin Yusuf Habiby Harahap
Tanjungbalai,Sumatera Utara
Selasa, 15 Januari 2013
INSPIRASI
inspirasi itu datangnya sesuka hati, seenak jidatnya. tidak menentu. bila dia ditunggu. tapi tidak bila kita bisa melahirkan karya, menghasilkan tulisan, serta menciptakan ide, atau bahkan menimbulkan inspirasi.
sampai kapan kita mau menunggu inspirasi itu datang?? akankah dia akan datang bila kita hanya menunggunya saja??
kurasa tidak demikian, bila ingin punya inspirasi, bila ingin menghasilkan karya yang luar biasa, bila ingin melahirkan ide yang sangat mantap, maka timbulkan inspirasi itu.
...
seperti itukah??
ya, tentu. bila kita menunggu inspirasi itu datang sendiri. mungkin kita akan sampai tua menunggu dan menantinya. kalau kita hanya berdiam diri, tanpa ada hasrat melahirkan karya-karya secara kontiniu. maka inspirasi itu tidak akan pernah ada.
mungkinkah ada??
ya, mungkin.
tapi itu tidak akan lama. hanya sebentar saja. tidak akan berkelanjutan. hanya sesaat. apakah kita ingin yang seperti itu? apakah kita hanya ingin sekali saja menghasilkan karya??
atau banyak???
ya sudahlah!!
tulis saja apa yang bisa kau tulis.
mau artikel,cerpen, novel, anime, komik. apa yang kau sanggup. atau.. hanya kata-kata motivasi????
kerjakan!!!
jangan menunggu lagi...
MOTIVATOR,Oleh : Baharuddin Yusuf Habiby Harahap
Medan
SATU KEINGINAN
Memendam asa, tersekat satu keinginan.
Sapuan aksara miliku...-pun tak dapat mewarnai hatimu.
Mungkin ku terlalu memaksakan, ataukah ini hanya gejolak rinduku.
Semua terlanjur terhampar dan menguap di langit angan.
Oleh : - Kinanthie Soraya Jasmine
Cikarang, Jawa Barat
- 14 Januari 2013 23:21
KEPRIBADIAN MUHAMMAD SAW
Sahabat, bulan ini adalah Bulan Rabi’ul Awwal, apa yang kita ingat dalam Bulan ini ? ya seorang TELADAN TERMULIA di dunia dilahirkan, dia datang untuk menerangi gelapnya peradaban Dunia, Akhlaknya yang Agung, Pribadinya yang memukau, lembut santun dan sangat beradab, bulan ini adalah bulan ‘ Ulang Tahun ‘ Beliau 12 Rabiul Awwal
Sudah sejauhmanakah kita mengenalnya ? puluhan bahkan ratusan tokoh sukses di Dunia sudah kita baca biografinya, kita sangat terkagum-kagum atas kegigihan dan kesuksesannya lalu mengikuti jejak kesuksesannya, salahkah ? tidak.
Tapi ada satu sosok tersukses dan termulia yang pernah hadir di Dunia ini yang lebih patut kita baca dan teladani lebih dekat lagi, dialah Muhammad SAW, nabi kita semua.
Di bulan ‘ Ulang Tahun ‘ Beliau ini yang ke 1441 ini, mari coba sejenak kita menyimak lebih jauh 12 KISAH KEAGUNGAN Muhammad Rosulullah SAW, inilah kisah yang Pertama
============================================================
Kisah Keagungan Muhammad SAW -1 : KEPRIBADIAN MUHAMMAD SAW
Siapa di antara Kita yang membaca akhlak Muhammad saw., kemudian jiwanya tidak larut, matanya tidak berlinangan dan hatinya tidak bergetar ? Siapa di antara Kita yang mampu menahan emosinya ketika membaca biografi seorang yang sangat dermawan, mulia, lembut dan tawadhu’? Siapa yang mengkaji sirah hidup beliau yang agung, perangai yang mulia dan akhlak yang terpuji, kemudian dia tidak menagis, sembari berikrar, “Saya bersaksi bahwa Engkau adalah utusan Allah.”?
Duhai, kiranya kita mampu melaksanakan cara hidup, cinta dan akhlak yang mulia dari teladan agung dalam kehidupan. Kita bergaul dengan orang lain, lihatlah
Muhammad saw. memperlakukan musuh-musuhnya. Beliau bersabda,
“Sesungguhnya Allah menyuruhku agar menyambung orang yang memutuskanku, memberi bantuan kepada orang yang pernah menahanku, dan memaafkan terhadap orang yang mendzalimiku.”
sekiranya kita memperlakukan saudara seiman kita, minimal sebagaimana Muhammad saw. memperlakukan orang-orang munafik, beliau memaafkan mereka, memintakan ampun terhadap mereka dan menyerahkan rahasia mereka kepada Allah swt.
sekiranya kita memperlakukan anak-anak kita, sebagaimana Muhamamd saw. memperlakukan pembantu dan pekerjanya. Ketika pembantu kecil Muhamamd saw. sedang sakit, beliau. membesuk dan duduk di dekat kepalanya seraya mengajak untuk masuk Islam. Pembantu kecil itu masuk Islam, maka Muhammad gembira seraya berkata, “Segala puji bagi Allah swt yang telah menyelamatkan dirinya dari api neraka.”
“ ketika Seorang Yahudi menagih utang kepada Muhamamd saw. dengan marah-marah, kasar, dan tidak sopan di depan banyak orang. Muhammad saw. tersenyum dan menghadapinya dengan lembut. Tak disangka si Yahudi itu masuk Islam, mengucapkan syahadat, “Saya bersaksi bahwa Engkau utusan Allah.” Karena saya baca di Taurat tentang Engkau, yaitu ketika saya tambah marah, justeru Engkau tambah lembut menghadapiku.” Begitu pengakuan si Yahudi.
sekiranya kita memperlakukan kerabat kita, meskipun mereka berbuat buruk kepada kita, sebagaimana Muhammad saw. memperlakukan kerabat dan kaumnya. Karena kerabat dan kaum Muhamamd saw. menyakitinya, mengusirnya, mengejeknya, menolaknya, memeranginya. Namun, beliau tetap menghadapinya. Ketika beliau menaklukkan Makkah, posisi beliau sebagai pemenang, penentu kebijakan, namun beliau berdiri berpidato mengumumkan bahwa beliau memaafkan semuanya. Sejarah telah mencatat dan momentum telah menjadi saksi dengan sabda beliau,
”Allah telah mengampuni kalian, pergilah, kaliah bebas.”
Sewaktu Penduduk Thaif melempari Muhammad saw. sampai beliau berdarah-darah. Beliau menghapus darah segar yang mengalir dari tubuhnya sambil berdo’a, :
”Ya Allah, ampuni kaumku, karena mereka tidak mengetahui.”
luar bisa, tak ada rasa benci dan dendam sedikitpun terhadap semua orang yang telah menyakitinya, jauh sekali dengan sikap dan perilaku orang-orang yang ‘ mengaku ‘ dirinya ‘ MUJAHID ‘ dan ’ DAI ’ saat ini yang Suka mencaci, mengkafirkan, membid’ahkan, menghakimi bahkan membunuh dengan alasan yang hanya bisa dipahami oleh mereka sendiri, pukul dibalas pukul, sakit dibalas sakit dan bunuh dibalas bunuh memang ada dan dibenarkan di dalam Al-Qur’an, tapi Allah dan Rosulullah lebih menyukai kalo kita mengedepankan kata MAAF, manakah yang harus kita dahulukan EMOSI kita atau Ridho Allah dan RosulNYA ?
Muhammad saw. pernah dicegat oleh seorang Arab badui di tengah jalan, beliau hanya berdiri lama berhadapan, dan tidak berpaling sampai orang badui itu berlalu dengan sendirinya.
Suatu hari Beliau ditanya oleh seorang nenek tua, beliau dengan tekun, hangat dan penuh perhatian menjawab pertanyaannya. Muhamamd saw. juga membawa seorang anak kecil yang berstatus hamba sahaya, beliau menggandeng tanganya mengajak berjalan-jalan.
Muhammad saw. senantiasa menjaga kehormatan seseorang, memuliakan seseorang, melaksanakan hak-hak seseorang. Muhammad saw. tidak pernah mengumpat, menjelekkan, melaknat, menyakiti, dan tidak merendahkan seseorang.
Muhammad saw. ketika hendak menasehati seseorang, beliau berkata, “Kenapa suatu kaum melaksanakan ini dan itu? Artinya, beliau tidak langsung menyalahkan orang tersebut. Beliau bersabda, “Mukmin itu tidak mencela, tidak melaknat dan juga tidak keras perangainya. Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya yang paling saya cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya dengan saya kelak di hari Kiamat adalah yang paling baik akhlaknya di antara kalian.”
Muhamamd saw. merapikan sandalnya, menjahit bajunya, menyapu rumahnya, memeras susu kambingnya, mendahulukan sahabatnya soal makanan. Muhammad saw tidak suka pujian.
Muhamamd saw sangat peduli terhadap fakir miskin, beliau berdiri membela orang yang terdzalimi, beliau bertandang ke orang papa, menengok orang sakit, mengantarkan jenazah, mengusap kepala anak yatim, santun terhadap perempuan, memuliakan tamu, memberi makan yang lapar, bercanda dengan anak-anak, dan menyayangi binatang.
Suatu ketika para sahabat memberi saran kepada Muhammad saw,
“Tidakkah Engkau membunuh gembong kejahatan, seorang pendosa dan otak munafik, yaitu Abdullah bin Ubai bin Salul? Beliau menjawab, “Tidak, karena manusia nanti mengira bahwa Muhammad telah membunuh sahabatnya.”
Sahabat, Boleh jadi kita telah membaca biografi orang-orang besar, tokoh terkenal, ilmuwan, reformis, mujaddid dan mujahid, namun ketika kita membaca sirah kehidupan Muhammad saw. seakan-akan kita tidak mengenal mereka selain diri Rosulullah SAW, kita tidak mengakui selain dirinya. Tokoh-tokoh itu rasaya kecil di mata kita, hilang dalam ingatan kita, pupus dalam pikiran kita tentu saja tanpa harus menghina mereka karena prestasi dan keberhasilan mereka juga layak kita perhitungkan dan kita contoh.
MULIA kita dengan MEMBERI, ABADIKAN yang TERSISA dengan SEDEKAH
Kiriman : Ukhti Nisa
Oleh : Rumah Yatim Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)









